ASKEP ANAK DENGUE HEMORAGHIC FEVER by HeruApriyani

VIEWS: 89 PAGES: 9

									                               ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
                ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DHF



A. Pengertian

   DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh Arbovirus ( arthro podborn virus ) dan

   ditularkan melalui gigitan nyamuk AEDES ( AEDES ALBOPICTUS dan AEDES

   AEGEPTY )



B. Penyebab

   Penyebab DHF adalah Arbovirus ( Arthropodborn Virus ) melalui gigitan nyamuk Aedes

   ( Aedes Albopictus dn Aedes Aegepty )



C. Tanda dan gejala

   Tanda dan gejala penyakit DHF adalah :

   -   Meningkatnya suhu tubuh

   -   Nyeri pada otot seluruh tubuh

   -   Suara serak

   -   Batuk

   -   Epistaksis

   -   Disuria

   -   Nafsu makan menurun

   -   Muntah

   -   Ptekie

   -   Ekimosis

   -   Perdarahan gusi

   -   Muntah darah



www.duniaaskep.com                                                             Page 1
                                ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
   -   Hematuria masih

   -   Melena



D. Klasifikasi DHF menurut WHO

   Derajat I

   Demam disertai gejala tidak khas, terdapat manifestasi perdarahan ( uju tourniquet positif

   )



   Derajat II

   Derajat I ditambah gejala perdarahan spontan dikulit dan perdarahan lain.



   Derajat III

   Kegagalan sirkulasi darah, nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menurun ( 20 mmhg, kulit

   dingin, lembab, gelisah, hipotensi )



   Derajat IV

   Nadi tak teraba, tekanan darah tak dapat diukur



   Pemeriksaan Diagnostik

   -   Darah Lengkap = Hemokonsentrasi ( Hemaokrit meningkat 20 % atau lebih )

       Thrombocitopeni ( 100. 000/ mm3 atau kurang )

   -   Serologi = Uji HI ( hemaaglutinaion Inhibition Test )

   -   Rontgen Thorac = Effusi Pleura




www.duniaaskep.com                                                                     Page 2
                                            ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
    E. Pathways



                                       Virus Dengue



                                       Viremia




     Hipertherm                      Hepatomegali          Depresi                Permebilitas
     i                                                 Sum – sum tulang             kapiler
                                                                                   meningkat

                                                         Manifestasi
-    Anoreksia                                           perdarahan             Permebilitas
-    Muntah                                                                   kapiler meningkat

                                                       Kehilangan plasma

Perubahan                   Resti
                            Kekurangan                 Hipovolemia
Nutrisi       kurang
                            Volume cairan                                  Resiko tjd            Efusi pleura
dari kebutuhan                                                             perdarahan            Ascites
                                                        Resiko syok                              Hemokonsntrasi
                                                        hipovolemia


                                                                                Perubahan perfusi
                                                           Syok
                                                                                jaringan perifer

                                                          Kematian




    F. Penatalaksanaan

               Medik

                A. DHF tanpa Renjatan

                -      Beri minum banyak ( 1 ½ - 2 Liter / hari )

                -      Obat anti piretik, untuk menurunkan panas, dapat juga dilakukan kompres

                -      Jika kejang maka dapat diberi luminal ( antionvulsan ) untuk anak <1th dosis 50

                       mg Im dan untuk anak >1th 75 mg Im. Jika 15 menit kejang belum teratasi , beri




    www.duniaaskep.com                                                                                 Page 3
                                ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
           lagi luminal dengan dosis 3mg / kb BB ( anak <1th dan pada anak >1th diberikan

           5 mg/ kg BB.

       -   Berikan infus jika terus muntah dan hematokrit meningkat



       B. DHF dengan Renjatan

       -   Pasang infus RL

       -   Jika dengan infus tidak ada respon maka berikan plasma expander ( 20 – 30 ml/

           kg BB )

       -   Tranfusi jika Hb dan Ht turun

      Keperawatan

   1. Pengawasan tanda – tanda Vital secara kontinue tiap jam

       -   Pemeriksaan Hb, Ht, Trombocyt tiap 4 Jam

       -   Observasi intik output

       -   Pada pasienDHF derajat I : Pasien diistirahatkan, observasi tanda vital tiap 3 jam

           , periksa Hb, Ht, Thrombosit tiap 4 jam beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari,

           beri kompres

       -   Pada pasien DHF derajat II : pengawasan tanda vital, pemeriksaan Hb, Ht,

           Thrombocyt, perhatikan gejala seperti nadi lemah, kecil dan cepat, tekanan darah

           menurun, anuria dan sakit perut, beri infus.

       -   Pada pasien DHF derajat III : Infus guyur, posisi semi fowler, beri o2

           pengawasan tanda – tanda vital tiap 15 menit, pasang cateter, obsrvasi productie

           urin tiap jam, periksa Hb, Ht dan thrombocyt.



