contoh penilaian

Document Sample
contoh penilaian Powered By Docstoc
					           PENILAIAN KINERJA
     (PERFORMANCE ASSESSMENT)
Penilaian kinerja merupakan penilaian
yang meminta siswa untuk
mendemonstrasikan dan mengaplikasikan
pengetahuan ke dalam konteks yang
sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Dalam menulis butir soalnya, perhatikan
terlebih dahulu kompetensi dan materi
yang akan ditanyakan. Perhatikan contoh
penulisan soalnya berikut.
         KELEBIHAN                          KELEMAHAN
1. Memotivasi siswa untuk aktif     1. Tidak semua materi pelajaran
 2. Mempermudah siswa untuk         dapat dilakukan penilaian ini.
memahami sebuah konsep dari         2. Nilai bergantung dengan hasil
yang abstrak ke konkrit.            kerja.
3. Kemampuan anak dapat             3. Jika jumlah siswanya banyak
dioptimalkan.                       guru kesulitan untuk melakukan
4. Melatih keberanian siswa dalam   penilaian ini.
mempermudah penggalian ide-         4. Waktu terbatas untuk
ide.                                mengadakan penilaian seluruh
5. Mampu menilai kamampuan          siswa.
dan ketrampilan kinerja siswa       5. Siswa yang kurang pintar akan
dalam menggunakan alat dan          merasa minder.
sebagainya.                         6. Karena siswa terlalu banyak
6. Hasil penilaian langsung dapat   sehingga sulit untuk melakukan
diketahui oleh siswa.               pengawasan.
                                    7. Sarana dan prasarana
                                    penunjang kurang lengkap.
    PENILAIAN PENUGASAN (PROJECT)
Penilaian penugasan merupakan penilaian
tugas (meliputi: pengumpulan,
pengorganisasian, pengevaluasian, dan
penyajian data) yang harus diselesaikan
siswa (individu/kelompok) dalam waktu
tertentu. Adapun aspek yang dinilai di
antaranya meliputi kemampuan (1)
pengelolaan, (2) relevansi, dan (3)
keaslian. Perhatikan contoh penulisan
soalnya berikut.
         KELEBIHAN                           KELEMAHAN
1. Siswa lebih bebas                1. Untuk kelompok, siswa yang
mengeluarkan ide                    malas hanya titip nama ( tidak
2. Banyak kesempatan untuk          terpantau )
berkreasi                           2. Didominasi oleh siswa yang
3. Mendidik siswa lebih mandiri     mampu bekerja ( pandai )
dan bertanggung jawab               3. Tidak dapat terpantau oleh guru
4. Meringankan guru dalam           4. Hasil yang dicapi kurang
pemberian materi pelajaran          maksimal ( karena sering
5. Dapat meningkatkan kreatifitas   menunda-nunda pekerjan )
siswa                               5. Hasilnya kurang obyektif
6. Ada rasa tanggung jawab dari     6. Dalam PBM akan banyak
siswa terhadap tugas-tugas yang     menghabiskan waktu
diberikan                           7. Tugas yang dibuat belum tentu
7. Guru dan siswa lebih kreatif     hasil pekerjaan siswa
                                    8. Berat (bagi siswa) apabila
                                    semua guru memberi tugas (harus
                                    ada kolaborasi)
             PENILAIAN HASIL KARYA (PRODUCT)
