Docstoc

askeb patologi asfiksia

Document Sample
askeb patologi asfiksia Powered By Docstoc
					                           TINJAUAN TEORITIS

A. DEFINISI

      Asfiksia neonatorum adalah bayi baru lahir tidak dapat bernafas secara
  spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan ini biasanya disertai dengan
  keadaan Hipoksia serta sering berakhir dengan asidosis. Asfiksia akan
  bertambah buruk apabila penanganan bayi tak dilakukan secara sempurna
  sehingga    tindakan     perawatan     dilaksanakan    untuk    mempertahankan
  kelangsungan hidup dan mengatasi gejala lanjut yang mungkin timbul.
  (Wiknjosastro, 1999).




B. ETIOLOGI

      Bila terdapat pertukaran gas atau pengangkutan oksigen dari ibu ke janin.
   Maka akan terjadi asfiksia janin atau neonatus. Towel (1996) mengajukan
   Penggolongan Penyebab Kegagalan Pernapasan Pada bayi yang terdiri dari :

    Faktor Ibu
       Hipoksia Ibu, hal ini akan menimbulkan hipoksia janin, hipoksia ibu
          dapat terjadi karena hipoventilasi akibat pemberian obat analgetik atau
          anastesi dalam
       Gangguan aliran darah uterus
          Mengurangnya      aliran     darah   pada   uterus   akan   menyebabkan
          berkurangnya penga,liran O2 ke plasenta dan kejanin. Hal ini sering
          ditemukan pada kasus-kasus.

              a) Gangguan kontrasi uterus, misalnya : Hipertensi, Hipotoni /
                  uterus akibat penyakit atau obat
              b) Hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan
              c) Hipertensi pada penyakit eklamsia.



    Faktor Plasenta
      Solusi plasenta. Perdarahan plasenta, dan lain-lain
   Fator Fetus
     Tali pusat menumbung lilitan tali pusat, kompresi tali pusat antara janin
     dan jalan lahir

   Faktor Neonatus
      Pemakaian obat anastesi / analgetika yang berlebihan pada itu secara
         langsung dapat menimbulkan depresi pusat pernapasan janin.
      Trauma yang terjadi pada persalinan. Misalnya : Perdarahan Intra
         Cranial
      Kelainan Kongenital. Misalnya : Hernia diafragmatika atresia saluran
         pernapasan hipoplasia paru dan lain-lain. (Wiknjosastro, 1999).



C. PERUBAHAN PATOISIOLOGI DAN GANGGUAN KLINIS

     Pada asfiksia terjadi pula gangguan metabolisme dan perubahan
  keseimbangan asam-asam pada tubuh bayi. Pada tingkat pertama hanya
  menimbulkan asidosis respiraktonik. Bila gangguan berlanjut dalam tubuh
  bayi akan terjadi proses metabolisme an acrobic yang berupa glikolisis
  gukogen tubuh. Sehingga glikogen tubuh terutama pada jantung dan hati akan
  berkurang.

     Pada tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan kardio vaskuler yang
  disebabakan oleh beberapa keadaan diantarannya :

  a. Hilangnya Sumber Glukogen dalam jantung akan mempengaruhi fungsi
     jantung
  b. Terjadi asidosis metabolis akan menimbulkan kelemahan otot jantung
  c. Pengisian udara alucolus yang kurang adekuat akan mengakibatkan tetap
     tingginya Resistensi Pembuluh darah Paru sehingga sirkulasi darah ke
     paru dan demikian pula kesistem sirkulasi tubuh lain akan mengalami
     gangguan. (Rustam, 1998)


     Untuk menentukan tingkat asfiksia neonatorum digunakan kriteria
  penilaian yaitu yang disebut dengan skor APGAR. Skor APGAR biasanya
   dinilai 1 menit setelah bayi lahir lengkap pada skor APGAR menit 1 ini
   menunjukan beratnya ASFIKSIA yang diderita dan untuk menentukan
   pedoman resusitasi dan perlu juga dinilai setelah 5 menit bayi lahir karena hal
   ini mempunyai koralasi yang erat dengan morbiditas dan mertilitas neonatal.



