Tugas SDM

Document Sample
Tugas SDM Powered By Docstoc
					                                       MODUL 1
                           MANAJEMEN
                       SUMBER DAYA MANUSIA

                                    POKOK BAHASAN :
                                PENGERTIAN MSDM




                                     DOSEN PENGAMPU :

                                    ADIYAS, SE.,MM.




                             FAKULTAS EKONOMI
                          UNIVERSITAS MERCUBUANA

                                       JAKARTA




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                 Adiyas, SE.MM.   M S D M   1
                            FAKULTAS EKONOMI
                            UNIVERSITAS MERCU BUANA
                            JAKARTA
                                                                                       1

                                              MODUL
                       Manajemen Sumber Daya Manusia (3 SKS)

        POKOK BAHASAN
        PENGERTIAN MSDM


        ADIYAS, SE, MM.

        A. PENDAHULUAN


               Dengan mendefinisikan organisasi sebagai wadah tempat di mana dua orang
        atau lebih bekerja sama untuk mencapai tujuan, maka dapat dipastikan bahwa
        tanpa tujuan tidak perlu ada organisasi. Tujuan organisasi bermacammacam,
        tergantung dari banyaknya pihak yang berkepentingan (stakeholder) dengan
        kehadiran organisasi itu. Pihak-pihak yang berkepentingan itu antara lain, terdiri atas
        para     pemegang   saham,    karyawan,    pemasok,     pemakai,    pemerintah,    dan
        masyarakat. Tujuan organisasi bagi pemegang saham adalah untuk meningkatkan
        keuntungan. Bagi konsumen adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bagi
        masyarakat adalah untuk meningkatkan rasa tangung jawab kepada masyarakat,
        dan bagi pemerintah adalah untuk meningkatkan penerimaan pajak. Bagi karyawan
        adalah untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan agar pada gilirannya dapat
        meningkatkan prestasi kerja karyawan dan juga kinerja organisasi.
               Untuk mencapai tujuan atau tujuan-tujuan tersebut perlu ada kegiatan dan
        untuk melaksanakan kegiatan itu diperlukan sumber daya, seperti misalnya sumber
        daya keuangan, fisik, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Keberadaan
        SDM dalam sebuah organisasi sangat penting karena mereka yang memprakarsai
        terbentuknya organisasi, mereka yang berperan membuat keputusan untuk semua
        fungsi dan mereka juga yang berperan dalam menentukan kelangsungan hidup
        organisasi itu. Namun, sumber daya manusia tersebut tidak dengan sendirinya
        tertarik untuk mau menjadi anggota dari sebuah organisasi dan bukan organisasi




