10 KEPRIBADIAN OLEH RENEE BARON by hpbO2Ht

VIEWS: 65 PAGES: 15

									                                                   MODUL 8


                                             KEPRIBADIAN


              10 KEPRIBADIAN OLEH RENEE BARON


              Enneagram
              Selain dengan mengikuti tes-tes psikologi, ada satu metode yang bisa
              digunakan untuk mengetahui kepribadian yaitu menggunakan enneagram.
              Enneagram diartikan sebagai “sebuah gambar bertitik sembilan”. Metode ini
              dikabarkan telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan diajarkan secara lisan
              dalam suatu kelompok sufi di Timur Tengah, hingga akhirnya mulai berkembang
              di Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an. Kepribadian manusia dalam sistem
              enneagram, terbagi menjadi 9 tipe. Renee Baron dan Elizabeth Wagele,
              lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan
              tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.


              Sembilan Tipe Kepribadian Manusia
              Kesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :
              Tipe 1 perfeksionis
              Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar,
              memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
              Tipe 2 penolong
              Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai,
              mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan
              membutuhkan.
              Tipe 3 pengejar prestasi
              Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang
              produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
              Tipe 4 romantis
              Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri
              sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari
              citra diri yang biasa-biasa saja.
              Tipe 5 pengamat




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                 Drs. Wawan Purwanto,SE. MM.   PERILAKU KONSUMEN   1
             Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan
             alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta
             menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
             Tipe 6 pencemas
             Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan,
             merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
             Tipe 7 petualang
             Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan
             hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari
             derita dan dukacita.
             Tipe 8 pejuang
             Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri,
             kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
             Tipe 9 pendamai
             Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu
             dengan orang lain dan menghindari konflik.


                                        Panah dan Sayap
                                        Setiap tipe pada enneagram berhubungan langsung
                                        dengan 2 tipe lainnya yang disebut sebagai panah.
                                        Tipe 1 berhubungan dengan tipe 7 dan 4, tipe 2
                                        dengan tipe 8 dan 4, dst (lihat gambar). Dinamika
                                        hubungan antar tipe ini terjadi sebagai berikut : jika
                                        dalam keadaan rileks tipe 1 akan mengambil karakter
                                        positif dari tipe 7, dan jika dalam keadaan tertekan
                                        akan mengambil karakter negatif dari panah
             sebaliknya, yaitu tipe 4. Sebagai contoh, tipe 1 yang mengambil sisi positif tipe
             7 tidak akan terlalu mengkritik diri serta lebih menerima diri, lebih antusias dan
             optimis, bertindak lebih alami dan spontan. Sedangkan jika sedang tertekan
             akan mengarahkan kemarahan ke dalam diri sendiri lalu menjadi depresi, hilang
             kepercayaan diri, dan menginginkan apa yang tidak mereka miliki. Contoh lain,
             tipe 2 yang sedang rileks, akan mengambil karakter positif dari tipe 4, dan jika
             sedang tertekan akan mengambil karakter tipe 8. Dan begitu seterusnya
             dinamika hubungan pada tipe-tipe lainnya.
             Selain panah, kepribadian kita dapat tercampur atau terpengaruhi oleh tipe di
             kanan dan kiri kita. Tipe di kanan dan kiri kita ini disebut dengan sayap.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB             Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN       2
             Contohnya, tipe 1 dengan sayap 2 yang lebih kuat, cenderung hangat, lebih
             suka menolong, mengkritik dan menguasai. Sedangkan tipe 1 dengan sayap 9
             lebih kuat, cenderung lebih tenang, lebih santai, objektif dan menjaga jarak.


             10 CIRI KEPRIBADIAN ORANG YANG SUKSES


             Sepuluh (10) Kepribadian Orang Sukses
             Jumat, 25 Agustus, 2006 · 44 Tanggapan

             oleh Charly Buchari

             “The best way to predict the future is to create it.” – Alan Kay

             Suatu kesuksesan memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur. Beberapa dari
             kita meyakini, bahwa kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi
             lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu. Ada sebagian lagi
             mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan
             khalayak atas prestasinya. Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang
             dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah
             proses terstruktur dan terencana. Contohnya, si A mendefinisikan sukses jika dia
             mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk
             “memuluskan” kesuksesan tersebut, A memutuskan untuk belajar kembali di
             institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran. Tentu saja,
             banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk
             material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu
             perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian
             kesuksesan itu sendiri.

