Docstoc

MEMBANGUNG MUTU PENDIDIKAN

Document Sample
MEMBANGUNG MUTU PENDIDIKAN Powered By Docstoc
					                              MEMBANGUN MUTU PENDIDIKAN                        kesempatan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, diterima oleh pasar,
                            MELALUI LAYANAN JASA PENDIDIKAN                    serta kemampuan lulusan mengembangkan diri diluar), dan impact.
                                                                                       Sekolah dilihat dari kaca mata corporate, maka sekolah adalah suatu
                                  YANG BERKUALITAS                             organisasi (entitas) produksi yang menghasilkan jasa pendidikan yang dibeli
                                                                               oleh para konsumen. Apabila sekolah sebagai produsen tidak bisa mampu
                                                    Oleh Garmawandi *)         memasarkan hasil produksinya, dalam hal ini jasa pendidikan, dikarenakan
                                                                               mutunya tidak dapat memuaskan, maka produksi jasa yang ditawarkan tidak
                 SALAH satu tantangan penting yang dihadapi sekolah sebagai    akan laku. Dengan kata lain bahwa sekolah tidak bisa untuk memuaskan user
sebuah entitas layanan sektor publik saat ini adalah bagaimana sekolah         education sesuai dengan need pasar, sehingga sekolah tersebut tidak akan laku
mengelola mutu, khususnya mutu pendidikan. Otonomi sekolah sebagai wujud       dan terus eksis serta kemudian akan diabaikan oleh konsumennya.
desentralisasi pendidikan telah membawa angin segar bagi upaya partisifatif,           Gambaran di atas mencerminkan, apakah pendidikan mampu menjual
demokratif dan kreatif warga sekolah untuk membangun dan menciptakan           layanan jasa pendidikan sebagai produk bermutu kepada konsumennya, maka
sesuatu yang berbeda secara efisien, efektif, inovatif dan kompetitif yang     sistem penyelenggaraan pendidikan dengan manajemen pendidikan harus
menjadikan sebuah sekolah berbeda dengan sekolah lain dalam layanan            menyelenggarakan kegiatan bermutu agar mampu menghasilkan produk
sebagai suatu proses bermutu.                                                  bermutu pula. Sukses layanan bermutu adalah tercapainya kepuasan konsumen
        Sekolah merupakan organisasi atau entitas yang menyelenggarakan dan    yang secara abstrak atas serangkaian proses dan yang dilakukan sampai
“menjual” produk jasa layanan yang diberikan kepada konsumen (peserta          dengan mampu menghasilkan produk yang mampu bersaing dan mendapat
didik, orang tua peserta didik, komite sekolah, warga masyarakat sekitar dan   pengakuan di luar organisasi. Konsep kepuasan, kepercayaan dan loyalitas
stakeholder pendidikan), sehingga sekolah dituntut dan menjadi sorotan dari    konsumen terhadap sesuatu produk jasa pendidikan yang dihasilkan
konsumennya atas produk yang dihasilkan dan ditawarkan yang berujung           merupakan kunci dari layanan pendidikan bermutu.
kepada terciptanya kepuasan pelanggan, kepercayaan dan lahirnya loyalitas              Tranformasi sekolah di era kontemporer menuju sekolah bermutu
kepada pelanggannya.                                                           terpadu diawali dengan komitmen bersama terhadap mutu pendidikan oleh
        Menurut Slamet PH (2012), produk layanan jasa pendidikan yang          komite sekolah, adminitrator, guru, staff, peserta didik dan orang tua dalam
merupakan sebuah sistem dalam menghasilkan output dan outcome yang             komunitas sekolah, serta stakeholder yang sangat berkepentingan atas tercapai
tercipta dari serangkaian proses dari mengelola input untuk menjadikan atau    dan terlaksananya mutu pendidikan. Upaya strategis yang dimulai dengan
menghasilkan produk jasa pendidikan dari sebuah atau beberapa organisasi       membangun mutu ternyata banyak “gagal”, yang dibuktikan dengan masih
atau institusi pendidikan. Sistem yang dibangun dari pelayanan jasa            banyaknya sekolah yang kalah bersaing secara internal dan ekternal dalam
pendidikan meliputi pengelolaan input (berupa kurikulum, sarana dan            penciptaan dan pencapaian mutu secara keunggulan kompetitif maupun
prasarana, PTK, dana, regulasi, organisasi, administrasi, peran serta          keunggulan komparatif dengan sekolah lain secara lokal maupun nasional.
masyarakat dan kultur sekolah), process (berupa proses kegiatan bermutu        Persaingan produk akhirnya berujung kepada, bagaimana memasarkan produk
