Peluang UKM Bidang Seluler by faisal.miftasany

VIEWS: 24 PAGES: 2

									Peluang UKM Bidang Seluler

Bisnis di bidang seluler memang cukup menjanjikan. Total omset operator tahun 2010 berkisar
95 triliun, sedangkan omset gadget berkisar 25 triliun, jadi nilai pasar industri ini lebih dari 120
triliun rupiah. Dengan asumsi pertumbuhan tahun ini sebesar 11 persen, maka nilai pasarnya
menjadi sekitar 133.2 triliun. Dengan nilai sebesar ini, banyak peluang yang bisa digarap, namun
kita wajib waspada, karena bisnis ini berubah sangat cepat dan kita bisa segera obsolete di
dalamnya.

Selain omset yang cukup besar, industri ini juga sedang mengalami perubahan yang luar biasa.
Tahun ini operator sedang menyiapkan jaringan baru generasi keempat, yang mampu
mendukung transfer data sampai 100 Mbps, yaitu teknologi Wimax dan LTE. Operator juga
memperkenalkan banyak layanan baru seperti mobile advertising, remittance, e-money,
aplication store, musik full-track bahkan label.
Pasar gadget lebih seru lagi. Kita saksikan bagaimana iPad mania begitu mewabah dan menjadi
tren baru. Apple telah melaporkan penjualan iPad global di atas 7 juta, sedangkan Samsung
Galaxy Tab di atas 1 juta. Bulan ini telah muncul banyak pendatang baru melengkapi kehadiran
iPad dan Galaxy Tab seperti Motorolla Xoom, Asus EeePad, Dell Streak, LePad, HTC Scribe,
Playbook, bahkan Axioo Picopad, dan lainnya. Pameran CES di Las Vegas minggu lalu mencatat
lebih dari 80 merk tablet yang diperkenalkan.
Selain tablet, gadget yang bakal seru adalah smartphone dan TV internet. Untuk smartphone,
trennya sudah kita lihat di tahun 2010, dan tentunya tahun 2011 akan terus membesar.
Smartphone 2011 nampaknya akan dilengkapi dengan teknologi terbaru seperti HSPA Advance,
Wimax atau LTE. Kompetisi keras akan terjadi pada sisi operating system, kemudahan koneksi
internet, kelengkapan aplikasi office dan antarmuka pengguna. Sedangkan TV internet dipastikan
akan mulai muncul tahun ini. Telkom sudah merencanakan produk ini cukup lama, demikian
juga dengan Google yang menggandeng Toshiba dan beberapa produsen televisi global lain,
telah beberapa kali melakukan penundaan peluncuran.

Peluang UKM

Sebagai pelaku usaha kecil menengah, peluang dan tantangan apa yang bisa kita nikmati di
industri ini yang begitu menggairahkan. Mari kita bahas satu per satu.

Gadget dan Tablet

Bisnis ini sangat menarik, apalagi di tahun 2011. Harga smartphone dan tablet akan semakin
murah sehingga lebih banyak orang bisa membelinya. Jika dulu smartphone dipajang dengan
bandrol jutaan, tahun 2011 pasti akan muncul smartphone dengan harga ratusan ribu. Demikian
juga dengan tablet yang saat ini masih di atas 6 jutaan, dalam waktu dekat kita bisa membelinya
dengan anggaran 3 jutaan, meskipun dengan kualitas yang agak miring. Gebrakan pertama sudah
dilempar Axioo Picopad minggu ini dengan bandrol 3.9 juta.
Anda tidak perlu kawatir dengan prospek bisnis ini. Secara global iSupply memperkirakan omset
ponsel mencapai US$271 miliar dengan lebih dari 1.29 miliar unit. Sementara di Indonesia
omsetnya lebih dari Rp. 27 triliun dengan lebih dari 36 juta unit. Kontribusi terbesar masih tetap
ponsel 2G/3G dengan harga terjangkau, sedangkan smartphone baru berkontribusi sekitar 12
persen, namun kenaikannya dari waktu ke waktu terus meningkat tajam.
Memang saat ini pedagang ponsel berbeda dengan pedagang komputer. Namun pada beberapa
tahun mendatang, nampaknya dua industri ini akan cenderung menyatu. Dengan demikian ada
baiknya anda melengkapi dagangan dengan komputer model tertentu. Tentu lebih bagus lagi jika
anda berani coba menjual TV internet. Karena produk ini akan semakin menyatu dengan
komputer dan bakal menjadi wabah baru yang luar biasa.

Warnet dan Wartel

Jika anda punya warnet, sebaiknya anda waspada. Perkembangan Wimax, LTE dan hotspot DSL
yang semakin luas serta smartphone yang semakin murah, membuat ruang gerak warnet semakin
terbatas. Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri jika warnet mulai sepi, karena pelanggan
punya banyak pilihan untuk nge-Net, wajar kalau mereka meninggalkan warnet anda. Peluang
warnet yang masih tersisa adalah game online. Maka fokuskan warnet anda untuk segmen
penggila game online. Jika anda kesulitan, sebaiknya anda segera melakukan diversifikasi usaha.
Tentu anda harus siap jika sejarah warnet akan mengikuti pendahulunya, yaitu wartel yang nyaris
wafat.
Jumlah wartel di Indonesia lebih dari 120 ribu, namun saat ini yang masih bertahan tidak lebih
dari 10 ribu. Mereka yang masih bertahan umumnya adalah wartel dalam komunitas seperti
kampus, pondok pesantren, asrama TKI, lembaga pemasyarakatan dan desa terpencil yang
biasanya menggunakan wartel satelit. Banyak pengusaha wartel yang terus mengeluh karena
wartelnya sepi, dan mereka terus mencari cara untuk meramaikannya kembali. Usaha mereka
tidak sepenuhnya salah, namun sebaiknya mereka realistis, bahwa dunia telekomunikasi bergerak
sangat cepat. Banyak yang sudah obsolete di industri ini, seperti teknologi AMPS, Pager, dan
banyak lagi. Demikian juga dengan wartel dan warnet, bisnis ini bisa saja segera obsolete. Aksi
yang bijak adalah segera bergerak ke bisnis lain yang menjadi minat pelanggan di sekitar anda (
http://myusuf298.com )

								
To top