             Merujuk kepada Jennie S. Bev yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan
             edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan merupakan seorang
             Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika. Beliau
             mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan
             prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para
             billionaire dan beberapa pengusaha sukses. Sepuluh sikap itu adalah sebagai
             berikut:

             Satu, keberanian untuk berinisiatif. Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi
             rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide
             cemerlang! Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di
             bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat
             Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif. Kita
             tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University
             bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB               Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN         3
             sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah
             kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif
             mengemukakan ide-idenya.

             Dua, tepat waktu. Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa
             terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari.
             Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah
             seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas
             tersebut. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan,
             terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih
             terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega
             dan mitra kita.

             Tiga, senang melayani dan memberi. Sebuah rumus sukses dari banyak orang
             sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap
             kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi. The more you give to
             others, the more respect you get in return. Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat
             ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan
             melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja! Tetapi,
             setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman,
             kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih
             yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

             Empat, membuka diri terlebih dahulu. Barangkali kita pernah bertemu orang
             yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri
             agar jati dirinya tidak terbuka. Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan
             kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya.
             Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan
             kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa
             kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang
             dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak
             banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

             Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik. Kemampuan bekerja
             sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Kembali kita
             mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump
             memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam
             menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru. Pada akhirnya, Trump akan
             memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan
             jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.

             Enam, senang mempelajari hal-hal baru. Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah
             seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce.
             Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang
             pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap
             seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB              Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN        4
             langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia
             bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang
             belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.

             Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama. Lance
             Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great
             days.” Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah
             baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh
             dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita
             untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di
             kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

             Delapan, berani menanggung resiko. Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama
             sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko,
             walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a
             good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan? Kegagalan pun
             hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian
             hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

             Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).
             Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi
             kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua
             perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran
             positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal
             positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi
             hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan
             tersebut.

             Sepuluh, “comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya
             tampak “lebih” dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan orang sukses yang
             rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya.
             Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara
             tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang
             tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka.
             Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka.
             Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena
             mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan
             dengan diri sendiri. Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat
             menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang
             kita impikan, tinggal kita yang memutuskan. Siap untuk sukses? Sampai bertemu
             lagi di puncak gunung kesuksesan


             4 TYPE KEPRIBADIAN




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB              Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN         5
             Mengenal Empat Tipe Kepribadian
             Posted September 29th, 2007 by adin

             Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali
             memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa
             dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis
             (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog
             masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya.

             Menurut teori ini, tipe pertama adalah sanguin, tipe yang mempunyai energi yang besar,
             suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang,
             dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka
             memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya
             optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif
             terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin
             sering dikenal sebagai “si tukang bicara”.

             Tipe kedua adalah koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan
             untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut
             loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan
             pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit.
             Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu,
             keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering
             diidentifikasi sebagai “si pelaksana”.

             Tipe ketiga adalah melankolis yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar
             kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan
             ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis
             berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya,
             orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna.
             Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai “si perfeksionis” atau “si pemikir”.

             Tipe keempat adalah phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak
             merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka
             risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini
             kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang
             orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih
             cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara.
             Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga
             cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai “si pengamat”
             atau “si manis”.

             Setiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian. Umumnya salah satunya lebih
             dominan, kadang juga keduanya seimbang. Sanguin dan koleris bisa berkombinasi secara
             alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang. Kombinasi ini menghasilkan




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                 Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN             6
             individu yang sangat energik. Mereka punya daya tarik serta banyak bicara sambil
             menyelesaikan pekerjaan mereka, entah melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain
             untuk mengerjakannya.

             Phlegmatis dan melankolis bisa berkombinasi karena keduanya introvert, pesimis, dan
             lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu, tidak mau
             mengambil sikap konfrontatif. Namun anak tipe ini akan mudah terkuras energinya jika
             berurusan dengan orang lain.

             Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis menggabungkan optimis dan pesimis,
             yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan yang supel dengan yang suka
             menarik diri. Akibatnya anak cenderung tidak seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya
             tergantung keadaan. Kombinasi koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat
             berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan
             segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-
             boss dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya
             dengan benar dan tepat waktu.

             Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi, menghasilkan orang yang
             berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikannya teman bagi semua orang. Ia
             dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima orang lain apa adanya. Namun
             ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan apapun, mudah lupa tanggung jawabnya,
             dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya bagi mereka.

             Kepribadian memang bisa dirubah sedikit demi sedikit setelah tumbuh dewasa. Misalnya,
             jika ia merasa terlalu emosional, ia bisa merubahnya sedikit demi sedikit sehingga bisa lebih
             sabar. Namun kepribadian seseorang telah ada sejak ia lahir, dan akan mempengaruhi cara
             berpikir dan bertindak dalam kehidupannya. Maka ada baiknya jika kita bisa memahami
             kepribadian diri kita sendiri, juga kepribadian orang-orang di sekitar kita. Karena tiap tipe
             kepribadian ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing tipe ini akan
             berinteraksi dengan baik jika dapat saling melengkapi.

             KEPRIBADIAN


             Menelisik Kepribadian Anda dengan DISC

             Yodhia Antariksa October 4th, 2007




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                 Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN              7
                                                    Kita barangkali akan dapat merajut jalinan
             interaksi yang lebih harmonis dan produktif, jika kita mampu mengenali kepribadian
             rekan kerja kita dengan lebih baik. Sebab, kita tahu, setiap orang memiliki tipe
             karakter yang unik. Dalam konteks ini, terdapat empat model kepribadian yang

             Lazim dikenal sebagai DISC – atau singkatan dari : dominance, influence,
             steadiness, and conscientiousness. Mengenal lebih dalam keempat model ini
             barangkali akan membantu kita lebih efektif ketika membangun relasi dengan orang
             lain.

             Dominance Style
             Orang-orang yang masuk dalam model ini adalah mereka yang
             suka mengendalikan lingkungan mereka, serta senang menggerakkan orang-orang di
             sekitar mereka. Mereka adalah jenis pribadi yang suka to-the-point, tidak bertele-
             tele. Mereka juga senang mengambil peran penting, pembuat keputusan, problem
             solver, dan melaksanakan berbagai hal. Mereka cenderung menyukai posisi sebagai
             leader. Meskipun demikian, ketika menjadi leader, mereka cenderung akan menjadi
             pemimpin yang otoriter, demanding, dan kurang memiliki kesabaran serta empati
             pada bawahan.

             Ketika orang-orang dari model ini termotivasi secara negative, mereka dapat
             menjadi seorang pembangkang (rebels). Mereka juga tipe orang yang cepat menjadi
             bosan dengan suatu rutinitas. Mereka juga kurang suka dengan detil, karena pada
             dasarnya mereka cenderung tipe yang suka dengam big-view picture dan visioner.
             Orang dengan tipe D ini juga adalah orang yang menyukai tantangan dan berani
             mengambil resiko.

             Untuk menciptakan lingkungan motivasi yang benar pada model kepribadian seperti
             ini, kita perlu memperhatikan hal berikut:
             • Pesan harus jelas, dan langsung pada pokok pembahasan ketika kita berinteraksi
             dengan model kepribadian seperti ini.
             • Hindari hal-hal yg terlalu pribadi atau berbicara terlalu banyak yang tidak ada
             hubungannya dengan pekerjaan.
             • Biarkan mereka tahu apa yang anda harapkan dari mereka. Jika anda harus




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB             Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN       8
             mengarahkan mereka, berikan mereka kesempatan untuk mengambil keputusan dan
             berada dalam kendali.
             • Terimalah kebutuhan mereka untuk variasi dan perubahan. Jika mungkin, berikan
             tantangan-tantangan baru, juga kesempatan untuk mengarahkan yang lain.

