Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

MANAGEMENT REFRESENTATIVE CIDEF OPERATING OFFICER Gambar 1 by 4FVB4h5

VIEWS: 0 PAGES: 39

									                                            BAB4

                                       PEMBAHASAN



4.1 Profil Perusahaan

       PT Suzuki Indomobil Motor berdiri tahun 1970. Dimulainya dengan PT Indohero

Steel & Engineering Co. Sekaligus menandai kehadiran kendaraan bermotor merek

Suzuki     di   Indonesia, dengan     produk-produknya      adalah    sepeda     motor    Suzuki.

Manajemen baru dibawah kepemimpinan Soebronto Laras tahun 1976, merupakan awal

dari     pengembangan industri      otomotif secara     nasional.    Suzuki    mengembangkan

produksinya sepeda motor melalui PT Indohero Steel & Engineering Co, dan mobil

melalui PT Indomobil Utama.         Untuk memenuhi program lokalisasi, maka lahirlah PT

Suzuki Indonesia Manufacturing sebagai industri penunjang yang membuat komponen

baik sepeda motor rnaupun mobil merk Suzuki untuk semua model. Tahun 1979 mulai

memproduksi kendaraan serba guna atau jeep yaitu Suzuki Jirnny LJ80 dengan mesin

800 cc, kemudian pada tahun 1981 dikembangkan menjadi Suzuki SJ410 dengan mesin

4 silinder berkapasitas 1.000 cc, yang kemudian pada tahun 1983 dipakai sebagai mesin

standar pada produk-produk Suzuki baik pada Suzuki Jirnny SJ410 maupun Suzuki

STlOO.

       PT. Suzuki Indomobil Motor merupakan gabungan usaha (marger) dari beberapa

perusahaan yang telah disetujui oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal                    (BKPM)

dengan     surat   No.   552/IIIIPMA/1990     tanggal     12 Nopember         1990 · dan efektif

dilaksanakan per tanggal l Januari 1991.
                                                                                     36


      Adapun perusahaan yang bergabung kedalam PT. Suzuki Indomobil Motor adalah

sebagai berikut :

1. PT. First Chemical Industry

     Perusahaan ini didirikan pada tanggal 21 Juni 1968 dengan akte notaris Liem

Toeng Kie SH dan disahkan oleh Menteri Kehakiman No. JA.5/75/1968 No.123/1968

yang bergerak       dibidang   produksi   komponen plastik untuk melengkapi kebutuhan

dibidang otomotif, serta menerima pesanan dari industri lain yaitu cup untuk kulkas, TV,

radio, kipas angin, dan beberapa produk lainnya yang dibuat dari bahan plastik.


2. PT. Indohero Steel & Engineering Co.

   Perusahaan ini didirikan pada tanggal 1 September 1969 dengan akte notaris Djojo

Mulyadi SH No. 3 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman No. JA.5/105/9 tanggal 27

Nopember 1967 yang bergerak dibidang perdagangan, industri dan perakitan sepeda

motor.


3. PT. Indomobil Utama

   Perusahaan ini didirikan       dalam kaitannya dengan Undang-Undang Penanaman

Modal Dalam Negeri         No. 6/1968, berdiri pada tanggal 26 Maret 1973 dengan akte

notaris Khairul Bahri No. 38 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman No. JA.5/305/1

tanggal15 Juni 1974 yang bergerak di bidang perakitan mobil.


4. PT. Suzuki Indonesia Manufacturing

   Perusahaan ini didirikan pada tanggal 22 Juni 1974 dengan akte notaris Khairul

Bahri SH No. 64 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman No. JA.5/147/13 tanggal 29
                                                                                       37


April 1975 yang bergerak dibidang pembuatan, perakitan dan penjualan komponen

sepeda motor dan mobil melalui Jisensi dari Suzuki Motor Co. Ltd, Jepang.


5. PT. Suzuki Engine Industry

     Perusahaan ini didirikan pada tanggal 28 Juli 1981 dengan akte notaris Ridwan

Suselo SH No. 341 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman No. JA.5/286/25 tangga16

April 1982 yang bergerak dibidang pembuatan, perakitan dan penjualan mesin-mesin

serta bagian-bagiannya untuk sepeda motor dan mobil melalui lisensi dari Suzuki Motor

Co. Ltd, Jepang.

     Komposisi kepemilikan saham PT Indomobil Suzuki International ini adalah sebagai

berikut :

a)   Indomobil Group                : 10%

b)   Suzuki Motor Co. Ltd Jepang    : 90 %

     Untuk    mendukung program     pemerintah bagi    penyediaan lapangan     kerja   di

Indonesia, maka PT. Suzuki Indomobil Motor telah membangun industri otomotif di

daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat dengan kapasitas 1.200.000 unit pertahun untuk

sepeda motor dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2100 orang, dan disusul

kemudian dengan membangun pabrik barn untuk produksi mobil dengan kapasitas

100.000 unit     pertahun untuk mobil dengan nilai investasi sebesar US$ 60 juta dan

mampu menyerap tenaga kerja 2200 orang. Pabrik tersebut didirikan diatas tanah seluas

36 Ha, yang merupakan total integrated manufacturing dibidang industri kendaraan

bermotor. Dalam pembangunan pabrik tersebut sudah memperhitungkan dengan cermat

masalah      penanganan dan pengolahan limbah    indusrti   sesuai ketentuan konservasi

lingkungan hidup.
                                                                                          38


    Adapun pemilihan lokasi pabrik terpadu di Tambun, Bekasi, Jawa Barat tersebut

dengan pertimbangan antara lain sebagai berikut :

    a) Tersedia lokasi tanah pabrik yang relatifluas dan murah.

    b) Jumlah tenaga terampil cukup tersedia di daerah sekitarnya.

    c) Upah tenaga kerja relatifmurah dikarenakan persaingan sedikit.

    d) Arus kendaraan cukup lancar, yang menjamin kelancaran arus pasokan bahan

          baku dan delivery barang jadi.

    e) Sarana dan prasarana seperti listrik, air tersedia dengan cukup.

    f) Komunikasi antar departemen terkait dalam organisasi PT. Suzuki Indomobil

          Motor menjadi lebih efektif.

