Logistics and Supply Chain Management - DOC by 941aok

VIEWS: 92 PAGES: 13

									          SISTEM INFORMASI, RELASI LOGISTIK, dan
                           MANAJEMEN KONFLIK

A. The newfound importance of logistics in Channels
      Dewasa ini, efektivitas dalam penyediaan produk yang tepat waktu, dan tepat pada
   tempatnya sangat dibutuhkan. Seperti dalam industri yang cepat berubah, seperti Personal
   Computer, laptop dan barang elektronik lainnya. Produk-produk tersebut mudah usang,
   sehingga, apabila tidak segera didistribusikan secara tepat, maka hal ini dapat
   menimbulkan kerugian yang sangat besar, karena kondisi industri ini tidak stabil dan tak
   terduga.
      Selain itu, permintaan konsumen yang semakin menuntut dan semakin beragam,
   membuat perusahaan perlu mencari cara untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
   produk mereka. Logistik melibatkan pengolahan dan pelacakan barang pabrik selama
   barang berada dalam gudang, inventory control, transportasi, dokumentasi bea cukai dan
   pengiriman ke pelanggan.
      Tetapi, terkadang industri mengabaikan bahwa logistik dapat meningkatkan
   efektivitas. Mereka lebih sering melihat terutama perannya dalam meningkatkan efisiensi
   dengan memotong biaya. Dan memang, potensi pemotongan biaya pada saluran sangat
   besar. Bagaimana melakukannya?


   Inventory management in Marketing Channels
      Inventory adalah persediaan stok barang atau komponen barang. Berikut ini beberapa
   faktor/alasan untuk mempertahankan inventory, antara lain :
   1. Demand Surges.
      Merupakan lonjakan permintaan yang melebihi kapasitas produksi.
   2. Economies of Scale
      Skala ekonomi yang akan digunakan pada proses produksi dan di transportasi.
   3. Transportation takes time
      Jarak antara titik produksi dan titik konsumsi menunjukkan bahwa transportasi
      membutuhkan waktu.
   4. Uncertainty
      Baik penawaran dan permintaan merupakan hal yang tidak pasti. Pembeli
      menggunakan safety stock sebagai perlindungan nilai terhadap resiko ketidakpastian.
     Inventory Holding Costs. Menggunakan persediaan, kemudian, menghemat uang,
     tetapi juga memiliki biaya pada:
     a. Capital : biaya internal dana dikalikan dengan nilai persediaan.
     b. Storage : kontrol iklim, keamanan, asuransi, dan sejenisnya.
     c. Obsolescence : kehilangan nilai karena produk sudah usang. Hal ini dapat
         disebabkan oleh perubahan selera konsumen.
     d. Quality : Penurunan kualitas


  Fulfillment and Transportation
     Untuk memenuhi pesanan dalam marketing channel yaitu untuk memperoleh produk
  dan mempersiapkan untuk pengepakan.
     Fungsinya, transportasi merupakan suatu usaha yang kompleks dan mahal. dalam
  timer yang sederhana, pengirim sering berpikir dalam hal satu jenis carrier, seperti mobil-
  rel, kapal, atau pesawat.
     Transportasi tidak hanya sekedar pengiriman. itu berhubungan erat dengan lokasi dan
  operasi dari beberapa jumlah gudang. Ini menentukan kemungkinan routing dan karena
  itu keputusan yang kritis. maka, suatu kepentingan peningkatan pergudangan kontrak,
  yaitu outsourcing fungsi pergudangan. Dengan meninggalkan gudang mereka sendiri,
  pengirim menciptakan fleksibilitas transportasi yang besar.


  Third-Party Logistics Providers
  Penentu kritis popularitas penyedia logistik pihak ketiga adalah kemauan penyedia untuk
  memberikan service yang cepat, handal dan dengan harga rendah.