             Influence Style
             Orang-orang dengan model ini adalah mereka yang suka bergaul dengan orang lain,
             ekstrovert, dan senang berada pada lingkaran pertemanan yang luas. Mereka benar-
             benar menikmati berada bersama teman-temannya. Mereka tidak suka
             menyelesaikan sesuatu atau bekerja sendirian (single fighter). Sebaliknya, mereka
             lebih suka berhubungan dan bekerja dengan orang-orang daripada sendirian.

             Orang-orang dengan model ini juga memiliki empati yang tinggi terhadap orang
             lain, dan mudah melibatkan perasaan ketika menjalankan aktivitasnya. Mereka pada
             dasarnya orang yang penuh optimisme, antusias, dan cenderung memiliki sifat dasar
             yang riang. Meskipun demikian, mereka bukan orang tepat ketika harus
             mengerjakan tugas-tugas yang menuntut ketelitian tinggi seperti akuntansi dan
             keuangan. Pada sisi lain, mereka dapat menjadi best promotor untuk gagasan-
             gagasan baru.

             Untuk memberikan motivasi bagi mereka, kita bisa melakukan hal-hal berikut:
             • Berikan waktu anda untuk berinteraksi dan mendengarkan aspirasi mereka.
             • Sediakan tugas dimana mereka memiliki kesempatan untuk membangun relasi dan
             berhubungan dengan orang lain dari beragam latar belakang
             • Berikan bimbingan dan arahan yang jelas – termasuk deadline, sebab tanpa
             panduan ini mereka sering akan “ngelantur” dan tidak mampu menyelesaikan
             perkerjaan dengan tepat waktu.

             Steadiness Style
             Orang-orang dalam model ini cenderung introvert, reserve, dan quiet. Mereka adalah
             orang-orang yang lebih suka melakukan sesuatu secara sistematis, teratur dan
             bertahap. Mereka juga cendrung menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten,
             dapat diprediksi dan lingkungan kerja yang stabil dan harmonis. Orang-orang dalam
             model ini juga tergolong pribadi yang sabar, dapat diandalkan dan cenderung
             memiliki loyalitas yang tinggi.

             Pada sisi lain, mereka termasuk golongan yang kurang menyukai perubahan yang
             radikal dan bersifat mendadak. Juga cenderung terpaku pada sistem yang sudah
             berjalan; dan karena itu kurang terdorong untuk melakukan inovasi yang bersifat
             radikal. Ketika mereka mengalami demotivasi, mereka cenderung akan menjadi
             orang yang kaku, resisten dan kemudian melakukan perlawanan secara pasif.

             Untuk menciptakan iklim yang positif kepada orang-orang dengan model steadiness,
             kita bisa melakukan hal berikut:
             • Berikan mereka kesempatan untuk bekerja sama dalam tim untuk mencapai hasil
             yang diinginkan.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB             Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN       9
              • Berikan arahan-arahan yang spesifik dan sistematis
              • Ketika melakukan perubahan, pastikan dengan prosedur yang sistematis, langkah-
              demi-langkah dan yakinkan bahwa kekhawatiran dan kecemasan mereka tidak akan
              terjadi. Mereka butuh rasa aman.
              • Yakinkan mereka bahwa anda telah telah berpikir matang sebelum memutusakan
              perubahan. Berikan mereka kesempatan atau ruang untuk menyelesaikan masalah
              jika terjadi secara bertahap.

              Conscientiousness Style
              Orang-orang dalam kategori ini termasuk pribadi yang menekankan akurasi dan
              ketelitian. Mereka cenderung menyukai sesuatu yang direncanakan dengan matang
              dan bersifat menyeluruh. Mereka juga cenderung suka dengan pekerjaan yang
              mengacu pada prosedur dan standar operasi yang baku. Orang-orang dalam kategori
              ini adalah pemikir yang kritis dan suka melakukan analisa untuk memastikan
              akurasi.

              Pada sisi lain, karena cenderung terfokus pada keteraturan, pribadi dalam model ini
              cenderung skeptis terhadap gagasan-gagasan baru yang radikal. Mereka juga agak
              enggan menerima proses perubahan yang mendadak. Ketika mereka termotivasi
              secara negative, mereka akan menjadi sinis atau sangat kritis.

