askeb patologi anc

Document Sample
askeb patologi anc Powered By Docstoc
					                           TINJAUAN TEORITIS



A. KONSEP DASAR PRE EKLAMSIA


        Pre   eklamsia    adalah    penyakit   dengan    tanda-tanda   bahaya
         hipertensi,protenuiria     dan    edema    yng       timbul    karena
         kehamilan.penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 pada
         kehamilan,tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola
         hidatidosa (prwirohardjo 2005).
        Pre eklamsia adalah kumpulan gejala yang timbul pada ibu
         hamil,bersalin dan masa nifas yang terdiri dari trias yaitu
         hipertensi,proteinuria dan edema yang kadang-kadang di sertai konvusi
         sampai koma,inu tersebut tidak menunjukan tanda-tanda kelainan
         vascular atau hipertensi sebelumnya (Muchar,1998).


A. ETIOLOGI

         Penyebab pre eklamsia saat ini tak bisa diketahui dengan pasti
  walaupun penelitian yang dilakukan terhadap peyakit ini sudah sedemikian
  maju,semuanya baru di dasarkan pada teori yang di hubungkan dengan
  kejadian,itulah sebabnya preeklamsia dikenal dengan “disease of
  theory”,adapun teori” tersebut antran lain:


   1. Peran prostasiklin dan tromboksan
      Pada PE-E ditemukan kerusakan pada endotel vukuler,sehingga terjadi
      penurunan produksi prosttasiklin (PGI2) yang pada kehamilan normal
      meningkat,aktivitas pengumpulan dan fibriniolisis,yang kemudian akan
      diganti dengan trombin dan plasmin,trombin akan menggunakan
      antitrombin III sehinga terjadi pemendakan fibrin.

   2. Peran faktor imunologis
      PE sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada
      kehamilan berikutnya dikarnakan bahwa pada kehamilan pertama



                                      1
       pembentuakan blocking antibodis terhadap antigen          plasenta tidak
       sempurna,yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya.
       Fierlie F.M (1992) mendapatkan beberapa data yang mendukung adanya
       sistem imun pada penderita PE-E :
            Beberapa wanita dengan PE-E mempunyai kompleks imun dan
               serum
            Beberapa     studi juga mendapatkan adanya aktivitas sistem
               komplemen pada PE-E diikuti dengan protein di dalam air kencing

       Sirat (1986) menyimpulkan meskipun ada bebrapa pendapat menyebutkan
       bahwa sistem imun humoral dan aktivitas komplemen terjadi pada PE-E
       tetapi tidak ada bukti bahwa sistem imunologi bisa menyebabkan PE-E.

   3. Beberapa bukti menujukan peran faktor genetik pada kejadian PE-E antara
      lain:
            Preeklamsia hanya terjadi pada manusia
            Terdapat kecenderungan meningkat frekuensi PE-E pada anak-
             anak dari ibu yang menderita PE-E
            Kecenderungan meningkat frekuensi PE-E pada anak dan cucu,ibu
             hamil dengan riwayat PE-E dan bukan pada ipar mereka
            Peran Renin-Angiotensin-Aldosteron system (RAAS).( Sarwono
             prawiharja,1992)

  Bebrapa faktor yang dapat menunjang terjadinya PE-E,faktor tersebut
   antara lain:

       Kehamilan petama
       Wanita gemuk
       Wanita dengan:
         Diabetes
         Mola hidatidosa
         polihidramniom
       Kehamilan di usia remaja
       Kehamilan berumur pada 35 tahun keatas
       Kehamilan kembar
       Riwayat Tekanan darah tinggi,riwayat kencing manis,dan kelainan ginjal
       Riwayat keluarga yang mengidap PE-E.( Sarwono prawiharja,1992)

B. PATOFISIOLOGI



                                      2
      Vasokontriksi merupakan dasar patogonesis PE-E vasokontriksi
   menimbulkan peningkatan total perifer resisten dan menimbulkan
   hipertensi.adanya vasokontriksi juga menimbulkan hipoksia pada endotel
   setempat.sehingga terjadi kerusakan endotel,kebocoran arteriole disertai
   perdarahan mikro pada tempat endotel.

      Selain itu Hubel (1989) mengatakan bahwa adanya vasokontriksi arteri
   spiralis akan menyebabkan terjadinya terjadinya penurunan perfusi
   uteroplasenter yang selanjutnya akan menimbulkan maladaptasi
   plasenta.hipoksia/anoksia jaringan merupakan sumber reaksi hiperoksidase
   lemak,sedangkan proses hiperoksidasi itu sendiri memerlukan peningkatan
   konsumsi oksigen,sehingga dengan demikian akan menggangu metabolisme
   di dalam sel periksodase lemak adalah hasil proses oksidase lemak tak
   jenuh.yang    menghasilkan      hiperoksidase  lemak   jenuh.periksodase
   terganggu,dimana periksodase dan oksidan lebih dominan,maka akan timbul
   keadaan yang disebutkan stess oksidatif.

