Docstoc

Kerangka Dasar Paud Formal

Document Sample
Kerangka Dasar Paud Formal Powered By Docstoc
					LAMPIRAN 3


               RANCANGAN KERANGKA DASAR
           KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
    (GAGASAN MASUKAN UNTUK PENGEMBANGAN KURIKULUM
        TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI)



                                        BAB I
                                    PENDAHULUAN

        Memasuki milenium ke tiga Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk
menyiapkan masyarakat menuju era baru, yaitu globalisasi yang menyentuh
semua aspek kehidupan. Dalam era global ini seakan dunia tanpa jarak.
Komunikasi dan transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional dapat
dilakukan sepanjang waktu. Demikian pula nanti ketika perdagangan bebas sudah
diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja bersifat multi bangsa.
Pada saat itu hanya bangsa yang unggullah yang anak mampu bersaing.
        Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan insan yang
berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas Pendidikan adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara. Menurut UNESCO pendidikan hendaknya dibangun dengan empat pilar,
yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live
together.
        Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk
menciptakan generasi yang berkualitas, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini
dalam hal ini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu pendidikan yang
ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Sejak dipublikasikannya
hasil-hasil riset mutakhir di bidang neuroscience dan psikologi maka fenomena
pentingnya PAUD merupakan keniscayaan. PAUD menjadi sangat penting
mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada
rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering
disebut the golden age (usia emas).
        Dengan diberlakukannya UU No. 20 Tahun 2003 maka sistem pendidikan
di Indonesia terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan tinggi yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang
sistemik. PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. PAUD
dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau
informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak
(TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur
pendidikan nonformal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan
Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan
informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan
oleh lingkungan.


Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   1
       Dalam upaya pembinaan terhadap satuan-satuan PAUD tersebut,
diperlukan adanya kerangka dasar dan standar kompetensi anak usia dini yang
berlaku secara nasional yang dapat digunakan sebagai acuan bagi setiap bentuk
Satuan Pendidikan Anak Usia Dini untuk mengembangkan program
pembelajaran.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   2
                               BAB II
                 LANDASAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

A. Landasan Yuridis
   1. Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa
      ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang
      serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.
   2. Dalam UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan
      Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan
      pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat
      kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”.
   3. Dalam UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
      Bab 1, Pasal 1, Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini
      adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir
      sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
      pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
      rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih
      lanjut”. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini
      dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan
      sebelum jenjang pendidikan dasar, (2) Pendidkan anak usia dini dapat
      diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal, non formal, dan/atau
      informal, (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK, RA,
      atau bentuk lain yang sederajat, (4) Pendidikan anak usia dini jalur
      pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat, (5)
      Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau
      pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan (6) Ketentuan
      mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat
      (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan
      pemerintah.”

B. Landasan Filosofis
        Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia.
Artinya melalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang
baik. Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat, bangsa atau
negara, karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya.
Perbedaan filsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan
dalam orientasi atau tujuan pendidikan.
        Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa
pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu
menjadikan manusia indonesia seutuhnya.Bangsa Indonesia juga sangat
menghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalam
semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu.” Dari
semboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hak
individu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun. Anak
sebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendaptkan pendidikan yang
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Dengan pendidikan yang diberikan
diharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya, sehingga
kelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan. Melalui pendidikan yang
dibangun atas dasar falsafah pancasila yang didasarkan pada semangat Bhineka


Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   3
Tunggal Ika diharapkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang tahu akan
hak dan kewajibannya untuk bisa hidup berdampingan, tolong menolong dan
saling menghargai dalam sebuah harmoni sebagai bangsa yang bermartabat.
       Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagai
alat dalam mencapai tujuan pendidikan, pengembangannya harus memperhatikan
pandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung.

