puisi lama dan puisi baru

Document Sample
puisi lama dan puisi baru Powered By Docstoc
					Makalah puisi baru dan puisi lama



                                   PENDAHULUAN


   Pada awalnya istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poites, yang berarti pembangun,
pembentuk, pembuat.Selanjutnya, makna kata tersebut menyempit menjadi hasil seni sastra yang
kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-
kadang kata kiasan.
   Menurut zamannya puisi dibedakan menjadi 2 (dua),yaitu : puisi lama dan puisi baru. Puisi
lama merupakan puisi yang terkait oleh aturan-aturan, puisi baru adalah puisi yang tidak terkait
oleh aturan, artinya Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi
jumlah baris, suku kata, maupun rima
 Kata Pengantar

      Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
bimbingan-Nya kami dapat menyusun Makalah Puisi Lama dan Puisi Baru.


      Semoga ringkasan makalah ini dapat bermanfaat dan dapat di mengerti.
DAFTAR ISI

Bab 1   PENGERTIAN PUISI LAMA


        Puisi Lama…………………………………………………1
        Macam-macam pantun……………………………………..3




Bab 2   PENGERTIAN PUISI BARU


        Puisi Baru…………………………………………………..5
                                               BAB 1


   A. PENGERTIAN PUISI

           Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poites, yang berarti
   pembangun, pembentuk, pembuat. Dalam bahasa Latin dari kata poeta, yang artinya
   membangun, menyebabkan, menimbulkan, menyair. Dalam perkembangan selanjutnya, makna
   kata tersebut menyempit menjadi hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat
   tertentu dengan menggunakan irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan. Menurut jamannya
   puisi di bedakan menjadi 2 (dua), antara lain :




  1. PUISI LAMA
   Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan.


   Aturan- aturan itu antara lain :
   1. Jumlah kata dalam 1 baris
   2. Jumlah baris dalam 1 bait
   3. Persajakan (rima)
   4. Banyak suku kata tiap baris
   5. Irama
   Di dalam puisi lama juga mempunyai cirri-ciri, antara lain :


   Ciri-ciri puisi lama:
 Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
 Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
 Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun
   rima.

   Yang termasuk puisi lama adalah:
a)MANTRA
Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya
bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan.
Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu


b) GURINDAM
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India)
CIRI-CIRI GURINDAM:
a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
b. Berasal dari Tamil (India)
c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatui sebab
akibat.


Contoh :
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
c) SYAIR
Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.


CIRI - CIRI SYAIR :
a. Setiap bait terdiri dari 4 baris
b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
c. Bersajak a – a – a – a
d. Isi semua tidak ada sampiran
e. Berasal dari Arab
Contoh :




Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
Negeri bernama Pasir Luhur (a)
Tanahnya luas lagi subur (a)
Rakyat teratur hidupnya makmur (a)
Rukun raharja tiada terukur (a)




Raja bernama Darmalaksana (a)
Tampan rupawan elok parasnya (a)
Adil dan jujur penuh wibawa (a)
Gagah perkasa tiada tandingnya (a)
  d) PANTUN
  Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.


  CIRI – CIRI PANTUN :
  1. Setiap bait terdiri 4 baris
  2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
  3. Baris 3 dan 4 merupakan isi
  4. Bersajak a – b – a – b
  5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
  6. Berasal dari Melayu (Indonesia)


  Contoh :
  Ada pepaya ada mentimun (a)
  Ada mangga ada salak (b)
  Daripada duduk melamun (a)
  Mari kita membaca sajak (b)


  MACAM-MACAM PANTUN


  1. DILIHAT DARI BENTUKNYA

  PANTUN BIASAPantun biasa sering juga disebut pantun saja.
  Contoh :
  Kalau ada jarum patah
  Jangan dimasukkan ke dalam peti
  Kalau ada kataku yang salah
  Jangan dimasukan ke dalam hati



 SELOKA (PANTUN BERKAIT)
  Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait
  merupakan jalinan atas beberapa bait.
  CIRI-CIRI SELOKA:
  a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait
  kedua.
  b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait
  ketiga
  c. Dan seterusnya


  Contoh :
  Lurus jalan ke Payakumbuh,
  Kayu jati bertimbal jalan
  Di mana hati tak kan rusuh,
  Ibu mati bapak berjalan
  Kayu jati bertimbal jalan,
  Turun angin patahlah dahan
  Ibu mati bapak berjalan,
  Ke mana untung diserahkan


 TALIBUN
  Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8,
  10 dan seterusnya.
  Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
  Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
  Jadi :
  Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
  Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d


  Contoh :
  Kalau anak pergi ke pecan
 Yu beli belanak pun beli sampiran
   Ikan panjang beli dahulu
   Kalau anak pergi berjalan
   Ibu cari sanak pun cari isi
   Induk semang cari dahulu