   2. Resiko Perdarahan

       -   Obsevasi perdarahan : Pteckie, Epistaksis, Hematomesis dan melena



www.duniaaskep.com                                                                     Page 4
                                ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
      -    Catat banyak, warna dari perdarahan

      -    Pasang NGT pada pasien dengan perdarahan tractus Gastro Intestinal



   3. Peningkatan suhu tubuh

       -   Observasi / Ukur suhu tubuh secara periodik

       -   Beri minum banyak

       -   Berikan kompres




F. Asuhan Keperawatan pada pasien DHF

      Pengkajian

      -    Kaji riwayat Keperawatan

      -    Kaji adanya peningkatan suhu tubuh, tanda perdarahan , mual muntah, tidak nafsu

           makan, nyeri ulu hai, nyeri otot dan tanda – tanda renjatan ( denyut nadi cepat

           dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab, terutama pada ekstremitas,

           sianosis, gelisah, penurunan kesadaran )



      Diagnose Keperawatan

      1. Kekurangan Volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas

           kapiler , perdarahan, muntah, dan demam

      2. Perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan perdarahan

      3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual,

           muntah, tidak ada nafsu makan

      4. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksivirus



www.duniaaskep.com                                                                  Page 5
                                ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
      5. Perubahan proses proses keluarga berhubungan dengan kondisi anak



      Perencanaan

      1. Anak menunjukkan tanda – tanda terpenuhinya kebutuhan cairan

      2. Anak menunjukkan tanda – tanda perfusi jaringan perifer yang adekwat

      3. Anak menunjukkan tanda – tanda vital dalam batas normal

      4. Keluarga menunjukkan kekoping yang adaptif

      Implementasi

      1. Mencegah terjadinya kekurangan volume cairan

          -   Mengobservasi tanda – tanda vital paling sedikit setiap 4 jam

          -   Monitor tanda – tanda meningkatnya kekurangan cairan : turgor tidak elastis,

              ubun – ubun cekung, produktie urin menurun

          -   Mengobservasi dan mencatat intake dan output

          -   Memberikan hidrasi yang adekwat sesuai dengan kebutuhan tubuh

          -   Memonitor nilai laboratorium : elektrolit / darah BJ urin , serum tubuh

          -   Mempertahankan intake dan output yang adekwat

          -   Memonitor dan mencatat berat badan

          -   Memonitor pemberian cairan melalui intravena setiap jam

          -   Mengurangi kehilangan cairan yang tidak telihat ( insesible water loss / IWL )



      2. Perfusi jaringan Adekwat

          -   Mengkaji dan mencatat tanda – tanda Vital ( kualitas dan Frekwensi denyut

              nadi, tekanan darah , Cappilary Refill )

          -   Mengkaji dan mencatat sirkulasi pada ektremitas ( suhu , kelembaban dan

              warna )



www.duniaaskep.com                                                                      Page 6
                                 ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
          -   Menilai kemungkinan terjadinya kematian aringan pada ekstremitas seperti

              dingin , neri , pembengkakan kaki )



      3. Kebutuhan nutrisi adekwat

          -   Ijinka anak memakan makanan yang dapa ditoleransi anak. Rencanakan untuk

              memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak meningkat.

          -   Berikan makanan yang disertai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan

              kualitas intake nutrisi

          -   Menganjurkan kepada orang tua untuk memberikan makanan dengan teknik

              porsi kecil tetapi sering

          -   Menimbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama dan dengan skala

              yang sama

          -   Mempertahankan kebersihan mulut pasien

          -   Menjelaskan pentingnya intake nutirisi yang adekwat untuk penyembuhan

              penyakit



      4. Mempertahankan suhu tubuh normal

          -   Ukur tanda – tanda vital suhu tubuh

          -   Ajarkan keluarga dala pengukuran suhu

          -   Lakukan “ tepid sponge” ( seka ) dengan air biasa

          -   Tingkatkan intake cairan

          -   Berikan terapi untuk menurunkan suhu

      5. Mensupport koping keluarga Adaptif

          -   mengkaji perasaan dn persepsi orang tua atau anggota keluarga terhadap

              situasi yang penuh stress



www.duniaaskep.com                                                               Page 7
                                 ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
           -   Ijinkan orang tua dan keluarga untuk memberikan respon secara panjang lebar

               dan identifikasi faktor yang paling mencmaskan keluarga

           -   Identifikasikan   koping   yang   biasa      digunakan   dn   seberapa   besar

               keberhasilannya dalam mengatasi keadaan



G. Pencegahan DHF

  Menghindari atau mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegepty dengan cara:

       -   Rumah selalu terang

       -   Tidak menggantung pakaian

       -   Bak / tempat penampungan air sering dibersihkan dan diganti airnya minimal 4

           hari sekali

       -   Kubur barang – barang bekas yang memungkinkan sebagai tempat terkumpulnya

           air hujan

       -   Tutup tempat penampungan air

   Perencanaan pemulangan dan PEN KES

   -   Berikan informasi tentang kebutuhan melakukan aktifitas sesuai dengan tingkat

       perkembangan dan kondisi fisik anak

   -   Jelaskan terapi yang diberikan, dosis efek samping

   -   Menjelaskan gejala – gejala kekambuhan penyakit dan hal yang harus dilakukan

       untuk mengatasi gejala

   -   Tekankan untuk melakukan kontrol sesuai waktu yang ditentukan




www.duniaaskep.com                                                                      Page 8
                               ASUHAN KEPERAWATAN DHF 2012
                                 DAFTAR PUSTAKA

Buku ajar IKA infeksi dan penyakit tropis IDAI Edisi I. Editor : Sumarmo, S Purwo Sudomo,

     Harry Gama, Sri rejeki Bag IKA FKUI jkt 2002.

Christantie, Effendy. SKp, Perawatan Pasien DHF. Jakarta, EGC, 1995

Prinsip – Prinsip Keperawatan Nancy Roper hal 269 – 267




www.duniaaskep.com                                                                 Page 9

								
To top