modul bk th 2012 2013 kls 7 semester 21
Document Sample


____________________________________________________________________________________
Topik : Berpikir Logis
Sub Topik : Cara Berpikir Logis
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus Pelayanan
1. Siswa dapat memahami cara – cara berpikir logis
2. Siswa dapat mengaplikasikan cara – cara berpikir logis
I. Materi : Berpikir Logis
III.Uraian Materi : Bagaimanakah Cara Berpikir Logis
logika adalah ilmu penalaran atau ketrampilan berpikir dengan tepat. Ketepatan berpikir sangat tergantung pada jalan pikiran yang
logis atau tidak amburadul. Apakah anda pernah berpikir bahwa cinta kasih itu sama dengan binatang? Bagaimana jalan pikirannya
atau logikanya? Coba simak : Cinta kasih nampak sebagai penyayang, dedi penyayang binatang. Jadi cinta kasih identik dengan
binatang. Apa yang keliru? Antara premis dan kesimpulan tidak ada hubungannya. Dalam topik bahasan ini anda akan belajar
menguji jalan pikiran dengan tepat atau logis.
Dalam kehidupan sehari-hari, peristiwa yang terjadi (fakta) bisa dicari sebabnya, hubungannya, mengapa terjadi demikian dan
apakah logis?
Dalam berpikir membutuhkan ketrampilan untuk bisa mengerti fakta, memahami konsep, saling keterkaitan atau hubungan, sesuatu
yang tersurat dan tersirat, alasan, dan menarik kesimpulan. Namun yang pertama kali harus dipelajari adalah menguji suatu jalan
pikiran secara logis.
Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan (validitas) sebuah argumen ditentukan oleh
bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara
kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis). Logika silogistik tradisional aristoteles dan logika simbolik modern
adalah contoh-contoh dari logika formal.
Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif—kadang disebut logika deduktif—adalah
penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan
ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar
atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-
premisnya.
Contoh argumen deduktif:
1. Setiap mamalia punya sebuah jantung
2. Semua kuda adalah mamalia
3. Setiap kuda punya sebuah jantung
penalaran induktif—kadang disebut logika induktif—adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk
mencapai kesimpulan umum.
Contoh argumen induktif:
1. Kuda Sumba punya sebuah jantung
1
2. Kuda Australia punya sebuah jantung
3. Kuda Amerika punya sebuah jantung
4. Kuda Inggris punya sebuah jantung
5. Kesimpula, setiap kuda punya sebuah jantung
kegunaan logika
# membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
# meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
# menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
# memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
# meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan serta kesesatan.
# mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
# terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa jawa )
# apabila sudah mampu berpikir rasional,kritis ,lurus,metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan
meningkatkan citra diri seseorang
macam-macam logika
logika alamiah
logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan
dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir.
logika ilmiah
logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi.
Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan
logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan
untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.
http://forum.vivanews.com
IV. Tugas – tugas :
1. Buatlah contoh argumen deduktif dan induktif selain contoh-contoh yang telah disebut di atas !
No Argumen Contoh
____________________________
1 deduktif ____________________________
____________________________
____________________________
2 induktif ____________________________
____________________________
____________________________
3 deduktif ____________________________
____________________________
____________________________
4 induktif ____________________________
____________________________
5 ____________________________
deduktif ____________________________
____________________________
2
____________________________
6 logika alamiah ____________________________
____________________________
____________________________
7 logika ilmiah ____________________________
____________________________
____________________________
8 logika alamiah ____________________________
____________________________
____________________________
9 logika ilmiah ____________________________
____________________________
____________________________
10 logika alamiah ____________________________
____________________________
1. Tuliskan kesan kesan anda setelah selesai mengerjakan tugas ini !
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
Malang ., ................. 201..
Tanda tangan siswa
Nama : ...............
Kls . No : ...............
telah Diperiksa
Tgl. Parap
Guru pembimbing
____________________________________________________________________________________
3
____________________________________________________________________________________
Topik : Berpikir Kritis, Kreatif,
Sub Topik : Menjadikan Anak Berpikir Kritis, Kreatif, dan Problem Solver
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1- siswa dapat mengetahui cara- cara berfikir kritis dan kreatif
2- Siswa dapat mengaplikasikan cara-cara berfikir kriti dan kreatif
II. Materi : Menjadikan Anak Berpikir Kritis, Kreatif, dan Problem Solver
III. Uraian materi :
Anak kritis mempunyai ciri - ciri anak kritis memiliki kemampuan komonikasi yang cukup baik, bicaranya cukup jelas, dan mampu
menganalisa bagaimana menanggapi masalah dengan cepat dan tepat. Jiwa yang kritis akan menjadikan anak tumbuh menjadi
pribadi cerdas dan pemberani. Untuk menjadikan anak untuk dapat berpikir kritis adalah dengan jalan pendidikan dan pembelajaran
yang mengeksplorasi kemampuan siswa yang dimilki. Inovasi dan pembaharuan dalam pembelajaran akan sangat membantu
tercapainya cara berpikir anak secara kritis, karena dengan inovasi inilah maka ditemukan model dan metode pembelajaran yang
efektif dan efisien. Yang perlu diingat adalah untuk menjadikan anak dapat berpikir kritis maka pembelajaran yang dilakukan bukan
hanya memberikan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan tetapi juga diperlukan pengajaran sifat, sikap, nilai, dan karakter
yang menunjang anak untuk dapat berpikir kritis.
Anak yang kreatif memiliki ciri yang dominan yaitu spontan, rasa ingin tahu, dan tertarik pada hal-hal yang baru. Semua ciri diatas
pasti terdapat pada diri anak yang berarti bahwa semua anak pada dasarnya adalah kreatif, dan faktor lingkunganlah yang menjadikan
anak tidak kreatif. Sehingga ada beberapa cara untuk menjadikan anak kreatif yaitu memilih pola asuh yang tepat, menghargai karya
anak yang nantinya akan mendorong anak untuk dapat meningkatkan kreativitasnya, memberikan tantangan kepada anak, serta
adanya komunikasi yang baik dengan anak.
Problem solver merupakan proses yang membutuhkan pikiran kritis dan kreatif, jika kritis dan kreatif sudah dapat digabungkan dan
dapat melakukan problem solver. Beberapa langkah untuk menjadikan anak problem solver yaitu siswa harus dapat merumuskan
masalah, menganalisis masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, pengujian hipotesis, siswa mengambil atau
merumuskan kesimpulan, merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, dan siswa akan menggambarkan rekomendasi yang dapat
dilakukan sesuai dengan rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan.
4
Definisi
Berpikir Kritis (critical thinking) adalah sinonim dari pengambilan keputusan (decision making),
perencanaan stratejik (strategic planning), proses ilmiah (scientific process), dan pemecahan masalah (problem solving).
Berpikir kritis mengandung makna sebagai proses penilaian atau pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan dan dilakukan
secara mandiri (Peter Facione, ). Proses perumusan alasan dan pertimbangan mengenai fakta, keadaan, konsep, metode dan
kriteria. Richard Paul mendefinisikan berpikir kritis sebagai proses merumuskan alasan yang tertib secara aktif dan terampil
dari menyusun konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mengintegrasikan (sintesis), atau mengevaluasi informasi yang dikumpulkan
melalui proses pengamatan, pengalaman, refleksi, pemberian alasan (reasoning) atau komunikasi sebagai dasar dalam menentukan
tindakan.
Berpikir kritis dapat muncul kapanpun diperlukan suatu penilaian, keputusan, atau penyelesaian sebuah masalah secara umum.
Kapan pun seseorang perlu berusaha untuk mengetahui apa yang perlu dipercaya, apa yang perlu diketahui alasannya. Proses itu
melalui usaha dan reflektif seperti membaca, menulis, berbicara dan mendengar. Semua dapat dilakukan secara kritis maupun tidak.
Berpikir kritis sangat penting terutama untuk menjadi pembaca yang cermat dan penulis kreatif. Dari uraian ini kita mengetahui
bahwa secara umum, berpikir kritis merupakan ”sebuah cara mengatasi permasalahan kehidupan”.
Proses Berpikir Kritis
Proses berpikir kritis bermula dari ilmu pengetahuan. Semua dimulai dengan mengetahui serta meningkatkan pemahaman
mengenai topik yang dipikirkan. Contoh, jika kita berpikir mengenai bagaimana cara memperbaiki mesin, kita pasti memerlukan
pengetahuan mengenai cara kerja mesin bekerja dan sumber permasalahan.
Tahap berikutnya adalah meningkatkan pemahaman. Ini adalah tahap seseorang mengerti tentang apa yang dipikirkannya. Jika
kita tidak dapat memahami apa yang kita pikirkan, maka kita sesungguhnya tidak dapat memikirkannya secara efektif.
Langkah berikutnya adalah aplikasi. Jika anda tidak dapat mengaplikasikan pemikiran dan pengetahuan pada kehidupan nyata,
menerapkannya untuk hal yang bermanfaat bagi kehidupan, maka anda sesungguhnya tidak mengehui pentingnya memikirkan suatu
topik. Oleh karena itu, carilah sesuatu yang bermanfaat untuk anda pikirkan.
Setelah semua langkah di atas dilalui maka tahap selanjutnya adalah analisis topik yang sedang anda pikirkan. Membagi informasi ke
dalam kategori dan sub kategori. Memilih dan memilah berbagai hal yang masuk ke dalam bagian yang lebih penting.
Langkah kedua terakhir dari berpikir kritis adalah sintesis. Ini adalah langkah dalam mengorganisir, menyusun konsep, menggubah
(menyusun), dan menciptakan hal baru yang anda kembangkan dari yang sudah ada.
Langkah paling akhir adalah evaluasi. Lihat kembali produk akhir anda. Jika anda menyukainya, maka tuntaskan. Jika tidak,
kembali ke langkah awal dengan sasaran dan tujuan yang berbeda. Ingat, jangan menyelesaikan sesuatu yang anda tidak sukai. Jika
akhirnya menghasilkan pemikiran atau penerapan yang anda sukai, maka gunakanlah !
Model di atas menggambarkan tahap-tahap berpikir kritis yang digunakan dalam pentahapan dalam ranah kognitif Bloom. Dalam
pengembangan yang terakhir justru evaluasi tidak menjadi puncak kemampuan berpikir kritis. Puncak yang sesunggunya adalah
kemampuan untuk mengubah ide menjadi karya yang inovatif.
Contoh Berpikir Kritis
Tentukan masalah yang mungkin dihadapi siswa baikyang secara langsung dengan bahan pelajaran atau tugas yang terkait dengan
kondisi atau situasi pribadi. Koran atau sumber informasi dari internet merupakan salah satu sumber masalah yang ada di
kehidupan nyata yang sangat beragam. Pilih objek yang dapat siswa lihat relevansi atau keterkaitannya.
5
Contoh Umum
Seorang guru biologi dapat mengajukan masalah mengenai kloning manusia atau pembuatan bendungan untuk meningkatkan
kelangsungan hidup ikan. Kedua topik tersebut bisa mengundang beragam jenis pendapat dan dapat dijawaban dengan fakta-fakta
pendukung yang ada. Informasi tentang itu dapat dilihat dari berbagai faktor, di antaranya kebijakan yang dikeluarkan oleh
Pemerintah, penelitian dari pihak akademisi, laporan LSM lingkungan hidup, dan sebagainya.
Tujuan pelatihan bukan untuk menemukan jawaban yang tepat, tetapi lebih kepada melatih proses berpikir kritis untuk
mengembangkan kemampuan menemukan berbagai kebenaran sebagai alternatif. Memilih alternatif terbaik dan paling sedikit
kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkannya.
Siswa selanjutnya diminta untuk memutuskan apa yang pertama kali mereka pikirkan, mereka harus mengungkapkan pula
argumennya, mengapa hal itu penting untuk menjadi bahan pemikiran awal, siswa perlu mendukung argumentasinya dengan mencari
pandangan dan bukti-bukti lain. Akhirnya mereka harus memenutuskan alternatif mana yang paling logis untuk diterapkan, pendapat
mana yang paling tepat menurut mereka.
Masalah yang mendasari cara berpikir kritis sangat bergantung pada jenis pelajaran. Pendidik dapat mengarahkan siswa untuk
melengkapi aktivitas dan menetapkan pendapat mereka pada saat awal pelajaran. Kemudian, sebagai materi tambahan, pendapat,
dan pandangan dirangkum selama proses pengajaran. Ssiswa juga diminta untuk menjawab pertanyaan yang sama di akhir pelajaran
untuk menentukan apakah semua jawaban dapat mereka kembangkan secara kritis.
Sembilan tips mengembangkan kompetensi berpikir kritis:
1. Berpikiran terbuka terhadap ide-ide baru.
2. Mengetahui bahwa setiap orang bisa memiliki pandangan yang berbeda.
3. Memisahkan berpikir dengan perasaan dan berpikir logis.
4. Menanyakan hal-hal yang anda anggap tidak masuk akal.
5. Menghindari kesalahan umum dalam pemberian alasan yang anda buat.
6. Jangan berargumen tentang sesuatu yang anda tidak mengerti.
7. Kembangkanlah kosakata yang tepat untuk penyampaian dan pengertian ide yang lebih baik
8. Mengetahui ketika anda memerlukan informasi lebih lanjut.
9. Mengetahui perbedaan antara kesimpulan yang dapat dan harus benar.
Berpikir Kritis (Critical Thinking) itu Penting !
Kalau anda ingin dianggap pintar, anda harus responsif terhadap pemikiran orang lain. Kalau anda pendiam, anda akan dianggap
bodoh oleh lingkungan anda. Jadilah Mr.Disagree, yang selalu mengkritisi pendapat orang lain! Saya ingat persis waktu jaman
sekolah dulu, ketika seorang kawan beropini atau beranalisis terhadap suatu kasus atas permintaan dosen, teman-teman sekelas
saya dulu selalu berlomba-lomba mengatakan "I Don’t Agree Sir………, dan bla bla bla sejumlah alasan dikemukakan".
Setidaknya itulah pengalaman saya, jika dosen-dosen saya dari Asian Institute of Management (AIM) Philipines memberikan
perkuliahan. Dalam dunia intelektual, anda tidak boleh percaya begitu saja terhadap pernyataan seseorang. Silent is gold tidak
berlaku disini. Seorang sarjana harus berifikirlah kritis terhadap semua fenomena kehidupan. Silent is stupid! Karena perfection is
elusive and there is always room for improvement. Jadi
jangan selalu teriak setuju seperti anggota DPR kita.
6
IV. Tugas
1. Buatlah contoh-contoh berfikir kritis dan kreatif!
No contoh-contoh berfikir kritis
1
2
3
4
5
contoh-contoh berfikir kreatif
6
7
8
9
10
2. Tuliskan kesan - kesan anda setelah anda mengerjakan tugas ini !
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
Msalang , ............ 201..
Tanda tangan siswa
Nama : ...............
Kls / no. : ...............
Telah Diperiksa
Tgl. Parap
Guru pembimbing
7
Topik : Berpikir Kreatif
Sub Topik : Ciri-ciri Berpikir Kreatif
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1- siswa dapat mengetahui cara- cara berfikir kreatif
2- Siswa dapat mengaplikasikan cara berfikir kreatif
II. Materi : Berpikir Kreatif Untuk Meraih Sukses Usaha
III.Uraian materi :
Berbicara mengenai kesuksesan tentunya setiap pelaku usaha selalu berharap untuk bisa mewujudkannya.
Bahkan berbagai macam cara pun mulai dijalankan para pelaku usaha untuk bisa mencapai kesuksesan yang
telah diimpikannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan para pelaku usaha untuk meraih kesuksesannya yaitu dengan selalu berpikir
kreatif.
Untuk bisa menciptakan sebuah peluang usaha yang tahan banting di tengah gempuran persaingan pasar, terkadang dibutuhkan
adanya kreativitas yang tinggi agar bisa tercipta sebuah inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Selain itu, para pelaku
usaha juga dituntut untuk selalu berpikir kreatif guna meningkatkan nilai tambah yang mereka miliki dan memenangkan persaingan
pasar yang ada disekitarnya.
Jadi, wajar adanya bila para entrepreneur sukses selalu diidentikan dengan sekelompok orang yang tak pernah lelah untuk berkreasi.
Karena setiap harinya mereka harus menggunakan kreativitasnya untukmempertahankan eksistensi usahanya. Lalu, langkah apa saja
yang bisa dilakukan para pelaku usaha untuk meraih puncak suksesnya?
Berikut ini beberapa tips motivasi bisnis yang bisa Anda jalankan untuk meraih sukses usaha.
Miliki mimpi yang besar
Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk menggantungkan mimpi mereka setinggi-tingginya. Namun sebagai pelaku usaha,
tentunya mimpi yang Anda citakan juga harus didukung dengan usaha yang realistis. Sehingga mimpi besar yang telah Anda tuliskan
bisa terwujud sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, bukannya menjadi impian kosong di siang bolong. Karena itu,
mulailah dengan mengerjakan sesuatu yang kecil untuk menggapai mimpi besar yang telah Anda inginkan.
Ciptakan ide yang unik, buatlah konsep yang bagus, dan optimalkan proses eksekusinya.
Untuk meraih mimpi besar yang Anda inginkan, bisa dimulai dengan menciptakan sebuah ide segar yang belum
pernah ada sebelumnya. Setelah ide tercipta, maka buatlah konsep yang matang untuk mewujudkan ide-ide tersebut.
Terakhir, setelah perencanaan benar-benar sudah matang, maka lakukan semua proses eksekusi dengan optimal agar
ide kreatif yang Anda miliki menghasilkan inovasi baru yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan usaha
Anda.
Tak lelah untuk berinovasi
Ketika seorang pelaku usaha berhasil menciptakan sebuah karya, maka Ia tidak boleh berpuas diri dengan produk yang
dihasilkannya. Teruslah berkreasi untuk merancang inovasi-inovasi baru yang akan diluncurkan pada periode berikutnya. Sebab,
kehadiran sebuah produk baru tidak hanya menarik perhatian konsumen, namun juga menarik perhatian para kompetitor untuk
8
menduplikasi produk tersebut. Karenanya, jangan pernah lelah untuk berinovasi, karena kompetitor Anda juga tidak lelah untuk
menduplikasi.
Senang dengan tantangan
Seorang pengusaha yang sukses memiliki mental yang kuat dan berusaha menikmati setiap tantangan dalam perjalanan usahanya.
Saat orang lain terlena dengan kemapanan yang telah didapatkan, maka seorang pelaku usaha cenderung berani mengambil sebuah
resiko untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Mereka tidak lelah untuk terus berkarya dan menjadikan tantangan sebagai teman
baiknya hingga mencapai puncak kesuksesan.
Selalu belajar dari pengalaman
Untuk menjadi pengusaha yang sukses, tidak ada salahnya bila Anda belajar langsung dari pengalaman para pengusaha yang telah
berhasil mencapai puncak kejayaannya. Dari mereka, Anda bisa mengambil beberapa strategi jitu yang mengantarkan mereka meraih
suksesnya. Disamping itu, Anda juga bisa mendapatkan pelajaran penting dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki para
entrepreneur sukses, baik pengalaman pahitnya dalam memulai usaha maupun pengalaman mereka untuk mengembangkan usahanya.
Semoga kelima tips bisnis yang telah kita bahas bersama bisa memberikan manfaat bagi para pembaca. Jangan pernah lelah berpikir
kreatif untuk meraih sukses usaha, karena kesuksesan bisnis Anda sepenuhnya berada di tangan Anda. Teruslah berkarya dan
salam sukses.
Dunia Bisnis adalah sesuatu yang sangat menarik. Bukan saja menarik untuk dipelajari tapi juga dilakukan. Bahwa bisnis itu penuh
tantangan adalah benar, tapi tak melulu penuh kefrustasian, karena jika kita tahu cara memainkannya, bisnis itu sebenarnya bisa
menyenangkan, FUN.
Bradley J Sugars, pendiri ActionCOACH, menegaskan kepada seluruh franchisee-nya (pelatih bisnis), bahwa bisnis itu harusnya
dilakukan dengan hati yang gembira karena memang begitulah seharusnya.
“Coba kita lihat, betapa menyenangkannya mereka yang sedang bermain sepak bola atau bola basket. Mereka amat gembira, karena
permainan itu seharusnya membawa kegembiraan. Jika tak gembira, artinya ada sesuatu yang salah dalam pola pikir mereka,” ujar
Herman Susanto, Master Licence ActionCOACH Indonesia.
Menurut Herman, begitu banyak pengusaha yang tidak gembira saat melakukan bisnis. Mereka bahkan sering stress menghadapi
masalah bisnis. Celakanya, mereka tak mau belajar bagaimana menjalankan bisnis yang benar.
Untuk menjadi sukses berbisnis, seorang pengusaha tak hanya dituntut untuk mengoptimalkan otak kiri (logika) tapi harus juga
mengimbangi dengan kecerdasan otak kanan (kreatifitas).
Otak kiri adalah wilayah belajar secara logika, angka dan rumusan. Pemilik bisnis harus mengasah terus kecerdasan otak kiri agar
bisa mengambil keputusan yang akurat.
Namun celakanya, jika kecerdasan otak kiri Anda lebih dominan dari otak kanan, maka Anda gampang mengalami frustasi. Bahkan
otak kiri cenderung menderita ketika tak bisa memecahkan masalah saat berbisnis.
Sebagai pengusaha yang tangguh, Anda juga harus melengkapi kemampuan berpikir ala otak kanan. Karena Tuhan sudah
melengkapi kita dengan kecerdasan yang lengkap.
Otak kanan adalah wilayah kreatifitas. Anda harus terbiasa berpikir di luar kotak, selain mahir berpikir di dalam kotak juga. Dengan
kata lain, kemampuan berpikir linear (berpikir lurus) dengan kemampuan berpikir lateral (berpikir menyamping) harus selalu
seimbang.
ActionCOACH menyediakan 282 strategi marketing yang sudah teruji berhasil disegala industri bisnis. Dan menurut kami, Bradley J
Sugars, adalah multi milyarder bisnis yang sangat genius. Betapa tidak, ia bisa menciptakan formula sistem bisnis auto pilot yang
bisa diinstall ke berbagai bisnis apapun.
“Ketika seorang pengusaha mengikuti program coaching, sang pelatih bisnis akan membuat kliennya untuk berpikir di dua area,
yaitu berpikir kreatif dan berpikir logis,” ujar Herman Susanto.
9
Mengikuti program coaching sama dengan menjadi atlet olahraga saat menghadapi pertandingan. Keduanya memiliki persamaan
yang besar, pelatih akan berusaha membuat atletnya menjadi juara.
“Seorang coach yang baik akan mengembangkan daya kreativitas kliennya, belajar berpikir diluar kotak pemahaman mereka. Dan
uniknya, para klien akan merasa senang tertantang dengan ide baru ini,” ujar Herman yang terbiasa memberi coaching ke ratusan
pengusaha lainnya.
Intinya, menjadi pengusaha itu adalah soal pengetahuan yang cukup (otak kiri) dan keterampilan mengambil suatu keputusan (otak
kanan) yang benar. Fungsi seorang coach adalah mengukur seberapa efektif seorang klien menerapkan apa yang ia ketahui ke dalam
sebuah tindakan (action) yang tepat.
“Kita memiliki begitu banyak strategi marketing, jika diterapkan satu per satu akan terlihat seberapa efektif setiap strategi yang
digunakan. Seorang coach akan melihat apa yang pemain tak bisa lihat saat di lapangan. Itulah sebabnya setiap pengusaha harus
berpikir kreatif,” ujar Herman Susanto, pembawa ActionCOACH pertamakali ke Indonesia ini.
Keterampilan berpikir kreatif dalam berbisnis, adalah keterampilan yang sangat penting. Jika seorang pengusaha mengalami jalan
buntu, ia bisa berpikir dengan cara lain, mungkin belok ke kiri atau ke kanan, atau putar balik hingga menemukan jalan keluar.
Intinya, keterampilan berpikir kreatif (out of the box) sangat membantu pengusaha untuk tetap survive dalam menjalankan bisnis.
Seperti ucapan Napoleon Bonaparte, “Anda boleh merubah jalan, tapi jangan sekali-kali merubah tujuan.” Pesan moralnya adalah
berpikirlah kreatif saat menemukan masalah, karena boleh jadi, Tuhan memberikan masalah sebenarnya memberikan puzzle yang
harus kita pecahkan kodenya. Hingga otak kita makin berkembang di masa depan.
Jika Anda ingin belajar 282 strategi marketing ActionCOACH dengan cara yang lebih kreatif, silakan hubungi 021-29036628 untuk
mendapatkan voucher evaluasi bisnis senilai Rp 5.000.000,-. Hanya dengan memasang iklan di www.OktoMagazine.com dan
memiliki bisnis pribadi.
Salam fantastic !Herman Susanto Master Lisensi ActionCOACH Indonesia hermansusanto@actioncoach.com
actioncoach.com
IV. Tugas
1. Berilah tanda chek {V} pada pernyataan dibawah ini pada huruf B, jika benar dan huruf S jika salah !
No Pernyataan B S
Seorang pengusaha yang sukses memiliki mental yang kuat
1
pengusaha yang sukses, tidak ada salahnya bila Anda belajar langsung dari
2
pengalaman
Pengusaha yang sukses Miliki mimpi yang besar
3
keterampilan berpikir kreatif (out of the box) sangat membantu pengusaha untuk tetap
4
survive dalam menjalankan bisnis
Keterampilan berpikir kreatif dalam berbisnis, adalah keterampilan yang sangat
5
penting
menjadi pengusaha itu adalah soal pengetahuan yang cukup (otak kiri) dan
6
keterampilan
Otak kanan adalah wilayah kreatifitas.
7
Untuk menjadi sukses berbisnis, seorang pengusaha tak hanya dituntut untuk
8
mengoptimalkan otak kiri (logika)
bisnis itu harusnya dilakukan dengan hati yang gembira karena memang begitulah
9
seharusnya
Ketika seorang pelaku usaha berhasil menciptakan sebuah karya, maka Ia boleh
10
berpuas diri dengan produk yang dihasilkannya
10
2.Tulislah kesan – kesan anda setelah anda mengerjakan tugas ini !
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
Malang , ................ 201...
Tanda tangan siswa
Nama : ...................
Kls / No. : ..................
telah diperiksa
Tgl. Parap
Guru pembimbing
Topik : Disiplin
Sub Topik : Pentingnya hidup Disiplin
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1 - Siswa dapat mengetahui manfaat hidup berdisiplin
2 - Siswa dapat mengaplikasikan tata cara hidup berdisiplin
II. Materi : hidup Disiplin
III.Uraian materi : Disiplin
Tidak ada hal yang lebih penting dalam manajemen diri dibandingkan dengan kedisiplinan. Selain pentingnya menemukan arah dan
tujuan hidup yang jelas, kedisiplinan merupakan syarat mutlak untuk mencapai impian kita atau melaksanakan misi hidup kita. Kita
harus disiplin dalam mengembangkan diri kita (lifetime improvements) dalam segala aspek, kita harus disiplin dalam mengelola
waktu dan uang kita, kita harus disiplin dalam melatih keterampilan kita dalam setiap bidang yang kita pilih. Kita seharusnya belajar
banyak dari orang-orang luarbiasa dalam sejarah umat manusia.
11
”In reading the lives of great men, I found that the first victory they won was over themselves ……..…. Self-
discipline with all of them come first.” HARRY S. TRUMAN
Semua orang kagum pada Mark Spitz, bintang Olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman. Waktu itu ia berhasil memperoleh tujuh
medali emas serta memecahkan tujuh rekor dunia baru dalam olah raga renang. Adakah
rahasia di balik keberhasilannya?
Ketika ditanya tentang rahasia keberhasilannya, Mark Spitz mengatakan, ”We all love to win, but how many people love to train?” –
Kita semua menyukai kemenangan, tetapi tidak banyak dari kita yang menyukai latihan dengan penuh kedisiplinan. Semua orang
melihat Mark Spitz menerima medali emas dengan penuh kekaguman. Namun, adakah yang memperhatikan bagaimana Mark Spitz
harus melalui kedisiplinan dalam latihan keras sejak pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Ternyata untuk mencapai prestasi tersebut
Mark Spitz harus melalui latihan keras secara disiplin hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun. Ia telah membayar
terlebih dulu harga kesuksesannya.
Kita semua juga ingin memperoleh banyak kesuksesan dalam kehidupan kita. Tetapi maukah kita membayar terlebih dulu
kesuksesan yang kita idam-idamkan itu? Karena untuk meraih kesuksesan kita dituntut untuk membangun sebuah kebiasaan,
sebagaimana dikatakan oleh Aristoteles, seorang filsuf besar sepanjang zaman, bahwa kita adalah apa yang kita lakukan berulang-
ulang (baca:secara disiplin).
Jadi, keunggulan bukanlah sebuah tindakan melainkan sebuah kebiasaan. Tidak ada cara lain untuk membangun sebuah kebiasaan
kecuali melakukan sebuah tindakan secara terus-menerus berulang-ulang dengan disiplin. Melalui kedisiplinan kita dapat
mengembangkan potensi dahsyat yang ada dalam diri kita. Kita harus menerapkan dan mempraktikkannya minimal dalam waktu 30
hari. Meskipun kadang-kadang perubahan atau manfaat dapat kita rasakan setelah beberapa hari mempraktikkannya, kita bisa
memperoleh hasil yang lebih dahsyat setelah kita berhasil menjalankannya selama 90 hari. Setelah itu, kita bisa benar-benar
merasakan manfaatnya.
Menurut John Maxwell, penulis buku Developing The Leader Within You, ada empat hal yang harus kita perhatikan untuk
melakukan pengembangan diri secara disiplin sehingga dapat membangkitkan potensi dahsyat yang kita miliki. Empat hal tersebut
adalah start with yourself – start early – start small – start now. Mulai dari diri sendiri – sesegera mungkin – sedikit demi sedikit –
lakukan sekarang.
Kedisiplinan dalam pengembangan diri harus mulai dari diri kita sendiri. Ini berarti kita tidak bisa menyuruh orang lain melakukan
latihan untuk kesuksesan kita. Contoh, untuk memperoleh medali emas olimpiade, Mark Spitz sendirilah yang harus berlatih – dia
tidak bisa membayar orang lain untuk berlatih baginya.
Kedisiplinan harus dimulai lebih awal. Ini berarti kita harus segera memulai suatu kebiasaan baru tanpa menunggu keadaan menjadi
sempurna. Kita bisa memulai latihan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah lakukan langkah pertama kita!
Kedisiplinan adalah syarat mutlak bagi setiap kita yang akan membangun sebuah kebiasaan baru. Setiap manusia baru akan memiliki
sebuah kebiasaan baru ketika dia secara disiplin melakukan hal tersebut secara terus-menerus tidak pernah terputus selama sedikitnya
30 –90 hari.
Ketika menulis buku saya yang pertama, Self Management: 12 Langkah Manajemen Diri, saya sedang mengembangkan sebuah
kebiasaan baru yang saya sebut dengan kebiasaan manusia milenium baru (Q Society). Sebuah kebiasaan yang didasarkan pada
pengembangan kekuatan pikiran (mind power) untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosi, mental, pikiran dan spiritual seseorang.
Saya menemukan banyak hal sulit ketika menjalankan program pribadi saya, di antaranya adalah disiplin diri. Anda bisa
membayangkan kesulitan saya. Dulu, saya biasa tidur di atas jam 00:00 dan bangun pagi paling cepat pukul 08:00. Saya merasa
nyaman dengan pola tidur saya seperti itu. Namun, saya harus mengubah zona kenyamanan saya dengan membiasakan diri tidur
lebih awal dan bangun lebih awal (sekarang saya tidur sekitar pukul 21:00 dan bangun sekitar pukul 02:30 dinihari). Saya harus
melawan rasa malas dan mengantuk saat saya bangun di pagi hari. Saya merasa seperti anak kecil yang disuruh melakukan hal yang
tidak saya senangi. Tetapi itulah harga yang harus saya bayar untuk menjalani kehidupan sehat baik secara fisik, pikiran, dan
spiritual.
Kata ‘disiplin’ atau ‘self-control’ berasal dari bahasa Yunani, dari akar kata yang berarti ”menggenggam” atau ”memegang erat”.
Kata ini sesungguhnya menjelaskan orang yang bersedia menggenggam hidupnya dan mengendalikan seluruh bidang kehidupan
yang membawanya kepada kesuksesan atau kegagalan.
John Maxwell mendefinisikan ‘disiplin’ sebagai suatu pilihan dalam hidup untuk memperoleh apa yang kita inginkan dengan
melakukan apa yang tidak kita inginkan. Setelah melakukan hal yang tidak kita inginkan selama beberapa waktu (antara 30 – 90
hari), ‘disiplin’ akhirnya menjadi suatu pilihan dalam hidup untuk memperoleh apa yang kita inginkan dengan melakukan apa yang
ingin kita lakukan sekarang!! Saya percaya kita bisa menjadi disiplin dan menikmatinya setelah beberapa tahun melakukannya.
12
Dalam contoh kebiasaan tidur saya, setelah mengubah kebiasaan tidur sekitar sebulan, sekarang saya otomatis tidur sekitar jam 09:00
malam dan bangun sekitar pukul 02:00 dini hari. Pola ini sekarang sudah menjadi kebutuhan saya untuk melakukan meditasi dan doa
sekitar setengah jam.
Berikut saya mengutip tulisan John Maxwell tentang disiplin diri yang merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin: "All great
leaders have understood that their number one responsibility was for their own discipline and personal growth. If they could not lead
themselves, they could not lead others. Leaders can never take others farther than they have gone themselves, for no one can travel
without until he or she has first travel within. A leader can only grow when the leader is willing to ‘pay the price’ for it."
Dalam buku Developing the Leader Within You, John Maxwell menyatakan ada dua hal yang sangat sukar dilakukan seseorang.
Pertama, melakukan hal-hal berdasarkan urutan kepentingannya (menetapkan prioritas). Kedua, secara terus-menerus melakukan hal-
hal tersebut berdasarkan urutan kepentingan dengan disiplin.
Berikut beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan disiplin diri:
Tetapkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam waktu dekat.
Buat urutan prioritas hal-hal yang ingin kita lakukan.
Buat jadwal kegiatan secara tertulis (saya selalu menempelkan jadwal kegiatan saya di dinding depan meja kerja saya di rumah).
Lakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang kita buat, tetapi jangan terlalu kaku. Jika perlu, kita dapat mengubah jadwal tersebut
sesuai dengan kondisi dan situasi.
Berusahalah untuk senantiasa disiplin dengan jadwal program kegiatan yang sudah kita susun sendiri. Sekali kita tidak disiplin atau
menunda kegiatan tersebut, akan sulit bagi kita untuk kembali melakukannya.
Penjelasan ini membawa kita untuk mengetahui dan memahami diri kita, cara mengubah realitas, cara memanfaatkan potensi luar
biasa dalam diri kita. Namun, semua ini tidak akan ada artinya jika kita tidak melakukan sesuatu. Kita harus melakukan sesuatu
untuk kehidupan kita karena hanya kita sendiri yang dapat mengubah kehidupan kita. Melakukan sesuatu berarti mengambil langkah
pertama, yaitu menetapkan tujuan atau target kita dan jangan menunda sampai situasi sempurna bagi kita. Kemudian, lakukan terus
dengan disiplin, sehingga kita berhak mendapatkan apa yang kita inginkan.
sumber: http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2002/081/man01.html
Pentingnya Disiplin Kerja bagi Hidup Anda
By Joko Susilo
Kata disiplin sering kita dengar dan ucapkan, khususnya dalam dunia kerja. Disiplin kerja ditekankan agar bisa memacu
produktivitas. Namun sering kali hal ini tidak mudah dijalankan. Ada banyak hal yang mungkin menjadi penyebab seseorang
menjadi sulit untuk berlaku disiplin. Padahal, tanpa kediplinan tersebut, saya yakin anda pun tahu apa saja dampak buruk yang akan
didapatkan
Untuk itulah, artikel ini akan mengupas pada anda apa pentingnya melakukan disiplin serta bagaimana cara agar anda bisa disiplin.
Tips disiplin yang akan saya sertakan di sini bukan saja penting bagi anda yang menjadi pegawai, namun juga bagi anda yang
menjadi entrepreneur atau pengusaha.
Apa Sebetulnya Definisi Disiplin Diri itu?
Seseorang yang memiliki kedisiplinan diri akan melakukan apa yang harus dilakukannya, tanpa peduli bagaimana kondisi emosinya
saat ini. Meski mungkin dirinya sedang sedih atau sedang dilanda bad mood, namun saat sesuatu harus dikerjakan, maka ACTION-
lah yang terjadi.
Mengapa Harus Disiplin?
Kedisiplinan amat penting. Mungkin disiplin bukan selalu kunci utama untuk memecahkan suatu persoalan. Namun, apapun
solusinya, disiplin amat berperan agar solusi utama itu bisa berjalan.
Contoh, mungkin anda sudah membeli Alas Sakti untuk mengobati sakit punggung. Namun, tanpa ada kesiplinan untuk
menggunakannya secara rutin sesuai aturan, sakit punggung yang anda alami tak akan kunjung hilang.
13
Dengan disiplin, banyak manfaat yang akan anda rasakan. Bukan saja anda akan menghilangkan kebiasaan menunda pekerjaan, lebih
dari itu anda juga akan membuat pekerjaan anda selesai lebih cepat dan hidup anda lebih tertata.
Bagi bisnis kedisiplinan juga amat penting. Misal anda punya toko, dan anda pasang tulisan bahwa toko anda buka jam 7 pagi. Maka
pelanggan anda pun tahu bahwa jam 7 pagi toko anda sudah buka. Kalau misalkan esoknya ternyata toko anda jam 7 belum buka,
sementara pelanggan sudah berdatangan di depan toko anda, apa kira-kira yang akan terjadi?
Bagaimana agar Anda Bisa Disiplin
Agar seseorang bisa disiplin, dibutuhkan beberapa hal dari dalam diri anda.
Pertama, akui kalau anda belum disiplin. Anda harus akui bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam hidup anda. Misalnya,
kalau saya tanya jam berapa anda sarapan pagi ini? Apakah sama seperti kemarin. Atau misalnya saya tanya lagi, kapan terakhir kali
anda berolahraga? Apakah sesuai dengan rencana anda sebelumnya yang akan berolahraga sekian kali dalam seminggu?
Jika belum sesuai, akui saja kalau anda belum disiplin. Pengakuan ini penting. Sebab tanpa pengakuan, akan sulit ada perubahan
yang terjadi.
Kedua, kemauan. Seseorang bisa disiplin jika dilandasi kemauan untuk disiplin. Jika sebelumnya masih sering malas-malasan,
dirinya harus MAU BERUBAH menjadi rajin. Tanpa adanya kemauan, perubahan itu akan sulit terjadi. Saat seseorang memiliki
kemauan tersebut, dirinya SADAR bahwa ada harus yang di-ACTION-kan agar hidupnya lebih baik.
Ketiga, keras. Andrie Wongso mengatakan,”Jika anda keras terhadap diri sendiri, maka dunia akan lunak padamu.” Agar anda bisa
disiplin, anda harus keras pada diri anda. Tidak melenakan diri di zona kenyamanan; tidak mudah putus asa, tidak cengeng. Anda
harus lakukan sesuatu yang menantang diri anda. Peluang usaha itu sering kali lahir di zona yang tidak nyaman. Dan untuk itu anda
harus berusaha keras untuk menangkapnya.
Tips Disiplin Setiap Hari
Kuncinya adalah ciptakan tantangan tiap hari. Buat tantangan yang bisa memacu anda agar terus mengalami perubahan yang lebih
baik. Kalau minggu kemarin misalnya anda mendatangi 10 prospek agar bisa closing. Cobalah minggu ini untuk meningkatkannya
dengan mendatangi 15 prospek.Intinya, buat hidup anda lebih baik dari hari ke hari. Walaupun sekarang anda merasa sangat malas,
anda bisa mengubahnya mulai esok dengan melakukan perubahan kecil pada hidup anda. Misalnya, dengan merapikan tempat kerja
anda setiap selesai kerja. Esoknya lagi, cobalah misal dengan meningkatkannya dengan merapikan isi komputer anda.
Disiplin itu tidak seberat yang anda kira. Yang anda perlu lakukan hanyalah melakukannya. Salam ACTION!
MEMBANGUN DISIPLIN DIRI
Penjelasan paling baik untuk filosofi mengenai bagaimana membangun disiplin diri adalah analogi. Disiplin diri itu seperti otot.
Semakin Anda melatihnya, semakin kuat Anda. Semakin Anda tidak melatihnya, semakin lemah Anda.
Seperti halnya semua orang memunyai kekuatan otot yang berbeda, kita semua memiliki tingkat disiplin yang berbeda juga. Setiap
orang memiliki disiplin diri -- jika Anda mampu menahan napas selama beberapa detik, itu berarti Anda memiliki disiplin diri.
Namun begitu, tidak semua orang mengembangkan disiplin mereka pada tingkat yang sama.
Diperlukan otot untuk membangun otot. Maka dari itu, untuk membangun disiplin diri, kita memerlukan disiplin diri.
Cara untuk membangun disiplin diri analoginya sama dengan melakukan angkat beban untuk membangun otot. Ini berarti
mengangkat beban sampai mendekati batas kemampuan/kekuatan. Perhatikan ketika Anda mengangkat beban, Anda mengangkat
beban yang mampu Anda angkat. Anda memaksa otot-otot Anda sampai Anda tidak kuat lagi dan kemudian beristirahat.
Hampir sama, metode dasar untuk membangun disiplin diri adalah menjalani tantangan yang mampu Anda selesaikan, tapi untuk
menyelesaikannya Anda harus bersusah payah dan mengerahkan segenap tenaga/kekuatan. Ini bukan berarti mencoba melakukan
sesuatu dan gagal melakukannya setiap hari. Ini juga bukan berarti Anda harus melakukan sesuatu yang dapat dengan mudah Anda
lakukan. Anda tidak akan mendapatkan kekuatan dengan mengangkat beban yang tidak mampu Anda angkat dan Anda juga tidak
14
akan mendapatkan kekuatan dengan mengangkat beban yang terlalu ringan. Anda harus memulai dengan beban/tantangan yang dapat
Anda angkat/jalani, tapi untuk melakukan hal itu, Anda harus bersusah payah sampai mendekati batas kekuatan Anda.
Latihan progresif berarti sekali Anda sukses, Anda menaikkan tingkat tantangannya setingkat lebih tinggi. Jika Anda tetap
mengangkat beban dengan berat yang sama setiap waktu, Anda tidak akan bertambah kuat. Demikian halnya, jika Anda gagal
menantang diri Anda sendiri dalam kehidupan, Anda tidak akan mampu untuk berdisiplin diri.
Adalah suatu kesalahan untuk memaksa diri Anda terlalu keras saat Anda membangun disiplin diri. Jika Anda mencoba mengubah
hidup Anda dalam semalam dengan menetapkan lusinan tujuan untuk diri Anda sendiri dan keesokan harinya Anda berharap bisa
memulai melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan-tujuan itu secara konsisten, Anda hampir pasti akan mengalami kegagalan. Hal
itu sama seperti orang yang pergi ke tempat fitnes untuk pertama kalinya dan mencoba mengangkat beban tiga ratus kilogram. Anda
hanya akan terlihat bodoh.
Jika Anda hanya mampu mengangkat sepuluh kilogram beban, Anda hanya bisa mengangkat sepuluh kilogram beban. Bukan sesuatu
yang memalukan jika Anda memulai dari apa yang bisa Anda lakukan. Dengan latihan, Anda akan menjadi semakin kuat.
Sama halnya jika sekarang Anda sangat tidak disiplin, Anda masih dapat menggunakan sedikit disiplin yang Anda miliki untuk
dilatih sehingga Anda dapat menjadi semakin disiplin. Semakin Anda disiplin, hidup Anda semakin mudah untuk dijalani. Tantangan
yang pada mulanya terlihat mustahil bagi Anda untuk dijalani, akhirnya akan tampak seperti mainan anak-anak. Saat Anda semakin
kuat, berat beban yang sama akan terasa semakin ringan.
Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Itu tidak akan menolong. Jika Anda berpikir bahwa Anda lemah, orang lain akan
tampak lebih kuat. Sebaliknya, jika Anda berpikir bahwa Anda kuat, orang lain akan tampak lebih lemah. Tidak ada gunanya
melakukan hal tersebut. Lihatlah kemampuan Anda sendiri dan bercita-citalah bahwa Anda akan semakin kuat saat Anda melatih
diri. (t/Dian)
Disiplin dan Kehidupan II
Selepas tetamu berangkat pulang pagi tadi, ana dalam keadaan tergesa-gesa nak menjemur kain yang dibasuh,lalu suami bersuara..
“Tak pe, banyak masa lagi. Nanti kita jugak yang sampai dulu pada orang..” suami cuba menenangkan ana, sebab dia arif sangat,
kalau ana kelam kabut, silap2 ana diserang migrain. Begitulah fragilenya kepala ni, silap sikit, kena telan cafergot.
Apa yang cuba ana bawakan di sini adalah disiplin menjaga masa, sesuatu yang sangat2 payah pada pemerhatian ana untuk kita
semua laksanakan sebaik mungkin sebagai seorang Islam, yang menjadikan masa itu adalah kehidupan… Slot program Pembina
yang suami sampaikan sebentar tadi juga membawa ana kembali kepada zaman duduk di Kyoto Jepun satu ketika dulu. Banyak
kenangan kami di sana, dan antara yang paling ketara dengan orang2 Jepun ni adalah dari segi menjaga masa.
Subhanallah, kalau kita buat temu janji dengan orang Jepun, macam ni cara kira mereka….
” dari rumah saya ke stesen keretapi,7 minit jln kaki, dari Stesen Shugakuin ke Stesen Yamashina 27 minit, dari Yamashina ke rumah
kamu lagi 8 minit, so saya akan sampai dalam 43 minit lagi!!.”
1 minit dikira nak pakai kasut dan keluar rumah agaknya. Kalau kita macamana pulak cara kira kita? 10+30+10=50 minit, tapi kita
yang berjanji,
“sampai dalam 1 jam lagi…”,
betul tak? Begitulah mereka dan beginilah kita…makanya majulah mereka jauh lebih awal dari kita, sebab kita sengaja memilih
untuk berlengah-lengah. Ini kisah benar, rata2 berjanji dengan orang Jepun, memang sedetail itu kiraan mereka, tapi kalau janji
dengan orang Arab yang tinggal di Jepun, tetap tidak begitu, melainkan Arab tu dah duduk lama di Jepun dan terbiasa dengan budaya
Jepun.
Ana punya seorang kawan dari Syria, Ukhti Usaimah yang dah 10 tahun lebih berhijrah ke Kobe, dan dia kami jemput untuk beri
‘dars’=kuliah pada sisters Islam di Kyoto sebagai pengisian kami tiap minggu. Ukhti Usaimah sangat menjaga masa, budayanya
sama seperti budaya Jepun, mengambil kira waktu perjalanannya secara detail, demi memastikan masa tak terbuang katanya. Dan
beliau selalu menyatakan kekecewaannya pada ana kerana terpaksa memendekkan kuliah gara2 sisters lain datang lewat. Dia tetap
tidak mahu berganjak dengan jadualnya kerana katanya …
“I want to educate others to be punctual, besides I dont want my jemaah in Kobe to feel betrayed by me, because after this kuliah, I
will continue with them in Kobe mosque.”
15
Ana benar2 terkesan dengan cara Ukhti usaimah menjaga masanya.
Menghukum orang yang menepati waktu adalah sangat tidak adil, seperti yang pernah ana tuliskan dalam ‘Masa oh Masa’ ana di
awal blog ini dulu. To me, yes, it is a kind of betrayal… and it is not right to do at all. Menjaga masa adalah merupakan disiplin diri
yang perlu kita titik beratkan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim. Masa adalah kehidupan, saat terhentinya masa,
saat itulah kehidupan turut terhenti. Therefore, masa sangat berharga. Kalau kita gagal menghargai masa, sekurang2nya have pity
pada mereka yang berdisiplin menjaganya.
Talking about disiplin dalam tulisan ana ‘Disiplin dalam Kehidupan’ awal2 dulu, mengingatkan ana pada kisah si anak bertuah ana.
Kalau di rumah, semua anak2 dilatih dan dikerah itu dan ini, misalnya
1. Pam tandas bila selesai
2. Sidai semula tuala mandi lepas guna, jangan sangkut, nanti
bertahi lalat.
3. Baju kotor masuk dalam bakulnya
4. Ubat gigi jangan lupa tutup semula lepas guna
dan banyak lagi pesanan2 mudah dan remeh yang saban hari terpaksa ana ingatkan mereka. Kadang2 ana akui, bukan mengingatkan
lagi, nak bertempik pun ada. Lucunya,
Satu hari guru Bahasa Melayu Asyraf panggil ana,
“nah kak meen, cuba baca karangan Asyraf ni.”
Tajuk karangan ‘Menjaga kebersihan diri’. Gelak besar kami berdua, bila ternyata huraian cara2 menjaga kebersihannya itu, memang
perkara2 yang dah ana leterkan tiap hari. point-point yang ana sebut di atas, adalah antara cara2 yang disaran beliau…Rupanya,
bukan tak masuk dalam kepala apa yang di’bisingkan’ ibu bapa, cuma belum kuat disiplin diri untuk mempraktikkannya. Bila dah
besar ni, ada sedikit perubahan, tapi belum begitu memuaskan. Mungkin setelah duduk di rumah sendiri nanti, baru terasa keperluan
pada menjaga kebersihan sendiri seperti cerita ana dulu.
Alahai, susah benar ke kita ni nak berdisiplin dengan kerja2 seharian? Ana kira jawapannya memang ‘ya’, sebab tu Islam
memandang istiqamah itu sebagai sesuatu yang bernilai, sebab nak beristiqamah perlu pada disiplin diri yang mantap. Kalau tidak,
hari ni buat, esok dah culas, hari ni kerja jalan, esok dah bermalas-malas. Macamana kerja-kerja Islami dan dakwah kita nak berjaya,
semuanya salah kita juga, memandang ringan pada perkara2 yang Islam pandang berat.