   Pada PE-E serum anti oksidan kadarnya menurun dan plasenta menjadi
   sumber ternjadinya periksodase lemak,sedangkan pada wanita hamil normal
   serumnya mengandung transferin,ion tembaga dan sulfhidril yang berperan
   sebagai antioksidan yang cukup kuat.( Sarwono prawiharja,1992)



C. JENIS-JENIS PRE EKLAMSIA
     1) Preeklamsia ringan
     PE Ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan atau edema
     setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah kehamilan.Gejala
     ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit
     trofoblas.penyebab    preeklamsia    ringan   belum   diketahui   secara
     jelas,penyakit ini dianggap sebagai “ moladaption syndromr” akibat
     vasospasme general dengan gejala akibatnya.
     Gejala klinis PE ringan meliputi :
         Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmhg atau lebih,diastol 15 mmhg
          atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20
          minggu atau lebih atau sistol 140 mmhg sampai kurang 160
          mmhg,diastol 90 mmhg sampai kurang 110 mmhg.



                                      3
   Proteinuria secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 Jam atau
    secara kuantitatif positif 2(+2);
   Edema pada pretibia,dinding abdomen,lumboksakral,wajah atau
    tangan.(muchar,1998)


Penaganan preeklamsia ringan dapat dilakukan dengan dua cara tergantung
gejala timbul yakni :
   Penatalaksanaan rawat jalan pasien preeklamsia ringan,dengan cara
    ibu    di    anjurkan     untuk     banyak    beristrahat      (berbaring
    tidur/miring)dengan diet:cukup protein,rendah karbohidrat,lemak dan
    garam;pemberian sedatif ringan:tablet phenobarbotal 3x30 mg atau
    diazepan    3x2      mg   peroral   selama    7    hari(atas    instruksi
    dokter);roborantia;kunjungan ulang setiap 1minggu;pemeriksaan lab.
   Penatalksaan rawat tinggal pasien preeklamsia ringan,berdasarkan
    kriteria : setelah 2 minggu pengobatan rawat jaln tidak menunjukan
    adanya perbaikan dari gejala-gejala PE-E;kenaikan beratbadan ibu 1
    kg atau lebih perminggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu)
    timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda preeklamsia berat.
    (muchar,1998)


Perawatan obstetri pasien preeklamsia ringan.
   Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) bila desakn darah mencapai
    norotensi selama perawatan,persalinan di tunggu sampai aterm;bila
    desakn darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama
    perawatan maka kehamilan dapat diakhiri pada umur kehamilan 37
    minggu atau lebih.
   Kehamilan atrem (37 minggu at lebih) persalinan sampai terjadi onset
    persalinan atau di pertimbangkan untuk melakukan persalinan pada
    taksiran tanggal persalinan.
   Cara persalinan;persalian dpat dilakukan secara spontan bila perlu
    memperpendek kala II (muchar,1998)


                                   4
2) Preeklamsia berat
   Preeklamsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai
   dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmhg atau lebih disertai
   proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.
   Gejalan dan tanda preeklamsia berat:tekanan darah sistolik > 160
   mmhg :diastolik >110 mmhgPeningkatan kadar enzim hati
   atau/danikterus,trombosit<100.000/mm3;oliguria<400              ml/24
   jam;proteinuria >3 gr/liter;nyeri epigastrium.skotoma dan ganguan
   visus lain atau nyeri frontal yang berat,perdarahan retina ,odema
   pulmonum.
   Ditinjau darinumur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala
   preeklamsia berat selama perawatan,maka perawatn dibagi menjadi:
      a. Perawatan aktif,sedapat mungkin sebelum perawatan aktif
          pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal asssesment
          yakni pemeriksaan nonstress test (NST) dan ultrasonografi
          (USG),dengan indikasi(salah satu atau lebih) yakni:
                 Ibu:kehamilan 37 mingu atau lebih adanya tanda dan
                 gejalan    impending       eklamsia,kegagalan     terapi
                 konservatif.
                 Janin:hassil fetal assesment jelek (NST & USG)
                 adanya tanda intra uterin growt retardation (IUGR).
                 Hasil lab:adanya “HELP syndrome”
       b. pengobatan medisinal pasien preeklamsia berat dilakukan
          dirumah sakit atas instruksi dokter,yaitu:TTV di periksa setiap
          30 menit,dextrose 5% diselingi dengan RL (60-125cc/jam)
          500 cc,di berikan antasida,diet,pemberian obat anti kejang
          MgSO4 diuretikum          tidak di berikan jika payah jantung
          kongesif,furosemid injeksi 40 mg/IM.
       c. antihipertensi diberikan jika sistolik lebih 180 mmhg,diastolis
          110 mmhg atau MAP 125mmhg,ssaran pengobatan tekanan