 PANTUN KILAT ( KARMINA )
   CIRI-CIRINYA :
   a. Setiap bait terdiri dari 2 baris
   b. Baris pertama merupakan sampiran
   c. Baris kedua merupakan isi
   d. Bersajak a – a
   e. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
   Contoh :
   Dahulu parang, sekarang besi (a)
   Dahulu sayang sekarang benci (a)


   2. DILIHAT DARI ISINYA
 PANTUN ANAK-ANAK
   Contoh :
   Elok rupanya si kumbang jati
   Dibawa itik pulang petang
   Tidak terkata besar hati
   Melihat ibu sudah datang


 PANTUN ORANG MUDA
   Contoh :
   Tanam melati di rama-rama
   Ubur-ubur sampingan dua
   Sehidup semati kita bersama
   Satu kubur kelak berdua
    PANTUN ORANG TUA


  Contoh :
  Asam kandis asam gelugur
  Kedua asam riang-riang
  Menangis mayat di pintu kubur
  Teringat badan tidak sembahyang


 PANTUN JENAKA
  Contoh :
  Elok rupanya pohon belimbing
  Tumbuh dekat pohon mangga
  Elok rupanya berbini sumbing
  Biar marah tertawa juga


  PANTUN TEKA-TEKI
  Contoh :
  Kalau puan, puan cemara
  Ambil gelas di dalam peti
  Kalau tuan bijak laksana
  Binatang apa tanduk di kaki
                                            BAB 2


 2. PUISI BARU

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku
kata, maupun rima. Menurut isinya, puisi baru dibedakan atas:
Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya, puisi baru dibagi dalam beberapa
bentuk puisi, yaitu:
1. Distikon
Sajak yang berisi dua baris kalimat dalam setiap baitnya, bersajak a-a.
Contoh:
Baju berpuput alun digulung
Banyu direbus buih di bubung
Selat Malaka ombaknya memecah
Pukul memukul belah-membelah
Bahtera ditepuk buritan dilanda
Penjajah diantuk haluan diunda
Camar terbang riuh suara
Alkamar hilang menyelam segara
Armada peringgi lari bersusun
Malaka negeri hendak diruntun
Galyas dan pusta tinggi dan kukuh
Pantas dan angkara ranggi dan angkuh
( Amir Hamzah )
2. Tarzina
Sajak tiga seuntai, artinya setiap baitnya terdiri atas tiga buah kalimat. Tarzina bersajak a-a-a;
a-b-c; a-b-b;
Contoh:
BAGAIMANA
Kadang-kadang aku benci
Bahkan sampai aku maki
……………… diriku sendiri
Seperti aku
Menjadi seteru
……………….diriku sendiri
Waktu itu
Aku ……………………..
Seperti seorang lain dari diriku
Aku tak puas
Sebab itu aku menjadi buas
Menjadi buas dan panas
( Or. Mandank )
3. Kuatrin
Sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah kalimat. Kuatrin bersajak
ab\ab,        aa-aa,     ab\ab     atau   aa\bb.


Contoh:
NGARAI SIANOK
Berat himpitan gunung Singgalang
Atas daratan di bawahnya
Hingga tengkah tak alang-alang
Ngarai lebar dengan dalangnya
Bumi runtuh-runtuh juga
Seperti beradab-adab yang lepas
Debumnya hirap dalam angkasa
Derumnya lenyap di sawah luas
Dua penduduk di dalam ngarai
Mencangkul lading satu-satu
Menyabit di sawah bersorak sorai
Ramai kerja sejak dahulu
Bumi runtuh-runtuh jua
Mereka hidup bergiat terus
Seperti si Anok dengan rumahnya
Diam-diam mengalir terus
( Rifai Ali )



4. Kuint
Sajak atau puisi yang terdiri atas lima baris kalimat dalam setiap baitnya. Kuint bersajak a-a-a-
    a-a.
Contoh:
HANYA KEPADA TUAN
Satu-satu perasaan Yang saya rasakan Hanya dapat saya katakana Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan Yang saya rasakan Hanya dapat saya kisahkan Kepada Tuan
Yang pernah di resah gelisahkan Satu-satu desiran Yang saya dengarkan Hanya dapat saya
syairkan Kepada Tuan Yang pernah mendengarkan desiran Satu-satu kenyataan Yang saya
didustakan Hanya dapat saya nyatakan Kepada Tuan Yang enggan merasakan ( Or. Mandank )


5. Sektet
Sajak atau puisi enam seuntai, artinya terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya.
Sektet mempunyai persajakan yang tidak beraturan. Dalam sektet, pengarangnya bebas
menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi.




