Sejarah Singapura

Document Sample
Sejarah Singapura Powered By Docstoc
					Sejarah Singapura

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari



Singapura memainkan peranan yang kecil di dalam perkembangan sejarah Asia Tenggara sampai Sir
Stamford Raffles mendirikan sebuah pelabuhan Inggris di situ. Di bawah pemerintahan kolonial Inggris,
Singapura telah menjadi pelabuhan yang amat strategis mengingat letaknya yang ada di tengah-tengah
jalur perdagangan di antara India dan Cina yang akhirnya menjadi antara pelabuhan yang terpenting di
dunia sampai hari ini. Semasa Perang Dunia II, Singapura telah diduduki oleh tentara Jepang dari tahun
1942 hingga tahun 1945.



Selepas perang, penduduk setempat dibenarkan menjalankan pemerintahan sendiri tetapi masih belum
mencapai kemerdekaan. Seterusnya pada tahun 1963 Singapura telah bergabung dengan Tanah Melayu
bersama-sama dengan Sabah dan Sarawak untuk membentuk Malaysia. Tetapi Singapura dikeluarkan
dari Malaysia dan menjadi sebuah republik pada 9 Agustus 1965.

Daftar isi



  1 Sejarah Silam

  2 Pendirian Singapura Modern (1819)

  3 Perkembangan Awal (1819-1826)

  4 Strait Settlements (1826-1867)

  5 Zaman Pendudukan Jepang (1942-1945)

  6 Pemerintahan Sendiri (1955-1963)

  7 Membentuk Persekutuan Malaysia (1963-1965)

  8 Republik Singapura (1965-sekarang)

  9 Lihat pula

  10 Pranala luar
Sejarah Silam



Pada masa silam sekitar abad ke 14, pulau Singapura merupakan sebagian dari kerajaan Sriwijaya dan
dikenal sebagai Temasek ("Kota Laut").



Dipercayai bahawa Singapura merupakan pusat pemerintahan kerajaan Melayu sebelum ia diduduki
oleh Sir Stamford Raffles. Ini berdasarkan tulisan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi yang menyatakan
ketika Singapura dibersihkan, bukit yang terdapat di situ telah dikenali sebagai bukit larangan, dan
terdapat banyak pohon buah yang ditanam di situ. Ini menunjukkan terdapatnya pusat administrasi di
situ.



Selain daripada itu, Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi turut menyatakan ditemukannya sebuah batu
bersurat yang mempunyai ukiran tulisan yang tidak dikenali dan telah kabur. Prasasti Singapura itu
menunjukkan Singapura telah menjadi sebuah pusat administrasi sejak silam lama sebelum tibanya
pihak Inggris.



Malangnya prasasti itu telah dimusnahkan tidak lama selepas tibanya Inggris oleh seorang insinyur
Inggris. Bagaimanapun, terdapat nota mengenai sebuah salinan tulisan tersebut yang telah diantarkan
ke London tetapi gagal ditafsirkan. Sekiranya catatan salinan tulisan itu dapat dijumpai kembali, ia bisa
memberikan perkiraan kapan ia diukir melalui terjemahan ataupun sekiranya masih gagal
diterjemahkan, melalui jenis tulisan yang digunakan.

Pendirian Singapura Modern (1819)



Di antara abad ke-16 dan kurun ke-19, Kepulauan Melayu secara berangsur-angsur menjadi milik
penjajah dari Eropa. Permulaan penjajahan dari Barat bermula saat Portugis tiba di Melaka pada tahun
1509. Manakala pada kurun ke-17, Belanda telah menguasai kebanyakan pelabuhan utama di Kepulauan
Melayu. Pihak Belanda telah memonopoli semua perdagangan rempah-rempah yang pada saat itu
merupakan bahan perdagangan yang penting. Penjajah Eropa yang lain termasuk Inggris, cuma
mempunyai hak perdagangan yang kecil.

Thomas Stamford Raffles, Pendiri Singapura Modern.



Pada tahun 1818, Sir Stamford Raffles telah dilantik menjadi gubernur di salah satu pelabuhan Inggris
yaitu di Bengkulu, Sumatera. Raffles percaya bahwa Inggris perlu mencari jalan untuk menjadi penguasa
dominan di rantau ini. Salah satu jalan ialah dengan membangun sebuah pelabuhan baru di Selat
Melaka. Pelabuhan Inggris yang sudah ada seperti Pulau Pinang terlalu jauh dari Selat Melaka sedangkan
Bengkulu menghadap Selat Sunda.



