Docstoc

ASKEP ANAK ASMA BRONKIAL

Document Sample
ASKEP ANAK ASMA BRONKIAL Powered By Docstoc
					               ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
           ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK PRA SEKOLAH DENGAN
                                     ASMA BRONKIAL


Definisi

Asma disebut juga sebagai reactive air way disease (RAD), adalah suatu penyakit obstruksi pada
jalan nafas secara riversibel yang ditandai dengan bronchospasme, inflamasi dan peningkatan
sekresi jalan napas terhadap berbagai stimulan.


Pembagian asma pada anak.
1.   Asma episode yang jarang.
     Biasanya terdapat pada anak umur 3 – 8 tahun. Serangan umumnya dicetuskan oleh infeksi
     virus saluran nafas bagian atas. Banyaknya serangan 3 – 4 kali dalam 1 tahun. Lamanya
     serangan dapat beberapa hari, jarang merupakan serangan yang berat.
     Gejala yang timbul lebih menonjol pada malam hari. Mengi dapat berlangsung kurang dari
     3-4 hari, sedang batuk-batuknya dapat berlangsung 10 – 14 hari. Manifestasi alergi lainya
     misalnya, eksim jarang terdapat pada golongan ini. Tumbuh kembang anak biasanya baik,
     diluar serang tidak ditemukan kelainan. Waktu remisi berminggu-minggu sampai berbulan-
     bulan. Golongan ini merupakan 70 – 75 % dari populasi asma anak.


2.   Asma episode yang sering.
     Pada 2/3 golongan ini serangan pertama terjadi pada umur sebelum 3 tahun. Pada
     permulaan, serangan berhubungan dengan infeksi saluran nafas akut. Pada umur 5 – 6 tahun
     dapat terjadi serangan tanpa infeksi yang jelas. Biasanya orang tua menghubungkan dengan
     perubahan udara, adanya alergen, aktivitas fisik dan stress. Banyak yang tidak jelas
     pencetusya. Frekwensi serangan 3 – 4 kali dalam 1 tahun, tiap serangan beberapa hari
     sampai beberapa minggu. Frekwensi serangan paling tinggi pada umur 8 – 13 tahun. Pad
     golongan lanjut   kadang-kadang sukar dibedakan dengan golongan asma kronik ataui
     persisten. Umumnya gejala paling jelek terjadi pada malam hari dengan batuk dan mengi
     yang akan mengganggu tidurnya. Pemeriksaan fisik di luar serangan tergantung frekwensi
     serangan. Jika waktu serangan lebih dari 1 – 2 minggu, biasanya tidak ditemukan kelainan
     fisik. Hay Fever dapat ditemukan pada golongan asma kronik atau persisten. Gangguan
     pertumbuhan jarang terjadi . Golongan ini merupakan 2-0 % dari populasi asma pada anak.


3.   Asma kronik atau persisten.
     Pada 25 % anak golongan ini serangan pertama terjadi sebelum umur 6 bulan; 75 %
     sebelum umur 3 tahun. Pada lebih adari 50 % anak terdpat mengi yang lama pada dua tahun
     pertama, dan 50 % sisanya serangannya episodik. Pada umur 5 – 6 tahun akan lebih jelas
www.duniaaskep.com                                                                     Page 1
                ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
     terjadinya obstruksi saluran nafas yang persisten dan hampir selalu terdapat mengi setiap
     hari; malam hari terganggu oleh batuk dan mengi. Aktivitas fisik sering menyebabkan
     mengi. Dari waktui ke waktu terjadiserangan yang berat dan sering memerlukan perawatan
     di rumah sakit.
     Terdapat juga gologan yang jarang mengalami serangan berat, hanya sesak sedikit dan
     mengisepanjang waaktu. Biasanya setelah mendapatkan penangan anak dan orang tua baru
     menyadari mengenai asma pada anak dan masalahnya. Obstruksi jalan nafas mencapai
     puncakya pada umur 8 – 14 tahun, baru kemudian terjadi perubahan, biasanya perbaikan.
     Pada umur dewasa muda 50 % golongan ini tetap menderita asma persisten atau sering.
     Jarang yang betul-betul bebas mengi pada umur dewasa muda. Pada pemeriksaan fisik
     jarang yang normal; dapat terjadi perubahan bentuk thoraks seperti dada burung (Pigeon
     Chest), Barrel Chest dan terdapat sulkus Harison. Pada golongan ini dapat terjadi gangguan
     pertumbuhan yakni, bertubuh kecil. Kemampuan aktivitas fisik kurangsekali, sering tidak
     dapat melakukan olah raga dan kegiatan lainya. Juga sering tidak masuk sekolah hingga
     prestasi belajar terganggu. Sebagian kecil ada mengalami gangguan psiko sosial.