    PT.    Suzuki   Indomobil Motor        dalam   operasi   produksinya   rnasih memerlukan

dukungan     dari para sub kontraktor       untuk dapat memasok        komponen lokal yang

dibutuhkan. Dalam keputusan untuk menggunakan sub kontraktor ini diambil karena

perusahaan akan Jebih efisien memberi order pekerjaan kepada pihak luar dari pada

memproduksi sendiri       komponen kecil/pelengkap, sehingga         perusahaan tidak   perlu

mengeluarkan investasi untuk pembelian mesin atau peralatan yang dibutuhkan. Bahan

baku berupa steel coil untuk menghasilkan komponen lokal masih harus diimpor dari

Jepang, hal ini disebabkan karena           produk steel coil dengan standart mutu yang

diperlukan sesuai ketentuan kualitas dari pihak prinsipal masih belum dapat diproduksi

di Indonesia. Adanya ketergantungan kepada pihak prinsipal dalam hal pasokan bahan

baku ini seringkali menghambat kelancaran produksi di Indonesia. Perlu dikemukakan

bahwa pembelian        impor bahan baku harus dipesan minimal 6 bulan sebelumnya,

dimana semua pesanan tersebut tidak boleh dibatalkan. Akibatuya bilamana situasi pasar
                                                                               39
otomotif di Indonesia lemah atau terjadi perubahan rancang bangun (design) mobil
                                                                                        40


maupun sepeda motor dati pihak prinsipal atau munculnya produk pesaing dengan

rancang bangun (design) yang sama sekali baru, maka             pihak produsen/perakit di

Indonesia akan menanggung resiko penumpukan persediaan yang tidak teljual atau tidak

dapat di proses lebih lanjut. Disamping itu, industri otomotif juga dikenal sebagai

industri   yang tidak efisien   antara lain dikarenakan kapasitas terpasang tidak dapat

dimanfaatkan     sepenuhnya dikarenakan      berbagai   hal   antara   lain   kebijaksanaan

pemerintah, krisis ekonomi, kondisi keamanan dan lain-lainnya.

    Adapun basil produksi yang dibuat dan dirakit oleh PT. Suzuki lndomobil Motor

adalah sebagai berikut :

a. Sepedamotor             Suzuki TRS,   Suzuki A 100 - XE, Suzuki RGR 150 - TX,

                        Suzuki Tornado mUGS, Suzuki Bravo, Suzuki Shogun, Suzuki

                        Satria, Suzuki TS 100, Suzuki Thunder GS 250, Suzuki Smash.

b. Mobil                   Suzuki Carry ST - 100, Suzuki Carry Futura, Suzuki Baleno,

                        Suzuki Katana/Jimny, Suzuki Vitara, Suzuki SideKick, Suzuki

                        Karimun, Suzuki Escudo, Suzuki Grand Escudo            2.0, Suzuki

                        Aerio, Suzuki APV.
                                                                                   41


      4.1.1    Lokasi Perusahaan

      PT. Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun 1 (2W) Jalan Diponegoro Km. 38,2

Tambun Bekasi-Jawa Barat. Pabrik tersebut didirikan diatas tanah seluas 36 Ha.




      Gambar 4.1 Ruang Assembling PT. Suzuki Indomobil Motor Tambun 1


       Lokasi kantor pusat PT. Suzuki Indomobil Motor berada di wisma Indomobil

Jalan MT. Haryono Kav. 8 Jakarta Timur. Kantor pusat ini didukung oleh 304 karyawan,

sedangkan untuk pabrik-pabriknya terbesar di beberapa lokasi antara lain di Cakung dan

Tambun.




              Gambar 4.2 Kantor Pusat PT. Suzuki lndomobil Motor
                                                                                         42


       Pusat perakitan kendaraan merek Suzuki dengan tenaga kerja                11.021. dan

berkapasitas produksi 1.200.000 sepeda motor per tabun dan 100.000 mobil              dengan

pusat-pusat perakitan terbesar di lima penjuru kota. Lokasi-lokasi daripada PT. Suzuki

Indomobil Motor ini sendiri bertempat di lima lokasi :



A. Plant Cakung

         Plant Cakung sebelunmya dikenal dengan nama           PT.         Suzuki Indonesia

   Manufacturing dan PT. Suzuki Engine Industry. Berada di JL Raya Penggilingan

                                                                  2
   Cakung Jakarta Timur. Berdiri di areal tanah seluas 92.540 m       .   Dan didukung oleh

   783 karyawan.

         Disini diproduksi berbagai komponen dan perakitan engine sepeda motor dan

   mobil merek Suzuki melalui proses : shering, pressing, welding, assembling, engine,

   banding, buffing, machining, diecasting dan lain-lain dengan menggunakan peralatan

   teknologi canggih. Disini pula dirakit berbagai peralatan transrnisi dan kemudi baik

   sepeda motor maupun mobil.



B. Plant Pulogadung

        Plant Pulogadung sebelunmya dikenal dengan nama PT. Indomobil Utama.

   Berada di Jl. Raya Bekasi Km. 19 Pulogadung Jakarta Timur , berdiri megah di atas

   tanah seluas 39.555 m 2. Dan didukung o1eh 191 karyawan. Disini dahulunya dirakit

   berbagai kendaraan bermotor roda empat merek Suzuki seperti Suzuki Carry Extra,

   Suzuki Katana, Suzuki sedan Forsa dan lainnya.

      Saat ini plant Pulogadung hanya ada beberapa bagian saja karena assembling

   mobilnya sebagian besar telah ke plant Tambun 2. PT. Indomobil Utama pada
                                                                                        43


   awalnya berdiri dengan menggunakan nama PT. Suzuki Indonesia yang didirikan

   berdasarkan akte Notaris No. 38 tanggal 26 Maret 1973 dihadapan Notaris Khairul

   Bahri atau disahkan oleh Menteri Kehakiman tanggal 9 Juni 1973 No. YA/5/1973

   serta diumumkan dalam berita Negara RI tanggal 7 September 1976 Nomor 721.



C. Plant Tambun 1

      Plant    Tambun 1 sebelumnya dikenal dengan nama PT. Indohero Steel              dan

                                                                    2
   Engineering. C.O berdiri megah diatas tanah seluas 223.650 m         ,   dengan bangunan

   seluas 6000 m2• Plant Tambun 1 menyerap tenaga keJ.ja sebanyak 5153 orang.

