Proses Komunikasi - Download as DOC

Document Sample
Proses Komunikasi - Download as DOC Powered By Docstoc
					                                     BAB I

                                PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Penelitian

      Penyuluhan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan

   arahan dan petujuk serta informasi kepada masyarakat komunitas tertentu

   untuk memberdayakan diri       dala mewujudkan suatu tujuan yang akan

   dicapai. Kasyarakat memiliki kegiatan yang berbeda-beda. Komunitas petani

   padi sawah, petani ladang, nelayan, usaha kuliner, usaha bengkel, salon, dan

   kegiatan   lainnya   merupakan    kelompok-kelompok      masyarakat    yang

   dikategorikan sebagai komunitas usaha dan memiliki potensi serta kapasitas

   yang beragam.

      Masyarakat nelayan adalah komunitas masyarakat yang melakukan

   aktivitas perikanan dan kelautan. Komunitas ini membangun komunikasi

   untuk berinteraksi dalam bekerja dan pekerjaan utama mereka harus

   menghasilkan ikan. Proses komunikasi yang terjadi adalah ide-ide

   penangkapan ikan, pelaku komunikasi sebagai perencana kegiatan, pesan

   yang disampaikan kepada sesama nelayan dan menginterpretasikan pesan

   dalam pelaksanaan kegiatan penangkapan ikan.

      Proses komunikasi penangkapan ikan merupakan komunikasi sederhana

   yang digunakan dengan dialog interpersonal dan hasil dari dialog adalah

                                                                              1
kegiatan nelayan. Kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh

masyarakat, dapat dilakukan secara individu dan kelompok. Proses

penangkapan ikan secara individu tidak tersentuh oleh proses komunikasi

dan hasil dari kegiatan personal hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebaliknya kegiatan perikanan yang dilakukan secara kelompok bertujuan

untuk memperoleh hasil usaha perikanan.

   Peran penting proses komunikasi dalam melaksanakan pekerjaan adalah

menyusun rencana-rencana yang akan dikerjakan dan dikomunikasikan

secara bersama, penentuan tujuan kegiatan, pengambilan keputusan,

pelaksanaan kegiatan, evalusi kegiatan dan pertanggungjawaban kegiatan

yang telah dilaksanakan.

   Proses komunikasi merupakan suatu strategi menyalurkan informasi yang

bermanfaat dan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai oleh organisasi

kerja, kelompok kerja, organisasi masyarakat, komunitas masyarakat,

kelompok nelayan maupun komunitas lainnya. Informasi yang dibutuhkan

disesuaikan dengan bentuk dan tujuan yang akan dicapai seperti tujuan

pengembangan, pemberdayaan atau pembangunan (Cooley, 1989:115).

   Proses berlangsungnya komunikasi dapat dijelaskan melalui peran

Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan

orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan


                                                                        2
yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun

lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. Pesan (message) itu

disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara

langsung maupun tidak langsung.

   Para komunikator selalu berupaya untuk menyampaikan informasi kepada

para komunikan dengan jelas dan tegas untuk tidak membangun persepsi

baru dai hasil komunikasi. Pada umumnya proses komunikasi berlangsung

dengan baik dan diyakini akan membangun suatu perubahan dalam

kehidupan berorganisasi maupun bernegosiasi. Paradigma kegagalan pada

suatu proses komunikasi adalah tidak adanya hubungan antara bahan

komunikasi dengan proses komunikasi sehingga hasil komunikasi menjadi

tidak efektif.

   Komunikasi yang efektif disertai dengan pesan dan media yang

digunakan. Proses komunikasi berlangsung melalui komunikator disajikan

dalam bentuk pesan (bisa berupa lisan maupun tulisan) melalui media

menunju komunikan yang menghasilkan efek dan memperbaiki perilaku.

Kompleksitas proses komunikasi tersebut dapat membangun sikap dan

perilaku yang lebih terarah pada tujuan yang akan dicapai seperti komunikasi

yang dibangun melalui program penyuluhan.




                                                                           3
   Penyuluhan adalah proses pembelajaran yang diselenggarakan secara

informal kepada komunitas masyarakat tujuan seperti kelompok tani,

kelompok nelayan atau kelompok lainnya yang membutuhkan proses

penyuluhan. Komitmen penyuluhan adalah penerapan teori dan konsep yang

berkaitan dengan bidang pertanian, perikanan dan peternakan serta

perkebuhan untuk diaplikasikan dalam pelaksanaan kegiatan. Proses

penyuluhan tidak lepas dari peran komunikasi dan proses komunikasi

berupakan kerangkan utama kegiatan penyuluhan.

   Proses komunikasi dalam penyuluhan untuk kelompok nelayan adalah

suatu bentuk komunikasi yang dilakukan untuk menyampaikan informasi

perikanan kepada nelayan dengan menggunakan pesan dan simbol dalam

rangka memberikan komunikasi kepada nelayan. Komunikasi dalam kegiatan

penyuluhan juga merupakan saluran informasi yang bertujuan untuk

membangun kualitas nelayan untuk meningkatkan pengelolaan hasil laut dan

perikanan.

   Masyarakat nelayan yang ada di di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli

Kota Kendari merupakan masyarakat yang memiliki kegiatan utama sebagao

penangkap ikan dan dilakukan secara individu, baik yang menggunakan jala,

jaring maupun kail. Hasil yang diperoleh hanya untuk memenuhi kebutuhan

keluarga dan tidak ada proses komunikasi dalam kegiatan tersebut.


                                                                        4
Sementara itu sebagian warga yang bekerja secara kelompok untuk

melakukan penangkapan ikan memiliki hasil yang lebih baik, artinya hasil

tangkapannya dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga dan dipasarkan.

   Fenomena kegiatan penangkapan ikan tersebut menunjukkan adanya

peran proses komunikasi dalam mencapai tujuan hasil. Nelayan yang bekerja

secara kelompok lebih efektif menggunakan proses komunikasi untuk

menetapkan   ide   dan   rencana   kegiatan     penangakapan   ikan    yang

dikomunikasikan    sedangkan   nelayan   yang     bekerja   individu   lebih

mengutamakan pengalaman dan tidak efektif dalam proses komunikasi yang

berdampak pada hasil tangkapan yang rendah.