Pada tahun 1818, ia telah berhasil menyakinkan East Indies Company (EIC) untuk mencari pelabuhan
baru di rantau ini.



Raffles tiba di Singapura pada 29 Januari 1819. Dia menjumpai sebuah perkampungan Melayu kecil di
muara Sungai Singapura yang diketuai oleh seorang Temenggung Johor. Pulau itu dikelola oleh
Kesultanan Johor tetapi keadaan politiknya tidak stabil. Pewaris Sultan Johor, Tengku Abdul Rahman
dikuasai oleh Belanda dan Bugis. Raffles kemudian mengetahui bahwa Tengku Abdul Rahman menjadi
sultan hanya karena kakandanya, Tengku Hussein tidak ada semasa ayahnya meninggal dunia. Menurut
adat Melayu, calon sultan perlu berada di sisi sultan sekiranya ingin dilantik menjadi sultan.



Tengku Hussein. Perjanjian ini menjadi sah pada 6 Februari 1819.

Perkembangan Awal (1819-1826)



Raffles kembali ke Bengkulu tidak lama kemudian selepas menandatangani perjanjian dengan Johor.
William Farquhar mengetuai koloni baru Inggris ini dengan bantuan sepasukan laskar Inggris.



Di balik masalah-masalah yang dihadapinya Singapura berkembang pesat karena statusnya sebagai
sebuah pelabuhan bebas. Pedagang-pedagang Arab, Tiong Hoa dan India menjadikannya tempat
persinggahan mereka.

Strait Settlements (1826-1867)



Pendirian Singapura oleh Raffles mendapat masalah saat kerajaan Belanda menuduh Inggris
mencampuri kawasan naungan pengaruhnya. Pada mulanya kerajaan Inggris dan Perserikatan Hindia
Timur Inggris bersimpati dengan masalah ini tetapi lama kemudian mereka mengabaikannya demi
kepentingan kemajuan di Singapura. Menjelang tahun 1822, sudah jelas niat Inggris bahwa mereka tidak
akan sekali-kali menyerahkan Singapura.
Status Singapura sebagai hak milik Inggris dikukuhkan dengan ditandatanginya Perjanjian Inggris-
Belanda 1824 yang mana Kepulauan Melayu terbagi atas pengaruh dua kuasa. Kawasan utara termasuk
Pulau Pinang, Melaka dan Singapura sebagai kawasan pengaruh Inggris sedangkan kawasan di sebelah
selatan di bawah pengaruh Belanda. Pada tahun 1826, Singapura bersama-sama dengan Pulau Pinang
dan Melaka tergolong di bawah satu pemerintahan yaitu Negeri-Negeri Selat.

Zaman Pendudukan Jepang (1942-1945)

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pendudukan Singapura oleh Jepang



Pada 7 Desember 1941, Jepang menyerang Pearl Harbour. Salah satu tujuan Jepang adalah untuk
menguasai Asia Tenggara ialah karena faktor ekonomi. Singapura yang merupakan pangkalan utama
Militer Sekutu ialah sasaran utama Jepang.



Di Singapura banyak yang beranggapan bahwa Jepang akan menyerangnya terlebih dahulu sebelum
menyerang Malaya. Pihak Inggris bersedia saat menyediakan antara kontingen perang terbaiknya. Hal
ini termasuk pengantaran kapal perang HMS Prince of Wales dan kapal perang HMS Repulse. Mereka
juga mengantar beberapa kapal perang yang lain.



Pada 8 Desember 1941, tentara Jepang mendarat di Kota Bharu, Kelantan. Selepas dua hari laskar-laskar
Jepang mendarat, kapal Prince of Wales dan kapal Repulse tenggelam akibat dimusnahkan oleh tentara
Jepang. Tentara Jepang terus maju ke seluruh Tanah Melayu menyebabkan tentara Inggris terpaksa
mundur ke selatan ke Singapura. Menjelang 31 Januari 1942, selepas 55 hari bermulanya penyerangan
tentara Jepang, tentara Jepang sudah berhasil menguasai keseluruhan Tanah Melayu dan bersiap sedia
untuk menyerang Singapura.



