askeb fisiologi pnc

Document Sample
askeb fisiologi pnc Powered By Docstoc
					                           TINJAUAN TEORITIS



A.      KONSEP DASAR PRE EKLAMSIA


           Pre   eklamsia    adalah    penyakit   dengan    tanda-tanda   bahaya
            hipertensi,protenuiria     dan    edema    yng       timbul    karena
            kehamilan.penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 pada
            kehamilan,tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola
            hidatidosa (prwirohardjo 2005).
           Pre eklamsia adalah kumpulan gejala yang timbul pada ibu
            hamil,bersalin dan masa nifas yang terdiri dari trias yaitu
            hipertensi,proteinuria dan edema yang kadang-kadang di sertai konvusi
            sampai koma,inu tersebut tidak menunjukan tanda-tanda kelainan
            vascular atau hipertensi sebelumnya (Muchar,1998).


A. ETIOLOGI

            Penyebab pre eklamsia saat ini tak bisa diketahui dengan pasti
     walaupun penelitian yang dilakukan terhadap peyakit ini sudah sedemikian
     maju,semuanya baru di dasarkan pada teori yang di hubungkan dengan
     kejadian,itulah sebabnya preeklamsia dikenal dengan “disease of
     theory”,adapun teori” tersebut antran lain:


     1. Peran prostasiklin dan tromboksan
        Pada PE-E ditemukan kerusakan pada endotel vukuler,sehingga terjadi
        penurunan produksi prosttasiklin (PGI2) yang pada kehamilan normal
        meningkat,aktivitas pengumpulan dan fibriniolisis,yang kemudian akan
        diganti dengan trombin dan plasmin,trombin akan menggunakan
        antitrombin III sehinga terjadi pemendakan fibrin.

     2. Peran faktor imunologis
        PE sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada
        kehamilan berikutnya dikarnakan bahwa pada kehamilan pertama


                                         1
       pembentuakan blocking antibodis terhadap antigen          plasenta tidak
       sempurna,yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya.
       Fierlie F.M (1992) mendapatkan beberapa data yang mendukung adanya
       sistem imun pada penderita PE-E :
            Beberapa wanita dengan PE-E mempunyai kompleks imun dan
               serum
            Beberapa     studi juga mendapatkan adanya aktivitas sistem
               komplemen pada PE-E diikuti dengan protein di dalam air kencing

       Sirat (1986) menyimpulkan meskipun ada bebrapa pendapat menyebutkan
       bahwa sistem imun humoral dan aktivitas komplemen terjadi pada PE-E
       tetapi tidak ada bukti bahwa sistem imunologi bisa menyebabkan PE-E.

   3. Beberapa bukti menujukan peran faktor genetik pada kejadian PE-E antara
      lain:
            Preeklamsia hanya terjadi pada manusia
            Terdapat kecenderungan meningkat frekuensi PE-E pada anak-
             anak dari ibu yang menderita PE-E
            Kecenderungan meningkat frekuensi PE-E pada anak dan cucu,ibu
             hamil dengan riwayat PE-E dan bukan pada ipar mereka
            Peran Renin-Angiotensin-Aldosteron system (RAAS)

  Bebrapa faktor yang dapat menunjang terjadinya PE-E,faktor tersebut
   antara lain:

       Kehamilan petama
       Wanita gemuk
       Wanita dengan:
         Diabetes
         Mola hidatidosa
         polihidramniom
       Kehamilan di usia remaja
       Kehamilan berumur pada 35 tahun keatas
       Kehamilan kembar
       Riwayat Tekanan darah tinggi,riwayat kencing manis,dan kelainan ginjal
       Riwayat keluarga yang mengidap PE-E

B. PATOFISIOLOGI




                                      2
      Vasokontriksi merupakan dasar patogonesis PE-E vasokontriksi
   menimbulkan peningkatan total perifer resisten dan menimbulkan
   hipertensi.adanya vasokontriksi juga menimbulkan hipoksia pada endotel
   setempat.sehingga terjadi kerusakan endotel,kebocoran arteriole disertai
   perdarahan mikro pada tempat endotel.