Ana seru diri ana di sini, dan para pembaca semua, kita belum lagi melepasi bulan pertama tahun baru 2009 ni, dan ana rasa belum
dikira terlewat untuk kita berazam menjaga masa dan mendisiplinkan diri. Jadikan dua perkara ini antara matlamat kita dalam
memperbaiki gerak kerja kita, tak kira samada kerja2 di rumah, di pejabat, di kampus, di sekolah atau di mana sahaja. Tiap yang
baik, walaupun ada pada orang kafir, harus kita ambil semula, kerana semuanya adalah ajaran Islam belaka.
Sekali lagi ini membawa ana kepada ‘talk’ suami pagi tadi untuk Pembina. Suami ada menyebut, semua tips yang terkandung dalam
buku2 kepimpinan yang pernah dibaca, semuanya ada dalam Islam belaka. Sayangnya sangat kurang orang Islam yang mahu duduk
dan menganalisa secara detail, satu-satu anjuran akhlak dalam Islam yang perlu diaplikasikan dalam kehidupan. Kupasan sesuatu
akhlak itu hanya dihurai dalam konteks itu sahaja, tapi tidak dikembangdan dikaitkan dalam konteks kehidupan seharian.
Satu lagi contoh yang serupa, bila ana membaca buku ‘Men are from Mars Women are from Venus’. kupasan yang di buat dan
contoh2 seharian yang diberi sangat releven dalam kehidupan kita seharian, namun bila diteliti dengan halus, semua itu sudah
termaktub dalam ajaran Islam. Cuma tiada scholars dari kalangan orang Islam yang mahu mengaitkankan perbezaan lelaki dan
wanita dengan contoh kehidupan seharian… Adakah kerana kita asyik dengan buku2 novel yang ringan2, mana yang berat2 sikit ni,
kita malas nak baca. Malas nak memberatkan kepala.Sebab tu, antara cerita ‘Bilut’, kisah jerih payah orang Felda dulu, dengan cerita
‘Nana tanjung’, yang kedua mencapai box office!! Padahal, entah apa mesej yang kita dapat daripadanya… Sesungguhnya, mentaliti
orang Melayu Islam telah lumat lenyek dijajah sehingga susah untuk kita bangkit dan berubah.
Namun, kita tak boleh sebegitu selamanya. Time to change has come, and we must do something. Ayuh semua, kita berubah… Apa
kata bermula dengan banyakkan membaca!! Bukan sekadar buku2 kuliah atau sekolah, bukan sekadar majalah2 hiburan yang
santai2, tapi buku2 ilmiah yang lainnya yang banyak berkait rapat dengan kehidupan seharian. Lepas tu, kita usaha untuk menjadi
orang yang hebat, how? Stephen covey dah tulis satu buku tentangnya, dan kita pulak dah bertahun-tahun berusaha
melaksanakannya… iaini, ‘Share with others’, DAKWAH lah dalam istilah kita….
16
inggal di Jakarta. Penulis, editor buku dan pembicara publik. Tulisan tentang kerohanian, bisa di akses di blog pribadi
http://kuncoroadi.blogspot.com/
Pentingnya Disiplin Diri
Dalam hidup ini terbukti bahwa orang-orang yang berhasil dan mencapai prestasi hebat adalah orang-orang yang memiliki
disiplin diri. Beberapa contoh bisa disebutkan :
(a) Untuk menjadi atlet yang hebat, seseorang harus disiplin berlatih
(b) Untuk menurunkan berat badan, seseorang harus disiplin diet makanan
(c) Untuk menjadi juara kelas, seseorang harus disiplin belajar
(d) Untuk menjadi pegawai teladan, seseorang harus disiplin bekerja dan tidak pernah telat masuk kantor.
Kali ini kita akan belajar tentang ”disiplin diri”. Karena Paulus mengatakan untuk memenangkan pertandingan kita harus
bisa menguasai diri (berdisiplin diri)!
APA ITU DISIPLIN DIRI ?
Bila kita berbicara tentang kata “disiplin” mungkin ada beberapa hal yang berbeda yang kita pikirkan.
(a) Untuk anak-anak, disiplin mungkin berarti mendapatkan ”pukulan” karena melakukan sesuatu yang seharusnya tidak
dilakukan.
(b) Untuk prajurit, disiplin berarti sesuai dengan peraturan, taat kepada perintah/ tugas, dan bangun pagi pada pagi hari yang
dingin.
(c) Untuk mahasiswa, disiplin berarti tertib masuk kelas dengan banyak tugas dan ujian.
(d) Untuk seorang Kristen, disiplin biasanya berarti mentaati perintah Tuhan dengan setia.
Nah, yang dimaksud disiplin diri adalah : kemampuan untuk mengelola (me-manage) diri sedemikian rupa, sehingga kita bisa
menjadi orang yang lebih efektif dan efisien!
Kalau kita memiliki disiplin diri, maka kita bisa menjadi alat yang baik ditangan Tuhan!
MENGAPA KITA PERLU DISIPLIN ?
Ada 2 alasan kenapa kita perlu memiliki disiplin :
(a) Karena hanya dengan disiplin seseorang menjadi ahli (hebat)
Tidak ada aktor yang hebat yang tidak berlatih akting setiap hari.
Tidak ada pemain sepak bola yang hebat kalau tidak berlatih keras dengan disiplin setiap hari. David Bechkam yang
terkenal dengan tendangan bebasnya ternyata setiap hari melatih tendangan bebas itu minimal 2 jam sehari!
(b) Karena disiplin membuat hidup kita menjadi teratur.
Orang yang hidupnya teratur pasti lebih hebat prestasinya dibanding dengan yang tidak teratur.
Contoh nyata adalah : John Wesley (Pendiri gereja Metodhis)
John Wesley bepergian rata-rata 20 mil (32 km) sehari selama 40 tahun. Dia bangun setiap pagi jam 4.00. Ia berkhotbah 40.000
khotbah. Dia menghasilkan 400 buku dan tahu 10 bahasa.Ketika usianya semakin senja ia berusaha tetap disiplin.Pada
usia 83, dia jengkel karena dia tidak bisa menulis lebih dari 15 jam sehari tanpa matanya menjadi sakit, dan pada usia 86, ia
merasa malu bahwa ia tidak bisa berkhotbah lebih dari dua kali sehari. Dia mengeluh dalam catatan hariannya bahwa ada
kecenderungan yang meningkat untuk berbaring di tempat tidur sampai jam 5:30 pagi.
ASPEK HIDUP APA SAJA YANG HARUS DIDISIPLIN ?
1.Kita harus mendisiplin pikiran kita
Pikiran manusia itu seperti kuda liar. Kalau ia tidak dikendalikan bisa sangat merusak. Dalam buku ”Aladdin Factor”
karya Jack Canfield dan Mark Victor Hansen (mereka juga menulis ”Chicken soup for the soul”) disebutkan bahwa
setiap hari manusia memiliki 60.000 ide atau pikiran.
Tapi berita baiknya, pikiran manusia hanya bisa memikirkan satu hal dalam satu saat tertentu. Jadi pikiran manusia
tidak bisa memikirkan hal yang senang, sekaligus memikirkan kesedihan.
Oleh sebab itu kitalah yang harus mendisiplin pikiran kita agar selalu memikirkan hal-hal yang positif Misalnya :
(a) Pilihlah selalu memikirkan hal yang positif
(b) Pilihlah selalu memikirkan hal yang mulia
(c) Pilihlah selalu memikirkan hal yang memuliakan Tuhan dsb.
17
2.Kita harus mendisiplin tubuh kita
Ada hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa manusia cenderung memilih hal-hal yang mengenakkan bagi tubuhnya.
Oleh sebab itu kita selalu mencari cara yang paling mudah dan enak bagi tubuh kita! Ini berbahaya kalau tidak didisiplin. Tubuh
(daging) adalah pusatnya selera manusia. Misalnya : selera free seks, selera minum keras, selera judi, selera mencuri dan narkoba,
dsb.
Kalau selera itu tidak bisa kita disiplinkan, , maka ia yang akan menundukkan diri kita. Karena itu, Kita harus
mendisiplin diri kita agar tidak liar, sehingga kita tidak menjadi berdosa.
3.Kita harus mendisiplin karakter moral kita Mendisiplin tubuh itu baik, tapi lebih baik lagi adalah mendisiplin karakter moral kita.
Apa saja karakter moral yang harus kita disiplin ?
(a) Disiplin menepati janji
Ingat janji adalah utang. Kalau anda tidak menepati janji, reputasi moral anda akan runtuh.
(b) Disiplin mengatakan kebenaran
Kita sering kali mudah berbohong hanya karena kita ingin selamat. Tapi kalau sering ketahuan bohong, maka reputasi moral
anda akan jatuh. Anda akan dikenal sebagai seorang pembohong.
(c) Disiplin menjaga integritas
Orang yang disiplin menjaga integritas akan selalu berusaha menyelaraskan antara apa yang dikatakan dengan yang
dilakukan. Antara omongan dan perbuatan sama!
4.Kita harus mendisiplin selera makan kita
Ingat, serakah makan adalah sebuah dosa! Makanlah secukupnya! Karena ada kaitan antara keberhasilan mendisiplin pola makan
dengan mendisiplin diri.
Artinya, orang yang bisa mendisiplin makan agar tidak rakus, maka dalam bidang yang lain dia juga tidak menjadi rakus
(contohnya : korupsi).
Salah satu cara sederhana kita dapat mendisiplin diri kita adalah dengan tidak selalu menikmati hidangan yang lezat.
Lewat makanan, kita dapat belajar tentang disiplin pribadi. Sekalipun kita mampu membeli makanan mewah setiap harinya, kita
bisa belajar untuk makan hidangan yang lebih sederhana.
5. Kita harus mendisiplin lisan kita
Lisan adalah anggota tubuh kita yang kecil tapi memiliki pengaruh yang amat besar bagi hidup kita.karena itu perlunya
menjaga lisan
Lidah (ucapan) seseorang ternyata bisa menjadi sesuatu yang paling enak didengar di dunia ini, sekaligus sesuatu yang paling
mematikan didunia ini! Barang siap mampu menjinakkan lidahnya, ia mampu menguasai kehidupan!
6. Kita harus berdisiplin dalam waktu
Orang yang mampu disiplin dalam hal waktu akan menjadi orang yang berhasil. Sebab waktu adalah uang!
Sayangnya menurut beberapa penelitian, orang yang selalu tepat waktu jumlahnya kurang dari 5% dari keseluruhan umat manusia!
Tapi mereka yang bisa disiplin dalam waktu ini terbukti menjadi orang-orang hebat dan sukses luar biasa!
Orang yang berdisiplin dalam waktu memiliki ciri-ciri :
(a) Tidak suka menunda pekerjaan.
(b) Selalu berusaha tepat waktu
(c) Tidak menyia-nyiakan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat.
(d) Menghargai waktu (antara bekerja dan istirahat di atur dengan tepat).
Menyimpulkan apa yang telah kita bahas di muka : Untuk meraih kemenangan/keberhasilan dalam bidang
apa pun dibutuhkan disiplin diri yang tinggi!
Bagaimana Cara Melatih Anak Disiplin ? Siapapun orang tua pasti mendambakan anak yang patuh dan taat serta disiplin
terhadap kedua orang tuanya. Namun kerap kali pada saat kita membimbing dan mengarahkan buah hati terkadang
kita tidak mampu menahan emosi apabila anak kita masih suka membangkang terhadap kehendak kita. Membimbing
anak adalah suatu hal yang amat sangat sensitif serta harus dilakukan dengan penuh hati-hati dan rasa kasih sayang,
18
sebab dengan mendidik serta membimbing anak yang dilakukan dengan cara yang menonjolkan sifat kekuasaan orang
dewasa akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak dimana anak yang dididik dengan cara seperti itu
cenderung si anak akan melawan terlebih lagi apabila kita sebagai orang tua mendidik anak dengan menggunakan
cara memarahi atau bahkan memukulnya.
cobalah untuk mencermati dan mempertimbangkan beberapa cara melatih anak agar disiplin dalam kehidupan sehari-
hari, berikut beberapa cara yang mungkin dapat anda pertimbangkan dalam mendidik anak agar disiplin.
*) Perlakukanlah anak seperti orang dewasa.
Kadang kala anak juga menginginkan sesuatu yang lebih, bagaimana bisa? sesuatu yang lebih disini dimaksudkan
adalah bahwa anak menginginkan rasa hormat dari orang tuanya. Tidak ada salahnya apabila suatu waktu ketika si
buah hati selesai mengerjakan dan anda memujinya maka si anakpun merasa dihargai, atau cobalah berikan si anak
menentukan pilihan mudah misalnya dalam hal memilih pakaian yang dia suka, dengan memberikan perlakuan seperti
itu maka si anak akan merasa dihormati terhadap keputusannya.
*) Jangan memarahi
Tahukah anda kalau marah itu merupakan titik kelemahan anda. Ketika anda marah maka dengan cepat si anak
menangkap reaksi anda, hal ini akan memicu si anak untuk melakukan hal yang sama apabila menghadapi suatu
masalah.
*) Anak menuruti kemauan orangtua
Jika kita menghendaki anak menurut terhadap kemauan orang tua maka lakukanlah terhadap kita dahulu, maksudnya
adalah apabila orang tua mau anaknya melakukan sesuatu maka harus lah dimulai dari orangtua. Dengan memberi
contoh melakukan pekerjaan yang baik maka si anakpun akan meniru kebiasaan kita. misalnya merapikan tempat tidur
atau membuang sampah pada tempatnya. karena daya tangkap visual merupakan media contoh yang sangat cepat
bagi anak.
*) Anak over acting dihapadan orang lain
Untuk menghadapi masalah seperti ini sebaiknya jangan berteriak kepada si anak, beritahu kepada si anak bahwa
perbuatan tersebut tidak boleh dilakukan. dalam hal menyampaikannya perbuatan tidak baik itu harusnya dilakukan
pada saat anda berdua dengan anak. Ingatkan kembali kepada si anak agar jangan melakukan kembali dengan nada
jangan mengancam, dan apabila si anak melakukan lagi nanti akan mendapat hukuman.
*) Mengatur anak ditempat umum
Kadang kala anak melakukan kenakalan-kenakalan ditempat umum, apabila anda menemui kenakalan anak di tempat
umum cobalah bersabar berikanlah pandangan yang ringan terhadap kenakalan yang mereka lakukan ditempat umum.
Apabila si anak masih tidak memperhatikan anda berikanlah hukuman tapi ingat pada saat anak anda tidak
mendengarkan anda usahakan jangan menaikan nada suara atau bahkan memukulnya. Karena dengan sikap kita yang
seperti itu malah membuat sianak bertambah nakal.
Bagaimana Cara Membangun Disiplin Diri?
Salah satu pondasi yang dibutuhkan semua orang untuk meraih sukses adalah kedisiplinan. Membiasakan diri untuk selalu disiplin
dalam segala hal membuat seseorang belajar bekerja secara terencana, hingga semua kewajiban yang menjadi tugas utamanya dapat
terselesaikan dengan tuntas.
Namun sayangnya, selama ini sebagian besar orang masih beranggapan bahwa sebuah kedisiplinan hanya akan membatasi diri kita
untuk memiliki kebebasan. Hampir semua kegiatan maupun kewajiban telah diatur sesuai jadwal, sehingga banyak orang merasa
terpaksa untuk mengikuti semua jadwal yang telah ditentukan.
Hal inilah yang sering membuat seseorang merasa berat untuk mulai berdisiplin. Dan lebih memilih bebas melakukan semua
kegiatan sesuai dengan keinginan hatinya. Padahal tanpa membiasakan diri untuk disiplin, mustahil seseorang dapat meraih
suksesnya.
Lalu, Bagaimana cara membangun disiplin diri?
Mari kita bahas bersama hal-hal apa saja yang sebaiknya Anda lakukan, agar kedisiplinan dapat tertananam dalam diri Anda.
19
Pertama, mulailah dengan memotivasi diri Anda sendiri. Hal utama yang Anda perlukan untuk membangun disiplin yaitu
memotivasi diri Anda untuk terbiasa disiplin dalam berbagai kesempatan. Mungkin pada awalnya kebiasaan ini cukup berat untuk
Anda jalankan, namun setelah Anda dipaksa menjalankannya setiap hari, maka lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi budaya
yang tertanam kuat dalam diri Anda.
Kedua, membuat target yang ingin dicapai dalam waktu tertentu. Dengan membuat sebuah target dengan batas waktu tertentu,
maka secara tidak langsung Anda akan mulai belajar disiplin dan merencanakan segala hal dengan teratur, guna mencapai target
sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Meskipun berawal dari perasaan terpaksa, namun jika dilakukan berulang-ulang maka
pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan yang Anda lakukan dengan suka rela.
Ketiga, biasakan untuk tidak menunda segala tugas Anda. Sebisa mungkin kerjakan semua tugas dengan segera, sebab semakin
lama Anda menunda sebuah pekerjaan maka akan semakin sulit juga Anda untuk memulainya kembali. Inilah yang menjadi
kebiasaan buruk kita, terbiasa menggampangkan sebuah pekerjaan dan menundanya hingga akhirnya hasil yang didapatkan juga
kurang optimal.
Keempat, memiliki tekad dan komitmen yang kuat. Tanpa adanya tekad dan komitmen yang kuat, maka
semua jadwal yang telah Anda susun dan semua target yang telah Anda tentukan hanya akan menjadi wacana
saja. Karena itu, kuatkan tekad dan komitmen Anda untuk mulai belajar disiplin. Bila Anda masih kesulitan,
mulailah dari hal-hal yang paling mudah. Hingga akhirnya tekad dan komitmen Anda semakin hari semakin
meningkat.
Kelima, action (lakukan) dari sekarang. Setelah Anda merencanakan semua jadwal dengan rapi, dan
berkomitmen kuat untuk belajar disiplin. Selanjutnya terapkan semuanya dalam kehidupan sehari-hari Anda. Biasakan budaya
disiplin dari sekarang, dan lihatlah perubahan besar yang akan Anda dapatkan.
Pastikan budaya disiplin telah tertanam dalam diri Anda, karena berawal dari sebuah kedisiplinan segala kendala meraih sukses dapat
Anda lewati dengan baik. Semoga sedikit motivasi bisnis untuk pekan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Selamat
berkarya dan salam sukses.
Sumber gambar : http://salamic.files.wordpress.com/2010/11/waktu.jpg dan http://blog.accredited-online-colleges.com/wp-
content/uploads/2010/02/Check-List.jpg
Disiplin Belajar
Belajar adalah suatu panggilan hidup karena tanpa belajar akan mengakibatkan menurunya kualitas diri seseorang.
Penjelasannya, melalui belajarlah seseorang akan menjadi sadar akan dirinya dan lebih baik dalam menjalani kehidupannya yang
penuh warna-warni. Hanya saja untuk belajar secara konsisten tidaklah segampang yang dikira karena membutuhkan kesadaran diri,
dimana kesadaran diri tersebut dapat termanifestasi dalam disiplin belajar. Definisi disiplin belajar sangat banyak dari ahli-ahli
pembelajaran, namun dalam tulisan ini akan menggunakan pengertian disiplin belajar menurut penulis sendiri. Tepatnya, disiplin
belajar adalah kesadaran diri untuk mengendalikan atau mengontrol dirinya untuk sungguh-sungguh belajar.
Berpijak pada definisi tersebut, diketahui bahwa disiplin belajar sebenarnya suatu bentuk kesadaran diri untuk
mengendalikan dirinya. Dalam hal ini, disiplin belajar berfungsi sebagai pengendali diri yang berada pada diri orang tersebut
sehingga belajar akan penuh kesadaran, tanpa paksaan dan penuh sukacita/bersyukur. Spesifikya yaitu orang yang berdisiplin belajar
akan belajar tanpa paksaan dan sadar untuk belajar dan belajar. Memang untuk mengaplikasikan pengertian disiplin belajar ini
tidaklah mudah tetapi tidak berarti tidak mungkin berhasil. Karena untuk mampu disiplin dalam belajar memerlukan suatu
perenungan untuk terus bertanya pada diri mengapa saya harus belajar hingga orang tersebut memperoleh suatu alasan yang
mendalam dan memuat spiritualitas, emosi dan kognitif mengapa harus belajar.
Lanjut bahwa bermodalkan kesadaran diri untuk mau berdisiplin belajar akan membawa manfaat, diantaranya adalah
bagaimana menggunakan belajar sebagai alat dan bukan tujuan sejatinya. Menimbang bahwa tujuan sejatinya dari belajar adalah
menjadi dirimu seutuhnya (be your self) yang dicirikan salah satunya dengan berinsiatif dalam belajar dan mau mengupdate
kemampuan diri demi kemajuan diri yang akan terpantulkan pada lingkungan dimana anda bereksistensi. Spesifiknya yaitu akan
memantulkan atau terkristalkan pada orang lain sehingga orang lain pun menjadi berdisiplin belajar demi kemajuan diri atau proses
menjadi manusia yang sadar diri, tahu diri dan kenal diri. Dengan demikian, tujuan dari disiplin belajar adalah mampu mencapai
prestasi belajar sejati. Maksud dari prestasi belajar sejati adalah menjadi dirinya, sekali lagi menjadi diri sejatinya.
20
Minggu, 22 April 2012
Macam-Macam Disiplin
Disiplin menurut Oteng Sutrisno berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Disiplin Positif
Disiplin positif merupakan suatu sikap dan iklim organisasi yang setiap anggotanya mematuhi peraturan-peraturan
organisasi atas kemauannya sendiri.Mereka patuh pada tata tertib tersebut karena mereka memahami,meyakini
dan mendukungnya. Selain itu mereka berbuat begitu karena mereka benar-benar menghendakinya bukan karena
takut akan akibat dari ketidakpatuhannya. Dalam suatu organisasi yang telah menerapkan disiplin positif, beberapa siswa kadang-
kadang melakukan suatu kesalahan yang melanggar tata tertib.Maka akibat yang ditimbulkan adalah kewajiban dalam menetapkan
suatu hukuman.Akan tetapi hukuman yang diberikan ini bukanlah bermaksud untuk melukai ,akan tetapi yang sesuai dengan prinsip
disiplin positif,hukuman tersebut diberikan untuk memperbaiki dan membetulkan. Disiplin seperti ini sesuai dengan konsepsi
pendidikan modern bahwa agar anak-anak lambat laun dapat mengatur diri dan belajar bertanggung jawab atas segala perbuatannya
dalam mengrjakan sesuatu. Atau dengan kata lain disiplin positif ini memberikan suatu pandangan bahwa kebebasan yang
mengandung konsekuensi yaitu kebebasan harus sejalan dengan tanggung jawab.
b. Disiplin Negatif
Yang dimaksud disiplin negatif di sini adalah suatu keadaan disiplin yang menggunakan hukuman atau ancaman untuk membuat
orang-orang mematuhi perintah dan mengikuti peraturan hukuman. Pendekatan pada disiplin negatif ini adalah menggunakan
hukuman pada pelanggaran peraturan untuk menggerakkan dan menakutkan orang-orang atau siswa lain sehingga mereka tidak akan
berbuat kesalahan yang sama. Disiplin negatif ini cenderung kepada konsepsi pendidikan lama,yaitu sumber disiplin adalah otoritas
dan kekuasaan guru. Gurulah yang menentukan dan menilai kelakuan siswa, gurulah yang menentukan peraturan tentang apa boleh
atau tidak boleh dilakukan oleh siswa,tidak ada pilihan lain selain tunduk pada kemauan guru.Dengan demikian hukuman merupakan
ancaman bagi siswa. Disiplin yang ditegakkan dengan cara seperti ini ternyata tidak membawa hasil yang memuaskan, karena
seorang siswa hanya berada di sekolah selama 7 jam saja, selebihnya dikembalikan kepada masing-masing orang tua, selain itu
prestasi kerja yang dicapai/diperoleh dikarenakan hanya karena untuk menghindari hukuman saja bukan karena perasaan yang tulus
ikhlas. Meskipun disiplin negatif ini mempunyai banyak kekurangan akan tetapi pada waktu-waktu tertentu tetap diperlukan pula
sikap kekuatan dan kekuasaan apabila memang hanya inilah cara satu- satunya jawaban yang perlu dilaukan agar tujuan dapat
tercapai serta berjalan dengan lancar.
Sekilas tentang Disiplin Kerja
Disiplin merupakan kata yang sering kita ketentuan berupa peraturan-peraturan yang secara eksplisit perlu juga mecakup sangsi-
sangsi yang akan diterima jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut. Menurut Soegeng Prijodarminto (1992)
bahwa disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-
nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, ketenteraman, ketearturan, dan ketertiban.
Dalam kaitannya dengan disiplin kerja, Siswanto (1989) mengemukakan disiplin kerja sebagai suatu sikap menghormati, menghargai
patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup
menjalankannya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.
Sementara itu, Jerry Wyckoff dan Barbara C. Unel, (1990) mendefinisikan disiplin sebagai suatu proses bekerja yang mengarah
kepada ketertiban dan pengendalian diri.
Dari beberapa pengertian yang diungkapkan di atas tampak bahwa disiplin pada dasarnya merupakan tindakan manajemen untuk
mendorong agar para anggota organisasi dapat memenuhi berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi,
yang di dalamnya mencakup: (1) adanya tata tertib atau ketentuan-ketentuan; (2) adanya kepatuhan para pengikut; dan (3) adanya
sanksi bagi pelanggar
Pada bagian lain, Jerry Wyckoff dan Barbara C. Unel, (1990) menyebutkan bahwa disiplin kerja adalah kesadaran, kemauan dan
kesediaan kerja orang lain agar dapat taat dan tunduk terhadap semua peraturan dan norma yang berlaku, kesadaaran kerja adalah
sikap sukarela dan merupakan panggilan akan tugas dan tanggung jawab bagi seorang karyawan. Karyawan akan mematuhi atau
mengerjakan semua tugasnya dengan baik dan bukan mematuhi tugasnya itu dengan paksaan. Kesediaan kerja adalah suatu sikap
perilaku dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan tugas pokok sebagai seorang karyawan. Karyawan harus memiliki prinsip dan
memaksimalkan potensi kerja, agar karyawan lain mengikutinya sehingga dapat menanamkan jiwa disiplin dalam bekerja.
Menurut Wayne Mondy dan Robert M. Noe (1990) disiplin adalah status pengendalian diri seseorang karyawan, sebagai tanda
ketertiban dan kerapian dalam melakukan kerjasama dari sekelompok unit kerja di dalam suatu organisasi (someone status
selfcontrol as orderliness sign order and accuration in doing cooperation from a group of unit work in a organization)
Jackclass (1991) membedakan disiplin dalan dua kategori, yaitu self dicipline dan social dicipline. Self dicipline merupakan disiplin
pribadi karyawan yang tercermin dari pribadinya dalam melakukan tugas kerja rutin yang harus dilaksanakan, sedangkan social
dicipline adalah pelaksanaan disiplin dalam organisasi secara keseluruhan.
21
Menurut Daniel M. Colyer. 1991), disiplin pada umumnya termasuk dalam aspek pengawasan yang sifatnya lebih keras dan tegas
(hard and coherent). Dikatakan keras karena ada sanksi dan dikatakan tegas karena adanya tindakan sanksi yang harus dieksekusi
bila terjadi pelanggaran.
Terdapat dua jenis disiplin dalam organisasi, yaitu : (1) disiplin preventif dan (2) disiplin korektif (Sondang P. Siagaan, 1996).
Disiplin preventif adalah tindakan yang mendorong para karyawan untuk taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi
standar yang telah ditetapkan. Artinya melalui kejelasan dan penjelasan tentang pola sikap, tindakan dan prilaku yang diinginkan dari
setiap anggota organisasi, untuk mencegah jangan sampai para karyawan berperilaku negatif. Keberhasilan penerapan pendisiplinan
karyawan (disiplin preventif) terletak pada disiplin pribadi para anggota organisasi. Dalam hal ini terdapat tiga hal yang perlu
mendapat perhatian manajemen di dalam penerapan disiplin pribadi, yaitu :
Triguno (2000) menyebutkan bahwa tujuan pokok dari pendisiplinan preventif adalah untuk mendorong karyawan agar memiliki
disiplin pribadi yang tinggi, agar peran kepemimpinan tidak terlalu berat dengan pengawasan, yang dapat mematikan prakarsa,
kreativitas serta partisipasi sumber daya manusia.
1. Para anggota organisasi perlu didorong, agar mempunyai rasa memiliki organisasi, karena secara logika seseorang tidak
akan merusak sesuatu yang menjadi miliknya.
2. Para karyawan perlu diberi penjelasan tentang berbagai ketentuan yang wajib ditaati dan standar yang harus dipenuhi.
Penjelasan dimaksudkan seyogyanya disertai oleh informasi yang lengkap mengenai latar belakang berbagai ketentuan yang
bersifat normatif.
3. Para karyawan didorong, menentukan sendiri cara-cara pendisiplinan diri dalam rangka ketentuan-ketentuan yang berlaku
umum bagi seluruh anggota organisasi.
Disiplin korektif adalah upaya penerapan disiplin kepada karyawan yang nyata-nyata telah melakukan pelanggaran atas ketentuan-
ketentuan yang berlaku atau gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan dan kepadanya dikenakan sanksi secara bertahap. Horald
D. Garret. (1994) menyebutkan bahwa bila dalam instruksinya seorang karyawan dari unit kelompok kerja memiliki tugas yang
sudah jelas dan sudah mendengarkan masalah yang perlu dilakukan dalam tugasnya, serta pimpinan sudah mencoba untuk membantu
melakukan tugasnya secara baik, dan pimpinan memberikan kebijaksanaan kritikan dalam menjalankan tugasnya, namun seseorang
karyawan tersebut masih tetap gagal untuk mencapai standar kriteria tata tertib, maka sekalipun agak enggan, maka perlu untuk
memaksa dengan menggunakan tindakan korektif, sesuai aturan disiplin yang berlaku.
Tindakan sanksi korektif seyogyanya dilakukan secara bertahap, mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat. Sayles dan
Strauss menyebutkan empat tahap pemberian sanksi korektif, yaitu: (1) peringatan lisan (oral warning), (2) peringatan tulisan
(written warning), (3) disiplin pemberhentian sementara (discipline layoff), dan (4) pemecatan (discharge).
Di samping itu, dalam pemberian sanksi korektif seyogyanya memperhatikan tiga hal berikut: (1) karyawan yang diberikan sanksi
harus diberitahu pelanggaran atau kesalahan apa yang telah diperbuatnya; (2) kepada yang bersangkutan diberi kesempatan membela
diri dan (3) dalam hal pengenaan sanksi terberat, yaitu pemberhentian, perlu dilakukan “wawancara keluar” (exit interview) pada
waktu mana dijelaskan antara lain, mengapa manajemen terpaksa mengambil tindakan sekeras itu.
Burack (1993) mengingatkan bahwa pemberian sanksi korektif yang efektif terpusat pada sikap atau perilaku seseorang dalam unit
kelompok kerja yang melakukan kesalahan dalam melakukan kegiatan kerja dan bukan karena kepribadiannya.
Untuk itu, dalam penerapan sanksi korektif hendaknya hati-hati jangan sampai merusak seseorang maupun suasana organisasi secara
keseluruhan. Dalam pemberian sanksi korektif harus mengikuti prosedur yang benar sehingga tidak berdampak negatif terhadap
moral kerja anggota kelompok. Ada beberapa pengaruh negatif bilamana tindakan sanksi korektif dilakukan secara tidak benar, yaitu:
(1) disiplin manajerial, (2) disiplin tim, (3) disiplin diri. (Robert F. Hopkins, 1996). Pengaruh negatif atas penerapan tindakan sanksi
korektif yang tidak benar akan berpengaruh terhadap kewibawaan manajerial yang akan jadi menurun, demikian juga dalam tindakan
sanksi korektif dalam tim yang tidak benar dapat berakibat terhadap kurangnya partisipasi karyawan terhadap organisasi, dimana
kerja tim akan menjadi tidak bersemangat dalam melaksanakan tugas kerja samanya, dan menjadi tercerai-berai karena kesalahan
tindakan disiplin tim.
Bahan Kuliah Manajemen SDM.Pengertian Disiplin Kerja Menurut pendapat Alex S. Nitisemito(1984: 199) Kedisiplinan adalah
suatu sikap tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis.
Menurut pendapat T.Hani Handoko (1994:208)Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standar- standar
organisasional.
Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan disiplin kerja adalah suatu usaha dari manajemen organisasi perusahaan untuk
menerapkan atau menjalankan peraturan ataupun ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan tanpa terkecuali.
T. Hani Handoko membagi 3 disiplin kerja(1994:208) yaitu:
a. Displin Preventif yaitu: kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan,
sehingga penyelewengan dapat dicegah.
b. Disiplin Korektif yaitu: kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan yang mencoba untuk
menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Kegiatan korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan
pendisiplin.
c. Disiplin Progresif yaitu: kegiatan memberikan hukuman-hukuman yang lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang
berulang. Tujuan dari disiplin progresif
ini agar karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan korektif sebelum mendapat hukuman yang lebih serius.
22
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tegak tidaknya suatu disiplin kerja dalam suatu perusahaan. Menurut Gouzali Saydam
(1996:202), faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Besar kecilnya pemberian kompensasi
b. Ada tidaknya keteladanan pimpinan dalam perusahaan
c. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan
d. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan
e. Ada tidaknya pengawasan pimpinan
f. Ada tidaknya perhatian kepada pada karyawan
g. Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin
Hal-Hal yang Menunjang Kedisiplinan
Menurut Alex S. Nitisemito (1984:119-123) ada beberapa hal yang dapat menunjang keberhasilan dalam pendisiplinan karyawan
yaitu:
a. Ancaman
Dalam rangka menegakkan kedisiplinan kadang kala perlu adanya ancaman meskipun ancaman yang diberikan tidak bertujuan untuk
menghukum, tetapi lebih bertujuan
untuk mendidik supaya bertingkah laku sesuai dengan yang
kita harapkan.
b. Kesejahteraan
Untuk menegakkan kedisiplinan maka tidak cukup dengan ancaman saja, tetapi perlu kesejahteraan yang cukup yaitu besarnya upah
yang mereka terima, sehingga minimal mereka dapat hidup secara layak.
c. Ketegasan
Jangan sampai kita membiarkan suatu pelanggaran yang kita ketahui tanpa tindakan atau membiarkan pelanggaran tersebut berlarut-
larut tanpa tindakan yang tegas.
d. Partisipasi
Dengan jalan memasukkan unsur partisipasi maka para karyawan akan merasa bahwa peraturan tentang ancaman hukuman adalah
hasil persetujuan bersama.
e. Tujuan dan Kemampuan
Agar kedisiplinan dapat dilaksanakan dalam praktek, maka kedisiplinan hendaknya dapat menunjang tujuan perusahaan serta sesuai
dengan kemampuan dari karyawan.
f. Keteladanan Pimpinan
Mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menegakkan kedisiplinan sehingga keteladanan pimpinan harus diperhatikan.
Cara Menegakkan Disiplin Kerja
Salah satu tugas yang paling sulit bagi seorang atasan adalah bagaimana menegakkan disiplin kerja secara tepat. Jika karyawan
melanggar aturan tata tertib, seperti terlalu sering terlambat atau membolos kerja, berkelahi, tidak jujur atau bertingkah laku lain
yang dapat merusak kelancaran kerja suatu bagian, atasan harus turun tangan. Kesalahan semacam itu harus dihukum dan atasan
harus mengusahakan agar tingkah laku seperti itu tidak terulang.
Ada beberapa cara menegakkan disiplin kerja dalam suatu perusahaan:
a. Disiplin Harus Ditegakkan Seketika
Hukuman harus dijatuhkan sesegera mungkin setelah terjadi pelanggaran Jangan sampai terlambat, karena jika terlambat akan kurang
efektif.
d. Disiplin Harus Didahului Peringatan Dini
Dengan peringatan dini dimaksudkan bahwa semua karyawan hams benar-benar tahu secara pasti tindakan-tindakan mana yang
dibenarkan dan mana yang tidak.
c. Disiplin Harus Konsisten
Konsisten artinya seluruh karyawan yang melakukan pelanggaran akan diganjar hukuman yang sama. Jangan sampai terjadi
pengecualian, mungkin karena alasan masa kerja telah lama, punya keterampilan yang tinggi atau karena mempunyai hubungan
dengan atasan itu sendiri.
d. Disiplin Harus Impersonal
Seorang atasan sebaiknya jangan menegakkan disiplin dengan perasaan marah atau emosi. Jika ada perasaan semacam ini ada
baiknya atasan menunggu beberapa menit agar rasa marah dan emosinya reda sebelum mendisiplinkan karyawan tersebut. Pada akhir
pembicaraan sebaiknya diberikan suatu pengarahan yang positif guna memperkuat jalinan
hubungan antara karyawan dan atasan.
e. Disiplin Harus Setimpal
Hukuman itu setimpal artinya bahwa hukuman itu layak dan sesuai dengan tindak pelanggaran yang dilakukan. Tidak terlalu ringan
dan juga tidak terlalu berat. Jika hukuman terlalu ringan, hukuman itu akan dianggap sepele oleh pelaku pelanggaran dan jika terlalu
berat mungkin akan menimbulkan kegelisahan dan menurunkan prestasi.
23
Labels: Manajemen Sumber Daya Manusia
Macam-macam Disiplin Kerja
Upaya dalam menegakkan disiplin kerja, beberapa ahlimemberikan penjelasan mengenai macam-macam disiplin kerja yanghampir
sama semua, diantaranya menurut T. Hani Handoko ada duabentuk disiplin kerja, yaitu :a. Disiplin Preventif adalah kegiatan yang
dilaksanakan untukmendorong karyawan agar mengikuti berbagai standar dan aturan,sehingga penyelewengan-penyelewengan dapat
dicegah. Tujuanpokoknya adalah untuk mendorong disiplin diri diantara parakaryawan. Dengan cara ini para karyawan menjaga
disiplin dirimereka bukan semata-mata karena dipaksa manajemen. Bila parakaryawan tidak mengetahui standar -standar apa yang
harus dicapai,mereka cenderung menjadi salah arah. Disamping itu, manajemenhendaknya menetpkn standar-standar secara positip
dan bukansecara negatip, seperti “Jaga Keamanan!” bukan “JanganCeroboh!”.b. Disiplin Korektif adalah kegiatan yang diambil
untuk menanganipelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untukmenghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut.
Kegiatankorektif sering berupa bentuk hukuman dan disebut tindakanpendisiplinan (disciplinary action). Tujuan pokoknya
untukmemperbaiki karyawan yang melanggar disiplin dan memeliharaperaturan yang berlaku. c. Disiplin Progresip, yang berarti
memberikan hukuman-hukumanyang lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berulang.T u j u a n n y a a da l ah m e m b
er i k an k e s e m pa t a n p a d a k a r y a w an u n t u k me ngambil tindakan korektip sebelum hukuman-hukuman yanglebih serius
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2206692-macam-macam-disiplin-kerja/#ixzz20txORwt1
Bagaimana Membuat Diri Anda Puas Dengan Pekerjaan
Salah satu masalah yang bisa membuat suasana kerja kita menjadi tidak enak adalah pada saat kita memiliki perbedaan pendapat
dengan atasan/supervisor kita. Hal ini menjadi tambah sulit karena adanya adat budaya kita yang masih menganut dua paham : atasan
selalu benar; dan kesulitan untuk menyampaikan pendapat kita secara langsung dengan alasan segan, tidak enak hati, dan sebagainya.
Hal ini yang biasanya menjadi bumerang, pekerjaan yang tadinya kita anggap sebagai dream job yang selama ini kita inginkan
berubah menjadi neraka. Setiap kali tiba di kantor motivasi kerja menurun karena bayangan akan melihat wajah sang bos galak,
kalau sudah begini pekerjaan pun tidak lagi menyenangkan. Bagaimana cara mengatasinya? Kejadian di atas sebenarnya bisa kita
hindari, asalkan sejak awal kita menerapkan strategistrategi berikut :
1. Jadikan kritik yang anda terima sebagai cambuk untuk membuat karir anda lebih maju
Kebanyakan manusia tidak mampu menerima kritik yang ditujukan kepadanya, itu kenyataan lho. Hal ini disebabkan oleh sifat dasar
manusia sendiri yang akan memberikan reaksi setiap kali ia merasa dirinya diserang, entah itu dengan pembelaan diri, merasa rendah
diri karena menganggap diri gagal melakukan tugas, atau yang lebih ekstrim balik menyerang orang yang mengkritiknya. Untuk
mengatasinya kita perlu melakukan refleksi diri (hal yang paling sulit), caranya adalah : jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang
ditujukan untuk menyerang harga diri kita, anggaplah itu sebagai nasehat dari orang yang memperhatikan kita. Coba deh anda
pikirkan dengan pikiran terbuka, mungkin saja yang disampaikan atasan anda ada benarnya. Its time to
face your critics!
2. Pahami karakter atasan anda
Untuk bisa memenangkan perang, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenal siapa musuh kita. Hal pertama yang harus
anda lakukan adalah mengenali sifat atasan anda dan mengenal momen-momen tepat di mana ia bisa diajak bertukarpikiran.
Misalnya, jangan sekali-kali anda mengajaknya berbicara di saat ia sedang sibuk, sedang mempersiapkan meeting, atau sedang dalam
bad mood.
3. Usahakan menjalin relasi yang positif dengan atasan anda
Maksudnya bukan berarti anda menjilat terhadap atasan melainkan hubungan yang wajar sebagaimana layaknya atasan dengan
bawahan, usahakan untuk selalu ramah dengannya (tapi tidak berlebihan). Riset membuktikan bahwa seseorang akan lebih
mudah menerima masukan/saran dari orang yang telah dikenalnya dengan baik dibanding dengan orang asing.
4. Ingat, bos anda adalah seorang manusia juga
Ini bukan pembelaan untuk para atasan lho. Tapi anda perlu ingat juga bahwa sebagai manusia kita tidak pernah luput dari kesalahan,
begitu juga dengan bos anda. Artinya jangan sekali-kali anda mencari-cari kesalahan bos anda dan menjadikannya tameng sebagai
pembelaan.
5. Minta waktu untuk berbicara empat mata
Salah satu biang dari segala masalah adalah tidak membicarakan masalah yang terjadi secara terbuka, banyak yang lebih memilih
untuk membicarakannya diam-diam dengan rekan sejawat (atau istilah kerennya meeting in meeting). Hal ini harus dihindari sejak
dini, caranya adalah dengan meminta kesempatan langsung berbicara dengan bos anda. Hindari berbicara langsung di hadapan orang
banyak, karena itu akan membuat harga diri atasan anda terluka (karena merasa dipermalukan) dan mungkin memberikan aksi
defensif dengan menyangkal tuduhan yang anda lontarkan. Bisa jadi
ia malah balik menyerang anda dengan menuturkan kesalahan-kesalahan yang pernah anda perbuat. Sebisa mungkin hindari perang
terbuka dengan atasan di depan orang banyak, karena hal itu akan sangat merugikan kelanjutan karir anda.
6. Hubungi orang yang dekat dengan atasan
Ini adalah cara alternatif lain bila anda sudah melakukan cara nomer 5 namun belum memperoleh tanggapan. Coba deh anda
bicarakan hal tersebut dengan orang yang sering diajak bertukar pikiran dengan atasan anda, misalnya (mungkin) sekretarisnya,
teman lamanya yang sering clubbing bareng, atau supervisornya. Anda harus ingat bahwa apa yang anda ingin sampaikan adalah
saran, jadi hindari keterlibatan emosi anda dengan kata-kata atau kalimat yang bernada menyerang karena mungkin bisa ditanggapi
24
berbeda oleh lawan bicara anda.
7. Minta nasehat orang lain
Bila anda masih juga belum puas, mungkin adanya masukan dari orang lain bisa memberikan alternatif jalan keluar baru bagi anda.
Ada kalanya orang lain bisa denganobyektif menilai permasalahan yang terjadi pada diri kita.
8. Ambil keputusan tegas
Kalau semua cara di atas tidak juga berhasil, berarti hanya ada dua pilihan yang bisa anda lakukan : bertahan di posisi anda yang
berarti juga menanggung segala konsekwensinya (yang juga berarti anda harus tetap bekerja dengan penuh komitmen), atau cari
pekerjaan baru. The decision is yours, so think carefully before you make the next move.
*****
Label: cara menikmati kerja, membuat diri puas dengan pekerjaan, puas dgn pekerjaan
Musik dan Gairah Kerja
Musik dan Gairah Kerja. Anda pasti sudah sering mendengar trend para pasangan muda masa kini, di mana para calonorang
tua ramai-ramai memperdengarkan musik klasik bagi bayi yang sedang dikandung. Sebagaimana telah dibuktikan oleh para
ahli yang telah melakukan penelitian selama bertahuntahun, musik klasik ternyata mampu merangsang perkembangan otak
bayi/anak. Tidak hanya saat di dalam kandungan, para anak balita yang diperdengarklan musik klasik secara klinis telah
terbukti lebih kreatif dari anak yang tidak mendengarkan musik. Maju beberapa tahun, kita juga sering dengar betapa
destruktifnya efek musik bagi anak muda (sebagaimana kasus anak muda yang terpicu melakukan bunuh diri atau
pembunuhan setelah mendengarkan satu jenis musik tertentu). Musik memang memiliki efek beraneka-ragam, tapi baik-
buruknya efek musik tersebut bisa kita kendalikan. Agaknya hal inilah yang menjadi patokan bagi para ahli psikologi di
Amerika Serikat saat mereka menemukan sebuah metode khusus penggunaan musik untuk berbagai kepentingan di setiap
sektor kehidupan mereka.
Mereka bahkan membuat sebuah inovasi yang cukup mengejutkan, menggunakan musik di kantor-kantor untuk
meningkatkan performa kerja karyawan mereka. Rasanya hal ini mungkin terdengar agak janggal di Inodonesia, namun di
luar negeri saat ini hal itu sudah menjadi sebuah pemandangan yang biasa. Apa yang menyebabkan hal ini? Musik dapat
merangsang salah satu bagian otak kita untuk bekerja sesuai dengan jenis musiktersebut. Sebagai contoh, musik dengan
irama sedikit keras dan cepat (misalnya rock) dapat memacu otak kita untuk bekerja atau tampil lebih bersemangat. Ada
beberapa restoran yang pernah menggunakan musik ini dalam mengiringi para pelanggan yang sedang makan, danm
hasilnya mereka makan lebih cepat dan omset restoran tersebut meningkat karena jumlah pelanggan yang lebih banyak.
Sayangnya jenis musik ini tidak terlalu efektif saat digunakan di perkantoran (terutama bila dilakukan terus-menerus), hal
ini dikarenakan keterbatasan energi yang dimiliki manusia.
Pada saat energinya menurun, maka performa kerjanya pun ikut menurun. Musik yang berirama menenangkan (seperti
musik klasik dan sejenisnya) terbukti mampu secara optimal meningkatkan performa kerja kerja seseorang. Sebenarnya
lagu-lagu dengan irama slow juga mampu melakukan hal yang sama, namun sering kali jenis ini mampu membius
pendengarnya sampai sedemikian rupa sehingga memperlambat kerja (sesuai dengan mood lagunya). Tertarik untuk
mempraktekkannya di kantor anda? Coba deh, dijamin nggak bakal rugi.
IV. Tugas
1. Sebutkan aspek –aspek hidup yang harus disiplin !
No aspek –aspek hidup yang harus disiplin Uraian / keterangan
1
2
3
4
5
7
8
25
2. Berilah tanda chek {V} pada pernyataan dibawah ini pada huruf B, jika benar dan huruf S jika salah !
No Pernyataan B S
Kita tidak harus mendisiplin lisan kita, karena lisan itu milik pribadi
1
Jika orang tua menghendaki anak menurut terhadap kemauan nya maka
2
ortu melakukan terhadap diri mereka lebih dahulu,
Orang yang berdisiplin dalam waktu memiliki ciri-ciri al : Tidak suka menunda
3
pekerjaan
Orang yang berdisiplin dalam waktu memiliki ciri-ciri al : Tidak suka Selalu berusaha
4
tepat waktu.
Untuk meraih kemenangan/keberhasilan dalam bidang apa pun dibutuhkan disiplin
5
diri yang tinggi
Kita harus berdisiplin dalam waktu hanya kalau diperlukan saja
6
Salah satu cara sederhana kita dapat mendisiplin diri kita adalah dengan tidak selalu
7
menikmati hidangan yang lezat
Lisan adalah anggota tubuh kita yang kecil tapi memiliki pengaruh yang amat
8
besar bagi hidup kita.karena itu perlunya menjaga lisan
orang yang bisa mendisiplin makan agar tidak rakus, maka dalam bidang yang lain
9
dia juga tidak menjadi rakus
Salah satu bentuk Disiplin diri adalah mengatakan kebenaran ( tidak berbohong )
10
3.Tulislah kesan – kesan anda setelah anda mengerjakan tugas ini !
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
Malang , ................ 201...
Tanda tangan siswa
Nama : ...................
Kls / No. : ..................
telah diperiksa
Tgl. Parap
Guru pembimbing
26
Topik : Rasa Malu
Sub Topik : Memiliki rasa malu dalam hal nigatif dapat mengangkat martabat diri
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1. Siswa dapat mengetahui
II. Materi : Rasa Malu
III.Uraian materi : HILANGNYA RASA MALU DI NEGERI INI
Suburnya tingkat kriminalitas seperti pembunuhan, perampokan, pencurian, pencopetan, perkosaan, dan korupsi bukan
disebabkan oleh faktor ekonomi semata, melainkan oleh hilangnya rasa “malu” pada diri kita. Kasus-kasus kejahatan telah menghiasi
pemberitaan hampir semua media yang ada di negeri ini dan terus mengalami peningkatan.
Malu diinterpretasikan sebagai suatu rasa takut dan rendah diri ketika perbuatan kita diketahui oleh orang lain. Dalam Bahas
Arabnya al-haya’ derivatnya al-hayaatun artinya malu dengan kehidupan. Orang yang malu akan merasa minder (rendah) diri ketika
bertemu dengan orang lain karena aibnya di ketahui oleh orang lain. Perasaan malu kadang menyebabkan orang terbatas dalam
berinteraksi dan melakukan kegiatan-kegiatan positif. Namun perlu dibedakan antara rasa malu berbuat negative dan malu berbuat
positif. Malu berbuat negative maksudnya adalah malu ketika seseorang di ketahui perbuatan tercelanya (negative) di ketahui oleh
orang lain, misalnya malu berbohong, malu melakukan zina, malu melakukan perbuatan kriminal dan lain-lain. Sedangkan malu
dalam berbuat positif adalah malu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan berbuat baik, misalnya malu melakukan pekerjaan
yang sedikit rendah (bagi orang yang merasa levelnya lebih tinggi dari orang lain),atau malu pergi ke tempat-tempat ibadah dan lain
sebagainya. perasaan malu akan perbuatan positif itu dalam istilah sekarang adalah “gengsi”, artinya tidak mau melakukan
perbuatan tersebut karena merasa dirinya lebih dari orang lain, pekerjaan tidak layak dan tidak level untuk ukuran dirinya. Perasaan
gengsi ini disebabkan oleh factor psikologis seseorang yang dinamakan EGOIS.
