PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOLAKA

W
Shared by: HC120912153924
Categories
Tags
-
Stats
views:
232
posted:
9/12/2012
language:
Indonesian
pages:
103
Document Sample
scope of work template
							          PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOLAKA                              2.   Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang
                        NOMOR 8 TAHUN 2011                                    Keuangan Daerah Negara (Lembaran Negara
                                                                              Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,
                               TENTANG                                        Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
      POKOK-POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH                                 Nomor 4286);
           DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA                             3.   Undang-Indang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
                                                                              Perbendaharaan   Negara (Lembaran   Negara
                           BUPATI KOLAKA,                                     Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5,
                                                                              Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Menimbang : a. bahwa untuk mengimplementasikan Pasal 194                      Nomor 4335);
               Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
               Pemerintahan Daerah dan Pasal 151 ayat (1)                4.   Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang
               Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005                       Pembentukan     Peraturan   Perundang-undangan
               tentang Pengelolaan Keuangan Daerah tentang                    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
               Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;                       Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik
                                                                              Indonesia Nomor 4389);
                 b. bahwa Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2006
                     tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah         5.   Undang-Undang Nonor 15 Tahun 2004 tentang
                     yang telah dirubah dengan peraturan Menteri Dalam        Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
                     Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan             Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
                     Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13             Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan
                     Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan                   Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
                     Keuangan Daerah;                                    6.   Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
                 c. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 1           Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
                     Tahun 2005 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan               (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
                     Keuangan Daerah tidak relevan lagi dan perlu             Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik
                     menyesuaikan dengan Perkembangan Keadaan dan             Indonesia Nomor 4421);
                     Tuntutan Pengelolaan Keuangan Daerah.               7.   Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
            d.      bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana                Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
                    dimaksud pada huruf a, b, dan c perlu dibentuk            Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
                    dalam satu Peraturan Daerah.                              Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);

Mengingat : 1.      Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang            8.   Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
                    Pembentukan Daerah-daerah Tk.II di Sulawesi               Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat
                    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959            dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
                    Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik               Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tanbahan
                    Indonesia Nomor 1822);                                    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

                                          1                                                             2
9.    Undang-Undang No 27 Tahun 2009 tentang           14.   Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005
      MPR,DPR,DPRD (Lembaran Negara Republik                 tentang Pinjaman Daerah    (Lembaran Negara
      Indonesia Tahun , Tambahan Lembaran Negara             Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 136,
      Republik Indobesia Nomor );                            Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
10.   Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004               Nomor 4574);
      tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan        15.   Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005
      Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat           tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara
      Daerah (Lembaga Negara Republik Indonesia              Republik Indonesia Tahun 2005 Momor 137,
      Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran                 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
      Negara    Republik   Indonesia   Nomor  4416)          Nomor 4575);
      sebagaimana telah diubah dengan Peraturan        16.   Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005
      Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005 tentang                 tentang Sisten Informasi     Keuangan Daerah
      Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 24           (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
      Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan            Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik
      Keuangan    Pimpinan    dan    Anggota Dewan           Indonesia Nomor 4576);
      perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara
      Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 94,          17.   Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005
      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia            tentang Hibah kepada Daerah (Lembaran Negara
      Nomor 4540);                                           Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139,
                                                             Tambahan Lenbaran Negara Republik Indonesia
11.   Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2005               Nomor 4577);
      tentang   Tata    Cara    Penghapusan Piutang
      Negara/Daerah (Lembaran       Negara Republik    18.   Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005
      Indonesia Tahun Nomor 31, Tambahan Lembaran            tentang Pengelolaan           Keuangan Daerah
      Negara Republik Indonesia 4488);                       (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
                                                             Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
12.   Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005               Indonesia Nomor 4578);
      tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
      Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia         19.   Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005
      Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran                 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan
      Negara Republik Indonesia Nomor 4502);                 Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara
                                                             Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150,
13.   Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005               Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
      tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaga          Nomor 4585);
      Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49,
      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia      20.   Peraturan Pemerintah Nomor 72 dan 73 Tahun
      Nomor 4503);                                           2005 tentang Desa dan Kelurahan (Lembaran
                                                             Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158,

                        3                                                            4
      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia              Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
      Nomor 4587);                                             Nomor 4737);
21.   Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang    27.   Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang
      Tata Cara      Pengadaan Pinjaman dan/atau               Organisasi Pemerintahan Daerah (Lembaran
      Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman                Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89,
      dan/atau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara              Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor
      Republik Indonesia Tahn 2006 Nomor 3, Tambahan           4741);
      Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4597);    28.   Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang
22.   Peraturan Pemerintah Nonor 6 Tahun 2006 tentang          Investasi Pemerintah (Lembaran Negara Republik
      Pengelolaan Barang          Milik Negara/Daerah          Indonesia Tahun 2008 Nomor 14, Tamabahan
      (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006           Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4812);
      Nomor 20, Tambahan Lemaran Negara Negara           29.   Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008
      Republik   Indonesia Nomor 4609);                        tentang Kecamatan (Lembaran Negara Republik
23.   Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang          Indonesia Tahun 2008, Tambahan Lembaran
      Laporan Keuangan dan kinerja Instansi Pemerintah         Negara Republik Indonesia Nomor 4826);
      (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006     30.   Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun
      Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik              2006 tentan Pedoman Pengelolaan keuangan
      Indonesia Nomor 4400);                                   daerah Sebagaimana telah diubah dengan
24.   Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006                 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun
      tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi              2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
      Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran                Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
      Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96,           Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia        31.   Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61
      Nomor 4663);                                             Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
25.   Peraturan Pemerintah nomor 40 Tahun 2006                 Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;
      tentang   Tata    Cara    Penyusunan  Rencana      32.   Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 1
      Pembangunan      Nasional   (Lembaran  Negara            Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintahan yang
      Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97,                  menjadi kewenangan Daerah Kabupaten Kolaka;
      Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
      Nomor 4664);                                       33. Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 2 Tahun
                                                              2010 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah
26.   Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007
      tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara
      Pemerintah. Pemerintah Daerah Propinsi dan
      Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran
      Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82,
                      5                                                                6
          34.   Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 7          2. Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia
                Tahun 2010 tentang Perubahan Kesatu atas Perda        yang memegang kekuasaan pemerintahan
                Nomor 37 Tahun 2007 Tentang Pembentukan               Negara Republik Indonesia sebagaimana
                Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten      dimaksud dalam Indang-Undang Dasar Negara
                Kolaka;                                               Republik Indonesia Tahun 1945.
          35.   Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 8          3. Pemerintah Provinsi adalah Gubernur Sulawesi
                Tahun 2010 tentang Perubahan kedua atas Perda         Tenggara dan perangkat daerah sebagai unsur
                Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembentukan               penyelenggara pemerintahan daerah Provinsi
                Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Tekhnis Daerah      Sulawesi Tenggara.
                Kabupaten                                          4. Pemerintah Daerah adalah Bupati Kolaka dan
          36.   Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 10            Perangkat     Daerah     sebagai      unsur
                Tahun     2010   tentang Perusahaan Daerah            penyelenggaraan    Pemerintahan     Daerah
                Kabupaten Kolaka                                      Kabupaten Kolaka.
                                                                   5. Pemerintahan Daerah adalah Penyelenggaraan
                         Dengan Persetujuan bersama                   urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah
                                                                      dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut
                   DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH                     asas otonomi dan tugas pembantuan dengan
                          KABUPATEN KOLAKA                            prinsip otonomi seluas-luasnya dengan sistem
                                        dan                           dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
                               BUPATI KOLAKA                          sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
                                                                      Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
                                MEMUTUSKAN:                        6. Gubernur adalah Gubernur Sulawesi Tenggara.
Menetapkan:     PERATURAN DAERAH TENTANG POKOK-                    7. Kepala Daerah adalah Bupati Kolaka.
                POKOK PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH                  8. Wakil Kepala Daerah adalah Wakil Bupati
                                                                      Kabupaten Kolaka.
                                      BAB I                        9. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya
                             KETENTUAN UMUM                           disingkat DPRD adalah DPRD Kabupaten
                                                                      Kolaka.
                               Bagian Pertama
                                                                   10.Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan
                                 Pengertian                           kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan
                                      Pasal 1                         mengurus sendiri urusan pemerintahan dan
                Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksudkan           kepentingan masyarakat setempat sesuai
                dengan :                                              dengan ketentuan perundang-undangan.
                1. Daerah adalah Kabupaten Kolaka.
                                  7                                                        8
11. Desantralisasi    adalah penyerahan wewenang     18. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah,
    pemerintahan     oleh Pemerintah kepada daerah       selanjutnya disingkat SKPKD adalah perangkat
    otonom untuk     mengatur dan mengurus urusan        daerah pada pemerintah daerah selaku
    pemerintahan     dalam sistem Negara Republik        pengguna anggaran/pengguna barang, yang
    Indonesia.                                           juga melaksanakan pengelolaan keuangan
12. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari               daerah.
    pemerintah kepada daerah dan/atau desa,dari      19. Pejabat     Pengelola    Keuangan     Daerah,
    pemerintah   daerah       kepada desa untuk          selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala
    melaksanakan tugas tertentu.                         satuan kerja pengelolaan keuangan daerah yang
13. Kelurahan/Desa adalah wilayah kerja lurah/Desa       mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan
    kabupaten Kolaka.                                    APBD dan bertindak sebagai bendahara umum
                                                         daerah.
14. Keuangan Daerah adalah semua hak dan
    kewajibn daerah dalam rangka penyelenggaraan     20. Bendahara Umum Daerah, selanjutnya disingkat
    pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan        BUD adalah PPKD yang bertindak dalam
    uang termasuk didalamnya segala bentuk               kapasitas sebagi bendahara umum daerah.
    kekayaan yang berhubungan dengan hak dan         21. Kuasa BUD adalah pejabat yang diberi kuasa
    kewajiban daerah tersebut.                           untuk melaksanakan tugas bendahara umum
15. Pengelolaan   Keuangan    Daerah   adalah            daerah.
    keseluruhan    kegiatan    yang   meliputi       22. Satuan Kerja Perangkat Daerah, selanjutnya
    perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,             disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada
    pelaporan,    pertanggungjawaban,     dan            pemerintah    daerah    selaku    pengguna
    pengawasan keuangan daerah.                          anggaran/barang.
16. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,          23. Unit kerja adalah bagian SKPD yang
    selanjutnya disingkat APBD adalah rancangan          melaksanakan satu atau beberapa program.
    keuangan tahunan pemerintah daerah yang          24. Pengguna Anggaran, selanjutnya disingkat PA
    dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah        adalah   pejabat    pemegang     kewenangan
    daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan               pengguna anggaran untuk melaksanakan tugas
    peraturan daerah.                                    pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.
17. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan          25. Kuasa     Pengguna    Anggaran,    selanjutnya
    Daerah adalah kepala daerah yang karena              disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa
    jabatannya     mempunyai     kewenangan              untuk melaksanakan sebagian kewenangan
    menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan             pengguna anggaran dalam melaksanakan
    Keuangan Daerah.                                     sebagian tugas dan fungsi SKPD.


                       9                                                     10
26. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang           33. Entitas pelaporan adalah unit pemerintah yang
    kewenangan pengguna barang milik daerah.              terdiri atas satu atau lebih entitas akuntansi yang
27. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD,                  menurut ketentuan peraturan perundang-
    selanjutnya disingkat PPK SKPD adalah pejabat         undangan       wajib     menyampaikan       laporan
    yang melaksanakan fungsi tata uasaha                  pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.
    keuangan pada SKPD.                               34. Entitas akuntansi adalah unit pemerintahan
28. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, selanjutnya        pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh
    disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja         karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi
    SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa             dam menyusun laporan keuangan untuk
    kegiatan dari satu atau beberapa program sesuai       digabungkan pada entitas pelaporan.
    dengan bidang tugasnya.                           35. Rencana Pembangunan Jangka Menengah
29. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan             Daerah, selanjutnya disingkat RPJMD adalah
    uang daerah yang ditentukan oleh kepala daerah        dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima)
    untuk menampung seluruh penerimaan daerah             tahun.
    dan membayar seluruh pengeluaran daerah.          36. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah,
30. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening              selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah
    setempat penyimpanan uang daerah yang                 Daerah (RKPD) adalah dokumen perencanaan
    ditentukan    oleh    kepala  daerah   untuk          Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
    menampung seluruh penerimaan daerah dan           37. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah,
    membayar seluruh pengeluaran daerah pada              selanjutnya disebut Renja SKPD adalah
    bank yang ditetapkan.                                 dokumen perencanaan Daerah untuk periode 1
31. Bendahara      Penerimaan    adalah  pejabat          (satu) tahun
    fungsional yang ditunjuk untuk menerima,          38. Tim Anggaran Pemerintah Daerah, selanjutnya
    menyimpan, menyetorkan, menatausahakan,               disingkat TAPD adalah tam yang dibentuk
    dan        mempertanggungjawabkan      uang           dengan keputusan kepala daerah dan dipimpin
    pendapatan daerah dalam rangka melaksanakan           oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas
    APBD pada SKPD.                                       menyiapkan serta melaksanakan kebijakan
32. Bendahara     Pengeluaran    adalah   pejabat         kepala daerah dalam rangka penyusunan APBD
    fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan,         yang anggotanya terdiri dari pejabat perencana
    membayarkan,         menatausahakan,      dan         daerah, PPKD, dan pejabat lainnya sesuai
    mempertanggungjawabkan         uang     untuk         dengan kebutuhan.
    keperluan belanja daerah dalam rangka
    pelaksanaan APBD pada SKPD.



                     11                                                          12
39. Kebijakan Umum APBD, selanjutnya disingkat       45. Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran
    KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan             SKPD,selanjutnya disingkat         DPPA-SKPD
    bidang pendapatan, belanja dan pembiayaan            merupakan dokumen yang memuat perubahan
    serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1       pendapatan, belanja dan pembiayaan setiap
    (satu) tahun.                                        SKPD      yang    digunakan    sebagai  dasar
40. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara,             pelaksansanaan perubahan anggaran oleh
    selanjutnya disingkat PPAS merupakan program         pengguna anggaran.
    prioritas dan patokan batas maksimal anggaran    46. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah
    yang diberikan kepada SKPD untuk setiap              adalah pendekatan penganggaran berdasarkan
    program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-          kebijakan, dengan pengambilan keputusan
    PPKD sebelum disepakati dengan DPRD.                 terhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam
41. Rencana Kerja dan Anggaran Pejabat Pengelola         perspektif lebih dari satu tahun anggaran,
    Keuangan Daerah yang selanjutnya disingkat           dengan mempertimbangkan implikasi biaya
    RKA-PPKD adalah Rencana Kerja dan Anggaran           akibat keputusan yang bersangkutan pada tahun
    Badan/Dinas/Bagian       Keuangan      selaku        berikutnya yang dituangkan dalam prakiraan
    Bendahara Umum Daerah.                               maju.
42. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pejabat             47. Prakiraan Maju (forward estimate) adalah
    Pengelola Keuangan Daerah yang selanjutnya           perhitungan kebutuhan dana untuk tahun
    disingkat   DPA-PPKD       adalah    dokumen         anggaran     berikutnya   dari   tahun   yang
    pelaksanaan            anggaran           dari       direncanakan guna memastikan kesinambungan
    Badan/Dinas/Kantor/Bagian Keuangan selaku            program dan kegiatan yang telah disetujui dan
    Bendahara Umum Daerah.                               menjadi dasar penyusunan anggaran tahun
                                                         berikutnya.
43. Rencana Kerja dan Anggaran SKPD, selanjutnya
    disingkat   RKA-SKPD       adalah    dokumen     48. Kinerja     Adalah     Keluaran/hasil       dari
    perencanaan dan penganggaran yang berisi             kegiatan/program yang akan atau telah dicapai
    rencana pendapatan. Rencana belanja, program,        sehubungan dengan penggunaan anggaran
    kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan               dengan kwantitas dan kwalitas yang teratur.
    sebagai dasar untuk penyusunan APBD.             49. Penganggaran terpadu (unified budgeting)
44. Dokumen      Pelaksana    Anggaran     SKPD,         adalah penyusunan rencana keuangan tahunan
    selanjutnya disingkat DPA-SKPD merupakan             yang dilakukan secara terintegrasi untuk seluruh
    dokumen memuat pendapatan, belanja, dan              jenis belanja guna melaksanakan kegiatan
    pembiayaan setiap SKPD yang digunakan                pemerintah yang didasarkan pada prinsip
    sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna              pencapaian efisiensi alokasi dana.
    anggaran.


                    13                                                     14
50.Fungsi      adalah       perwujudan     tugas    58. Pendapatan Daerah adalah hak pemerintahan
   keperintahan       dibidang    tertentu  yang        daerah yang diakui sebagai penambah nilai
   dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan            kekayaan bersih.
   pembangunan nasional.                            59. Belanja Daerah adalah kewajiban pemerintah
51.Program adalah penjabaran kebijaksanaan SKPD         yang diakui sebagai pengurangan nilai kekayaan
   dalam bentuk upaya yang berisi satu atau             bersih.
   kegiatan dengan menggunakan sumber daya          60. Surplus Anggaran Daerah selisih lebih antara
   yang disediakan untuk mencapai hasil yang            pendapatan daerah dan belanja daerah.
   berukur sesuai dengan misi SKPD.
                                                    61. Defisit Anggaran Daerah adalah selisih kurang
52.Kegiatan adalah bagian dari program yang             antara pendapatan daerah dan belanja daerah.
    dilaksanakan oleh satu lebih unit kerja pada
    SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran     62. Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan
    terukur pada suatu program yang terdiri dari        yang    perlu  dibayar    kembali   dan/atau
    sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya          pengeluaran yang akan diterima kembali, baik
    baik yang berupa personal (sumber daya              pada tahun anggaran yang bersangkutan
    manusia), barang modal termasuk peralatan dan       maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
    teknologi, dana atau kombinasi dari beberapa    63.Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, selanjutnya
    atau kesemua jenis sumber daya tersebut            disingkat SILPA adalah selisih lebih dari realisasi
    sebagai masukan (input) untuk menghasilkan         penerimaan dan pengeluaran anggaran selama
    keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa.        satu periode anggaran.
53. Sasaran (target) adalah hasil yang dari suatu   64. Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang
    program atau keluaran yang diharapkan dari          mengakibatkan daerah menerima sejumlah uang
    suatu kegiatan.                                     atau manerima manfaat yang bernilai dari pihak
54. Keluaran (output) adalah barang/jasa yang           lain sehingga daerah dibebani kewajiban untuk
    dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan          membayar kembali.
    untuk mendukung percapaian sasaran dan          65. Obligasi Daerah adalah pinjaman daerah yang
    tujuan program dan tujuan.                          ditawarkan kepada publik melalui penawaram
55. Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang          umum di pasar modal.
    mencerminkan berfungsinya keluaran dari         66. Anggaran Kas adalah dokumen perkiran arus
    kegiatan-kegiatan dalam satu program.               kas masuk yang bersumber dari penerimaan dan
56. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke         perkiraan kas keluaran untuk mengatur
    kas daerah.                                         ketersediaan    dana guna untuk menandai
                                                        pelaksanaan kegiatan dalam tiap priode.
57. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar
    dari kas daerah.