Pencetus:
1.   Alergen.
     tor allergi dianggap mempunyai peranan pad sebgian besar anak dengan asma. Disamping
     itu hiper reaktivitas saluran nafas juga merupakan faktor yang penting. Bila tingkat hiper
     reaktivitas bronchus tinggi, diperlukan jumlah allergen yang sedikit dansebaliknya jika
     hiper reaktivitas rendah diperlukan jumlah antigen yang lebih tinggi untuk menimbulkan
     serangan asma.
     Sensitisasi tergantung pada lama dan intnsitas hubungan dengan bahan alergen berhubungan
     dengan umur. Bayidan anak kecil sering berhubungan dengan sisi dari debu rumah,
     misalnya tungau, serpih atau bulu binatang, spora jamur yang terdapat di rumah. Dengan
     bertambahnya umur makin banyak jenis allergen pencetusnya. Asma karena makanan
     sering terjadi pada bayi dan anak kecil.




2.   Infeksi.
     Biasanya infeksi virus, terutama pada bayi dan anak. Virus yang menyebabkan ialah
     respiratory syncytial virus (RSV) dan virus para influenza. Kadang-kadang karena bakteri
     misalnya; pertusis dan streptokokus, jamur, misalnya Aspergillus dan parasit seperti
     Askaris.



www.duniaaskep.com                                                                      Page 2
                    ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
3.   Iritan.
         Hair spray, minyak wangi, semprot nyamuk, asap rokok, bau tajam dari cat, SO2 dan
         polutan udara lainya dapat memacu serangan asma. Iritasi hidung dan batuksendiri dapat
         menimbulkan refleks bronkokonstriksi.


4.   Cuaca.
         Perubahan tekanan udara, perubahan suhu udara, angin dan kelembaban udara berhubungan
         dengan percepatan dan terjadinya serangan asma


5.   Kegiatan jasmani
         Kegiatan jasmani berat, misalnya berlari atau naik sepeda dapat memicu serangan asma.
         Bahkan tertawa dan menangis yang berlebihan dapat merupakan pencetus. Pasien dengan
         faal paru di bawah optimal amat rentan terhadap kegiatan jasmani.


6.   Infeksi saluran nafas.
         Infeksi virus pada sinus, baik sinusitis akut maupun kronis dapat memudahkan terjadinya
         sma pada anak. Rinitis alergika dapat memberatkan asma melalui mekanisme iritasi atau
         refleks.
7.   Faktor psikis.
         Faktor psikis merupakan pencetus yang tidak boleh diabaikan dan sangat kompleks. Tidak
         adanya perhatian dan / atau tidak mau mengakui persolan yang berhubungan dengan asma
         oleh anak sendiri / keluarganya akan menggagalkan usaha pencegahan. Sebaliknya terlalu
         takut terhadap adanya serangan atau hari depan anak juga dapat memperberat serangan
         asma.
         Serangan asma dapat timbul disebabkan berbagai pencetus bersamaan misalnya pada anak
         dengan pencetus alergen sering disertai pencetus non allergen yang dapat mempercepat dan
         memperburuk serangan. Faktor pencetus adalah alergen dan infeksi; diduga infeksi virus
         memperkuat reaksi pencetus alergenik maupun non alergenik. Serangan dapat terjadi pada
         seorang anak setelah mendapat infrksi virus pada saluran nafas atas kemudian berlari-lari
         pada udara dingin.

Patofisiologi

          Asma pada anak terjadi adanya penyempitan pada jalan nafas dan hiperaktif dengan
           respon terhadap bahan iritasi dan stimulus lain.

