Contoh transaksi

Document Sample
Contoh transaksi Powered By Docstoc
					                               MODUL
                           AK. PERBANKAN




                                      OLEH :

                      NURUL HIDAYAH,SE.AK.Msi




                             MODUL 10
                                PKK
                       Universitas Mercu Buana
                          Fakultas Ekonomi




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB             Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                AKUTANSI PERBANKAN
                 AKUNTANSI MODAL BANK



Modal Bank adalah Dana yang diinvestasikan oleh pemilik dalam rangka pendirian
                    badan usaha yang dimaksudkan untuk membiayai kegiatan usaha
                    bank disamping untuk memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh
                    otoritas moneter.


     Pembagian jenis modal bank di Indonesia menganut klasifikasi yang disampaikan
oleh Standard Bank For International Settlements, yaitu modal bank terdiri dari :


A. MODAL INTI (FIRST TIER CAPITAL)
         Modal ini terdiri dari modal disetor, modal sumbangan, cadangan-cadangan
   yang dibentuk dari laba setelah pajak dan laba yang diperoleh setelah perhitungan
   pajak.
 * Modal inti yaitu modal yang telah disetor secara efektif oleh pemiliknya.
 * Modal sumbangan yaitu modal yang diperoleh kembali dari sumbangan saham,
   termasuk selisih antara nilai yang tercatat dengan harga jual apabila saham tersebut
   dijual. Modal ini sering disebut modal donasi.
 * Cadangan umum yaitu cadangan yang dibentuk dari penyisihan laba yang ditahan.
 * Cadangan tujuan yaitu bagian laba yang dikurangi pajak yang disisihkan untuk
   tujuan tertentu dan telah mendapat persetuan rapat umum pemegang saham.
 * Laba ditahan yaitu saldo laba bersih setelah dikurangi pajak yang oleh rapat umum
   pemegang saham diputuskan untuk tidak dibagikan.
 * Laba tahun lalu yaitu laba tahun-tahun lalu setelah dikurangi pajak yang belum
   ditetapkan penggunaannya oleh rapat umum pemegang saham.
 * Laba tahun berjalan setelah dikurangi dengan taksiran hutang pajak dan laba tahun
   berjalan ini hanya diperhitungkan sebagai modal inti sebesar 50%.


               Contoh transaksi penerbitan saham :
   a. Tanggal 2 januari 2003 telah diterima setoran awal dana dari Bapak Surya
       Darma untuk modal bank berupa uang tunai Rp.500.000.000, aktiva tetap
       berupa tanah senilai Rp.600.000.000, kendaraan baru dan belum disusut senilai

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                 AKUTANSI PERBANKAN
      Rp.200.000.000, investasi kantor senilai Rp.200.000.000. Setoran ini dicatat
      dalam bentuk saham biasa untuk 150.000 lembar dengan nilai nominal
      Rp.10.000/lembar, kurs 108%.
   b. Tanggal 10 januari 2003 dijual saham biasa 10.000 lembar dengan nominal
      Rp.5.000, kurs 97%. Pembayaran diterima tunai.
Tanggal                  Rekening                    Debet (Rp)          Kredit (Rp)
2/1-2003    Kas                                      545.000.000
            AT. Tanah                                600.000.000
            AT. Kendaraan                            200.000.000
            AT. Investasi Kantor                     200.000.000
                  Modal Disetor-Saham Biasa                          1.500.000.000
                  Agio Saham                                             45.000.000


10/1-2003   Kas                                        45.000.000
            Disagio Saham                               1.500.000
                  Modal Disetor-Saham Biasa                              50.000.000


             Contoh transaksi pemesanan saham :
   a. Tanggal 15 Juni 2003 Bank Mitra Buana menerima pesanan saham 100.000
      lembar saham biasa dari PT.Mirana dengan kurs 102, harga nominal/lembar
      Rp.10.000, uang muka pesanan saham diterima 60% tunai.
   b. Tanggal 30 Juni 2003 pesanan saham tersebut dilunasi secara tunai.
Tanggal                 Rekening                     Debet (Rp)        Kredit (Rp)
15/6-2003   Kas                                      612.000.000
            Piutang-PT.Mirana                        408.000.000
                  Modal Saham Dipesan                                1.000.000.000
                  Agio Saham                                             20.000.000