D. TINDAKAN PADA ASFIKSIA NEONATORUM

      Tindakan yang dikerjakan disebut resusitasi BBL sebelum resusitasi
   dikerjakan perlu diperhatikan bahwa :

    Faktor waktu sangat penting
    Kerusakan yang timbul pada bayi akibat anoksia/hipoksia antenatal tidak
      dapat    diperbaiki   tetapi   kerusakan    yang    akan   terjadi   karena
      anoksia/hipoksia pascanatal harus dicegah dan diatasi.
    Riwayat kehamilan dan partus akan memberikan keterangan yang jelas
      tentang fakta penyebab terjadinya depresi pernapasan pada BBL
    Penilaian BBL perlu dikenal baik, agar resusitasi yang dilakukan dapat
      dipilih dan ditentukan secara adekuat (Prawiroharjo, 2002).


E. PRINSIP DASAR RESUSITASI YANG PERLU DI INGAT, ialah :
      Memberi lingkungan yang baik pada bayi dan mengusahakan saluran
         pernapasan tetes bebas serta merangsang timbulnya pernapasan
      Memberi bantuan pernapasan secara efektif pada bayi                   yang
         menunjukan usaha pernapasan lemah
      Melakukan koraksi terhadap asidosis yang terjadi
      Menjaga agar sirkulasi tetap baik (Wiknjosastro, 1999)


F. CARA RESUSITASI
     1) Letakkan bayi dilingkungan yang hangat keudian keringkan tubuh bayi
         dan selimuti tubuh bayi untuk mengurangi evaporasi
     2) Sisihkan kain yang basah kemudian tidurkan bayi terlentang pada alas
         yang datar
     3) Ganjal bahu dengan kain setinggi 1 cm (sniffing positor)
4) Hisap lendir dengan menghisap lendir dec dari mulut apabila sudah
   bersih kemudian lanjutkan kehidung
5) Lakukan rangsangan taktil dengan cara menyentil telapak kaki bayi dan
   mengusap-usap punggung bayi.
6) Nilai Pernapasan
        Jika nafas spontan lakukan penilaian denyut jantung selama 6
          detik, hasil kalikan 10, denyut jantung > 100 x /menit. Nilai
          warna kulit jika merah / sianosis perifer lakukan observasi.
          Apabila baru diberikan O2. denyut jantung < 100% / menit
          lakukan ventilasi tekanan positif.
        Jika pernapasan megap-megap lakukan ventilasi tekanan positif


7) Ventilasi tekanan Positif /PPV dengan memberikan O2 100% melalui
   anbubag atau masker. Masker harus menutupi hidung dan mulut tidak
   menutupi mata. jika tidak ada ambubag beri bantuan nafas mulut
   kemulut. Kecepatan PPV 40-60 x/menit.
8) Setelah 30 detik lakukan penilaian denyut jantung selama 6 detik. Hasil
   kalikan 10
        100 hentikan bantuan nafas, observasi nafas spontan
        60-100 ada peningkatan denyut jantung teruskan pemberian
          PPV
        60-100 dan tidak ada peningkatan denyut jantung, lakukan PPV
          disertai kompresi jantung
        < 10 x/ menit, lakukan PPV disertai kompresi jantung


9) Kompresi jantung
   Perbandingan kompresi jangtung dengan ventilasi ada 3:1 ada 2 cara
   kompresi jantung.
        Kedua ibu jari menekan stemum sedalam 1 cm dan tangan lain
          mengelilingi tubuh bayi
        Jari tengah dan telunjuk menekan stemum dan tangan lain
          menahan belakang tubuh bayi
    10) Lakukan penilaian denyut jantung setiap 30 detik setelah kompresi ada
    11) Denyut jantung 80 x / menit kompresi jantung dihentikan lakukan PPV
       sampai denyut jantung > 100 x / menit dan bayi dapat nafas spontan
    12) Jika denyut jantung 0 atau < 10x/menit. Lakukan pemberian obat
       epineprin 1 : 10.000 dosis 0,2 – 0,3 ml/ Kg BB IV
    13) Lakukan penilaian denyut jantung janin jika > 100x/menit hentikan
       obat
    14) Jika denyut jantung < 80 x / menit ulangi pemberian epineprin sesuai
       dosis tiap 3-5 menit
    15) Lakukan penilaian denyut jantung jika denyut jantung tetap / tidak
       respon terhadap diatas dan tanpa ada hiporolemi beri natrikus dengan
       dosis 2 MEG / Kg BB secara IV selama 2 menit.(Wiknjosastro, 1999)