          Dengan adanya bahan iritasi atau allergen otot-otot bronkus menjadi spasme dan zat
           antibodi tubuh muncul (immunoglobulin E atau IgE) dengan adanya alergi. IgE di
           muculkan pada reseptor sel mast dan akibat ikatan IgE dan antigen menyebabkan

www.duniaaskep.com                                                                         Page 3
                 ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
          pengeluaran histamin dan zat mediator lainnya. Mediator tersebut akan memberikan
          gejala asthma.

         Respon astma terjadi dalam tiga tahap : pertama tahap immediate yang ditandai dengan
          bronkokontriksi (1-2 jam); tahap delayed dimana brokokontriksi dapat berulang dalam 4-
          6 jam dan terus-menerus 2-5 jam lebih lama ; tahap late yang ditandai dengan peradangan
          dan hiperresponsif jalan nafas beberapa minggu atau bulan.

         Asma juga dapat terjadi faktor pencetusnya karena latihan, kecemasan, dan udara dingin.

         Selama serangan asthmatik, bronkiulus menjadi meradang dan peningkatan sekresi
          mukus. Hal ini menyebabkan lumen jalan nafas menjadi bengkak, kemudian
          meningkatkan resistensi jalan nafas dan dapat menimbulkan distres pernafasan

           Anak yang mengalami astma mudah untuk inhalasi dan sukar dalam ekshalasi karena
            edema pada jalan nafas.Dan ini menyebabkan hiperinflasi pada alveoli dan perubahan
          pertukaran gas.Jalan nafas menjadi obstruksi yang kemudian tidak adekuat ventilasi dan
           saturasi 02, sehingga terjadi penurunan P02 (hipoxia).Selama serangan astmatikus, CO2
          tertahan dengan meningkatnya resistensi jalan nafas selama ekspirasi, dan menyebabkan
           acidosis respiratory dan hypercapnea. Kemudian sistem pernafasan akan mengadakan
              kompensasi dengan meningkatkan pernafasan (tachypnea), kompensasi tersebut
                 menimbulkan hiperventilasi dan dapat menurunkan kadar CO2 dalam darah
                                               (hypocapnea).




www.duniaaskep.com                                                                         Page 4
                      ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
                      Alergen, Infeksi, Exercise (Stimulus Imunologik dan Non Imunologik)




                  Merangsang sel B untuk membentuk IgE dengan bantuan sel T helper



                 IgE diikat oleh sel mastosit melalui reseptor FC yang ada di jalan napas



Apabila tubuh terpajan ulang dengan antigen yang sama, maka antigen tersebut akan diikat oleh
                                 IgE yang sudah ada pada permukaan mastosit



 Akibat ikatan antigen-IgE, mastosit mengalami degranulasi dan melepaskan mediator radang
                                                  (histamin)



                               Peningkatan permeabilitas kapiler (edema bronkus)
                                 Peningkatan produksi mukus (sumbatan sekret)
               Kontraksi otot polos secara langsung atau melalui persarafan simpatis (N.X)



                                          Hiperresponsif jalan napas



                                                    Asma



          Gangguan pertukaran gas, tidak efektif bersihan jalan nafas, dan tidak efektif pola nafas
           berhubungan dengan bronkospasme, edema mukosa dan meningkatnya produksi sekret.
                           Fatigue berhubungan dengan hypoxia meningkatnya usaha nafas.
                         Kecemasan berhubungan dengan hospitalisasi dan distress pernafasan
              Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan meningkatnya pernafasan dan
                                              menurunnya intake cairan
                            Perubahan proses keluarga berhubungan dengan kondisi kronik
                Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit dan pengobatan.




www.duniaaskep.com                                                                             Page 5
                 ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
Komplikasi

      Mengancam pada gangguan keseimbangan asam basa dan gagal nafas
      Chronik persistent bronchitis
      Bronchiolitis
      Pneumonia
      Emphysema.