30/6-2003   Kas                                      408.000.000
            Modal Saham Dipesan                    1.000.000.000
                  Piutang PT.Mirana                                    408.000.000
                  Modal Disetor-Saham Biasa                          1.000.000.000




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                           Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                              AKUTANSI PERBANKAN
Bila dikemudian hari pesanan saham tidak mampu melunasi kekurangannya dan bank
selaku emiten harus mencatatnya sesuai dengan perjanjian yang disepakati awal.
     Contoh :
Bila pesanan saham yang dilakukan oleh PT.Mirana tidak dilunasi dan Bank Mitra
Buana mengembalikannya sebesar 80% dari nilai yang telah dibayar, Maka jurnalnya
adalah :
Tanggal                       Rekening                     Debet (Rp)       Kredit (Rp)
15/6-2003        Agio Saham                                20,000,000
                 Modal Saham Yang Dipesan                1.000.000.000
                      Piutang-PT.Mirana                                     408.000.000
                      Kas                                                   489.000.000
                      Pendapatan Lain-lain                                  122.400.000


                 Contoh transaksi pembelian saham :
     a. Tanggal 1 Juni 2003 Bank ABC melakukan emisi saham biasa 100.000 lembar
        dengan nominal Rp.5.000/lembar, kurs 106%.
     b. Tanggal 30 Juni 2003 Bank ABC membeli kembali 10.000 lembar sahamnya
        dengan kurs 103%.
     c. Tanggal 30 Juli 2003 Bank ABC menjual kembali saham treasuri sebanyak
        10.000 lembar dengan kurs 104%.
     d. Tanggal 1 Agustus 2003 Bank ABC menjual kembali 10.000 lembar saham
        treasuri dengan kurs 96%.


                                      (Dalam Ribuan Rupiah)
METODE HARGA PEROLEHAN                                                   METODE HARGA
NOMINAL
 Tgl         Rekening         Debet     Kredit   Tgl          Rekening      Debet     Kredit
                              (Rp)      (Rp)                                (Rp)      (Rp)
 1/6-      Kas                500.00              1/6-    Kas               530.000
03                            0                  03
             Modal                      500.00                Modal                   500.000
           Saham                        0                 Saham
            Agio Saham                                        Agio Saham                  30.000



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                   AKUTANSI PERBANKAN
                                     30.000


30/6-    Saham Treasuri                       30/6-   Saham Treasuri      50.000
03                         51.500             03
            Kas                                            Agio Saham      1.500
                                     51.500
                                                           Kas                         51.500


30/7-    Kas                                  30/7-   Kas                 52.000
03                         52.000             03
            Saham                                          Saham                       50.000
         Treasuri                    51.500           Treasuri
            Tamb                                           Agio Saham                   2.000
         Modal-ST                    500


 1/8-    Kas                                   1/8-   Kas                 48.000
03                         48.000             03
         Tamb Modal-ST                                Agio Saham           2.000
                           3.500                      Modal
            Saham                                          Saham                       50.000
         Treasuri                    51.500           Treasuri




               Contoh transaksi penarikan kembali saham treasuri :
     a. Misalkan setelah terjadi transaksi pembelian kembali saham treasuri di Bank
        ABC pada tanggal 30 Juni 2003, Bank ABC menyatakan menarik 10.000 lembar
        saham tresuri tersebut pada tanggal 15 Juli 2003, Maka pencatatannya adalah :
                                   (Dalam Ribuan Rupiah)
METODE HARGA PEROLEHAN                                        METODE HARGA
NOMINAL
 Tgl         Rekening      Debet     Kredit    Tgl          Rekening    Debet         Kredit
                           (Rp)      (Rp)                               (Rp)          (Rp)
15/7-    Modal Saham                          15/7-   Modal Saham         50.000



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                 AKUTANSI PERBANKAN
03                            50.000            03
         Agio Saham                                         Saham                        50.000
                              3.000                      Treasuri
              Tamb Modal-
         ST                            1.500
              Saham
         Treasuri                      51.500




