Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

puisi edit

VIEWS: 39 PAGES: 23

									                              Lumpuh
Terdiam diriku dalam sunyi
Terasa sakit luka dihati
Tak satupun yang mengerti
Rasa gundah yang menyiksa diri
       Tak bisa kugerakkan tubuh ini
       Terbaring lemas dalam ruang sepi
       Hanya atap kusam yang dapat kupandangi
Kadang aku mengeluh
Tak kuat menahan sakit yang kualami
Tapi apa daya
Itu sia sia
       Mungkin Tuhan murka
       Murka melihat apa yang kulakukan selama ini
       Sebelum aku lumpuh dan tergolek lemas seperti ini




                             Oleh : Aditya Sura Pratama
                           Kehidupan
Apakah sebenarnya arti hidup?
Apakah hidup ini hanya berisi sebuah kesenangan?
Atau, apakah hidup hanya berisi sebuah cobaan?
Apakah hidup ini indah?
Atau, hidup ini menyedihkan?
      Aku tak mengerti
      Apakah yang sebenarnya harus ku capai dalam hidup?
      Kesuksesan? Kebahagiaan? Kehormatan?
      Tujuan apa yang harus kegapai?
      Ingin sekali kupecahkan arti dari sebuah kehidupan
      Ingiin sekali kutahu apa yang sebenarnya harus kutuju
      Dalam hidup ini




                                Oleh : Adven Wicaksono
         Nyanyian alam
Kupandang langit malam
Tiupan angin
Soelah melebur semua masalah
Nyanyian katak yang bersautan
Menambah ketentraman jiwa
      Kupandang langit malam
      Beribu bintang tersebar
      Bagai lukisan alam
      Ratusan kelelawar terbang
      Seolah menyapa
Senyuman sang bulan
Bagai penerang jiwa
Tetesan air
Soelah memecahkan kesunyian malam
      Oh tuhan
      Terima kasih untuk semua
      Keindahan lukisan malam Mu




                   Oleh: Andre Fiskurniawan S
                                 SMS
Jempol jempolku sahabat karibmu
Mataku tak bosan mengawasimu
Otakku pun tak jemu memikirkanmu
Apa yang sebaiknya aku sampaikan
      Kadang, aku bisa terpatung
      Kadang, aku bisa tertawa
      Kadang, aku bisa bersedih
      Kadang, aku bisa merasa jengkel
Kau memang terlihat sepele
Kau memang terdengar biasa
Tahukah kau, betapa pentingnya dirimu
Betapa berjasanya dirimu bagi kita
      S..... M.... S....
      Kukirim apa apa yang ingin kusampaikan
      Isi hati yang tak tersalurkan oleh lisan
      Yang mewakili sejuta kata yang kupendam


                           Oleh: Angga Kurniawan
                               Puisi
Rangkaian diksi itulah puisi
Rangkaian ungkapan hati itulah puisi
Rangkaian kebahagiaan mungkin itu puisi
Rangkaian kesedihan mungkin itu puisi
      Haruskah kita menulis sebuah puisi
      Menulis sesuatu yang paling tak aku sukai
      Membaca suatu karya yang mustahil aku baca
      Dan rangkaian sebuah kata yang tak kan aku rangkai
Puisi, mengapa engkau tercipta
Mengapa kau harus ada?
Mengapa kau sering dibaca?
Mengapa kau tak segera sirna?
      Duniaku gelap jika menulis puisi
      Dan akan semakin gelap jika membuat puisi
      Seperti kucing benci akan air
      Demikianlah aku benci padamu


                           Oleh : Defria Arif W
                         Sebuah penatian
Langkah ini telah berhenti tuk sejenak
Ditengah penantian ini
Pandanganku tertutup oleh kegelapan
Bukankah cahaya itu menerangi dalam kegelapan?
      Teruslah melangkah temanku
      Cahaya hatimu kan selalu menjagamu dalam kegelapan
      Tak perlu menunggu untukku
      Aku akan dalam penantianku
Disetiap malam mu, maupun disetiap malam ku
Kini semua terasa berbeda
Sungguh tak terkira olehku
Jika semua akan seperti itu
      Semua yang indah
      Kini telah berubah
      Dan hilanglah sudah
      Ku kan tetap dalam penantianku




