Konsep Dasar Informasi
Shared by: HC120929073448
-
Stats
- views:
- 13
- posted:
- 9/29/2012
- language:
- Malay
- pages:
- 16
Document Sample


BAB II
LANDASAN TEORI
1.1. ATM
1.1.1. Pengertian ATM
Kartu debit dan kartu ATM adalah kartu khusus yang diberikan oleh Bank
kepada pemilik rekening yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis atas
rekening tersebut. Pada saat kartu digunakan bertransaksi, akan langsung mengurangi
dana yang tersedia pada rekening. Apabila digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM,
maka kartu tersebut dikenal dengan kartu ATM. Namun apabila digunakan untuk
transaksi pembayaran dan pembelanjaan non-tunai dengan menggunakan mesin EDC (
Electronic Data Capture ), maka kartu tersebut dikenal sebagai kartu Debit. Setiap
pemegang kartu diberikan nomor pribadi ( PIN ) yang bersifat rahasia untuk keamanan
dan otorisasi transaksi. Untuk kartu debit, selai otorisasi dengan PIN, dimungkinkan
pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya Kartu Kredit. Batas ( limit ) transaksi
kartu Debit dan kartu ATM tergantung dari jenis kartu yang temen-temen miliki.
Umumnya terdiri dari limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai,
belanja, maupun transfer.
Kegunaan ATM :
Kartu Debit dan kartu ATM berguna sebagai alat bantu untuk melakukan
transaksi dan memperoleh informasi perbankan secara elektronis. Jenis transaksi
yang tersedia antara lain :
1. Penarikan tunai
2. Setoran tunai
3. Transfer dana
4. Pembayaran
5. Pembelanjaan
Jenis informasi yang tersedia antara lain : informasi saldo dan informasi kurs.
Seiring dengan kemajuan teknologi, jenis transaksi dan informasi yang tersedia akan
terus bertambah.
Keuntungan Menggunakan ATM :
Keuntungan memiliki kartu ATM dan kartu Debit antara lain :
1. Mudah, karena tidak perlu datang ke Bank untuk melakukan transaksi atau
memperoleh informasi.
2. Aman, karena tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan transaksi
belanja di took.
3. Fleksibel, karena transaksi penarikan tunai / pembelanjaan via ATM / EDC
dapat dilakukan dijaringan bank sendiri, jaringan lokal dan jaringan
internasional.
4. Leluasa, karena dapat bertransaksi setiap saat meskipun hari libur .
Makna Logo pada Kartu Debit dan Kartu ATM
Logo yang tertera pada kartu menunjukan bahwa kartu tersebut memiliki akses
di jaringan yang tertera logo yang sama. Jaringan tersebut antara lain :
1. Jaringan Lokal : Link, ALTO, ATM Bersama, PRIMA
2. Jaringan International : Cirrus, Maestro, mastercard Electronic, VISA Plus,
VISA Electro
Biaya Penggunaan ATM
Umumnya bank akan mengenakan biaya untuk penggunaan kartu antara lain
biaya administrasi bulanan dan biaya transaksi khususnya transaksi yang menggunakan
jaringan lain. Biaya transaksi via jaringan yang dikenakan oleh bank penerbit akan
berbeda untuk transaksi yang dilakukan di jaringan lokal dan jaringan international.
Di Indonesia, hampir semua orang mengenal dan mendengar kata-kata
ATM. Data statistik Bank Indonesia menunjukkan jumlah Bank, baik Bank Umum,
Bank Pemerintah Daerah, maupun Bank Swasta , dari 108 Bank pada tahun 2002, turun
menjadi 102 Bank (lihat tabel 1). Akan tetapi, jumlah mesin ATM nya mengalami
peningkatan dari jumlah 9.594 unit pada tahun 2002, menjadi 15.669 unit pada tahun
2005 (lihat tabel 2). Artinya, rata-rata jumlah pemilikan mesin ATM setiap bank dari 89
unit pada tahun 2002, naik menjadi 154 unit pada tahun 2005.