                                5
          diastolikkurang 105 mmhg (bukan kurang 90 mmhg) karna
          akan menurunkan perfusi plasenta.
        d. bila di butuhkan penurunan tekanan darah secepatnya,dapat
          diberikan antihipertensi (tetesan kontinyu)catapares ijeksi
          dosis biasa di pakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus
          disesuaikan dengan tekanan darah.
        e. bila tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet
          secara sublingual diulang selang 1 jam,maksimal 4-5 kali.
        f. pengobtan jantung jika ada indikasinya ada tanda menjurus
          payah jantung,berikan digitalis cepat engan cedilanid D.
        g.lain-lain konsul bagian penyakit dalam/jantung mata obat-obat
          antiperentik diberikan bila suhu rektal 38,5 ⁰c dapat di bantu
          dengan kompres dingin,ampicilin 1 gr/6jam/IV/hari.anti nyeri
          berikan petidin 50-70 mgsekali saja selambatnya 2 jam
          sebelum lahir.(muchar,1998)


3 preeklamsia berat pada persalinan.
   Penanganan      ibu       dengan         preeklamsia      berat     pada    saat
   persalinan,dilakukan tindakan penderita di rawat inap antara lain:
       a. Istrahat mutlak tempatkan diruangan isolasi,berikan diet
          rendah garam,lemak dan tinggi protein,berikan suntikan
          MgSO4 8 gr IM,4 gr dibokong kanan dan 4 gr di bokong kiri
          suntikan dapat diberikan ulang dengan dosis 4 gr setipa
          jam,infus      dekstros       5    %   dan      RL,berikan    obat   ant
          hipertensi,injeksi katapares 1 ampul 1 mg dan selanjutnya
          dapat diberikan tablet katapres 3x1/2 tablet atau 2x ½ tablet
          sehari,diuretika tidak diberikan kecuai terdapat edema
          umum,edema paru dan kegagalan jantung kongesif.
       b. Kal II harus dipersingkat dalam 24 jam dengan ekstraksi
          vakum       atau     forceps        ,jangn      diberikan    methergien
          postpartum,kecuali bila terjadi perdarahan yang disebabkan


                                    6
                     atonia    uteri     pemberian    MgSO4       kalau   tidak     ada
                     kontrakindikasi,kemudian diteruskan dengan dosis 4 gr setiap
                     4 jam dalam 24 jam postpartum.
                 c. Bila ada indikasi obstretric dilakukan seksio sesarea.
                 d. Jika anastesi umum tidak tersedia atau janin mati,aterm terlalu
                     kecil     lakukan      persalinan      pervaginam,jika      serviks
                     matang,lakukan induksi dengan oksitosin 2-5 IU dalam 500 ml
                     dextrose 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin (atas
                     intruksi dokter). (muchar,1998)



E.TANDA DAN GEJALA

                 Tanda     preklamsia    adalah    dengan    naiknya   tekanan    darah
          (hipertensi) dan terdapatnya kadar protein dalam urin yang berlebihan
          (proteinuria) setelah kehamilan mencapai 20 minggu. Kelebihan protein
          ini akan mempengaruhi kerja ginjal. Beberapa tanda dan gejala lain dapat
          datang bertahap maupun tiba-tiba seperti:
           Sakit kepala
           Masalah penglihatan, termasuk kebutaan sementara, pandangan buram
            dan lebih sensitif pada cahaya/silau
           Nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk sebelah kanan
           Muntah
           Pusing
           Berkurangnya volume urin
           Berat badan yang naik secara cepat, biasanya di atas 2 kg per minggu

          Pembengkakan (edema) pada wajah dan tangan sering menyertai
preklamsia walaupun tidak selalu merupakan gejala dari preklamsia karena edema
ini terjadi juga pada kehamilan yang normal.

Selain preklamsia ini, beberapa kelainan tekanan darah saat hamil antara lain
adalah:


                                            7
  Hipertensi kehamilan. Ibu hamil dengan hipertensi kehamilan tetapi tidak
    terdapat kelebihan protein dalam urin. Hipertensi kehamilan ini mungkin
    dapat berkembang menjadi preklamsia.
  Hipertensi kronis. Tingginya tekanan darah yang terjadi sebelum kehamilan
    mencapai usia 20 minggu atau sampai 12 minggu setelah kelahiran.s

    Preklamsia superimpose pada hipertensi kronis. Istilah ini menggambarkan
ibu dengan hipertensi kronis sebelum kehamilan dan berkembang lebih buruk
dengan protein urin berlebihan saat kehamilan. (Sarwono prawiharja,1992)

F.KOMPLIKASI

       Komplikasi yang bisa terjadi, antara lain sindroma HELLP yang bisa mirip
demam berdarah, kalau hanya memerhatikan nilai trombosit. Komplikasi lainnya
adalah gagal jantung, gagal ginjal, edema paru, solusio plasenta (ari-ari lepas
sebelum waktunya), dan kejang pada si ibu. Bila sudah terjadi kejang, maka itulah
yang disebut eklampsia.