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                        Adiyas, SE.MM.    M S D M                2
        yang lain, dan setelah bergabung mereka juga tidak dengan sendirinya dapat
        berprestasi.
            Prestasi kerja karyawan ditentukan oleh keinginan dan kemampuan mereka.
        Untuk itu pertanyaan yang perlu dijawab adalah tentang siapa yang bertanggung
        jawab untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang ada dan apa yang
        mereka harus lakukan agar SDM mempunyai keinginan dan kemampuan untuk
        berprestasi. Pada hakikatnya, semua manajer diharapkan dapat menjadi pemimpin
        dan yang mereka pimpin adalah manusia, sehingga dapat dikemukakan bahwa
        setiap     manajer     bertanggungjawab        untuk     memberdayakan         bawahannya.
        Selanjutnya, apa yang mereka lakukan dalam rangka pemberdayaan SDM tersebut
        tergantung kepada faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan yang
        bersangkutan. Telah dikemukakan bahwa prestasi kerja karyawan dipengaruhi oleh
        kemampuan dan kemauannya. Ketidakmampuan yang tidak lain adalah disebabkan oleh
        adanya      ketidaksesuaian    antara    kualifikasi   yang   dimiliki   karyawan   dengan
        persyaratan yang dibutuhkan oleh pekerjaannya dapat diatasi dengan memberikan
        pendidikan atau pelatihan. Sedangkan ketidakmauan mereka dapat dikurangi
        dengan memberikan dorongan berupa penghargaan.
                 Namun, perlakuan atau pemberian tersebut hanya akan efektif jika mereka
        merasa puas terhadap perlakuan itu. Kepuasan terhadap perlakuan tersebut dapat
        mereka rasakan apabila mereka merasakan adanya keadilanr dalam pelaksanaannya.
        Dengan kata lain, prestasi karyawan dipengaruhi oleh adanya kepuasan kerja dan
        kepuasan kerja itu dipengaruhi oleh adanya keadilan di tempat kerja, yaitu keadilan
        dalam pelaksanaan setiap fungsi operasional MSDM yang mencakup keadilan dalam
        seleksi, penilaian prestasi kerja, penentuan peserta training, promosi, kompensasi, dan
        pemutusan hubungan kerja.
                 Secara umum dapat dipahami bahwa keadilan di tempat kerja dapat
        dirasakan oleh karyawannya apabila perlakuan yang mereka terima di tempat
        kerja memuaskan dan perlakuan itu dapat memuaskan apabila kegiatan-kegiatan
        yang berkaitan dengan sumber daya tersebut dapat dikelola dengan baik. Lebih lanjut
        diketahui pula bahwa kepuasan kerja dapat mempengaruhi komitmen organisasi dan
        kedua konsep ini dipengaruhi oleh karakteristik organisasi, karakteristik pekerjaan, dan
        karakteristik individu (Panggabean, 2001, 2002).
                 Oleh karena itu, setelah membaca buku ini, diharapkan para peneliti maupun praktisi




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                              Adiyas, SE.MM.    M S D M               3
        dapat memperoleh pemahaman tentang cara bagaimana mengelola kegiatan-kegiatan
        tersebut agar terasa adil dan bagaimana hubungannya dengan sikap, perilaku, dan
        keberhasilan organisasi.
              Uraian dalam bab ini diawali dengan penjelasan tentang arti pentingnya
        pengelolaan (manajemen) dan diikuti oleh penjelasan tentang arti pentingnya manajemen
        sumber daya berikut fungsi-fungsi operasionalnya yang memerlukan pengelolaan dan
        pengertian dari variabel-variabel penting lainnya yang mempengaruhi keberhasilan
        organisasi. Sedangkan uraian dari arti pentingnya dan cara bagaimana mengelola
        setiap fungsi operasional itu akan diuraikan dalam bab-bab selanjutnya.


        1. APA ITU MANAJ EMEN?
            Manajemen merupakan sebuah prosess yang terdiri atas fungsi-fungsi
        perencanaan, pengorganisasian, pemimpinari, dan pengendalian kegiatan
        sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan yang telah
        ditetapkan secara efisien. Paling tidak manajemen dapat didefinisikan sebagai
        sebuah     proses    yang    terdiri   atas    perencanaan,        pelaksanaan,   dan
        pengendalian karena apa yang direncanakan harus dilaksanakan dalam
        pelaksanaan paling tidak ada kegiatan untuk menyesuaikan rencana dengan
        struktur organisasi dan gaya kepemimpinan, dan selanjutnya apa yang
        dilaksanakan perlu dikendalikan untuk menjamin agar pelaksanaan sesuai dengan
        rencana.