      Selain itu Hubel (1989) mengatakan bahwa adanya vasokontriksi arteri
   spiralis akan menyebabkan terjadinya terjadinya penurunan perfusi
   uteroplasenter yang selanjutnya akan menimbulkan maladaptasi
   plasenta.hipoksia/anoksia jaringan merupakan sumber reaksi hiperoksidase
   lemak,sedangkan proses hiperoksidasi itu sendiri memerlukan peningkatan
   konsumsi oksigen,sehingga dengan demikian akan menggangu metabolisme
   di dalam sel periksodase lemak adalah hasil proses oksidase lemak tak
   jenuh.yang    menghasilkan      hiperoksidase  lemak   jenuh.periksodase
   terganggu,dimana periksodase dan oksidan lebih dominan,maka akan timbul
   keadaan yang disebutkan stess oksidatif.

   Pada PE-E serum anti oksidan kadarnya menurun dan plasenta menjadi
   sumber ternjadinya periksodase lemak,sedangkan pada wanita hamil normal
   serumnya mengandung transferin,ion tembaga dan sulfhidril yang berperan
   sebagai antioksidan yang cukup kuat.



C. JENIS-JENIS PRE EKLAMSIA
     1) Preeklamsia ringan
     PE Ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan atau edema
     setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah kehamilan.Gejala
     ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit
     trofoblas.penyebab    preeklamsia    ringan   belum   diketahui   secara
     jelas,penyakit ini dianggap sebagai “ moladaption syndromr” akibat
     vasospasme general dengan gejala akibatnya.
     Gejala klinis PE ringan meliputi :
         Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmhg atau lebih,diastol 15 mmhg
          atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20
          minggu atau lebih atau sistol 140 mmhg sampai kurang 160
          mmhg,diastol 90 mmhg sampai kurang 110 mmhg.



                                      3
   Proteinuria secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 Jam atau
    secara kuantitatif positif 2(+2);
   Edema pada pretibia,dinding abdomen,lumboksakral,wajah atau
    tangan.


Penaganan preeklamsia ringan dapat dilakukan dengan dua cara tergantung
gejala timbul yakni :
   Penatalaksanaan rawat jalan pasien preeklamsia ringan,dengan cara
    ibu    di    anjurkan     untuk     banyak    beristrahat      (berbaring
    tidur/miring)dengan diet:cukup protein,rendah karbohidrat,lemak dan
    garam;pemberian sedatif ringan:tablet phenobarbotal 3x30 mg atau
    diazepan    3x2      mg   peroral   selama    7    hari(atas    instruksi
    dokter);roborantia;kunjungan ulang setiap 1minggu;pemeriksaan lab.
   Penatalksaan rawat tinggal pasien preeklamsia ringan,berdasarkan
    kriteria : setelah 2 minggu pengobatan rawat jaln tidak menunjukan
    adanya perbaikan dari gejala-gejala PE-E;kenaikan beratbadan ibu 1
    kg atau lebih perminggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu)
    timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda preeklamsia berat.


Perawatan obstetri pasien preeklamsia ringan.
   Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) bila desakn darah mencapai
    norotensi selama perawatan,persalinan di tunggu sampai aterm;bila
    desakn darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama
    perawatan maka kehamilan dapat diakhiri pada umur kehamilan 37
    minggu atau lebih.
   Kehamilan atrem (37 minggu at lebih) persalinan sampai terjadi onset
    persalinan atau di pertimbangkan untuk melakukan persalinan pada
    taksiran tanggal persalinan.
   Cara persalinan;persalian dpat dilakukan secara spontan bila perlu
    memperpendek kala II



                                   4
2) Preeklamsia berat
   Preeklamsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai
   dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmhg atau lebih disertai
   proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.
   Gejalan dan tanda preeklamsia berat:tekanan darah sistolik > 160
   mmhg :diastolik >110 mmhgPeningkatan kadar enzim hati
   atau/danikterus,trombosit<100.000/mm3;oliguria<400              ml/24
   jam;proteinuria >3 gr/liter;nyeri epigastrium.skotoma dan ganguan
   visus lain atau nyeri frontal yang berat,perdarahan retina ,odema
   pulmonum.
   Ditinjau darinumur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala
   preeklamsia berat selama perawatan,maka perawatn dibagi menjadi:
      a. Perawatan aktif,sedapat mungkin sebelum perawatan aktif
          pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal asssesment
          yakni pemeriksaan nonstress test (NST) dan ultrasonografi
          (USG),dengan indikasi(salah satu atau lebih) yakni:
                 Ibu:kehamilan 37 mingu atau lebih adanya tanda dan
                 gejalan    impending       eklamsia,kegagalan     terapi
                 konservatif.
                 Janin:hassil fetal assesment jelek (NST & USG)
                 adanya tanda intra uterin growt retardation (IUGR).
                 Hasil lab:adanya “HELP syndrome”
       b. pengobatan medisinal pasien preeklamsia berat dilakukan
          dirumah sakit atas instruksi dokter,yaitu:TTV di periksa setiap
          30 menit,dextrose 5% diselingi dengan RL (60-125cc/jam)
          500 cc,di berikan antasida,diet,pemberian obat anti kejang
          MgSO4 diuretikum          tidak di berikan jika payah jantung
          kongesif,furosemid injeksi 40 mg/IM.
       c. antihipertensi diberikan jika sistolik lebih 180 mmhg,diastolis
          110 mmhg atau MAP 125mmhg,ssaran pengobatan tekanan