B. Supply Chain Management
     Merupakan himpunan entitas yang secara kolektif memproduksi produk dan
  menjualnya kepada titik akhir (pelanggan utama).
     Perusahaan yang berada dalam SCM pada intinya memuaskan konsumen dengan
  bekerja sama membuat produk yang murah, mengirimkan tepat waktu dan dengan
  kualitas yang bagus. Apabila mengacu pada sebuah perusahaan manufaktur, kegiatan-
  kegiatan utama yang masuk dalam klasifikasi SCM adalah :
  1. Kegiatan merancang produk baru (product development) - kegiatan mendapatkan
     bahan baku (procurement)
2. Kegiatan merencanakan produksi dan persediaan (planning and control) - kegiatan
   melakukan produksi (production).
3. Kegiatan melakukan pengiriman distribution Ukuran performansi SCM, antara lain :
   a) Kualitas (tingkat kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, ketepatan pengiriman)
   b) Waktu (total replenishment time, business cycle time)
   c) Biaya (total delivered cost, efisiensi nilai tambah)
   d) Fleksibilitas (jumlah dan spesifikasi) SCM juga bisa diartikan jaringan organisasi
       yang menyangkut hubungan ke hulu (upstream) dan ke hilir (downstream), dalam
       proses yang berbeda dan menghasilkan nilai dalam bentuk barang / jasa di tangan
       pelanggan terakhir (ultimate customer/end user).


Tujuan Utama SCM :
1. Penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen.
2. Mengurangi biaya
3. Meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan)
4. Mengurangi waktu
5. memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi


Komponen SCM dan Teknologi
Sistem SCM memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Aliran informasi bergerak sangat cepat dan akurat antara elemen jaringan supply
   chain seperti: Pabrik, Suppliers, Pusat distribusi, Konsumen, dan sebagainya).
2. Informasi bergerak sangat cepat untuk menanggapi perpindahan produk
3. Setiap elemen dapat mengatur dirinya
4. Terjadi integrasi dalam proses permintaan dan penyelesaian produk
5. Kemampuan internet.


Berikut adalah gambar model supply chain (A. T. Kearney, 1994)
   SCM berusaha mencapai optimasi global. Merupakan proses untuk menemukan
strategi terbaik bagi keseluruhan supply chain (systemwide). Adalah sangat menantang
untuk mendesain dan mengoperasikan supply chain yang secara keseluruhan biayanya
minimal, serta service levelnya terjaga. Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam
supply chain yaitu pertama, aliran barang dari hulu ke hilir contohnya bahan baku yang
dikirim dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer,
kemudian ke pemakai akhir. Yang kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari
hilir ke hulu dan ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau
sebaliknya.




   Integrasi supply chain dilakukan untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas
sepanjang supply chain sehingga dapat meningkatkan performasi anggota supply chain.
Performa diukur dengan :
1. Penurunan biaya
2. Peningkatan service level
3. Penurunan efek bullwhip
4. Peningkatan pemanfaatan sumber daya
5. Peningkatan kecepatan merespon perubahan besar.


Produksi
   Bagian ini bertugas secara fisik melakukan transformasi dari bahan baku, bahan
setengan jadi atau komponen menjadi produk jadi. Kegiatan produksi dalam konteks
SCM tidak harus dilakukan dalam perusahaan. Banyak perusahaan melakukan
outsourcing yaitu memindahkan kegiatan produksi ke pihak subkontraktor, sementara
perusahaan konsentrasi ke kegiatan yang menjadi core competency mereka. Dalam
kegiatan produksi, konsep lean manufakturing yang mementingkan efisiensi dan agile
manufacturing yang menekankan pada fleksibilitas dan ketangkasan merespon perubahan
adalah dua hal yang penting


Tiga Macam Komponen Rantai Supply :
1. Rantai Suplai Hulu/Upstream supply chain
           Bagian upstream (hulu) supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan
   manufaktur dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur, assembler,
   atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada pada penyalur mereka (para penyalur
   second-trier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua
   jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam
   upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan.


2. Manajemen Internal Suplai Rantai/Internal supply chain management.
           Bagian dari internal supply chain meliputi semua proses pemasukan barang ke
   gudang yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur ke
   dalam keluaran organisasi itu. Hal ini meluas dari waktu masukan masuk ke dalam
   organisasi. Di dalam rantai suplai internal, perhatian yang utama adalah manajemen
   produksi, pabrikasi, dan pengendalian persediaan.


3. Segmen Rantai Suplai Hilir/Downstream supply chain segment
           Downstream (arah muara) supply chain meliputi semua aktivitas yang
   melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply
   chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan, transportasi, dan after-sales-
   service.


