Kerangka Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - DOC - DOC by E8S4V8u

VIEWS: 138 PAGES: 34

									KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
     SMP NEGERI 1 BOGOR
        TAHUN PELAJARAN 2011/2012




      DINAS PENDIDIKAN KOTA BOGOR
          PROPINSI JAWA BARAT
               TAHUN 2011
                                                          BAB I

                                                 PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

     Mencermati perkembangan dunia di era globalisasi seperti sekarang ini,
     sungguh sangat perlu, karena apabila tidak bisa mengikuti arah perkembangan
     dunia, maka akan ketinggalan zaman.

     Perkembangan dunia ke depan yang perlu diperhatikan, antara lain: (1)
     perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek
     kehidupan termasuk teknologi pendidikan, (2) era global akan menyebabkan
     lalu lintas tenaga kerja sangat mudah, sehingga akan banyak tenaga kerja
     asing di Indonesia, sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3)
     era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari
     berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber
     informasi, (4) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan
     moral manusia, sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq
     kepada siswa, (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik
     bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk
     menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian, sehingga
     sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka, (6) di era AFTA akan
     dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia
     kerja, (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang”
     sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia, serta (8) masyarakat semakin
     faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif,
     sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan.

     Adapun dasar hukum dari pembuatan kurikulum satuan pendidikan, yaitu
     sebagai berikut :

    1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
          Pendidikan Nasional

    2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
          Standar Nasional Pendidikan




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     1
    3. Standar Isi

    4. Standar Kompetensi Lulusan

B. Tujuan Pengembangan KTSP

     Kurikulum         dikembangkan              sebagai         pedoman           penyelenggaraan        kegiatan
     pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini
     meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian                                       dengan kekhasan,
     kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab
     itu    kurikulum         disusun         oleh      satuan        pendidikan          untuk      memungkinkan
     penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di
     daerah.

     Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun antara lain agar dapat
     memberi kesempatan peserta didik untuk :

     1. Mengamalkan                ajaran        agama         yang        dianut       sesuai       dengan   tahap
           perkembangan siswa

     2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri

     3. Menunjukansikap percaya diri

     4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih
           luas

     5. Menghargai keberagaman agama,budaya, suku, ras dan golongan sosial
           ekonomi dalam lingkup nasional

     6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-
           sumber lain secara logis, kritis dan kreatif

     7. Menunjukan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif

     8. Menunjukan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi
           yang dimilikinya

     9. Menunjukan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam
           kehidupan sehari-hari

     10. Mendeskripsi gejala alam dan sosial

     11. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                  2
     12. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,
          berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara
          Kesatuan Republik Indonesia

     13. Menghargai karya seni dan budaya nasional

     14. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya

     15. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu
          luang

     16. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun

     17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
          masyarakat

     18. Menghargai adanya perbedaan pendapat

     19. Menunujukan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana

     20. Menunujkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis
          dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana

     21. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan
          menengah

     22. Memahami dan menghayati jiwa kewirausahaan

     23. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang ICT danmampu memilih
          serta memanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari secara bijaksana
          (menguasai teknologi informasi dan komunikasi)

     24. Memiliki ketangguhan, kedisiplinan dan kecermatan dalam bekerja

C. Prinsip Pengembangan KTSP

     Didalam pembuatan KTSP perlu memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan
     KTSP, yaitu sebagai berikut :

     1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
          peserta didik dan lingkungannya.

     2. Beragam dan terpadu

     3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

     4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     3
     5. Menyeluruh dan berkesinambungan

     6. Belajar sepanjang hayat

     7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

     8. Relevan           dengan         tuntutan       kebutuhan           siswa,       daerah, nasional dan
          internasional.

     Dan juga mengacu kepada acuan operasional penyusunan KTSP, yaitu :

     1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

     2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat
          perkembangan dan kemampuan peserta didik

     3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

     4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

     5. Tuntutan dunia kerja

     6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

     7. Agama

     8. Dinamika perkembangan global

     9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

     10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

     11. Kesetaraan Jender

     12. Karakteristik satuan pendidikan

D. Analisis Situasi Pendidikan (Sekolah)


     Untuk keperluan analisis situasi ini, maka terlebih dahulu diadakan analisis
     swot, yaitu sebagai berikut :

     Keunggulan :

     1. Letak geografis yang sangat strategis.

     2. Sarana dan prasarana yang memadai.

     3. Kualifikasi akademik dewan guru hampir 100% S1 dan ada yang telah
          berkualifikasi S2.



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                            4
     4. Sosial ekonomi orang tua siswa golongan menengah ke atas.

     5. Input siswa sangat unggul.

     6. Dukungan steakholder dari komite sekolah sangat baik.

     Kelemahan :

     Keterbatasan lahan

     Peluang :

     1. SMP Negeri 1 Bogor memiliki peluang yang besar untuk menjadi sekolah
          bertaraf internasional.

     2. Output dan outcome SMP Negeri 1 Bogor rata-rata diterima di SMA RSBI
          dan sekolah-sekolah negeri.

     Ancaman :

     Persaingan dengan sekolah-sekolah lain yang semakin maju.

     Berdasarkan analisis swot di atas, apabila dikaitkan dengan delapan standar
     nasional pendidikan, yaitu sebagai berikut :

     SKL :

     Pengembangan kompetensi siswa untuk dapat mengikuti lomba-lomba
     internasional, seperti Olimpiade MIPA di luar negeri.