B. MODAL PELENGKAP (SECOUND TIER CAPITAL)
        Modal pelengkap terdiri dari atas cadangan-cadangan yang dibentuk tidak
     berasal dari laba, modal pinjaman serta pinjaman subordinasi. Secara rinci modal
     pelengkap dapat dijelaskan sbb :
 1. Cadangan revaluasi aktiv tetap yaitu cadangan yang dibentuk dari selisih penilaian
     kembali aktiva tetap yang telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal
     Pajak.
 2. Penyisihan penghapusan aktiva produktif yang dibentuk degan cara membebani
     laba rugi tahun berjalan, dengan maksud untuk menampung kerugian yang mungkin
     timbul sebagai akibat dari tidak terimanya kembali sebagian atau seluruh aktiva
     produktifnya.
 3. Modal pinjaman yaitu hutang yang didukung oleh instrument atau warkat yang
     memiliki sifat-sifat sbb :
     - Tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan, dipersamakan dengan modal
      (pinjaman subordinasi) dan telah dibayar penuh.
     - Tidak dapat dilunasi atau ditarik atas inisiatif pemilik tanpa persetujuan Bank
       Indonesia.
     - Memunyai kedudukan yang sama dengan modal dalam hal jumlah kerugian bank
      melebihi laba yang ditahan dan cadangan-cadangan yang termasuk modal inti,
      meskipun bank belum dilikuidasi.
     - Pembayaran bunga dapat ditangguhkan apabila bank dalam keadaan rugi atau
      labanya tidak mendukung untuk membayar bunga tersebut.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                    AKUTANSI PERBANKAN
   Pencatatan modal pinjaman dimulai saat penerbitan atau penjualan warkat modal
pinjaman. Modal pinjaman dicatat sebesar nilai nominal. Biaya-biaya penerbitan warkat
modal pinjaman dapat ditangguhkan dan diamortisasi secara sistematis selama taksiran
jangka waktunya, yang selama-lamanya 5 tahun.
Tgl/Keterangan       Rekening                                        Debet (Rp)     Kredit (Rp)
Saat Penerbitan      Giro Bank-bank lain                             xxx
(penjualan           Biaya Penerbitan Modal Pinjaman Dibayar         xxx
warkat)              Dimuka
                     Modal Pinjaman                                                 xxx


Saat Amortisasi      Biaya Penerbitan Modal Pinjaman                 xxx
Biaya Penerbitan     Biaya Penerbitan Modal Pinjaman Dibayar                        xxx
                     Dimuka


Saat                 Biaya Bunga                                     xxx
Penyesuaian
Bunga                Bunga Modal Pinjaman Masih Harus Dibayar                       xxx


Saat                 Bunga Modal Pinjaman Masih Harus Dibayar        xxx
Pembayaran
Bunga                Kas/Giro bank-bank lain/Giro BI                                xxx


Saat Pelunasan       Modal Pinjaman                                  xxx
Pokok Pinjaman       Giro BI/Kas/Giroi bank-bank lain                               xxx


PINJAMAN SUBORDINASI
yaitu pinjaman yang memenuhi syarat-syarat ada perjanjian tertulis, mendapat
       persetujuan Bank Indonesia dan tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan dan
       telah disetor penuh dengan minimal jangka waktu 5 tahun, pelunasan sebelum
       jatuh tempo harus mendapatkan persetujuan Bank Indonesia serta hak tagih
       berada pada urutan paling akhir dalam hal bank dilikuidasi.
 Pinjaman yang diterima bank dapat dikelompokkan Pinjaman Subordinasi bila
 memenuhi persyaratan yaitu :
 a. Ada perjanjian tertulis antara bank dengan pembeli pinjaman.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                 AKUTANSI PERBANKAN
 b. Mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Bank Indonesia.
 c. Tidak dijamin oleh bank yang bersangkutan dan telah dibayar penuh.
 d. Jangka waktu pinjaman minimal 5 tahun.
 e. Pelunasan sebelum jatuh tempo harus mendapat persetujuan dari Bank Indonesia
       dan dengan pelunasan tersebut permodalan bank yang bersangkutan tetap sehat.
 f.    Hak tagihnya berlaku paling akhir dalam hal terjadi likuidasi (kedudukannya sama
       dengan modal bank).


