BAB VI ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYARAN
6.1
Keselamatan Pelayaran
Kajian aspek keselamatan yang dilakukan adalah kajian aspek keselamatan pelayaran dan keselamatan di pelabuhan. Kegiatan pemanduan juga merupakan aspek yang penting dalam keselamatan pelayaran. Aspek keselamatan pelayaran sangat erat hubungannya dengan kenavigasian. Kenavigasian adalah kegiatan yang meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran, hidrografi, alur dan perlintasan, pemanduan, penanganan kerangka kapal, salvage, dan pekerjaan bawah air untuk kepentingan keselamatan pelayaran. Aspek keselamatan pelayaran di bidang kenavigasian terdiri dari: a. Sarana bantu navigasi pelayaran meliputi muara suar, rambu suar, pelampung suar, dan lampu pelabuhan. b. Telekomunikasi pelayaran meliputi stasion radio pantai yang memberikan bantuan telekomunikasi dari darat ke kapal dan kapal ke darat dan dari kapal ke kapal. Sarana bantu navigasi pelayaran adalah sarana yang dibangun atau terbentuk secara alami yang berada di luar kapal yang berfungsi membantu navigator dalam menentukan posisi dan/atau haluan kapal serta memberitahukan bahaya dan/atau rintangan pelayaran untuk kepentingan keselamatan berlayar. Telekomunikasi pelayaran adalah setiap pemancaran, pengiriman atau penerimaan tiap jenis tanda, gambar, suara, dan informasi dalam bentuk apapun melalui system kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya dalam dinas bergerak pelayaran yang merupakan bagian dari keselamatan pelayaran. Selain kedua aspek di atas, alur pelayaran dan keadaan kapal juga merupakan bagian yang penting untuk kepentingan keselamatan pelayaran. Kapal yang layak melaut adalah kapal dengan keadaan yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, pemuatan, kesehatan dan kesejahteraan awak kapal serta penumpang dan status hukum untuk berlayar di perairan tertentu (Bab I, pasal 1 ayat 10 UU RI No. 21 Tahun 1992). Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-1
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
6.2
Sarana
Bantu
Navigasi
Pelayaran
Dan
Telekomunikasi
Pelayaran
Berdasarkan pertimbangan teknis kenavigasian, lokasi atau bangunan tertentu di darat maupun diperairan dapat dibebaskan dan/atau dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran. Penyelenggaraan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran dilakukan oleh pemerintah. Penyelenggaraan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran tersebut meliputi kegiatan: a) Pengadaan. b) Pengoperasian. c) Pemeliharaan. Pengadaan, pengoperasian dan pemeliharaan sarana bantu navigasi dapat dilakukan oleh pengelola pelabuhan khusus dengan persyaratan yang ditetapkan. Untuk melaksanakan penyelenggaraan sarana bantu navigasi pelayaran dan
telekomunikasi pelayaran yang dilakukan oleh pemerintah, perlu didirikan satuan pelayanan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran yang berfungsi: a) Melaksanakan pengoperasian, pemeliharaan, dan pengawasan sarana bantu
navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran. b) Melakukan pengawasan penyelenggaraan sarana bantu navigasi pelayaran yang dilaksanakan oleh pengelola pelabuhan khusus. Pengadaan, pengoperasian dan pemeliharaan sarana bantu navigasi pelayaran oleh pengelola pelabuhan khusus harus memenuhi persyaratan: a) Sarana bantu navigasi pelayaran yang diselenggarakan harus memenuhi
persyaratan teknis. b) Sumber pembiayaan dan pengelola pelabuhan khusus yang bersangkutan. c) Memiliki alat perlengkapan sarana bantu navigasi pelayaran. d) Wajib memelihara keandalan sarana bantu navigasi pelayaran.