Hilangnya rasa malu menyebabkan seseorang melakukan perbuatan apa saja sesuka hatinya tanpa memperhatikan norma-
norma yang ada didalam masyarakat. Pejabat Negara/daerah yang hilangnya rasa “malu” akan menyebabkan ia melakukan
perbuatan-perbuatan kotor seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan juga melakukan KEBOHONGAN public atas janji-
janji yang tidak di tepati. Begitu juga sebagian diantara masyarakat kita yang sudah tidak memiliki rasa “malu” sehingga dengan
mudahnya dan berkali-kali melakukan perbuatan-perbuatan tercela seperti perampokan, pencurian, perzinaan, perkosaan dan lain-
lain. Kasus yang sedikit menghebohkan negeri ini, mohon maaf sebelumnya adalah kasus video mesum Ariel, Luna Maya dan Cut
Tari yang menyita perhatian public mengenai perbuatan terlarang dan merusak akhlak generasi bangsa karena menurut sebagian
masyarakat sebagai “public figure” yang setiap tingkah laku dan gayanya di ikuti oleh generasi muda terutama fans-fans beratnya.
Dan kasus yang menghebohkan dan menyentak pejabat pemerintah negeri baru-baru ini adalah KEBOHONGAN pemerintah
yang dipublis oleh Tokoh-tokoh lintas agama karena menganggap pemerintah (presiden SBY) tidak menepati janji-janjinya kepada
masyarakat sewaktu kampanye tahun 2009 yang lalu, baik terhadap peningkatan pemberantasan korupsi, pemberantasan makelar
kasus, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Pemerintah telah mengumbar banyak janji namun tingkat implementasi jauh dari harapan. Kasus demi kasus yang terjadi baik
persoalan korupsi century, kasus mafia pajak dan hukum, kriminal dan perbuatan terlarang lainnya pemerintah belum juga
menyelesaikannya secara serius bahkan terkesan pemerintah merekayasa setiap kasus, data dan fakta yang terjadi untuk menutup
kebobrokan yang terjadi selama ini. Jika pemerintah sudah tidak merasa “malu” mengakui kebohongan yang dilakukan terhadap
rakyat bagaimana jadinya bangsa ini ke depan atau apa kata dunia?. Orang yang tidak memiliki rasa malu, ia seperti mayat di dunia
ini, dan ia benar-benar akan celaka di akhirat.
ِPerasaan malu untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh norma agama, hukum, adat dan budaya bangsa seharusnya
melekat pada diri kita sehingga tingkat kriminalitas, korupsi, zina dan perbuatan lainnya dapat diminimalisir. Implementasi perasaan
“malu” untuk melakukan pebuatan terlarang adalah perbuatan mulia dan sangat di anjurkan dalam agama.
Oleh karenanya betapa pentingnya memiliki rasa “malu” bagi setiap orang agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang
dilarang agama, hukum, adat dan budaya bangsa. Rasa “malu” sudah seharusnya menjadi bagian hidup kita dalam bermasyarakat,
27
bernegara sehingga tercipta masyarakat yang saling menghargai, menghormati, saling pengertian, dan tercipta masyarakat yang
harmonis.
Hadist dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tunjukkan rasa malu
kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu.” Kami berkata, “Ya Nabi
Allah, kami punya rasa malu.”
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Itu bukan rasa malu, tetapi siapa yang malu terhadap Allah dengan
sebenar-benarnya, hendaklah dia menjaga akal pikiran dan makanan serta mengingat mati dan ujian. Barangsiapa
menghendaki akhirat, hendaklah ia meninggalkan kesenangan hidup duniawi dan lebih mengutamakan kehidupan
akhirat daripada dunia.
Barangsiapa melakukan hal itu, ia telah menunjukkan rasa malu kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya.
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Rasa malu itu sebagian dari iman.”
Diceritakan, bahwa seorang perempuan datang kepada Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam dan berkata, “Ya
Rasulullah, aku telah berbuat dosa besar, obatilah aku.”
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tobatlah kepada Allah Ta‘ala.” Perempuan itu berkata, “Bumi telah
mengetahui dosaku dan aku berbuat di atasnya, sedang ia menjadi saksi pada hari kiamat.”
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “la tidak akan menjadi saksi bagimu.” Allah Ta’ala berfirman, “Hari, di
mana bumi ini diganti dengan bumi yang lain.”
Perempuan itu berkata, “Langit telah mengetahui aku, ia akan menyaksikanku pada hari kiamat.”
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan melipat langit.” Allah Ta’ala
berfirman, “Hari di mana Kami akan melipat langit, seperti halnya Kami melipat buku catatan.”
Perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya malaikat-malaikat mulia yang mencatat amal telah menulis
dosaku di dalam kitab.”
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perbuatan baik akan menghapus perbuatan buruk.”
Kemudian Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak
berdosa.”
Kemudian perempuan itu berkata, “Sesungguhnya para malaikat mengetahui perbuatan-perbuatanku dan menjadi
saksi atas perbuatan-perbuatanku yang buruk.”
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala membuat lupa para malaikat pencatat
amal pada hari kiamat.”
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Rabi’ul Abrar, bahwa Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Apabila
manusia bertobat ke¬pada Allah dan Allah menerima tobatnya, Dia membuat lupa para malaikat pencatat terhadap
apa yang diperbuat oleh manusia itu.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hari di mana lidah-lidah, ta¬ngan-tangan, dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang
pernah mereka lakukan (Al-ayat).”
Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman kepada bumi dan anggota-anggota tubuh manusia,”
Sembunyikanlah keburukan-keburukan dan jangan menampakkannya. Kemudian perempuan itu berkata, “Ya
Rasulullah, sesungguhnya semua ini adalah hak orang yang bertobat.
Hanya saja, bagaimana manusia bisa tahan menghadapi rasa malu kepada Allah Ta’ala pada hari kiamat. Karena
engkau telah bersabda, Ya Rasulullah, pada hari kiamat orang yang berdosa teringat dosanya sehingga ia malu kepada
Allah Ta’ala dan berkeringat lantaran rasa malunya itu. Sebagian orang ada yang keringatnya mencapai lutut,
sebagian mereka ada yang mencapai pusar dan sebagian mereka ada yang mencapai tenggorokan.
Kemudian Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Hai orang-orang yang beriman, ingatlah hari itu, janganlah
kalian melalaikannya, dan bertobatlah kepada Allah
28
Topik : Rasa Malu
Sub Topik : Cara Jitu Mengatasi Rasa Malu ri
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1. Siswa dapat mengetahui
II. Materi : Rasa Malu
III.Uraian materi : Cara Jitu Mengatasi Rasa Malu.
Berikut ini beberapa cara jitu untuk mengatasi rasa malu.
1.Fokuskan pada hal positif
Orang yang memiliki sifat pemalu cenderung sulit menunjukkan imej diri. Nah, untuk mengatasinya, ingatkan diri pada apa yang
membuat Anda cukup percaya diri. Yaitu senyum, kecerdasan, dan karier Anda. Lalu fokuskan ketiganya pada situasi sosial.
2.Bukan pusat perhatian
Penting disadari untuk si pemalu, jangan pernah berpikir bahwa Anda menjadi pusat perhatian. Tidak ada yang selalu mengamati
gerak-gerik dan menghakimi Anda. Dengan begitu, Anda dapat merasa lebih “enteng” menjalani hari.
3.Jangan melabeli diri “pemalu”
Setop melabeli diri sebagai seorang pemalu. Buang jauh-jauh predikat sebagai pemalu, karena itu hanya akan merusak usaha Anda
untuk berhenti menjadi si pemalu.
4.Tenang
Saat kondisi terasa canggung, disarankan bagi si pemalu untuk tenang dan bernapas agar apa yang dia lakukan dapat lebih terarah,
tidak gugup atau terburu-buru, dan tidak melakukan hal yang ceroboh.
5.Jangan berusaha jadi yang sempurna
Didunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Jadi, berhenti mengkhawatirkan harapan seseorang untuk Anda dapat tampil
sempurna.
6.Keluar dan hadapi
Kita tahu Anda malu untuk berhadapan dengan lingkungan. Daripada mengunci diri terhadap kehidupan luar, mengapa tidak mulai
melatih diri bagaimana berhubungan bersama orang lain dengan cara yang lebih benar.
7.Belajar menerima pujian dan penolakan
Cara terbaik untuk menerima pujian ialah tersenyum dan mengucapkan terima kasih, sangat simpel bukan? Lalu bagaimana dengan
penolakan? Terima dengan lapang dada agar tidak menjadi beban yang berdampak lebih buruk pada diri Anda.
29
8.Belajar dari kesalahan
Jika Anda merasa yang sudah dilakukan untuk mengatasi rasa malu masih salah atau tidak merubah keadaan, ada baiknya Anda
jadikan itu pelajaran.
9.Dukungan
Saat Anda tak mampu lagi mengatasi rasa malu yang berlebihan. Minta dukungan orang terdekat untuk membantu Anda mengatasi
rasa malu. Biarkan dia tahu rencana Anda dan kapan Anda membutuhkan dukungannya. Semisal, dalam waktu dekat dia dapat
menemani Anda menghadiri acara kantor.
Topik : Rasa santun
Sub Topik : Memiliki Rasa santun
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1. Siswa dapat mengetahui
II. Materi : Rasa santun
III.Uraian materi : Definisi 'santun'
Indonesian to Indonesian
adjective
1. 1 halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar dan tenang; sopan; 2 penuh rasa belas kasihan; suka menolong;
me·nyan·tun v 1 mengasih; mengasihani; menaruh belas kasihan (kpd): membantu serta - fakir miskin adalah kewajiban kita semua;
2 menyokong (meringankan) kesusahan orang; menolong; 3 memberi bantuan: tujuan mendirikan yayasan itu ialah untuk - anak
yatim piatu;
me·nyan·tuni v menyantun; memberi ganti rugi;
san·tun·an n 1 uang yg diberikan sbg pengganti kerugian krn kecelakaan, kematian, dsb: keluarga korban gempa menerima - dr
pemerintah daerah; 2 bantuan: - yatim;
pe·nyan·tun n 1 orang yg baik budi bahasa dan tingkah lakunya; orang yg sopan; 2 orang yg suka menaruh belas kasihan; 3 orang
yg suka menolong (membantu, memperhatikan kepentingan orang lain, dsb); 4 pelindung dan pengarah suatu perguruan tinggi:
dewan - Universitas Mataram;
pe·nyan·tun·an n proses, cara, perbuatan menyantun; pemberian pertolongan dsb: - thd anak-anak cacat adalah suatu pekerjaan
mulia
source: kbbi3
Norma sopan santun adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok itu. Norma kesopanan bersifat relatif,
artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu.
Contoh-contoh norma kesopanan ialah:
1. Menghormati orang yang lebih tua.
2. Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan.
3. Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan sombong.
4. Tidak meludah di sembarang tempat.
5. tidak menyela pembicaraan.
30
Norma kesopanan sangat penting untuk diterapkan, terutama dalam bermasyarakat, karena norma ini sangat erat kaitannya terhadap
masyarakat. Sekali saja ada pelanggaran terhadap norma kesopanan, pelanggar akan mendapat sanki dari masyarakat, semisal
cemoohan. kesopanan merupakan tuntutan dalam hidup bersama. Ada norma yang harus dipenuhi supaya diterima secara sosial.
Sanksi bagi pelanggar norma kesopanan adalah tidak tegas, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat, yang berupa cemoohan, celaan,
hinaan, atau dikucilkan dan diasingkan dari pergaulan serta di permalukan.
Jenis & Macam Norma Sopan Santun, Agama & Hukum – Kebiasaan Yang Berlaku dalam Kehidupan Sehari-Hari
Sun, 06/08/2006 – 10:33pm — godam64 Berikut di bawah ini adalah beberapa norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat di
Indonesia. Norma memiliki fungsi sebagai pedoman dan pengatur dasar kehidupan seseorang dalam bermasyarakat untuk
mewujudkan kehidupan antara manusia yang aman, tentram dan sejahtera. 1. Norma Sopan Santun Norma sopan santun adalah
norma yang mengatur tata pergaulan sesama manusia di dalam masyarakat. Contoh : – Hormat terhadap orang tua dan guru –
Berbicara dengan bahasa yang sopan kepada semua orang – Tidak suka berbohong – Berteman dengan siapa saja – Memberikan
tempat duduk di bis umum pada lansia dan wanita hamil 2. Norma Agama Norma agama adalah norma yang mengatur kehidupan
manusia yang berasal dari peraturan kitab suci melalui wahyu yang diturunkan nabi berdasarkan atas agama atau kepercayaannya
masing-masing. Agama adalah sesuatu hal yang pribadi yang tidak dapat dipaksakan yang tercantum dalam undang-undang dasar ’45
pasal 29. Contoh : – Membayar zakat tepat pada waktunya bagi penganut agama islam – Menjalankan perintah Tuhan YME –
Menjauhi apa-apa yang dilarang oleh agama 3. Norma Hukum Norma hukum adalah norma yang mengatur kehidupan sosial
kemasyarakatan yang berasal dari kitab undang-undang hukum yang berlaku di negara kesatuan republik indonesia untuk
menciptakan kondisi negara yang damai, tertib, aman, sejahtera, makmur dan sebagainya. Contoh : – Tidak melanggar rambu lalu-
lintas walaupun tidak ada polantas – Menghormati pengadilan dan peradilan di Indonesia – Taat membayar pajak – Menghindari
KKN / korupsi kolusi dan nepotisme
menanamkan sopan santun pada anak
Menanamkan Sopan Santun Pada Anak Orang tua manapun pasti akan merasa bangga bila buah hatinya
tumbuh menjadi anak yang berbakti, sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua maupun
sebayanya. Seiring perkembangan zaman dan meluasnya pengaruh globalisasi, norma kesopan santunan
merupakan hal yang semakin sulit diajarkan. Untuk itu, ada baiknya sejak dini, si kecil mulai
diperkenalkan dengan perilaku sopan santun.
Saya sebagai seorang ibu dari 2 orang anak yang masih kecil-kecil (usia 8 dan 5 tahun) merasa senang
melihat pertumbuhan dan perkembangan anak – anak saya. Walaupun usia mereka masih kecil, mereka
bisa bersikap sopan dan santun terhadap setiap orang sejak dini.
Saya sebagai orang tua semaksimal mungkin mendidik dan mengasuh buah hati saya untuk tumbuh
menjadi orang yang berguna untuk semua orang yang ada di sekitarnya. Segalanya akan saya
korbankan untuk buah hati saya, baik itu material maupun non-material. Karena anak adalah segala-
galanya dalam hidup saya dan sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepada keluarga saya. Kita akan
bangga ketika suatu saat nanti Sang buah hati tumbuh menjadi orang dewasa yang sukses dan dihormati
setiap orang.
Menurut saya orang tua yang baik adalah orang tua yang mampu mendidik anak dengan baik dan
mampu menunjukkan sikap yang baik pula untuk dijadikan panutan bagi buah hatinya. Saya pernah
membaca sebuah buku, di dalamnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menularkan
perilaku sopan santun kepada buah hati kita yang akan saya bagi untuk Anda semua.
1. Jadikan diri sendiri sebagai contoh. Pada masa sekarang ini, anak-anak sedang mengalami masa
imitasi, biasanya mereka meniru setiap perilaku orangtua.
2. Sampaikan secara langsung jika Anda ingin agar si kecil bersikap yang baik dan tidak rewel saat
berkunjung ke rumah teman atau orang tua
3. Bila anak telah bersikap sopan, tidak ada salahnya memberi pujian.
4. Bila Anda berharap terlalu banyak dari anak, bisa-bisa yang terjadi adalah “perang” dengan anak.
Lakukan secara bertahap, sesuai perkembangan anak.
5. Salah adalah hal yang biasa. Begitu pula jika anak melakukan kekeliruan yang menurut Anda tidak
sopan. Beritahu anak kesalahannya dan katakan apa yang Anda harapkan. Jangan langsung memarahi
atau mempermalukannya di depan orang lain.
31
Yulis Setianingsih (34 tahun) Seorang ibu dengan dua orang anak.
sopan santun adalah
Norma sopan-santun adalah peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat dan
dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai
norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu. Contoh-contoh norma kesopanan ialah:
Menghormati orang yang lebih tua.
Menerima sesuatu selalu dengan tangan kanan.
Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan sombong.
Tidak meludah di sembarang tempat.
Norma kesopanan sangat penting kia terapkan, terutama dalam bermasyarakat karna norma ini sanga erat kaitanna terhadap
masyarakat sekali saja kita melanggar terhadap norma kesopan kita pasti akan mendapat sanki dari masyarakat semisal “cemoohan”
atau yang lainnya
Berikut ini contoh Norma Kesopanan
Sanksi bagi pelanggar norma kesopanan adalah tidak tegas, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat berupa
“Sopan Santun” Sebuah Budaya yang Terlupakan
Ketika seorang bertanya, apa yg menurut saya “Paling Indonesia“, saya pun berpikir sejenak. Lalu, saya jawab dengan “Sopan
santun“. Mungkin anda heran mengapa saya menjawab demikian. Saya merasa bahwa sopan santun lah yang memberi arti terhadap
kehidupan bangsa ini. sopan santunlah yang memberi ciri khas bangsa ini, yang membedakannya dengan bangsa lain. Mari kita
sedikit luangkan waktu untuk sekedar membaca tulisan ini.
Sopan santun, atau juga dikenal sebagai tata krama, merupakan salah satu ciri khas dari masyarakat Indonesia. Sejak dahulu, bangsa
Indonesia dikenal dengan keramahannya, kesopanannya, serta adat istiadat yg dijunjung tinggi. Namun, apabila kita berkaca pada
kehidupan bangsa saat ini, sungguh ironis sekali dimana banyak sekali pergeseran yang dilakukan oleh anak- anak, remaja, bahkan
orang tua mengenai budaya sopan santun ini. Di majalah, televisi, internet, tak jarang orang berani melakukan perilaku yang
sebenarnya dianggap tidak sopan, namun sudah dianggap biasa dengan alasan “Ini zaman modern”. Lalu haruskan budaya sopan
santun ini harus dilupakan karena ada kata baru yang kita sebut dengan “Modern” ?
Saat saya masih kecil, saya diajarkan untuk memanggil dengan sebutan Mas, Mbak, Pak, atau Bu, untuk orang yang lebih tua dari
saya. Namun, sekarang ini, ketika saya berjalan dan bertemu dengan anak-anak, mereka telah memiliki panggilan baru yaitu “Loe-
gue“, Bahkan tak jarang mereka pun juga memanggil orang tua mereka dengan panggilan yang sama (loe-gue). Sekali lagi, ini salah
satu imbas dari adanya dunia modern. Lalu, Dimanakah saya bisa menemukan orang-orang yang masih menghargai orang lain,
peduli akan adanya kesopanan serta berperilaku santun seperti yang diajarkan orang tua kita? Apakah nantinya orang-orang tersebut
akan punah dalam 10 atau 20 tahun mendatang?
Melakukan pembicaraan melalui telepon, juga memiliki sopan santun yang harus dipahami. Misalnya, kapan waktu yang tepat untuk
menelepon? Siapa saja yang kita telepon? Berapa lama kita boleh menelepon seseorang? Masihkah kita mendengar ucapan seperti
Assalamu ‘alaikum, selamat pagi, selamat siang, dll saat kita menelepon seseorang? Sederhana tentunya, namun sepertinya, kalimat-
kalimat tersebut sudah jarang kita dengar saat menelepon atau ditelepon teman, saudara, atau bahkan keluarga kita.
Di sisi lain, media informasi berkembang seiring kemajuan zaman. Namun, itu juga berimbas pada perilaku sebagian orang, yang
merubah gaya hidupnya mengikuti bangsa lain, dan mulai meninggalkan budaya yang dimiliki bangsa ini. Sebut saja pornografi, seks
bebas, fashion, musik, dan sebagainya yang mulai diikuti oleh sebagian orang, dengan dalih agar dirinya eksis dalam kehidupan serta
enggan dibilang ketinggalan zaman, merekapun perlahan-lahan mulai meninggalkan budaya bangsa ini. Ketika orang menggunakan
pakaian yang terbuka telah dianggap biasa, hamil diluar nikah dianggap biasa, foto, bahkan video yang dapat merusak moral bangsa
ini telah dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Bukankah itu semua telah melanggar norma kesopanan yang ada pada bangsa ini?
32
Perilaku yang telah menjadi hal yang dianggap biasa, seharusnya dapat dikaji ulang, apakah semua itu memang harus dibiasakan atau
harus ditinggalkan? Tidak semua imbas dari modern itu baik untuk kita. Oleh karena itu, bijaklah dalam berperilaku dalam
kehidupan ini.
Dalam tulisan saya yang singkat ini, saya tidak bermaksud untuk menentang adanya modernisasi, namun saya hanya ingin
melampiaskan kekecewaan saya atas berkurangnya nilai-nilai kesopanan yang dimiliki bangsa ini. Marilah kita mulai membuka
mata, dan melihat kembali di sekeliling kita, apakah sopan santun itu masih ada, atau hanya akan menjadi budaya yang terlupakan
oleh bangsa ini.
Bagi pembaca yang masih dikategorikan sebagai anak-anak, dan remaja, sudahkah kita membiasakan sopan santun dalam kehidupan
anda? Lalu untuk para orang tua, apakah kita sudah mengajarkan sopan santun itu pada anak-anak kita? renungkanlah sejenak,
karena meskipun kesopanan itu merupakan bagian kecil dari kehidupan, kesopanan inilah yang akan membuat hidup kita jadi lebih
baik. Marilah kita mulai untuk menghidupkan kembali budaya sopan santun yang baik. Menanamkan itu pada anak cucu kita,
sehingga ciri khas dari bangsa ini tidak akan hilang ditelan waktu. “Sopan santun sebuahbudaya yang terlupakan” hanyalah sebagai
pengingat untuk kita agar tidak melupakan perilaku sopan dan santun dalam kehidupan ini.
Semoga bermanfaat bagi semua pihak…Wassalam
KOMPAS.com - Setelah seminggu bekerja keras, tak ada salahnya untuk melepaskan kepenatan dengan berkumpul bersama teman-
teman Anda di kafe atau kedai kopi. Namun meskipun suasana di tempat-tempat ini terbilang lebih kasual dan santai, aturan tata
krama serta sopan santun tetap harus dijaga. Bagaimana pun juga Anda sedang berada di tempat umum, dimana segala Anda akan
bersinggungan dengan orang lain. Mien R. Uno, dalam bukunya yang berjudul Etiket Sukses Membawa Diri di Segala Kesempatan,
membeberkan sejumlah etiket ketika Anda sedang nongkrong di kedai kopi atau kafe:
1. Jangan bicara terlalu keras
Lihat situasi dan kondisi sekitar, biasanya orang yang berada di kafe cenderung lebih ingin bersantai dan menikmati menu makanan
yang ada. Hindari untuk berbicara terlalu keras atau tertawa berlebihan, karena bisa jadi mengganggu pengunjung lain. Tentu Anda
tidak perlu berbicara sambil berbisik-bisik, tapi ingatlah bahwa Anda pasti juga tidak ingin terganggu dengan pembicaraan orang lain
yang terlalu keras dan bersahut-sahutan.
2. Jangan memanfaatkan kesempatan
Kadang-kadang teman mengajak Anda ke kafe dan mentraktir makan karena sedang punya uang lebih. Namun sebaiknya bersikaplah
tahu diri. Jangan bersikap aji mumpung, dan memilih makanan yang paling mahal. Yang juga tak pantas dilakukan adalah ngembat
barang-barang di kafe, misalnya asbak, sendok-garpu, atau serbet makan.
3. Jangan malu bertanya
Kalau Anda yang mengusulkan suatu tempat makan, maka berinisiatiflah untuk menanyakan apa yang diinginkan oleh teman-teman
kepada pramusaji. Misalnya, meminta penjelasan tentang menu yang ingin dipesan, atau seberapa besar porsi makanannya. Anda
pasti tak ingin jika makanan yang sudah dipesan dengan harga yang cukup mahal harus disisakan begitu banyak karena porsinya
terlalu banyak, atau rasanya tak sesuai dengan keinginan, kan?
4. Jangan mudah dirayu
Kafe biasanya juga menghadirkan berbagai pilihan minuman beralkohol. Namun, jangan mudah terbujuk oleh ajakan teman-teman
jika Anda sendiri memang tidak biasa minum alkohol, atau memang tidak suka meminumnya. Jangan ikut-ikutan minum minuman
beralkohol hanya agar dianggap "gaul", karena ketika sudah mabuk pasti Anda tak tahu kejadian memalukan apa yang telah Anda
perbuat. Ketika teman-teman mendesak Anda untuk mencicipi, dan menatap Anda dengan pandangan iba, katakan saja, "Sudahlah,
kalian jangan merasa tak enak karena aku tak ikut minum. Aku pesan yang lain saja!" Tetapi kalau Anda tidak punya hambatan lain
untuk minum alkohol kecuali memang sedang tidak ingin, Anda bisa mencicipi beberapa teguk saja.
5. Beri tip
Ketika di kafe, pasti Anda dilayani oleh para pramusaji. Bila pramusaji telah memberikan layanan yang baik, tak ada salahnya untuk
memberi mereka tip dalam jumlah yang sewajarnya. Sebaiknya, Anda tetap melakukannya meskipun di dalam tagihan Anda sudah
ditambahkan biaya service charge 10 persen. Hal ini tidak wajib dilakukan, namun bisa diberikan sebagai penghargaan atas
layanannya yang memuaskan.
33
Topik : TATA KRAMA
Sub Topik : TATA KRAMA DALAM PERGAULAN
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1. Siswa dapat mengetahui
II. Materi : TATA KRAMA
III.Uraian materi : TATA KRAMA DALAM PERGAULAN
T a t a K r a m a d a n S o p a n s a n t u n i t u d a p a t k i t a t e r a p k a n d a r i c a r a k i t a berpakaian, mengendarai
motor di jalan, cara berbicara dengan orang lain, caramemperlakukan orang lain, cara bersikap, dan lain-lain. Apakah kita
termasuikorang yang mempunyai tata krama dan sopan santun?. Bagaimana budaya antrekita yang belum tertib, budaya berkendaraan di jalan
raya, sikap kepada orangyang lebih tua dan kepada orang tua kita.T a t a k r a m a d a l a m p e r g a u l a n m e r u p a k a n a t u r a n
k e h i d u p a n y a n g m e n g a t u r hubungan antar sesama manusia. Tata krama pergaulan berkaitan erat denganetiket atau etika.
Kata etiket berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berartitata cara bergaul yang baik, dan etika berasal dari bahasa latin Ethic merupakanpedoman
cara hidup yang benar dilihat dari sudut Budaya, Susila dan Agama.
Dasar - dasar etiket terdiri dari :
1. Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja.2. Hormat kepada orang yang lebih tua.3.Memberi perhatian kepada orang lain. 4.
Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain.5. Bersikap ingin membantu.6. Memiliki rasa toleransi yang tinggi.7. Dapat menguasai diri,
mengendalikan emosi dalam situasi apapun.J a d i p a d a p r i n s i p n y a d a l a m e t i k e t a n d a h a r u s Selalu
berusaha untuk menyenangkan orang lain '( Always wants to please anybody )'
.
Manfaat etiket dalam kehidupan seorang manusia adalah :
1. Membuat anda menjadi disegani, dihormati, disenangi orang lain, .2 . M e m u d a h k a n h u b u n g a n b a i k a n d a d e n g a n
o r a n g l a i n ( Better HumanRelation).3. Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi 4 . M e n j a d i k a n a n d a
d a p a t m e m e l i h a r a s u a s a n a y a n g b a i k d a l a m b e r b a g a i lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, pergaulan, dan
tempat dimana andabekerja. ' Etiket Timur Dan Etiket Barat ' Etiket sangat dipengaruhi oleh adat isti adat ( tradisi )
dimana hal itupundipengaruhi oleh budaya, kehidupan sosial, keadaan lingkungan, dsb. Jadi etiketsetiap daerah tidak akan sama
bahkan mungkin akan bertentangan seperti :1. Sikap tangan ketika bersalaman.2. Cara menatap mata sewaktu berjabat tangan.3. Cara
memberi sambutan.4. Sikap tubuh ketika menerima sesuatu, misalnya : Menerima sesuatu dengantangan kiri.Etiket
bangsa sendiri merupakan hal yang harus anda ketahui, namun ada baiknya bila anda mengetahui etiket
bangsa lain, sebab hal tersebut pasti akanbermanfaat bagi pergaulan anda, karena anda dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan dimanapun berada.
Hal - hal yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial seorang indifidu antara lain :
1. Kepercayaan diri (Self Confidence) yang baik akan memperkuat rasa percayadiri anda.2 . P e n g e n d a l i a n d i r i ( Self Control)
, m e r u p a k a n c a r a m e n g o n t r o l t e r h a d a p kesabaran, kemarahan dan rasa tidak puas, sehingga anda
tidak mudahterpancing oleh emosi dalam situasi apapun.3. Bahasa Tubuh (Body language), merupakan hal yang dapat
dimengerti olehsetiap orang, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu faktor yang akanmempengaruhi hubungan
sesama manusia.4.First Impression, adalah pandangan (Penilaian) seseorang terhadap seorangi n d i v i d u y a n g
d i d a p a t k a n d a r i k e s a n p e r t a m a , d a n k e s a n i n i a k a n mempengaruhi penilaian dalam
hubungan selanjutnya.
Y o u w i l l g e t a second chance to make the first impression
34
, oleh karena itu ketika kita berjumpa dengan orang baru berusahalah untuk memberi kesan yang baik. Hal - hal yang dapat dilakukan untuk memupuk rasa
percaya diri :
1. Sediakan selalu waktu untuk membaca mengenai berbagai pengetahuan umum.2. Ikuti setiap berita aktual yang ada.3.
Perdalamlah setiap bidang ilmu yang anda kuasai.4. Janganlah segan untuk bertanya apabila anda tidak mengerti.5. Siap menerima kritik membangun.6.
Memperhatikan saran - saran penampilan yang disampaikan untuk anda.7. Siapkan diri anda agar berani berdiskusi, hal tersebut sebagai upaya
untukmenguji apakah pendapat kita dapat diterima oleh suatu lingkungan tertentu.8. Anda harus banyak bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.9. Melatih
diri dalam berbagai macam keterampilan.10.Mempelajari berbagai bahasa asing ataupun daerah untuk digunakan secaraaktif ataupun pasif.
Ciri seorang individu yang memiliki Tata Krama yang baik :
1 . M e m i l i k i r a s a p e r c a y a d i r i k e t i k a m e n g h a d a p i m a s y a r a k a t d a r i t i n g k a t manapun.2. Tingkah laku dan ucapannya
selalu mempertimbangkan serta mencerminkanperhatian kepada orang lain.3. Bersikap sopan, ramah dan selalu menunjukkan sikap yang
menyenangkandan bersahabat dengan orang lain.4 . B i s a m e n g u a s a i d i r i s e n d i r i d a n s e l a l u b e r u s a h a t i d a k
m e n y i n g g u n g , mengganggu, menyakiti perasaan dan pikiran orang lain.5. Selalu berusaha tidak mengecewakan, membuat
gusar apalagi membuatmarah orang lain, walaupun diri sendiri dalam keadaan sedih, kesal, lelah ataupun jenuh Etiket
Perkenalan '
Suatu hubungan antar individu biasanya dimulai dengan suatu perkenalan, dan hal ini mungkin akan menjadi pertemuan pertama
yang akan melahirkan 'First Image' dan hal ini akan mempengaruhi penilaian seseorang pada hubungan selanjutnya.
Cara mengenalkan :
1 . P a d a w a k t u m e n g e n a l k a n o r a n g , u c a p k a n n a m a n y a d e n g a n j e l a s , d a n apabila tidak terdengar jelas tanyakan sekali
lagi.2 . T i p e i n d i v i d u t e r d i r i d a r i p r i b a d i t e r t u t u p ( introvert ) d a n p r i b a d i t e r b u k a (extrovert ) oleh
karena itu pada waktu mengenalkan seseorang berikan sedikit informasi mengenai orang tersebut.3. Lakukan Personal Contact dengan cara
sebagai berikut :- Jabatlah tangannya dalam waktu 3 - 4 detik.- Pandanglah mata orang yang diperkenalkan pada anda.- Tersenyumlah.- Tubuh sedikit
dibungkukkan kedepan.
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam suatu perkenalan :
1. Orang yang lebih muda diperkenalkan kepada yang lebih tua.2. Seorang pria diperkenalkan kepada wanita.3. Wanita dikenalkan kepada pria, apabila
pria itu orang yang perlu dihormatis e p e r t i : K e p a l a N e g a r a , M e n t e r i , G u b e r n u r , D u t a B e s a r ,
U l a m a / T o k o h agama atau pria yang jauh lebih tua Lebih kurang 20 tahun.4. Anda boleh mengenalkan diri terlebih dahulu apabila hal
tersebut sekiranyadiperlukan.5 . H i n d a r i p e r k e n a l a n d i t e m p a t y a n g r a m a i s e p e r t i : J a l a n r a y a , p a s a r ,
l i f t , restoran, dsb
Hal - hal yang dapat dilakukan ketika sedang diperkenalkan :
1. Pada waktu diperkenalkan wanita tidak perlu berdiri, kecuali bila menghadapiorang - orang yang pantas dihormati seperti yang
sudah diterangkan terlebihdahulu.2. Pada waktu menyambut tamu - tamu tuan dan nyonya rumah harus berdiri.3. Tamu yang akan pulang harus
diantar sampai ke depan pintu oleh tuan dannyonya rumah.4. Seorang pria harus berdiri pada waktu :-Berjabat tangan dengan wanita atau pria.-
Seorang wanita memasuki ruangan.- Seorang wanita mendekati ia duduk.- S e o r a n g w a n i t a y a n g d u d u k d i s a m p i n g n y a b e r d i r i
a k a n m e n i n g g a l k a n tempat.
' Etiket Dalam Percakapan '
Percakapan merupakan unsur penting dalam hubungan sesama manusia, nilais u a t u p e r c a k a p a n a k a n m e m p e n g a r u h i
suasana dan kelanjutan dari suatu h u b u n g a n . D a l a m m e n c i p t a k a n s u a t u p e r c a k a p a n y a n g
m e n y e n a n g k a n diperlukan seni tersendiri dan hal inipun memerlukan etika tersendiri.
Communication Field terdiri dari :
1. Ekspresi muka (Facial Expression).2. Posisi tubuh (Body Position.)3. Menjaga nada suara (Good ( Clear ) Voice).
Hal yang diperlukan untuk dapat berbicara secara efektif:
· Rasa percaya diri yang kuat.· Keluwesan dalam pergaulan.· Mempunyai persepsi yang tepat terhadap keadaan lingkungan dan individu yang
terlibat dalam interaksi tersebut Dapat menguasai situasi.· Mengetahui hasil yang diharapkan dari interaksi.
Hal-hal yang dihindarkan dalam percakapan:
· Memotong pembicaraan orang lain.· Memonopoli pembicaraan atau percakapan.· Membual tentang diri sendiri.· Membicarakan hal-hal yang dapat
menimbulkan pertentangan.· Pembicaraan tentang penyakit, kematian, dll.· Menanyakan harga barang orang lain.· Menanyakan masalah yang sifatnya pribadi.·
Gosip/berita yang belum tentu kebenarannya.
Etika dan sopan santun, juga budi pekerti seharusnya menjadi bagian hidupsiapapun. Apalagi budaya ketimuran
itu menjunjung tinggi etika dan sopan. Konon pada suatu masa budaya ketimuran dikenal dengan keramah-tamahan, murah
senyum, baik budi pekerti, sopan santun, namun perkembangan jaman tampaknya diikuti pula oleh erosi etika dan sopan
santun dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai lapisan.
35
ETIKA PERGAULAN DALAM MASYARAKAT
ETIKA PERGAULAN DALAM MASYARAKAT
1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Lebih Tua
Sebagian tanda memuliakan Allah adalah menghormati orang Islam yang telah putih rambutnya (tua). (HR Abu Daud).
Tiada seorang pemuda yang menghormati orang yang tua usianya, melainkan Allah akan menyediakan orang-orang yang akan
menghormatinya jika ia telah tua usianya. (HR Turmudzi).
Tidak termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi orang yang lebih (muda), dan tidak mengerti hak-hak orang yang lebih
(tua). Bukanlah termasuk golonganku orang yang menipu kami, seorang mukmin yang lain, seperti mencintai diri sendiri. (Tabrani
dari Damrah).
PENDAPAT
Yang dimaksud orang yang lebih tua disini adalah para orang tua kita, yaitu Bapak, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak dan orang
lain yang lebih tua dari kita.
Kita wajib menghormati orang tua yang telah memelihara kita dan membesarkan, mendidik dan membiayai hidup kita, tidak sedikit
pengorbanan mereka lahir dan batin, baik materi, tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan untuk kepentingan anak-anaknya.
Walaupun mereka tidak mengharapkan balasan atas kasih sayang dan pengorbanan kepada kita.
Namun tidak selayaknya kita mengabaikan kewajiban menghormati dan menuruti segala nasehat dan perhatiannya. Kakek, nenek,
paman, bibi, dan kerabat kita yang lebih tua juga harus kita hormati dan kita perlakukan seperti orang tua kita. Oleh karena itu kita
harus berlaku hormat dan sopan, tidak bersikap melawan atau menentang pada saat ada perselisihan. Karena bila kita bersikap
hormat dan sopan insya’ Allah mereka pun akan berlaku sama.
Agama Islam mengajarkan agar kita selalu hormat dan sopan kepada semua orang yang lebih tua, dari mereka yang sudah
mengenyam banyak pengalaman, kita memperoleh ilmu untuk bekal dimasa datang. Kita mendapat warisan kebudayaan yang akan
kita teruskan, apalagi para pahlawan yang turut memerdekakan bangsa kita. Barang siapa yang bersikap hormat kepada orang yang
lebih tua, maka akan dijanjikan oleh Rasulullah SAW, akan dihormati pula pada masa tuanya nanti dan apabila tidak menghormati
orang yang lebih tua maka Rasulullah SAW, pun tidak hendak mengakui seseorang tersebut sebagai umatnya.
1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Sebaya
Orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya, tak ubahnya bagaikan sesuatu bangunan yang bagian-bagiannya (satu sama lain)
kuat mengkuatkan. (HR Muslim).
Barang siapa yang berjalan dalam upaya memenuhi kebutuhan saudaranya, dan usaha ini berhasil, adalah lebih baik daripada
beri’tikaf sepuluh tahun. Dan barang siapa beri’tikaf satu hari saja karena Allah, maka Allah menjauhkan antara dia dan neraka
sejauh tiga parit yang lebih jauh dari antara ujung bumi sebelah barat dan timur. ( HR Baihaqi).
PENDAPAT
Sebaya bisa berarti sama usianya, maka dari itu pergaulan dengan orang sebaya sangat penting. Hampir setiap hari, dikalangan
masyarakat maupun di sekolah, kita sering kali berkumpul dengan teman sebaya yang memiliki kesamaan dengan kita dalam
beberapa hal. Pada saat kita kesulitan, merekalah orang yang tepat untuk m\dimintai tolong baik bersifat pribadi pun kita lebih
terbuka.
Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain, setiap orang memiliki kekurangan
dan kelebihan serta memerlukan bantuan orang lain. Dalam pergaulan sehari-hari kita sela bersama mereka, maka kita patut
menghormatinya serta menghargai kedudukan mereka, demikian pula mereka akan menghormati dan menghargai kita, cara bergaul
yang baik dengan mereka (orang sebaya) yaitu hendaknya kita turut memikirkan dan mempedulikan persoalan dan kesulitan mereka
serta turut meringankan beban permasalahannya.
1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Lebih Muda
Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al Hijr: 88)
Bahwasannya Allah telah mewahyukan kamu agar kamu bertawadlu (rendah hati) hingga tak seorang pun yang bersombong diri
terhadap lainnya, dan tidak ada seorang pun yang menganiaya yang lainnya. (HR Muslim).
Bukan dari umatku orang yang tidak belas kasihan kepada yang lebih kecil dan tidak menghargai kehormatan yang lebih tua. (HR
Abu Daud dan Tirmidzi).
Siapa yang berkata kepada anak kecil: “mari kemari, ini untukmu, kemudian tidak memberi apa-apa kepadanya, maka hal itu berlaku
bohong”. (HR Ahmad).
PENDAPAT
Dalam pergaulan, tidak hanya orang yang lebih tua dan orang yang menjadi perhatian kita untuk selalu kita hormati, tapi juga orang-
orang yang lebih muda. Islam menganjurkan kita agar bersikap merendah dan santun sesama mukmin, termasuk orang yang lebih
muda dari kita. Walau kita banyak kelebihan dibanding mereka, kita tak boleh sombong, dan congkak pada mereka justru kita harus
membantunya dengan penuh kasih sayang dan segala kecintaan.
Pergaulan dengan orang lebih muda termasuk juga terhadap orang yang keadaan perekonomiannya rendah, pengetahuan dan
pengalamannya lebih lemah dari kita, juga anak yatim dan fakir miskin. Terhadap mereka kita wajib menyantuni dan bersikap penuh
kasih sayang, tidak berbuat dan berkata kasar, tidak menghina keadaan dan derajat mereka. Jika kita tidak hormat dan tidak sopan
terhadap mereka yang lebih muda dari kita, maka niscaya mereka pun tidak akan menghormati kita.
1. Etika Pergaulan Dengan Sesama Muslim Dan Umat Islam
36
Hai orang-orang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa satu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak
menimpa suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kami menyesal atas perbuatanmu.
(QS. Al Hujuraat: 6).
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah saudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah
supaya kamu mendapat rahmatnya. (QS. Al Hujuraat: 10).
PENDAPAT
Pergaulan antar sesama muslim berkaitan dengan peraturan-peraturan tentang pergaulan umat Islam antar satu golongan atau satu
agama. Kita sebagai muslim dan umat Islam yang menganut ajaran Allah harus mengetahui bagaimana etika pergaulan dikalangan
masyarakat muslim, yaitu kita harus bertingkah laku yang sopan santun, lemah lembut dan tidak bertindak salah (keliru) kita harus
bisa membedakan yang baik dan buruk seperti halnya bagaimana kita menghadapi berita khayal (kosong) yang dibawa dan
disebarkan oleh orang fasik dan jail.
Cara menyelesaikan persengketaan antar sesama orang muslim yang timbul dikalangan umat Islam, yaitu dengan bersatu padu dalam
satu tujuan melawan kejahilan orang karena pada dasarnya muslim dan mu’min itu bersaudara hubungannya sangat erat sekali
bagaikan bangunan, jika satu penyangga hilang akan roboh, begitu dengan kaum muslim satu ceroboh akan mendatangkan musibah.
1. Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Berbeda Agama
Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kami berbangsa-
bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kami disisi Allah
adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujuraat: 13).
PENDAPAT
Agama Islam menganjurkan kepada kita untuk bergaul dengan orang-orang yang berbeda agama dengan agama kita. Pada dasarnya
mereka pun sama dengan kita (makhluk ciptaan Allah) hanya saja berbeda keyakinan, banyak beraneka sifat prilaku dan keinginan,
juga kepercayaan dan keyakinan yang berbeda namun merupakan bagian dari masyarakat bangsa. Kita membutuhkan mereka dalam
hal pekerjaan, perniagaan dan kemasyarakatan. Tak selayaknya kita membedakan orang yang berbeda agama, kita harus tetap
bergaul dengan mereka sebagai sesama makhluk Allah dan sebagai anggota masyarakat.
1. Etika Dalam Berpakaian Dan Memandang
Hai anak Adaam sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk
perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Demikian itu adalah sebagian dari tanda- tanda kekuasaan Allah, mudah-
mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al A’raf: 26).
Hai Ali, janganlah kau ikuti pandangan yang pertama dengan pandangan kedua, kamu hanya boleh pada pandangan pertama adapun
pandangan yang berikutnya tidak boleh. (HR Ahmad, Abu Dawud dan At Turmudzi).
PENDAPAT
Fungsi pakaian adalah sebagai penutup aurat sekaligus perhiasan agama Islam memerintahkan agar setiap orang memakai pakaian
yang baik dan bagus, baik berarti sesuai dengan fungsinya yaitu menutupi aurat, sedangkan bagus berarti memadai (serasi) sebagai
perhiasan penutup tubuh yang sesuai kemampuan si pemakai. Untuk keperluan ibadah sholat di masjid kita dianjurkan pakai pakaian
yang baik dan suci bersih (terhindar najis).
Berpakaian bagi kaum perempuan mukmin telah digariskan oleh Al Qur’an adalah menutup seluruh auratnya. Pada dasarnya pakaian
muslim tidak menghalangi si pemakai melakukan kegiatan sehari-hari dalam masyarakat, semua kembali pada niat si pemakai dalam
melaksanakan ajaran Allah.
Selain berpakaian kita juga memandang, mata adalah anugerah Allah yang paling penting yaitu untuk melihat, mata disini yang
dimaksud adalah untung memandang hal-hal yang baik-baik saja, karena Rasulullah mengatakan “janganlah kalian kaumku sekaian
semua memandangi sesuatu yang tidak baik (buruk) dengan matamu sekalian umatku.
1. Etika Dalam Berbicara Kepada Masyarakat
Dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat- menasehati supaya menepati kesabaran. (QS. Al Asr: 3).
Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)”, dan sesungguhnya
setan itu menimbulkan perselisihan antar mereka, sesungguhnya setan itu musuh nyata bagi manusia.
Sesungguhnya Allah membenci kami karena tiga perkara: adalah berkata begini dan berkata begitu, menghambur-hamburkan uang
dan banyak bertanya. (HR Jama’ah dari Al Mugirah).
PENDAPAT
Alat komunikasi paling utama dalam pergaulan adalah berbicara, dengan bicara kita dapat menyampaikan sesuatu, sebaliknya kita
juga dapat mengetahui keinginan orang lain. Berbicara bisa mendatangkan banyak orang (teman) dan bisa pula mendatangkan
musuh, maka dari itu kita harus pandai-pandai menjaga cara berbicara kita dengan baik. Agama Islam mengajarkan agar kita
berbicara sopan supaya tidak berakibat merugikan diri sendiri ataupun orang lain.
Mulut dapat kita gunakan sebagai nasehat akan kebenaran hindarilah cara bicara yang bisa menimbulkan perselisihan karena
perselisihan itu kehendak setan yang ditujukan untuk mengadu domba, fitnah, isu dan gosip.
1. Etika Dalam Makan Dan Minum
Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan,
karena setan itu adalah musuh nyata bagimu. (QS. Al Baqarah: 168).
Berkumpulah kamu sekalian di depan makananmu dan sebutlah nama Allah, pasti kamu mendapat barokah dari makanan itu. (HR
Ahmad).
37
Janganlah salah satu diantara kalian makan dengan tangan kiri dan janganlah pula minum dengan tangan kiri. Sesungguhnya setan
makan dan minum dengan tangan kiri. (HR Muslim dari Ibnu Umar).
Rasulullah melarang seseorang minum sambil berdiri (HR Muslim dari Anas).
Bila salah satu diantara kalian minum, maka janganlah menghembuskan nafas ke dalam tempat minum. (HR Bukhari Muslim dari
Qatadah).
PENDAPAT
Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia untuk dapat bertahan hidup secara wajar dan sehat. Banyak makanan yang
langsung diambil dari alam. Dari banyak jenis makanan dan minuman itu, kita dianjurkan oleh agama untuk memilih makanan yang
baik dan halal, dan benar-benar diperlukan untuk kesehatan, tidak boleh berlebihan.
Makanan yang baik, adalah makanan yang bergizi. Halal berarti diperbolehkan agama. Makanan yang baik belum tentu halal,
demikian juga halal belum tentu baik untuk kesehatan. Jadi kita harus memilih makanan yang baik sekaligus halal. Disini banyak
cara makan dan minum harus benar-benar memperhatikan etika, adab, tata krama, dalam memakan dan meminum sesuatu.
KESIMPULAN
Dalam pergaulan hendaklah kita saling hormat menghormati baik itu orang tua sendiri/orang tua yang tentunya lebih tua
dari kita.
Hormat menghormati seseorang perlu adanya aturan-aturan lebih-lebih terhadap orang tua kita yang telah mendidik dan
membesarkan kita.
Dalam pergaulan hendaknya kita mempunyai sikap sopan santun dan ramah tamah karena dengan sikap ini kita akan lebih
mudah bergaul dengan siapa pun.
Selain dalam pergaulan kita juga harus memperhatikan kesopanan dalam tata cara makan minum dan juga etika dalam
pakaian dan memandang.
Dengan adanya pergaulan kita harus menghargai orang tua dan kalau berbicara pada orang tua haruslah bicara baik jangan
bicara yang jorok-jorok kepada orang lain atau orang tua yang lebih tua dari kita
Saran-Saran
Untuk menjamin terbinanya pergaulan dalam masyarakat diperlukan sikap yang sopan santun, saling tolong menolong,
menghormati orang tua, bicara yang baik kepada orang tua.
Di dalam pembicaraan harus menggunakan tata bahasa yang sopan dan tidak boleh mengeraskan bunyi suara dalam
berbicara.
