Docstoc

Dokter Kecil

Document Sample
Dokter Kecil Powered By Docstoc
					      PENINGKATAN KETERAMPILAN DOKTER KECIL SEBAGAI UPAYA
      MEMAJUKAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI MADRASAH
    IBTIDA’IYAH MATHOLI’UL FALAH DESA BUKO KECAMATAN WEDUNG
                        KABUPATEN DEMAK


               Listiyani Hidayati1, Dwi Linna Suswardany2, dan Ambarwati2
                          1
                           Jurusan Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan
                            2
                             Jurusan Kesehatan Masyarakat FIK
                          Universitas Muhammadiyah Surakarta


                                         ABSTRACT

             “Little doctor” is public health service agent in school. Little doctor can be a
     good model for their friends in having healthy life and taking care the school
     environment in order to be a healthy. In other words, little doctor is a strategic health
     agent to increase the degree of school children’s health. The aim of this social service
     to the community were to increase little doctor’s knowledge about personal hygiene,
     environmental health, nutrition, and school stall, also to increase little doctor skills
     in observing the growth of school children (using “Go to be health Card-for school
     children) and measuring the eye quality. After the elucidation, the knowledge and the
     skill of those little doctors were rising, 34,7% got successful score, 52,3% medium
     score, and only 13,1% who got poor score. MI Matholi’ul Falah hopefully can organize
     the same elucidation continuously so that little doctors in MI can be good quality
     little doctors.

     Kata kunci: dokter kecil, personal hygiene, little doctor’s skill.




PENDAHULUAN                                        untuk menghasilkan derajat kesehatan
      Tujuan pembangunan di bidang                 anggota keluarga. Dalam hal ini upaya ter-
kesehatan adalah terwujudnya derajat               utama diarahkan kepada anggota keluarga
kesehatan masyarakat yang optimal, sebagai         yang mempunyai daya ungkit terhadap
salah satu unsur kesejahteraan umum dari           derajat kesehatan keluarga yaitu Ibu dan
tujuan Nasional.                                   Anak. Kesadaran akan fungsi anak dan nilai
      Unit sosial terkecil di masyarakat           subtansinya melatarbelakangi dikembang-
adalah keluarga, dengan demikian derajat           kannya upaya pembinaan anak, diantaranya
kesehatan masyarakat ditentukan oleh tingkat       upaya pembinaan kesehatan anak usia
kesehatan keluarga, dimana tingkat kesehatan       sekolah.
keluarga ditentukan oleh tingkat kesehatan               Upaya pembinaan kesehatan anak usia
masing–masing anggota keluarganya. Karena          sekolah yang berada di sekolah yaitu melalui
itu untuk mencapai tingkat kesehatan               Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sebagai-
keluarga yang optimal perlu dijalankan upaya       mana dinyatakan dalam Undang–Undang RI


