Kunci Keberhasilan Kerja Sama dalam Tim
“Huh, aku gak suka kerja sama dia. Orangnya gak punya inisiatif. Masak semua pekerjaan diserahin ke aku”. Pernahkah Anda mengalami hal yang sama? TIDAK dapat dipungkiri, ada beberapa orang yang lebih menikmati tanpa harus kerja sama dengan orang lain. Tapi, tidak selamanya kita bekerja sendirian. Ada kalanya kita dihadapkan pada kenyataan yang mengharuskan bekerja di dalam sebuah tim di kantor. Selanjutnya, keberhasilan pekerjaan adalah buah dari kekompakan dalam tim. Baik bekerja dalam tim maupun individual bisa sama enaknya asalkan kita: Menyamakan pandangan Visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai harus disamakan antar anggota kélompok. Jangan sampai perbedaan pendapat dibiarkan saja dan berlarut-larut. Usahakan untuk terus melakukan brainstorming agar kesepakatan bersama dapat tercapai. Pembagian tugas Buatlah pembagian tugas yang jelas agar masing-masing anggota tahu kewajibannya. Sehingga tidak ada salah satu anggota yang merasa lebih banyak bekerja daripada yang lainnya. Lagipula, dengan pembagian tugas ini pekerjaan pun akan terasa lebih ringan dan cepat selesai. Hal ini pun dapat menumbuhkar rasa tanggungjawab dan komitmen dalam diri mereka masing-masing sehingga tidak ada yang mangkir. Toleransi Ingatlah bahwa dimanapun Anda berada, tidak akan pernah menemukan orang yang akan terus sejalan dan sepikiran dengan Anda. Jangan berpikir terlalu egois atau terlalu menddominasi teman dalam satu tim, karena juga dapat memperburuk kinerja tim. Dengan bertoleransi, hubungan antar rekan dalam tim dapat lebih akrab, kekeluargaan dan kompak. Hindari konflik Dalam hubungan antar manusia, konflik adalah suatu hal yang wajar. Tapi bagaimana kita mengelola konflik tersebut itulah yang harus dipertimbangkan. Apabila terjadi konflik antar teman dalam tim sebaiknya segera diselesaikan dengan baik-baik. Karena bila dibiarkan, dapat menimbulkan efek yang negatif bagi kinerja tim sehingga mempengaruhi hasil kerja. Bersikaplah terbuka dan bicarakan masalah tersebut kepada rekan tim yang bersangkutan. Bersikap profesional dengan tidak menggosip di belakangnya, karena hal ini
tidak memecahkan masalah, justru semakin menambah kental konflik tersebut. Sebaiknya, pisahkan hubungan pertemanan dengan hubungan pekerjaan. Bila Anda tidak suka dengan cara kerjanya bukan berarti tidak berteman dengannya lagi bukan? Kepemimpinan Di dalam sebuah tim tetap dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menjadi motivator dan membangun suasana kerja yang kondusif. Pilihlah seorang pemimpin yang dapat berpikir jernih dan bertanggung jawab. Semoga sukses.