              Perlakuan yang optimal untuk orang-orang dalam model ini adalah sebagai berikut:
              • Memberikan tugas dimana terdapat kesempatan bagi mereka untuk
              mendemonstrasikan keahlian mereka
              • Memberikan tugas yang menuntut akurasi dan ketelitian
              • Memberikan tugas yang membutuhkan perencanaan yang matang dan bersifat
              komprehensif
              • Ketika memberikan instruksi, harus disertai dengan data dan argumen yang
              rasional dan disajikan secara sistematis.

              Demikianlah peta empat model kepribadian yang dapat kita eksplorasi. Dengan
              mengenali tipe kepribadian mitra/rekan kerja Anda, diharapkan Anda bisa
              membangun hubungan interpersonal yang lebih produktif nan lestari.

              KEPRIBADIAN DARI JUNG


              Berdasarkan teori Jung dari jurnalnya “Psychological Types”, terdapat perbedaan yang mendasar dalam
              tipe kepribadian. Berikut merupakan beberapa tipe kepribadian dari teori Jung tersebut.


              Ekstrovert VS Introvert
              Seseorang dapat menjadi ekstrovert atau introvert, tergantung dengan arah aktivitas mereka. Extrovert
              adalah orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas, sedangkan Introvert lebih berpikir ke
              arah subjektif atau dirinya sendiri. Perbedaan kedua kepribadian tersebut seperti di bawah ini :


              Ekstrovert


                      Tertarik dengan apa yang terjadi di sekitar mereka




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                          Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN                    10
                      Terbuka dan seringkali banyak bicara
                      Membandingkan pendapat mereka dengan pendapat orang lain
                      Seperti aksi dan inisiatif
                      Mudah mendapat teman atau beradaptasi dalam grup baru
                      Mengatakan apa yang mereka pikirkan
                      Tertarik dengan orang-orang baru
                      Mudah menolak bersahabat dengan orang-orang yang tidak diinginkannya


              Introvert


                      Tertarik dengan pikiran dan perasaannya sendiri
                      Memerlukan teritori mereka sendiri
                      Tampil dengan muka pendiam dan tampak penuh pemikiran
                      Biasanya tidak mempunyai banyak teman
                      Sulit membuat hubungan baru
                      Menyukai konsentrasi dan kesunyian
                      Tidak suka denga kunjungan yang tidak diharapkan dan tidak suka mengunjungi orang lain
                      Bekerja dengan baik sendirian


              Logika VS Intuisi
              Berpikir secara logika adalah kemampuan mengambil informasi berdasarkan kualitas fisik dan pengaruhnya
              terhadap informasi lainnya. Intuisi atau suara hati merupakan kemampuan untuk mengambil informasi
              berdasarkan potensi tersembunyi dan kemungkinan eksistensinya. Perbedaan umum keduanya sebagai
              berikut :


              Tipe Penuh Logika


                      Melihat semua orang dan memikirkan semua hal
                      Merasa hanya hidup di sini dan hari ini
                      Cepat beradaptasi dengan berbagai situasi
                      Senang dengan sensasi fisik
                      Senang dengan masalah practical dan aktif
                      Realistis dan percaya diri


              Tipe Intuisi


                      Mengarah ke masa lalu atau masa depan
                      Khawatir mengenai masa depan lebih dari yang sekarang
                      Tertarik dengan semua hal baru dan tidak biasa
                      Tidak suka rutinitas
                      Lebih atraktif dalam teori daripada praktek
                      Sering ragu-ragu


              Berpikir VS Merasakan
              Berpikir merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan sturktur dan fungsinya.
              Sedangkan merasakan adalah kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan kondisi penuh
              semangat. Perbedaan umum dari keduanya adalah :


              Tipe Pemikir


                      Tertarik dengan system, struktur, dan pola
                      Mengekspos apapun dalam analisi logis
                      Relatif dingin dan tidak emosional
                      Mengevaluasi hal dengan intelektualitas dan antara benar atau salah
                      Memiliki kesulitan untuk mengungkapkan perasaan