   Seiring dengan tujuan peningkatan hasil perikanan dan potensi

masyarakat serta sumber daya alam yang tersedia, pemerintah melalui Dinas

Kelautan dan Perikanan melakukan penyuluhan perikanan dengan proses

komunikasi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya

nelayan. Proses komunikasi penyuluhan dilakukan dengan ide dan rencana

pengembangan usaha perikanan, dan para penyuluh sebagai komunikator

untuk menyampaikan pesan dan informasi perikanan. Penyuluhan yang

dilaksanakan tidaklah mudah. Kendala yang ada di lapangan adalah

perbedaan bahasa dan tingkat pendidikan masyarakat yang relatif tamatan

SMP, bahkan ada yang putus sekolah. Proses komunikasi yang diawali


                                                                          5
dengan pengenalan media sarana dan prasarana penangkapan serta

pengetahuan pengelolaan hasil keluatan dan perikanan yang dilanjutkan

dengan pengusulan ide dan rencana penggunaan alat tangkap serta penetapan

tujuan kegiatan penyuluhan.

   Kemauan yang keras untuk memperbaiki pendapatan keluarga dapat

dibina melalui lembaga penyuluhan. Lembaga ini merupakan unit kerja

pemerintah daerah yang ditempatkan pada bidang penyuluhan seperti

penyuluh pertanian, perikanan, perkebunan dan penyuluh lainnya. Kebutuhan

terhadap upaya peningkatan pendapatan dari hasil perikanan berkaitan

dengan sektor perikanan sehingga komunikasi yang diharapkan adalah

komunikasi penyuluhan bidang perikanan.

   Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat

nelayan adalah salah satu implementasi ilmu pengetahuan yang disajikan

dalam bentuk pendidikan informal. Selain itu terdapat juga sistem

pendampingan untuk menjamin implementasi hasil pembelajaran yang

diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Kegiatan ini tidak mudah karena

perbedaan pemahaman akan menimbulkan kesenjangan yang dapat mengarah

pada kegagalan.

   Kegiatan penyuluhan adalah kegiatan penyampaian informasi dan

teknologi untuk dapat diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Kegiatan


                                                                        6
nelayan adalah kegiatan penangkapan ikan dan pengelolaan hasil kelautan

dan perikanan. Masyarakat di Kelurahan Talia yang sebagian besar adalah

masyarakat nelayan masih membutuhkan penyuluhan perikanan dan hal ini

bertujuan untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja mereka.

   Penyuluhan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang didukung

dengan media yang didasarkan pada tujuan penyuluhan. Media-media

penyuluhan seperti alat tangkap, dan fasilitas penangkapan ikan akan

menunjang proses komunikasi. Komunikasi dalam penyuluhan juga disertai

dengan penggunaan lambang dan simbol. Komunikasi yang efektif adalah

komunikasi yang berlangsung antara komunikator dengan komunikan yang

menghasilkan kesamaan arti dan makna dari tujuan komunikasi. Konteks ini

diharapkan dapat berlangsung dalam kegiatan penyuluhan perikanan di

Kelurahan Talia.

   Keberhasilan komunikasi penyuluhan juga ditunjang dengan kesamaan

bahasa dan simbol yang dapat memberikan arti dan makna terhadap tujuan

dari kegiatan penyuluhan. Hal ini menjadi bagian penting karena

keterbelakangan    bahasa   dapat   menghambat    pelaksanaan    pekerjaan.

Hambatan yang nyata adalah rendahnya pendidikan, banyaknya waktu tidak

sekolah dan putus sekolah mendominasi pekerjaan sebagai nelayan dan

buruh nelayan di Kelurahan Talia.


                                                                         7
   Tujuan     penyuluhan   kelautan   dan    perikanan    adalah   untuk

menumbuhkembangkan usaha perikanan di Kelurahan Talia sebagai salah

satu basis perekonomian di Kecamatan Abeli terutama dalam pengelolaan

hasil-hasil perikanan untuk kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah.

Sejalan dengan hal tersebut, maka aspek sumber daya manusia menjadi salah

satu sasaran penyuluhan dan komunikasi yang jelas dan tepat adalah alat

untuk mengarahkan masyarakat Kelurahan Talia pada tujuan yang akan

dicapainya.

   Sehubungan dengan tujuan penyuluhan dan kondisi masyarakat nelayan

di Kelurahan Talia yang produktivitas kerjanya rendah, memungkinkan

dilakukan kegiatan penyuluhan terhadap nelayan dengan pemaknaan dan

pengunaan simbol sebagai bahasa utama untuk dapat menyatukan persepsi

masyarakat dengan penyuluh dalam rangka meningkatkan produktivitas.

Komunikasi akan sangat bermanfaat jika kesamaan makna dan arti terbentuk

antara penyuluh dengan nelayan. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan

penyuluhan diharapkan masyarakat nelayan dapat mengembangkan kegiatan

usahan nelayan sebagai sumber pendapatan dan lapangan kerja di masa

mendatang.

   Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan dalam penelitian ini, maka

penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “analisis proses


                                                                        8
   komunikasi penyuluhan terhadap nelayan di Kelurahan Talia Kecamatan

   Abeli Kota Kendari”.

1.2 Rumusan Masalah

       Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka

   masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah :

   1. Bagaimana proses komunikasi penyuluhan yang dilakukan terhadap

      nelayan di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota Kendari

   2. Media apa saja yang digunakan dalam komunikasi penyuluhan terhadap

      nelayan di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota Kendari


1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

   1.3.1. Maksud Penelitian.

          Sejalan dengan rumusan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini

   dimaksudkan untuk memberikan penjelasan tentang komunikasi penyuluhan

   yang dilakukan terhadap nelayan di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota

   Kendari melalui media komunikasi yang memadai.


   1.3.2. Tujuan Penelitian

          Dengan mengacu pada maksud tersebut di atas, maka tujuan dalam

   penelitian ini adalah:




                                                                             9
   1. Mengetahui dan menjelasakan proses komunikasi penyuluhan yang

      dilakukan terhadap nelayan di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota

      Kendari

   2. Mengetahui dan menjelasakan media yang digunakan dalam komunikasi

      penyuluhan terhadap nelayan nelayan di Kelurahan Talia Kecamatan

      Abeli Kota Kendari.


1.4. Kegunaan Penelitian

         Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi

   pada pengembangan ilmu serta pada kepentingan praktis :

   1. Aspek teori : mengembangkan kerangka teori, prosedur metodologis, dan

      penjelasan teoritis yang tidak hanya mengakomodasi data, tapi juga dapat

      memberi gambaran tentang       proses komunikasi penyuluhan sehingga

      dapat menjadi sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan

      khususnya     ilmu     komunikasi dan menambah kajian mengenai

      komunikasi penyuluhan terhadap nelayan di Kelurahan Talia Kecamatan

      Abeli Kota Kendari.

   2. Aspek praktis : penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan,

      baik pemerintah, praktisi maupun masyarakat umum dalam melihat

      berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyuluhan nelayan dan



                                                                            10
      pengembangan kualitas masyarakat nelayana sebagai salah tujuan

      peningkatan produktivitas masyarakat pesisir.