Akuntansi Pinjaman Subordinasi
       Akuntansi untuk pos ini prinsipnya sama dengan akuntansi pinjaman diterima.
 Pencatatan dimulai dari komitmen disepakati, kemudian pada saat realisasi dan
 pencatatan selama periode pinjaman subordinasi berupa angsuran pokok dan bunga.
      Tgl/Keterangan                       Rekening                 Debet (Rp)     Kredit (Rp)
Komitmen                     Fasilitas Pinjaman Subordinasi             xxx
Ditandatangani               Disetujui
                             Dan Belum Direalisasi


Saat Pinjaman                 Fasilitas Pinjaman Subordinasi                              xxx
Direalisasi                  Disetujui
                              Dan Belum Direalisasi


                             Giro BI                                    xxx
                             Pinjaman Subordinasi


Penyesuaian Bunga            Biaya Bunga                                xxx
Akhir Setiap Akhir            Bunga Yang Masih Harus Dibayar                              xxx
Periode


Pembayaran Bunga             Bunga Yang Masih Harus Dibayar             xxx
Setelah Penyesuaian           Giro BI/Bank-bank lain                                      xxx


Saat Pelunasan               Pinjaman Subordinasi                       xxx
                              Giro BI/Bank-bank lain                                      xxx


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                             Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                AKUTANSI PERBANKAN
       Tata Cara Perhitungan Kecukupan Modal Bank dibedakan antara Bank
 Perkreditan Rakyat dan Bank Umum. Pada bagian pertama akan disajikan untuk Bank
 Perkreditan Rakyat dan berikutnya untuk Bank Umum.
1. Perhitungan Car untuk BPR dilakukan dengan cara :
   a. ATMR dihitung dengan cara mengalikan nilai nominal pos-pos aktiva dengan
        bobot risiko masing-masing.
   b. ATMR dari masing-masing pos dijumlahkan.
   c. Jumlah kewajiban modal minimum BPR adalah 8%.
   d. Dengan membandingkan jumlah modal pada angka yang senyatanya dengan
        angka perhitungan modal minimum menurut Bank Indonesia, maka dapat
        diketahui kelebihan atau kekurangan modal bank tersebut.
        Untuk mengetahui bobot risiko dari aktiva neraca yang merupakan dasar bagi
   perhitungan kebutuhan modal minimum adalah dapat dilihat dibawah ini :
   -    0% untuk rekening kas, Sertifikat BI, Kredit yang dijamon dengan saldo deposito
        berjangka dan tabungan yang cukup milik pinjaman pada BPR yang
        bersangkutan.
   -    20% untuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan serta tagihan
        lainnya kepada bank lain, kredit kepada bank lain atau pemerintah daerah, kredit
        kepada atau kredit yang dijamin oleh bank lain atau pemerintah daerah.
   -    50% untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dijamin oleh hipotik pertama
        dengan tujuan dihuni.
   -    100% untuk kredit kepada atau kredit yang dijamin oleh BUMD, Perorangan,
        Koperasi, Perusahaan Swasta dan lain-lain, kemudian terhadap aktiva tetap dan
        inventaris (nilai buku) serta aktiva lainnya selain diatas.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                   Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                      AKUTANSI PERBANKAN
No.                      Keterangan                       Jumlah   Bobot Risiko    ATMR
                                                                       (%)             (Rp)
 I    Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)


      Aktiva Neraca :
      1. Kas                                                            0
      2. Sertifikat BI                                                  0
      3. Kredit yang dijamin dengan deposito                            0
      berjangka,
         Tabungan pada bank yang bersangkutan                           20
      4. Giro, deposito berjangka, sertifikat deposito,
         Tabungan serta tagihan lainnya kepada bank                     20
      lain                                                              20
      5. Kredit kepada bank lain atau pemda                             50
      6. Kredit yang dijamin bank lain atau pemda
      7. KPR yang dijamin oleh hipotik pertam dengan
         tujuan dihuni                                                 100
      8. Tagihan kepada atau tagihan yang dijamin                      100
      oleh :                                                           100
         a. BUMD                                                       100
         b. Perorangan                                                 100
         c. Koperasi                                                   100
         d. Perusahaan lainnya                                         100
         e. Lain-lain                                                             xxxx
      9. Aktiva tetap & inventaris (nilai buku)
      10. Aktiva lainnya
      11. Jumlah ATMR