                     15                                                     16
67. Surat Penyediaan Pembayaran, selanjutnya                penerimaan, peruntukan, dan waktu pembayaran
    disingkat   SPP     adalah  dokumen  yang               tertentu yang dokumennya disiapkan oleh PPTK.
    menyatakan      tersedianya   dana  untuk           73. Surat Perintah Pencairan Dana, selanjutnya
    melaksanakan      kegiatan  sebagai dasar               disingkat SP2D adalah dokumen yang digunakan
    penerbitan SPP.                                         sebagai dasar pencairan dana yang diterbitkan
68. Surat Permintaan Pembayaran, selanjutnya                oleh BUD berdasarkan SPM.
    disingkat SPP adlh dokumen yang diterbitkan         74. Surat Perintah Membayar, selanjutnya disingkat
    oleh pejabat yang bertanggung jawab atas                SPM adalah dokumen            yang digunakan
    pelaksanaan kegiatan/bendahara pengeluaran              /diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa
    untuk mengajukan permintaan pembayaran.                 pengguna anggaran untuk penerbitan SP2D atas
69. SPP Uang Penyediaan, selanjutnya disingkat              beban pengeluaran DPA-SKPD.
    SPP-UP adalah dokumen yang diajukan                 75. Surat Perintah Membayar Langsung, selanjutnya
    bendahara pengeluaran untuk permintaan uang             disingkat SPM-LS adalah dokumen yang
    muka kerja bersifat pengisian kembali (revolving)       diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa
    yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran            pengguna anggaran untuk penerbitan SP2D atas
    langsung.                                               beban pengeluaran DPA-SKPD kepada pihak
70. SPP Ganti Uang Persediaan, selanjutnya                  ketiga.
    disingkat SPP-GU adalah dokumen yang                76. Uang Persediaan, selanjutnya disingkat UP
    diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk               adalah sejumlah uang tunai yang disediakan
    permintaan pengganti uang persediaan yang               untuk satuan kerja dalam melaksanakan
    tidak dilakukan dengan pembayaran langsung.             kegiatan operasional sehari-hari.
71. SPP Tambahan Uang Persediaan, selanjutnya           77. Surat Pemerintah Membayar Uang Persediaan,
    disingkat SPP-TU adalah dokumen yang                    selanjutnya disingkat SPM-UP adalah dokumen
    diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk               yang diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa
    permintaan tambahan uang persediaan guna                pengguna anggaran untuk penerbitan SP2D ats
    melaksankan kegiatan SKPD yang bersifat                 beban      pengeluaran      DPA-SKPD     yang
    mendesak dan tidak dapat digunakan untuk                dipergunakan sebagai uang persediaan untuk
    pembayaran langsung dan uang persediaan.                mendanai kegiatan operasional kantor sehari-
72.SPP Langsung, selanjutnya disingkat SPP-LS               hari.
    adalah dokumen yang diajukan oleh bendahara         78. Surat    perintah   Membayar     Ganti   Uang
    pengeluaran untuk permintaan pembayaran                 persediaan,selanjutnya   disingkat    SPM-GU
    langsung kepada pihak ketiga atas dasar                 adalah dokumen yang diterbirkan oleh pengguna
    perjanjian kontrak atau surat perintah pekerja          anggaran kuasa/pengguna anggaran untuk
    lainnya dan pembayaran gaji degan jumlah,               penerbitan SP2D atas beban pengeluaran DPA-
                                                            SKPD yang dananya dipergunakan untuk
                     17                                                       18
   mengganti uang persediaan yang telah di               evaluasi, untuk menjamin agar pelaksanaan
   belanjakan.                                           kebijakan pengolahan keuangan daerah sesuai
79 Surat Perintah Membayar Uang Tambahan                 dengan rencana dan peraturan perundang-
   Persediaan,selanjutnya    disingkat   SPM-TU          undangan.
   adalah dokumen yang diterbitkan oleh pengguna      85.Kerugian Daerah adalah kekurangan uang,surat
   anggaran /kuasa pengguna anggaran untuk               berharga,dan barang yang nyata dan pasti
   penerbitan SP2D atas beban pengeluaran DPA-           jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan
   SKPD,karena kebutuhan dananya melebihi dari           hukum baik sengaja maupun lalai.
   jumlah batas pagu uang persediaan yang telah       86. Laporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah
   ditetapkan sesuai dengan ketentuan.                    Kepada Pemerintah yang selanjutnya disebut
80. Barang Milik Daerah adalah semua barang yang          LPPD adalah laporan atas penyelenggaraan
    dibeli atau di peroleh atas beban APBD atau           pemerintah daerah selama 1 (satu) tahun
    berasal dari perolehan lainnya yang sah.              anggaran berdasarkan RKPD yang disampaikan
81. Piutang Daerah adalah jumlah yang wajib               oleh kepala daerah kepada pemerintah.
    dibayar kepada pemerintah daerah dan/atau hak     87. Laporan    Keterangan     Pertanggungjawaban
    pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan           Kepala Daerah kepada DPRD yang selanjutnya
    uang sebagai akibat perjanjian atau akibat            disebut LKPJ adalah laporan yang berupa
    lainnya   berdasarkan ketentuan     peraturan         informasi penyelenggaran pemerintah daerah
    perundang-undangan atau akibat lainnya yang           selama 1 (satu) tahun anggaran atau akhir masa
    sah                                                   jabatannya yang disampaikan oleh kepala
82. Utang Daerah adalah jumlah uang yang wajib            daerah kepada DPRD.
    dibayar pemerintah daerah dan /atau kewajiban     88. Informasi        laporan        penyelenggaraan
    pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan           pemerintahan       daerah    adalah    informasi
    uang     berdasarkan    peraturan    perundang-       penyelenggaran pemerintahan daerah kepada
    undangan,perjanjian,atau berdasarkan sebab            masyarakat melalui media yang tersedia di
    lainnya yang sah.                                     daerah.
83.Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan          89. Investasi adalah penggunaan aset untuk
    untuk menampung kebutuhan yang memerlukan             memperoleh manfaat ekonomis seperti bunga,
    dana relatif besar yang tidak dapat di penuhi         deviden, royalti, manfaat sosial/atau manfaat
    dalam satu tahun anggaran.                            lainnya    sehingga       dapat    meningkatkan
84.Sistem Pengendalian Intern keuangan Daerah             kemampuan        pemerintah     dalam     rangka
    merupakan         suatu       proses       yang       pelayanan kepada masyarakat
    berkesinambungan yang dilakukan oleh lembaga      90. Badan Layanan Umum Daerah, selanjutnya
    /badan/unit yang mempunyai tugas dan fungsi           disingkat BLUD adalah SKPD/Unit Kerja pada
    melakukan pengendalian melalui audit dan              SKPD di Lingkungan Pemerintahan yang
                19                                                             20
     dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada                                 Pasal 3
     masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau     Pengelolaan Keuangan daerah yang diatur dalam
     jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari      Peraturan Daerah ini meliputi:
     keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya
     didasarkan     pada   prinsip efisiensi  dan     a. Kekuasaan pengelolaan keuangan daerah,
     produktifitas.                                   b. Asas umum dan struktur APBD,
 91. Pelimpahan     kekuasaan        sebagaimana      c. Penyusunan Rancangan tentang APBD
     dimaksud pada ayat (3) ditetapkan dengan         d. Penetapan dan Pelaksanaan APBD;
     keputusan kepala daerah berdasarkan prinsip
     pemisahan kewenangan         antara    yang      e. Perubahan serta Evaluasi APBD,
     memerintahkan, menguji dan menerima atau         f. Pengelolaan kas,
     mengeluarkan    uang     berpedoman    pada      g. Penatausahaan keuangan daerah,
     ketentuan peraturan perundang-undangan.
                                                      h. Pemeriksaan      dan    pertanggung     jawaban
                   Bagian Kedua                          pelaksanaan APBD,
          Ruang Lingkup Keuangan Daerah
                                                      i. Evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah,
                       Pasal 2
                                                      j. Kerugian daerah, dan
Ruang Lingkup keuangan daerah meliputi :
                                                      k. Akuntansi Keuangan Daerah,
a. Hak daerah untuk memungut pajak dan retribusi
                                                      l. Pembinaan dan        pengawasan       pengelolaan
   daerah serta melakukan pinjaman;
                                                         keuangan daerah,
b. Kewajiban daerah untuk menyelenggarakan
                                                      m. pengelolaan Barang Milik Daerah dan Keuangan
   urusan pemerintahan daerah dan membayar
                                                         BLUD.
   tagihan pihak Ketiga;
                                                      n. Pengelolaan Asset,Pesediaan,Piutang dan Hutang
c. Penerimaan daerah;
                                                         daerah
d. Pengeluaran daerah;
e. Kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau pihak
                                                                            Bagian ketiga
   lain berupa uang, surat berharga, piutang dan
   barang serta hak-hak yang dapat dinilai dengan          Asas Umum Pengelolaan Keuangan Daerah
   uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada                          Pasal 4
   perusahaan daerah;
                                                      (1) Keuangan daerah dikelola secara tertib, taat pada
f. Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh                 peraturan      perundang-undangan,        efesien,
   pemerintahan      daerah      dalam      rangka        ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung
   penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah              jawab dengan memperhatikan asas keadilan,
   dan/atau kepentingan umum.                             kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat.

                  21                                                               22
(2) Pengelolaan Keuangan Daerah dilaksanakan                h. pejabat yang bertugas melakukan pengujian
    dalam suatu sistem yang terintegrasi dengan                atas tagihan dan memerintahkan pembayaran.
    diwujudkan dalam APBD yang ditetapkan dengan        (3) Kepala Daerah selaku pemegang kekuasaan
    Peraturan Daerah.                                       pengelolaan keuangan daerah melimpahkan
                                                            sebagian atau seluruh Kekuasaan Kepada;
                           BAB II                          a. Sekretaris   Daerah    selaku      koordinator
      KEKUASAAN PENGELOLAAN KEUANGAN                          pengelolaan keuangan daerah;
      DAERAH                                               b. Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan
                      Bagian Pertama                          Daerah (SKPKD) selaku PPKD;
      Pemegang kekuasaan Pengelolaan keuangan              c. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah
      Daerah                                                  (SKPD)       selaku     pejabat pengguna
                                                              anggaran/barang daerah.
                           Pasal 5
(1) Kepala Daerah selaku Kepala Pemerintahan
    Daerah    adalah pemegang kekuasaan umum               Koordinator Pengelolaan Keuangan Daerah
    pengeloaan keuangan daerah dan       mewakili                             Pasal 6
    pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan        (1) Sekretaris    Daerah     selaku     koordinator
    daerah yang dipisahkan.                                 pengelolaan keuangan daerah, sebagaimana
(2)     Selaku Pemegang kekuasaan pengelolaan               dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf a
      keuangan daerah sebagaimana yang dimaksud             berkaitan dengan peran dan fungsinya dalam
      pada ayat (1) kepala daerah mempunyai                 membantu kepala daerah menyusun kebijakan dan
      kewenangan menetapkan:                                mengkoordinasikan     penyelenggaran    urusan
       a. kebijakan tentang pelaksanaan APBD;               pemerintahan daerah termasuk pengelolaan
                                                            urusan pemerintahan daerah.
      b. kebijakan tentang pengelolaan barang daerah;
                                                        (2) Sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan
      c. kuasa pengguna anggaran/barang;                    keuangan daerah sebagaimana yang dimaksud
      d. bendahara     penerimaan          dan / atau       ayat (1) mempunyai tugas koordinasi di bidang:
         bendahara pengeluaran;                            a. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan dan
      e. pejabat     yang     bertugas     melakukan          pengelolaan APBD;
         pemungutan penerimaan daerah;                     b. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan
      f. pejebat yang bertugas makukan pengelolaan            pelaksanaan pengelolaan barang
         utang dan piutang daerah;                         c. Penyusunan     rancangan      APBD   dan
      g. pejabat     yang     bertugas     melakukan          rancangan perubahan APBD;
         pengelolaan barang milik daerah;dan

                          23                                                       24
   d. Penyusunan Raperda APBD, perubahan               b. menyusun rancangan APBD dan rancangan
      APBD, dan pertanggung jawaban pelaksanaan           Perubahan APBD;
      APBD;                                            c. melaksanakan pemungutan pendapatan
   e. Tugas-tugas pejabat perencana daerah, PPKD,         daerah yang telah ditetapkan dengan
      dan pejabat pengawas keuangan daerah ;dan           Peraturan Daerah;
   f. Penyusunan laporan keuangan daerah dalam         d. melaksanakan fungsi BUD;
      rangka pertanggung jawaban pelaksanaan           e. menyusun laporan keuangan daerah dalam
      APBD                                                rangka pertanggungjawaban pelaksanaan
(3) Selain mempunyai tugas-tuagas koordinasi              APBD; dan
    sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekretaris      f. melaksanakan tugas lainnya berdasarkan
    daerah mempunyai tugas :                              kuasa yang dilimpahkan oleh     kepala
   a. memimpin tim anggaran pemerintah daerah;            daerah.
   b. menyiapkan pedoman pelaksanaan APBD;          (2) PPKD dalam melaksanakan fungsinya selaku
   c. menyiapkan pedoman pengelolaan barang             BUD berwenang :
      daerah;                                          a. menyusun     kebijakan     dan     pedoman
   d. memberikan persetujuan pengesahan DPA –             pelaksanaan APBD;
      SKPD / DPPA SKPD;dan                             b. mengesahkan DPA-SKPD/DPPA-SKPD;
   e. melaksanakan tugas - tugas     koordinasi        c. melakukan      pengendalian      pelaksanaan
      pengelolaan    keuangan daerah    lainnya           APBD;
      berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh          d. memberikan petunjuk teknis pelaksanaan
      kepala daerah.                                      sistem penerimaan dan pengeluaran kas
 (4) Koordinator Pengelolaan keuangan daerah              daerah;
     bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas          e. melaksanakan pemungutan pajak ,serta
     sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3)           pungutan daerah yang sah lainnya;
     kepada kepala daerah.
                                                       f.   menetapkan SPD;
                  Bagian Ketiga
                                                       g. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan
    Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD)              pemberian jaminan atas nama pemerintah
                     Pasal 7                              daerah;
 (1) Kepala SKPKD selaku PPKD sebagaimana              h. melaksanakan    sistem   akuntansi      dan
     dimaksud dalam pasal 5 ayat (3) huruf b              pelaporan keuangan daerah;
     mempunyai tugas :                                 i.   menyajikan informasi keuangan daerah; dan
      a. menyusun dan melaksanakan kebijakan
         pengelolaan keuangan daerah;
                      25                                                   26
   j.   melaksanakan kebijakan dan pedoman            k. melakukan pengelolaan utang dan piutang
        pengelolaan serta  penghapusan barang             daerah; dan
        milik daerah.                                  l. melakukan penagihan piutang daerah.
(3) PPKD bertanggung jawab atas pelaksanaan         (4) Kuasa    BUD    bertanggung jawab  atas
    tugasnya kepada kepala daerah melalui               pelaksanaan tugasnya kepada PPKD selaku
    sekretaris daerah.                                  BUD.
                       Pasal 8                                          Pasal 9
(1) PPKD selaku BUD menunjuk pejabat                PPKD dapat melimpahkan kepada pejabat lainnya
    dilingkungan SKPKD selaku kuasa BUD.            dilingkungan SKPKD untuk melaksanakan tugas-
(2) Penunjukkan kuasa BUD sebagaimana               tugas sebagai berikut :
    dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan        a. menyusun rancangan APBD dan rancangan
    keputusan kepala daerah.                           Perubahan APBD;
(3) Kuasa BUD sebagaimana dimaksud pada ayat        b. melakukan pengendalian pelaksanaan APBD;
    (1), mempunyai tugas :
                                                    c. melaksanakan pemungutan pajak daerah serta
   a. menyiapkan anggaran kas;                         pungutan daerah yang sah lainnya;
   b. menyiapkan SPD;                               d. menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan
   c. menerbitkan SP2D;                                penberian jaminan atas nama pemerintah
   d. menyimpan seluruh bukti asli kepemilikan         daerah;
      kekayaan daerah;                              e. melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan
   e. memantau pelaksanaan pemerimaan dan              keuangan daerah;
      pengeluaran APBD oleh bank/atau lembaga       f. menyajikan informasi keuangan daerah; dan
      keuangn lainnya yang telah ditunjuk;          g. melaksanakan kebijakan dan pedoman
   f. mengusahakan dan mengatur dana yang              pengelolaan serta penghapusan barang milik
      diperlukan dalam pelaksanaan APBD;               daerah.
   g. menyimpan uang daerah;
   h. melaksanakan penempatan uang daerah dan                       Bagian Keempat
      mengelola/ menatausahakan investasi daerah;         Pejabat Pengguna Anggaran/Pengguna
   i. melakukan      pembayaran     berdasarkan                       Barang Daerah
      permintaan pejabat pengguna anggaran atas                        Pasal 10
      beban rekening kas umum daerah;               Kepala    SKPD   selaku   Pejabat  pengguna
   j. melaksanakan pemberian pinjaman atas          anggaran/pengguna barang daerah sebagaimana
      nama pemerintah daerah;

                     27                                                    28
dimaksud dalam pasal 5 ayat (3) huruf c mempunyai                          Pasal 11
tugas :                                              (1)   Pejabat Pengguna anggaran/pengguna barang
a. menyusun RKA-SKPD;                                      dalam melaksanakan tugas sebagai mana
b. menyusun DPA-SKPD/DPPA-SKPD;                            dimaksud dalam pasal 10 dapat melimpahkan
                                                           sebagian kewenagannya kepada kepala unit
c. melakukan tindakan yang        mengakibatkan            kerja pada SKPD selaku kuasa pengguna
   pengeluaran atas beban anggaran belanja;                anggaran/kuasa pengguna barang.
d. melaksanakan      anggaran     SKPD       yang    (2) Penetapan kepala unit kerja pada SKPD, besaran
   dipimpinnya;                                           jumlah uang yang dikelola, beban kerja, lokasi,
e. melakukan    pengujian atas      tagihan  dan          kopetensi, dan/atau rentang kendali dan
   memerintahkan pembayaran;                              pertimbangan objektif lainnya.
f. melaksanakan pemungutan penerimaan bukan          (3)   Pelimpahan Wewenang sebagaimana dimaksud
   pajak daerah dan/atau pajak daerah;                     pada ayat(1) ditetapkan oleh kepala daerah atas
g. mengadakan ikatan/perjanjian kerjasama dengan           usul kepala SKPD mempunyai tugas;
   pihak lain dalam batas anggaran yang telah          a. melakukan tindakan yang mengakibatkan
   ditetapkan;                                            pengeluaran atas beban anggaran belanja.
h. mengelola utang dan piutang yang menjadi            b. melaksanakan unit kerja yang dipimpinnya;
   tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya;               c. melakukan pengujian atas tagihan dan
i. menandatangani SPM;                                  memerintahkan pembayaran;
j. mengelola barang milik daerah/kekayaan daerah       d. mengadakan ikatan/ perjanjian kerjasama dengan
   yang menjadi tanggung jawab SKPD yang                  pihak lain dalam batas anggaran yang telah
   dipimpinnya;                                           ditetapkan;
k. menyusun dan meyampaikan laporan keuangan           e. menandatangani SPM-LS dan SPM-TU;dan
   SKPD yang dipimpinnya;                              f. mengawasi pelaksanaan anggaran unit kerja
l. mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang              yang dipimpinnya.
   dipimpinnya;                                      (4) Kuasa pengguna anggaran / kuasa pengguna
m. melaksanakan        tugas-tugas       pengguna        barang bertanggung jawab atas pelaksanaan
   anggaran/pengguna barang lainnya berdasarkan          tugasnya kepada pengguna anggaran/pengguna
   kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah; dan        barang.
n. bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya
   kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah.