1.5. Sistematika Penulisan

      Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli memiliki

   sistematika penulisan sebagai berikut :

    BAB I. menjelaskan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,

           maksud dan tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika

           penulisan.

    BAB II menjelaskan tentang pengertian dan ruang lingkup teori, unsur-unsur

           yang diteliti dan kerangka pikir

    BAB III, menjelaskan tentang lokasi penelitian, informan penelitian, jenis

           dan sumber daya teknik pengumpulan data, teknik analisis data,

           Kelurahanin penelitian dan konseptualisasi.




                                                                           11
                                     BAB II

             TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR



2.1 Tinjauan Pustaka

   2.1.1. Komunikasi

       Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris berasal dari

   kata latin Communis yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau

   communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah

   pertama (communis) adalah istilah yang paling sering disebut sebagai asal –

   usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata latin lainnya yang

   mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau

   suatu pesan dianut secara sama.

       Bernard berelson dan Gary A. Steiner mengemukakan komunikasi :

   transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya. Dengan

   menggunakan simbol-simbol,        kata-kata,   gambar,   figur,   grafik, dan

   sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut

   komunikasi (Mulyana : 2001)

       Carl I Hovland (Mulyana : 2001) mengemukakan bahwa komunikasi

   adalah proses yang memungkinkan seseorang (Komunikator) menyampaikan

   rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku


                                                                              12
orang lain. Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu

pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi

perilaku penerima.

    Gary Cronkhite (1976) merumuskan empat asumsi pokok komunikasi

yang dapat membantu memahami. Pertama, Komunikasi adalah suatu proses

(communication is a process). Kedua, komunikasi adalah pertukaran pesan

(communication is transaction). Ketiga, komunikasi adalah interaksi yang

bersifat multidimensi (communication is multi-dimensional). Keempat,

komunikasi adalah interaksi yang mempunyai tujuan atau maksud ganda

(communication is multipurposeful).

    William I Gorden, Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson, Stewart L Tubbs

dan Sylvia Moss,secara ringkas memandang komunikasi sebagai kegiatan

yang selalu ditandai dengan tindakan, pertukaran, perubahan, dan

perpindahan terhadap pemaknaan isi pesan dengan implikasi terbangunnya

hubungan-hubungan. (Dilla : 2007)

    Proses   penyampaian     informasi/pesan    tersebut   pada   umumnya

berlangsung melalui suatu media komunikasi. Unsur-unsur pokok dalam

proses berkomunikasi, yaitu sebagai berikut :

1. Source, yaitu individu atau karyawan sebagai sumber atau untuk

   menyampaikan pesan-pesannya


                                                                       13
2. Message, suatu gagasan, dan ide berupa pesan, informasi, pengetahuan,

   ajakan, bujukan atau ungkapan yang akan disampaikan komunikator

   kepada perorangan atau kelompok tertentu (komunikan).

3. Channel, berupa media, sarana atau saluran yang dipergunakan oleh

   komunikator dalam mekanisme penyampaian pesan.

4. Effect, suatu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesan-pesan

   tersebut. Dapat berakibat positif maupun negatif tergantung dari

   tanggapan, persepsi, dan opini dari hasil komunikasi tersebut.

   Membahas mengenai komunikasi, ada beberapa hal yang harus

diperhatikan seperti komunikasi harus mudah dimengerti, komunikasi harus

lengkap, komunikasi harus tepat waktu dan sasaran, komunikasi butuh saling

kepercayaan, perlu memperhatikan situasi dan kondisi, perlu menghindari

kata-kata yang kurang enak. Ketika berkomunikasi, setiap orang harus

menterjemahkan gagasan ke dalam bentuk lambang (verbal atau nonverbal).

Proses ini lazim disebut penyandian (encoding). Bahasa adalah alat

penyandian, tetapi alat yang tidak begitu baik, untuk itu diperlukan

kecermatan dalam berbicara, bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan

sebenarnya,   bagaimana     menghilangkan     kebiasaan    berbahasa   yang

menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman.




                                                                         14
    Selain yang tersebut diatas, kita juga harus memperhatikan pemilihan

media komunikasi, pemanfaatan alat-alat komunikasi mutakhir, pemakaian

kode-kode komunikasi, macam-macam cara pelaksanaan komunikasi.

Pengertian komunikasi menurut Gerbner (Mulyana : 2001), ‘Comunication

be defined as social interaction through messages’. Definisi komunikasi ini

lebih sederhana, bahwa komunikasi yang didefinisikan itu sebagai interaksi

sosial melalui pesan-pesan.

    Hakekat komunikasi Memahami komunikasi berarti memahami apa yang

terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, manfaat apa

yang dirasakan, akibat-akibat apa yang ditimbulkannya, apakah tujuan dari

aktifitas berkomunikasi sesuai dengan apa yang diinginkan, memahami hal-

hal yang dapat mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian

tersebut.Menurut Anwar arifin (1988:17), komunikasi merupakan suatu

konsep yang multi makna. Makna komunikasi dapat dibedakan berdasarkan :

a. Komunikasi sebagai proses sosial Komunikasi pada makna ini ada dalam

   konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian

   dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum

   menfokuskan pada kegiatanmanusia dan kaitan pesan dengan perilaku.

b. Komunikasi sebagai Peristiwa Dalam hal ini komunikasi mempunyai

   pengertian, bahwa komunikasi merupakan gejala yang dipahami dari


                                                                        15
  sudut bagaimana bentuk dan sifat terjadinya. Peristiwa komunikasi dapat

  diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang membedakan

  komunikasi massa dengan komunikasi tatap muka, komunikasi verbal dan

  non verbal, komunikasi yang menggunakan media dan tanpa media

c. Komunikasi sebagai Ilmu Struktur ilmu pengetahuan meliputi aspek

  aksiologi, epistomologi dan ontologi. Aksiologi mempertanyakan dimensi

  utilitas (faedah, peranan dan kegunaan). Epistomologi menjelaskan

  norma-norma yang dipergunakan ilmu pengetahuan untuk membenarkan

  dirinya sendiri. Sedangkan ontologi mengenai struktur material dari ilmu

  pengetahuan.

d. Komunikasi sebagai kiat atau keterampilan Komunikasi dipandang

  sebagai skill yang oleh individu dipergunakan untuk melakukan profesi

  komunikasi. Perkembangan dunia komunikasi di Indonesia pada masa

  yang akan datang menunjukkan prospek yang semakin cerah. Dengan

  demikian,   masalah-masalah     yang   berhubungan     dengan    profesi

  komunikasi tetap menjadi agenda penting. Antara komunikasi dan bidang

  profesional terdapat kaitan yang signifikan. Dalam menunjang suatu

  profesi atau karir yang menuntut kemampuan pemahaman pada sifat

  dasar komunikasi, berkomunikasi secara kompeten dan efektif diperlukan

  dalam bidang kemampuan berkomunikasi (speech communication),


                                                                       16
   komunikasi massa, komunikasi organisasi, komunikasi politik, public

   relations,   periklanan,     penyiaran   (broadcasting)    dan    pemasaran.

