Docstoc

ASKEP ANAK DIABETES MELLITUS

Document Sample
ASKEP ANAK DIABETES MELLITUS Powered By Docstoc
					                                      ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012

                                DIABETES MILLITUS


Diabetes mellitus merupakan suatu gangguan sistem endokrin yang sering menyerang
anak usia sekolah.


PATHOGENESIS
Disfungsi dari sel – sel beta pulau langerhans di panereas yang dapat disebabkan oleh
adanya tumor, pangkreatitis, penggunaan Corticosteroid yang akan mengganggu sekresi
insulin. Tiga efek utama gangguan / kekurangan insulin :
Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel – sel tubuh dengan akibat peningkatan
konsentrasi glukosa darah.
Peningkatan nyata mobilisasi lemak dari daerah – daerah penyimpanan lemak
menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding
vaskuler.
Pengurangan protein dalam jaringan tubuh. Dapat juga defisit insulin akan terjadi
perubahan metabolic : Transport glukosa yang melintasi membran sel – sel berkurang.
Glikogenesis berkurang dan tetap terdapat kelebihan glukosa dalam darah
Glikolisis meningkat sehingga cadangan glikogen berkurang dan glukosa hati
dicurahkan kedalam darah secara terus menerus melebihi kebutuhan.
Glukoneogenesis meningkat dan lebih banyak lagi glukosa hati yang tercurahkan
kedalam darah dari hasil pemecahan asam amino dan lemak sehingga menyebabkan
konsetrasi glukosa melebihi ambang ginjal, maka timbul glukosuria. Glukosuria ini akan
mengakibatkan diuresis osmotik yang meningkatkan pengeluaran urine (poli uri) akan
timbul rasa haus (polidipsi), karena kalori negatif dan berat badan berkurang rasa lapar
semakin besar (palipagi) mungkin timbul sebagai akibat kehilangan kalori.
Pada anak Diabetes terjadi rata – rata, penurunan produsi insulin akan berakibat
penurunan kemampuan memperoleh energi yang berasal dari nutrisi yang dibutuhkan
oleh anak. Karena kehilangan berat badan dan pertumbuhan yang lambat, gabungan
kegagalan akan memambah berat badan dan mengurangi energi secara tiba – tiba yang
akan membawa perhatian kesehatannya seberapa jauh. Anak mungkin melihat
kesehatannya dari gejala sampai terlihat jelas.
Gejala – gejala tersebut biasanya disertai dengan penurunan berat badan atau kegagalan
untuk memambah berat badan dan kekurangan energi. Gejalanya biasanya terjadi secara
tiba – tiba. Jika seorang anak tidak tampak adanya gejala, dan mengarah kediagnos,
mungkin gangguan tersebut akan berkembang pada asidosis Diabetes karena tidak
adekuatnya produksi insulin, karbohidrat tidak dapat dipakai sebagai bahan bakar
penghasil energi, kemudian lemak dimobilisir untuk energi yang proses oksidasinya

www.duniaaskep.com                                                                         Page 1
                                     ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012

tidak lengkap, akan menghasilkan ketone bodies (acetone, acid diacetid, oxybatyric
acid) terjadi penumpukan keton bodies siap di ekskresi ke dalam urine, tetapi di dalam
ekresi akan menyebabkan gangguan keseimbangan cairan yang menyebabkan acidosis
dengan karakteristik.


