MATERI DAN METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2008 – Februari 2009, yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pertama pemupukan dan umur pemotongan pada rumput gajah di Kebun rumput Fakultas Peternakan Unversitas Hasanuddin, tahap kedua pembuatan silase dan tahap ketiga analisis kandungan bahan kering dan bahan organik di Laboratorium Kimia Makanan ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar. Materi Penelitian Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah parang, cangkul, patok, timbangan, botani spray, silo, polibag, lakban, pH meter, drum, dan seperangkat alat yang digunakan untuk analisis bahan kering dan bahan organik. Bahan yang digunakan adalah rumput gajah, pupuk kompos ”Fine compost” produksi PT. Tata Harapan Cemerlang (THC) Takalar, pupuk organik cair “Bio Nutrisi”, air, tali rafiah dan bahan-bahan yang digunakan dalam analisis bahan kering dan bahan organik. Metode Penelitian Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan pola faktorial 3 x 3 dalam 3 kelompok (ulangan), dengan susunan perlakuan sebagai berikut :
Faktor A : A1 = Tanpa pupuk (kontrol) A2 = Pupuk kandang A3 = Pupuk organik cair Faktor B : B1 = Umur pemotongan 30 hari B2 = Umur pemotongan 45 hari B3 = Umur pemotongan 60 hari Semua perlakuan tersebut diulangi 3 kali. Pelaksanaan Penelitian 1. Percobaan pada rumput gajah dilokasi penelitian Kebun Rumput Fakultas Peternakan UNHAS dengan luas lahan 600 m2. Dipotong rata dengan ketinggian 10 cm dari tanah. Dari luas tanah dibagi dalam petak-petak ukuran 3x4 berjumlah 27 petak. Pembagian ini dimaksudkan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan tiga macam pemupukan, tiga macam umur pemotongan dan tiga ulangan sesuai dengan rancangan percobaan, dapat dilihat pada lampiran 1. Rumput
mendapatkan perlakuan pemupukan berupa pupuk organik (pupuk kandang) dengan dosis pemberian 1 kg/m² atau 12 kg/petak dan pupuk organik cair
(bionutrisi) dengan dosis pemberian 1,2 cc/ m² atau 14,4 cc/ petak. Rumput gajah dipotong sesuai umur pemotongan perlakuan, selanjutnya dijadikan bahan pembuatan silase.
2. Pembuatan Silase meliputi 2 tahap yaitu tahap pertama adalah membuat silo yang terdiri dari kantong plastik dengan diameter 30 cm dan tinggi 100 cm. Kemudian hijuan yang telah di cacah (dipotong-potong) dengan ukuran 3 cm, dianginanginkan. Setelah itu hijauan dimasukkan kedalam kantong plastik dengan hampa udara dan ikat rapat-rapat, usahakan jangan sampai bocor. Langkah terakhir yaitu kantong plastik atau silo yang telah terisi ditempatkan pada tempat yang aman. Setelah 21 hari maka silo dibuka. Pengambilan Sampel Hijauan segar rumput gajah yang telah dicacah (dipotong-potong) kemudian diambil secara acak masing-masing perlakuan sebanyak 2 gram. Sedangkan untuk sampel silase rumput gajah juga diambil sebanyak 2 gram dari masing-masing perlakuan. Selanjutnya dianalisis dilaboratorium Kimia Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Untuk mengetahui kandungan bahan kering dan bahan Organik silase rumput gajah. Parameter Yang Diukur Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah Kandungan Bahan kering dan Bahan organik silase rumput gajah. Adapun metode analisis Proksimat menurut AOAC (1990) sebagai berikut : 1. Analisis Bahan kering a. Cawan porselin yang bersih dimasukkan kedalam oven pada suhu 105 oC selama dua jam. Kemudian didinginkan dalam desikator selama 30 menit dan ditimbang (a gram).
b. Sampel sebanyak 1 gram dimasukkan kedalam cawan porselin dan ditimbang bersama-sama (b gram). c. Kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 105 oC selama 24 jam dan setelah kering didinginkan dalam desikator dan ditimbang kembali (c gram) rumus yang digunakan untuk menghitung kadar air sampel adalah :
b - c d. Kadar air = b - a Kadar bahan kering = 100 % - kadar air Keterangan : a = Berat cawan kosong b = Berat cawan + sampel sebelum di oven c = Berat cawan + sampel setelah di oven X 100 %
2. Bahan Organik a. Sampel ditambah cawan penetapan kadar air diatas dimasukkan kedalam tanur listrik selama 3 jam pada suhu 600 oC. b. Dibiarkan agak dingin ( suhunya sekitar 200
o
C), kemudian dimasukkan
kedalam desikator selama 30 menit lalu ditimbang (d gram). Rumus yang digunakan untuk menghitung kadar abu adalah : b - c Kadar air = b - a Kadar bahan kering = 100 % - kadar abu X 100 %
Keterangan
:
a = Berat cawan kosong b = Berat cawan + sampel sebelum di tanur d = Berat cawan + sampel setelah di tanur
Analisis Data Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan analisis ragam dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Adapun model matematikanya adalah sebagai berikut : (Gasperz, 1994) Yijk = µ + αi + βj + (αβ)ij + Eijk ; i = 1, 2, 3 j = 1, 2, 3 k = 1, 2, 3
Keterangan : Yijk = Nilai pengamatan pada satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan ijk (perlakuan ke-i dari faktor A dan perlakuan ke-j dari faktor B). µ αi βj = Nilai tengah populasi (rata-rata sesungguhnya) = Pengaruh aditif pada perlakuan ke-i = Pengaruh aditif perlakuan pemupukan dan pemotongan pada perlakuan ke-j
(αβ)ij = Pengaruh interaksi perlakuan ke-i faktor A dan perlakuan ke-j faktor B Eijk = Pengaruh galat dari satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan ij
Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan analisis ragam. Perlakuan yang berpengaruh nyata di uji lanjut dengan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (Gasperz, 1994).