     Standar Isi :

     Melakukan adopsi kurikulum yang dikeluarkan dari Direktorat dan melakukan
     adaptasi terhadap kurikulum dari sekolah yang menjadi Sister School di luar
     negeri.

     PBM :

     Penerapan pembelajaran bilingual pada mata pelajaran MIPA.

     Penerapan teknik pembelajaran dari Amerika yang dikembangkan melalui DBE
     di Indonesia.

     Penerapan pembelajaran berbasis ICT.

     Tendik :

     Penerapan lesson study yang dikembangkan oleh Negara Jepang.



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     5
     Kursus bahasa Inggris dan computer.

     Sarana Prasarana :

     Melengkapi sarana kelas dengan LCD dan Komputer yang terhubung dengan
     internet.

     Manajemen :

     Mengusahakan menerapkan manajemen ISO : 2008.

     Menerapkan MBS.

     Pendanaan :

     Membuat pagu untuk pendanaan kegiatan sekolah.

     Menghimpun dana masyarakat secara transparan dan akuntabel.

     Penilaian :

     Menerapkan penilaian secara online.

     Adopsi dan adaptasi teknik evaluasi pembelajaran dari sekolah yang menjadi
     mitra di luar negeri.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     6
                                                         BAB II

                                                        TUJUAN



       A. Tujuan Pendidikan
            Tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik
            agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
            Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
            menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
            Tujuan pendidikan nasional dijabarkan dalam rumusan tujuan pendidikan
            yang diselenggarakan oleh Depdiknas yang tekait pada pendidikan formal
            SMP :
             (1)     Meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia;
             (2) Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi;
             (3)     Meningkatkan sensitifitas dan kemampuan ekspresi estetis;
             (4)     Meningkatkan kualitas jasmani;
             (5)     Meningkatkan pemerataan kesempatan belajar bagi semua warga
                     negara secara adil, tidak diskriminatif, dan demokratis.
             (6)      Menuntaskan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun
                     secara efisien, bermutu, dan relevan sebagai landasan yang kokoh
                     bagi pengembangan kualitas manusia Indonesia;
             (7)     Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan
                     yang mandiri, bermutu, terampil, ahli dan profesional, mampu belajar
                     sepanjang hayat, serta memiliki kecakapan hidup yang dapat
                     membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan
                     perubahan;
             (8)     Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar
                     pendidikan nasional dan Standar Pelayanan Minimal (SPM),
             (9)     Menata sistem pengaturan dan pengelolaan pendidikan yang
                     semakin efisien, produktif, dan demokratis dalam suatu tata kelola
                     yang baik dan akuntabel;
             (10) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen pelayanan
                     pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis
                     sekolah, peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan,



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     7
                     serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan
                     termasuk otonomi keilmuan;

      B. Visi Sekolah

            Dengan Imtaq, pada tahun 2013 SMP Negeri 1 Bogor menjadi Sekolah
            Bertaraf Internasional

      C. INDIKATOR VISI SEKOLAH

            Indikator visinya yaitu :
            1. Terwujudnya lulusan dengan kompetensi atau kemampuan bertaraf
                 internasional.
            2. Terwujudnya lulusan yang cerdas, kompetitif, cinta tanah air, beriman
                 dan bertaqwa.
            3. T erwujudnya KTSP di sekolah bertaraf internasional.
            4. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif, efisien dan bertaraf
                 internasional.
            5. Terwujudnya standar prasarana dan sarana pendidikan yang relevan
                 dan mutakhir serta bertaraf internasional.
            6. Terwujudnya standar pengelolaan pendidikan bertaraf internasional.
            7. Terwujudnya standar penilaian pendidikan bertaraf internasional.
            8. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai.
            9. Terwujudnya budaya mutu sekolah.
            10. Terwujudnya lingkungan sekolah yang nyaman, aman, rindang, asri
                 dan bersih.

      D. MISI SEKOLAH

            Misi sekolah, yaitu :
            1. Mewujudkan lulusan dengan kompetensi atau kemampuan bertaraf
                 internasional.
            2. Mewujudkan lulusan yang cerdas, kompetitif, cinta tanah air, beriman
                 dan bertaqwa.
            3. Mewujudkan Dokumen-1 atau Buku-1 KTSP di sekolah bertaraf
                 internasional.
            4. Mewujudkan proses pembelajaran yang efektif, efisien dan bertaraf
                 internasional.



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     8
            5. Mewujudkan standar prasarana dan sarana pendidikan yang relevan
                 dan mutakhir serta bertaraf internasional.
            6. Mewujudkan standar pengelolaan pendidikan berbasis sekolah yang
                 tangguh dan manajemen bertaraf internasional.
            7. Mewujudkan standar penilaian pendidikan bertaraf internasional.
            8. Mewujudkan penggalangan biaya pendidikan yang memadai, wajar dan
                 adil sesuai tuntutan pendidikan yang bertaraf internasional.
            9. Mewujudkan budaya mutu sekolah.
            10. Mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, rindang, asri
                 dan bersih.