Dari Buku Sekolah
ADAT SOPAN SANTUN DALAM PERGAULAN
Dalam pergaulan adat sopan santun sangat diperlukan, meskipun di jaman modern seperti sekarng ini. kita akan merasa sedih dan
prihatin apabila anak muda jaman sekarang sudah tidak memperhatikan adat sopan santun dalam bergaul, bersikap, berbicara dan
bertindak sepertinya sudah merasa sesuai dengan kemajuan jaman dan tidak melihat apakah itu pantas dan cocok dengan adat bangsa
Indonesia, kita bisa merasakan sangat banyak perubahan adat, seperti dalam buku adat sopan santun karangan Chailan Sjamsoe
Datoe Toemenggoeng, yang sudah terbit dari sejak tahun 1949. meskipun buku tersebut diterbitkan berpuluh-puluh tahun yang lalu
tapi isi dari buku tersebut masih relevan dan baik jika dilakukan atau diterapkan dijaman sekarang dan sesuai dengan adat dan
budaya di Indonesia, sebagai satu contoh adat sopan santun yang ada dibuku tersebut adalah adat sopan santun dalam bersahabat, kita
sebagai mahluk sosial pasti akan berinteraksi dengan orang-orang. Karena dalam kehidupan persahabatan sangat diperlukan
sehubungan dengan tidak ada seorangpun yang ingin hidup sepi dan menyendiri.
Namun demikian dalam bersahabatpun ada adat istiadatnya karena jika dalam persahabatan mempunyai sifat lain dimuka lain
dibelakang atau apabila kita tidak mempunyai sifat-sifat atau adat istiadat dalam bersahabat maka persahabatan itu lambat laun akan
pecah dan hancur. Persahabatan harus mempunyai sifat jujur dan bijaksana, kenapa harus jujur dan bijaksana karena dengan dua sifat
ini jika dijabarkan sudah dapat mencakup semua adat dan sopan santun dalam bersahabat.
Bijaksana dalam bersahabat dapat diartikan dengan jelas dan luas, orang yang bijaksana akan berusaha menutupi malu seseorang
pada saat aibnya diketahui orang dan akan mengindarkan orang dari malu atau aib. Sikap bijaksana tidak bisa dibuat-buat, karena
sikap bijaksana muncul dari hati yang bersih dan perasaan kemanusiaan, perasaan kemanusiaan akan mencegah seseorang
mengeluarkan perkataan atau perbuatan yang akan menyinggung hati dan perasaan orang lain. Orang yang bijaksana tidak akan
melukai hati sahabatnya baik dengan perkataan atau tingkah laku.
Orang yang bersahabat tentu akan menjaga ucapannya meskipun hubungannya sudah sangat erat, sebagai contoh : perkataan seorang
sahabat tidaklah sopan jika suatu saat menelepon langsung mengatakan "ada apa?"..., tentu hal ini akan meninggalkan kesan bahwa
sahabat yang menelpon pasti ada keperluan padahal belum tentu setiap menelpon akan membicarakan masalah keperluan, bisa saja
sahabat tersebut hanya menanyakan kabar karena sudah lama tidak bertemu dll.
Adakalanya kitapun perlu memperingati kepada seorang sahabat, misalnya jika sahabat kita mempunyai tabiat atau sifat yang kurang
baik. Pakailah kebijaksanaan waktu menegurnya supaya ia tidak merasa bahwa ia diberi pelajaran seolah-olah ia anak kecil.
Dengan sahabat karib tentu pergaulan kita akan sangat erat dan dekat, akan tetapi apakah bolehkah kita bebas atau leluasa dalam
segala-galanya?...TIDAK, meskipun pergaulan kita sangat erat hendaknya tetap ada batasnya, janganlah kelakuan kita yang kasar
38
dan buruk diperlihatkan kepada sahabat, karena hal itu seewaktu-waktu akan menyinggung perasaannya dan rasa segan atau hormat
akan lenyap. Dijagalah supaya tidak melampau batas dimanapun dan kapanpun. Jangan mengobral segala isi hati dan segala tabiat
kepada orang lain supaya ia tidak jemu dan bosan, ingatlah bahwa "lukisan akan tampak lebih bagus/manis kalau dilihat dari
jauh, karena kalau dilihat dari dekat maka akan kelihatan betul kekurangan dan kesalahan pada lukisan itu"
Demikian pula dengan kejujuran dalam bersahabat sangat diperlukan, tetapi sungguhpun kejujuran demikian perlu, namun
kejujuranpun mesti ada batasnya, sehingga berbohong sedikit perlu kita lakukan ketika kita harus menjaga dan melindungi seorang
sahabat, dengan alasan jika berterus terang akan berakibat buruk.
Tetapi kadang-kadang kejujuran atau keterusterangan ini seringkali disalahgunakan, bukan karena didorong oleh sifat jujur tapi
karena ingin melukai hati seseorang atau menimbulkan rasa cemas.
Anak muda jaman sekarang acap kali berkata jujur dan terusterang, dengan dasar jujur dan berani, tetapi sebetulnya ia berbuat
demikian adalah kurang pandai dalam menimbang perasaan orang lain, dalam hal ini patutlah ditiru orang-orang tua kita, karena
dalam pergaulan banyak menyembunyikan perasaan hingga kadang-kadang kita anggap ia kurang jujur. Terkadang orang tua kita
memuji sesuatu bukan pada tempatnya dan mengatakan senang atau suka padahal kenyataannya sebaliknya, tidak jujur seperti ini
diperlukan juga dalam aturan pergaulan, karena dengan sifat ini dapat dipelihara persahabatan yang abadi.
Diposkan oleh dei n dedir di 22:28
RENDAHNYA SOPAN SANTUN SISWA DI SEKOLAH
Sikap sopan santun yang merupakan budaya leluhur kita dewasa ini telah dilupakan oleh sebagian orang. Sikap
sopan santun yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai hormat menghormati sesama, yang muda menghormati
yang tua, dan yang tua menghargai yang muda tidak lagi kelihatan dalam kehidupan yang serba modern ini.
Hilangnya sikap sopan santun sebagaian siswa merupakan salah satu dari sekian penyebab kurang terbentuknya
karakter. Tidak terpeliharanya sikap sopan dan santun ini dapat berdampak negatif terhadap budaya bangsa
Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kehidupan yang beradab.
Sejumlah pertanyaan muncul mengapa anak-anak sekarang menjadi anak yang tidak memiliki sikap sopan santun tersebut? Sebagian
anak remaja mulai berani kepada orang tua, berani kepada gurunya, bila diberi nasehat berani membantah bahkan mungkin berani
menantang pada orang yang menasehati. Sikap-sikap seperti ini banyak kita temui pada anak remaja. Kondisi ini menunjukkan
bahwa sekolah hanya menghasilkan siswa yang memiliki intelektual yang tinggi namun tidak memiliki karakter yang ditunjukkan
oleh kurangya akhlak mulia yang dimilikinya.
Strategi pembudayaan sopan santun ini tentu dapat diawali di rumah, dan dilanjutkan di sekolah. Peran orang tua maupun wali murid
serta guru, koordinasi dan kerja sama antara orang tua dan guru serta sekolah dan kaitannya peran guru bimbingan dan penyuluhan,
guru agama dan guru pendidikan moral pancasila sangatlah penting.
Pembudayaan sikap sopan santun di sekolah dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Peran sekolah dalam membiasakan sikap sopan santun dapat dilakukan dengan memberikan contoh sikap sopan dan santun
yang ditunjukkan oleh guru. Siswa sebagai pembelajar dapat menggunakan guru sebagai model. Dengan contoh atau model
dari guru ini siswa dengan mudah dapat meniru sehingga guru dapat dengan mudah menananmkan sikap sopan santun.
2. Guru dapat sekalu mengitegrasikan perilakuk sopan santun ini dalam setiap mata pelajaran, sehingga tanggungjawab
perkembangan anak didik tidak hanya menjadi beban guru agama, pendidikan kewarganegaraan, dan guru BP.
3. Guru agama, guru pendidikan kewarganegaraan dan guru BP dapat melakukan pembiasaan yang dikaitkan dalam penilain
secara afektif. Penilaian pencapain kompetensi dalam 3 mata pelajaran ini hendaknya difokuskan pada pencapain
kompetensi afektif. Kompetensi kognitif hanya sebagai pendukung mengusaan secara afektif.
4. Guru seni budaya dapat membantu pembiasaan sopan santun melalui pembelajaran dalam gerakan tari yang memilki nilai
nilai posistif dalam budaya jawa.
Mengajarkan Sopan Santun kepada Anak
Dalam PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Indonesia, Pendidikan Islam, Pendidikan pra sekolah, Penelitian Pendidikan, Taman
Kanak-Kanak di April 22, 2012 pada 10:41 am
“Anak-anak ke toilet tanpa minta ijin”, “anak-anak keluar masuk kelas tanpa ijin guru”, “anak-anak bertanya dengan cara
menyeletuk”, dll. Banyak keluhan yang menjadi masalah guru SD yang dilist oleh teman-teman guru di salah satu SD Islam di
39
Semarang yang sering saya kunjungi. Intinya, para guru sedang berhadapan dengan masalah karakter atau etika siswa SD yang
tampaknya perlu diperbaiki.
Pernah sekali saya duduk bersebelahan dengan seorang anak SD di dalam bis Kota Solo. Setelah agak lama kami berdiam diri, sebab
saya pun sangat capek, saya iseng bertanya kepadanya, “Sekolahnya di mana?” Dia menyebutkan sebuah nama SD yang ada di dekat
kampus UNS. “Hari ini ujian ya? Bisa ndak?” (waktu itu saya ingat sedang masa ujian anak SD). “Ya, alhamdulillah”. “Sekarang
mau pulang?” Dijawab olehnya, “Ndak, Bu. Mau niliki (nengok) Ibu yang jualan di pasar”. Saya kemudian mengakhiri percakapan
dan kami terdiam lama menikmati laju bis yang sungguh pelan. Tak lama dia berdiri hendak turun, dan yang membuat saya kagum,
tak lupa dia mengucapkan, “Monggo, Bu”. Saking terkesimanya karena anak sekecil itu sangat santun, saya cuma menjawab, “Ya”.
Saya masih sempat menengok dan mendengar suara seorang Ibu yang tampaknya ibunya, menyambutnya dengan sayang, “Eh, wis
mulih tho, le?” (Eh, sudah pulang, Nak?). Saya tersenyum dan terbayang, alangkah bahagianya si Ibu mempunyai anak yang
sungguh santun.
Lalu, bagaimana si anak tsb diajari oleh orang tuanya? Dan bagaimana pula mengajarkan semua adab, kesopanan, unggah-ungguh
kepada anak-anak seusia SD?
Orang tua si anak tentu adalah orang yang santun pula, sehingga anaknya pun dengan mudah menirunya, karena setiap hari mereka
mereka melihat dan mendengar kesantunan orang tuanya. Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang tidak atau jarang mendengar
orang tuanya berbicara dengan orang lain? Mereka lebih banyak mendengar orang tuanya menyuruh pembantu di rumah dengan
suara keras atau teriakan? Untuk anak-anak seperti itu, maka guru-guru di sekolah memiliki tugas ekstra untuk mendidik mereka agar
menjadi pribadi yang sopan.
Anak-anak SD berada pada usia pertumbuhan yang sangat pesat. Mereka umumnya sangat senang bergerak, berteriak, bermain,
berbicara, dan sulit diajak diam. Tetapi mereka memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi kepada gurunya. Karenanya, ketika
berdebat dengan teman-temannya, dia sering membawa nama-nama guru sebagai bentuk pembelaan, misalnya dengan mengatakan,
“Kata Bu Anu, itu ndak boleh”. Atau, ketika membantah orang tuanya, dia pun membawa-bawa dalil gurunya.
Oleh karenanya, pembelajaran sopan santun di sekolah, perlu memanfaatkan kepercayaan siswa tsb kepada gurunya. Aturan
hendaknya dibuat oleh guru dengan mengajak siswa untuk merundingkan dan menyepakatinya bersama. Misalnya, adab murid dalam
bertanya, bagaimana sebaiknya aturan mainnya? Apakah murid bisa langsung bertanya atau perlu mengacungkan tangan terlebih
dahulu, dan meminta ijin untuk bertanya? Misalnya, dengan mengatakan, “Bu, maaf, bolehkah saya bertanya?” atau “Bu, saya mau
tanya”, dll.
Ketika siswa hendak ke toilet, barangkali perlu mereka belajar kalimat sopan, “Bu, saya mau ijin ke kamar kecil”, atau “Bu, ijin ke
kamar mandi”. Dan sekembalinya dari kamar mandi, siswa mengucapkan, “Bu, terima kasih”.
Untuk menanamkan kesopanan seperti itu, kalimat-kalimat di atas perlu diajarkan dengan cara menghafalkannya, dan dipraktekkan.
Kalimat yang dipilih adalah kalimat yang baku, karena tidak sekedar sopan santun yang ingin diajarkan, tetapi juga bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Oleh karena itu, selama siswa belum memahami bagaimana kalimat yang baku untuk meminta ijin, maka guru
hendaknya mengajarkan satu pola kalimat meminta ijin yang tingkat kesulitannya disesuaikan dengan usia siswa pengguna.
Misalnya, anak kelas 1, kosa katanya masih sederhana, sehingga tidak perlu mengajarkan kalimat yang panjang-panjang. Cukup yang
sederhana, tetapi sudah memuat unsur kesopanan dan inti masalah yang ingin dia sampaikan.
Anak-anak yang berada di kelas atas (4-6), umumnya semakin sulit diajar dan jiwa memberontak serta kenakalannya semakin
kentara. Itu yang disampaikan oleh teman-teman guru di sekolah tsb. Memang demikian adanya, namun tidak berarti mereka tidak
bisa diajari sopan santun. Pola yang sama dengan anak kelas rendah (1-3) dapat diterapkan, yaitu dengan meminta mereka menghafal
dan menggunakan kalimat terpilih ketika hendak minta ijin keluar kelas. Sekalipun pada tahap awal, mereka akan mengucapkannya
sambil bermain-main atau berteriak, guru jangan berputus asa. Tetaplah koreksi apabila mereka salah atau lupa mengucapkannya.
Anak-anak yang sulit sekali diajari untuk berlaku sopan, panggilah dia dan ajaklah bicara dari hati ke hati, sebab biasanya si anak
memiliki masalah.
Dengan pola menghafal, diharapkan kalimat terpilih yang memenuhi kriteria sopan dapat secara spontan dipakainya di manapun, dan
lama kelamaan menjadi kebiasaan yang melekat. Pola membiasakan sebuah adab melalui program hafal kalimat dan praktek rutin
akan lebih mudah diajarkan kepada anak-anak TK atau SD kelas rendah. Anak-anak kelas 1 SD biasanya menganggap gurunya
adalah yang paling hebat dan paling benar. Oleh karena itu, apa yang diajarkan kepada mereka, haruslah perkara yang baik dan
benar.
Untuk membentuk anak-anak menjadi generasi yang santun, orang dewasa di sekitarnya harus merelakan diri membimbing mereka
dan tidak boleh bosan melakukannya.
40
Topik : Jujur
Sub Topik : Jujur, Kiat Menuju Selamat
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1. Siswa dapat mengetahui
II. Materi : Jujur
III.Uraian materi : Jujur, Kiat Menuju Selamat
Mukadimah
Jujur adalah sebuah ungkapan yang acap kali kita dengar dan menjadi pembicaraan. Akan tetapi bisa jadi pembicaraan tersebut hanya
mencakup sisi luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari makna jujur itu sendiri. Apalagi perkara kejujuran merupakan
perkara yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak ataupun muamalah; di mana yang terakhir ini
memiliki banyak cabang, seperti perkara jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan sebagainya.
Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang
berlimpah untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri.
Sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang shahih bahwa Nabi bersabda,
“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada
surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu
jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka.
Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”
Definisi Jujur
Jujur bermakna keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada, maka
dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, maka dikatakan dusta. Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan,
sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Seorang yang berbuat riya’
tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia
sembunyikan (di dalam batinnya). Demikian juga seorang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia
menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga pada pelaku bid’ah; secara
lahiriah tampak sebagai seorang pengikut Nabi, tetapi hakikatnya dia menyelisihi beliau. Yang jelas, kejujuran merupakan sifat
seorang yang beriman, sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik.
Imam Ibnul Qayyim berkata, Iman asasnya adalah kejujuran (kebenaran) dan nifaq asasnya adalah kedustaan. Maka, tidak akan
pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan melainkan akan saling bertentangan satu sama lain. Allah mengabarkan bahwa tidak
ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dan yang mampu menyelamatkannya dari azab, kecuali kejujurannya (kebenarannya).
Allah berfirman,
“Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.” (QS. al-Maidah: 119)
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. az-
Zumar: 33)
41
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr Amir Faishol Fath
Banyak orang mengajar kebahagiaan di balik kemegahan materi. Padahal, itu semua hanyalah kesemuan belaka. Kalau ingin bahagia
jujurlah. Jujur kepada Allah sebagai hamba-Nya, jangan basa-basi dan jangan setengah-setengah. Jujur sebagai suami maka selalu
menjauhi dosa dan memberikan nafkah secara halal dan maksimal. Jujur sebagai istri maka selalu menjaga kehormatan diri dan harta
suami dan benar-benar menjadi tempat berteduh bagi suami. Jujur sebagai pemimpin maka selalu menjunjung tinggi asa musyawarah
dan bekerja keras untuk menegakkan keadilan dan memastikan kesejahtraan rakyatnya.
Bila kejujuran seperti tersebut di atas terwujud, banyak hikmah yang akan dipetik. Pertama, jujur akan mengantarkan ke surga.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke
surga … dan sungguh kebohongan akan mengatarkan kepada dosa, dan dosa akan mengantarkan kepada neraka .…” (HR Bukhari-
Muslim).
Berdasarkan ini, jelas bahwa tidak mungkin kebaikan akan datang jika manusia yang berkumpul di dalamnya adalah para
pembohong dan pendusta. Bila di tengah mereka menyebar kebohongan maka otomatis dosa akan semakin merajalela. Bila dosa
merajalela maka jamainanya adalah neraka.
Kedua, jujur akan melahirkan ketenangan. Rasulullah SAW bersabda, “… maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan
kebohongan adalah keraguan .…” (HR Turmidzi). Orang yang selalu jujur akan selalu tenang, sebab ia selalu membawa kebenaran.
Sebaliknya, para pembohong selalu membawa kebusukan dan kebusukan itu membawa kegelisahan akibat kebusukannya. Ia akan
selalu dihantui dengan kebohongannya dan takut hal itu akan terbongkar. Dan, bila seorang pembohong seperti ini menjadi
pemimpin maka ia tidak akan sempat mengurus rakyatnya, karena ia sibuk menyembunyikan kebusukan dalam dirinya.
Ketiga, jujur disukai semua manusia. Abu Sofyan pernah ditanya oleh Heraklius mengenai dakwah Rasulullah SAW. Abu Sofyan
menjelaskan bahwa di antara dakwahnya adalah mengajak berbuat jujur. (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah SAW terkenal sebagai manusia yang paling jujur. Bahkan, sebelum kedatangan Islam, beliau sudah masyhur sebagai
orang yang jujur. Orang-orang kafir Makkah pun mengakui kejujuran Rasulullah SAW, sekalipun mereka tidak beriman. Bahkan,
mereka memberi gelar al-Amin (orang yang tepercaya) kepada Rasulullah. Selain itu, mereka juga selalu menitipkan barang berharga
kepada Rasul SAW.
Keempat, jujur akan mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memohon dengan jujur
untuk mati syahid, (maka ketika ia wafat) ia akan tergolong syuhada sekalipun mati di atas kasurnya.” (HR Muslim).
Dan kelima, jujur akan mengantarkan pada keberkahan. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa seorang pembeli dan
pedagang yang jujur dalam melakukan transaksi perdagangannya maka ia akan diberkahi oleh Allah. Sebaliknya, jika menipu maka
Allah akan mencabut keberkahan dagangannya. (HR Bukhari Muslim). Wallahu a’lam.
Berkata Jujur
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: H Moch Hisyam
Ka’ab bin Malik RA adalah salah satu sahabat Nabi SAW yang tidak ikut berperang dalam Perang Tabuk. Penyebabnya, karena
terlena dengan urusan dirinya yang menjadikan ia tertinggal dan tidak ikut berperang bersama Nabi SAW.
Ketika perang selesai dan berita kepulangan Nabi SAW tersiar, Ka’ab dihantui kerisauan. Terbetik dalam dirinya untuk berbohong,
agar terhindar dari kemarahan Rasulullah SAW. Namun, ia tak berani berbohong. Ia membulatkan tekad untuk berkata jujur.
Setelah Nabi SAW tiba, Ka’ab segera menghadap Nabi SAW. Beliau tersenyum hambar sambil memalingkan wajahnya yang mulia.
Ka’ab berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah berpaling dari saya. Demi Allah, saya bukanlah orang munafik dan saya meyakini
keimanan saya.” Beliau bersabda,“Kemarilah, mengapa engkau tidak ikut berperang, bukankah engkau sudah membeli unta sebagai
kendaraan?”
Ka’ab pun menjawab, “Ya Rasulullah, kalau kepada orang lain sudah tentu saya dapat memberikan berbagai alasan agar ia tidak
marah, karena Allah telah mengaruniakan kepada saya kepandaian berbicara. Tetapi kepada engkau, walaupun saya dapat
42
memberikan keterangan dusta yang dapat memuaskan hatimu, sudah tentu Allah akan murka kepadaku.”
Ka’ab menambahkan, “Sebaliknya jika saya berkata jujur sehingga engkau marah, saya yakin Allah akan menghilangkan kemarahan
engkau. Maka, saya akan berkata dengan sejujurnya. “Demi Allah, saya tidak memiliki halangan apa pun. Seperti halnya orang lain,
saya berada dalam keadaan lapang dan bebas. Bahkan, pada saat ini saya memiliki kesempatan yang lebih baik daripada masa-masa
sebelumnya.”
Rasulullah SAW bersabda, “Engkau telah berkata jujur, berdirilah, Allah akan memutuskan segala urusanmu.” Setelah itu, Ka’ab
meninggalkan Nabi SAW dan pulang ke rumahnya. Dalam masa penantian menunggu keputusan Allah SWT, Ka’ab dilarang
berbicara pada siapa pun dan ia juga diperintahkan untuk menjauhi istrinya.
Orang-orang pun menjauhinya dan mengucilkannya seakan-akan dunia menolaknya. Bukan hanya itu, saudaranya pun tidak mau
berbicara kepadanya dan bahkan ada orang yang mengajaknya keluar dari agama Islam. Semua ini menjadikan Ka’ab sangat
bersedih.
Pada hari yang ke-50, kabar gembira pun datang kepadanya, bahwa Allah menerima tobat Ka’ab dan dua sahabatnya. Dengan hati
gembira Ka’ab datang menghadap Nabi SAW. Beliau bersabda, “Bergembiralah dengan meraih saat yang penuh kebaikan, yang
belum pernah kau lalui sejak engkau dilahirkan ibumu.”
Sebagai rasa syukur Ka’ab pun menyedekahkan sebagian hartanya dan ia berkata, “Ya Rasulullah, Allah sungguh telah
menyelamatkan diriku dengan kejujuran, maka sebagai bagian dari pertobatanku, aku tidak akan berbicara kecuali dengan kejujuran
selama sisa hidupku.”
Kejujuran adalah kesesuaian amal dengan tuntunan perintah-perintah syariat. Semoga kisah ini menjadi teladan bagi kita untuk
berlaku jujur dalam berbagai kondisi walaupun hal itu berisiko, karena kejujuran membawa pada kebaikan dan pada surga.
Wallahu'alam
Keutamaan Jujur
Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur karena kejujuran merupakan mukadimah akhlak mulia yang akan mengarahkan
pemiliknya kepada akhlak tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi,
“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.”
Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah, dan berbuat bajik kepada sesama.
Sifat jujur merupakan alamat keislaman, timbangan keimanan, dasar agama, dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat
tersebut. Baginya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-
orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.
Kejujuran senantiasa mendatangkan berkah, sebagaimana disitir dalam hadist yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam dari Nabi,
beliau bersabda,
“Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum berpisah. Seandainya mereka jujur serta membuat penjelasan
mengenai barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan
merahasiakan mengenai apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan, maka akan terhapus
keberkahannya.”
Dalam kehidupan sehari-hari –dan ini merupakan bukti yang nyata– kita dapati seorang yang jujur dalam bermuamalah dengan orang
lain, rezekinya lancar-lancar saja, orang lain berlomba-lomba datang untuk bermuamalah dengannya, karena merasa tenang
bersamanya dan ikut mendapatkan kemulian dan nama yang baik. Dengan begitu sempurnalah baginya kebahagian dunia dan
akherat.
Tidaklah kita dapati seorang yang jujur, melainkan orang lain senang dengannya, memujinya. Baik teman maupun lawan merasa
tentram dengannya. Berbeda dengan pendusta. Temannya sendiripun tidak merasa aman, apalagi musuh atau lawannya. Alangkah
indahnya ucapan seorang yang jujur, dan alangkah buruknya perkataan seorang pendusta.
43
Orang yang jujur diberi amanah baik berupa harta, hak-hak dan juga rahasia-rahasia. Kalau kemudian melakukan kesalahan atau
kekeliruan, kejujurannya -dengan izin Allah- akan dapat menyelamatkannya. Sementara pendusta, sebiji sawipun tidak akan
dipercaya. Jikapun terkadang diharapkan kejujurannya itupun tidak mendatangkan ketenangan dan kepercayaan. Dengan kejujuran
maka sah-lah perjanjian dan tenanglah hati. Barang siapa jujur dalam berbicara, menjawab, memerintah (kepada yang ma’ruf),
melarang (dari yang mungkar), membaca, berdzikir, memberi, mengambil, maka ia disisi Allah dan sekalian manusia dikatakan
sebagai orang yang jujur, dicintai, dihormati dan dipercaya. Kesaksiaannya merupakan kebenaran, hukumnya adil, muamalahnya
mendatangkan manfaat, majlisnya memberikan barakah karena jauh dari riya’ mencari nama. Tidak berharap dengan perbuatannya
melainkan kepada Allah, baik dalam salatnya, zakatnya, puasanya, hajinya, diamnya, dan pembicaraannya semuanya hanya untuk
Allah semata, tidak menghendaki dengan kebaikannya tipu daya ataupun khiyanat. Tidak menuntut balasan ataupun rasa terima kasih
kecuali kepada Allah. Menyampaikan kebenaran walaupun pahit dan tidak mempedulikan celaan para pencela dalam kejujurannya.
Dan tidaklah seseorang bergaul dengannya melainkan merasa aman dan percaya pada dirinya, terhadap hartanya dan keluarganya.
Maka dia adalah penjaga amanah bagi orang yang masih hidup, pemegang wasiat bagi orang yang sudah meninggal dan sebagai
pemelihara harta simpanan yang akan ditunaikan kepada orang yang berhak.
Seorang yang beriman dan jujur, tidak berdusta dan tidak mengucapkan kecuali kebaikan. Berapa banyak ayat dan hadist yang
menganjurkan untuk jujur dan benar, sebagaimana firman-firman Allah yang berikut,
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. at-
Taubah: 119)
“Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya
mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-
Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar.” (QS. al-Maidah: 119)
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara
mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah
(janjinya).” (QS. al-Ahzab: 23)
“Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21)
Nabi bersabda, “Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran, (mendatangkan)
ketenangan dan kebohongan, (mendatangkan) keraguan.”
Macam-Macam Kejujuran
1. Jujur dalam niat dan kehendak. Ini kembali kepada keikhlasan. Kalau suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia,
maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang
dihadapkan kepada Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari’, dan seorang dermawan. Allah menilai ketiganya telah
berdusta, bukan pada perbuatan mereka tetapi pada niat dan maksud mereka.
2. Jujur dalam ucapan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur
dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.
3. Jujur dalam tekad dan memenuhi janji. Contohnya seperti ucapan seseorang, “Jikalau Allah memberikan kepadaku harta,
aku akan membelanjakan semuanya di jalan Allah.” Maka yang seperti ini adalah tekad. Terkadang benar, tetapi
adakalanya juga ragu-ragu atau dusta. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka
di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak
merubah (janjinya).” (QS. al-Ahzab: 23)
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,
“Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian
karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.’ Maka,
setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan
mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).” (QS. at-Taubah: 75-76)
4. Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal
batin, sebagaimana dikatakan oleh Mutharrif, “Jika sama antara batin seorang hamba dengan lahiriahnya, maka Allah
akan berfirman, ‘Inilah hambaku yang benar/jujur.’”
44
5. Jujur dalam kedudukan agama. Ini adalah kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan
pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakkal. Perkara-perkara ini mempunyai landasan yang kuat, dan akan tampak kalau
dipahami hakikat dan tujuannya. Kalau seseorang menjadi sempurna dengan kejujurannya maka akan dikatakan orang ini
adalah benar dan jujur, sebagaimana firman Allah,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian
mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang
yang benar.” (QS. al-Hujurat: 15)
Realisasi perkara-perkara ini membutuhkan kerja keras. Tidak mungkin seseorang manggapai kedudukan ini hingga dia memahami
hakikatnya secara sempurna. Setiap kedudukan (kondisi) mempunyai keadaannya sendiri-sendiri. Ada kalanya lemah, ada kalanya
pula menjadi kuat. Pada waktu kuat, maka dikatakan sebagai seorang yang jujur. Dan jujur pada setiap kedudukan (kondisi)
sangatlah berat. Terkadang pada kondisi tertentu dia jujur, tetapi di tempat lainnya sebaliknya. Salah satu tanda kejujuran adalah
menyembunyikan ketaatan dan kesusahan, dan tidak senang orang lain mengetahuinya.
Khatimah
Orang yang selalu berbuat kebenaran dan kejujuran, niscaya ucapan, perbuatan, dan keadaannya selalu menunjukkan hal tersebut.
Allah telah memerintahkan Nabi untuk memohon kepada-Nya agar menjadikan setiap langkahnya berada di atas kebenaran
sebagaimana firman Allah,
“Dan katakanlah (wahai Muhammad), ‘Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku
secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.” (QS. al-Isra’: 80)
Allah juga mengabarkan tentang Nabi Ibrahim yang memohon kepada-Nya untuk dijadikan buah tutur yang baik.
“Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.” (QS. asy-Syu’ara’: 84)
Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Allah. Ia akan sampai kepada-Nya,
sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Allah telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan
memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-
orang jujur dan benar. Allah berfirman,
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah
beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintai kepada karib
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia
berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang
benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 177)
Di sini dijelaskan dengan terang bahwa kebenaran itu tampak dalam amal lahiriah dan ini merupakan kedudukan dalam Islam dan
Iman. Kejujuran serta keikhlasan keduanya merupakan realisasi dari keislaman dan keamanan.
Orang yang menampakkan keislaman pada dhahir (penampilannya) terbagi menjadi dua: mukmin (orang yang beriman) dan munafik
(orang munafik). Yang membedakan diantara keduanya adalah kejujuran dan kebenaran atas keyakinannya. Oleh sebab itu, Allah
menyebut hakekat keimanan dan mensifatinya dengan kebenaran dan kejujuran, sebagaimana firman Allah,
“(Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia
dari Allah dan keridhaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. al-
Hasyr: 8)
Lawan dari jujur adalah dusta. Dan dusta termasuk dosa besar, sebagaimana firman Allah,
“Kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (QS. Ali Imran: 61)
Dusta merupakan tanda dari kemunafikan sebagaimana yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa
Rasulullah bersabda,
45
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi
amanah dia mengkhianati.” (HR. Bukhari, Kitab-Iman: 32)
Kedustaan akan mengantarkan kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan akan menjerumuskan ke dalam neraka. Bahaya kedustaan
sangatlah besar, dan siksa yang diakibatkannya amatlah dahsyat, maka wajib bagi kita untuk selalu jujur dalam ucapan, perbuatan,
dan muamalah kita. Dengan demikian jika kita senantiasa menjauhi kedustaan, niscaya kita akan mendapatkan pahala sebagai orang-
orang yang jujur dan selamat dari siksa para pendusta. Waallahu A’lam.
“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika
datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? Dan orang yang membawa
kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka
kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi (mengampuni)
bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang
telah mereka kerjakan.” (QS. az-Zumar: 32-35)
Referensi:
1. Makarimul-Akhlaq, karya Syakhul-Islam Ibn Taimiyah ; cet. Ke-1. 1313 ; Dar- alkhair, Bairut, Libanon.
2. Mukhtashar Minhajul-Qashidin, karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy, Maktabah Dar Al-Bayan, Damsiq, Suria.
3. Mukhtarat min Al-Khutab Al-Mimbariah, karya Syaikh Shalih ibn Fauzan ; cet. Ke – 1, Jam’iayah Ihya’ At-Turats Al-
Islamy.
4. Syarh Riyadhus As-Shalihin, karya Syaikh Mahammad ibn Shalih Al-Utsaimin ; cet – 1 ; Dar- Wathan, Riyadh, KSA.
(Diambil dari majalah Fatawa)
Dari artikel Jujur, Kiat Menuju Selamat — Muslim.Or.Id by null
Inilah Lima Keutamaan Hidup Jujur
Panitia menunjukan stiker bertema kejujuran yang dibagikan saat Deklarasi Koalisi Masyarakat Pendukung Kejujuran di aula
Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (16/6). Acara deklarasi tersebut terinspirasi dari kejujuran Siami.
Berita Terkait
Subhanallah, Pria Yahudi Ini Mengislamkan Jutaan Orang
Goethe Institut Pamerkan Foto Masjid di Jerman
Inilah Tiga Bentuk Kecerdasan Bersyukur
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr Amir Faishol Fath
Banyak orang mengajar kebahagiaan di balik kemegahan materi. Padahal, itu semua hanyalah kesemuan belaka. Kalau ingin bahagia
jujurlah. Jujur kepada Allah sebagai hamba-Nya, jangan basa-basi dan jangan setengah-setengah. Jujur sebagai suami maka selalu
menjauhi dosa dan memberikan nafkah secara halal dan maksimal. Jujur sebagai istri maka selalu menjaga kehormatan diri dan harta
suami dan benar-benar menjadi tempat berteduh bagi suami. Jujur sebagai pemimpin maka selalu menjunjung tinggi asa musyawarah
dan bekerja keras untuk menegakkan keadilan dan memastikan kesejahtraan rakyatnya.
Bila kejujuran seperti tersebut di atas terwujud, banyak hikmah yang akan dipetik. Pertama, jujur akan mengantarkan ke surga.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke
surga … dan sungguh kebohongan akan mengatarkan kepada dosa, dan dosa akan mengantarkan kepada neraka .…” (HR Bukhari-
Muslim).
Berdasarkan ini, jelas bahwa tidak mungkin kebaikan akan datang jika manusia yang berkumpul di dalamnya adalah para
pembohong dan pendusta. Bila di tengah mereka menyebar kebohongan maka otomatis dosa akan semakin merajalela. Bila dosa
merajalela maka jamainanya adalah neraka.
Kedua, jujur akan melahirkan ketenangan. Rasulullah SAW bersabda, “… maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan
kebohongan adalah keraguan .…” (HR Turmidzi). Orang yang selalu jujur akan selalu tenang, sebab ia selalu membawa kebenaran.
Sebaliknya, para pembohong selalu membawa kebusukan dan kebusukan itu membawa kegelisahan akibat kebusukannya. Ia akan
selalu dihantui dengan kebohongannya dan takut hal itu akan terbongkar. Dan, bila seorang pembohong seperti ini menjadi
pemimpin maka ia tidak akan sempat mengurus rakyatnya, karena ia sibuk menyembunyikan kebusukan dalam dirinya.
46
Ketiga, jujur disukai semua manusia. Abu Sofyan pernah ditanya oleh Heraklius mengenai dakwah Rasulullah SAW. Abu Sofyan
menjelaskan bahwa di antara dakwahnya adalah mengajak berbuat jujur. (HR Bukhari-Muslim).
Rasulullah SAW terkenal sebagai manusia yang paling jujur. Bahkan, sebelum kedatangan Islam, beliau sudah masyhur sebagai
orang yang jujur. Orang-orang kafir Makkah pun mengakui kejujuran Rasulullah SAW, sekalipun mereka tidak beriman. Bahkan,
mereka memberi gelar al-Amin (orang yang tepercaya) kepada Rasulullah. Selain itu, mereka juga selalu menitipkan barang berharga
kepada Rasul SAW.
Keempat, jujur akan mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memohon dengan jujur
untuk mati syahid, (maka ketika ia wafat) ia akan tergolong syuhada sekalipun mati di atas kasurnya.” (HR Muslim).
Dan kelima, jujur akan mengantarkan pada keberkahan. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa seorang pembeli dan
pedagang yang jujur dalam melakukan transaksi perdagangannya maka ia akan diberkahi oleh Allah. Sebaliknya, jika menipu maka
Allah akan mencabut keberkahan dagangannya. (HR Bukhari Muslim). Wallahu a’lam.
Redaktur: Heri Ruslan
Dari Siti ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: Sesungguhnya Aku telah berjanji dengan Dzat-Ku
terhadap hamba-Ku, bahwa apabila dia menunaikan shalat tepat pada waktunya, niscaya Aku tidak akan menyiksanya, dan bahwa
Aku akan memasukkannya ke dalam surga tanpa hisab lagi." ( HR. Hakim)
Topik : Tanggung Jawab
Sub Topik : Tanggung Jawab Siswa
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1. Siswa dapat mengetahui
II. Materi : Tanggung Jawab
III.Uraian materi : Tanggung Jawab Siswa
Anda mempunyai tanggung jawab pribadi jika anda percaya bahwa hasil yang anda dapat atau peroleh berasal dari perbuatan, serta
faktor-faktor dari dalam diri anda sendiri. Misalnya keberhasilan anda dalam ujian masuk ke perguruan tinggi bukan faktor
keberuntungan atau koneksi. Atau Nilai raport yang anda dapatkan bukan karena keberuntungan atau karena kasih sayang guru. Jika
hasil perbuatan bukan disebabkan oleh tindak perbuatan sendiri atau faktor-faktor yang berada dalam lingkungan, kesempatan dan
sebagainya maka anda akan tidak merasa bertanggung jawab secara pribadi.
Mengapa demikian? Karena ada sebagian siswa yang berharap dapat nilai bagus karena keberuntungan bukan karena kesungguhan
dalam belajar. Misalnya dapat contekan atau keberuntungan saat menjawab dengan pensil2b yang tidak usah pusing mikir juga sudah
bisa jawab yaitu tinggal membulatkan lembar jawab komputer(LJK).
Yang akan blogger bahas di sini adalah tanggung jawab pribadi bukan tanggung jawab jabatan atau secara khusus tapi tanggung
jawab pribadi secara umum sebagai manusia. Apakah anda seorang siswa, mahasiswa, karyawan, guru, dosen, pejabat manajer dan
seterusnya tentu akan memiliki tanggung jawab yang berbeda misalkan siswa dan guru memiliki tanggung jawab yang berbeda
karena hak dan kewajiban juga berbeda. Tetapi untuk tanggung jawab pribadi sepertinya sama serta bisa terlihat apakah orang itu
termasuk orang yang bertanggung jawab atau tidak.
Apa perbedaan dari orang yang punya tanggung jawab pribadi dan yang tidak bertanggung jawab? Jawabannya dapat dilihat dati
tingkah lakunya karena tingkah laku manusia akan menunjukan rasa tanggung jawab seseorang. Tingkah laku juga memperlihatkan
47
karakter baik atau buruk orang yang kurang tanggung jawab secara pribadi termasuk yang berkarakter buruk serta yang memiliki
tanggung jawab secara pribadi memiliki karakter baik.
Tanggung jawab pribadi yang merupakan bagian dari karakter seseorang bisa dilatih dan di bina misalnya seorang anak dibina dan
dilatih oleh orang tuanya. Siswa oleh gurunya kalau karyawan dibina oleh atasan, bila guru oleh kepala sekolah bila anda tentara di
bina oleh komandan dan seterusnya.
Secara umum orang yang bertanggung jawab pribadi bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut
Mengerjakan setiap pekerjaan yang diberikan atau dibebankan kepadanya misalkan pekerjaaan rumah atau pe-er
Dalam bekerja selalu berusaha dengan hasil yang terbaik sebagai contoh seorang siswa ada yang mengerjakan tugas pe-er
dengan hasil sebaik mungkin bila tidak bisa akan berusaha bertanya tapi ada juga yang mengerjakan asal jadi saja
Bila ada hal-hal yang salah berarti dirinya yang bersalah bukan karena orang lain atau karena keadaan. Segala kesalahan
yang terjadi dengan pikiran positif akan dipandang dengan penuh optimis untuk perbaikan di masa yang akan datang
Secara umum orang yang kurang bertanggung jawab pribadi bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut
Selalu santai dalam tiap keadaan
Sering tidak mengerjakan pekerjaan sampai tuntas
Bila ada hal-hal terjadi kesalahan selalu menyalahkan orang lain atau keadaan lingkungan sikap pesimis akan selalu keluar
dari ucapan-ucapan serta mempengaruhi tingkah laku keseharian.
Berkembangnya rasa tanggung jawab pribadi tersebut disebabkan berbagai faktor bisa faktor bawaan sejak kecil, faktor lingkungan
serta pendidikan baik itu pendidikan formal atau non formal termasuk pendidikan oleh orang tua kandung sejak kecil maka hal yang
sangat penting untuk menanamkan tanggung jawab pribadi adalah contoh dari orang yang lebih baik baik itu orang tua di rumah atau
guru di sekolah.
Tanggung jawab siswa terhadap kegiatan kelompok
Wjs. Poerwodarminto mengartikan tanggung jawab dengan :“Keadaan menanggung segala sesuatunya (kalau ada sesuatu hal,
bolehdituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya), misalnya gajinyatidak sepadan dengan tanggung jawab yang dipikul”.
Berdasarkan kegiatan tanggung jawab sebagaimana tersebut diatas,maka dapat disimpulkan bahwa seorang siswa yang telah
sanggupbertanggung jawab berarti dia dapat bertindak dengan tepat tanpa bantuanorang lain, dia tidak ragu dalam mengambil
keputusan dan keputusan yangdiambilnya tidak salah tetapi benar.Dengan demikian,maka sifat tanggung jawab ini perlu dimilikioleh
seorang siswa dalam dalam kegiatan belajar kelompok, karena sifattanggung jawab ini bertujuan agar mereka dapat mengatur diri
sendiri,serta sanggup memberikan bantuan kepada sesama temannya. Dan salahsatu cara menanamkan sifat tanggung jawab ini
adalah dengan memberiterlebih dahulu tugas-tugas yang ringan, sederhana dan sesuai denganunsur serta kesanggupannya. Hal ini
sesuai dengan apa yang disabdakanNabi berkenaan dengan tanggung jawab, yaitu : Artinya : Dari Zuhri berkata : Salim
memberitakan kepadaku dariIbnu Umar, dia berkata : Saya telah mendengar Rasulullahsaw bersabda : Kamu semua adalah
pemimpin dan akanditanya tentang yang dipimpinnya, penguasa adalahpemimpin dan akan ditanya dengan apa yang dipimpinnyadan
seorang laki-laki adalah pemimpin dan akan ditanyatentang apa yang dipimpinnya.Ada beberapa aspek dalam aktifitas belajar
kelompok ini yangselanjutnya dijadikan indikator dalam penelitian ini, yaitu :1) Memelihara kesatuan kelompokKesatuan kelompok
memegang peranan penting dalammempengaruhi anggotanya berbuat, kesatuan ini berhubungan dengankomunikasi, perubahan sifat
dan pendapat. Dan kesatuan kelompokdapat dimajukan dengan menolong kelompok agar menyadarihubungan mereka satu dengan
yang lainnya adalah alat pemersatusebagaimana dikatakan oleh Made Pidarta sebagai berikut :Mengembangkan kesatuan dan
kerjasama membutukanwaktu panjang, proses ini dapat dimulai dengan menolong anakmengerti kelompoknya, lingkungan dan
tugas-tugas merekasebagi hal yang menarik dan menyenangkan Oleh karena itu dalam memelihara keakraban atau
kesatuankelompok dapat ditentukan oleh beberapa faktor :1.
Meningkatkan kesadaran bahwa kebutuhan individu dapatterpenuhi dengan memfungsikannya di dalam kelompok2. Menekankan
bahwa hasil belajar dapat diperoleh melaluipenerimaan oleh kelompok.3. Menekankan potensi kelompok untuk
mempersyaratkanprestise individu4. Menggunakan tehnik kerjasama 2) Menjaga semangat dan kebanggaan kelompokDengan
menjaga semangat kebanggan kelompoknya akandapat menciptakan arah perilakunya sendiri, serta cara menyelesaikanproblem
dalam kelas, proses interaksi ini biasanya sukses dalammemperbaiki fungsi dan interaksi kelompok, yang nantinya akanberkembang
kesenangan pada kelompok, sebagaimana dikatakan olehMade Pidarta :Bila kelompok kelas mengembangkan lingkungan
danantusias dan mulai merasa bangga terhadap kemampuanmereka, anggota kelompok yang setengah-setengah mulaimengikuti
usaha kelompok tersebut itu. Jadi situasi dan kondisimembuat anak bertindak tertentu, kegagalan bertinda bukandisebabkan
kekurangan individu, tetapi karena kegagalanrencana, penciptaan kondisi yang membutuhkan revisi.3) Pengadaan fasilitas yang
48
membantu kerja kelompokDengan menyediakan fasilitas dalam kegiatan belajarkelompok adalah merupakan salah satu faktor
penunjang dalam mencapai keberhasilan kelompok, sebagaimana dikatakan oleh KartiniKatono :Yang dimaksud dengan fasilitas
adalah alat tuli, bukutulis, buku pelajaran dan tempat untuk belajar dan setiap anakmembutuhkan fasilitas tersebut yang nantinya
dapatmendorong untuk lebih giat dalam belajar, sehingga anak dapatmeningkatkan prestasi belajarnya.Dengan demikian kegiatan
belajar kelompok ini akan dapatberjalan dengan adanya fasilitas yang membantu kelancaran kerjakelompok, sehingga apa yag
menjadi harapan dan tujuan dari belajarkelompok itu sendiri dapat segera terwujudkan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2202983-tanggung-jawab-siswa-terhadap-kegiatan/#ixzz20tGf1Akw
Tanggungjawab seorang siswa
Tanggungjawab mungkin bisa diartikan sebagai konsekuensi yang harus diterima atau dijalankan terhadap apa
yang sudah dilakukan atau dijalani. Kita sering mendengar kata “lepas tanggungjawab” artinya tidak mau
mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan (lempar batu sembunyi tangan). Ada tihal penting yang
harus dipahami dan dijalankan oleh seorang siswa atau pelajar berkenaan dengan tanggungjawab.
1. Tanggungjawab sebagai seorang pelajar/siswa
Setiap siswa harus menanamkan rasa tanggungjawab pada diri masing-masing. tanggungjawab siswa sebagai pelajar adalah belajar
dengan baik, mengerjakan tugas sekolah yang sudah diberikan kepadanya, disiplin dalam menjalani tata tertib sekolah. Artinya
setiap siswa wajib dan mutlak melaksanakan tanggungjawab tersebut tanpa terkecuali. Tap kenyataannya banyak siswa yang merasa
terbebani dengan kewajiban mereka sebagai pelajar. siswa berangkat ke sekolah tidak lagi untuk tujuan belajar, akan tetapi dijadikan
sebagai ajang untuk ketemu, kumpul dengan teman-teman, ngobrol dan lain sebagainya. sementara tugas sejatinya untuk belajar dan
menimba ilmu sudah bukan lagi menjadi pokok. tapi ini realita dan potret siswa masa kini. selalu menginginkan sesuatu tanpa
bersusah payah. menyerah sebelum berjuang, kalah sebelum bertanding.
2. Tanggungjawab sebagai seorang anak
Banyak siswa tidak menyadari atau menyadari tapi tidak mau melakukan penyadaran diri, bahwa orangtua tidak menginginkan
banyak hal pada dirinya. hanya satu yang diinginkan oleh orangtua yaitu anak saya bisa bersekolah, belajar dengan baik dan kelak
lulus mempunyai kehidupan lebih baik dari orangtuanya. sekali lagi, hanya itu wahai para siswa tercinta. Tidak kah kita pernah
membayangkan, bagaimana orangtua membanting tulang mencari biaya untuk kita bersekolah. tidak pernah terbersit sedikit-pun
dalam benak mereka agar kalian mengganti apa yang sudah diberikan. Tidak kah pernah kita pikirkan, bagaimana orangtua kita
memutar otak untuk kita, tapi apa balasan yang kita berikan. semuanya kita balas dengan kemalasan dan kebohongan. kita malas
bersekolah, berbohong ke sekolah tapi tidak sampai. sekali lagi inilah potret siswa masa kini (walaupun tidak semua)
3. Tanggungjawab sebagai seorang hamba
Sudahkah kita menjalankan kewajiban kita sebagai orang yang beragama. Banyak diantara kita yang mampu secara akademis,
tercukupi dari segi materi tapi jiwanya kosong karena tidak tersentuh oleh nilai-nilai ibadah. Untukmu para siswa, jalankan
kewajiban sebagai umat, jangan banyak meminta tapi mengabaikan tugasmu sebagai seorang hamba. Kita mendekatkan diri pada-
Nya manakala kita berada pada kondisi terjepit dalam kehidupan. Bayangkan betapa indahnya hidup kita seandainya ketiga
tanggungjawab ini seiring sejalan atau saling terintegrasi. Insya Allah akan terbentuk siswa-siswa yang cerdas akademik dan pribadi
yang sholeh sehingga pada akhirnya akan lahir generasi penerus yang membanggakan.
5 Tanggung Jawab Seorang Pelajar
Pelajar memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk belajar, dan juga tujuan belajar untuk memberikan ilmu
kepada pelajar. Tanpa kita sadari terutama kaum pelajar, apa tanggung jawab seorang pelajar itu? Banyak,
misalnya belajar dan masih banyak lagi. Ingin tahu tanggung jawab seorang pelajar? Berikut 5 Tanggung Jawab
Seorang Pelajar:
1. Belajar
Seorang pelajar pasti tidak akan jauh dari belajar, sebab belajar merupakan tanggung jawab seorang pelajar. Dengan kita belajar kita
sudah mempelajari pelajaran di sekolah. Biasanya bila ada seorang pelajar yang ingin melaksanakan semacam ulangan, Ujian
Nasional (UN) bahkan Ulangan Tengah Semester (UTS) pasti mereka belajar, padahal belajar tidak hanya dilakukan hanya setiap
ingin ulangan atau lainnya harus setiap hari supaya kita bisa mempelajari materi pelajaran secara maksimal.
