Penelitian: Definisi dan Metode - DOC

Document Sample
Penelitian: Definisi dan Metode - DOC Powered By Docstoc
					            RTI
                                        Perencanaan Penelitian
    MODUL 5


   Dalam menyusun perencanaan penelitian, terdapat beberapa faktor yang perlu
   dipertimbangkan. Faktor tersebut adalah: (1) Etika Penelitian; (2) Kendala
   Hukum; (3) Pelatihan Asisten Penelitian. Dua faktor pertama, etika penelitian
   serta kendala hukum merupakan faktor yang relevan dipertimbangkan untuk
   semua kegiatan penelitian. Semua subjek penelitian mempunyai hak untuk
   menolak ataupun menghentikan penelitian. Faktor ketiga adalah kebutuhan untuk
   mengadakan pelatihan bagi asisten maupun anggota tim peneliti untuk
   memperlancar pelaksanaan penelitian. Bab ini akan menitikberatkan pada ketiga
   faktor diatas. Setelah itu, akan diuraikan mengenai nilai informasi penelitian dan
   pokok-pokok perencanaan penelitian. Bab ini akan ditutup dengan panduan
   memilih jenis penelitian yang sesuai dengan minat dan kemampuan peneliti.


5.1. ETIKA PENELITIAN


   Dalam melakukan penelitian bisnis, baik peneliti maupun manajer terlibat dalam
   masalah etika penelitian. Etika adalah norma atau standar perilaku yang
   memandu pilihan moral mengenai perilaku kita dan hubungan kita dengan orang
   lain. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa tidak seorangpun yang dirugikan
   atau menanggung konsekuensi yang merugikan dari kegiatan penelitian (Cooper
   & Schindler, 2001). Dari sisi moral, penelitian bisnis yang tidak memperhatikan
   etika penelitian jelas sudah mempunyai kesalahan besar. Apapun yang
   dilakukan, apabila dari pertimbangan moral sudah tidak benar, hasil penelitian
   tersebut tentunya tidak akan mempunyai manfaat bagi masyarakat. Mungkin
   perusahaan     akan      dapat    memperoleh    keuntungan      yang   besar,    namun
   keuntungan perusahaan ini bisa jadi mempunyai dampak negatif yang cukup
   besar.
            Penelitian     yang     tidak    memperhatikan     etika   penelitian    dapat
   mempengaruhi          kesan    terhadap    perusahaan     dan   manajemen.       Apabila
   masyarakat menangkap kesan buruk terhadap suatu perusahaan, perusahaan




   Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                       DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                             RISET TEKNOLOGI INFORMASI
tersebut dapat kehilangan pasar bagi produknya. Dalam jangka panjang, hal ini
akan sangat merugikan perusahaan.
       Pengabaian terhadap etika penelitian juga dapat mendorong turunnya
kualitas data yang diperoleh, dan pada ujungnya akan menurunkan kualitas
keputusan yang diambil oleh manajemen. Perilaku yang tidak etis akan
berpengaruh kepada keabsahan data yang dikumpulkan. Pada akhirnya, baik
individu maupun lembaga akan menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian
yang dilakukan oleh perusahaan tersebut pada waktu yang akan datang.
       Dengan demikian, jelas bahwa etika perlu diperhatikan ketika melakukan
penelitian. Bila etika dipertimbangkan dalam desain riset, prioritas perlu diberikan
kepada bagaimana melindungi hak-hak para stakeholder dari penelitian yang
akan dijalankan. Setidaknya ada empat pihak yang memiliki hak atas
pelaksanaan penelitian, yaitu: masyarakat, subjek, klien, dan peneliti (Davis &
Cosenza, 1993: 476). Hak dari setiap pihak ini menjamin informasi dan perilaku
yang merupakan tanggung jawab pelaku yang lain dalam penelitian. Berikut ini
akan diuraikan hak masyarakat, subjek penelitian, klien, dan peneliti yang
berhubungan erat dengan masalah etika dalam penelitian.


5.1.1. Hak Masyarakat
Bisnis adalah fenomena sosial yang muncul dengan berbagai organisasi dan
kesatuan dalam masyarakat. Oleh karena itu, bisnis dan penelitian bisnis
mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat, yang mempunyai hak tertentu
dalam pelaksanaan penelitian. Ada tiga hak masyarakat dalam hubungannya
dengan penelitian bisnis, yaitu (Davis & Cosenza, 1993: 479):


   Hak untuk memperoleh informasi hasil penelitian yang penting
   Hak untuk mengharap hasil penelitian yang objektif
   Hak kebebasan pribadi


       Hak masyarakat yang pertama adalah hak untuk memperoleh informasi
tentang hasil penelitian yang penting dari sisi masyarakat, terutama yang
berhubungan dengan keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat
umum. Misalnya penelitian tentang dampak negatif dari penggunaan obat
tertentu, penelitian tentang risiko penggunaan peralatan tertentu, penelitian




