Docstoc

KHUTBAH IDUL FITRI

Document Sample
KHUTBAH IDUL FITRI Powered By Docstoc
					               Khutbah hari raya idul fitri Tahun 1433 H/2012

             Disampaikan di masjid Mujahidin Rejomulyo Kediri

Ma`.asyirol Muslimin jamaah idul fitri Rohimakumullah

Hari ini ,kita umat islam merayakan hari raya idul fitri,yg merupakan hari
kemenangan bagi umat islam karena kita telah mampu mengalahkan
,menundukkan hawa nafsu kita, untuk kemudian kita bimbing menuju hidayat
urobbi yakni dg melakukan puasa sebulan penuh ,dengan rangkaian ibadah su
nahnya , hal ini semua bukanlah semata merupakan prestasi kita akan tetapi
betul betul merupakan rahmat allah semata yang dianugrahkan kepada kita
Inna nafsa laammarotun bissu`i illa ma rohima robbi ( sesungguhnya nafsu itu
Selalu mengajak kepada kejelekan terkecuali yang dirohmati oleh Allah SWT.
Maka ia akan selalu berada dalam kebaikan dan berlandaskan pada rel yang te
lah ditentukan oleh agama ,seorang ahli hikmah berkata “ An nafsu kattifli in
tuhmilhu syabba ala hubbir rodho`in tanfatim tantasil “ Nafsu itu bagaikan
anak bayi yang masih menyusu kepada ibunya kalau kita biarkan dia akan tetap
Menyusu akan tetapi sebaliknya kalau kita sapeh diapun akan melepaskannya
Adalah merupakan perjuangan yang tidak ringan untuk mengekang nafsu
selama romadhon ,karena kita harus menahan diri dari semua hal hal yang
membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamya matahari ,sementara
dalam waktu yang bersamaan kita disugesti oleh Allah untuk melakukan amalia
sunah ( melakukan sholat terawih,tadarus membaca al `quran,berzakat ,berse
dekah,berinfaq ) serta berprilaku dan berpenampilan yang santun,oleh karena
itu pada hakekatnya kalau kita renungkan dengan pikiran yang jernih dan hati
yang ikhlas bahwa sanya bulan romadhon adalah merupakan tempat
pendidikan untuk penggem blengan mental manusia ; di siang hari kita
diharamkan makan minum ,bahwasanya kita diajarkan untuk bersikap hemat
,sederhana , sehingga tidak terjerumus konsumerisme dan hidonisme (
memborong semua yang ada dengan serba mewah dan luks tanpa
mengindahkan nilai dan manfaatnya) tetapi sebaliknya melatih kepekaan kita
terhadap kebutuhan sosial sehingga kita sadar berzakat,bersedekah berinfaq.
Puasa selalu dibatasi oleh waktu,kapan mulai berpuasa dan kapan mulai
berbuka ini mendidik kita untuk selalu hidup disiplin ,menjadi manusia disiplin
akan membantu memudahkan dalam mengatur dan mengelola aktifitas kehidu
pan kita ,betapa berhargananya waktu ini sampai samapai Allah bersumpah ;
Wal asri, “demi waktu,Wadduha “ demi waktu dhuha.Berpuasa mendidik kita
menjadi orang yang sabar agar supaya kita tangguh tidak mudah rapuh sedikit
sedikit mengeluh karena kita tidak memiliki daya tahan dalam menghadapi
situasi dinamika kehidupan yang kadang pasang dan kadang surut,dalam konte
k ini rosulullah s a w,pernah dalam hidupnya menjadi pengusaha yang sangat
sukses sampai beliau berkurban dengan seratus unta,tetapi di saat tertentu bel
iau pernah menalami kekosongan uang ,sehingga untuk kebutuhan makan
terpaksa rosulullah menggadaikan baju besinya untuk memperoleh gandum
yang dimakan pada hari itu. Allah menggambarkan prilaku kehidupan manusia
ini dalam firmannya “ Innal Insana khuliqo halua wa idza massahul khoiru
manu`a wa idza massahussyarru jazu`a (“ sesunggunya manusia itu diciptakan
dalam keadaan keluh kesah bila dapat kebaikan ia kikir,sebaliknya bila tertimpa
kesulitan dia mengeluh”. Dengan demikian perjuangan mengekang hawa nafsu
membutuhkan perjuangan yang cukup berat,karena dibutuhkan kesungguhan
dan dengan niat yang ikhlas ,oleh karena itu rosulullah ketika baru saja pulang
dari perjuangan berperang melawan orang kafir dalam perang badar beliau
bersabda” roja`na minal jiha~dil asghar ilal jiha~dil akbar”kita ini baru saja
pulang dari peperangan yang kecil,menuju kepada peperangan yang lebih
besar, ketika rosulullah ditanya mengenai peperangan yang besar beliau men
jawab ,”bahwa peperangan yang besar adalah perang melawan hawa nafsu.
Prof Hamka Allahu yarham,menuturkan bahwanya manusia melawan hawa
nafsu terbagi menjadi tiga bagian :

