Surat permintaan pembelian Purchase Requisition memberi informasi kepada by du4Gee3

VIEWS: 0 PAGES: 11

									                 MODUL

            AKUNTANSI BIAYA




            MATERIALS

 AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU




                 Dosen:

         DIAH ISKANDAR, SE. M.Si



              MODUL Ke 9

             TATAP MUKA 10




JURUSAN AKUNTANSI DAN JURUSAN MANAJEMEN

           FAKULTAS EKONOMI

        UNIVERSITAS MERCU BUANA

                  2008
        AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU




TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan dapat memahami:
   1. Pengertian bahan baku
   2. Prosedur pencatatan bahan baku
   3. Perhitungan harga pokok bahan baku
   4. Alokasi biaya angkut
   5. Perencanaan dan pengendalian bahan baku




MATERI PEMBAHASAN
   1. Pengertian Biaya Bahan Baku
   2. Siklus Pengelolaan Bahan Baku
   3. Alokasi Biaya Angkut
   4. Perhitungan Harga Pokok Bahan Baku
   5. Perencanaan dan Pengendalian Bahan Baku




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                    DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                       AKUNTANSI BIAYA
    MATERIALS, CONTROLLING, COSTING
                                AND PLANNING


A. PENGERTIAN BAHAN BAKU
   Bahan baku adalah merupakan bahan yang secara menyeluruh membentuk produk
   selesai       dan    dapat   diidentifikasikan   secara   langsung   pada   produk   yang
   bersangkutan.
   Pengertian bahan baku dapat diperluas meliputi juga bahan-bahan yang digunakan
   untuk memperlancar proses produksi. Bahan baku yang demikian disebut bahan
   baku pembantu.


   Bahan baku dapat dibedakan menjadi:
                 Direct Material (DM) yaitu mudah ditelusuri dan dibebankan secara
                  langsung ke produk serta merupakan bahan utama barang jadi.
                 Indirect Material (Biaya bahan baku tidak langsung) yaitu mencakup
                  semua bahan lain yang dipakai untuk memperlancar proses produksi dan
                  dibebankan kepada rekening biaya overhead pabrik.


B. PROCEDURE FOR MATERIAL PROCUREMENT AND USE
  Siklus perolehan dan penggunaan bahan meliputi langkah-langkah berikut:
            Perencanaan, dan penetapan cara pengerjaan menentukan rancangan
             produk, spesifikasi bahan, dan berbagai persyaratan pada setiap tahap
             operasi.
            Anggaran produksi merupakan rencana induk dan dikembangkan untuk
             permintaan bahan.
            Surat permintaan pembelian (Purchase Requisition) memberi informasi
             kepada bagian pembelian mengenai kuantitas dan jenis bahan yang
             dibutuhkan.
            Pesanan pembelian (Purchase Order) merupakan kontrak berkenaan dengan
             pesanan pembelian bahan kepada supplier.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                               DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                                  AKUNTANSI BIAYA
           Laporan penerimaan (receiving report) menerangkan jumlah yang diterima
            dan melaporkan penelitian atau pengujian atas mutu bahan.
           Surat permintaan bahan (materials requisition) memberitahukan bagian
            gudang agar menyerahkan sejumlah bahan tertentu kepada departemen
            tertentu yang membutuhkan.
           Kartu buku besar bahan (materials ledger cards) atau disebut juga kartu
            bahan berfungsi mencatat penerimaan dan pengeluaran setiap jenis bahan
            dan menyelenggarakan pencatatan persediaan secara perpetual .




C. PENENTUAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIBELI.
       Pada saat bahan diterima telah dilakukan pencatatan dengan mendebit
   persediaan bahan baku (pembelian) dan mengkredit hutang dagang (kas). Berapa
   angka yang dicantumkan tergantung pada harga pokok bahan baku tersebut. Untuk
   menentukan harga pokok bahan baku harus diketahui elemen-elemen yang
   membentuk harga pokok bahan baku.
   Elemen yang membentuk harga pokok bahan baku antara lain adalah :
      Jumlah yang tercantum dalam faktur pembelian (antara lain harga beli)
      Pajak
      Biaya angkut
   Jadi harga pokok bahan baku adalah harga faktur ditambah biaya-biaya yang
   dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku sampai bahan baku siap digunakan
   (biaya angkut, biaya penyimpanan, dan lain-lain).