C. Landasan Keilmuan
           Landasan keilmuan yang mendasari pentingnya pendidikan anak usia
dinii didasarkan kepada beberapa penemuan para ahli tentang tumbuh kembang
anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya
dengan perkembangan struktur otak. Menurut Wittrock (Clark, 1983), ada tiga
wilayah perkembangan otak yang semakin meningkat, yaitu pertumbuhan serabut
dendrit, kompleksitas hubungan sinapsis, dan pembagian sel saraf. Peran ketiga
wilayah otak tersebut sangat penting untuk pengembangan kapasitas berpikir
manusia. Sejalan dengan itu Teyler mengemukakan bahwa pada saat lahir otak
manusia berisi sekitar 100 milyar hingga 200 milyar sel saraf. Tiap sel saraf siap
berkembang sampai taraf tertinggi dari kapasitas manusia jika mendapat stimulasi
yang sesuai dari lingkungan.
        Jean Piaget (1972) mengemukakan tentang bagaimana anak belajar:“ Anak
belajar melalui interaksi dengan lingkungannya. Anak seharusnya mampu
melakukan percobaan dan penelitian sendiri. Guru bisa menuntun anak-anak
dengan menyediakan bahan-bahan yang tepat, tetapi yang terpenting agar anak
dapat memahami sesuatu, ia harus membangun pengertian itu sendiri, dan ia harus
menemukannya sendiri.” Sementara Lev Vigostsky meyakini bahwa : pengalaman
interaksi sosial merupakan hal yang penting bagi perkembangan proses berpikir
anak. Aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk melalui interaksi
dengan orang lain. Pembelajaran akan menjadi pengalaman yang bermakna bagi
anak jika ia dapat melakukan sesuatu atas lingkungannya. Howard Gardner
menyatakan tentang kecerdasan jamak dalam perkembangan manusia terbagi
menjadi: kecerdasan bodily kinestetik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan
interpersonal, kecerdasan naturalistik, kecerdasan logiko – matematik, kecerdasan
visual – spasial, kecerdasan musik.

        Dengan demikian perkembangan kemampuan berpikir manusia sangat
berkaitan dengan struktur otak, sedangkan struktur otak itu sendiri dipengaruhi oleh
stimulasi, kesehatan dan gizi yang diberikan oleh lingkungan sehingga peran
pendidikan yang sesuai bagi anak usia dini sangat diperlukan.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   4
                               BAB III
                   HAKIKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

A. Pengertian

       1. Anak Usia Dini
          Anak usia dini merupakan individu yang berbeda, unik, dan memiliki
          karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia dini (0-6
          tahun) merupakan masa keemasan (golden age) dimana stimulasi seluruh
          aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan
          selanjutnya. Masa awal kehidupan anak merupakan masa terpenting dalam
          rentang kehidupan seseorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak
          sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat (eksplosif).

       2. Pendidikan Anak Usia Dini
           Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan
          kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan
          melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan
          dan perkembangan jasmani dan rohani anak sebagai persiapan untuk hidup
          dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta memiliki
          kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut.

B. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini

       a. PAUD berfungsi membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh
           potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan
           kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki
           kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
       b. PAUD bertujuan:
          1. membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar
             menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
             Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif,
             mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan
             bertanggung jawab;
          2. mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual,
             emosional, dan sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya
             dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.

C. .     Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini

        Dalam melaksanakan Pendidikan anak usia dini hendaknya menggunakan
        prinsip-prinsip sebagai berikut :

        1.    Berorientasi pada Perkembangan Anak
              Dalam melakukan kegiatan, pendidik perlu memberikan kegiatan yang
              sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Anak merupakan individu
              yang unik, maka perlu memperhatikan perbedaan secara individual.
              Dengan demikian dalam kegiatan yang disiapkan perlu memperhatikan


Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   5
            cara belajar anak yang dimulai dari cara sederhana ke rumit, konkrit ke
            abstrak, gerakan ke verbal, dan dari ke-aku-an ke rasa sosial.
      2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
         Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada
         kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan
         upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek
         perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual,
         bahasa, motorik, dan sosio emosional.

      3. Bermain sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain
         Bermain merupakan cara belajar anak usia dini. Melalui bermain anak
         bereksplorasi untuk mengenal lingkungan sekitar, menemukan,
         memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, dan kesimpulan
         mengenai benda di sekitarnya. Ketika bermain anak membangun
         pengertian yang berkaitn dengan pengalamannya.

      4. Lingkungan yang kondusif
         Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan
         menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan
         yang dapat mendukung kegiatan bermain anak.

      5. Berpusat pada anak
         Pembelajaran di PAUD hendaknya menempatkan anak sebagai subyek
         pendidikan. Oleh karena itu, semua kegiatan pembelajran diarahkan atau
         berpusat pada anak. Dalam pembelajaran berpusat pada anak, anak diberi
         kesempatan untuk menentukan pilihan, mengemukakan pendapat dan
         aktif melakukan atau mengalami sesndiri. Pendidik bertindak sebagai
         pembimbing atau fasilitator.

      6. Menggunakan pembelajaran terpadu
         Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini menggunakan
         pembelajaran terpadu. Dimana setiap kegiatan pembelajaran mencakup
         pengembangan seluruh aspek perkembangan anak. Hal ini dilakukan
         karena antara satu aspek perkembangan dengan aspek perkembangan
         lainnya saling terkait. Pembelajaran terpadu dilakukan dengan
         menggunakan tema sebagai wahana untuk mengenalkan berbagai konsep
         kepada anak secara utuh.