       Komplikasi    yang    terjadi   pada   janin,   antara   lain   terhambatnya
pertumbuhan janin, bahkan kematian janin dalam kandungan. Pencegahannya
sendiri, hingga kini belum ada cara yang pasti untuk mencegah pre-eklampsia.
Kebanyakan upaya yang dilakukan oleh dokter adalah mendeteksi sedini mungkin
terjadinya pre-eklampsia, sebelum terjadi komplikasi.( Sarwono prawiharja,1992)




G.PENCEGAHAN

       Untuk mencegah kejadian pre-eklamsia ringan dapat dilakukan nasehat
tentang dan berkaitan dengan :

             a. diet makan
                makanan tinggi protein,tinngi karbohidrat,cukup vitamin,dan
                rendah lemak.kurangi garam apabila berat badan bertambah atau
                edema.


                                        8
              b. Cukup istrahat.
                 Istrahat yang cukup pada hamil semakin tua dalam arti bekerja
                 seperlunya dan disesuikan dengan kemampuan,lebih banyak
                 duduk atau berbaring ke arah punggung janin sehingga aliran
                 darah menuju plasenta tidak mengalami ganguan.
              c. Pengawasan antenatal
                 Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim
                 segera datang ke tempat pemeriksaan.perlu di perhatikan adalah :
                         Uji kemungkinan pre-eklamsia
                          Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikanya
                          Pemeriksaan tinngi fundus uteri
                          Pemerksaan kenaikan berat badan atau edema
                          Pemeriksaan protein dalam urin
                          Pemeriksaan fungsi ginjal,fungsi hati,dan pemeriksaan
                          retina mata.
                         Penilaian kondisi janjin dlam rahim
                          Pemantuan tinggi fundus uteri
                          Pemeriksaan gerakan janin,DJJ,dan pemantauan air
                          ketuban.
                          Usulkan untuk melakukan pemeriksaan USG
                          (Sarwono prawiharja,1992)




   A. PENANGANAN

Pada pre-eklamsia ringan penanganan simtomatis dan berobat jalan dengan
memberikan:

   1) Sedativa ringan
              Phenobarbital 3 x 30 mgr
              Valium 3 x10 mgr


                                          9
   2) Obat penunjang
             VIT B Kom
             VIT C atau VIT E
             Zat besi
   3) Nasehat
             Garam dalam makanan dikurangi
             Lebih banyak istrahat baring ke arah punggung janin
             Segera datang memeriksakan diri bila terjadi sakit kepala,mata
              kabur,edema mendadak dan berat bdan naik.
Untuk penanganan penderita pre eklamsia berat :
   1) Terisolasi sehingga tidak mendapat rangsangan suara
   2) Di pasang infus glukosa 5%
   3) Dilakukan pemeriksaan
             pemeriksaan TTV
             pemeriksaan kebidanan,leopold,DJJ,PD,(evaluasi pembukaan dan
              keadaan janin)
             pemasangan daur kateter
             evaluasi keseimbangan cairan
   4) pengobatan
             sedativa:phenobarbital 3 x 100 mgr,vallium 3 x 20 mgr
             menghidari kejang
              a. magnesium sulfat
                 -inisial dosis 8 gr IM.dosis ikutan 4 gr/6 jam
                 -observasi:pernafasan tidak kurang 16 menit,refleks ratela
                 positif,urin tidak kurang dari 600 cc/24 jam
              b. valium
                 -inisial dosis 20 mgr IV,dosis ikutan 20 mgr/drip 20 tetes/menit
                 -dosis maksimal 120 mgr/24 jam
              c. kombinasi pengobatan:
                 -pethidine 50 mgr IM



                                        10
   -klorpormazin 50 mgr IM
   -diazepan (valium) 20 mgr IM
d. bila terjadi oliguria diberikan glukosa 40% IV untuk menarik
   cairan dari jaringan,sehingga dapat merangsang diuresis.
   ( Sarwono prawiharja,1992).s




                        11
                            DAFTAR PUSTAKA


Helen, Varney, Buku Saku Bidan, Jakarta; EGC, 2002

Manuaba, I Gde. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana,

Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta; 1992

Prof.dr.IB.G.manuaba SPo G(k),pengantar kulia obsterti penerbit buku kedokteran

EGC,jakarta

Sarwono prawiharja,ilmu kebianan,penerbit yayasan bina pustaka Jakarta 1992




                                      12
                     ASUHAN K EBIDANAN
     PADA NY.O UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU DENGAN PEB
    DI POLIK KIA RSUD.UNDATA PROPINSI SULAWESI TENGAH




No. Register         :   48-50-23
Tanggal Masuk        :   03-02-2012
Tanggal Pengkajian   :   03-02-2012
Jam Masuk            :   10.15 am