        2. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
              Dari definisi tersebut di atas dapat diketahui bahwa manajemen berkaitan dengan
        pelaksanaan fungsi manajemen agar dapat mencapai tujuan secara efisien. Fungsi-
        fungsi tersebut terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan
        pengendalian.
              Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang berkaitan
        dengan penentuan rencana yang akan membantu tercapainya sasaran yang telah
        ditentukan. Rencana tersebut dapat berupa rencana strategi dan rencana operasional.
        Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang berkaitan dengan pembagian
        kerja. Setelah rencana atau seperangkat kegiatan yang akan dilakukan pada masa
        mendatang itu ditentukan, maka rencana itu perlu di bagi-bagi, karena tidak




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                         Adiyas, SE.MM.    M S D M             4
        seorang pun yang maha tahu dan maha kuat. Setiap orang memiliki keterbatasan fisik
        dan keterbatasan pengetahuan.
               Untuk memudahkan koordinasi, mereka perlu dikelompokkan ke dalam
        beberapa kelompok sedemikian rupa sehingga masing-masing kelompok dapat
        dipimpin oleh seorang atasan. Kemudian kepada para atasan akan diberikan
        kewenangan. Sampai dengan tahapan tersebut, pertanyaan yang dapat dijawab
        meliputi apa yang dilakukan, siapa melakukan apa, dan siapa melapor kepada
        siapa.Selanjutnya, agar mereka yang ditunjuk mampu dan mau melaksanakan
        pekerjaannya, maka mereka memerlukan seseorang yang memiliki kepe-mimpinan,
        yaitu seorang yang mempunyai kemampuan untuk memberikan pengarahan dan
        dorongan untuk berperilaku sebagaimana diharapkan.
               Akhirnya, karena dalam pelaksanaannya melibatkan orang lain di mana dalam
        kenyataannya kalau mereka diberikan keleluasaan untuk menentukan sendiri
        bagaimana cara untuk melaksanakan pekerjaannya, mereka bisa saja salah atau lalai
        untuk melaksanakannya, atau terjadi perubahan dalam kurun waktu perencanaan
        dengan pelaksanaan. Maka setelah ada orang yang mau dan mampu untuk
        melaksanakan pekerjaannya, masih diperlukan pengendalian. Fungsi pengendalian
        ini perlu dilakukan untuk memastikan agar rencana akan berjalan dan sedang
        berjalan untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain, fungsi ini mencoba menjamin agar
        rencana yang telah dipilih terlaksana dengan tepat dan dapat mencapai tujuan yang
        telah ditetapkan. Untuk itu, fungsi ini akan diawali oleh:


           1. penentuan standar (waktu, biaya, jumlah dan kualitas kerja),
           2. pengukuran atau pemahaman tentang ada tidaknya penyimpangan
               terhadap standar,
           3. membandingkan penyimpangan yang ada dengan batas toleransi yang
               disepakati, dan
           4. jika berada di luar batas toleransi maka diperlukan tindakan perbaikan/
               modifikasi, apakah rencana yang akan direvisi atau prestasi karyawannya
               yang lebih ditingkatkan.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                           Adiyas, SE.MM.   M S D M         5
        B. RUANG LINGKUP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


            Manajemen yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan pemberdayaan
        sumber daya manusia disebut manajemen sumber daya manusia. Pada
        umumnya, kegiatan-kegiatan di bidang sumber daya manusia dapat dilihat dari
        dua sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi pekerja. Dari sisi
        pekerjaan, kegiatan-kegiatan itu terdiri atas analisis pekerjaan dan evaluasi
        pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja, kegiatan-kegiatan itu terdiri atas pengadaan
        tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan pengembangan, promosi,
        kompensasi, dan pemutusan hubungan kerja.Dengan demikian, Manajemen
        Sumber Daya Manusia dapat didefi-nisikan sebagai suatu proses yang terdiri atas
        perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian kegiatan-kegiatan
        yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, pengadaan,
        pengembangan, kompensasi, promosi, dan pemutusan hubungan kerja guna
        mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


        1. FUNGSI-FUNGSI OPERASIONAL SDM
            Secara umum, fungsi-fungsi operasional SDM mencakup pengadaan,
        pengembangan, perencanaan dan pengembangan karier, penilaian prestasi,
        kompensasi (gaji, insentif, dan kesejahteraan), keselamatan dan kesehatan kerja,
        dan pemutusan hubungan kerja.


           a. Pengadaan Tenaga Kerja
               Fungsi pengadaan tenaga kerja yang dikenal juga sebagai fungsi pen-
               dahuluan terdiri atas analisis pekerjaan, perencanaan tenaga kerja,
               penarikan, dan seleksi.