Penilaian hasil karya merupakan penilaian keterampilan
siswa dalam membuat suatu produk benda tertentu seperti
hasil karya seni, misal lukisan, gambar, patung dll. Aspek
yang dinilai di antaranya meliputi: (1) tahap persiapan:
pemilihan dan cara penggunaan alat, (2) tahap
proses/produksi: prosedur kerja, dan (3) tahap akhir/hasil:
kualitas serta estetika hasil karya. Penilaian ini hanya
ditekankan pada proses, tetapi untuk keperluan lomba
penekanannya pada hasilnya. Guru juga dapat memberikan
penilaian pada pembuatan produk rancang
bangun/perekayasaan teknologi tepat guna misalnya melalui:
(1) adopsi, (2) modifikasi, atau (3) difusi. Perhatikan contoh
penulisan soalnya seperti berikut.
       KELEBIHAN                       KELEMAHAN
1. Guru dapat menilai kreatifitas   1. Memerlukann waktu
anak untuk melihat siswa            yang cukup banyak.
memiliki daya cipta dan             2. Tidak semua KD dapat
mempunyai kompetensi                dibuat karya nyata
2. Kompetensi masing-masing         terutama yang abstrajk
anak betul-betul dapat diketahui    3. Biaya untuk membuat
secara obyektif                     karya nyata kadang-
3. Siswa dapat mempraktekkan        kadang mahal
ilmu yang diperoleh secara          4. Proses pembuatan perlu
langsung melalui pengalaman         waktu yang lama.
yang real                           5. Kemampuan fisik
4. Siswa dapat menelaah kembali     sebagai penunjang tidak
kebenaran materi yang telah         sama.
diperoleh.                          6. Subjektif penskorannya.
        PENILAIAN PORTOFOLIO (PORTFOLIO)
Portofolio adalah alat penilaian yang berupa kumpulan
dokumen dan hasil karya beserta catatan
perkembangan belajar siswa yang disusun secara
sistematis, yang tujuannya untuk mendukung belajar
tuntas. Hasil karya yang dimasukkan ke dalam bundel
portofolio dipilih yang benar-benar dapat menjadi bukti
pencapaian suatu kompetensi. Setiap hasil karya
dicatat dalam jurnal atau sebuah format dan ada
catatan guru yang menunjukkan tingkat perkembangan
sesuai dengan aspek yang diamati. Komponen
penilaian portofolio meliputi : Catatan guru, hasil
pekerjaan siswa, dan profil perkembangan siswa.
Perhatikan contoh berikut ini.
         KELEBIHAN                          KELEMAHAN
1. Guru dapat mengetahui            1. Membutuhkan waktu yang
perkembangan siswa secara           banyak untuk melakukan
individual.                         penilaian.
2. Siswa tidak perlu menunggu       2. Sulit dilaksanakan pada kelas
siswa lain untuk menyelesaikan      yang besar.
kompetensi dasar yang sudah         3. Tidak semua guru mampu
ditentukan                          melakukan ( jumlah siswa banyak
3. Memudahkan guru                  )
untukmencari solusi bagi siswa      4. Kurangnya tempat
yang mengalami kesulitan belajar.   penyimpanan hasil karya siswa.
4. Memotifasi siwa untuk kerja      5. Sulit memantau kejujuran siwa
mandiri                             6. Terlalu banyak variasi
5. Siswa akan mampu menghargai      instrumen
hasil karya siswa lain.
SIKAP ADALAH KECENDERUNGAN UNTUK BERTINDAK
SECARA SUKA ATAU TIDAK SUKA TERHADAP SESUATU
OBJEK.