ntoh:
BUNDA DAN ANAK
Masak jambak
Buah sebuah
Diperam alam di ujung dahan
Merah
Beuris-uris
Bendera masak bagi selera
Lembut umbut
Disantap sayap
Kereak pipi mengobat luas
Semarak jambak
Di bawah pohon terjatuh ranum
Lalu ibu
Di pokok pohon
Tertarung hidup, terjauh mata
Pada pala
Tinggal sepenggal
Terpercik liur di bawah lidah


6. Septina
Sajak tujuh seuntai yang setiap baitnya terdiri atas tujuh buah kalimat. Sama halnya dengan
sektet, persajakan septina tidak berurutan.
Contoh:
API UNGGUN
Diam tenang kami memandang
Api unggun menyala riang
Menjilat meloncat menari riang
Berkilat-kilat bersinar terang
Nyala api nampaknya curia
Hanya satu cita digapai
Alam nan tinggi, sunyi, sepi
(Intojo)
7. Stanza
Sajak delapan seuntai yang setiap baitnya terdiri atas delapan buah kalimat. Stanza disebut juga
oktava. Persajakan stanza tidak beraturan.
Contoh:
PERTANYAAN ANAK KECIL
Hai kayu-kayu dan daun-daunan
Mengapakah kamu bersenang-senang?
Tertawa-tawa bersuka-sukaan?
Oleh angin dan tenang, serang?
Adakah angin tertawa dengan kami?
Bercerita bagus menyenangkan kami?
Aku tidakmengerti kesukaan kamu!
Mengapa kamu tertawa-tawa?
Hai kumbang bernyanyi-nyanyi!
Apakah yang kamu nyanyi-nyanyikan?
Bunga-bungaan kau penuhkan bunyi!
Apakah yang kamu bunyi-bunyikan?
Bungakah itu atau madukah?
Apakah? Mengapakah? Bagaimanakah?

Mengapakah kamu tertawa-tawa?                                                      7

Be ntuk-bentuk puisi baru berdasarkan isi yang terkandung di dalamnya adalah:
1. Ode
Sajakatau puisi yang isinya mengandung pujian kepada seseorang, bangsa dan Negara, atau
pun sesuatu yang dianggap mulia. Karena isinya itulah, ode disebut juga sebagai puji-pujian.
Persajakan ode tidak beraturan atau bebas.
Contoh:
Menara sakti ( Kepada arwah HOS. Cokroaminoto) , karya A Hasjmy
2. Himne
Sajak pujaan, yaitu puji-pujian kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Himne disebut juga sajak atau
puisi ketuhanan.
Contoh:
Padamu jua, karya Amir Hamzah
3. Elegi
Elegi merupakan sajak duka nestapa. Isi sajak ini selalu mengungkapkan sesuatu yang menyayat
hati, mendayu-dayu dan mengharu-biru.
Contoh:
Bertemu, karya Sutan Takdir Alisyahbana
4. Epigram
Sajak atau puisi yang berisi tentang ajaran-ajaran moral, nilai-nilai hidup yang baik dan benar,
yang dilukiskan dengan ringkas. Terkadang ditulis dengan kata-kata atau kalimat-kalimat
sindiran atau kecaman pahit.
Contoh:
Pemuda, karya Surapati
5. Satire
Sajak atau puisi yang isinya mengecam, mengejek dengan kasar (sarkasme) dan tajam (sinis)
suatu kepincangan atau ketidakadilan yang ada dalam masyarakat.
Contoh:
Marhaen, karya Sanusi pane
6. Romance
Romance adalah sajak atau puisi yang berisi tentang cinta kasih. Cinta kasih ini tidak hanya
cinta kasih antara dua orang kekasih, tetapi juga cinta kasih dalam bentuk lainnya. Misalnya
cinta terhadap suasana damai dan tentram, cinta keadilan, cinta terhadap bangsa dan Negara
juga cinta kepada Tuhan.
Contoh:
Anakku, karya J.E. Tatengkeng
7. Balada
Sajak atau puisi yang berisikan cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan
penyairnya saja.
Contoh:
Kristus di Medan Perang, karya Situr Situmorang


8. Soneta
Soneta adalah salah satu bentuk puisi baru yang berasal dari Italia dan masuk ke Indonesia
melalui pemuda terpelajar Indonesia
PENUTUP
   Sebagai penutup makalah ini maka dapat di simpulkan bahwa, menurut zamannya puisi di
bagi menjadi 2 (dua), yaitu : puisi lama dan puisi baru. Puisi lama merupakan puisi yang
terikat oleh aturan-aturan. Puisi baru adalah puisi bentuknya lebih bebas daripada
puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: puisi
Stats:
views:483
posted:9/20/2012
language:Malay
pages:17
Description: Menurut zamannya puisi dibedakan menjadi 2 (dua),yaitu : puisi lama dan puisi baru. Puisi lama merupakan puisi yang terkait oleh aturan-aturan, puisi baru adalah puisi yang tidak terkait oleh aturan, artinya Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima