Docstoc

peredaran darah

Document Sample
peredaran darah Powered By Docstoc
					   Nama             : Iffa Faiza Choirunnisa
   NIM              : 4401410071
   Rombel                  : 01 Pend. Bio 2010
   Makul            : Fisiologi Hewan



                           ANATOMI PERBANDINGAN &
                  MEKANISME PEREDARAN DARAH PADA 5 KELAS


Pisces ( Ikan )
      Pisces atau ikan memiliki peredaran darah tunggal. Komponen penyusun
sistem peredaran darah ikan terdiri atas cairan darah dan alat peredaran berupa
jantung dan pembuluh darah. Jantung ikan terdiri dari 2 ruang yaitu satu serambi
(atrium) dan sati bilik (ventrikel), atrium dengan dinding otot yang tipis dan
ventrikel dengan     dinding otot yang tebal.      Jantung terdapat pada bagian
anterior   di     bawah faring. Antara serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel)
terdapat katup yang berfungsi mengalirkan darah ke satu arah. Pembuluh-
pembuluh darah terdiri atas vena, arteri, sinus venosus, konus arteriosus, aorta
ventral, dan aorta dorsal. Konus arterious merupakan rongga penghubung atau
ruang yang terletak di bagian belakang setelah jantung. Konus arteiosus berfungsi
untuk menerima darah dari jantung. Sinus venosus merupakan rongga
penghubung atau ruang yang terletak di bagian depan sebelum masuk jantung.
Sinus venosus berfungsi untuk menerima darah dari vena.
      Sistem peredaran darahnya adalah :
Darah dari seluruh tubuh  sinus venosus  atrium
(serambi)  darah mengalir ke bilik  conus arteriosus
 aorta ventralis  insang  ke seluruh tubuh  vena
cava  sinus venosus.




                                                                                1
Amfibi ( Katak )
       Komponen penyusun sistem peredaran darah Amphibia terdiri atas cairan
darah dan alat peredaran berupa jantung dan pembuluh darah. Jantung Amphibia
berbentuk bulat panjang dan terbungkus oleh selaput perikardium. Jantung terdiri
atas tiga ruangan, yaitu satu ventrikel dan dua atrium. Ventrikel berdinding tebal
dan terletak di sebelah posterior. Atrium terdiri atas atrium dekster (serambi
kanan) dan atrium sinister (serambi kiri). Katup terletak di antara atrium dan
ventrikel dengan fungsi mencegah darah agar tidak berbalik arah.
       Mekanisme peredaran darahnya adalah Darah vena dari seluruh tubuh 
sinus venosus  serambi kanan bilik  dipompa keluar melalui arteri
pulmonalis  paru-paru  vena pulmonalis  serambi kiri. Lintasan peredaran
darah ini disebut peredaran darah paru-paru.
       Selain peredaran darah paru-paru, pada
katak juga terdapat peredaran darah ini disebut
peredaran darah paru-paru. Selain peredaran
darah paru-paru, pada katak juga terdapat
peredaran darah sistemik yang lintasannya adalah
sebagai berikut : Bilik  conus arteriosus 
aorta ventralis  seluruh tubuh  sinus venosus
 serambi kanan.


Reptil ( Buaya )
       Ada 2 macam pola peredaran darah reptil yaitu pola yang terdapat pada
buaya dan pola yang terdapat pada kadal, kura-kura, dan ular. Pada buaya,
jantungnya terdiri dari 4 ruang, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan
bilik kanan. Baik antara serambi kiri dan serambi kanan, dipisahkan oleh sekat.
       Pada buaya, sekat antara bilik sudah hampir sempurna karena memiliki
foramen panizzae. Foramen panizzae merupakan lubang yang terdapat di antara
pertemuan arteri sistemik kanan dan kiri. Foramen panizzae memungkinkan
pemberian oksigen pada alat-alat pencernaan dan pemeliharaan keseimbangan
tekanan cairan di dalam jantung pada saat menyelam.




                                                                                  2
       Mekanisme sirkulasinya adalah Darah vena dari seluruh tubuh mengalir ke
sinus venosus. Dari sinus venosus darah mengalir ke serambi kanan yang
selanjuntnya mengalir ke bilik kanan. Ada 2 lintasan aliran dari bilik kanan yaitu :
Lintasan yang dimulai dari bilik kanan  arteri pulmonalis  paru-paru  vena
pulmonalis  serambi kiri.
Lintasan yang juga dimulai dari bilik kanan  aorta kiri  bergabung dengan
aorta kanan.
       Darah yang ditampung di serambi kiri dari vena pulmonalis akan dialirkan
ke bilik kiri. Dari bilik kiri, darah mengalir ke aorta kanan, sebagian mengalir ke
kepala dan sebagian bergabung dengan darah yang ada di aorta kiri meuju ke hati,
usus, diding tubuh dan ginjal. Di dekat bilik kiri dan bilik kanan, aorta kiri
berhubungan dengan aorta kanan dengan perantaraan lubang yang disebut
foramen Panizsa.
       Pada kura-kura, kadal, dan ular, jantungnya terdiri dari serambi kiri,
serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Antara serambi kiri dan serambi kanan
dipisahkan oleh septum, sedangkan antara bilik kiri dengan kanan tidak
dipisahkan oleh septum. Darah vena dari seluruh tubuh  sinus venosus 
Serambi kanan (Serambi kanan juga menerima darah dari vena coronaria)  bilik
kiri  arteri pulmonalis  paru-paru  vena pulmonalis  serambi kiri  bilik
 sebagian darah mengalir melalui busur (lengkung) aorta kanan (menuju kepala
dan sebagian bergabung dengan lengkung aorta kiri) dan sebagian mengalir
melalui busur aorta kiri (menuju ke hati, usus, dinding tubuh dan ginjal).