 I. PENGKAJIAN
    A. Identitas (Biodata)
       Nama Ibu       :Ny. O               Nama Suami    :Tn. K
       Umur           :28 thn              Umur          :37 thn
       Agama          :kristen             Agama         :kristyten
       Suku/Bangsa :manado/Indonesia       Suku/Bangsa   :manado/Indonesia
       Pendidikan :SI                      Pendidikan    :Smk
       Pekerjaan      :URT                 Pekerjaan     :Swasta
       Alamat         :desa pandere        Alamat        :desa pandere

    B. Anamnese
        Alasan kunjungan : ibu datang ke polik KIA undata untuk
          memeriksakan kehamilannya.
        Keluhan Utama :
             - ibu mengatakan ini kehamilan yang ke – 3
             - ibu mengatakan sakit pingang
             - ibu mengatakan kaki kiri dan kanan bengkak
             - ibu menagtakan sering sakit kepala.
             -
        Riwayat Keluhat Utama : keluhan dirasakan sejak seminggu yang
          lalu.

          Riwayat Menstruasi
           a. Menarche          :   14 thn
           b. Lamanya           :   7 hari
           c. Siklus            :   28-30 hari
           d. Konsistensi       :   Encer


                                      13
         e.    Banyaknya              :     2X ganti pembalut/hari
         f.    Dismenorhoe            :     Tidak
         g.    Warna                  :     Merah
         h.    Teratur                :     Ya
         i.    HPHT                   :     20 mei 2011
         j.    TP                     :     27 februari 2012
         k.    UK                     :     37 minggu 6 hari



        Riwayat Perkawinan
         a. Kawin                                  : Ya
         b. Lamanya                                : 9 thn
         c. Perkawinan ke berapa                   : Pertama

        Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang lalu

    N          Tgl/thn      Jenis       Umur        Peno    Lama   Tmpt         Bayi      K
    o.        persalinan   persalia   kehamilan     long    Meny            J   B    P    et.
                             nan                            usui           K    B    B
    1         -            Spt lbk        Aterm     bidan     -    rumah   la    -    -    -
    2         Abortus                                                      ki
    3.        Hamil
              sekarang


        Riwayat Kehamilan Sekarang
         - G3 P1 A1
         - HPHT              : 20 mei 2011
         - TP                : 27 februari 2012
         - Imunisasi TT : 2x (kali)
         - TT1 : Umur kehamilan : 3 bulan,di pkm pandere
         - TT2 : Umur kehamilan : 4 bulan,dip km pandere
         - Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir sebanyak ± 10 x
         - Tanda-tanda bahaya atau penyulit : tidak ada

        Masalah-masalah Selama Kehamilan Sekarang
         a. Rasa Lelah                          : Ya
         b. Mual-Muntah yang berlebihan         : Tidak
         c. Rasa Mengigil                       : Tidak ada
         d. Sakit Kepala Hebat                  : ada
         e. Penglihatan Kabur                   : Tidak ada
         f. Rasa nyeri pada waktu BAK           : Tidak ada
         g. Rasa gatal pada Vulva dan Vagina    : Tidak ada


                                              14
    h. Nyeri pada Tungkai                         : Tidak ada
    i. Oedema                                     : ada



   Riawayat KB
    a. Pernah KB            : ya
    b. Jenis Kontrasepsi    : spiral
    c. Rencana ber-KB       : Ada

   Riawayat Kesehatan Keluarga
    a. Penyakit menular dalam keluarga            :   hipertensi
    b. Penyakit kelamin dalam keluarga            :   Tidak ada
    c. Penyakit menahun dalam keluarga            :   Tidak ada
    d. Penyakit keturunan kembar                  :   Tidak ada

   Riwayat Penyakit yang Pernah atau Sedang di derita
    a. Diabet Melitus          : Tidak ada
    b. Malaria                 : Tidak ada
    c. Campak                  : Tidak ada
    d. TBC                     : Tidak ada
    e. PMS HIV/AIDS            : Tidak ada
    f. Hypertensi              : Tidak ada

   Perilaku Kesehatan
    a. Merokok                  :   Tidak
    b. Obat Penenang            :   Tidak
    c. Minuman Keras            :   Tidak
    d. Jamu/Obat                :   Tidak

   Riwayat Obstetik
    a. Kehamilan direncanakan                         : Ya
    b. Jenis kelainan anak yang diinginkan            : Perempuan

   Pola Kegiatan Sehari-hari
    a. Nutrisi
       - Pola Makan                         :   Teratur
       - Frekuensi                          :   2X sehari
       - Jenis Makanan                      :   Nasi, Sayur, Tahu, Tempe
       - Jumlah Minuman Sehari              :   7-8 Gelas/hari



                              15
      b. Pola Eliminasi
          BAK
             - Frekuensi        : ± 6X sehari
             - Bau              : Khas
             - Warna            : Kuning