     E. TUJUAN SEKOLAH DALAM 4 TAHUN

          Tujuan yang ingin dicapai 4 tahun ke depan, yaitu :
          1. Sekolah mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global
               yang beriman dan bertaqwa, unggul di bidang sains, matematika, dan
               ICT, serta mahir berkomunikasi dalam bahasa Inggris serta para lulusan
               yang dapat melanjutkan studi pada sekolah bertaraf internasional baik di
               dalam negeri maupun luar negeri.
          2. Sekolah mampu menghasilkan siswa berprestasi di tingkat nasional dan
               internasional baik dibidang akademik maupun non akademik.
          3. Sekolah mampu memenuhi/menghasilkan dokumen-1 atau Buku-1
               KTSP dengan lengkap dan bertaraf internasional.
          4. Sekolah mampu memenuhi/menghasilkan standar proses pembelajaran
               bertaraf        internasional          meliputi        :    tercapai/telah            dibuat/ditetapkan
               melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode : CTL, pendekatan
               belajar tuntas, pendekatan pembelajaran individual secara lengkap
               termasuk pembelajaran di luar kelas/sekolah.
          5. Sekolah mampu memenuhi/menghasilkan standar pendidik dan tenaga
               kependidikan bertaraf internasional meliputi : semua guru berkualifikasi
               minimal S1, telah mengikuti PTBK, semua mengajar sesuai bidangnya,
               mampu berbahasa inggris, serta mampu menggunakan perangkat TIK.
          6. Sekolah           mampu memenuhi/menghasilkan                             standar sarpras/fasilitas
               sekolah bertaraf internasional meliputi : semua sarpras, fasilitas,
               peralatan, dan perawatan bertaraf internasional.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                    9
          7. Sekolah mampu memenuhi/menghasilkan standar pengelolaan sekolah
               bertaraf internasional meliputi : pencapaian standar pengelolaan :
               pembelajaran, kurikulum, sarpras, SDM, kesiswaan, administrasi secara
               lengkap, memenuhi standar ISO 9001 dan berbasis TIK.
          8. Sekolah mampu memenuhi/menghasilkan standar penilaian pendidikan
               yang relevan dan bertaraf internasional.
          9. Sekolah mampu memenuhi pengembangan budaya mutu sekolah yang
               memadai.
          10. Sekolah mampu mewujudkan lingkungan sekolah dengan menerapkan
               6K secara lengkap.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     10
                                                          BAB III

                                    STRUKTUR DAN MUATAN KTSP



A. Struktur Kurikulum

     Pada struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah berisi sejumlah mata
     pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik. Mengingat perbedaan
     individu sudah barang tentu keluasan dan kedalamannya akan berpengaruh
     terhadap peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Program pendidikan
     terdiri dari Pendidikan Umum, Pendidikan Kejuruan, dan Pendidikan Khusus.
     Pendidikan Umum meliputi tingkat satuan pendidikan sekolah dasar (SD),
     sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
     Pendidikan Kejuruan terdapat pada sekolah menengah kejuruan (SMK).
     Pendidikan khusus meliputi sekolah dasar luar biasa(SDLB), sekolah
     menengah pertama luar biasa(SMPLB), dan sekolah menengah atas luar
     biasa(SMALB) dan terdiri atas delapan jenis kelainan berdasarkan ketunaan.

     Pada program pendidikan di sekolah menengah pertama (SMP) dan yang
     setara, jumlah jam mata pelajaran sekurang-kurangnya 32 jam pelajaran setiap
     minggu. Setiap jam pelajaran lamanya 40 menit. Jenis program pendidikan di
     SMP dan yang setara, terdiri dari program umum meliputi sejumlah mata
     pelajaran yang wajib diikuti seluruh peserta didik, dan program pilihan meliputi
     mata pelajaran yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata
     pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran yang wajib diikuti pada program umum
     berjumlah 10, sementara keberadaan mata pelajaran Muatan Lokal ditentukan
     oleh kebijakan Dinas setempat dan kebutuhan sekolah.

     Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah
     ditentukan dalam struktur kurikulum. Setiap satuan pendidikan dimungkinkan
     menambah            maksimum             empat        jam      pembelajaran            per      minggu    secara
     keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan
     kebutuhan           peserta        didik      dalam         mencapai          kompetensi,         di     samping
     memanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggap penting namun tidak
     terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar                                         Isi.
     Dengan          adanya         tambahan           waktu,        satuan        pendidikan         diperkenankan



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                   11
     mengadakan             penyesuaian-penyesuaian.                     Misalnya         mengadakan   program
     remediasi bagi peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasan belajar
     minimal.

B. Muatan Kurikulum

     Muatan kurikulum SMP/MTs meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh
     dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai
     dengan Kelas IX. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri
     merupakan bagian dari muatan kurikulum.

     1. Mata Pelajaran

          Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan
          keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban
          belajar melalui metode dan pendekatan tertentu.

          Pada bagian ini sekolah mencantumkan mata pelajaran, muatan lokal, dan
          pengembangan diri beserta alokasi waktunya yang akan diberikan kepada
          peserta didik.