      Dalam menghitung ATMR, terhadap masing-masing pos aktiva diberikan bobot
 risiko yang besarnya didasarkan pada kadar risiko yang terkandung pada aktiva itu
 sendiri atau bobot risiko yang didasarkan pada golongan nasabah, penjamin serta
 agunan. Khusus terhadap kredit yang penarikannya secara bertahap, maka bobot
 risiko dihitung berdasarkan besarnya penarikan kredit pada tahap yang bersangkutan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                             AKUTANSI PERBANKAN
1. Bobot Risiko Aktiva Neraca
   Rincian bobot risiko untuk semua aktiva neraca bank baik dalam rupiah maupun
   valuta asing adalah sbb :
   0% untuk :
   a. Kas.
   b. Emas dan mata uang emas.
   c. Tagihan kepada atau tagihan yang dijamin oleh atau surat berharga yang
      diterbitkan dan dijamin oleh Pemerintah Pusat RI, BI, Bank sentral Negara lain,
      Pemerintah pusat Negara lain.
   d. Tagihan yang dijamin dengan uang, uang kertas asing, mata uang emas, giro,
      deposito dan tabungan pada bank yang bersangkutan sebesar nilai jaminannya.
   20% untuk :
   a. Bank-bank didalm negeri (termasuk kantor cabang yang berada diluar negeri).
   b. Pemerintah daerah Indonesia.
   c. Lembaga Non Departemen di Indonesia.
   d. Bank-bank pembangunan Multilateral seperti ADB, IDB, IBRD, AFDB dan EIB.
   e. Bank-bank utama (prime bank) di luar negeri.
   50% untuk :
   a. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dijamin oleh hipotek pertama dengan tujuan
      untuk dihuni.
   b. Tagihan kepada atau tagihan yang dijamin oleh atau surat berharga yang
      diterbitkan atau dijamin oleh BUMN atau perusahaan milik pemerintah.
   100% untuk :
   a. Tagihan kepada atau tagihan yang dijamin oleh atau surat berharga yang
      diterbitkan atau dijamin oleh :
      - BUMD
      - Koperasi
      - Perusahaan Swasta
      - Perorangan
      - Lain-lain
   b. Penyertaan yang tidak dikonsolidasikan termasuk penyertaan pada bank lain.
   c. Aktiva tetap dan inventaris (sebesar nilai buku).
   d. Rupa-rupa aktiva.


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                           Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                              AKUTANSI PERBANKAN
     e. Antar kantor aktiva neto yaitu antar kantor aktiva dikurangi antar kantor pasiva.


2. Perhitungan Kecukupan Modal (Capital Adiquacy Ratio) untuk Bank Umum
     Perhitungan rasio kecukupan modal bagi Bank Umum didasarkan pada Aktiva
     Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Pengertian aktiva disini adalah menyangkut
     aktiva yang tercantum dalam neraca bank maupun aktiva yang bersifat
     administrative sebagaimana pada kewajiban yang masih bersifat kontinjen dan atau
     komitmen yang disediakan oleh bank untuk pihak ketiga.
No.                           Keterangan               Jumlah per.Komponen (Rp)    Jumlah (Rp)
II      Modal


        1. Modal Inti
          1.1 Modal Disetor
          1.2 Modal Disumbangkan
          1.3 Cadangan Umum
          1.4 Cadangan Tujuan
          1.5 Laba Ditahan
          1.6 Laba tahun-tahun lalu
          1.7 Rugi tahun-tahun lalu
          1.8 Laba tahun berjalan (50%)
          1.9 Rugi tahun berjalan
          1.10 Sub Total                               ………………………………
          1.11 Goodwill
          1.12 Jumlah Modal Inti                                                   ………………


        2. Modal Pelengkap
           2.1 Cadangan Revaluasi Aktiva Tetap
           2.2 Penyisihan Penghapusan Aktiva
                Produktif (maksimum 1,25% ATMR)
           2.3 Modal Kuasi
           2.4 Pinjaman Subordinasi (maksimum 50%
                dari modal inti)
           2.5 Jumlah Modal Pelengkap
           2.6 Jumlah Modal Pelengkap yang                                         ………………
                diperhitungkan (maksimum 100% dari
                modal inti)



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                               Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                  AKUTANSI PERBANKAN
                   Jumlah Modal (1.12 + 2.6)                                     ……………..


