Docstoc

10 Kiat Mengembalikan Gairah Bekerja

Document Sample
10 Kiat Mengembalikan Gairah Bekerja Powered By Docstoc
					10 Kiat Mengembalikan Gairah Bekerja

Belakangan, Ira tampak suka uring-uringan di tempat kerja. Usut punya usut, ia mengaku jenuh dan bosan pada pekerjaannya. "Rasanya saya pingin pindah kerja saja," akunya pada kawan dekatnya. Beragam persoalan yang dianggap menjadi biang kejenuhannya pun dilontarkan Ira, yang sudah sekian tahun bekerja di kantornya yang sekarang. Dari sekadar pekerjaan yang menumpuk sampai konflik dengan rekan sekerja. Juga, "Saya merasa nggak punya tantangan lagi," keluhnya. Ya, kejenuhan, rasa bosan atau kesal adalah sesuatu yang wajar dialami seorang karyawan, seperti yang dialami Ira. Bahkan, seringkali seorang karyawan memutuskan untuk keluar dari tempat kerja saking frustrasinya. Tapi, betulkah pindah kerja merupakan jalan keluar terbaik untuk menghindari perasaan bosan atau kesal tersebut? Jawabannya adalah tidak. Keluar bukanlah jalan keluar terbaik, paling tidak untuk sementara. Tetapi, bertahan semata juga tak bijak, bahkan bisa-bisa makin mempertebal frustrasi. Coba bayangkan, Anda harus bertahan pada pekerjaan yang tak lagi menawarkan sesuatu yang baru atau sudah tak menarik lagi. Belum lagi, setiap hari harus beradu mulut dengan teman kerja. Tak nyaman bukan? Tapi, masih ada jalan keluar selain pindah kerja, kok. Dan yang Anda butuhkan adalah kiat untuk mengubah suasana membosankan itu menjadi suasana yang lebih bergairah. Bagaimana caranya, berikut beberapa saran yang bisa dicoba :

1. Pikirkan 5 hal yang paling Anda sukai dari pekerjaan Anda. Mungkin akan terasa sulit pada awalnya, tetapi percayalah, Anda akan terkejut begitu menemukan ternyata masih ada hal-hal yang membuat Anda merasa lebih baik dan nyaman. Contohnya, Anda sangat menikmati bekerja dengan staf-staf Anda, membantu menyelesaikan masalah-masalah mereka, memberikan presentasi, saat-saat bertukar pikiran dengan rekan-rekan kerja, mengajari staf lain bagaimana cara melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang sangat Anda kuasai, dan lain sebagainya. Jika ini sudah Anda ketahui, berarti Anda sudah melangkah keluar dari keinginan pindah kerja tadi.

2. Adakah teman kerja Anda yang dapat diperhitungkan sebagai teman karib? Setelah Anda mendapatkan paling tidak satu nama, luangkan waktu untuk membina hubungan yang lebih berarti. Jangan sungkan untuk

mengeluarkan unek-unek Anda. Tapi, jangan habiskan waktu untuk selalu membicarakan persoalan kantor. Bisa-bisa kawan Anda bosan. Sesekali, pergi bersama untuk menonton film atau makan di restoran favorit. Selain lepas dari rasa suntuk, ini juga akan membuat Anda merasa lebih nyaman, merasa lebih berguna, karena ada persahabatan dan dukungan.

3. Adakah orang di kantor Anda yang sangat menikmati pekerjaannya dan bisa Anda ikuti jejaknya? Coba pilih-pilih, adakah seseorang di kantor Anda yang bisa dijadikan model bagaimana menikmati pekerjaan. Tentu, ia harus seseorang yang mempunyai hubungan yang baik dan sehat dengan pekerjaannya. Dengan mengamati orang ini, Anda dapat belajar bagaimana menikmati pekerjaan, sekalipun dalam kondisi yang sulit dan penuh tekanan.

4. Catatlah lima hal yang membuat Anda stres di kantor. Setelah mendapat dan mencermati daftar penyebab stres ini, lingkari tiga hal yang Anda anggap bisa Anda ubah dan perbaiki. Jika Anda tidak dapat menemukan hal-hal yang menurut penilaian Anda tidak dapat Anda ubah, buatlah lis baru dengan tiga hal yang menurut Anda bisa Anda ubah dan perbaiki. Latihan ini paling tidak akan meningkatkan kondisi dan bahkan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Dengan memfokuskan pada hal-hal yang Anda dapat kontrol, Anda pun lama-kelamaan akan mampu meningkatkan kemampuan pada pekerjaan.