Etiologi

      Faktor ekstrinsik :reaksi antigen- antibodi; karena inhalasi alergen (debu,
       serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang).
      Faktor        intrinsik;    infeksi         :   para     influenza        virus,
       pneumonia,Mycoplasma..Kemudian dari fisik; cuaca dingin, perubahan
       temperatur. Iritan; kimia.Polusi udara (CO, asap rokok, parfum). Emosional;
       takut, cemas, dan tegang. Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor
       pencetus.


Manifestasi klinis

      Auskultasi :Wheezing, ronki kering musikal, ronki basah sedang.
      Dyspnea dengan lama ekspirasi; penggunaan otot-otot asesori pernafasan,
       cuping hidung, retraksi dada,dan stridor.
      Batuk kering (tidak produktif) karena sekret kental dan lumen jalan nafas
       sempit.
      Tachypnea, orthopnea.
      Diaphoresis
      Nyeri abdomen karena terlibatnya otot abdomen dalam pernafasan.
      Fatigue.
      Tidak toleransi terhadap aktivitas; makan, bermain, berjalan, bahkan bicara.
      Kecemasan, labil dan perubahan tingkat kesadaran.
      Meningkatnya ukuran diameter anteroposterior (barrel chest) akibat ekshalasi
       yang sulit karena udem bronkus sehingga kalau diperkusi hipersonor.
      Serangan yang tiba-tiba atau berangsur.
      Bila serangan hebat : gelisah, berduduk, berkeringat, mungkin sianosis.
      X foto dada : atelektasis tersebar, “Hyperserated”




www.duniaaskep.com                                                                        Page 6
              ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012

Pemeriksaan Diagnostik

      Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik
      Foto rontgen
      Pemeriksaan fungsi paru; menurunnya tidal volume, kapasitas vital, eosinofil
       biasanya meningkat dalam darah dan sputum
      Pemeriksaan alergi
      Pulse oximetri
      Analisa gas darah.


Penatalaksanaan Serangan Asma Akut :

      Oksigen nasal atau masker dan terapi cairan parenteral.
      Adrenalin 0,1- 0,2 ml larutan : 1 : 1000, subkutan. Bila perlu dapat diulang
       setiap 20 menit sampai 3 kali.
      Dilanjutkan atau disertai salah satu obat tersebut di bawah ini (per oral) :
       a.   Golongan Beta 2- agonist untuk mengurangi bronkospasme :
                 Efedrin           : 0,5 – 1 mg/kg/dosis, 3 kali/ 24 jam
                 Salbutamol       : 0,1-0,15 mg/kg/dosis, 3-4 kali/24 jam
                 Terbutalin        : 0,075 mg/kg/dosis, 3-4 kali/ 24 jam
            Efeknya tachycardia, palpitasi, pusing, kepala, mual, disritmia, tremor,
            hipertensi dan insomnia, . Intervensi keperawatan jelaskan pada orang
            tua tentang efek samping obat dan monitor efek samping obat.
       b.   Golongan        Bronkodilator,   untuk    dilatasi     bronkus,        mengurangi
            bronkospasme dan meningkatkan bersihan jalan nafas.
                 Aminofilin : 4 mg/kg/dosis, 3-4 kali/24 jam
                 Teofilin     : 3 mg/kg/dosis, 3-4 kali/24 jam
             Pemberian melalui intravena jangan lebih dari 25 mg per menit.Efek
            samping          tachycardia,       dysrhytmia,           palpitasi,         iritasi
            gastrointistinal,rangsangan      sistem   saraf      pusat;gejala      toxic;sering
            muntah,haus, demam ringan, palpitasi, tinnitis, dan kejang. Intervensi
            keperawatan; atur aliran infus secara ketat, gunakan alat infus khusus
            misalnya infus pump.


       c.   Golongan steroid, untuk mengurangi pembengkakan mukosa bronkus.
            Prednison       : 0,5 – 2 mg/kg/hari, untuk 3 hari (pada serangan hebat).




www.duniaaskep.com                                                                                 Page 7
               ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
ASUHAN KEPERAWATAN


