MUT BAB VM odal by Tj0iyk

VIEWS: 0 PAGES: 5

									                                       V
                            MODAL DALAM USAHATERNAK

1. Modal Sebagai Faktor Produksi

Modal pertanian/peternakan dalam arti makro adalah faktor produksi modal yang disalurkan,
dikelola dan dikontrol di dalam kegiatan ekonomi di sektor peternakan dalam arti luas dan
merupakan salah satu sektor ekonomi nasional. Modal usahatani ternak dalam arti mikro
adalah faktor produksi modal yang disediakan, diolah dan dikontrol di dalam suatu
perusahaan peternakan, usahatani ternak maupun suatu usahatani ternak yang masih
sederhana.

Dalam pengertian ekonomi, modal adalah barang atau uang yang bersama sama dengan
faktor produksi lahan dan tenaga kerja menghasilkan barang-barang baru yaitu dalam hal
ini hasil peternakan. Modal pertanian/peternakan dapat berbentuk uang kartal, uang giral,
atau dalam bentuk barang yang dipakai dalam kegiatan produksi. Di dalam suatu
perusahaan yang disebut modal adalah seluruh kekayaan perusahaan yang digunakan
dalam usaha. Modal perusahaan terbagi atas modal tetap dan modal tidak tetap.

1.1.   Modal tetap perusahaan.
Yang termasuk sebagai modal tetap perusahaan adalah segala barang modal yang dimiliki
perusahaan, yang digunakan di dalam pelaksanaan usaha, akan tetapi tidak menghilang
karenanya, melainkan dapat digunakan berulangkali dalam jangka waktu yang bertahun-
tahun. Perkataan tidak hilang atau habis itu dalam arti habisnya sedikit demi sedikit. Kita
ambil sebagai contoh alat pencampur makanan ternak (mixer) dan konsentrat. Mixer
memang makin hari makin habis kegunaannya, setelah lima tahun atau lebih harus diganti
dengan yang baru. Konsentrat sebaliknya, harus dibeli dan digunakan setiap kali orang
mulai memelihara ternak.

Berkurangnya kegunaan alat-alat dan barang modal disebabkan karena digunakan terus
menerus sehingga sedikit demi sedikit menjadi aus. Berapa cepat proses berkurangnya
barang modal tergantung bagaimana cara kita mempergunakan dan memperlakukan
barang modal tersebut. Dikalangan petani-petani Indonesia banyak yang belum memiliki
kebiasaan untuk melakukan pemeliharaan yang baik terhadap barang-barang modal.
Pemeliharaan tersebut termasuk memeriksa apakah ada bagian-bagian yang rusak
sehingga perlu diperbaiki atau diganti, adakah sekrup yang terlepas dan harus
dikencangkan kembali.Apakah mesin-mesin sudah diganti pelumasnya atau perlu di cat
supaya tidak berkarat. Apakah peralatan sudah dibersihkan sebelum dimasukkan ke
gudang. Apabila peralatan dipelihara dengan baik maka dapat dipergunakan lebih lama.

Modal tetap ini baru habis masa pakainya dalam jangka waktu yang lama. Untuk dapat
menggantinya lagi dengan yang baru maka haruslah diadakan depresiasi atau
penyusutan, yaitu pengusaha harus menyisihkan uang dari pendapatannya untuk disimpan
dalam suatu dana depresiasi. Berapa jumlah dana yang harus disisihkan tergantung dari
umur pakai barang tersebut. Bangunan-bangunan dapat di depresiasikan untuk 25 tahun,
truk dan mobil dalam jangka waktu 5 tahun. Lahan tidak di depresiasi melainkan mengalami
apresiasi, sebaliknya tanaman tahunan harus di depresiasi, seperti halnya ternak.

Yang termasuk ke dalam modal tetap dapat digolongkan sebagai berikut:

(1)   Lahan usaha yang dimiliki.




                                                                                         1
      Sebagai faktor produksi sebenarnya lahan tidak termasuk ke dalam modal, tetapi
      dalam penghitungan biaya maka biaya lahan dimasukkan ke dalam biaya modal
      karena lahan merupakan barang modal (aset tetap yang dimiliki perusahaan).
      Lahan sebagai barang modal tidak perlu di depresiasi. Lahan pada umumnya tidak
      turun kegunaannya, kecuali apabila mengalami kerusakan, longsor, erosi dan bencana
      alam lainnya. Dalam keadaan biasa nilai lahan akan selalu meningkat sehingga tidak
      mengalami depresiasi melainkan apresiasi. Pekerjaan-pekerjaan memperbaiki lahan,
      akan menambah kegunaan lahan tetapi mengeluarkan biaya. Demikian pula apabila
      pekerjaan itu dilaksanakan sendiri oleh petani maka harus tetap diperhitungkan
      sebagai biaya. Pekerjaan demikian harus dianggap sebagai penanaman modal, yang
      disebut modal ameliorasi dan harus dicatat sebagai modal tetap. Terhadap modal
      ameliorasi ini pun harus dikenakan biaya depresiasi.