   Pengetahuan dan kemampuan komunikasi adalah dasar untuk kualitas

   kepemimpinan. Merupakan hal pokok untuk hubungan interpersonal,

   mempengaruhi      dan       perkembangan    informasi     dalam   organisasi.

   Komunikasi juga memainkan peran penting dalam perencanaan,

   pengambilan keputusan, pemikiran strategis, memperoleh pengetahuan

   teknis dan menilai hasil.


2.1.2. Proses Komunikasi

      Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide,

gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi

dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah

pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya,

komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan,

menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,

mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

      Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar

komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Lasswell (2007)

komponen-komponen komunikasi adalah:



                                                                             17
1) Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan

   pesan kepada pihak lain.

2) Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu

   pihak kepada pihak lain.

3) Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada

   komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat

   berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.

4) Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan

   dari pihak lain

5) Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi

   pesan yang disampaikannya.

6) Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana

   komunikasi itu akan dijalankan ("Protokol")

   Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan

seperti berikut.

   1. Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi

       dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang

       dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam

       bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti

       kedua pihak.


                                                                       18
   2. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media

      atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya

      berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media

      lainnya.media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari

      komunikator ke komunikan.

   3. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan

      menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang

      dimengerti oleh komunikan itu sendiri.

   4. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau

      tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia

      mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh di pengirim.

   Proses komunikasi adalah komunikator, pesan (bisa berupa lisan maupun

tulisan, media, komunikan, efek, dan perilaku. Menurut Denis McQuail

(1997), secara umum kegiatan/proses komunikasi dalam masyarakat

berlangsung dalam 6 tingkatan sebagai berikut :

   a. Komunikasi intra-pribadi (intrapersonal communication Yakni proses

      komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan

      informasi melalui pancaindra dan sistem syaraf. Contoh : berpikir,

      merenung, menggambar, menulis dan sesuatu, serti tindakan lainnya.




                                                                       19
b. Komunikasi antar-pribadi Yakni kegiatan komunikasi yang dilakukan

   secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.Misalnya

   percakapan tatap muka, korespondensi, percakapan melalui telepon,

   dsbnya.

c. Komunikasi dalam kelompok Yakni kegiatan komunikasi yang

   berlangsung di antara suatu kelompok. Pada tingkatan ini, setiap

   individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan

   peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan atau informasi yang

   disampaikan    juga   menyangkut      kepentingan    seluruh   anggota

   kelompok, bukan bersifat pribadi.Misalnya, ngobrol-ngobrol antara

   ayah, ibu, dan anak dalam keluarga, diskusi guru dan murid di kelas

   tentang topik bahasan, dsbnya.

d. Komunikasi antar-kelompok/asosiasi Yakni kegiatan komunikasi yang

   berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Jumlah

   pelaku yang terlibat boleh jadi hanya dua atau beberapa orang, tetapi

   masing-masing membawa peran dan kedudukannya sebagai wakil dari

   kelompok/asosiasinya masing-masing.

e. Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi mencakup kegiatan

   komunikasi    dalam   suatu      organisasi   dan   komunikasi   antar

   organisasi.Bedanya dengan komunikasi kelompok adalah bahwa sifat


                                                                       20
       organisasi organisasi lebih formal dan lebih mengutamakan prinsip-

       prinsip efisiensi dalam melakukan kegiatan komunikasinya.

   f. Komunikasi dengan masyarakat secara luas Pada tingkatan ini

       kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat luas. Bentuk

       kegiatan   komunikasinya        dapat   dilakukan   melalui   dua   cara

       :Komunikasi massa Yaitu komunikasi melalui media massa seperti

       radio, surat kabar, TV, dsbnya.Langsung atau tanpa melalui media

       massa Misalnya ceramah, atau pidato di lapangan terbuka.


2.1.3. Komunikasi Pembangunan

       Hedebro (Zulkarimen Nasution, 2004) mengidentifikasikan tiga aspek

komunikasi dan pembangunan yang berkaitan dengan tingkat analisanya, yaitu :


1. Pendekatan yang berfokus pada pembangunan suatu bangsa dan bagaiman

   media massa dapat menyumbangkan dalam upaya tersebut. Disini, politik dan

   fungsi-fungsi media massa dalam pengertian yang umum merupakan obyek

   studi, sekaligus masalah-masalah yang menyangkut struktur organisasi dan

   pemilikan, serta kontrol terhadap media. Untuk studi jenis-jenis ini sekranga

   digunakan istilah kebijakan komunikasi dan merupakan pendekatan yang lebih

   luas dan bersifat general (umum).

2. Pendekatan juga yang dimaksudkan untuk memahami pernaan media massa

   dalam pembangunan nasional, namun jauh lebih spesifik. Menurut pendekatan


                                                                               21
   ini, media dilihat sebagai pendidik atau guru dan idelanya bagaimana media

   massa dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan kepada masyarakat bermacam

   keterampilan dan dalam kondisi tertentu mempengaruhi sikap mental dan

   perilaku mereka. Persoalan utama dalam studi jenis ini, adalah bagaimana

   media dapat dipakai secara paling efisien, ntuk mengajarkan pengetahuan

   tertentu bagi masyarakat suatu bangsa.

3. Pendekatan    yang berorientasi kepada perubahan           yang terjadi   dalam

   memperkenalkan ide-ide baru, produk dan cara-cara baru dan penebarannya

   disuatu desa atau wilayah. Studi ini dapat mendalami bagaimana aktivitas

   komunikasi dapat dipakai untuk mempromosikan penerimaan yang luas akan

   ide-ide dan produk baru.

   Kebanyakan teori-teori pembangunan selama ini, ternyata dikembangkan dalam

tradisi teori pertumbuhan ekonomi yang berisi gambaran mengenai proses

perubahan ekonomi yang telah berlangsung pada negara-negara maju. Titik tolak

teori-teori tersebut selalu bermula dari pendekatan-pendekatan faktor-faktor dasar

produksi yang kesohor, yakni tanah, modal dan tenaga kerja.

