BAB I

Shared by: JoxzinJogja
Categories
Tags
-
Stats
views:
146
posted:
9/27/2012
language:
Malay
pages:
15
Document Sample
scope of work template
							BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Arti kebidanan secara umum ilmu yang mempelajari
kelahiran manusia mulai dari kandungan sampai
melahirkan. Sedangkan menurut Melwifery ialah ilmu
yang terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu (multi
displin) yang terkait dengan pelayanan kebidanan.
Rumusan Masalah
   1.   Bagaimana perkembangan pelayanan kebidanan di
        dalam negeri…?
   2.   Bagaimana Perkembangan Pendidikan Kebidanan
        di Dalam Negeri…?
   3.   Bagaimana Pendidikan Bidan Saat Ini di
        Indonesia…?
   4.   Bagaimana Perkembangan Pelayanan Kebidanan
        di Luar Negeri…?
   5.   Bagaimana Perkembangan Pendidikan Kebidanan
        di Luar Negeri…?
   6.   Sejarah Ilmu Pendidikan Kebidanan di beberapa
        Negara…?
Tujuan Penulisan

 Tugas  ini dibuat sebagai bahan untuk
 belajar dan agar kita mengetahui sejarah
 perkembangan pelayanan kebidanan di
 luar negeri. Selain itu juga untuk
 memenuhi tugas dari dosen mata kuliah.
Manfaat Penulisan