49
2. Mengerjakan PR
Ini merupakan tanggung jawab seorang pelajar setelah belajar yaitu mengerjakan PR. Pelajar biasanya sangat tidak menyukai PR
yang di berikan oleh guru di sekolah, padahal mengerjakan PR di rumah itu sangat bermanfaat. Misalnya, bisa membuat kamu
memahami soal yang diberikan oleh guru tersebut dan mampu mengerjakannya dengan bantuan teman kamu yang bisa maka kamu
pasti bisa.
3. Melaksanakan Jadwal Piket
Melaksanakan jadwal piket merupakan contoh tanggung jawab seorang pelajar di sekolah, mereka di sekolah sudah ditugaskan
masing-masing piket setiap harinya (Misalnya: Si A piket hari Rabu dan Si B piket hari Sabtu). Biasanya pelajar melaksanakan piket
berupa menyapu halaman kelas, membuang sampah, mengepel lantai, membersihkan selokan kelas dan masih banyak lagi.
Ini harus dilakukan oleh para pelajar di sekolah bertujuan untuk berpartisipasi dalam membersihkan lingkungan kelas dan sekolah
dan kebersamaan. Percuma kita sekolah bila kita tidak mau melaksanakan piket.
4. Melakukan Upacara Bendera
Ini adalah salah satu tanggung jawab seorang pelajar yang tidak asing lagi, pelajar harus mengikuti upacara bendera di sekolahnya.
Biasanya para pelajar pada hari Senin berangkat pagi-pagi sekali sehingga sewaktu datang ke sekolah pelajar tersebut tidak terlambat
dan bisa mengikuti upacara bendera.
5. Berbuat Baik Kepada Guru dan Teman di Sekolah
Ini dia tanggung jawab seorang pelajar yang terakhir yaitu berbuat baik kepada guru dan teman di sekolah, guru sebagai orang tua
kedua kita di sekolah harus berbuat baik dan sopan sebagaimana guru telah berbakti kepada negara yang telah rela mengajar materi
kepada kita terutama kaum pelajar. Kita juga harus berbuat baik kepada teman kita di sekolah, sebagaimana teman kita di sekolah
yang sering membantu kita di sekolah. Berbuat baiklah dan sopan kepada guru dan teman kita di sekolah.
Sumber: Panji Ploembond
MATERI : PELAJAR YANG BERTANGGUNG JAWAB .
PENDAHULUAN
Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak.Tanggung jawab
merupakan perbuatan yang sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,karena tanpa tanggung jawab,maka semuanya akan
menjadi kacau.Contohnya saja adalah jika seorang ayah tidak melakukan tanggung jawabnya mencari nafkah,maka keluarganya akan
sengsara. Bagaimanapun juga tanggung jawab menjadi nomor satu di dalam kehidupan seseorang.Dengan kita bertanggung
jawab,kita akan dipercaya orang lain,selalu tepat melaksanakan sesuatu,mendapatkan hak dengan wajarnya. Seringkali orang tidak
melakukan tanggung jawabnya,mungkin di sebabkan oleh hal hal yang membuat orang itu lebih memilih melakukan hal di luar
tanggung jawabnya.Sebagai contohnya,seorang pelajar mempunyai tanggung jawab belajar,sekolah,tapi karena ada game/ajakan
teman yang tidak baik untuk bolos sekolah,maka seorang anak itu bisa saja melalaikan tanggung jawabnya untuk bermain/bolos
sekolah. Jika kita melalaikan tanggung jawab,maka kualitas dari diri kita mungkin akan rendah.Maka itu,tanggung jawab adalah
suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan,karena tanggung jawab menyangkut orang lain dan terlebih diri kita.
1. Tanggungjawab sebagai seorang pelajar/siswa
Setiap siswa yang diinginkan Tuhan adalah yang harus menanamkan rasa tanggungjawab pada diri masing-masing. tanggungjawab
siswa sebagai pelajar adalah belajar dengan baik, mengerjakan tugas sekolah yang sudah diberikan kepadanya, disiplin dalam
menjalani tata tertib sekolah. Artinya setiap siswa wajib dan mutlak melaksanakan tanggungjawab tersebut tanpa terkecuali. Tap
kenyataannya banyak siswa yang merasa terbebani dengan kewajiban mereka sebagai pelajar. siswa berangkat ke sekolah tidak lagi
untuk tujuan belajar, akan tetapi dijadikan sebagai ajang untuk ketemu, kumpul dengan teman-teman, ngobrol dan lain sebagainya.
sementara tugas sejatinya untuk belajar dan menimba ilmu sudah bukan lagi menjadi pokok. tapi ini realita dan potret siswa masa
kini. selalu menginginkan sesuatu tanpa bersusah payah. menyerah sebelum berjuang, kalah sebelum bertanding.
Contoh-contoh pelajar yang bertanggung jawab
1 tidak terlambat dating kesekolaj
2 tidak keluar sekolah sebulum jam pelajaran berakhir (bolos)
3 tidak menyontek
5 berpakaian & berpenampilan rapi
"Pelajar" yang baik dan bertanggung jawab antara lain:
Pelajar yang mau untuk berusaha dengan keras untuk menjadi lebih baik
Pelajar yang baik mau untuk berpatisipasi dalam segala hal yang positif
50
Pelajar yang baik tidak pernah mengedepankan hak pribadi
Pelajar yang baik mau untuk berbagi dalam sesama dalam hal yang membangun
- Anak-anak Tuhan yang Ia inginkan adalah anak yang rajin dan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan . Seperti dalam hal
belajar Tuhan menginginkan anak-anaknya bertanggung jawab juga dengan tugas-tugas dan kewajiban yang harus di lakukan .
Kewajiban
dan
Tanggung Jawab ?
AKU
sebagai Anak
memiliki Hak lantas siapa yang
akan menjaga, melindungi dan
memenuhi hak-hak itu?
Pemegang Kewajiban adalah Negara
Maksudnya adalah pihak yang diberi
kekuasaan untuk menjalankan
pemerintahan dan mengatur
kehidupan masyarakat mengubah
Undang-undang dan peraturan hukum
serta mengawasi pelaksanannya.
Mereka adalah:
Pemerintah
DPR/D
Kehakiman
Kewajibannya adalah: Menghargai
Artinya adalah
Negara tidak boleh
melanggar hak-hakKu
UU No. 23/2002
Artinya:
negara membuat
peraturan-peraturan yang
melindungi aku dari ancaman
bahaya
Melindungi
Memenuhi
Artinya:
Negara harus membuat
program-program agar
hak-hakKu dapat
terpenuhi
Negara juga
berkewajiban
menyebarluaskan
pengetahuan tentang
hak-hakKU kepada semua
orang melalui
berbagai cara
Apabila Negara tidak
51
menjalankan kewajibannya
maka Negara telah
melakukan Pelanggaran!
Sedangkan pihak yang
bertanggung jawab
adalah orang tua dan masyarakat
Mereka juga harus ikut
menjaga, memelihara dan
memenuhi hak-hak yang
AKU miliki
Tanpa keterlibatan
orangtua dan masyarakat
maka penegakan
hak-hak KU tidak bisa
berjalan baik.
Penutup
Apa yang AKU katakan
merupakan ringkasan dari KHA.
Ingin tahu lebih dalam?
Janganlah ragu baca KHA
KHA berisi 54 pasal.
Oleh Komite Hak Anak PBB
dikelompokkan menjadi 8, yaitu:
1. Langkah-langkah Pelaksanaan Umum
2. Pengertian tentang Anak
3. Prinsip-prinsip Dasar
4. Hak dan kemerdekaan sipil
5. Lingkungan keluarga dan pengasuhan
pengganti
6. Kesehatan dan kesejahteraan dasar
7. Pendidikan, waktu luang dan kegiatan
budaya
8. Perlindungan khusus
Dengan adanya KHA,
memang tidak berarti
keadaan anak secara tiba-tiba akan
berubah baik
AKU sadar
bahwa dalam kenyataannya
banyak anak-anak yang belum
terpenuhi atau justru
terlanggar hak-haknya.
Masih ada berbagai keadaan buruk
yang dialami anak
Namun, KHA dapat menjadi
dasar bagi semua pihak melakukan
sesuatu yang terbaik bagi anak,
yang harus diperjuangkan secara
terus menerus
52
Manusia Dan Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser
oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut
semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan
diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi
tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani
kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda:
"Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu."
Dalam wacana keislaman, tanggung jawab adalah tanggung jawab personal. Seorang muslim tidak akan dibebani
tanggung jawab orang lain. Allah berfirman: "Setiap jiwa adalah barang gadai bagi apa yang ia kerjakan." Dan setiap
pojok dari ruang kehidupan tidak akan lepas dari tanggung jawab. Kullukum râ'in wa kullukum mas'ûlun 'an Ro‘iyyatih.....
Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia
harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum.
Rasulullah bersabda: "Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk
apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia
gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan."
Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama
bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan
kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya
dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan
tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita.
Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.
Ada sebagian orang yang berkata bahwa kesalahan-kesalahan yang ia lakukan adalah takdir yang telah ditentukan
Tuhan kepadanya. Dan dia tidak bisa menolaknya. Satu misal sejarah; suatu ketika di masa Umar bin Khattab, seorang
pencuri tertangkap dan kemudian dibawa ke hadapan khalifah. Beliau bertanya: "Mengapa kamu mencuri?", pencuri itu
menjawab "Ini adalah takdir. Saya tidak bisa menolaknya." Khalifah Umar kemudian menyuruh sahabat-sahabat untuk
menjilidnya 30 kali. Para sahabat heran dan bertanya "Mengapa dijilid? bukankah itu menyalahi aturan?" Khlaifah
menjawab "Karena ia telah berdusta kepada Allah."
Seorang muslim tidak boleh melepas tangan (menghindar dari tanggung jawab) dengan beralasan bahwa kesalahan
yang ia kerjakan adalah takdir yang ditentukan Allah kepadanya. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Allah hanya
menentukan suratan ulisan) tentang apa yang akan dikerjakan manusia berdasarkan keinginan mereka yang merdeka,
tidak ada paksaan. Dari sinilah manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari hal
yang sangat kecil sampai yang paling besar. "Barang siap yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan
melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula" (al
Zalzalah 7-8).
Topik : Norma-Norma Agama
Sub Topik : Norma-Norma yang Berlaku dalam kehidupan Bermasyarakat,
Berbangsa dan Bernegara
1. Jenis Layanan : Layanan Pembelajaran
2. Bidang Bimbingan : Bimbingan Pribadi
3.Jenis Layanan : Informasi
4.Fungsi Layanan : Pemahaman,dan Pencegahan
5. K e l a s/semester : VII /dua
6. Waktu : 2 x 45 menit
53
==========================================================================
I. Tujuan khusus pelayanan
1. Siswa dapat mengetahui
II. Materi : Norma-Norma Agama
III.Uraian materi : Norma-Norma yang Berlaku dalam kehidupan Bermasyarakat,
Berbangsa dan Bernegara
Dalam kehidupan sehari - hari, individu atau kelompok lainnya. Jadi setiap manusia, baik sebagai individu atau anggota masyarakat
selalu membutuhkan bantuan orang lain. Dalam interaksi sosial tersebut, setiap individu bertindak sesuai dengan kedudukan, status
sosial, dan peran yang mereka masing - masing. Tindakan manusia dalam interaksi sosial itu senantiasa di dasari oleh nilai dan
norma yang berlaku di masyarakat.
Dalam pembelajaran ini kalian akan mempelajari tentang norma - norma yang
berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setelah
pembelajaran ini kalian diharapkan mampu :
mendeskripsikan hakikat norma - norma, kebiasaan, adat istiadat dan
peraturan yang berlaku dalam masyarakat;
menjelaskan arti penting hukum bagi masyarakat; dan
Hakikat Norma, Kebiasaan, Adat Istiadat dan Peraturan Dalam Masyarakat
Manusia, Masyarakat, dan Ketertiban
Manusia dilahirkan dan hidup tidak terpisahkan satu sama lain, melainkan berkelompok. Hidup berkelompok ini merupakan kodrat
manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu juga untuk mempertahankan hidupnya, baik terhadap bahaya dari dalam maupun
yang datang dari luar. Setiap manusia akan terdorong melakukan berbagai usaha untuk menghindari atau melawan dan mengatasi
bahaya - bahaya itu.
Dalam hidup berkelompok itu terjadilah interaksi antar manusia. Kalian juga senantiasa mengadakan interaksi dengan teman - teman
kalian, bukan? Interaksi yang kalian lakukan pasti ada kepentingannya, sehingga bertemulah dua atau lebih kepentingan. Pertemuan
kepentingan tersebut disebut “kontak“. Menurut Surojo Wignjodipuro, ada dua macam kontak, yaitu :
1. Kontak yang menyenangkan, yaitu jika kepentingan-kepentinganyang bertemu saling memenuhi. Misalnya, penjual bertemu
dengan pembeli.
2. Kontak yang tidak menyenangkan, yaitu jika kepentingan - kepentingan yang bertemu bersaingan atau berlawanan.
Misalnya, pelamar yang bertemu dengan pelamar yang lain, pemilik barang bertemu dengan pencuri.
Mengingat banyaknya kepentingan, terlebih kepentingan antar pribadi, tidak mustahil terjadi konflik antar sesama manusia, karena
kepentingannya saling bertentangan. Agar kepentingan pribadi tidak terganggu dan setiap orang merasa merasa aman, maka setiap
bentuk gangguan terhadap kepentingan harus dicegah. Manusia selalu berusaha agar tatanan masyarakat dalam keadaan tertib, aman,
dan damai, yang menjamin kelangsungan hidupnya.
Sebagai manusia yang menuntut jaminan kelangsungan hidupnya, harus diingat pula manusia adalah mahluk
sosial. Menurut Aristoteles, manusia itu adalah Zoon Politikon, yang dijelaskan lebih lanjut oleh Hans
Kelsen “man is a social and politcal being” artinya manusia itu adalah makhluk sosial yang dikodratkan
hidup dalam kebersamaan dengan sesamanya dalam masyarakat, dan mahluk yang terbawa oleh kodrat
sebagai makhluk sosial itu selalu berorganisasi.
54
Kehidupan dalam kebersamaan(ko-eksistensi)berarti adanya hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.
Hubungan yang dimaksud dengan hubungan sosial (social relation) atau relasi sosial. Yang dimaksud hubungan sosial adalah
hubungan antar subjek yang saling menyadari kehadirannya masing - masing. Dalam hubungan sosial itu selalu terjadi interaksi
sosial yang mewujudkan jaringan relasi - relasi sosial (a web of social relationship) yang disebut sebagai masyarakat. Dinamika
kehidupan masyarakat menuntut cara berperilaku antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu ketertiban.
Ketertiban didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat berlain - lainan karena norma - norma yang mendukung masing - masing
tatanan mempunyai sifat yang tidak sama. Oleh karena itu, dalam masyarakat yang teratur setiap manusia sebagai anggota
masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat.
Pengertian Norma, Kebiasaan, Adat Istiadat dan Peraturan
Setiap individu dalam kehidupan sehari - hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Interaksi sosial mereka
juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tentram dan
damai tanpa gangguan, maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup,
sehingga kepentingan masing - masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban
masing - masing. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran -
ukuran.
Norma - norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud : perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud
perintah dan larangan menurut isi norma tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena
akibat - akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena
akibat - akibatnya dipandang tidak baik. Ada bermacam - macam norma yang berlaku di masyarakat. Macam - macam norma yang
telah dikenal luas ada empat, yaitu:
Norma Agama
Peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah - perintah, larangan - larangan dan ajaran - ajaran yang bersumber dari
Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di
akhirat. Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
1. “Kamu dilarang membunuh”.
2. “Kamu dilarang mencuri”.
3. “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
4. “Kamu harus beribadah”.
5. “Kamu jangan menipu”.
Norma Kesusilaan
Peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang
berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia. Contoh norma ini
diantaranya ialah :
1. “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
2. “Kamu harus berlaku jujur”.
3. “Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia”.
4. “Kamu dilarang membunuh sesama manusia”.
Norma Kesopanan
Norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing - masing anggota
masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma
ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau
kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma
kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi
segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak
demikian. Contoh norma ini diantaranya ialah :
55
1. “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain - lain, terutama wanita yang tua, hamil atau
membawa bayi”.
2. “Jangan makan sambil berbicara”.
3. “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat” dan.
4. “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”.
Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat
diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan
oleh pemerintah. Kebiasaan adalah tingkah laku dalam masyarakat
yang dilakukan berulang - ulang mengenai sesuatu hal yang sama,
yang dianggap sebagai aturan hidup. Kebiasaan dalam masyarakat
sering disamakan dengan adat istiadat.
Adat istiadat adalah kebiasaan - kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada
pula yang menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun Pada umumnya adat istiadat merupakan
tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun, sedangkan
kebiasaan tidak merupakan tradisi rakyat.
Norma Hukum
Peraturan - peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat
dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat - alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang - undangan, yurisprudensi,
kebiasaan, doktrin, dan agama. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman
hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan - peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh
kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah :
1. “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setinggi
- tingginya 15 tahun”.
2. “Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”, misalnya jual beli.
3. “Dilarang mengganggu ketertiban umum”.
Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang - undangan. Perundang - undangan
baik yang sifatnya nasional maupun peraturan daerah dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnys. Oleh
karena itu, norma hukum sangat mengikat bagi warga negara.
Hubungan Antar-Norma
Kehidupan manusia dalam bermasyarakat, selain diatur oleh hukum juga diatur oleh norma - norma agama, kesusilaan, dan
kesopanan, serta kaidah - kaidah lainnya. Kaidah - kaidah sosial itu mengikat dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana
kaidah itu berlaku. Hubungan antara hukum dan kaidah - kaidah sosial lainnya itu saling mengisi. Artinya kaidah sosial mengatur
kehidupan manusia dalam masyarakat dalam hal - hal hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, juga saling memperkuat.
Suatu kaidah hukum, misalnya “kamu tidak boleh membunuh” diperkuat oleh kaidah sosial lainnya. Kaidah agama, kesusilaan, dan
adat juga berisi suruhan yang sama.
Dengan demikian, tanpa adanya kaidah hukum pun dalam masyarakat sudah ada larangan untuk membunuh sesamanya. Hal yang
sama juga berlaku untuk “pencurian”, “penipuan”, dan lain - lain pelanggaran hukum. Hubungan antara norma agama, kesusilaan,
kesopanan dan hukum yang tidak dapat dipisahkan itu dibedakan karena masing - masing memiliki sumber yang berlainan. Norma
Agama sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Norma kesusilaan sumbernya suara hati (insan kamil). Norma
kesopanan sumbernya keyakinan masyarakat yang bersangkutan dan norma hukum sumbernya peraturan perundang - undangan.
Hakikat dan Arti Penting Hukum Bagi Warga Negara''
Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum
Hukum adalah himpunan petunjuk hidup (perintah - perintah dan larangan - larangan) yang mengatur tata tertib dalam masyarakat
yang seharusnya ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. Oleh karena itu, pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan
56
tindakan oleh pemerintah/penguasa. Untuk lebih memudahkan batasan pengertian hukum, perlu kalian ketahui unsur - unsur dan ciri
- ciri hukum, yaitu :'
Unsur - unsur hukum di antaranya ialah :
1. Peraturan mengenai tingkah laku dalam pergaulan masyarakat;
2. Peraturan itu diadakan oleh badan - badan resmi yang berwajib;
3. Peraturan itu pada umumnya bersifat memaksa, dan
4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas.
Ciri - ciri hukum yaitu :
1. Adanya perintah dan/atau larangan
2. Perintah dan/atau larangan itu harus ditaati setiap orang.
Tujuan Hukum. Secara umum tujuan hukum dirumuskan sebagai berikut:
1. Untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan adil.
2. Untuk menjaga kepentingan tiap manusia supaya kepentingan itu tidak dapat diganggu.
3. Untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan manusia.
Kalian dapat bayangkan, bagaimana kalau dalam masyarakat dan negara tidak ada atau tidak berlaku hukum. Apa yang akan terjadi?
Hukum sangat penting bagi setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pertanyaan mengenai apa fungsi hukum itu
dapat dikembalikan pada pertanyaan dasar : Apakah tujuan hukum itu ? Tujuan pokok dari hukum adalah terciptanya ketertiban
dalam masyarakat. Ketertiban adalah tujuan pokok dari hukum. Ketertiban merupakan syarat pokok (fundamental) bagi adanya suatu
masyarakat manusia di manapun juga.
Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat diperlukan adanya kepastian hukum dalam pergaulanantar manusia dalam masyarakat.
Tanpa kepastian hukum dan ketertiban masyarakat, manusia tidak mungkin mengembangkan bakat - bakat dan kemampuan yang
diberikan Tuhan kepadanya secara optimal. Dengan demikian, tujuan hukum adalah terpelihara dan terjaminnya kepastian dan
ketertiban. Selain itu, menurut Mochtar Kusumaatmadja, tujuan lain dari hukum adalah tercapainya keadilan. Namun, keadilan itu
sering dipahami secara berbeda - beda isi dan ukurannya, menurut masyarakat dan zamannya.
Pembagian Hukum
Hukum menurut bentuknya dibedakan antara hukum tertulis dan hukum tak tertulis. Hukum Tertulis, yaitu hukum yang dicantumkan
dalam berbagai peraturan perundangan. Sedangkan Hukum Tak Tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan dalam
masyarakat tetapi tidak tertulis (disebut hukum kebiasaan). Apabila dilihat menurut isinya, hukum dapat dibagi dalam Hukum Privat
dan Hukum Publik. Hukum Privat (Hukum Sipil), yaitu hukum yang mengatur hubungan - hubungan antara orang yang satu dengan
orang yang lain, dengan menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan, misal Hukum Perdata. Adapun Hukum Publik (Hukum
Negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat - alat perlengkapan atau hubungan antara Negara dengan
perseorangan (warga negara).
Hukum Publik
1. Hukum Tata Negara, yaitu hukum yang mengatur bentuk dan susunan pemerintahan suatu negara serta hubungan kekuasaan
antara alat - alat perlengkapannya satu sama lain, dan hubungan antara Negara (Pemerintah Pusat) dengan bagian - bagian
negara (daerah - daerah swantantra).
2. Hukum Administrasi Negara Hukum Tata Usaha Negara atau Hukum Tata Pemerintahan), yaitu hukum yang mengatur cara
- cara menjalankan tugas (hak dan kewajiban) dari kekuasaan alat - alat perlengkapan negara.
3. Hukum Pidana (Pidana = hukuman), yaitu hukum yang mengatur perbuatanperbuatan apa yang dilarang dan memberikan
pidana kepada siapa yang melanggarnya serta mengatur bagaimana cara - cara mengajukan perkara - perkara ke muka
pengadilan.
4. Hukum Internasional, yang terdiri dari Hukum Perdata Internasional dan Hukum Publik Internasional. Hukum Perdata
Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum antara warga negarawarga negara sesuatu bangsa dengan
warga negara - warga negara dari negara lain dalam hubungan internasional.
Hukum Publik Internasional (Hukum Antara Negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara yang satu
dengan negara - negara yang lain dalam hubungan internasional.
57
Arti Penting Hukum Bagi Warga Negara
Kaji dengan seksama dan renungkan cerita berikut ini. Seorang pencuri tertangkap tangan, kemudian dipukuli beramai - ramai oleh
masyarakat setempat. Menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 1 ayat (3) Negara Indonesia adalah negara
hukum, artinya hukum menjadi panglima dan memiliki kedudukan utama Jadi tidak dibenarkan masyarakat menghakimi sendiri.
Pencuri tersebut harus diserahkan pada polisi untuk ditindak lebih lanjut, sesuai dengan proses hukum yang berlaku di Negara
Republik Indonesia. Bersalah atau tidaknya pencuri tersebut tergantung kepada keputusan hakim (Pengadilan). Tindakan tersebut
bertentangan dengan hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam pasal 28A, 28G dan 28I UUD Negara Republik Indonesia
Tahun1945, yaitu tentang “ Hak hidup, hak atas perlindungan diri dan hak untuk tidak disiksa.”
Apakah kalian sudah mempunyai KTP? Berapa umur kalian sekarang? Apakah kalian tahu arti kata penduduk? Penduduk adalah
seseorang yang tinggal di suatu tempat tertentu. Apakah semua penduduk yang tinggal di tempat tertentu juga merupakan warga
negara? Apakah yang dimaksud warga negara? Tidak semua penduduk adalah warga negara. Tidak semua orang yang tinggal dan
menetap di Indonesia adala warga negara Indonesia, karena ada pula warga negara lain. Menjadi warga negara berarti memiliki
ikatan dengan suatu
negara. Warga negara Indonesia adalah seseorang yang memiliki ikatan secara hukum dengan negara Indonesia.
Menurut Pasal 26 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi :
1. Yang menjadi warga negara ialah orang - orang bangsa Indonesia asli dan orang - orang bangsa lain yang disahkan dengan
Undang Undang sebagai warganegara.
2. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia
3. Hal - hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang - undang.
Yang dimaksud dengan undang - undang dalam Pasal 26 ayat 3 tersebut di atas adalah UU.RI No.12 Tahun 2006 Tentang
Kewarganegaraan Republik Indonesia. Dalam Pasal 1 ayat (1) dinyatakan bahwa : “Warga Negara adalah warga suatu negara yang
ditetapkan berdasarkan peraturan perundang - undangan”. Orang tersebut harus tunduk terhadap hukum yang berlaku di Indonesia
serta memiliki hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan hukum Indonesia dimana pun orang tersebut tinggal. Seorang yang hanya
menjadi penduduk memiliki ikatan karena dia tinggal di tempat tersebut. Orang tersebut memiliki hak dan kewajiban terkait dengan
tinggalnya di tempat tersebut. Hak tersebut, misalnya hak untuk mendapatkan perlindungan, tetapi dia tidak berhak untuk memilih
dan dipilih ditempat tinggalnya itu karena dia bukan warga negara.
Kewajibannya sebagai penduduk juga terbatas, misalnya wajib melaporkan diri dan wajib membayar pajak tertentu saja. Hak dan
kewajiban sebagai penduduk berakhir pada saat penduduk tersebut pindah tempat tinggal ke daerah lain atau negara lain. Misalnya,
Habiburrahman adalah Warga Negara Indonesia, yang tinggal di Mesir. Oleh karena itu Habiburrahman memiliki hak dan
kewajibansebagai penduduk Mesir. Hal tersebut akan berakhir, jika kemudian ia berpindah ke Singapura.
Hak dan kewajiban sebagai penduduk berakhir bersamaan dengan pindahnya seseorang ke tempat tinggal lain. Akan tetapi hak dan
kewajiban sebagai warga negara selalu ada dan melekat sepanjang tetap sebagai warga negara. Artinya hak dan kewajiban
Habiburrahman sebagai warga negara Indonesia tetap ada dan melekat sepanjang dia masih menjadi WNI, meskipun dia tinggal di
Mesir, Singapura, atau tempat lainya.
Warga negara Indonesia adalah orang - orang bangsa Indonesia asli atau orang asing yang disahkan menjadi warga negara
berdasarkan ketentuan undangundang. Yang dimaksud dengan “bangsa Indonesia asli” adalah orang Indonesia yang menjadi warga
Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri. Orang asing dapat
memperoleh status kewarganegaraan setelah memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan undang - undang. Orang asing yang ingin
menjadi warga negara Indonesia (naturalisasi) harus mengajukan permohonan kepada Presiden untuk menjadi warga negara
Indonesia dan memenuhi syarat tertentu. Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
1. Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah menikah ;
2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negar Republik Indonesia paling singkat 5 (lima)
tahun berturut - turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturut - turut ;
3. Sehat jasmani dan rohani ;
4. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia
tahun 1945 ;
5. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang di ancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun lebih ;
6. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi kewarganegaraan ganda ;
58
7. Mempunyai pekerjaan dan / atau berpenghasilan tetap ; dan
8. Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara.
Status sebagai warga negara Indonesia juga dapat hilang karena berbagai hal, diantaranya adalah memperoleh kewarganegaraan lain
karena kemauan sendiri, masuk dalam dinas tentara asing tanpa ijin terlebih dahulu dari presiden. Setiap warga negara mempunyai
hak dan kewajiban terhadap negaranya. Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 27 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun
1945, “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan
pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Sebaliknya, negara mempunyai kewajiban memberikan perlindungan terhadap warga
negaranya. Hal itu sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan
Korban.
Perbedaan norma agama,susila,kesopanan dan hukum
Perbedaan antara Norma Agama, Susila, Kesopanan dan Hukum
Oleh:Ahmadi Hasanuddin Dardiri
No mahasiswa:09410551
Dalam bermasyarakat sangat di perlukan sekali adanya kaidah-kaidah sosial yang di butuhkan dalam berintraksi dengan pribadi
maupun orang lain,kaidah-kaidah atau yang biasa di sebut dengan norma ini di bagi menjadi 2 bagian yaitu:
1.Norma yang berhubungan dengan aspek kehidupan pribadi yaitu:
a.Norma Agama
b.Norma Kesusilaan
2.Norma dengan aspek kehidupan antar pribadi yaitu:
a.Norma Kesopanan
b.Norma Hukum
Norma Agama
Norma agama merupakan norma yang mengatur setiap kehidupan manusia beriman yang mempercayai agama sebagai sebuah
ideologi hidupnya.sumber daripada norma agama ini adalah ajaran-ajaran atau kepercayaan manusia terhadap agama yang di anutnya
dan di anggap sebagai perintah dari tuhan.
Tuhan dari setiap agama yang mereka jadikan sebagai sebuah kepercayaan telah memberikan perin tah yang harus di ikuti oleh setiap
pengikutnya,contohnya antara lain ialah:
1.Agama Islam
Dan janganlah kalian mendekati zina;sesungguhnyazina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (Qs:al isra’:32).
2.Agama Kristen
Janganlah kamu berbuat zina (kitab keluaran 20:14
3.Agama Budha
I shall not fear anyone on earth (mahatma gandhi)
Norma agama yang berasal dari tuhan ini bertujuan untuk menyempurnakan keadaan manusia agar menjadi baik,dan tidak menyukai
adanya kejahatan-kejahatan yang terjadi.norma ini tidak di tujukan kepada sikap lahir,tetapi pada sikap batin manusia yang di
harapkan batin tersebut sesuai dengan norma agama yang ia yakini sebagai sebuah kepercayaan.
Norma agama ini hanya memberikan kewajiban kepada amanusia tanpa memberi hak kepada mereka,mereka harus menta’ati dan
melaksanakan norma agama tersebut.
Norma Susila
Tidak berbeda dengan norma agama,norma susila juga merupakan norma yang mengatur kehidupan setiap individunya,sebagai
pendukung norma ini adalah nurani individudan bukan manusia sebagai sebuah masyarakat yang terorganisir.norma ini dapat
menjaga ketidak seimbangan pribadi dalam mencegah sebuah kegelisahan diri sendiri.
Norma ini di tujukan kepada manusia untuk menyempurnakan akhlak manusia,dalam hal ini ketika manusia harus menjalankan
norma agama tanpa hak,mereka juga dapat merasakan lewat nurani mereka bahwa apa-apa yang di perintahkan oleh ajaran agama
atau kepercayaanya itu merupakan sesuatu yang baik dan apa yang di larang itu merupakan sesuatu yang buruk bagi kehidupan
manusia.
Sumber daripada norma susila in I adalah diri setiap manusia,jadi bersifat otonom dan tidak bersifat lahir ,tetapi bersifat batin.karena
itu berhubungan dengan norma ini ketika ada manusia yang melanggar norma ini,maka dalam batinya akan muncul rasa malu,takut,
merasa bersalah dan lain sebagainya sebagai hukuman terhadap pelanggaran norma susila tersebut.
Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah norma yang di dasarkan padakebiasaan,kepatutan dan kepantasan yang berlaku dalam masyarakat.
59
Berbeda dengan norma sebelumnya,norma kesopanan ini di tujukan kepada sikap lahir manusia yang konkit dalam penyempurnaan
sikap manusiadalam menciptakan perdamaian,tata tertib dan membuat hubungan antar manusia lebih indah.
Manusia sebagai makhluk sosial tentu memerlukan norma ini dalam bermasyarakat, supaya timbul sebuah penghormatan terhadap
suatu komunitas yang berbeda dari tiap individu,lebih tepatnya yaitu mengsama ratakan pemikiran manusia dalam melihat sebuah
kebiasaan yang pantas di jalankan bersama.
Norma kesopanan ini membebani manusia dengan kewajiban-kewajiban saja,kekuasaan masyarakat secara resmilah yang akan
menjadi sebuah sanksi apabila individu melakukan pelanggaran terhadap norma tersebut,sanksi tersebut dapat berupa
cemoohan,celaan,maupun pengucilan diri terhadapnya.
Norma Hukum
Sebagai norma yang terakhir,norma hukum meruakn penyempurna dari ketiga norma yang kami jelaskan di atas.norma ini
melindungikepentingan-kepentingan manusia yang belum pendapat perlindungan dari norma agama,norma susila dan norma
kesopanan.
Norma hukum mempunyai persamaan dengan norma kesopan pada aspek asal-usulnya, yaitu sama-sama berasal dari kekuasaan luar
yang memaksa.begitu pula pada isi daripada norma hukum yaitu ditujukan kepada sikap lahir yang berbeda dari norma agama dan
norma susila.
Masyarakat dalam norma ini mempunyai kekuasaan secara resmi untuk menjatuhkan sanksi atau memberi huuman kepada individu
yang melanggar norma tersebut.noma ini mempunyai perbedaan dengan norma-norma lain,meskipun begitu,ada pula titik temu di
antaranya.isi norma tersebut masing-masing mendukungdan saling mempngaruhi satu sama lain.sebagai contoh yaitu norma hukum
dan norma agama saling bertemu dan mendukung pada UUD pasal 29 yang menjamin kebebasan untuk beragama.
Untuk lebih jelas dan lebih detailnya antara perbedaan dan persamaan dalam norma-norma tersebut lihat tabel yang kami lampirkan.
Demikian kiranya yang dapat kami simpulkan mengenai norma untuk pertemuan ketiga materi kuliah pengantar ilmu hukum kali ini.
Referensi:
1.dasar-dasar ilmu hukum karya Ishaq SH.M Hum,
2.pengantar ilmu hukum karya Prof.Dr Peter Mahmud Marzuki SH.MS.LL.M
Uraikan perbedaan kaidah hukum? kaidah agama? kaidah kesusilaan? kaidah kesopanan? dan uraikan persamaannya?
Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
1. Perbedaan antara kaidah dengan kaidah agama dan kesusilaan
Ditinjau dari tujuannya, kaidah hukum bertujuan untuk menciptakan tata tertib masyarakat dan melindungi
manusia beserta kepentingannya. Sedangkan kaidah agama dan kesusilaan bertujuan untuk memperbaiki pribadi
agar menjadi manusia ideal.
Ditinjau dari sasarannya: kaidah hukum mengatur tingkah laku manusia dan diberi sanksi bagi setiap pelanggarnya,
sedangkan kaidah agama dan kaidah kesusilaan mengatur sikap batin manusia sebagai pribadi. Kaidah hukum
menghendaki tingkah laku manusia sesuai dengan aturan sedangkan kaidah agama dan kaidah kesusilaan
menghendaki sikap batin setia pribadi itu baik.
Ditinjau dari sumber sanksinya, kaidah hukum dan kaidah agama sumber sanksinya berasal dari luar dan
dipaksakan oleh kekuasaan dari luar diri manusia (heteronom), sedangkan kaidah kesusilaan sanksinya berasal dan
dipaksakan oleh suara hati masing2 pelanggarnya (otonom).
Ditinjau dari kekuatan mengikatnya, pelaksanaan kaidah hukum dipaksakan secara nyata oleh kekuasaan dari luar,
sedangkan pelaksanaan kaidah agama dan kesusilaan pada asasnya tergantng pada yang bersangkutan.
Ditinjau dari isinya kaidah hukum memberikan hak dan kewajiban (atribut dan normatif) sedang kaidah agama dan
kaidah kesusilaan hanya memberikan kewajiban saja (normatif).
2. Perbedaan antara kaidah hukum dengan kaidah kesopanan
Kaidah hukum memberi hak dan kewajiban, kaidah kesopanan hanya memberikan kewajiban saja.
Sanksi kaidah hukum dipaksakan dari masyarakat secara resmi (negara), sanksi kaidah kesopanan dipaksakan oleh
masyarakat secara tidak resmi.
3. Perbedaan antara kaidah kesopanan dengan kaidah agama dan kaidah kesusilaan
Asal kaidah kesopanan dasri luar diri manusia, kaidah agama dan kaidah kesusilaan berasal dari pribadi manusia
Kaidah kesopanan berisi aturan yang ditujukan kepada sikap lahir manusia, kaidah agama dan kaidah kesusilaan
berisi aturan yang ditujukan kepada sikap batin manusia
Tujuan kaidah kesopanan menertibkan masyarakat agar tidak ada korban, kaidah agama dan kaidah kesusilaan
bertujuan menyempurnakan manusia agar tidak menjadi manusia jahat.
4. Persamaan di antara kaidah-kaidah itu, yaitu semua kaidah-kaidah sosial sama-sama berisikan tentang aturan
yang dimana di dalamnya berisikan tentang perintah dan larangan. Lalu sanksi yang timbul tidak jelas atau abstrak.
60
PENTING DIBACA OLEH SEMUA KAUM MUSLIMIN
Pertama
Sumber akidah/keyakinan adalah Kitabullah, Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam yang sahih serta ijma/konsensus Salafush
shalih (para shohabat Nabi Sholallahu'alaihi wassalam, para tabi'in (generasi setelahnya) dan para tabi'ut tabi'in (generasi setelahnya
pula) --> berdasarkan hadist shohih tentang 3 generasi awal yang dinyatakan oleh Nabi sholallahu'alaihi wassalam tentang kelurusan
agama mereka radhiyallahu'anhuma).
Kedua
Setiap dalil yang shahih di antara Sunnah/hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka ia wajib diterima dan diamalkan;
meskipun statusnya adalah hadits ahad (bukan mutawatir, hanya sedikit jalan periwayatannya), dalam hal akidah maupun bidang-
bidang lainnya.
Ketiga
Rujukan untuk memahami kandungan Al Kitab dan As Sunnah adalah nash/dalil-dalil yang menjelaskannya, pemahaman Salafush
shalih dan pemahaman para imam yang menempuh manhaj mereka. Segala penafsiran yang sudah terbukti keabsahannya maka itu
tidak boleh ditolak dengan berdasarkan kemungkinan makna bahasa semata.
Keempat
Semua pokok ajaran agama sudah diterangkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sehingga tidak ada lagi celah bagi siapapun
untuk menciptakan suatu ajaran baru (bid'ah) dengan dakwaan hal itu termasuk bagian dari agama.
Kelima
Harus bersikap pasrah kepada Allah, kepada Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam secara lahir dan batin. Oleh karena itu maka
dalil dari Al Kitab atau Sunnah yang shahih tidak boleh dipertentangkan dengan analogi/qiyas, perasaan, penyingkapan, ucapan
seorang syaikh/guru/kyai/ustadz, pendapat seorang Imam dan semacamnya.
Keenam
Dalil akal yang tegas dan akurat pasti sesuai dengan dalil naqli yang shahih. Tidak akan terjadi pertentangan dua hal qathi/yang pasti
dari keduanya selama-lamanya. Apabila muncul persangkaan seolah-olah ada pertentangan maka dalil naqli (kitabullah dan sunnah)
itulah yang lebih dikedepankan.
Ketujuh
Wajib konsisten memakai lafadz-lafadz syari dalam hal akidah dan harus menjauhi lafadz-lafadz bidah yang direka-reka oleh orang.
Apabila terdapat lafadz yang masih bersifat global dan mengandung kemungkinan makna benar atau salah maka hendaknya diminta
tafsirannya. Apabila tafsirannya adalah benar maka maksud itu cukup ditetapkan dengan lafadznya yang syari. Dan apabila ternyata
tafsirannya adalah batil maka ia harus ditolak.
Kedelapan
Keterpeliharaan dari salah (ishmah/ma'shum) hanya dimiliki oleh Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Dan umat Islam ini secara
keseluruhan (bukan perindividu) juga terjaga dari bersepakat dalam kesesatan. Adapun individu-individunya maka tidak seorangpun
di antara mereka yang mashum. Hal-hal yang telah diperselisihkan oleh para imam dan selain mereka, maka rujukan pemecahannya
adalah Al Kitab dan As Sunnah. Semua pendapat yang tegak di atas landasan dalil maka diterima dengan tetap memberikan toleransi
bagi para mujtahid umat ini yang tersalah.
Kesembilan
Di antara umat ini ada orang-orang yang mendapatkan ilham/muhaddats, seperti halnya Umar bin Al Khaththab. Mimpi yang benar
adalah nyata, dan ia termasuk bagian dari ciri Nubuwwah/kenabian. Firasat yang benar adalah nyata adanya. Begitu pula terdapat
berbagai karamah (keistimewaan yang diberikan Allah kepada Wali-Nya) dan mubasysyaraat/tanda-tanda menggembirakan, dengan
syarat itu semua harus selaras dengan aturan syariat, dan hal itu juga bukan menjadi sumber akidah dan tidak dijadikan sebagai
pedoman untuk menetapkan aturan/syariat.
Kesepuluh
Debat kusir dalam hal agama adalah sesuatu yang tercela. Sedangkan perdebatan dengan cara yang baik adalah disyariatkan.
Perkara-perkara yang terdapat dalil shahih untuk tidak memperdebatkannya maka aturan itu harus dilaksanakan. Seorang muslim
wajib menahan diri untuk tidak membicarakan hal-hal yang dia sendiri tidak menguasai ilmunya.
Kesebelas
Wajib berpegang teguh dengan manhaj/metode wahyu dalam hal perbantahan, sebagaimana halnya itu juga wajib diterapkan dalam
61
masalah akidah dan pemancangan suatu ketetapan. Bidah tidak boleh dibalas dengan bidah. Sikap tafrith/melecehkan tidak boleh
dibalas dengan sikap ghuluw/ekstrim, begitu pula sebaliknya. (PENTING UNTUK FORUM INI)
Keduabelas
Semua urusan yang diada-adakan di dalam ajaran agama adalah bidah. Setiap bidah pasti sesat, dan setiap kesesatan nerakalah
tempatnya.
SUMBER: Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jamaah fil Aqidah karya Syaikh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al Aql, Penerbit Darul
Wathan cet 1, 1413 H hal. 7-9
Pengertian & Macam/Jenis Norma (Agama, Kesusilaan, Kesopanan, Kebiasaan, Hukum)
Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang
aman, tertib dan sentosa. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat, itu dikarenakan
beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan, ekonomi dan lain-lain.
Norma terdiri dari beberapa macam/jenis, antara lain yaitu :
1. Norma Agama
2. Norma Kesusilaan
3. Norma Kesopanan
4. Norma Kebiasaan (Habit)
5. Norma Hukum
Penjelasan dan Pengertian Masing-Masing Jenis/Macam Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat :
1. Norma Agama
Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran aqidah suatu agama. Norma ini bersifat mutlak yang mengharuskan ketaatan para
penganutnya. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan yang kuat, orang tersebut cenderung melanggar norma-norma
agama.
2. Norma Kesusilaan
Norma ini didasarkan pada hati nurani atau ahlak manusia. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran dari
norma kesusilan.
3. Norma Kesopanan
Adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyrakat. Cara berpakaian dan bersikap adalah beberapa
contoh dari norma kesopanan.
4. Norma Kebiasaan (Habit)
Norma ini merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi
kebiasaan. Orang-orang yang tidak melakukan norma ini dianggap aneh oleh anggota masyarakat yang lain. Kegiatan melakukan
acara selamatan, kelahiran bayi dan mudik atau pulang kampung adalah contoh dari norma ini.
5. Norma Hukum
Adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Sangsi
norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Melanggar rambu-rambu lalulintas adalah salah satu contoh dari norma hukum.
62
4 Kaidah Untuk Membedakan antara
Agama Islam dan Sekuler
Oleh: Syaikh Ali bin Hudlair al-Hudlair
Muqaddimah
Segala puji bagi Allah, rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para
shahabatnya. Wa ba’d.
Ini adalah risalah singkat yang membahas tentang kaidah-kaidah yang bisa digunakan oleh seorang muslim untuk mengetahui
perbedaan antara agamanya yang agung dengan agama neo-paganisme dan syirik kontemporer yang dinamakan dengan sekularisme
beserta cabang-cabangnya. Dengan mengetahui perbedaan itu ia bisa menjauhinya, meninggalkan, serta melepaskan diri darinya dan
para pengikutnya yang disebut dengan sekularis. Dia bisa membebaskan diri dari mereka karena Allah, membenci, mengkafirkan,
memusuhi, dan berjihad terhadap mereka, baik mereka yang berperan sebagai pemikir, intelektual, politikus, pemerintah, jurnalis,
penyanyi, atau pelukis, baik yang berupa teori, lembaga pemerintah atau lembaga non-pemerintah (LSM). Berikut inilah keempat
kaedah tersebut
Kaedah 1
Kaum musyrikin yang menjadi obyek diutusnya Rasulullah saw adalah kaum yang tetap meyakini tauhid rububiyyah
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran
dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan
siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak
bertakwa kepada-Nya)?” (Yunus:31)
Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab:
“Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan
yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak
bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang dia melindungi, tetapi tidak
ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah:
“(Kalau demikian), Maka dari jalan manakah kamu ditipu?” (al-Mu’minun:84-89)
Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan
sembahan-sembahan lain). (Yusuf:106)
Meskipun demikian, Rasulullah tetap memerangi mereka, menyatakan kekufuran mereka dan tidak memasukkan mereka ke dalam
kelompok Islam.
Kaum sekularis yang moderat masih mengakui tauhid rububiyyah. Mereka pun masih melakukan beberapa macam bentuk ibadah,
tetapi itu semua tidak menyebabkan mereka masuk ke dalam Islam. Adapun kaum sekular yang ekstrim, maka mereka mereka lebih
sesat lagi, sebab mereka tidak memiliki sesembahan dan tudak pula memiliki rabb, kehidupan bagi mereka adalah materi belaka.
Kaedah ke-2
Rasulullah saw diutus kepada umat manusia yang memiliki perundang-undangan tersendiri. Undang-undang itu mereka gunakan
untuk memutuskan persengketaan di antara mereka. Mereka memiliki tradisi jahiliyah, yang mereka jadikan landasan kehidupan
mereka, sehingga mereka menolak hukum dan hidayah Allah. Karena itulah Allah swt dan Rasul-Nya saw mengkafirkan dan
memerangi mereka, serta tidak memasukkan mereka ke dalam Islam. Di antara perundang-undangan yang mereka miliki,
sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan
yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka
membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (Al-
An’am:121)
63
Dan Allah swt berfirman tentang kaum Quraisy dan para pengikutnya
Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?
(asy-Syura:21)
Dan kaum sekular saat ini juga memiliki perundang-undangan, hukum positif, baik hukum kenegaraan, daerah atau hukum
internasional. Hukum itulah yang digunakan untuk memutuskan persoalan yang timbul di antara mereka. Mereka juga memiliki
tradisi dan budaya jahiliyah yang menjadi dasar kehidupan mereka. Mereka menamakan tradisi mereka sebagai peradaban,
pencerahan dan kemajuan. Mereka tidak menerima hukum Allah swt dan petunjuk-Nya, maka mereka pun harus dikafirkan dan
kaum muslim harus berlepas diri dari mereka.
Kaedah ke-3
Bahwa Rasulullah saw datang kepada manusia yang masih berpegang pada ajaran agama dalam satu keadaan tetapi
meninggalkannya dalam keadaan yang lain. Mereka menyembah Alah dalam keadaan sulit, tetapi dalam keadaan lapang mereka
melalaikan Allah swt. Dalam kondisi seperti itu, mereka tetap dinamakan sebagai musyrik. Allah swt berfirman
Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; Maka tatkala Allah
menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah) (al-Ankabut:65)
Demikian juga, mereka memberikan suatu hak kepada Allah swt, dan juga memberikan hak yang lain kepada berhala mereka,
sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah swt;
Lalu mereka berkata sesuai: “Ini untuk Allah dan Ini untuk berhala-berhala kami”. (al-An’am:136)
Kaum sekular juga demikian, mereka menyembah Allah swt di masjid dan di bulan Ramadhan. Dalam pernikahan, talak, dan urusan
perdata mereka mengikuti aturan Allah, tetapi dalam urusan yang lain mereka kembali kepada perundang-undangan dan tradisi
mereka yang sesat.
Kaidah ke-4
Rasulullah saw diutus kepada kaum yang memiliki bermacam-macam tuhan, Ada di antara mereka yang menyembah berhala,
patung, malaikat, jin, bintang-bintang, api, Nabi Isa bin Maryam dan nabi-nabi lainnya, serta orang-orang shalih. Rasulullah saw
tidak membeda-bedakan mereka dalam menjatuhkan vonis kafir dan memutuskan untuk memerangi mereka. Kaum sekular demikian
juga, mereka memiliki banyak tuhan. Dilihat dari sesembahannya, ada di antara mereka yang menyembah Amerika, ada yang
menyembah Eropa, Rusia, dan PBB. Ada pula yang menyembah teori, ada yang menyembah negara, nasionalisme, ras, dan ada yang
menyembah pemimpin dan tokoh intelektual mereka. Maka mereka (antara kaum jahiliyah Quraisy dengan kaum sekular) sama
dalam kekufuran dan riddah (kemurtadan).
Masalah:
Menyusul persoalan sekularisme di atas, ada kelompok-kelompok yang akhir-akhir ini muncul, menjembatani, mengikut dan
menempel pada kaum sekular. Kelompok-kelompok ini secara garis besar terdiri dari dua golongan, yakni;
a- Dilihat dari aspek keimanan dan pengkafiran, kelompok ekstrimis murji’ah.
b- Dilihat dari aspek fiqih adalah kelompok pengikut hawa nafsu, permisif, tunduk pada realitas dan menggampangkan, yang
ujung-ujungnya termasuk ke dalam kategori zindiq.
Penutup.