                     29                                                        30
                   Bagian Kelima                       (2) PPK-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
      Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan SKPD               mempunyai tugas :
                      Pasal 12                             a. meneliti kelengkapan SPP-LS pengadaan barang
                                                              dan jasa yang disampaikan oleh bendahara
(1) Pejabat pengguna anggaran / kuasa pengguna                pengeluaran dan diketahui/disetujui PPTK.
    barang      dalam melaksanakan program dan
    kegiatan dapat menunjuk pejabat pada unit kerja       b. meneliti kelengkapan SPP-UP, SPP-GU dan
    SKPD selaku PPTK.                                        SPP-TU, SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta
                                                             penghasilan lainnya yang ditetapkan sesuai
(2) PPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                  ketentuan peraturan perundang-undangan yana
    mempunyai tugas mencakup :                               diajukan oleh bendahara pengeluaran.
   a. mengendalikan pelaksanaan kegiatan;                 c. melakukan verifikasi SPP.
   b.     melaporkan perkembangan pelaksanaan             d. menyiapkan SPM.
   kegiatan;
                                                          e. melakukan verifikasi harien ata penerimaan.
   c. menyiapkan dokumen administrasi kegiatan
   maupun dokumen administrasi yang ditetapkan            f. melaksanakan akuntansi SKPD. Dan
   sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-           g. menyiapkan laporan keuangan SKPD.
   undangan.                                           (3) PPK-SKPD tidak boleh merangkap sebagai pejabat
                     Pasal 13                              yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan
(1) Penunjukan PPTK sabagaimana dimaksud dalam             negara/daerah, bendahara dan/atau PPTK.
    Pasal 12 ayat (1) berdasarkan pertimbangan
    kopetensi jabatan anggaran, anggaran kegiatan,                      Bagian Ketujuh
    beban kerja, lokasi, dan/atau retang kendali dan           Bendahara Penerimaan dan Bendahara
    pertimbangan objektif lainnya.                                        Pengeluaran
(2) PPTK bertanggung jawab kepada pejabat pengguna                           Pasal 15
    anggaran/kuasa pengguna anggaran.
                                                       (1) Kepala daerah atas usul PPKD setiap awal tahun
                   Bagian Keenam                           anggaran mengangkat bendahara penerimaan untuk
         Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD               melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka
                      Pasal 14                             pelaksanaan anggaran pendapatan pada SKPD.
(1) Dalam rangka melaksanakan wewenang atas            (2) kepala daerah atas usul PPKD setiap awal tahun
    pengguna anggaran yang dimuat dalam DPA-SKPD,          anggaran mengangkat bendahara pengeluaran
    kepala   SKPD    menetapkan      pejabat yang          untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam
    melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada           rangka pelaksanaan anggaran pendapatan pada
    SKPD sebagai PPK-SKPD.                                 SKPD.

                        31                                                      32
(3)    Bendahara        penerimaan dan   bendahara                tercapainya tujuan bernegara dan pembangunan
      pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)              daerah.
      dan (2) adalah pejabat fungsional.                    (3)   APBD mempunyai fungsi otorisasi, Perencanaan,
(4)    Bendahara        penerimaan     dan     bendahara          pengawasan, alokasi, distribusi dan stabilisasi.
      pengeluaran baik secara langsung maupun tidak         (4)   APBD,Perubahan APBD dan pertanggugjawaban
      langsung       dilarang     melakukan      kegiatan         Pelaksanaan APBD setiap tahun ditetapkan
      perdagangan,pekerjaan        pemborongan       dan          dengan peraturan daerah.
      penjualan jasa atau bertindak sebagai penjamin atas
      kegiatan/pekerjaan/penjualan,serta        membuka
      rekening/giro pos atau menyimpan uang pada suatu                              Pasal 17
      bank atau lembaga keuangan lainnya atas nama          (1)    Penerimaan daerah terdiri dari pendapatan dan
      pribadi.                                                     penerimaan pembiayaan daerah.
(5) Dalam hal Pengguna Anggaran melimpahkan                 (2) Jumlah pendapatan yang dianggarkan dalam APBD
    sebagian     kewenangannya       Kepada Kuasa                merupakan perkiraan atau Proyeksi Yang terukur
    Pengguna Anggaran ,kepala daerah menetapkan                  secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap
    bendahahara penerimaan pembantu dan bendahara                sumber pendapatan.
    pengeluaran pembantu pada unit kerja terkait.
                                                            (3)   Penerimaan Pembiayaan sebagaimana dimaksud
(6) Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran                pada ayat (1) adalah semua penerimaan yang
    secara fungsional bertanggung jawab atas                      perlu dibayar kembali baik pada tahun anggaran
    Pelaksanaan tugasnya Kepada PPKD selaku BUD.                  yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun
                                                                  berikutnya.
                          BAB lll
           AZAS UMUM DAN STRUKTUR APBD                                              Pasal 18
                     Bagian Pertama                         (1)     pengeluaran daerah terdiri dari Belanja dan
                    Azas Umum APBD                                penerimaan pembiayaan daerah.
                                                            (2) Belanja daerah sebagaimana dimaksud pada ayat
                                                                (1) yang dianggarkan dalam APBD merupakan
                         Pasal 16                               perkiraan atau proyeksi beban pengeluaran daerah
(1)      APBD disusun sesuai dengan kebutuhan                   yang dialokasikan secara adil dan merata melalui
       Penyelenggaraan Pemerintah dan kemampuan                 pendekatan kinerja/prestasi kerja agar relatif dapat
       pendapatan daerah.                                       dinikmati oleh kelompok masyarakat tanpa
(2)    Penyusunan APBD sebagaimana dimaksud pada                diskriminasi,khususnya dalam pemberian pelayanan
       ayat (1) berpedoman Kepada RKPD dalam rangka             umum.
       mewujudkan pelayanan Kepada masyarakat untuk
                           33                                                        34
(3) Pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud            c. pembiayaan daerah.
    pada ayat (1) adalah pengeluran yang akan diterima   (2)Struktur APBD sebagaimana dimaksud pada ayat
    kembali baik      pada tahun angaran yang               (1) diklasifikasikan menurut urusan pemerintahan
    bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran           daerah dan organisasi yang bertanggungjawab
    berkutnya.                                              melaksanakan urusan Pemerintahan tersebut sesuai
(4)     Dalam menyusun APBD , penganggaran                  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
      mengeluarkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
      harus    diukung   dengan     adanya   kepastian                         Pasal 22
      tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup.    (1)Pendapatan daerah sebagaimana dimaksud Pada
(5) Setiap Peabat dilarang melakukan tindakan yang          pasal 21 ayat (1) huruf a dirinci menurut urusan
    berakibat pengeluaran atas beban APBD apabila           pemerintahan        daerah,     organisasi,Kelompok
    tidak tersedia atau tidak cukup tersedia                ,jenis,obyek dan rincin obyek pendapatan.
    anggarannya.                                         (2)Belanja daerah sebagaimana dimaksud pasal 21
                                                            ayat (1) huruf b dirinci menurut menurut urusan
                         Pasal 19                           pemerintah daerah,organisasi,program ,kegitan
(1) pendapatan,belenja dan pembiayaan daerah yang           ,kelompok,jenis,obyek dan rincian obyek belanja.
    dianggarkan dalam APBD harus berdasarkan pada        (3)Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud pada
    ketentuan peraturang-undangan.                          pasal 21 ayat (1) huruf c dirinci menurut urusan
(2) Seluruh Pendapatan daerah,belanja daerah dan            pemerintahan       daerah,organisasi,kelompok,jenis
    pembiayaan daerah dianggarkan secara bruto              obyek dan rincian obyek pembiayaan.
    dalam APBD.
                                                                            Bagian Ketiga
                         Pasal 20
                                                                         Pendapatan Daerah
 APBD merupakan dasar Pengelolaan keuangan
                                                                             Pasal 23
 daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terhitung
 mulai tanggal 1 januari sampai dengan tanggal 31        APBD merupakan satu kesatuan yang terdiri dari:
 Desember.                                               a. Pendapatan asli daerah;
                                                         b. dana perimbangan;dan
                      Bagian Kedua
                                                         c, lain-lain pendapatan daerah yang sah.
                      Struktur APBD
                         Pasal 21                                              Pasal 24
 (1)APBD merupakan satu kesatuan yang terdiri dari:      (1)Pendapatan asli daerah sebagaimana dimaksud
      a. pendapatan daerah;                                 dalam pasal 23 huruf a dibagi menurut jenis
                                                            pendapatan yang terdiri atas:
      b. belanja daerah; dan
                           35                                                     36
  a. pajak daerah;                                             c. pendapatan bunga;
  b. retribusi daerah;                                         d. Penerimaan atas tuntutan ganti rugi daerah;
  c. hasil pengelolaan     Kekayaan     daerah      yang       e. penerimaan komisi,potongan,kontribusi,ataupun
  dipisahkan;dan                                                  bentuk/jenis lain penerimaan yang tidak mengikat
  d. lain-lain pedapatan asli daerah yang sah.                    serta tidak ditentukan besarnya oleh daerah
                                                                  sebagai akibat dari         penjualan dan/atau
(2)Jenis Pajak daerah dan retribusi               daerah          pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah;
   sebagaimana dimasud pada ayat (1) huruf       a dan b
   dirinci menurut obyek pendapatan sesuai        dengan       f. Penerimaan Keuntungan selisih nilai tukar rupiah
   undang-undang tentang pajak daerah dan        retribusi         terhadap mata uang asing;
   daerah.                                                      g. Pendapatan    denda     atas     keterlambatan
(3)Jenis hasil pengelolaan Kekayaan daerah yang                    pelaksanaan pekerjaan;
   dipisahkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                h. Pendapatan denda pajak;
   dirinci menurut obyek-obyek pendapatan yang                  i. Pendapatan denda retribusi;
   mencakup:
                                                                j. Pendapatan hasil eksekusi atas jaminan;
  a. bagian laba atas penyertaan modal pada
     perusahaan milik daerah/BUMD dan /atau bagian             k. Pendapatan dari pengembalian;
     daerah yang diatur melalui perda tentang                  l. Pendapatan dari fasilitas sosial dan fasilitas
     perusaan daerah/BUMD;                                        umum;
  b. bagian laba atas      penyertaan modal pada               m. Pendapatan dari Penyelenggaraan Pendidikan
     perusahaan milik        pemeritah/BUMN; dan                  dan pelatihan; dan
  c. bagian laba atas penyertaan modal pada                    n. pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah
     perusahaan milik swasta atau kelompok usaha                  (BLUD).
     masyarakat.                                                                  Pasal 25
(4)Jenis lain-lain Pendapatan asli daerah yang sah           (1)Kelompok     Pendapatan      dana    perimbangan
   sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d,                  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf b
   disediakan untuk menganggarkan penerimaan                    dibagi menurut jenis pendapatan yang meliputi:
   daerah yang tidak termaksud dalam jenis pajak
   daerah,retribusi daerah,dan hasil pengelolaan               a. dana bagi hasil;
   kekayaan daerah yang dipisahkan dirinci menurut             b. dana alakasi umum; dan
   obyek pendapatan yang mencakup:                              c. dana alokasi khusus.
  a. hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak              (2)Jenis dana bagi hasil dirinci menurut obyek
  dipisahkan;                                                   pendapatan yang mencakup:
  b. jasa giro;                                                 a. bagi hasil Pajak; dan

                           37                                                         38
  b. bagi hasil bukan pajak.                              penyalenggaraan pendidikan dan pelatihan, hasil
(3)Jenis dana alokasi umum hanya terdiri atas obyek       penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan
   pendapatan dana alokasi umum.                          dan hasil pemanfaatan atau pendayagunaan
                                                          kekayaan daerah yang tidak dipisahkan yang
(4)Jenis dana alokasi khusus dirinci menurut obyek        dibawah          penguasaan           pengguna
   pendapatan menurut kegiatan yang ditetapkan oleh       anggaran/pengguna barang dianggarkan pada
   pemerintah.                                            SKPD
                     Pasal 26
Kelompok lain-lain pendapatan daerah yang sah                              Bagian Keempat
merupakan seluruh pendapatan daerah selain
pendapatan asli daerah dan dana perimbangan, yang                           Belanja Daerah
dibagi menurut jenis pendapatan yang mencakup :                                 Pasal 28
  a. hibah dan sumbangan tidak mengikat;
  b. dana darurat;                                      (1)Belanja daerah dalam rangka pelaksanaan urusan
  c. dana bagi hasil pajak provinsi;                       pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
                                                           dan sebagian kewenangan daerah yang diserahkan
  d. dana penyesuain dan dana otonomi khusus yang          kepada desa yang terdiri dari urusan wajib dan
  ditetapkan oleh                                          urusan pilihan    ditetapkan dengan ketentuan
     pemerintah;                                           peraturan perundang-undangan.
  e. bantuan keuangan dari pemerintah provinsi atau     (2)Belanja     penyelenggaraan         urusan       wajib
  pemerintah daerah                                        sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diprioritaskan
      lainnya; dan                                         untuk melindungi dan menetapkan kualitas
                                                           kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi
  f. lain-lain pendapatan yang ditetapkan pemerintah.      kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk
                                                           peningkatan      pelayanan     dasar,      pendidikan,
                      Pasal 27                             kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang
                                                           layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial
                                                           dengan memperhatikan pemberdayaan kepada
(1)Pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah         masyarakat/kelompok           masyarakat          dan
   yang dipisahkan, lain-lain pendapatan asli daerah       pengarustamaan       gender     sesuai      ketentuan
   yang sah yang ditransfer langsung ke kas umum           perundang-undangan.
   daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan
                                                        (3)Peningkatan    kualitas  kehidupan   masyarakat
   daerah yang sah dianggarkan pada SKPKD
                                                           sebagaimana dimaksud oada ayat (2) diwujudkan
   dan/atau SKPD Pengelola Pajak Daerah.
                                                           melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar
(2)Retribusi Daerah, komisi, potongan, keuntungan
   selisih nilai tukar rupiah, pendapatan dari
                       39                                                           40
  pelayanan minimal sesuai dengan          ketentuan     t. otonomi daerah, pemerintahan umum,
  peraturan perundang-undangan.                             administrasi keuangan daerah, perangkat daerah,
                    Pasal 29                                kepegawaian dan persandian;
(1)Klasifikasi    belanja     berdasarkan     urusan     u. ketahanan pangan;
   pemerintahan sebagaimana dimaksud pada pasal          v. pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan;
   28 ayat (1) terdiri dari belanja urusan wajib dan     w. statistik;
   belanja urusan pilihan.
                                                         x. arsip;
(2)Klasifikasi belanja  menurut     urusan   wajib
   sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup :         y. komunikasi dan informatika; dan
  a. pendidikan;                                         z. perpustakaan.
  b. kesehatan;                                        (3) Klarifikasi belanja menurut urusan pilihan
                                                           sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup :
  c. pekerjaan umum;
                                                           a. pertanian;
  d. perumahan rakyat;
                                                         b. kehutanan;
  e. penataan ruang;
                                                         c. energi dan sumber daya mineral;
  f. perencanaan pembangunan;
                                                         d. pariwisata;
  g. perhubungan;
                                                         e. kelautan dan perikanan;
  h. lingkungan hidup;
                                                         f. perdagangan;
  i. pertahanan;
                                                         g. perindustrian; dan
  j. kependudukan dan catatan sipil;
                                                          h. ketransmigrasian.
  k. pemberdayaan perempuan dan perlindungan
     anak;                                             (4)Belanja menurut urusan pemerintahan yang
                                                          penanganannnya dalam bagian atau bidang tertentu
  l. keluarga berencana dan keluarga sejahtera;           yang dapat dilaksanakan bersama antara
  m. sosial;                                              pemerintah dan pemerintah daerah yang ditetapkan
  n. ketenagakerjaan;                                     dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
                                                          dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan yang
  o. koperasi dan isaha kecil dan menengah;               diklasifikasikan menurut urusan wajib dan urusan
  p. penanaman modal;                                     pilihan.
  q. kebudayaan;
                                                                             Pasal 30
  r. pemudah dan olah raga;
                                                       (1)Klasifikasikan belanja menurut fungsi yang
  s. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri;            penanganannya untuk tujuan keselarasan dan

                   41                                                            42
  keterpaduan pengelolaan keuangan negara dan              dianggarkan terkait secara langsung dengan
  daerah terdiri dari:                                     pelaksanaan proggram dan kegiatan.
  a. pelayanan umum;                                    (7)Klafisikasi   belanja menurut     jenis belanja
  b. ketertiban dan ketentraman;                           sebagaimana dimaksud Pada pasal 22 ayat (2)
                                                           terdiri dari:
  c. ekonomi;
                                                          a. belanja pegawai;
  d. lingkungan hidup;
                                                          b. belanja barang dan jasa;
  e. perumahan dan fasilitas umum;
                                                          c. belanja modal;
  f. kesehatan;
                                                          e. bunga;
  g. pariwisata dan budaya;
                                                          f. hibah;
  h. agama;
                                                          g. bantuan sosial;
  i. pendidikan; serta
                                                          h. belanja bagi hasil;
  j. perlindungan sosial.
                                                          i. belanja tidak terduga; dan
(2)Klasifikasi belanja menurut organisasi sebagaimana
   dimaksud pasal 22 ayat (2) disesuaikan dengan          j. belanja bantuan keuangan.
   susunan organisasi pemerintah daerah.
(3)Klasifikasi belanja menurut program dan kegiatan                             Pasal 31
   sebagaimana dimaksud pada pasal 22 ayat (2)          (1)Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan
   disesuaikan dengan urusan pemerintahan yang             penghasilan    Kepada    pegawai   negeri sipil
   dikelola dan       menjadi kewenangan daerah            berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan
   berdasarkan organisasi pemerintah daerah yang           memperhatikan Kemampuan keuangan daerah dan
   berlaku.                                                memperoleh Persetujuan DPRD sesuai dengan
(4)Klasifikasi belanja menurut kelompok belanja            ketentuan peraturan Perundang-undangan.
   sebagaimana dimaksud dalam pasal 22 ayat (2)         (2)Persetujuan DPRD sebagaimana dimaksud pada
   terdiri dari :                                          ayat (1) dilakukan pada pembahasan di tingkat
  a. belanja tidak langsung; dan                           Komisi dan KUA-PPAS.
  b. belanja langsung;
(5)kelompok belanja tidak langsung sebagaimana                                  Pasal 32
   dimaksud Pada ayat (4) huruf a merupakan belanja     (1)Hibah Kepada BUMD atau BUMN bertujuan untuk
   yang dianggarkan tidak terkait secara langsung          menunjang   peningkatan pelayanan   kepada
   dengan pelaksanaan proggram dan kegiatan.               masyarakat.
(6)Kelompok belanja langsung sebagaimana dimaksud
   pada ayat (4) huruf b merupakan belanja yang
                     43                                                              44
(2)Hibah kepada pemerintah daerah lainnya bertujuan         diperkirakan lebih besar dari anggaran belanja
   untuk menunjang peningkatan Penyelanggaraan              daerah.
   pemerintah daerah dan layanan dasar umum.             (3)Dalam hal APBD diperkirakan surplus,dautamakan
(3)Hibah Kepada masyarakat dan organisasi                   untuk pokok pembayaran utang,pembentukan dana
   Kemasyarakatan bertujuan untuk meningkatkan              cadangan. penyertaan modal kepada pemerintah
   partisipasi pembangunan daerah atau secara               BUMDesa/BUMD/BUMN,pemberian            pinjaman
   fungsional     terkait    dengan     dukungan            kepada BUMDesa,BUMD,pemerintah daerah lain
   penyelenggaraan Pemerintahan daerah.                     dan/atau pendanaan belanja peningkatan jaminan
(4)Belanja hibah sebagaimana dimaksud dalam ayat            sosial.
   (1),(2), dan (3) bersifat bantuan yang tidak          (4)Defisit APBD sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
   mengikat/tidak secara terus menerus dan tidak wajib      apabila anggaran pendapatan daerah diperkirakan
   serta harus digunakan sesuai dengan persyaratan          lebih kecil dari anggaran belanja derah.
   yang ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah         (5)Batas maksimal defisit APBD untuk setiap anggaran
   daerah.                                                  berpedoman pada penetapan batas maksimal defisit
(5)Naskah perjanjian hibah daerah sebagai mana              APBD yang ditetapkan oleh menteri keuangan
   dimaksud pada ayat (4) sekurang-kurangnya                berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
   memuat identitas penerimaan hibah,tujuan dan             undangan.
   sasaran pemberian hibah,jumlah uang,jumlah            (6)Dalam hal APBD diperkirakan defisit ditetapkan
   barang dan/atau jasa yang dihibakan.                     sumber-sumber pembiayaan untuk menutup defisit
(6)Belanja bagi hasil dan/atau bantuan keuangan             meliputi sisa lebih perhitungan anggaran tahun
   dalam rangka pelaksanaan sebagian kewenangan             sebelumnya (SILPA),transfer dari rekening dana
   daerah yang diserahkan kepada desa      yang             cadangan,hasil penjualan kekayaan daerah yang
   dibebankan pada APBD dilaksanakan sesuai                 dipisahkan,penerimaan pinjaman daerah dan
   ketentuan peraturan perundang-undangan.                  obligasi daerah serta penerimaan piutang daerah.