          BAB
           - Frekuensi          :   1 kali sehari
           - Bau                :   Khas
           - Warna              :   Kuning
           - Konsistensi        :   Lembek


      c. Pola Istirahat
         - Tidur siang jam          : Pukul 13.00 – 14.00 Wita
         - Tidur malam jam          : Pukul 23.00 – 05.00 Wita

      d. Personal Hygiene
         - Frekuensi mandi                   : 2X sehari
         - Frekuensi sikat gigi              : 2X sehari
         - Frekuensi mencucui rambut         : 3X seminggu


C. Data Objektif
   1. Pemeriksaan Umum
      a. Keadaan umum                               : Baik
      b. Kesadaran                                  : Composmentis
      c. Keadaaan emosional                         : stabil
      d. TTV :
                 - Tekanan darah                    :   150/90 mmhg
                 - Nadi                             :   82X/menit
                 - Suhu                             :   36,8 ˚C
                 - Pernapasan                       :   24X /menit
      e. Tinggi badan                               :   -
      f. Berat badan sekarang                       :   74 Kg
      g. LILA                                       :   27 cm
   2. Pemeriksaan Fisik
      a. Kepala
         - Benjolan            : Tidak ada


                              16
   -   Rambut            : Hitam, Penyebaran merata
   -   Kebersihan        : Bersih
   -   Nyeri tekan       : Tidak ada

b. Muka
   - Cloasma Gravidarum         : Ada
   - Oedema                     : Tidak ada
   - Pucat                      : tidak
c. Mata
   - Bentuk             : simetris kanan-kiri
   - Konjungtiva        : Tidak anemis
   - Sklera             : Tidak ikterus
d. Hidung
   - Bentuk             : Lubang hidung simetris kiri-kanan
   - Sekresi            : Tidak ada
   - Polip              : Tidak ada
e. Telinga
   - Bentuk             : Simetris kiri-kanan
   - Serumen            : Tidak ada
   - Pendengaran        : Baik
f. Mulut dan Gigi
   - Stomatitis         : Tidak ada
   - Caries             : Ada
   - Gigi Palsu         : Tidak ada
g. Leher
   - Kelenjar Tyroid    : Tidak ada pembengkakan
   - KelejarLimfe       : Tidak ada pembesaran
h. Dada
   - Jantung            : Normal
   - Paru               : Normal
   - Payudara
        Bentuk         : Simetris kiri-kanan
        Puting susu    : Menonjol
        Benjolan       : Tidak ada
        Pengeluaran    : Colostrum sedikit
        Nyeri          : Tidak ada
i. Punggung dan Pinggang
        Bentuk tulang punggung     : Lordosis
        Nyeri pinggang : Tidak ada
j. Abdomen


                         17
   -    Bekas Operasi       : Tidak ada
   -    Strie               : Ada


k. Ekstremitas atas dan Ekstremitas bawah.
   - Oedema               : ada
   - Kekakuan sendi       : Tidak ada
   - Varises              : Tidak ada
l. Ano genitalia
   - Inspeksi
           Perineum : tidak ada
           Vulva & vagina : Tidak ada
           Varises            : tidak ada
           Luka               : tidak ada
           Kemerahan          : tidak ada
           Nyeri              : tidak ada
   - Pengeluaran pervaginam
           Konsistensi        : tidak dilakukan
           Warna              : tidak dilakukan
           Jumlah             : tidak dilakukan

   - Kelejar bartolini
         Pembengkakan                  : tidak ada
         Rasa nyeri                    : tidak ada
   - Anus
     Varises                    : Tidak dilakukan pemeriksaan


        Haemoroid               : Tidak dilakukan pemeriksaan
   -    Vulva
        Oedema                  : Tidak dilakukan pemeriksaan
        Haemoroid               : Tidak dilakukan pemeriksaan
   -    Pemeriksaan dalam
            Serviks dan vagina         : tidak dilakukan
            Dinding vagina             : tidak dilakukan
            Ukuran serviks             : tidak dilakukan
            Posisi serviks             : tidak dilakukan
            Mobilitas                  : tidak dilakukan


                            18
           -   Promotorium
                   Promotorium              : tidak dilakukan
                   Linea inominata          : tidak dilakukan
                   Arcus pubis              : tidak dilakukan
                   Spina ischiadika         : tidak dilakukan
                   Ujung sacrum             : tidak dilakukan
                   Kesan panggul            : tidak dilakukan


     3. Pemeriksaan Kebidanaan
         Palpasi
           - Leopold I             : TFU 3 Jbpx, 37 cm, TBJ : 3875 gr
           - Leopold II            : PU-KA
           - Leopold III           : Presentase Kepala
           - Leopold IV            : Kepala sudah masuk PAP
               Djj                 : 130x/menit
               Gerakan janin lebih dari 10 kali dalam 24 jam
         Auskultasi
           - BJF                   : Ada (+)
           - Frekuensi             : 130X/menit
           - Gerakan janin         : Aktif
           - Teratur               : Ya
         Inspeksi
           - Bekas Operasi         : Tidak ada
           - Strie                 : Ada
         Perkusi
           Refleks patela          : Ada
     4. Data Penunjang
        a. Pemeriksaan Lab      : HB: 11 gr % , protein urine : (+) 3