dengan sistem penilaian yang standar), output (berupa prestasi yang dicapai    jasa layanan pendidikan kepada konsumen dengan standar-standar jasa
meliputi prestasi akademik, non akademik, angka mengulang dan angka putus      pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah yang berfokus pada layanan jasa
sekolah), serta outcome (berupa sampai sejauhmana output memperoleh            pendidikan berdasarkan permintaan konsumen, yang berujung kepada
Draft Artikel Pendidikan _ Belitung Express_KE-02
                                                                                                                                             1
munculnya istilah “marketing” dalam layanan jasa pendidikan, yang             image positife organisasi, sehingga segala bentuk kegiatan dan hasil yang
kemudian harus mengacu kepada kegiatan komunikasi pemasaran yang efektif.     dicapai akan mampu diterima dan dipercayai oleh pelanggan dan pasar,
       Komunikasi pemasaran dilakukan oleh pengelola sekolah untuk            sehingga produk yang dihasilkan mendapatkan kerpercayaan serta jaminan
mengkomunikasikan pesan-pesan sekolah sesuai dengan yang dikehendaki          dari konsumen sebagai pengguna produk yang dihasilkan.
pasar, dimana sekolah sebagai lembaga ilmiah sudah harus                              Layanan produk dan jaminan produk merupakan sebuah upaya yang
mengkomunikasikan lembaganya pada hal-hal yang ilmiah dengan cara             harus dibangun oleh organisasi pendidikan (sekolah) agar peserta didik dalam
melakukan publikasi prestasi melalui media independen serta membangun         mengikuti proses pendidikan sebagai layanan pendidikan menjadi suatu
brand image-nya melalui sesuatu yang bisa diterima oleh pasar yang berbeda    proses kegiatan yang menyentuh, bermakna serta mampu dipercayai oleh
dengan sekolah lainnya. Komunikasi dibangun sebagai ajang promosi, atau       konsumen yang diyakini akan mampu membangun kepercayaan atas hasil
sebagai bentuk iklan produk yang akan dijadikan pertimbangan oleh konsumen    yang diinginkan. Membangun kepercayaan konsumen harus dimulai dari
untuk menjadi rujukan, tujuan dan pilihan penggunaan oleh konsumen. Bentuk    komitmen dan membangun kultur budaya organisasi atau budaya sekolah.
pemasaran yang efektif dalam pendidikan dapat juga dilakukan melalui dialog           Budaya organisasi menjadi prasyarat penting yang harus dibangun oleh
yang baik dan terus menerus dengan pelanggan. Pemasaran yang efektif adalah   manajemen organisasi sehingga arah dan kinerja organisasi dapat berjalan
pemasaran yang dipilih oleh peserta didik untuk kepentingan mereka masing-    sinergis dalam membangun visi dan misi organisasi yang dikelola berdasarkan
masing. Konsekuensi dari kesuksesan pelajar adalah kesuksesan institusi       manajemen organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer pendidikan yang
pendidikannya.                                                                kompeten, kapabel dan visioner, yang bukan berorientasi sesaat tetapi harus
       Makna sekolah berkualitas bukanlah sekolah yang berhasil               mengarah dan bersifat Sustainable Value-Creation (SVC).
menamatkan peserta didiknya 100% ketika mengikuti Ujian Nasional (UN)
sebagai bentuk output dari sistem penyelenggaraan pendidikan. Namun pada
hakekatnya sekolah berkualitas merupakan serangkaian proses yang dilakukan    --------------------
oleh sekolah sebagai suatu sistem dalam melakukan penyelenggaraan
pendidikan kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan sehingga     *) Garmawandi, adalah Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung yang sedang Tugas
menghasilkan output yang baik, dan outcome yang diterima oleh pasar.          Belajar di MM-UGM Yogyakarta
Orientasi output, dengan mengabaikan sistem sebagai suatu alur kerja akan
menghasilkan sesuatu yang stagnan, sesaat, dan tidak akan mampu bersaing
dalam jangka panjang, maka sekolah berkualitas merupakah sebuah organisasi
yang bekerja menggunakan pendekatan sistem yang berorientasi input, proses,
output dan outcome melalui serangkaian kegiatan penjaminan dengan standar
mutu sehingga menjadi produk yang dapat diterima dan dapat memuaskan
pelanggan dan pasar sebagai konsumen, sehingga akan menghasilkan
keuntungan sosial.
       Membangun dan menciptakan sekolah sebagai pencitraan organisasi
berkualitas harus dilakukan secara kontinyu yang dimulai dengan membangun
Draft Artikel Pendidikan _ Belitung Express_KE-02
                                                                                                                                                 2

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:94
posted:9/30/2012
language:Malay
pages:2