     7. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
         Proses pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan berbagai
         kecakapan hidup agar anak dapat menolong diri sendiri, mandiri dan
         bertanggung jawab, memiliki disiplin diri serta memperoleh
         keterampilan yang berguna bagi kelangsungan hidupnya.

      8. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar
         Media dan sumber pembelajaran memanfaatkan lingkungan sekitar ,
         nara sumber dan bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik
         /guru.



Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   6
      9. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang–ulang
         Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap,
         dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Untuk
         mencapai pemahaman konsep yang optimal maka penyampaiannya dapat
         dilakukan secara berulang

    10. Aktif, Kreatif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan
         Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan
         menyenangkan dapat dilakukan oleh anak yang disiapkan oleh pendidik
         melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan untuk
         membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir
         kritis, dan menemukan hal-hal baru. Pengelolaan pembelajaran
         hendaknya dilakukan secara demokratis, mengingat anak merupakan
         subjek dalam proses pembelajaran.
    11. Pemanfaatan Teknologi Informasi
         Pelaksanaan stimulasi pada anak usia dini dapat memanfaatkan teknologi
         untuk kelancaran kegiatan, misalnya tape, radio, televisi, komputer.
         Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran
         dimaksudkan untuk memudahkan anak memenuhi rasa ingin tahunya.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   7
                             BAB IV
             BENTUK SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


     Berdasarkan UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
     pada pasal 28        tentang Pendidikan Anak Usia Dini. Pada ayat 3)
     menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal
     berbentuk Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), atau bentuk
     lain yang sederajat. Sedangkan ayat 4) menyebutkan bahwa Pendidikan anak
     usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain
     (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat.
     Sehubungan dengan hal tersebut maka Kerangka Dasar Pendidikan Anak
     Usia Dini adalah sebagai berikut.

    Satuan Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur non formal meliputi
     Kelompok Bermain
       Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan non
       formal yang meyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 2
       sampai 4 tahun.
     Taman Penitipan Anak
       Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan non
       formal yang menyelenggarakan program kesejahteraan sosial, perawatan,
       pengasuhan, dan pendidikan sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun.
     Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sederajat
       Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan non
       formal selain Taman Penitipan Anak dan Kelompok Bermain, yaitu:
       a. Pos Pendidikan Anak Usia Dini (Pos PAUD) adalah salah satu bentuk
           satuan    PAUD       pada   jalur   pendidikan    nonformal    yang
           menyelenggarakan program pendidikan dan pengasuhan bagi anak
           sejak lahir sampai dengan berusia 6 (enam) tahun yang
           penyelenggaraannya dapat diintegrasikan dengan program Bina
           Keluarga Balita (BKB) dan/atau Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
       b. Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) adalah salah satu bentuk satuan
           PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan
           program pendidikan dan pengasuhan bagi anak berusia 2 (dua) tahun
           sampai dengan 6 (enam) tahun yang berbasis Taman Pendidikan Al-
           Quran.
       c. Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Minggu (PAUD-SM) adalah salah
           satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang
           menyelenggarakan program pendidikan keagamaan Kristen bagi anak
           berusia 2 (dua) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun berbasis Sekolah
           Minggu.
       d. Pendidikan Anak Usia Dini Bina Iman Anak (PAUD-BIA) adalah
           salah satu bentuk satuan PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang
           menyelenggarakan program pendidikan keagamaan Katholik bagi anak
           berusia 2 (dua) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun yang berbasis
           Bina Iman Anak Katolik.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   8
Satuan Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur formal:
    Taman Kanak-Kanak
      Adalah salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini jalur pendidikan
      formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4
      sampai 6 tahun

       Raudhatul Athfal
        Adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur
        pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan umum
        dan pendidikan keagamaan Islam bagi anak usia 4 sampai 6 tahun

       Satuan Pendidikan Anak Usia Dini jalur Formal yang Sederajat
        Salah satu bentuk Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan
        formal selain Taman kanak-kanak dan Raudatul Athfal, yaitu:
               a. Tarbiyatul Athfal (TA)
               b. Taman kanak-kanak Al-Quran (TKQ)
               c. Taman pendidikan Al-Quran (TPQ)
               d. Adi Sekha
               e. TK-SD Satu atap
               f. TK asuh
               g. TK anak pantai
               h. TK Bina Anaprasa
               i. TK di lingkungan tempat kerja
               j. Tk Keliling
               k. TK mahasiswa KKN
               l. TK di Lingkungan tempat ibadah




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   9
                             BAB V
               STANDAR PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

A. Pengertian
        Standar perkembangan anak usia dini adalah standar kemampuan anak
sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak.
Standar perkembangan merupakan acuan dalam mengembangkan program
pembelajaran anak usia dini.