          Untuk kurikulum SMP, terdiri dari 11 mata pelajaran, muatan lokal, dan
          pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                            12
          Berikut disajikan Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Bogor

                                                                              Kelas dan Alokasi Waktu
                               Komponen
                                                                              VII               VIII    IX
         A. Mata Pelajaran
            1. Pendidikan Agama                                                2                 2      2
            2. Pendidikan Kewarganegaraan                                      2                 2      2
            3. Bahasa Indonesia                                                4                 4      4
            4. Bahasa Inggris                                                  6                 6      6
            5. Matematika                                                      6                 6      6
            6. Ilmu Pengetahuan Alam                                           6                 6      6
            7. Ilmu Pengetahuan Sosial                                         4                 4      4
            8. Seni Budaya                                                     2                 2      2
            9. Pendidikan Jasmani, Olahraga                                    2                 2      2
               dan Kesehatan
            10. Teknologi Informasi dan                                        2                 2      2
                Komunikasi
            11. PTD                                                            2                 2      2
         B. Muatan Lokal
             Bahasa Sunda                                                    2**)              2**)   2**)
             Pendidikan Lingkungan Hidup                                     1**)              1**)   1**)
             BK                                                              1**)              1**)   1**)

         C. Pengembangan Diri, melalui
           kegiatan :
             Pelayanan Konseling                                            2***)             2***)   2***)
             Ekstra Kurikuler :
                 BTQ dan Tarjamah Al Qur’an                                 2***)             2***)   2***)
                 Sience Club                                                2***)             2***)   2***)
                 E-Learning                                                 2***)             2***)   2***)
                 Keinternasional (AMC, ICAS dll)                            2***)             2***)   2***)


                                  Jumlah                                       42                42     42

          **)     merupakan mata pelajaran muatan lokal
          2***) ekuivalen 2 jam pembelajaran




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                               13
              Sekolah/madrasah SBI dimungkinkan menambah jam pembelajaran per
              minggu secara keseluruhan sesuai dengan                                   kebutuhan peserta didik
              dalam mencapai kompetensi, dan /atau dimanfaatkan untuk mata
              pelajaran lain yang dianggap penting dengan mengungkapkan beberapa
              alasannya. Misalnya Komputer sebagai bagian dari Muatan Lokal pada
              struktur di atas, merupakan penambahan dari mata pelajaran Teknologi
              Informasi dan Komunikasi (TIK).

              Selain itu, perlu juga ditegaskan, bahwa:

              o Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit

              o Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-
                   38 minggu.

              Di sekolah terdapat program intra kurikuler seperti tabel di atas dan juga
              ekstra kurikuler yang dikembangkan dalam program Pengembangan Diri.
              Waktu belajar dimulai dari pukul 7.00 pagi hingga pukul 13.45 selama 5
              hari dari hari Senin hingga Jumat dan dilanjutkan dengan kegiatan ekstra
              kurikuler. Khusus hari Senin, ada tambahan kegiatan upacara hingga jam
              pulang sekolah adalah pukul 14.25. Pada hari Sabtu, digunakan untuk
              program ekstra kurikuler bagi para siswa dan kegiatan pengembangan
              profesi bagi para guru. Khusus hari Jum’at, setelah sholat Jum’at
              berjama’ah, KBM dilanjutkan kembali.

          2. Muatan Lokal

              Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
              kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
              termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi
              bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus
              menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan
              oleh sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran seni-budaya dan
              keterampilan, tetapi juga mata pelajaran lainnya, seperti Teknologi
              Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMP. Muatan lokal merupakan mata
              pelajaran, sehingga sekolah harus mengembangkan Standar Kompetensi
              dan      Kompetensi            Dasar       untuk       setiap       jenis      muatan   lokal   yang
              diselenggarakan. Sekolah dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                14
              muatan lokal setiap semester, atau dua mata pelajaran muatan lokal
              dalam satu tahun.

          3. Kegiatan Pengembangan Diri

              Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan
              kesempatan            kepada         peserta         didik     untuk        mengembangkan   dan
              mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap
              peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan
              diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang
              dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan
              pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan
              pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan
              kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta
              kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok
              seni-budaya, kelompok tim olahraga, dan kelompok ilmiah remaja.

              Pengembangan Diri di sekolah meliputi program berikut :
              -    Pelayanan Konseling
                   Dilaksanakan sebagai bagian dari program pembelajaran dengan
                   alokasi waktu 2 jam pelajaran.
              -    Kegiatan Ekstra kurikuler, diantaranya :
                   1. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
                   2. Bimbingan Rohani
                   3. Pramuka
                   4. Paskibra
                   5. Kesenian
                   6. Olah raga
                   7. Palang Merah Remaja (PMR)
                   8. Taekwondo
                   9. Drumband
                  10. Olympiada MIPA dan IJSO.

              Pada umumnya, program tersebut dilaksanakan 1 x dalam seminggu.
              Khusus untuk Rohani Islam dilaksanakan tiap hari pada pagi hari dalam
              bentuk Tadarussan. Program Pembiasaan dilakukan melalui kegiatan
              Tadarussan, sholat berjamaah, dan Upacara.



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                           15
          4. Pengaturan Beban Belajar

              Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan
              program pendidikan yang berlaku di sekolah pada umumnya saat ini,
              yaitu menggunakan sistem Paket. Adapun pengaturan beban belajar
              pada sistem tersebut sebagai berikut.

              a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket
                  dialokasikan           sebagaimana              tertera       dalam         struktur   kurikulum.
                  Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat
                  pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat
                  dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap.
                  Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam
                  pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam
                  pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik
                  dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata
                  pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam
                  struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.

              b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
                  terstruktur dalam sistem paket untuk SMP adalah antara 0% - 50% dari
                  waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
                  Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan
                  kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

              c. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara
                  dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara
                  dengan satu jam tatap muka. Untuk kegiatan praktik di sekolah,
                  misalnya pada kegiatan praktikum Bahasa Inggris yang berlangsung
                  selama 2 jam pelajaran setara dengan 1 jam pelajaran tatap muka,
                  sesuai yang tertulis pada Struktur Kurikulum SMP.