SIKAP DAPAT DIBENTUK MELALUI CARA:
1. MENGAMATI DAN MENIRU
2. MENERIMA PENGUATAN
3. MENERIMA INFORMASI VERBAL

PERUBAHAN SIKAP :
1. PROSES PEMBELAJARAN
2. KEPENTINGAN/TUJUAN YANG INGIN DICAPAI (FUNGSIONAL)
3. KETEGUHAN INDIVIDU TERHADAP OBJEK (SOSIAL)
4. BERUSAHA MEWUJUDKAN KEADAAN YANG SERASI DALAM
   DIRINYA (KONSISTENSI).
1. PEMBINAAN SISWA
2. PERBAIKAN PROSES PEMBELAJARAN
3. PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU
4. PELAPORAN (KEMAJUAN BELAJAR,
   SEMESTER)
1. AFEKTIF: PERASAAN YANG DIMILIKI SISWA TERHADAP SESUATU
             OBJEK.
Contoh untuk sikap terhadap „Pemaksaan kehendak pribadi“:
Positif: Saya suka menerima pendapat orang lain.
Negatif: Memilih teman di sekolah, saya utamakan mereka yang pandai saja.

2. KOGNITIF: KEPERCAYAAN ATAU KEYAKINAN YANG MENJADI
              PEGANGAN SISWA. Contoh:
   Positif: Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi.
   Negatif: Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak.

3. KONATIF: KECENDERUNGAN UNTUK BERTINGKAH LAKU ATAU
              BERBUAT DENGAN CARA-CARA TERTENTU TERHADAP
              SUATU OBJEK. CONTOH:
   Positif: Kalau saya boleh memilih, saya akan selalu mendengarkan usul
    kedua orangtuaku.
   Negatif: Bekerja sama dengan orang yang berbeda suku lebih baik
    dihindarkan.
1. SIKAP TERHADAP MATA PELAJARAN
2. SIKAP TERHADAP GURU
3. SIKAP TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN
4. SIKAP TERHADAP MATERI PELAJARAN
5. SIKAP BERHUBUNGAN NILAI-NILAI YANG
   DITANAMKAN DALAM DIRI SISWA
6. SIKAP BERHUBUNGAN DENGAN KOMPETENSI
   AFEKTIF LINTAS KURIKULUM.
 1. Dapat dilakukan bersamaan dengan proses belajar mengajar.
 2. Dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui hasil kerja
    siswa.
 3. Dapat mengetahui faktor penyebab berhasil tidaknya proses pembelajaran
    siswa.
 4. Mengajak siswa bersikap jujur.
 5. Mengajak siswa menjalankan tugasnya supaya tepat waktu.
 6. Sikap siswa terhadap pelajaran dapat diketahui.
 7. Dapat mengetahui faktor-faktor keterbatasan siswa.
 8. Dapat melihat karakter siswa sehingga kendala yang muncul dapat diatasi.
 9. Siswa akan termotifasi untuk terus berbenah diri karena kreatifitas sangat
    dituntut.
10. Dapat meredam egoisme individu setelah diberi tahu sikapnya.
11. Siswa dapat lebih bertanggung jawab pada tugasnya.
12. Siswa bisa bekerjasama dan saling menghargai antar teman.
 1. Sulit dilakukan pengamatan pada jumlah siswa yang terlalu banyak.
 2. Membutuhkan alat penilaian yang tepat.
 3. Memerlukan waktu pengamatan yang cukup lama.
 4. Menuntut profesionalisme guru karena mengamati siswa yang bervariasi.
 5. Penilaiannya subjektif
 6. Kurang dapat dijadikan acuan karena sikap siswa dapat berubah-ubah
 7. Terlalu banyak format yang melelahkan guru
 8. Perlu persiapan yang lengkap
 9. Sulit mengadopsi sikap siswa yang beragam.
10. Sulit menyamakan persepsi karena latar belakang yang berbeda
11. Sikap siswa yang kurang terbuka menyulitkan penilaian
12. Sangat tergantung situasi yang sedang dialami siswa sehingga hasilnya
    berpeluang berbeda
13.Jawaban siswa sulit diuji kejujurannya
14. Akan menimbulkan kecemburuan
15. Guru lebih menanggapi siswa yang aktif saja yang kurang aktif kurang
    terpantau
16. Kadang tidak sejalan dengan intelegensinya
    Melalui pengamatan terhadap
   (1) perilaku siswa secara langsung,
   (2) pertanyaan langsung,
   (3) laporan pribadi, atau
   (4) dengan tes skala sikap atau angket.