                                 Oleh: Disca Adi
                                 Nenek
Semua tentangmu selalu kuingat dalam hatiku
Bayangmu selalu ada menemaniku
Seseorang yang selalu menyayangiku
Di masa kecilku dulu
      Masa dimana aku merasakan
      Begitu indahnya hidup di dunia
      Di masa kanak-kanakku
Kau menyayangiku bagai anakmu
Walau langkahmu kadang gemetar
Senyum di pipimu semakin merona
Kau tetap sayang padaku
      Namun kini semua telah berubah
      Semua kasih sayangmu hilang lenyap
      Kau telah tertidur lelap
Tidur tenang di sisi-Nya
Meninggalkan aku sendiri tanpamu
Hanyalah doa yang bisa aku baca
Menemani langkahmu menuju singgasana surga
      Goresan tinta ini kutulis hanya untukmu
      Dari hati yang terdalam aku ucapkan
      Selamat jalan nenek




                           Oleh : Elvido Erick
              Ada Cinta Dalam Benci
Kau dan aku
Kita bagaikan air dan api
Tak pernah ada kata lembut
Yang ku ucap untukmu
Tak ada perasaan indah
Saat ku tatap matamu
      Tapi kini
      Semua telah berubah
      Hanya kau yang mampu
      Sembuhkan aku dari luka
      Luka yang tau apa obatnya
      Disaat sedih menerpaku
      Kau selalu ada disampingku
      Hingga akhirnya aku sadari
      Bahwa engkaulah cintaku




                            Oleh : Erwin Eko Prabowo
                  Selaksa tak Berdebu
Malam senyap dibawah dunia fana
Menampik nyawa yang bertaburan
Menepis rindu, sesak yang berdebur
       Angin pagi meninggalkan asap
       Berdebu menyesakkan jiwa
       Mendongak raga terlempar menepi
       Hitam pekat membelenggu selaksa putih
       Mencengkeram sebengis kilat
Meyiratkan qalbu sebongkah lara
Sendiri dimalam riuh bergemerlap bintang
Tak menghadirkan jiwa dalam keramaian kosong
Bergeming.....
Tanpa suara
Berseru.....
Tanpa gerakan
Bergelayut.....
Tanpa masa
Hampa, pekat, dalam dunia tak terjamah
Tanpa matahari, bulan, dan kau sekalipun
Dunia dengan selaksa tak berdebu
Membawa redup dalam hari-hari panjangnya




                   Oleh : Faisal Fanani Ikhwan




                           Sendiri
Malam telah datang mengganti hari
Bulanpun telah terpasang manis
Mentari telah pergi
Dan ku duduk sendiri
Merenungi sepi
Baru kusadari
Semua telah pergi
      Kisah masa lalu yang begitu indah
      Kisah masa lalu yang membuatku bahagia
      Semua telah usai
      Kenangan manis berganti sedih
      Tak akan kembali
      Dan ku duduk sendiri
      Merenungi hari
      Semua telah berlalu
      Semua telah jadi masa lalu
      Dan ku terus duduk sendiri




                      Oleh : Fajar Kurnia Krisnanto




          Tujuh Belas Tahun
Kata orang tujuh belas tahun itu masa terindah
Saat dimana kau bebas pergi kemanapun kau mau
Saat bertemu dengan orang yang kau pikir sama denganmu, bermain, dan
tertawa sepuasnya bersama mereka
Saat mendapat nilai tertinggi di kelas, disegani Bapak Ibu Guru, atau
Saat seseorang berkata padamu “aku suka sama kamu, kamu mau nggak
jadi pacarku”
     Tapi saat menyadari usiaku tujuh belas tahun
     Hah tujuh belas tahun, ha ha ha
     Kupikir ini tahun terburuk dalam hidupku
     Karena kau seperti dipaksa melakukan sesuatu yang bukan dirimu
     dan pergi ke tempat yang mereka inginkan
     Kau merasa bingung sebingung-bingungnya sebuah kebingungan,
     sampai temanmu bertanya “kenapa kau selalu terlihat melamun?”
     Kau bertanya tentang, apa itu keadilan? Apa itu kejujuran? Dan kau
     hanya mendapat lembar jawaban kosong, atau
     Kau dikunjungi oleh seseorang, dia mencuri air matamu kemudian
     pergi tanpa permisi
Akhir cerita terungkap bahwa yang menurutmu buruk itu tak selalu buruk
Dan yang menurutmu baik juga tak selalu baik
Terkadang kau hanya perlu belajar memahami sesuatu yang baru
Karena kau tak bisa mendapatkan pelangi tanpa sedikit hujan
Tujuh belas tahun
Masa-masa yang membuat kita banyak belajar


                    Oleh : Fajar Laksmita Dewi




 Sebuah Penyesalan
Hidup...
Anugerah terbesar-Mu
Yang Kau berikan padaku
Untuk menyembah dan berdoa kepada-Mu
Tapi, tak ku hiraukan semua itu
      Sekarang...
      Disini aku sendiri
      Hanya ditemani hukuman-Mu
      Yang menyakitkan, menyedihkan, dan memilukan
Dan sekarang, hanya penyesalan yang kurasakan
Andai kesempatan kedua Kau berikan
Tapi itu tak mungkin