Tabel 1. Jumlah Bank
Periode 2002 2003 2004 2005
Bank Umum 5 5 5 5
Bank Pemerintah Daerah 26 26 26 26
Bank Swasta 77 76 72 71
Jumlah : 108 107 103 102
Sumber : Data Skunder Bank Indonesia (2007)
Tabel 2. Jumlah Mesin ATM
Periode 2002 2003 2004 2005
Bank Umum 3.916 4.251 4.328 7.128
Bank Pemerintah Daerah 0 0 283 394
Bank Swasta 5.678 5.985 8.989 8.147
Jumlah : 9.594 10.236 13.600 15.669
Sumber : Data Skunder Bank Indonesia (2007)
Dari jumlah kartu ATM yang beredar, baik kartu ATM itu sendiri maupun kartu
ATM & Kartu Debet , jumlahnya mengalami peningkatan (lihat gambar 1) Dari jumlah
25.000.000 buah kartu pada bulan Januari 2006 naik menjadi 30.000.000 buah kartu
pada bulan Maret 2007. Apabila kita menggunakan asumsi jumlah bank pada tahun
2005, maka setiap bank mengeluarkan rata-rata kartu sebanyak 294.000 buah kartu, dan
setiap mesin ATM, melayani rata-rata sebanyak 1.915 buah kartu.
30.000.000
25.000.000
20.000.000
Kartu ATM
Unit
15.000.000
Kartu ATM + Debit
10.000.000
5.000.000
-
ri
J et 6
be 006
e p be 0 7
06
ul 6
ei 6
ov ar 7
ua 06
ar 00
J 00
M 00
N n u 00
S em 0
20
an 20
te r 2
i 2
r 2
i 2
2
M 2
J et
ar
m
M
a
Periode
Gambar 1. Jumlah Kartu Beredar
Sumber : Data Skunder Bank Indonesia (2007)
80.000.000
70.000.000
Volume Transaksi
60.000.000 Tunai
50.000.000
Belanja
40.000.000
Interbank
30.000.000
20.000.000 Antarbank
10.000.000
-
6
6
6
6
7
06
07
un 6
00
A 0 0
em 00
00
00
00
g u 20
eb 2 0
es ri 2
i 2
O er 2
i 2
F ril 2
2
il
er
us
ar
pr
a
b
p
ob
ru
ru
st
J
A
eb
kt
A
F
D
Periode
Gambar 2. Volume Transaksi
Sumber : Data Skunder Bank Indonesia (2007)
Dari data tersebut di atas, terlihat seolah-olah perkembangan ATM di Indonesia
menunjukkan jumlah peningkatan yang cukup signifikan. Akan tetapi, apabila kita lihat
dari gambar 2, jumlah transaksi perbulannya mencapai rata-rata 25.000.000 transaksi,
atau 852.824 transaksi perhari. Setiap bank rata-rata melayani transaksi sebanyak 8.361,
atau 54 transaksi per mesin ATM. Bandingkan dengan transaksi di negara-negara maju,
dimana setiap mesin ATM melakukan 500-1.000 transaksi setiap harinya.
Penggunaan ATM yang belum optimal tersebut dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Pertama adalah faktor budaya, yang masih menganggap transaksi face to face
atau transaksi langsung lebih aman, walaupun harus mengantri lama. Kedua adalah
faktor teknologi, dengan perkembangan teknologi saat ini pelayanan transaksi Bank non
teller tidak lagi bertumpu pada transaksi di ATM. Saat ini sudah ada fasilitas yang lebih
fleksibel yaitu Mobile banking, dimana transaksi dapat dilakukan dengan
menggunakan phone celluler, sehingga orang tidak perlu datang dan mengantri di
ATM. Selain itu ada juga fasilitas Internet-banking, dimana transaksi dapat dilakukan
dari ruang kerja dengan mengakses internet.
1.1.2. Faktor Pemilihan ATM
Beberapa penelitian yang mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen dalam memilih jasa ATM diantaranya adalah Kaynak (2004), yang
mengulas tentang sikap konsumen Amerika terhadap bank komersial. Hasil
penelitiannya menyebutkan bahwa terdapat tiga atribut penting yang menjadi
pertimbangan konsumen, yaitu : ketersediaan ATM, pelayanan yang cepat dan efisien,
serta respon petugas yang cepat. Almossawi (1991) mengidentifikasi lima atribut
penting yang dipertimbangkan konsumen, yaitu :
a. Lokasi ATM yang mudah dijangkau,
b. Ketersediaan ATM dibeberapa lokasi,
c. Reputasi bank,
d. Layanan ATM 24 jam, dan
e. Ketersediaan tempat parkir yang memadai.