                   Bagian Kelima                                            Bagian Keenam
                 Sarplut /Defisit APBD                                    Pembiayaan Daerah
                         Pasal 33                                               Pasal 34
(1)Selisih antara anggaran pendapatan daerah dan         (1)Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam
   anggaran belanja daerah mengakibatkan terjadinya         pasal 21 ayat (1) huruf c terdiri dari penerimaan
   surplus atau defisit APBD.                               pembiayaan dan pengluaran pembiayaan.
(2)Surplus APBD sebagaimana dimaksud dalam ayat          (2)Penerimaan pembiayaan sebagaimana dimaksud
   (1) terjadi apabila anggaran pendapatan derah            pada ayat (1) mencakup :

                    45                                                                 46
   a. SILPA tahun anggaran sebelumnya;                   (4)Penerimaan    pembiayaan   dan       pengeluaran
   b. pencairan dana cadangan;                              pembiayaan   daerah dianggarkan     dalam RKA-
                                                            SKPKD.
   c. hasil penjualan       kekayaan   daerah    yang
      dipisahkan;                                                          Bagian Ketujuh
   d. penerimaan pinjaman daerah;                                  Kode Rekening Penganggaran
   e. penerimaan kembali pemberian pinjaman;                                  Pasal 36
   f. penerimaan piutang;                                (1)Setiap urusan pemerintaan daerah dan organisasi
                                                            yang cantumkan dalam APBD menggunakan kode
   g. obligasi daerah.                                      urusan dan kode organisasi.
(3)Pengeluaran pembiayaan sebagaimana dimaksud           (2)Kode pendapatan, Kode belanja, dan kode
   pada ayat (1) mencakup :                                 pembiayaan yang digunakan dalam penganggaran
   a. pembentukan dana cadangan;                            menggunakan kode akun pendapatan, Kode akun
   b. penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah;       belanja, dan kode akun pembiayaan.
   c. pembayaran pokok utang; dan                        (3)Setiap program, Kegiatan kelompok, Jenis, Obyek
                                                            serta rincian objek yang dicantumkan dalan APBD
   d. pemberian pinjaman.                                   menggunakan kode program, Kode kegiatan, Kode
(4)Pembiayaan neto merupakan selisih antara                 kelompok, Kode jenis, Kode obyek, dan rincian
   penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran                 obyek.
   pembiayaan.                                           (4)Untuk tertib penganggaran sebagaimana yang
(5)Jumlah pembiayaan neto harus dapat menutup               dimaksud pada ayat (1), (2),dan (3) dihimpun
   defisit anggaran.                                        menjadi satu kesatuan kode anggaran yang disebut
                         Pasal 35                           kode rekening.
(1)Belanja pegawai dalam kelompok belanja tidak          (5)ketentuan lebih lanjut mengenai daftar nama
   langsung dianggarkan pada belanja organisasi             rekening dan kode rekening diatur dengan
   berkenaan sesuai dengan ketentuan peraturan              pengaturan kepala daerah.
   perundang-undangan.
(2)Belanja bunga,belanja subsidi,belanja hibah,belanja                    BAB IV
   bantuan sosial,belanja bagi hasil dan bantuan             PROSES PENYUSUNAN RANCANGAN APBD
   keuangan,dan belanja tidak terduga hanya dapat                        Bagian Pertama
   dianggarkan pada belanja dalam RKA-SKPKD.                       Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(3)Belanja langsung yang terdiri dari belanja                                 Pasal 37
   pegawai,belanja barang dan jasa,serta belanja         RPJMD untuk jangka waktu 5 (lima) tahun merupakan
   modal dianggarkan dalam RKA-SKPD pada masing-         penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah
   masing SKPD.
                       47                                                         48
yang penyusunannya berpedoman pada RPJP daerah                               Pasal 40
dengan memperhatikan RPJM provinsi dan nasional        (1)RKPD sebagaimana yang dimaksud pasal 39 ayat
serta standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh      (1) disusun untuk menjamin keterkaitan dan
pemerintah.                                               konsistensi antara perencanaan, penganggaran,
                      Pasal 38                            pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian dan
SKPD menyusun rencana strategis yang selanjutnya          dapat dilaksanakan bersama dengan DPRD pada
disebut Renstra-SKPD yang memuat visi, misi, tujuan,      tingkat Komisi.
stategi, kebijaksanaan, program dan kegiatan           (2)Penyusunan     RKPD       diselesaikan   selambat-
pembangunan daerah yang bersifat indikatif sesuai         lambatnya akhir bulan mei sebelum tahun anggaran
dengan tugas dan fungsinya dengan berpedoman              sebelumnya.
pada RPJMD.                                            (3)Ketentuan    lebih    lanjut    mengenai     RKPD
                    Pasal 39                              sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)diatur oleh
(1)pemerintah daerah wajib menyusun RKPD yang             peraturan kepala daerah.
   merupakan penjabaran dari RPJMD untuk jangka
   waktu 1 (satu) tahun yang mengacu kepada                               Bagian Kedua
   Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi dan
   Rencana Kerja Pemerintah yang digunakan sebagai             Kebijaksanaan Umum APBD (KUA)
   dasar penyusunan Renja-SKPD.                                              Pasal 41
(2)Renja-SKPD sebagaimana yang dimaksud ayat (1)       (1)Kepala daerah menyusun rancangan kebijakan
   merupakan penjabaran dari Restra-SKPD yang             umum (KUA) APBD berdasarkan RKPD
   disusun   berdasarkan    evaluasi pencapaian        (2)Dalam penyusunan Rancangan KUA sebagaimana
   pelaksanaan program dan kegiatan Tahun-tahun           yang dimaksud ayat (1) kepala daerah dibantu oleh
   sebelumnya dengan mengacu kepada RKPD dan              TAPD yang dipimpin oleh sekretariat daerah.
   Renja-SKPD daerah propinsi.
                                                       (3)Rancangan KUA memuat kondisi ekonomi makro
(3)RKPD sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1)          daerah, asumsi penyusunan APBD , kebijakan
   memuat rancangan ekonomi daerah, rencana kerja         daerah,   pendapatan     daerah,belanja     daerah,
   yang terukur dan pendanaannya, baik yang               pembiayaan daerah dan indikator penting yang
   dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun           lainnya.
   ditempuh dengan mendorong parisipasi masyarakat.
                                                       (4)Rancangan KUA yang telah disusun sebagaimana
(4)kewajiban daerah yang sebagaimana dimaksud             dimaksud pada ayat (3) disampaikan oleh sekertaris
   dalam ayat (1) mempertimbangkan capaian kerja          daerah selaku ketua TAPD kepada kepala daerah,
   masukan, keluaran, hasil dan/atau capai prestasi       paling lambat minggu pertama bulan Juni.
   kerja berdasarkan standar pelayanan minimal
   sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-
   undangan.
                    49                                                            50
                   Bagian Ketiga                        (4)Rancangan KUA dan rancangan PPAS yang telah
     Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara               dibahas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1)
                                                           selanjutnya disepakati menjadi KUA dan PPAS
                      Pasal 42                             paling lambat akhir bulan juli tahun anggaran
(1)Kepala daerah menyusun rancangan PPAS APBD              berjalan.
   berdasarkan RKPD serta harus bersinergi dengan                            Pasal 44
   rancangan KUA yang telah disusun.
                                                        (1)KUA dan PPAS yang telah disepakati sebagaimana
(2)Dalam menyusun rancangan PPAS sebagaimana               dimaksud pasal 43 ayat (4) masing-masing
   yang dimaksud ayat (1) kepala daerah dibantu oleh       dituangkan kedalam nota kesepahaman yang
   TAPD yang dipimpin sekretaris daerah.                   ditandatangani bersama Kepada Kepala daerah
(3)Rancangan PPAS         memuat      skala prioritas      dengan pimpinan DPRD dalam waktu bersamaan.
   pembangunan daerah, prioritas program untuk          (2)Dalam hal kepala daerah berhalangan yang
   masing-masing urusan dan plafon anggaran                barsangkutan   menunjuk jabatan yang diberi
   sementara untuk masing-masing urusan dan plafon         wewenang     untuk    menandatangani  nota
   anggaran     sementara    untuk     masing-masing       kesepahaman KUA dan PPAS.
   program/kegiatan.
                                                        (3)Dalam hal Kepala Daerah berhalangan tetap,
(4)Rancangan PPAS yang telah disusun sebagaimana           penandatanganan KUA dan PPAS dilakukan oleh
   dimaksud pada ayat (3)disampaikan oleh sekretaris       pejabat yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang.
   daerah sekaku ketua TPAD kepada kepala daerah,
   paling lambat minggu pertama bulan juni.
                      Pasal 43                                                Pasal 45
(1)Rancangan      KUA     dan    rancangan     PPAS     (1)Berdasarkan nota kesepahaman sebagaimana yang
   sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 41ayat            dimaksud pada pasal 44 ayat (1), TAPD
   (1) dan Pasal 42 ayat (1) disampaikan oleh kepala       menyiapkan Rancangan Surat edaran Kepala
   daerah kepada DPRD paling lambat pertengahan            Daerah tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD
   bulan juni tahun anggaran berjalan untuk dibahas        sebagai acuan Kepala SKPD dalam mnenyusun
   dalam pembicaraan pendahuluan dalam rangka              RKA-SKPD.
   penyusunan rancangan APBD untuk tahun                (2)Format RKA-SKPD sebagaimana yang dimaksud
   anggaran berikutnya.                                    ayat (1) diatur lebih lanjut dengan surat edaran
(2)Sebelum Pembahasan Arah dan kebijakan Umum              Kepala daerah.
   APBD dilaksanakan ,DPRD melakukan penjaringan        (3)Rancangan surat edaran tentang pedoman
   aspirasi masyarakat                                     penyusunan     RKA-SKPD    sebagaimana yang
(3)Pembahasan sebagaimana yang dimaksud pada               dimaksud ayat (1)mencangkup:
   ayat (1) dilakukan oleh TAPD dan/atau SKPD              a. Prioritas pembangunan daerah dan program
   bersama DPRD                                               kegiatan yang terkait;
                     51                                                            52
   b. alokasi plafon anggaran sementara untuk setiap       (4)RKA-SKPD       dan RKA-PPKD sebagaimana
      program dan kegiatan SKPD;                              dimaksud ayat(1)dapat dibahas bersama DPRD
   c. batas waktu penyampaian RKA-SKPD dan                    pada   tingkat   komisi   dalam   pembicaraan
      PPKD ; dan                                              pendahuluan RAPBD.
   d. dokumen sebagai lampiran surat edaran
      meliputi: KUA,     PPAS yang disetuui      dan                              Pasal 47
      Standar Analisis Belanja, dan Standard               (1)RKA-SKPD dan RKA-PPKD sebagaimana yang
      kesatuan Harga yang ditetapkan kepala daerah.           dimaksud dalam pasal 46 ayat (1), membuat
(4)Surat edaran Kepala Daerah prihal pedoman                  rencana pendapatan dan belanja untuk masing-
   penyusunan RKA-SKPD dan dokumen sebagai                    masing program dan kegiatan menurut fungsi untuk
   lampirannya sebagaimana yang dimaksud dalam                tahun yang direncanakan serta dirinci sampai
   ayat (1) dan dalam ayat(3) huruf d diterbitkan paling      dengan rincian obyek pendapatan,belanja dan
   lambat awal bulan Agustus tahun anggaran berjalan.         pembiayaan,serta perkiraan maju untuk tahun
                                                              berikutnya.
                Bagian Keempat                             (2)RKA-SKPD dan RKA PPKD sebagaimana dimaksud
      Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-                   pada ayat (1) juga memuat informasi tentang urusan
                      SKPD)                                   pemerintahan daerah,organisasi,standar belanja,
                                                              standar harga serta prestasi kerja yang akan dicapai
                        Pasal 46                              dari program dan kegiatan.
(1)Berdasarkan surat edaran pedoman penyusunan             (3)Rencana Pendapatan sebagaimana dimaksud
   RKA-SKPD sebagaimana yang dimaksud pada                    dalam ayat (1) memuat kelompok,jenis,obyek dan
   pasal 45 ayat (3) dan (4), kepala SKPD menyusun            rincian objek pendapatan daerah yang dipungut
   RKA-SKPD dan kepala SKPKD menyusun RKA-                    /dikelola/diterima oleh SKPD sesuai dengan tugas
   SPKD dan RKA-PPKD.                                         pokok dan fungsinya yang ditetapkan berdasarkan
(2)RKA-SKPD dan RKA-PPKD sebagaimana yang                     peraturan daerah atau peraturan perundang-
   dimaksud ayat (1)disusun dengan menggunakan                undangan lebih tinggi.
   pendekatan    kerangka       pengeluaran jangka         (4)Rencana belanja sebagaimana dimaksud dalam
   menengah, penganggaran terpadu .berdasarkan                ayat (1) memuat Kelompok belanja langsung dan
   penganggaran prestasi kerja.                               belanja tidak langsung masing-masing diuraikan
(3)RKA-SKPD dan RKA-PPKD sebagaimana dimaksud                 menurut jenis,obyek dan rincian obyek belanja.
   pada ayat (1) dikerjakan sesuai dengan bagan alur       (5)Rencana pembiayaan sebagaimana dimaksud
   yang diatur lebih lanjut dalam sistem akuntansi dan        dalam ayat (1) Memuat kelompok penerimaan
   prosedur tata usaha keuangan daerah yang                   pembiayaan yang dapat digunakan untuk menurut
   ditetapkan kepala daerah.                                  jenis, obyek dan rincian obyek pembiayaan.

                   55
                   53                                                                  54
(6)Urusan    Pemerintahan     daerah  sebagaimana            c. Kelengkapan instrumen pengukuran kinerja yang
   dimaksud dalam ayat (2) memuat bidang urusan                 meliputi capaian kinerja, kelompok sasaran
   pemerintahan daerah yang dikelola sesuai dengan              kegiatan, dan standar pelayanan minimal;
   tugas pokok dan fungsi organisasi.                        d. Proyeksi prakiraan maju untuk tahun anggaran
(7)Organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)            berikutnya;dan
   memuat nama organisasi, atau nama SKPD selaku             e. sinkronisasi program dan kegiatan antar RKA-
   pengguna anggaran/pengguna barang.                        SKPD.
(8)Prestasi kerja yang dimaksud dalam ayat (2) terdiri     (3)Dalam hal hasil pembahasan RKA-SKPD terdapat
   dari indikator,tolak ukur kinerja dan target kinerja.      ketidaksesuaian, sebagaimana di maksud pada
(9)Program sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)                ayat (2) kepala SKPD wajib melakukan perbaikan
   memuat nama program yang akan dilaksanakan                 dan penyempurnaan sebagaimana mestinya.
   SKPD dalam tahun anggaran berkenaan.                    (4)RKA-SKPD dan RKA-PPKD yang telah di bahas
(10)Kegitan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)               dan/atau disempurnakan selanjutnya di gunakan
   memuat nama kegitan kegiatan yang akan                     sebagai bahan rancangan peraturan daerah tentang
   dilaksanakan SKPD dalam tahun anggaran                     APBD dan rancangan peraturan kepala daerah
   berkenaan.                                                 tentang penjabaran APBD.