B. Aspek Perkembangan Anak Usia Dini
   Cakupan Standar perkembangan anak usia dini terdiri atas pengembangan
   aspek-aspek sebagai berikut:
      a. Moral dan nilai-nilai agama
      b. Sosial, emosional, dan kemandirian
      c. Bahasa
      d. Kognitif
      e. Fisik/Motorik
      f. Seni

C. Standar Perkembangan Per Usia
   Standar perkembangan Per Usia ini disusun dalam rentangan usia dan
   disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Standar
   perkembangan Per Usia ini dapat digunakan sebagai dasar untuk melihat
   pencapaian tahapan perkembangan anak pada tahapan usia tertentu.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   10
         Rentangan Standar Perkembangan Per Usia

USIA/UMUR
                Usia             Usia            Usia            Usia              Usia                 Usia
ASPEK           1 tahun           2 tahun        3 tahun         4 tahun           5 tahun               6 tahun
MORAL DAN       Anak mampu       Anak mulai      Anak mampu      Anak mampu        Anak mampu           Anak mampu
NILAI-NILAI     memperhatikan    meniru          meniru secara   meniru dan        meng-                melakukan
AGAMA           perilaku         perilaku        terbatas        mengucapkan       ucapkan              perilaku
                keagamaan        keagamaan       perilaku        bacaan            bacaan doa/          keagamaan
                yang diterima    secara          keagamaan       doa/lagu-lagu     lagu-lagu            secara
                melalui          sederhana       yang dilihat    keagamaan         keagamaan,           berurutan dan
                inderanya        dan mulai       dan             dan gerakan       meniru               mulai belajar
                                 mengekspre-     didengarnya     beribadah         gerakan ber-         membedakan
                                 sikan rasa      Mulai meniru    secara            ibadah,              perilaku baik
                                 sayang dan      perilaku baik   sederhana,        mengikuti            dan buruk
                                 cinta kasih     atau sopan      mulai             aturan serta
                                                                 berperilaku       mampu belajar
                                                                 baik atau         berpetilaku
                                                                 sopan bila        baik dan sopan
                                                                 diingatkan        bila diingatkan
SOSIAL          Anak mampu       Anak mampu      Anak mampu      Anak mampu        Anak mampu           Anak mampu
EMOSIONAL       berinteraksi     berinteraksi    berinteraksi    berinteraksi,     berinteraksi,        ber- interaksi,
dan             dengan           dengan          dan mengenal    dapat             mulai dapat          dan mulai
Kemandirian     merespon         lingkungan      dirinya, dan    menunjukkan       mengendalikan        mematuhi
                kehadiran        terdekatnya     menunjukkan     reaksi emosi      emosinya,            aturan, dapat
                orang lain       (keluarga),     keinginannya    yang wajar,       mulai                mengendalikan
                                 dan                             serta mulai       menunjukkan          emosinya,
                                 menunjukkan                     menunjukkan       rasa percaya         menunjukkan
                                 keinginannya                    rasa percaya      diri, serta mulai    rasa percaya
                                                                 diri              dapat menjaga        diri, dan dapat
                                                                                   diri sendiri         menjaga diri
                                                                                                        sendiri.
KOGNITIF        Anak mampu       Anak mampu      Anak mampu      Anak mampu        Anak mampu           Anak mampu
                menyadari        bereksplorasi   mengenal        mengenal          mengenal dan         memahami
                keberadaan       terhadap        benda dan       konsep            memahami             konsep
                benda yang       benda yang      memanipulasi    sederhana dan     berbagai             sederhana dan
                tidak            ada di          objek/benda     dapat             konsep               dapat
                dilihatnya       sekitarnya                      mengklasifikasi   sederhana            memecahkan
                                                                                   dalam                masalah
                                                                                   kehidupan            sederhana
                                                                                   sehari-hari          dalam
                                                                                                        kehidupan
                                                                                                        sehari-hari.
BAHASA          Anak mampu       Anak mampu      Anak dapat      Anak dapat        Anak dapat           Anak dapat
                merespon         mengerti        men-            mendengarkan,     berkomunikasi        berkomunikasi
                suara dan        isyarat dan     dengangarkan,   berkomunikasi     secara lisan,        secara lisan,
                mengucapkan      perkataan       dan ber-        secara lisan      memiliki             memiliki
                satu kata yang   orang lain      komunikasi      serta memiliki    perbenda-            perbendaharaan
                bermakna         serta           secara lisan    perbenda-         haraan kata-         kata, serta
                                 mengucapkan     dengan          haraan kosa       kata dan             mengenal
                                 keinginannya    kalimat         kata yang         mengenal             simbol-simbol
                                 secara          sederhana       semakin           simbol-simbol        untuk per-
                                 sederhana                       banyak                                 siapan
                                                                                                        membaca,
                                                                                                        menulis dan
                                                                                                        berhitung
FISIK/motorik   Anak mampu       Anak mampu      Anak mampu      Anak mampu        Anak mampu           Anak mampu



Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007              11
USIA/UMUR
              Usia              Usia            Usia             Usia              Usia             Usia
ASPEK         1 tahun            2 tahun        3 tahun          4 tahun           5 tahun           6 tahun
              menggerakkan      menggerakkan    melakukan        melakukan         melakukan        melakukan
              tangan, lengan,   anggota         gerakan          gerakan secara    gerakan tubuh    gerakan tubuh
              kaki, kepala      tubuhnya        seluruh          te koordinasi     secara ter-      secara ter-
              dan badan         (latihan        anggota          untuk             koordinasi       koordinasi
                                kekuatan otot   tubuhnya         kelenturan, dan   untuk            kelenturan
                                tangan, otot    secara           keseimbangan      kelenturan,      sebagai
                                punggung dan    terkoordinasi                      kelincahan,      keseimbangan,
                                otot kaki)                                         dan              dan kelincahan
                                untuk menjaga                                      keseimbangan
                                keseimbangan
SENI          Anak mampu        Anak mampu      Anak mampu       Anak mampu        Anak mampu       Anak mampu
              bereaksi          meniru suara    melakukan        melakukan         meng-            meng-
              terhadap irama    dan gerak       berbagai         berbagai          ekspresikan      ekspresikan diri
              yang              secara          gerakan          gerakan sesuai    diri dengan      dan berkreasi
              didengarnya       sederhana       anggota          irama ,           meng-            dengan
                                                tubuhnya         menyajikan        gunakan          berbagai
                                                sesuai dengan    dan berkarya      berbagai         gagasan
                                                irama dapat      seni              media/bahan      imajinasi dan
                                                mengekpresi-                       dalam            menggunakan
                                                kan diri dalam                     berkarya seni    berbagai
                                                bentuk                             melului          media/bahan
                                                goresan                            kegiatan         menjadi suatu
                                                sederhana                          eksplorasi       karya seni.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007          12
                                  BAB VI
                           PROGRAM PEMBELAJARAN

A. Jalur Pendidikan Non Formal
   1. Program pembelajaran pada TPA, KB dan bentuk lain yang sederajat
      merupakan seperangkat program pembelajaran yang disusun berdasarkan
      tahap perkembangan anak.
   2. Program pembelajaran disusun mencakup semua aspek pertumbuhan
      dan perkembangan anak yakni: moral dan nilai agama, sosial,
      emosional, dan kemandirian, bahasa, kognitif, seni, dan fisik/motorik
      sebagai satu kesatuan kegiatan pembelajaran yang interaktif,
      menyenangkan, menantang, dan mendorong kreativitas serta
      kemandirian Program pembelajaran disusun berdasarkan
      pengelompokan usia, yakni:
      1) Program pembelajaran untuk anak usia lahir – 1 tahun
      2) Program pembelajaran untuk anak usia 1 – 2 tahun
      3) Program pembelajaran untuk anak usia 3 – 4 tahun
      4) Program pembelajaran untuk anak usia 4 – 5 tahun
      5) Program pembelajaran untuk anak usia 5 – 6 tahun
          1Program pembelajaran dilaksanakan secara luwes dan terpadu dengan
          memperhatikan kebutuhan dan kepentingan terbaik anak serta
          memperhatikan kecerdasan beragam anak.
   3. Pengembangan program pembelajaran didasarkan pada prinsip bermain
      sambil belajar dan belajar seraya bermain dengan memperhatikan
      perbedaan bakat, minat dan kemampuan masing-masing peserta didik,
      sosial budaya serta kondisi kebutuhan masyarakat setempat
   4. Pengembangan program pembelajaran harus mengintegrasikan kebutuhan
      peserta didik terhadap kesehatan, gizi, dan stimulasi psikososial termasuk
      kesejahteraannya.
   5. Program pembelajaran dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan
      relevansinya oleh satuan pendidikan.