5. Carilah langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk masa depan yang benar-benar Anda inginkan Pada sebuah pelatihan kepemimpinan, ditengarai bahwa 80 persen peserta tak pernah berhenti memimpikan kehidupan yang lebih baik, sekalipun mereka tetap bertahan pada pekerjaan mereka sekarang. Proses "bermimpi" ini dapat terlaksana efisien dan efektif, karena umumnya akan memberikan semangat atau gairah baru, yang akhirnya juga akan mendukung pekerjaan mereka. Mereka tahu, mereka tidak akan selamanya melekat pada pekerjaan yang sekarang mereka geluti, sehingga mereka merasa mempunyai pilihan lain dalam kehidupannya. Mereka juga menyadari bahwa mereka dapat meninggalkan pekerjaan yang sekarang, dan tidak harus tinggal, jika mereka memang tidak menginginkannya.

6. Buat jadwal dari sekarang hingga akhir pekerjaan.

Jika Anda merencanakan meninggalkan pekerjaan yang sekarang, dalam 3 atau 6 bulan mendatang, cobalah buat jadwal yang dapat mereka kerjakan setiap harinya sampai waktunya tiba. Tetap fokus hingga titik terakhir akan membuat Anda merasa lebih baik, karena Anda sadar, toh pada akhirnya Anda akan bebas juga.

7. Ambil cuti dan jauh-jauhlah dari kantor. Sedikit mengambil jarak dengan kantor, sama artinya dengan Anda me"recharge" diri, dan kemudian kembali bekerja dengan semangat baru. Pasalnya, dengan sementara berjauhan, Anda dapat melihat situasi dengan lebih jelas dan objektif. Selain mengambil cuti, tak ada salahnya Anda mencuri waktu sesaat ke luar kantor untuk ’refreshing.’ Ambil waktu istirahat sekitar 15 menit setiap harinya untuk menjauh dari lingkungan kantor. Ini akan membantu Anda memperoleh semangat baru dan siap untuk bekerja kembali.

8. Ambil kursus dengan dukungan kantor. Raihlah cita-cita pribadi Anda dengan dukungan kantor, karena ini akan membantu Anda merasa lebih memiliki keterkaitan dengan kantor. Pilihlah kursus atau pelatihan tentang hal-hal yang Anda sukai. Misalnya, jika Anda suka bahasa, ambillah kursus bahasa asing. Jika Anda merasa puas dengan hal-hal yang didapat dari luar kantor, diharapkan Anda akan lebih menikmati perkerjaan dan hal itu berkaitan dengan membaiknya kinerja Anda di kantor.

9. Fokus pada hal-hal yang baik. Akan sangat mudah timbul hal-hal yang kurang baik jika Anda tidak menikmati pekerjaan. Jika Anda menikmati pekerjaan, maka situasinya pun akan menjadi lebih enak bagi Anda. Karena itu, cobalah mengubah fokus, dan mulailah belajar mencintai pekerjaan Anda. Tak gampang, tapi bukan sesuatu yang tak mungkin. Setelah Anda mengubah fokus, maka perilaku Anda pun akan ikut berubah menjadi baik dan relaks. Dan dengan demikian, hubungan ke pekerjaan juga ada kemungkinan ikut berubah menjadi baik pula.

10. Ciptakan hal-hal positif untuk menambah rekomendasi positif. Jika Anda sadar betul bahwa Anda memang akan meninggalkan pekerjaan yang sekarang, kerahkan seluruh kemampuan Anda untuk membuat hasil-hasil positif. Diharapkan, hal-hal positif ini akan ditunjukkan pada surat rekomendasi, yang akan diberikan ketika Anda meninggalkan perusahaan. Di atas semua upaya tadi, yang paling penting adalah usaha Anda

untuk memperbaiki situasi, baik dari dalam diri Anda maupun yang berhubungan dengan lingkungan pekerjaan. Lakukan itu sesegera mungkin. Pasalnya, membaiknya hubungan Anda dengan pekerjaan pasti juga akan memengaruhi perilaku Anda di kantor. Juga, tingkatkan apa yang sudah Anda lakukan terhadap pekerjaan. Bukan berarti melakukan hal-hal lama yang itu-itu juga, namun lebih kepada meningkatkan detail-detail kecil yang akan membuat perbedaan besar dalam hubungan Anda dengan pekerjaan. Ini akan menolong Anda siap menghadapi perubahan karier jika saatnya tiba. Dengan kata lain, yang penting adalah menciptakan keseimbangan. Selain bekerja, cobalah meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas di luar pekerjaan yang dapat membuat Anda gembira. Nah, dengan membangun hal-hal yang Anda sukai, dan mengurangi apa-apa yang tidak Anda sukai, Anda sudah menciptakan strategi untuk mendapatkan kembali kenikmatan pada pekerjaan Anda.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:154
posted:10/15/2009
language:Indonesian
pages:4