GEJALA
Pada timbul dibetes mellitus ada rasa haus, penurunan berat badan, kencing banyak, lesu
dan ngompol waktu malam. Gejala – gejala ini mampak selama beberapa minggu.
Ketoasidosis yang nampak pada anak harus diperlakukan sebagai keadaan gawat dan
anak harus dirawat dirumah sakit.
Insulin komponen tunggal berisi porsin murni (misalnya Actrapid MC atau Leo Neutral)
diberikan melalui infus pelan menggunakan pompa infus yang memberikan 2,5 atau 5
unit perjam secara teratur tergantung usia anak. NaCl 0,9  diberikan secara
intravena sampai gula darah mendekati harga normal (11 mmo1/1) kemudian diganti
dengan NaCl 0,45 % ditambah Dekstrosa 5 %. Natrium bikarbonat dan garam kalium
ditambahkan bila perlu.
Pada penyembuhan secara bertahap diberikan diet yang sesuai tergantung usia anak.
Insulin diberikan sesuai hasil pemeriksaan air kencing sebelum makan. Dalam waktu
singkat anak makan seperti biasa dan dapat dimulai dengan insulin “ long acting “
sebagai pengobatan pemeliharaan.
Rapitard MC (Novo) 1 atau 2 kali sehari atau gabungan seperti :
Monotard MC (Novo) + Actrapid MC (Novo) pagi hari atau
Leo Retard + Leo Neutral pada pagi hari
Anak usia 6 tahun keatas dapat diajar memakai insulinnya dengan pengawasan ibunya.
Tempat suntikan dipindah setiap hari dari depan / sisi lateral pada mengikuti pola
tertentu. Mereka harus memeriksa air kencing mereka setengah jam sebelum makan.
Kandung kencing harus dikosongkan setengah jam sebelum mendapatkan bahan
pemeriksaan yang menggambarkan glukosa darah waktu itu.
Glukose merupakan sumberenergi utama untuk sel. Insulin merupakan fasilitas
peningkatan glukosa intravaskuler melalui muskulus dari cell lemak, memfasititasi
penyimpanan glukosa menjadi glikogen didalam liver dan sel muskulus dan secara tidak
langsung mencegah metabolisme lemak, kekurangan insulin berperan penting terjadinya
hyperglikemia karena glucosa intravascular tidak akan masuk ke dalam sel. Lever
merespon kekurangan glukosa intraselluler melalui glukoncogenesis dan glyconolysis
dan lebih lanjut akan memperberat hyperglikemia. Hyperglikemia menyebabkan
diuresis osmotic yang berlanjut kehilangan cairan ekektrolit dan rata – rata akan terjadi
dehidrasi.

www.duniaaskep.com                                                                          Page 2
                                     ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012

Ketidakmampuan glukosa masuk ke sell, memacu katabolise di proses katabolisme
tubuh menggunakan lemak dan protein sebagai energi dan walaupun intake makanan
meningkat terjadi penurunan berat badan. Ketika lemak digunakan sebagai energi, liver
merubah peningkatan lemak bebas didalam darah menjadi ketone bodies. Penumpukan
sirkulasi akumulasi keton bodies akan mempengaruhi PH darah yang akan
mempengaruhi ketoacidasi. Selama acidosis potassium (kalium) tubuh menurun secara
signifikan. Tanda – tanda kenaikan aceton dan ketoacid ialah pernafasan berbau buah –
buahan, kussmaul, nyeri abdominal, muntah. Saat terjadi muntah cairan banyak keluar
dan terjadi gangguan keseimbangan dan diperlukan peningkatan intake, dan kondisi
anak dapat lebih cepat memburuk.
Anak dengan diabetes dengan riwayat poliuri, polidipsi, poliphagia dan penurunan berat
badan, banyak yang mengalami ketoacidosis. Anak dengan diabetes ketoacidosis dengan
tanda – tanda klasik dan hyperglikemia (glokusa darah lebih dari 300 mg / dl),
ketonemia, acidosis / PH < 7.30, bicarbnat < 15 mEq / 1, glucosuria, ketonuria.
Fokus treatment anak dengan diabetes keseimbangan metabolisme. Treatment jangka
panjang berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal
dan memberi tekanan tidak bergantung dan mengurangi efek psychososial. Treatment
termasuk pendidikan anak dan keluarga untuk monitoring glukosa, pemberian insulin,
diet, exercise, management, hyperglydemia dan hypoglikemia.


DIAGNOSIS
Hati – hati obsevasi gejala / tanda di dalam anggota keluarga yang mempunyai riwayat
Diabetes, misalnya frekwensi BAK, rasa haus, kehilangan berat badan dan yang
merupakan reseko tinggi diharapkan untuk secara rutin periksa, dengan finger
stickglucose monitoring atau test glicosuria apabila level glukosa darah > 200 mg / dl
atau glycosuria, dan adanya tanda poliuria dan penurunan berat badan, polipagia.
Walaupun test toleransi glukosa dapat menggambarkan Diabetes pada dewasa, tidak
dapat digunakan untuk anak – anak. Test oral glukosa toleransi sering tidak cocok /
mendapatkan sukses pada anak karena mereka memuntahkan glukosa padat / pekata
yang seharusnya ditelan.
Treatment untuk anak diabetes melibatkan keluarga anak dan tim kesehatan (perawat,
gizi, dokter). Setelah anak terdiagnosa Diabetes, untuk beberapa waktu akan masuk
rumah sakit, sampai keadaan stabil dibawah supervisor. Untuk beberapa saat perawat
harus memahami perasaan emosi klien.
Reaksi insulin yaitu shock. Hipoglikemia, karena kebanyakan insulin akan
mengakibatkan kecepatan metabolisme glukosa di dalam tubuh, saat terjadi perubahan
di dalam tubuh yang seharusnya dengan syarat, kesembronoan dalam diet, kesalahan