8                                               Peningkatan Keterampilan Dokter Kecil sebagai Upaya
                                            Memajukan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Madrasah
                                           Ibtidaiyah Matholi’ul Falah Desa Buko, Kec. Wedung, Kab.
                                                                  Demak oleh Listiyani Hidayati, dkk.
No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Bab           inginan untuk ikut serta meningkatkan
V bagian ke tigabelas pasal 45 ayat 1, bahwa:    derajat kesehatan masyarakat, dalam hal ini
Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk          anak usia sekolah dengan berpartisipasi
meningkatkan kemampuan hidup sehat               membina dokter kecil di madrasah
peserta didik dalam lingkungan hidup sehat       ibtida’iyah tersebut.
sehingga secara harmonis dan optimal                    Dari apa yang terurai pada latar
menjadi sumber daya manusia yang lebih           belakang dapat diidentifikasi bahwa
berkualitas. Dengan demikian pembinaan           Madrasah Ibtida’iyah berpotensi menghidup-
kesehatan anak usia sekolah melalui program      kan kembali kegiatan dokter kecilnya karena
UKS adalah salah satu strategi yang ditempuh     sudah memiliki UKS dan staf guru ber-
dalam rangka pembangunan dibidang                semangat untuk mengikutkan siswanya
kesehatan. Salah satu program dalam UKS          dalam lomba dokter kecil, tetapi kekurangan
adalah pembinaan dokter kecil (BK UKS            tenaga pembina untuk memberikan materi
Kecamatan Laweyan, Tanpa tahun).                 dan ketrampilan dokter kecil. Alat-alat
       Program dokter kecil pernah ada di        pendukung keterampilan dokter kecil di UKS
Madrasah Ibtida’iyah Matholi’ul Falah            MI Matholi’ul Falah juga terbatas dan sudah
sampai tahun 1980, kemudian tidak berjalan       tidak layak pakai, terutama timbangan berat
lagi karena tidak ada pembinaan yang intensif,   badannya. Alat-alat peraga kesehatan lain
sampai sekarang (Anonim, 2005). Pada             juga tidak ada, sehingga mengurangi kese-
tahun 2005, ada undangan dari pembina            mpatan para dokter kecil untuk terampil
dokter kecil tingkat kabupaten untuk meng-       melaksanakan tugasnya. Ditambah lagi,
ikuti lomba dokter kecil. Undangan ini juga      ruang UKS yang belum disendirikan, masih
akan selalu ada setiap tahunnya karena sudah     berada di belakang ruang guru dan mirip
menjadi program rutin pembina dokter kecil       gudang karena bertumpuk berbagai macam
tingkat kabupaten. Hal tersebut memacu staf      barang, sehingga bila ada siswa yang sakit
pengajar dan kepala sekolah untuk menghi-        tidak bisa digunakan sebagai tempat istirahat
dupkan kembali dokter kecil yang telah 25        sementara.
tahun tidak ada kegiatan, bahkan arsip-                 Bila dokter kecil diberi infrastruktur
arsipnya juga sudah tidak ada. Penghidupan       yang memadai maka dokter kecil dapat
kembali dokter kecil ini membutuhkan             menjadi kader kesehatan di sekolah yang
pembinaan mengingat calon dokter kecilnya        dapat menjadi promotor dan motivator atas
sudah ada, tetapi tidak ada yang dapat mem-      terselenggaranya hidup sehat bagi teman-
berikan materi-materi kesehatan yang ber-        teman dan lingkungannya sehingga pada
hubungan dengan dokter kecil, serta tidak        akhirnya dapat meningkatkan derajat kese-
ada alat-alat pendukung untuk meningkatkan       hatan siswa sekolah (Istiarti et al., 2003;
keterampilan para dokter kecil. Padahal          Purba, 2002).
dokter kecil merupakan agen pelayanan                   Dari identifikasi tersebut dapat dibuat
kesehatan masyarakat yang berada di sekolah.     perumusan masalah bahwa dengan pening-
Dokter kecil merupakan contoh bagi teman-        katan keterampilan dokter kecil di Madrasah
temannya untuk selalu hidup sehat dan            Ibtida’iyah Matholi’ul Falah akan mening-
menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat.     katkan aktivitas UKS serta memajukannya,
Dengan kata lain, dokter kecil merupakan         yang pada akhirnya diharapkan dapat me-
agen kesehatan yang strategis untuk mening-      ningkatkan derajat kesehatan siswa.
katkan derajat kesehatan anak sekolah.                  Tujuan umum yang ingin dicapai dari
       Tim pengabdian, sebagai staf pengajar     kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah
yang bergerak di bidang kesehatan berke-         membantu persiapan terbentuknya dokter