                                                                                   3
Aves ( Burung )
       Aves atau burung memiliki komponen penyusun sistem peredaran darah
yang terdiri atas cairan darah dan alat peredaran berupa jantung dan pembuluh
darah. Jantung berbentuk kerucut dan terbungkus oleh selaput perikardium.
Jantung terbagi menjadi empat ruangan, yaitu dua ruang serambi dengan dinding
otot yang tipis dan dua bilik dengan dinding otot yang tebal. Baik antara serambi
kiri dan serambi kanan maupun antara antara bilik kiri dengan bilik kanan terdapat
sekat (septum) sehingga darah ridak tercampur.
       Mekamismenya adalah Darah vena dari seluruh tubuh  serambi kanan
 bilik kanan  arteri pulmonalis  paru-paru  vena pulmonalis  serambi
kiri  dipompa keluar menuju aorta  disebarkan ke kepala, hati, usus, dinding
tubuh dan ginjal.
       Pada waktu darah melalui paru-paru terjadi proses oksigenasi, yaitu proses
dimana O2 dari pari-paru berdifusi ke dalam darah sehingga darah yang
meninggalkan paru-paru mengandung banyak O2 dan sedikit mengandung CO2
disebut darah arteri (arterial blood). Sebaliknya darah yang mengandung sedikit
O2 dan banyak mengandung CO2 disebut darah vena (venous blood).
       Burung berbeda dengan mamalia dalam hal bahwa pada burung terdapat
sistem porta ginjal, sedangkan mamalia tidak memiliki sistem itu. Dari uraian di
atas jelas bahwa pada burung terdapat dua macam peredaran yaitu peredaran
darah pendek (peredaran darah paru-paru) dan peredaran panjang (peredaran
darah sistemik).
       Peredaran darah panjang adalah peredaran darah yang dimulai dari bilik
kiri  kapiler seluruh tubuh  serambi kanan, sedangkan peredaran darah
pendek adalah peredaran darah yang dimulai dari bilik kanan  paru-paru 
serambi kiri.




                                                                                4
Mamalia (Manusia)
       Sistem peredaran darah manusia disebut system peredaran darah tertutup
ganda. Sistem peredaran darah ganda meliputi peredaran darah besar dan kecil.
       Peredaran darah besar merupakan peredaran darah yang dimulai dari
serambi kiri jantung  bilik kiri jantung dengan membawa darah yang
mengandung O2  darah dipompa menuju seluruh tubuh untuk mengedarkan O2
dan zat-zat makanan. Dari seluruh tubuh, darah yang           mengandung      CO2
dibawa melalui vena cava superior dan inferior  serambi kanan jantung.
       Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah yang dimulai dari
serambi kanan jantung  bilik kanan dengan membawa darah yang mengandung
CO2. Dari bilik kanan, darah dipompa ke paru-paru agar terjadi pertukaran gas.
Darah yang mengandung O2 dari paru-paru dibawa kembali ke serambi kiri
jantung melalui vena pulmonalis.
       Jantung beruang empat, sama seperti pada Aves. Kedua atrium dipisahkan
oleh septum interatrialis, sedang kedua ventrikel dipisahkan oleh septum
interventricularis. Suatu daerah tipis yang disebut fosca ovalis adalah suatu daerah
pada septum interatrialis yang disebut juga foramen ovale dimana hanya ada
selama perkembangan embrio fetus. Sinus venosus hanya terdapat selama
perkembangan embrio yang kemudian setelah terbentuk jantung penuh, sinus
venosus tadi menghilang.
       Beberapa vena tertentu, pada vertebrata atau embrio vertebrata, sebelum
kembali ke jantung singgah dahulu ke suatu alat membentuk anyaman kapiler
kemudian keluar lagi menjadi vena baru dan menuju ke jantung. Sistem vena yang
demikian ini disebut sistem porta.
       Ada 3 sistem porta yaitu :
Sistem porta hepatis, alatnya : hepar
Sistem porta renalis, alatnya : ren
Sistem porta hipofisis, alanya : hipofisis




                                                                                    5
LAMPIRAN :




             6

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:486
posted:10/6/2012
language:
pages:6