   Berada di Jl. Diponegoro Km. 38,2 Tambun-Bekasi. Disini proses dan produksi serta

   dirakit berbagai kendaraan roda dua merek Suzuki. Disinilah lahir berbagai sepeda

   motor merek Suzuki dengan type mutakhir. Dan disinilah diproses dan diproduksi

   berbagai part atau komponen dengan bahan dari plastik baik untuk sepeda motor

   maupun mobil seperti lampu   sein, kaca spion, bemper dan lain sebagainya.


D. Plant tambun 2

      Plant tambun 2 merupakan proyek baru khusus untuk kendaraan roda empat

  da!am jajaran Suzuki. Dengan menggunakan peralatan teknologi tinggi dan terbesar

  di Asia     Tenggara untuk saaat    ini. Disini dilakukan pengepresan, pengelasan,

  pengecatan dan perakitan mobil Suzuki.

      Diresmikan pada tanggal4 Mei 1991 oleh Menteri Perindustrian RI pada saat itu

  Bapak Hartato. Berdiri diatas tanah seluas 130.000 m2 , plant Tambun 2 menyerap

  4.385 tenaga kerja.
                                                                                      44


E. Plant Sunter

    Guna memberikan layan puma jual bagi para pemilk kendaraan bermotor merek

Suzuki khususnya roda empat PT. Suzuki lndomobil Motor membangun work shop

khusus berada di Jl. Danau Sunter Blok o/3 Komplek lndustri Sunter Podomoro Jakarta

Utara.Di plant Sunter tersedia berbagai suku cadang asli kendaraaan merek Suzuki, juga

servis serta menjual berbagai souvenir Suzuki. Plant Sunter berdiri di atas tanab seluas

8.100 m2 dengan jumlab karyawan 163 orang. Sedangkan untuk kendaraan roda dua

berada di Jl. Dr. Subardjo Jakarta Selatan. Di plant ini terdapat 22 karyawan   yang siap

melayani konsumen.

   Perkembangan perusabaan semakin lama semakin lancar, hubungan antara pimpinan

dengan karyawan semakin harmonis, hal ini tidak lepas dari peran serta organisasi

karyawan d lingkungan perusabaan yaitu Serikat      Pekeija Seluruh    Indonesia (SPSI).

Perusabaan bersama dengan SPSI secara sadar dan nyata ikut membudayakan hubungan

industri Pancasila di lingkngan PT. Suzuki lndomobil Motor.

   Berbicara mengenai basil produksi, saat ini PT. Suzuki Indomobil Motor sudab

menghasilkan sedan Forsa Esteem 1300 cc, Forsa Esteem 1600 cc, Suzuki carry Futura

1300 cc, Vitara, Katana, Speda Motor RGR 150, Tornado 110 cc seain produk-produk

yang telab dihasilkan terdabulu seperti Forsa Aminity, Super Cerry Extra dan sepeda

motor RC 1000, A 1000 dan lain-lain.
                                                                                   45


       4.1.2 Struktur Organisasi dan Fungsi

   Dalam    suatu perusahaan, struktur    organisasi   sangat diperlukan untuk menjaga

kelancaran usaha dan mencapai tujuan. Struktur organisasi dibentuk dengan maksud

agar setiap anggota organisasi dapat bekelja sama secara efektif dan efisien. Unsur

dalam organisasi adalah :

   a. Adanya dua orang atau lebih,

   b. Adanya pengaturan hubungan,

   c. Adanya maksud kerja sama,

   d. Adanya tujuan yang hendak dicapai, dan

   e. Adanya pembagian peran untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersama-

       sama.

   Adapun ciri atau atribut organisasi dapat diperinci sebagai berikut :

   a. Organisasi adalah lembaga social yang terdiri dari sekumpulan orang dengan

       berbagai pola interaksi yang ditetapkan.

   b. Organisasi dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu, oleh karena itu

       organisasi adalah kreasi yang memerlukan aturan.

   c. Organisasi secara sadar dikoordinasi dengan sengaja memerlukan penegasan,

      wewenang dan komunikasi.

       1. Organisasi Garis (Line Organisasi)

      2. Organisasi Staff (Sta.ffOrganisasi)

      3. Organisasi Garis dan Staff(Line and StaffOrganisasi)

      4. Organisasi Fungsional

      5. Organisasi Panitia (Comitee)
                                                                                      46


    PT. Suzuki Indomobil Motor menganut struktur organisasi      fungsional yang terpusat,

dimana setiap fungsi bertanggung jawab kepada atasannya masing-masing. Adapun

struktur organisasi fungsional ini dibagi atas 3 fungsi besar yaitu produksi, pemasaran,

serta keuangan dan Administrasi. Kewenangan tertinggi berada pada Executive Board

yang terdiri dari wakil-wakil shareholder dibantu oleh beberapa Managing Director.

Jabatan tertinggi dalam directorat dipegang oleh Managing Director yang membawahi

para Director, para Director membawahi General Manager dan seterusnya sampai

ketingkat Assistant Manager, Supervisor, Foreman dan Worker.            Untuk mengambil

sesuatu keputusan, maka managemen membentuk Executive Board ini yang terdiri dari

9 orang, dengan komposisi 4 orang pihak Jepang dan 5 orang pihak Indonesia. Executive

Board ini juga menentukan arah dan tujuan organisasi dengan membuat rencana angka

pendek (1 tahun),jangka menengah (5 tahun) danjangka panjang (diatas 5 tahun).

    Uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang         dari masing-masing fungsi adalah

sebagai berikut :

1. Produksi

   Bertugas   membuat perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi dari semua

   kegiatan produksi serta menentukan kualitas atas standar mutu yang ditetapkan dari

   bahan baku sampai ke barang jadi, baik bahan yang diimpor maupun yang di beli

   lokal.