          5. Ketuntasan Belajar

              Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu
              pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-
              100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%.
              Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                16
              pencapaian kompetensi dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan
              rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam
              penyelenggaraan                pembelajaran.             Sekolah         secara        bertahap        dan
              berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan
              belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

              Berikut ini tabel nilai kriteria ketuntasan minimal, yaitu :


                                                                  KLS 7               KLS 8             KLS 9
              No.            Mata Pelajaran
                                                                 I         II        III       IV     V         VI
                1     Agama                                    78         78        79        79      80    80
                2     Pendidikan                               80         82        82        82      82    82
                      Kewarganegaraan
                3     Bahasa Indonesia                         80         80        81        81      82    82
                4     Bahasa Inggris                           80         80        81        81      82    82
                5     Matematika                               80         80        82        82      84    84
                6     IPA                                      80         80        81        81      82    82
                7     IPS                                      80         80        81        81      82    82
                8     Seni Budaya                              76         77        78        79      80    80
                9     Pendididkan Jasmani                      80         81        82        83      84    85
               11     Teknologi Informasi                      80         80        81        81      82    82
                      dan Komunikasi
               12     PTD                                      80         82        80        82      80    82
               13     Mulok :
                      Mulok Bahasa Sunda                       80         80        80        80      80    80
                      Pendidikan Lingkungan                    80         80        80        80      80    80
                      Hidup


     1. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

          Kenaikan Kelas
          Persyaratan kenaikan kelas, yaitu :
          a) Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun.
          b) Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai
               kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, hasil belajar (HB),




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                      17
               kompetensi dasar (KD) dan standar kompetensi pada semua mata
               pelajaran.
          c) Mencapai KKM 80% atau lebih.
          d) Jumlah nilai di bawah KKM mapel maksimal 2 mata pelajaran.
          e) Memiliki nilai kepribadian minimal baik.
          f) Memiliki nilai pengembangan diri minimal baik.
          g) Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama apabila :
                   Memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata
                    pelajaran agama dan akhlak mulia.
                   Jika peserta didik tidak memenuhi KKM lebih dari 2 mata pelajaran
                    untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir
                    tahun pelajaran.
                   Jika karena alasan yang kuat, karena gangguan kesehatan fisik,
                    emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu
                    mencapai kompetensi yang ditargetkan.
          h) Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator,
               KD dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai minimal
               sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
          Penghitungan nilai raport berasal dari kehadiran 10%, ulangan harian 35%,
          nilai tugas 15%, nilai mid 20%, nilai semester 20%.


          Kelulusan
          Dengan mengacu kepada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta
          didik dinyatakan lulus dari SMP Negeri 1 Bogor setelah memenuhi
          persyaratan berikut, yaitu:
          a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
          b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
                pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok
                kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika,
                dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
          c. lulus ujian sekolah (nilai setiap mata pelajaran minimal sama dengan
                KKM yang ditetapkan sekolah);
          c.    lulus Ujian Nasional (kriteria sesuai dengan POS UN);
          d. Kehadiran siswa di kelas mencapai minimal 90%.



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     18
                                                         BAB IV

                                          KALENDER PENDIDIKAN



     Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran
     peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup
     permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan
     hari libur.

     Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah menyusun
     kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu
     tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif
     belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di
     sekolah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan
     daerah,        karakteristik         sekolah/madrasah,               kebutuhan           peserta    didik   dan
     masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

     Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun
     kalender pendidikan sebagai berikut :

     -    Permulaan           tahun        pelajaran             adalah        waktu        dimulainya     kegiatan
          pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
          Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli
          setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

     -    Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
          setiap tahun pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya
          minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.

     -    Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,
          meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk
          muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

     -    Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
          pembelajaran             terjadwal.          Hari       libur      sekolah/madrasah            ditetapkan
          berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri
          Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                  19
          tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan
          dapat menetapkan hari libur khusus.

     -    Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester,
          libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk
          hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

     -    Libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran
          digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.

     -    Sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur
          keagamaan lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri
          tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran
          efektif.

     -    Bagi       sekolah/madrasah               yang       memerlukan             kegiatan       khusus   dapat
          mengalokasikan waktu secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu
          efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

     -    Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang
          dan       jenis      pendidikan          disesuaikan            dengan         Peraturan      Pemerintah
          Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                 20
                                                            BAB V

                                                      JADWAL PBM



          Jadwal pelajaran disusun setiap awal tahun pelajaran. Untuk tahun
     pelajaran 2010/2011 jadwal pelajaran dapat dilihat dibagian lampiran.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     21
                                                           BAB VI

                                          PANDUAN PEMBELAJARAN



          Seorang guru yang baik adalah guru yang mengenali karakteristik siswanya
dan menggunakan pengetahuannya untuk merancang kegiatan belajar yang
bermanfaat bagi siswanya. Selain itu, guru juga harus mengenali tujuan dari
belajar materi ajarnya. Karena itu, di dalam panduan ini disajikan beberapa hal
tentang karakteristik siswa, tujuan belajar dan implikasinya dalam pembelajaran.
Disamping itu, guru juga harus memiliki kemampuan menyajikan pembelajaran
terutama Matematika, IPA dan TIK dalam bahasa internasional yang disepakati.

