FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI - DOC by xew0j7Ic

VIEWS: 29 PAGES: 8

									 FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
 UNIVERSITAS MERCU BUANA
 JAKARTA
                                                                    5


                                   MODUL

                       MSDM (3 SKS)


 POKOK BAHASAN :

 MEWAWANCARAI CALON KARYAWAN

 Oleh : Dr. Harries M




 DESKRIPSI

 Sarana selski seperti formulir lamaran merupakan sarana yang berguna tetapi sarana
 penyaringan yang sering digunakan oleh perusahaan adalah wawancara. Wawancara
 memberi kesempatan untuk mengukur kemampuan calon secara pribadi           Melalui
 wawancara dapat mengajukan pertanyaan yang tidak dapat dilakukan dalam test.
 Wawancara memberi peluang untuk membuat pertimbangan tentang kecerdasan dan
 antusias pelamar. Wawancara memberi kesempatan untuk meraih aspek-aspek subjektif
 Calon pegawai. Bukti menunjukan bahwa kegunaan wawancara bergantung pada cara
 pelaksanaannya. Studi yang dilakukan belakangan ini menunjukkan bahwa suatu
 wawancara yang dilakukan dengan tepat atau efektif menjadi alat penyaringan yang
 bermanfaat.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB              Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS
 Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan peranan
 wawancara dalam proses memenuhi kebutuhan personel yang tepat, jenis-jenis wawancara,
 teknik-teknik wawancara dan bagaimana melakukan wawancara yang efektif.


 MATERI PEMBAHASAN
    1. Jenis Wawancara.
    2. Teknik Wawancara.
    3. Wawancara Efektif.




 5.1.   JENIS WAWANCARA

        Mewawancarai calon karyawan          dapat meningkatkan efektifitas anda dalam
 menggunakan perangkat penyaringan terpenting yaitu wawancara seleksi. Para manajer
 menggunakan wawancara untuk beberapa tujuan, seperti seleksi, penilaian dan wawancara
 untuk mengatahui mengapa karyawan keluar. Fokus pembahasan pada bab ini adalah
 wawancara seleksi. Wawancara penilaian adalah diskusi yang digunakan untuk menilai
 prestasi, dimana penyelia dan karyawan membahas rating karyawan dan kemungkinan
 tindakaan perbaikan. Wawancara untuk karyawan yang meninggalkan perusahaan karena
 suatu alasan dapat dilakukan SDM untuk mengetahui mengapa karyawan tersebut keluar,
 sehingga dapat memberi pandangan atau wawasan kepada pengusaha apa yang benar
 atau salah tentang perusahaan.
        Wawancara banyak digunakan dalam proses seleksi karyawan karena wawancara
 memiliki peranan yang dapat diuraikan sebagai berikut :
 a) Wawancara adalah prosedur yang dirancang untuk memperolah informasi dari
    seseorang melalui respon lisan terhadap pertanyaan lisan ( wawancara seleksi).
 b) Wawancara adalah salah satu metode seleksi, studi pada 852 pengusaha menemukan
    bahwa 99% pengusaha menggunakan wawancara untuk menyeleksi karyawan.
 c) Wawancara lebih disukai karena dapat menjadi “prediktor yang jauh lebih baik atas
    prestasi daripada yang diperkirakan sebelumnya dan dibandingkan dengan banyak
    teknik seleksi lainnya.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                    Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                       MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
 Wawancara dapat dibedakan atas beberapa jenis sebagai berikut :

 1.      Berdasarkan Wawancara terstruktur vs tidak terstruktur,
         a. Wawancara      terstruktur   adalah    wawancara    yang    mengikuti     rangkaian
             pertanyaan.
         b. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara dengan gaya konvensional tidak
             terstruktur dimana pewawancara menanyakan hal yang menarik saat muncul
             respon untuk satu pertanyaan.
 2.      Berdasarkan isi wawancara :
         a. Wawancara situasional adalah serangkaian pertanyaan yang berhubungan
             dengan pekerjaan yang berfokus [ada bagaimana calon karyawan akan
             berperilaku dalam sutuasi tertentu.
         b. Wawancara perilaku adalah serangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan
             pekerjaan yang berfokus pada bagaimana mereka bereaksi terhadap situasi
             nyata dimasa lalu.
         c. Wawancara      yang    berhubungan     dengan   pekerjaan   adalah      serangkaian
             pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang berrfokus pada perilaku
             masa lalu yang relevan yang berhubungan dengan pekerjaan.
         d. Wawacara tekanan adalah wawancara dimana pelamar dibuat tidak nyaman
             dengan serangkaian pertanyaan. Teknik yang membantu mengenali pelamar
             yang hipersensitif dan mereka yang memiliki toleransi yang rendah atau tinggi.