B. Jalur Pendidikan formal
   a. Program pembelajaran TK, RA, BA dan bentuk lain yang sederajat
      dikembangkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki SD,MI
      atau bentuk lain yang sederajat.
   b. Program pembelajaran TK dapat dikelompokkan dalam :
         1)    Program pembelajaran agama dan akhlak mulia
         2)    Program pembelajaran sosial dan kepribadian
         3)    Program pembelajaran pengetahuan dan teknologi
         4)    Program pembelajaran estetika, dan
         5)    Program pembelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
   c.    Semua kelompok program pembelajaran terdiri dari : pengembangan
         moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian
         berbahasa, kognitif,     seni, fisik/motorik. Untuk menyederhanakan
         lingkup program pembelajaran dari tumpang tindih serta untuk
         memudahkan guru menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan
         pengalaman mereka, maka aspek-aspek perkembangan tersebut
         dipadukan dalam bidang pengembangan yang utuh mencakup bidang


Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   12
          pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan
          dasar
    d.    Penyelenggaraan program pembelajaran dilakukan secara interaktif,
          inspiratif, menyenangkan, menantang dan mendorong kreativitas serta
          kemandirian.
    e.    Program pembelajaran disusun dengan memperhatikan tingkat
          perkembangan fisik dan psikologis peserta didik serta kebutuhan dan
          kepentingan terbaik anak dan dilaksanakan secara berkelanjutan
    f.    Pengembangan program pembelajaran TK di didasarkan pada prinsip
          bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain dengan
          memperhatikan perbedaan bakat, minat dan kemampuan masing-masing
          peserta didik, sosial budaya serta kondisi kebutuhan masyarakat
          setempat
    g.    Pengembangan program pembelajaran harus mengintegrasikan kebutuhan
          peserta didik terhadap kesehatan, gizi, dan stimulasi psikososial.
    h.    Program pembelajaran dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan
          relevansinya oleh satuan pendidikan.

    C. Cakupan Program Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
   No Program Pembelajaran            Cakupan
   1    Agama dan akhlak mulia        Peningkatan potensi spiritual peserta didik
                                      melalui contoh pengalaman dari pendidik agar
                                      menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di dalam
                                      maupun di luar sekolah, sehingga menjadi
                                      bagian dari budaya sekolah
   2    Sosial dan kepribadian        Pembentukan kesadaran dan wawasan peserta
                                      didik atas hak dan kewajibannya sebagai warga
                                      masyarakat dan dalam interaksi sosial serta
                                      pemahaman terhadap diri dan peningkatan
                                      kualitas diri sebagai manusia sehingga memiliki
                                      rasa percaya diri
   3    Pengetahuan dan teknologi     Mempersiapkan peserta didik secara akademik
                                      memasuki SD, MI atau bentuk lain yang
                                      sederajat dengan menekankan pada penyiapan
                                      kemampuan berkomunikasi dan berlogika
                                      melalui      berbicara,     mendengarkan,  pra
                                      membaca, pra menulis dan pra berhitung yang
                                      harus dilaksanakan secara hati-hati, tidak
                                      memaksa, dan menyenangkan sehingga anak
                                      menyukai belajar.
   4    Estetika                      Meningkatkan         sensitivitas,  kemampuan
                                      mengekspresikan        diri    dan  kemampuan
                                      mengapresiasi keindahan dan harmoni yang
                                      terwujud dalam tingkah laku keseharian
   5    Jasmani,      olahraga    dan Meningkatkan potensi fisik dan menanamkan
        kesehatan                     sportivitas serta kesadaran hidup sehat dan
                                      bersih.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   13
                         BAB VII
      STRUKTUR PROGRAM PEMBELAJARAN, WAKTU BELAJAR
                 DAN KALENDER PENDIDIKAN


A.   Struktur Program Pembelajaran

     1. Jalur Pendidikan Non Formal

 Aspek Pengembangan
 A. Pembiasaan                    1. Moral dan nilai-nilai agama
                              2. Sosial, emosional dan kemandirian

 B. Kemampuan Dasar               1. Bahasa
                                  2. Kognitif
                                  3. Fisik/Motorik
                                  4. Seni



      2. Jalur Pendidikan Formal

 Bidang Pengembangan                                                   Alokasi Waktu
 A. Pembiasaan                  1. Moral dan nilai-nilai agama
                                2. Sosial, emosional dan
                                   kemandirian



 B. Kemampuan dasar             1. Berbahasa
                                2. Kognitif
                                3. Fisik/Motorik
                                4. Seni


 Jumlah jam per minggu                                                 15 jam




 B. WAKTU BELAJAR
        Program pembelajaran pada anak usia dini untuk TK /RA dan bentuk lain
 yang sederajat menggunakan beban belajar satu tahun dalam bentuk perencanaan
 semester, perencanaan mingguan dan perencanaan harian. Perencanaan program
 pembelajaran di TK / RA dan bentuk lain yang sederajat adalah perencanaan
 mingguan efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 minggu,
 dengan jam belajar efektif adalah 2,5 jam (150 menit). Perminggu adalah 15 jam
 (900 menit) pertahun adalah 510 jam (30.600 menit).


 Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   14
        Perencanaan program pembelajaran pada Kelompok Bermain adalah : (1)
Usia 2 - 4 tahun kegiatan bermain per minggu minimal tiga kali pertemuan. Setiap
pertemuan minimal selama dua jam dengan pertemuan ideal selama 4 jam.
        Perencanaan program pembelajaran pada Taman Penitipan Anak adalah
sebagai berikut: (1) Full day care anak dititipkan sehari penuh dari jam 08.00
sampai dengan jam 17.00, (2) Semi day care anak dititipkan hanya setengah hari
dari jam 08.00 sampai dengan 12.00 atau jam 12.00 sampai 17.00, (3) insidental
day care anak hanya dititipkan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan orangtua.
        Perencanaan program pembelajaran pada Satuan Pendidikan Anak Usia
Dini Sejenis adalah layanan minimal yang hanya dilakukan 1 – 2 kali/minggu.
Tiap pertemuan minimal selama 2 jam dengan pertemuan ideal selama 6 jam.

C. KALENDER PENDIDIKAN
       Kalender pendidikan anak usia dini mencakup permulaan tahun ajaran,
minggu efektif, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Kalender pendidikan
tersebut disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   15
                           BAB VIII
              PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN


A. Prinsip-prinsip Pengembangan
   Pengembangan program pembelajaran hendaknya memperhatikan beberapa
   prinsip berikut ini:
        Relevansi
           Program pembelajaran anak usia dini harus relevan dengan kebutuhan
           dan perkembangan anak secara individu
        Adaptasi
           Program pembelajaran anak usia dini harus memperhatikan dan
           mengadaptasi perubahan psikologis, IPTEK, dan Seni.
        Kontinuitas
           Program pembelajaran anak usia dini harus disusun secara
           berkelanjutan antara satu tahapan perkembangan ke tahapan
           perkembangan berikutnya dalam rangka mempersiapkan anak
           memasuki pendidikan selanjutnya
        Fleksibilitas
           Program pembelajaran anak usia dini harus dipahami, dipergunakan
           dan dikembangakan secara fleksibel sesuai dengan keunikan dan
           kebutuhan anak serta kondisi lembaga penyelenggara
        Kepraktisan dan Akseptabilitas
           Program pembelajaran anak usia dini harus memberikan kemudahan
           bagi praktisi dan       masyarakat dalam melaksanakan kegiatan
           pendidikan pada anak usia dini.
        Kelayakan (feasibility)
           Program pembelajaran anak usia dini harus menunjukkan kelayakan
           dan keberpihakan pada anak usia dini.
        Akuntabilitas
           Program      pembelajaran     anak    usia    dini   harus   dapat
           dipertanggungjawabkan pada masyarakat sebagai pengguna jasa
           pendidikan anak usia dini

B. Pendekatan Pengembangan
      Pengembangan program pembelajaran anak usia dini juga harus
      memperhatikan berbagai pendekatan berikut ini:
      1.   Pendekatan Holistik dan Terpadu
           Pengembangan program pembelajaran dan isi program didalamnya
           hendaknya dapat mempertimbangkan berbagai aspek perkembangan,
           potensi kecerdasan jamak serta berbagai aspek kebutuhan anak usia
           dini lainnya seperti kesehatan dan gizi secara holistik dan terpadu.
           Sebagai konsekuensinya, identifikasi dan pemetaan kompetensi harus
           disusun dan diorganisasikan sesuai dengan perkembangan dan
           analisis kebutuhan anak usia dini.
      b. Pendekatan Ragam Budaya (Multiculture approach)
           Pengembangan program pembelajaran anak usia dini harus
           memperhatikan lingkungan sosial dan budaya yang ada di sekitar



Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   16
               anak, maupun yang mungkin dialami anak pada perkembangan
               berikutnya.
               Pendekatan multi budaya akan memberikan konsekuensi pentingnya
               cakupan isi program yang dihadapi untuk mengakomodasi
               pemahaman anak pada kebiasaan, budaya dalam lingkungan
               keluarga, masyarakat dan budaya-budaya lain yang terdapat di
               Indonesia maupun budaya global.
     c.       Pendekatan Konstruktivisme (Constructivism Approach)
               Program pembelajaran anak usia dini hendaknya mengacu pada
               pendekatan konstruktivisme yang beranggapan bahwa anak
               membangun sendiri pengetahuannya. Untuk itu isi program
               pembelajaran harus dapat memberikan peluang bagi anak untuk
               belajar sesuai dengan minat, motivasi dan kebutuhannya. Hal ini
               akan berdampak pada proses pembelajaran yang berpusat pada anak,
               yang diwarnai dengan adanya kebebasan untuk bereksplorasi dalam
               rangka mencari dan menemukan sendiri pengetahuan dan
               keterampilan yang diminatinya.