                 Bagian Kelima                                                  Pasal 49
       Penyiapan Rancangan Peraturan Daerah                (1)PPKD menyusun rancangan peraturan daerah
                  Tentang APBD                                tentang APBD yang dilengkapi dengan lampirannya
                       Pasal 48                               berikut dokumen pendukung dan rancangan
(1)RKA/SKPD yang telah disusun oleh SKPD                      peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD
   sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 46 ayat              berikut penjelasnya berdasarkan RKA-SKPD yang
   (1) disampaikan kepada PPKD untuk dibahas lebih            telah ditelaah oleh TAPD.
   lanjut oleh TAPD.                                       (2)Rancangan peraturan daerah tentang APBD yang
(2)Pembahasan oleh TPAD sebagaimana yang                      telah disusun oleh PPKD disampaikan kepada
   dimaksud pada ayat (1), dilakukan untuk menelaah:          kepala daerah.
   a. Kesesuaian RKA-SKPD dengan KUA, PPAS,                (3)Rancangan peraturan daerah tentang APBD
      prakiraan maju pada RKA-SKPD tahun berjalan             sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebelum
      yang disetujui      tahun lalu dan dokumen              disampaikan kepada DPRD terlebih dahulu harus
      perencanaan lainnya;                                    disosialisasikan kepada masyarakat.
   b. Kesesuaian rencana anggaran dengan standar           (4)Ketentuan lebih lanjut tentang format rancangan
      analisis belanja dan standar kesatuan harga;            peraturan daerah tentang APBD dan dokumen
                                                              pendukungnya, serta rancangan peraturan kepala
                      55                                                           56
  daerah tentang penjabaran APBD dan dokumen            (4)dalam hal DPRD memerlukan tambahan penjelasan
  pendukungnya sebagaimana dimaksud ayat (1)               terkait dengan pembahasan program dan kegiatan
  serta   pelaksanaan      sosialisasinya kepada           tertentu, dapat meminta RKA-SKPD berkenan
  masyarakat sebagaimana dimaksud ayat (3) diatur          kepada kepala daerah.
  dengan peraturan kepala daerah.                       (5)pembahasan rancangan peraturan daerah tentang
                                                           APBD sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (3)
                       BAB V                               untuk     mendapatkan    persetujuan  bersama
                                                           disesuaikan dengan peraturan DPRD tentang tata
 PROSES PEMBAHASAN DAN PENETAPAN APBD                      tertib DPRD.
                  Bagian pertama                        (6)DPRD dapat menyampaikan agenda terkait dengan
         Penyampaian dan Pembahasan                        pembahasan dan persetujuan Raperda tentang
    rancangan peraturan daerah Tentang APBD                APBD      kepada kepala daerah berdasarkan
                                                           ketentuan perda ini dan/atau peraturan perundang-
                                                           undangan lebih tinggi.
                     PASAL 50
(1)Kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan                         Bagian Kedua
   daerah tentang APBD kepada DPRD beserta                    Persetujuan Rancangan Peraturan Daerah
   lampiran dan dokumen pendukungnya paling lambat                         Tentang APBD
   pada minggu pertama bulan Oktober tahun
   anggaran sebelumnya dari tahun yang direncanakan                           Pasal 51
   untuk di bahas dalam rangka memperoleh               (1)Hasil pembahasan rancangan peraturan daerah
   persetujuan bersama.                                    tentang APBD sebagaimana dimaksud pada pasal
(2)dalam hal kepala daerah berhalangan tetap, pejabat      50 ayat (1) dan ayat (3) dituangkan dalam dokumen
   yang di tunjuk dan ditetapkan oleh pejabat yang         persetujuan bersama antara kepala daerah dan
   berwenang selaku pejabat pelaksana tugas kepala         DPRD dan ditanda tangani oleh kepala daerah dan
   daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah          pimpinan DPRD paling lambat 1(satu) bulan
   tentang APBD kepada DPRD.                               sebelum berakhir tahun anggaran berkenan.
(3)pembahasan rancangan peraturan daerah tentang        (2)Atas dasar persetujuan bersama sebagaimana
   APBD      sebagaimana    dimaksud    ayat   (1)         dimaksud pada ayat (1), kepala daerah menyiapkan
   menitikberatkan pada konsistensi dan kesesuaian         rancangan peraturan kepala daerah tentang
   antara kebijakan umum APBD serta prioritas dan          penjabaran APBD.
   plafon anggaran sementara dengan program dan         (3)Ketentuan lebih lanjut mengenai format persetujuan
   kegiatan yang di usulkan dalam rancangan                bersama rancangan peraturan daerah tentang
   peraturan tentang APBD.                                 APBD dan rancangan peraturan kepala daerah


                     57                                                            58
  tentang penjabaran APBD diatur dengan peraturan             cbagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah yang
  kepala daerah.                                              ditetapkan dalam undang-undang, kewajiban
                     Pasal 52                                 pembayaran pokok pinjaman dan bunga pinjaman
                                                              yang telah jatuh tempo serta pengeluaran yang
(1)Dalam hal pendapatan APBD yang telah ditetapkan            mendesak di luar kendali pemerintah daerah.
   mengalami     keterlambatan   kepala     daerah
   melaksanakan pengeluaran setiap bulan setinggi-          (7)Ketentuan lebih lanjut mengenai format rancangan
   tingginya sebesar seperduabelas APBD tahun                  peraturan kepala daerah tentang APBD beserta
   anggaran sebelumnya.                                        lampirannya sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
                                                               diatur dengan peraturan kepala daerah.
(2)Apabila kepala daerah dan DPRD sampai batas
   waktu sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat
   (1) tidak mengambil keputusan bersama tehadap                             Bagian Ketiga
   rancangan perturan daerah tentang APBD, kepala              Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang
   daerah melaksanakan pengeluaran setinggi-                    APBD dan Perturan Kepala Daerah Tentang
   tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran                              Penjabaran APBD
   sebelumnya untuk membiayai keperluan setiap                                    Pasal 53
   bulan, yang disusun dalam rancangan peraturan
   kepala daerah tentang APBD.                              (1)Rancangan peraturan daerah tantang APBD yang
                                                               telah disetujui bersama DPRD dan rancangan
(3)Pengeluaran setinggi-tingginya untuk keperluan              peraturan kepala daerah tentang penjabaran ABPD
   setiap bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)             sebelum ditetapkan oleh kepala daerah paling
   diprioritaskan untuk belanja yang bersifat wajib serta      lambat 3 (tiga) hari kerja disampaikan kepada
   mengikat.                                                   gubernur untuk dievaluasi.
(4)Rancangan       peraturan    daerah     sebagaimana      (2)Hasil evaluasi tehadap rancangan perturan daerah
   dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan setelah                 tentang APBD dan rancangan peraturan kepala
   memperoleh pengesahan gubernur.                             daerah tentang penjabaran APBD disampaikan
(5)Apabila sampai batas waktu selambat-lambatnya 15            gubernur kepada kepala daerah, paling lambat 15
   (lima belas) hari terhtung sejak diserahkannya              (lima belas) hari kerja sejak disampaikan rancangan
   rancangan dimaksud pada ayat (2) ke Gubernur                yang dimaksud.
   belum disahkan sebagaimana dimaksud pada ayat            (3)Apabila gubernur menyatakan hasil evaluasi
   (4), rancangan peraturan kepala daerah tentang              rancangan peraturan daerah tentang APBD dan
   APBD ditetapkan menjadi peraturan kepala daerah             rancangan peraturan kepala daerah tentang
   tentang APBD.                                               penjabaran   APBD    sudah    sesuai  dengan
(6)Pelampauan dari pengeluaran setinggi-tingginya              kepentingan umum dan ketentuan peraturan
   sebagimana dimaksud pada ayat (2) dapat                     perundang-undangan yang lebig tinggi, kepala
   dilakukan apabila ada kebijakan pemerintah untuk            daerah menetapkan rancangan yang dimaksud
   kenaikan gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil,
                         59                                                          60
   menjadi peraturan daerah dan peraturan kepala              DPRD sebelum pelaksanaan sidang paripurna
   daerah.                                                    berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat (4).
(4)Apabila gubernur menyatakan hasil evaluasi
   rancangan peraturan daerah tentang APBD dan                               Bagian Keempat
   rancangan peraturan kepala daerah tentang
   penjabaran APBD tidak sesuai dengan kepentingan             Penetapan Peraturan Daerah Tentang APBD dan
   umum dan ketentuan peraturan perundang-                     Peraturan Kepala Daerah Tentang Penjabaran
   undangan yang lebih tinggi, kepala daerah bersama                               APBD
   DPRD melakukan penyempurnaan selambat-                                        Pasal 55
   lambatnya 7 (tujuh)hari kerja terhitung sejak
   diterimanya hasil evaluasi.                              (1)Rancangan peraturan daerah tentang APBD dan
                                                               rancangan peraturan kepala daerah tentang
                                                               penjabaran APBD yang telah dievaluasi ditetapkan
                       Pasal 54                                oleh kepala daerah menjadi peraturan daerah
(1)Penyempurnaan hasil evaluasi sebagaimana yang               tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang
   dimaksud dalam pasal 53 ayat (4) dilakukan kepala           penjabaran APBD.
   daerah bersama dengan panitia anggaran DPRD .            (2)Penetapan rancangan peraturan daerah tentang
(2)Hal penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada                 APBD dan peraturan kepala daerah tentang
   ayat (1) ditetapkan melalui keputusan pimpinan              penjabaran APBD sebagaimana yang dimaksud
   DPRD.                                                       pada pasal (1) dilakulkan   selambat-lambatnya
                                                               tanggal 31 desember tahun anggaran sebelumnya.
(3)Keputusan pimpinan DPRD sebagaimana yang
   dimaksud pada ayat (2) dijadikan dasar penetapan         (3)Kepala daerah menyampaikan peraturan daerah
   peraturan daerah tentang APBD.                              tentang APBD dan peraturan kepala daerah tentang
                                                               penjabaran APBD kepada gubernur selambat-
(4)Keputusan pimpinan DPRD sebagaimana yang                    lambatnya 7(tujuh) hari kerja setelah ditetapkan.
   dimaksud pada ayat (3) bersifat final        dan
   dilaporkan pada sidang paripurna berikutnya.             (4)Kepala daerah wajib menginformasikan substansi
                                                               peraturan daerah tentang APBD yang telah
(5)Keputusan pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud                diundangkan dalam lembaran daerah kepada
   pada ayat (4) disampaikan kepada gubernur, paling           masyarakat.
   lambat     3 (tiga) hasil kerja setelah keputusan
   tersebut ditetapkan.                                     (5)Ketentuan lebih lanjut mengenai format penetapan
                                                               rancangan peraturan daerah tentang pejabaran
(6) Rancangan Perda tentang APBD dan Rancangan                 APBD dan rancangan peraturan daerah tentang
   peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD             penjabaran APBD diatur dalam peraturan kepala
   yang telah disempurnakan sebagaimana dimaksud               daerah.
   pada ayat (1),(2),dan (3) pasal ini, pasal 53 ayat (1)
   dapat dilakukan paraf disetiap lembarannya oleh

                           61                                                         62
                     BAB VI                              (9)Pengeluaran belanja daerah menggunakan prinsip
               PELAKSANAAN APBD                             hemat, tidak mewah, efektif, efisien dan sesuai
                 Bagian Pertama                             dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
           Asas Umum Pelaksanaan APBD
                      Pasal 56                                             Bagian Kedua
(1)Semua penerimaan daerah dan pengeluaran daerah                        Penyiapan DPA SKPD
   dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan                                Pasal 57
   daerah dikelola dalam APBD.                           (1)PPKD paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah APBD
(2)Setiap SKPD dan SKPKD yang mempunyai tugas               ditetapkan, memberitahukan kepada semua kepala
   dan/atau menerima pendapatan daerah wajib                SKPD agar menyusun dan menyampaikan
   melaksanakan    berdasarkan    ketentuan   yang          rancangan DPA-SKPD.
   ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-       (2)Rancangan DPA-SKPD sebagaimana dimaksud
   undangan.                                                pada ayat (1), merinci sasaran yang hendak dicapai,
(3)Penerimaan SKPD dan SKPKD dilarang digunakan             program, kegiatan, anggaran yang disediakan untuk
   langsung untuk membiayai pengeluaran kecuali             mencapai sasaran tersebut, dan rencana penarikan
   ditentukan lain oleh ketentuan peraturan perundang-      dana tiap-tiap satuan kerja serta pendapatan yang
   undangan.                                                diperkirakan.
(4)Penerimaan SKPD dan SKPKD berupa uang atau            (3)Kepala SKPD menyerahkan rancangan DPA-SKPD
   cek harus disetor kerekening kas umum daerah             yang telah disusunnya kepada PPKD paling lambat
   paling lambat 1 (satu) hari kerja.                       6 (enam) hari kerja setelah pemberitahuan
(5)Jumlah belanja yang dianggarkan dalam APBD               sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan.
   merupakan batas tertinggi untuk setiap pengeluaran    (4)Pada SKPKD disusun SKA-SKPD dan DPA-PPKD
   belanja.                                                 yang memuat program, kegiatan yang dilaksanakan
(6)Pengeluaran tidak dapat dibebankan pada anggaran         PPKD selaku SKPD.
   belanja jika untuk pengeluaran tersebut tidak         (5)Ketentuan lebih lanjut mengenai format DPA-PPKD
   tersedia atau tidak cukup tersedia dalam APBD.           diatur dengan peraturan kepala daerah.
(7)Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6)
   dapat dilakukan jika dalam keadaan darurat, yang                            Pasal 58
   selanjutnya diusulkan dalam rancangan perubahan
   APBD dan/atau disampaikan dalam laporan               (1)TAPD melakukan verifikasi rancangan DPA-SKPD
   keuangan perhitungan APBD.                               besama-sama dengan kepala SKPD yang
                                                            bersangkutan berdasarkan pada Perda APBD dan
(8)Setiap SKPD dan SKPKD dilarang melakukan                 Peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD
   pengeluaran atas beban anggaran daerah untuk
   tujuan lain dari yang telah ditetapkan dalam APBD.
                          63                                                        64
   yang telah ditetapkan dan ketentuan peraturan        (2)Bendahara penerimaan wajib menyetor seluruh
   perundang-undangan lebih tinggi.                        penerimaannya ke rekening kas umum daerah
(2)Berdasarkan hasil verifikasi sebagaimana dimaksud       selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) hari kerja.
   pada ayat (1) PPKD mengesahkan rancangan DPA-        (3)Setiap pendapatan harus didukung oleh bukti yang
   SKPD dengan persetujuan sekretaris daerah paling        lengkap atas setoran dimaksud.
   lambat 7 (tujuh) hari kerja.sejak penyerahan
   rancangan DPA-SKPD sebagaimana dimaksud
   pada pasal 57 ayat (3)                                                      Pasal 61
(3)DPA-SKPD yang telah disahkan sebagaimana             (1)SKPD/SKPKD dilarang melakukan pungutan selain
   dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada kepala        dari yang ditetapkan dalam peraturan daerah.
   SKPD      yang      bersangkutan kepada DPRD.        (2)SKPD/SKPKD yang mempunyai tugas memungut
   Inspektorat daerah, dan BPK selambat-lambatnya 7        dan/atau    menerima  dan/atau kegiatannya
   (tujuh) hari kerja sejak tanggal disahkan.              berdampak pada penerimaan daerah wajib
(4)DPA-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (3)             mengintensifkan pemungutan dan penerimaan
   digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran            tersebut.
   oleh    kepala   SKPD     selaku    pengguna                                Pasal 62
   anggaran/barang.
                                                        (1   Penerimaan pendapatan SKPD/SKPKD yang
                    Pasal 59
                                                           merupakan penerimaan daerah tidak dapat
(1)Kepala SKPD berdasarkan DPA-SKPD menyusun               digunakan langsung untuk pengeluaran, kecuali
   rancangan anggaran kas SKPD.                            ditentukan lain oleh ketentuan peraturan perundang-
(2)Rancangan anggaran kas SKPD seabagaimana                undangan.
   dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada PPKD       (2)Komisi, rabat, potongan atau penerimaan lain
   selaku BUD bersamaan dengan rancangan DPA-              dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang
   SKPD.                                                   dapat dinilai dengan uang, baik secara langsung
(3)Pembahasan rancangan anggaran kas SKPD                  sebagai akibat dari penjualan, tukar menukar, hibah,
   dilaksanakan bersamaan dengan pembahasan                asuransi dan /atau perdagangan barang dan jasa
   DPA-SKPD.                                               termasuk penerimaan bunga, jasa giro,kontrbusi
                                                           tidak mengikat atau penerimaan lain sebagai akibat
                                                           penyimpangan dana anggaran pada bank serta dari
                 Bagian Ketiga                             akibat penerimaan hasil pemanfaatan barang
     Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Daerah                daerah    atau     kegiatan    lainnya   merupakan
                     Pasal 60                              pendapatan daerah.
(1)Semua pendapatan daerah        dilakukan   melalui   (3)Semua       penerimaan       pendapatan      daerah
   rekening kas umum daerah.                               sebagaimana dimaksud ayat (1) yang berbentuk
                                                           uang harus segera disetor kekas umum daerah dan
                        65                                                          66
  berbentuk barang harus segera diadministrasikan       (2)penerima subsidi , hibah, bantuan nasional, dan
  menjadi    milik/aset  daerah   dicatat sebagai          bantuan keuangan pertanggung jawab atas
  aset/inventaris daerah dan dinampakkan kedalam           penggunaan uang/barang dan/atau jasa yang
  neraca daerah tahun berkenan.                            diterima wajib menyampaikan laporan pertanggung
                                                           jawaban penggunaannya kepada kepala daerah
                      Pasal 63                             tembusan DPRD.
(1)Untuk pengembalian kelebihan penerimaan yang         (3)Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara memberi
   terjadi pada tahun berjalan atas kelebihan pajak,       dan pertanggungjawaban subsidi, hibah, bantuan
   retribusi, pengembalian tuntutan ganti rugi dan         sosial dan bantuan keuangan sebagaimana
   sejenisnya dilakukan dengan membebankan pada            dimaksud pada ayat (1) dan (2) diatur dengan
   rekening pendapatan yang bersangkutan; dan              kepala daerah sesuai ketentuan perundang-
(2)Untuk pengembalian kelebihan penerimaan yang            undangan.
   terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dibebankan
   pada rekening belanja tidak terduga.                                       Pasal 66
(3) Penegembalian kelebihan sebagaimana dimaksud        (1)Dasar pengeluaran anggaran belanja tidak terduga
   ayat (1) dan (2) harus didukung dengan bukti yang       yang dianggarkan dalam APBD untuk mendanai
   lengkap dan sah.                                        tanggap derurat, penanggulangan bencana alam
                   Bagian Keempat                          dan/atau sosial, termasuk pengambilan atas
        Pelaksanaan Anggaran Belanja Daerah                kelebihan    penerimaan     daerah   tahun-tahun
                      Pasal 64                             sebelumnya yang telah ditutup ditetapkan dengan
                                                           keputusan kepada kepala daerah dan diberitahukan
(1)setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang
                                                           kepada DPRD paling lama 1 (satu) minggu terhitung
   lengkap dan sah serta harus mendapat pengesahan
                                                           sejak keputusan dimaksud ditetapkan.
   oleh jabatan yang berwenang.
                                                        (2)Pengeluaran belanja untuk tanggap darurat
(2)Pengeluaran kas yang mengakibatkan APBD tidak
                                                           sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1)
   dapat dilakukan sebelum rancangan peraturan
                                                           berdasarkan pada kebutuhan yang diusulkan dari
   daerah tentang APBD ditetapkan dan ditempatkan
                                                           instansi/lembaga      berkenaan            setelah
   dalam lembaran daerah, kecuali belanja yang
                                                           mempertimbangkan efesiensi dan efektivitas
   bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib.
                                                        (3)Pengeluaran belanja untuk tanggap darurat
                                                           sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) maupun
                      Pasal 65                             belanja lainnya tidak boleh atau waijb menghindari
(1)Pemberian subsidi, hibah, bantuan sosial dan            terjadinya tumpang tindih pendanaan terhadap
   bantuan keuangan dilaksanakan atas keputusan            kegiatan-kegiatan yang telah didanai dari APBD
   kepala daerah berdasarkan APBD.                         propinsi atau APBN.