a. Contoh penilaian sikap/minat observasi langsung
      BUKU CATATAN HARIAN OBSERVASI PERILAKU SISWA
Mata Pelajaran : ------------------      Tahun Pelajaran : ------------------------
Kelas/Semester: ------------------        Nama Guru      : 1. ---------------------

   No.        Hari/Tanggal            Nama Siswa                        Kejadian
                                                                  (positif atau negatif)
     1               2                     3                                  4
b. Contoh penilaian sikap yang berkaitan langsung dengan materi pelajaran
c. Contoh penilaian sikap/minat yang berbentuk
   pertanyaan langsung kepada siswa
   Apakah kamu suka membaca Al Quran?
    a. Ya    b. Tidak     Apa alasanmu?

d. Contoh penilaian sikap/minat yang berbentuk laporan
    pribadi siswa
    Melalui laporan pribadi, siswa diminta membuat ulasan
    yang berisi pandangan atau tanggapannya tentang
    suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek
    sikap/minat. Misalnya, siswa diminta menulis
    pandangannya tentang keterampilan membaca Al
   Quran/Al Hadits yang tidak disukai/diminati.
   Contoh: Manakah aspek yang paling kamu sukai dan
   tidak sukai dalam pelajaran Al Quran/Al Hadits?
   Tuliskanlah alasanmu!
        SIKAP TERHADAP MATA PELAJARAN AL QURAN
  Menarik                             Membosankan
Bermanfaat                            Sia-sia
Banyak                                Banyak
Pemahaman                             hafalan
Mudah                                 Sukar
KETERANGAN:
PERNYATAAN 1-2 MENGUKUR DIMENSI EVALUASI
PERNYATAAN 3 MENGUKUR DIMENSI POTENSI
PERNYATAAN 4 MENGUKUR DIMENSI KEGIATAN
        SIKAP TERHADAP PEMAKSAAN KEHENDAK PRIBADI
No.                Pernyataan                SS   S   T   TS   STS
1.    Mau menerima pendapat orang lain
      merupakan ciri bertoleransi.
2.    Untuk mewujudkan cita-cita harus
      memaksakan kehendak.
3.    Saya suka menerima pendapat orang
      lain.
4.    Memilih teman di sekolah, saya
      utamakan mereka yang pandai saja.
5.    Kalau saya boleh memilih, saya akan
      selalu mendengarkan usul-usul
      kedua orangtuaku.
6.    Bekerja sama dengan orang yang
      berbeda suku lebih baik dihindarkan.
MINAT ADALAH KECENDERUNGAN HATI YANG TINGGI
TERHADAP SESUATU; KEINGINAN.
(KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA, 1990: 583)
 1. Penilaian minat dapat digunakan untuk mengetahui minat siswa sehingga
    mudah untuk pengarahan dalam pembelajaran.
 2. Dapat digunakan untuk mengetahui bakat dan minat siswa yang
    sebenarnya.
 3. Penilaian minat dapat digunakan untuk pertimbangan penjurusan
    danpelaayanan individual siswa.
 4. Menggambarkan keadaan langsung di lapangan/kelas.
 5. Hasilnya dapat digunakan untuk mengelompokkan siswa yang memiliki
    minat sama.
 6. Dapat menjadi acuan dalam menilai kemampuan siswa secara
    keseluruhan dan memilih metode yang tepat dalam penyampaian materi.
 7. Guru atau orang tua dapat mengetahui tingkat minat siswa terhadap
    pelajaran yang diberikan guru.
 8. Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan menentukan program
    sekolah.
 9. Siswa yang mendapat jurusan sesuai dengan minatnya akan lebih
    meningkatkan motivasinya dalam belajar.
10. dapat diamati secara langsung, sehingga sesuai dengan keadaan
    siswa lebih bebas dalam mengungkapkan pendapat.
1. Keterbatasan sarpras dan alat ukur minat tersebut dan ada unsur subjektif.
2. Sulit untuk mengukur reliabilitas dan validitasnya.
3. Memerlukan waktu lama untuk pengambilan nilai.
4. Pengisian lembar angket kadang tidak jujur, sesuai dengan hati
   nurani/terpaksa.
5. Kemampuan penilai terbatas untuk mengamati perindividu.
6. siswa hanya berminat saja tetapi tidak mampu mengikuti pelajaran sesuai
   minatnya.
7. Belum ada alat ukur yang baku kalaupun ada harus melibatkan psikolog
   yang memerlukan biaya tambahan.
8. Diperlukan kreatifias dan daya inovasi tinggi dikalangan guru untuk
   membangkitkan motivasi.
9. Tidak semua siswa bisa jujur dalam mengungkapkan minatnya.
                                Contoh penilaian minat
             FORMAT PENGAMATAN MINAT BELAJAR SISWA
                        TERHADAP MATA PELAJARAN ....
Aspek         : ------------------       Tahun Pelajaran : ------------------------
Kelas/Semester: ------------------        Nama Guru       : 1. ---------------------
 No     Nama Siswa                 Skor pada aspek yang diamati             Jum     Kete
                           1   2     3   4    5    6   7    8    9    10     lah   rangan