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                      RISET TEKNOLOGI INFORMASI
tentang penggunaan bahan-bahan tertentu untuk pembuatan produk makanan,
dan sebagainya.
       Sehubungan dengan informasi hasil penelitian yang diberikan kepada
masyarakat umum, masyarakat juga berhak untuk mengharap bahwa hasil
penelitian tersebut merupakan hasil yang objektif, lengkap, tidak berat sebelah,
dan layak secara ilmiah. Di beberapa kasus, hasil penelitian digunakan untuk
mengkonfirmasi atau menolak suatu tuntutan. Namun, hasil penelitian semacam
ini sebenarnya bukan merupakan hasil riset, melainkan pernyataan-pernyataan
yang didesain untuk meyakinkan atau membujuk orang atas suatu fenomena.
Dengan kata lain, pemberian informasi hasil penelitian adalah tidak etis dan
melanggar hak masyarakat.
       Selain kedua hak diatas, masyarakat sebagai individu mempunyai hak
untuk tidak diganggu. Artinya, kebebasan pribadinya perlu dihargai oleh pihak
lain, termasuk oleh peneliti. Harus diakui ini mengundang dilema bagi para
peneliti karena aplikasi suatu penelitian dapat meningkatkan efisiensi bisnis
sekaligus juga dapat menimbulkan dampak negatif.


5.1.2. Hak Subjek Penelitian
       Ada tiga hal yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan hak subjek
penelitian. Pertama, subjek individual merupakan hal yang sangat penting dalam
pelaksanaan penelitian. Tanpa partisipasi dan kerjasama mereka, hasil penelitian
yang diperoleh bisa menyimpang. Partisipasi dan kerjasama subjek penelitian
sangat diperlukan dalam perolehan data yang relevan dan akurat. Hal yang
kedua adalah terdapatnya kenyataan bahwa subjek penelitian sering menolak
atau tidak memberikan tanggapan terhadap penelitian bisnis. Penurunan
tanggapan penelitian akan merupakan masalah bagi peneliti bisnis, yang
nantinya dapat mengundang cara-cara kurang layak dalam perolehan data.
Ketiga, hal yang paling penting dari seluruh pertimbangan ini adalah, subjek
penelitian mempunyai hak untuk diberitahu partisipasinya dalam penelitian.
       Atas pertimbangan ketiga hal tersebut, tiga macam hak subjek penelitian
perlu untuk diperhatikan (Davis & Cosenza, 1993: 479-482). Pertama. hak untuk
memilih. Semua subjek penelitian mempunyai hak untuk memilih apakah ia akan
berpartisipasi dalam penelitian ataukah tidak. Tiga hal penting yang berhubungan
dengan hak untuk memilih adalah:




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                   RISET TEKNOLOGI INFORMASI
   Semua subjek penelitian seharusnya mengetahui dan sadar bahwa ia
    mempunyai hak untuk tidak berpartisipasi dalam penelitian.
   Semua individu harus diberi informasi dan penjelasan yang cukup untuk
    menentukan apakah ia akan berpartisipasi ataukah tidak.
   Apabila   subjek   penelitian   menghendaki,   terdapat   kesempatan   untuk
    menghentikan partisipasinya. Dengan kata lain, hak pertama subjek
    penelitian ini adalah, subjek penelitian tidak dapat dan tidak boleh dipaksa
    untuk berpartisipasi kepada penelitian.


       Hak subjek penelitian yang kedua ialah hak untuk memperoleh keamanan
dan keselamatan. Dalam hal ini yang paling utama adalah hak untuk terhindar
dari kerugian fisik maupun mental. Prosedur yang memungkinkan timbulnya
kerugian subjek penelitian dalam bentuk apapun, harus benar-benar dikaji
terlebih dahulu. Apabila keuntungan yang diperoleh tidak besar dari konsekuensi
yang ada, dan subjek penelitian tidak diberitahukan secara menyeluruh tentang
prosedur yang akan dilaksanakan, penelitian tersebut lebih baik dibatalkan. Hak
keamanan dan keselamatan juga termasuk garansi dan proteksi anonimitas
(nama subjek tidak dipublikasikan), bebas dari segala tekanan, dan bebas dari
segala penipuan. Semua subjek penelitian harus mendapat garansi anonimitas
sebelum memulai partisipasinya dalam penelitian bisnis. Semua subjek penelitian
juga mempunyai hak untuk bebas dari tekanan dan ketegangan dalam proses
penelitian. Termasuk dalam hak keamanan dan keselamatan adalah hak untuk
memperoleh informasi tentang tujuan penelitian yang benar. Dengan demikian,
subjek penelitian dapat memberikan partisipasi yang sebaik-baiknya karena ia
mengetahui dengan pasti untuk apa penelitian tersebut dilakukan.
       Hak subjek penelitian yang ketiga adalah hak untuk diberitahu mengenai
semua aspek penelitian. Subjek penelitian juga mempunyai hak untuk mem-
peroleh informasi yang relevan tentang prosedur dimana subjek penelitian akan
terlibat. Subjek penelitian kadang merasakan bahwa partisipasi yang telah
diberikan kepada penelitian tidak ada artinya buat mereka. Jika subjek penelitian
merasa bahwa mereka sekedar dimintai data tidak memperoleh keuntungan
apapun dari penelitian yang dilakukan, mereka akan mengurangi partisipasinya
pada penelitian yang sedang dilaksanakan dan kemungkinan besar akan
menolak untuk berpartisipasi pada penelitian yang akan datang. Apabila subjek
penelitian mengetahui dengan pasti manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                 DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                    RISET TEKNOLOGI INFORMASI
partisipasi yang dilakukannya, subjek penelitian ini tidak akan keberatan, bahkan
dengan senang hati dan sukarela, berpartisipasi pada penelitian berikutnya.