                            67                                                       68
(4)SKPD/lembaga penerima dana tanggap darurat                               Pasal 70
   bertanggung jawab atas penggunaan dana dan         (1)Pelaksanaan pengeluaran atas beban APBD
   wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan       dilakukan berdasarkan SPM yang diterbitkan oleh
   kepada atasan langsung dan kepala daerah              pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran
   tembusan DPRD.
                                                      (2)Pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
(5)Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara             dilakukan dengan penerbitan SP2D oleh kuasa
   pemberian dan pertanggungjawaban belanja tidak        BUD.
   diduga untuk tanggap darurat sebagaimana yang
   dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan peraturan    (3)Dalam     rangka    pelaksanaan     pembayaran
   kepala daerah.                                        sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kuasa BUD
                                                         berkewajiban untuk:
                     Pasal 67
                                                        a. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang
  Pembayaran atas beban APBD dapat dilakukan               diterbitkan oleh pemgguna anggaran/kuasa
  berdasarkan SPD, atau DPA-SKPD atau dokumen              pangguna anggaran ;
  lain yang dipersamakan dengan SPD.
                                                        b. menguji kebenaran perhitungan tagihan atas
                     Pasal 68                             beban APBD yang tercantum dalam perintah
(1)Gaji pegawai negri sipil daerah dibebankan dalam       pembayaran;
   APBD.                                                c. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan;
(2)Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan          d. memerintahkan pencairan dana sebagai dasar
   penghasilan pada pegawai negeri sipil daerah            pengeluaran daerah;dan
   berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan
   memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan          e.     menolak pencairan dana,apabila perintah
   memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan                 pembayaran yang diterbitkan oleh pengguna
   ketentuan peraturan perundang-undangan.                   anggran/kuasa   pengguna      anggaran tidak
                                                             memenuhi persaratan yang ditetapkan.
(3)Persetujuan DPRD sebagaimana dimaksud ayat (2)
   dibicarakan pada tingkat komisi.                   (4)Setelah tahun anggaran terahir,kepala SKPD selaku
                                                         pengguna anggaran dilarang menerbitkan SPM
                       Pasal 69                          yang membebani tahun anggaran berkenaan.
  Bendahara pengeluaran sebagai wajib Pajak
  penghasilan (PPh)dan pajak lainnya, wajib
  menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan                               Pasal 71
  pajak yang dipungutkannya ke rekening Kas negara    (1)Penerbitan SPM tidak boleh dilakukan sebelum
  pada bank pemerintah atau bank lain yang               barang dan/atau jasa diterima. Kecuali dutentukan
  ditetapkan Menteri Keuangan sebagai bank persepsi      lain dalam ketentuan peraturan perundang-
  atau pos giro dalam jangka waktu sesuai ketentuan      undangan.
  peraturan perundang-undangan.
                         69                                                      70
(2)Untuk kelancaran pelaksanaan tigas SKPD, kepada                          Paragraf 1
   pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran              Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun
   dapat diberikan uang persediaan yang dikelola oleh                       Sebelumnya
   bendahara pengeluaran.                                                    Pasal 74
(3)Bendahara pengeluaran melaksanakan pembayaran        (1)Sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun
   dari uang persediaan yang dikelolahnya setelah:         sebelumnya merupakan penerimaan pembiayaan
   a. meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang        yang diperuntukkan untuk :menutupi defisit
   diterbitkan    oleh   pengguna     anggaran/kuasa       anggaran dan/atau atau mendanai pelaksanaan
   pengguna anggaran;                                      kegiataan lanjutan atas beban belanja langsung
   b. menguji kebenaran perhitungan tagihan yang           mendanai kewajiban lainnya yang sampai akhir
  tercantum dalam perintah pembayaran ;dan                 tahun anggaran belum diselesaikan.
  c. menguji kebenaran perhitungan tagihan yang         (2)Pelaksanaan kegiatan lanjutan sebagaimana
  tercantum dalam perintah pembayaran; dan                 dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada DPA-
                                                           SKPD yang telah disahkan kembali menjadi DPA
  d. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan.          lanjutan (DPAL-SKPD) tahun berikutnya.
(4)bendahara pengeluaran wajib menolak pemerintah       (3)DPAL-SKPD sebagaimana dimaksud dalam ayat (2)
   bayar dari penggunaan anggaran/kuasa pengguna           dapat dijadikan dasar pelaksanaan penyelesaian
   anggaran apabila persyaratan sebagaimana yang           pekerjaan dan pembayaran.
   dimaksud pada ayat (3) tidak dipenuhi.
                                                        (4)Jumlah anggaran dalam DPAL-SKPD sebagaimana
(5)Bendahara pengeluaran bertanggung jawab secara          dimaksud pada ayat (2) dapat disahkah setelah
   pribadi atas pembayaran yang dilaksanakan.              terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap :
                      Pasal 72                            a. sisa DPA-SKPD yang belum diterbitkan SPD
Kepala daerah dapat memberikan izin pembukaan                dan/atau    SP2D    atas      kegiatan yang
rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di          bersangkutan..
lingkungan SKPD.                                          b. sisa SPD yang belum diterbitkan SPP,SPM atau
                  Bagian Kelima                              SP2D atau sisa SP2D yang belum diuangkan.
      Pelaksanaan Anggaran Pembiayaan daerah            (5)Ketentuan lebih lanjut mengenai format DPAL-SKPD
                      Pasal 73                             diatur dengan peraturan kepala daerah.
(1) Pengelola anggaran pembiayaan daerah dilakukan                         Paragraf 2
   oleh PPKD.                                                            Dana Cadangan
(2) Semua penerimaan dan pengeluaran pembiayaan                              Pasal 75
    daerah dilakukan melalui Rekening Kas Umum
    Daerah.                                             (1)Jumlah pendapatan daerah yang disisihkan untuk
                                                           pembentukan dana cadangan dalam tahun
                         71                                                      72
  anggaran bersangkutan harus sesuai dengan jumlah      (9)Penerimaan hasil bunga/deviden rekening dana
  yang ditetapkan dalam peraturan daerah tentang           cadangan dan penempatan dalam fortofolio sebagai
  pembentukan Dana Cadangan.                               dimaksud pada ayat (2) dan ayat (8) menambah
(2)Dana cadangan sebagaimana dimaksud ayat (1)             jumlah dana cadangan.
   dibukukan dalam rekening tersendiri atas nama
   dana cadangan pemerintah daerah yang dikelola                             Paragraf 3
   oleh BUD.                                                    Penyertaan Modal (Investasi) Daerah
(3)Pemindahbukuan jumlah pendapatan daerah yang                               Pasal 76
   disisihkan dengan cara trasfer dari rekening kas
                                                        (1)Investasi awal dan penambahan investasi dilakukan
   umum daerah ke rekening dana cadangan dilakukan
                                                           sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
   dengan surat perintah pemindahbukuan oleh kuasa
                                                           undangan.
   BUD atas persetujuan PPKD.
                                                        (2)investasi awal dan penambahan investasi dicatat
(4)Dana cadangan tidak dapat dilakukan untuk
                                                           pada rekening penyertaan modal daerah.
   membiayai program dan kegiatan lain diluar yang
   telah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang      (3)Pengurangan, penjualan, dan/atau pengalihan
   pembentukan dana cadangan.                              investasi dilakukan sesuai ketentuan perundang-
                                                           undangan.
(5)Program dan kegiatan yang dilakukan berdasarkan
   peraturan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat      (4)Pengurangan, penjualan dan/atau pengalihan
   (1), dilaksanakan apabila dana cadangan telah           investasi dicatat pada rekening penjualan kekayaan
   mencukupi untuk melaksanakan program dan                daerah yang dipisahkan (divestasi modal),
   kegiatan                                                didasarkan pada bukti penerimaan yang sah.
(6)Untuk pelaksanaan program dan kegiatan dana          (5)Investasi berupa penyerahan modal pemerintah
   cadangan       dimaksud      terlebih    dahulu         daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang
   dipindahbukukan kerekening kas umum daerah.             digunakan apabila jumlah akan disertakan dalam
                                                           tahun anggaran berkenan telah ditetapkan dalam
(7)Pemindahbukuan dari rekening dana cadangan ke
                                                           peraturan daerah tentang penyerahan modal daerah
   rekening Kas umum Daerah sebagaimana yang
                                                           tahun berkenaan.
   dimaksud pada ayat (6) dilakukan dengan surat
   perintah pemindahbukuan oleh kuasa BUD atas
   persetujuan PPKD.                                                         Paragraf 4
(8)Dalam hal dana cadangan yang akan ditempatkan                         Pinjaman Daerah
   pada rekening dana cadangan belum digunakan                               Pasal 77
   sesuai dengan peruntukannya, dana tersebut dapat
   ditempatkan dalam fortofolio yang memberikan hasil   (1)penerimaan pinjaman daerah didasarkan pada
   tetap dengan resiko rendah.                             jumlah pinjaman yang akan diterima dalam tahun

                       73                                                        74
   anggaran yang bersangkutan sesuai dengan yang                                  Pasal 81
   ditetapkan dalam perjanjian pinjaman berkenaan.         (1)pemerintah daerah wajib membayar bunga dan
(2)Penerima pinjaman dalam bentuk mata uang asing             pokok utang atas pinjaman yang telah jatuh tempo.
   dibukukan dalam ruangan.                                (2)Pembayaran pokok utang dan bunga sebagaimana
                      Pasal 78                                dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada jumlah
(1)Pemberian pinjaman daerah kepada pihak lain                yang harus dibayarkan sesuai dengan perjanjian
   berdasarkan keputusan kepala daerah atas                   pinjaman dan pelaksanaannya merupakan prioritas
   persetujuan DPRD.                                          utama dari seluruh kewajiban pemerintah daerah
                                                              yang harus diselesaikan dalam tahun anggaran
(2)Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah               yang berkenaan.
   didasarkan perjanjian pemberian pinjaman daerah
   sebelumnya untuk kesesuaian pengembalian pokok          (3)Apabila anggaran yang telah tersedia dalam
   pinjaman dan kewajiban lainnya yang menjadi                APBD/perubahan APBD tidak mencukupi untuk
   tanggungan pihak peminjam.                                 pembayaran bunga dan pokok utang sebagaimana
                                                              dimaksud ayat (1),kepala daerah dapat melakukan
                       Pasal 79                               pelampauan pembayaran mendahului perubahan
(1)penerimaan pinjaman daerah dilakukan melalui               atau setelah Perubahan APBD.
   rekening kas umum daerah.                               (4)Kepala SKPKD melaksanakan pembayaran bunga
(2)Kepala SKPKD melakukan penatausahaan atau                  dan cicilan pokok utang daerah yang jatuh tempo.
   pinjaman daerah.
(3)Pemerintah daerah wajib melaporkan posisi                                     Paragraf 5
   komulatif pinjaman daerah dan kewajiban pinjaman
   daerah kepada Menteri Keuangan dan Menteri                                 Obligasi Daerah
   Dalam Negeri setiap akhir semester tahun anggaran                              Pasal 82
   berjalan.                                               (1) Obligasi daerah diterbitkan dalam peraturan daerah.
                         Pasal 80                          (2)penerimaan obligasi daerah        dilakukan   melalui
(1)Pendapatan daerah dan/atau aset daerah (barang             rekening kas umum daerah.
   milik daerah) tidak boleh dijadikan jaminan atas        (3)Kepala SKPKD melakukan penatausahaan atas
   penerimaan pinjaman daerah.                                obligasi daerah.
(2)Pemerintah Daerah tidak dapat memberikan jaminan        (4)Kegiatan yang dibiayai dari obligasi daerah peserta
   atas pinjaman pihak lain kecuali yang ditentukan lain      barang milik daerah yang melekat dalam kegiatan
   dalam perundang-undangan.                                  tersebut dapat dijadikan jaminan obligasi daerah.
                                                           (5)Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan
                                                              obligasi daerah daitur dengan peraturan kepala

                    75                                                           76
  daerah ,yang berpedoman pada peraturan Menteri          (2)Pembayaran bunga dan denda pinjaman dan/atau
  Dalam Negeri.                                              obligasi daerah dicatat pada rekening belanja
                    Pasal 83                                 bunga.
(1)Pemerintah daerah wajib membayar pokok dan                                 Paragraf 6
   bunga obligasi daerah yang telah jatuh tempo.                            Piutang daerah
(2)Pembayaran       pokok     dan   bunga    obligasi                            Pasal 86
   sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan          (1)Setiap piutang daerah diselesaikan seluruhnya
   pada jumlah yang harus dibayarkan sesuai dengan           dengan tepat waktu.
   perjanjian obligasi dan pelaksanaannya merupakan       (2)Piutang atau tagihan daerah yang tidak dapat
   prioritas utama dari seluruh kewajiban pemerintah         diselesaikan seluruhnya pada saat jatuh tempo,
   daerah yang harus diselesaikan dalam tahun                diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-
   anggaran yang berkenan.                                   undangan.
(3)Apabila anggaran yang telah tersedia dalam             (3)Piutang daerah jenis tertentu seperti piutang pajak
   APBD/perubahan APBD tidak mencukupi untuk                 daerah dan piutang retribusi daerah merupakan
   pembayaran       pokok     dan   bunga    obligasi        prioritas untuk didahulukan penyelesaiannya, sesuai
   sebagaimana dimaksud pada ayat (1),Kepala                 dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
   daerah dapat melakukan pelampauan pembayaran
   mendahului perubahan atau setelah perubahan            (4)PPK-SKPD      melakukan   penatausahaan atas
   APBD.                                                     penerimaan piutang atau tagihan daerah yang
                                                             menjadi tanggung jawab SKPD.

                       Pasal 84
(1)pelampauan pembayaran pokok dan bunga utang                                   Pasal 87
   dan/atau obligasi daerah sebelum perubahan APBD        (1)Piutang daerah yang terjadi sebagai akibat
   dilaporkan kepada DPRD dalam pembahasan awal              hubungan keperdataan dapat diselesaaikan dengan
   perubahan APBD.                                           cara damai, kecuali piutang daerah yang cara
(2)Pelampauan pembayaran pokok dan bunga utang               penyelesaiannya diatur tersendiri dalam ketentuan
   dan/atau obligasi daerah setelah perubahan APBD           peraturan perundang-undangan.
   dilaporkan kepada DPRD dalam laporan realisasi         (2)Piutang daerah dapat dihapuskan dari pembukuan
   anggaran.                                                 dengan penyelesaian secara mutlak atau bersyarat,
                       Pasal 85                              kecuali cara penyelesaiannya diatur tersendiri dalam
(1)Pembayaran pokok pinjaman dan/atau obligasi               ketentuan peraturan perundang-undangan.
   dicatat pada rekening cicilan pokok utang yang jatuh
   tempo.

                      77                                                          78
                     Pasal 88                             c. menguji ketersediaan dana yang bersangkutan;
(1)Kepala SKPKD melaksanakan penagihan          dan       d. menolak   pencairan   dana,apabila  perintah
   penata usahaan piutang daerah;                            pembayaran atas pengeluaran pembiayaan tidak
(2)Untuk melaksanakan penagihan piutang daerah               memenuhi persaratan yang ditetapkan
   sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala
   SKPKPD menyiapkan bukti     dan administrasi                          BAB Vll
   penagihan;                                              LAPORAN REALISASI SEMESTER PERTAMA
(3)Bukti pembayaran piutang SKPKD dari pihak ketiga               DAN PERUBAHAN APBD
   harus dipisahkan dengan bukti penerimaan kas atas
   pendapatan pada tahun anggaran berjalan.                              Bagian Pertama
(4)Kepala SKPKD setiap bulan melaporkan realisasi           Laporan Realisasi Semester Pertama APBD
   penerimaan piutang kepada kepala daerah.                                  Pasal 90
(5)ketentuan lebih lanjut mengenai format bukti dan     (1)Pemerintah daerah menyusun laporan realisasi
   administrasi penagihan sebagaimana dimaksud             semester pertama APBD dan prognosis antuk 6
   pada ayat (2) diatur dengan peraturan kepala            (enam) bulan berikutnya.
   daerah.                                              (2)Laporan   sebagaimana      dimaksud    ayat  (1)
                                                           disampaikan kepada DPRD selambat-lambatnya
                    Paragraf 7                             pada akhir bulan Juli pada tahun anggaran yang
                                                           bersangkutan, untuk dibahas bersama antara DPRD
      Pelaksanaan Pengeluaran Pembiayaan                   dan pemerintah daerah.
                     Pasal 89
                                                                           Bagian Kedua
(1)Pelaksanaan pengeluaran pembiayaan penyertaan                          Perubahan APBD
   modal pemerintah daerah,pembayaran pokok utang                            Paragraf 1
   dan pemberian pinjaman daerah dilakukan                             Dasar Perubahan APBD
   berdasarkan SPM yang diterbitkan oleh PPKD.
                                                                              Pasal 91
(2)Dalam    rangka    pelaksanaan     pengeluaran
   pembiayaan. Kuasa BUD berkewajiban untuk::           (1)Berdasarkan perkembangan dan/atau perubahan
                                                           keadaan pemerintah daerah dapat melakukan
  a. meneliti       kelengkapan              perintah      perubahan APBD bersama-sama DPRD.
     pembayaran/pemindahbukuan yang       diterbitkan
     oleh PPKD;                                         (2)Perubahan APBD hanya dapat dilakukan satu kali
                                                           dalam satu tahun anggaran, kecuali dalam keadaan
  b. menguji perhitungan kebenaran perhitungan             luar biasa.
     pengeluaran pembiayaan yang tercantum dalam
     perintah pembayaran;
                         79                                                      80
                  Paragraf 2                             dituangkan dalam nota kesepakatan yang
   Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas dan Plafon         ditandatangani bersama antara Kepala daerah
       Anggaran Sementara Perubahan APBD                 dengan Pimpinan DPRD dalam waktu yang
                     Pasal 92                            bersamaan.
(1)Kepala daerah menformulasikan hal-hal yang          (2)Berdasarkan nota kesepakatan sebagaiman pada
   mengakibatkan terjadinya perubahan sebagaimana         ayat (1), TAPD menyiapkan rancangan surat ederan
   dimaksud pada pasal 91 ayat (1) ke dalam               kepala daerah perihal pedoman penyusunan RKA-
   rancangan kebijakan umum perubahan APBD serta          SKPD yang memuat program dan kegiatan baru
   PPAS perubahan APBD.                                   dan/atau kriteria DPA-SKPD yang dapat diubah
                                                          untuk dianggarkan dalam perubahan APBD sebagai
(2)Dalam rancangan kebijakan umum perubahan               acuan kepala SKPD.
   APBD dan PPAS perubahan APBD sebagaimana
   dimaksud ayat (1) harus disajikan secara lengkap    (3)Pedoman Penyusunan RKA-SKPD dan/atau criteria
   penjelasan mengenai materi perubahan yang              DPA-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
   mendasari perubahan APBD.                              diterbitkan oleh kepala daerah paling lambat minggu
                                                          ketiga bulan Agustus tahun anggaran tahun
(3)Rancanagn Kebijakan Umum perubahan APBD dan            berjalan.
   PPAS perubahan APBD sebagaimana dimaksud
   ayat (2) disampaikan kepada DPRD paling lambat      (4)Tata cara penyusunan RKA-SKPD sebagaimana
   minggu pertama bulan agustus dalam tahun               dimaksud dalam ayat (1) berlaku ketentuan dalam
   anggaran berjalan, untuk dibahas bersama antara        pasal 46 dan 47.
   TPAD dan Panitia Anggaran DPRD.                     (5)Ketentuan lebih lanjut mengenai format nota
(4)Dalam hal persetujuan APBD terhadap rancangan          kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
   peraturan daerah tentang perubahan APBD                diatur dengan peraturan kepala daerah.
   diperkirakan pada bulan September tahun berjalan
   agar dihindari adanya penganggaran kegiatan                               Pasal 94
   pembangunan fisik didalam rancangan peraturan       (1)Perubahan DPA-SKPD sebagaimana dimaksud
   daerah tentang perubahan APBD.                         dalam pasal 93 ayat (3) dapat berupa peningkatan
(5)Ketentuan    lebih  lanjut  mengenai    format         atau pengurangan capaian target kinerja perogram
   rancangankebijakan umum perubahan APBD dan             dan kegiatan dari yang telah ditetapkan semula,
   rancangan PPAS perubahan APBD sebagaimana           (2)peningkatan atau pengurangan capaian target
   dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan         kinerjat perogram dan kegiatan sebagamana
   kepala daerah.                                         dimaksud pada ayat (1) diformulasikan dalam format
                                                          dokumen pelaksanaan perubahan anggaran SKPD
                     Pasal 93                             (DPPA-SKPD).
(1)Kebijakan umum perubahan APBD serta PPAS
   Perubahan APBD yang telah disepakati, selanjutnya
                         81                                                       82
(3)Dalam format DPPA-SKPD dijelaskan capain target       (6)Angaran yang mengalami perubahan baik berupa
   kinerja, kelompok ,jenis ,objek dan rincian objek        penambahan      dan/atau  pengurangan  akibat
   pendapatan ,belanja serta pembiayaan baik                pergeseran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
   sebelum dilakukan perubahan maupun setelah               harus dijelaskan pada kolom keterangan dalam
   perubahan.                                               peraturan kepala daerah tentang penjabaran
                                                            perubahan APBD.
                   Paragraf 3                            (7)Pergeseran sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
       Pergeseran Anggaran perubahan APBD                   dan     ayat     (3)    terlebih dahulu   harus
                                                            dikonsultasikan/dikoordinasikan dengan Komisi
                      Pasal 95                              DPRD yang terkait dan pergeseran sebagaimana
                                                            dimaksud ayat (3) harus dengan Panitia Anggaran
(1)Perubahan APBD yang disebabkan pergeseran                DPRD.
   anggaran antara unit organisasi,antar kegiatan dan    (8)Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
   antar jenis belanja serta pergeseran antar objek         pergeseran sebagaimana dimaksud pada ayat(2)
   belanja dalam jenis belanja dan antar rincian objek      dan (3) diatur dengan peraturan kepala daerah.
   belanja diformulasikan dalam DPPA-SKPD.
(2)Pergeseran antar rincian objek belanja dalam objek                        Paragraf 4
   belanja berkenaan dilakukan atas persetujuan
   PPKD.                                                       Penggunaan Saldo Anggaran lebih Tahun
                                                                           Sebelumnya
(3)Pergeseran antar objek belanja dalam jenis belanja                     Perubahan APBD
   berkenaan dilakukan atas persetujuan sekretaris
   daerah.                                                                    Pasal 96