2. Pemasaran

   Bertugas     membuat      perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi           dan

   pengembangan produk yang akan dipasarkan serta mempersiapkan pelayanan puma

   jual   kepada pelanggan   berupa   promosi,   discount,   service, spare parts,   dan
                                                           47
memperhitungkan adanya ancaman dan peluang dari pesaing.
                                                                                48


3. Keuangan dan Administrasi

   Bertugas melaksanakan pekeljaan yang berkaitan dengan pencatatan, pengendalian

   dan pengawasan arus masuk dan keluar keuangan perusahaan baik jangka pendek

   maupun jangka panjang.   Pengaturan sumber daya manusia mulai dari perencanaan,

   penarikan, penempatan, pengembangan, kompensasi serta pemutusan hubungan

   kelja. Disamping hal tersebut   diatas juga mengelola dan mengawasi   semua aset

   perusahaan.
                                                                              47

         STRUKTUR ORGANISASI PT. SUZUKI INDOMOBIL MOTOR

                                                               HRD&GA
                                       FINANCE
                                      ADMINISTRA
                                         TION
                                                    y        ACCOUNTING &
                                                               FINANCE



                                                             MARKETING4 W

                                       SALES&
                                      MARKETING     --l     MARKETING 2W


                                                    -1        SPARE PART


                                                            PRODUCTION 2W

                  PRESIDENT

I   EXBOARD
                VICE PRESIDENT
                                      PRODUCTION    H       PRODUCTION 4W



                                                    '--      PROD ENGINE
                                                            & TRANSMISSION


                                                               QUALITY
                                                    -         ASSURANCE
                                                               2W&4W
                                         PRO
                                      ENGINERING
                                                                 PROD
                                                    ...._     ENGINERING
                                                                2W&4W


                                                             PROC&PPMC
                                     PROD CONTROL
                                           &
                                     PROCUREMENT

                                                    y       PRODUCT. DEV. &
                                                              ENGINERING



                                                    -        MANAGEMENT
                                                            REFRESENTATIVE
                                        POJECT
                                       ISO- 9002
                                                                CIDEF
                                                    -         OPERATING
                                                               OFFICER


      Gambar 1.3 Bagan Struktur Organisasi PT. Suzuki Indomobil Motor
                                                                                     48


          Untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas PT. Suzuki Indomobil Motor, saat

ini mempunyai karyawan sebanyak 11.021 orang yang menyebar di 6 (enam) lokasi

kerja, untuk mengetahui lebihjelas profil Tenaga kerja PT. Suzuki Indomobil Motor.




                Tabel 4.1 Jumlah Karyawan Berdasarkan Lokasi Kerja
                             PT. Suzuki lndomobil Motor

                                        Jumlah Karyawan            Prosentase
  No                Lokasi
                                             (Orang)                  (%)

   1    Tambunl                                 5.153                35.76

   2    Tambunll                                4.385                39.60

   3    Cakung                                    783                13.00

   4    Pulogadung                                191                03.17

   5    Spare Part Tambun                         163                02.71

   6    MT.Haryono                                346                05.70

                Jumlah                        11.021                 100.00
Sumber Data : HRD Department




        4.1.3 Tugas dan Fungsi Organisasi

       Penjelasan mengenai struktur organisasi pada PT. Suzuki Indomobil Motor

adalah sebagai berikut :

1. Exboard yaitu pemilik atau pemegang saham tertinggi sekaligus sebagai puncak

    pimpinan pada PT. Suzuki Indomobil Motor.

2. President yaitu yang menjabat sebagai wakil dari pemilik perusahaan tersebut.

    President membawahi beberapa bagian yaitu :
                                                                            49


A Finance & Administration yaitu bagian yang berhubungan dengan keuangan dan

   administrasi perusabaan serta mengkoordinir dan mengarahkan semua kegiatan

   pada bagian dan membawahi dua bagian yaitu :

   a. HRD & GA yaitu Human Research Development dan General Affair yang

       mengatur tentang perkembangan keadaan karyawan-karyawanya.

   b. Accounting & Finance yaitu bagian yang membuat pembukuan keuangan

       pada PT. Suzuki Indomobil Motor.

B. Sales & Marketing yaitu bagian yang mengatur tentang penjualan dan pemasaran

   dari produksi tersebut dan membawahi tiga bagian yaitu ;

   a Marketing 4W yaitu bagian pemasaran yang khusus unutk kendaraan beroda

       empat atau mobil.

   b. Marketing 2W yaitu bagian pemasaran yang khusus untuk kendaraan beroda

       dua atau motor.

   c. Spare Parts yaitu bagian yang membuat atau merancang dan mengatur dari

       komponen-komponen mobil dan motor.

C. Production yaitu suatu bagian yang mengatur dan membuat suatu perencanaan

   produksi dan bagian ini terdiri dari tiga bagian yaitu :

   a. Production 2W yaitu bagian yang mengatur dan membuat suatu perencanaan

      produksi khusus untuk kendaraan beroda dua atau motor.

   b. Production 4W yaitu bagian yang mengatur dan membuat suatu perencanaan

      produksi khusus untuk kendaraan beroda empat atau mobil.

   c. Production Engine & Transmission yaitu bagian yang membuat lay out,

      membuat perencanaan dan perencanaan system kelja.
                                                                                 50


D. Production Engineering yaitu bagian yang berhubungan dengan mesin-mesin

   yang digunakan pada PT. Suzuki Indomobil Motor. Bagian ini terdiri dari dua

   bagian yaitu :

   a. Quality Assurance 2W & 4W yaitu bagian yang mengawasi kualitas dari

       produk yang dibuat dan lolos dari inspection lalu diperiksa kembali atau di

       audit untuk jaminan apakah barang itu layak digunakan dan sekaligus layak

       dipakai konsumen baik itu kendaraaan motor atau mobil.

   b. Production Engineering yaitu bagian yang berhubungan dengan mesin-mesin

       dari kendaraan mobil dan motor yang digunakan perusahaan

E. Production Control & Procurement yaitu bagian yang mengawasi kualitas dari

   produk yang dibuat lalu diadakan pemilihan barang tersebut dan bagian ini terdiri

   dari dua bagian yaitu :

   a. Production & PPMC (Product Planning Material Control) yaitU bagian yang

      mengawasi atau mengontrol jalannya pembuatan produk tersebut.

   b. Production Dev. & Engineering yaitu perkembangan dan system kelja

      maupun perubahan dari desain.