5.1.3. Hak Klien
         Sebagaimana subjek penelitian, klien juga mempunyai hak tertentu
sehubungan dengan penelitian yang dilakukan. Ada dua hak klien yang penting
untuk dibicarakan disini, yaitu: (1) hak atas kerahasiaan; dan (2) hak untuk
mengharapkan penelitian yang berkualitas tinggi (Davis & Cosenza, 1993: 482-
3).
         Pada pelaksanaan penelitian, merupakan hal yang umum bahwa
diperlukan komunikasi yang terbuka antara peneliti dank lien. Komunikasi ini
sangat di-perlukan untuk menunjang kualitas penelitian yang dilakukan yang
pada ujungnya juga merupakan kepentingan klien dan peneliti. Dalam
pelaksanaan penelitian, dengan prinsip komunikais terbuka, sangat mungkin
peneliti akan mengetahui dan mendiskusikan beberapa data penting yang
merupakan rahasia perusahaan. Dalam keadaan seperti ini, adalah merupakan
tanggung jawab peneliti untuk menjaga rahasia perusahaan sehingga tidak
tersebar keluar, apalagi kepada pesaing perusahaan tersebut. Selain itu, klien
juga berhak terhadap penjagaan anonimitas sejauh tidak merugikan atau
memperdayakan subjek penelitian dan pihak yang terkait dalam penelitian yang
dilakukan.
         Hak yang kedua dari klien adalah hak untuk mengharapkan penelitian
yang berkualitas tinggi. Beberapa hal penting sehubungan dengan hal ini adalah:


a. Klien mempunyai hak untuk memperoleh proteksi dari penelitian yang tidak
      diperlukan. Oleh karena peneliti umumnya adalah ahli pada bidang-
      bidangnya, ia dapat memberikan saran kepada klien tentang apa, kapan, dan
      dimana penelitian diperlukan dan cukup bernilai bagi klien. Apabila peneliti
      mengetahui bahwa penelitian yang akan dilakukan tidak layak atau tidak
      banyak bernilai dari sisi kepentingan klien, sudah seharusnya sebagai peneliti
      yang baik, memberitahukan hal tersebut kepada klien.
b. Klien mempunyai hak untuk terhindar dari penelitian yang tidak berkualitas.
      Masalah ini akan berkaitan erat secara khusus dengan moral peneliti, dan
      masyarakat peneliti pada umumnya. Apabila peneliti merasa bahwa ia tidak




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                    DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                       RISET TEKNOLOGI INFORMASI
    mampu melaksanakan penelitian yang dikehendaki klien dengan sebaik-
    baiknya, secara jujur ia harus menyampaikan hal tersebut kepada klien.
c. Hal yang sangat penting dalam hal ini adalah hak klien untuk terhindar dari
    penyajian data yang menyesatkan. Peneliti mempunyai tanggung jawab
    moral untuk menyajikan data dan hasil penelitian yang benar. Klien
    mempunyai hak untuk mengharap dan meminta data dan hasil yang benar
    dari penelitian yang dilakukan.


5.1.4. Hak Peneliti
         Meskipun peneliti yang memulai      dan kadang-kadang mengganggu
waktu dan tempat pihak lain, hasil penelitian dapat membuahkan keuntungan
kepada berbagai pihak dan masyarakat pada umumnya. Berdasar anggapan
bahwa melakukan penelitian dengan memperhatikan hak-hak masyarakat,
subjek penelitian, dank lien, para peneliti juga mempunyai hak tertentu
sehubungan dengan penelitian yang dilakukannya.
         Ada dua hak peneliti yang perlu dihormati oleh pihak lain (Davis &
Cosenza, 1993: 484-485): (1) hak untuk mengharap perilaku etis dari klien; (2)
hak untuk mengharap perilaku etis dari subjek penelitian. Sehubungan dengan
penelitian yang dilaksanakan, klien mempunyai tiga tanggungan kepada peneliti,
yaitu:


a. Bila klien meminta proposal penelitian kepada peneliti, adalah tanggung
    jawab klien bahwa peneliti akan diminta untuk melaksanakan penelitian.
    Permintaan proposal penelitian kepada peneliti tanpa disertai rencana untuk
    mengadakan penelitian adalah merupakan tindakan klien yang tidak etis dan
    tidak dapat dibenarkan.
b. Tanggung jawab yang kedua berhubungan dengan akurasi hasil penelitian
    oleh klien. Penggunaan hasil penelitian, untuk usulan pembiayaan proyek
    perusahaan misalnya, dengan mengurangi dan menambah hasil penelitian
    adalah merupakan tindakan yang tidak benar dan melanggar hak peneliti.
c. Hak peneliti yang ketiga dalam hubungannya dengan tanggung jawab klien
    adalah penjagaan rahasia klien. Jika peneliti harus bertanggung jawab
    tentang kerahasiaan data perusahaan, klien harus bertanggung jawab
    tentang kerahasiaan penggunaan teknik ataupun strategi yang dipergunakan
    oleh peneliti.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                   RISET TEKNOLOGI INFORMASI
           Disamping klien, subjek penelitian juga mempunyai tanggung jawab etis
   terhadap peneliti. Apabila subjek penelitian meminta dan mendapatkan hak
   mereka dalam penelitian, sudah seharusnya mereka memberikan tanggung
   jawab etis kepada peneliti. Peneliti mempunyai dua macam hak kepada subjek
   penelitian, yaitu: hak untuk mengharap ketelitian, kebenaran, dan kejujuran
   subjek dalam pemberian informasi, dan hak untuk mengharap subjek menjaga
   kerahasiaan informasi yang diperoleh. Pengisian data tanpa mengingat ketelitian,
   dan kejujuran oleh subjek penelitian akan berakibat hasil penelitian menjadi bias.
   Demikian pula subjek penelitian mempunyai hak untuk memperoleh hasil
   penelitian, maka ia harus menjaga kerahasiaan hasil penelitian tersebut apabila
   peneliti memintanya.