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                           Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN              11
                      Tidak suka berargumen secara terbuka atau memulai perselisihan


              Tipe Perasa


                      Tertarik dengan orang dan perasaan mereka
                      Mudah mengungkapkan mood-nya kepada orang lain
                      Menaruh perhatian besar terhadap cinta dan keinginannya yang besar
                      Mengavaluasi hal dengan penuh etika dan antara baik atau buruk
                      Mudah tersentuh atau menggunakan manipulasi emosional
                      Ramah dan sering memberikan pujian untuk orang-orang yang menyenangkan


              Pasrah VS Penuntut
              Tipe Pasrah termotivasi dalam aktivitas dari perubahan suatu situasi. Tipe penuntut termotivasi ke dalam
              aktivitas hasil keputusan mereka dari perubahan situasi. Perbedaan umum keduanya adalah :


              Tipe Pasrah


                      Bergerak secara impulsive mengikuti situasi
                      Dapat memulai banyak hal dalam sekali waktu, namun tanpa penyelesaiannya
                      Lebih memilih kemerdekaan daripada memenuhi kewajiban
                      Selalu ingin tahu dan suka hal baru
                      Bekerja produktif tergantung mood
                      Sering bertindak tanpa persiapan


              Tipe Penuntut


                      Tidak suka meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban
                      Bekerja keras dan selalu menyelesaikannya dengan baik
                      Tidak suka mengubah apa yang sudah menjadi keputusannya
                      Relatif stabil dalam bekerja
                      Mengikuti aturan dan disiplin




              VERSI 4 TYPE DARI JUNG


              Empat Preferensi

              MBTI mengandung empat preferensi dasar (Index), seperti dalam teori Jung, yang
              langsung berhubungan dengan cara orang mempersepsikan sesuatu dan mengambil
              kesimpulan tentang hasil persepsi itu (judgment).

              Extraversion-Intraversion (EI).

              Index EI dirancang untuk merefleksikan apakah seseorang itu extravert atau
              introversi. Jung (dalam Myers & McCaulley, 1985) sendiri mengatakan bahwa
              extraversion dan intraversion ini “saling melengkapi”. Perbedaannya adalah




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                            Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN               12
             bagaimana seseorang memelihara tegangan antara hal-hal yang individual atau hal-
             hal yang bersifat dunia luar yang sama-sama dibutuhkan dalam hidup orang tersebut.
             Seorang yang extravert berorientasi pada dunia luar; jadi mereka cenderung untuk
             lebih fokuspada persepsi dan judgment mereka pada orang-orang lain dan benda-
             benda. Di lain pihak seorang introvert yang orientasinya terutama pada dunia dalam
             cenderung lebih fokus pada persepsi dan judgment tentang konsep-konsep dan ide-
             ide.

             Sensing-Intuition (SN)

             Index SN dirancang untuk merefleksikan preferensi seseorang pada dua cara yang
             bertolakbelakang dalam mempersepsikan sesuatu. Tipe S lebih mengandalkan proses
             persepsi kenyataan, data dan kejadian yang dapat diobservasi dengan kelima indra.
             Sedangkan N tidak terlalu mengandalkan observasi fakta-fakta tetapi
             mempersepsikan sesuatu dengan menghubung-hubungkan arti dan/atau
             kemungkinan-kemungkinan yang melewati kesadaran yang konkrit.

             Thinking-Feeling (TF)

             Index TF dirancang untuk menggambarkan preferensi seseorang tentang dua cara
             judgment yang kontras. Seseorang dapat tergantung pada pemikiran (T) ketika
             memutuskan sesuatu berdasarkan konsekuensi logis yang tidak melibatkan
             perasaannya atau seseorang lain (F) yang mengandalkan nila-nilai pribadi dan sosial
             ketika mengambil keputusan.