I. PENGKAJIAN

IDENTITAS
     Pada asma episodik yang jarang, biasanya terdapat pada anak umur 3-8
tahun.Biasanya oleh infeksi virus saluran pernapasan bagian atas. Pada asma
episodik yang sering terjadi, biasanya pada umur sebelum 3 tahun, dan berhubungan
dengan infeksi saluran napas akut. Pada umur 5-6 tahun dapat terjadi serangan tanpa
infeksi yang jelas.Biasanya orang tua menghubungkan dengan perubahan cuaca,
adanya alergen, aktivitas fisik dan stres.Pada asma tipe ini frekwensi serangan paling
sering pada umur 8-13 tahun. Asma kronik atau persisten terjadi 75% pada umur
sebeluim 3 tahun.Pada umur 5-6 tahun akan lebih jelas terjadi obstruksi saluran
pernapasan yang persisten dan hampir terdapat mengi setiap hari.Untuk jenis kelamin
tidak ada perbedaan yang jelas antara anak perempuan dan laki-laki.

KELUHAN UTAMA
Batuk-batuk dan sesak napas.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Batuk, bersin, pilek, suara mengi dan sesak napas.

RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU
Anak pernah menderita penyakit yang sama pada usia sebelumnya.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Penyakit ini ada hubungan dengan faktor genetik dari ayah atau ibu, disamping
faktor yang lain.

RIWAYAT KESEHATAN LINGKUNGAN
Bayi dan anak kecil sering berhubungan dengan isi dari debu rumah, misalnya
tungau, serpih atau buluh binatang, spora jamur yang terdapat di rumah, bahan iritan:
minyak wangi, obat semprot nyamuk dan asap rokok dari orang dewasa.Perubahan
suhu udara, angin dan kelembaban udara dapat dihubungkan dengan percepatan
terjadinya serangan asma.




www.duniaaskep.com                                                                       Page 8
                 ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012

RIWAYAT TUMBUH KEMBANG
Tahap pertumbuhan
Pada anak umur lima tahun, perkiraan berat badan dalam kilogram mengikuti patokan
umur 1-6 tahun yaitu umur ( tahun ) x 2 + 8. Tapi ada rata-rata BB pada usia 3 tahun
: 14,6 Kg, pada usia 4 tahun 16,7 kg dan 5 tahun yaitu 18,7 kg. Untuk anak usia pra
sekolah rata – rata pertambahan berat badan 2,3 kg/tahun.Sedangkan untuk perkiraan
tinggi badan dalam senti meter menggunakan patokan umur 2- 12 tahun yaitu umur (
tahun ) x 6 + 77.Tapi ada rata-rata TB pada usia pra sekolah yaitu 3 tahun 95 cm, 4
tahun 103 cm, dan 5 tahun 110 cm. Rata-rata pertambahan TB pada usia ini yaitu 6 –
7,5 cm/tahun.Pada anak usia 4-5 tahun fisik cenderung bertambah tinggi.


Tahap perkembangan.
    Perkembangan psikososial ( Eric Ercson ) : Inisiatif vs rasa bersalah.Anak
     punya insiatif mencari pengalaman baru dan jika anak dimarahi atau diomeli
     maka anak merasa bersalah dan menjadi anak peragu untuk melakukan sesuatu
     percobaan yang menantang ketrampilan motorik dan bahasanya.
    Perkembangan psikosexsual ( Sigmund Freud ) : Berada pada fase oedipal/ falik
     ( 3-5 tahun ).Biasanya senang bermain dengan anak berjenis kelamin
     berbeda.Oedipus komplek ( laki-laki lebih dekat dengan ibunya ) dan Elektra
     komplek ( perempuan lebih dekat ke ayahnya ).
    Perkembangan kognitif ( Piaget ) : Berada pada tahap preoperasional yaitu fase
     preconseptual ( 2- 4 tahun ) dan fase pemikiran intuitive ( 4- 7 tahun ). Pada
     tahap ini kanan-kiri belum sempurna, konsep sebab akibat dan konsep waktu
     belum benar dan magical thinking.
    Perkembangan moral berada pada prekonvensional yaitu mulai melakukan
     kebiasaan prososial : sharing, menolong, melindungi, memberi sesuatu, mencari
     teman dan mulai bisa menjelaskan peraturan- peraturan yang dianut oleh
     keluarga.
    Perkembangan spiritual yaitu mulai mencontoh kegiatan keagamaan dari ortu
     atau guru dan belajar yang benar – salah untuk menghindari hukuman.
    Perkembangan body image yaitu mengenal kata cantik, jelek,pendek-
     tinggi,baik-nakal, bermain sesuai peran jenis kelamin, membandingkan ukuran
     tubuhnya dengan kelompoknya.