                 Analisis pekerjaan
                 Analisis pekerjaan merupakan suatu proses penyelidikan yang sistematis
                 untuk memahami tugas-tugas, keterampilan, dan pengetahuan yang
                 dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan dalam sebuah organisasi.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Adiyas, SE.MM.   M S D M               6
                Perencanaan tenaga kerja
                Perencanaan tenaga kerja adalah suatu proses penyediaan tenaga
                kerja dalam kuantitas dan kualitas yang diperlukan oleh sebuah
                organisasi pada waktu yang tepat agar tujuannya dapat dicapai.


                Penarikan tenaga kerja
                Penarikan tenaga kerja merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk
                memperoleh sejumlah calon karyawan yang memenuhi persyaratan
                (berkualitas). Proses ini diawali dengan pemahaman akan adanya lowongan,
                tugas-tugas yang dikerjakan, kualifikasi dan sistem kompensasi yang
                berlaku. Sehingga adalah wajar jika proses ini merupakan langkah
                lanjutan dari analisis pekerjaan dan perencanaan tenaga kerja
                maupun       langkah-langkah yang diperlukan dalam penetapan sistem
                kompensasi, seperti evaluasi pekerjaan dan survei upah dan gaji.


                Seleksi
                Tujuan seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi
                syarat atau mempunyai kualifikasi sebagaimana tercantum dalam spesifikasi
                pekerjaan.
                Proses penarikan dan seleksi karyawan bertujuan untuk mendapatkan
                karyawan yang dapat membantu tercapainya tujuan perusahaan, atau
                usaha untuk memperoleh jumlah tenaga kerja karyawan yang diperlukan
                untuk mencapai tujuan organisasi.


                Sasaran dari pengadaan adalah untuk memperoleh SDM dalam jumlah dan
                kualifikasi SDM yang tepat bagi organisasi. Pengadaan yang berhasil akan
                menghasilkan penerimaan organisasi atas seseorang, yang merasakan
                pekerjaannya.


           b.   Pengembangan Karyawan
                Pengembangan karyawan dapat dilakukan melalui orientasi, pelatihan, dan
                pendidikan. Pada hakikatnya yang ditujukan untuk menyesuaikan persyaratan
                atau kualifikasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaannya (sekarang




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                     Adiyas, SE.MM.   M S D M               7
                atau pada masa mendatang) dengan kualifikasi yang dimiliki karyawan
                sekarang.


                Orientasi
                Orientasi dapat hanya berupa pengenalan sederhana dengan karyawan
                lama, atau dapat merupakan proses panjang, yang meliputi
                pemberian informasi mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan personalia
                (kondisi kerja, upah, dan jaminan sosial) prosedur kerja, gambaran
                umum/sejarah, sifat perusahaan, dan manfaat-manfaat yang diperoleh
                karyawan baru. Dengan kata lain, tahap orientasi merupakan kegiatan
                pengenalan dan penyesuaian karyawan baru dengan organisasi. Proses ini
                penting karena pekerjaan baru terasa sulit dan dapat menyebabkan frustasi bagi
                karyawan. Prows orientasi perlu dilakukan dengan hati-hati dan bijaksana.


                Pelatihan
                Suatu usaha untuk meningkatkan keterampilan karyawan untuk melakukan
                pekerjaan tertentu. Pelatihan diberikan kepada karyawan yang baru
                diterima guna memperkenalkan tugas yang akan dikerjakan, kewajiban
                di dalam melaksanakan suatu pekerjaan tertentu.


