Docstoc

TUGAS PANCASILA

Document Sample
TUGAS PANCASILA Powered By Docstoc
					NAMA: LIZA DZULHIJJAH

NIM: 11010112130357

KELAS: E

                                            PANCASILA

                   RESUME SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

       Betapa luas dan dalam jangkauan pikiran dari perintis berdirinya Republik, dalam
memahami makna keberadaan manusia Indonesia sebagai bagian dari warga dunia, warga
semesta. Karena, secara historis, bangsa Indonesia tidak dapat memisahkan diri dari bangsa
lain. Karena, sudah sejak dulu bangsa Indonesia melakukan interaksi dengan bangsa lain. Baik
dari segi perdagangan, agama, bahkan pendudukan. Yang tidak dapat dipungkiri, memberi
pengaruh baik positif ataupun negatifnya.

       Sila kedua, yakni “kemanusiaan yang adil dan beradab,” tidak dapat dipisahkan dari sila
pertama, yakni “keTuhanan Yang Maha Esa.” Karena, sila kedua merupakan lanjutan dari sila
pertama. Seperti yang dikatakan Notonagoro (1974) “sila kedua, kemanusiaan yang adil dan
beradab adalah diliputi dan dijiwai oleh sila keTuhanan Yang Maha Esa, meliputi dan menjiwai
sila-sila persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

       Sila kedua menunjuk pada nilai-nilai dasar manusia yang diterjemahkan dalam hak-hak
asasi manusia, taraf kehidupan yang layak bagi manusia, dan sistem pemerintahan yang
demokratis serta adil.

       Adapun menyangkut sifat beradab, Ki Hajar Dewantoro pernah mengatakan bahwa,
“pancasila menjelaskan serta menegaskan corak, warna atau watak rakyat kita sebagai bangsa-
bangsa yang beradab, bangsa yang berkebudayaan, bangsa yang menginsyafi keluhuran dan
kehalusan hidup manusia serta sanggup menyesuaikan hidup kebangsaannya dengan dasar peri
kemanusiaan yang universal, meliputi seluruh alam kemanusiaan yang seluas-luasnya, pula
dalam arti kenegaraan pada khususnya.”
       Visi kemanusiaan yang adil dan beradab bisa menjadi panduan (guiding principles) bagi
proses pengadaban (civilizing process) yang meliputi kehidupan bermasyarakat, bernegara dan
dalam pergaulan antar bangsa.

       Selain itu, Bung Hatta memandang sila kedua pancasila memiliki konsekuensi ke dalam
dan ke luar. Ke dalam, menjadi pedoman Negara untuk memuliakan nilai-nilai kemanusiaan dan
hak dasar/asasi manusia, dengan menjalankan fungsi “melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tanah tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan
mencerdaskan kehidupan bangsa.” Ke luar, menjadi pedoman politik luar negeri bebas aktif
dalam rangka “ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

       Prinsip persaudaraan universal menurut sila kemanusiaan, yang memberi keseimbangan
antara pemenuhan hak individu dan hak sosial (kolektif) menjadi landasan untuk membangun
negara-bangsa yang humanis.

       Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sila kedua ini mengandung banyak nilai manusiawi
yang bisa dijadikan pegangan dalam mengantisipasi tantangan globalisasi. Oleh karena itu, kita
sebagai bangsa Indonesia harus selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam
memecahkan konflik dalam masyarakat, menghapuskan perilaku-perilaku menyimang dari
perikehidupan bangsa, dan senantiasa berada di barisan terdepan dalam memuliakan hak-hak
asasi manusia dalam kehidupan nasional dan internasional.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:21
posted:10/4/2012
language:Unknown
pages:2