(2)   Bangunan.
      Segala bangunan yang ada di atas farm termasuk sebagai modal tetap diantaranya
      adalah bangunan rumah, gudang, kantor, kandang, sumur, instalasi listrik, serta jalan.
      Bangunan rumah tinggal peternak yang ada di atas lahan usaha harus digolongkan ke
      dalam modal tetap pula, akan tetapi apabila letaknya terpisah dan berada di luar farm,
      tidak termasuk sebagai modal tetap, melainkan termasuk kekayaan di luar usaha.
      Demikian pula dengan bangunan rumah pegawai/karyawan yang berada dalam farm
      termasuk sebagai modal tetap.

      Gudang yang dipergunakan sebagai tempat menyimpan hasil produksi sebelum
      dijual, pakan ternak dan obat-obatan, pupuk serta alat-alat dan perkakas lainnya serta
      ruang kerja termasuk sebagai bagian dari modal tetap. Dalam perusahaan peternakan
      modern tiap jenis bahan yang disimpan, harus dalam gudang-gudang yang sesuai
      dengan sifat barang yang disimpannya, agar tidak mengakibatkan turunnya mutu atau
      kualitas barang yang disimpan. Misalnya susu harus disimpan dalam kamar khusus
      (kamar susu).

      Kandang ternak dapat mempengaruhi kesehatan dan produksi ternak. Kandang ternak
      termasuk ke dalam modal tetap perusahaan. Demikian pula dengan sumur/sumber
      air beserta seluruh perlengkapannya juga merupakan bagian bangunan yang
      termasuk modal tetap perusahaan, yang diperlukan bukan saja untuk keperluan
      keluarga petani tetapi juga untuk ternak. Pada perusahaan ternak sapi perah,
      sumur/sumber air merupakan syarat mutlak yang harus tersedia.

      Jalan, baik di dalam perusahaan maupun yang menghubungkan perusahaan dengan
      dunia luar merupakan sarana penting dalam suatu perusahaan peternakan. Sarana
      jalan di dalam perusahaan merupakan bagian bangunan yang termasuk ke dalam
      modal tetap perusahaaan termasuk diantaranya pagar serta tembok pembatas
      perusahaan dengan kawasan disekitarnya.

(3)   Ternak
      Ternak dari sejak lahir sampai berproduksi, memerlukan biaya pemeliharaan.
      Semuanya harus dianggap sebagai penanaman modal. Apakah modal itu termasuk
      modal tetap atau bukan tergantung apakah modal tersebut diterima kembali dalam
      jangka waktu satu tahun atau lebih. Apabila pengeluaran dapat diterima kembali dalam
      jangka waktu kurang dari satu tahun, misalnya anak ayam broiler, maka tidak
      termasuk sebagai modal tetap. Demikian juga dengan anak sapi yang dijual dalam
      umur satu tahun atau kurang tidak dianggap sebagai modal tetap tetapi biaya yang
      dikeluarkannya dianggap sebagai biaya eksplotasi.




                                                                                          2
      Ternak Induk yang dipelihara untuk menghasilkan anak haruslah dianggap sebagai
      modal tetap. Oleh karena itu terhadap ternak induk dapat dibebankan biaya
      depresiasi. Karena walaupun pada awalnya ternak induk mengalami peningkatan nilai
      namun pada umur tertentu produktivitasnya mulai menurun sehingga nilainyapun
      menurun pula, oleh karena itu perlu diperhitungkan penyusutannya.

      Ternak dalam perusahaan peternakan dapat dibedakan atas ternak usaha dan ternak
      kerja. Ternak usaha adalah untuk menghasilkan produk anak, susu, telur, daging dan
      sebagainya sedangkan ternak kerja untuk dipekerjakan dan dimanfaatkan tenaganya.
      Untuk ternak kerja walaupun dipelihara untuk dimanfaatkan tenaganya tetapi pada
      akhirnya setelah tidak produktif lagi akan menjadi ternak potong.

(4)   Mesin dan Peralatan
      Mesin dan peralatan dalam perusahaan peternakan merupakan barang modal tetap
      yang digunakan untuk memperlancar pekerjaan dengan tujuan memperoleh hasil yang
      tinggi dan biaya pokok yang rendah. Tujuan ini hanya akan dicapai bila mesin tersebut
      digunakan secara penuh, terus menerus dalam jangka waktu sepanjang mungkin.
      Dalam analisis jangka pendek, biaya mesin dan peralatan yang tahan lama ini tidak
      dibebankan dalam satu tahun analisis tapi menyebar sepanjang umur ekonomis nya
      berupa depresiasi (penyusutan).


1.2. Modal Tidak tetap
Modal tidak tetap adalah modal yang dalam proses produksi habis pakai dan pada tiap
pengulangan produksi harus disediakan kembali. Pada umumnya yang digolongkan ke
dalam modal tidak tetap adalah tanaman berumur semusim, alat-alat kecil yang lekas rusak,
dana eksplotasi, pakan ternak dan termasuk pula diantaranya adalah modal operasional.