(4)Pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud pada
   ayat (2) dan (3) dilakukan dengan cara mengubah       (1)Saldo anggaran lebih tahun sebelumnya perubahan
   peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD          APBD adalah merupakan sisa lebih perhitungan
   sebagai dasar pelaksanaan ,untuk selanjutnya             tahun anggaran sebelumnya yang penggunaanya
   ditampung dalam rancangan peraturan daerah               dilaksanakan dalam tahun anggaran berkenan pada
   tentang perubahan APBD.                                  perubahan APBD.
(5)Pergeseran anggaran antar unit organisasi,antar       (2)Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih
   kegiatan dan antar jenis belanja dapat dilakukan         tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun
   dengan cara merubah peraturan daerah tentang             anggaran berkenan sebagaimana dimaksud dalam
   APBD                                                     ayat (1) diprioritaskan berupa membayar bunga dan
                                                            pokok utang dan/atau obligasi daerah yang
                                                            melampaui anggaran yang tersedia mendahului
                                                            perubahan APBD , melunasi seluruh kewajiban
                       83                                                          84
   bunga dan pokok utang, mendanai kenaikan gaji          selanjutnya diusulkan dalam rancangan peraturan
   dan tunjangan PNS akibat adanya kebijakan              daerah tentang perubahan APBD. Pelaksanaannya
   pemerintah, mendanai kegiatan lanjutan, mendanai       ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.
   kegiatan dan program baru yang sasarannya guna       (2)Dalam hal belanja tidak terduga tidak terduga tidak
   peningkatan kesejahteraan masyarakat /masyarakat        mencukupi dapat dilakukan dengan cara:
   kurang mampu serta pemberdayaan masyarakat
   serta mendanai kegiatan-kegiatan yang sasarannya       a. menggunakan dana dari hasil penjadwalan ulang
   guna peningkatan target capaian kinerja dari yang         capaian target kinerjan program dan kegiatan
   telah ditetapkan semula. yang syaratnya harus             lainnya dalam tahun anggaran berjalan dengan
   dapat diselesaikan paling lambat sampai dengan            terlebih dahulu diformulasikan dalam DPPA-
   batas akhir pembayaran dalam tahun anggaran               SKPD;dan/atau
   berjalan.                                              b.memanfaatkan uang kas yang tersedia.
(3)Penggunaan      saldo    anggaran    lebih   tahun   (3)pendanaan untuk keadaan darurat termasuk
   sebelumnya      untuk    pendanaan     pengeluaran      kegiatan mendesak yang kriterianya yang telah
   membayar bunga dan pokok utang dan/atau obligasi        ditetapkan dalam peraturan daerah tentang APBD
   daerah,kenaikan gaji dan tunjangan PNS dan              mencakup program dan kegiatan pelayanaan dasar
   kegiatan-kegiatan yang capaian target kinerjanya        masyarakat yang anggarannya belum tersedia
   ditingkatkan diformulasikan terlebih dahulu dalam       dalam tahun angaran berjalan dan keperluan
   DPPA-SKPD.                                              mendesak lainnya yang apabila ditunda akan
(4)Pengunaan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya         menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi
   untuk pendanaan pengeluaran kegiatan lanjuntan          pemerintah daerah dan masyarakat dengan terlebih
   dirformulasikan terlebih dalam DPPAL-SKPD.              dahulu diformulasikan dalam RKKA-SKPD dan
                                                           pelaksanaannya terlebih dahulu ditetapkan dengan
(5)Penggunaan    saldo   anggaran    lebih   tahun         peraturan Kepala Daerah.
   sebelumnya untuk pendanaan pengeluaran program
   dan kegiatan baru difomulasikan terlebih dahulu      (4)Dalam hal keadaan darurat terjadi setelah
   dalam RKA-SKPD.                                         ditetapkannya perubahan APBD,pemerintah daerah
                                                           dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia
                                                           anggarannya ,dengan memformulasikannya dalam
                     Paragraf 5                            RKA-SKPD untuk selanjutnya dijadikan dasar
                 Keadaan Darurat                           pengesahan DPA-SKPD oleh PPKD setelah
                                                           memperoleh persetujuan dari kepala daerah dan
                    Pasal 97                               DPRD      selanjutnya    pengeluaran     tersebut
(1)Dalam keadaan darurat,pemerintah daerah dapat           disampaikan dalam laporan realisasi anggaran dan
   melakukan pengeluaran yang belum tersedia               LKPJ kepala daerah.
   anggarannya dengan menggunakan belanja tidak
   terduga melalui peraturan kepala daerah yang

                       85                                                       86
                     Peragraf 6                                               Pasal 100
                      Pasal 98                           (1)Dalam hal kejadian luar biasa yang menyebabkan
               Keadaaan Luar Biasa                          estimasi penerimaan dalam APBD mengalami
                                                            penurunan lebih dari 50 persen (lima puluh persen)
(1)Pemerintah daerah dapat menyusun rancangan               sebagaimana dimaksud dalm pasal 99 ayat (2)
   peraturan daerah tentang perubahan kedua APBD            dapat dilakukan penjadwalan ulang ,/pengurangan
   tahun anggaran berjalan dalam keadaan luar biasa .       capaian target kinerjan program dan kegiatan
(2)Keadaan luar biasa sebagaimana dimaksud pada             lainnya dalam tahun anggaran berjalan .
   ayat (1) merupakan keadaan yang menyebabkan           (2)Penjadwalan ulang,pengurangan capaian target
   estimasi penerimaan dan/atau pngeluaran dalam            kinerjan program dan kegiatan sebagaimana
   APBD mengalami kenaikan atau penurunan atau              dimaksud pada ayat (1) diformulasikan dalam
   terjadi selisih gap kenaikan atau penurunan antara       DPPA-SKPD.
   pendapatan dan belanja dalam APBD lebih besar
   dari 50% ( lima puluh persen).                        (3)DPPA-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
                                                            digunakan sebagai dasar penyusunan rancagan
                        Pasal 99                            peraturan daerah tentang perubahan kedua APBD.
(1)Dalam hal kejadian luar biasa yang menyebabkan
   estimasi penerimaan dalam APBD mengalami
   peningkatan lebih dari 50 persen (lima puluh persen                        Paragraf 7
   )sebagaimana dimakud dalam pasal 98 ayat (2)           Penyiapan rancangan Peraturan Daerah tentang
   dapat dilakukan penambahan kegiatan baru dan                          perubahan APBD
   atau penjadwalan ulang/peningkatan capaian target         dan Rancangan peraturan Kepala Daerah
   kinerjan program dan kegiatan dalam tahun
   anggaran berjalan.                                           tentang penjabaran perubahan APBD
(2)penambahan kegiatan baru sebagaimana dmaksud
   pada ayat (1) diformulasikan terlebih dahulu dalam                         Pasal 101
   RKA-SKPD.                                             (1)RKA-SKPD yang memuat program dan kegiatan
(3)Penjadwalan ulang /peningkatan capaian target            baru,dan DPPA-SKPD yang akan dianggarkan
   kinerja program dan kegiatan sebaimana dimaksud          dalam perubahan APBD yang telah disusun oleh
   pada ayat (1) diformulasikan terlebih dahulu dalam       SKPD disampaikan kepada PPKD untuk dibahas
   DPPA-SKPD.                                               lebih lanjut oleh TPAD.
(4)RKA-SKPD     dan    DPPA-SKPD      sebagamana         (2)Dalam hal hasil pembahasan RKA-SKPD dan
   dimaksud pada ayat (2) dan (3) perubahan kedua           DPPA-SKPD yang memuat program dan kegiatan
   APBD.                                                    yang dianggarkan dalam perubahan APBD terdapat
                                                            ketidaksesuaian dengan ketentuan,maka SKPD
                                                            melakukan penyempurnaan.

                         87                                                        88
(3)RKA-SKPD yang memuat program dan kegiatan                              Bagian Ketiga
   baru dan DPPA-SKPD yang akan dianggarkan                Penyampaian,Pembahasan dan Penetapan
   dalam perubahan APBD yang telah disempurnakan
   oleh SKPD disampaikan kepada PPKD untuk             serta Evaluasi Raperda Tentang Perubahan APBD
   dibahas lebih lanjut oleh TPAD.                                        Paragraf 1
(4)RKA-SKPD yang memuat program dan kegiatan                Penyampaian ,Pembahasan dan Penetapan
   baru dan DPPA-SKPD yang akan dianggarkan                                Raperda
   dalam perubahan APBD yang telah dibahas TPAD                   Tentang Perubahan APBD
   dijadikan bahan penyusunan rancangan peraturan
   daerah tentang perubahan APBD dan rancangan                              Pasal 102
   peraturan kepala daerah tentang penjabaran          (1)Kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan
   perubahan APBD oleh PPKD.                              daerah    tentang perubahan     APBD   beserta
(5)Rancangan peraturan daerah tentang perubahan           lampirannya Kepada DPRD paling lambat minggu
   APBD dan rancangan peraturan kepala daerah             kedua bulan september tahun anggaran berjalan
   tentang penjabaran perubahan APBD memuat               untuk diagendakan pembahasannya oleh DPRD
   pendapatan,belanja,dan   pembiayaan     yang           guna mendapatkan persetujuan bersama.
   mengalami perubahan dan yang tidak mengalami        (2)Penyampaian     rancangan   peraturan daerah
   perubahan.                                             sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai
(6)Rancangan peraturan kepala daerah tentang              dengan nota keuangan perubahan APBD.
   penjabaran perubahan APBD terdiri dari rancangan    (3)Pembahasan rancangan peraturan daerah tentang
   peraturan kepala daerah beserta lampirannya.           perubahan APBD berpedoman pada kebijakan
(7)Rancangan peraturan daerah tentang perubahan           umum perubahan APBD serta PPAS perubahan
   APBD beserta lampirannya dan rancangan                 APBD perubahan APBD yang telah disepakati
   peraturan kepala daerah tentang penjabaran             antara kepala daerah dan pimpinan DPRD.
   perubahan APBD yang telah disusun oleh PPKD         (4)pengambilan keputusan DPRD untuk menyetujui
   disampaikan kepada kepala daerah.                      rancangan peraturan daerah tentang perubahan
(8)Rancangan peraturan daerah tentang perubahan           APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1),paling
   APBD disosialisasikan kepada masyarakat sebelum        lambat 3 (tiga) bulan sebelum tahun anggaran yang
   disampaikan kepada DPRD.                               bersangkutan berakhir.
(9)Kententuan lebih lanjut mengenai format rancangan   (5)DPRD menetapkan agenda dan tata cara
   peraturan daerah tentang perubahan APBD beserta        pembahasan raperda tentang perubahan APBD
   lampirannya dan rancangan peraturan kepala             sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ,(2),(3) dan
   daerah tentang penjabatan perubahan APBD diatur        (4).
   dangan peraturan kepala daerah.                     (6)Ketentuan lebih lanjut mengenai format persetujuan
                                                          bersama     rancangan         peraturan    daerah