                           Oleh : Indra Fakhruddin




                           Sekolahku
Disini kita bercanda
Disini kita tertawa
Bersuka ria bersama
Berduka cita, juga bersama
       Merenung pun juga bersama
       Meratapi kertas ulangan matematika
       Bertatapan muka
       Dan geleng kepala
Bapak, Ibu Guru dengan lapang dada
Mengajari kita semua
Menuntut ilmu yang berharga
Untuk masa depan yang ceria
       Tempat inilah yang mengantarkan kita
       Menuntun kita beranjak dewasa
Menjadi pemuda yang berani berlaga
Membangun agama, bangsa, dan negara




                           Oleh : M. Arkhan Dinata




                       Menggapai impian
Setiap orang pasti mempunyai mimpi
Begitupula aku, Sang Pemimpi
Mimpi, sebuah hal yang mudah kubayangkan
Namun sulit untuk kuwujudkan
      Bila harus ku buang beribu tetesan keringat
      Bahkan jika sudah terkuras habis darahku
      Aku tak akan pernah menyerah
      Untuk menggapai sebuah mimpi
Sudah kujalani hidup bertahun-tahun
Tak henti kuhadapi berbagai rintangan
Ku lalui bermacam-macam pengalaman
Tapi aku tidak akan pernah berhenti
Behkan jika kau menghentikan jalanku
Aku akan tetap maju
Demi menggapai mimpiku


                   Oleh : Mayda Monica Paramita




                           Galau
Hanya kamu saja
Yang menempati hatiku
Namun kau selalu ragu
Berfikir yang tak menentu berkata yang tak karuan
Kini kuminta kau percaya padaku
Kalau kau memang pacarku
Jangan takut kehilangan
Aku tak akan kemana
Aku tak akan menjauh
Sudah kubilang kalau aku sayang kamu
Jadi tak perlu curiga atau takut tuk mendua
Kalau begini aku gak tahan lagi
Mending cari lagi saja orang yang kamu percaya
Sedahlah sudah gak perlu tanya lagi
Capek aku menjawabmu
Bosan aku mendengarmu
Kalau begini aku gak kuat lagi
Mending aku pergi saja
Cukup sampai disini saja




                    Oleh : M. Khafid Taufani




                                 ½ Jam
½ jam aku mulai terdiam
½ jam aku mulai mengkhayal
½ jam aku mulai terpaku
½ jam aku mulai terketuk
½ jam aku mulai berkobar-bokar
½ jam aku mulai terangsang
Dan ½ jam mulailah kugoreskan pena ini
Untuk tugas dari Bu Siti
Dan ½ jam kurangkai kata-kata
Untuk tugas Bahasa Indonesia
Tiap kata kufikir dengan seksama
Tempe goreng diatas meja
Menyertaiku dalam kesunyianku
Tapi mengapa...
Rasa tempe begitu beda
Walau hati terasa galau
Aku tetap berusaha
Karna itu tugas Bahasa Indonesia
Yang telah diberikannya
Dalam waktu yang lama




                     Oleh : M. Yusron Solikin




                     Kasih Sayang Ibu


Belaian tanganmu yang lembut
Membuatku tenang dalam pelukanmu
Kasih sayang yang kau berikan
Lebih luas dari sekedar bentangan samudera
      Ingi selamanya ku didekatmu
       Merasakan cinta dan kasihmu
       Cinta dan kasih yang tulus
       Dari sosok sepertimu
Oh.. Ibu...
Jika Tuhan memberimu waktu 1000 tahun
Takkan cukup untuk menebus cinta dan kasihmu padaku
       Oh.. Ibu...
       Hanya Tuhan yang dapat membalas keikhlasan hatimu
       Keikhlasan yang takkan pergi walau ditinggal mati


                      Oleh : M. Rizki Purnama P




                          Untuk Ibuku
Tik.. Tok.. Tik.. Tok..
Kudengar jam dinding berdetak merdu
Ku rasakan sayup angin menghempas diriku
Termenung di pojok penuh rindu
Dengan raut wajah pilu
Bahkan bibirku pun ikut membisu
      Tak terasa hari hari telah berlalu
      Berharap akan kedatanganmu
      Namun tak ada kehadiran darimu
      Oh... Ibu...
      Engkau sosok mulia bagi diriku
Tiada orang lain yang bisa menggantikanmu
Tiap hari kuberharap akan kasihmu
Belaian lembut dari kedua tanganmu
Peluk hangat dan cinta darimu
Namu itu hanyalah jadi anganku
      Oh.. Ibu..
      Betapa rindu aku akan tawamu
      Yang selalu memenuhi hari-hariku
      Oh.. Ibu...
      Maafkanlah kelakuan anakmu
      Ku janji kan selalu menyayangimu