Permasalahan Manajemen Rantai Supply :
1. Distribusi Konfigurasi Jaringan: Jumlah dan lokasi supplier, fasilitas produksi, pusat
   distribusi ( distribution centre/D.C.), gudang dan pelanggan.
2. Strategi Distribusi: Sentralisasi atau desentralisasi, pengapalan langsung, Berlabuh
   silang, strategi menarik atau mendorong, logistik orang ke tiga (Pabean).
3. Informasi: Sistem terintregasi dan proses melalui rantai suplai untuk membagi
   informasi berharga, termasuk permintaan sinyal, perkiraan, inventaris dan transportasi
   dsb.
4. Manajemen Inventaris: Kuantitas dan lokasi dari inventaris termasuk barang mentah,
    proses kerja, dan barang jadi.
5. Aliran dana: Mengatur syarat pembayaran dan metodologi untuk menukar dana
    melewati entitas didalam rantai suplai.
 Eksekusi rantai suplai ialah mengatur dan koordinasi pergerakan material, informasi dan
dana diantara rantai suplai tersebut. Alurnya sendiri dua arah.


Strategi penyelesain konflik dalam manajemen rantai supply (SCM): dengan peralatan:
1. Demand management/forecasting
   Perangkat peralatan dengan menggunakan teknik-teknik peramalan secara statistik.
   Perangkat ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil peramalan yang lebih akurat.
2. Advanced planning and scheduling
   Suatu peralatan dalam rangka menciptakan taktik perencanaan, jangka menengah dan
   panjang berikut keputusan-keputusan menyangkut sumber yang harus diambil dalam
   rangka melengkapi jaringan supply
3. Transportation management
   Suatu fungsi yang berkaitan dengan proses pendisitribusian produk dalam supply chain
4. Distribution and deployment
   Suatu alat perencanaan yang menyeimbangkan dan mengoptimalkan jaringan distribusi
   pada waktu yang diperlukan. Dalam hal ini, Vendor Managed Invetory dijadikan
   pertimbangan dalam rangka optimalisasi.
5. Production planning
   Perencanaan produksi dan jadwal penjualan menggunakan taraf yang dinamis dan
   teknik yang optimal.
6. Available to-promise
   Tanggapan yang cepat dengan mempertimbangkan alokasi, produksi dan kapasitas
   transportasi serta biaya dalam keseluruhan rantai supply .
7. Supply chain modeler
   Perangkat dalam bentuk model yang dapat digunakan secara mudah guna mengarahkan
   serta mengontrol rantai supply. Melalui model ini, mekanisme kerja dari konsep supply
   chain dapat diamati.
8. Optimizer
   The optimizer ibarat jantung dari sistem supply chain management. Dalamnya
   terkandung: linear & integer programming, non-linear programming, heuristics and
   genetic algorithm. Genetic algorithm adalah suatu computing technology yang mampu
   mencari serta menghasilkan solusi terbaik atas jutaan kemungkinan kombinasi atas
   setiap parameter yang digunakan


Aktivitas / Fungsi :
    Manajemen rantai suplai ialah pendekatan antar-fungsi (cross functional) untuk
mengatur pergerakan material mentah kedalam sebuah organisasi dan pergerakan dari
barang jadi keluar organisasi menuju konsumen akhir. Sebagaimana korporasi lebih fokus
dalam kompetensi inti dan lebih fleksibel, mereka harus mengurangi kepemilikan mereka
atas sumber material mentah dan kanal distribusi. Fungsi ini meningkat menjadi
kekurangan sumber ke perusahaan lain yang terlibat dalam memuaskan permintaan
konsumen, sementara mengurangi kontrol manajemen dari logistik harian. Pengendalian
lebih sedikit dan partner rantai suplai menuju ke pembuatan konsep rantai suplai. Tujuan
dari manajemen rantai suplai ialah meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi diantara
rekanan rantai suplai, dan meningkatkan inventaris dalam kejelasannya dan meningkatkan
percepatan.


Strategis:
1. Optimalisasi jaringan strategis, termasuk jumlah, lokasi, dan ukuran gudang, pusat
    distribusi dan fasilitas
2. Rekanan strategis dengan pemasok suplai, distributor, dan pelanggan, membuat jalur
    komunikasi untuk informasi amat penting dan peningkatan operasional seperti cross
    docking, pengapalan langsung dan logistik orang ketiga
3. Rancangan produk yang terkoordinasi, jadi produk yang baru ada bisa diintregasikan
    secara optimal ke rantai suplai,manajemen muatan.
4. Keputusan dimana membuat dan apa yang dibuat atau beli.
5. Menghubungkan strategi organisasional secara keseluruhan dengan strategi
    pasokan/suplai

Taktis :
1. Kontrak pengadaan dan keputusan pengeluaran lainnya.
2. Pengambilan Keputusan produksi, termasuk pengontrakan, lokasi, dan kualitas dari
    inventori.
3. Pengambilan keputusan inventaris, termasuk jumlah, lokasi, penjadwalan, dan definisi
   proses perencanaan.
4. Strategi transportasi, termasuk frekuensi, rute, dan pengontrakan
5. Benchmarking atau pencarian jalan terbaik atas semua operasi melawan kompetitor
   dan implementasi dari cara terbaik diseluruh perusahaan
6. Gaji berdasarkan pencapaian