Selepas beberapa pertempuran, Letnan-Jenderal Arthur Ernest Percival dan laskar-laskar Inggris
menyerah kalah kepada Jeneral Yamashita Tomoyuki pada Tahun Baru Imlek yaitu 15 Februari 1942.
Lebih kurang 130.000 laskar India, Australia dan Inggris menjadi tahanan perang. Jatuhnya Singapura
merupakan penyerahan kalah terbesar British dalam sejarah.



Singapura kemudian dinamakan menjadi Syonan-to (昭南島 Shōnan-tō, "Cahaya Selatan) dalam bahasa
Jepang. Singapura diduduki oleh Jepang dari tahun 1942 hingga tahun 1945.

Pemerintahan Sendiri (1955-1963)
Ketua Front Buruh, David Marshall, menjadi Ketua Menteri Singapura yang pertama. Dia memerintah
sebuah pemerintahan yang tidak stabil dan mengakibatkan terjadinya peritiwa mogok besar-besaran.
Pada bulan April 1956, dia ke London untuk berbincang mengenai kemerdekaan Singapura tetapi tidak
berhasil karena pengaruh komunis di Singapura. Marshall terus menekan Inggris bahwa dia akan
meletakkan jabatan sekirannya Inggris tidak memberi kemerdekaan kepada Singapura. Tetapi Inggris
langsung tidak menghiraukan gugatan Marshall dan akhirnya dia terpaksa melepaskan jabatannya.
Ketua Menteri Singapura seterusnya ialah Lim Yew Hock. Ia mengambil tindakan yang tegas terhadap
ketua-ketua kesatuan sekerja dan anggota-anggota pro-komunis.



Tindakan tegas Lim menyebabkan Inggris setuju untuk memberikan pemerintahan sendiri kepada
Singapura.

Membentuk Persekutuan Malaysia (1963-1965)



Pada 16 September 1963, Inggris setuju untuk menyerahkan Singapura, Sabah, dan Sarawak untuk
bergabung dengan PersekutuanTanah Melayu supaya Federasi Malaysia dapat dibentuk. Selepas
menyertai Malaysia, partai politik utama Singapura yaitu People's Action Party memenangi Pemilu
Singapura. Tindakan PAP yang sering menyuarakan ketidakpuasan mengenai keistimewaan kaum
Bumiputera.



Banyak anggota United Malays National Organisation mendesak Pemerintah Federasi supaya
menangkap Lee Kuan Yew. Jadi pada 7 Agustus 1965, Tunku Abdul Rahman Putra membuang Singapura
dari Malaysia. Banyak rakyat Malaysia mengganggap tindakan Tunku Abdul Rahman ini sebagai satu
kerugian karena menurut mereka banyak lagi cara lain untuk menjaga keamanan Singapura.



Pada masa inilah terjadi konfrontasi Indonesia-Malaysia. 3 marinir Indonesia, yakni Harun Thohir, Usman
Janatin, dan Gani bin Arup meledakkan MacDonnald House di Singapura pada tahun 1965. Mereka
melarikan diri, namun 2 orang di antara mereka, yakni Harun dan Usman dapat ditangkap dan 3 tahun
kemudian dihukum gantung meskipun Indonesia sudah memintakan pengampunan, sebab pada tahun
1968 itu Presiden Soekarno sudah jatuh dan digantikan Soeharto yang pada saat itu didukung Negara
Barat yang tidak perlu dikhawatirkan Lee Kuan Yew.

Republik Singapura (1965-sekarang)
Selepas keluarnya dari Malaysia, Singapura mulai muncul sebagai kuasa perdagangan dunia. Banyak
fasilitas dan kemajuan dicapai semasa pemerintahan Lee Kuan Yew.



Pada tahun 1990, Lee Kuan Yew mundur dari politik dan memberi kuasa pemerintahan kepada Goh
Chok Tong. Pada tahun 2004 pula, Goh Chok Tong meletakkan jabatan sebagai Perdana Menteri dan
memberi jalur kepada anak Lee Kuan Yew yaitu Lee Hsien Loong untuk memerintah.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:13
posted:9/24/2012
language:Indonesian
pages:6