Kami tambahkan di sini pendapat Syaikh Abdurrahman bin Muhammad ad-Dausiri rh. Di antara kelompok yang mula-mula
menampakkan diri sebagai neo-paganisme, dan syirik kontemporer yang terlaknat adalah sekularisme. Beliau mengatakan di dalam
penutup risalah Kasyfu Syubuhat, cetakan pertama tahun 1385 H, yang menjadi penutup kitab kasyfu syubuhat karya Syaikh
muhammad bin Abdul Wahhab, “Dildalam kitab ini beliau telah membukakan tabir neo-paganisme, dan syirik kontemporer,
sebagaimana syaikh Muhammad bin Abdul Wahab telah menyingkap persoalan syirik di masanya.
64
Syaikh Abdurrahman ad-Dausiri mengatakan, “Sesungguhnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab di dalam kitabnya Kasyfu
Syubuhat telah mendiagnosa syirik khurafat dalam berbagai bentuknya, seperti berdo’a kepada mayat, makhluk ghaib dan
mensucikan kuburan. Kemudian setelah itu muncul berbagai bentuk syirik dengan julukan dan nama yang membuat kaum awam
tertipu, dan orang-orang yang mendendam dan berkepentingan menjadi ketergantungan pada nama itu.
Kemudian beliau mengatakan, “Sesungguhnya pemimpin besarnya adalah Yahudi dan Majusi, karena mereka khawatir akan
bangkitnya Islam yang bersih dari penyimpangan yang dihasung oleh Muhammad bin Abdul Wahab dan para pendukungnya.
Pada masa ini para pendukung gerakan tersebut dari kaum kita berusaha menyalakan semangat jahiliyah dengan kesombongan
fanatisme nasionalisme di setiap ummat Islam. Maka nampaklah neo paganisme dan para penyembah materi dan syahwat,
pengkultus individu dengan alasan ras atau nasionalisme, sehingga mencakup seluruh penjuru dunia Islam dan bangsa Arab,
khususnya neo-kemurtadan dengan menjiplak prinsip-prinsip ajaran nasionalisme dan sekte materialisme yang dihiasi dengan
berbagai julukan yang secara dhahir tampak sebagai bentuk kasih sayang tetapi hakekatnya adalah adzab. Setelah memberikan
muqaddimah ini Syaikh Abdurrahman ad-Dausiri berbicara tentang makna uluhiyyah dan dasar-dasarnya.
Dasarnya ada dua, yaitu;
1- Mengingkari segala bentuk sesembahan
2- Mengesakan Allah dalam ibadah dan tunduk kepada hukum-Nya
Selanjutnya beliau menjelaskan tentang hakekat ibadah, cinta karena Allah dan benci kepada musuh-musuh agama. Kemudian
menjelaskan hakekat millah Ibrahim as. Dan beliau mengatakan, “Dengan itu Anda bisa mengetahui sejauh mana kebanyakan orang
yang menyangka dirinya muslim itu telah tenggelam ke dalam neo-paganisme, dan seberapa kuat prinsip-prinsip Barat dengan segala
sekte materialisme menghegemoni pikirannya, sehingga mereka menjadikan hukum nasional berada di atas hukum Allah. Mereka
menjadikan dirinya memilih dalam hal yang mereka syariatkan dan mereka atur dengan menyelisihi ketentuan yang telah ditetapkan
oleh Allah dan Rasul-Nya. Mereka mengikuti apa yang didiktekan oleh tokoh-tokoh yang mereka pertuhankan dengan kecintaan dan
pengagungan, dan mereka angkat tokoh-tokoh itu sebagai tandingan-tandingan bagi Allah, seperti nasionalisme, dan segala tuntutan
sekte materialisme…
Kemudian beliau menyebutkan orang yang menjadikan negara sebagai tandingan bagi Allah, dalam kata mereka; ”Negerimu berdiri
di atas segala agama, karena itu berbuka dan berpuasa..Mereka mendatangkan wala’ kepada musuh Allah dengan alasan ras dan
negara, dan meniadakan syari’at dengan alasan perkembangan yang rusak, dan ibadah segala sesuatu thaghut di jalan itu
Dan di antara prinsip-prinsip mereka yang bathil, adalah;
agama itu untuk Allah dan negara untuk bersama
agama adalah hubungan hamba dengan Tuhan saja tidak berkaitan dengan persoalan hidup di dunia
suara rakyat adalah suara Tuhan
Beliau menyebutkan bahwasannya alumni sekolah kolonialis senantiasa menopang (yurakizu) pemahaman ini di berbagai tingkat
umat Islam. Dan berkata bahwa yang pertama-tama diwajibkan oleh kolonial atas kita adalah budayanya melalui di sekolah-sekolah
itu. Kemudian beliau berkata, maka kaum muslimin, baik yang tua maupun yang muda, baik pemerintah maupun rakyatnya,
hendaklah meluruskan neo-syirik dan neo-paganisme tersebut.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas nabi kita Muhammad, keluarganya, dan seluruh shahabatnya. (Afz/Jurnalislam.com)
KAIDAH-KAIDAH ISLAM MENYIKAPI BUDAYA ASING*
Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi**
Pendahuluan : Istilah â€Budayaâ€
Istilah budaya dalam literatur keislaman Bahasa Arab sering disebut dengan istilah ―al-hadharah―. Secara ringkas al-hadharah
artinya adalah thariqah mu’ayyanah fi al-’aiys (metode hidup yang khas), baik di bidang politik, ekonomi, sosial,
pendidikan, dan sebagainya (Al-Qashash, 1996). Dan karena cara hidup yang khas itu lahir dari suatu pandangan hidup yang khas,
maka substansi budaya (al-hadharah) sebenarnya adalah pandangan hidup yang khas (mafahim ’an al-hayah). Karena itulah
sebagian pemikir muslim seperti Al-Qashash dalam Usus An-Nahdhah Ar-Rasyidah (1996) mendefinisikan al-hadharah sebagian
65
sekumpulan pandangan hidup yang khas (majmu’ al-mafahim ’an al-hayah).
Dari sinilah dapat kita pahami batasan Budaya Barat (al-hadharah al-gharbiyah) dan budaya Islam (al-hadharah al-islamiyah).
Budaya Barat merupakan sekumpulan pandangan hidup yang khas dari negara-negara Barat, seperti sekularisme, pluralisme,
liberalisme, dan sebagainya. Sedangkan Budaya Islam merupakan sekumpulan pandangan hidup yang khas menurut perspektif Islam,
seperti Aqidah Islam dan Syariah Islam beserta segala ide-ide cabangnya.
Istilah lain yang dekat dengan al-hadharah adalah ats-tsaqafah. Jika al-hadharah kadang diterjemahkan juga sebagai peradaban
(selain diterjemahkan sebagai budaya), maka ats-tsaqafah sering juga diterjemahkan sebagai budaya dalam bahasa Indonesia. Kata
ats-tsaqafah secara umum didefinisikan sebagai segala pengetahuan non eksperimental. dalam istilah Waqar Ahmed Husaini (2002)
dalam Islamic Sciences, tsaqafah disebut ilmu-ilmu sosial humaniora (humanistic social sciences). An-Nabhani (1973) dalam At-
Tafkir mendefinisikan ats-tsaqafah sebagai segala pengetahuan yang diperoleh melalui metode pemberitahuan (ikhbar), penyimpulan
(istinbath), dan penyampaian transmisional (talaqqiy). Contohnya adalah ilmu sejarah, hukum, filsafat, sosiologi, dan sebagainya.
Dengan demikian istilah ats-tsaqafah diposisikan sebagai lawan dari ilmu-ilmu eksperimental yang diistilahkan dengan sebutan al-
’ilmu (natural sciences), semisal fisika dan kimia.
Dari istilah ats-tsaqafah ini lalu lahir istilah ats-tsaqafah al-islamiyah yang berarti ilmu-ilmu keislaman yang berpangkal dari Aqidah
Islam, seperti ilmu tafsir, ilmu mustholah hadits, ilmu fiqih, ilmu ushul fiqih, bahasa Arab, dan sebagainya. Sedangkan lawannya,
dapat disebut ats-tsaqafah al-ajnabiyah (tsaqafah asing) atau ats-tsaqafah al-gharbiyah (tsaqafah Barat). Misalnya ilmu ekonomi
Barat (misal mazhab Keynessian atau Neoliberalisme), ilmu politik Barat, ilmu hukum Barat (Continental / Anglo Saxon), dan
seterusnya.
Istilah al-hadharah dan ats-tsaqafah berhubungan erat. Ats-tsaqafah dapat dikatakan sebagai â€bahan mentah†dari sebuah al-
hadharah. Jika suatu komunitas masyarakat memahami dan meyakini tsaqafah tertentu, lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan
mereka, maka jadilah tsaqafah itu sebagai hadharah (cara hidup) bagi komunitas tersebut. Jika komunitas itu hanya memahami tapi
tidak meyakini tsaqafah itu, maka tsaqafah itu hanya berhenti sebagai pengetahuan belaka, tidak menjelma sebagai suatu cara hidup
(hadharah).
Kaidah Islam Menyikapi Budaya Asing
Saat ini umat Islam di mana pun juga tengah menghadapi ujian yang sangat berat. Mereka tidak lagi hidup dalam budaya sendiri (al-
hadharah al-islamiyah), tapi hidup dalam dominasi budaya Barat yang sekular (al-hadharah al-gharbiyah), di bidang politik,
ekonomi, sosial, pendidikan, pergaulan, dan sebagainya. Seorang muslim ibarat ikan yang tidak lagi hidup dalam habitatnya yang
alami yaitu air, tapi dipaksa hidup di darat, di luar habitatnya. Ikan ini pasti akan segera mati. Artinya, seorang muslim akan
tergerogoti dan tergerus jatidiri keislamannya sedikit demi sedikit.
Kehidupan yang tidak wajar ini tentu akan menimbulkan kehancuran bagi tiap-tiap individu muslim. Kecuali mereka yang mampu
bertahan dan berpegang teguh dengan Budaya Islam serta mampu bertahan dari cengkeraman dan dominasi budaya sekuler. Di
sinilah diperlukan pemahaman tentang kaidah-kaidah Islam dalam menyikapi budaya Barat sekular saat ini, agar seorang muslim
dapat istiqamah berbudaya Islam dan tidak terjerumus ke dalam Budaya Barat yang sesat.
Berikut ini di antara kaidah-kaidah Islam dalam menyikapi budaya asing seperti Budaya Barat sekular :
1. Islam wajib dipahami sebagai agama yang komprehensif (syumuliyah) yang mengatur segala aspek kehidupan manusia dalam
berbagai hubungannya, dan bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (ibadah mahdhah).
Kaidah ini sangat penting dimengerti, karena berfungsi untuk membedakan secara kontras antara Islam dengan â€agama†dalam
pengertian Barat yang dipahami secara sekular. Agama dalam kacamata Barat hanya mengatur hubungan dengan Tuhan, tapi tidak
mengatur aspek ekonomi, politik, sosial, dan seterusnya.
Berbeda dengan perspektif Barat itu, Islam tidak mengenal dan mengakui sekularisme. Islam adalah agama yang sempurna (lihat QS
al-Maidah ; 3) dan telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya. Firman Allah SWT (artinya) :
―Dan Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu...― (TQS An-Nahl : 89).
2. Aqidah Islam adalah asas / sumber bagi segala pemikiran Islam.
Kaidah ini berarti bahwa Aqidah Islam yang berpangkal pada kalimat Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah wajib dijadikan
asas atau sumber bagi segala pemikiran bagi seorang muslim.
Dengan kata lain, seorang muslim tidak boleh mengambil asas / sumber pemikiran di luar Aqidah Islam. Misalnya, menjadikan
66
aqidah sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) sebagai asas bagi berbagai konsep yang digagas oleh seorang muslim. Orang
muslim yang berpikiran liberal dengan berbagai gagasannya seperti kebebasan beragama, sesungguhnya telah mengambil aqidah
sekularisme (bukan Aqidah Islam) sebagai asas atau sumber pemikirannya. Ini tentu bertentangan dengan Islam, karena segala
pemikiran dalam Islam wajib merujuk kepada Aqidah Islam yang termaktub dalam al-Qur`an dan As-Sunnah.
Firman Allah SWT (artinya) : ―Dan apa saja yang kamu perselisihkan tentang sesuatu, maka hukumnya terserah kepada
Allah.― (QS Asy-Syura : 10).
Firman Allah SWT (artinya) ―Maka jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur`an)
dan Rasul-Nya (As-Sunnah).― (QS An-Nisaa` : 59).
3. Aqidah Islam adalah standar untuk menilai benar salahnya segala pemikiran yang ada di dunia.
Selain sebagai asas atau sumber pemikiran Islam, Aqidah Islam juga berfungsi sebagai standar (miqyas / mi’yar) berbagai
pemikiran yang ada di dunia. surat Al-Baqarah ayat 185, al-Qur`an disebut sebagai â€furqanâ€. Artinya, sebagai pembeda untuk
membedakan antara yang haq dengan yang batil.
Maka dari itu, berbeda dengan pandangan paham Pluralisme yang cenderung menganggap benar semua agama, dalam pandangan
Islam agama Yahudi dan Nashrani adalah tidak benar alias batil karena dinyatakan dengan tegas kekufurannya oleh Allah SWT
dalam Al-Qur`an (lihat QS Al-Maidah : 73; QS At-Taubah : 29; QS Al-Bayyinah : 6). Hanya Islamlah agama yang benar (QS Ali
’Imran : 19).
Demikian pula paham-paham modern Barat, seperti demokrasi, wajib dinilai dengan kacamata Aqidah Islam. Dalam Islam
demokrasi adalah ide batil dan kufur. Sebab prinsip demokrasi menyatakan bahwa manusialah yang berhak membuat hukum
(kedaulatan rakyat). Sedang dalam Islam, hanya Allah SWT saja yang berhak membuat hukum, bukan yang lain.
Firman Allah SWT (artinya) : â€Menetapkan hukum hanyalah hak Allah.†(QS al-An’am : 57).
4. Syariah Islam (halal haram) adalah standar untuk menilai segala perbuatan muslim.
Kaidah ini menegaskan bahwa bagi seorang muslim, segala macam perbuatannya wajib diukur dengan standar syariah Islam (halal
haram). Dalam kitab al-Fikr al-Islami, Muhammad Muhammad Ismail (1958) merumuskan sebuah kaidah syariah untuk menilai baik
buruknya perbuatan muslim. Bunyinya: Al-hasanu maa hassanahu asy-syar’u wa al-qabiihu maa qabbahahu asy-syar’u.
(Perbuatan baik (terpuji) adalah apa yang baik menurut syariah dan perbuatan yang buruk (tercela) adalah apa yang buruk menurut
syariah.
Maka dari itu, berpacaran adalah buruk, karena syariah mengharamkan segala perbuatan yang mendekati zina, apalagi zinanya itu
sendiri (QS al-Isra’ : 32). Tidak memakai kerudung (khimar) dan jilbab (jubah) adalah buruk, karena keduanya telah diwajibkan
dalam Islam (lihat QS Al-Ahzab : 59; QS An-Nuur : 31). Demikian juga berdua-duan (khalwat) dengan lain jenis bukan mahram
adalah buruk, karena perbuatan itu telah diharamkan Islam.
Berbeda dengan ini adalah kaidah yang diajarkan secara sistematis dalam Budaya Barat, yaitu standar perbuatan baik dan buruk
adalah manfaat (al-naf’iyah). Pahamnya bernama Pragmatisme atau Utilitarianisme, yang menyatakan bahwa baik buruknya
suatu perbuatan dilihat dari ada tidaknya manfaat dari perbuatan itu. Walhasil, riba akan dianggap baik, karena bisa menimbulkan
manfaat bagi pemungut riba (perbankan atau nasabah). Judi atau prostitusi akan dianggap baik, karena bisa menumbuhkan lapangan
kerja dan menghasilkan income. Dan seterusnya. Tentu cara berpikir seperti ini adalah cara berpikir sesat yang sangat bertentangan
dengan Islam.
Penutup
Demikianlah sekilas beberapa kaidah dalam Islam yang sekiranya dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menyikapi suatu
budaya asing, entah itu Budaya Barat (Sekular) atau yang lainnya, semisal Budaya Marxisme.
Sesungguhnya upaya yang ideal adalah membentuk Budaya Islami seutuhnya, atau dengan kata lain membentuk cara kehidupan
Islami secara total dalam sebuah sistem sosial bernama masyarakat Islam yang menjalankan syariah Islam secara menyeluruh
(kaffah). Namun tampaknya hal ini masih merupakan tujuan jangka panjang yang sayangnya belum dapat kita wujudkan saat ini.
Faktanya, kita saat ini masih berkubang dalam Budaya Barat yang sekular dalam segala seginya. Maka setidaknya kita harus
berusaha istiqamah dalam Islam dan bertahan dari gempuran Budaya Barat yang destruktif dan berbahaya terhadap keislam kita ini.
Lebih dari itu, kita pun harus berupaya untuk mengubah tatanan masyarakat sekular yang ada saat ini. Budaya Barat ini sudah
saatnya kita hancurkan dan kita ganti dengan Budaya Islam. Tidak ada pilihan lain. [ ]
67
*Dosen STEI Hamfara Yogyakarta; Pengamat budaya
**Disampaikan dalam Seminar BBB (Bicang-bincang Budaya) bertema â€Budaya Islam vs Budaya Sekulerâ€, diselenggarakan
oleh BEM Fakultas Budaya dan Bahasa Asing Universitas Muhammadiyah Semarang (BEM FBBA UNIMUS), Sabtu, 24 November
2007, di Gedung Balai Kota, Jl. Pemuda No. 148 Semarang.
Kaidah-Kaidah Memahami Sunnah
Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir
Seorang muslim diperintahkan oleh Allah untuk mengikuti Rasulullah saw. dan meneladani beliau. Allah SWT berfirman (yang
artinya), ".... Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah ...."
(Al-Hasyr: 7). Juga, firman-Nya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al-Ahzaab: 21).
Sebelum mengamalkan hadits-hadits Rasulullah, seorang muslim harus memahami beberapa hal penting, yang merupakan kaidah,
agar pemahamannya benar dan pengamalannya mendapatkan petunjuk (terarah).
Setiap hadits yang diutarakan oleh Rasulullah saw. itu ada maksudnya. Orang yang serampangan mengamalkan hadits tanpa
memahami maksudnya akan terjebak pada kesalahan dalam pengamalan ibadahnya. Contoh berikut mungkin dapat menerangkan
jelasnya pernyataan ini. Yaitu, kasus yang dialami oleh 'Adi bin Hatim r.a. ketika turun firman Allah SWT, "Dan makan minumlah
hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar ...." (Al-Baqarah: 187). Dia ('Adi bin Hatim r.a.) mengambil dua
helai benang: yang satu berwarna putih, dan yang satu lagi berwarna hitam. Kemudian, diletakkannya di bawah bantalnya. Setelah
itu, dia mulai melihat (mengamati) kedua benang itu dan tidak tampak sesuatu. Ketika dia memberitahukan hal itu kepada Rasulullah
saw., maka Rasulullah saw. bersabda, "Yang dimaksud dengan dua benang tersebut adalah gelapnya malam dan cerahnya waktu
siang." (HR Bukhari dan Muslim). Dari sini terlihat dengan jelas, betapa seseorang yang belum mendapatkan pemahaman dengan
benar itu pasti melangkah dengan tidak benar pula. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana cara memahami sunnah dengan
benar.
1. Memahami Sunnah dengan Tuntunan Al-Qur'an
As-Sunnah adalah sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an dalam syariat Islam. As-Sunnah menerangkan dan merinci apa
yang ada dalam Al-Qur'an. Tidak ada pertentangan antara As-Sunnah dengan Al-Qur'an. Jika terdapat pertentangan, hal itu
mungkin terjadi karena haditsnya tidak shahih atau kita sendiri yang tidak bisa memahaminya. Karena, Allah SWT telah
menegaskan, "Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya." (An-Nisaa': 82).
Contoh yang paling jelas bahwa sunnah yang shahih tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, justru yang bertentangan dengan
Al-Qur'an adalah hadits-hadits dha'if (lemah) dan maudhu (palsu), yaitu kisah gharaniq (sembahan atau tuhan-tuhan) kaum
musyrikin). Diriwayatkan bahwa setelah membaca firman Allah SWT, "Maka apakah patut (hai orang-orang musyrik)
menganggap Al-Lata dan Al-'Uzza dan Manat yang ketiga." (An-Najm: 19-20). Maka, Rasulullah saw. bersabda, "Mereka
itu adalah gharaniq yang tinggi dan sungguh syafaatnya (pertolongannya) sangat diharapkan." Maha Tinggi Allah dari apa
yang mereka sifatkan dengan ketinggian-Nya yang agung. Kisah yang bathil ini mustahil akan benar karena bertentangan
dengan ayat itu sendiri (yang disebutkan). Apakah patut Rasulullah saw. memuji tuhan-tuhan orang-orang musyrik? Maka
dari itu, hadits ini jelas bathil, sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah rhm. melalui
ucapannya, "Ini (termasuk hadits) yang dipalsukan oleh orang-orang zindiq." (Nashbul Majaaniiq, hlm. 25).
2. Mengumpulkan Hadits-Hadits yang Satu Tema dan Pembahasan pada Satu Tempat
Merupakan suatu keharusan untuk memahami sunnah dengan pemahaman yang benar, yaitu mengumpulkan hadits-hadits
shahih yang satu pembahasan supaya hadits yang mutasyabih (yang memiliki banyak penafsiran) bisa dikembalikan ke yang
muhkam (maknanya jelas), yang muthlaq (tidakterikat) di bawa ke yang muqayyad (terikat), dan yang 'amm (maknanya
umum) ditafsirkan oleh yang khashsh (maknanya khusus). Dengan cara ini, akan jelas maksud hadits tersebut, maka jangan
mempertentangkan antara hadits yang satu dengan yang lainnya.
Imam Ahmad berkata, "Suatu hadits, kalau tidak engkau kumpulkan jalan-jalannya (sanad-sanadnya), engkau tidak akan
paham karena sebagian hadits menafsirkan sebagian yang lainnya." (Al-Jaami' (I/270).
Apabila sanad-sanad suatu hadits yang satu pembahasan tidak dikumpulkan pada suatu tempat, maka itu bisa menyebabkan
terjadinya kesalahan dalam memahami hadits tersebut. Padahal, orang itu berdalil dengan hadits shahih, akan tetapi dia
tidak mengumpulkan hadits yang semisal dengannya sehingga menyebabkan pemahamannya terhadap hadits tersebut tidak
68
sempurna. Bahkan, pemahaman dan gambarannya menyimpang tentang masalah yang dia bahas itu. Contoh untuk kasus ini
adalah sebagai berikut.
Hadits Abu Umamah ketika melihat alat pertanian, beliau berkata, "Aku mendengar Nabi saw. bersabda, 'Tidaklah (alat) ini
masuk ke rumah suatu kaum, kecuali Allah akan memasukkan padanya kehinaan'." (HR Bukhari). Zhahir (lahiriah) hadits
ini memberikan faedah tentang bencinya Rasulullah saw. terhadap pertanian. Namun, kalau seseorang mengumpulkan
hadits-hadits yang lain tentang pertanian, maka dia akan mendapatkan bahwa Rasulullah saw. justru menganjurkan untuk
bertani dan menerangkan tentang bolehnya bertani, sebagaimana sabda beliau sebagai berikut.
"Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu burung memakan dari tanaman itu, atau binatang
ternak, melainkan yang demikian itu sebagai sedekah (bagi yang menanam)." (HR Bukhari dan Muslim).
"Jika kiamat telah mendatangi salah seorang di antara kalian dan di tangannya (masih) ada bibit kurma, maka hendaklah
dia menanamnya." (HR Ahmad).
Dari tiga hadits yang telah disebutkan ini ada satu hadits yang seolah-olah bertentangan, yaitu hadits yang disebutkan
pertama. Lalu, bagaimanakah cara para ulama menyatukan antara hadits-hadits yang tampaknya bertentangan ini?
Bagaimana pula pemahaman yang benar setelah menyatukan hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah ini (bertani)?
Al-Hafizh Ibnu Hajar di dalam kitabnya, Fathul Baari (V/5), menjelaskan bahwa cara menyatukan hadits-hadits ini adalah
dengan salah satu dari dua cara sebagai berikut: (1) dibawa ke makna akibat buruk dari pertanian karena melalaikan
kewajiban, atau (2) bertani dengan tidak melalaikan kewajiban tetapi melampaui batas dalam melakukannya. Hal ini
sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Bukhari di dalam memahami hadits-hadits tersebut dengan menulis judul bab
sebagai berikut: "Hal-Hal yang Diperingatkan dari Akibat-Akibat Jelek karena Sibuk dengan Alat Pertanian atau Melampaui
Batas dari yang Diperintahkan".
Ada hadits yang mendukung pemahaman bahwa maksud larangan tersebut ditujukan apabila seseorang disibukkan dengan
bertani dari kewajiban-kewajiban, seperti jihad di jalan Allah, apalagi bagi yang dekat tempatnya dengan musuh-musuh
Allah. Hadits tersebut adalah hadits marfu' dari Ibnu 'Umar r.a., "Jika kalian berjual-beli dengan (cara) 'inah (salah satu
bentuk riba), kalian dilalaikan oleh ternak kalian, dan kalian suka (disibukkan) dengan bertani sehingga kalian
meninggalkan (kewajiban) jihad, niscaya Allah akan menimpakan atas kalian kehinaan yang Dia tidak akan mencabutnya
sampai kalian kembali kepada agama kalian." (Hadits Shahih Riwayat Ahmad dan Abu Dawud).
3. Menyatukan Hadits-Hadits yang Tampak Bertentangan
Pada dasarnya tidak ada pertentangan antara nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih. Seandainya terjadi suatu
pertentangan, maka itu anggapan kita semata, bukan hakikat dari nash-nash tersebut. Inilah keyakinan seorang mukmin pada
hadits-hadits yang dapat dipercaya (hadits-hadits yang shahih atau hasan). Firman Allah berikut harus selalu menjadi
pedoman. "Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya." (An-Nisaa': 82).
Contoh hadits-hadits yang tampaknya bertentangan adalah hadits-hadits yang melarang seseorang menghadap ke kiblat
ketika buang air besar atau kecil, sementara ada hadits-hadits lain yang membolehkan hal tersebut. Cara jama' yang dipakai
para ulama untuk menyatukan hadits-hadits yang tampak bertentangan tersebut adalah dengan menyatakan bahwa hadits-
hadits larangan dimaksudkan bila dilakukan di tempat terbuka, sedangkan hadits-hadits yang membolehkan dimaksudkan
bila dilakukan di dalam suatu tempat yang ada pembatasnya (seperti seseorang melakukannya di WC). (Ta-wiil Mukhtalafil
Hadiits [hlm. 90] dan Nailul Authaar [I/98]).
Adapun kitab yang paling bermanfaat (dan bagus) yang bisa dijadikan rujukan untuk mendapatkan mukhtalaful hadits
(hadits yang tampaknya bertentangan dengan hadits yang lain tetapi memungkinkan untuk dijamak/disatukan) adalah
Musykilul Aatsaar karya Ath-Thahawi dan Ta'wiil Mukhtalaf al-Hadiits karya Ibnu Qutaibah.
4. Mengetahui Nasikh dan Mansukh Suatu Hadits
(Nasikh=Hadits yang Menghapus Hadits yang Lain; Mansukh=Hadits yang Dihapus)
Nasakh (hukum yang lama diganti hukum yang baru) dalam hadits memang terjadi. Seorang muslim yang mengamalkan
suatu hadits tanpa mengetahui kalau hadits itu mansukh, berarti dia telah terjatuh ke dalam ilmu yang tidak diperintahkan
syara' untuk mengamalkannya. Sebab, kita tidak diperintahkan untuk mengamalkan hadits-hadits yang mansukh. Sementara
nasakh adalah suatu 'illat (penyebab) dilarangnya beramal dengan satu hadits (yang mansukh, ed.).
69
Al-Hafizh as-Suyuthi rhm. berkata (yang artinya), "Nasakh telah dimasukkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam kategori al-'ilal
(cacat hadits). Namun, beliau hanya mengkhususkannya dalam masalah pengalamannya saja (bukan status haditsnya)." (Al-
Alfiyah, hlm. 22).
Seseorang tidak boleh tergesa-gesa dalam masalah ini sehingga mengatakan hadits ini mansukh, kecuali setelah mengetahui
dalil-dalil dan qara-in (tanda-tanda) yang menunjukkan adanya nasakh.
Adapun kitab-kitab yang bisa membantu untuk mengetahui yang mansukh dari hadits-hadits adalah sebagai berikut.
o Ittihaaf Dzawiir Rusuukh karya Al-Ju'buri.
o An-Naasikh wal-Mansuukh karya Ibnul Jauzi.
o Al-I'tibaar fin Naasikh wal-Mansuukh minal Akbaar karya Al-Hazimi.
Mengetahui Asbabul Wuruud Hadits
(Asbabul Wuruud=Sebab-Sebab Disabdakannya Suatu Hadits)
Mengetahui sebab-sebab disabdakannya suatu hadits sangat membantu dalam memahami maksud
hadits Rasulullah. Termasuk cara yang baik dalam memahami sunnah Nabi adalah meneliti (melihat)
sebab-sebab tertentu disabdakannya suatu hadits, atau kaitannya dengan 'illat (alasan atau sebab)
tertentu yang ditegaskan langsung dari nash (teks) hadits itu, atau dari istinbath/kesimpulan
(maknanya), atau yang dipahami (langsung) dari kondisi ketika hadits tersebut diucapkan (oleh
Rasulullah saw.).
Untuk memahami suatu hadits dengan pemahaman yang benar dan mendalam, tidak boleh tidak, kita harus mengetahui
situasi dan kondisi yang menyebabkan hadits itu diucapkan oleh Nabi. Biasanya, hadits datang sebagai penjelas terhadap
kejadian-kejadian tertentu dan sebagai terapi terhadap situasi dan kondisi kejadian tersebut. Dengan begitu, maksud dari
hadits itu dapat ditentukan dengan jelas dan rinci. Tujuannya tidak lain agar hadits itu tidak menjadi sasaran bagi
dangkalnya perkiraan, atau kita mengikuti zhahir (lahiriah dari hadits tersebut) yang tidak dimaksudkan (oleh maknanya).
(Kaifa Nata'aamal ma'as-Sunnah [hlm. 125]).
Contoh kasusnya adalah sebagai berikut. Ada sebuah hadits yang berbunyi (artinya), "Kalian lebih tahu urusan dunia
kalian." (HR Muslim, Kitab Al-Manaaqib, no. 2363).
Sebagian orang menjadikan hadits ini sebagai alasan untuk lari dari hukum-hukum syara' (agama) yang berkaitan dengan
masalah ekonomi, perdata, politik, dan yang semisalnya dengan alasan--seperti anggapan mereka yang salah--bahwa itu
adalah urusan duniawi.
Apakah betul ini yang dimaksud oleh hadits tersebut? Sama sekali tidak! Karena, di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah
terdapat hal-hal yang mengatur urusan muamalah: jual-beli, serikat dagang, pegadaian, sewa-menyewa, utang-piutang, dan
sebagainya. Bahkan, ayat terpanjang di dalam Al-Qur'an turun untuk membahas aturan penulisan utang-piutang. "Hai,
orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu
menuliskannya dengan benar ...." (Al-Baqarah: 282).
Dengan demikian, hadits tersebut di atas ditafsirkan oleh sebab diucapkannya hadits tersebut, yaitu kisah penyerbukan
pohon kurma atas anjuran Rasulullah berdasarkan pendapat beliau yang merupakan dugaan belaka dalam masalah
penyerbukan pohon kurma. Setelah itu para sahabat menjalankan saran Nabi tersebut dengan penuh ketaatan, padahal ketika
itu mereka tidak melakukan penyerbukan, kemudian Rasulullah saw. bersabda dengan hadits tersebut.
Contoh yang lain adalah hadits yang artinya, "Barang siapa melakukan sunnah yang baik dalam agama Islam ...." (HR
Muslim, Kitab Az-Zakaah, Bab "Al-Hatstsu 'alash Shadaqah" [IV/2801, 2802]).
Sebagian orang memahami hadits ini dengan pemahaman yang salah. Sehingga, mereka membuat bid'ah-bid'ah (amal yang
diada-adakan dan tidak ada dasarnya) dalam agama dengan beranggapan bahwa mereka sedang mendekatkan diri kepada
Allah dan beramal dengan sunnah yang baik, yang masuk dalam kandungan makna hadits Rasulullah saw. di atas.
Akan tetapi, kalau kita merujuk kepada sebab disabdakannya hadits ini, akan kita dapatkan sebabnya, yaitu bahwa Nabi
pada suatu hari menyuruh para sahabat untuk bersedekah. Kemudian, datanglah seorang pria dengan membawa bungkusan
70
besar yang kedua tangannya hampir tidak mampu untuk membawanya, lalu ia meletakkannya di tengah masjid. Setelah itu,
orang-orang pun ikut berinfaq sampai muka Rasulullah saw. berseri-seri (karena senang), seakan-akan wajah beliau seperti
sesuatu yang disepuh dengan emas, lalu beliau mengucapkan hadits tersebut.
Maka dari itu, mengartikan hadits tersebut kepada perbuatan bid'ah jelas-jelas secara meyakinkan bukan yang dimaksud.
Bahkan, itu merupakan kesesatan yang nyata. Dan, sebab-sebab disabdakannya hadits tersebut menjadi bukti terkuat akan
kesalahan cara pengambilan dalil yang ditempuh oleh mereka.
Ibnu Hamzah ad-Dimasyqi mempunyai kitab berjudul Al-Bayaan wa at-Ta'riif fii Ashaab Wuruud al-Hadiits asy-Syariif
yang dicetak dalam tiga jilid. Kitab itu termasuk yang paling lengkap dalam bidang ilmu ini (asbaabul wuruud hadits).
5. Mengetahui Ghariibul Hadiits
(Ghariibul Hadiits=Kata-Kata yang Sulit Dipahami pada Teks Hadits)
Rasulullah saw. adalah orang yang paling fasih dalam mengucapkan bahasa Arab dan beliau berbicara kepada para sahabat
dengan bahasa Arab yang jelas dan dikenal oleh mereka. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam memahami apa yang
diinginkan dari lafazh yang diucapkan oleh Rasulullah saw. karena mereka adalah orang Arab asli, yang tidak pernah
dimasuki (dipengaruhi) oleh bahasa orang 'Ajam (orang non-Arab).
Tetapi, dengan berlalunya waktu dan berbaurnya sebagian orang dengan yang lain, baik yang Arab maupun yang 'Ajam,
bahasa yang dipakai sebagian besar orang Arab menjadi lemah. Selain itu, bahasa mereka bercampur dengan bahasa orang
'Ajam, serta mereka menjadi semakin jauh dari bahasa Arab yang fasih. Sehingga, banyak orang yang menemukan kesulitan
dalam memahami hadits-hadits Nabi karena mereka tidak mengetahui arti kata-kata dalam hadits-hadits tersebut.
Oleh sebab itulah, para ulama bangkit menyusun karangan semacam ini, yaitu kitab-kitab ghaariibul hadiits. Mereka
menyusun sebuah kitab untuk menerangkan kata-kata yang sulit dipahami dalam suatu hadits beserta penjelasannya. Jika
seorang ulama, penuntut ilmu, dan seorang muslim secara umum ingin memahami hadits yang baik, hendaklah dia merujuk
kepada kitab-kitab ghariibul hadiits, yang paling penting di antaranya adalah sebagai beirkut.
o Ghariibul Hadiits karya Al-Harawi.
o Ghariibul Hadiits karya Abu Ishaq al-Harbi.
o Ghariib ash-Shahiihain karya Al-Humaidi.
o An-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits karya Ibnul Atsir.
Kitab yang terakhir (An-Nihaayah) adalah kitab terlengkap dan paling bermanfaat daripada kitab-kitab ghariib lainnya.
6. Memahami Sunnah seperti yang Dipahami Sahabat Rasulullah
Kaidah ini termasuk yang paling penting supaya seorang muslim berpegang dengan sunnah, seperti berpegangnya salafush
shaleh, serta agar selamat dari penambahan dan pengurangan.
Dengan demikian, yang paling utama dalam menerangkan As-Sunnah adalah hadits-hadits Nabi sendiri, kemudian
perkataan dan perbuatan para sahabat (al-aatsaar as-salafiyah), karena para sahabat telah menyaksikan turunnya Al-Qur'an
dan wahyu turun di hadapan mereka. Maka, jika terjadi pemahaman yang salah dari salah seorang mereka terhadap Sunnah
Nabi, niscaya Jibril akan turun kepada Rasulullah saw. untuk meluruskan dan mengoreksi pemahaman yang salah itu.
Oleh karena itu, para ulama hadits menggolongkan perkataan seorang sahabat: "Kami berpendapat begini pada zaman
Rasulullah," sebagai perkataan yang memiliki hukum marfu' (yang bisa disandarkan kepada Rasulullah saw.). Apabila
orang-orang berselisih tentang pemahaman suatu hadits, maka pemahaman yang paling utama didahulukan adalah
pemahaman sahabat Rasulullah saw.
Contoh untuk kasus ini adalah hadits tentang menghadap ke kiblat atau membelakanginya ketika buang air besar atau kecil.
Ada atsar (perkataan sahabat) dari Ibnu Umar r.a., beliau berkata, "Sesungguhnya yang demikian itu (buang hajat) terlarang
jika di tempat yang terbuka, namun jika di antara kamu dan kiblat ada sesuatu yang menutupi (menghalangi), maka tidak
mengapa (hukumnya boleh)." (HR Abu Dawud, Kitab Ath-Thaharah Bab "Karaahiyah Istiqbaali Qiblati 'inda Qadhaa-il
Haajah" [I/3]).
71
Kitab-kitab yang penyusunnya banyak menukil atsar-atsar salafiyyah (orang-orang shalih terdahulu) dari sahabat dan tabi'in
adalah sebagai berikut.
o Mushannaf 'Abdirrazzaq.
o Mushannaf Ibni Abi Syaibah.
o Sunan Sa'id bin Manshur.
o Sunan ad-Darimi.
o As-Sunan al-Kubraa dan As-Sughaa karya Imam Al-Baihaqi.
7. Merujuk Kitab-Kitab Syarah Hadits
(Kitab-Kitab yang Berisi Penjelasan dan Keterangan dari Matan [Teks] Hadits) Termasuk hal-hal yang penting dalam
memahami hadits-hadits Nabi adalah merujuk kitab-kitab syarah. Sebab, di dalamnya terdapat penjelasan tentang gharib,
nasikh-mansukh, fiqhul hadits, dan riwayat-riwayat yang tampaknya bertentangan sehingga seseorang tidak mungkin
meninggalkan kitab-kitab seperti ini.
Para ulama hadits telah meninggalkan kitab-kitab syarah untuk kita yang menjelaskan hadits-hadits Nabi saw. Para ulama
adalah penerjemah hadits-hadits Nabi untuk seluruh umat. Setiap seorang ulama yang lebih dahulu (lebih dekat masa
hidupnya dari Rasulullah saw.) maka penjelasannya akan lebih dekat kepada kebenaran dan lebih layak untuk diterima,
biasanya.
Kitab syarah yang paling utama didahulukan setelah memperhatikan yang lebih dahulu zaman penyusunnya adalah kitab
yang penyusunnya memiliki perhatian terhadap dalil-dalil dengan menerangkan makhaarijul ahaadiits (jalan periwayatan
hadits) yang bermacam-macam, serta menerangkan shahih dan dha'ifnya dalil tersebut.
Demikian pula harus didahulukan kitab yang penyusunnya paling jauh dari fanatik madzhab, yangmana suatu hadits bisa
saja dipalingkan olehnya dari makna yang sesungguhnya yang diinginkan Rasulullah saw. tanpa disertai dalil yang rajih
(kuat).
Di antara contoh kitab syarah hadits yang sesuai dengan pemahaman para sahabat dan mu'tamad (yang bisa
dipertanggungjawabkan) yaitu sebagai berikut.
o Syarhus Sunnah karya Imam Al-Baghawi.
o Fathul Baari karya Ibnu Rajab al-Hanbali.
o Fathul Baari Syarh Shahih al-Bukhari karya Ibnu Hajar al-Asqalani.
Sumber: Diringkas dari Delapan Kaidah Memahami Sunnah, terj. Abu 'Abdirrahman Mukti 'Ali 'Abdulkarim (Pustaka Imam Asy-
Syafi'i, 2007); judul asli: Dhawaabith Muhimmah li Husni Fahmis Sunnah, Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir (Jeddah: Husnu Salim,
1999).
Oleh: Abu Annisa
72
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap manusia yang lahir di dunia ini, pasti membawa naluri yang mirip dengan hewan, letak perbedaannya karena naluri manusia
disertai dengan akal. Sedangkan naluri hewan tidak demikian halnya. Oleh karena itu naluri manusia dapat menentukan tujuan yang
dikehendakinya. Segala sesuatu itu dinilai baik atau buruknya, terpuji atau tercela, semata-mata karena syara’ (al-Qur’an dan
Sunnah) hati nurani atau fitrah dalam bahasa al Qur’an memang dapat menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia di ciptakan
oleh Allah Swt memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaannya (QS. Ar-Rum: 30-30). Hati nurani manusia selalu mendambakan dan
merindukan kebenaran, ingin mengikuti ajaran-ajaran Allah Swt. Namun fitrah manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan
baik karena pengaruh dari luar misalnya pengaruh pendidikan, lingkungan, pakaian dan juga pergaulan. Masyarakat yang hati
nuraninya sudah tertutup dan akal fikiran sudah di kotori oleh sikap dan perilaku yang tidak terpuji. Namun bukan Cuma perilaku
yang harus diperbaiki asupan dalam tubuhpun harus dijaga agar tetap halal. Karena itulah diperlukan adanya suatu jaminan dan
kepastian akan kehalalan produk pangan yang dikonsumsi umat Islam.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam kehidupan sehari-hari tentu banyak panorama-panorama dalam kehidupan sehari-hari dan yang terpenting adalah bagaimana
kita hidup dalam bermasyarakat, saling menghargai dan saling menghormati di dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita di tuntut
untuk bagaimana kita dapat hidup bersosialisasi. Tentunya di dalamnya itu banyak aturan dan etika yang harus kita jaga sebab
kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain. Seperti berpakaian, kita tidak boleh berpakaian yang berlebihan, kita tetap
menjaga etika dalam berpakaian, tidak boleh tampil sembrono, tampil yang berlebihan dan sebagainya. Selain dari pada itu, yang
paling penting juga adalah akhlak, bagaimana kita menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita dapat hidup tenang.
Saling menghargai dan saling menghormati.
Makalah Akhlak
A. PENGERTIAN AKHLAK
Secara etimologis akhlaq adalah bentuk jamak dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kata akhlaknya yang berarti menciptakan seakan dengan kata khaliq (pencipta), makhaliq yang (diciptakan) dan khalq (penciptaan).
Kata di atas mengisyaratkan bahwa dalam akhlak tercakup pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak khaliq (Tuhan).
Secara terminologis (ishthilabah) ada beberapa definisi tentang akhlaq :
1. Imam Al-Ghazali
Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa
memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
2. Ibrahim Anis
Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan.
3. Abdul Karim Zaidan
Akhlaq adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang depan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai
perbuatannya baik atau buruk.
Dari keterangan diatas. Jelaslah bagi kita bahwa akhlaq itu haruslah bersifat konstan, spontan, tidak temporer dan tidak memerlukan
pemikiran dan pertimbangan serta dorongan dari luar. Sekalipun dari beberapa definisi di atas kata akhlak bersifat netral, belum
merunjuk kepada baik dan buruk, tapi pada umumnya apabila disebut sendirian, tidak dirangkai dengan sifat tertentu, maka yang
dimaksud adalah akhlak yang mulia. Misalnya, bila seseorang berlaku tidak sopan kita mengatakan padanya. “kamu tidak
berakhlak”. Padahal tidak sopan itu adalah akhlaknya.
Sumber akhlak
Yang dimaksud dengan sumber akhlak atau yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela.
Dalam konsep akhlak segala sesuatu itu dinilai baik atau buruk, terpuji atau tercela semata-mata karya syara’ (Al-Quran dan Sunnah)
menilainya demikian.
Apakah Islam menafikan peran hati nurani, akal dan pandangan masyarakat dalam menyimpulkan baik dan buruk.
Hati nurani atau fitrah dalam bahasa al-Qur’an memang menjadi ukuran baik dan buruk karena manusia diciptakan oleh Allah Swt.
Memiliki fitrah bertauhid, mengakui keesaannya.
Demikian juga halnya dengan akal pikiran. Ia hanyalah salah satu kekuatan yang dimiliki manusia untuk mencari kebaikan dan
keburukan.
Demikianlah bentang hati nurani dan akal pikiran. Bagaimana dengan pandangan masyarakat? Pandangan masyarakat juga bisa
dijadikan ukuran baik dan buruk, tetapi sangat relatif, tergantung sejauh mana kesucian hati nurani masyarakat dan kebersihan
pikiran mereka dapat terjaga.
Ruang Lingkup Akhlak
73
Muhammad Abdullah dias dalam bukunya dhuztur al ahlak fial-Islam membagi ruang lingkup akhlak menjadi lima bagian.
1. Akhlak Pribadi (al-Fardiyah) terdiri dari : a. Kewajiban timbal balik orang tua dan akhlak, b. Kewajiban suami istri, c.
kewajiban terhadap kerabat
2. Akhlak bermasyarakat : terdiri dari (a) yang dilarang, (b) yang diperintahkan, (c) keadaan-keadaan adab.
3. Akhlak bernegara: Terdiri dari a. Berhubung antara pemimpin dan rakyat, b. Hubungan luar negeri.
1. Akhlak beragam yaitu kewajiban terhadap Allah SWT
2. Akhlak pribadi = a. Yang diperintahkan, b. Yang dilarang, c. Yang dibolehkan.
Kedudukan dan Keistimewaan Akhlak dalam Islam
Dalam keseluruhan ajaran Islam akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Hal itu dapat dilihat dalam
beberapa nomor berikut.
1. Rasulullah SAW menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai risalah pokok Islam.
2. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam.
FUNGSI AKHLAK DALAM HAL MAKANAN, PAKAIAN & PERGAULAN DALAM ISLAM
a. Fungsi Aqidah dalam Hal Makanan
1. Waspadai makanan dan minuman di sekitar kita
a) Makanan dan gaya hidup Modern
Dunia semakin modern banyak orang yang menyebutnya ERA TEKHNOLOGI. Manusia semakin mudah menggapai keinginan-
keinginan dengan teknologi.
Dalam pandangan futurlog terkemuka asal Amerika Serikat. Era global yang serba teknologis seperti sekarang ini disebutnya sebagai
“global lifestyle”.
Budaya global yang mengalami perkembangan amat dahsyat adalah = food, fashion dan fun (makanan, pakaian, dan hiburan).
Khusus pada budaya makanan dan minuman telah menjadi varian yang menonjol dalam lingkungan masyarakat kita.
b) Konsumen muslim di tip uterus
Ada anggapan bahwa orang mayoritas muslim penduduk Indonesia. Maka masalah konsumsi pangan pasti terjamin kehalalannya.
Anggapan ini diistilahkan oleh Dr. Ir. Amir Aziz sebagai fallasi semu artinya, Jaminan tersebut ternyata tidak terjadi dengan
sendirinya tanpa ada sistem dan peraturan yang mendukung keseimbangan mental kita menjadi keharusan agama.
MENGAPA ALLAH
MENGHARAMKAN SESUATU
Seorang khatib dengan memaparkan fakta-fakta di negeri kita. Menurutnya, negeri ini berantakan dan kacau bala dengan berbagai
kerusuhan, huru hara etnis, agama dan ras, kericuhan politik, saling fitnah, dll, disebabkan oleh perilaku mungkar para pemimpinnya.
Mereka membangun ketamakan kekuasaan melalui jalan menghalalkan segala cara dan mengembangkan “terorisme” mental dengan
budaya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) ironisnya, perilaku ini diikuti oleh sebagian besar pejabat Negara dan masyarakat
umum lainnya.
Dampak makanan haram
Secara substansi, setiap barang atau benda yang diharamkan oleh Allah pada dasarnya mempunyai kandungan hikmah dan manfaat.
Namun, manusia tidak selalu mampu menelusuri kandungan hikmah dan manfaat apa yang menjadi ketentuan Allah, karena
keterbatasan daya jangkau akalnya.
Keharaman khamar atau tidak selalu dapat kita temukan hikmah yang bersifat zhabir (nampaknya) saja. Dulu banyak orang berfikir
bahwa haramnya khamar karena memabukkan yang bisa merusak kesehatan manusia.
Salah satu kaidah fikih menyebutkan sebuah ketentuan yang artinya janganlah kamu tanyakan apa yang ditetapkan oleh Allah.
Fungsi akhlak dalam pakaian
Sebagai seorang muslim kita wajib menutup aurat kapan pun dimanapun kita berada. Jika kita hendak bepergian sebagai seorang
muslimah tidak sepantasnya tidak memamerkan aurat kita di muka umum. Sebagai seorang muslimah sangatlah tidak wajar jika kita
berjalan di tempat umum. Kita mempertontonkan segala bentuk tubuh kita, sangatlah tidak wajar dan tidak sepantasnya jika segala
bentuk tubuh kita di lihat oleh yang bukan muhrim. Sebagai seorang muslimah patutlah kita merasa malu dan merasa berdosa jika
kita tidak menutup aurat. Logikanya adalah jika kita hendak kemana-mana hendaknya menutup aurat dan menutup aurat itu adalah
kewajiban bagi setiap muslimah.
Makalah Akhlak
Fungsi Akhlak dalam Pergaulan dalam Islam
Tindakan Manusia
Manusia itu dinilai oleh manusia lain dalam tindakannya. Kalau ‘tindakan’ ini di ambil seluas-luasnya, maka ada beberapa macam
penilaian. Mungkin tindakan nilai sebagai sehat atau kurang sehat, misalnya perasaan, pencernaan, peredaran darah, yang menilai
cara ilmiah hal-hal yang demikian itu dokter dan kalau kesehatan seseorang di anggap kurang, diusahakan obatnya, supaya kesehatan
itu pulih kembali, penilaian di atas di sebut penilaian medis.
Adapula tindakan yang dinilai menurut indah-tidaknya. Orang mungkin indah tindakannya, indah (merdu) nyanyiannya, indah gerak-
geriknya. Penilaian ini di sebut penilaian estetis untuk mengetahui mengapa sesuatu (pun tindakan) di sebut indah, tidaklah amat
mudah, rupa-rupanya penentuan indah-tidaknya sesuatu itu amat terpengaruhi oleh rasa dan rasa manusia itu amat sukar tertentukan.