www.duniaaskep.com                                                                       Page 3
                                     ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012

dalam pengukuran insulin atau berlebihan exercise karena Diabetes pada anak mudah
labil. Tanda hypoglikemia irritabilitas, diaphoresis, mengantuk, perubahan tingkat
kesadaran. Tanda hyperglikemia : polipagia, poliuri, membran mucosa kering, letargi,
perubahan tingkat kesadaran.
Pada anak – anak reaksi insulin sering terjadi lebih pagi, oleh karena itu dibutuhkan
observasi lebih dini selama malam hari ( setiap 2 jam ). Oleh karena itu monitoring
glukosa darah harus dilakukan lebih pagi khususnya bila di Rumah Sakit.
Teatment bila terjadi reaksi insulin, anak diberikan gula, permen, orenge juice atau salah
produk yang digunakan untuk penanganan emergency lalu konsultasi dokter bila anak
tidak dapat peroral, dapat diberikan glikogen subcutan untuk meningkatkan glukosa
darah. Glukogon adalah hormon yang dihasilkan oleh sel beta di pancreas, dimana
peninggian kadar glukosa darah akan membebaskan insulin ( pada normalnya orang )
tetapi glukosa darah menurun statimulasi pembebasan glikogen. Pembebasan glukoge di
dalam darah akan meningkatkan penghancuran glukogen dihati dan glukosa dihasilkan.


ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian :
Penurunan berat badan
Appetiti
Polydipsia
Dehidrasi
Irritablity
Kelemahan
Tinggi badan, berat badan
Kelembaban kulit
Turgor
Tanda – tanda vital
Kolekting urine spesimen
Gukosa darah meningkat
Perkembangan anak usia sekolah.




Psikososial :
Dapat menyelesaikan tugas – tugasnya sampai menghasilkan sesuatu
Belajar bersaing dan koperatif dengan orang lain


Psikoseksual :

www.duniaaskep.com                                                                           Page 4
                                           ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012

     Berorentasi pada sosial, kelompok bermain
     Mulai berkembang intelektual dan socsal


     Intelektual :
     Mulai berpikir logis, terarah, dapat mengelompokkan fakta –fakta berfikir abstrak
     Mengatasi masalah secara nyata dan sistematis.


     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.   Resiko injuri berhubungan dengan kekurangan insulin
2.   Tidak efektifnya koping keluarga ; kompromi berhubungan dengan perawatan rumah
     dalam mencegah hypo dan hyperglikemia
3.   Ketakutan anak berhubungan dengan pemberian insulin
4.   Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari berhubungan dengan, penurunan
     produksi insulin
5.   Resiko infeksi berhubungan dengan gangguan sirkulasi / sensori
6.   Kecemasan anak / keluarga berhubungan dengan diagnosis diabetes dan komplikasi
7.   Gangguan selfesteem berhubungan dengan penyakit kronik dan ketergantungan insulin


     PERENCANAAN DAN IDENTIFIKASI OUT COME
     Tujuan secara garis besarnya adalah :
     Mencegah injuri dan infeksi
     Eliminir ketakutan saat pemberian insulin
     Maintenance nutrisi yang adekuat
     Self konsep yang positif
     Tidak bergantung
     Untuk keluarga menjaga agar anak tidak terjadi hipoglikemia, pemberian insulin nutrisi
     untuk anak
     Untuk anak agar dapat belajar merawat diabet supaya terhindar dari komplikasi.