   Pembangunan yang luas istilah development sebagai suatu kerangka berpikir

yang konseptual untuk menyebut perubahan individual, istruksional, nasional dan

internasional, dan juga menyebutkan kemajuan atau progress merupakan fenomena

pembangunan (Zulkarimen Nasution, 2004).




                                                                                22
2.1.4. Penyuluhan

      Penyuluhan merupakan upaya perubahan perilaku manusia yang

dilakukan melalui pendekatan edukatif. Pendekatan edukatif diartikan

sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematik, terencana, dan

terarah dengan peran serta aktif individu, kelompok, atau masyarakat untuk

memecahkan masalah dengan memperhitungkan faktor sosial, ekonomi, dan

budaya setempat. (Suhardjo, 2003).

      Berbicara tentang penyuluhan tidak terlepas dari bagaimana agar

sasaran penyuluhan dapat mengerti, memahami, tertarik, dan mengikuti apa

yang kita suluhkan dengan baik, benar, dan atas kesadarannya sendiri

berusaha untuk menerapkan ide-ide baru dalam kehidupannya. Oleh karena

itu penyuluhan membutuhkan suatu perencanaan yang matang, terarah, dan

berkesinambungan.

      Penyuluhan sebagai proses perubahan perilaku tidak mudah. Titik

berat penyuluhan sebagai proses perubahan perilaku adalah penyuluhan yang

berkelanjutan. Dalam proses perubahan perilaku dituntut agar sasaran

berubah tidak semata-mata karena penambahan pengetahuan saja namun,

diharapkan juga adanya perubahan pada keterampilan sekaligus sikap mantap

yang menjurus kepada tindakan atau kerja yang lebih baik, produktif, dan

menguntungkan (Lucie, 2005).


                                                                        23
   Menurut Rogers yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003) menyatakan

bahwa sebelum seseorang mengadopsi perilaku baru, di dalam diri orang

tersebut terjadi proses yang berurutan, yaitu awareness (kesadaran), yakni

orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus (objek) terlebih

dahulu, interest (tertarik), yakni orang tersebut mulai tertarik kepada

stimulus, evaluation (evaluasi), yakni orang tersebut mulai menimbang-

nimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya. Hal ini berarti sikap

responden sudah lebih baik lagi, trial (mencoba), yakni orang tersebut telah

mulai mencoba perilaku baru, adoption (adopsi), yakni orang tersebut telah

berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya

terhadap stimulus.

2.1.4 Metode Penyuluhan

    Istilah penyuluhan sering kali dibedakan dari penerangan, walaupun

keduanya merupakan upaya edukatif. Secara umum penyuluhan lebih

menekankan “bagaimana”, sedangkan penerangan lebih menitikberatkan

pada “apa”. Penyuluhan memiliki arti lebih luas dan menyeluruh.

Penyuluhan merupakan upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan

melalui pendekatan edukatif. Pendekatan edukatif diartikan sebagai

rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematik, terencana, dan terarah

dengan peran serta aktif individu maupun kelompok atau masyarakat, untuk


                                                                         24
memecahkan masalah masyarakat dengan memperhitungkan faktor sosial-

ekonomi-budaya setempat

      Menurut Van Deb Ban dan Hawkins yang dikutip oleh Lucie (2005),

metode yang dipilih oleh seorang agen penyuluhan sangat tergantung pada

tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan pendekatan sasaran yang ingin

dicapai, penggolongan metode penyuluhan ada 3 (tiga) yaitu:

1. Metode berdasarkan pendekatan perorangan

       Pada metode ini, penyuluh berhubungan langsung maupun tidak

   langsung dengan sasaran secara perorangan. Metode ini sangat efektif

   karena sasaran dapat langsung memecahkan masalahnya dengan

   bimbingan khusus dari penyuluh.

       Kelemahan metode ini adalah dari segi sasaran yang ingin dicapai

   kurang    efektif,   karena   terbatasnya   jangkauan   penyuluh   untuk

   mengunjungi dan membimbing sasaran secara individu, selain itu juga

   membutuhkan banyak tenaga penyuluh dan membutuhkan waktu yang

   lama.

2. Metode berdasarkan pendekatan kelompok

       Penyuluh berhubungan dengan sasaran secara kelompok. Metode ini

   cukup efektif karena sasaran dibimbing dan diarahkan untuk melakukan

   kegiatan yang lebih produktif atas dasar kerja sama. Salah satu cara


                                                                         25
   efektif dalam metode pendekatan kelompok adalah dengan metode

   ceramah. Dalam pendekatan kelompok banyak manfaat yang dapat

   diambil seperti transfer informasi, tukar pendapat, umpan balik, dan

   interaksi kelompok yang memberi kesempatan bertukar pengalaman.

   Namun pada metode ini terdapat kesulitan dalam mengkoordinir sasaran

   karena faktor geografis dan aktifitas.

3. Metode Berdasarkan Pendekatan Massa

       Metode ini dapat menjangkau sasaran dengan jumlah yang banyak.

   Ditinjau dari segi penyampaian informasi, metode ini cukup baik, tapi

   terbatas hanya dapat menimbulkan kesadaran dan keingintahuan saja.

   Metode pendekatan massa dapat mempercepat proses perubahan tapi,

   jarang bisa mewujudkan perubahan perilaku.


2.1.5. Media Penyuluhan

      Menurut Notoatmodjo (2005), penyuluhan tidak dapat lepas dari

media karena melalui media pesan disampaikan dengan mudah untuk

dipahami. Media penyuluhan dapat menghindari kesalahan persepsi,

memperjelas informasi, dan mempermudah pengertian. Media penyuluhan

pada hakikatnya adalah alat bantu kegiatan komunikasi. Dengan demikian,

sasaran dapat mempelajari pesan-pesan kesehatan dan mampu memutuskan

mengadopsi perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan.