eShekels Limited (2006) melakukan survey untuk mengkaji tentang faktor-
faktor yang mendasari seseorang untuk memilih ATM. Hasil survey tersebut
menunjukkan bahwa faktor pemahaman terhadap ATM; keinginan, alasan dan pola
penggunaan ATM merupakan faktor utama yang mendasari seseorang untuk memilih
ATM, dengan rincian sebanyak 88% responden memahami tentang ATM, 72%
mempunyai keinginan untuk menggunakan ATM, 77% responden yang menggunakan
ATM mengemukakan alasan kemudahan akses dalam penggunaan ATM dan sebanyak
13% responden untuk menghindari antrian. Pola penggunaan ATM terbanyak dilakukan
sekali dalam seminggu (sebanyak 28% responden). Permanasari dan Hermana (2005)
menyebutkan bahwa keinginan menggunakan ATM lebih dipengaruhi oleh tingkat
kemudahan penggunaan ATM dibandingkan dengan tingkat manfaatnya.
1.2. Sistem Informasi
1.2.1. Konsep Dasar Sistem
Sistem : Kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Karakteristik Sistem
Memiliki komponen ;
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja
sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu
subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun
kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap
subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu
dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai
suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan
dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar
dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka
perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang
sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
Batas sistem (boundary) ;
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan
sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan
suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang
lingkup (scope) dari sistem tersebut yang meliputi :
1. Masukan sistem (input) ;
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa
masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat
beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang
digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk
diolah menjadi informasi.
2. Keluaran sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
3. Pengolah sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang
diinginkan.
1.2.2. Konsep Dasar Informasi:
Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi
penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses
transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses – output.
Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan
data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan.
Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level
di atasnya, atau sebaliknya.Representasi informasi: pelambangan informasi, misalnya:
representasi biner. Kuantitas informasi: satuan ukuran informasi. Tergantung
representasi. Untuk representasi
biner satuannya: bit, byte, word dll.
Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan
pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak
terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master,
kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem. Umur informasi: kapan
atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada
condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information
(menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).
Kualitas Informasi ; tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias
atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan
maksudnya.
b. Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh
terlambat.
c. Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya.
Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya
mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih
efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi
biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
1.2.3. Definisi Sistem Informasi:
Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat
bagi penggunanya. Atau Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk
menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.
Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur
manual, model manajemen dan basis data.
1.2.4. Sistem Informasi Geografi
Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS)
adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang
bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah
suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang
bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan
Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi Geografi
adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial)
dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogarfis di bumi
(georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan
melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat
dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan
geografi.
Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem manual
(analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling
mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya
menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun
(overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data
tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer.
Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai
sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra
satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa
peta dasar terdigitasi (nurshanti, 1995).
Aplikasi SIG dapat digunakan untuk berbagai kepentingan selama data yang
diolah memiliki refrensi geografi, maksudnya data tersebut terdiri dari fenomena atau
objek yang dapat disajikan dalam bentuk fisik serta memiliki lokasi keruangan
(Indrawati, 2002).
Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis adalah untuk
mempermudah mendapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut
suatu lokasi atau obyek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam Sistem
Informasi Geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan merupakan data
dasar yang belum dispesifikasi (Dulbahri, 1993).
Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data
atribut dalam bentuk digital, dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah
analisis spasial dan analisis atribut. Data spasial merupakan data yang berkaitan dengan
lokasi keruangan yang umumnya berbentuk peta. Sedangkan data atribut merupakan
data tabel yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai objek sebagai data spasial.
Salah satu unggulan pertama SIG adalah terletak pada kemampuannya untuk
mendapatkan informasi-informasi yang tidak terprediksi sebelumnya. Penggunaan SIG
terutama untuk pengelolaan sumberdaya alam, yang menyangkut perencanaan,
pemanfaatan dan pengendalian sumberdaya alam dan lingkungan hidup (Prahasta,
2001). Seperti pada sistem lain yang memiliki karakteristik, SIG juga memiliki karakter
yang mencirikan bahwa komponen tersebut merupakan bagian penting yang berkaitan
dengan SIG.