A. Karakteristik siswa

     1. Ketika hendak membelajarkan siswa, beberapa karakteristik berikut perlu
          disadari oleh para guru :

     2. Siswa datang ke kelas tidak dengan kepala kosong. Betapapun naif dan
          kacau struktur pengetahuannya, mereka memiliki pemahaman dan persepsi
          diri terhadap materi yang akan dibelajarkan kepada mereka.

     3. Siswa mengolah semua informasi yang ada dengan menggunakan
          pengetahuan yang telah dimilikinya.

     4. Siswa lebih mengerti ketika belajar dengan berbuat daripada hanya sekedar
          mendengar dan atau melihat.

     5. Siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik jika diberi kesempatan bekerja
          sama.

     6. Siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat jika hal yang dipelajari bersifat
          menantang dan dipandang memberikan manfaat.

B. Tujuan pembelajaran

     Kehidupan di abad ke-21 (abad teknologi) menuntut setiap insan mahir dalam
     sedikitnya 4 hal beriktu, yaitu :

     1. Mengikuti perkembangan teknologi.

          Teknologi yang ada saat ini hampir selalu berubah, bahkan hanya dalam
          hitungan detik. Setiap saat manusia ditawari dengan teknologi baru yang


We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     22
          menganjurkan dan membantu penyelesaian tugas secara lebih efektif dan
          efisien. Karena itu, pembelajaran setiap mata pelajaran perlu membantu
          siswa memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang
          ada.

     2. Memiliki kemampuan memecahkan masalah

          Tidak semua tawaran tersebut sesuai dengan kondisi yang dimiliki
          seseorang. Ketidak sesuaian itu akan menjadi masalah yang harus
          dipecahkan. Pembelajaran perlu berkontribusi untuk mengembangkan
          kemampuan memecahkan masalah.

     3. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif

          Masalah yang muncul tidak dapat dipecahkan secara individual, namun
          diperlukan kerjasama pakar-pakar dari berbagai disiplin spesialisasi. Para
          pakar spesialis dituntut untuk saling bekerjasama dan berkomunikasi secara
          efektif agar masalah dapat terselesaikan secara komprehensif. Karena itu,
          pembelajaran              perlu        menumbuhkan                 berkembangnya           kemampuan
          berkomunikasi.

     4. Memiliki tingkat produktivitas tinggi

          Hanya dengan menghasilkan sesuatu yang baru dan bermanfaat sajalah
          seseorang bisa ikut mewarnai kehidupan. Tanpa itu orang tersebut hanya
          akan menjadi konsumen yang kebingungan. Karena itu, pembelajaran perlu
          berkontribusi untuk pengembangan daya pikir kreatif dan inovaatif ini.

C. Implikasi

     Uraian di atas menunjukkan adanya beberapa hal yang perlu dikembangkan
     dalam pembelajaran, yaitu :

     1. Penguasaan konsep.

     2. Kemampuan memecahkan masalah.

     3. Kemampuan bernalar dan berkomunikasi.

     4. Kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.

Terkait dengan hal-hal diatas, maka diharapkan dalam penyusunan RPP perlu
diforkuskan untuk mengembangkan salah satu atau beberapa dari karakteristik di



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                            23
atas. Ada RPP yang diarahkan untuk menanamkan konsep, mengembangkan
kemampuan pemecahan masalah, mengembangkan daya nalar dan komunikasi,
mengembangkan kreativitas, dan kombinasinya. Adapun penyusunan RPP
dimaksudkan untuk dua hal. Pertama, untuk keperluan guru merancang
pembelajaran            siswa       dengan         baik.      Kedua,         untuk       keperluan   administrasi
pembelajaran guru. Sebagai pendidik, guru perlu menitikberatkan penyusunan
RPP pada maksud yang pertama. Kepala sekolah dan pengawas perlu
memastikan bahwa RPP tersebut dilaksanakan secara konsisten dengan masuk
dan melakukan observasi di kelas.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                              24
                                                           BAB VII

                                      PANDUAN PENILAIAN/EVALUASI




A. Penilaian Hasil Belajar

     1. Tujuan

          Tujuan penilaian hasil belajar siswa adalah untuk mengetahui sejauhmana
          kompetensi           siswa        tentang          pelajaran        dan       pemanfaatannya,        serta
          mengembangkan                 sikap      kritis,     kreatif,       apresiatif      dan    mandiri   serta
          menghargai karya cipta. Penilaian hasil belajar dilakukan untuk mengetahui
          sejauhmana indikator-indikator ketercapaian kompetensi yang seharusnya
          dikuasai telah dicapai oleh siswa.

     2. Cakupan penilaian

          Penilaian hasil belajar pada mata pelajaran mencakup semua materi atau
          kompetensi yang ada dalam SK/KD mata pelajaran. Kompetensi yang dinilai
          meliputi ranah kognitif, efektif dan psikomotor secara terpadu.

     3. Acuan penilaian

          Penilaian dilakukan dengan acuan kriteria (penilaian acuan patokan) sesuai
          dengan indikator-indikator atau kriteria yang ditentukan dalam standar
          kompetensi lulusan mata pelajaran. Kriteria penilaian berhubungan
          langsung dengan tujuan pembelajaran dan harus tercantum secara jelas
          dan terukur dalam pedoman mata pelajaran.