5.2. Kendala Hukum
           Penelitian yang dilakukan tidak dapat begitu saja terlepas dari aspek
   hukum yang ada. Dalam hal ini terdapat prosedur tertentu untuk dapat
   memperoleh izin penelitian. Apakah penelitian yang akan dilakukan tersebut tidak
   bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku perlu diketahui dengan jelas
   sesuai dengan peraturan perundangan yang ada.
           Selain itu, setidaknya ada dua kendala dalam penelitian yang sering
   dihadapi (Neumann, 2000: 106-113). Pertama, siapa yang mengontrol akses
   terhadap data atau masalah yang diteliti? Ini adalah masalah siapa “penjaga
   gawang” atas hasil-hasil penelitian maupun data yang doiperoleh. Beberapa
   kasus menunjukan para penjaga gawang dapat membatasi apa yang diteliti dan
   dapat juga melindungi organisasinya dari kritikan. Biasanya untuk kasus
   semacam ini seringkali ada pembatasan akses terhadap subjek maupun bidang
   yang diteliti.
           Kedua, bagaimana kontrol terhadap data yang dikumpulkan dari sumber
   resmi (pemerintah). Bagaimana lembaga pemerintah tersebut mengumpulkan
   data dapat mempengaruhi hasil-hasil penelitian. Fenomena seperti peng-
   angguran, jumlah orang miskin, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, seringkali
   tidak bebas dari pengaruh faktor politik. Untuk data-data tertentu yang tidak
   dipublikasikan (unpublished data) biasanya produsen data meminta surat
   perjanjian secara tertulis kepada pengguna data. Isi perjanjian bisa: (1)


   Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                        RISET TEKNOLOGI INFORMASI
   menyatakan bahwa data dan hasil analisis hanya digunakan untuk kebutuhan
   riset; (2) tidak memperjualbelikan data tersebut; (3) data maupun hasil penelitian
   baru boleh dideseminasi atau dipublikasikan setelah periode tertentu.




5.3. Tanggung Jawab Asisten Penelitian
          Pada saat peneliti mempertimbangkan apa saja yang akan dikerjakan
   dalam penelitian, perlu dipertimbangkan pula siapa yang akan mengerjakan.
   Siapapun yang akan membantu pelaksanaan penelitian merupakan asisten
   penelitian. Asisten penelitian dapat berperan dalam beberapa tahap proses
   penelitian, misalnya pada saat pengumpulan data primer, tabulasi data, dan
   sebagainya. Apapun peran yang akan dilakukannya, diperlukan orientasi tentang
   penelitian yang akan dilakukan dan peran mereka dalam penelitian. Mereka
   harus mengetahui dengan pasti apa yang akan mereka kerjakan, bagaimana
   cara mengerjakannya, dan kapan harus dikerjakan.
          Tanggung jawab dari para asisten penelitian ini harus dijelaskan baik
   lisan maupun tertulis. Apabila dipandang perlu, pelatihan tentang apa dan
   bagaimana tugas yang harus dilaksanakan untuk asisten penelitian dapat
   dilaksanakan. Simulasi wawancara pengumpulan data, latihan tabulasi data,
   serta berbagai kegiatan lain merupakan cara yang baik untuk pelaksanaan
   latihan singkat terhadap asisten penelitian.
          Sebelum proses pengumpulan data primer dilakukan, seluruh asisten
   yang terlibat harus mengetahui dengan benar tentang apa saja yang relavan
   dengan proses pengumpulan data yang akan dilakukan. Kendala hukum dan hal
   lain yang berhubungan dengan pengumpulan, tabulasi, dan penyimpana data
   harus diketahui dengan benar oleh para asisten penelitian. Asisten penelitian
   juga perlu dilengkapi dengan berbagai persyaratan administratif secara tertulis.
   Per-syaratan administratif seperti ijin penelitian, ijin untuk memperoleh informasi
   dari lembaga tertentu, ijin untuk mencatat data perusahaan dan sebagainya
   sangat diperlukan para asisten penelitian untuk memperlancar tugas yang harus
   dilaksanakannya.
          Untuk menjaga objektivitas data yang dikumpulkan, pengumpulan data
   harus dikendalikan dengan baik. Peneliti perlu memonitori pengumpulan
   datayang dilakukan. Pengumpulan data melalui wawancara personal perlu


   Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                        RISET TEKNOLOGI INFORMASI
    diperiksa kembali apakah terdapat penyimpangan seperti: dominasi pendapat
    pewawancara, pemalsuan data, dan sebagainya. Beberapa kegiatan seperti
    pengecekan lapangan, pengecekan melalui ucapan terima kasih lewat telepon
    atau mengirim kartu pos sesudah wawancara merupakan teknik yang cukup baik
    untuk memonitori pengumpulan data di lapangan.