G. PENANGANAN
     1) Jalan nafas dibersihkan, jangan biarkan bayi kedinginan
     2) Lakukan resusitasi dengan alat yang dimasukan kedalam mulut untuk
        menyalurkan o2 dengan tekanan 12 mmhg
     3) Gejala perdarahan otak biasanya timbul pada beberapa hari post matur
     4) Pemberian choramil labdine sekurangnya tidak dilakukan lagi
     5) Kalau ada dugaan perdarahan otak berikan injeksi vit-k 1 – 2 minggu
     6) Berikan transfuse darah via tali pusat atau pemberian glukosa.
                           DAFTAR PUSTAKA


       Rukiyah Yeyeh, Ai. SSiT dan Julianti Lia Amd. Keb. MKM. 2010 Asuhan
Neonatus Bayi dan Anak, CV. Trans Info Medika. Jakarta

       Wiknjosastro hanifa,2005, ilmu kebidanan , yayasan bina pustaka sarwono
prawirohardjo,Jakarta.

       Saifudin abdul bari dkk,2002,buku panduan praktis pelayanan kesehatan
maternal dan neonatal,yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo ,Jakarta.

       Sarwono Prawiro, 2002. Praktisi Pelayanan Kesehatan Material dan
Neonatal, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

       Sarwono Prawirohardjo, Prof. Dr. dr. 1992 Ilmu kebidanan. Yayasan Bina
Pustaka : Jakarta.

       Mochtar rustam, 1998, sinopsis obstetric : obstetric fisiologi, obstetric
patologi , EGC, Jakarta.
                        A S U H A N K E B I D A N AN

       PADA By “ M “ DENGAN ASFIKSIA DIRUANGAN PERISTI

               DIRSUD UNDATA PROPINSI SULAWESI TENGAH




No. Regiater         : 12 – 50 - 22
Tgl. Masuk           : 11 – 01 – 2012
Tgl. Pengkajian      : 13 – 01 – 2012




STEP I. IDENTIFIKASI DATA DASAR

  A. IDENTITAS (Biodata)
    1. Identitas Bayi
              Nama Bayi                     : By. Ny. M
              Tanggal/Jam Lahir Bayi        : 11 Januari 2012 Pukul 05.10 Wita
              Jenis Kelamin                 : Perempuan
              Berat Badan                   : 2800 gr
              Panjang Badan                 : 49 cm




    2. Identitas Orang Tua
        Nama         : Ny. M                 Nama            : Tn. A
        Umur         : 24th                  Umur            : 28th
        Suku/Bangsa : Kalili/Indonesia       Suku/Bangsa : Kaili/Indonesia
        Agama        : Islam                 Agama           : Islam
        Pendidikan : SMP                     Pendidikan      : SMA
        Pekerjaan    : URT                   Pekerjaan       : Wiraswasta
        Alamat       : Desa bangkir


  B. RIWAYAT PERSALINAN
      1. Persalinan di tolong oleh : Bidan
      2. Jenis persalinan             : Spontan Pervaginam
  3. Tempat persalinan              : RSUD Undata Palu
  4. Lama persalinan
          Kala I         : 3 Jam
          Kala II        : 30 Menit
          Kala III       : 5 Menit
          Kala IV        : 2 Jam


  5. Masalah yang terjadi selama persalinan     : Tidak Ada
  6. Keadaan air ketuban                        : Sisa ketuban warna hijau
  7. Keadaan umum BBL                           : Jelek


C. PEMERIKSAAN FISIK
  1. Nilai Apgar

                                                1-5
      No.      Aspek yang di Nilai                        6-10 Menit   Menit
                                              Menit
       1.   Warna kulit                         1              1        2
       2.   Denyut jantung                      1              1        2
       3.   Refleks                                            1        1
       4.   Tonus otot                                         1        1
       5.   Reaksi terhadap pernafasan          1              1        2
                      Jumlah                    3              5        7



  2. Antropometri
          Berat badan : 2800 gr
          Panjang badan            : 49 cm
          Lingkar kepala           : 32 cm
          Lingkar lengan           : 8 cm


  3. Refleks
          Morrow / kaget                       : Ada, lemah
          Palmograf / menggenggam              : Ada, lemah
        Suckling / menghisap            : Ada, lemah
        Rooting / mencari               : Ada, lemah
        Swallowing / menelan            : Ada, lemah