     4. Prinsip penilaian authentic assessment

          Penilaian pada mata pelajaran dilakukan berdasarkan prinsip authentic
          assessment atau penilaian sebenarnya. Melalui prinsip tersebut, penilaian
          dilakukan menggunakan berbagai teknik dan jenis instrumen serta
          mengaitkan materi penilaian dengan konteks dan aplikasi mata pelajaran
          dalam        kehidupan          sehari-hari.         Hal      ini    akan       mempermudah          dalam
          mengungkapkan kompetensi siswa secara lebih akurat. Penilaian diarahkan
          untuk        mengetahui            penguasaan              siswa        dalam         mengkaitkan     dan



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                  25
          mengaplikasikan materi mata pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
          Melalui penilaian ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengungkapkan
          berbagai kemajuan belajar yang diperolehnya yang relevan dengan standar
          kompetensi lulusan mata pelajaran.

     5. Prosedur penilaian

          Dalam prosedur penilaian, pendidik seharusnya menggunakan langkah-
          langkah sistematis sebagai berikut :

          a. Perumusan indikator pencapaian

               Dalam SI tidak ada rumusan indikator pencapaian. Oleh karena itu,
               dalam pengembangan silabus yang akan ditindaklanjuti dengan kegiatan
               penilaian pendidik harus merumuskan indikator sebagai pertanda
               pencapaian keberhasilan penguasaan KD dengan kriteria :

                   Sesuai tingkat perkembangan berpikir peserta didik.

                   Berkaitan dengan SK dan KD.

                   Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life
                    skills).

                   Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik
                    secara utuh (kognitif, afektif, dan psikomotor).

                   Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan.

                   Dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati.

                   Menggunakan kata kerja operasional.

          b. Penyusunan kisi-kisi

               Kisi-kisi penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan
               perencanaan             pembelajaran            dalam        bentuk        silabus     dan   rencana
               pelaksanaan pembelajaran. Di dalam silabus, pendidik harus dapat
               menunjukkan             keterkaitan          antara        SK,      KD,       materi    pokok/materi
               pembelajaran, alokasi waktu, sumber belajar di satu sisi, dengan
               indikator pencapaian KD yang bersangkutan beserta teknik penilaian
               dan bentuk instrumen yang digunakan. Teknik penilaian dan bentuk
               instrumennya dapat dituliskan dalam satu kolom dan dapat pula



We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                 26
               dituliskan pada kolom yang berbeda. Berikut ini disajikan salah satu
               contoh format kisi-kisi penilaian yang menyatu dengan silabus.

          Contoh salah satu format kisi-kisi penilaian yang menyatu dengan silabus,

          Contoh 1 :

                                              SILABUS PEMBELAJARAN



          Sekolah                             :
          Mata Pelajaran                      :
          Kelas/Semester                      :
          Standar Kompetensi                  :

                                 Materi Pokok/
           Kompetensi                            Kegiatan                       Alokasi Sumber
                                    Materi                  Indikator Penilaian
             Dasar                             Pembelajaran                     Waktu Belajar
                                 Pembelajaran




               Keterangan :

                   Standar kompetensi (SK) diambil dari SI atau SI yang dirumuskan
                    oleh KTSP bila rumusan SI lebih tinggi dari rumusan SI menurut
                    Permendiknas No. 22 Tahun 2006.

                   Kompetensi dasar (KD) : jabaran dari SK yang bersangkutan.

                   Materi pokok/materi pembelajaran : materi yang dipilih yang
                    mendukung pencapaian KD yang bersangkutan.

                   Kegiatan pembelajaran : kegiatan yang dirancang untuk memberikan
                    pengalaman             belajar        dalam         rangka         pencapaian    KD   yang
                    bersangkutan.

                   Indikator pencapaian : ciri yang menandai pencapaian KD yang
                    bersangkutan.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                            27
                   Penilaian : memuat teknik penilaian dan bentuk instrumen yang
                    dipilih yang sesuai dengan indikator yang ditetapkan.

                   Alokasi waktu : lama kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di
                    dalam kelas/laboratorium.

                   Sumber belajar : rujukan, objek, dan atau bahan yang digunakan
                    untuk kegiatan pembelajaran.

          c. Pelaksanaan penilaian

               Pelaksanaan penilaian dalam pembelajaran dilakukan secara terpadu
               dengan pembelajaran di kelas/laboratorium (berbasis kelas) melalui test
               tertulis, pengumpulan kerja siswa (portofolio), hasil karya (produk),
               penugasan (proyek) dan kinerja (performance). Prosedur pelaksanaan
               penilaian disesuaikan dengan tujuan dan kegiatan pembelajaran. Melalui
               keterpaduan antara penilaian dan pembelajaran, pelaksanaan penilaian
               dilakukan pada sebelum pembelajaran, selama pembelajaran dan
               setelah pembelajaran.

     6. Teknik penilaian

          Teknik penilaian menggunakan on going assessment dengan multi metode
          meliputi penilaian proses dan produk, antara lain : paper and pencil test,
          performance test, portofolio, individual oral presentations, yang dilakukan
          baik secara formal maupun in formal. Bentuk instrumen yang dipilih sesuai
          dengan teknik penilaiannya. Instrument dikembangkan secara sistematis
          sesuai dengan prosedur pengembangan instrumen. Instrumen harus valid,
          reliabel, fokus pada kompetensi yang diharapkan, komprehensif, obyektif,
          berkesinambungan, dan mendidik. Oleh karena itu, bentuk instrumen yang
          dikembangkan dapat berupa bentuk instrumen yang tergolong teknik :

          a. Tes        tulis,     dapat       berupa        tes     esai/uraian,         pilihan    ganda,   isian,
               menjodohkan dan sebagainya.

          b. Tes lisan, pada test lisan, soal-soal dan jawabannya disampaikan secara
               lisan. Test yang dilakukan dengan cara demikian akan memungkinkan
               siswa dapat belajar kembali, hal ini disebabkan adanya dialog antara
               siswa dengan penguji. Intrumen yang digunakan dapat berupa daftar
               pertanyaan.