                                5
          diastolikkurang 105 mmhg (bukan kurang 90 mmhg) karna
          akan menurunkan perfusi plasenta.
        d. bila di butuhkan penurunan tekanan darah secepatnya,dapat
          diberikan antihipertensi (tetesan kontinyu)catapares ijeksi
          dosis biasa di pakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus
          disesuaikan dengan tekanan darah.
        e. bila tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet
          secara sublingual diulang selang 1 jam,maksimal 4-5 kali.
        f. pengobtan jantung jika ada indikasinya ada tanda menjurus
          payah jantung,berikan digitalis cepat engan cedilanid D.
        g.lain-lain konsul bagian penyakit dalam/jantung mata obat-obat
          antiperentik diberikan bila suhu rektal 38,5 ⁰c dapat di bantu
          dengan kompres dingin,ampicilin 1 gr/6jam/IV/hari.anti nyeri
          berikan petidin 50-70 mgsekali saja selambatnya 2 jam
          sebelum lahir.


3 preeklamsia berat pada persalinan.
   Penanganan      ibu       dengan         preeklamsia      berat     pada    saat
   persalinan,dilakukan tindakan penderita di rawat inap antara lain:
       a. Istrahat mutlak tempatkan diruangan isolasi,berikan diet
          rendah garam,lemak dan tinggi protein,berikan suntikan
          MgSO4 8 gr IM,4 gr dibokong kanan dan 4 gr di bokong kiri
          suntikan dapat diberikan ulang dengan dosis 4 gr setipa
          jam,infus      dekstros       5    %   dan      RL,berikan    obat   ant
          hipertensi,injeksi katapares 1 ampul 1 mg dan selanjutnya
          dapat diberikan tablet katapres 3x1/2 tablet atau 2x ½ tablet
          sehari,diuretika tidak diberikan kecuai terdapat edema
          umum,edema paru dan kegagalan jantung kongesif.
       b. Kal II harus dipersingkat dalam 24 jam dengan ekstraksi
          vakum       atau     forceps        ,jangn      diberikan    methergien
          postpartum,kecuali bila terjadi perdarahan yang disebabkan


                                    6
                     atonia    uteri     pemberian    MgSO4       kalau   tidak     ada
                     kontrakindikasi,kemudian diteruskan dengan dosis 4 gr setiap
                     4 jam dalam 24 jam postpartum.
                 c. Bila ada indikasi obstretric dilakukan seksio sesarea.
                 d. Jika anastesi umum tidak tersedia atau janin mati,aterm terlalu
                     kecil     lakukan      persalinan      pervaginam,jika      serviks
                     matang,lakukan induksi dengan oksitosin 2-5 IU dalam 500 ml
                     dextrose 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin (atas
                     intruksi dokter).



E.TANDA DAN GEJALA

                 Tanda     preklamsia    adalah    dengan    naiknya   tekanan    darah
          (hipertensi) dan terdapatnya kadar protein dalam urin yang berlebihan
          (proteinuria) setelah kehamilan mencapai 20 minggu. Kelebihan protein
          ini akan mempengaruhi kerja ginjal. Beberapa tanda dan gejala lain dapat
          datang bertahap maupun tiba-tiba seperti:
           Sakit kepala
           Masalah penglihatan, termasuk kebutaan sementara, pandangan buram
            dan lebih sensitif pada cahaya/silau
           Nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk sebelah kanan
           Muntah
           Pusing
           Berkurangnya volume urin
           Berat badan yang naik secara cepat, biasanya di atas 2 kg per minggu

          Pembengkakan (edema) pada wajah dan tangan sering menyertai
preklamsia walaupun tidak selalu merupakan gejala dari preklamsia karena edema
ini terjadi juga pada kehamilan yang normal.