5.4. Nilai Informasi Penelitian
           Walaupun semua pihak bersepakat bahwa penelitian merupakan hal yang
    cukup bernilai bagi peneliti, klien, maupun masyarakat umum, manajemen perlu
    membuat taksiran seberapa besar nilai penelitian yang dilakukan. Penaksiran ini
    perlu dibuat sebelum penelitian dilaksanakan untuk memastikan apakah
    penelitian tersebut cukup bernilai bagi manajemen. Apabila nilai penelitian lebih
    besar dari biaya penelitian, penelitian tersebut dapat dilaksanakan. Sebaliknya
    jika nilai penelitian sama atau lebih kecil dari biaya penelitian yang dikeluarkan
    perusahaan, sangat logis kalau manajemen menolak dilaksanakannya penelitian
    tersebut.
           Dalam dunia bisnis, sesuai dengan motifnya, adalah wajar apabila hanya
    melakukan penelitian yang membawa keuntungan. Namun demikian bukan
    berarti bahwa setiap penelitian yang biayanya lebih besar dari nilai informasi
    yang diperoleh lalu tidak dilakukan. Beberapa penelitian, walaupun nilai informasi
    yang diperoleh lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan, tetap dilaksanakan karena
    tujuan yang lain, yaitu pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini
    dilaksanakan karena meskipun nilai informasi yang diperoleh (dalam bentuk
    uang) tidak besar, namun nilai lain yang terkandung dari pelaksanaan penelitian
    adalah besar. Pada umumnya penelitian semacam ini dilaksanakan oleh
    universitas atau lembaga pengembangan pengetahuan tertentu. Penelitian untuk
    mengembangkan ilmu pengetahuan atau yang dikenal dengan penelitian dasar
    tidak dapat diperhitungkan dari sisi informasi yang diperoleh saja, melainkan dari
    pertimbangan pengembangan ilmu pengetahuan. Kita semua bersepakat bahwa
    perkembangan ilmu pengetahuan mempunyai nilai tersendiri yang tidak terhitung
    lagi besarnya.
           Di dalam konteks pembicaraan penelitian bisnis, penelitian akan
    dilakukan apabila nilai informasi yang diperoleh lebih besar dari biaya penelitian.
    Untuk mengetahui seberapa besar nilai penelitian yang akan dilakukan,
    manajemen dapat mempergunakan teknik penilaian informasi penelitian.


    Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                         RISET TEKNOLOGI INFORMASI
   Beberapa cara penilaian informasi penelitian yang dapat dipergunakan antara
   lain adalah analisis keputusan Bayesian, metode penghematan sederhana,
   pengambilan investasi, dan metode nilai sekarang.




5.5. Pokok Perencanaan Penelitian
          Ada tiga pokok perencanaan penelitian. Pertama, perencanaan penelitian
   merupakan rencana untuk memilih sumber-sumber dan jenis informasi yang
   dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. Kedua, perencanaan
   penelitian merupakan kerangka kerja untuk merinci hubungan antarvariabel
   dalam kajian tersebut. Ketiga, perencanaan penelitian merupakan pola dasar
   (blue print), yang memberi garis besar dari setiap prosedur, mulai dari hipotesis
   sampai kepada analisa data.
          Dalam membuat perencanaan penelitian, ada beberapa perspektif yang
   perlu dipertimbangkan:


      1. Jenis Penelitian Berkaitan dengan Tingkatannya
          Penelitian dapat berupa studi eksploratif (exploratory), studi deskriptif,
          dan atau pengujian hipotesis. Studi eksploratif diperlukan untuk
          mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenal fenomena yang
          diteliti. Studi eksploratif berguna bilamana para peneliti belum mempunyai
          gambaran yang jelas mengenai masalah yang akan dihadapi dalam
          penelitiannya. Melalui eksplorasi, para peneliti mengembangkan konsep-
          konsep yang lebih jelas, menentukan prioritas, dan memperbaiki desain
          penelitian akhir. Studi eksploratif juga menghemat waktu dan biaya jika
          pada akhirnya diputuskan bahwa masalahnya tidak sepenting yang
          diperkirakan sebelumnya. Eksploratif juga berguna untuk penelitian dalam
          bidang yang baru sama sekali. Contohnya, seorang manajer perusahaan
          asing ingin mengetahui apakah nilai-nilai yang dianut dalam etos kerja
          para pekerja di Indonesia berbeda dengan pekerja Jepang. Padahal,
          budaya sangat berpengaruh pada nilai-nilai yang dianut dalam etos kerja.
          Karena sangat sedikit pengetahuan tentang hal tersebut, maka
          dibutuhkan studi eksploratif.
              Studi deskriptif dilakukan agar peneliti dapat menggambarkan dengan
          lebih baik sifat-sifat yang diketahui keberadaannya yang relevan dengan


   Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                 DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                       RISET TEKNOLOGI INFORMASI
      variable-variabel yang diteliti. Contohnya, seorang manajer bank ingin
      mendapatkan profil individu-individu yang menerima kredit yang jatuh
      tempo enam bulan atau lebih. Profil yang kelak ia dapatkan akan dapat
      menggambarkan para penunggak utang berdasarkan umur rata-rata,
      tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Informasi tersebut
      dapat membantunya untuk memilih debitur di masa datang.
         Pengujian hipotesis dilakukan agar peneliti dapat menjelaskan apabila
      manajer pemasaran ingin mengetahui apakah penjualan akan meningkat
      jika ia melipatgandakan dana iklan. Dalam hal ini, manajer tersebut ingin
      melihat bentuk hubungan yang terjadi antara penjualan dan iklan dengan
      melakukan pengujian hipotesis. Jika iklan meningkat, maka penjualan
      juga akan meningkat.
         Bagaimana memilih jenis penelitian secara lebih rinci akan diuraikan
      dalam Subbab 5.6.