www.duniaaskep.com                                                                     Page 9
                 ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
    Perkembangan sosial yaitu berada pada fase “ Individuation – Separation “.
     Dimana sudah bisa mengatasi kecemasannya terutama pada orang yang tak di
     kenal dan sudah bisa mentoleransi perpisahan dari orang tua walaupun dengan
     sedikit atau tidak protes.
    Perkembangan bahasa yaitu vokabularynya meningkat lebih dari 2100 kata pada
     akhir umur 5 tahun. Mulai bisa merangkai 3- 4 kata menjadi kalimat. Sudah bisa
     menamai objek yang familiar seperti binatang, bagian tubuh, dan nama-nama
     temannya. Dapat menerima atau memberikan perintah sederhana.
    Tingkah laku personal sosial yaitu dapat memverbalisasikan permintaannya,
     lebih banyak bergaul, mulai menerima bahwa orang lain mempunyai pemikiran
     juga, dan mulai menyadari bahwa dia mempunyai lingkungan luar.
    Bermain jenis assosiative play yaitu bermain dengan orang lain yang
     mempunyai permainan yang mirip.Berkaitan dengan pertumbuhan fisik dan
     kemampuan motorik halus yaitu melompat, berlari, memanjat,dan bersepeda
     dengan roda tiga.

RIWAYAT IMUNISASI
Anak usia pre sekolah sudah harus mendapat imunisasi lengkap antara lain : BCG,
POLIO I,II, III; DPT I, II, III; dan campak.

RIWAYAT NUTRISI
Kebutuhan kalori 4-6 tahun yaitu 90 kalori/kg/hari.Pembatasan kalori untuk umur 1-6
tahun 900-1300 kalori/hari. Untuk pertambahan berat badan ideal menggunakan
rumus 8 + 2n.
                BBSekarang
Status Gizi                100%
                 BBideal
Klasifikasinya sebagai berikut :
           Gizi buruk kurang dari 60%
           Gizi kurang 60 % - <80 %
           Gizi baik 80 % - 110 %
           Obesitas lebih dari 120 %



DAMPAK HOSPITALISASI
Sumber stressor :
     1.    Perpisahan
           a. Protes : pergi, menendang, menangis
           b. Putus asa : tidak aktif, menarik diri, depresi, regresi


www.duniaaskep.com                                                                    Page 10
                    ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
                c. Menerima : tertarik dengan lingkungan, interaksi
          2.    Kehilangan    kontrol   :   ketergantungan   fisik,    perubahan   rutinitas,
                ketergantungan, ini akan menyebabkan anak malu, bersalah dan takut.
          3.    Perlukaan tubuh : konkrit tentang penyebab sakit.
          4.    Lingkungan baru, memulai sosialisasi lingkungan.



     PEMERIKSAAN FISIK / PENGKAJIAN PERSISTEM
     Sistem Pernapasan / Respirasi
     Sesak, batuk kering (tidak produktif), tachypnea, orthopnea, barrel chest, penggunaan
     otot aksesori pernapasan, Peningkatan PCO2 dan penurunan O2,sianosis, perkusi
     hipersonor, pada auskultasi terdengar wheezing, ronchi basah sedang, ronchi kering
     musikal.
     Sistem Cardiovaskuler
     Diaporesis, tachicardia, dan kelelahan.
     Sistem Persyarafan / neurologi
     Pada serangan yang berat dapat terjadi gangguan kesadaran : gelisah, rewel, cengeng
     → apatis → sopor → coma.
     Sistem perkemihan
     Produksi urin dapat menurun jika intake minum yang kurang akibat sesak nafas.


     Sistem Pencernaan / Gastrointestinal
     Terdapat nyeri tekan pada abdomen, tidak toleransi terhadap makan dan minum,
     mukosa mulut kering.