Operasional :
1. Produksi harian dan perencanaan distribusi, termasuk semua hal di rantai suplai
2. Perencanaan produksi untuk setiap fasilitas manufaktru di rantai suplai (menit ke
   menit)
3. Perencanaan permintaan dan prediksi, mengkoordinasikan prediksi permintaan dari
   semua konsumen dan membagi prediksi dengan semua pemasok.
4. Perencanaan pengadaan, termasuk inventaris yang ada sekarang dan prediksi
   permintaan, dalam kolaborasi dengan semua pemasok.
5. Operasi inbound, termasuk transportasi dari pemasok dan inventaris yang diterima.
6. Operasi produksi, termasuk konsumsi material dan aliran barang jadi (finished goods).
7. Operasi outbound, termasuk semua aktifitas pemenuhan dan transportasi ke pelanggan
8. Pemastian perintah, penghitungan ke semua hal yang berhubungan dengan rantai
   suplai, termasuk semua pemasok, fasilitas manufaktur, pusat distribusi, dan pelanggan
   lain


Strukturisasi dan Tiering
   Jika dilihat lebih dekat pada apa yang terjadi dalam kenyataannya, istilah rantai suplai
mewakili sebuah serial sederhana dari hubungan antara komoditas dasar dan produk
akhir. Produk akhir membutuhkan material tambahan kedalam proses manufaktur.


Arus Material dan Informasi
   Tujuan dalam rantai suplai ialah memastikan material terus mengalir dari sumber ke
konsumen akhir. Bagian-bagian (parts) yang bergerak didalam rantai suplai haruslah
berjalan secepat mungkin. Dan dengan tujuan mencegah terjadinya penumpukan inventori
di satu lokal, arus ini haruslah diatur sedemikian rupa agar bagian-bagian tersebut
bergerak dalam koordinasi yang teratur. Istilah yang sering digunakan ialah synchronous.
    Terkadang sangat susah untuk melihat sifat arus "akhir ke akhir" dalam rantai suplai
yang ada. Efek negatif dari kesulitan ini termasuk penumpukan inventori dan respon tidak
keruan pada permintaan konsumen akhir. Jadi, strategi manajemen membutuhkan
peninjauan yang holistik pada hubungan suplai.

    Teknologi informasi memungkinkan pembagian cepat dari data permintaan dan
penawaran. Dengan membagi informasi di seluruh rantai suplai ke konsumen akhir, kita
bisa membuat sebuah rantai permintaan, diarahkan pada penyediaan nilai konsumen yang
lebih. Tujuannya ialha mengintegrasikan data permintaan dan suplai jadi gambaran yang
akuarasinya sudah meningkatdapat diambil tentang sifat dari proses bisnis, pasar dan
konsumen akhir. Integrasi ini sendiri memungkinkan peningkatan keunggulan kompetitif.
Jadi dengan adanya integrasi ini dalam rantai suplai akan meningkatkan ketergantungan
dan inventori minimum.

7 Prinsip dalam SCM :
   Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhannya
   Sesuaikan jaringan logistik untuk melayani kebutuhan pelanggan yang berbeda
   Dengarkan signal pasar
   Deferensiasi produk pada titik yang lebih dekat dengan konsumen
   Kelola sumber-sumber suplai secara strategis
   Kembangkan strategi teknologi untuk keseluruhan rantai supply chain
   Adopsi pengukuran kinerja untuk sebuah supply chain secara keseluruhan


Efisien respon konsumen.
    Respon konsumen efisien adalah tengara dalam saluran pemasaran. sebagai sebuah
gerakan telah ditempa perubahan radikal dalam industri bahan makanan, dan perubahan
yang menyebar ke sektor-sektor lain dan negara lain.


