Docstoc

Anak Durhaka

Document Sample
Anak Durhaka Powered By Docstoc
					                                      Anak Durhaka

         Sebelum fajar menerangi bumi yang gelap di pagi hari, Bu Ani sudah terbangun dari
tidur lelapnya untuk salat subuh dan menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Ibu Ani hanya
tinggal di gubuk yang tak layak huni, namun apalah daya Ia dan keluarganya tak bisa tinggal
di tempat yang lebih layak karena masalah keuangan.

        Suami Bu Ani meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk pergi merantau ke Jakarta
dan memilih untuk menikah lagi dengan wanita lain. Profesi Bu Ani hanya sebagai pencari
ikan di sungai. Ia memiliki 2 anak, yang paling tua baru mendapatkan pekerjaan entah
sebagai apa, karena dia tidak pernah memberi tahu Ibu nya soal pekerjaannya itu.

        Yang paling kecil benama Dodi, Ia masih sekolah kelas 5 SD. ”Ibu…!!! Masa makan
pagi ini hanya makan nasi pakai ikan yang tadi malam sih ?” teriak Siti kepada Ibunya yang
sedang mencuci baju diluar rumah. “Ada apa nak? Janganlah kamu berteriak seperti tadi”
ucap Bu Ani. “Gimana enggak teriak-teriak? Masa makan pagi ini cuma beginian doang sih?”
kata Siti dengan geram. “Ya mau gimana lagi? Kan Ibu hanya bekerja sebagai pencari ikan
disungai” sahut Bu Ani dengan nada lemas.

       Siti langsung mandi untuk bersiap bekerja tanpa sarapan dahulu. Dodi yang dari tadi
melihan kakak nya marah-marah saja kemudian makan pagi lalu bersiap ke sekolah. “Siti
kamu tidak sarapan dulu nak?” kata Bu Ani. Putri sulungnya itu tidak menjawab perkataan
Ibu nya sendiri, malah langsung pergi tanpa pamit dahulu. “Bu..? Dodi pergi ke sekolah dulu
ya, Assalamualaikum” kata Dodi sambil mencium tangan Ibunya. “Walaikumssalam”.

       Waktu pun berjalan dengan sendirinya, sampai malam pun menyebarkan virusnya
agar semua orang kembali menuju rumah mereka masing-masing. Namun si Siti belum
pulang juga dari pekerjaannya tersebut. Sampai akhirnya Bu Ani dengan warga yang ikut
panik karena si Siti belum pulang juga ikut mencari. Tetapi hingga waktu menunjukkan pukul
11 malam, Siti belum ketemu juga. Pencarian pun terhenti setelah ada seorang warga yang
berkata “Mungkin Siti lagi nginap di rumah temannya kali Bu Ani”. Bu Ani menyetujui
perktaan seorang warga tersebut agar tidak merepotkan warga.

       Terbangun dari tidur karena sudah waktunya salat subuh, Bu Ani bergegas untuk salat
subuh. Tetapi ketika ingin salat ada orang yang mengetuk pintu gubuk Bu Ani itu.
Terkejutlah Bu Ani ketika melihat bahwa yang mengetuk pintu itu adalah Siti yang baru
pulang kerja.

        “Astagfhirullah, Siti? Kamu darimana saja? Ibu khawatir mamikirkan kamu”. “Iya iya
bu, Siti ngantuk mau tidur dulu ya” ucap Siti sambil menuju kamar. “Ya Allah.. apa salah
saya? Kenapa anak saya bisa berperilaku seperti ini” ucap Bu Ani dalam hati kecilnya sambil
menangis.

       Ketika siang menunjukkan panasnya matahari, Siti baru terbangun dari tidrnya.
Sehabis itu dia menuju kamar mandi untuk mandi setelah itu makan siang. Bu Ani
memanggil anaknya itu agar menceritakan tentang tadi malam kenapa dia pulang di saat
subuh. Siti menjawab pertanyaan Ibunya dengan berbohong.