1.   Makalah ini dapat menambah wawasan
     ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu
     kebidanan.
2.   Makalah ini dapat dijadikan bahan
     referensi dalam proses belajar dan
     mengajar di Universitas.
3.   Makalah ini dapat menambah
     perbendaharaan kepustakaan di Akademi
     Kebidanan Bunga Bangsa.
BAB II
PEMBAHASAN
   Perkembangan Pelayanan Kebidanan
                di Dalam Negeri
   Sejarah pelayanan kebidanan di Indonesia
    terjadi secara tidak langsung melalui usaha
    mengurangi angka kematian karena cacar.
    Pencacaran      pertama     di   Indonesia
    dilakukan sekitar tahun 1804, setelah
    Yenner di Inggris menemukan vaksin cacar
    tahun 1796.
Perkembangan Pendidikan
Kebidanan di Dalam Negeri
 Perkembangan pendidikan bidan berhubungan dengan
 perkembangan pelayanan kebidanan.
 Ke duanya berjalan beriringan untuk memenuhi
 kebutuhan/tuntutan masyarakat terhadap pelayanan
 kebidanan. Pendidikan bidan mencakup pendidikan
 formal dan nonformal.
 Pendidikan bidan dimulai pada masa penjajahan Hindia
 Belanda. Pada tahun 1851, seorang dokter militer
 Belanda (Dr. W.Bosch) membuka pendidikan bidan bagi
 wanita pribumi di Batavia. Pendidikan ini tidak
 berlangsung lama karena kurangnya peserta didik akibat
 adanya larangan ataupun pembatasan bagi wanita untuk
 keluar rumah.
Pendidikan Bidan Saat Ini di
Indonesia
   Negara Kesatuan Republik Indonesia sebanyak
   570 desa. Untuk mencapai indonesia Sehat 2010,
   perlu di tingkatkan pelayanan kesehatan ibu dan
   anak. Sebagai faktor penting dalam menekan
   angka kematian ibu dan anak,. Di bentuk Strategi
   Sehat 2010 meliputi :
1. Peningkatan Profasionalisme SDM kesehatan
2. Desentralisasi
3. Pemerataan pelayanan Kesehatan
4. Jaminan pelayanan kesehatan masyarakat
Perkembangan Pelayanan
Kebidanan di Luar Negeri
       Pada pertengahan abad ke-17, bidan adalah profesi
        penting dan dihormati di komunitas kolonial
        Belanda. Kebidanan hanya salah satu bentuk
        pelayanan yang diberikan para bidan kepada
        komunitas kolonial. Pada saat itu, kadangkala bidan
        juga berperan sebagai perawat dan merawat orang
        sakit dan sekarat, mengurus jenazah, sebagai
        herbalis, serta dokter hewan. Selain gaji sebagai
        imbalan, bidan juga memperoleh rumah, tanah, dan
        makanan sebagai bentuk penghormatan atas jasa
        mereka.
  Faktor-faktor tersebut mencakup perilaku
  religius, kebutuhan ekonomi, pengambilalihan
  tugas dan tanggung jawab oleh dokter,
  pendidikan yang tidak mendukung dan tidak
  adanya organisasi kebidanan, peningkatan
  jumlah imigran, serta status wanita yang
  direndahkan.
 Perilaku Religius
 Perilaku Religius
 Pengambil Alihan Tugas dan Tanggung Jawab
  oleh Dokter
   Di Amerika telah menjadi tradisi untuk memberikan
    asuhan kebidanan kepada ibu hamil. Dalam 250 tahun
    pertama, Amerika membentuk koloni.
   Menurut Catatan Thomas
   Yang pertama kali praktek adalah Samuel Kuler dan
    istrinya pada tahun 1634.
   Yang kedua adalah Anne Hurctinson, seorang bidan
    bersama suaminya.
   Pertama-tama ia menolong temannya yang bernam
    Magdayer yang melahirkan mencepalus (tidak ada batok
    kepala), tidak ada lus. Bayinya tidak dapat bertahan lama.
    Masyarkat kemudian mengecam Anne dan diusir pindah
    ke Long Island (Pelhan, New York). Disana ia mati
    terbunuh, dan untuk mengenangnya, dibuatlah nama
    jalan Hurctinson di New York.
                               Tokoh-Tokoh Yang Terkenal
   Dr. William Sippen (1736-1808)
   Oaring kebangsaan Philadelphia, belajar di Eropa selama 3 tahun dan berguru pada
    William Smili. Tahun 1672 mendirikan kursus kebidanan di Philadelphia hingga tahun
    1810 mendapat gelar “Prof. Anatomi Pembedahan dan Kebidanan”.
   Dr. Thomas Challdey James
   Mendapat gelar “Prof. Kebidanan”. Pertama kali penganjur partus buatan untuk ibu
    panggul sempit (Partus Spontan).
   Dr. Samuel Bat (1742-1821)
    Belajar dari Eropa (Edenburg). Pada tahun 1768 kembali ke Amerika dalam usia 26
    tahun. Orang yang menganjurkan promartemity hospital (perawatan rumah sakit bagi
    wanita yang melahirkan dan memerlukan perawatan lebih lanjut) bersama Dr.
    Ballentine.
   Tokoh-Tokoh Kebidanan Atau Penulis
   Daerus (1967
   Keterampilan dalam menolong proses persalinan yang didapat turun temurun oleh
    ibu muda yang telah menikah dan melahirkan. Sepertiga abad 16 masih dilakukan
    oleh wanita.
   Kirzinger (1988)
   Bidan diharapkan dapat menjadi dokter. Gender yaitu kemitrasejajaran yang dapat
    dipertukarkan seprti fungsi, peran, dan tanggung jawab.
   Witz (1992)
   Institute kebidanan didirikan dengan kompetensi yang masih sedikit.
Perkembangan Pendidikan Kebidanan di
Luar Negeri
      Di Amerika Serikat, pendidikan kebidanan harus
       memenuhi standar yang dibuat oleh American
       College of Nurse-Midwifes (ACNM), karena juga
       mencakup perawatan kesehatan untuk wanita dan
       bayi baru lahir.
      Perawat-Kebidanan bersertifikat adalah seseorang
       yang telah dididik dalam dua disiplin ilmu yaitu
       keperawatan dan kebidanan. Sertifikasi tersebut
       diberikan kepada orang yang telah lulus ujian
       nasional yang diselenggarakan oleh American
       College of Nurse-Midwive Certification Council
       (ACC). Setifikasi tersebut merupakan bukti bahwa
       orang     tersebut    telah  memenuhi      standar
       professional untuk melakukan praktik yang aman.
Sejarah Ilmu Pendidikan Kebidanan di
beberapa Negara
     Yunani - Hipocratus 450-370 SM Bapak Kedokteran dan Pengobatan
   Dasar-dasar pengobatan dan perawatan temuannya masih dipakai
    hingga sekarang. Ia juga berminat terhadap kebidanan dan
    menganjurkan wanita bersalin ditolong atas dasar kemanusiaan. Maka
    Yunani dan Romawi merupakan Negara yang lebih dulu merawat
    wanita nifas.
     Italia - Soranus 98-138 SM Bapak Kebidanan
   Ia berasal dari Efesus, Turki belajar di Alexandria, Mesir dan berpraktek
    di Roma. Bidan adalah ibu yang telah melalui sendiri kelahiran dan
    menjauhkan dari ketahayulan. Ia adalah orang pertama yang
    menemukan versi luar (memutar bayi dalam kandungan). Setelah
    Soranus meninggal, perannya diteruskan oleh muridnya Moscion yang
    menulis buku pelajaran bagi bidan ( Katekismus bagi Bidan). Sepeninggal
    Moscion merupakan zaman gelap bagi kebidanan. Pada abad ke-sebelas
    barulah pengobatan mengalami kemajuan. Guru besar Italia yang banyak
    berjasa yaitu: Vesalfius, Febicus, Eostachius, Follopius.
BAB III
PENUTUP
      Kesimpulan
   Bidan adalah seorang yang telah menjalani
    program pendidikan bidan yang diakui oleh negara
    tempat ia tinggal, dan telah berhasil menyelesaikan
    studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk
    terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk
    praktek bidan.Sebagai anggota profesi, bidan
    mempunyai ciri khas yang khusus. Sebagai pelayan
    profesional yang merupakan bagian integral dari
    pelayanan kesehatan.
   Kebidanan sebagai profesi merupakan komponen
    yang paling penting dalam meningkatkan
    kesehatan perempuan
Saran
 Agar pemerintah terus berupaya mendukung
  profesi bidan dengan cara meningkatkan
  kwalitas SDM bidan melalui penyediaan fasilitas
  pendidikan bagi bidan.
 Bagi organisasi diharapkan agar terus berupaya
  mengembangkan pelayanan dan pengetahuan
  bagi semua bidan secara adil dan merata.
 Bidan sebagai tenaga profesional diharapkan
  dapat berpartisipasi secara aktif dalam
  organisasi dan mampu melaksanakan tugas dan
  kewajibannya sesuai dengan etika profesi.

						
Related docs
Other docs by JoxzinJogja
BAB I
Views: 183  |  Downloads: 2