F. Project IS0-9002 yaitu bagian yang menangani untuk jaminan kualitas dalam

   produksi dan instalasi dan bagian ini terdiri dari dua bagian yaitu :

   a. Management Representative yaitu bagian yang berkaitan dengan kualitas

      mutu dan atau standar operation pada masing-masing bidang tugas.

   b. Chief Operating Officer yaitu bagian yang membandingkan khusus tentang

      produk yang berhubungan dengan management representative.
                                                                                     51


4.2 Profil Responden

        Sebagaimana telah diuraikan dalam bah III, bahwa jumlah sampel responden

   yang dijadikan sebagai sumber penggalian data dalam penelitian ini adalah sejumlah

   87   populasi. Pembagian sampel responden penelitian ini adalah mempunyai

  pendidikan formal berbagai tingkatan antara lain sebagai berikut SLTA(SMK), D3,

  Sl. Berdasarkan kondisi umum, tingkat pendidikan responden sudah memadai, hal

  ini tercermin dalam cara     pengisian jawaban responden terhadap           instrumen

  pengumpulan data. Dimana para responden dalam pengisian intrumen tersebut tidak

  mengalami kekeliruan. Sehingga tidak        dibutuhkan responden cadangan guna

  memenuhi kebutuhan jumlah sampel yang             telah   ditentukan 87 orang.   Untuk

  melengkapi uraian diatas disajikan data responden sebagai berikut :

                                         Tabel4-2
                                     Data Responden
                        Berdasarkan Tingkat Jabatan I Rank
                No      Jabatan I Rank      Jumlah          Prosentase
                                            (Orang)           (%)
                 1        Supervisor           1               1.15
                 2     Senior Foreman          5              5.75
                 3         Foreman             7               8.5
                 4        Pelaksana           74               85
                            Jumlah            87             100.00
                          Sumber : Hasil Survei SDM, diolah
                                                                               52


                                      Tabel 4-3
                                   Data Responden
                                  Berdasarkan Umur
                   No       Umur      Jumlah        Prosentase
                                      (Orang)         (%)
                    1        <30         3             3.50
                    2       30-40        42           48.27
                    3      41-50         41           47.13
                    4        >51          1            1.15
                         Jumlah          87          100.00
                          Sumber : Hasil Surve1 SDM, d1olah


Dari tabel 4-3 tersebut terlihat umumnya responden        didominasi pada kelompok

umur potensi yaitu umur 30 sampai 50 sebanyak 43 orang atau sebesar 96.4 persen,

kelompok umur muda dibawah 30 tahun atau sebesar 3.5 persen dan mereka yang

termasuk umur tua diatas 51 tahun terdapat 1 orang atau sebesar 01.15 persen




                                   Tabel 4-4
                                Data Responden
                               d       n
                            Ber asarka Ma Kerja
                                           sa
                   No      MasaKeija    Jumlah Prosentase
                                          (Orang)        (%)
                    1.       00-05            0           0.00
                    2.       06-10            7           8.04
                    3.       11-15            12         13.80
                    4.       16-20            30         40.22
                    5.       21-25            15         17.25
                    6.       26-30            20         22.98
                    7.       31- 35           3          3.44
                             Jumlah           87         100.00
                         Sumber : Hasil Surve1 SDM, diolah
                                                                                  53


   Dari tabel 4-4 diatas terlibat sebagian besar sudah mempunyai masa kerja diatas 11

   tahun atau sebesar 97.69 persen sisanya masa kerja 10 tahun kebawah atau sebesar

   2.31 persen, dilibat dari masa kerja kemungkinan sudah ada yang sering di mutasi

   atau rotasi dari satu bagian ke bagian lainnya. Semakin tinggi masa kerja responden

   diperkirakan makin mudab melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.



4.3 Analisa Usaha & Kemampuan Karyawan dibagian Assembling Line 2

   Dari hasil penelitian yang telab dilakukan melalui media penyebaran kuesioner

   terbadap karyawan dibagian assembling line 2 di PT. Suzuki Indomobil Motor plant

   Tambun 1, maka kita dapat menganalisa basil jawaban dari pertanyaan-pertanyaan

   yang didapatkan kuesioner yang saya sebar dapat dilihat:

      • Motivasi:

   4.3.1      Bekerja di PT. Suzuki Indomobil Motor dapat mengembangkan

             kemampuan, pada pertanyaan ini didapat kan basil bahwa responden

             menjawab dengan nilai rata-rata 4,5 yang mana arti dari dari jawaban

             tersebut adalah bahwa seluruh responden sangat setuju dengan bekerja di

             PT. Suzuki Indomobil Motor dapat mengembangkan kemampuan mereka

             sebagai karyawan.

  4.3.2      Adanya kesempatan untuk mengerjakan tugas sesuai kreativitas yang

             diberikan oleb pimpinan PT. Suzuki Indomobil Motor, pada pertanyaan

             ini didapat kan basil bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata

             4,2 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalab babwa seluruh

             responden setuju bahwa para pimpinan di PT. Suzuki Indomobil Motor
                                                                                    54


           selalu memberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan

          kreativitas masing-masing karyawan.

4.3.3     Selalu memiliki keinginan untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja,

          pada pertanyaan ini didapat kan basil bahwa responden menjawab dengan

          nilai rata-rata 4,5 yang mana arti dari darijawaban tersebut adalab bahwa

          seluruh    responden   sangat   setuju   bahwa   setiap   karyawan   merniliki

          keinginan untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja.

Kesimpulan dari indikator    motivasi     adalah   bahwa seluruh karyawan      dibagian

assembling line 2 merniliki motivasi yang kuat untuk bekerja dengan baik dan giat

untuk mencapai kinerja yang baik dan sesuai dengan yang telah ditentukan oleb

perusahaan.

    • Etika Kerja:

4.3.4     Aturan bekerja dapat mendorong karyawan untuk displin dalam bekerja,

          pada pertanyaan ini didapat kan basil bahwa responden menjawab dengan

          nilai rata-rata 4,5 yang mana arti dari darijawaban tersebut adalab babwa

          seluruh responden sangat setuju bahwa aturan yang dibuat dalam bekerja

          dapat mendorong karyawan untuk bertindak dan berbuat secara displin

          dalam bekerja sesuai dengan aturan yang ada.

4.3.5     Diterapkannya etika kerja dapat diperoleb basil kerja yang baik, pada

          pertanyaan ini didapat kan basil babwa responden menjawab dengan nilai

          rata-rata 4,5 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalab babwa

          seluruh responden sangat setuju bahwa dengan adanya penerapan etika

          kerja dengan baik, maka akan diperoleb basil kerja yang baik.
                                                                                   55


 4.3.6      Setiap pekerjaan adalah tugas dan tanggung jawab, pada pertanyaan ini

            didapat kan basil bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,5

            yang mana     arti   dari dari jawaban   tersebut   adalah   bahwa selurub

            responden sangat setuju bahwa setiap pekerjaan yang mereka lakukan

            adalah tugas dan taanggungjawab mereka sebagai karyawan.