4. Menangis                              : Merintih
5. Tanda-tanda vital
        Keadaan umum        : Jelek
        Denyut jantung      : 150 x/i
        Respirasi           : 62 x/i
        Suhu                : 36,4 C


6. Pemeriksaan Head to Toe
       a. Kepala
               Sinetris                 : Ya
               Ubun-ubun besar          : Cembung
               Ubun-ubun kecil          : Ada
               Caput succedanum         : Tidak Ada
               Cephal hematoma          : Tidak Ada
               Sutura                   : Tidan Moulage
               Luka di kepala           : Tidak Ada
               Kelainan yang di jumpai : Tidak Ada Kelainan




       b. Mata
               Posisi                   : Simetris Ka – Ki
               Kotoran                  : Tidak Ada Kotoran
               Perdarahan               : Tidak Ada Perdarahan
               Bulu mata                : Ada


       c. Hidung
               Kebersihan               : Bersih
               Pengeluaran              : Tidak Ada
d. Hidung
       Lubang hidung        : terdapat 2 lubang (Ka-Ki)
       Cuping hidung        : Ada, Ka-Ki Simetris
                              Gerakan Ka-Ki kembang kempis
       Keluaran             : Tidak Ada


e. Mulut
       Simetris                    : Atas dan Bawah
       Palatum                     : Ada
       Saliva                      : Tidak Ada Hipersaliva
       Bibir                       : Tidak Ada Labia Skizis
       Gusi                        : Merah tidak ada laserasi
       Lidah bintik putih          : Ada


f. Telinga
       Simetris                    : Ka-Ki
       Daun telinga                : Ada, Ka-Ki
       Lubang telinga              : Ada, Ka-Ki
       Keluaran                    : Tidak Ada


g. Leher
       Kelainan                    : Tidak Ada kelainan
       Pergerakan                  :Dapat bergerak ke kanan kiri


h. Dada
       Simetris                    : Ya
       Pergerakan                  : Bergerak waktu bernafas
       Bunyi nafas                 : Nafas cepat, lembut teratur,
                                     dangkal
       Bunyi jantung               : Lup-duk teratur


i. Perut
       Bentuk                     : Tidak ada kelainan
       Bising usus                : Teratur
       Kelainan                   : Tidak Ada kelainan


j. Tali Pusat
       Pembuluh darah             : 2 arteri dan 1 vena
       Perdarahan                 : Tidak Ada Perdarahan
       Kelainan                   : Tidak Ada kelainan


k. Kulit
       Warna              : Kemerahan & ekstremitas biru
       Turgor             : Ada
       Lanugo             : Ada
       Verniks caseosa    : Ada
       Kelainan           : Tidak Ada kelainan


l. Punggung
       Bentuk                     : Lurus
       Kelainan                   : Tidak Ada kelainan


m. Ekstremitas
       Tangan                     : Simetrs Ka-Ki
       Kaki                                 : Simetris Ka-Ki
       Gerakan                    : Ada
       Kuku                       : Lengkap
       Bentuk kaki                          : Lurus
       Bentuk tangan              : Lurus
       Kelainan                   : Tidak Ada kelainan


n. Genetalia (Perempuan)
       Klitoris                   : Ada
       Labia mayora               : Ada
       Labia minora               : Ada
                       Kelainan                      : Tidak Ada kelainan


 D. PEMERIKSAAN PENUNJANG

      Lab :

              Bilirubin Serum        : 100 mol/l
              HB                     : 13,7 g/dl




STEP II. INTERPRETASI DATA

No      DIAGNOSA                               DATA DASAR
1.    Bayi     baru   lahir DS 
      hari ke-2 cukup             Ibu mengatakan bayi baru lahir normal
      bulan,      spontan         Ibu mengatakan melahirkan tangga l1 -1-2012
      LBK         dengan          Ibu mengatakan melahirkan anak ke-2
      Asfiksia
                            DO 
                                  Keadaan Umum           : Jelek
                                  Denyut jantung         : 150 x/i
                                  Respirasi              : 62 x/i
                                  Suhu                   : 36,4 C
                                  Berat badan            : 2800 gr
                                  Panjang badan          : 49 cm
                                  Lingkar kepala         : 32 cm
                                  Lingkar lengan         : 8 cm
                                  Nafas cepat dan dangkal
                                  Ekstremitas biru
                                  Menangis merintih
                                  AS 3/5/7
ANALISA DATA :
     1) Ibu mengatakan melahirkan tanggal 11 Januari 2012, pengkajian di
         lakukan tanggal 13 Januari 2012. Jadi bayi merupakan BBL hari ke-2
      2) Cukup bulan dan sesuai masa kehamilan atau bayi yang lahir dan
         kehamilan 36-37 minggu dengan BBL : 2800 gram, menangis merintih
         dan tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur (nafas cepat dan
         dangkal). (Sarwono, 2007).


