Bagaimana Menulis Surat Lamaran Kerja by BangAteng

VIEWS: 61 PAGES: 4

More Info
									   Bagaimana Menulis Surat Lamaran
               Kerja?
                             Oleh Johanes Papu
                              Team e-psikologi

Banyak pelamar berharap tidak perlu menulis surat lamaran kerja untuk
melengkapi resume atau CV, karena menurut mereka menyusun resume saja
sudah menghabiskan banyak waktu dan usaha selain itu resume seringkali
dianggap sudah memberikan semua informasi yang dibutuhkan oleh
perusahaan. Namun demikian surat lamaran ternyata berperan penting dalam
mengarahkan pembaca (petugas rekrutmen & seleksi) untuk membaca resume
pelamar, jika difokuskan pada bagaimana dan mengapa kemampuan khusus,
pengalaman, prestasi, dan kepribadian pelamar akan menguntungkan bagi
perusahaan yang dituju.

 Jenis Surat Lamaran
 Pada dasarnya, ada dua jenis surat lamaran. Yang pertama digunakan untuk
menanggapi suatu iklan lowongan, umumnya disebut surat pengantar
standard. Jenis ini lebih mudah untuk ditulis karena beberapa kriteria dari
suatu jabatan sudah diketahui melalui iklan, sehingga membantu pelamar
mengetahui apa yang dibutuhkan pembaca. Jenis surat lamaran ini dapat juga
digunakan jika seseorang mereferensikan atau merekomendasikan Anda ke
sebuah perusahaan.

 Jenis yang kedua adalah surat lamaran yang digunakan jika pelamar
mengincar perusahaan tertentu yang disukai namun tidak ada posisi lowong
yang dipublikasikan. Walaupun beberapa perusahaan mungkin jengkel dengan
surat lamaran yang tidak diminta ini, namun tidak jarang perusahaan (baca:
HRD) akan memperhitungkan surat lamaran yang dibuat oleh para pelamar yang
benar-benar memenuhi syarat. Meskipun pelamar mungkin tidak segera
dihubungi, namun jika sewaktu-waktu perusahaan membutuhkan tenaga baru
maka tidak jarang para pelamar yang qualified akan dipanggil. Kebutuhan
perusahaan bisa saja muncul karena beberapa alasan seperti ada pegawai yang
baru saja mengundurkan diri, suatu posisi/jabatan baru diadakan untuk
keperluan mendadak, ada yang akan pensiun, atau baru saja ada PHK. Inilah
yang seringkali disebut “bursa kerja tersembunyi”.

  Demi menjaga agar surat lamaran anda (terutama jenis lamaran kedua) tidak
"dibuang" oleh pembaca, maka amatlah penting bagi penulis (anda) untuk
mengetahui karakter pembaca, seluk-beluk posisi/jabatan yang Anda incar, dan
keadaan perusahaan tujuan Anda. Jika pada surat lamaran standard ketika
melamar suatu posisi yang telah diiklankan, Anda sudah dapat memperkirakan
apa yang pembaca inginkan dan apakah mereka berkenan menerima surat
lamaran Anda, maka pada lamaran yang tidak diminta, sangat penting
membuat pembaca Anda merasa bahwa apa yang Anda katakan dan tawarkan
itu berharga untuk waktu dan perhatian yang mereka berikan.

 Dasar-Dasar Surat Lamaran

 Garis besar surat lamaran kerja biasanya adalah sebagai berikut:

 1. Penampilan Fisik

Pertama-tama, harus diperhatikan bahwa tampilan surat lamaran itu sama
pentingnya dengan tampilan resume. Ingatlah bahwa hal pertama yang dilihat
pembaca adalah surat pengantar. Surat pengantar haruslah sama dengan gaya
penulisan, tampilan, kop, cetakan dan kualitas kertas resume. Surat Lamaran
idak boleh terlihat hanya sebagai tambahan ala kadarnya, melainkan harus
merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan surat lamaran.

 2. Isi

 a. Kepala Surat

 Kop/kepala surat: terdiri dari nama, alamat, nomor telepon, atau email.
Pastikan semuanya mudah dibaca

Tanggal: penting untuk memberikan tanggal penulisan lamaran sebagai
indikasi tanggal informasi dan hal-hal lainnya yang berhubungan.