Kategori manajemen dan promosi yang efisien.
    Manajemen Kategori percikan berpikir tentang promosi yang efisien. Ini dapat
didefinisikan sebagai penawaran terbatas-waktu yang menang-menang bagi semua pihak.
    Mereka menggunakan data yang efisien promosi tentang perilaku konsumen untuk
menemukan apa yang jual, berapa harga, dan kepada siapa. pengecer, grosir dan produsen
bekerja sama untuk memahami rim data transaksi atau data penelitian pasar.
   Hambatan ECR
      Salah satu hambatan terbesar untuk ECR adalah perlunya mempercayai anggota lain
   dalam marketing channel. Kepercayaan dan hubungan kerja yang baik diperlukan untuk
   pertukaran informasi, perencanaan bersama, dan tindakan bersama yang mendukung
   upaya untuk membuat saluran kelontong seluruh merespon konsumen saat memotong
   limbah. Dan kepercayaan sangat penting untuk pengisian kontinyu.
      Jenis lain dari sistem tarik adalah respon cepat. tujuan di sini adalah untuk mengelola
   rantai pasokan untuk produk-produk yang permintaan sulit diprediksi. QR menempatkan
   penekanan pada manufaktur yang fleksibel untuk bereaksi terhadap trend yang terdeteksi
   pada data point-of-sale. untuk memperoleh informasi dan fleksibilitas, anggota saluran
   banyak yang memilih untuk memiliki beberapa toko dan untuk mempekerjakan desainer.
      Spektrum dari lebih fungsional untuk produk-produk inovatif lebih dapat digunakan
   untuk menentukan filsafat rantai suplai lebih tepat untuk suatu merek tertentu. Merk yang
   inovatif membutuhkan rantai pasokan yang merespon cepat terhadap sinyal pasar. produk
   fungsional perlu rantai pasokan yang terus menekan biaya fisik. kedua jenis rantai
   pasokan menjadi lebih layak dengan perkembangan teknologi baru dan dengan perubahan
   dalam praktek manajemen. dan salah satu pilar dari manajemen rantai pasokan yang baik
   adalah pemasaran manajemen saluran yang efektif.


C. Managing conflict to increase channel coordination
      Konflik merupakan hal negatif dalam hubungan manusia yang paling juga negatif
   dalam berbagai hubungan. Konflik dalam hubungan terjadi ketika salah satu anggota
   memandang mitra yang lain sebagai lawan atau musuh.


   Konflik menyiratkan suatu ketidakcocokan pada tingkat tertentu:
   a. Latent Conflict,, disebabkan kondisi yang mengatur kepentingan pihak berselisih. Tak
      terhindarkan, kepentingan bertabrakan antar anggota karena semua pihak mengejar
      tujuan masing-masing, berusaha untuk mempertahankan otonomi mereka, dan
      bersaing untuk sumber daya yang terbatas.
   b. Perceived Conflict, terjadi ketika anggota merasa adanya oknum oposisi, seperti :
      oposisi dari sudut pandang, persepsi, dari sentimen, kepentingan atau niat. Persepsi
      konflik adalah kognitif, yaitu, emosi dan mental.
Measuring Conflict
Cara terbaik dalam mengukur konflik yaitu mengumpulkan 4 aspek sebagai berikut :
a. Counting Up the issues, hal yang paling relevan dari hubungan kedua pihak.
b. Importance, memastikan pentingnya suatu permasalahan kepada masing-masing
   pihak
c. Frequency of Disagreement, memastikan seberapa sering kedua belah pihak bertikai
   berdasarkan data-data yang tersedia.
d. Intensity of Dispute, memastikan seberapa sering kedua belah pihak berbeda pendapat.


The consequences of Conflict
a. Functional conflict
           Konflik fungsional terjadi secara umum, ketika anggota mengakui kontribusi
   masing-masing dan memahami bahwa keberhasilan masing-masing pihak tergantung
   pada yang lain.
           Konflik terjadi karena setiap anggota menegur atau memperbaiki kesalahan
   anggota lain untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan mengangkat perbedaan ini,
   mereka memotivasi satu sama lain untuk berbuat lebih baik dan menantang satu sama
   lain untuk mematahkan kebiasaan lama.
           Untuk meningkatkan kinerja seperti saluran, anggotanya harus cukup peduli
   untuk berkomunikasi, bekerja sama dan untuk menemukan, pasti, poin mereka
   oposisi. persepsi mereka tentang konflik akan tumbuh.


b. Conflict Damage
           Konflik dapat meningkatkan rasa kekecewaan. Konflik merongrong komitmen
   anggota dengan merusak kepercayaan pihak fokus dalam pasangannya. Efek kuat
   terjadi dalam dua cara. Pertama, konflik langsung dan cepat sakit kepercayaan partai
   fokus dalam kebijakan mitra dan kejujuran. kedua, konflik mengurangi kepuasan
   interpersonal, yang, pada gilirannya, memberikan pukulan lain untuk percaya.


