indah-surya

Document Sample
indah-surya Powered By Docstoc
					                                      BAB I
                                   PENDAHULUAN




1.1      Dasar Pemikiran Praktek Kerja Industri
         Manusia pembangunan di Indonesia adalah tenaga terdidik, yang dengan
potensinya mampu membawa Negara ini semakin kuat dan tangguh menghadapi
era globalisasi. Pendidikan menengah yang mencakup jalur umum dan kejuruan
memiliki partisipasi terbesar pada sektor kerja dewasa ini. Pendidikan menengah
kejuruan yang berfungsi menyiapkan tenaga terampil berdasarkan UUSPN (2003)
pasal 15 adalah merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta
didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Penjelasan pasal 15 UUSPN
tahun 2003 mejabarkan tujuan khusus SMK, yaitu :
1. Menyiapkan peserta didik agar dapat bekerja, baik secara mandiri atau
      mengisi lowongan pekerjaan yang ada di Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI)
      sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan bidang dan program
      keahlian yang diminati.
2. Membekali peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam
      berkompetisi dan mampu mengembangkan sikap profesional dalam bidang
      keahlian yang diminatinya.
3. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu
      mengembangkan diri melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
         Lapangan pekerjaan yang tersedia di dunia industri membutuhkan
kompetensi yang sesuai dengan bidang garapannya, sehingga pemenuhan
kompetensi menjadi bagian penting dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK). Perlu kerja sama yang sinergis antara dua harapan sehingga keberhasilan
keduanya dapat menguntungkan putra putri bangsa Indonesia. Kurikulum tahun
2004 dan dilanjutkan KTSP 2006 menekankan bahwa pembelajaran di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kompetensi sesuai dengan Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Industri yang membutuhkan
tenaga kerja dengan produktifitas tinggi harus memberikan kesempatan belajar
menguasai kompetensi secara langsung yang tidak seluruhnya diperoleh atau
tersedia di sekolah. Kesadaran kedua belah pihak merupakan hal yang tidak dapat
dipungkiri.
         Proses belajar kompetensi dengan prinsip mastery learning, mengharuskan
siswa melaksanakan belajar yang relevan dan tuntas termasuk kegiatan di industri.
Kegiatan belajar yang telah tersusun pada kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) memiliki bagian penting untuk keberhasilannya, ialah sejumlah kegiatan
industri yang tidak dapat dilakukan di sekolah. Kompetensi yang sesuai tujuan
pendidikan dapat dilakukan di industri berdasarkan kerja sama yang telah
direncanakan dan disepakati. Berdasarkan uraian di atas maka kegiatan praktek
kerja industri (Prakerin) merupakan kegiatan wajib siswa kelas XIII di SMKN 1
Cimahi sebagi upaya penuntasan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan
dunia industri.




1.2      Tujuan
         Dalam melaksanakan praktek kerja industri dan membuat karya tulis,
penulis memiliki tujuan. Tujuan tersebut penulis bagi menjadi 2, yaitu :
1. Tujuan pelaksanakan praktek kerja industri
2. Tujuan penulisan karya tulis


1.2.1    Tujuan Pelaksanaan Praktek Kerja Industri
         Setiap siswa wajib melaksanakan praktek kerja industri (Prakerin) yaitu
ketika berada di tingkat IV. Adapun pelaksanaan praktek kerja industri (Prakerin)
ini, memiliki tujuan yaitu sebagai berikut :
1. Menambah wawasan mengenai Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).
2. Memberikan peluang untuk mengembangkan ilmu dan keahlian yang dimiliki
      sesuai dengan program keahlian.
3. Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).
4. Mengaplikasikan teori dan praktek yang diberikan di sekolah dengan
      kenyataan yang ada di lapangan.
5. Memperluas pengetahuan dan keahlian di bidang lain yang tidak sesuai
      dengan program keahlian.
6. Memantapkan sikap mental dan kedisiplinan yang telah diterapkan di sekolah.
7. Mendapatkan sebanyak mungkin masukan dari industri untuk sekolah,
      mengenai kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan industri.
8. Memperlihatkan calon karyawan yang dibutuhkan industri dan menjalin
      kerjasama yang saling menguntungkan.


1.2.2    Tujuan Penulisan Karya Tulis
         Setiap siswa yang telah melaksanakan praktek kerja industri (Prakerin)
diwajibkan membuat Karya Tulis sebagai bahan karya tulis kegiatan selama di
industri, yang dapat dipertanggung jawabkan isinya. Adapun tujuan dari penulisan
karya tulis yaitu sebagai berikut :
1. Menerapkan kemampuan bahasa lisan dengan praktek kejuruan yang
      dilaksanakan di industri, sehingga menjadi dokumen yang baik dan benar.
2. Mampu mempertanggung jawabkan isi dari karya tulis.
3. Memiliki bahan utama untuk menghadapi ujian lisan, uji kompetensi kejuruan,
      dan ujian tertulis kejuruan sebagai syarat kelulusan sekolah.
4. Sebagai bahan referensi untuk membuat karya tulis di masa mendatang.
5. Sebagai bahan pembelajaran bagi siswa didik selanjutnya.




1.3      Ruang Lingkup Pelaksanaan Praktek Kerja Industri
         Ruang lingkup pelaksanaan praktek kerja industri ini, terdiri dari :
1.     Jenis Kegiatan
2.     Sifat Kegiatan
3.     Waktu Kegiatan
4.     Tempat Pelaksaan Kegiatan


1.3.1    Jenis Kegiatan
         Kegiatan praktek kerja industri (Prakerin) dapat dilakukan secara utuh
dengan menerapkan sejumlah kompetensi kejuruan, antara lain dalam bentuk
sebagai berikut :
1. Pengoperasian dan pemeliharaan peralatan produksi atau usaha (jasa).
2. Perbaikan peralatan industri, peralatan pendukung atau konsumen.
3. Melakukan instalasi dan pembuatan jaringan peralatan industri dan komputer.
4. Melakukan pembuatan software.
5. Melakukan kegiatan administrasi otomatisasi perusahaan.


1.3.2   Sifat Kegiatan
        Praktek kerja industri (Prakerin) merupakan bagian penting dalam sistem
ujian akhir (kelulusan), sehingga bersifat wajib diikuti oleh seluruh tingkat IV
SMK Negeri 1 Cimahi. Kegiatan praktek kerja industri Industri (Prakerin) telah
tercantum pada struktur program belajar di SMK Negeri 1 Cimahi sebagai bagian
dari ketuntasan belajar (kelulusan).


1.3.3   Waktu Kegiatan
a. Berkaitan dengan kerja sama sekolah dan industri, maka waktu pelaksanaan
   praktek kerja industri (Prakerin) dapat dikelompokkan sebagai berikut :
   1. Sporadis, hubungan dilakukan setiap saat terutama menjelang pelaksanaan
        Praktek kerja industri (Prakerin).
   2. Jangka pendek, kerja sama dilakukan setiap saat untuk mengirim siswa
        menyelesaikan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
   3. Jangka panjang, kerja sama yang telah berjalan selama ini untuk kegiatan
        praktek kerja industri (Prakerin).
b. Pelaksanaan praktek kerja industri (Prakerin) dilaksanakan pada semester 7
   dengan beban belajar minimal 1200 jam setara 3-4 bulan di industri,
   berdasarkan program keahlian dari setiap jurusan yang diikuti.


1.3.4   Tempat Praktek Kerja Industri
        Sesuai dengan jenis kegiatan, maka tempat melaksanakan praktek kerja
industri (Prakerin) adalah Dunia Usaha dan Dunia Industri.
        Penulis melaksanakan praktek kerja industri (Prakerin) selama 6 bulan di
PT. OTICS Indonesia terhitung sejak tanggal 5 Juli 2010 sampai dengan 31
Desember 2010, dan ditempatkan di bagian Personal General Affair/Informasi
Teknologi (PGA/IT).
1.4      Teknik Pengumpulan Data
         Dalam penulisan karya Tulis ini, penulis membutuhkan berbagai
informasi. Penulis mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dengan berbagai
metode, yaitu sebagai berikut :
1. Metode Observasi
      Metode observasi adalah suatu metode pengamatan untuk mengumpulkan data
      dari kegiatan yang dilakukan penulis di lapangan.
2. Metode Interview
      Metode interview adalah mengumpulkan data dan informasi dengan bertanya
      atau wawancara kepada narasumber, pembimbing, atau rekan yang lebih
      mengetahui. Penulis melakukan metode ini, ketika ada yang tidak dimengerti.
3. Metode Membaca
      Metode membaca adalah suatu metode pengumpulan data dan informasi dari
      buku, modul, wacana, majalah, atau artikel di situs internet.




1.5 Pembatasan Masalah
         Untuk mempermudah pemahaman pembaca dalam karya tulis yang
berjudul Sistem Keamanan Local Area Network PT.OTICS                        Indonesia
Menggunakan ESET Smart Security ini, hanya dibahas cara instalasi dan setting
policy pada ESET Smart Security. Hal ini dilakukan agar penyusunan dan
pembahasan karya tulis ini menjadi efektif.