     Mencegah injuri
     Monitoring level glukosa darah; 2 kali sehari, sebelum makan pagi dan makan malam
     Membantu expresikan perasaan ketakutan saat dilakukan test glukosa darah ( finger
     stick )
     Fase sekolah ; Industri  tertarik dengan informasi agar anak kooperatif
     Monitor tanda – tanda hiperglikemia

     www.duniaaskep.com                                                                       Page 5
                                     ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012



Meningkatkan       koping    keluarga     dalam     manajemen       hypoglikemia     dan
hyperglikemia
Pendidikan / HE tentang tanda – tanda hypoglikemia dan hyperglikemia dan bagaimana
penanganan seperlunya untuk mengatasi
Cara penanganan apabila gula darah < 60 mg/dl, juice, gula, soda non diet, apabila
glukosa tidak dicek beri karbohidrat simple apabila ada tanda hipoglikemia
Apabila anak mendapat therapi glukagon atau dextrose dari dokter, ajari bagaimana
pemberian glukagon secara intra muscular
Anjurkan anak membawa bekal dan dimakan apabila ada tanda – tanda hipoglikemia
(bekalnya karbohidrat complex misalnya cake, crakers, roti, kacang dan sebagainya )
Catat pola terjadinya hipoglikemia dan buat jadwal rencana pengambilan keputusan agar
tidak terjadi hipoglikemia
Apabila anak mengalami sakit ( panas, infeksi, muntah, mual, tidak mau makan )
hubungi dokter
Ajari cara pemberian insulin secara subcutan


Memastikan tepat dan adekuatnya nutrisi
Melibatkan anak dalam rencana pemberian nutrisi
Membantu anak agar ikut terlibat dalam program diet
Apabila anak akan pulang terlambat untuk makan siamg dianjurkan membawa makanan
karbohidrat komplek
Anjurkan anak agar dapat bagaimana mengatasi makan di sekolah dan lingkungan sosial


Mencegah infeksi dan kerusakan kulit
Ajarkan cara mengobservasi, tentukan kulit setiap hari ( setelah mandi ) biasanya yang
mudah mengalami kerusakan pada lipatan – lipatan ( axilla, paha )
Perhatikan penggunaan sepatu yang baik
Observasi kedua kaki untuk pecah –pecah, potong kuku sesuai garis, gunakan kaos kaki
yang bersih dan jangan tidak menggunakan pengalas kaki
Infeksi yang sering adalah sistem urinary dan sistem respirasi atas ajarkan mengenal
tanda – tanda infeksi urinary ; gatal, rasa panas pada sistem urinary bila terjadi hubungi
dokter


Mengurangi kecemasan anak dan keluarga
Anjurkan kepada anak dan keluarga untuk mengungkapkan perasaannya ( rasa bersalah,
marah, penolakan )

www.duniaaskep.com                                                                           Page 6
                                     ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012

Anjurkan banyak membaca untuk menambah pemahaman tentang penyakitnya
Berikan informasi yang jujur dan jelas


Meningkatkan self care dan self esteem yang positif
Anjurkan untuk saling mengunjungi antar anak yang sakit
Menjelaskan bahwa anak diabetes dapat melakukan aktifitas yang sama seperti anak
lainnya


EVALUASI
Anak tidak mendapat injuri
Anak dan keluarga dapat menunjukkan cara penanganan hypoglikemia dan
hyperglikemia
Anak dan keluarga dapat menunjukkan cara pemberian insulin
Anak dan keluarga dapat menunjukkan nutrisi yang dibutuhkan
Anak tidak mendapatkan kulit yang rusak atau infeksi
Anak dan keluarga dapat menunjukkan perawatan dirumah untuk jangka panjang
Anak dan keluarga dapat menunjukkan sikap positif didalam segala kondisi




www.duniaaskep.com                                                                 Page 7
                                     ASUHAN KEPERAWATAN DM 2012

                               KEPUSTAKAAN




Dr. Sidhartani Zain. (1981), Ilmu Kesehatan      Anak Untuk Perawat, Ikip
           Semarang, Semarang.


Dr.   Sidhartani   Zain.   (1991),   Penatalaksanaan   Kegawatan   Neonatus,
           Universitas Diponegoro Semarang, Semarang.


Marilynn. E. Doenges, (2000). Rencana Asuhan Keperawatan. EGC. Jakarta.




www.duniaaskep.com                                                             Page 8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:78
posted:10/5/2012
language:Indonesian
pages:8