   2. Metode Pengumpulan Data
      Pengelompokan ini membedakan antara proses-proses pemantauan dan
      survey. Proses pemantauan mencakup studi-studi pengamatan, dimana
      peneliti memeriksa kegiatan suatu subjek atau sifat suatu bahan tanpa
      berusaha untuk mendapatkan tanggapan pada suatu persimpangan.
         Pada cara survey, peneliti mengajukan pertanyaan kepada subjek
      dan mengumpulkan jawaban melalui cara personal atau non personal.
      Data yang dihasilkan dapat berasal dari wawancara atau pembicaraan
      melalui telepon, daftar isian yang harus diisi dan dikirim melalui pos,
      diletakkan pada tempat yang mudah terjangkau orang, atau dikirim
      secara    elektronik,   atau     instrumen   penelitian   yang    dipakai
      sebelum/sesudah suatu tindakan tertentu dalam sebuah eksperimen.


   3. Tujuan Penelitian
      Tujuan penelitian ada tiga. Pertama, studi kausal yang bertujuan untuk
      menjelaskan hubungan sebab-akibat (menjawab pertanyaan apakah dan
      mengapa).     Contohnya        adalah   pertanyaan:   Apakah     merokok
      menyebabkan kanker? Kedua, studi korelasional yang bertujuan untuk
      mengidentifikasi adanya hubungan antara variable yang diteliti (menjawab
      pertanyaan sejauh mana pengaruh). Contohnya adalah pertanyaan:



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                   RISET TEKNOLOGI INFORMASI
      Aapakah     merokok,      minum   minuman      keras   berpengaruh        dalam
      menimbulkan kanker? Jika ya, mana diantara keduanya yang                     paling
      berpengaruh? Ketiga, studi deskriptif ini bertujuan untuk mencari tahu
      tentang siapa, apa, dimana, bilamana, dan berapa banyak.




   4. Pengendalian Variabel-variabel oleh Peneliti (keterlibatan peneliti)
      Pengendalian variable ini berkaitan erat dengan tujuan penelitian. Dalam
      studi korelasional, kemampuan peneliti untuk memanipulasi variabel-
      variabel tidak banyak dibutuhkan. Contohnya adalah jika seorang peneliti
      ingin meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelatihan, yang
      perlu ia lakukan adalah membangun kerangka teori, dan mengumpulkan
      data-data   yang    relevan    dan    menganalisisnya.       Manipulasi       yang
      ditimbulkan oleh peneliti sebatas pada pertanyaan-pertanyaan dalam
      wawancara dan penyusunan kuesioner. Begitu pula halnya dalam studi
      deskriptif. Lain halnya dalam studi kausal yang memungkinkan peneliti
      untuk lebih banyak memanipulasi variable-variabel tertentu untuk melihat
      dampaknya pada variabel dependen.


   5. Dimensi Waktu
      Studi   silang   tempat    (cross-sectional)   dilaksnakan     satu   kali     dan
      mencerminkan potret dari suatu keadaan pada suatu saat tertentu. Studi
      data berkala (longitudinal) dilakukan berulang-ulang dalamjangka waktu
      tertentu.


   6. Ruang Lingkup Topik Bahasan
      Studi statistik berbeda dari studi kasus dalam beberapa hal. Studi statistik
      lebih mementingkan keluasan dan bukan kedalaman. Studi ini berusaha
      untuk mengetahui ciri-ciri populais melalui penarikan kesimpulan secara
      inferensi berdasarkan ciri-ciri sampel. Hipotesis diuji secara kuantitatif.
      Kesimpulan mengenai hasil temuan disajikan berdasarkan tingkat sejauh
      mana sampel adalah representative dan tingkat validitas/kesahihan
      sampel. Studi kasus lebih menekankan pada analisis konteks secara
      penuh berdasarkan peristiwa atau kondisi yang lebih sedikit dan
      hubungannya satu dengan yang lain. Meskipun sering dipakai hipotesis,



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                      RISET TEKNOLOGI INFORMASI
      akan tetapi karena ketergantungannya pada data kualitatif maka
      dukungan atau penolakan terhadap hipotesis yang bersangkutan menjadi
      lebih sulit. Karena menekankan pada hal-hal secara rinci, maka studi
      kasus sangat cocok untuk penyelesaian masalah, evaluasi, dan strategi.
      Rincian ini berasal dari berbagai sumber informasi. Bukti-bukti dapat
      diverifikasi dan data yang kurang/ hilang dapat dihindarkan.