1.6 Sistematika Pembahasan
         Karya tulis yang penulis sajikan ini terdiri dari 5 Bab dengan sistematika
pembahasan sebagai berikut :
1. BAB I PENDAHULUAN, pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar
      belakang praktek kerja industri (Prakerin), tujuan penulisan karya tulis praktek
      kerja industri (Prakerin), pembahasan masalah, teknik pengumpulan data dan
      sistematika pembahasan.
2. BAB II URAIAN UMUM PERUSAHAAN, bab ini menjelaskan mengenai
   sejarah perusahaan, struktur organisasi secara sistematik, produksi PT.OTICS
   Indonesia, dan kepegawaian.
3. BAB III TEORI PENUNJANG, pada bab ini dijelaskan mengenai teori-teori
   yang penulis dapatkan sebagai bahan untuk membuat karya tulis praktek kerja
   industri (Prakerin).
4. BAB IV, pada bab ini penulis menjelaskan tentang judul yang diambil untuk
   karya tulis praktek kerja industri (Prakerin), yaitu Sistem Keamanan Local
   Area Network (LAN) Menggunakan ESET Smart Security.
5. BAB V PENUTUP, bab ini menerangkan kesimpulan dari seluruh
   pembahasan terutama tentang sistem keamanan Local Area Network (LAN) di
   PT.OTICS Indonesia serta saran dan kritik untuk pihak sekolah dan pihak
   industri.
                                    BAB II
                      URAIAN UMUM PERUSAHAAN




2.1     Sejarah Perusahaan
        PT.OTICS Indonesia memiliki sejarah perusahaan sendiri. Penulis
melaksanakan praktek kerja indstri di PT.OTICS Indonesia, maka penulis wajib
mengetahui latar belakang perusahaan, visi dan misi, moto perusahaan, profil
perusahaan, lokasi, dan kebijakan di dalam perusahaan.


2.1.1   Latar Belakang Perusahaan
        PT.OTICS Indonesia berdiri pada tahun 1997 tepatnya tanggal 27 Juni
1997 dikawasan EJIP di timur Jakarta. PT.OTICS Indonesia merupakan bagian
dari OTICS Corporation Jepang, yang mana PT.OTICS Indonesia merupakan
proyek pertama diluar Jepang.
        OTICS Corporation sendiri didirikan pertama kali pada tahun 1918
dengan nama: OTAI TEKKO JO HORIO yang bertempat di Nishio Shi Nakabata
Cho (Nagoya       Jepang). Pada awalnya OTAI TEKKO JO HORIO ini
memproduksi peralatan pertanian.
        Dari sebuah industri kecil, pada tahun 1932 merupakan suatu perubahan
yang sangat berarti dari yang memproduksi alat-alat pertanian, selanjutnya
berubah menjadi sebuah perusahaan yang membuat mesin untuk memintal
benang. Roda usaha terus berputar, hubungan dengan perusahaan-perusahaan lain
terus berkembang dan semakin erat, teknologi produk yang baru terus diserap,
sehingga pada tahun 1946 OTAI TEKKO JO HORIO mulai membuat parts
automobile.
        Dalam kurun waktu 1966-1982 OTAI TEKKO JO HORIO mendirikan
anak perusahaan yang lebih dikhususkan untuk memberikan pelayanan yang lebih
baik kepada pelanggan yaitu:
1. Tahun 1967 berdirinya Heisaka Plant (OTICS Nishio Corporation).
2. Tahun 1969 berdirinya Takaoka Plant (OTICS Takaoka Corporation).
3. Tahun 1974 berdirinya Terazu Plant (OTICS Nishio Corporation).
4. Tahun 1981 berdirinya Eguchi Plant (OTICS Nishio Corporation).
5. Tahun 1997 berdirinya Hazu Plant (OTICS Hazu Corporation).
6. Tahun 2003 Didirikannya OTICS TECHNO Corporation.
          Pada tahun 1992 OTAI TEKKO JO HORIO melakukan perubahan nama
                            式 社
menjadi OTICS Corporation (株 会 オテイツクス). OTICS adalah Kepanjangan
dari Otai Technology Internationality Creativity Satisfaction.
          Seiring dengan perkembangan usahanya OTICS Corporation mengadakan
perluasan sampai keluar Jepang :
1. Pada tahun 1997 mendirikan di Indonesia (PT.OTICS Indonesia).
2. Pada tahun 2003 mendirikan di Amerika (OTICS USA Inc)
3. Pada tahun 2005 mendirikan di China (OTICS MECHANICAL INDUSTRY
   (CHANG SHU) Co. LTD)
          PT. OTICS Indonesia pada tahun 2001 dan 2004 mengadakan perluasan
dengan menambah bangunan disamping gedung utama. Jumlah karyawan PT.
OTICS Indonesia sampai tahun 2007 berjumlah 375 orang tenaga kerja, termasuk
4 tenaga kerja asing, diantaranya :
          President Director                         : Mr. Koji Yamamoto
          Production Director                        : Mr. Yukihiro Sumiya
          Production Director                        : Mr. Tadashiro Ishikawa
          General Manager Quality Assurance          : Mr. Koji Tsuge


2.1.2     Visi dan Misi Perusahaan
          Visi perusahaan adalah kami berdedikasi untuk ikut serta dalam
mengembangkan produk baru yang berwawasan lingkungan dengan kemampuan
kreatifitas dan keterampilan kami, serta kontribusi yang positif untuk semua
sektor.
          Misi   perusahaan     adalah   PT.OTICS   Indonesia    akan   memelihara
keselarasan antara aktifitas manusia dengan alam, dan akan menyediakan produk-
produk untuk mencapai keseimbangan ekologi yang sesuai.
2.1.3     Moto PT. OTICS Indonesia
          Dalam dunia industri, diperlukan suatu manajemen yang baik guna
meningkatkan persaingan dengan industri lain. Untuk itu, PT. OTICS Indonesia
menerapkan satu sistem manajemen lingkungan dengan moto 5S (versi bahasa
Jepang) atau 5R (versi bahasa Indonesia). Adapun penjelasannya adalah sebagai
berikut :
1. Seiri atau Ringkas
    Seiri atau ringkas adalah membuang barang-barang yang tidak diperlukan dari
    tempat kerja. Dengan tujuan untuk menciptakan keluasan dalam bekerja dan
    kebebasan dalam bergerak.
2. Seiton atau Rapi
    Seiton atau rapi adalah menyusun atau menata tempat penyimpanan barang,
    sesuai keperluannya. Dengan tujuan, mempercepat dalam pencarian barang
    ketika dibutuhkan dan membudayakan rapi di tempat kerja.
3. Seisou atau Resik
    Seisou atau resik adalah menjaga segala sesuatu tetap bersih di lingkungan
    kerja. Dengan tujuan untuk menciptakan tempat kerja yang bersih dan
    menciptakan kenyamanan dalam bekerja.
4. Seiketsu atau Rawat
    Seiketsu atau rawat adalah menjaga tempat kerja agar selalu ringkas, rapi dan
    resik.
5. Shitsuke atau Rajin
    Shitsuke atau rajin adalah membiasakan melakukan aktivitas dengan prosedur
    yang benar.


2.1.4     Profil Perusahaan
    Nama Perusahaan           : PT. OTICS INDONESIA
    Alamat Perusahaan         : EJIP Plot 5C-1, Sukaresmi, Cikarang
                                Selatan, Bekasi 17550 Indonesia.
    Telepon                   : 62-21-8971701 62-21-8971702
    Fax                       : 62-21-8971706
    Bidang Usaha              : Industri Komponen Otomotif
   Didirikan              : 27 Juni 1997
   Beroperasi             : Maret 1999
   Jumlah Karyawan        : ±450 orang (Agustus 2010)
   Luas Area              : 20.484 m2
   Luas Bangunan          : 13.824 m2


2.1.5   Lokasi PT. OTICS INDONESIA




                     Gambar 2.1 Alamat PT.OTICS Indonesia




                   Gambar 2.2 Denah Lokasi PT.OTICS Indonesia
                          Gambar 2.3 OTICS Corporation


2.1.6   Kebijakan PT. OTICS INDONESIA
        PT. OTICS Indonesia sebagai produsen komponen otomotif yang
produknya dipasarkan untuk pasar domestik dan ekspor, berupaya mengutamakan
kepuasan pelanggan dengan melakukan perbaikan secara kesinambungan agar
memenuhi sistem manajemen mutu dan lingkungan melalui kebijakan :
1. Memenuhi kepuasan pelanggan dengan aktif meningkatkan kualitas produk
   juga tepat waktu sesuai dengan keinginan pelanggan serta mematuhi dan
   melaksanakan undang-undang, persyaratan dan ketentuan-ketentuan lainnya
   yang berkaitan dengan mutu, lingkungan maupun pemeliharaan K3.
2. Membuat program pelihara mutu dan lingkungan sesuai dengan tujuan dan
   sasaran mutu maupun program lingkungan yang telah ditetapkan.
3. Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan terhadap semua
   karyawan tentang pengelolaan mutu dan lingkungan serta berupaya
   meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam dan energi.
4. Meningkatkan moral dan kepedulian pekerja terhadap lingkungan hidup,
   keselamatan dan kesehatan kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja
   perusahaan secara keseluruhan.
        Kebijakan moral dan lingkungan ini dikomunikasikan kepada seluruh
karyawan untuk dipahami dan dilakukan secara konsisten. Perusahaan akan
mengembangkan dan meninjau ulang kebijakan ini secara periodik melalui rapat
tinjauan manajemen untuk memastikan sistem telah berjalan dengan efektif dan
menuju kepada upaya yang berkesinambungan.