      1.Manusia kalah sama sekali dengan hawa nafsunya,sehingga dirinya
diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri,bahkan dijadikannya sebagai tuhannya

       2.Peperangan antara manusia dan hawa nafsu berganti ganti,terkadang
manusia yang menang nafsu yang kalah,atau sebaliknya manusia yang kalah
dan nafsu yang menang,oleh karenanya rosulullah bersabda” Laisas syadi~du
bissur`ati in namas syadi~du man halaka nafsahu indal ghodob,” “bukanlah
yang gagah berani,dek doyo itu adalah lantaran cepat melumpuhkan
musuhnya,akan tetapi yang gagah berani adalah orang yang bisa menahan
nafsu dirinya ketika ia sedang emosional yang diliputi dengan kemarahan.

      3.Manusia yang dapat mengalahkan hawa nafsunya ,yang berarti ia
dapat menguasai nafsunya dan dapat mengendalikan dan mengarahkannya.
       Dengan demikian perjuangan memerangi hawa nafsu adalah benar
benar merupakan perjuangan yang berat,maka jika manusia kurang berhati-
hati tentu akan tergelincir dan kalah,yang pada gilirannya ia akan diperbudak
oleh hawa nafsunya sendiri,na`u~ dzubillah tsumma na`u~ dzubillah

      Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil hamd,

        Melalui perayaan kemengan ,i`dul fitri ini marilah kita rayakan dengan
tetap memperhatikan bingkai konsep muatan nilai ajaran rosul,agar supaya
kita tidak terjerumus ke dalam hawa nafsu.

      1.Marilah hendaknya idul fitri ini kita jadikan sebagai sarana silaturohim,
sebagai manifestasi /wujud nyata ukhuwwah islamiyah di antara kita ,sehingga
bisa menumbuhkan asah,asih asuh,yang pada gilirannya nanti akan
terbentuklah suatu kekuatan yang solid dan potensial sebagai ikon profil kaum
muslimin dalam mengatasi berbagai tantangan di masa depan.

        2.Marilah kita manfaatkan momen idul fitri ini,untuk saling
bermaaf,maafan yang dilandasi dengan hati yang tulus ikhlas, dengan
menanggalkan berbagai atribut status sosial kita ,dan dengan tanpa gengsi hal
ini kita lakukan hanya semata mengharap ridho Allah ,sehingga rotasi
kehidupan ini menjadi normal kembali.

Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda,

 ‫من كانت له مظلمة ألخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن ال يكون دينار وال درهم إن‬
 ‫كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه‬

“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari
ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya,
sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika
orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk
melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka
ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi” (HR.
Bukhari no.2449)



     3.Marilah kita kembali kepada kepribadian muslim,dengan jiwa yang
tenang bersama para penyembah Allah S W T,waliurrohman( hamba yang
taqorrub kepada Allah dengan amal ibadahya),dan berusha memegang prinsip
nilai nilai keislaman dan amal perbuatan yang bermanfaat menuju
mardhotillah ,”sehingga pada akhirnya kita lulus dari sebuah lembaga
pendidikan romadhon dngan nilai tidak saja kumlod akan tetapi meraih derajat
mukmin muttaqiin , hasanatan fid dun ya wahasanatan fil akhiroh”,Ya~
ayyuhan nafsul mutmainnah irji`i ila~robbiki ro~dhiyatan mardhiyyah fad huli fi
iba~di~ wad huli~ jannati~

      Aquulu qouli haadza ,waastaghfirullaha liwalakum walisairil muslimin
min kulli dzanbi fas taghfiruuh innaahu huwal ghofururrohiim.

.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:41
posted:10/3/2012
language:Unknown
pages:6