                                                                      26
      Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan,

media dibagi menjadi 3 (tiga) (Notoatmodjo, 2003) yakni:

1. Media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan komunikasi

   yaitu:

   a. Flip chart (lembar balik) ialah media penyampaian pesan dalam

      bentuk lembar balik, dimana tiap lembar berisi gambar peragaan dan

      dibaliknya berisi informasi yang berkaitan dengan gambar tersebut.

   b. Booklet ialah pesan-pesan penyuluhan dalam bentuk buku, baik

      tulisan maupun gambar.

   c. Poster ialah lembaran kertas dengan kata-kata dan gambar atau simbol

      untuk menyampaikan pesan/ informasi penyuluhan.

   d. Leaflet ialah penyuluhan dalam bentuk kalimat, gambar ataupun

      kombinasi melalui lembaran yang dilipat.

   e. Flyer (selebaran) seperti leaflet tapi tidak dalam bentuk lipatan.

   f. Rubrik atau tulisan pada surat kabar atau majalah mengenai bahasan

      suatu masalah penyuluhan.

   g. Foto yang mengungkapkan informasi-informasi penyuluhan.

   h. Buku cetak yang berhubungan dengan tujuan komunikasi

2. Media elektronik sebagai saluran untuk menyampaikan pesan-pesan

  penyuluhan memiliki jenis yang berbeda, antara lain:


                                                                           27
  a. Televisi: penyampaian informasi penyuluhan dapat dalam bentuk

     sandiwara, diskusi, kuis, cerdas cermat seputar masalah penyuluhan.

  b. Radio: penyampaian pesan-pesan penyuluhan dalam bentuk tanya

     jawab, sandiwara radio, ceramah tentang penyuluhan.

  c. Video: penyampaian informasi kesehatan dengan pemutaran video yang

     berhubungan dengan penyuluhan.

  d. Slide dan Film strip

3. Media papan (Bill Board) yang dipasang di tempat umum dapat diisi

  dengan pesan kesehatan. Media papan disini juga mencakup pesan

  penyuluhan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada

  kendaraan-kendaraan umum.

  Berbagai penelitian telah dilakukan dengan menggunakan media untuk

mengubah perilaku, hasilnya media mampu mempengaruhi sasarannya.

Menurut Notoatmodjo (2003), kelebihan poster dari media yang lainnya

adalah tahan lama, mencakup banyak orang, biaya tidak tinggi, tidak perlu

listrik, dapat dibawa kemana-mana, dapat mengungkit rasa keindahan, dan

mempermudah pemahaman. Selain itu poster juga mampu menyampaikan

kesan-kesan tertentu serta mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang

yang melihatnya. Berdasarkan uraian di atas, peneliti memilih poster untuk

digunakan sebagai media dalam melakukan penyuluhan dengan tujuan


                                                                           28
sasaran mau dan mampu mengubah perilaku sesuai dengan pesan-pesan

kesehatan yang disampaikan.


2.1.6 Proses Adopsi dalam Penyuluhan

   Menurut Wiriaatmaja yang dikutip oleh Lucie (2005), indikasi yang

dapat dilihat pada diri seseorang pada setiap tahapan adopsi dalam

penyuluhan adalah:

   1. Tahap sadar (awareness), pada tahap ini seseorang sudah mengetahui

      sesuatu yang baru karena hasil dari berkomunikasi dengan pihak lain.

   2. Tahap minat (interest), pada tahap ini seseorang mulai ingin

      mengetahui hal-hal baru yang sudah diketahuinya dengan jalan

      mencari keterangan atau informasi yang lebih terperinci.

   3. Tahap menilai (evaluation), pada tahap ini seseorang mulai menilai

      atau mempertimbangkan serta menghubungkan dengan keadaan atau

      kemampuan diri, misalnya kesanggupan baik dari segi sosial maupun

      ekonomi.

   4. Tahap mencoba (trial), pada tahap ini seseorang mulai menerapkan

      dalam skala kecil sebagai upaya mencoba apakah dapat dilanjutkan.

   5. Tahap penerapan atau adopsi (adoption), pada tahap ini seseorang

      sudah yakin akan hal baru dan mulai melaksanakan dalam skala besar.



                                                                          29
   Penyuluhan merupakan proses perubahan perilaku melalui suatu kegiatan

pendidikan nonformal. Oleh karena itu selalu saja ada berbagai kendala

dalam pelaksanaannya di lapangan. Secara umum ada beberapa faktor yang

mempengaruhi perubahan keadaan yang disebabkan oleh penyuluhan,

diantaranya sebagai berikut:

1. Keadaan pribadi sasaran

      Beberapa hal yang perlu diamati pada diri sasaran adalah ada tidaknya

   motivasi pribadi sasaran dalam melakukan suatu perubahan, adanya

   ketakutan atau trauma dimasa lampau yang berupa ketidakpercayaan pada

   pihak lain karena pengalaman ketidakberhasilan atau kegagalan,

   kekurangsiapan dalam melakukan perubahan karena keterbatasan

   pengetahuan, keterampilan, dana, sarana dan pengalaman serta adanya

   perasaan puas dengan kondisi yang dirasakan sekarang.

2. Keadaan lingkungan fisik

      Lingkungan fisik yang dimaksud adalah lingkungan yang berpengaruh

   baik secara langsung maupun tidak langsung dalam keberhasilan

   penyuluhan.

2.1.7 Kompunikasi Penyuluhan

      Sejalan    dengan   pemahaman     tentang   “komunikasi    memusat”

Soemardjo (1999) mengemukakan bahwa dari hasil penelitiannya terbukti


                                                                         30
memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu penyuluhan yang dilakukan

oleh penyuluh untuk memandirikan petani.      Dengan kata lain, proses

penyuluhan partisipatip yang diba-rengi dengan proses komunikasi memusat

tersebut merupakan metoda yang layak dikembangkan.

      Terkait dengan proses komunikasi (Lasswell, 2007:121) memusat

dalam kegiatan penyuluhan tersebut, dapat ditarik pokok-pokok pemahaman

sebagai berikut:

1) Proses komunikasi di dalam penyuluhan, harus merupakan proses

   komunikasi timbal-balik, dan bukannya komunikasi searah yang sering

   dilakukan di dalam proses penerangan yang dilakukan melalui media-

   masa.

2) Kedudukan penyuluh adalah sejajar dengan kliennya dan stakeholder

   yang lain. Artinya, setiap penyuluh harus menghargai dan mau

   mendengarkan respon yang diberi-kan oleh masyarakat yang menjadi

   kliennya, dalam proses belajar bersama.

3) Respon yang diberikan oleh klien, tidak harus sesuai dengan yang

   diharapkan oleh penyuluhnya. Yang penting, selama komunikasi harus

   terjadi interaksi yang saling menghargai pendapat pihak yang lainnya,

   sebagai masuk-an yang perlu dipikirkan sebagai rangsangan terjadinya




                                                                      31
   proses belajar. Dengan demikian, semua pihak benar-benar mengalami

   proses belajar bersama

   Menurut (Suprihanto, 2008:25) agar penyuluhan dapat berlangsung

sebagaimana yang diharapkan, perlu perhatian terhadap: “kejelasan

komunikasi” yang sangat tergantung kepada keempat unsur komuni-kasinya,

yaitu:

1) Unsur penyuluh dan sasarannya, yang merupakan unsur-unsur utama

   yang      menentukan keberhasilan komunikasi Di dalam kegiatan

   penyuluhan, sering muncul gangguan komunikasi yang disebabkan oleh:

   a)     Kekurang trampilan penyuluh/sasaran untuk berkomunikasi,

   b)     Kesenjangan tingkat pengetahuan penyuluh dan sasar-an,

   c)     Sikap yang kurang saling menerima dengan baik, dan,

   d)     Perbedaan latar belakang sosial budaya yang dimiliki oleh penyuluh

          dengan sasarannya.