             Judgment-Persepsi (JP)

             Index JP dirancang untuk menggambarkan proses yang dilakukan seseorang ketika
             berhadapan dengan dunia luar. Ada orang yang memilih menggunakan kemampuan
             judgmentnya (apakah itu thinking atau feeling) ketika berhadapan dengan dunia luar
             (J) dan ada orang yang lebih cenderung menggunakan proses persepsinya (baik S
             atau N) ketika berhubungan dengan dunia luar (P)




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB              Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN       13
                                     16 Indikator Tipe Kepribadian
              ISTJ                       ISFJ                         INFJ                        INTJ

              Serius, tenang,            Tenang, ramah dan teliti,    Sukses karena               Biasanya memiliki ide-
              mencapai sukses            Bekerja untuk memenuhi       ketekunan, originalitas     ide original dan
              dengan konsentrasi dan     kewajiban.Memberikan         dan keinginan kuat untuk    dorongan kuat untuk
              ketelitian. Praktis,       stabilitas dalam bekerja     melakukan apa saja          mencapai ide2nya dan
              teratur, senang pada       dan proyek. Hati-hati dan    yang diperlukan.            tujuan2nya. Di bidang
              fakta, logis, realistis,   akurat. Minat mereka         Memberikan yg terbaik       yang pas untuknya, dia
              dapat diandalkan.          biasanya bukan hal2          dalam pekerjaan.            akan punya kekuatan
              Melihat segala sesuatu     tehnis. Dapat bersabar       Dihormati karena            untuk mengorganisir
              dapat diorganisasikan      dengan detil, setia,         keteguhan hati pada         pekerjaan dan
              dengan baik.               konsiderasi tinggi,          prinsipnya. Biasanya        melakukannya dengan
              Bertanggung jawab.         perhatian pada perasaan      diikuti dan dihormati       atau tanpa
              Punya pendirian sendiri    orang lain.                  karena kejelasan visi       bantuan.Skeptis, kritis,
              tentang apa yang harus                                  serta dedikasi pada hal-    mandiri, menentukan
              dicapai dan                                             hal baik.                   dan kadang keras
              mengerjakannya                                                                      kepala. Harus belajar
              dengan mantap tidak                                                                 untuk mengalah pada
              peduli pada protes atau                                                             hal-hal yang kurang
              gangguan.                                                                           penting untuk menang
                                                                                                  terhadap hal-hal yang
                                                                                                  lebih penting.



              ISTP                       ISFP                         INFP                        INTP

              Tenang, hati-hati,         Sensitif, ramah, tidak       Penuh dengan                Diam dan menahan diri.
              mengobservasi dan          menonjolkan diri, rendah     antusiasme dan              Menikmati hal2 yg
              menganalisis hidup         hati pada                    kesetiaan, tapi jarang      teoritis dan ilmiah.
              dengan rasa ingin tahu     kemampuannya.                mengungkapkannya            Senang memecahkan
              dari jauh dan humor2       Menghindari konflik, tidak   sampai mengenal betul       masalah dengan logika
              yang tidak terduga.        memaksakan pendapat          orang yang diajak bicara.   dan analisis. Biasanya
              Biasanya tertarik          atau nilai2nya pada          Peduli pada proses          tertarik terutama pada
              dengan hubungan            orang lain. Biasanya         belajar, ide2, bahasa       ide2 dengan hubungan
              sebab akibat,              tidak mau memimpin           dan proyek2 mandiri.        sedikit pada diskusi.
              bagaimana dan              tetapi menjadi pengikut      Cenderung untuk             Cenderung memiliki
              mengapa sesuatu            yang setia. Seringkali       mengambil terlalu           minat yang jelas.
              terjadi. Ketika            santai menyelesaikan         banyak, dan                 Membutuhkan karir
              mengorganisir sesuatu      sesuatu, karena sangat       menyelesaikannya            dimana minatnya bisa
              biasanya menggunakan       menikmati apa yang           sebagian. Bersahabat,       berkembang dan
              prinsip-prinsip logis.     terjadi saat ini.            tetapi sering terlalu       bermanfaat.
                                                                      terlibat pada apa yang
                                                                      dilakukannya. Perhatian
                                                                      sedikit pada miliknya dan
                                                                      lingkungan sekitar.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                        Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN                       14
              ESTP                         ESFP                        ENFP                        ENTP