We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                 28
          c. Tes unjuk kerja, dapat berupa tes identifikasi, tes simulasi, dan uji petik
               kerja produk, uji petik kerja prosedur, atau uji petik kerja prosedur dan
               produk. Pada test unjuk kerja ini guru mengevaluasi siswa mengenai
               aspek-aspek keterampilan, kemampuan dan sikap melakukan sesuatu
               dalam bidang teknologi, baik di dalam workshop, di lingkungan sekolah,
               maupun di lapangan dalam kehidupan sehari-hari. Pada tes semacam
               ini, soal-soal test biasanya disampaikan dalam bentuk tugas-tugas.
               Penilaiannya dilakukan baik terhadap proses pelaksanaan tugas-tugas
               tersebut maupun terhadap hasil yang dicapai.

          d. Penugasan, seperti tugas proyek atau tugas rumah.

          e. Observasi yaitu dengan menggunakan lembar observasi.

          f. Wawancara yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara.

          g. Portofolio, merupakan kumpulan hasil kerja dan tugas-tugas siswa yang
               diberi komentar oleh guru tentang kemajuan siswa dalam mengerjakan
               tugas-tugas           tersebut.        Penilaian        portofolio        ini     bermanfaat      untuk
               pelayanan          siswa       secara        individual.        Skor      nilai       dalam   portofolio
               menggunakan catatan perkembangan siswa yang dilakukan oleh guru.
               Untuk membuat penilaian yang adil, obyektif, dan akurat, guru harus
               bersikap optimal, yaitu : (a) memanfaatkan bukti-bukti hasil kerja siswa
               dari sejumlah penilaian yang dilakukan dengan berbagai cara, (b)
               membuat keputusan yang adil terhadap penguasaan kemampuan siswa
               dengan mempertimbangkan hasil kerja yang dikumpulkan seperti
               dokumen pekerjaan, karya dan atau prestasi dalam bidang karya siswa.

          h. Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri.

          i.   Penilaian antar teman, merupakan teknik penilaian dengan cara
               meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan
               temannya dalam berbagai hal.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                                    29
          Berikut ini disajikan ragam teknik penilaian beserta bentuk instrumen yang
          dapat digunakan.

          Tabel 1. Ragam Teknik Penilaian Beserta Ragam Bentuk Instrumennya



                         Teknik                                                   Bentuk Instrumen

Tes Tulis                                                       Tes isian

                                                                Tes uraian

                                                                Tes pilihan ganda

                                                                Tes menjodohkan

                                                                Dll



Tes Lisan                                                       Daftar pertanyaan

Tes Unjuk Kerja                                                 Tes identifikasi

                                                                Tes simulasi

                                                                Uji produk

                                                                Uji prosedur

                                                                Uji prosedur dan produk



Penugasan                                                       Tugas proyek

                                                                Tugas rumah



Observasi                                                       Lembar observasi

Wawancara                                                       Pedoman wawancara

Portofolio                                                      Dokumen pekerjaan, karya, dan atau
                                                                prestasi siswa

Penilaian diri                                                  Lembar penilaian diri




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     30
     7. Penskoran dan pelaporan hasil penilaian

          Penskoran dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif serta menyesuaikan
          dengan format penilaian sekolah-sekolah bertaraf internasional yang telah
          ada. Pembobotan dilakukan secara seimbang dan proporsional. Hasil
          penilaian digunakan sebagai masukan bagi siswa, guru dan sekolah untuk
          menyempurnakan pembelajaran. Terdapa dialog secara rutin antara
          sekolah dengan orang tua, antara guru dengan siswa, serta antar guru
          terkait dengan hasil belajar siswa. Pelaporan hasil belajar (rapor) disusun
          sedemikian rupa sehingga bersifat fleksibel baik untuk kepentingan nasional
          maupun internasional.

B. Evaluasi Proses Pembelajaran

     Evaluasi proses pembelajaran bertujuan untukmenghasilkan informasi tentang
     ketercapaian kompetensi oleh peserta didik. Hasil evaluasi harus dilaksanakan
     agar guru dapat melakukan perbaiakan proses pembelajaran. Misalnya, guru
     dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan
     optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan
     dalam kurikulum, atau guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah
     strategi pembelajaran yang telah disiapkan, dan bahan yang telah disiapkan
     perlu dievaluasi, direvisi, atau mungkin diganti apabila ternyata tidak efektif
     membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan kompetensi. Perbaikan
     program tidak perlu menunggu sampai akhir semester, karena bila dilakukan
     pada akhir semester bisa saja perbaikan itu akan sangat terlambat. Evaluasi
     proses ini antara lain dapat didasarkan pada hasil belajar yang diperoleh
     peserta didik dan kelancaran pelaksanaan proses pemebelajaran.




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     31
                                               LAMPIRAN-LAMPIRAN




We are very proud of SMPN 1 Bogor to be the best school and become an international school in 2013
                                                                                                     32

								
To top