                           Oleh : M. Wafi Al Hazmi




                     Menunggumu
Masih terjaga diriku dalam kesunyian malam
Dinginnya malam terasa membekukan hati
Namun..semua itu sirna
Ketika kumerasakan getaran cinta dalam hatiku
      Masih disini... aku sendiri dalam gelapnya malam
      Masih disini... aku membayangkan kau tersenyum padaku
      Masih disini... aku menunggumu hingga rasa cinta ini pudar
      Karena kaulah yang berarti untuk hidupku
Namun... mengapa kau tak ada disisiku
Mungkihkan perasaan ini mulai memudar
Akankah cahaya dihati ini padam
Cahay yang telah tersimpan sejak ku mengenalmu
Ku kuatkan hatiku agar tetap untukmu
Karena aku tetap setia...
Menunggumu...




                            Oleh : M. Yahya Ashari




                            KUPU-KUPU
Bagaikan sayap bidadari

Menembus dan merangkai angin

Menari di panggung mahkota bunga

Kesana kemari mencari setitik madu

Berharap dewi keberuntungan mengantarnya menemui
hamparan permadani berisi bunga

Warnamu yg menyejukkan mata

Membuatku jauh lebih baik hari ini

Andai warna sayapmu bias kugoreskan pada hari-hariku

Mungkin kertas hidupku tak hanya berisi marna hitam

dan putih

Melihat mereka menari bahagia

Sepertinya hari ini ku dapat lebih tersenyum




                                     Oleh : Risqa Sofiana




                     Obat Stress
DEFFENCE OF ANCIENTS hal paling terindah
Setiap aku menghadap suatu keputus asaan dalam belajar
Kau selalu hadir untuk menemaniku
Di saat aku stress terhadap kepenatan rutinitas sekolah
Aku selalu mencari kesenangan darimu
      Ku teringat saat pertama mengenalmu
      Aku sangat membencimu karena aku belum memahamimu
      Tapi aku tetap semangat untuk mempelajarimu
      Sampai aku mulai bisa memahamimu dan MENCINTAIMU
Kini waktu mulai berjalan
Aku agak bersedih karena aku mulai meninggalkanmu
Bukan berarti ku benci
Bukan berarti ku maki
Tapi aku hanya ingin fokus ke dunia nyata untuk menjalani MASA DEPAN
      Kini kau hanya disaat luangku
      Menemaniku hanya saat malam minggu
      Karena aku harus belajar meskipun itu agak menyiksa pikiranku
      Tapi itu harus kulalui demi masa depanku
Meski aku harus mengorbankanmu
Karena bila aku terus selalu denganmu
Aku takut akan mengahncurkan masa depanku
Tetaplah menjadi teman dan sahabatku
Di saat aku mulai jenuh dengan OMONG KOSONG DUNIA INI


                    Oleh : Ronald Pratama Poetra




                     Gravitasi
Iklim pun berubah, dan
Lava pun merekah, disaat
Orion muncul di Januari, dan
Venus muncul dini hari, kurasakan
Episentrum ini semakin dalam
      Saat itulah palung jiwa ini kau lalui
      Ingi ku lupakan, tapi
      Dawai dewi Amor, telah
      Enggan berhenti
      Riuh bergemuruh bagai
      Meteor yang jatuh ke barysfera jiwa
      Ah sudahlah
      Newton pun tahu bahwa ini
      sebuah gravitasi


                                       Oleh : Rori Eni Sativa




                    Bukannya Sombong
Lihat!
Aku tak pernah menyangka
Aku bisa berjalan menembus api
Lihat!
Aku tak pernah menyangka
Aku bisa tahan akan terbakarnya
Dan Lihat!
Aku tak pernah punya kekuatan
Untuk membawanya lebih tinggi
Sampai aku mencapai titik
Di mana tak bisa ku kembali
       Bukannya sombong
       Aku tak pernah bilang tidak mungkin
       Aku akan berjuang
       Aku akan berjuang sampai selamanya
       Membuatnya menjadi benar
Bukannya sombong
Kapanpun kau menjatuhkanku
Aku takkan terbaring saja
Bangunlah
Dan janganlah pernah bilang tak mungkin
       Bukannya sombong
       Aku akan menjadi yang terbaik
       Dan ya...
       Kilah yang paling berkibar seperti sang goliath
       Aku menaklukkan raksasa itu
Jadi sekarang dunia dalam genggamanku
Aku terlahir dari dua bintang
Maka bulanlah di mana aku mendarat kelak saya homo dan saya bangga




                              Oleh : Yovana Riken Keiky

								
To top