Menurut Sulistyo (1999), karakteristik SIG tersebut adalah :
1. Berisi kumpulan
2. Data atau informasi yang bereferensi geografis
3. Terdapat hubungan antara data, baik secara numeris maupun logis untuk
pengolahan data atau analisis.
4. Data yang disimpan harus mempunyai struktur data tertentu.
5. Adanya kemampuan untuk melaksanakan fungsi pengumpulan,
penyimpanan, pengambilan, analisis dan penyajian data.
Lima karakteristik tersebut kemudian diintegrasikan dengan komponen SIG
yaitu : perangkat lunak, perangkat keras, data bergeoreferensi, dan
sumberdaya manusia (manajemen).
Secara umum SIG teerdiri dari sub sistem (Prahasta, 2001) yaitu :
1. Data Masukan (Input Data)
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial
dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggung jawab
dalam mengkonversikan atau mentrasformasikan format-format data aslinya ke
dalam format yang dapat digunakan oleh SIG.
2. Data Keluaran (Output Data)
Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian
data baik dalam bentuk softcopy maupun dalam hardcopy seperti tabel, grafik,
dan peta.
3. Data Manajemen
Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam
sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diupdate dan
diedit.
4. Data Manipulasi dan Analisis
Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG.
Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk
menghasilkan informasi yang diharapkan.
Susbsistem masukan data dimaksudkan sebagai upaya pengumpulan dan
mengolah data spasial dari sumber (peta, data penginderaan jauh dan basis data
lain). Subsistem penyimpanan dan pemanggilan kembali dilakukan untuk
mengorganisasi data dalam bentuk yang mudah dan cepat dapat diambil
kembali, dan memungkinkan pemutakhiran serta cepat dan akurat. Sistem
manipulasi data dan analisis data dilaksanakan untuk mengubah data sesuai
permintaan pengguna, atau menghasilkan perameter dan hambatan bagi berbagai
optimasi atau pemodelan menurut ruang dan waktu. Subsistem keluaran mampu
menayangkan sebagian atau seluruh basis data asli maupun data yg telah
dimanipulasi, serta keluaran dari model spasial dalam bentuk tabel dan peta
(Prahasta 2001 dalam Rayuda 2008).
Sistem Informasi Geografi (SIG) bukan sekedar alat pembuat peta, dan
walaupun produk SIG lebih sering disajikan dalam bentuk peta, namun kekuatan
SIG yang sebenarnya terletak pada kemampuannya untuk melakukan analisis.
SIG dapat mengolah data dengan volume besar. Dengan demikian, pengetahuan
mengenai bagaimana mengekstrak data tersebut dan bagaimana
menggunakannya merupakan fungsi analisis dalam SIG ( Prahasta, 2001).
1.3. Pengertian GPS
GPS itu adalah alat yang mampu menterjemahkan dan menampilkan ID2
itu sehingga bisa pakai sebagi petunjuk tempat atau posisi. Selain posisi X dan Y
GPS juga ternyata mampu menterjemahkan pisisi ketinggian atau Z. ID ini
adalah Lintang untuk sumbu X dan Bujur untuk sumbu Y. Lintang dan bujur ini
merupakan bahasa posisi yang dapat digunakan dan diartikan oleh semua orang
didunia ini, yang mana apabila seseorang menunjukkan suatu ID ini pada
beberapa orang maka beberapa orang ini akan menuju dan berakhir pada tempat
yang sama di bumi ini.
Fungsi utama dari GPS cuman itu, tetapi karena fungsinya yang bisa
menandakan posisi yang unik itu akhirnya GPS bisa dikembang beberapa fungsi
baru seperti kompas, jalur perjalanan, penunjuk arah kelokasi tertentu,
penghitung jarak dan lain-lainnya yang berhubungan dengan navigasi.
GPS berhubungan langsung dengan satelit untuk saat ini ada sekitar 30
buah satelit GPS dan mempunyai 6 lintasan satelit sehingga seluruh daerah dapat
terliput dalam waktu 24 jam sepanjang tahun. Untuk dapat menampilkan data 2
demensi sebuah GPS harus bisa mengkap minimal 3 sinyal satelit sedangkan
untuk data 3dimensi memerlukan minimal sinyal satelit.