        Kejadian kalau Siti pulang saat subuh bahkan sampai pagi hari menjadi kebiasaan
bagi Siti. Sampai akhirnya Siti pun jatuh sakit. Bu Ani dengan setia menjaga anaknya yang
sedang sakit itu. “Siti? Mengapa kamu menangis?”.”Maafkan Siti bu, maafkan Siti”
“Memang kamu punya salah apa? Sampai kamu meminta maaf kepada Ibu?”.

        Siti pun menceritakan bahwa mengapa Ia sakit, ternyata dia terkena penyakit HIV,
dan Siti menceritakan kalau perkerjaannya selama ini itu menjadi seorang PSK.

         Bu Ani pun kaget dengan pengakuan ankanya itu. Pengakuan Siti tersebut membuat
Bu Ani tediam tanpa berkata-kata sedikit pun. Sampai akhirnya Siti mendapati penyakit yang
semakin parah hingga akhirnya Ia pun meninggal. Sejak saat itu Bu Ani pun tidak pernah
terlihat lagi setelah kepergian putri sulungnya. Sementara Dodi diasuh oleh




        Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia, dengan luas wilayah
29275,82 km2. Secara administratif pemerintahan, Jawa Barat mempunyai 26 Kabupaten dan Kota,
yang terdiri dari 17 kabupaten dan 9 kota. Nama-nama kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat,
selengkapnya, adalah: Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat,
Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, Kab.
Sumedang, Kab. Indramayu, Kab. Subang, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab. Bekasi, Kota Bogor,
Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, Kota
Tasikmalaya, dan Kota Banjar.




Jawa Barat dan Keanekaragaman Hayatinya
Provinsi Jawa Barat memiliki wilayah 46,00 km2, seluas 4,997 km2
diantaranya berupa hutan (Whitten et al. 1996). Dibandingkan dengan provinsi besar
lain di Pulau Jawa, Provinsi Jawa Barat memiliki perbedaan kondisi fisik dalam hal
jumlah curah hujan, kesuburan tanah, dan topografi.
Sesuai dengan pola curah hujan Indonesia, bagian barat pada umumnya
mendapat curah hujan yang lebih tinggi daripada bagian timur. Jawa Barat juga
dikenal sebagai tanah yang subur. Hal ini karena banyak terdapatnya gunung-gunung
berapi, khususnya pada bagian tengah dan selatan. Sementara itu pesisir utamanya
merupakan lahan datar yang sangat baik untuk pesawahan dan pertambakan.
Semua tatanan geografis ini menentukan keanekaragaman hayati yang
terdapat di provinsi ini. Jawa Barat memiliki banyak tumbuhan dan hewan yang
endemik (tidak ditemukan di tempat lain), yang kebanyakan merupakan penghuni
hutan hujan pegunungan. Beberapa jenis pohon yang penting disajikan pada
Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini
dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “KeTuhanan Yang Maha Esa”.
Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan
budaya.[1] Pada tahun 2010, kira-kira 85,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah
pemeluk Islam, 9,2% Protestan, 3,5% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% Buddha.[2]




kami pabrik yg telah berpengalaman dalam pengolahan keripik singkong menggunakan bahan baku
singkong pilihan dan minyak terbaik sehingga tidak berminyak dan tidak berbekas di mulut bila
dikonsunsumsi,lebih renyah ] menggunakan teknology oxymove [serap oxigen ] menjaga cita rasa
dan aroma makanan tetap segar dan lezat,mencegah oksidasi lemak sehingga terbebas dari bau
tengik,mencegah pertumbuhan jamur,bakteri ...kini hadir keripik singkong pedas anti galau .super
renyah,gurih,dan pedas lemon..harga sangat terjangkau utk pelajar dan mahasiswa..sudah terdaftar
di dinas kesehatan..kami hadir dgn varian rasa original rumput keju laut..,pedas lemon level 3 bumbu
hijau,pedas lemon level 5..pedas lemon level 10.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:38
posted:10/7/2012
language:Indonesian
pages:3