Dalam setiap perusahaan ada penerimaan dan pengeluaran. Dalam jangka pendek
keadaan yang paling baik adalah apabila penerimaan dapat menutupi pengeluaran atas
modal tidak tetap. Penerimaan dan pengeluaran tersebut harus terjadi berturut-turut dalam
suatu cash flow yang baik.


2.    Sumber Modal

Dalam membicarakan peranan modal dalam pertanian orang selalu sampai pada sumber
modal itu sendiri. Ada dua sumber utama modal yaitu modal sendiri (equity capital) dan
modal pinjaman (credit). Modal merupakan salah satu faktor produksi di samping lahan
dan tenaga kerja, sedangkan kredit tidak lain dari pada suatu alat untuk penciptaan modal
itu sendiri.

Modal sendiri bisa berupa hasil penabungan. Sarana utama bagi penabungan adalah bank.
Uang yang sewaktu-waktu akan dipergunakan sebaiknya tidak ditabungkan sebagai
deposito, tapi sebagai giro yang dapat diambil setiap saat. Kredit adalah masalah
kepercayaan yang didasarkan pada: (1) nama baik si penerima, (2) kekayaan (harta) si
penerima, (3) keadaan perusahaannya, (4) kepandaian sebagai pengusaha, dan (5)
kejujurannya.

Ditinjau dari penggunaannya orang bisa membedakan antara kredit produktif dan kredit
konsumtif. Kredit konsumtif adalah kredit yang semata-mata diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Kredit produktif adalah kredit yang diperlukan untuk aktivitas produksi atau
menghasilkan produk. Bagi peternak kecil (rakyat) sulit sekali memisahkan antara kredit
konsumtif dan produktif.



                                                                                           3
Yang paling penting pula untuk diperhatikan adalah dari sisi pemberi pinjaman, ia
mengharapkan bahwa uangnya aman dan pasti kembali, sehingga perlu adanya jaminan
bahwa uang yang dipinjamkan akan dikembalikan/ diterimanya kembali tepat pada
waktunya. Disisi lain bagi peternak sendiri perlu memperhatikan bahwa kredit tersebut harus
dikembalikan. Hal ini berarti peternak harus selalu menyisihkan sebagian pendapatannya
untuk pengembalian kredit beserta bunganya. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk
mengambil kredit, perlu diperhitungkan secara matang, apakah kredit yang diperoleh dapat
memberikan manfaat financial bagi usahanya ataukah justru sebaliknya. Apakah beban
yang harus ditanggung karena kredit sangat memberatkan usaha atau tidak. Apabila sangat
memberatkan perlu dicari alternatif lain.

Lembaga-lembaga pemberi kredit diantaranya terdiri dari:
(a)  Bank yang meliputi Bank Desa, Lumbung Desa dan Bank Rakyat Indonesia,
(b)  Perusahaan Negara, Pegadaian.
(c)  Koperasi-koperasi desa dan Koperasi Pertanian.
(d)  Lembaga keuangan investasi seperti Jabar Ventura serta Lembaga Keuangan Miko
     lainnya.


3.    Efisiensi Modal.

Efisiensi modal dalam usahaternak menyangkut produktivitas penggunaan modal itu sendiri,
baik modal berupa modal tetap, modal tidak tetap maupun modal uang. Untuk modal tetap
berupa mesin-mesin, maka tingkat efisiensi dapat dibandingkan dengan kapasitas produksi
barang modal tersebut. Untuk modal ternak dan tanaman, maka efisiensi bisa dihitung
dengan cara membandingkan efisiensi produksinya dengan usaha srjenis di wilayah yang
sama. Sementara untuk modal uang, maka tingkat efisiensi bisa dihitung berdasarkan
tingkat keuntungan yang dicapai dibandingkan dengan tingkat bunga yang berlaku.


4.     Metoda Peningkatan Efisiensi Modal

Ada beberapa metoda peningkatan efisiensi modal diantaranya adalah :
(a)   Memperoleh kredit usahaternak dengan bunga yang ringan yang memungkinkan
      peternak melakukan inovasi-inovasi dalam usahaternaknya.
(b)   Kredit harus bersifat dinamis yaitu mendorong peternak menggunakannya secara
      produktif dengan pengawasan dan bimbingan yang teliti.
(c)   Kredit selain sebagai bantuan modal juga perangsang untuk menerima petunjuk dan
      bersedia berpartisipasi dalam kegiatan produksi.
(d)   Peternak menggunakan teknologi baru baik dalam penentuan bibit unggul, pakan
      ternak dan peralatan.
(e)   Ternak yang sudah tidak produktif sebaiknya diafkir dan diganti dengan yang baru.
(f)   Mesin-mesin, peralatan sebaiknya dipelihara dengan baik, dibersihkan bila sudah
      dipakai, diperbaiki bila rusak.
(g)   Belilah mesin-mesin yang dikuasai cara pengoperasiannya, memiliki kapasitas
      sesuai dengan kebutuhan, mudah diperoleh suku cadang.
(h)   Buatlah kandang sesuai dengan kebutuhan baik dalam jumlah maupun kualitasnya.
(i)   Dan lain-lain.




                                                                                         4
5

								
To top