Selain preklamsia ini, beberapa kelainan tekanan darah saat hamil antara lain
adalah:


                                            7
  Hipertensi kehamilan. Ibu hamil dengan hipertensi kehamilan tetapi tidak
    terdapat kelebihan protein dalam urin. Hipertensi kehamilan ini mungkin
    dapat berkembang menjadi preklamsia.
  Hipertensi kronis. Tingginya tekanan darah yang terjadi sebelum kehamilan
    mencapai usia 20 minggu atau sampai 12 minggu setelah kelahiran.s

    Preklamsia superimpose pada hipertensi kronis. Istilah ini menggambarkan
ibu dengan hipertensi kronis sebelum kehamilan dan berkembang lebih buruk
dengan protein urin berlebihan saat kehamilan.

F.KOMPLIKASI

       Komplikasi yang bisa terjadi, antara lain sindroma HELLP yang bisa mirip
demam berdarah, kalau hanya memerhatikan nilai trombosit. Komplikasi lainnya
adalah gagal jantung, gagal ginjal, edema paru, solusio plasenta (ari-ari lepas
sebelum waktunya), dan kejang pada si ibu. Bila sudah terjadi kejang, maka itulah
yang disebut eklampsia.

        Komplikasi    yang   terjadi   pada   janin,    antara   lain   terhambatnya
pertumbuhan janin, bahkan kematian janin dalam kandungan. Pencegahannya
sendiri, hingga kini belum ada cara yang pasti untuk mencegah pre-eklampsia.
Kebanyakan upaya yang dilakukan oleh dokter adalah mendeteksi sedini mungkin
terjadinya pre-eklampsia, sebelum terjadi komplikasi.

G.PENCEGAHAN

       Untuk mencegah kejadian pre-eklamsia ringan dapat dilakukan nasehat
tentang dan berkaitan dengan :

             a. diet makan
                makanan tinggi protein,tinngi karbohidrat,cukup vitamin,dan
                rendah lemak.kurangi garam apabila berat badan bertambah atau
                edema.
             b. Cukup istrahat.



                                        8
                 Istrahat yang cukup pada hamil semakin tua dalam arti bekerja
                 seperlunya dan disesuikan dengan kemampuan,lebih banyak
                 duduk atau berbaring ke arah punggung janin sehingga aliran
                 darah menuju plasenta tidak mengalami ganguan.
              c. Pengawasan antenatal
                 Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim
                 segera datang ke tempat pemeriksaan.perlu di perhatikan adalah :
                        Uji kemungkinan pre-eklamsia
                         Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikanya
                         Pemeriksaan tinngi fundus uteri
                         Pemerksaan kenaikan berat badan atau edema
                         Pemeriksaan protein dalam urin
                         Pemeriksaan fungsi ginjal,fungsi hati,dan pemeriksaan
                          retina mata.
                        Penilaian kondisi janjin dlam rahim
                         Pemantuan tinggi fundus uteri
                         Pemeriksaan gerakan janin,DJJ,dan pemantauan air
                          ketuban.
                         Usulkan untuk melakukan pemeriksaan USG.


   A. PENANGANAN

Pada pre-eklamsia ringan penanganan simtomatis dan berobat jalan dengan
memberikan:

   1) Sedativa ringan
              Phenobarbital 3 x 30 mgr
              Valium 3 x10 mgr
   2) Obat penunjang
              VIT B Kom
              VIT C atau VIT E



                                          9
             Zat besi
   3) Nasehat
             Garam dalam makanan dikurangi
             Lebih banyak istrahat baring ke arah punggung janin
             Segera datang memeriksakan diri bila terjadi sakit kepala,mata
              kabur,edema mendadak dan berat bdan naik.
Untuk penanganan penderita pre eklamsia berat :
   1) Terisolasi sehingga tidak mendapat rangsangan suara
   2) Di pasang infus glukosa 5%
   3) Dilakukan pemeriksaan
             pemeriksaan TTV
             pemeriksaan kebidanan,leopold,DJJ,PD,(evaluasi pembukaan dan
              keadaan janin)
             pemasangan daur kateter
             evaluasi keseimbangan cairan
   4) pengobatan
             sedativa:phenobarbital 3 x 100 mgr,vallium 3 x 20 mgr
             menghidari kejang
              a. magnesium sulfat
                 -inisial dosis 8 gr IM.dosis ikutan 4 gr/6 jam
                 -observasi:pernafasan tidak kurang 16 menit,refleks ratela
                 positif,urin tidak kurang dari 600 cc/24 jam
              b. valium
                 -inisial dosis 20 mgr IV,dosis ikutan 20 mgr/drip 20 tetes/menit
                 -dosis maksimal 120 mgr/24 jam
              c. kombinasi pengobatan:
                 -pethidine 50 mgr IM
                 -klorpormazin 50 mgr IM
                 -diazepan (valium) 20 mgr IM
              d. bila terjadi oliguria diberikan glukosa 40% IV untuk menarik
                 cairan dari jaringan,sehingga dapat merangsang diuresis.