2.2 Struktur Organisasi Secara Sistematik
        Struktur organisasi PT.OTICS Indonesia dipimpin oleh seorang President
Director yang berasal dari Negara Jepang, serta di bawahnya disusul oleh
Production Director yang juga berasal dari Negara Jepang. Setalah itu barulah
seorang General Manager yang asli Indonesia. Struktur mengalami perubahan
setiap 1 kali setiap tahun, yang jatuh setiap bulan April. Gambar struktur
organisasi dapat dilihat di lampiran 2.




2.3 Produksi PT. OTICS Indonesia
2.3.1   Production Goup I (PG 1)
        Production Group 1 adalah suatu departement yang memproduksi salah
satu bagian dari Engine Part, dimana PG 1 memproduksi Cam Cap, Rocker Arm
dan Shaft Rocker Arm untuk Daihatsu, EB Rocker Arm untuk Kancil (Malaysia),
Roller Arm untuk Toyota, dan salah satu bagian dari Chasis Part, diantaranya
adalah Ball Joint, Tie Rod, Rod End, Rod Dyna untuk Toyota dan Isuzu,


2.3.2   Production Group II (PG 2)
        Production Group 2 adalah suatu departement yang memproduksi salah
satu bagian dari Engine Part untuk Toyota dan Isuzu, serta Yanmar Arm V/R,
memproduksi diantaranya adalah V76, V82, V84, V84T IN/EXH, V89 IN/EX,
V106 IN/EX.
2.3.3     Production Group III (PG 3)
          Production Group 3 adalah suatu departement yang memproduksi salah
satu bagian Engine Part, diantaranya adalah Fork Shift untuk Yamaha dan Suzuki,
Balance Shaft, Spacer Balance Shaft Thrust, Spacer Balance Shaft Drive Gear,
Inlet Water, Retainer Oil Seal untuk Toyota.


2.3.4     Production Group IV (PG 4)
          Production Group 4 adalah suatu department atau bagian yang
memproduksi salah satu bagian Engine Part Common Rail, diantaranya adalah
415F untuk Toyota, P772 untuk Isuzu, 4D56 untuk Mitsubishi, YD25 untuk
Nissan.




2.4 Kepegawaian
          PT. OTICS Indonesia merupakan perusahaan swasta yang memiliki tiga
golongan pekerja yaitu :
1. Pekerja Kontrak
   Pekerja kontrak adalah pekerja yang hubungan kerjanya dengan perusahaan
   dibatasi waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu yang dalam
   pelaksanaannya berpedoman kepada peraturan peundang-undangan yang
   berlaku.
2. Pekerja Tetap
   Pekerja Tetap adalah pekerja yang terikat hubungan kerja dengan perusahaan
   yang tidak dibatasi dengan waktu.
3. Pekerja Harian Lepas
   Pekerja Harian Lepas adalah pekerja yang melakukan pekerjaan tertentu dan
   dapat berubah-ubah dalam hal waktu maupun volume pekerjaan dengan
   menerima upah yang didasarkan atas kehadiran pekerja yang dalam
   pelaksanaannya berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang
   berlaku.
2.4.1   Penerimaan Karyawan
        Setiap perusahaan memiliki berbagai macam cara untuk menentukan
karyawan yang dapat bekerja di perusahaannya. Di PT. OTICS Indonesia sendiri,
untuk penerimaan karyawan dilakukan dengan cara seleksi. Calon karyawan harus
lulus seleksi dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan, antara lain :
1. Lulus tes tertulis.
2. Lulus tes wawancara.
3. Lulus tes kesehatan.
4. Berusia minimal 18 tahun.
5. Berkelakuan baik dan tidak terlibat dalam kegiatan atau keanggotaan
    organisasi terlarang, dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian.
6. Tidak terikat hubungan kerja dengan pihak lain.
7. Melampirkan kartu ketenagakerjaan (kartu kuning) dari DISNAKER
    setempat.


2.4.2   Pemecatan Karyawan
        Pemecatan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di PT.OTICS
Indonesia dilakukan berdasarkan kebijakan dari perusahaan, apabila ada karyawan
yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak mentaati peraturan yang
ditetapkan atau telah mendapatkan Surat Peringatan 3 (SP 3), maka perusahaan
berhak memutuskan hubungan kerja meskipun kontrak belum jatuh tempo.


2.4.3   Jam Kerja dan Istirahat
        Jam kerja yang telah ditentukan oleh PT. OTICS Indonesia adalah sebagai
berikut :
a. Untuk shift :
    1. Shift I : 8 (delapan) jam dalam 1 hari, 40 jam dalam 1 minggu.
    2. Shift II : 8 (delapan) jam dalam 1 hari, 40 jam dalam satu minggu.
b. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur kecuali ditentukan dalam kalender
    kerja PT. OTICS Indonesia.
c. Jam istirahat tidak dihitung jam kerja.
Tabel 2.1 Jam Kerja di PT.OTICS Indonesia
                                Waktu
                       Jam Kerja      Jam Kerja
 Shift    Jadwal                                                  Hari
                         Normal         Puasa
                       07.00-16.20    07.00-16.00   Senin-Kamis, Sabtu, Minggu
         Kerja
                       07.00-16.50    07.00-16.30   Jumat
         Istirahat 1 09.20-09.30      09.20-09.30   Senin-Jumat
                       11.50-12.40    12.00-12.30   Senin-Kamis, Sabtu, Minggu
         Istirahat 2
 1                     11.30-12.50    12.00-13.00   Jumat
                       14.20-14.30    14.00-14.10   Senin-Kamis, Sabtu, Minggu
         Istirahat 3
                       14.50-15.00    14.30-14.40   Jumat
                       16.10-16.20    15.50-16.00   Senin-Kamis, Sabtu, Minggu
         5-S
                       16.40-16.50    16.20-16.30   Jumat
         Kerja         21.50-07.00    21.50-07.00
         Istirahat 1 23.50-24.00      23.50-24.00
 2       Istirahat 2 02.00-02.40      03.00-03.40   Senin-Minggu
         Istirahat 3 04.40-05.00      04.50-05.10
         5-S           06.50-07.00    06.50-07.00


2.4.4    Pengecekan Kehadiran
         Untuk sistem pengcekan kehadiran, PT.OTICS Indonesia memiliki
peraturannya sendiri, antara lain :
1. Setiap karyawan wajib mencatat waktu kerjanya (baik masuk maupun pulang)
     pada alat pecatat waktu (menggunakan sistem barcode) dengan tertib, dan
     dilarang keras untuk menitipkan pencatat waktu kepada orang lain.
2. Setiap sub leader wajib untuk melaporkan absensi anggota dibagian atau
     departement masing-masing, sebagai Cross Check atas pencatatan waktu,
     kemudian diserahkan ke bagian personalia untuk informasi kehadiran.
3. Setiap karyawan yang terlambat masuk kerja wajib melaporkan diri kepada
     sub leader di departementnya masing-masing.
2.4.5   Sangsi
        Sebagai salah satu upaya mendidik semua karyawan, maka apabila salah
seorang karyawan melakukan pelanggaran tata tertib perusahaan, maka akan
diberikan sangsi sesuai dengan berat atau ringannya pelanggaran yang dilakukan.
Tindakan disiplin terdiri dari 7 (tujuh) jenis, yang diatur sebagai berikut :
1. Peringatan lisan yang berlaku selama 1 (satu) bulan
2. Peringatan tertulis pertama yang berlaku selama 6 (enam) bulan
3. Peringatan tertulis kedua yang berlaku selama 6 (enam) bulan
4. Peringatan tertulis ketiga yang berlaku selama 6 (enam) bulan
5. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
6. Penundaan masuk kerja dengan pemotongan upah
7. Skorsing


2.4.6   Tidak Masuk Kerja
        Perusahaan memberlakukan banyak peraturan yang harus ditaati oleh
karyawan, termasuk tentang kehadiran. Peraturan-peraturan tersebut antara lain :
1. Setiap karyawan yang tidak masuk kerja karena sesuatu hal (izin) diharuskan
   menginformasikan ke bagian personalia sebelum jam 09.00 WIB pada hari
   tersebut, jika tidak maka akan dianggap mangkir pada hari tersebut.
2. Jika karyawan sering mangkir, maka upah / gaji akan dikurangi sesuai dengan
   hari dia tidak bekerja (terkena premi tidak hadir). Dan apabila pekerja tidak
   hadir selama 5 hari kerja berturut-turut atau lebih tanpa disertai bukti-bukti
   yang sah dan telah dipanggil oleh atasan 2 kali secara patut dan tertulis, maka
   karyawan tersebut dikualifikasikan mengundurkan diri secara sepihak dan
   berhak atas uang pisah yang telah ditetapkan.
3. Bagi karyawan yang sakit dan tidak dapat bekerja harus melampirkan surat
   keterangan dari dokter. Surat keterangan dokter harus diberikan secepat
   mungkin setelah karyawan masuk kerja kembali.