Alokasi Biaya Angkut Pembelian
       Bila biaya angkut pembelian dimasukkan sebagai elemen bahan baku
masalahnya adalah kalau terjadi pembelian lebih dari satu jenis bahan baku. Jadi
terdapat masalah alokasi biaya angkut pembelian. Dasar alokasi yang sering digunakan
adalah:
       1.       Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku yang dibeli
       2.       Perbandingan harga faktur tiap jenis bahan baku yang dibeli.


       Contoh:
          PT Haris membeli 3 jenis bahan secara kredit sebagai berikut:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                           DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                              AKUNTANSI BIAYA
      Bahan baku A : 3.000 unit, harga per unit Rp 200 dengan berat per unit 2 kg.
      Bahan baku B : 1.000 unit, harga per unit Rp 300 dengan berat per unit 3 kg.
      Bahan baku P : 2.000 unit, harga per unit Rp 50 dengan berat per unit 1,5 kg.
      Atas pembelian bahan baku telah dibayarkan biaya angkut sebesar Rp 50.000,-


      Jawab:
      a. Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku:
                A     : B    :   P   =   6.000   :   3.000       :    3.000
      Alokasi biaya angkut adalah:
      Bahan baku A : ( 2 : 4 ) x Rp 50.000,-     = Rp 25.000,-
      Bahan baku B : ( 1 : 4 ) x Rp 50.000,-     = Rp 12.500,-
      Bahan baku P : ( 1 : 4 ) x Rp 50.000,-     = Rp 12.500,-




      Jurnal:
                Persediaan bahan baku      Rp 937.500,-          -
                Persediaan bahan pembantu Rp 112.500,-           -
                      Kas                        -               Rp     50.000,-
                      Hutang Dagang              -               Rp 1.000.000,-


      b. Harga Faktur, alokasi biaya angkut: 600.000 : 300.000 : 100.000
      Bahan baku A : ( 6 : 10 ) x Rp 50.000,-    = Rp 30.000,-
      Bahan baku B : ( 3 : 10 ) x Rp 50.000,-    = Rp 15.000,-
      Bahan baku P : ( 1 : 10 ) x Rp 50.000,-    = Rp 5.000,-


      Jurnal :
                 Persediaan bahan baku     Rp 945.000,-
                 Persediaan bahan pembantu       Rp 105.000,-
                      Kas                        -               Rp     50.000,-
                      Hutang dagang              -               Rp 1.000.000,-


      Alternatif lain adalah perlakuan biaya angkut sebagai biaya periodic yang akan
      menjadi elemen biaya overhead pabrik.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                             AKUNTANSI BIAYA
       Jurnal : FOH          Rp 50.000,-
                      Kas           -      Rp 50.000,-




Penentuan Harga pokok Bahan Baku yang Dipakai
       Setelah harga pokok (perolehan) bahan yang dibeli dapat ditentukan, selanjutnya
timbul masalah penetuan harga pokok bahan yang dipakai. Penyebab timbulnya
masalah tersebut karena perbedaan harga perolehan satuan setiap kali dilakukan
pembelian bahan yang sama, jadi karena fluktuasi harga.


Tujuan akuntansi penentuan harga pokok bahan yang dipakai adalah:
   1. Untuk penentuan harga pokok bahan yang dipakai dan harga pokok persediaan
       bahan dengan lebih teliti.
   2. Untuk tujuan pengendalian atas bahan.


       Faktor yang menentukan harga pokok bahan yang dipakai adalah: metode
akuntansi persediaan; metode aliran harga pokok bahan yang dipakai dan metode
lainnya.
a. Metode akuntansi persediaan.
       Dalam menyelenggarakan pencatatan persediaan bahan dapat memilih metode
       akuntansi persediaan yaitu: metode persediaan phisik (physical inventory
       method) dan metode persediaan permanen (perpetual inventory method).