Penyebab Utama Konflik
a. Competing goals
   Setiap anggota dalam marketing channel menetapkan tujuan dan obyektif sangat
   berbeda dengan anggota lain. Hal ini membangun perbedaan dalam apa yang
   perusahaan yang ingin dicapai adalah fundamental dengan bisnis, tidak hanya
   channels. Perbedaan yang melekat pada apa yang mereka capai dan apa yang mereka
   nilai mengarahkan pimpinan perusahaan untuk menemukan cara-cara untuk
   memantau dan memotivasi agen mereka
c. Their perception of reality
   Persepsi yang berbeda tentang realitas merupakan sumber penting dari konflik, karena
   mereka menunjukkan bahwa akan ada perbedaan dasar tindakan dalam menanggapi
   situasi yang sama.
d. Clashes over domains
   Setiap anggota saluran memiliki domain sendiri, atau lingkup fungsi. Banyak konflik
   terjadi ketika salah satu anggota saluran merasakan bahwa yang lainnya tidak
   melaksanakan dengan tepat tanggung jawabnya dalam domain yang sesuai.


Gray Markets
   Gray markets adalah Produk-produk resmi yang diimpor dari luar negeri, kemudian
dijual melalui saluran distribusi yang tidak sah. Biasanya, produk-produk ini dijual
dengan potongan harga yang signifikan di luar saluran normal produsen distribusi. Selain
itu, standar pelayanan yang diberikan pun dibawah standar distributor resmi. Beberapa
produk seperti mobil, parfum, barang elektronik lainnya beredar dalam pasar ini.
Keuntungan gray marketers sensitif terhadap nilai tukar internasional, dan mereka
cenderung untuk berkembang pada masa ketika nilai mata uang dolar AS lebih kuat
dibandingkan dengan mata uang dunia lainnya.
   Pembelian produk pada gray markets, selain dapat menghasilkan penghematan
substansial bagi konsumen, juga memiliki risiko. Konsumen produk seperti mobil yang
diproduksi di luar Amerika Serikat mungkin telah dibangun dengan spesifikasi yang
berbeda dan dengan bahan yang berbeda. Mobil impor dalam gray markets, misalnya,
harus diubah oleh importir dan disetujui oleh Perlindungan komersial independen untuk
memenuhi standar emisi federal.
   Singkatnya, gray markets adalah penyebab utama konflik, sebagian karena kedua
pihak memiliki pemikiran yang berbeda. Selain itu, aktivitas pada gray markets ini
seringkali tersangkut dengan masalah penegakan hukum yang tidak begitu mudah dan
membutuhkan biaya yang besar.
Strategi Resolusi Konflik
a. Information-Intensive Mechanisms
   Sebagian besar dari mekanisme ini dirancang untuk mencegah konflik dengan
   menciptakan cara untuk berbagi informasi. Information-Intensive Mechanisms
   tersebut berisiko dan mahal : risiko masing-masing pihak memberitahukan informasi
   sensitif dan harus mencurahkan sumber daya untuk komunikasi. Kepercayaan dan
   kerjasama adalah kondisi membantu karena mereka tetap konflik dikelola
b. Third-Party Mechanisms
   Kooptasi membawa bersama wakil-wakil dari anggota channel. Sebaliknya, mediasi
   dan arbitrasi cara untuk mendatangkan pihak ketiga yang tidak terlibat dengan
   channel. Mekanisme ini mencegah konflik dari konflik yang timbul atau tetap nyata
   dalam batas-batas. Mediasi adalah proses dimana pihak ketiga yang mencoba untuk
   mengamankan penyelesaian sengketa dengan membujuk para pihak layu untuk
   melanjutkan perundingan mereka atau untuk mempertimbangkan rekomendasi
   prosedural atau substantif yang dibuat oleh mediator.
c. Building Relational Norms
   Channel’s norms adalah harapan tentang perilaku, harapan anggota channel
   setidaknya sebagian saham. Dalam channel terdapat norma-norma sebagai berikut :
   1) Flexibility. Channel members mengharapkan satu sama lain untuk beradaptasi
       dengan keadaan siap berubah, dengan minimal obstruksi dan negosiasi.
   2) Information Exchane. Anggota mengharapkan satu sama lain untuk berbagi setiap
       dan semua informasi terkait masalah-seberapa sensitif-bebas, sering, cepat, dan
       menyeluruh.
   3) Solidarity. Anggota mengharapkan satu sama lain bekerja untuk keuntungan
       bersama, bukan hanya menguntungkan sepihak.

								
To top