Kesimpulannya adalah dengan adanya etika kerja yang baik dan penerapan dengan

benar maka dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kine!janya, membuat

karyawan memiliki rasa tanggung jawab, dan diperoleb basil kerja yang sesuai

dengan standar perusahaan.

    •    Kebadiran:

4.3.7      Tingkat kehadiran menjadi salab satu penilaian kine!ja di PT. Suzuki

           Indomobil Motor, pada pertanyaan ini didapat kan basil bahwa responden

           menjawab dengan nilai rata-rata 4,5 yang mana arti dari dari jawaban

           tersebut   adalah bahwa selurub responden sangat setuju bahwa tingkat

           kebadiran didalam beke!ja untuk dijadikan salah satu penilaian kine!ja di

           PT. Suzuki Indomobil Motor.

4.3.8      Teguran dari pihak pimpinan pada saat tidak hadir tanpa kabar dapat

           membuat karyawan menjadi disiplin, pada pertanyaan ini didapat kan

           basil babwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,5 yang mana

           arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa selurub responden sangat

           setuju dengan adanya teguran bagi karyawan yang tidak badir dan tanpa

           member kabar apapun dapat membuat karyawan tersebut menjadi displin.

4.3.9      Pengawasan terbadap kebadiran yang baik dapat menunjang basil ke!ja
                                                                     56
yang lebib baik, pada pertanyaan ini didapat kan basil bahwa responden
                                                                                 57


           menjawab dengan nilai rata-rata 4,3 yang mana arti dari dari jawaban

          tersebut adalah bahwa seluruh responden sangat setuju bahwa dengan

          adanya pengawasan terhadap kehadiran yang baik dapat menunjang hasil

          kerja yang lebih baik bagi karyawan.

Kesimpulannya dengan      adanya   pengawasan terhadap    kehadiran   dapat membuat

karyawan menjadi disiplin, menunjang hasil kerja yang lebih baik, dan dapat

digunakan sebagai salah satu alat untuk mengukur kinerja karyawan.

    • Bakat:

4.3.10    Memiliki     bakat yang sesuai dengan pekerjaan,      pada pertanyaan ini

          didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,1

          yang mana      arti dari dari jawaban   tersebut   adalah   bahwa seluruh

          responden    setuju bahwa setiap karyawan memiliki bakat yang sesuai

          dengan pekerjaan mereka.

4.3.11    Atasan      memberikan penghargaan terhadap        pencapaian tugas yang

          memuaskan, pada pertanyaan ini didapat         kan hasil bahwa responden

          menjawab dengan nilai rata-rata 3,9 yang mana arti dari dari jawaban

          tersebut adalah bahwa seluruh responden setuju bahwa atasan mereka

          selalu   memberikan penghargaan atas     pencapaian     hasil tugas   yang

          memuaskan.

4.3.12    Setiap pekerjaan dilakukan dengan baik, pada pertanyaan ini didapat kan

          hasil bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,1 yang mana

          arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa seluruh responden sangat

          setuju bahwa setiap pekerjaan dilakukan dengan baik oleh mereka
    58

(
k
a
r
y
a
w
a
n

a
s
s
e
m
b
l
i
n
g

l
i
n
e

2
)
.
                                                                                 59


Kesimpulannya adalah bahwa setiap karyawan dibagian assembling line 2 memiliki

bakat yang sesuai dengan pekeljaan mereka dan atasan disana selalu memberikan

penghargaan kepada karyawan yang dapat memberikan hasil kelja yang memuaskan.

    •    Minat:

4.3.13     Memiliki minat yang sesuai dengan pekeljaan, pada pertanyaan ini di

           dapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,1

           yang   mana   arti dati   dari jawaban   tersebut adalah   bahwa   seluruh

           responden setuju bahwa setiap karyawan memiliki minat yang sesuai

           dengan pekeljaan mereka.

4.3.14     Mendapat kesempatan belajar hal-hal baru, pada pertanyaan ini didapat

           kan hasil bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,2 yang

           mana arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa seluruh responden

           setuju bahwa setiap karyawan .memiliki kesempatan untuk dapat belajar

           hal-hal yang bam di PT. Suzuki Indomobil Motor.

4.3.15     Selalu mendapat kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan

           pencapaian yang ingin dicapai     oleh perusahaan, pada pertanyaan ini

           didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,2

           yang mana     arti   dari dari jawaban   tersebut   adalah bahwa   seluruh

           responden setuju bahwa setiap karyawan memiliki kesempatan yang

           sama berpartisipasi dalam menentukan pencapaian yang ingin dicapai

           oleh perusahaan.

Kesimpulan didalam PT. Suzuki Indomobil Motor kita dapat melihat bahwa setiap

karyawan memiliki    minat yang sesuai dengan pekeljaannya dan memberikan
                                                                                   60


kesempatan untuk belajar hal-hal yang baru, serta keikutsertaan karyawan dalam

menentukan pencapaian yang akan dicapai oleh perusahaan.

    • Faktor Kepribadian:

4.3.16    Kepribadian yang kurang baik dapat menyebabkan kineija yang tidak

          baik, pada pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab

          dengan nilai rata-rata 3,8 yang mana arti dari dari jawaban tersebut

          adalah bahwa seluruh responden setuju dengan kepribadian yang kurang

          baik bisa berdampak tidak baik terhadap kinera karyawan.

4.3.17    Hasil      pekeijaan   berpengaruh terhadap kepribadian masing-masing

          karyawan, pada pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden

          menjawab dengan nilai rata-rata 3,9 yang mana arti dari dari jawaban

          tersebut     adalah bahwa seluruh      responden    setuju bahwa kepribadian

          masing-masing individu akan menghasilkan perkeijaan sesuai dengan

          kepribadian mereka.

4.3.18    Dengan       Kepribadian yang   baik     maka      akan berdampak terhadap

          peningkatan produktivitas keija, pada pertanyaan ini didapat kan hasil

          bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,3 yang mana arti dari

          dari jawaban tersebut adalah bahwa seluruh responden sangat setuju

          bahwa dengan kepribadian yang baik maka akan berdampak terhadap

          peningkatan peroduktivitas keija.