Nama yang dituju dan jabatannya: sedapat mungkin dapatkan nama orang
yang dituju (khususnya untuk surat lamaran jenis kedua), diikuti dengan nama
jabatan, nama perusahaan, alamat, kota, dan kode pos.

Kode jabatan atau nomor referensi untuk posisi yang telah diiklankan. Dan
untuk yang tidak diiklankan cukup tuliskan nama jabatan. Tuliskan pada bagian
perihal.

Salam pembuka: gunakan nama yang dituju, misalnya kepada Yth.
Bpk/Ibu.........., atau kepada Yth. Direktur HRD PT……….

 b. Alenia Pembuka


 Walaupun Anda tergoda untuk menulis kalimat pembukaan yang menarik,
namun harus tetap diingat bahwa ada nilai tersendiri bagi pembaca dalam
mengidentifikasi iklan atau posisi yang Anda lamar pada bagian awal surat
Anda, oleh karena itu biarkan kalimat pembukaan ini langsung pada pokok
persoalan dan jelas.

Pada kalimat kedua surat lamaran kerja Anda harus dapat menarik perhatian si
pembaca, tetapi hindari tipu muslihat. Walaupun Anda mencoba menjual
kualifikasi Anda demi jabatan yang Anda lamar, jagalah supaya tulisan Anda
tersebut tidak menjadi seperti iklan. Sebaiknya pada bagian ini berisi ringkasan
dari tujuan surat, tuliskan: “Latar belakang saya adalah dalam
bidang………..……… kelihatannya sangat cocok dengan posisi ……......."

 c. Alenia Kedua

Pada Alenia kedua tonjolkan bukan hanya kualifikasi yang tertulis dalam
resume, tetapi juga ketrampilan dan karakteristik lainnya yang Anda miliki
yang akan memberi nilai tambah bagi pembaca dan perusahaan. Pada bagian
ini Anda harus berusaha mengarahkan surat pada kebutuhan, kepedulian, misi,
dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan (sejauh yang Anda tahu), dan
bagaimana kontribusi Anda kelak akan menguntungkan dan meningkatkan
pencapaian tujuan-tujuan perusahaan tersebut. Dengan demikian Anda
memberikan sesuatu yang membedakan Anda dari kandidat lainnya yang
memiliki ketrampilan yang sama.

 d. Alenia Penutup

Bagian ini adalah satu-satunya tempat dimana Anda mengindikasikan bahwa
Anda mengharapkan balasan dari surat lamaran Anda baik melalui telepon
maupun surat atau email. Hindari kata-kata yang mengandung ancaman,
seperti: "jika saya tidak mendapat balasan dari Anda pada tanggal …… saya
akan menghubungi Anda.” Pernyataan demikian, sekalipun dari kandidat yang
paling bagus, dapat membuat pembaca segera ke meja sekretaris dan
berpesan, “Kalau si x menelpon, catat pesannya, kemudian buang saja!”
Hindari juga untuk menelpon ke perusahaan atau calon atasan Anda tanpa
perjanjian terlebih dahulu, karena hal tersebut akan semakin membuat mereka
jengkel dan melupakan lamaran Anda. Sebaiknya indikasikan bahwa Anda
tertarik dan bersedia dihubungi sesuai waktu yang diberikan si pembaca, atau
dengan seijin pembaca Anda akan menelpon pada tanggal dan jam tertentu
untuk mendiskusikan posisi yang Anda incar, dengan catatan bahwa jika waktu
mereka tidak sesuai dengan harapan Anda, maka mereka mau menitipkan
pesan untuk waktu yang sesuai pada resepsionis atau petugas yang dapat
menghubungi Anda.

 3. Tanda Tangan & Nama Jelas
Pada akhir surat jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan dan
menuliskan nama lengkap anda.

 Catatan:

 Pembaca surat lamaran Anda tidak peduli terhadap keinginan atau
keuntungan yang Anda harapkan, mereka hanya peduli terhadap apa yang bisa
Anda berikan bagi mereka.

Pusatkan setiap upaya Anda pada kebutuhan pembaca, jabatan yang Anda
lamar, dan perusahaan bersangkutan

                Selamat mencoba dan semoga berhasil. (jp)

								
To top