                                        10
                            DAFTAR PUSTAKA


Helen, Varney, Buku Saku Bidan, Jakarta; EGC, 2002

Manuaba, I Gde. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana,

Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta; 1992

Prof.dr.IB.G.manuaba SPo G(k),pengantar kulia obsterti penerbit buku kedokteran

EGC,jakarta

Sarwono prawiharja,ilmu kebianan,penerbit yayasan bina pustaka Jakarta 1992




                                      11
                      A S U H A N KEBIDANAN
              PADA NY “ O “ DENGAN POST PARTUM PEB DI RUANG
            MATAHARI RSUD.UNDATA PROFINSI SULAWESI TENGAH




No.Register            : 48 50 23

Tgl Masuk              : 06 – 02 – 2012

Tgl Melahirkan         : 06 - 02 – 20112 jam : 03.15

Tgl Pengkajian         : 06– 02 – 2012 jam 09:50



A.      Data Subjektif
     1. Identitas Pasien

              Nama Ibu              :         Ny.N
                  Umur               :         22 Tahun
                  Agama              :         Islam
                  Suku / Bangsa      :         kaili / Indonesia
                  Pend.Terakhir      :         Sma
                  Pekerjaan          :         URT
                  Alamat             :         desa soulove


              Nama Ayah             :         TN.A
               Umur                  :         33 Tahun
               Agama                 :         Islam
               Suku/bangsa           :         kaili /Indonesia
               Pend.Terakhir         :         Sma
               Pekerjaan             :         petani
               Alamat                :         desa soulove




                                          12
2. Anamnesa

1. Keluhan utama        :- Ibu mengeluh nyeri pada luka jahitan Perineum

2. Riwayat keluhan Utama :- nyeri dirasakan sejak 3 jam setelah bersalin
   tanggal 06 – februari -2012 post partum a/I pre eklamsia berat.



3. Riwayat Menstruasi
      a. Menarche            :    14 thn
      b. Lamanya             :    5 hari
      c. Siklus              :    28-30 hari
      d. Konsistensi         :    Encer
      e. Banyaknya           :    3x ganti pembalut/hari
      f. Dismenorhoe         :    ya
      g. Warna               :    Merah
      h. Teratur             :    Ya
      i. HPHT                :    26 – 05 -2012
      j. TP                  :    02 – 02 -2012

4. Riwayat Perkawinan
      a. Kawin                          : Ya
      b. Lamanya                        : 1 thn
      c. Perkawinan ke berapa           : Pertama

5. Riwayat KB
      a. Pernah KB               : belum
      b. Jenis Kontrasepsi       : tidak ada
      c. Rencana ber-KB          : ya

6. Riwayat Kesehatan Keluarga
      a. Penyakit menular dalam keluarga            :   hipertensi
      b. Penyakit kelamin dalam keluarga            :   Tidak ada
      c. Penyakit menahun dalam keluarga            :   Tidak ada
      d. Penyakit keturunan kembar                  :   Tidak ada

7. Riwayat Penyakit yang Pernah atau Sedang di derita
      a. Diabet Melitus            : Tidak ada
      b. Malaria                   : Tidak ada
      c. Campak                    : Tidak ada
      d. TBC                       : Tidak ada


                                   13
      e. PMS HIV/AIDS              : Tidak ada
      f. Hypertensi                : ada


8. Perilaku Kesehatan
      a. Merokok                   :   Tidak
      b. Obat Penenang             :   Tidak
      c. Minuman Keras             :   Tidak
      d. Jamu/Obat                 :   Tidak