2.4.7   Kewajiban Bagi Karyawan
        Di dalam perusahaan semua karyawan mempunyai kewajiban yang sama
yang harus dilakukan, antara lain :
1. Karyawan wajib masuk kerja pada jam yang telah ditentukan.
2. Karyawan wajib mencatat sendiri kehadirannya di media absensi pada saat
    datang dan pulang.
3. Karyawan wajib mengikuti senam pagi yang dilaksanakan setiap hari Senin
    sampai dengan Jumat.
4. Karyawan wajib memberikan data diri selengkap-lengkapnya kepada
    perusahaan dan jika terjadi perubahan karyawan wajib memberitahukannya
    pada perusahaan.
5. Karyawan yang hadir terlambat atau terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk
    keluar dari lingkungan perusahaan harus memperoleh ijin dari pimpinannya
    dan mengisi formulir yang disediakan perusahaan.
6. Karyawan wajib melaksanakan tugas dan pekerjaan yang telah dibebankan
    oleh pimpinan dengan penuh tanggung jawab.
7. Karyawan wajib menggunakan perlengkapan keselamatan kerja yang
    distandarkan.
8. Karyawan wajib memelihara dan menjaga mesin, peralatan dan perlengkapan
    milik perusahaan dengan sebaik-baiknya.
9. Karyawan wajib menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja dan
    perusahaan.
10. Karyawan wajib menjalani pemeriksaan badan yang dilakukan oleh security
    pada saat meninggalkan pekerjaan selama dalam batas kewajaran dan
    kesopanan.
11. Karyawan wajib menghormati sesama.


2.4.8   Larangan Bagi Karyawan
        Larangan bagi karyawan diberlakukan untuk menertibkan dan mendidik
seluruh karyawan, agar setiap karyawan tidak berlaku semaunya. Larangan
tersebut antara lain :
1. Karyawan dilarang melakukan tindakan kriminal di dalam maupun di luar
    perusahaan.
2. Karyawan dilarang minum-minuman yang memabukkan di lingkungan
    perusahaan.
3. Karyawan dilarang merokok di lingkungan kerja dan hanya boleh merokok di
   area yang telah disediakan.
4. Karyawan dilarang melakukan pekerjaan lain tanpa ijin dari pimpinan.
5. Karyawan dilarang menerima tamu pribadi pada saat jam kerja kecuali seijin
   perusahaan.
6. Karyawan dilarang berbicara atau menjawab pertanyaan orang lain (termasuk
   atasan) sebelum menyelesaikan 1 Circle (produksi proses 1 sampai dengan
   terakhir).
7. Karyawan dilarang menggunakan handphone saat bekerja karena akan
   mengganggu pekerjaan kecuali saat jam istirahat.
8. Karyawan dilarang membawa kain majun ke dalam area-area tertentu seperti
   kantin, mushola, dan loker.
9. Karyawan dilarang makan dan minum di area produkasi (line).


2.4.9   Kesejahteraan dan Jaminan Bagi Karyawan
1. Perusahaan memberikan seragam, topi, dan sepatu safety yang wajib
   digunakan karyawan di lingkungan kerja untuk menjaga keselamatan diri
   karyawan, juga memberikan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai perlengkapan
   untuk melindungi diri sesuai dengan lokasi kerjanya masing-masing.
2. Perusahaan    memberikan      fasilitas   transportasi   bagi   karyawan   yang
   melaksanakan dinas luar, serta menyediakan fasilitas ibadah berupa tempat
   pelaksanaan ibadah yang memadai bagi pekerja untuk melaksanakan ibadah.
3. Perusahaan mendukung kegiatan olah raga dan kesenian di lingkungan
   perusahaan dengan menyediakan sarana olah raga beserta kelengkapannya
   dengan kemampuan perusahaan.
4. Perusahaan mengikut sertakan seluruh karyawan ke dalam program Jaminan
   Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dan Pemeliharaan Kesehatan sesuai dengan
   Undang-Undang No.3/1992 dan peraturan pelaksanaannya.
5. Perusahaan mengadakan kegiatan rekreasi / pesta untuk menghilangkan
   kejenuhan karyawan setelah lama bekerja, yang diadakan sebanyak-
   banyaknya 4 (empat) kali dalam satu tahun.
                                    BAB III
                             TEORI PENUNJANG




3.1    Jaringan Komputer
       Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan
perangkat lainnya yang saling terhubung. Informasi dan data bergerak melalui
kabel sehingga memungkinkan komputer yang terhubung dapat saling
berkomunikasi, bertukar data (sharing), ataupun menggunakan perangkat yang
sama seperti misalnya printer, CD-ROM, dll. Tiap komputer dan periferal yang
terhubung dengan jaringan disebut node.
       Ada 3 jenis macam jaringan / network, yaitu :
1. Local Area Network (LAN)
2. Metropolitan Area Network (MAN)
3. Wide Area Network (WAN)
       Namun yang penulis ambil sebagai materi utama untuk membuat karya
tulis adalah mengenai Local Area Network (LAN). Local Area Network atau biasa
disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya dibatasi oleh area yang
relative kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, sekolah atau
dalam rumah.
       Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer
to Peer dan jaringan Client to Server. Pada jaringan Peer to Peer, setiap komputer
yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun
server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang
bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara
dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki kelemahan dan keunggulan.
       Beberapa model konfigurasi Local Area Network (LAN), biasanya
menggunakan satu komputer yang dijadikan file server, yang isinya menyimpan
perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan ataupun software
yang digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan
(workstation).
          Saat ini Local Area Network (LAN) kebanyakan berbasis pada teknologi
IEEE 802.3 Ethernet, menggunakan switch yang mempunyai kecepatan transfer
data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi
802.11b atau biasa disebut Wi-Fi juga sering digunakan untuk membentuk Local
Area Network (LAN). Tempat-tempat yang biasa menyediakan fasilitas Local
area Network (LAN) berbasis Wi-Fi disebut hotspot.
          Pada sebuah Local area Network (LAN), setiap node atau komputer
mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal.
Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di Local area
Network (LAN) sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut
dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada Local area Network (LAN),
pengguna juga dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan aplikasi yang
sesuai.
          Local area Network (LAN) berbeda dengan Wide Area Network (WAN)
sehingga Local area Network (LAN) memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Mempunyai pusat data yang lebih tinggi.
2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit.
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator
   telekomunikasi.


3.1.1     Komponen Local area Network (LAN)
          Local area Network (LAN) tersusun dari beberapa komponen dasar yang
biasanya memebentuk suatu LAN baik hardware maupun software, yaitu :
1. Komponen hardware : workstation / Personal Komputer (PC), server, kabel
   (seperti Twisted Pairs, Coaxial, Fiber Optic), Network Interface Card (NIC),
   Hub / Switch, Bridge / Repeater, dan topologi jaringan.
2. Komponen software : Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver,
   Protocol Jaringan.
3. Komponen brainware : Administrator dan pengelola jaringan.
3.1.2   Topologi Local Area Network (LAN)
        Topologi jaringan Local area Network (LAN) adalah susunan lintasan
aliran data di dalam jaringan yang secara fisik menghubungkan satu node dengan
node yang lainnya. Berikut ini ada beberapa topologi jaringan yang ada dan
dipakai sampai saat ini, yaitu :
1. Topologi Star
        Beberapa node yang dihubungkan dengan host pusat, yang membentuk
jaringan fisik seperti bintang. Semua komunikasi ditangani langsung dan dikelola
oleh host yang berupa mainframe komputer seperti switch, atau hub.
        Topologi Star digunakan dalam jaringan yang padat. Topologi ini
merupakan susunan yang menggunakan banyak kabel dari pada Bus dan karena
semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada
kerusakan di satu komputer maka tidak akan mempengaruhi komputer yang lain.
        Topologi Star ini relative sederhana, sehingga banyak digunakan oleh
pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang
tersebar diperbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi topologi Star ini, maka
segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapat dikontrol dan
dikoordinasikan dengan baik.