                      Physical                    Perpetual


Pembelian             Pembelian Rpxx              Persediaan bahan baku Rpxx -
                        Hutang dagang Rpxx          Hutang dagang          -       Rpxx


Return pembelian      Hutang dagang Rpxx          Hutang dagang        Rpxx    -
                       Return pembelian Rpxx         Persediaan bahan baku Rp xx


Pemakaian bahan       No Entry                    Barang dlm proses    Rpxx -
                                                     Persediaan bahan baku Rp xx



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                           AKUNTANSI BIAYA
                        Physical                                  Perpetual
Akhir periode           Barang dlm proses Rp xx            -      No entry
(dilakukan              Persediaan bahan Rp xx
perhitungan             (akhir periode)
fisik)                     Pembelian          -            Rpxx
                           Persediaan bahan (awal) Rpxx




b. Metode penentuan harga pokok bahan baku yang dipakai (cost):
         Metode yang lebih umum digunakan untuk mengkalkulasi biaya bahan yang
    dikeluarkan dari persediaan adalah:
                Masuk-pertama, keluar-pertama (first-in, first-out FIFO)
                Biaya rata-rata (average cost)
                Masuk-akhir, keluar-pertama (last-in, first-out LIFO)
                Identifikasi khusus
                Metode-metode lain; seperti penilaian persediaan menurut nilai terendah
                 antara biaya (cost) dan pasar atau cost or market, whichever in lower;
                 dan net realizable value method.


Berikut ini akan diberikan contoh untuk FIFO:
Contoh perhitungan harga pokok bahan baku A yang dimiliki PT Bumi Damai dalam
bulan Januari 2003 sebagai berikut:
        Persediaan 1 Januari 2003 adalah: 200 kg dengan harga per kg Rp 1.000,-
        Pembelian: 12 Januari            :       400 kg          harga per kg Rp 1.200,-
        Pembelian: 26 Januari                     500 kg                harga   per   kg   Rp
         900,-
        Pembelian: 31 Januari                    100 kg          harga per kg Rp 1.100,-
        Pemakaian: 16 Januari                    500 kg
        Pemakaian: 28 Januari                    300 kg


     Dari kasus diatas hitung harga pokok bahan yang dipakai dan persediaan akhir!
     Jawab:
             Metode persediaan phisik (FIFO):
     Persediaan awal per 1 Januari                = 200 kg x Rp 1000,- = Rp 200.000,-
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                                    AKUNTANSI BIAYA
    Pembelian bahan:
    Tanggal 12/1/2003       = 400 kg x Rp 1.200 = Rp 480.000,-
    Tanggal 20/1/2003       = 500 kg x Rp      900 = Rp 450.000,-
    Tanggal 31/1/2003       = 100 kg x Rp 1.100 = Rp 110.000,-
    Total pembelian                                                 = Rp 1.040.000,-
                                                                    _____________ +
    Harga perolehan bahan siap pakai (1.200kg)                      = Rp 1.240.000,-
    Persediaan bahan per 31/1/2003 : 400 kg dengan harga pokok:
             100 kg x Rp 1.100,-      = Rp 110.000,-
             300 kg x Rp    900,-     = Rp 270.000,-
                                      ____________ +                = Rp 380.000,-
                                                                    ____________ -
    Harga perolehan bahan yang dipakai                              = Rp 860.000,-


          Metode Perpetual (FIFO)
      Metode perpetual ini menggunakan kartu persediaan bahan , untuk kasus di atas
      dapat dilihat pada halaman berikutnya.




Perencanaan dan Pengendalian Biaya Bahan Baku
      Dalam perencanaan dan pengendalian bahan yang menjadi masalah utama
adalah menyelenggarakan persediaan bahan yang paling tepat, agar kegiatan produksi
tidak terganggu dan dana yang ditanamkan dalam persediaan bahan tidak berlebihan.