   Karena itu, penyuluh sangat dituntut untuk selalu berusaha:

   a) Meningkatkan ketrampilannya berkomunikasi

   b) Menyampaikan pesan dengan cara/bahasa yang mudah dipahami,

   c) Bersikap baik (meskipun sadar tidak disukai),




                                                                         32
   d) memahami, mengikuti, atau setidak-tidaknya tidak me-nyinggung

        nilai-nilai sosial budaya sasaran (meskipun dia sendiri benar-benar

        tidak menyukainya).

2) Unsur pesan

   Persyaratan utama agar pesan dapat diterima dengan jelas oleh sasaran,

   haruslah:

   a)     mengacu kepada kebutuhan masyarakat, dan disam-paikan pada

          saat sedang dan atau segera akan dibutuh-kan.

   b)     disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami

   c)     tidak memerlukan korbanan yang memberatkan

   d)     memberikan harapan peluang keberhasilan yang ting-gi, dengan

          tingkat manfaat yang merangsang.

   e)     dapat diterapkan sesuai dengan kondisi (pengetahuan, ketrampilan,

          sumberdaya yang dimiliki/dapat diusaha-kan) masyarakatnya.

3) Unsur media/saluran komunikasi

        Agar pesan dapat diterima dengan jelas, maka saluran yang

   digunakaan harus terbebas dari gangguan. Baik gangguan teknis (jika

   menggunakaan media masa), ataupun gangguan sosial budaya dan

   psikologis (jika menggunakan media antar pribadi). Di lain pihak, pilihan

   media yang akan digunakan, perlu disesuaikan dengan selera masyarakat


                                                                              33
    setempat,     dengan    senantiasa     mempertimbangkan    kemampuan

    sumberdaya (dana, ketrampilan, dan peralatan yang tersedia).Tentang hal

    ini, harus dipahami bahwa media-masa (elektonik) yang modern, canggih

    dan mahal tidak selalu lebih efektif dibanding media inter-personal dan

    media-tradisional.

    Suprapto (2007:20) mengemuikakan bahwab melalui komunikasi, proses

perubahan perilaku yang menjadi tujuan penyuluhan sebenarnya dapat

dilakukan melalui 4 (empat) cara, yaitu:

1) Secara persuasive atau bujukan, yakni perubahan perilaku yang dilakukan

   dengan cara menggugah perasaan sasaran secara bertahap sampai dia mau

   mengikuti apa yang dikehendaki oleh komunikator.

2) Secara pervasion, atau pengulangan, yakni penyampaian pesan yang sama

   secara berulang-ulang, sampai sasarannya mau mengikuti kehendak

   komunikator.

3) Secara compulsion, yaitu teknik pemaksaan tidak lang-sung dengan cara

   menciptakan kondisi yang membuat sasaran harus melakukan/menuruti

   kehendak komunikator. Misalnya, jika kita menginginkan petani

   menerapkan pola tanam: padi-padi, palawija di lahan yang berpengairan

   terjamin, dapat dilakukan dengan memutuskan jatah pengairan ke wilayah

   tersebut.


                                                                        34
   4) Secara coersion, yaitu teknik pemaksaan secara langsung, dengan cara

      memberikan sanksi (hadiah atau hukuman) kepada mereka yang

      menurut/melanggar anjuran yang diberikan. Misalnya, memberikan

      penghargaan kepada petani pengguna pupuk organik, atau melakukan

      penca-butan terhadap tanaman petani yang tidak direkomen-dasikan.

      Sehubungan dengan ini, dalam penyuluhan pertanian ha-rus dihindari

   cara-cara pemaksaan, tetapi sejauh mungkin tetap melaksanakan teknik-

   teknik bujukan dan pengulangan yang dilakukan melalui kegiatan belajar

   bersama.

2.2 Kerangka Pemikiran

      Komunikasi penyuluhan yang dilaksanakan dalam suatu organisasi kerja

   terhadap nelayan adalah untuk mengkomunikasi teknik keluatan dan

   perikanan yang menjadi bagian dari pekerjaan masyarakat nelayan di

   Kelurahan Talia. Komunikasi penyuluhan dapat memberi penjelasan atau hal

   lainnya untuk menambah pemahaman masyarakat terhadap kegiatan kelautan

   dan perikanan.

      Komunikasi penyuluhan yang dilakukan terhadap masyarakat nelayan

   menggunakan media buku, majalah, alat peraga dan media lainnya yang

   bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang teknologi kelautan dan




                                                                          35
perikanan yang kemudian diimplementasikan dalam praktek kerja oleh

masyarakat nelayan.

   Efektivitas komunikasi penyuluhan ditandai dengan berfungsinya media

komunikasi dan kemampuan untuk dapat memberikan penjelaskan kepada

masyarakat    tentang   tujuan   penyuluhan   sebagai     sarana   untuk

mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh para

nelayan untuk dapat meningkatkan kegiatan usaha dan pendapatannya.

Kemampuan untuk memperoleh hasil          yang baik     dari penyuluhan

menunjukkan berfungsi komunikasi penyuluhan secara aktif. Hal ini dapat

disajikan pada skema berikut :

   Dalam penelitian ini dilakukan kajian terhadap proses komunikasi

penyuluhan terhadap nelayan dianalisis dengan menggunakan analisis

deskriptif untuk mencapai tujuan penelitian. Untuk jelasnya hal ini dapat

disajikan pada skema berikut :




                                                                       36
Skema 1. Kerangka Pikir Penelitian


                                   Penyuluhan Nelayan




                                  Proses Komunikasi

         a.   Komunikator (Penyuluh menetapkan ide dan rencanan penyuluhan),
         b.   Pesan (Penyuluh Menyampaikan informasi perikanan yang jelas)
         c.   Media, (Penyuluh menyediakan sarana dan prasarana tangkap sebagai
              contoh)
         d.   Komunikan (Nelayan di Kelurahan Talia yang mengikuti penyuluhan)
         e.   Efek, (Penyuluh menjawab setiap pertanyaan dari warga nelayan)
              Harold D. Lasswell Harold D. (2007)




                                    Media Komunikasi
                                   1.   Pendampingan
                                   2.   Pengarahan
                                   3.   Pertemuan




      Sumber : Suprapto (2007)




                                                                                  37
                                     BAB III

                             METODE PENELITIAN


3.1 Lokasi Penelitian

          Penelitian tentang analisis proses komunikasi penyuluhan terhadap

   nelayan dilakukan di Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota Kendari dengan

   pertimbangan bahwa masyarakat nelayan di Kelurahan Talia membutuhkan

   adanya penyuluhan untuk meningkatan produktivitas kerja mereka sebagai

   nelayan yang masih lebih banyak berada pada kebiasaan nelayan tradisional.