9. Riwayat Persalinan
      3. Melahirkan pada hari   : 06-februari-2012 / jam 03.15
      4. Tempat persalinan      : RSUD UNDATA PALU
      5. Ditolong oleh          : Bidan
      6. Jenis persalinan       : Normal,SPT LBK
      7. Lama persalinan
           - Kala I              : 8 jam 30 menit
           - Kala II            : 0 jam 5 menit
           - Kala III           : 0 jam 5 menit
           - Kala IV            : 2 jam 0 menit

      8. Masalah yang terjadi selama persalinan      : tidak ada
      9. Kompilkasi persalinan        : - ibu : Tidak ada
                                      : - Bayi: Tidak ada
  10. Riwayat Psikologi
      a. Kehamilan yang direncanakan dan diinginkan : Ya
      b. Jenis kelamin yang diinginkan                        : Apa aja
      c. Status Perkawinan 1 kali lama 1 tahun
      d. . Riwayat Post partum
         1. Keadaan Umum                      :Baik
         2. Keadaan Emosional                 : Stabil
         3.Kesadaran                          : Composmentis
         4.Ketidaknyamana/rasa nyeri          :Ada rasa nyeri pada jahitan
         5. Lokasi                            : pada perineum
         6.Pengalaman menyusui                : belum pernah
         7. pendapat ibu tentang bayinya      :senang dan bahagia
         8. Keluhan                           :nyeri pada jahitan perineum




                                  14
   11. Riwayat kehamilan,Persalinan,dan nifas
No kehamilan        Tempat        Penolong Bb       jk   Keadaan
                    persalinan                           bayi
1   Hamil
    sekarang

   12. Pola Kegiatan Sehari-hari
        a. Nutrisi
           1. Pola Makan                 : Teratur
           2. Frekuensi                  : 3X sehari
           3. Makanan Pantangan          : Tidak ada
           4. Jenis Makanan              : Nasi, Sayur, Tahu, Tempe
           5. Jumlah Minuman Sehari      : 7-8 Gelas/hari
        b. Pola Eliminasi
           1) BAK
               6. Frekuensi      : ± 5X sehari
               7. Bau            : Khas
               8. Warna          : Kuning
           2) BAB
               9. Frekuensi      : 1 kali sehari
               10. Bau           : Khas
               11. Warna         : Kuning
               12. Konsistensi   : Lembek

       c. Pola Istirahat
          13. Tidur siang jam        : Pukul 13.00 – 14.00 Wita
          14. Tidur malam jam        : Pukul 23.00 – 05.00 Wita

       d. Personal Hygiene
          15. Frekuensi mandi                : 2x sehari
          16. Frekuensi sikat gigi           : 2x sehari
          17. Frekuensi mencucui rambut      : 3x seminggu

 A. PEMERIKSAAN SETELAH MELAHIRKAN (DATA OBJEKTIF)
    Tgl 15 maret 2011

     Pemeriksaan Umum
      a. Keadaan umum                             : Baik
      b. Kesadaran                                : Composmentis
      c. Keadaaan emosional                       : Stabil


                                15
   d. TTV :
            18. Tekanan darah                 : 150/90 mmhg
            19. Nadi                          : 88X/menit
            20. Suhu                          : 37,.2 ˚C
            21. Pernapasan                    : 22 X /menit
  e. Tinggi badan                             : 150 Cm
  f. Berat badan sebelum hamil                : 48 Kg
  g. Berat badan sekarang                     : 52 Kg
 Pemeriksaan sistematis
  a. Kepala
     22. Benjolan           : Tidak ada
     23. Rambut             : Hitam, Penyebaran merata
     24. Kebersihan         : Bersih
     25. Nyeri tekan        : Tidak ada
  b. Muka
     26. Cloasma Gravidarum         : Tidak Ada
     27. Oedema                     : Tidak ada
     28. Pucat                      : Tidak ada
  c. Mata
     29. Bentuk             : simetris kanan-kiri
     30. Konjungtiva        : Tidak anemis
     31. Sklera             : Tidak ikterus

   d. Hidung
      32. Bentuk            : Lubang hidung simetris kiri-kanan
      33. Sekresi           : Tidak ada
      34. Polip             : Tidak ada
   e. Telinga
      35. Bentuk            : Simetris kiri-kanan
      36. Serumen           : Tidak ada
      37. Pendengaran       : Baik
   f. Mulut dan Gigi
      38. Stomatitis        : Tidak ada
      39. Caries            : Ada
      40. Gigi Palsu        : Tidak ada
   g. Leher
      41. Kelenjar Tyroid   : Tidak ada pembengkakan
      42. KelejarLimfe      : Tidak ada pembesaran
   h. Dada
      43. Jantung           : Normal