Hal-hal penting dalam perencanaan dan pengendalian biaya bahan baku :
          Jumlah bahan baku yang dibutuhkan atau dibeli dalam satu periode. Faktor-
           faktor yang menentukan kuantitas bahan yang akan dibeli dalam satu
           periode:
              -   jumlah kuantitas persediaan awal bahan
              -   jumlah produksi ekuivalen (setara) yang akan dihasilkan pada
                  periode tersebut.
              -   Kuantitas bahan yang diperlukan untuk menghasilkan satu produk
              -   Jumlah kuantitas persediaan akhir bahan



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                            AKUNTANSI BIAYA
         Menentukan kuantitas bahan yang dibeli setiap kali dilakukan pembelian;
          Elemen yang mempengaruhi harga perolehan bahan adalah: harga faktur
          termesuk biaya angkut, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Dari
          elemen tersebut maka factor yang menentukan berapa kali dan berapa
          jumlah setiap kali pembelian bahan adalah biaya pemesanan variable dan
          biaya penyimpanan variable.
          Agar biaya pemesanan variable dan biaya penyimpanan variable dapat
          ditekan serendah mungkin dapat digunakan rumus “kuantitas Pesanan
          Paling Ekonomis atau Economic Order Quantity (EOQ)” dengan rumus:
                    _____________________
          EOQ = V 2 x RU x CO
                 ______________________
                     CU x CC


          Keterangan:
          RU: Required unit for annual, kebutuhan bahan untuk tahun akan dating
          CO: Cost per order, biaya pemesanan variable setiap kali pemesanan
          CU: Cost per unit, harga faktur dan biaya angkut setiap satuan bahan dibeli.
          CC: Carrying cost percentage, biaya penyimpanan variable yang dihitung
               berdasarkan persentase dari cost per unit bahan.


          Contoh : PT Anda dalam awal tahun 2003 menyusun anggaran bahan baku:
                    Taksiran kuantitas bahan baku dibeli setahun: 24.000 kg
                    Taksiran harga bahan baku per kg : Rp 10,-
                    Taksiran biaya pemesanan: biaya tetap= Rp 9.000,- dan biaya
                    pemesanan variable adalah Rp 750,-
                    Taksiran biaya penyimpanan: biaya tetap= Rp 12.000,- dan biaya
                    penyimpanan variable dalam persentase= 10 %




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                           AKUNTANSI BIAYA
              Maka kuantitas paling ekonomis (EOQ) :
                         _______________                    _______________
              EOQ = V 2 x RU x CO                         V 2 x 24.000 x 750
                         ______________           =          _____________
                            CU x CC                            10 x 10%
                     =      __________
                         V 36.000.000        = 6.000 kg


              Jadi frekuensi pembelian dalam tahun 2003 adalah :
                     24.000 kg
                     ________       = 4 kali
                     6.000 kg
            Penentuan waktu pemesanan kembali bahan ( Reorde Point)
             Agar pembelian bahan yang sudah ditetapkan dalam EOQ tidak
             mengganggu kelancaran kegiatan produksi, maka perlu ditentukan waktu
             pemesanan kembali. Faktor yang mempengaruhinya adalah:
                 -   Waktu yang diperlukan dari saat pemesanan sampai bahan
                     dating (lead time) / LT
                 -   Tingkat     pemakaian     bahan   rata-rata   dalam   satuan   waktu
                     tertentu(AU)
                 -   SS adalah Safety stock, tingkat minimum


                 Rumus :
                 ROP = (LT X AU ) + SS


                 Soal: PT Anda memperkirakan LT selama 4 minggu, pemakaian rata-
                 rata 500 kg per minggu, dan persediaan sisa ditaksir sebesar
                 pemakaian rata-rata untuk 2 minggu. Maka hitung tingkat persediaan
                 dimana PT Anda harus melakukan pemesanan kembali !


                 Jawab :
                 ROP (LT x AU) + SS = ( 4 x 500 ) + ( 2 x 500 ) = 3.000
                 Jadi apabila persediaan mencapai titik 3.000 kg PT Anda harus
                 melakukan pemesanan kembali.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                            DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                               AKUNTANSI BIAYA
            Penentuan minimum dan maksimum kuantitas persediaan bahan.
             Dari perhitungan EOQ dan ROP dapat ditentukan titik minimum dan
             maksimum persediaan bahan. Persediaan yang diselenggarakan paling
             banyak sebesar titik maksimum, yaitu pada saat bahan yang dibeli
             datang, tujuan penentuan titik maksimum agar dana yang tertanam dalam
             persediaan bahan tidak berlebihan. Maka rumus:
             Ms = SS + EOQ




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                     DIAH ISKANDAR, SE. M.Si
                                                        AKUNTANSI BIAYA

								
To top