 5.2.    TEKNIK WAWANCARA

         Wawancara dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti satu orang atau panel
 pewawancara, secara berututan atau semua sekaligus, terkomputerisasi atau secara
 pribadi. Dalam melakukan wawancara yang efektif manajer SDM dan para manajer lini lini
 dapat menggunakan pedoman seperti :
      1. Gunakan format terstruktur
      2. Tunda keputusan
      3. Fokus pada ciri yang akurat
      4. Usahakan pelamar berbicara
      5. Patuhi syarat persamaan dalam kepegawaian
         Wawancara Terstruktur merupakan wawancara yang dilakukan dengan format
 pertanyaan yang sudah disiapkan. Pedoman dalam menyusun wawancara terstruktur dapat
 dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor berikut ini : dan berikut contoh pertanyaan
 yang telah disiapkan,


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                     Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                        MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
    1. Minat pekerjaan,
            Mengapa anda menginginkan (posisi) pekerjaan itu ?
            Mengapa anda memenuhi syarat untuknya ?
            Apa syarat gaji anda ?
            Apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami ?
            Dll
    2. Status kerja saat ini.
            Apakah anda bekerja ?
            Mengapa anda tidak bekerja ?
            Bila anda bekerja mengapa anda melamar posisi ini ?
            Dll
    3. Pengalaman kerja.
            Apa yang paling anda sukai atas pekerjaan itu ?
            Apa yang paling tidak anda sukai ?
            Mengapa anda ingin keluar dari perusahaan itu ?
            Apa saja tanggung jawab anda ?
            Dll
    4. Latar belakang pendidikan.
            Pendidikan atau pelatihan apa yang anda miliki yang akan membantu anda
             dalam pekerjaan yang adna lamar ?
            Jelaskan pendidikan formal yang anda miliki ?
            Dll
    5. Aktivitas di luar pekerjaan.
            Apa yang anda kerjakan di luar jam kantor ?
            Apakah anda terlibat dalam organisasi formal atau non formal ?
            Dll
    6. Pertanyaan khusus pewawancara.
            Pewawancara dapat membuat pertanyaan khusus lain berkaitan dengan
               pekerjaan tertentu (hati-hati dengan tindakan diskriminatif)
    7. Pribadi (pertanyaan kesediaan)
            Apakah anda bersedia direlokasi ?
            Apakah anda bersedia melakukan perjalanan ?
            Dll

    8. Penilaian pribadi.
            Apa yang anda rasa merupakan titik kekuatan anda ?
            Apa yang anda rasa merupkan titik kelemahan anda ?
            Dll



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                     Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                        MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
     9. Kesan pewawancara (rating 1,2,3,4,), menyusun kesan pewawancara berdasarkan
         ratinga atau peringkat setiap karakteristik dari 1 hingga 4 dengan 1 sebagai rating
         tertinggi dan 4 sebagai terendah.