3.2 Subyek dan Informan penelitian

   3.2.1 Subyek Penelitian

          Subjek penelitian adalah keseluruhan penyuluh perikanan dan nelayan

   di   Kelurahan Talia Kecamatan Abeli Kota Kendari sebanyak 55 orang

   adalah nelayan yang berdomisili di wilayah penelitian.

   3.2.2 Informan Penelitian

          Penelitian ini menggunakan informan penelitian yang terdiri dari 8

   orang penyuluh dari Dinas Kelautan dan Perikanan, lurah Talia Kecamatan

   Abeli Kota Kendari 3 orang nelayan dan 2 orang dari PNPM Mandiri

   Kelurahan Talia Kecamatan Abeli.




                                                                            38
3.3 Jenis dan Sumber data

   3.3.1 Jenis Data

         Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu

   data yang berupa keterangan atau penjelasan tentang hal-hal yang

   berhubungan dengan kegiatan nelayan di Kelurahan Talia, Sedangkan data

   kuantitatif yaitu data berupa angka yang menunjukkan jumlah nelayan,

   jumlah kelompok nelayan dan jumlah hasil tangkap serta hasil penjualan.


   3.3.2 Sumber Data

         Data menurut sumbernya terdiri dari data primer, yaitu data yang

   diperoleh langsung dari obyek dan lokasi penelitian melalui observasi dan

   wawancara, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari

   literature dan dokumentasi yang ada pada nelayan.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

   3.4.1 Observasi Partisipatif

         Pengertian observasi partisipatif adalah bahwa sebagai pengamat,

   peneliti berperanserta dalam kehidupan sehari-hari subjeknya pada setiap

   situasi yang diinginkannya untuk dapat dipahami. Selanjutnya pula

   ditambahkan bahwa tidak pada seluruh peristiwa ia perlu berperanserta.

   Dengan kata lain, ada seperangkat acuan tertentu yang membimbingnya

   untuk berperanserta. Bila peneliti telah berada pada latar itu maka penelitian

                                                                              39
berbicara dengan subyeknya, bercanda dengan mereka, menunjukan

simpatinya kepada mereka dan merasakan bersama-sama apa yang dirasakan

oleh subyeknya. Karena itu peneliti memasuki pengalaman informan dengan

cermat mengalami apa yang dialami oleh mereka. Dengan cara demikian,

peneliti mendapat peluang untuk dapat memandang kebiasaan dalam

penanganan sampah yang diteliti.

3.4.2 Wawancara Mendalam

      Wawancara secara garis besar dibagi dua yaitu wawancara terstruktur

dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur sering juga

disebut wawancara mendalam, wawancara kualitatif, wawancara terbuka dan

wawancara etnografis. Sedangkan wawancara terstruktur sering juga disebut

wawancara baku yang susunannya sudah di tetapkan sebelumnya dengan

pilihan-pilihan jawaban yang sudah tersedia (Mulyana, 2001:180)         Pada

penelitian ini wawancara yang dilaksanakan dengan informan adalah

wawancara terstruktur dimana peneliti menggunakan daftar pertanyaan yang

jelas berkaitan dengan proses komunikasi penyuluhan terhadap nelayan.

3.4.3 Dokumentasi

      Dokumentasi yaitu penelutusan data-data penelitian yang berupa

gambar untuk memperkuat data-data observasi dan wawancara.




                                                                          40
3.5 Teknik Analisis Data

            Data yang akan diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan

    menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yakni dengan menggambarkan

    gejala-gejala atau kenyataan sehubungan dengan permasalahan yang diteliti

    dan yang diperoleh di lapangan secara jelas dan sistematis guna mendapatkan

    data yang objektif dengan menggunakan tabel frekuansi yang langsung

    melihat hubungan pernyataan responden yang pada akhirnya dapat ditarik

    sebuah kesimpulan.

3.6 Desain Penelitian

       No.    Unit Analisis   Struktut Kerangka Analisis            Teknik Pengumpulan
                                                                           Data
       1.     Proses          1. Proses komunikasi                1. Observasi
              Komunikasi
                              a.   Penetapan ide dan rencanan     2. Wawancara
                                   penyuluhan),                      mendalam
                              b.   Penyampaian        informasi
                                   perikanan yang jelas)
                              c.   Penyediaan     sarana    dan
                                   prasarana tangkap              3. Dokumentasi
                              d.   Pengumpulan           Warga
                                   Kelurahan     Talia     yang
                                   mengikuti penyuluhan)
                              e.   Tanya jawab


       2.     Media Yang      2. Media Komunikasi                 1. Observasi
              Digunakan          Penyuluhan
                                 Komunikasi Antra
                                 personal                         2. Wawancar mendalam
                                 a. Pendampingan
                                 b. Pengarahan
                                 c. Pertemuan                     3. Dokumentasi




                                                                                         41
3.7 Konseptualisasi

   1. Proses komunikasi adalah proses untuk menyampaikan pesan yang

      telah disiapkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Variable

      ini diukur dengan indikator :

      a) Komunikator adalah penyuluh perikanan yang menetapkan ide dan

         rencanan penyuluhan),

      b) Pesan adalah informasi perikanan yang jelas yang disampaikan oleh

         penyuluh perikanan.

      c) Media adalah sarana dan prasarana tangkap dalam penyuluhan

      d) Komunikan adalah para nelayan di Kelurahan Talia yang mengikuti

         penyuluhan

      e) Efek adalah proses tanya jawab dalam kegiatan penyuluhan

   4. Media    komunikasi      adalah   perangkat   yang   digunakan   untuk

      berkomunikasi dalan menyampaikan pesan kepada nelayan. Variabel

      ini diukur dengan indikator :

      a) Antra personal adalah media komunikasi budaya yang digunakan

         untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada nelayan

      b) Media Cetak yaitu media komunikasi budaya yang digunakan

         untuk menyampaikan pesan melalui buku pedoman penyuluhan

         dan buku tentang pengolahan hasil perikanan.



                                                                          42
c) Media elektronik yaitu media komunikasi budaya yang digunakan

   untuk menyampaikan pesan melalui komputer dan televisi.




                                                              43

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:67
posted:10/9/2012
language:Malay
pages:43