          d. Pendekatan program pembelajaran bermain kreatif (Play based
              curriculum approach)
              Filosofi dan teori program pembelajaran bermain kreatif didasarkan
              pada 4 (empat) hal, yaitu: (1) bagaimana anak membangun
              kemampuan sosial dan emosional, (2) bagaimana anak belajar untuk
              berpikir, (3) bagaimana anak mengembangkan kemampuan fisik
              serta (4) bagaimana anak berkembang melalui budayanya

C. Prinsip – prinsip Pelaksanaan
   Dalam pelaksanaan Program Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini
   menggunakan prinsip sebagai berikut :
   1. Pelaksanaan Program Pembelajaran didasarkan pada potensi,
      perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi
      yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan
      pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk
      mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
   2. Program Pembelajaran dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar
      belajar, yaitu : 1) belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
      Maha Esa, 2) belajar untuk memahami dan menghayati, 3) belajar untuk
      mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, 4) belajar untuk hidup
      bersama dan berguna untuk orang lain dan 5) belajar untuk membangun
      menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang efektif, aktif,
      kreatif dan menyenangkan.
   3. Pelaksanaan Program Pembelajaran memungkinkan peserta didik
      mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan dan atau
      percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan dan kondisi peserta
      didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi
      peserta didik yang berdimensi ke Tuhanan, individual, kesosialan, dan
      moral.
   4. Program Pembelajaran dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta
      didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka


Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   17
       dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madya mangunkarsa,
       ing ngarsa sung tulado (bahasa Jawa yang berarti : di belakang
       memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan
       prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
    5. Program Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan
       multi strategi dan multi media, sumber belajar, dan teknologi yang
       memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
    6. Program Pembelajaran dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi
       alam, sosial, dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan
       pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
    7. Program Pembelajaran yang mencakup seluruh bidang pengembangan
       diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan
       yang cocok dan memadai.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   18
                                     BAB IX
                         PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK


1. Pengertian
   Penilaian perkembangan anak usia dini adalah proses pengumpulan data dan
   informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang diperoleh dari
   proses dan hasil kegiatan belajar selama periode tertentu.
2. Tujuan
   1. Mengetahui status pertumbuhan dan tahap perkembangan anak
   2. Menyusun perencanaan pembelajaran lebih lanjut
   3. Menyusun laporan pertumbuhan dan perkembangan anak
   4. Memberikan informasi pada orang tua/wali tentang kemajuan
       pertumbuhan dan perkembangan anak.

3.    Prinsip
     1. Menyeluruh, penilaian mencakup seluruh aspek pertumbuhan dan
        perkembangan dalam proses kegiatan pembelajaran anak.
     2. Berkesinambungan, penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan
        terus menerus untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari hasil
        pembelajaran.
     3. Obyektif, penilaian dilakukan berdasarkan fakta dengan memperhatikan
        perbedaan dan keunikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
     4. Otentik, penilaian dilakukan pada situasi yang alamiah (secara wajar)
        sehingga anak tidak merasa sedang dinilai.
     5. Mendidik, hasil penilaian digunakan untuk membina dan memberikan
        dorongan kepada pendidik atau orang tua untuk memberikan proses
        pembelajaran (interaksi, lingkungan dan alat) kepada anak agar dapat
        mencapai tahapan perkembangan secara lebih optimal.
     6. Kebermaknaan, hasil penilaian harus bermakna bagi anak, pendidik dan
        orang tua serta pihak lain yang memerlukan.

4. Aspek
   1. Status kesehatan dan gizi anak
   2. Aspek perkembangan mencakup moral dan nilai agama, sosial, emosional,
      dan kemandirian, bahasa, kognitif, seni, dan fisik/motorik

5.    Alat
     Berbagai alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran
     perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain pengamatan
     (observasi), catatan anekdot, portofolio, dan lain-lain.




Lampiran 3: Kerangka Dasar Kurikulum PAUD. 38c_Standar dan Bahan Ajar PAUD Nonformal-2007   19

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:131
posted:9/27/2012
language:
pages:20