KESIMPULAN

    NY,F umur 20 tahun dengan G! P0 A0 amil 28 minggu 6 hari HPHT 07-
    09-2010 dan TP 14 -06-2011 ingin memeriksakan kehamilanya dengan
    keluahan sering BAK
           Palpasi
           - Leopold I            : TFU 3 Jbpx, 37 cm, TBJ : 3875 gr
           - Leopold II           : PU-KA


                                  19
             - Leopold III        : Presentase Kepala
             - Leopold IV         : Kepala sudah masuk PAP
      TTV : Tekanan darah:150/100mmhg,Nadi:82X/menit,Suhu:36, ˚C,
      Pernapasan :24X /menit

II. ANALISA DIAGNOSA MASALAH

No.       Diagnosa                    Data Dasar
           Masalah
 1    Ny. O G3P1A1 DS :
      umur kehamilan
      37 minggu,janin    ibu mengatakan bayi sering bergerak
      tunggal, hidup,    ibu mengatakan hamil ke – 3
      intrauterine.      ibu mengatakan HPHT 20 mei 2011
                      DO :

                                 G3 P1 A0
                                 Gestasi : 37 minggu
                                 TP : 27 februari 2012
                                 Palpasi
                                      Leopold I : 3 Jbpx, 37 cm, TBJ :
                                          3875 gr
                                      Leopold II : PU-KA
                                      Leopold III : Pres-kep
                                      Leopold IV: Kepala sudah masuk
                                          PAP
                              
                                  TTV :
                                          - Tekanan darah: 150/100
                                            mmhg
                                          - Nadi         : 80X/menit
                                          - Suhu          : 36,5 ˚C
                                          - Pernapasan : 24X /menit
                                          - BB          : 61 kg
                                          - Lila          : 25 cm

                              Auskultasi
                                - BJF              :      Ada (+)
                                - Frekuensi         :     130X/menit
                                - Gerakan janin     :     Aktif
                                - Teratur           :     Ya
                              Inspeksi
                                - Bekas Operasi    :      Tidak ada
                                - Strie            :      Ada



                                   20
                                  Perkusi
                                       Refleks patela            : Ada

                      ANALISA DATA :

2.   Pre     eklamsia DS :
     Berat                     Ibu mengatakan kaki kiri dan kanan
                                bengkak
                               Ibu mengatakan sering sakit kepala

                      DO :
                                     KU : baik
                                     Kesadaran : composmentis
                                     Keadaan emosional : stabil
                                     TTV :
                                        - Tekanan darah :150/100 mmhg
                                        - Nadi              :82X/menit
                                        - Suhu               : 36,8 oC
                                        - Pernapasan        :24X/ menit

                               LILA :27 cm
                               LAB : protein urine (+) 3
                               Ibu gelisah, dan bergerak pada kaki kiri
                                dan kanan, ibu merasakan nyeri pada
                                kepala.

                             ANALISIS DATA :

                                    Naiknya tekanan darah dan terdapatnya
                                     kadar protein dalam urin yang berlebihan
                                     (proteinuria) setelah kehamilan mencapai
.
                                     20 minggu. Kelebihan protein ini akan
                                     mempengaruhi kerja ginjal. Beberapa
                                     tanda dan gejala lain dapat datang
                                     bertahap maupun tiba-tiba seperti Sakit
                                     kepala. (Sarwono prawiharja,1992 )
                                    timbulnya hipertensi edema setelah umur
                                     kehamilan 20 minggu atau segera setelah
                                     kehamilan.Gejala    ini   dapat      timbul



                                       21
                                  sebelum umur kehamilan 20 minggu pada
                                  penyakit trofoblas.penyebab preeklamsia
                                  ringan     belum       diketahui      secara
                                  jelas,penyakit ini dianggap sebagai “
                                  moladaption         syndromr”         akibat
                                  vasospasme       general     dengan   gejala
                                  akibatnya.edema     pada     pretibia,dinding
                                  abdomen      ,   lumboksakral,wajah     atau
                                  tangan.( Sarwono prawiharja,1992 )




III. Diagnosa Masalah Potensial   : potensi terjadi eklamsia

IV. Tindakan Segera               : kalaborasi dengan dokter tentang
    pemberian terapi.


V. PERENCANAAN

     TUJUAN            RENCANA                        RASIONAL
Ny “ O “ 38 thn,   Lakukan                   Untuk memperbaiki KU ibu
G3 PI A1,UK : 37    pemeriksaan TTV.           dan untuk mengetahui
minggu,kehamilan                               apakah TTV ibu normal
dapat di                                       atau tidak.
pertahankan        Beritahu pada ibu         Untuk mengetahui keadaan
dengan kriteria :   dan keluarga               kehamilannya dan janin
   Ttv normal      mengenai kondisi           dalam rahim.
   KU ibu dan      ibu saat ini.
      janin baik.