                               Gambar 3.1 Topologi Star
2. Topologi Bus
       Pada topologi Bus, kedua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah
terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Layout ini
termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke
saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-
masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu
ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya.
Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu
mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa
mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak
digunakan untuk pemrosesan informasi.
       Topologi Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7
komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya
tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu
node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
       Keunggulan     topologi   Bus    adalah   pengembangan    jaringan   atau
penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu
workstation lain.
       Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang
kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan




                           Gambar 3.2 Topologi Bus
3. Topologi Ring
       Di dalam topologi Ring semua workstasion dan server dihubungkan
sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstasion ataupun
server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer
lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi akan diterima, tapi
jika tidak sesuai maka akan dilewatkan.
       Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu
serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan.




                           Gambar 3.3 Topologi Ring


4. Tree Network Topologi
       Pada jaringan yang berbentuk pohon, terdapat beberapa tingkatan node.
Pusat atau node yang lebih tinggi tingkatannya dapat mengatur node yang berada
dibawahnya atau tingkatan yang lebih rendah. Data yang dikirim perlu melalui
pusat terlebih dahulu. Misalnya, untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke
komputer node-7 seperti halnya pada Gambar 3.3, data yang ada harus melewati
node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
       Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya
suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan
dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada
kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya
adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka
kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.




                                Gambar 3.4 Topologi Tree




3.2     Perangkat Keras (Hardware) Pada Jaringan LAN
        Perangkat keras adalah semua bagian fisik komputer yang dibedakan oleh
fungsi masing-masing perangkat dalam menjalankan tugasnya, dan dapat
dibedakan dengan perangkat lunak yang menyediakan intruksi untuk perangkat
kersanya.
        Perangkat keras jaringan merupakan perangkat atau peralatan yang dapat
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain agar dapat berhubungan.
Perangkat keras jaringan antara lain, sebagai berikut :
1. Repeater
2. Bridge
3. Hub
4. Switch, dan
5. Router


3.2.1   Repeater
        Repeater   merupakan      perangkat    jaringan   yang   berfungsi   untuk
meregenerasi dan memperkuat sinyal. Fungsi utama repeater adalah menerima
sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan
kekuatan yang sama dengan sinyal asli. Repeater bekerja pada lapisan ke-1
(Physical Layer) pada OSI Reference Model.


3.2.2   Bridge
        Bridge merupakan perangkat jaringan yang dapat meneruskan paket data
jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau
menyatukan segmen-segmen jaringan. Bridge berada pada lapisan ke-2 (Data-link
Layer) pada OSI Reference Model dan menggunakan skema pengalamatan yang
digunakan pada lapisan itu yakni MAC Address.
        Bridge digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang
menjalankan protokol jaringan yang sama. Selain itu bridge juga dapat digunakan
ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan
routing.


3.2.3   Hub
        Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk
menghubungkan peralatan-peralatan dengan Ethernet 10BaseT atau serat optik
sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan. Hub bekerja pada lapisan
ke-1 (Physical Layer) pada OSI Reference Model.
        Hub sama dengan switch, tetapi perbedaanya adalah hub tidak memiliki
fasilitas routing, sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke
semua komputer. Fungsi dasar dari sebuah hub adalah menerima sinyal dari satu
komputer dan mentransmisikannya ke komputer lain.
        Fungsi hub yang lain antara lain sebagai berikut :
1. Sebagai central connection point.
2. Memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan.
3. Menambah jarak network (fungsi hub yang sama dengan repeater).
4. Menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda.
        Kekurangan dari hub, harga yang cukup mahal dan hub dapat mematikan
network jika ia tidak berfungsi.
3.2.4   Switch
        Pada dasarnya switch sama dengan hub. Switch merupakan hub pintar,
yang memiliki kemampuan untuk menentukan tujuan MAC Address dari paket
data yang dikirimkan. Switch mengirimkan paket sesuai dengan port tujuannya,
sehingga switch mengurangi traffic network yang ada.
        Switch dikatakan lebih baik karena di dalam switch terdapat port-port yang
juga berfungsi sebagai bridge. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100
ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device
hanya dapat menerima atau mengirim data pada suatu waktu tertentu. Sedangkan
switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan
mengirimkan data pada saat yang bersamaan.
        Keunggulan switch lainnya adalah setiap port memiliki domain collision
sendiri, sehingga setiap port memiliki jalur datanya sendiri-sendiri. Switch juga
dapat membuat VPN (Virtual Private Network) antara port pengirim dan port
penerima.


3.2.5   Router
        Router merupakan sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket
data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah
proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan ke-3
(Network Layer) pada OSI Reference Model. Router berada di sisi gateway,
sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan.
        Router menggunakan headers dan daftar tabel pengantar (Forwarding
Table) untuk menentukan posisi yang terbaik dalam mengantarkan sebuah paket
jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP, HTTP untuk dapat
berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik, untuk jalur antar
dua host manapun.
        Fungsi router adalah sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan
untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.
3.3    OSI Reference Model
       OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model
arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh International Organization for
Standardization (ISO) di Eropa. OSI ini merupakan singkatan dari Open System
Interconnection. Model ini disebut juga dengan “ Model tujuh lapis OSI “.
       OSI Reference Model dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis
yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung.
Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP,
memetakan tumpukan protokol mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference
Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa
protokol jaringan di sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut :




                       Gambar 3.5 OSI Reference Model
Tabel 3.1 Fungsi Layer of OSI
 Lapisan      Nama
                                              Keterangan
   ke-       Lapisan
                         Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi
                         fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi
           Application
    7                    dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat
             Layer
                         pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam
                         lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
                         Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak
                         ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang
                         dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang
           Presentatio   berada di dalam lapisan ini adalah perangkat lunak
    6
            n Layer      redirektor, seperti layanan Workstation (dalam
                         Windows NT) dan juga Network Shell (semacam
                         Virtual Network Computing atau (VNC) atau Remote
                         Desktop Protocol (RDP)).
                         Befungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi
              Sesion
    5                    dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu,
              Layer
                         di lapisan ini juga dilakukan resolusi nama.
                         Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket
                         data serta memberikan nomor urut ke paket-paket
                         tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi
            Transport
    4                    tujuan setelah diterima. Selain itu, pada lapisan ini
              Layer
                         juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima
                         dengan sukses, dan mentransmisikan ulang terhadap
                         paket-paket yang hilang di tengah jalan.
                         Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP,
             Network     membuat header untuk paket-paket, dan kemudian
    3
              Layer      melakukan routing melalui internetworking dengan
                         menggunakan router dan switch layer-3.
                         Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data
                         dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai
                         frame. Selain itu, pada lapisan ini terjadi koreksi
            Data-link    kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat
    2
             Layer       keras (seperti halnya Media Access Control Address
                         (MAC Address)), dan menetukan perangkat-
                         perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan
                         switch layer-2 beroperasi.
                         Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi
                         jaringan, metode persinyalan, sinkronisasi bit,
                         arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau
             Physical
    1                    Token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan.
              Layer
                         Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan bagaimana
                         Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi
                         dengan media kabel atau radio.
                            Gambar 3.6 Header of Layer OSI




3.4    Firewall
       Firewall adalah perlindungan suatu jaringan dari segala ancaman dari
segala ancaman, baik dari dalam maupun dari luar (internet). Firewall memeriksa
permintaan komunikasi pada traffic jaringan dan memutuskan (berdasarkan rule
yang dibuat) apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilewati.
       Firewall untuk melindungi resources pada suatu host tertentu atau
jaringan. Dengan firewall, jaringan dapat dikunci untuk tidak menerima koneksi
masuk dengan cara memeriksa secara hari-hati setiap applikasi dan menghentikan
services / layanan yang tidak perlu.
       Firewall juga harus menyembunyikan address internal jaringan private
dan konfigurasi DNS dari internet. Jika informasi address internal ini
diketemukan maka akan dapat digunakan oleh penyusup.
        Jenis-jenis firewall adalah sebagai berikut :
1. Personal Firewall
   Personal Firewall dibuat untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung
   ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini berevolusi
   menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan
   komputer secara menyeluruh, dengan ditambahkannya beberapa fitur
   pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-
   spyware, anti-spam, dan lainnya.
2. Network Firewall
   Network Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari
   berbagai serangan. Umumnya ada dua bentuk, yakni sebuah perangkat
   terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam
   sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and
   Acceleration Server (ISA Server). Network Firewall umumnya bersifat
   transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing
   untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan
   ditolak.