     Sistem integumen
     Berkeringat akibat usaha pernapasan klien terhadap sesak nafas.


     DIAGNOSA KEPERAWATAN, TUJUAN, KRITERIA HASIL, RENCANA
     INTERVENSI
1.   Gangguan pertukaran gas, tidak efektif bersihan jalan nafas, dan tidak efektif pola
     nafas berhubungan dengan bronkospasme, udem mukosal dan meningkatnya sekret.
          Tujuan         :   Anak menunjukkan pertukaran gas yang normal, bersihan
                             jalan nafas yang efektif dan pola nafas dalam batas normal.
          Kriteria hasil :   PO2 dan CO2 dalam batas nilai normal, tidak sesak nafas,
                             batuk produktif, cianosis tdak ada, tidak ada tachypnea,ronki
                             dan wheesing tidak ada


     www.duniaaskep.com                                                                         Page 11
                      ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
           Intervensi :
     1.   Pertahankan kepatenan jalan nafas; pertahankan support ventilasi bila diperlukan
          ( oksigen 2 ml dengan kanule ).
     2.   Kaji fungsi pernafasan; auskultasi bunyi nafas, kaji kulit setiap 15 menit sampai
          4 jam.
     3.   Berikan oksigen sesuai program dan pantau pulse oximetry.
     4.   Kaji kenyamanan posisi tidur anak.
     5.   Monitor efek samping pengobatan; monitor serum darah;theophyline dan catat
          kemudian laporkan dokter. Normalnya 10-20 ug/ml pada semua usia.
     6.   Berikan cairan yang adekuat per oral atau peranteral
     7.   Pemberian terapi pernafasan; nebulizer, fisioterapi dada, ajarkan batuk dan nafas
          dalam efektif setelah pengobatan dan pengisapan sekret ( suction ).
     8.   Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan pada anak untuk menurunkan
          kecemasan.
     9.   Berikan terapi bermai sesuai usia.


2.   Fatique berhubungan dengan hipoksia dan meningkatnya usaha nafas.
           Tujuan            :   Anak tidak tampak fatigue.
           Kriteria          :   Tidak iritabel, dapat beradaptasi dan aktivitas sesuai dengan
                                 kondisi.
           Intervensi        :
     1.   Kaji tanda dan gejala hypoxia; kegelisahann fatigue, iritabel, tachycardia,
          tachypnea.
     2.   Hindari seringnya melakukan intervensi yang tidak penting yang dapat membuat
          anak lelah, berikan istirahat yang cukup.
     3.   Intrusikan pada orang tua untuk tetap berada didekat anak.
     4.   Berikan kenyamanan fisik; support dengan bantal dan pengaturan posisi.
     5.   Berikan oksigen humidifikasi sesuai program.
     6.   Berikan nebulizer; kemudian pantau bunyi nafas, dan usaha nafas setelah terapi.
     7.   Setelah krisis, ajarkan untuk aktivitas yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan
          dan perkembangan untuk meningkatkan ventilasi,dan memperluas perkembangan
          psikososial.


3.   Kecemasan berhubungan dengan hospitalisasi dan distres pernafasan.
           Tujuan        :   Kecemasan menurun
           Kriteria      :   Anak tenang dan dapat mengekspresikan perasaannya, orang tua
                             merasa tenang dan berpartisipasi dalam perawatan anak.

     www.duniaaskep.com                                                                          Page 12
                       ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
           Intervensi :
     1.   Ajarkan teknik relaksasi; latihan nafas, melibatkan penggunaan bibir dan perut,
          dan ajarkan untuk berimajinasi.
     2.   Pertahankan lingkungan yang tenang ; temani anak, dan berikan support.
     3.   Ajarkan untuk ekspresi perasaan secara verbal
     4.   Berikan terapi bermain sesuai dengan kondisi.
     5.   Informasikan tentang perawatan, pengobatan dan kondisi anak.
     6.   Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan.