              Baik dalam pemecahan         Outgoing, easygoing,        Hangat, antusias,           Gesit, inovatif, baik
              masalah langsung/ di         mudah berteman,             semangat                    dalam banyak hal.
              tempat. Tidak khawatir,      bersahabat menikmati        tinggi,imaginatif, pandai   Menstimulasi orang lain,
              menikmati apapun yang        banyak hal dan membuat      menemukan penemuan          waspada dan banyak
              terjadi. Cenderung           masalah menjadi             baru. Mampu melakukan       bicara. Bisa
              untuk menyukai sesuatu       menyenangkan untuk          apapun yang menarik         berargumentasi untuk
              yang mekanistis dan          orang lain karena dia       baginya.Cepat               senang-senang saja
              olahraga, dengan teman       menikmatinya. Senang        memberikan solusi dan       tanpa merasa bersalah.
              berada di sampingnya.        olahraga dan membuat        cepat membantu orang        Punya banyak cara
              Mudah beradaptasi,           hal2 terjadi. Mengetahui    yang punya masalah.         untuk memecahkan
              toleran, pada umumnya        apa yang terjadi di         Sering mengandalkan         masalah dan tantangan,
              konservatif tentang nilai-   sekelilingnya dan ikut      kemampuannya untuk          namun bisa
              nilai. Tidak suka            serta dalam kegiatan tsb.   improvisasi daripada        mengabaikan tugas2
              penjelasan terlalu           Lebih cepat ingat pada      menyiapkannya dulu.         rutin. Cenderung untuk
              panjang. Paling baik         kejadian2 daripada          Sering menemukan            melakukan hal baru
              dalam hal-hal nyata          teori2. Sangat baik dalam   alasan yang menarik         yang menarik hati
              yang dapat dilakukan.        keadaan yang                untuk meyakinkan orang      setelah melakukan
                                           membutuhkan common          lain tentang apa yang       sesuatu yang lain.
                                           sense dan ketrampilan       diinginkannya.              Terampil untuk
                                           praktis baik dengan                                     menemukan alasan
                                           orang2 maupun dengan                                    yang tepat tentang apa
                                           benda2.                                                 yang diinginkannya.


              ESTJ                         ESFJ                        ENFJ                        ENTJ

              Praktis, realistis,          Hati yang hangat, banyak    Responsif dan               Jujur dan terus terang,
              berpegang pada fakta,        bicara, populer, punya      bertanggung jawab.          kuat kemauannya,
              dengan dorongan              hati nurani kuat,           Pada umumnya peduli         menjadi pempimpin
              alamiah untuk bisnis         dilahirkan untuk            pada apa kata orang         dalam kegiatan2.
              dan mekanistis. Tidak        bekerjasama dan             atau apa yang orang lain    Biasanya baik dalam
              tertarik pada subject        anggota kelompok yang       inginkan dan cenderung      kegiatan2 yang
              yang tidak berguna           aktif. Membutuhkan          melakukan sesuatu           membutuhkan
              baginya, tapi dapat          keseimbangan dan baik       dengan memperhatikan        pembicaraan intelektual
              menyesuaikan diri jika       dalam menciptakan hal       perasaan orang lain.        seperti public speaking.
              diperlukan. Senang           itu. Selalu melakukan       Bisa menyajikan             Biasanya cepat
              mengorganisir sesuatu,       sesuatu yang manis bagi     proposal atau memimpin      mendapat informasi dan
              Bisa menjadi                 orang lain. Kerja dengan    diskusi dengan cepat        menikmati informasi tsb
              administrator yang baik      baik dalam situasi yang     dan taktis. Pandai          karena kesukaannya
              jika mereka ingat untuk      mendukung dan               bergaul, populer,           membaca. Bisa tampil
              memperhatikan                memujinya. Minat            simpatik. Responsif pada    lebih positif dan percaya
              perasaan dan perspektif      utamanya ada dalam          kritik dan pujian.          diri daripada
              orang lain.                  bidang2 yang secara                                     pengalaman mereka
                                           langsung atau jelas                                     sendiri di area yang
                                           mempengaruhi hidup                                      membutuhkan
                                           orang lain.                                             keyakinannya.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                          Drs. Wawan Purwanto,SE. MM. PERILAKU KONSUMEN                       15

								
To top