                            16
     44. Paru               : Normal
     45. Payudara
          Bentuk           : Simetris kiri-kanan
          Puting susu      : Menonjol
          Benjolan         : Tidak ada
          Pengeluaran      : Colostrum sedikit
          Nyeri            : Tidak ada
i.   Punggung dan Pinggang
          Bentuk tulang punggung         : Lordosis
          Nyeri pinggang                 : Tidak ada
j.   Abdomen
     46. Bekas Operasi      : Tidak ada
     47. TFU                : 2 jari dibawah pusat
     48. Strie              : Ada
k.   Ekstremitas atas dan Ekstremitas bawah.
     49. Oedema             : ada
     50. Kekakuan sendi     : Tidak ada
     51. Varises            : Tidak ada
     52. Jumlah jari        : lengkap
l.   Kulit
     53. Warna kulit        : sawo matang
     54. Turgor kulit       : baik

m. Ano genitalia
   55. Anus
     Varises                     : Tidak dilakukan pemeriksaan
       Haemoroid                 : Tidak dilakukan pemeriksaan


     56. Vulva/Vagina
       Oedema                    : Tidak dilakukan pemeriksaan
       Haemoroid                 : Tidak dilakukan pemeriksaan
       Varises                   : Tidak ada
       Luka                      : Ada, jelujur
       Nyeri                     : Ada
       Lochia                    : Lubra
       Perineum                  : Ada Jahitan




                             17
II. ANALISA DIAGNOSA MASALAH

  N   Diagnosa Masalah                     Data Dasar
  o
  1   Ny “ N “ Post DS :
      partum      hari   3) Ibu mengatakan anaknya lahir pada
      pertama dengan        tanggal 06-02-2012
      nyeri pada luka    4) Ibu mengatakan hamil anak pertama
      jahitan    pada    5) Ibu mengeluh nyeri pada derah bekas
      perineum.             jahitan

                         DO :
                                6) KU : sedang
                                7) Kesadaran : composmentis
                                 Kontraksi baik.
                                 Lochia : Rubra
                                 Ekspresi wajah ibu meringis       saat
                                bergerak
                                 Nampak luka di perineum

                         Analisa data :
                           Adanya rupture menimbulkan rasa nyari
                            karena terputusnya kontinuitas jaringan
                            sehingga tubuh mengeluarkan zat kimia (
                            bradikin) yang merangsang reseptori untuk
                            memberikan respon kemedulla spinalis .
                            dilanjutkan ke hipotelamus dan akhirnya
                            kekortes selebri yang kemudian
                            mempersepsikan nyeri yang dirasakn dengan
                            ekpresi wajah yang meringis ( soleha 2007).
                           Segera setelah perslinan TFU menjadi 2 cm
                            dibawah pusat , 12 jam kemudian kembali 1
                            cm dibawah pusat dan menurun kira-kira 1
                            cm setiap



 2.   Pre eklamsia       DS :
                              Ibu mengatakan sakit pada kepala
                              Ibu mengatakan kaki kiri dan kanan
                               bengkak

                         DO :



                                   18
                          8) TTV :
                                     TD :150/90 mmHg
                                     N : 80x/menit
                                     S : 36,5˚c
                                     R : 20x/menit
                              TFU 2 jari dibawah pusat
                          Protein urin : (+) 3
                          HB : 7,6 g/dl
                       ANALISIS DATA :

                                 Naiknya tekanan darah dan terdapatnya
                                  kadar protein dalam urin yang
                                  berlebihan    (proteinuria)     setelah
                                  kehamilan mencapai 20 minggu.
                                  Kelebihan     protein     ini     akan
                                  mempengaruhi kerja ginjal. Beberapa
                                  tanda dan gejala lain dapat datang
                                  bertahap maupun tiba-tiba seperti Sakit
                                  kepala. (Sarwono prawiharja)

1. Diagnosa Masalah Potensial                 : potensial terjadi eklamsia

IV.Tindakan Segera                            : pasang infuse RL 22 tts.