Keterangan:
       1. Kehadiran di kelas                  6. Membaca buku di perpustakaan
       2. Bertanya di kelas                   7. Kelengkapan buku sumber
       3. Mengumpulkan tugas                  8. Peran serta dalam kelompok
       4. Kerapian catatan                    9. Peran serta dalam menjawab
       5. Kelengkapan buku catatan            10. Sopan dalam berpendapat
       Skor: 5= selalu, 4= sering, 3= jarang, 2= pernah 1= tidak pernah
       Nilai:       41-50 Sangat Berminat (A)
                    31-40 Berminat (B)
                    21-30 Cukup Berminat (C)
                    11-20 Kurang Berminat (D)
                      0-10 Sangat Kurang Berminat (E)
   (CLASSROOM SELF ASSESSMENT)
PENILAIAN YANG DILAKUKAN SENDIRI OLEH GURU
ATAU SISWA YANG BERSANGKUTAN UNTUK
KEPENTINGAN PENGELOLAAN KEGIATAN BELAJAR
MENGAJAR DI TINGKAT KELAS.

MENGAPA PENILAIAN DIRI?
KARENA GURU MEMILIKI KETERBATASAN DIRI DALAM
PEMBERIAN PENILAIAN.
BAGI GURU:
KARENA GURU MEMILIKI KETERBATASAN DIRI DALAM
PEMBERIAN PENILAIAN.

BAGI SISWA:
1. MEMBANDINGKAN HASIL PEKERJAANNYA DARI WAKTU KE WAKTU.
2. MENGKREASI KRITERIA PENILAIAN PADA SUATU TUGAS YANG
   DIBERIKAN.
3. MENDISKUSIKAN STRATEGINYA UNTUK MELAKUKAN TUGASNYA.
4. BEKERJA DENGAN TEMAN UNTUK MENILAI DAN MEREVISI TUGASNYA.
5. MENIMBANG KECENDERUNGAN TUGASNYA, DAN MENELAAHNYA.
6. MEREFLEKSIKAN TUGAS BERIKUTNYA.        (Halaman 25)
1. TERMOTIVASI SENDIRI
2. ADANYA KOMITMEN KEPALA SEKOLAH
3. TERSOSIALISASI DENGAN BAIK
4. BERLANGSUNG SINAMBUNG
5. TRANSPARANSI