GPS bekerja pada gelombang UHF dan mampu menembus kaca, awan
dan plastik. Gedung, pohon dan benda2 padat lainnya dapat merusak atau
menghalangi kerja penerimaan sinyal GPS. Jumlah sinyal satelit yang diterima
oleh GPS juga perpengaruh pada ketepatan koordinat yang didapat. Untuk alat
GPS yang bagus, sebaiknya berkerja dengan database yang bagus juga sehingga
peranan GIS sangat diperlukan dalam penyediaan data ini.
1.4. Program ArcView 3.2.
Software ArcView 3.2 adalah software yang salah satu kegunaannya
untuk editing, digitasi, pembuatan layout peta citra satelit. Software ini berjalan
dibawah sistem dekstop mapping dengan menyediakan suatu kerangka kerja
guna pembuatan keputusan spasial, dan mempunyai kemampuan untuk
menggambarkan, menyelidiki, dan mengevaluasi, melakukan query dan
menganalisis data spasial. Pekerjaan mengubah simbol peta, menambah gambar
citra atau grafik, membuat informasi peta. Software Acview ini dapat mengubah
icon-icon atau terminology yang digunakan pada interface, mengotomatiskan
operasi-operasi atau membuat interface tertentu untuk melakukan akses ke data
dasar terentu. Disamping ini Software ArcView juga dapat melakukan
komunikasi dengan produk Software lain dimana dapat menggantidata tanpa
melakukan konversi dan keluar dari ArcView.
Komponen-Komponen ArcView
Software ArcView mengorganisasikansistem perangkat lunak yang sedemikian
rupa sehingga dapat dikelompokkan ke dalam beberapa komponen-komponen
penting sebagai berikut :
1. Project
Komponen ini merupakan kumpulan dokumen-dokumen yang saling
berhubungan, bekerja sama pada suatu sesion. Dokumen-dokumen tersebut
meliputi view, table, chart, layout, script,. Suatu project mengorganisasi dan
menyimpan suatu dokumennya. Project melakukan pengaturan bagaimana dan
dimana dokumen didisplay. Suatu project disimpan dalam suatu file yang
disebut project file yang berformat ASCII dan mempunyai
extension.apr.softwareini dapat menampilkan satu projwct windows dalam sau
sesion.
2. Theme
Theme merupakan suatu bangunan dasar ArcView. Theme merupakan kumpulan
dari beberapa layer ArcView yang membentuk suatu tematik tertentu. Sumber
data yang dapat dipresentasikan sebagai Theme adalah shapefile, coverage dan
citra raster.
3. View
View mengorganisasikan theme. Sebuah view merupakan representasi grafis
informasi spasial dan dapat menampung beberapa theme atau layer informasi
spasial (titik, garis, poligon, dan citra raster). Sebagai contoh, posisi-posisi kota
(titik), sungai (garis), dan batas propinsi (polygon) dapat membentuk suatu
theme dalam sebuah view.
4. Table
Sebuah table merupakan representasi data ArcView dalam bentuk sebuah tabel.
Sebuah tabel akan berisi informasi deskriptif mengenai layer tertentu. Setiap
record mendefinisikan seetiap kolom mendefinisikan karakteristik dari entry
yang bersangkutan. Dari sisi pengguna, tanpa memperhatikan sumber-
sumbernya, semua tabel adalah sama. ArcView mendefinisikan template standart
untuk merujuk table yang diakses.
5. Chart
Chart merupakan representasi grafis dari resumer tabel data atau hasil dari suatu
query terhadap suatu tabel data. Bentuk chart yang didukung oleh ArcView
adalah line, bar, column, xt scatter, area dan pie.
6. Layout
Layout digunakan untuk menggabungkan semua dokumen (view, table, chart)
kedalam suatu dokumen yang siap untuk ditampilkan.
7. Script
Script merupakan bahasa pemrograman sederhana yang digunakan untuk
mengotomatiskan kerja ArcView. ArcView menyediakan bahasa sederhana ini
dengan sebutan avenue. Dengan Avenue pengguna dapat memodifikasi tampilan
ArcView, membuat program menyederhanakan tugas yang komplek dan
berkomunikasi dengan aplikasi lain. Dengan kata lain ArcView dapat
dicustomize sedemikian rupa sehingga dapat secara optimal memenuhi
pengguna untuk tugas-tugas dan aplikasi tertentu.