V. PERENCANAAN

        TUJUAN            RENCANA                     RASIONAL
Ny “N” Post partum    1. Observasi TTV.       9) Mengetahui sedini
hari pertama dapat                               mungkin adanya tanda-
berlansung normal dng                            tanda dehidrasi syok dan
 criteria :                                      infeksi.
 - KU : Baik
 - TTV normal         2. Observasi TFU        10) TFU merupakan
 - Kontraksi uterus                               indicator untuk
    baik                                          mengetahui bahwa
 - Proses nvolusio                                proses involusi
    berjalan dengan                               berlangsung
    baik                                          normal,dalam keadaan
                                                  normal,TFU mengalami
                                                  penurunan 1 cm/hari..

                      3. Kaji lochia ( warna 11) Untuk dapat mendeteksi
                         ,bau,jumlah )           tanda infeksi lebih dini


                                  19
                                                    dan mengintervensi
                                                    dengan tepat.

                        4. Observasi             12) Uterus yang berkontraksi
                           kontraksi uterus          dengan baik menunjukan
                                                     bahwa proses involusio
                                                     berlangsung dengan
                                                     baik.


2. nyeri pada luka      5. Anjurkan pada ibu 0) Untuk mengetahui dan
hecting a/I PEB dapat      untuk perawatan      mendeteksi secara dini
berkurang dengan           perineum             terjadinya infeksi pada
criteria :                                      ibu.
 Nyeri berkurang
 Karakteristik luka    6. Kaji tingkat          1) Tingkat nyeri tidak
    mulai mongering        karakteristik nyeri      selalu sama akan tetapi
 Tidak ada tanda-                                  harus di banddingkan
    tanda inveksi                                   dengan gejala nyeri pada
 Oedema                                            pasien sebelumnya.
    berkurang.

                        7. Atur posisi pasien    2) Dengan makan-makanan
                           senyaman                 yang berserat dan
                           mungkin                  seimbang masalah BAB
                                                    ibu dapat teratasi dan
                                                    kebutuhan ibu dapat
                                                    terpenuhi


                        8. Berikan HE pada       3) Untuk memberikan ibu
                           ibu tentang vulva        dan mencegah ibu dari
                           hygiene                  infeksi pada luka jahitan


                        9. Berikan HE pada 4) Makanan yang banyak
                           ibu untuk banyak   mengadung protein
                           mengkonsumsi       berfungsi untuk
                           makanan yang       mempercepat proses
                           bergizi dan banyak penyembuhan luka.
                           protein

                        10. Kolaborasi dengan 5) Untuk memperbaiki
                            dokter untuk         keadaan ibu dan
                            pemberian therapi.   mengurangi rasa sakit
                                                 dengan pemberian terapi.


                                    20
VI. PELAKSANAAN

  Tanggal/Jam                    Kegiatan Monitoring
  06 – 02 -2012   1)   Mengobservasi TTV.
                        TD :150/90 mmHg
                        N : 88x/menit
                        S : 3,7.2˚c
                        R : 22x/menit

                  2) Mengobservasi TFU
                     TFU 2 jri dibawah pusat

                  3)    Mengkaji p0engeluaran lochia.
                        Lochia : rubra
                        Warna : merah kehitaman
                        Bau : amis

                  4) Mengobservasi kontraksi uterus : kontraksi baik

                  5) menganjurkan pada ibu untuk perawatan perineum.


                  6) Mengkaji tingkat karakteristik nyeri

                  7) Mengatur posisi pasien senyaman mungkin


                  8)   Memberikan HE pada ibu tentang vulva hygiene

                  9)   Memberikan HE pada ibu untuk banyak
                       mengkonsumsi makanan yang bergizi dan banyak
                       protein


                  10) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian
                      therapi.
                           Amoxilin : 3 x 500 mg
                           As. Mefanamat : 3 x 500 mg
                           Sf : 1 x 1mg
                           Anlodipin : 1 x 10 mg




                                21
VII. EVALUASI

1. Tanda –tanda vital batas normal
      TD :150/90 mmHg

       N : 88x/menit

       S   : 37,2˚c

       R : 22x/menit

2. Tfu 2 jari bawah pusat
3. Lochea rubra
4. Ibu mengerti dan mau untuk melakukan perawatan perineum
5. melakukan vulva hygne
6. Ibu mengerti dan mau melakukan perawatan perineum.
7. Kontraksi uterus baik
8. Ibu mengerti dan mau mengkonsumsi makanan-makanan yang berserat dan
    seimbang gizinya.
9. Ibu mengerti dan mau melakukan vulva hygiene.
10. Ibu mengerti dan mau berkolaborasi dengan dokter tentang pemberian obat



                -




                                     22

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:432
posted:9/16/2012
language:Indonesian
pages:22