 Seperti yang sudah diuraikan sebelumnyan bahwa pewawancara dapat melakukan
 wawancara dengan beberpa cara seperti :
 1) Wawancara individu/pribadi, wawancara dilakukan dengan berhadapan satu-satu..
 2) Wawancara berurutan (terstruktur atau tidak terstruktur), wawancara dengan beberapa
     orang mewawancarai pelamar, secara berurutan sebelum keputusan dibuat.
 3) Wawancara panel, wawancara yang dilakukan kelompok pewawancara kepada pelamar.
 4) Wawancara massa, panel mewawancarai pelamar secara simultan.
 5) Wawancara        terkomputerisasi,   wawancara   dimana    respon    lisan   dan   atau
     terkomputerisasi seorang calon karyawan didapat terhadap pertanyaan dalam situasi
     lisan, visual atau tertulis. Wawancara terkomputerisasi biasanya menyajikan pertanyaan
     dalam format pilihan ganda dan datang dalam rangkaian cepat sehingga meminta
     pelamar untuk berkonsentrasi. Konsentrasi sangat mempengaruhi sebab mengukur
     waktu respon untuk setiap pertanyaan yang dapat memberi tanda adanya masalah
     potensial.
 Semakin banyak jumlah pengusaha yang menggunakan komputer dan Web untuk
 membantu proses wawancara karyawan. Perusahaan sekarang paling tidak prawawancara
 secara online, sering menggunakan skenario bantuan vidio,          beberapa sistem baru
 mengombinasikan pewawancara dengan pelacakan pelamar untuk memfasilitasi proses
 selsksi karyawan.

     Pewawancara       perlu   memperhatikan    beberapa    kelemahan     yang   berpotensi
 mempengaruhi nilai dari proses wawancara, dan berusaha untuk menghindarinya agar
 dapat dicapai wawancara yang efektif. Kelemahan dalam melakukan wawancara seperti :
  Kesan pertama (pewawancara cenderung memiliki bias negatif yang konsisten)
    Salah memahami pekerjaan (wawancara yang baik didukung informasi yang banyak
     tentang posisi untuk pelamar)
    Kesalahan urutan calon karyawan (kesalahan penilaian oleh pewawancara karena
     mewawancarai satu atau lebih pelamar yang sangat bagus atau sangat buruk tepat
     sebelum mewawancarai yang bersangkutan.
    Perilaku Pewawancara,
     bahasa nonverbal dapat mempengaruhi jawaban yang diinginkan dan kesamaan
     demografis dapat mempengaruhi penilaian, dominasi pembicaraan pewawancara atau



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                    Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                       MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
     yang diwawancarai.
    Perilaku nonverbal dan manajemen kesan (menurut riset pelamar dengan kepribadian
     kuat dan penampilan menarik cenderung diundang untuk wawancara berikut atau
     penawaran kerja.
    Efek dari karakteristik pribadi (sifat menarik, jenis kelamin, ras), menurut studi penilaian
     pewawancara berdasarkan ras sbb:
        Pelamar (75% hitam 25% putih) pewawancara hitam dan putih menilai sama.
        Pelamar ( 50% hitam 50% putih) pewawancara hitam memberi nilai lebih tinggi pada
         ras hitam demikian, ras putih menilai lebih tinggi pelamar ras putih..
        Pelamar (25 % hitam 75% putih) pewawancara kulit putih menilai lebih tinggi ras putih
         dan sebaliknya ras hitam)


 5.3.     WAWANCARA EFEKTIF

          Melakukan wawancara dengan cara yang baik dan benar bukan pekerjaan mudah.
 Manajer SDM dan manajer lini perusahaan perlu melakukan persiapan sebelum melakukan
 wawancara, dan akan lebih tepat lagi bila pewawancara mendapat pelatihan khusus untuk
 melakukan wawancara yang efektif. Pewawancara yang berpengalaman dan jeli atau
 pewawancara profesional dapat menggali kemampuan seorang pelamar sehingga data atau
 informasi yang penting dan secara mendalam dapat diperoleh.
          Beberapa aspek penting yang akan mendukung pencapaian wawancara secara
 efektif yaitu :
     1. Mempersiapkan wawancara situasional terstruktur
              a. Analisis pekerjaan.
              b. Buat peringkat tanggung jawab pekerjaan itu.
              c. Buatlah pertanyaan wawancara.
              d. Buatlah jawaban pembanding.
              e. Tunjukan panel wawancara dan lakukan wawancara.
     2. Membuat        struktur   wawancara,      menyusun      struktur   wawancara     dengan
          memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
              a. Dasarkan pertanyaan pada tanggung jawab pekerjaan sebenarnya.
              b. Gunakan pertanyaan yang berorientasi pengetahuan pekerjaan sebenarnya.
              c. Melatih pewawancara.
              d. Mengajukan pertanyaan yang sama pada semua calon karyawan.
              e. Gunakan skala peringkat deskriptif untuk membuat penilaian terhadap
                   jawaban.
              f.   Gunakan beberapa pewawancara atau wawancara panel.