2.     Gangguan            DS 
       pemenuhan               -
       kebutuhan nutrisi
       atau   ASI   pada DO 
       bayi                    Refleks menghisap lemah
                               BAK sering berwarna kuning kekuningan
ANALISA :
Asi merupakan makanan terbaik bagi bayi dimana asi mudah dicernah karena
sesuai dengan struktur saluran cerna dan banyak mengandung zat zat gizi (
kolostrum) yang lengkap dan dibutuhkan oleh bayi dan dapat memenuhi
kebutuhan bayi. Sehingga dengan adanya refleks menghisap yang lemah maka
kebutuhan nutrisi/ASI bayi berkurang.



STEP III. DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL

      Potensi terjadi hypotermi



STEP IV. TINDAKAN SEGERA

      Mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan
      Merawat bayi dalam incubator
      Observasi tanda-tanda vital



STEP V. PERENCANAAN
NO          TUJUAN                   RENCANA                     RASIONAL
 .
1.   Bayi baru lahir hari 1. Observasi KU bayi              Untuk           mengetahui
     ke-3 dengan asfiksia                                     keadaan bayi
     tumbuh sehat dengan 2. Nilai Apgar Score               Untuk           mengetahui
     kriteria :                                               secara     dini jika    ada
      BB bertambah                                           kelainan
      Menangis spontan 3. Keringkan tubuh bayi  Agar                    bayi       tidak
      Warna           kulit                                  hypotermi dan cyanosis
          merah muda           4. Berikan    rangsangan  Untuk              mengetahui
      Tanda-tanda vital          taktil pada tubuh bayi      apakah       bayi      peka
          normal                                              terhadap rangsangan dan
                                                              dapat menangis spontan
                                                            Untuk mengetahui dan
                               5. Lakukan pengukuran          mengevaluasi motoritas
                                  antropometri                fisik
                                                            Untuk           mengetahui
                               6. Ukur      tanda-tanda       apakah      bayi      dalam
                                  vital                       keadaan normal/tidak
                                                            ASI                merupakan
                               7. Berikan HE pada ibu         makanan yang terbaik
                                  tentang    pentingnya       bagi       bayi      karena
                                  ASI Eksklusif               mengandung semua zat
                                                              gizi yang di butuhkan
                                                              bayi


2.   Gangguan pemenuhan 8. Observasi               tanda  Untuk             mengetahui
     kebutuhan      nutrisi       kekurangan cairan           keseimbangan          cairan
     dapat teratasi dengan                                    dalam tubuh
     criteria :                9. Pasang infuse             Untuk              menambah
      BAK         kembali                                    asupan cairan
          normal               10. Pasang OGT               Untuk              membantu
      BAB normal                                             memasukan nutrisi
      Refleks                 11. Beri munum sesering  Untuk                  memenuhi
          menghisap bagus         mungkin                     kebutuhan nutrisi bayi
                        12. Observasi intake dan  Untuk                 memenuhi
                            output                        keseimbangan      intake
                                                          dan output
                        13. Penatalaksanaan         Untuk             mempercepat
                            pemberian teraphy             proses penyembuhan