Berbeda-beda dan tergantung dari banyak hal.
74
Tindakan mungkin juga dinilai sebagai baik atau lawannya, ialah buruk, kalau tindakan manusia dinilai atas baik-buruknya.
Tindakan itu seakan-akan keluar dari manusia, dilakukan dengan sadar atas pilihan dengan satu perkataan: sengaja, faktor
kesengajaan mutlak untuk penilaian baik-buruknya yang disebut penilaian etis atau normal.
Walaupun tidak mudah pula memberi penentuan tentang kesengajaan ini, yang terang indah bahwa ada pengetahuan (kesadaran)
bahwa orang bertindak dan ada pilihan terhadap tindakan itu. Orang yang dalam tidurnya nyenyak mendengkur, takkan dikatakan
bahwa ia mendengkur dengan sengaja. Ia tak tahu, bahwa ia lebih suka mendengkur! Begitu pula jika ada keadaan yang betul-betul
memaksa, maka di situasi itu tidak disengaja, melainkan terpaksa misalnya jika seorang pengemudi mobil menabrak orang, karena
orang ini sekonyong-konyong menyeberang jalan serta amat dekat dengan mobil itu sehingga tidak mungkin mengerem atau
mengerak, maka ia dalam keadaan terpaksa. Situasinya tak memungkinkan memilih tindakan yang lebih pantas untuk dilakukannya.
Tidak tidak mampu mengontol tindakannya, apalagi pergaulannya dengan sesama. Dalam bergaul itu, kita harus mampu
membedakan antara mana yang pantas dan tidak pantas untuk kita temani.
Seperti dalam ajaran agama Islam tentang pergaulan, kita harus pintar-pintar memilih mana yang terbaik untuk kita karena semua
dampak dari pergaulan akan kembali kepada yang menjalani pergaulan tersebut.
Pergaulan dapat dibedakan menjadi 2 :
Pergaulan Positif Yakni bergaul kepada orang-orang yang berhati mulia, dan selalu menjalankan perintah Allah, dan menjauhi
segala larangannya, dan selalu membantu seseorang, dan tidak memiliki sifat sombong.
Pergaulan Negatif Yakni pergaulan yang dicekam oleh Allah karena tidak sejalan dengan ajaran Islam. Misalnya saja bergaul kepada
orang-orang yang suka mabuk, judi, zina, dan tidak pernah menjalankan perintah dan apalagi menjalankan shalat 5 waktu.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Akhlak tidak dapat dipisahkan oleh kehidupan sehari-hari karena akhlak berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Misalkan saja
dalam pergaulan, tanpa akhlak pergaulan akan kacau, karean saling tidak menghargai dan saling meremehkan.
Kemudian akhlak juga berkaitan erat dalam makanan sehari-hari karena tanpa akhlak bisa saja orang yang lapar dengan tanpa fikir
panjang langsung mengambil makanan orang tanpa mengetahui makanan itu telah diberikan atau tidak.
Dan yang terakhir aklak dalam berpakaian sehari-hari Adalah kewajiban yang mutlak yang harus di laksanakan oleh setiap muslimah
yang beriman. Selain dari pada itu, kalau kita bepergian, lantas kita menutup aurat, kita terlepas dari segala fitnah. Makalah Akhlak
KEBERLAKUAN KAIDAH HUKUM
Oleh : Syamsul Arifin & Nashiruddin
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Telah diketahui bahwa disamping kaedah kepercayaan atau keagamaan, kaedah kesusilaan dan kaedah sopan
santun masih diperlukan kaedah hokum. Kaedah hokum ini melindungi lebih lanjut kepentingan-kepentingan manusia
yang sudah mendapat perlindungan dari ketiga kaedah lainnya dan melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang
belum mendapat perlindungan dari ketiga kaedah tadi.
Kaedah hokum ditujukan terutama kepada pelakunya yang konkrit yaitu dipelaku pelanggaran yang nyata-
nyata berbuat, bukan untuk penyempurnaan manusia, melainkan untuk ketertiban masyarakatagar masyarakat
tertib, agar jangan sampai jatuh korban kejahatan, agar terjadi kejahatan.
Isi kaedah hokum itu ditujukan kepada sikap lahir manusia. Kaedah hukum mengutamakan perbuatan lahir.
Pada hakekatnya apa yang dibatin, apa yang dipikirkan manusia tidak menjadi soal, asal lahirnya ia tidak melanggar
hukum. Apakah seseorang dalam mematuhi peraturan lalu lintas (misalnya : berhenti ketika lampu lalu lintas
75
menyalah merah) sambil menggerutu ia tergesa-gesa ia mau pergi kuliah, tidaklah penting bagi hukum, yang penting
ialah bahwa lahirnya apa yang tampak dari luar ia patuh pada peraturan lalu lintas.
Kaidah hukum berasal dari luar manusia. Kaidah hukum berasal dari kekuasaan luar diri manusia yang
memaksakan kepada kita (heteronom), masyarakatlah secara resmi diberi kuasa untuk memberi sanksi /
menjatuhkan hukuman.
B. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian keberlakuan kaidah hukum?
b. Apa perbedaan dari kaidah hukum dan kaidah sosial?
c. Apa saja macam-macam kaidah?
d. Contoh-contoh kaidah hukum?
e. Bagaimana gambaran secara skematis tentang masyarakat yang diberi ser resmi untuk memberi sanksi atau
menjatuhkan hukuman!!
C. Tujuan Masalah
a) Mengetahui definisi tentang kaidah hukum.
b) Mengetahui perbedaan dari kaidah hukum dan kaidah sosial.
c) Mendiskripsikan macam-macam kaidah.
d) Mengetahui Contoh-contoh kaidah hokum.
e) Mengetahui gambaran secara skematis tentang masyarakat yang diberi ser resmi untuk memberi sanksi atau
menjatuhkan hukuman!!
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kaidah Hukum
Kaidah hukum bersal dari dua Kata, yakni: Kaidah dan hukum. Kaidah berarti perumusan dari asas-asas
yang menjadi hukum, antara yang pasti, patokan, dalil dalam ilmu pasti. Sedang hukum sendiri berarti peraturan
yang dibuat dan disepkati baik secara tertulis meupun tidak tertulis, peraturan, undang-undang yang mengikat
prilaku setiap masyarakat tetentu. Dari sini dapt di kemukakan bahwa keberlakuan tingkah laku didalm
masyarakat. Kaidah hukum merupakan ketentuan tentang prilaku. Pada hakikatnya apa yang dinamakan kaidah
adalah nilai karena berisi apa yang “seyogyanya” harus dilakukan. Sehingga harus dibedakan dari peraturan
konkrir yang dapat dilihat dalam bentuk kalimat-kalimat. Kaidah hukum dapat berubah sementara undang-undang
nya (Peraturan konkritnya) tetap (lihat ps-1365 Bw).
Agar dapat memnuhi kebutuhan-kebutuhannya, dengan aman tentram dan damai tanpa gangguna, maka
bagi setiap manusia perlu adanya suatu tata (orde = ordnung). Tata itu berwujud aturan-aturan yang menjadi
pedoman bagi segala tingkah manusia dalm pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara
dan terjamin setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Tata itu lazim disebut
KAIDAH (berasal dari bahsa Arab) atau Norma (berasal dari bahasa latin) atau UKURAN-UKURAN.
Ditinjau dari segi isinya kaidah hukum dapat dibagi tiga, yaitu:
a. Kaidah hukum yang berarti perintah, yang mau tidak mau harus di ja;ankan atau di taati seperti misalnya
ketentuan dalam pasal 1 UU no.1 tahun 1947 yang menentukan, bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin
antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membenmtuk keluarga yang berbahagia dan
kekal berdasarkan ketuhanan yang maha Esa.
b. Kaidah hukum yang berisi larangan , seperti yang tercantum dalam pasal 8 UU no.1 tahun 1974 mengenai larangan
perkawinan antara dua orang laki-laki dan perempuan dalam keadaan tertuentu.
B. kaidah hukum dan kaidah social lainnya
Kaidah hukum dapat dibedakan dengan kaidah kepercayaan, kaidah kesusilaan dan sopan santun, tetapi
tidak dapat dipisahkan, sebab meskipun ada perbedaannya ada pola temunya. Terdapat hubungan yang erat sekali
antara keempat –empatnya. Isi masing-masing kaidah sa;ling mempengaruhi suatu sarana lain, kadang-kadang
saling memperkuat.
76
1. Beberapa perbedaaan dari segi tujuan, sasaran, alas an usul, sanksi dan isinya.
2. Kita memulai mengadakan perbedaan antara kaidah hukum dengan kaidah agama (kaidah kepercayaan) dan
kaidah kesusilaan.
Dari segi tujuan kaidah hukum bertujuan menciptalan tata tertib masyarakat dan melindungi manusia
beserta kepentingannya, kaidah agama(kaidahkepercayaan) dan kesusilaan bertujuan memperbaiki pribadi manusia
agar menjadi manusia ideal (Insan Kamil).
Dari segi sasaran,
Kaidah hukum mengatur tingkah laku manusia agar sesuai dengan aturan.
Kaidah agama (kaidah kepercayaan) dan kesusilaan mengatur sikap batin manusia yang pribadi agar menjadi
manusia yang berkepribadian kamil.
Dari asal-usul kaidah kesopanan (sopan santun) dari luar diri manusia itu sendiri,
kaidah agama (kaidsah kepercayaan) berasal dari Tuhan yang maha Esa.
Kaidah berasal dari pribadi manusia.
Dari sumber-sumber sanksi.
Kaidah hukum dan kaidah agama berasal dari kekuasaan luar diri manusia (Heteronom).
Kaidah kesusilaan berasal dari suara yang berasa dari masing-masing pelanggar (Otonom).
Dari segi biaya
Kaidah hukum memberikan hak dan kewajiban (atributif dan normatif)
Kaidah Agama dan kaidah kesusilaan hanya memberikan kewajiban saja (normatif).
Kaidah kesopanan berisi aturan yang di rujukkan kepada sikap lahir manusia.
Kaidah agama dan kaidah kesusilaan berisi aturan yang di tujukan kepada sikap batin manusia.
C. Macam-macam kaidah hukum
Macam-macam kaidah hukum
a. Kaidah Agama terbagi menjadi dua, yaitu Agama wahyu (Samawi dan Sama’i, langit) dan Agama budaya. Agama
wahyu yaitu suatu ajaran Allah yang berisi perintah, Larangan, dan kebolehan yang disampaikan kepada umat
manusia berupa wahyu melalui malaikat dan RosulNya. Sedang agama budaya yaitu ajaran yang dihasilkan oleh
pikiran dan perasaan manusia secara kumulatuf. Kaidah agama merupakan tuntutan hidup manusia untuk
menuju ke arah yang lebih baik dan benar.
b. Kaidah kesusilaan adalah aturan hidup yang berasal dari suara hati menusia yang menentukan mana perbuatan
yang baik dan mana yang buruk . oleh sebab itu, kaidah kesusilaan ini tergantung pada pribadi manusia itu
sendiri.
c. Kaidah kesopanan adalah aturan hidup yang timbul dari pergaulan hidup masyarakat tertentu. Landasan kaidah
kesopanan adalah kepatutan, lepantasan, dan kebiasaan yang berlaku kepada masyarakat yang bersangkitan.
Oleh sebab itu kaidah kesopanan serng kali disamakan dengan kaidah sopan santun , tata kerama. Walaupun
ada pakar hukum yang tidak mau menyamakan pengertian kebiasaan nya adat sopan santum.
d. Kaidah hukum adalah aturanb yang dibuat secara resmi oleh penguasa negara, menyikat setiap manusia dan
berlakunya dapat dipaksakan oleh aparat negara yang berwenang, sehingga berlakunya dapat dipertahankan.
Menurut van kan sifat yang khas dari penguasa hukum ialah sifat memaksakan kehendak.Tujuan yang lebih
mendalam. Sebab memaksakan kehendak bukan berarti senantiasa dapat dipaksakan.
D. Hukum perkawinan
1. Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu. (Pasal 2
ayat 1 no. 1/74 tentang perekawinan).
2. Hokum pidana
Barang siapa sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan, dengan pidana penjara paling
lama lima belas tahun.(Moeljatno, kitab Undang-undang hukum pidana)
3. Hukum perdata
”tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena
salahnya menertibkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut. (R. Subekti, KUH Perdata, pasal 1365.
77
E. Gambaran secara skematis masyarakat yang di beri kuasa secara resmi untuk memberi sanksi atau
menjatuhkan hukuman.
Segi Agama Kesusilaan Kesopanan Hukum
Umat manusia; Pribadi yang konkrit;
Tujuan Menusia sempurna; Tetib masyarakat;
Mencegah manusia menjadi Kesedapan bersama;
jahat.
Menghindari jatuhnya korban
Sasaran Aturan yang ditujukan Aturang yang ditujuhkan kepada
kepada sikap batin perbuatan lahiriah (Konkrit)
Asal-Usul Tuhan Diri sendiri Kekuasaan luar yang memaksa
Sanksi Tuhan Diri sendiri Kekuasaan luar Resmi
yang memaksa
Isi Memberi Kewajiban Memberi hak Dan Kewajiban
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pemaparan di atas dapat di simpulkan bahwasanya telah di kemukakan bahwa kaidah hukum itu bersifat
pasif. Agar kaidah hukum itu tudak berfungsi pasifm agar kaidah hukum itu aktif atau hidup, maka diperlukan
rangsangan. Rangsangan untuk mengaktifkan kaidah hukum adalah peristiwa konkrit, dengan terjadinya peristiwa
konkrit tertentu kaidah hukum baru dapat aktif karena lalu dapat diterapkan pada peristiwa konkrit tersebut.
B. Saran
Dario penjelasan penulis tentang makalah dengan judul ” keberlakuan kaidah huku” semoga masyarakat
syari’ah memahami lebih detail segala sesuatu yang di kaji dalam bidang Ilmu hikim.
DAFTAR PUSTAKA
Idrus, Fahmi. TT, Kamus lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Gresindo Press.
Kansil, C.S.T. 1989. Pengantar Ilmu hokum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Mahmudi, Dudu Duswara. 2000. Pengantar Ilmu hukum sebuah Sketsa. Bandung: Retika Aditama.
Mertokusumo, Sudikno. 1989. Mengenal Hukum Suatu pengantar . Yogyakarta : Liberty.
78
10 Rahasia Mendapatkan Rasa Percaya Diri Dalam Hitungan Detik
by admin
Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri anda dalam jangka panjang,
namun terkadang kita juga memerlukan langkah-langkah meningkatkan rasa percaya diri dalam waktu
singkat. Anda rasanya tak bisa berjalan menuju sebuah pertemuan penting sambil membaca buku
panduan mengenai kepercayaan diri, atau menelepon mentor anda pada menit-menit terakhir.
Jadi dibawah ini saya mencoba mensharingkan kepada anda beberapa tips yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan
cepat dalam hitungan detik :
1. Tersenyum
Tersenyum merupakan tips 1 detik jika anda merasa gugup dan tidak percaya diri. Anda tidak hanya tersenyum jika anda merasa
senang dan percaya diri, sebaliknya anda bisa tersenyum untuk membuat diri anda merasa lebih baik. Tersenyum berhubungan erat
dengan perasaan positif sehingga hampir tidak mungkin anda merasa tidak enak ketika anda tersenyum.
Tersenyum lebih dari sekedar menunjukkan ekspresi pada wajah anda. Tersenyum melepaskan hormon endorphin yang membuat
anda merasa lebih baik, meningkatkan sirkulasi darah di wajah anda, membuat anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri dan
tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri anda. Anda juga akan tampak lebih percaya diri di hadapan orang lain ketika anda
tersenyum.
2. Tatap Mata Lawan Bicara Anda
Sama halnya dengan tersenyum, tataplah mata semua orang di dalam ruangan. Berikan senyum anda dan dapat dipastikan mereka
akan membalas senyuman anda; dan senyum yang diberikan orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan cepat.
Sama halnya dengan tersenyum, kontak mata menunjukkan bahwa anda percaya diri. Menatap sepatu anda atau meja mendorong
perasaan anda menjadi ragu-ragu dan malu. Tips ini sangat berguna untuk situasi kerja; buatlah kontak mata dengan orang yang
mewawancarai anda, atau orang-orang yang menghadiri presentasi anda.
“Kontak mata membantu anda untuk menghilangkan rasa takut jika anda sedang berbicara di depan umum dan semakin mendekatkan
anda dengan lawan bicara anda. Stress merupakan perasaan yang datang dari sesuatu yang asing dan tidak dapat dikendalikan.
Kontak mata memberikan pembicara gambaran dari kenyataan yang tidak lain adalah lawan bicara itu sendiri. Kontak mata juga
membantu menarik minat lawan bicara anda.” (Confident Eye Contact, Unlimited Confidence)
3. Ubahlah Suara Dalam Diri Anda
Kebanyakan dari kita memiliki suara dalam diri yang mengatakan bahwa kita bodoh, tidak cukup mampu, terlalu gendut, kurus,
berisik, pendiam, dll. Kemampuan merubah suara di dalam diri anda merupakan kunci untuk memperoleh kepercayaan diri dari
dalam. Buat suara dalam diri anda menjadi teman pendukung yang paling mengenal anda dan mengetahui bakat anda, serta
menginginkan anda untuk mencapai yang terbaik.
4. Lupakan Standar Yang Ditetapkan Orang Lain
Terlepas dari situasi yang membuat anda mengalami krisis percaya diri, anda bisa membantu diri anda sendiri dengan berpegang
pada standar yang anda miliki. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apa pun anda mencoba, anda tidak
pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat. Jangan khawatir jika orang-orang menyebut anda gendut, kurus, pemalas,
membosankan, pelit, konyol, dll.. Bertahanlah pada standar yang anda miliki, bukan pada standar yang dimiliki orang lain. Ingatlah
nilai-nilai dan standar-standar yang dimiliki umumnya berbeda dalam masyarakat; anda tidak harus menerima nilai dan standar
tersebut hanya karena orang-orang di sekitar anda menerimanya.
79
5. Tampillah Serapih Mungkin
Meskipun anda hanya memiliki sedikit waktu, pergilah ke kamar mandi untuk memastikan anda tampil rapih. Sisirlah rambut anda,
cucilah muka anda, perbaiki riasan wajah anda, luruskan kerah anda, pastikan tidak ada sisa makanan pada gigi anda. Semua hal ini
dapat membuat perbedaan antara rasa percaya diri terhadap penampilan anda dan rasa takut anda terhadap penampilan anda.
”Sempurnakan penampilan fisik anda; sudah merupakan fakta bahwa penampilan seseorang memainkan peranan penting dalam
membangun rasa percaya diri. Meskipun kita tahu apa yang kita miliki dalam diri kitalah yang penting, penampilan fisik anda
menentukan impresi orang terhadap diri anda.” (Building Blocks to Self-Confidence, Complete Wellbeing)
6. Berdoalah Atau Bermeditasi Sejenak
Jika anda percaya pada Yang Maha Kuasa, mengucapkan doa bisa meningkatkan rasa percaya diri anda (anda juga bisa melakukan
meditasi selain berdoa). Langkah ini membantu anda untuk mundur sesaat dari situasi yang serba cepat dan mencari bantuan dari
Yang Maha Kuasa. Berikut adalah sebuah contoh doa, namun anda bisa menulis hal serupa yang sesuai dengan agama atau
kepercayaan anda:
“Ya Tuhan, terima kasih karena Kau telah mencintai dan menerimaku apa adanya.. bantulah aku untuk melakukan hal yang sama..
dan bantulah aku untuk tumbuh menjadi sesuai dengan kehendakMu sehingga rasa percaya diriku akan bertambah; semuanya demi
keagungan namaMu dan bukan namaku. Terima kasih karena Engkau telah mendengarkan dan menjawab doaku. Amin.” (Daily
Encounter, Strengthen Your Self-Confidence, Acts International)
7. Reka Ulang
Jika sesuatu terjadi diluar dugaan anda, hal ini cukup mudah menggoyahkan rasa percaya diri anda. Mungkin anda menumpahkan
minuman anda, terlambat hadir di sebuah pertemuan penting karena macet, atau seseorang yang ingin anda ajak bicara memberikan
tanggapan dingin. Cobalah untuk “mereka ulang” situasi tersebut dan tempatkan pada situasi yang lebih positif. Seringkali suatu
kejadian menjadi negatif karena persepsi kita sendiri.
8. Tentukan Langkah Anda Selanjutnya
Jika anda tidak yakin dengan apa yang harus anda lakukan, temukan satu langkah sederhana yang bisa membantu anda untuk terus
maju. Hal ini mungkin saja bisa dilakukan dengan melakukan kontak mata pada sebuah pesta, memperkenalkan diri anda pada orang
asing, memecahkan kebekuan dalam sebuah rapat, atau menanyakan orang yang mewawancarai anda untuk menunjukkan
pengetahuan anda terhadap industri dan perusahaan mereka.
Mulailah bertindak meskipun anda tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang seharusnya anda lakukan. Bergeraklah
menuju sasaran anda. Koreksi diri anda di lain kesempatan.
9. Bicaralah Perlahan
Sebuah tips sederhana agar anda terlihat atau menjadi lebih percaya diri adalah dengan bicara perlahan. Jika anda bicara terlalu cepat,
anda akan merasa tidak enak karena anda sadar anda bicara terlalu cepat. Bicara perlahan memberi anda kesempatan untuk
memikirkan apa yang anda akan katakan selanjutnya. Jika anda sedang berbicara atau melakukan presentasi, berhentilah sesaat pada
akhir sebuah frase atau kalimat untuk membantu orang lain mencerna apa yang anda katakan.
Berbicara perlahan menunjukkan kepercayaan diri seseorang. Seseorang yang merasa tidak layak didengarkan akan berbicara dengan
cepat, karena ia tidak mau membuat orang lain menunggu hal-hal yang tidak layak didengarkan.
10. Ikut Ambil Bagian
Pernahkah anda duduk seharian di dalam kelas atau di sebuah rapat tanpa mengucapkan satu patah kata pun? Pernahkah anda pergi
bersama teman-teman anda di malam hari dimana teman-teman anda berbincang dengan gembira sementara anda hanya duduk dan
80
menatap minuman anda? Kemungkinan yang terjadi adalah anda merasa tidak terlalu percaya diri pada saat itu – dan mungkin saja
anda akan merasa lebih tidak enak sesudah malam tersebut. Apapun situasi anda, berusahalah untuk ikut ambil bagian. Meskipun
anda merasa tidak banyak yang bisa anda katakan, pikiran dan perspektif anda sangat berharga bagi orang-orang di sekitar anda.
Dengan mencoba untuk berbicara setidaknya satu kali dalam setiap diskusi kelompok, anda akan menjadi pembicara yang lebih baik,
lebih percaya diri mengutarakan pikiran anda, dan dikenal sebagai seorang pemimpin oleh rekan-rekan anda.
Pengertian Kepercayaan Diri
Pengertian Kepercayaan Diri. Dalam bahasa gaul harian, pede yang kita maksudkan adalah percaya diri. Semua orang sebenarnya
punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan
wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa
depan, dan lain-lain. Ada juga orang yang merasa belum pede/percaya diri dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang
ditekuninya.
Ada juga orang yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita
bisa mengatakan bahwa yang terakhir itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia.
Pengertian Percaya Diri
Sebenarnya apa sih yang kita maksudkan dengan istilah pede/perca diri itu?
Memupuk Rasa Percaya Diri
Oleh Jacinta F. Rini
Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "tidak pede" dalam menghadapi
suatu situasi atau persoalan? Saya yakin hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam
rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Ruang konseling di website
inipun banyak diwarnai dengan pertanyaan seputar kasus-kasus yang berhubungan dengan krisis kepercayaan diri
tersebut. Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika
dihadapkan pada tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri sendiri, “dulu saya tidak penakut
seperti ini....kenapa sekarang jadi begini ?” ada juga yang berkata: "kok saya tidak seperti dia,...yang selalu percaya
diri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya...saya malu menjadi diri saya!”
Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa rasa percaya diri
begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki sehingga tidak
menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal.
Jika memang rasa kurnag percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-
pertanyaan inilah yang akan saya jawab dalam artikel ini.
Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian
positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa
individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang
tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa
memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual,
prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.
Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang percaya diri
Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah :
Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan,
atau pun rasa hormat orang lain
Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok
Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri
81
Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri
sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan
orang lain)
Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, ornag lain dan situasi di luar dirinya
Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap
mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.
Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang kurang percaya diri
Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah:
Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan
kelompok
Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan
Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah kemampuan diri
sendiri – namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri
Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif
Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil
Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)
Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu
Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada keadaan dan
pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain)
Perkembangan Rasa Percaya Diri
Pola Asuh
Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui proses
yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor yang
mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini, merupakan faktor
yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai
dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian, penerimaan, cinta dan kasih
sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan membangkitkan rasa percara diri pada anak
tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia
melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak
dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di
kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai
harapan yang realistik terhadap diri – seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.
Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik, sering
memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan hasil yang
dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan dan kemandirian
anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan overprotective
orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak belajar mengatasi
problem dan tantangannya sendiri – segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua. Anak akan merasa, bahwa
dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak pernah menyenangkan dan
membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara kandungnya yang lain atau di hadapan
teman-temannya.
Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang kurang
realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingkan anak,
mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri, tanpa
sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut. Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering menciptakan trend
yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh kasus yang riil pernah
terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak diterima masuk di jurusan A1 (IPA),
meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau
paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau, orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu,
hanya karena anak-anak lainnya pun demikian.
82
Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan
dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang yang
bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial. Akhirnya, anak tumbuh menjadi individu
yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai, dicintai, dan diakui, harus menyenangkan orang
lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk menjadi diri sendiri – mereka
tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu lemah, sementara ketakutannya
terlalu besar.
Pola Pikir Negatif
Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru,
dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh cara berpikirnya.
Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu dari sisi negatif. Ia tidak
menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua negativisme itu berasal. Pola pikir individu yang kurang percaya
diri, bercirikan antara lain:
Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri (“saya harus bisa begini...saya harus bisa begitu”).
Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur.
Cara berpikir totalitas dan dualisme : “kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek”
Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan berhasil
meraih cita-citanya di masa depan. Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung
berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana.
Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya
memang pantas dikritik.
Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti “saya memang
bodoh”...”saya ditakdirkan untuk jadi orang susah”, dsb....
Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara tulus, individu
langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan
kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu tersebut langsung menolak dengan
alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya.
Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan
kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil,
membuat individu langsung merasa menjadi orang tidak berguna.
Memupuk Rasa Percaya Diri
Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri
sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa
kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika
anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri.
1. Evaluasi diri secara obyektif
Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah
diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang
dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga
Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi
perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin
diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal
lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian
digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik.
2. Beri penghargaan yang jujur terhadap diri
Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu
didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini.
Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu
jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai
diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya,
ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu
sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan
menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.
83
3. Positive thinking
Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda
bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody’s perfect dan it’s okay if I made a mistake. Jangan biarkan
pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun.
Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif
menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan
keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian
di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu
ternyata tidak benar.
4. Gunakan self-affirmation
Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan
rasa percaya diri. Contohnya:
Saya pasti bisa !!
Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya !
Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena
membantu saya memahami tantangan
Sayalah yang memegang kendali hidup ini
Saya bangga pada diri sendiri
5. Berani mengambil resiko
Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi.
Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-
strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu
menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri
(bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk
berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No
Risk, No Gain.
6. Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan
Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak
bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak
pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama
ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat,
kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan,
kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari
tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati
dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti
itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya?
Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan
dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas
apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda.
7. Menetapkan tujuan yang realistik
Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut
sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda
dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil
langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang
tidak diinginkan.
Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat
melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri.
Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa
84
percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi
kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu. Rasa percaya diri yang
berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan
yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk
“harus” menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang
diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa
didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri
(konsep diri yang tidak sehat). Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya
adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb – namun dalam perjalanan waktu anak itu
sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya,
anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter – memperalat, menguasai dan mengendalikan
orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan
oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi,
relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang
individu tersebut bukan siapa-siapa. (jp)
Sumber : http://www.e-psikologi.com/dewasa/161002.htm
Membangun Kepercayaan Diri Siswa Saat Hadapi UN
By ismail fizh - Posted on 05 Mei 2009
Ujian nasional 2009 SMA/MA/SMK telah berlalu beberapa hari, namun masih terasa hingga saat ini bagaimana kegelisahan para
siswa kala itu.
Berbagai usaha mereka tempuh. Usaha yang sifatnya mandiri dapat kita lihat dari banyaknya kegiatan les yang mereka ikuti di
berbagai lembaga kursus. Belum lagi usaha yang dilakukan oleh sekolah dengan les-lesnya yang dilakukan secara intensif.
Sungguh membuat hati kita trenyuh… betapa perjuangan mereka begitu keras untuk memperoleh suatu predikat dan prestasi “lulus
UN”
Namun apa yang terjadi ketika pelaksanaan ujian akan dilaksanakan? Ternyata peningkatan kecemasan pada siswa berada pada
kondisi yang mengkhawatirkan. Inilah kemudian yang menyebabkan munculnya perilaku-perilaku irrasional pada siswa peserta UN.
Mereka lebih percaya pada beredarnya SMS yang berisi kunci jawaban soal UN yang tidak jelas sumbernya ketimbang percaya
terhadap apa yang telah mereka peroleh selama ini dari sekolah maupun lembaga-lembaga kursusnya. Ironis dan menyedihkan . Lalu
apa yang salah selama ini? Kenapa kepercayaan diri pada siswa begitu cepatnya merosot?
Untuk dapat menjawab masalah ini tentu kita harus berfikir secara menyeluruh. Artinya tidak semata-mata kita melihat dari
kacamata siswa, tetapi juga dari sisi gurunya. Boleh jadi siswa kurang sepenuhnya yakin akan kemampuan analisis pengajarnya
terhadap tips dan trik mneghadapi UN.( maaf tidak bermaksud meremehkan kemampuan guru)
Ujian nasional merupakan pesta akhir tahun bagi para siswa kelas 12 atau 9 atau 6, dan ini selalu berulang. Tentu kita tidak ingin
melihat kecemasan itu berulang pada siswa kita bukan?
Apa langkah yang akan kita berikan pada para siswa sehingga rasa percaya dirinya dalam menghadapi UN meningkat dan tidak
mudah terpengaruh.
Berikut beberapa tips yang mungkin dapat membantu :...
1. Bimbingan Belajar yang Intensif (bukan frekwensi tatap muka, tetapi kualitas materi).
Bimbel sebenarnya harus mampu menjadi sarana untuk lebih mengintensifkan proses penguasaan materi ajar. Namun dalam
kenyataannya, masih sedikit yang arahnya sepeti itu. Bahkan di beberapa sekolah yang masih dalam pengamatan saya, kegiatan ini
malah disalah gunakan oleh para siswa. Kegiatan ini lebih banyak digunakan untuk “mejeng” dengan menampilkan berbagai gaya
fashionnya. Akibatnya bukan nuansa bimbel yang dirasakan tetapi lebih cenderung pada nuansa fashion show. Sekolah yang masih
mendapati perilaku siswa seperti ini harus lebih tegas dalam menerapkan aturannya. Kalau perlu saat bimbel ditetapkan ketentuan
seragamnya.
2. Lengkapi Koleksi Bahan Ajar.
Untuk meningkatkan layanan pada siswa terkait dengan bahan/materi belajar tidak cukup rasanya kalo hanya mengandalkan sedikit
referensi. Semakin banyak referensi yang digunakan akan semakin lengkap bahan yang dapat diberikan kepada para siswa. Tentu hal
ini akan memberikan dampak positif lebih kepada mereka.
Perlu dimaklumi bersama bahwa pembuat naskah soal UN bukan guru yang mengajar di kelasnya. Kita para guru hanya diberikan
rambu-rambu materi dan ruang lingkup soal dalam bentuk SKL. Referensi mana yang dipakai pembuat soal kita semua tidak tahu
secara pasti. Kita hanya tahu bahwa kurikulum yang digunanaknya saja. Selebihnya tidak dapat tahu.
85
3. Berikan materi ajar lebih (pendalaman materi).
Ibarat seorang guru karate. Jangan ada jurus yang masih disimpan. Berikan semua jurus yang kita miliki kepada murid-murid kita,
karena kita tak akan pernah tahu jurus ke berapa sseeorang akan menyerang murid kita. Inilah analogi siswa ketika menghadapi
UNAS.
Seorang guru yang bijak, tentu akan memberikan materi ajar yang tidak semata-mata hanya mengandalkan apa yang terdapat dalam
buku referensi yang ada di tangannya, tetapi harus lebih banyak menggali informasi-informasi terkait dengan mata pelajaran yang
menjadi tanggung jawabnya.
4. Pahami SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dengan seksama.
Dalam setiap menghadapi UN, pemerintah, dalam hal ini Depdiknas telah memberikan rambu-rambu yang berupa SKL. Bahan ini
tidak semata-mata untuk kepentingan siswa tetapi lebih diperuntukkan bagi guru dalam mengarahkan bagaimana siswa mempelajari
suatu materi bahan ajar yang akan diujikan kelak. Jadi SKL harus menjadi pedoman bagi seorang guru.
Tidak mudah memang untuk sampai pada pemahaman ini. Perlu dilatih, perlu ketelitian dan juga kejelian. Dan inimerupakan bagian
yang sangat penting, mengingat di dalam SKL tersebut sebenarnya telah tersirat soal-soal UN yang akan diujikan.
5. Manfaatkan Teknologi dan Komunikasi Global
Dengan semakin majunya dunia teknologi, komunikasi secara global akan semakin mudah dan lancar. Semua informasi akan mudah
kita hadirkan dihadapan kita. Dunia kependidikan kita saat ini telah memberikan ruang yang cukup bagi para guru untuk saling
berkomunikasi, untuk saling berbagi dalam berbagai hal termasuk bagaimana membantu para siswa menghadapi UN. Disini kita
dapat memperoleh dan berbagi soal misalnya. Di sini kita dapat berbagi pengalaman, dll.
6. Jangan Menakuti Siswa Berlebihan
Sering kita temukan di sekolah-sekolah untuk lebih meningkatkan partisipasi belajar siswanya… tidak sedikit yang menggunakan
warning tentang sulitnya UN.
Kalau itu mau dijadikan satu dari sebagian model untuk meningkatkan kesungguhan belajar siswa dan masih dalam batas toleransi …
tidak masalah. Tapi jika model itu selalu disuguhkan pada para siswa…wah itu yang berbahaya.
Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda beda dalam menanggapi setiap warning dari sekolahnya. Ada diantara mereka
yang karena ingin membuktikan kemampuannya ia bangkit terpacu untuk membuktikan bahwa ia bisa. Namun tidak sedikit yang
malah kemudian putus asa menanggapi warning itu. Nahk karena jumlah kelompok kedua ini lebih dominan, maka hati-hatilah
memberikan warning seperti itu.
7. Berikan Succes Story Process
Sering kita kurang memperhatikan lingkungan sekitar dengan cermat, padahal di situ tidak menutup kemungkinan akan
ditemukannya pelajaran-pelajaran berharga secara langsung. Kesuksesan-kesuksesan seseorang tidak datang serta merta. Semua
dilakoninya dengan proses panjang. Perjuangan yang berat. Berikan kepada siswa cerita-cerita perjuangan mereka hingga menjadi
sukses. Ajak para siswa memahami proses menjadi sukses. Bukan mengajak melihat kesuksesannya.
8. Ajak berfikir kritis dan jernih
Kondisi anak saat menghadapi pelaksanaan ujian kurang lebih risaunya sama seperti saudara kita di Situ Gintung saat menerima
cobaan beberapa waktu lalu. Bisa kita bayangkan kondisi kejiwaan mereka saat itu. Tidak heran jika saat itu kita menjumpai diantara
warga yang irrasional dalam melewati situasi yang menimpanya. Mengapa? Ya… kemungkinan jawaban yang dapat kita berikan
adalah karena ketidaksiapan menghadapi cobaan yang datang tiba-tiba. Sekali lagi ketidaksiapan ketika itu. Situ gintung…
kejadiannya mendadak dan begitu cepat.
Bagaimana dengan para siswa? Siapkah mereka secara fisik dan psikisnya? Atau hanya kesiapan semu?
Sekiranya mereka siap dalam arti yang seutuhnya, tentu dia tidak mudah terpengaruh dengan berbagai isu yang tidak jelas datang dan
juntrungannya. Tidak mudah terpengaruh dengan beredarnya SMS liar yang berisi jawaban UN.
Mengapa hingga saat ini masih banyak yang percaya akan hal itu dan malahan masih banyak yang mengandalkan hal itu untuk
menghadapi UN? Sungguh ironis bukan?
Oleh karenanya, kita sebagai guru harus mampu membangunkan dan mengembangkan rasa percaya diri bagi setiap siswa kita.
Jangan terulang, UN tercoreng karena siswa mengharapkan beredarnya SMS gelap. Kependidikan di negeri ini bukan dibangun
dengan pondasi SMS, tetapi dibangun dengan akal dan pemikiran jernih serta rasional.
9. Jalin komunikasi Intensif dengan Orangtua Siswa
Sekolah dalam melayani siswa kurang dari 9 jam setiap harinya, tentu hal ini kurang cukup untuk memantau semua aktivitas siswa.
Oleh karenanya kumunikasi yang baik dengan pihak orangtua baik komunikasi yang bersifat kelembagaan maupun non
kelembagaan harus ditingkatkan. Kondisi anak dalam situasi apa pun harus diketahui para orangtua. Terlebih jika siswa dalam
kondisi bermasalah.
86
10. Berserah diri pada-Nya
Setelah semua ihtiar diupayakan sedemikian rupa, tentu sebagai makhluk yang berkeTuhanan, sudah seharusnya semua itu kita
serahkan kepadaNya. Kita hanya bergerak pada dimensi usaha, Allah lah yang berada dimensi pemberi keputusan.
Wallahu’alam
Bagaimana Cara Menumbuhkan Percaya Diri Setiap Hari
Anda tampil tidak Percaya Diri? Merasa deg-degan atau takut saat hendak berbicara di muka umum atau ketika hendak melakukan
sesuatu?
Tenang. Anda bukan satu-satunya yang mengalami masalah seperti ini. Banyak orang lain di luar sana yang juga tidak pede alias
mengalami krisis percaya diri. Asal anda mau belajar percaya diri, di waktu berikutnya saya jamin anda akan tampil berbeda:
menjadi orang yang lebih percaya diri.
Anda mau tahu bagaimana cara percaya diri?
Pertama sekali anda perlu mengerti mengapa percaya diri penting. Mungkin di antara anda sudah ada yang tahu apa manfaat percaya
diri, tapi sebagian dari anda mungkin belum. Namun saya yakin anda semua merasakan betapa tersiksanya saat menjadi orang yang
tidak percaya diri. Anda mengisi hidup anda dengan tidak mengenakkan. Mungkin anda mengerjakan pekerjaan yang tidak anda
sukai karena anda tidak cukup percaya diri untuk menolak pekerjaan itu. Karena kurang percaya diri juga, anda mungkin sulit untuk
memperbaiki hubungan yang buruk dengan rekan kerja anda. Tanpa memiliki cukup percaya diri, anda juga tidak berani
memantapkan jalan meraih impian anda
Kalau anda seorang pemimpin, tanpa rasa percaya diri memadai, akan membuat anda terlihat kurang berwibawa di hadapan anak
buah anda. Yang lebih berbahaya, bisa-bisa juga anda keliru dalam membuat keputusan.
Anda tentu tidak ingin semua hal di atas terjadi pada anda kan?
Syukurlah kalau sekarang anda mulai menyadari betapa sangat penting memiliki rasa percaya diri. Berita baiknya bagi anda adalah
tidak ada seorang pun yang begitu lahir langsung menjadi orang yang percaya diri. Percaya diri merupakan suatu kemampuan yang
dikembangkan.
Sehingga kalau anda lihat seseorang yang menurut anda sangat percaya diri, mereka sebetulnya juga tidak langsung seperti itu.
Mereka melatih rasa percaya diri sedikit demi sedikit.
Berikut trik dan tips yang bisa anda gunakan untuk melatih rasa percaya diri anda.
Rapikan diri anda. Mungkin anda beralasan bahwa anda bukan orang yang rapi. Sehingga apa yang anda tampilkan pun
jauh dari kerapian. Padahal bila anda tampil rapi, anda akan lebih percaya diri. Silakan coba dan rasakan peningkatan rasa
percaya diri terjadi pada anda.
Rasakan situasi positif. Dimana pun anda, coba rasakan situasi positif di tempat tersebut. Rasakan bahwa orang-orang di
sekeliling anda menyambut baik anda, lingkungan juga tersenyum pada anda.
Pelihara mental positif. Bahwa apa yang anda lakukan akan berjalan dengan baik dan anda juga akan baik-baik saja. Fokus
pada sisi positif akan membuat anda percaya diri.
Kurangi bilang “tapi”. Mungkin anda sering mengatakan kata tersebut. Misal anda mengatakan “ingin sukses, tapi saya
hanya orang biasa.” “anda ingin kaya tapi tidak bisa ini itu dan sebagainya.”
Sebaiknya mulai sekarang kurangi mengatakan kata “tapi”. Kata “tapi” membuat anda yang semula hendak maju, kembali
mundur. “Tapi” membuat anda terbiasa membuat alasan dan tidak melakukan ACTION!
Temukan apa yang anda takutkan dan ACTION-kan. Kalau anda takut berbicara di muka umum, ACTIONKAN itu.
Kalau anda takut menatap wajah orang lain, lakukan itu. Temukan apa yang anda takutkan, dan ACTIONKAN!
Jangan menunda. Penundaan menimbulkan ketakutan. Semakin sering anda menunda, ketakutan itu akan kian
menggumpal dan pikiran anda mulai mencari-cari alasan bahwa penundaan yang anda lakukan itu benar. Padahal, semakin
lama anda menunda berarti semakin lama anda membiarkan diri anda tidak meningkatkan kualitas diri.
Ingat momen ketika anda merasa begitu percaya diri. Coba ingat-ingat kapan anda merasa begitu percaya diri sehingga
tangan anda tidak gemetaran dan tidak ada keringat dingin mengucur dari kening anda? Saat itu anda bicara dengan lancar
87
dan lawan bicara anda bisa merasakan rasa percaya diri anda.
Ingat momen tersebut setiap kali anda merasa didera kehilangan percaya diri. Rasa percaya diri anda akan tumbuh dengan
seketika.
Awas penyakit perfeksionis. Mencari kesempurnaan selain menyita banyak energi dan waktu, juga bisa mengikis habis
rasa percaya diri. Sebab, misal saat anda mengerjakan suatu pekerjaan yang menurut anda tidak kunjung seperti harapan,
lambat laun anda akan meragukan kemampuan diri anda.
Hindari mencari kesempurnaan. Yang penting lakukan ACTION yang terbaik.
Lakukan ACTION dengan penuh percaya diri. Agar anda percaya diri, anda harus melakukan ACTION dengan percaya
diri. Ketidakpercayaan diri seseorang bisa dilihat dari ACTION-nya.
Demikian pula sebaliknya. Ketika anda bertindak penuh percaya diri, orang-orang akan menilai anda sebagai orang yang
percaya diri. ACTION yang penuh percaya diri akan membuat anda bertambah percaya diri.
Apa saja tindakan sederhana yang sering dilakukan agar anda terlihat percaya diri? Duduklah dengan tegak, lakukan kontak
mata, bicara jelas, kemukakan pendapat anda, dan tersenyumlah.
Tujuan hidup setiap orang di dunia ini pastilah untuk menjadi lebih baik. Lebih baik dari kemarin, lebih baik dari bulan lalu atau
tahun kemarin. Cara yang baik untuk menjadi lebih baik adalah dengan meningkatkan apa yang sudah bisa anda kerjakan; atau
membuat bisa apa yang belum anda bisa lakukan selama ini. Apa yang belum anda bisa lakukan, jadikan itu sebagai tantangan, lalu
ACTION-kan sehingga menjadi sebuah pembelajaran untuk meningkatkan kualitas diri anda menjadi lebih baik.
Percaya diri merupakan salah satu kunci sukses dalam hidup. Banyak orang sukses memiliki rasa percaya diri yang baik.
Tidak ada jalan pintas untuk tampil percaya diri. Satu-satunya jalan adalah melakukan ACTION untuk melatih tampil percaya diri
dari hari ke hari.
Konsep diri
Konsep diri merupakan faktor penting didalam berinteraksi. Hal ini disebabkan oleh setiap individu dalam bertingkah laku sedapat
mungkin disesuaikan dengan konsep diri. Kemampuan manusia bila dibandingkan dengan mahluk lain adalah lebih mampu
menyadari siapa dirinya, mengobservasi diri dalam setiap tindakan serta mampu mengevaluasi setiap tindakan sehingga mengerti dan
memahami tingkah laku yang dapat diterima oleh lingkungan.
Dengan demikian manusia memiliki kecenderungan untuk menetapkan nilai-nilai pada saat mempersepsi sesuatu. Setiap individu
dapat saja menyadari keadaannya atau identitas yang dimilikinya akan tetapi yang lebih penting adalah menyadari seberapa baik atau
buruk keadaan yang dimiliki serta bagaimana harus bersikap terhadap keadaan tersebut. Tingkah laku individu sangat bergantung
pada kualitas konsep dirinya yaitu konsep diri positif atau konsep diri negatif.
Menurut Brooks dan Emmart (1976), orang yang memiliki konsep diri positif menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
Merasa mampu mengatasi masalah. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif untuk mengatasi persoalan-persoalan
obyektif yang dihadapi.
Merasa setara dengan orang lain. Pemahaman bahwa manusia dilahirkan tidak dengan membawa pengetahuan dan
kekayaan. Pengetahuan dan kekayaan didapatkan dari proses belajar dan bekerja sepanjang hidup. Pemahaman tersebut
menyebabkan individu tidak merasa lebih atau kurang terhadap orang lain.
Menerima pujian tanpa rasa malu. Pemahaman terhadap pujian, atau penghargaan layak diberikan terhadap individu
berdasarkan dari hasil apa yang telah dikerjakan sebelumnya.
Merasa mampu memperbaiki diri. Kemampuan untuk melakukan proses refleksi diri untuk memperbaiki perilaku yang
dianggap kurang.
Sedangkan orang yang memiliki konsep diri yang negatif menunjukkan karakteristik sebagai berikut:
Peka terhadap kritik. Kurangnya kemampuan untuk menerima kritik dari orang lain sebagai proses refleksi diri.
Bersikap responsif terhadap pujian. Bersikap yang berlebihan terhadap tindakan yang telah dilakukan, sehingga merasa
segala tindakannya perlu mendapat penghargaan.
Cenderung merasa tidak disukai orang lain. Perasaan subyektif bahwa setiap orang lain disekitarnya memandang dirinya
dengan negatif.
88
Mempunyai sikap hiperkritik. Suka melakukan kritik negatif secara berlebihan terhadap orang lain.
Mengalami hambatan dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Merasa kurang mampu dalam berinteraksi dengan
orang-orang lain.
Sumber ; Brooks, W.D., Emmert, P. Interpersonal Community. Iowa. Brow Company Publisher. 1976
Pengertian Konsep Diri
Salah satu penentu dalam keberhasilan perkembangan adalah Konsep Diri. Pada kali ini saya akan menjabarkan bagaimana
pentingnya konsep diri dalam kehidupan. Sebelumnya apa sih konsep diri itu? Jenis-jenis Konsep Diri itu apa saja?
Konsep diri (self consept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri
merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Para
ahli psikologi kepribadian berusaha menjelaskan sifat dan fungsi dari konsep diri, sehingga terdapat beberapa pengertian.
Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang
memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang
berlangsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan.
Read more: Pengertian Konsep Diri | belajarpsikologi.com
PENTISejenak mungkin kita akan bertanya apa itu Konsep Diri? Apa esensinya? Kegunaannya apa?dan banyak lagi pertanyaan
yang mungkin terlontar tentang judul diatas. Sebelum pertanyaan tersebut dijawab, mungkin kita perlu sejenak membayangkan
kondisi berikut.
Seandainya anda memiliki sebuah DeskTop PC (Personal Computer) dengan spesifikasi PENTIUM IV 3 Ghz, HardDisk 40 GB,
DDRAM 256 MB, CDRW 52×36×48, SoundCard Yamaha, VGA GeForce, OS MS Windows XP Pro, dan berbagai komponen yang
mutakhir lainnya. Lalu andaikan OS (Operating System) yang anda gunakan untuk PC tadi adalah MS DOS 3.0 bukan Windows XP
apa yang terjadi pada PC tersebut?
Ada 2 kemungkinan, yang pertama mungkin PC anda tidak mau jalan karena OS yang anda gunakan sudah ketinggalan jaman. Yang
kedua, PC anda jalan tapi tidak bekerja optimal sehingga keunggulan komponen-komponen tidak dapat dirasakan.
Nah, itulah konsep diri. Konsep diri adalah Operating System bagi NeckTopupgrade konsep diri kita?” PC, yaitu Sistem Persyarafan
tubuh kita. Kita ini merupakan sebuah komputer yang paling canggih tetapi tanyakan pada diri kita, “Apa kita sudah sering meng-
Komponen Konsep Diri. Konsep diri memiliki 3 komponen yang sangat penting karena akan mempengaruhi hidup kita mulai saat
kecil hingga sekarang, komponen tersebut antara lain :
1. Diri Ideal.Dalam konteks dunia pendidikan, diri ideal yang sering ditetapkan orangtua adalah anak harus mendapat nilai
sempurna (100 atau A). dalam setiap ujian
2. Citra Diri.Anda akan selalu bertindak atau bersikap sesuai dengan gambar yang muncul dalam cermin/citra diri anda.
3. Harga Diri.Semakin anda menyukai diri anda, menerima diri anda, & hormat pada diri anda sendiri sebagai seorang yang
berharga & bermakna, maka semakin tinggi harga diri anda.
Kesimpulannya dapat dimisalkan sebagai berikut : Orangtua anda menetapkan diri ideal anda harus mendapat nilai 100 untuk
ulangan Matematika, tetapi anda hanya dapat nilai 60 (Citra diri). Yang terjadi sekarang adalah diri ideal tidak sejalan dengan
citra diri.Ini sudah pasti akan berpengaruh pada harga diri anda.