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                           MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
                  g. Bila mungkin, gunakan formulir wawancara standar.
                  h. Kendalikan wawancara.
                  i.   Buat catatan singkat selama wawancara.
     3. Mempersiapkan diri untuk wawancara (ruang khusus, membaca data pelamar, job
           analysis dari posisi pekerjaan.
     4. Membangun suasana.
     5. Bertanyalah. (jangan mengintograsi, menggurui, sarkartis, kurang perhatian,
           memonopoli pembicaraan atau membiarkan pelamar mendominasi pembicaraan.
           Dorong pelamar mengeluarkan pemikiran penuh, tarik opini dan perasaan pelamar,
           dll)
     6. Tutuplah wawancara.
     7. Meninjau wawancara segera.


           Membuat pertanyaan yang akan memberi informasi penting dari pelamar akan
 sangat membantu pewawancara dalam melakukan wawancara yang efektif. Berikut ini
 contoh pertanyaan dalam wawancara yang dapat digunakan.
 1. Mengapa anda memilih jenis pekerjaan seperti ini ?
 2. Apa yang paling anda sukai dari pekerjaan anda yang terakhir ?
 3. Apa yang paling tidak anda sukai dari pekerjaan anda yang terakhir ?
 4. Apa yang menjadi penyebab terbesar dari rasa frustasi dan kekecewaan pada pekerjaan
     anda sekarang ?
 5. Apa kelebihan dan kekurangan pekerjaan anda yang terakhir ?
 6. Apa alasan pengunduran diri anda dari pekerjaan anda yang terakhir ?
 7. Apakah anda memberitahukan sebelumnya ?
 8. Mengapa kami harus mempekerjakan anda ?
 9. Apa yang anda harapkan dari perusahaan yang sekarang ?
 10. Apa tiga hal yang tidak akan anda lakukan pada pekerjaan anda yang akan datang ?
 11. Apa tiga kelemahan anda menurut penyelia anda yang terakhir ?
 12. Apa kekuatan utama anda ?
 13. Bagaimana cara terbaik penyelia dapat membantu anda untuk mencapai tujuan anda ?
 14. Bagaimana penilaian penyelia terhadap kinerja pekerjaan anda ?
 15. Apa sasaran karier anda lima tahun ke depan ?
 16. Dll


 Hal Penting Bagi Yang Diwawancara.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                            MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
        Sebagai orang yang diwawancarai , ingatlah bahwa pewawancara cenderung untuk
 membuat keputusan      terlalu dini dan membiarkan informasi yang tidak disukai menjadi
 dominant, penampilan dan antusiasme anda adalah penting, anda harus dapat membuat
 pewawancara itu berbicara, penting untuk bersipa sebelum masuk ke ruang wawancara-
 pahami pekerjaannya dan permasalahan yang ingin dipecahkan pewawancara, dan anda
 harus menekankan antusiame dan motivasi anda untuk bekerja dan bagaimana
 keberhasilan anda sesuai dengan kebutuhan pewawancara anda. Uraia tersebut dapat
 disimpulkan sebagai berikut :
 1. Melakukan persiapan sebelum wawancara
 2. Mengetahui kebutuhan pewawancara ( perusahaan )
 3. Mengaitkan diri dengan kebutuhan perusahaan
 4. Berpikir dahulu sebelum menjawab
 5. Penampilan dan antusias adalah penting
 6. Usahakan kesan pertama yang baik
 7. Menjaga perilaku nonverbal




                                  Kepustakaan
          1. Gary Dessler, Manajamen Sumber Daya Manusia, PT Indeks,
             Jakarta, 2006.
          2. Hadari Nawawi, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis
             Kompetitif, 2005, UGM Press, Yogyakarta.
          3. Malayu, SP Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, 2000,
             Bumi Aksara, Jakarta,




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  Dr. Harries Madiistriyatno.,SE.,Msi
                                                     MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

								
To top