Kesimpulan bahwa di PT. Suzuki Indomobil Motor faktor kepribadian dapat

mempengaruhi hasil keija, kineija, dan produktivitas keija dari masing-masing

karyawan yang ada.
                                                                                       61


4.4 Analisa Dukungan Perusahaan terhadap Karyawan dibagian Assembling Line

   2

   Dari basil penelitian yang telab dilakukan melalui media penyebaran kuesioner

  terbadap karyawan dibagian assembling line 2 di PT. Suzuki Indomobil Motor plant

  Tambun 1, maka kita dapat menganalisa basil jawaban dari pertanyaan-pertanyaan

  yang didapatkan kuesioner yang saya sebar dapat dilihat:

       •   Indikator Pelatiban dan Pengembangan:

  4.4.1 Memperoleb training untuk         mengembangkan       potensi   yang   ada,   pada

           pertanyaan ini didapat kan basil bahwa responden menjawab dengan nilai

           rata-rata 4,3 yang mana arti dari darijawaban tersebut adalah bahwa seluruh

           responden sangat setuju, maka dapat disimpulkan babwa karyawan di PT.

           Suzuki Indomobil Motor memperoleb training untuk             mengembangkan

           potensi yang dimilikinya.

  4.4.2 Dengan adanya training dapat mengetahui potensi yang dimiliki karyawan,

           pada pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan

           nilai rata-rata 4,3 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa

           seluruh responden sangat setuju, maka dapat       disimpulkan babwa dengan

           adanya training yang diberikan perusahaan dapat mengetahui potensi yang

           dimiliki karyawan.

  4.4.3 Dengan adanya training dapat meningkatkan basil kerja setiap karyawan,

           pada pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan

           nilai rata-rata 4,2 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa

           seluruh responden setuju, maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
                                                           62
training dapat meningkatkan basil kerja setiap karyawan.
                                                                                              60

Kesimpulan dapat kita lihat bahwa di PT. Suzuki Indomobil Motor dengan adanya

training dapat meningkatkan potensi yang dimiliki oleh karyawan, meningkatkan hasil

kerja, dan mengembangkan kemampuan individual mereka dalam melakukan setiap

pekeijaan.

       • Indikator Peralatan dan Teknologi:

   4.4.4     Adanya sarana        dan prasarana       yang mendukung proses produksi, pada

             pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan nilai

             rata-rata 4,5 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa seluruh

             responden sangat setuju, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat sarana dan

             prasarana yang mendukung proses produksi dibagian assembling line 2.

   4.4.5     Dengan      adanya      alat-alat    produksi   berteknologi   tinggi   memudahkan

             pekeijaan, pada pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab

             dengan nilai rata-rata 4,2 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalah

             bahwa seluruh        responden      setuju, maka dapat disimpulkan bahwa dengan

             adanya   alat-alat     produksi      berteknologi   tinggi   memudahkan pekeijaan

             karyawan.

   4.4.6     Penggunaan alat-alat       canggih dapat meningkatkan hasil produksi, pada

             pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan nilai

             rata-rata 4,2 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa seluruh

             responden    setuju, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan               alat-alat

             canggih dapat menigkatkan hasil produksi.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa PT. Suzuki Indomobil Motor sudah menggunakan alat-

alat canggih dalam proses produksinya dan dengan penggunaan alat-alat canggih dapat
                                                                   61
mempermudah pekeijaan karyawan dan hasil yang didapat memuaskan.
                                                                                             62

Indikator Standar Kinerja:

    4.4.7    Terdapat standar operasional kerja di PT. Suzuki Indomobil Motor pada

            pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan nilai

            rata-rata 4,5 yang mana arti dari darijawaban tersebutadalah bahwa seluruh

            responden    setuju,   maka      dapat   disimpulkan     bahwa    terdapat    standar

            operasional kerja di PT. Suzuki Indomobil Motor.

    4.4.8   Dengan mengikuti prosedur kerja yang ada maka hasil kerja yang dihasilkan

            sesuai dengan standar yang ditentukan, pada pertanyaan ini didapat kan hasil

            bahwa responden menjawab dengan nilai rata-rata 4,3 yang mana arti dari

            dari jawaban tersebut adalah bahwa seluruh responden setuju, maka dapat

            disimpulkan bahwa      hasil     produksi    akan   sesuai   dengan    standar yang

            ditentukan dengan mengikuti prosedur kerja yang ada.

    4.4.9   Adanya standar kualitas produk mendorong karyawan untuk menghasilkan

            kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh perusahaan,

            pada pertanyaan ini didapat kan hasil bahwa responden menjawab dengan

            nilai rata-rata 4,5 yang mana arti dari dari jawaban tersebut adalah bahwa

            seluruh   responden    setuju,    maka      dapat   disimpulkan       bahwa   dengan

            ditetapkannya standar kualitas produk dapat mendorong karyawan untuk

            menghasilkan kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa PT. Suzuki Indomobil Motor memiliki standar kerja

dan dengan mengikuti standar kerja yang ada maka kualitas dan hasi! kerja yang

dihasilkan akan sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh pihak perusahaan.
                                                                                                             63

4.5 Pengaruh Usaha (XI), Kemampuan (X2), & Dukungan (X3) terhadap Kinerja

   Individu (Y) dibagian Assembling Line 2 di PT. Suzuki Indomobil Motor plant

   Tambun 1

  Dari hasil regresi berganda antara              variabel tak bebas kinerja individu (Y) dengan

  masing-masing variabel usaha (XI), kemampuan (X2), dan dukungan (X3) dihasilkan

  koefisien korelasi sebesar       = 0,117 dengan koefisien determinasi sebesar r' = 0,14

  sedangkan persamaan regresi berganda adalah :

  Y = 3,826 - o,o68       xi - o,102 x2 +      o,o22    x3

                                                  Model Summary•

                                                               Adjusted R           Std. Error of the
                  Model            R           R Square         Square                 Estimate

                  1                  .117'             .014              -.022                 .5588

                   a. Predictors: (Constant), support, effort, ability

                   b. Dependent Variable: kineoa




                                                   Model Summary•

                                                                Adjusted R           Std. Error of the
                      Model          R          R Square          Square                 Estimate