III    Modal maksimum (8% ATMR)                                                  ………………
IV     Kelebihan atau Kekurang Modal                                             ………………
V      CAR = (Jumlah Modal/ATMR) x 100%                                          ………………


Dalam menghitung bobot aktiva administrative dilakukan melalui dua tahap yaitu :
2.1   Tahap Pertama
         Bahwa aktiva administratif terlebih dahulu ditetapkan factor konversinya yaitu
      factor tertentu yang digunakan untuk mengkonversi aktiva administratif ke dalam
      aktiva neraca yang menjadi padanannya.Rincian factor konversi untuk aktiva
      administratif baik rupiah maupun valuta asing adalah sbb :
      20% untuk :
      a. L/C yang masih berlaku (tidak termasuk standby L/C).
      50% untuk :
      a. Jaminan bank yang diterbitkan bukan dalam rangka pemberian kredit seperti
         bid bonds, performance bonds dan advance payment bonds.
      b. Fasilitas kredit yang belum digunakan yang disediakan kepada nasabah
         sampai dengan akhir tahun takwin berjalan.
      100% untuk :
      a. Kewqajiban membeli kembali atas aktiva bank yang dijual dengan syarat
         repurchase agreement.
      b. Jaminan (termasuk standby L/C) dan risk sharing dalam rangka pemberian
         kredit serta endosemen atau surat-surat berharga.
2.2   Tahap Kedua
         Setelah diketahui factor konversinya, kemudian dapat menghitung bobot risiko
      administratifnya dengan cara mengalikan factor konversi dengan bobot risiko
      neraca padanannya. Atas dasar prhitungan tersebut maka pengelompokkan
      besarnya bobot risiko masing-masing aktiva administratif menjadi sbb :
      0% untuk :
      a. Fasilitas yang disediakan bagi atau oleh Pemerintah Pusat RI dan BI
         serta Bank Sentral dan Pemerintah Pusat Negara lain.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                                   AKUTANSI PERBANKAN
    b. Fasilitas kredit yang belum digunakan yang disediakan kepada nasabah yang
       dijamin dengan uang kas, uang kertas asing, emas, mata uang emas, giro,
       tabungan dan deposito pada bank yang bersangkutan sebesar nilai jaminan.
    4% untuk :
    a. L/C yang masih berlaku dan dibuka atas permintaan bank-bank didalam negeri
       termasuk kantor cabang dari bank bersangkutan diluar negeri, pemerintah
       daerah, lembaga Negara non departemen di Indonesia.
    b. Posisi neto kontrak berjangka valuta asing dan swap bunga (exchange rate
       and interest rate contract).
    10% untuk :
    a. Fasilitas yang disediakan bagi atau dijamin oleh bank-bank didalam negeri
       termasuk kantor cabang dari bank yang berkedudukan di Luar Negeri,
       pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga non department di Indonesia.
    b. L/C yang masih berlaku dan dibuka atas permintaan BUMN atau perusahaan
       milik pemerintah pusat Negara lain.
    20% untuk :
    a. L/C yang masih berlaku dan dibuka atas permintaan BUMD, koperasi,
       perusahaan swasta, perorangan dll.
    b. Jaminan dari risk sharing dalam rangka pemberian kredit serta endosemen
       atas aval surat-surat berharga yang diterbitkan atas permintaan bank-bank di
       dalam negeri maupun di luar negeri.
    25% untuk :
    a. Fasilitas kredit yang belum digunakan yang disediakan sampi dengan akhir
       tahun takwin yang berjalan.
    b. Jaminan bank yang belum digunakan bukan dalam rangka pemberian kredit
       seperti bid bonds, performance bonds dan advance payment bonds.
    50% untuk :
    a. Fasilitas yang disediakan bagi atau dijamin oleh BUMD, koperasi, perusahaan
       swasta, perorangan dll.
    b. Jaminan dan risk sharing dalam rangka pemberian kredit serta endosemen
       atau aval surat-surat berhrga yang diterbitkan atas permintaan BUMN dan
       perusahaan milik pemerintah pusat Negara lain.
    100% untuk :



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                            AKUTANSI PERBANKAN
    a. Jaminan dan risk sharing dalam rangka pemberian kredit serta endosemen
       atau aval surat-surat berharga yang diterbitkan atas permintaan BUMD,
       koperasi, perusahaan swasta, perorangan dll.
    b. Kewajiban membeli kembali aktiva bank yang dijual dengan syarat repurchase
       agreement (repos).




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        Nurul Hidayah, SE,AK,MSI
                                                           AKUTANSI PERBANKAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:208
posted:10/3/2012
language:Unknown
pages:15