Pre eklamsia berat  Anjurkan ibu untuk       Dengan istirhat yang cukup
dapat teratasi       istirhat total.           dapat mengurangi rasa lelah
dngan criteria :                               dan dapat meningkatkan
                                               kesehatan jasmani dan


                                    22
 Kehamilan                                rohani untuk kepentingan
  sampai aterm                             perkembangan dan
 Oedema                                   pertumbuhan janin. .
  berkurang
 TD tidak ≥
  150/100         Beri HE tentang       Dibutuhkan nutrisi dalam
  mmhg             nutrisi dan gizi       jumlah banyak dan kualitas
                   seimbang.              yang baik untuk tumbuh
                                          kembang janin serta untuk
                                          menjaga kesehatan ibu
                                          hamil.

                  Beri HE tentang      Perawatan payudara sedini
                   perawatan payudara.   mungkin dapat
                                         mempermudah proses
                                         pengeluaran ASI.

                  Beri HE tentang       Dengan personal hygiene
                   personal hygiene.      yang baik ibu akan merasa
                                          nyaman dan tidak mudah
                                          terkena penyakit.

                                         Untuk mengetahui dan
                  Beri HE tentang        mendeteksi secara dini
                   tanda-tanda bahaya     komplikasi pada ibu.
                   pada kehamilan

                                         Untuk mengantisipasi jika
                  Lakukan kolaborasi     terjadi komplikasi-
                   dengan dokter.         komplikasi dalam
                                          kehamilan sehingga dapat
                                          dideteksi sedini mungkin.

                                         Agar proses persalinan
                  Anjurkan ibu untuk     dapat ditolong oleh tenaga
                   melahirkan pada        kesehatan yang ahli dalam
                   petugas kesehatan      menolong persalinan.
                   terdekat.




                                23
VI.    PELAKSANAAN

 Tanggal/Ja                      Kegiatan Monitoring
     m
04-04- 2011     1. Melakukan pemeriksaan TTV
                     KU : baik
                     Kesadaran : composmentis
                     Keadaan emosional : stabil
                        TTV :
                               - Tekanan darah: 150/100 mmhg
                               - Nadi         : 82X/menit
                               - Suhu          : 36,8˚C
                               - Pernapasan : 24X /menit

                2. Melakukan pemeriksaan secara sistematis
                     Palpasi
                            Leopold I : 3 Jbpx, 73 cm, TBJ : 3875 gr
                            Leopold II : PU-KA
                            Leopold III : Pres-kep
                            Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP
                     Auskultasi
                            - BJF                   : Ada (+)
                            - Frekuensi             : 130X/menit
                            - Gerakan janin         : Aktif
                            - Teratur               : Ya
                      Inspeksi
                            - Bekas Operasi         : Tidak ada
                            - Strie                 : Ada
                      Perkusi
                            Refleks patela          : ka (+)/ ki (+)

               Memberikan penjelasan pada ibu tentang pola istirahat,
                tidur siang 1-2 jam dan tidur malam 6-8 jam, beraktifitas
                ringan, serata melakukan olah raga ringan agar otot-otot
                menjadi lentur.


               Menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi
                makanan bergizi.

               Memberi penjelasan pada ibu untuk melakukan
                perawatan payudara

               Memberi penjelasan tentang personal hygiene.

               Memberitahu pada ibu mengenai tanda-tanda bahaya


                                  24
                   dalam kehamilan:
                     Perdarahan
                     Sakit kepala hebat
                     Penglihatan kabur
                     Bengkak pada tungkai dan jari-jari
                     Gerakan janin tidak teratur.
                        .
                  Melakukan kolaborasi dengan dokter sehingga jika
                   terjadi komplikasi-komplikasi dalam kehamilan dapat
                   dideteksi sedini mungkin, dengan instruksi pemeriksaan
                   dengan USG dan pemberian terapi.

                  Menganjurkan ibu untuk melahirkan pada petugas
                   kesehatan terdekat seperti Rumah sakit, PUSKESMAS,
                   PUSTU, Rumah bersalin, dan bidan praktik.
                   .




VII.     EVALUASI

 Tanggal 03 –februari-2012, pukul 10.30

 Ny F umur 38 tahun G3 P1 A1 hamil 37 minggu tunggal hidup intra uteri

 1. ibu mengerti hasil pemeriksaan tanda-tanda vitalnya..
 2. Ibu mengerti dan mau melaksanakan pola istirhat yang benar
 3. Ibu mengerti tentang cara perawatan payudara selama hamil dan mau
       melakukannya.
 4. Ibu mengerti tentang personal hygiene.
 5. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan.
 6. Ibu mengerti dan mau mengkonsumsi obat sesuai instruksi dokter
 7. Ibu mau melahirkan pada petugas kesehatan terdekat dan dizinkan
       pulang.




                                    25

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:762
posted:9/16/2012
language:Indonesian
pages:25