Docstoc

Kesultanan Majapahit

Document Sample
Kesultanan Majapahit Powered By Docstoc
					Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi ...
Posted by admin at 07:30 / Labels: Zona Aneh /


Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang
membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini
pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada
di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup
sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.



Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing
peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto
ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah
sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra
yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah
tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan
dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang
mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam
khazanah sejarah masyarakat Nusantara.

‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari
Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta
untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan
beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya
dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.

Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad
Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal
selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah
(Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.

Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan
tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan
dengan partai komunis ini yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang
dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan
kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.

Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas
penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang
menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara
belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini
tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan
bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah
sebagai berikut:

1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah
Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di
kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di
sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah
kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.




2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama
dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang
menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit
karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan
penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.

3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab,
yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang
beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.



Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada
logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang
digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya
adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai
simbol-simbol Islam.

4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya
merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam
Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya
adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa
Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan
lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu.

Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi
kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan
oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku
Buwono di Solo.

Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena
Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj
Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di
Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku
dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisanGajah
Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.

Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha Illallah Muhammad
Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada
setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.

5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut
berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara
Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada
dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.

Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari TimurTengah,
terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian
besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat
yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di
tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam
kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit
adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai
Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa
sejarahitu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu A’lam
Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha MEngetahui ....

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:19
posted:9/18/2012
language:Malay
pages:3