   7. Lingkungan Penelitian
          Perencanaan penelitian juga berbeda sejalan dengan kondisi
      lingkungan actual atau kondisi-kondisi yang lain. Ini disebut kondisi
      lapangan dan laboratorium. Kondisi lapangan terbagi dua. Pertama, studi
      lapangan yang dilakukan dalam studi korelasional, contohnya seorang
      manajer bank hendak menganalisis hubungan antara tingkat suku bunga
      dan pola deposito klien. Untuk itu, ia mengkorelasikan neraca pada
      beberapa jenis tabungan, sertifikat deposito dan suku bunga rekening
      koran. Studi ini ia lakukan tanpa harus memanipulasi variabel. Kedua,
      eksperimen lapangan, dilakukan untuk menjawab studi kausal. Hal ini
      bisa dicontohkan dengan seorang manajer bank yang ingin melihat
      hubungan sebab-akibat antara tingkta suku bunga dan kecenderungan
      klien untuk menabung. Untuk itu ia mebuat eksperimen selama satu
      minggu dengan mengiklankan tingkat suku bunga deposito yang baru
      yang berbeda satu sama lain di empat tempat cabang bank-nya. Jadi,
      yang ia manipulasi hanya tingkat suku bunga (hanya satu variabel).
          Eksperimen laboratorium dilakukan untuk menjelaskan hubungan
      sebab-akibat yang selain melibatkan manipulasi variabel, juga melibatkan
      pengontrolan    subjek   penelitian.   Masih   melanjutkan     contoh   pada
      eksperimen lapangan, agar hasil penelitian lebih meyakinkan, manajer
      bank tersebut menciptakan simulasi dimana semua subjek penelitian
      dipilih.
   8. Unit Analisis
      Unit analisis berkaitan dengan subjek penelitian. Contohnya, pada
      pertanyaan bagaiman cara meningkatkan motivasi pekerja, maka
      subjeknya adalah pekerja sebagai individu, maka unit analisisnya adalah
      individual. Atau, jika peneliti ingin mengetahui hubungan antara dua orang
      yang bekerja sama, maka unit analisisnya adalah beberapa pasangan



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                     RISET TEKNOLOGI INFORMASI
           pekerja. Unit analisis dapat juga kelompok, jika masalahnya menyangkut
           efektivitas kerja kelompok (meskipun subjeknya terdiri dari beberapa
           individu, data yang dikumpulkan adalah data gabungan yang dapat
           menjelaskan perilaku kelompok atau generalisasi pendapat individu
           menjadi pendapat kelompok.
       9. Persepsi Subjek
           Kegunaan suatu perencanaan penelitian mungkin berkurang bilamana
           subjek dalam penelitian tersebut merasa bahwa sedang berlangsung
           suatu penelitian. Persepsi subjek mempengaruhi hasil akhir penelitian
           secara langsung maupun tidak langsung.




5.6. Memilih Jenis Penelitian
           Pemilihan jenis penelitian atau    riset yang paling tepat, apakah studi
    eksploratif atau konklusif (conclusive research), merupakan sesuatu hal yang
    bersifat subjektif. Pemilihan tersebut tidak hanya tergantung dari sifat dasar
    situasinya, tetapi juga bagaimana si pengambil keputusan dan si peneliti
    memahami tentang situasi penelitian itu. Gambar 5.1 menggambarkan diagram
    yang memberikan petunjuk dalam mengidentifikasi jenis riset yang tepat
    berdasarkan situasi yang dihadapi dalam penelitian.
           Penelitian eksploratif (exploratory research) merupakan jenis penelitian
    yang paling sesuai untuk situasi dimana tujuan penelitian bersifat umum dan data
    yang dibutuhkan belum jelas. Sedangkan penelitian konklusif (conclusive
    research), sesuai untuk situasi sebaliknya, yaitu dimana tujuan penelitian sudah
    spesifik dan data yang dibutuhkan sudah jelas. Hasil yang diperoleh dari
    penelitian konklusif merupakan dasar yang bisa dilanjutkan menjadi penelitian
    konklusif. Kadang-kadang, hasil penelitian eksploratif meng-anjurkan bahwa
    penelitian    selanjutnya    dengan   menggunakan     penelitian   konklusif   tidak
    diperlukan.
           Perbedaan lebih mendalam tentang penelitian eksploratif dan konklusif
    disajikan dalam tabel 5.1.




    Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                          RISET TEKNOLOGI INFORMASI
           GAMBAR 5.1                 Alur Diagram dalam Pemilihan Jenis Penelitian yang Tepat



                                           Apakah tujuan penelitian
                            Tidak           spesifik dan data yang           Ya
                                           dibutuhkan cukup jelas?




         Menjalankan penelitian
      eksploratif dengan prosedur
         sebagi berikut: Teknik
      informasi kunci, wawancara
        fokus grup, analisis data
     sekunder, metode studi kasus




      Analisis data/ interpretasi hasil
                penemuan




      Apakah dibutuhkan penelitian             Ya                         Merancang kesimpulan penelitian
               lanjutan?



                        Tidak
                        k
                                                                      Apakah tujuan penelitian mengharuskan
                                                        Tidak         penelitian hubungan sebab akibat antar
                                                                                     variabel?




                              Menjalankan penelitian deskriptif                 Menjalankan penelitian
                                        yang tepat                              eksperiment yang sesuai




                               Analisis data/ interpretasi hasil
                                         penelitian




                                    Membuat rekomendasi




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                                   RISET TEKNOLOGI INFORMASI
              TABEL 5.1            Perbedaan antara Penelitian Eksploratif dan Konklusif


    Komponen-komponen proyek           Penelitian Eksploratoris               Penelitian Konklusif
    penelitian

    Tujuan penelitian                  Umum: untuk memperoleh                 Spesifik: untuk memverifikasi
                                       informasi tentang sebuah situasi       informasi dan memberikan
                                                                              tambahan dalam menentukan
                                                                              suatu tindakan

    Data yang dibutuhkan               Tak jelas                              Jelas


    Sumber data                        Tidak terdefinisi dengan baik          Terdefinisi dengan baik


    Bentuk koleksi data                Kasar                                  Terstruktur dengan baik


    Sample                             relatif kecil; diseleksi secara        relatif besar; dipilih secara objektif
                                       subjektif untuk memaksimumkan          untuk memungkinkan generalisasi
                                       informasi yang dibutuhkan              penemuan

    Pengumpulan data                   Fleksibel;tidak ada prosedur           Kaku; dengan prosedur yang telah
                                       khusus                                 ditentukan

    Analisis data                      Informal; biasanya nonkuantitatif      Formal; biasanya kuantitatif

    Kesimpulan/rekomendasi             Lebih tentatif daripada final          Lebih final daripada tentatif

    Sumber : Parasuraman (2001: 129)




5.6.1. Penelitian Eksploratif (Explorative Research)
         Penelitian eksploratif (explorative research) adalah penelitian yang
bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan atau dugaan yang sifatnya masih
baru dan untuk memberikan arahan bagi penelitian selanjutnya. Tujuan utama
dari jenis penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi situasi penelitian dan tujuan
khusus       atau data yang diperlukan untuk penelitian selanjutnya. Penelitian
eksploratif sangat bermanfaat ketika si peneliti menginginkan pemahaman situasi
yang lebih baik dan atau mengidentifikasi alternatif keputusan.
         Dalam praktek, penelitian eksploratif bisa dilakukan dengan empat
prosedur, yaitu:
     Teknik Informan Kunci (Key-Informant Technique)
      Metode ini dilakukan dengan cara mencari dan mewawancarai beberapa
      orang ahli atau informan kunci di bidang yang berhubungan dengan situasi
      yang akan diteliti.
     Focus Group Interview atau Focus Group Discussion
      Cara ini dilakukan dengan membuat forum diskusi yang biasanya terdiri
      dari 8 sampai 12 orang. Forum diskusi ini diberi suatu topik yang



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                    DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                                       RISET TEKNOLOGI INFORMASI
     disesuaikan dengan penelitian dan dibuat dalam situasi yang informal
     dengan dipimpin oleh seorang moderator yang sudah terlatih dengan baik
     (well-trained)
    Analisi Data Sekunder (Secondary-dat Analysis)
     Penelitian    eksploratif   juga   bisa   mengambil    data     sekunder,   yaitu
     mengumpulkan data dari data yang sudah ada atau sudah dipublikasikan.
     Dengan cara ini, akan menghemat waktu dan biaya yang diperlukan.
    Metode Studi Kasus (Case Study Method)
     Metode studi kasus merupakan pengujian yang mendalam terhadap unit
     yang berkepentingan, seperti pelanggan atau konsumen, toko, penjual,
     perusahaan, dan area pasar. Dengan metode ini, si peneliti bisa mem-
     peroleh informasi secara detail tentang subjek yang diteliti.


5.6.2. Penelitian Konklusif (Conclusive Research) atau Confirmatory
Research
Penelitian konklusif (conclusive research) adalah penelitian yang bertujuan untuk
menguji atau membuktikan sesuatu dan untuk membantu si peneliti dalam
memilih tindakan khusus selanjutnya. Jenis penelitian ini sangat bermanfaat
apabila si peneliti mempunyai banyak alternatif dan membutuhkan banyak
informasi untuk mengevaluasi setiap alternatif.
       Menurut tujuan penelitian, apakah untuk menguji hubungan sebab akibat
antar variabel atau tidak, penelitian konklusif dibagi 2 jenis, yaitu studi deskriptif
(descriptive study) dan studi eksperimental (experimental study). Jika tujuannya
untuk menguji hubungan sebab akibat antar variabel, maka digunakan studi
deskriptif, jika tidak, studi eksperimental lah yang sesuai. Tentunya, perbedaan
antar kedua jenis studi diatas merupakan suatu rangkaian kesatuan, bukan suatu
pemisahan yang sifatnya dikotomis.
       Studi deskriptif bertujuan untuk memperoleh deskripsi data yang mampu
menggambarkan komposisi dan karaterisrtik dari unit yang diteliti, seperti
konsumen, penjual, perusahaan, dan area pasar. Namun, studi ini tidak mampu
menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabel. Sedangkan studi eksperimental
atau causal research merupakan bentuk riset konklusif yang bertujuan untuk
memperoleh pengujian yang tepat dalam menarik kesimpulan hubungan sebab
akibat antar variabel.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                    DEVI FITRIANAH, S.Kom, MTI
                                                       RISET TEKNOLOGI INFORMASI

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:87
posted:10/3/2012
language:Malay
pages:17