                Pendidikan
                Suatu usaha untuk meningkatkan pengetahuan atau pemahaman tentang
                suatu pekerjaan. Konsep ini biasa dikenal sebagai pengembangan.


           c.   Perencanaan dan Pengembangan Karier
                Hal ini terdiri atas pengertian karier, perencanaan karier, dan pengembangan
                karier. Karier dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian aktivitas kerja
                yang terpisah, tetapi berhubungan dan memberikan kesinambungan,
                keteraturan, dan arti kehidupan bagi seseorang. Perencanaan karier
                adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang memilih tujuan
                karier dan mengenali cara atau jalur untuk mencapai tujuan tersebut.
                Pengembangan karier adalah            suatu   pendekatan      formal    yang
                diambil dan digunakan organisasi untuk menjamin, agar orang-orang




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Adiyas, SE.MM.   M S D M                 8
                 dengan kecakapan dan pengalaman yang layak yang tersedia ketika
                 dibutuhkan.


            d.   Penilaian Prestasi Kerja
                 Penilaian prestasi merupakan sebuah proses yang ditujukan untuk
                 memperoleh informasi tentang kinerja karyawan. Informasi ini dapat
                 digunakan sebagai input dalam melaksanakan hampir semua aktivitas
                 MSDM lainnya, yaitu promosi, kenaikan gaji, pengembangan, dan
                 pemutusan hubungan kerja.


            e.   Kompensasi
                 Merupakan segala bentuk penghargaan (outcomes) yang diberikan
                 oleh organisasi kepada karyawan atas kontribusi (inputs) yang
                 diberikan kepada organisasi. Kompensasi terdiri atas gaji pokok,
                 insentif, dan kesejahteraan karyawan.


            f.   Keselamatan dan Kesehatan Kerja
                 Keselamatan kerja meliputi perlindungan karyawan dari kecel akaan
                 di tempat kerja. Sedangkan, kesehatan merujuk kepada kebebasan
                 karyawan dari penyakit secara fisik maupun mental.


            g.   Pemutusan Hubungan Kerja
                 Pemutusan       hubungan      kerja     dapat     didefinisikan       sebagai
                 pengakhiran     hubungan     kerja    antara    pekerja    dan      pengusaha
                 sehingga berakhir pula hak dan kewajiban di antara mereka. Hal ini
                 dapat disebabkan oleh berbagai macam alasan.


        2. VARIABEL LAIN YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN ORGANISASI
            Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa selain keadilan dalam mengelola SDM,
        keberhasilan organisasi juga dipengaruhi oleh karakteristik organisasi, karakteristik
        pekerjaan, karakteristik individu, sikap dan perilaku karyawan, secara langsung
        maupun tidak langsung.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Adiyas, SE.MM.     M S D M               9
           a.   Karakteristik Individu
                Karakteristik individu terdiri atas jenis kelamin, tingkat pendidikan, umur,
                masa kerja, status perkawinan, jumlah tanggungan, dan posisi. Peneliti-
                peneliti dalam bidang manajemen SDM dan perilaku organisasi banyak
                melakukan penelitian tentang hubungan karakteristik individu dengan sikap
                dan perilaku karyawan (Panggabean, 2001; 2002).


           b.   Karakteristik Organisasi
                Karakteristik organisasi meliputi kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi.
                Kompleksitas mencerminkan jumlah unit yang ada dalam organisasi.
                Formalisasi merujuk kepada banyaknya pelaksanaan tugas yang ber-
                sandarkan kepada peraturan. Sedangkan sentralisasi didefinisikan sebagai
                siapa yang dapat mengambil keputusan (pimpinan atau pelaksana).
                Sentralisasi ada jika keputusan di tangan pimpinan. Sebaliknya, akan
                dikatakan ada desentralisasi, jika jawaban tentang apa, bagaimana, kapan, dan
                dengan siapa pekerjaan akan dilaksanakan diputuskan oleh pelaksana.
                Semakin banyak pertanyaan itu dapat dijawab sendiri oleh pelaksana,
                maka semakin dapat dikatakan ada desentralisasi. Bagaimana pengaruh
                karakteristik organisasi terhadap sikap dan perilaku karyawan banyak
                dilakukan oleh para peneliti di bidang teori organisasi dan perilaku
                organisasi (Melcher, 1976).