                      1                .117'            .014                -.022                 .5588

                      a. Predictors: (Constant), support, effort, ability

                      b. Dependent Variable: kineda


                 Gam bar 4.4 Hasil Perhitungan Spss Regresi Berganda

  Dengan hasil    seperti ini dapat diartikan bahwa hubungan ketiga                               variabel bebas

  secara bersamaan mempunyai hubungan yang                         sangat kuat, dan jauh Jebih kuat

  dibandingkan jika dilakukan secara sendiri-sendiri. Demikian juga dengan koefisien

  determinasi sebesar 0,14 mengindikasikan bahwa 14 persen, variabel kinerja
                                                                                      64

      individu dapat diterangkan oleh ketiga variabel bebas secara bersamaan. Besarnya

   presentase ini jauh      melebihi apabila variable bebas dilakukan secara sendiri -

   sendiri. Sementara 86 persen lagi dipengaruhi oleh faktor- faktor lain.

          Melihat persamaan regresi berganda yang didapat berdasarkan hasil penelitian

  ini, mengindikasikan bahwa dengan peningkatan effort, ability, dan support dapat

  meningkatkan kineija        karyawan   di   PT.   Suzuki   Indomobil   Motor   dibagian

  assembling line 2. Peningkatan salah satu nilai variabel bebas atau peningkatan nilai

  variabel bebas secara bersamaan akan mengakibatkan peningkatan             variabel tak

  bebas kinerja Individu.

4.6 Analisa Kinerja Karyawan terhadap reliability dibagian Assembling Line 2 di

  PT. Suzuki Indomobil Motor plant Tambun 1

  Sebelum      melakukan perhitungan reliability peneliti akan menampilkan sumber

  angka yang digunakan dalam perhitungan, yaitu data kineija karyawan:

                 Tabel4.5 Data Kinerja Karyawan Assembling Line 2


NO           RANK              SEKSI          NILAI
  1 SUPERVISOR            ASSEMBLING           A
    SENIOR
  2 FOREMAN               ASSEMBLING           A

  3 PELAKSANA             ASSEMBLING           A
  4    FOREMAN            ASSEMBLING           A

  5    FOREMAN            ASSEMBLING           B
       SENIOR
  6    FOREMAN            ASSEMBLING           B
       SENIOR
  7    FOREMAN            ASSEMBLING           B

  8 PELAKSANA             ASSEMBLING           B

  9    PELAKSANA          ASSEMBLING           B

 10 PELAKSANA             ASSEMBLING           B

 11 PELAKSANA             ASSEMBLING           c
                                65


12 FOREMAN     ASSEMBLING   c
13 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
14 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
15 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
16 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
17 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
18 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
19 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
20 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
21 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
22 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
23 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
24 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
25 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
26 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
27 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
28 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
29 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
30 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
31 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
32 FOREMAN     ASSEMBLING   c
33 FOREMAN     ASSEMBLING   c
34 FOREMAN     ASSEMBLING   c
35 FOREMAN     ASSEMBLING   c
   SENIOR
36 FOREMAN     ASSEMBLING   c
   SENIOR
37 FOREMAN     ASSEMBLING   c
38 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
39 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
40 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
41 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
42 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
43 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
44 PELAKSANA   ASSEMBLING   c
                                  66


45 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
46 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
47 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
48 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
49 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
50 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
51   PELAKSANA   ASSEMBLING   c
52 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
53 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
54 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
55 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
56 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
57 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
58 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
59 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
60 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
61 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
62 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
63 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
64 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
65 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
66 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
67 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
68 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
69 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
70 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
71 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
72   PELAKSANA   ASSEMBLING   c
73 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
74 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
75 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
76 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
77 PELAKSANA     ASSEMBLING   c
                                                                                       67


  78 PELAKSANA             ASSEMBLING             c
   79 PELAKSANA            ASSEMBLING             c
   80 PELAKSANA            ASSEMBLING             c
  81 PELAKSANA             ASSEMBLING             c
  82 PELAKSANA             ASSEMBLING            c
  83 PELAKSANA             ASSEMBLING            D

  84 PELAKSANA             ASSEMBLING            D

  85 PELAKSANA             ASSEMBLING            D

  86 PELAKSANA             ASSEMBLING            D

  87 PELAKSANA             ASSEMBLING            D



                                        3,4%    H       3,4%   H     3,4%




    R1 + Rz + R3 + + Rs +Rei+ R1 + Rs + R9 + Rw + Rn + R12 + R13 + R14 +R1s

    Hasil reliability ini diperoleh dati perhitungan angka kinerja dari 15 workstation

yang mana satu workstation terdapat 6 orang karyawan, dan masing-masing karyawan

memiliki persentase kinerja yang sama.

   Dari hasil perhitungan reliability yang telah dilakukan oleh peneliti didapatkan nilai

sebesar 55,5 persen yang mana angka tersebut menunjukan bahwa setiap pegawai atau

karyawan   yang ada pada bagian assembling line 2 sudah hampir baik, peluang

kesalahannya bersifat    kumulatif.   Nilai rata-rata   persentase   sebesar 0,555 hal ini

menunjukan bahwa tingkat kinerja pada karyawan assembling line 2 sedang. Dapat

dilihat pada tabel dibawah ini:
                                                                              68

               Tabel 4.6 Data Kiner.ia Berdasarkan Reliability
               No     Nilai rata-    Bobot       Keterangan
                         rata        Nilai
                1.      0-0.1           I      Rendah Sekali
                2.     0.2-0.3          2         Rendah
                3.     0.4-0.5          3          Sedang
                4.     0.6-0.7          4           Baik
                5.     0.8-0.9          5        Baik Sekali
             Sumber : Hasil Surver SDM, diolah


   Dari analisa yang ada dapat dilihat bahwa nilai kuesioner yang didapat sudah
baik tetapi nilai kinelja karyawan hanya mencapai rata-rata C. Hal ini disebabkan
karena kuesioner yang disebar dibuat oleh karyawan itu sendiri sehingga didapat
kemungkinan adanya penilaian secara subjektif oleh karyawan tersebut, tetapi
penilaian kinelja dibuat oleh manajemen dengan penilaian yang sangat objektif dan
diawasi oleh pihak independent yaitu pihak serikat buruh dan konsultan.

								
To top