PROSESNYA:
• SISWA MENGHASILKAN OBSERVASI SENDIRI
• MEMBUAT PERTIMBANGAN SENDIRI
• MELAKUKAN REAKSI SENDIRI, MENAFSIRKAN
  TINGKAT PENCAPAIAN TUJUAN, DAN MENGHAYATI
  KEPUASAN HASIL REAKSI DIRINYA
 1. Guru mampu mengenal kelebihan dan kekurangan siswa.
 2. Siswa mampu merefleksikan mata pelajaran yang sudah diberikan.
 3. Pernyataan yang dibuat sesuai dengan keinginan penanya.
 4. Memberikan motivasi diri siswa dalam hal penilaian kegiatan siswa.
 5. Siswa lebih aktif dan berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
 6. Dapat digunakan untuk acuan menyusun bahan ajar mengetahui standar
    input siswa yang akan kita ajar.
 7. Siswa dapat mengukur kemampuan dalam mengikuti pelajaran.
 8. Siswa dapat mengetahui ketuntasan belajarnya.
 9. Melatih kemandirian siswa.
10. Siswa mengetahui bagian yang harus diperbaiki.
11. Siswa memahami kemampuan dirinya.
12. Guru memperoleh masukan objektif tentang daya serap siswa.
13. Mempermudah guru untuk untuk melaksanakan remidial
    hasilnya dapat untuk instropeksi pembelajaran yang dilakukan.
14. Siswa belajar terbuka dengan orang lain.
15. Siswa mampu menilai dirinya.
16. Siswa dapat mencari materi sendiri.
17. Siswa dapat berkomunikasi dengan temannya.
1. Subjektif.
2. Data mungkin ada yang pengisiannya tidak jujur
3. Dapat terjadi kemingkinan siswa menilai dengan sekor tinggi
4. Membutuhkan persiapan dan alat ukur yang cermat
5. Pada saat penilaian dapat terjadi siswa melaksanakan sebaik-baiknya tetapi
  diluar penilaian ada siswa yang tidak konsiten
6. Hasilnya kurang akurat
7. Tidak terbuka
8. Mungkin siswa tidak memahami adanya kemampuan yang dimiliki
9. Siswa tidak dapat menguasai materi jika kurang referensinya
10. Siswa yang kurang aktif biasanya nilainya kurang
   REFLEKSI PENILAIAN DIRI SISWA

1. APA YANG SAYA PELAJARI HARI INI?
2. APA YANG SAYA LAKUKAN DENGAN BAIK?
3. APA SAYA MEMBINGUNGKAN TENTANG SESUATU?
4. APA SAYA MEMERLUKAN BANTUAN?
5. APA SAYA MENGINGINKAN UNTUK MENGETAHUI
   LEBIH JELAS?
6. APA SAYA SEDANG BEKERJA UNTUK BERIKUTNYA?
   CONTOH PENILAIAN DIRI MEMBACA
Nama           : ______________
Kelas/semester: _______________
• Apakah saya pembaca yang baik?
• Apakah saya bukan pembaca yang baik? Mengapa berpikir demikian?
• Apakah saya senang membaca? Mengapa?
• Jenis bacaan apa yang saya senangi? Mengapa?
• Hal terakhir apa yang saya baca di luar sekolah? Kapan? Untuk siapa dan
   mengapa saya melakukan bacaan itu?
• Cara-cara apa yang telah saya perbaiki sebagai pembaca? Apakah saya
   telah melakukannya dengan baik?
• Apakah bacaan saya telah menyenangkan selama semester ini?
   Mengapa?
• Apakah saya menyenangi bacaan? Mengapa?
• Apakah hal-hal yang telah saya lakukan saat ini akan saya lakukan pada
   semester berikutnya?
• Apakah saya sering membaca di luar sekolah? Apa yang terakhir saya
   baca? Mengapa?
CONTOH PENILAIAN DIRI
                                               FORMAT PENILAIAN DIRI
    Nama Siswa  : ...............                         Kelas/Semester : 6/2
    KD : Membaca QS Al Maidah                             Tahun Pelajaran : 2006/2007

   No.                             Pernyataan                                Tidak       Per      Ja       Se     Selalu
                                                                            pernah       nah     rang     ring
    1.     Saya selalu berlatih kembali membaca QS Al Maidah
           berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan
           tajwidnya.
    2.     Saya selalu berlatih membaca untuk mempersiapkan
           diri pada materi yang akan diajarkan.
    3.     Saya selalu membaca secara tepat berdasarkan
           tajwid, makhroj yang benar.
    4.     Saya selalu mengerjakan tugas/ PR- nya
    5.     secara tuntas.
           Di samping contoh yang diberikan guru, saya
           juga selalu melihat contoh dari buku atau
           sumber lain.