3.4.1   Packet Filtering
        Packet filtering adalah salah satu jenis teknologi keamanan yang
digunakan untuk mengatur paket-paket apa saja yang diizinkan masuk ke dalam
sistem atau jaringan dan paket-paket apa saja yang diblokir. Packet filtering
digunakan untuk memblokir lalu lintas yang mencurigakan yang datang dari
alamat IP yang mencurigakan, nomor port TCP/UDP yang mencurigakan, jenis
protokol aplikasi yang mencurigakan, dan kriteria lainnya. Fitur packet filtering
telah dimasukkan ke dalam banyak sistem operasi (IP Tables dalam GNU/Linux,
dan IP Filter dalam Windows) sebagai sebuah fitur standar, selain tentunya
firewall dan router.
        Packet fitering terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. Static packet filering
   Static packet filtering akan menentukan apakah hendak menerima atau
   memblokir setiap paket berdasarkan informasi yang disimpan di dalam header
   sebuah paket (seperti halnya alamat sumber dan tujuan, port sumber dan
   tujuan, jenis protokol, serta informasi lainnya). Administrator jaringan dapat
   membuat peraturan tersebut sebagai daftar yang berurutan. Setiap paket yang
   datang kepada filter, akan dibandingkan dengan setiap peraturan yang
   diterapkan di dalam filter tersebut, hingga sebuah kecocokan ditemukan. Jika
   tidak ada yang cocok, maka paket yang datang tersebut ditolak, dan berlaku
   sebaliknya
2. Dynamic packet filtering
   Dynamic packet filtering beroperasi seperti halnya static packet filtering, tapi
   jenis ini juga tetap memelihara informasi sesi yang mengizinkan mereka untuk
   mengontrol aliran paket antara dua host secara dinamis, dengan cara membuka
   dan menutup port komunikasi sesuai kebutuhan. Jenis ini seringnya
   diimplementasikan di dalam produk firewall, di mana produk-produk tersebut
   dapat digunakan untuk mengontrol aliran data masuk ke jaringan dan aliran
   data keluar dari jaringan.


3.4.2   Proxy
   Proxy server adalah sebuah komputer server yang dapat bertindak sebagai
komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau
intranet. Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap Internet untuk setiap
komputer client. Proxy server tidak terlihat oleh komputer client, maksudnya
adalah seorang pengguna yang menggunakan Internet melalui sebuah proxy server
tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request
yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari proxy server akan
menginterpretasikan request-request tersebut seolah-olah request itu datang secara
langsung dari komputer client, bukan dari proxy server.
   Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang
dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server
memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering
karena memang proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki
kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan.
3.4.3    Intrusion Detectin Sistem (IDS)
         Intrusion Detection Sistem (IDS) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak
atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam
sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas
inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan
mencari bukti dari percobaan intrusi (penyusupan)
         Jenis-jenis IDS, adalah sebagai berikut :
1. Network-based IDS (NIDS)
      Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk
      mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem
      jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana
      server berada atau terdapat pada "pintu masuk" jaringan. Kelemahan NIDS
      adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan
      yang menggunakan switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch
      Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switch buatannya
      untuk memonitor port atau koneksi.
2. Host-based IDS (NIDS)
      Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah
      percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak. HIDS seringnya
      diletakkan pada server-server kritis di jaringan, seperti halnya firewall, web
      server, atau server yang terkoneksi ke Internet.




3.5      Virus
         Virus merupakan suatu program komputer yang memiliki kemampuan
untuk merusak file atau merusak sistem komputer. Virus memiliki berbagai jenis
dan mempunyai cara kerja yang berbeda-beda.
         Berikut ini adalah jenis-jenis virus dan kerja masing-masing virus :
1. Virus File, yaitu virus yang menginfeksi aplikasi atau dokumen yang ada
      dalam komputer. Saat aplikasi yang terinfeksi tersebut dijalankan makan virus
      ini akan menyebar ke semua file, folder, atau dokumen yang diakses dengan
      aplikasi tersebut.
2. Virus Boot Sector, yaitu virus yang menginfeksi boot sector harddisk (boot
      sector merupakan sebuah daerah dalam harddisk yang pertama kali diakses
      saat komputer dihidupkan). Jika virus boot sector ini aktif, pengguna tidak
      dapat melakukan booting secara normal.
3. Virus E-mail, yaitu virus yang mempunyai cara kerja menyebar melalui e-
      mail (biasanya dalam bentuk file lampiran / attachment). Virus memiliki ciri
      khusus berupa ekstensi .scr, .exe, .pif, atau .bat. Apabila virus jenis ini aktif,
      maka dia akan mengirimkan dirinya sendiri ke berbagai alamat e-mail yang
      terdapat dalam buku alamat pengguna.
4. Virus Multipartite, yaitu virus gabungan antara virus file dan virus boot
      sector. Jika virus jenis ini aktif, maka akan menimbulkan banyak masalah
      karena menyebabkan kerusakan yang fatal.
5. Virus Polimorfis, yaitu virus yang kerjanya unik, karena dapat mengubah
      kode dirinya (berganti wujud) saat menyebarkan diri ke komputer lain. Virus
      ini sangat sulit dideteksi.
6. Virus Siluman, yaitu virus yang cara kerjanya mampu bersembunyi. Virus ini
      dapat menyembunyikan dirinya sendiri dengan cara membuat sebuah file yang
      terinfeksi seolah-olah file tersebut tidak terinfeksi.
7. Virus Makro, yaitu virus yang menginfeksi aplikasi Microsoft Office
      (Ms.Word, Ms.Excel, dll). Biasanya dokumen yang terinfeksi oleh virus
      makro akan memodifikasi perintah yang ada di Microsoft Office seperti
      perintah “save” untuk menyebarkan dirinya saat perintah tersebut dijalankan.




3.6       Antivirus
          Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk
mendeteksi dan menghapus virus komputer dari sistem komputer, disebut juga
Virus Protection Software. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar
belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang
diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan). Sebagian besar antivirus
bekerja dengan beberapa metode seperti di bawah ini :
1. Virus signature database
        Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan
oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda keberadaan dari virus dengan
menggunakan sebagian kecil dari kode-kode virus yang telah dianalisis oleh
vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya
hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini terbilang cepat dan dapat
diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor
antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru sehingga basis data virus
yang baru diinstalasikan ke dalam sistem.
2. Behavior blocking detection
        Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk
mendeteksi keberadaan sebuah virus. Jika ada perangkat lunak (software) yang
menurut policy tidak wajar, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba
mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar
e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara yang biasa digunakan
virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan
proses yang dilakukan perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi
kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa
yang akan dilakukan selanjutnya.
        Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya viru-
virus baru yang belum dikenali oleh virus signature database. Kekurangannya,
jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan
(bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau
“false Alarm” atau bahkan mengijinkan virus berkembangbiak di dalam sistem,
akan terjadi false positive.
        Antivirus yang menggunakan behaviot-blocking detection ini masih sedikit
jumlahnya, tapi di masa yang akan datang kemungkinan besar semua antivirus
menggunakan cara ini.


3.6.1   Antivirus Server
        Secara fungsional, antivirus untuk server sama dengan antivirus untuk
workstation, yaitu untuk mendeteksi ancaman virus terhadap server yang
bersangkutan. Tetapi antivirus untuk server mempunyai kelebihan lain yang tidak
dimiliki oleh antivirus workstation, yaitu kemampuan manajemen dan penyebaran
update definisi antivirus ke dalam jaringan. Setiap bulan muncul 1.000 virus baru
(33 virus baru per hari), maka tentunya antivirus harus memperbaharui
kemampuannya untuk mengenali ancaman virus baru dan umumnya dilakukan
dengan update langsung melalui internet yang ukuran updatenya bervariasi
tergantung merek antivirus yang anda gunakan, umumnya 1 MB s/d 5 MB per
update. Karena itu, muncul solusi antivirus untuk server dimana server akan
melakukan update definisi antivirus dari internet untuk kemudian disebarkan ke
workstation atau server lain di dalam jaringannya, jika seminggu server
mendownload 2 MB data, berarti 1 tahun download yang dilakukan adalah 96
MB.


3.6.2   Fungsi Antivirus
        Fungsi antivirus adalah melindungi keamanan sistem komputer baik di
dalam jaringan maupun komputer personal agar terhindar dari ancaman dari luar.
Antivirus selain mencegah juga menghapus dan membersihkan sistem dari
ancaman virus, sypware, dll.




3.7     ESET Smart Security
        ESET Smart Security merupakan antivirus hasil pengembangan dari
antivirus sebelumnya yaitu, ESET NOD32. Perbedaan ESET Smart Security
dengan antivirus sebelumny yaitu ESET NOD32, adalah fitur yang ditambahkan
yaitu Firewall dan Antispam. Sedangkan untuk Antivirus dan Antispyware tidak
ada perbedaanya. ESET Smart Security memang ditujukan untuk pengguna
komputer yang terkoneksi internet, tetapi tidak ada salahnya digunakan pada
komputer yang tidak terkoneksi. ESET Smart Security lebih ringan dibandingkan
dengan Antivirus lainnya, tetapi performancenya tidak kalah hebat.
        ESET Smart Security 4 Business Edition adalah kombinasi softwere
keamanan yang terdiri dari Antivirus dan Smart Security (Antispyware, Anti -
Rootkit, Personal Firewall, dan Antispam). ESET Smart Security saat ini
merupakan salah satu softwere keamanan populer dan ampuh dalam menjaga
komputer kamu dari virus, hack attack, spyware, dan spam. ESET Smart Security
sangat mudah untuk digunakan dan dengan juga tampilan user friendly.
        ESET berbeda dengan antivirus lainnya, karena untuk license nya ESET
menggunakan Username dan Password. Username dan Password ini sama seperti
dengan Key Kaspersky, yaitu sering di Black List / biasa disebut Invalid Username
pada saat meng-update Virus Signature Database versi terbaru.