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku 6-2
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
Pengoperasian dan pemeliharaan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran dilakukan oleh petugas satuan pelayanan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran yang memenuhi persyaratan kesehatan, pendidikan, dan kecakapan. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran ditetapkan zona-zona keamanan dan keselamatan di sekitar instalasi dan bangunan tersebut. Zona tersebut diperuntukkan hanya bagi petugas kenavigasian dan sebagai batas pengaman bagi konstruksi dan gangguan fungsi sarana. Pelayanan telekomunikasi pelayaran dilakukan melalui jaringan telekomunikasi pelayaran yang meliputi stasiun radio pantai dan/atau stasiun bumi pantai yang dapat tersambung dengan jaringan telekomunikasi umum di darat. Tindakan yang dapat menagkibatkan kerusakan/hambatan pada sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran dan fasilitas alur pelayaran: a) Membangun di dalam zona keamanan dan zona keselamatan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran. b) Membangun pada fasilitas alur pelayaran. c) Memasang, menempatkan sesuatu pada sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran. d) Mengubah sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran dan fasilitas alur pelayaran. e) Merusak atau menghancurkan atau menimbulkan cacat sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran dan fasilitas alur pelayaran. f) Menimbulkan gangguan pada pancaran dan/atau penerimaan telekomunikasi pelayaran. g) Memindahkan sarana bantu navigasi pelayaran. h) Menambatkan kapal pada sarana bantu navigasi pelayaran. Sistem rambu merupakan salah satu sarana bantu navigasi pelayaran. Jenis rambu berbentuk pelampung suar maupun rambu suar. Anchorage area merupakan area atau
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-3
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
wilayah di perairan yang digunakan sebagai tempat menunggu sebelum masuk ke alur pelayaran menuju pelabuhan.
Jenis rambu-rambu disajikan sebagai berikut : 6.2.1 Pelampung Suar 1 (PS1) Pelampung suar ini termasuk jenis tanda lateral sisi lambung kanan dengan warna hijau (atau hitam) dan bentuk pelampung runcing atau batang. Pelampung ini mempunyai tanda puncak kerucut hijau tunggal puncak ke atas. Pelampung ini dilengkapi suar berwarna hijau dengan irama nyala lampu sembarang. Pelampung suar jenis ini dilambangkan dengan gambar berikut ini.
Gambar 6.1 Tanda Lateral Sisi Lambung Kanan (Tipe Pelampung, Menara Dan Tiang).
6.2.2 Pelampung Suar 2 (PS2) Pelampung suar ini termasuk jenis penuntun yang menandakan perairan sudah aman. Pelampung ini berwarna merah putih melajur tegak dengan bentuk pelampung bulat dengan tanda puncak satu bola merah. Pelampung ini dilengkapi suar dengan warna putih dengan irama fase sama, terputus-putus atau cerlang panjang setiap 10 detik. Pelampung suar jenis ini dilambangkan dengan gambar berikut ini.
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-4
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
Gambar 6.2 Tanda perairan aman/penuntun (tipe pelampung, menara dan tiang).
6.2.3 Pelampung Suar 3 (PS3) Pelampung suar ini termasuk jenis penuntun yang menandakan perairan sudah aman. Pelampung ini berwarna merah putih melajur tegak dengan bentuk pelampung bulat dengan tanda puncak satu bola merah. Pelampung ini dllengkapi suar dengan warna putih dengan irama fase sama, terputus-putus atau cerlang panjang setiap 10 detik. Lambang dari jenis pelampung ini telah disajikan dalam Gambar 6.2 di atas. 6.2.4 Rambu Suar 1 (RS1) Rambu suar ini termasuk jenis tanda kardinal selatan dengan tanda puncak dua kerucut hitam yang satu diatas yang lain dan kedua puncaknya ke bawah. Rambu ini mempunyai warna kuning di atas dan hitam di bawah dengan bentuk menara atau tiang. Rambu ini mempunyai suar berwarna putih dengan irama cerlang sangat cepat + cerlang panjang setiap 10 detik atau cerlang cepat + cerlang panjang setiap 15 detik. Rambu suar jenis ini dilambangkan dengan gambar berikut.
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-5
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
Gambar 6.3 Tanda kardinal selatan (tipe menara dan tiang).
6.2.5 Rambu Suar 2 (RS2) Rambu suar ini termasuk jenis tanda lateral sisi lambung kiri dengan warna merah dan bentuk rambu menara atau tiang dengan tanda puncak guntung tunggal. Rambu ini mempunyai suar berwarna merah dengan irama nyala lampu sembarang. Lambang untuk jenis rambu suar tipe menara ini disajikan dalam Gambar 6.4 berikut.
Gambar 6.4 Tanda lateral sisi lambung kiri (tipe pelampung, menara dan tiang).
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-6
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
6.2.6 Rambu Suar 3 (RS3) Rambu suar lateral sisi lambung kanan dengan warna hijau (atau hitam) dan bentuk rambu menara atau tiang dengan tanda puncak kerucut hijau tunggal puncak ke atas. Rambu ini dilengkapi suar berwarna hijau dengan irama nyala lampu sembarang. Lambang rambu suar ini telah disajikan dalam Gambar 6.3 untuk tipe menara.