           c.   Karakteristik Pekerjaan
                Karakteristik pekerjaan terdiri atas keanekaragaman tugas, identitas
                tugas, keberartian tugas, otonomi, dan umpan balik. Berbagai penelitian
                dalam bidang manajemen SDM dan perilaku organisasi banyak meneliti
                hubungan antara karakteristik tugas dan perilaku organisasi. Berikut
                dibahas pengertian dari masing-masing konsep.


                   Keanekaragaman tugas
                    Merujuk kepada adanya kemungkinan bagi karyawan untuk melak-
                    sanakan kegiatan, prosedur, dan bahkan peralatan yang berbeda.
                    Pekerjaan yang beraneka ragam biasanya dipandang sebagai




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Adiyas, SE.MM.   M S D M                 10
                    pekerjaan yang menantang karena mereka menggunakan semua
                    keterampilan yang mereka miliki.


                   Identitas tugas
                    Memungkinkan karyawan mengerjakan sebuah pekerjaan secara
                    menyeluruh. Sangat terspesialisasi cenderung menciptakan tugas yang
                    rutin dan mengakibatkan seseorang hanya mengerjakan satu bagian
                    saja dari keseluruhan pekerjaan. Hal ini menimbulkan adanya perasaan
                    tidak melakukan apa-apa. Oleh karena itu, dengan memperluas tugas-
                    tugas yang dapat meningkatkan perasaan mengerjakan seluruh pekerjaan
                    berarti meningkatkan identitas tugas.


                   Keberartian tugas
                    Merujuk kepada besarnya pengaruh dari pekerjaan yang dilakukan
                    seseorang terhadap pekerjaan orang lain. Sangat penting bagi seseorang
                    untuk mempunyai perasaan melakukan pekerjaan yang sangat berarti
                    bagi   perusahaan     maupun       masyarakat.       Untuk     itu   adalah
                    penting apabila pimpinan memberitahukan di depan orang lain bahwa
                    pekerjaannya sangat berarti bagi perusahaan.


                   Otonomi
                    Merujuk kepada adanya ide bahwa karyawan dapat mengendalikan
                    sendiri tugas-tugasnya. Hal ini penting untuk menimbulkan rasa ber-
                    tanggung jawab. Cara yang umum dipakai adalah melalui manajemen
                    berdasarkan sasaran. Karena dengan cara ini karyawan memiliki kesem-
                    patan untuk menentukan sendiri tujuan pribadi dan tujuan kerjanya.


                   Umpan balik
                    Merujuk kepada informasi yang diterima oleh pekerja tentang seberapa
                    baiknya ia melaksanakan tugasnya. Penelitian tentang hubungan
                    karakteristik pekerjaan dengan sikap dan perilaku organisasi banyak
                    dilakukan oleh peneliti di bidang MSDM dan perilaku organisasi.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                       Adiyas, SE.MM.   M S D M                  11
                                       DAFTAR PUSTAKA


        Gery Dessler, Manajemen SDM, 1998


        Edwin B. Fuppo, Manajemen Personalia, 1998


        T. Hani Handoko, Manajemen Personalia dan SDM, 2001


        Ati Cahyati, Stategi Kebijakan MSDM, 2005


        Drs. H. Melayu, S.P. Hasibuan, MSDM (versi revisi), 2005


        Marihot Efendi Hariandja, Drs., M.Si, MSDM, 2002




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                      Adiyas, SE.MM.   M S D M   12

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:27
posted:9/30/2012
language:
pages:12