3.7.1   Fitur
        Fitur yang dimiliki ESET Smart Security adalah memiliki Smart Scanner,
Ringan, Advance Firewall, Antispam, Windows Update Notification, Remote
Administrator, Advance Windows Status Activity, Password Setup Protection,
Informatic Graph and Statistic, Self Defense, Email Protection, Removable Data
Security (enable/disable device), Energy Sipping Battery Mode (hemat baterai
notebook), User Friendly dan Threatsense Technology (Advance Heuristic Sistem
untuk scanning terhadap ancaman yang belum dikenal atau ancaman baru).
        Fitur utama, yaitu :
1. AntiVirus & AntiSpyware Protection
2. Personal Firewall
3. Antispam Module


3.7.2   Keunggulan ESET Smart Security
        Setiap antivirus memiliki keunggulan atau kelebihannya masing-masing.
ESET Smart Security juga memiliki keunggulan, yaitu :
1. Ringan dan Cepat
   ESET Smart Security file setupnya hanya 41MB dan jika dilihat di Task
   Manager memory yang diperlukan untuk antivirus ini hanyalah 52MB, serta
   fitur dalam aplikasinya di-bundle secara simple.
2. Selalu Update
   Antivirus harus selalu update, dan ESET Smart Security ini selalu otomatis
   update setiap hari.
3. Firewall dan Antispam
   Fitur tambahan yang memberikan keamanan lebih pada jaringan.
4. Trough Scan
   Virus bisa saja berada dalam file yang di-compress (.zip/.rar/.iso) nah Esset
   bisa melakukan scan secara mendalam kepada jenis file tersebut.
5. Premium tanpa harus crack
   ESET NOD32 dan ESET Smart Security tidak dibuat free dalam
   mendownload, karena untuk menjaga legalitas. Jika membutuhkannya,
   pengguna hanya perlu mengirimkan email saat mendownload dan itu berlaku
   untuk 30 hari, setelah masa berlaku habis pengguna hanya tinggal meminta
   serialnya lagi dengan memberikan alamat email baru. Memang jika ditotalkan
   1 tahun setiap pengguna akan punya 12 email tapi itu legal dan lebih baik
   daripada menggunakan crack untuk mendapat yang premium.


3.7.3   Langkah Instalasi
        Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menginstal antivirus di
server OTICS dengan menggunakan CD Antivirus ESET Smart Security.
1. Masukkan CD ESET Smart Security ke dalam CDROM, maka akan muncul
  software ESET Smart Security berlisensi, seperti pada Gambar 3.7 dan double
  click untuk menginstal.




               Gambar 3.7 Software ESET Smart Security Ber-lisensi
2. Setelah itu muncul Setup Wizard seperti Gambar 3.8, kemudian klik next.




    Gambar 3.8 Tampilan Welcome Pada Setup Wizard ESET Smart Security


3. Pada installation mode seperti yang ditunjukan pada Gambar 3.9, pilih Typical
  Mode dan next untuk melanjutkan.




                         Gambar 3.9 Installation Mode
4. Selanjutnya pada setting ThreatSense.net, lakukan untuk mendapatkan
  peringatan dini (notification) jika terdapat ancaman seperti file yang
  mencurigakan. Konfigurasi dapat dilihat pada Gambar 3.10.




                         Gambar 3.10 ThreatSense.net
5. Untuk setup deteksi antivirus terhadap komputer, pilih enable detection seperti
  pada Gambar 3.11, kemudian klik next untuk melajutkan.




                    Gambar 3.11 Setting Detection of Potentially


6. Selanjutnya, Setup Wizard telah siap untuk proses intsalasi, seperti Gambar
  3.12, setelah itu klik install. Proses install dapat dilihat pada Gambar 3.13.




                Gambar 3.12 Setup Wizard Siap Untuk Di-install
                          Gambar 3.13 Proses Install


7. Setelah instalasi selesai, akan muncul wizard pada Gambar 3.14.




                    Gambar 3.14 Tampilan Instalasi Selesai
8. Setelah terinstal, ESET Smart Security akan mendeteksi jaringan, dan akan
   muncul kotak dialog seperti pada Gambar 3.15, maka klik allow sharing.




               Gambar 3.15 Tampilan New Network Detected
                                      BAB IV
                              SISTEM KEAMANAN
     LOCAL AREA NETWORK PT.OTICS INDONESIA MENGGUNAKAN
                            ESET SMART SECURITY




4.1       Topologi PT.OTICS Indonesia
          Topologi PT. OTICS yang di gunakan sebagai objek pengamatan dalam
pembuatan karya tulis ini adalah topologi Tree. Yang di dalamnya terdapat 77
komputer client, 11 switch dengan 11 back bone.
          Topologi yang digunakan sebagai objek pengamatan terdiri atas :
1.     Topologi Star (Lihat Gambar 3.1)
2.     Topologi Bus (Lihat Gambar 3.2)
3.     Topologi Ring (Lihat Gambar 3.3)
4.     Toplogi Tree (Lihat Gambar 3.4)
          Tampilan lengkap dari topologi pengamatan di PT.OTICS dapat dilihat
pada Lampiran 1.




4.2       Rancangan Keamanan Jaringan Local Area Network PT.OTICS
          Indonesia
          Keamanan Jaringan Local Area Network di PT.OTICS Indonesia
diinginkan, antara lain sebagai berikut :
1. Terhindar dari ancaman virus baik dari dalam maupun dari luar jaringan
      (internet).
2. Ports yang digunakan oleh HTTP protocol : 80, 8080, 3128 
3. Port yang digunakan POP3 protocol : 110  .
4. Ketika ada komputer tidak terkoneksi internet, berusaha mengkoneksikannya,
      maka akan muncul alert pada server dan Detected Network pada komputer
      tersebut 
4.3      Konfigurasi
         Setelah antivirus terinstal pada server lakukan setting policy untuk client
pada antivirus server atau administrator. Yaitu, antara lain :
1. Pertama, masuk ke aplikasi ESET Remote Administrator Console, yaitu
      dengan cara klik Start – ESET – ESET Remote Administrator Console –
      ESET Remote Administrator Console, lihat langkah pada Gambar 4.1.




         Gambar 4.1 Langkah Masuk ESET Remote Administrator Console
2. Kemudian akan muncul ESET Remote Administrator Console, seperti Gambar
   4.2.




             Gambar 4.2 Tampilan ESET Remote Administrator Console
3. Setting policy untuk client, dengan cara klik menu Tools – lalu klik Policy
   Manager, maka akan muncul tampilan Policy Manager. (Lihat Gambar 4.3,
   4.4 dan 4.5 )




                   Gambar 4.3 Langkah Membuka Policy Manager
Gambar 4.4 Tampilan Policy Manager




 Gambar 4.5 Tampilan Policy Rules
4. Membuat policy pada Policy Manager adalah klik add new policy pada Policy
   Manager, dan tuliskan policy name, dan save. Contohnya, policy diberi nama
   Client {OTICS_svr3}. Maka pada policy manager akan tampil policy yang
   kita buat, lihat pada Gambar 4.6.




                     Gambar 4.6 Tampilan Membuat Policy
5. Untuk mengatur policy yang baru dibuat, klik pada nama policy tersebut dan
   klik edit. Maka akan muncul tampilan ESET Configuration Editor, lihat
   Gambar 4.7.




                   Gambar 4.7 ESET Configuration Editor
6. Setelah itu masuk pilih ESET Smart Security, ESET NOD32 Antivirus, dan
   setting setiap item yang penting untuk protection virus, lihat Gambar 4.8.




                    Gambar 4.8 Setting Protection Antivirus
   Yang termasuk ke dalam item yang penting dan harus diatur antara lain :
a. Personal Firewall
   Pada Personal Firewall terdapat Setup untuk berbagai pengaturan antara lain,
Rule View, Port Used, Enable POP3 Protocol, Set Password, dll. Untuk
mengaturnya klik pada item yang terdapat pada setting-an setup, kemdian atur
pada kolom disampingnya. Seperti yang ditunjukan pada Gambar 4.9.




                Gambar 4.9 Tampilan Setup Personal Firewall
b. Email Client
   User menggunakan email pada komputernya, dan pada antivirus harus diatur
protocol dan port antivirus yang digunakan. Untuk mengaturnya, pilih setting-an
dan atur di kolom kanan, seperti pada Gambar 4.10.