89
Bagaimana Konsep Diri Terbentuk.
Bangunan konsep diri itu seperti meja, dimana terdapat kaki-kaki penyokongnya. Yang sangat berperan dalam “Meja” tersebut antara
lain :
1. Siapa yang memasang kaki tersebut?Pertama Orangtua dan setelah itu Guru
2. Seberapa intensitas emosi yang timbul saat itu?Sedih,malu,bahagia,bangga,dll
3. Repetisi.Semakin sering, berarti semakin kuat kaki yang terpasang.
Kita akan lihat bagaimana terbentuk “meja” tadi lewat kisah berikut :
Saat anda masih kecil anda tidak sengaja memecahkan gelas lalu ibu anda mengatakan. “Anak bodoh, masak mbawa gelas aja gak
becus!”.Otomatis “meja” anda berbentuk
Lalu saat sekolah anda mendapat nilai jelek sehingga bentuk meja menjadi:
Berbeda kisahnya seandainya saat memecahkan gelas, ibu anda mengatakan “Kamu tidak apa-apa Nak?Lain kali hati-hati ya..”.
Dan saat ujian orangtua anda menghargai nilai anda, maka meja akan
berbentuk
Dari kisah diatas dapat anda lihat efek yang akan terjadi apabila konsep diri
yang kita miliki adalah salah satu meja diatas, bisa jadi positif bahkan mungkin
negatif.
Mengubah dan meningkatkan konsep diri
Sangat tidak pantas sekali jika kita langsung menyalahkan orangtua atau guru
yang dimasa lalu telah membentuk konsep diri anda menjadi “Saya Bodoh”.
Kita sudah dewasa, jadi kita harus merubahnya sendiri.
Bagaimana caranya? Caranya sebagai berikut :
1. Kisah Sukses: Berupa kejadian, peristiwa, pengalaman, atau apa saja yang pernah anda alamidalam hidup yang dirasa istimewa.
Kisah sukses ini harus anda tulis diatas kertas, tulislah kisah sukses terkini lalu mundur lagi, terus mundur sampai saat anda masih
kecil, sampai kisah sukses paling lama yang bisa anda ingat. Ini akan membantu diri agar memberi self-talk positif dan
menghentikan self-talk negatif disaat mengalami kegagalan.
2. Simbol Sukses: Bentuknya dapat berupa Trofi, sertifikat ijazah, surat penghargaan, lencana, foto, tanda tangan orang yg
dikagumi, rekaman video, kaset, dll.Simbol sukses ini sebagai Reminder (pengingat) akan keberhasilan yang pernah kita raih. Kisah
& simbol sukses ini dapat memperkuat kaki “meja” konsep diri anda.
90
3. Afirmasi Positif: Siapakah orang yang paling anda percayai pendapatnya di dunia ini ?Tentu saja anda sendiri. Maka dari itu
tanamkan pada diri kita benih kepercayaan diri dengan ucapan-ucapan positif (Afirmasi Positif). Afirmasi Positif dapat dibuat dgn
benar, yakni :
a. Harus Positif.Jangan gunakan kalimat, “Saya tidak bodoh!” tapi gunakanlah kalimat, “Saya cerdas dan terampil!”
b. Menggunakan kalimat waktu sekarang.Jangan menggunakan kalimat, “ Besok saya akan rajin belajar,” tapi gunakan
kalimat,”Saya adalah murid yang rajin belajar.”
c. Bersifat pribadi.Gunakan kata “saya”Misalnya,”Saya murid yang pintar dan….”
d. Persisten.Lakukan selama 21 hari non-stop.
e. Dengan hasrat dan antusiasme yang besar.Libatkan emosi anda saat mengucapkan kalimat afirmasi anda.
4. Visualisasi Multi SensoriAgar dapat melakukan cara ini, anda harus masuk dalam kondisi alfa(kondisi di saat anda ingin
tidur sehingga terasa rileks dan agak “fly”).Setelah masuk kondisi alfa, lakukan langkah-langkah untuk melakukan visualisasi multi
sensori, yakni :
o 1. Tuliskan semua hal-hal positif seperti sikap, kepribadian, karakter, integritas, atau apa sajayang anda perlu ada
dalam diri anda yang sukses.
o 2. Masuklah ke dalam kondisi alfa.
o 3. Saat kondisi alfa, gunakan mata pikiran untuk melihat diri sendiri yang telah sukses lengkap dengan semua hal
positif yang telah anda tuliskan. Lihatlah diri anda yang sedang menerima ucapan selamat dan pandangan hormat
& kagum dari orang sekitar anda.Setelah elihat diri anda, coba rasakan perasaan anda saat itu?Masuk lebih
dalam dan nikmati! Saat melihat & merasakan hal tersebut, suara apa yang muncul dalam benak anda?apa yang
anda katakan mengenai diri anda sendiri? (Lakukan selama 10 menit)
o 4. Setelah itu, buka mata perlahan-lahan, gerakkan ujung jari anda. Jangan langsung bergerak!Resapi perasaan
sukses yang sedang anda rasakan.
5. Goal Setting Pada saat anda mulai bisa melihat diri anda sebagai pribadi yang kompetenpada saat itulsh konsep diri mulai
berubah. Lalu bagaimana cara membuat & menggunakan goal setting untuk meningkatkan konsep diri? Caranya sebagai berikut
;
o 1. Tentukan & putuskan apa yang anda inginkan (tujuan) sejelas-jelasnya.
o 2. Tuliskan di selembar kertas (jangan hanya diingat.
o 3. Tetapkan tenggat waktunya, kapan goal harus tercapai.
o 4. Uraikan goal itu menjadi sub-goal yang terukur & terarah.
o 5. Buat daftar tindakan yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan.
o 6. Atur daftar tindakan anda menjadi suatu perencanaan-tuliskan di atas kertas.
o 7. Lakuakan tindakan!
o 8. Lakukan sesuatu yang relevan setiap hari yang membawa dekat dengan tujuan
o 9. Tinjaulah setiap hari.
o 10. Rencanakan setiap tindakan yang akan dilakukan (sehari sebelumnya).
o 11. Tetapkan prioritas dengan A,B,C,D,&E.
o
A=Sangat pentingàkalau tidak dilakukan, mendatangkan akibat serius.
B=Perlu dilakukan àBila tidak, mengakibatkan efek negatif yang tidak terlalu berat.
C= Baik untuk dikerjakanàTidak ada akibat negatif (Nonton, ngobrol,dll).
D=Delegasikan/out-sourceàBebaskan waktu anda.
E=EliminateàAbaikan saja.
o Sehingga didapatkan contoh goal setting sbb:
91
Dengan keinginan
dankeberanian kit
a merubah
maupun
meningkatkan
konsep diri
m..asing-masing, maka semakin ringanlah beban kita dalam menjalani kewajiban belajar. Yakinlah bahwa sekian langkah lagi, kita
akan mendapat reward dari apa yang kita usahakan yaitu Impian (tujuan) hidup kita. SUKSES UNTUK ANDA!!.
This entry was posted on Tuesday, January 26th, 2010 at 10:00 pm and is filed under Uncategorized. You can follow any responses
to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
2 Responses to “PENTINGNYA KONSEP DIRI BAGI REMAJA”
1. MATT Says:
July 4th, 2010 at 8:47 am
KONSEP DIRI REMAJA
Konsep diri merupakan cara pandang seseorang terhadap dirinya, apakah ia menganggap dirinya
sebagai individu yang baik atau buruk. Cara pandang remaja terhadap dirinya ini sangat penting dalam
pergaulan teman sebaya. Remaja yang memiliki konsep diri baik, akan dapat bergaul dengan baik karena
ia merasa percaya diri bahwa ia menarik dan dapat diterima oleh teman sebayanya. Sebaliknya, jika
konsep diri remaja itu buruk, maka ia akan cenderung menarik diri dari pergaulan, ia akan merasa
minder dan menganggap dirinya sebagai orang yang paling jelek di antara teman-temannya.
Konsep diri remaja ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor baik dari dalam diri remaja itu
sendiri, maupun dari orang lain atau lingkungan. Faktor-faktor itu antara lain:
Usia Kematangan
Remaja yang matang lebih awal, yang diperlakukan seperti orang yang hampir dewasa, mengembangkan
konsep diri yang menyenangkan sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik. Remaja yang matang
terlambat, yang diperlakukan seperti anak-anak, merasa salah dimengerti dan bernasib kurang baik
sehingga cenderung berperilaku kurang dapat menyesuaikan diri.
Penampilan Diri
Penampilan diri yang berbeda membuat remaja merasa rendah diri meskipun perbedaan yang ada
menambah daya tarik fisik. Tiap cacat fisik merupakan sumber yang memalukan yang mengakibatkan
perasaan rendah diri. Sebaliknya daya tarik fisik menimbulkan penilaian yang menyenangkan tentang ciri
kepribadian dan menambah dukungan sosial.
Nama dan Julukan
Remaja peka dan merasa malu bila teman-teman sekelompoknya menilai namanya buruk atau bila
mereka memberikan julukan yang bernada cemoohan.
92
Hubungan Keluarga
Seorang remaja yang mempunyai hubungan yang erat dengan seorang anggota keluarga akan
mengidentifikasikan diri dengan orang ini dan ingin mengembangkan pola kepribadian yang sama. Bila
tokoh ini sesama jenis, remaja akan tertolong untuk mengembangkan konsep diri yang layak untuk jenis
seksnya.
Teman-teman Sebaya
Teman-teman sebaya mempengaruhi pola kepribadian remaja dalam dua cara.
Pertama, konsep diri remaja merupakan cerminan dari anggapan tentang konsep
teman-teman tentang dirinya dan kedua, ia berada dalam tekanan untuk
mengembangkan ciri-ciri kepribadian yang diakui oleh kelompok.
Kreativitas
Remaja yang semasa kanak-kanak didorong agar kreatif dalam bermain dan
dalam tugas-tugas akademis, mengembangkan perasaan individualitas
dan identitas yang memberi pengaruh yang baik pada konsep dirinya. Sebaliknya,
remaja yang sejak masa awal kanak-kanak didorong untuk mengikuti pola yang sudah diakui akan
kurang mempunyai perasaan identitas dan individualitas.
Cita-cita
Bila remaja mempunyai cita-cita yang tidak realistik, ia akan mengalami kegagalan. Hal ini akan
menimbulkan perasaan tidak mampu dan reaksi-reaksi bertahan di mana ia menyalahkan orang lain atas
kegagalannya. Remaja yang realistik tentang kemampuannya lebih banyak mengalami keberhasilan
daripada kegagalan. Ini akan menimbulkan kepercayaan diri dan kepuasan diri yang lebih besar yang
memberikan konsep diri yang lebih baik.
Beberapa faktor di atas merupakan faktor yang sangat mempengaruhi pola pikir dan konsep diri
remaja. Oleh karena itu, orang tua yang memiliki anak yang menginjak remaja hendaknya dapat berlaku
lebih bijak dengan memberikan dorongan-dorongan emosional yang positif agar remaja tidak merasa
asing dengan dunianya yang penuh dengan polemik. Orang tua juga hendaknya memberikan bekal
spiritual (agama) kepada anaknya sejak dini, dengan cara mengenalkan siapa Tuhannya, bagaimana
harus berperilaku yang tidak menyimpang dari kaidah agama, serta memberikan penjelasan rasional
akan akibat atau dampak dari melanggar norma agama.
Membekali anak dengan agama sejak dini, akan sangat membantu orang tua
dalam memantau anak remajanya. Karena, orang tua dan remaja memiliki dunia yang
berbeda. Kebanyakan remaja tidak ingin selalu didikte oleh orang tuanya. Namun, jika
nilai-nilai agama telah ditanamkan sejak dini di dalam jiwa remaja, mereka akan memiliki
kontrol diri yang baik untuk menghadapi dampak buruk masa remaja.
“Remaja adalah masa transisi dari kanak- kanak menjadi dewasa, di mana seorang
remaja sedang mencari jati dirinya. Jika remaja mampu menemukan jati diri yang positif selama remaja,
dapat diharapkan ia akan menjadi pribadi dewasa yang matang dan sukses!”
Remaja dan Konsep Diri
A. Pendahuluan
Di era yang modern ini sangatlah penting bagi seorang remaja untuk memahami maupun mengenal konsep diri. Karena melalui
pemahaman terhadap konsep diri, seorang remaja dapat mengenal siapa dirinya yang sebenarnya, seperti apakah dia, dan bagaimana
cara dia menjaga diri serta memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Menurut C.J Rogers, konsep diri adalah merupakan gambaran
tentang diri sendiri sejauh evaluasi terhadap gambaran tersebut. Sedangkan menurut Hurlock, E.B, konsep diri merupakan jumlah
total dari ide-ide atau gagasan-gagasan tentang apa dan siapa dia
93
Dalam kehidupan nyata, konsep diri dapat digolongkan menjadi beberapa golongan. Penggolongan pertama adalah konsep diri riel
yaitu konsep diri yang memandang diri sendiri seperti adanya. Penggolongan yang ke-dua adalah konsep diri ideal, konsep yang satu
ini memandang diri sendiri seperti yang dicita-citakan. Saat ini konsep seperti ini begitu menjamur di kalangan muda terutama pada
pergaulan remaja, misalkan saja seorang remaja begitu menuntut gambaran seorang remaja yang disebut ”gaul”. Seperti apakah
gambaran ”remaja yang gaul” di mata para remaja saat ini? , tentulah bermacam-macam. Dan gambaran-gambaran tersebut saat ini
sangat dicita-citakan oleh sebagian remaja Indonesia saat ini, mulai dari remaja yang desa hingga remaja perkotaan.
Golongan yang ketiga adalah konsep diri Patologis, konsep ini sering disebut-sebut sebagai konsep diri yang sakit. Konsep ini juga
membahayakan bagi remaja khususnya. Banyak remaja menghayalkan untuk dapat melakukan sesuatu, tetapi kebanyakan remaja
tidak berusaha merealisasikan apa yang telah ia khayalkan. Sehingga dalam konsep diri yang satu ini, si pengkhayal tidak berani
untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah ia khayalkan itu, alias malas untuk melakukan sesuatu tetapi ingin mencapai yang
diimpikan.
Konsep diri dapat juga dipandang dari berbagai sumber si pengkonsep. Konsep diri yang pertama disebut sebagai konsep diri
subjektif. Konsep diri subjektif adalah melihat tentang diri sendiri. Konsep diri Objektif adalah bagaimana orang lain memandang
diri seseorang. Sedangkan gabungan dari keduanya akan membentuk suatu struktur konsep diri (selft concept structure). Self concept
structure inilah yang dibutuhkan sesorang agar dapat membangun diri menjadi lebih baik.
B. Pentingnya Konsep Diri Bagi Remaja
Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak
dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan masa
peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Dari bahasa inggris "teenager"
yakni manusia usia 13-19 tahun.
Sejenak mungkin kita akan bertanya apa itu Konsep Diri? Apa esensinya? Kegunaannya apa?dan banyak lagi pertanyaan yang
mungkin terlontar tentang judul di atas. Sebelum pertanyaan tersebut dijawab, mungkin kita perlu sejenak membayangkan kondisi
berikut.
Seandainya anda memiliki sebuah DeskTop PC (Personal Computer) dengan spesifikasi PENTIUM IV 3 Ghz, HardDisk 40 GB,
DDRAM 256 MB, CDRW 52×36×48, SoundCard Yamaha, VGA GeForce, OS MS Windows XP Pro, dan berbagai komponen yang
mutakhir lainnya. Lalu andaikan OS (Operating System) yang anda gunakan untuk PC tadi adalah MS DOS 3.0 bukan Windows XP
apa yang terjadi pada PC tersebut?
Ada 2 kemungkinan, yang pertama mungkin PC anda tidak mau jalan karena OS yang anda gunakan sudah ketinggalan jaman. Yang
kedua, PC anda jalan tapi tidak bekerja optimal sehingga keunggulan komponen-komponen tidak dapat dirasakan.
Nah, itulah konsep diri. Konsep diri adalah Operating System bagi NeckTop PC, yaitu Sistem Persyarafan tubuh kita. Kita ini
merupakan sebuah komputer yang paling canggih tetapi tanyakan pada diri kita, “Apa kita sudah sering meng-upgrade konsep diri
kita?”
Konsep diri memiliki 3 komponen yang sangat penting karena akan mempengaruhi hidup kita mulai saat kecil hingga sekarang,
komponen tersebut antara lain :
1. Diri Ideal.Dalam konteks dunia pendidikan, diri ideal yang sering ditetapkan orangtua adalah anak harus mendapat nilai
sempurna (100 atau A). dalam setiap ujian
2. Citra Diri.Anda akan selalu bertindak atau bersikap sesuai dengan gambar yang muncul dalam cermin/citra diri anda.
3. Harga Diri.Semakin anda menyukai diri anda, menerima diri anda, & hormat pada diri anda sendiri sebagai seorang yang
berharga & bermakna, maka semakin tinggi harga diri anda.
Kesimpulannya dapat dimisalkan sebagai berikut : Orangtua anda menetapkan diri ideal anda harus mendapat nilai 100 untuk
ulangan Matematika, tetapi anda hanya dapat nilai 60 (Citra diri). Yang terjadi sekarang adalah diri ideal tidak sejalan dengan citra
diri.Ini sudah pasti akan berpengaruh pada harga diri anda.
C. Bagaimana Konsep Diri Terbentuk
Konsep diri bukanlah bawaan lahir, melainkan hasil belajar. Semenjak manusia mengenal lingkungan hidupnya, semenjak manusia
mengenal lingkungan hidupnya, sejak itu pula ia belajar banyak hal tentang kehidupan. Berdasarkan pengalaman hidupnya, sesorang
akan menetapkan konsep dirinya berdasarkan pengalaman hidupnya, sesorang menetapkan konsep dirinya berdasarkan berbagai
faktor. Menurut E.B. Hurlock, seorang psikologi, faktor-faktor itu adalah bentuk tubuh, cacat tubuh, pakaiaan, nama dan julukan,
inteligensi, kecerdasan, taraf aspirasi/cita-cita, emosi, jenis/gengsi sekolah, status sosial, ekonomi keluarga, teman-teman, dan
94
tokoh/orang yang mempengaruhi.
Bangunan konsep diri itu seperti meja, dimana terdapat kaki-kaki penyokongnya. Yang sangat berperan dalam “Meja” tersebut antara
lain :
1. Siapa yang memasang kaki tersebut?Pertama Orangtua dan setelah itu Guru
2. Seberapa intensitas emosi yang timbul saat itu?Sedih,malu,bahagia,bangga,dll.
3. Repetisi.Semakin sering, berarti semakin kuat kaki yang terpasang.
Kita akan lihat bagaimana terbentuk “meja” tadi lewat kisah berikut :
Saat anda masih kecil anda tidak sengaja memecahkan gelas lalu ibu anda mengatakan. “Anak bodoh, masak membawa gelas aja gak
becus!”.Otomatis “meja” anda berbentuk. Lalu saat sekolah anda mendapat nilai jelek sehingga bentuk meja tidak jadi:
Berbeda kisahnya seandainya saat memecahkan gelas, ibu anda mengatakan “Kamu tidak apa-apa Nak?Lain kali hati-hati ya..”. Dan
saat ujian orangtua anda menghargai nilai anda, maka meja akan berbentuk.
Dari kisah diatas dapat anda lihat efek yang akan terjadi apabila konsep diri yang kita miliki adalah salah satu meja diatas, bisa jadi
positif bahkan mungkin negatif.
D. Pengaruh Konsep diri terhadap Komunikasi
Menurut Taylor, konsep diri merupakan inti dari kepribadian. Konsep diri mempengaruhi segenap tingkah laku sesorang
menyesuaikan diri dengan situasi hidup. Ada lima pengaruh konsep diri terhadap komunikasi dalam hidup.
Seseorang cenderung melihat dirinya seperti yang dilihat dan dikatakan atau diharapkan oleh orang lain
Seseorang cenderung bertingkah laku sesuai dengan yang dilihatnya dan dikatakan atau diharapkan oleh orang lain. Sesuatu yang
diharapkan dan diyakini tentang diri cenderung menjadi kenyataan. Sesorang, melalui konsep dirinya akan menyaring untuk melihat,
mendengar, memberikan penilaiaan dan memahami segala sesuatu (pesan) yang berada didalam atau berasal dari luar dirinya.
Seseorang yang berkonsep diri positif cenderung membuka diri secara wajar pada orang lain, sedangkan yang berkonsep diri negatif
biasanya cenderung tertutup. Orang yang memiliki konsep diri negatif biasanya sulit membuka diri, sulit dalam berbicara dengan
orang lain sulit mengakui kesalahan, sulit menerima kritik dari orang lain, sulit mengemukakan gagasan atau ide, merasa tidak aman,
merasa takut kalau orang lain tidak menyukai pendapatnya merasa tak mampu, serta kehilangan kepercayaan diri.
Seseorang yang berkonsep diri positif cenderung merasa senang akan dirinya dan merasa yakin bahwa ia mampu menghadapi
berbagai situasi yang dijumpai dalam pergaulan hidup dan memiliki kepercayaan diri.
E. Mengubah Dan Meningkatkan Konsep Diri
Sangat tidak pantas sekali jika kita langsung menyalahkan orang tua atau guru yang di masa lalu telah membentuk konsep diri anda
menjadi “Saya Bodoh”. Kita sudah dewasa, jadi kita harus merubahnya sendiri.
Bagaimana caranya? Caranya sebagai berikut :
1. Kisah Sukses: Berupa kejadian, peristiwa, pengalaman, atau apa saja yang pernah anda alami dalam hidup yang dirasa
istimewa. Kisah sukses ini harus anda tulis di atas kertas, tulislah kisah sukses terkini lalu mundur lagi, terus mundur sampai
saat anda masih kecil, sampai kisah sukses paling lama yang bisa anda ingat. Ini akan membantu diri agar memberi self-talk
positif dan menghentikan self-talk negatif disaat mengalami kegagalan.
2. Simbol Sukses: Bentuknya dapat berupa Trofi, sertifikat ijazah, surat penghargaan, lencana, foto, tanda tangan orang yg
dikagumi, rekaman video, kaset, dll.Simbol sukses ini sebagai Reminder (pengingat) akan keberhasilan yang pernah kita
raih. Kisah & simbol sukses ini dapat memperkuat kaki “meja” konsep diri anda.
3. Afirmasi Positif: Siapakah orang yang paling anda percayai pendapatnya di dunia ini? Tentu saja anda sendiri. Maka dari itu
tanamkan pada diri kita benih kepercayaan diri dengan ucapan-ucapan positif (Afirmasi Positif). Afirmasi Positif dapat
dibuat dgn benar, yakni :
Harus Positif. Jangan gunakan kalimat, “Saya tidak bodoh!” tapi gunakanlah kalimat, “Saya cerdas dan terampil!”
Menggunakan kalimat waktu sekarang. Jangan menggunakan kalimat, “ Besok saya akan rajin belajar,” tapi
gunakan kalimat, ”Saya adalah murid yang rajin belajar.”
Bersifat pribadi. Gunakan kata “saya” Misalnya,”Saya murid yang pintar dan…. Persisten Lakukan selama 21 hari
non-stop.
95
Dengan hasrat dan antusiasme yang besar.Libatkan emosi anda saat mengucapkan kalimat afirmasi anda
Visualisasi Multi Sensori, agar dapat melakukan cara ini, anda harus masuk dalam konalfa(kondisi di saat anda
ingin tidur sehingga terasa rileks dan agak “fly”).
Hambatan di dalam membaca
Ada beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan orang ketika membaca cepat, antara lain:
1. Hambatan Finger Panting
Mungkin Anda pernah mengalami atau melihat ketika membaca menggunakan pointer/penunjuk. Di sisi lain ada mitos yang
mengatakan bahwa ketika membaca tak boleh menggunakan penunjuk atau jari tangan. Mitos ini dipercayai juga oleh banyak
pendidik dan para orang tua yang mengajari anaknya dalam membaca.
Kebiasaan membaca menggunakan penunjuk seperti ini merupakan kesalahan dalam membaca cepat yang disebut Finger panting.
Dalam perkembangannya para pakar membaca cepat justru membolehkan teknik membaca cepat menggunakan pointer/penunjuk.
Alasannya adalah menggunakan penunjuk atau jari tangan dalam membaca justru dapat meningkatkan konsentarsi dan mempercepat
proses membaca, karena dapat langsung mengarahkan mata pada bahan bacaaan. Jika Anda tak percaya, silahkan buktikan membaca
menggunakan cara seperti ini.
2. Hambatan back skippin
Ketika membaca secara tidak sadar kadang-kadang kita mengulang-ulang bahan bacaan (kata atau kalimat) sebelum topik yang
dibaca diselesaikan. Cara ini merupakan kesalahan membaca yang disebut back skippin. Cara seperti ini dapat mengakibatkan
penglihatan mata kita terhadap bahan bacaan menjadi lamban, sehingga sulit melakukan speed reading.
3. Hambatan Sub Vokalisasi
Yang dimaksud dengan kesalahan sub vokalisasi ini adalah ketika membaca mulut dan hati sama-sama ikut berujar. Biasanya
kendala ini muncul ketika Anda terbiasa mengulangi bacaan, mengeluarkan suara atau membaca dalam hati. Menurut pakar
membaca cepat, kebiasaan membaca seperti ini disebabkan oleh kesalahan metode yang kita gunakan ketika pada masa kecil belajar
membaca.
Misalnya metode Phonic yang memperkenalkan abjad dari A s.d. Z yang dilanjutkan dengan mengulang kata-kata. Ada juga metode
Lokk say, misalnya kata “Budi” langsung disebut Budi. Biasanya guru bisa mengontrol dan mengoreksi pengucapan siswa. Menurut
para ahli bahwa hal ini merupakan salah satu kendala dalam membaca cepat (speed reading), sehingga perlu dihindari.
4. Hambatan regretio
Secara sadar ketika membaca kadang-kadang mata kita tertuju pada kata-kata atau kalimat yang sudah di baca. Ada kalanya ketika
membaca pikiran atau otak memikirkan bacaan yang lalu atau memikirkan hal lain di luar isi bacaan. Cara seperti ini dapat berakibat
pada penglihatan mata kita tidak konsen pada bahan bacaan (kalimat) sehingga membaca menjadi lamban. Kebiasaan salah dalam
membaca ini disebut hambatan regretio.
Langkah Mudah di dalam Menulis
1. Pemilihan Topik
Pertama-tama tentukan terlebih dahulu topik apa yang akan Anda tulis, sebelum melakukan penulisan. Topik adalah pokok bahasan
yang akan menjadi ide utama sebuah tulisan. Apa saja bisa menjadi topik tulisan. Yang penting Anda menguasai masalah tersebut
dan menarik bagi Anda. Jika topik tulisan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat batasan terhadap topik tersebut.
Sebab kadang topik yang Anda tentukan itu masih sangat umum dan luas, sehingga kalau nanti dikembangkan menjadi kurang fokus.
Untuk itu perlu dilakukan pembatasan terhadap topik tersebut agar tulisan yang Anda kembangkan menjadi lebih jeias dan fokus dan
jangan lupa sudut pandang Anda membuat tulisan tersebut. Maksud iya posisi Anda ini sebagai apa? Apakah sebagai anak remaja
yang sekedar ingin menyampaikan pendapat, atau sebagai orang yang memahami masalah tersebut, atau menyampaikan fakta yang
ada, dan lain sebagainya.
2. Pengumpulan bahan yang Sesuai dengan Topik
Sesudah menentukan topik dan sudut pandang yang jelas, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan sesuai dengan
topik tersebut. Di dalam mengumpulkan bahan ini, Anda dapat melakukan dengan berbagai cara, misalnya mencari buku-buku yang
membicarakan masalah tersebut, membaca jurnal atau tulisan ilmiah yang pernah diterbitkan, melakukan pengamatan, melakukan
wawancara dengan nara sumber, mencari informasi dari surat kabar, atau dari internet, dan bisa juga cara-cara lain yang pe nting
bahan untuk penulisan Anda didapatkan.
96
3. Menuangkan Ide yang Berhubungan Dengan Topik
Ketika memulai penulisan, bisanya orang bingung harus memulai dari mana? Itu pertanyaan yang selalu dilontarkan
orang, dan memang itulah masalah yang pertama kali muncul ketika akan menulis. Jawabannya yaitu dari mana saja.
Saat Anda ingin menulis, sebaiknya Anda tidak terkungkung oleh struktur, sistematika, metodologi, atau apa pun
namanya. Pokoknya yang ada di pikiran Anda saat itu apa? kemudian yang betul-betul Anda pahami itulah yang
pertama Anda tuliskan. Menulislah apa yang terlintas di pikiran Anda? Mengalir, mengalir begitu saja yang Anda
ketahui sampai semuanya tuntas. Pokoknya jangan dipusingkan oleh urutannya. Bahkan kalau itu juga masih sulit, Anda
bisa mencoba dengan cara lain. Misalnya topik yang sudah Anda tentukan tadi Anda ceritakan kepada orang lain, siapa
saja misalnya teman Anda, orangtua, dan lain sebagainya. Ketika Anda bercerita, cobalah Anda rekam dengan kaset,
kalau tidak punya tape dan kasetnya untuk merekam, bisa juga cerita Anda itu ditulis di kertas sampai tuntas. Tidak sulit
kan? Saya yakin dengan kedua cara ini Anda bisa melakukannya. Kedua cara ini hampir sama, artinya Anda bisa
memulai dari mana saja yang penting yang Anda sampaikan itu yang terpikirkan saat itu dan Anda memahaminya.
Baru setelah semua tertulis langkah selanjutnya yaitu menata ulang tulisan Anda sesuai dengan urutan yang Anda
inginkan. Bagaimana caranya untuk mengurutkan tulisan yang sudah ditulis tadi? Caranya yaitu baca kembali semua
yang sudah Anda tuliskan, kemudian setiap paragraf Anda beri tanda misalnya diberi garis bawah, diberi warna lain,
atau dicatat di sebelah kiri atau kanan tulisan, inti dari paragraph tersebut. Setelah semua paragraph Anda temukan
intinya, baru Anda urutkan dengan cara memberi nomor unit paragraf atau urutan inti paragraf. Itulah yang bisaa orang
sebut outline atau kerangka karangan/tulisan. Jadi ada orang yang ketika ingin menulis membuat kerangka
karangan/tulisan terlebih dahulu ini yang bisaa orang sebut secara konvensional, tetapi ada juga yang memulai menulis
apa saja, baru kemudian menemukan kerangka karangan/tulisan. Ketika sudah menemukan kerangka tulisan inilah,
Anda bisa memikirkan mana yang harus didahulukan, mana yang di bagian tengah, dan sebagai penutup. Dengan cara
ini proses menulis menjadi begitu mudah. Kita tidak terikat oleh aturan-aturan yang baku yang kadang-kadang justru
menghambat kelancaran kita dalam menyelesaikan tulisan.
Penulisan konvensional adalah proses penulisan yang dilakukan dengan cara menuliskan pembukaan terlebih dahulu,
lalu dilanjutkan dengan penjelasan awal masalah, dilanjutkan analisis-analisis yang diperlukan, dan terakhir sebagai
kesimpulan atau penutup. Proses penulisan seperti ini bisa seperti Anda lihat pada penulisan buku atau karya ilmiah lain.
Anda boleh mencoba cara mana yang menurut Anda cocok. Apakah dengan cara menulis apa saja yang Anda pahami
baru diurutkan atau memulai dengan kerangka yang sudah unit baru dikembangkan.
Tapi pada umumnya kerangka tulisan bermanfaat bagi Anda untuk memandu tulisan agar tetap konsisten pada topik dan
sudut pandang Anda. Pertanyaannya lalu bagaimana membuat outline/kerangka tulisan itu? Sebenamya tidak ada
patokan yang baku bagaimana cara membuat kerangka. Anda bisa membuat sesuai dengan seiera dan kemampuan Anda
yang tentu saja sesuai juga dengan kebutuhan tulisan Anda. Yang penting, outline itu bisa membuat Anda kebih mudah
saat mengembangkan dan menyelesaikan tulisan.
4. Pengembangan Kerangka/Outline
Langkah-langkah proses penulisan pada akhirnya tetap sama-sama membuat outline tulisan baik yang konvensional
maupun gaya bebas, p. Perbedaannya gaya konvensional membuat outline dulu baru dikembangkan dalam bentuk
kalimat dan paragraph, sedangkan gaya bebas menulis dulu apa saja yang dikethaui dan mengalir saja, baru setelah
semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi outline.
Untuk yang gaya konvesnional, outline tersebut dikembangkan tentu saja menjadi kalimat yang runtut dan dalam bentuk
paragraph. Inti kalimat bias ada di awal paragraph, di akhir paragraph, atau bias di awal dan diakhir, bahkan ada juga
yang ada diseluruh bagian paragraph. Kadang-kadang setelah outline tersebut dikembangkan, urutan saj'annya bisa
diubah juga.
5. Pengeditan Tulisan
Setelah yang Anda pahami dan ingin Anda tuangkan dalam tulisan sudah ditulis semua, langkah selanjutnya yaitu
membaca kembali tulisan sekaligus membetulkan dan merapikan sajian agar urutannya lebih runtut dan logis. Urutan
sajian ini perlu, sebab apabila tulisan Anda tidak runtut atau melompat-lompat, maka ketika orang lain membaca tulisan
Anda akan sulit untuk memahaminya. Dengan demikian tujuan Anda untuk menyampaikan informasi kepada pembaca
tidak sampai.
Ketika melakukan pengeditan jangan lupa untuk membetulkan tata bahasa, ejaan, dan pilihan kata. Bahkan kalau perlu
juga mengedit kalimatnya, atau urutan paragrafnya.
97
Hambatan Di Dalam Menulis
Ketika Anda akan menulis, Anda sering menemui hambatan. Hambatan itu antara lain:
1. Hambatan dalam memulai menulis;
2. Hambatan dalam menuangkan ide;
3. Hambatan merangkai kalimat/kata dengan tepat;
4. Hambatan perbendaharaan kata/istilah;
5. Hambatan rendahnya minat dan motivasi;
6. Hambatan rendahnya minat baca, akibatnya wawasan menjadi sempit
7. dan lain sebagainya.
Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dimulai dengan biasakan membaca apa saja, ingat ada ungkapan, "buku yang belum
pernah Anda baca buku baru". Dari ungkapan ini bisa diartikan bahwa semua informasi baik itu ditulis tahun berapapun dan
ditemukan tahun berapapun selama Anda belum mengetahuinya artinya itu hal yang baru bagi Anda.
Bakat tidak diperlukan di dalam menulis
Semua orang pasti bisa menulis. Mengapa? Karena menulis itu sebenamya mudah. Syaratnya juga gampang. Kalau
Anda bisa membaca pasti bisa menulis. Arswendo Atmowiloto pernah mengatakan bahwa "menulis itu gampang".
Andreas Harefa mengatakan bahwa menulis merupakan keterampilan tingkat dasar. Contohnya Adam Malik, tokoh yang
pernah menjadi Wakil Presiden RI, temyata sekolahnya hanya sampai kelas lima SD, tetapi Beliau sangat pandai
menulis. Ini sebuah bukti bahwa untuk bisa menulis hanya masalah latihan dan kemauan.
Tapi mengapa masih banyak orang yang mengatakan bahwa menulis itu sulit? Jawabannya sederhana saja mungkin
karena ia tidak mau mencoba, atau usahanya belum sungguh-sungguh, atau mungkin juga karena ia tidak tahu caranya
menulis. Kalau Anda ingin bisa menulis, maka Anda harus mau mencoba secara sungguh-sungguh dan tahu cara
menulis dengan baik.
Kembali pada teori Thomas Alfa Edison yang menyatakan bahwa sukses itu adalah 1 persen karena bakat dan 99 persen
karena kerja keras. Di sini jelas bahwa untuk menuju tangga kes'iksesan dalam bidang apa saja, sebenamya bakat tidak
memegang peranan sukses tetapi yang paling penting adalah usaha yang sungguh-sungguh. Jadi untuk bisa menulis
harus terus mencoba, mencoba, dan mencoba, menulis, menulis, dan terus menulis.
Cara Menghafal Cepat
Cara untuk dapat menghafal dengan cepat antara lain adalah :
1. Panca Indera
Di dalam membaca keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak
memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau
(hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.
2. Membuat Kesan
cara supaya sesuatu dapat diingat membuat menjadi lebih berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan
berlebih-lebihan.
3. Mainkan Emosi
Untuk memainkan emosi dengan membuat kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan
menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan,
akan membantu memori kita.
4. Imajinasi dan Asosiasi
Pergunakanlah asosiasi dan imajinasi pribadi kita seperti anggota-anggota keluarga kita, rumah kita, kantor, teman-
teman, peristiwa, dan hal-hal yang istimewa bagi kita.
5. Repitisi
Usahakan selalu berkonsentrasi secara penuh pada materi yang sedang dipelajari dan mengulangnya dengan cara yang
berbeda dan kreatif seperti mengucapkannya keras-keras dan lebih baik bila dibuat peta pikiran.
6. Password
Usahakan mengingat bagian pertama dan terakhir karena bagian tersebut paling mudah untuk diingat. Buat password
untuk bagian-bagian tersebut dan jadikan keyword untuk mengingat bagian-bagian lain.
Cara Memahami Bacaan dengan cepat
Langkah-langkah yang harus kita lakukan agar dapat memahami bacaan dengan cepat adalah sebagai berikut:
1. Yang dibaca adalah hanya kata-kata yang penting seperti judul, sub judul, kata bercetak tebal, bergaris miring dan
buat peta pikiran.
2. Kemudian renungkanlah apa yang telah diperoleh dari langkah pertama, hubungkan masing-masing sub judul dengan
judul. Pikirkan dengan cara menerka-nerka apa yang kira-kira dibahas dalam judul. Dengan menerka-nerka berarti
mengaktifkan fungsi kerja otak.
98
3. Ulangilah dengan membaca kembali kata-kata penting satu kalimat pertama untuk setiap paragraph, karena biasanya
ide utama setiap paragraph ada di kalimat utama yaitu kalimat pertama masing-masing paragraph, terutama untuk tulisan
karya ilmiah.
4. Kemudian renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Biasanya kita telah memahami isi tulisan secara umum dan
menyeluruh. Apabila muncul pertanyaan dalam tulisan yang sedang kit abaca untuk mengetahui lebih detil lagi, tebaklah
jawaban-jawaban yang mungkin menurut kita. Benar atau salah tebakan kita bukan masalah yang jelas dengan menebak
otak kita menjadi lebih aktif
5. Kemudian bacalah bagian bacaan yang menurut kita perlu atau menarik. Renungkan kembali apa yang telah kita
peroleh. Ulangi langkah ini, lengkapi dengan membuat peta pikiran.
Manfaat Semangka Dapat Mengatasi Kanker
Jika kita makan sepotong semangka (1/8 bagian), berarti kita sudah mengasup 15-20 mg likopen. Bersama vitamin C dan betakaroten
dalam buah semangka, likopen dapat melawan berbagai jenis kanker. Dalam sebuah riset dilaporkan bahwa konsumsi likopen yang
cukup pada pria bisa membantu menurunkan resiko kanker prostat.
Di India pernah dilakukan penelitian terhadap 30 pasangan tidak subur, khususnya terhadap laki-laki dari pasangan tersebut yang
berusia 23-45 tahun. Mereka memiliki masalah dengan sperma, yakni jumlah sperma terbatas, struktur sperma tidak
normal,dan pergerakannya lamban. Dua kali dalam sehari mereka diberi makanan kaya likopen yang masing-masing
menyumbangkan 20 mg likopen (setara 1/2 bagian semangka) selama 3 bulan terus-menerus. Hasilnya, setelah 3 bulan
menjalani terapi, rata-rata jumlah sperma mereka meningkat 67%, struktur sperma mengalami perbaikan sebanyak 63%,
dan kegesitan sperma melonjak 73%. Yang mengejutkan, 6 di antara laki-laki yang tadinya tidak subur tersebut ternyata
sukses menghamili istrinya. Jadi, tidak ada salahnya jika ingin mendapatkan keturunan kita memperbanyak konsumsi
semangka.
Semangka juga menyimpan senyawa pembangkit gairah, yaitu sitrulin. daya kerja senyawa ini diketahui setara dengan
viagra. Senyawa kelompok asam amino ini dapat memicu produksi nitrit oksida, yang berperan dalam peningkatan
kemampuan seksual pria. Sitrulin juga mudah diserap tubuh dan mengalir dalam darah.
Hmmm... ternyata tidak sulit mencari bahan-bahan makanan yang dapat meningkatkan kesuburan pasangan suami-istri.
Daripada minum obat-obatan yang tidak jelas asal-usulnya, lebih baik kita memulai mengkonsumsi sayuran dan buah-
buahan di atas secara rutin. Mediasehat ucapkan SEMOGA BERHASIL!!!
AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan suatu penyakit yang cara kerjanya menghancurkan sistem kekebalan
tubuh manusia. AIDS disebabkan karena virus yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) masuk ke dalam tubuh
manusia. HIV dengan cepat akan melumpuhkan sistem kekebalan manusia. Setelah sistem kekebalan tubuh lumpuh, seseorang
penderita AIDS biasanya akan meninggal karena suatu penyakit (disebut penyakit sekunder) yang biasanya akan dapat dibasmi oleh
tubuh seandainya sistem kekebalan itu masih baik.
AIDS adalah penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. Virus HIV yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan
tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan
penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang
positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan
terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena
rusaknya sistem imun tubuh.
Dari survey orang dalam 20 tahun terakhir terinfeksi lebih dari 60 juta Virus HIV. Dari jumlah itu, 20 juta orang
meninggal karena Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Tahun 2001, UNAIDS (United Nations Joint
Program on HIV atau AIDS) memperkirakan, jumlah Orang Hidup Dengan HIV atau AIDS (ODHA) 40 juta.
Kasus AIDS pertama kali ditemukan di Amerika Serikat, pada 1981, tetapi kasus tersebut hanya sedikit memberi
informasi tentang sumber penyakit ini. Sekarang ada bukti jelas bahwa AIDS disebabkan oleh virus yang dikenal dengan HIV.
HIV merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut Lentivirus yang ditemukan pada primata nonmanusia. Secara
kolektif, Lentivirus diketahui sebagai virus monyet yang dikenal dengan nama Simian Immunodeficiency Virus (SIV).
HIV merupakan keturunan dari SIV. Jenis SIV tertentu mirip dengan dua tipe HIV, yakni HIV- 1 dan HIV-2, yang
menyerang salah satu sel dari darah putih yaitu sel limfosit.
Di Indonesia, kasus AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1987. Seorang wisatawan berusia 44 tahun asal Belanda
meninggal di Rumah Sakit Sanglah, Bali. Kematian lelaki asing itu disebabkan AIDS.
Hingga akhir tahun 1987, ada enam orang yang didiagnosis HIV positif, dua di antara mereka mengidap AIDS. Sejak
99
1987 hingga Desember 2001, dari 671 pengidap AIDS, sebanyak 280 orang meninggal. HIV begitu cepat menyebar ke
seluruh dunia. Ibarat fenomena gunung es di lautan, penderita HIV atau AIDS hanya terlihat sedikit di permukaan.
Penularan HIV atau AIDS
AIDS adalah salah satu penyakit yang menular. Namun penularannya tak semudah seperti virus influenza atau virus-virus
lainnya. Virus HIV dapat hidup di seluruh cairan tubuh manusia, akan tetapi yang mempunyai kemampuan untuk
menularkan kepada orang lain hanya HIV yang berada dalam: darah, cairan vagina dan sperma.
penularan HIV atau AIDS yang diketahui adalah melalui:
* Transfusi darah dari pengidap HIV.
* Berhubungan seks dengan pengidap HIV.
* Sebagian kecil (25-30%) ibu hamil pengidap HIV kepada janinnya.
* Alat suntik atau jarum suntik/alat tatoo/tindik yang dipakai bersama dengan penderita HIV atau AIDS; serta
* Air susu ibu pengidap AIDS kepada anak susuannya.
Tindakan untuk mencegah HIV atau AIDS
Cara mencegah masuknya suatu penyakit secara umum di antaranya dengan membiasakan hidup sehat, yaitu
mengkonsumsi makanan sehat, berolah raga, dan melakukan pergaulan yang sehat. Beberapa tindakan untuk
menghindari dari HIV atau AIDS antara lain:
* Hindarkan hubungan seksual diluar nikah dan usahakan hanya berhubungan dengan satu pasangan seksual.
* Pergunakan selalu kondom, terutama bagi kelompok perilaku resiko tinggi.
* Seorang ibu yang darahnya telah diperiksa dan ternyata positif HIV sebaiknya jangan hamil, karena bisa memindahkan
virusnya kepada janin yang dikandungnya. Akan bila berkeinginan hamil hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter.
* Orang-orang yang tergolong pada kelompok perilaku resiko tinggi hendaknya tidak menjadi donor darah.
* Penggunaan jarum suntik dan alat tusuk lainnya seperti; akupunktur, jarum tatto, jarum tindik, hendaknya hanya sekali
pakai dan harus terjamin sterilitasnya.
* Jauhi narkoba, karena sudah terbukti bahwa penyebaran HIV atau AIDS di kalangan panasun (pengguna narkoba
suntik) 3-5 kali lebih cepat dibanding perilaku risiko lainnya. Di Kampung Bali Jakarta 9 dari 10 penasun positif HIV.
Persepsi Salah Tentang HIV atau AIDS
AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang sampai sekarang belum ditemukan obat dan vaksinnya
yang benar-benar bermanfaat untuk mengatasi AIDS. Itulah sebabnya AIDS merupakan salah satu penyakit yang paling
ditakuti pada saat ini. Munculnya anggapan yang salah terhadap tindakan dan prilaku sehubungan dengan HIV atau
AIDS semakin mengukuhkan penyakit ini untuk ditakuti.
Oleh sebab itu perlu diketahui bahwa HIV atau AIDS tidak menular melalui:
* Bekerja bersama orang yang terkena infeksi HIV.
* Gigitan nyamuk atau serangga lain.
* Sentuhan tangan atau saling pelukan.
* Hubungan Seks dengan menggunakan kondom.
* Penggunaan alat makan bersama.
* Penggunaan toilet bersama.
* Semprotan bersin atau batuk.
100
DAFTAR REFERENSI
1. Dr.soerjono soekanto,Remaja dan masalah-masalahnya,PT BPKGunung Mulia Jakarta ,1993
2. Dr.Singgih D.Gunarso,Psychology Perkembangan anak dan Remaja,PT BPK Gunung Mulia ,1991
3. Dr.Sarlito Wirawan Sarwono,Pergeseran norma prilaku sex Kaum Remaja.CV Rajawali,Jkt.1981
4. Dr.Kartini Kartonoatology Sosial 2,Kenakalan Remaja,CV Rajawali Jakarta,1992
5. Dr.H. Ali Akbar ,Sexualita ditinjau dari hukum Islam , Chalia Indonesia, 1983
6. Seri Pemandu Pelaksana Bimbingan dan konseling di sekolah,Jakarta 1995
7. Paulus Noor Mulia ,Gembira dalam Pergaulan,ERTEKA Januari , 1994
8. Dra.Suci Msi,Problem kesulitan bergaul,Suara Merdeka , 22 Maret 1996
9. Kongres Dunia Anti Exploitasi Sex anak, Lindungi anak dari kebuasan sex,Surya,1september,1996
10.DR.Nafsiah Mboi,Bahaya AIDS, Jawa post,3 Desember ,1996
1. - and B.R.Sarason, Abnormal Psychology: The Problem of Maladaptive Behavior, 1993 2. A.Aziez, Harga Diri sebagal
Prediktor Tingkat Konformitas Remaja terhadap Kelompok Sebaya, 1994 3. A.F. Helmi dan N.Ramdhani, Konsep
Diri dan Kemampuan Bergaui pada Remaja, 1992 4. A.H.Maslow, Motivation and Personality, 1970 5. A.Riyadl,
Konformitas dalam Kelompok Ditinjau dari Jenis Kelamin Individu dan Mayoritas pada Siswa Kelas I SMA
Muhammadiyah I di Surakarta., 1993 6. B.Sulistyani, Hubungan antara Konsep Did dengan Perilaku Nakal di
Kalangan Siswa-siswa Sekolah Teknik Menengah Negeri 1 Kotamadya Yogyakarta., 1990 7. B.Walgito, Peran Orang
Tua dalam Pembentukan Kepercayaan Diri: Suatu Pendekatan Psikologi Humanistik, 1993 8. D.Instone, D.Major,
and B.D.Bucher, Gender, Self Confidence, and Social Influence Strategies: An Organizational Simulation., 1983 9.
E.Lenney, Women's Self-Confidence in Achievement Setting, 1977 10. E.T.Suparmi, Hubungan antara Konsep Did
dengan Kecenderungan Perilaku Mandiri pada Penderita Cacat Jasmani di PRPCT RC' Dr. Suharso" Surakarta, 1992 11.
E.W.H.Murdoko, Konsep Diri dan Komunikasi Interpersonal Pada Remaja, 1994 12. H.P.Musen, Handbook of
Research Methods in Child Development., 1979 13. I.G.Sarason, Personality: An Objective Approach, 1966 14.
J.P.Guilford, Personality, 1959 15. P.Lauster, The Personality Test., 1978 16. R.B.Burns, Self Concept., 1982 17.
R.J. Shevelson and R.Bolus, Self Concept: The Interplay of Theory and Methods, 1982 18. S.Azwar, Self-esteem dan
Prestasi Akademis Mahasiswa Tingkat Sarjana Muda (tahun 1979) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, 1979
19. S.Coopersmith, The Antecedent of Self-Esteem., 1967 20. S.N.Setyowati, Hubungan antara Harga Din dan
Penyesuaian Diri pada Remaja Kelas 1 Sekolah Menengah Tingkat Atas Muhammadiyah Magelang, 1984 21.
T.Afiatin, Purnamaningsih, dan M.S.Utami, Analisis Kebutuhan Tentang Permasalahan Remaja dan Alternatif
Pemecahannya, 1994
101
Related docs
Other docs by HC120915141949
work by using the layered organization of the Internet in a top down fashion
Views: 0 | Downloads: 0
Get documents about "