STEP IV. PELAKSANAAN

  Hari/Tanggal                     Kegiatan dan Monitoring

    Kamis         1. Mengobservasi keadaan umum bayi

 13 – 01 - 2012         Keadaan Umum           : Jelek
                  2. Menilai apgar score, AS 3/5/7
                  3. Mengeringkan tubuh bayi
                  4. Memberikan rangsangan taktil pada tubuh bayi
                  5. Melakukan pengukuran antropometri
                          Berat badan          : 2800 gr
                          Panjang badan        : 49 cm
                          Lingkar kepala       : 32 cm
                          Lingkar lengan       : 8 cm
                           12 –
                  6. Mengukur tanda-tanda vital bayi
                        Denyut jantung         : 150 x/i
                              0
                        Respirasi              : 62 x/i
                            1
                        Suhu                   : 36,4 C
                  7. Memberikan HE pada ibu mengenai pentingnya ASI
                     Eksklusif –
                  8. Mengobservasi tanda-tanda kekurangan cairan
                  9. Memasang infuse Dex 5% 10 TPM
                              2
                  10. Memasang OGT dengan kebutuhan 8 kali 30-40 cc
                              0
                  11. Memberikan minum pada bayi sesering mungkin
                             1
                  12. Mengobservasi intake dan outpute
                               2
                  13. Penatalaksanaan pemberian teraphy
STEP VII. EVALUASI

  1. Mengobservasi keadaan umum bayi
         Keadaan Umum           : Jelek
  2. Menilai apgar score, AS 3/5/7
  3. Mengeringkan tubuh bayi
  4. Memberikan rangsangan taktil pada tubuh bayi
  5. Melakukan pengukuran antropometri
         Berat badan            : 2800 gr
         Panjang badan          : 49 cm
         Lingkar kepala         : 32 cm
         Lingkar lengan         : 8 cm
  6. Mengukur tanda-tanda vital bayi
         Denyut jantung         : 150 x/i
         Respirasi              : 62 x/i
         Suhu                   : 36,4 C
  7. Memberikan HE pada ibu mengenai pentingnya ASI Eksklusif
  8. Mengobservasi tanda-tanda kekurangan cairan
  9. Memasang infuse Dex 5% 10 TPM
  10. Memasang OGT dengan kebutuhan 8 kali 30-40 cc
  11. Memberikan minum pada bayi sesering mungkin
  12. Mengobservasi intake dan outpute
  13. Penatalaksanaan pemberian teraphy
                  CATATAN PERKEMBANGAN



Hari jum’at tanggal 14 Januari 2012. Hari ke-3

S
    -


O
    Keadaan umum          : Jelek
    Denyut jantung        : 148 x/i
    Respirasi             : 54 x/i
    Suhu                  : 37,5 C
    Refleks menghisap : Kurang
    Tali pusat            : Mulai mongering, bersih & tidak ada tanda infeksi


A  BBL hari ke-4 dengan Asfiksia berat
P
   1) Mengobsevasi tanda-tanda vital
            Denyut jantung           : 148 x/i
            Respirasi                : 54 x/i
            Suhu                     : 37,5 C
   2) Merawat tali pusat
   3) Memasang infuse dengan cairan Dex 5% 10 TPM
   4) Memasang OGT dengan kebutuhan 8 kali 30-40 cc
   5) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian tindakan selanjutnya
                       CATATAN PERKEMBANGAN



Hari sabtu tanggal 15 Januari 2012. Hari ke-5

    S
         -


    O
         Keadaan umum             : Baik
         Denyut jantung           : 146 x/i
         Respirasi                : 50 x/i
         Suhu                     : 37,5 C
         Refleks menghisap        : Membaik
         Tali pusat               : Kering


    A  BBL hari ke-5 dengan Asfiksia sedang
   P
         1) Mengobsevasi tanda-tanda vital
                 Denyut jantung              : 148 x/i
                 Respirasi                   : 50 x/i
                 Suhu                        : 37,5 C
         2) Merawat tali pusat : kering, Aff infuse dan OGT
         3) Mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering
         4) Teraphy di lanjutkan
             CATATAN PERKEMBANGAN



Hari minggu tanggal 16 Januari 2012. Hari ke-6

S
    -


O
    Keadaan umum            : Baik
    Denyut jantung          : 144 x/i
    Respirasi               : 52 x/i
    Suhu                    : 37,4 C
    Refleks menghisap       : Baik
    Tali pusat              : Kering
    Bayi di tempatkan di box terbuka


A  BBL hari ke-6 dengan Asfiksia ringan
P
   1) Mengobsevasi tanda-tanda vital
            Denyut jantung             : 144 x/i
            Respirasi                  : 52 x/i
            Suhu                       : 37,4 C
   2) Merawat tali pusat, tali pusat kering
   3) Bayi di pulangkan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:404
posted:9/16/2012
language:Malay
pages:19