                        Gambar 4.10 Setup Email Client
4.4      Instalasi Client
         Setelah policy dibuat, install antivirus ke komputer client. Langkah-
langkah install antivirus tersebut adalah sebagai berikut :
1. Langhkah pertama copy installer antivirus k dalam dokumen sharing atau
      flashdisk, agar menginstall tidak perlu menggunakan CD Antivirusnya.
2. Double click installer, maka akan muncul wizard seperti pada Gambar 4.11.
      Kemudian lakukan install pada komputer client, klik next untuk melanjutkan.




                             Gambar 4.11 Setup Wizard
3. Pilih I accept the terms in the License Agreement lihat Gambar 4.12, dan
   next.




                     Gambar 4.12 License Agreement
4. Selanjutnya pada setup Automatics Update klik pada Set update
   parameters later, lihat Gambar 4.13. Kemudian klik next untuk
   melanjutkan.




                  Gambar 4.13 Automatic Update
5. Pada setup ThreatSense.Net Early Warning Sistem pada Gambar 4.14,
   pilih pada Enable ThreatSense.Net Early Warning System, lalu klik next
   untuk melanjutkan.




           Gambar 4.14 ThreatSense.Net Early Warning System
6. Untuk setup deteksi aplikasi terhadap komputer, pilih enable detection,
   kemudian klik next untuk melajutkan, lihat Gambar 4.15.




                      Gambar 4.15 Deteksi Aplikasi
7. Selanjutnya klik install untuk memulai proses install, lihat Gambar 4.16,
   Gambar 4.17 dan Gambar 4.18.




                         Gambar 4.16 Tampilan Install
Gambar 4.17 Proses Installing




Gambar 4.18 Intsatation Finish
8. Setelah terinstal, akan muncil icon ESET Smart Security dan antivirus akan
   mulai bekeja dengan mengupdate virus signature      database dari server,
   seperti yang ditunjukan pada Gambar 4.19.




                Gambar 4.19 Notification ESET pada Desktop
9. Untuk melihat tampilan aplikasi antivirus, klik icon ESET di kanan bawah,
      maka akan muncul tampilan ESET Smart Security seperti pada Gambar 4.20.




                   Gambar 4.20 Tampilan ESET Smart Security




4.5      Cara Kerja Antivirus ESET Smart Security Sebagai Sistem Kemanan
         Jaringan Local Area Network PT.OTISC Indonesia


         Sebagai antivirus yang digunakan pada jaringan, ESET Smart Security
memproteksi setiap komputer yang terdapat pada jaringan PT.OTICS Indonesia.
Di dalam jaringan Local Area Network PT.OTICS Indonesia terdapat kurang lebih
70 komputer, yang telah terinstal antivirus ESET Smart Security. Cara kerja
antivirus ini adalah sebagai berikut :
1. Setelah semua komputer client di-install antivirus, maka pada ESET
      Administrator Remote Console akan muncul komputer-komputer client, lihat
      pada Gambar 4.21.
    Gambar 4.21 ESET Remote Administrasi Console pada Server_OTICS3


2. ESET Smart Security akan melakukan scanning dan cleaning setiap kali
   komputer client dinyalakan.
3. Setelah itu akan muncul pemberitahuan jika memang komputer terserang
   virus, dan komputer yang terkena serangan akan didata pada server (lihat
   Gambar 4.22) dan digambarkan hasilnya akan digambarkan menjadi sebuah
   grafik (Gambar 4.26, 4.27, dan 4.28).
                 Gambar 4.22 Data Komputer Terserang Virus


4. Virus signature database update setiap hari, dan proses update adalah setelah
   melakukan scan pada komputer tersebut (lihat Gambar 4.23).




                    Gambar 4.23 Progress Update Antivirus
5. Komputer yang tidak terkoneksi, akan menerima update virus dari server yang
   sebelumnya telah update.
6. ESET Smart Security akan mendeteksi jika ada komputer yang Sistem
   Operasinya harus di update, dengan menampilkan icon berwarna orange, dan
   notification. Dan pada server pun akan terlihat komputer yang harus di update
   Sistem Operasinya (lihat Gambar 4.24).




        Gambar 4.24 Data Komputer Yang Harus Update Sistem Operasi
7. Dalam jaringan PT.OTICS Indonesia hanya beberapa komputer yang dapat
   terkoneksi ke internet, dan jika ada komputer yang berusaha mengkoneksikan
   komputer ke intenet, maka akan muncul kotak dialog new network detected.




                Gambar 4.25 Tampilan New Network Detected
4.6   Hasil Deteksi Antivirus
      Hasil proteksi yang dilakukan antivirus akan dilaporkan pada server dalam
bentuk log atau data. Data tersebut diGambarkan pada sebuah grafik untuk
mempermudah pembacaan, seperti Gambar 4.26, 4.27 dan 4.28.




             Gambar 4.26 Report - Top Clients with most Threats
Gambar 4.27 Report-Top Threats
Gambar 4.28 Report - Threats Progress
                                     BAB V
                                   PENUTUP




5.1     Kesimpulan
        Setelah melakukan praktek kerja industri di PT.OTICS Indonesia,
kemudian penulis membuat karya tulis praktek kerja industri, ada beberapa
kesimpulan yang dapat penulis ambil. Kesimpulan tersebut penulis rangkum
dalam dua jenis, yaitu yang bersifat umum, dan bersifat khusu.


5.1.1   Kesimpulan Umum
        Suatu jaringan diperlukan sistem keamanan yang kuat untuk menghindari
segala ancaman yang dapat mengganggu sistem komputer atau jaringan. Antivirus
adalah salah satu contoh Personal Firewall, yang bisa digunakan untuk
mengamankan sistem komputer atau jaringan dari segala ancaman, baik virus,
spyware, dan malware lainnya.
        Tetapi, antivirus yang baik adalah antivirus yang berlisensi dan
didalamnya terdapat fitur-fitur yang lebih, tapi tidak mengurangi kemampuan
proteksinya juga.


5.1.2   Kesimpulan Khusus
        Jaringan di PT.OTICS Indonesia sekarang menggunakan ESET Smart
Security sebagai antivirus jaringan. Mengapa mengunakan ESET Smart Security,
karena fiturnya dalam menjaga sistem keamanan terbukti dengan adanya setup
pada personal firewall. Dan report dari scanning dan cleaning yang dilakukan
ESET Smart Security dapat dilihat oleh Administrator untuk menindaklanjutinya.




5.2     Masalah Yang Dihadapi
        Dalam membuat dan menyusun karya tulis ini, penulis tentunya menemui
hambatan atau masalah yang haru dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya
informasi dan pengetahuan tentang antivirus itu sendiri, sehingga penulis sedikit
sulit untuk menyusun karya tulis ini.




5.3     Solusi Masalah Yang Dihadapi
        Solusi yang paling tepat dalam menghadapi masalah dan hambatan yang
penulis hadapi, adalah bertanya kepada pembimbing, guru, dan rekan-rekan serta
membaca dari berbagai media, khususnya dari internet.




5.4     Saran
        Selama penulis melaksanakan praktek kerja industri, tentunya penulis
merasa ada kekurangan yang masih dapat diperbaiki. Kekurangan tersebut datang
dari pihak sekolah maupun dari pihak industri. Adapaun pendapat penulis tentang
kekurangan tersebut, penulis rangkum menjadi saran, baik untuk pihak sekolah
maupun pihak industri.


5.4.1   Saran Untuk Pihak Sekolah
        Saran penulis untuk pihak sekolah adalah terhadap buku panduan praktek
kerja industri yang diberikan saat akan melaksanakan praktek kerja industri. Di
dalamnya, banyak hal-hal yang terlewat untuk dibahas. Seperti panduan untuk
membuat karya tulis praktek kerja industri. Di dalamnya, bahasa sulit dimengerti,
dan tidak lengkap sehingga siswa masih kebingungan.
        Mungkin hanya itu saran penulis untuk pihak sekolah. Penuis harap
maklum jika penulis lancang dan salah dalam penyampainnya. Penulis hanya
berusaha menyampaikan, dan sekiranya saran penulis dapat diterima, penulis
berharap dapat lebih baik lagi dalam pembuatan buku panduan praktek kerja
industri.


5.4.2   Saran Untuk Pihak Industri
        Saran penulis untuk pihak Industri adalah saat bekerja, mungkin lebih
banyak diberikan bimbingan lagi serta materi, dan untuk memberikan kesempatan
pada siswa untuk belajardan mengumpulkan informasi lebih banyak,khususnya
dari dunia internet. Karena dengan informasi yang update setiap hari, maka siswa
akan semakin berkembang. Sekiranya itu saja yang dapat penulis sampaikan.
Penulis tidak bermaksud apa-apa, dan hanya berusaha menyampaikan. Saran
dikembalikan pada pihak yang bersangkutan, apakah diterima atau tidak.
                               DAFTAR PUSTAKA


   http://id.wikipedia.org/
   http://www.ilmukomputer.com/

Lampiran 1

Struktur Organisasi PT.OTICS Indonesia
Lampiran 2
Topologi PT.OTICS Indonesia

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:88
posted:9/18/2012
language:Unknown
pages:74