WARTA, Vol .12, No.1, Maret 2009: 8 - 14                                                      9
ISSN 1410-9344
kecil di Madrasah Ibtida’iyah Matholi’ul        yang meliputi pemberian teori dan praktek.
Falah. Adapun tujuan khususnya adalah:          Teori yang diberikan meliputi: gizi dasar,
1. Meningkatkan pengetahuan para dokter         kesehatan gigi dan mulut, pemantauan per-
   kecil mengenai pengetahuan tentang           tumbuhan anak usia sekolah (menggunakan
   kesehatan diri, lingkungan, serta gizi       Kartu Menuju Sehat-Anak Sekolah), higiene
   dasar, dan warung sekolah.                   perseorangan, kebersihan lingkungan sekolah,
2. Meningkatkan keterampilan para dokter        warung sekolah,
   kecil mengenai pemantauan pertumbuhan               Praktik yang diberikan adalah
   anak usia sekolah (menggunakan Kartu         pengukuran tinggi dan berat badan, pengisian
   Menuju Sehat-Anak Sekolah) dan               KMS siswa, pengukuran ketajaman
   pengukuran ketajaman penglihatan.            penglihatan. Evaluasi kegiatan dilakukan
      Kegiatan pengabdian ini diharapkan        dengan memberikan pre-test dan post-test
                                                pada para dokter kecil di setiap hari dimana
dapat memberi manfaat berupa:
                                                pelatihan dilakukan dengan menggunakan
1. Manfaat jangka pendek
                                                kuesioner. Kuesioner ini terdiri dari 15
   Dalam jangka pendek diharapkan para
                                                pertanyaan, dengan skor 1 bila menjawab
   dokter kecil telah memiliki pengetahuan      benar dan 0 bila menjawab salah, skor ter-
   mengenai gizi dasar, kesehatan gigi dan      tinggi adalah 15. Hasil tersebut dikategorikan
   mulut, pemantauan pertumbuhan anak           sebagai berikut: (1) Jika total skor rata-rata
   usia sekolah (menggunakan Kartu              >= 10, dikatakan berhasil; (2) Jika total skor
   Menuju Sehat-Anak Sekolah), higiene          rata-rata 5-10, dikategorikan cukup berhasil;
   perseorangan, kebersihan lingkungan          (3) Jika total skor rata-rata < 5, dikatakan
   sekolah, dan warung sekolah.                 kurang berhasil.
2. Manfaat jangka panjang                              Evaluasi praktek dilakukan dengan
   Dalam jangka panjang diharapkan para         observasi langsung menggunakan cheklist
   dokter kecil dapat menjadi kader ke-         saat dokter kecil melakukan pengukuran
   sehatan di sekolah yang handal sehingga      tinggi badan, berat badan, dan ketajaman
   dapat ikut serta menjaga kesehatan siswa     penglihatan terhadap teman-temannya.
   terutama yang berhubungan dengan                    Khalayak sasaran pada pengabdian ini
   kebersihan perorangan dan kebersihan         adalah para dokter kecil yang berjumlah 23
   lingkungan sekolah, yang pada akhirnya       orang. Dokter kecil ini merupakan siswa
   dapat meningkatkan derajat kesehatan         pilihan di Madrasah Ibtida’iyah yang akan
   siswa. Para dokter kecil juga diharapkan     diberi bekal pengetahuan dan ketrampilan
   dapat mentransfer ilmu yang diperoleh        yang berkaitan dengan dokter kecil.
   kepada rekan-rekan lainnya.                         Sasaran antara strategisnya adalah para
                                                guru di MI Matholi’ul Falah yang sebagian
METODE KEGIATAN                                 di antaranya adalah pembina UKS.
       Metode yang digunakan untuk merea-              Metode yang digunakan dalam kegiat-
lisasikan program ini berbentuk pelatihan (     an ini meliputi: (1) Metode Ceramah, diskusi
meliputi metode Ceramah, tanya jawab dan        atau tanya jawab; (2) Metode ini dilakukan
praktik), yang diikuti oleh 23 dokter kecil     dengan memberikan materi-materi penge-
yang bersekolah di Madrasah Ibtida’iyah         tahuan dasar dokter kecil yang diselingi
Matholi’ul Falah. Kegiatan ini dilaksanakan     dengan diskusi dan tanya jawab; (3) Metode
di ruang kelas 5 Madrasah Ibtida’iyah           Praktik, Metode ini dilakukan dengan mem-
Matholi’ul Falah, hari Jumat, 17 Februari       berikan pengukuran tinggi dan berat badan
2006, Minggu 19 Februari 2006, Jum’at 24        siswa, pengukuran ketajaman penglihatan,
Februari 2006, dan Sabtu 25 Februari 2006,      serta pengisian KMS siswa.

10                                           Peningkatan Keterampilan Dokter Kecil sebagai Upaya
                                         Memajukan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Madrasah
                                        Ibtidaiyah Matholi’ul Falah Desa Buko, Kec. Wedung, Kab.
                                                               Demak oleh Listiyani Hidayati, dkk.
HASIL DAN PEMBAHASAN                             lengkap untuk melakukan kegiatan UKS.
       Madrasah Ibtidaiyah Matholiul Falah       Dari segi pelaksanaan kegiatan, UKS sudah
merupakan madrasah yang terletak di RT 02        mulai melakukan kegiatan seperti: (1).
RW II Desa buko Kecamatan Wedung                 Kegiatan awal tahun; menyediakan obat-
Kabupaten Demak. MI ini berdiri pada tahun       obat/P3K, melakukan pengukuran berat dan
1954 dan memperoleh status Disamakan             tinggi badan siswa (dilakukan seksi UKS);
pada tahun 1997. Sejak tahun 2000 Kepala         (2). Kegiatan 1x setahun; melaksanakan
Sekolah yang memimpin MI Matholiul Falah         BIAS, memberi rekomendasi ASKES,
adalah Bapak Al Munawar, A.MA (Anonim,           memberi pengantar berobat ke Puskesmas
2005).                                           (dilaksanakan oleh Kepala MI dan Tim dari
       MI ini hanya memiliki 10 guru (4          Puskesmas); (3) Sepanjang tahun; meme-
lulusan SMA, 5 lulusan D3 dan 2 lulusan          lihara/menjaga kesehatan siswa dan guru,
S1) serta 1 orang penjaga sekolah. Jumlah        membersihkan lokal kamar mandi (siswa,
murid keseluruhan adalah sebanyak 198 (104       guru, dan petugas sekolah).
laki-laki dan 94 perempuan) (Anonim,                   Tujuan kegiatan UKS di MI Matholiul
2005).                                           Falah adalah untuk: (1). Membantu pemeli-
       Untuk meningkatkan mutu pendidik-         haraan kesehatan siswa, guru, dan karyawan,
an, ada beberapa program yang telah              (2) Menambah pengetahuan siswa dalam
dijalankan di MI Matholiul Falah. Program        bidang kesehatan, (3) Meningkatkan kesa-
kerja yang mendukung kegiatan Posyandu           daran siswa akan pentingnya hidup sehat.
Siswa adalah Program Kerja 2, yaitu                    Tujuan tersebut di atas belum bisa
Pemantapan ciri khas keislaman dalam             diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang
lingkungan madrasah. Salah satu kegiatannya      sangat nyata karena keterbatasan Sumber
adalah berlatih beramal dan peduli lingkung-     Daya Manusia dalam mengelola UKS,
an. Penanaman konsep kebersihan sebagian         keterbatasan dana, keterbatasan sarana dan
dari iman sejak dini, baik kebersihan diri dan   prasarana, serta masih rendahnya kesadaran
lingkungan merupakan hal yang penting dan        siswa (Anonim, 2005).
telah dilakukan di MI Matholiul Falah,                 Dengan kegiatan pengabdian masyara-
meskipun pelaksanaannya belum begitu             kat ini, maka MI Matholiul Falah telah
berhasil karena adanya faktor penghambat         mendapat bantuan alat timbang berat badan
seperti: kesadaran siswa yang masih sangat       dan pengukur tinggi badan (microtoise),
rendah. Hal ini membutuhkan pembelajaran         mendapat pendidikan dan pelatihan tentang
yang terus menerus dan tidak terputus, serta     penyelenggaraan tentang pengetahuan dasar
perlu dilakukan pemberian penghargaan bagi       dokter kecil.
siswa yang menjaga kebersihan diri dan
lingkungan, serta sangsi bagi siswa yang         Pendidikan dan Pelatihan Dokter Kecil
tidak melakukannya (Anonim, 2005).                      Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini
       Program lain yang juga mendukung          berjalan dengan lancar. Para siswa mengikuti
penyelenggaraan Posyandu Siswa adalah            pendidikan dan pelatihan dengan senang hati
adanya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di          meskipun dengan fasilitas seadanya.
MI ini. UKS yang ada memang belum mem-
punyai ruangan sendiri. Ruangannya berada        Gambaran Pengetahuan dan Praktik
di bagian belakang kantor guru dan belum         Sebelum dan Sesudah Pelatihan
representatif sebagai ruang UKS karena                Pretes dilakukan sebelum pelatihan
dengan luas sekitar 2 x 3 meter, ada tempat      dimulai dengan memberikan 20 pertanyaan
tidur yang di atasnya bertumpuk beberapa         pengetahuan (15) dan praktek (5) penge-
barang, serta belum memiliki alat-alat yang

WARTA, Vol .12, No.1, Maret 2009: 8 - 14                                                   11
ISSN 1410-9344
tahuan dasar dokter kecil. Nilai berada pada     hadiri, sehingga ada materi yang tidak sempat
rentang 0-10 dengan kategori Berhasil            mereka dapatkan. Hal ini sebenarnya sudah
(>=10), Cukup Berhasil (5-10), dan Kurang        diatasi dengan memberikan foto kopi materi,
Berhasil (0-4). Hasil sebelum dan sesudah        namun ternyata hadir di pertemuan lebih
pendidikan dan pelatihan dapat dilihat pada      memperjelas maksud dari materi yang
Tabel 1.                                         diberikan.