1.5. Peta
Peta adalah alat perekam dan komunikasi informasi mengenai lokasi dan
karakteristik spasial. Peta sebagai sumber daya utama dalam input SIG dan
produk utama hasil analisis SIG. Peta bernilai atau berguna karena peta
merupakan cara efesien dalam perekaman dan penyimpanan informasi spasial,
peta dapat digunakan sebagai alat untuk analisis distribusi spasial dan pola
spasial, peta dapat menyajikan penemuan dan mengkomunikasikan informasi
secara efektif. (Kurniawana azis, 1997).
Peta yang baik adalah peta yang dapat memberikan gambaran pada
pengguna tentang adanya dunia nyata. Hal ini sesuai dengan proses komunikasi
kartografis yang dikemukakan muehreke (1980:8).
Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil
sebagai kenampakan yang dilihat dari atas ditambah tulisan-tulisan sebagai
pengenal (Raisz, dalam Noer Cholik, 2005). Data geografis yang ditampilkan
pada peta dapat berupa titik, garis, maupun area. Titik menunjukkan suatu lokasi
geografi dimana keberadaan suatu fenomena terlalu kecil bila disajikan dengan
garis maupun area. Garis merupakan kumpulan titik yang dihubungkan untuk
menggambarkan kenampakan yang terlalu sempit bila digambarkan dengan area.
Adapun area adalah wilayah yang terbatasi oleh kenampakan garis, dan
membentuk polygon tertentu.
Peta merupakan suatu gambaran konvensional permukaan bumi,
biasanya disesuaikan terhadap skala pada bidang datar, untuk menyajikan data
yang selektif atau bentuk-bentuk abstrak, ataupun data yang ada kaitannya
dengan kenampakan permukaan bumi atau benda angkasa. (Bos E.S, 1977 dalam
Kurniawan Aziz, 1997).
1.5.1. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta
Peta mempunyai beberapa fungsi antara lain :
1. Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
2. Memperlihatkan ukuran jarak maupun luas suatu tempat di permukaan bumi.
3. Memperlihatkan bentuk detil di permukaan bumi, misalnya : gunung, sungai,
jalan dan lain sebagainya.
4. Mengumpulkan dan menyeleksi data dari suatu daerah dan menyajikannya di
atas peta.
Tujuan pembuatan peta diantaranya :
1. Untuk komunikasi tentang informasi spasial (ruang)
2. Ungtuk menyimpan informasi
3. Digunakan untuk membantu pekerjaan di bidang konstruksi, misalnya
pembuatan dan perbaikan jalan, navigasi, perencanaan dan lain-lain.
4. Digunakan untuk membantu dalam perancangan suatu pekerjaan, misalnya
tata kota, tata guna lahan dan lain sebagainya.
5. Untuk analisis data spasial, misalnya ; perhitungan luas, volume tanah
galian dan timbunan, kemiringan lahan / tanah dan lain sebagainya.
1.6. Batasan Istilah
ATM adalah kartu khusus yang diberikan oleh Bank kepada pemilik
rekening yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis atas
rekening tersebut.
Sistem Informasi adalah Suatu sistem terintegrasi yang mampu
menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Atau Sebuah
sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan
informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.
Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer,
prosedur manual, model manajemen dan basis data.
Sistem Informasi Geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat
memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek
yang dihubungkan secara geografis di bumi (georeference). Disamping itu,
SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis
data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan
dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan
geografi.
GPS itu adalah alat yang mampu menterjemahkan dan menampilkan ID2
itu sehingga bisa pakai sebagi petunjuk tempat atau posisi
Software ArcView 3.2 adalah software yang salah satu kegunaannya untuk
editing, digitasi, pembuatan layout peta citra satelit. Software ini berjalan
dibawah sistem dekstop mapping dengan menyediakan suatu kerangka kerja
guna pembuatan keputusan spasial, dan mempunyai kemampuan untuk
menggambarkan, menyelidiki, dan mengevaluasi, melakukan query dan
menganalisis data spasial.
Peta adalah alat perekam dan komunikasi informasi mengenai lokasi dan
karakteristik spasial.
Get documents about "