4.   Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan meningkatnya pernafasan dan
     menurunnya intake cairan.
           Goal        :   Status hidrasi adekuat
           Kriteria    :   Turgor kulit elastis, membran mukosa lembab, intake cairan
                           sesuai dengan usia dan BB, output urine > 2 ml/ kg per jam.
           Intervensi :
     1.   Monitor intake dan output, mukosa membran, turgor kulit, pengeluaran urin,
          ukur grapitasi urin atau berat jenis urin ( nilai 1.003-1030 ).
     2.   Monitor elektrolit
     3.   Kaji warna sputum, konsistensi dan jumlah
     4.   Pertahankan terapi parenteral bila indikasi, dan monitor kelebihan caiaran
          (overload)
     5.   Berikan intake cairan per oral bila toleran, hati-hati minuman yang dapat
          meningkatkan bronkospasme ( air dingin ).
     6.   Setelah fase akut, ajarkan anak dan orang tua untuk minum 3-8 gelas (750-2000
          ml), tergantung usia dan berat badan.


5.   Perubahan proses keluarga berhubungan dengan kondisi kronik.
           Goal        :   Orang tua mendemonstrasikan koping yang tepat
           Kriteria    :   Mengekspresikan perasaan dan perhatian serta memberikan
                           aktivitas yang sesuai usia atau kondisi dan perkembangan
                           psikososial pada anak.
           Intervensi :
     1.   Berikan kesempatan pada orang tua untuk ekspresi perasaan.
     2.   Kaji mekanisme koping sebelumnya pada waktu stress
     3.   Jelaskan prosedur dan pengobatan yang diberikan
     4.   Informasikan kepada orang tua tentang kondisi anak
     5.   Identifikasi sumber-sumber psikososial keluarga dan finansial.

     www.duniaaskep.com                                                                     Page 13
                      ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
6.   Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit dan pengobatan.
           Goal         :   Orang tua secara verbal memahami proses penyakit dan
                            pengobatan dan mengikuti regimen terapi yang diberikan.
           Kriteria     :   Berpartispasi dalam memberikan perawatan pada anak sesuai
                            dengan program medik atau perawatan.
           Intervensi :
     1.   Kaji pengetahuan anak dan orang tua tentang penyakit, pengobatan dan
          intervensi.
     2.   Bantu untuk mengidentifikasi faktor pencetus.
     3.   Jelaskan tentang emosi dan stres yang dapat menjadi faktor pencetus.
     4.   Jelaskan tentang pentingnya pengobatan; dosis, efek samping, waktu pemberian
          dan pemeriksaan darah.
     5.   Informasikan tanda dan gejala yang harus dilaporkan dan kontrol ulang.
     6.   Informasikan pentingnya program aktivitas dan latihan nafas.
     7.   Jelaskan tentang pentingnya terapi bermain sesuai usia.


     Perencanaan Pemulangan
           Jelaskan proses penyakit dengan menggunakan gambar-gambar atau phantom.
           Fokuskan pada perawatan mandiri di rumah.
           Hindari faktor pemicu; kebersihan lantai rumah, debu-debu, karpet, bulu
             binatang dan lainnya.
           Jelaskan tanda-tanda bahaya akan muncul.
           Ajarkan penggunaan nebulizer.
           Keluarga perlu memahami tentang pengobatan; nama obat, dosis, efek
             samping, waktu pemberian.
           Ajarkan strategi kontrol kecemasan, takut dan stress.
           Jelaskan pentingnya istirahat dan latihan, termasuk latihan nafas.
           Jelaskan pentingnya intake cairan dan nutrisi yang adekuat.




     www.duniaaskep.com                                                                  Page 14
             ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL 2012
                              DAFTAR PUSTAKA




Panitia Media Farmasi dan Terapi. (1994). Pedoman Diagnosis dan Terapi
        LAB/UPF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas
        Airlangga. Surabaya

Soetjiningsih. (1998). Tumbuh kembang anak . Cetakan kedua. EGC. Jakarta

Staff Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. (1985). Ilmu Kesehatan Anak.
        Percetakan Infomedika Jakarta.

Suriadi dan Yuliana R.(2001) Asuhan Keperawatan pada Anak. Edisi 1 Penerbit
        CV Sagung Seto Jakarta.




www.duniaaskep.com                                                            Page 15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:245
posted:10/5/2012
language:Indonesian
pages:15