                Tabel 1.                         Gambaran Praktik Dokter Kecil
 Nilai Pengetahuan dan Praktik Sebelum                 Praktik yang dilakukan adalah peng-
         dan Sesudah Pelatihan                   ukuran tinggi dan berat badan siswa, peng-
                                                 ukuran ketajaman penglihatan, serta pengisian
                                                 KMS siswa. Pengukuran tinggi dan berat
                                                 badan siswa dapat dilakukan dengan lancar
                                                 dan diterapkan dalam penyelenggaraan
                                                 Posyandu Siswa. Begitu pula dengan praktik
                                                 pengisian KMS siswa. Namun, saat pelatihan
                                                 pengukuran ketajaman penglihatan, para
                                                 dokter kecil yang terlihat agak kesulitan
                                                 memahami materi. Sebagian besar sulit
                                                 menghafal standar normal atau tidak normal
                                                 dalam mengukur ketajaman penglihatan.
                                                 Bahkan beberapa dokter kecil memiliki
                                                 ketajaman penglihatan yang tidak normal
                                                 (minus), namun tidak memakai kaca mata
       Berdasarkan Tabel 1. maka terlihat
                                                 untuk membantu penglihatannya.
perbedaan yang mencolok dalam pencapaian
nilai pretest-postest. Sebanyak 34,7% dokter     Upaya yang perlu dilakukan MI Matho-
kecil termasuk dalam kategori nilai berhasil     li’ul Falah
pada postest yang sebelum diadakan pen-                 Berdasarkan hasil pelatihan yang me-
didikan dan pelatihan tak satupun dokter         nunjukkan adanya peningkatan pengetahuan
kecil mencapai kategori berhasil. Hal ini        dan praktik para dokter kecil mengenai
menunjukkan adanya peningkatan pengeta-          materi-materi terkait kebutuhan dokter kecil
huan para dokter kecil, sebelum dan sesudah      dalam melaksanakan tugasnya sebagai agen
pelatihan. Sebagian besar dokter kecil juga      kesehatan di sekolah maka Pengelola MI
mendapatkan nilai cukup berhasil dan ini         Matholi’ul Falah perlu melakukan pelatihan
cukup menggembirakan kepala sekolah              secara teratur untuk terus meningkatkan
karena selama ini mereka memang tidak            pengetahuan dan praktik para dokter kecil
mendapat materi-materi yang diberikan            dan menyesuaikan ilmu para dokter kecil
dalam pengabdian ini. Materi yang telah          tentang kesehatan dengan perkembangan
mereka terima biasanya berupa praktik            ilmu kesehatan yang ada. Para calon dokter
pertolongan pertama pada kecelakaan dan          kecil periode berikutnya juga perlu men-
penyakit-penyakit dasar. Hanya ada 13,1%         dapatkan pelatihan semacam ini. Meskipun
yang mendapat nilai kurang berhasil setelah      terhambat pada kurangnya dana, sebaiknya
mendapatkan pelatihan. Setelah dieliti lebih     pengelola bekerjasama dengan Puskesmas
lanjut, mereka adalah siswa yang tidak penuh     setempat karena dokter kecil masih menjadi
waktu mengikuti rangkaian kegiatan               bagian dari tanggung jawab Puskesmas
pelatihan. Ada satu hari yang tidak mereka       dalam pengelolaannya.