Keterangan:
 -Jawablah secara jujur sesuai dengan kenyataan pada dirmu sendiri dengan cara memberi tanda cek (V) pada kolom sebelah
   kanan pernyataan!
- Berilah skor (sesuai dengan kolom): 1=tidak pernah, 2=pernah, 3=jarang, 4=sering, 5=selalu.
-Jumlahkan skor keseluruhan yang Anda peroleh, kemudian hasilnya memiliki arti bahwa „Keterampilan/kemampuan Anda
  terhadap menulis kalimat yang didiktekan guru adalah:                       21-25 Sangat Tuntas (A)
                                                                              16-20 Tuntas (B)
                                                                              11-15 Cukup Tuntas (C)
                                                                              6-10 Belum Tuntas (D)
                                                                              0- 5 Sangat Belum Tuntas (E)
            CONTOH PENILAIAN DIRI UNTUK GURU
              Soal diurutkan dari mudah s.d. Sukar
No. Siswa    5 10 2 6 9 1 7 3 8 4                     Skor Keterangan
1.    A      1 1 1 1 1 1 0 1 0 0                        7 Normal
2.    B      1 1 1 1 1 0 1 0 0 0                        6  Normal
3.    C      0 0 0 1 0 1 1 0 1 1                        5  Mengantuk dll.
4.    D      1 0 1 0 0 0 0 0 1 1                        4  Menebak
5.    E      1 1 1 0 0 0 0 0 0 0                         3 Lamban, berat

Untuk guru: 4    3    4   3   2   3   2   1   2   2

                               PENILAIAN DIRI
NO.                             ASPEK                     YA   TIDAK
 1.   Menguasai materinya secara tepat
 2.   Memahami kompetensi dalam kurikulum.
 3.   Memaksimalkan kemampuan siswa terhadap
      kompetensi yang ditargetkan.
4.    Apakah materi yang ditanyakan merupakan materi
      urgensi, kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian
      dalam kehidupan sehari-hari tinggi?
5.    ....
            Muhasabah….
       ‫وأَ ْوفُوا الك ْيل إِذا ك ْلتم وزن ْوا بالقِسْ طاس المُسْ َتقِيْم‬
       ِ
                   ْ ِ َ ْ ِ ُ ِ َ ُْ ِ َ َ َْ                         َ
                      )35:‫ذلِك خ ْير و أَحْ سنُ تأْو ْيالً (اإلسراء‬
                                         ِ َ َ           َ ٌ َ َ َ

Sempurnakan takaran apabila kamu
 menakar, dan timbanglah dengan neraca
 yang benar. Itulah yang lebih utama
 bagimu dan lebih baik akibatnya
 (Al-Isra’:35)
                   Muhasabah….
                                     ‫والَ َتقِفُ ما ليْس لك به ع ْلم‬
                                     ٌ ِ ِِ َ َ َ َ َ                 َ
        ً‫إِنَّ السَّمْ ع وال َبصر والفُؤادَ كل أُلئك كان ع ْنه مسْ ؤُ ال‬
                 َ ُ َ َ َ َ ِ ُّ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ َ
                                                  )36:‫(اإلسراء‬
Janganlah kamu mengikuti apa yang
 kamu tidak mempunyai pengetahuan
 tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
 penglihatan, dan hati, semuanya itu akan
 dimintai pertanggungjawabannya (Al-
 Isra’:36)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:692
posted:10/2/2012
language:Unknown
pages:44