6.3
Alur Pelayaran
Alur pelayaran adalah bagian dari perairan yang alami maupun buatan yang dari segi kedalaman, lebar dan keselamatan pelayaran lainnya dianggap aman untuk dilayari. Untuk membangun dan memelihara alur pelayaran dan kepentingan lainnya dilakukan pekerjaan pengerukan dengan memenuhi persyaratan teknis: 1. Keselamatan berlayar. 2. Kelestarian lingkungan. 3. Tata ruang. Untuk kepentingan keselamatan dan kelancaran berlayar pada perairan dapat ditetapkan sistem rute yang meliputi: 1. Skema pemisah lalu lintas di laut. 2. Rute dua arah. 3. Garis haluan yang dianjurkan. 4. Rute air dalam. 5. Daerah yang harus dihindari. 6. Daerah lalulintas pedalaman. 7. Daerah kewaspadaan. Penetapan sistem rute di atas didasarkan pada:
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-7
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
1. Kondisi alur pelayaran. 2. Pertimbangan kepadatan lalu lintas. 3. Keadaan cuaca.
6.4
Keselamatan Di Pelabuhan
Untuk menunjang keselamatan di Pelabuhan, dibutuhkan sarana prasarana keselamatan sebagai berikut: 1. Tersedianya pelabuhan yang memadai untuk dilabuhi kapal. 2. Tersedianya gudang dan lapangan penumpukan dan dermaga. 3. Tersedianya SDM bongkar muat. 4. Tersedianya fasilitas peralatan untuk menunjang kegiatan bongkar muat seperti forklift crane container, trailer dan lain-lain. 5. Tersedianya alat-alat keselamatan kerja seperti: (mobil pemadam kebakaran, racun api dan sejenis lainnya).
6.5
Pemanduan
Pemanduan juga merupakan hal yang penting dalam keselamatan pelayaran. Pemanduan adalah kegiatan pandu dalam membantu nahkoda kapal, agar navigasi dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar dengan memberikan informasi tentang keadaan perairan setempat yang penting demi keselamatan kapal dan lingkungan. Petugas pandu adalah pelaut Nautis yang melaksanakan pemanduan. Untuk kepentingan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas kapal pada daerah perairan ditetapkan sebagai perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa. Pada perairan yang ditetapkan sebagai perairan wajib pandu dilakukan terhadap kapal berukuran tonase kotor GT 500 atau lebih. Sedangkan perairan yang ditetapkan sebagai perairan pandu luar biasa apabila pelayanan pemanduan dilakukan atas permintaan
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-8
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
nahkoda. Penyelenggaraan pemanduan dilaksanakan oleh pihak penyelenggara pelabuhan dan/atau pengelola pelabuhan dengan: 1. Menyediakan petugas pandu yang memenuhi persyaratan. 2. Menyediakan persyaratan. 3. Memberikan pelayanan pemanduan secara wajar dan tepat. Penetapan perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa didasarkan atas kriteria/aspek yang dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran. sarana bantu dan prasarana pemanduan yang memenuhi
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-9
Buku I : Kompilasi Data
Rencana Induk Pelabuhan Khusus Batubara
BAB VI ................................................................................................................... 1 ASPEK KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYARAN ..................................................... 1 6.1 6.2 Keselamatan Pelayaran ................................................................................ 1 Sarana Bantu Navigasi Pelayaran Dan Telekomunikasi Pelayaran ...................... 2 Pelampung Suar 1 (PS1) ........................................................................ 4 Pelampung Suar 2 (PS2) ........................................................................ 4 Pelampung Suar 3 (PS3) ........................................................................ 5 Rambu Suar 1 (RS1) ............................................................................. 5 Rambu Suar 2 (RS2) ............................................................................. 6 Rambu Suar 3 (RS3) ............................................................................. 7
6.2.1 6.2.2 6.2.3 6.2.4 6.2.5 6.2.6 6.3 6.4 6.5
Alur Pelayaran ............................................................................................ 7 Keselamatan Di Pelabuhan ........................................................................... 8 Pemanduan ................................................................................................ 8
Gambar 6.1 Tanda Lateral Sisi Lambung Kanan (Tipe Pelampung, Menara Dan Tiang)...... 4 Gambar 6.2 Tanda perairan aman/penuntun (tipe pelampung, menara dan tiang). .......... 5 Gambar 6.3 Tanda kardinal selatan (tipe menara dan tiang). ........................................ 6 Gambar 6.4 Tanda lateral sisi lambung kiri (tipe pelampung, menara dan tiang). ............ 6
Pelabuhan Tanjung Kepala - PT. Bahari Cakrawala Sebuku
6-10