12                                            Peningkatan Keterampilan Dokter Kecil sebagai Upaya
                                          Memajukan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Madrasah
                                         Ibtidaiyah Matholi’ul Falah Desa Buko, Kec. Wedung, Kab.
                                                                Demak oleh Listiyani Hidayati, dkk.
      Pendidikan dan pelatihan dokter kecil           an serta praktik kesehatan dapat
merupakan modal penting bagi MI Matholi’ul            terjamin bagi para dokter kecil;
Falah bila berkeinginan menjadikan sekolah-        3. Membina hubungan yang lebih baik
nya sebagai sekolah yang sehat dan memiliki           dan proaktif dengan puskesmas se-
siswa yang sehat. Dokter kecil merupakan              tempat sehingga puskesmas dapat
agen kesehatan yang akan menularkan dan               memantau perkembangan dokter
mencontohkan perilaku hidup sehat pada                kecil di MI Matholi’ul Falah dengan
teman-teman sebayanya, baik di sekolah                baik pula serta meningkatkan kualitas
maupun di rumah. Bahkan tugas tersebut                dokter kecil yans sudah ada;
dapat menjadikannya contoh yang baik               4. Mengikutkan para dokter kecil dalam
dalam hidup sehat bagi keluarga dan masya-            kompetisi-kompetisi dokter kecil
rakat di sekitar tempat tinggalnya. Dengan            yang diselenggarakan oleh puskesmas
demikian, diharapkan dapat mengurangi                 dan atau Departemen Pendidikan
kejadian penyakit di sekolah maupun di                Nasional setempat untuk meningkat-
masyarakat Desa Buko.                                 kan semangat kerja para dokter kecil
                                                      sekaligus membuka wawasan yang
SIMPULAN DAN SARAN                                    lebih luas bagi para dokter kecil.
a. Simpulan
           Setelah diadakan pelatihan tentang   PERSANTUNAN
    pengetahuan dan keterampilan dasar               Dalam kesempatan yang baik ini tidak
    dokter kecil, maka dapat diambil ke-        lupa kami sampaikan terima kasih kepada
    simpulan sebagai berikut: (1) Pengetahu-    pihak-pihak yang telah membantu, yaitu:
    an dan praktik para dokter kecil mening-    1. Ibu Prof. Dr. Markhamah, M.Hum selaku
    kat setelah pelatihan dan 34,7% diantara-      Ketua Lembaga Penelitian dan Pengab-
    nya mendapat skor berhasil serta 52,3%         dian Masyarakat yang telah mendanai
    cukup berhasil, (2) Hanya 13,1% dokter         kegiatan ini;
    kecil yang mendapat nilai kurang berhasil   2. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan yang
    setelah pelatihan dilakukan.                   telah memberi izin pada kami untuk
                                                   melakukan pengabdian pada masyarakat;
b. Saran                                        3. Bapak Al Munawar, A. MA selaku Kepala
        Saran yang direkomendasikan pada           Sekolah MI Matholi’ul Falah beserta staf
   pengelola MI Matholiul Falah adalah:            yang telah menyambut kami dengan
   1. Membenahi sarana dan prasarana               hangat dan berpartisipasi aktif dalam
      UKS agar para dokter kecil dapat             kegiatan ini;
      mengfungsikannya dengan sebaik            4. Adik-adik dokter kecil yang antusias
      mungkin dalam melaksanakan tugas-            mengikuti pelatihan;
      nya di sekolah;                           5. Para mahasiswa yang juga bersemangat
   2. Menyelenggarakan pendidikan dan              membantu kegiatan ini, serta
      pelatihan dokter kecil secara rutin       6. Rekan-rekan yang telah banyak
      sehingga update ilmu dan pengetahu-          membantu namun tidak dapat kami
                                                   sebutkan satu persatu.




WARTA, Vol .12, No.1, Maret 2009: 8 - 14                                                 13
ISSN 1410-9344
                                 DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2005. Profil Madrasah Ibtidaiyah Matholiul Falah Angin-Angin Buko Wedung
     Demak. Demak: MI Matholiul Falah
BK UKS Kec. Laweyan, Tanpa Tahun. Buku Panduan Penataran Dokter Kecil. Kecamatan
   Laweyan
Istiarti, T, Emmy R, Priyadi N. 2003. Pemberdayaan Masyarakat. Semarang: Bagian
      Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP
Purba, J. 2002. Pengelolaan Lingkungan Sosial Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup.
    Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sarlito. 1979. Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: UI Press.




14                                          Peningkatan Keterampilan Dokter Kecil sebagai Upaya
                                        Memajukan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Madrasah
                                       Ibtidaiyah Matholi’ul Falah Desa Buko, Kec. Wedung, Kab.
                                                              Demak oleh Listiyani Hidayati, dkk.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:256
posted:10/9/2012
language:
pages:7