MAN STR CHAPTER 9
Document Sample


Cooperative
Strategy
)
Strategic Alliance
• Salah satu tipe utama dalam
cooperative strategy dimana dua
atau lebih perusahaan
mengkombinasikan sejumlah sumber
daya dan kapasitasnya untuk
menciptakan keunggulan kompetitif
yang saling menguntungkan.
•Mencakup pertukaran dan sharing
sumber daya dan kapasitas untuk
membangun atau mendistribusikan
barang dan jasa. Contoh: Sony dan
Erickson.
Cooperative Strategy
• Cooperative Strategy
•Adalah strategi dimana dua atau lebih
perusahaan bekerjasama untuk
mencapai tujuan yang telah disepakati
bersama. Mis: Sonny dan Ericson
• Cooperating with other firms is a
strategy that:
•Menciptakan nilai bagi pelanggan.
•Melampaui biaya untuk membangun nilai
di mata pelanggan dengan cara yang
berbeda (efisiensi).
•Menciptakan posisi yang menguntungkan
Strategic Alliance
Firm A Firm B
Resources Resources
Capabilities Capabilities
Core Competencies Core Competencies
Combined
Resources
Capabilities
Core Competencies
Mutual interests in designing, manufacturing,
or distributing goods or services
Three Types of Strategic
Alliances
• Joint Venture
• Terjadi ketika dua atau lebih perusahaan
menciptakan satu perusahaan independen dengan
mengkombinasikan kompetensi mereka dan masing
menyetor modal.
Contoh: Sony Erickson
• Equity Participation
• Terdiri dari pihak-pihak yang menjadi mitra dan
memiliki presentase ekuitas yang berbeda dalam
perusahaan masing2. Juga memiliki hubungan
kepemilikan yang reciprocal.
• Nonequity Strategic Alliance
• Dibentuk melalui perjanjian kontraktual yang
menetapkan suatu perusahaan untuk mensuplai,
memproduksi atau mendistribusi produk – produk
atau jasa perusahaan tanpa berbagi ekuitas.
Contoh: United Airline and China Airline
Reasons for Strategic
Alliances
Market Reason
Slow Cycle • Mendapatkan akses ke pasar yang
terbatas.
Contoh : Air Asia • Mendirikan waralaba di sebuah pasar
dengan Garuda yang baru.
Indoesia, Kabelvision
dengan PT Telkom.
• Mempertahankan stabilitas pasar
(misalnya dengan menetapkan
standar).
Reasons for Strategic
Alliances (cont’d)
Market Reason
Fast Cycle • Mempercepat pengembangan produk
atau jasa baru.
Contoh : Samsung • Mempercepat memasuki pasar yang
dengan Friend mobile baru
8, Nokia dengan PT • Mempertahankan kepemimpinan
Telkom.
pasar.
• Membentuk suatu standar teknologi
industri
• Membagi biaya riset dan
pengembangan yang beresiko.
• Mengatasi ketidakpastian.
Reasons for Strategic
Alliances (cont’d)
Market Reason
Standard Cycle • Mendapatkan kekuatan pasar
Contoh :Pada tahun (mengurangi kapasitas yang berlebih
1980, Ken Kutaragi/ Sony dalam industri)
melakukan aliansi • Mendapatkan akses ke sumber daya
dengan Nitendo untuk
komplementer
memproduksi chips yang
akan digunakan dalam • Menciptakan skala ekonomi
Nitendo Entertainment • Mengatasi hambatan2 dalam
System perdagangan
• Menghadapi tantangan persaingan
• Mengelompokkan sumber daya untuk
proyek2 modal yang besar
• Mempelajari teknik2 bisnis baru
Strategi Kerjasama pada
level Bisnis
• Aliansi Stratejik Komplementer
• Vertikal
• Horisontal
• Strategi Respon dalam
Persaingan
• Strategi Mengurangi
Ketidakpastian
• Strategi Mengurangi Persaingan
Strategi Kerjasama pada
level Bisnis • Kombinasi aset partner
Complementary
perusahaan secara
Alliances
kompementer untuk
menciptakan nilai yang
baru
• Meliputi distribusi, supplier
atau outsourcing dimana
perusahaan bergantung
pada partner untuk
membangun keunggulan
bersaing
Aliansi Stratejik
Komplementer Vertikal
• Perusahaan setuju untuk
menggunakan kemampuan
mereka dalam beberapa tahapan
untuk menciptakan nilai bagi kedua
perusahaan
• Outsourcing
Horizontal Complementary
Strategic Alliances
• Mengkombinasikan sumberdaya dan kemampuan antar
perusahaan untuk menciptakan nilai pada tahapan yang
sama
• Fokus pada pengembangan produk jangka panjang dan
peluang distribusisi
• Perusahaan rekan bisa menjadi pesaing Adapted from Figure 9.2
Strategi Respon dalam
Persaingan
Aliansi • Terjadi ketika perusahaan
Komplementer bergabung untuk merespon
aksi stratejik dari pesaing
Aliansi Respon lain
dalam Persaingan
• Aliansi stratejik dibentuk
untuk merespon aksi
stratejik dibanding taktikal
Strategi Mengurangi
Ketidakpastian
Aliansi • Digunakan untuk
Komplementer melakukan hedging akan
resiko dan ketidakpastian
Aliansi Respon • Aliansi ini banyak terdapat
dalam Persaingan pada market yang memiliki
Aliansi siklus cepat
Mengurangi • Suatu aliansi dapat
Ketidakpastian
dibentuk untuk mengurangi
ketidakpastian akan
pengembangan produk
baru atau standard
teknologi
Strategi Mengurangi
Persaingan
Aliansi • Diciptakan untuk menghindari
Komplementer persaingan yang merusak
• Kolusi Explisit : ketika perusahaan
Aliansi Respon melakukan negosiasi secara
langsung akan output produksi
dalam Persaingan
dan penetapan harga untuk
Aliansi mengurangi persaingan secara
ilegal
Mengurangi
Ketidakpastian • Tacit collusion: Ketika perusahaan
Aliansi dalam suatu industri koordinasi
keputusan penetapan harga dan
Mengurangi
produksi secara tidak langsung
Persaingan dengan melakukan pengamatan
terhadap aktivitas perusahaan lain
Penilaian Strategi
Kerjasama
• Aliansi stratejik komplementer pada
level bisnis terutama vertikal
memiliki kemungkinan yang paling
besar untuk menciptakan
keunggulan bersaing secara
berkesinambungan
• Aliansi komplementer horisontal
kadang-kadang sulit untuk
dimanajemen karena berkaitan
dengan persaingan antar rival
Strategi Kerjasama level
Corporate
Figure 9.3
Strategi Kerjasama level
Corporate
• Corporate-level strategies
• Membantu perusahaan melakukan
diversifikasi dalam:
• Produk yang ditawarkan ke
pasar
• Pasar yang dilayani
• Memerlukan komitmen sumber
daya yang lebih sedikit
Aliansi Stratejik
Diversifikasi
Aliansi • Expansi produk atau pasar
Stratejik baru tanpa melakukan
Diversifikasi merger atau akuisisi
• Keuntungan melakukan
merger dan akuisisi
Resiko yang lebih rendah
Fleksibilitas yang lebih
besar
Synergistic Strategic
Alliances
Aliansi
• Economies of scope antara
Stratejik
2 atau lebih perusahaan
Diversifikasi
• Sinergi diantara
Aliansi
perusahaan-perusahaan
Stratejik Sinergi
rekanan
Franchising
Aliansi
• Penyebaran Resiko dan
Stratejik
penggunaan sumber daya,
Diversifikasi
kemampuan dan kompetensi
Aliansi tanpa melakukan merger dan
Stratejik Sinergi akuisisi
• Suatu hubungan kontraktual
Franchising antara the franchisee and the
franchisor
Strategi Kerjasama
Internasional
• Aliansi Stratejik Cross-border
• Suatu strategi dimana perusahaan
dengan markas besarnya di
beberapa negara
mengkombinasikan sumber daya
dan kemampuan mereka untuk
menciptakan suatu keunggulan
bersaing
• Suatu perusahaan dapat
membentuk aliansi stratejik cross-
International Cooperative
Strategy (Cont.)
• Ada beberapa alasan meningkatnya
penggunaan aliansi strategi lintas
batas adalah:
• Perusahaan multinasional memiliki
kinerja lebih baik daripada
perusahaan local
• Kesempatan bertumbuh yang
terbatas di pasar local.
• Kebijaksanaan ekonomi
pemerintah
• Membantu perusahaan mengubah
Strategi Kerjasama
Jaringan
• Suatu strategi kerjasama
dimana beberapa perusahaan
setuju untuk membentuk
banyak rekanan untuk
mencapai tujuan bersama
• Jaringan Aliansi Stabil
• Jaringan Aliansi Dinamis
• Kunci menuju Kesuksesan
Strategi Kerjasama Jaringan
• Hubungan Sosial yang efektif
• Interaksi antar partner
Network Cooperative
Strategies (cont’d)
Jaringan • Hubungan jangka
Aliansi Stabil panjang
• Industri berada
dalam tahap
kedewasaan
• Relatif konstan
• Dapat dipredikse
• Jaringan Stabil
menimbulkan skala
atau skope
ekonomis diantara
perusahaan
Network Cooperative
Strategies (cont’d)
Jaringan • Berada pada
Aliansi Stabil industri dengan
perubahan
Jaringan
Aliansi Dinamis
teknologi yang
sangat cepat yang
memicu pendeknya
daur siklus produk
• Umumnya
digunakan untuk
menstimulasi
percepatan,
penciptaan nilai
Resiko Persaingan
dalam Strategi
Kerjasama
• Partner bersikap oportunistis
• Partner gagal untuk membuat
komitmen tersedianya sumber
daya dan kemampuan kepada
partner lain
• Salah satu partner dapat
melakukan investasi yang
spesifik terhadap aliansi
sedangkan yang lain tidak
Mengelola Resiko dalam
Strategi Kerjasama
Figure 9.4
Penilaian dari Strategi
Kerjasama level
Corporate Strategi pada level
• Dibandingkan
Bisnis
• Lebih luas Lebih kompleks
• Lebih banyak biaya
• Dapat mencapai keunggulan
bersaing dan nilai ketika :
• Adanya pengalaman aliansi yang
sukses
• Mengembangkan pengetahuan
Mengelola Strategi
Kerjasama
• Pendekatan manajemen
minimalisasi biaya
• Kontrak formal dengan partner
• Spesifikasi
• Bagaimana memonitor strategi
• Bagaimana mengontrol perilaku
partner
• Tujuan yang dapat meminimumkan
biaya dan mencegah perilaku yang
selalu melihat peluang oleh partner
Mengelola Strategi
Kerjasama
• Pendekatan Maksimalisasi
Peluang
• Maksimalisasi peluang penciptaan
nilai partnership
• Belajar dari yang lainnya
• Eksplorasi kemungkinan pasar
tambahan
• Lebih sedikit formal kontrak,
kendala yang lebih sedikit
Get documents about "