                     89                                                          90
  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan format           dengan penjelasan latar belakang perbedaan jumlah
  susunan nota keuangan perubahan APBD                    anggaran baik sebelum dilakukan perubahan
  sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dangan        maupun setelah dilakukan perubahan.
  peraturan kepala daerah berpedoman pada               (4)DPPA-SKPD dapat dilaksanakan setelah dibahas
  peraturan menteri.                                       TAPD dan disahkan oleh PPKD berdasarkan
                                                           persetujuan sekretaris daerah.
                     Paragraf 2
                                                        (5)DPRD dapat meminta DPPA-SKPD sebagaimana
  Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang              dimaksud ayat(4) dalam rangka    pelaksanaan
                 Perubahan APBD                            kewenangannya.
                     Pasal 103
  Tata cara evaluasi dan penetapan Rancangan                              BAB VIII
  rancangan peraturan daerah tentang perubahan              PENGENDALIAN DEFISIT DAN PENGGUNAAN
  APBD dan rancangan peraturan kepala daerah                           SURPLUS APBD
  tentang penjabaran perubahan APBD menjadi
                                                                          Bagian Pertama
  peraturan daerah dan peraturan kepala daerah
                                                                         Pengendalian Defisit
  berlaku ketentuan pasal 53 dan 54
                                                                             Pasal 105
                                                        (1)Dalam hal APBD diperkirakan defisit ditetapkan
                  Bagian Keempat
                                                           sumber-sumber pembiayaan untuk menutupi defisit
Pelaksanaan Perda Tentang Perubahan Anggaran               tersebut dalam peraturan daerah tentang APBD.
                  Pasal 104                             (2)Defisit APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
(1)PPKD paling lambat 3(tiga) hari kerja setelah           ditutup dengan pembiayaan netto.
   peraturan daerah tentang perubahan APBD                                   Pasal 106
   ditetapkan,memberitahukan kepada semua kepala
                                                        Pemerintah      daerah   wajib  melaporkan    posisi
   SKPD agar penyusunan rancangan DPA-SKPD
                                                        surplus/defisit APBD kepada Menteri Dalam Negeri dan
   terhadap program dan kegiatan yang dianggarkan
                                                        Menteri Keuangan setiap semester dalam tahun
   dalam perubahan APBD.
                                                        anggaran berkenan.
(2)DPA-SKPD yang mengalami perubahan dalam
   tahun berjalan seluruhnya harus disalin kembali
   dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran                              Pasal 107
   (DPPA-SKPD).                                         Defisit APBD dapat ditutup dari sumber pembiayaan :
(3)Dalam DPPA-SKPD sebagaimana dimaksud pada            a. sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) daerah
   ayat (2) terhadap rincian objek pendapatan belanja      tahun sebelumnya;
   atau pembiayaan yang mengalami penambahan
                                                        b. pencairan dana cadangan;
   atau pengurangan atau pergeseran harus disertai
                       91                                                        92
c. hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan;     keputusan kepala daerah dan disampaikan kepada
d. penerimaan pinjaman; dan/atau                        DPRD.
e. penerimaan kembali pemberian pinjaman              (4)Dalam rangka pelaksanaan operasional serta
                                                        mendekatkan       pelayanan     penerimaan    dan
                                                        pengeluaran daerah kepada SKPD atau masyarakat,
                 Bagian Kedua                           BUD atau kuasa BUD dapat membuka rekening
             Penggunaan Surplus APBD                    penerimaan dan rekening pengeluaran pada bank
                   Pasal 108                            lain atau kantor pos, badan/lembaga keuangan yang
                                                        ditentukan oleh kepala daerah.
Dalam hal APBD diperkirakan surplus, penggunaanya
ditetapkan dalam peraturan daerah tentang APBD.       (5)Rekening penerimaan dan rekening pengeluaran
                                                         sebagaimana dimaksud ayat (2) ditetapkan oleh
                      Pasal 109                          kepala daerah dan diberitahukan kepada DPRD
Penggunaan surplus APBD diutamakan untuk                 paling lambat 3 (tiga) hari kerja.
pengurangan utang, pembentukan dana cadangan,         (6)Rekening penerimaan sebagaimana yang dimaksud
dan/atau pendanaan belanja peningkatan jaminan           pada ayat (2) digunakan untuk menampung
sosial.                                                  penerimaan daerah setiap hari.
                                                      (7)Saldo rekening penerimaan sebagaimana yang
                BAB IX                                   dimaksud pada ayat (2) setiap akhir kerja wajib
   PENGELOLAAN KEKAYAAN DAN KEWAJIBAN                    disetorkan seluruhnya kerekening kas umum
                                                         daerah.
                Bagian Pertama
     Pengelolaan Kas dan Kas Umum Daerah              (8) Rekening pengeluaran pada bank sebagaimana
                                                         dimaksud pada ayat (2) diisi dengan dana yang
                   Pasal 110
                                                         bersumber dari rekening kas umum daerah.
Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran daerah
                                                      (9)Jumlah dana yang disediakan pada rekening
dilaksanakan melalui rekening kas umum daerah
                                                         pengeluaran sebagaimana yang dimaksud pada
                      Pasal 111                          ayat (2) disesuaikan dengan rencana pengeluaran
(1)BUD betanggung jawab terhadap pengelolaan             untuk membiayai kegiatan pemerintahan yang
   penerimaan dan pengeluaran kas daerah.                ditetapkan dalam APBD.
(2)untuk mengelola kas daerah sebagaimana dimaksud
   ayat (1),PPKD selaku BUD membuka rekening Kas                          Pasal 112
   Umum Daerah pada bank yang sehat.
                                                      (1)Pemerintahan daerah berhak memperoleh bunga
(3)Penunjukan bank yang        sehat sebagaimana         dan/atau juga giro atas dana yang disimpan pada
  dimaksud pada ayat (2)       ditetapkan dengan         bank umum berdasarkan tingkat suku bunga
                                                         dan/atau jasa giro yang berlaku.
                       93                                                    94
(2)Bunga dan/atau jasa jasa giro yang diperoleh          dalam laporan arus kas aktivitas non anggaran serta
   pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada           penyajiannya harus sesuai dengan Standar
   ayat (1) dibebankan pada belanja daerah.              Akuntansi Pemerintahan.
                      Pasal 113                        (4)Ketentuan lebih lanjut    mengenai tata cara
(1)Biaya sehubungan dengan pelayanan yang                 pengelolaan kas non anggaran sebagaimana
   diberikan oleh bank umum didasarkan pada               dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan
   ketentuan yang berlaku pada bank umum yang             kepala daerah.
   bersangkutan.                                                         Bagian Ketiga
(2)Biaya    sebagaimana    dimaksud     pada    ayat              Pengelolaan Investasi daerah
   (1)dibebankan pada belanja daerah.                                        Pasal 116
                     Pasal 114                         Pemerintah daerah dapat melakukan investasi jangka
(1)BUD betanggung jawab terhadap pengelolaan           pendek dan jangka panjang untuk memperoleh
   penerimaan dan pengeluaran kas daerah.              manfaat ekonomi, sosial,dan/atau manfaat lainnya.
(2)Penunjukan bank yang sehat sebagaimana                                   Pasal 117
  dimaksud pada pasal 148 dan pasal 149 ayat (2)       (1)Investasi jangka pendek sebagaimana yang
  ditetapkan dengan keputusan kepala daerah dan           dimaksud pada pasaL 116 merupakan investasi
  diberitahukan kepada DPRD paling lama 3 (hari)          yang dimaksudkan untuk dimiliki selama 12 (dua
  setelah pembukaan rekening kas daerah.                  belas) bulan atau kurang.
                                                       (3)Investasi jangka panjang sebagaimana dimaksud
                  Bagian Kedua                            pada pasal 116 merupakan investasi yang
          Pengelolaan Kas Non Anggaran                    dimaksudkan untuk dimiliki lebih dari 12 (dua belas)
                                                          bulan yang akan terdiri dari investasi permanen dan
                     Pasal 115                            non permanen.
(1)Pengelolaan kas non anggaran mencerminkan                            Bagian Keempat
  penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak                       Pengelolaan Barang Milik Negara
  mempengaruhi anggaran pendapatan,belanja ,dan
  pembiayan pemerintah daerah.                                               Pasal 118
(2)Penerimaan kas sebagaimana dimaksud pada ayat       (1)Barang milik daerah diperoleh atas beban APBD
   (1)    diperlakukan  sebagaimana       penerimaan      dan perolehan lainnya yang sah.
   perhitungan pihak ketiga dan pengeluaran kas        (2)Perolehan lainnya yang sah sebagaimana dimaksud
   sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperlakukan        pada ayat (1)mencangkup:
   sebagai pengeluaran perhitungan pihak ketiga.         a. barang diperoleh dari hibah/sumbangan/atau
(3)Informasi penerimaan dan pengeluaran kas              yang sejenis;
   sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disajikan
                       95                                                      96
  b. barang yang diperoleh dari kontrak kerja sama,      (4)Dana cadangan yang dibentuk sebagaimana
  kontark bagi hasil,                                       dimaksud pada ayat (1)dapat bersumber dari
     dan kerja sama bermamfaat barang milik daerah;         penyisihan dan penerimaan daerah kecuali DAK,
                                                            pinjaman daerah dan penerimaan lain yang
  c. barang yang diperoleh berdasarkan penetapan            penggunaannya dibatasi untuk pengeluaran tertentu
  karena ketentuan                                          berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
      peraturan perundang-undangan; dan                     undangan.
  d.     barang    yang     diperoleh dari keputusan     (5)penggunaan dana cadangan dalam suatu tahun
  pengadilan.                                               anggaran terjadi penerimaan pembiayaan APBD
                     Pasal 119                              dalam tahun anggaran yang bersangkutan.
(1)pengelolaan barang milik daerah melippti rangkaian    (6)Posisi dana cadangan dilaporkan sebagai bagian
   kegiatan dan tindakan terhadap barang milik daerah       yang tidak terpisahkan dari laporan pertanggung
   yang    mencangkup      pelaksanaan    kebutuhan,        jawaban APBD.
   pengadaan,        penggunaan,       pemamfaatan,                        Bagian Keenam
   pemeliharaan,       penatausahaan,       penilaian,                Pengelolaan Utang Daerah
   penghapusan,         pemindahtanganan,         dan
   pengamatan.                                                                 Pasal 121
(2)Pengelolaan barang daerah ditetapkan dengan           (1)Kepala daerah dapat mengadakan utang daerah
   peraturan daerah dan berpedoman pada ketentuan           sesuai dengan jumlah utang/pinjaman yang
   peraturan perundang-undangan.                            ditetapkan dalam peraturan daerah tentang APBD.
                                                         (2)PPKD menyiapkan rancangan peraturan kepala
                                                            daerah tentang melaksanakan pinjaman daerah.
                   Bagian Kelima
                                                         (3)Biaya perkenaan dengan pinjaman daerah
            Pengelolaan dana Cadangan                       dibebankan pada anggaran belanja daerah.
                     Pasal 120                                                 Pasal 122
(1)Pemeritah daerah dapat membentuk dana cadangan        (1)Hak tagih mengenai utang atas beban daerah
   guna mendanai kegiatan yang penyediaan dananya           kadaluarsa setelah 5 (lima)tahun sejak utang
   tidak dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran.        tersebut jatuh tempo, kecuali ditetapkan lain oleh
(2)Pembentukan dana cadangan yang sebagaimana               undang-undang.
   dimaksud pada ayat (1)ditetapkan dengan peraturan     (2)Kadaluarsa sebagaimana dimaksud pada ayat
   daerah..                                                 (1)dihitung sejak tanggal 1 januari tahun berikutnya,
(3)Peraturan daerah yang sebagaimana dimaksud               tertunda apabila pihak yang berpiutang mengajukan
   pada ayat (2)mencangkup tujuan, besaran dan              permohonan penundaan tagihan pada daerah
   sumber dari dana cadangan tersebut.                      sebelum berakhirnya masa kadaluarsa.

                       97                                                           98
(3)Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)             orang atau badan yang menerima atau menguasai
   tidak berlaku untuk pembayaran kewajiban bunga           uang/barang/kekayaan                daerah,wajib
   dan pokok pinjaman daerah.                               menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan
                      Pasal 123                             ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pinjaman daerah bersumber dari:                           (2)Pejabat      yang      menandatangani      dan/atau
                                                             mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan
a. Pemerintah;                                               surat bukti yang terjadi dasar penerimaan dan/ atau
b. Pemerintah daerah lain;                                   pengeluaran       atas      pelaksanaan      APBD
c. Lembaga keuangan bank;                                    bertanggungjawab atas kebenaran material dan
                                                             akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti
d. Lembaga keuangan bukan bank, dan                          dimaksud.
e. Masyarakat;
                      Pasal 124                                              Bagian kedua
(1)Penerbitan obligasi daerah ditetapkan dengan             Pelaksanaan Penatausahaan Keuangan Daerah
   peraturan daerah dengan persatujuan dari Menteri
   Keuangan setelah memperoleh pertimbangan                                    Pasal 127
   Menteri Dalam Negeri.                                  (1)Kepala daerah menetapkan pejabat yang diberi
(2)Peraturan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat           wewenang dalam rangka pelaksanaan APBD.
   (1)sekurang-kurangnya mencangkup jumlah dan            (2)kepala daerah mendelegasikan penetapan pejabat
   nilai nominal obligasi daerah yang akan diterbitkan.      lainnya dan kuasa    pengguna anggaran/kuasa
(3)Penerbitan hasil penjualan obligasi daerah                pengguna barang kepada kepala SKPD untuk
   dianggarkan pada penerimaan pembayaran.                   pelaksanaan APBD sesuai dengan kebutuhan.
                     Pasal 125                            (3)penetapan pejabat sebagaimana dimaksud pada
                                                             ayat (1) dan (2)dilakukan sebelum dimulainya
Pinjaman daerah berpedoman           pada    ketentuan       pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun
   perundang-undangan                                        anggaran berkenaan.

                         BAB X                                                 Pasal 128
     PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH                        (1)Bendahara    penerimaan   dan/atau    bendahara
              Bagian Pertama                                 pengeluaran dalam rangka mendukung kelancaran
  Asas Umum Penatausahaan Keuangan Daerah                    tugas kebendaharaan,dapat dibantu oleh pembantu
                                                             bendahara    penerimaan    dan/atau    pembantu
                      Pasal 126
                                                             bendahara pengeluaran sesuai kebutuhan.
(1)Pengguna        anggaran/kuasa       pengguna
   anggaran,bendahara penerimaan/pengeluaran dan
                        99                                                        100
(2)Pembantu bendahara panerimaan melaksanakan                                 Pasal 130
   fungsi sebagai kasir atau pembuat dokumen            (1)Bendahara penerimaan atau bendahara penerimaan
   penerimaan       serta  ,pembantu     bendahara         pembantu pada SKPD wajib menyelenggarakan
   pengeluaran     melaksanakan   fungsi   sebagai         penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan
   kasir,membuat dokumen pengeluaran uang atau             penyetoran atas penerimaan yang menjadi
   pengurusan gaji.                                        tanggung jawabnya dengan menggunakan buku kas
                                                           umum, buku pembantu per rincian obyek
                   Bagian Ketiga                           penerimaan dan buku rekapitulasi penerimaan
                                                           harian.
      Penatausahaan Bendahara Penerimaan
                                                        (2)Bendahara penerimaan     pada SKPD        wajib
                     Pasal 129                             menyampaikan laporan pertanggung jawaban
(1Penerimaan daerah disetor ke rekening kas umum           penerimaan kepada PPKD paling lambat tanggal 10
   daerah pada bank pemerintah yang ditunjuk dan           bulan berikutnya.
   dianggap sah setelah kuasa BUD menerima nota         (3)PPKD selaku BUD melakukan verifikasi,evaluasi
   kredit , dilakukan dengan cara :                        dan analisis atas laporan pertanggung jawaban
     (a) disetor langsung kebank oleh pihak ketiga;        penerima sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
     (b) disetor melalui bank lain, badan, lembaga         dalam rangka rekonsiliasi penerimaan.
         keuangan, kantor pos oleh pihak ketiga; dan    (4)Penata usahaan dan pertanggung jawaban
     (c) disetor melalui bendahara penerimaan oleh         bendahara penerima diatur lebih lanjut dalam sistem
         pihak ketiga.                                     dan prosedur pengeluaran keuangan daerah.
(2)Bendahara penerimaan atau bendahara penerimaan       (5)Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem dan
   pembantu dilarang menyimpan uang,cek atau surat         prosedur pengelolaan keuangan daerah diatur
   berharga yang          penguasaannya lebih dari         dengan peraturan kepala daerah.
   1(satu)hari kerja dan/atau atas nama pribadi pada                          Pasal 131
   bank atau giro pos.                                  (1)Bendahara      penerimaan     pembantu       wajib
(3)Bendahara pengeluaran dilarang menyimpan                menyelenggarakan penata usahaan terhadap
   uang,cek,atau surat berharga yang dalam                 seluruh   penerimaan     dan   penyetoran     atas
   penguasanya lebih dari 1(satu)hari kerja dan/atau       penerimaan yang menjadi tanggungjawab juga
   atas nama pribadi pada bank atau giro pos.              dengan menggunakan surat ketetapan Pajak
(4) Benda berharga antara lain seperti karcis              Daerah (SKP-Daerah), surat ketetapan retribusi
    pungutan/retribusi sebagai tanda bukti pembayaran      (SKR), surat tanda setoran (STS), surat tanda bukti
    oleh pihak ketiga kepada bendahara penerima            pembayaran dan bukti penerimaan lainnya yang
    sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c             sah.
    diterbitkan dan disahkan oleh PPKD.

                      101                                                        102
(2)Bendahara penerimaan pembantu wajip menyetor             (4)ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
   seluruh uang yang diterimanya ke rekening kas               penyetoran dan pertanggungjawaban sebagaimana
   umum daerah 1(satu)hari kerja dihitung sejak uang           dimaksud pada ayat (2 )dan(3) diatur dengan
   kas tersebut diterima.                                      peraturan kepala daerah.
(3)Bendahara penerimaan pembantu pada SKPD wajib            (5) ketentuan lebih lanjut mengenai format yang terkait
   mempertanggung jawabkan bukti penerimaan dan                dengan penata usahaan penerimaan daerah diatur
   bukti penyetoran dari seluruh uang kas yang                 dengan peraturan kepala daerah.
   diterimanya serta wajib menyampaikan laporan                                    Pasal 133
   pertanggungjawaban         penerimaan      kepada
   bendahara penerimaan paling lambat tanggal 5             (1)Bendahara penerimaan yang berhalangan melebihi
   bulan berikutnya.                                           3(tiga)hari  sampai    selama-lamanya      1(satu)
                                                               bulan,wajib memberikan surat kuasa kepada pejabat
(4)Bendahara           penerimaan          melakukan           yang ditunjuk untuk melakukan penyetoran dan
   verifikasi,evaluasi dan analisis atas laporan               pelaksanaan tugas-tugas bendahara penerimaan
   pertanggung jawaban penerimaan sebagaimana                  atas tanggungjawab bendahara penerimaan yang
   dimaksud pada ayat (3).                                     bersangkutan dengan diketahui oleh kepala SKPD.
(5)Penatausahaan        dan       pertanggungjawaban        (2)Kepala daerah harus menunjuk pejabat bendahara
   bendahara penerimaan pembantu diatur lebih lanjut           penerimaan,apabila bendahara penerimaan yang
   dalam sistem dan prosedur pengelolaan keuangan              bersangkutan berhalangan melebihi 1 (satu) bulan
   daerah.                                                     sampai selama-lamanya 3(tiga)bulan.yang disertai
                       Pasal 132                               dengan berita acara serah terima;
(1)kepala      daerah     dapat    menunjuk bank            (3)Bendahara penerimaan yang berhalangan melebihi
   ,badan,lembaga keuangan atau kantor pos yang                3 (tiga)bulan maka kepala daerah menunjuk
   bertugas atau ditunjuk melaksanakan sebagian                penggantinya sebagai bendahara penerimaan.
   tugas dari fungsi bendahara penerimaan.                                  Bagian Keempat
(2)Bank ,badan lembaga atau kantor pos sebagaimana                Penatausahaan Bendahara Pengeluaran
   dimaksud pada ayat(1) menyetor seluruh uang yang
   diterima ke kas umum daerah paling lama                                        Pasal 134
   1(satu)hari kerja terhitung sejak uang kas tersebut di   (1)PPKD menerbitkan SPD yang dipersiapkan oleh
   terima                                                      kuasa              BUD               dengan
(3)Bank ,badan, lembaga keuangan atau kantor pos               mempertimbangkanpenjadwalan      pembayaran
   wajib mempertanggungjawabkan seluruh uang kas               pelaksanaan Program dan kegiatan yang dimuat
   yang diterimanya kepada kepala daerah melalui               dalam DPA-SKPD.
   BUD.                                                     (2)Penerbitan SPD sebagaimana dimaksud pada ayat
                                                               (1)dilakukan perbulan,per triwulan.atau persemester
                                                               sesuai dengan ketersediaan dana.
                        103                                                           104
(3)Pengeluaran kas atau beban APBD dilakukan atas     (7)Ketentuan lebih lanjut mengenai ketentuan batas
   dasar SPD atau dokumen lain yang dipersamakan         jumlah SPP-UP dan SPP-GU dan format dokumen
   dengan SPD.                                           SPD , SPP-UP, SPP-GU,danSPP-TU diatur dengan
                     Pasal 135                           peraturan kepala daerah.
(1)Bendahara pengeluaran mengajukan SPP kepada
   pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran                               Pasal 136
   dengan melampirkan daftar rincian rencana          (1)Bendahara pengeluaran penerbitan dan mengajukan
   penggunaan dana sampai dengan jenis belanja.          dokumen SPP-LS beserta kelengkapan lampiran
(2)Bendahara     pengeluaran    menerbitkan     dan      yang dibutuhkan melalui PPK-SKPD kepada
   mengajukan dokumen SPP-UP,kepada pengguna             pengguna anggran/kuasa pengguna anggaran untuk
   anggaran/kuasa pengguna anggran melalui PPK-          memperoleh persetujuan guna pembayaran gaji dan
   SKPD dalam rangka pengisian uang persediaan.          tunjangan serta penghasilan lainnya sesuai dengan
(3)Bendahara     pengeluaran    menerbitkan     dan      ketentuan perturan perundang-undangan.
   mengajukan dokumen SPP-GU,kepada pengguna          (2)PPTK menyiapkan dokumen SPP-LS pengadaan
   anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-         barang dan jasa beserta kelengkapan lampiran yang
   SKPD dalam rangka ganti uang persediaan.              membutuhkan,      untuk    disampaikan    kepada
(4)Bendahara pengeluaran menrbitkan danmengajukan        bendahara pengeluaran dalam rangka pengajuan
   dokumen          SPP-TU,kepada        pengguna        permintaan     pembayaran      guna    mendapat
   anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-         persetujuan pengguna anggaran/kuasa penggunaan
   SKPD dalam rangka ganti uang persediaan.              anggaran melalui PPK-SKPD.
(5)Batas jumlah pengajuan SPP-TU sebagaimana          (3)Dalam hal kelengkapan dokumen SPP-LS
   dimaksud pada ayat(4) harus mendapat persetujuan      pengadaan barang jasa yang diajukan dimaksud
   dari PPKD dengan memperhatikan rincian                pada ayat (1)tidak lengkap, bendahara pengeluaran
   kebutuhan dan waktu penggunaan ditetapkan dalam       pengembalian dokumennya kepada PPTK untuk
   peraturan kepala daerah.                              dilengkapi.
(6)dalam hal dana tambahan uang tidak habis           (4)PPLS belanja barang/jasa untuk kebutuhan SKPD
   digunakan dalam 1(satu) bulan maka sisa tambahan      yang bukan pembayaran langsung kepada pihak
   uang harus disetor ke rekening kas umum               ketiga dikelolaoleh bendahara pengeluaran.
   daerah,kecuali   kegiatan yang pelaksanaannya      (5)Permintaan pembayaran untuk suatu kegiatan dapat
   melebihi 1(satu) bulan dan kegiatan yang              malalui SPP-UP/GU/TU untuk pengeluaran lainnya
   mengalami penundaan dari jadwal yang ditetapkan       yang bukan pihak Ketiga.
   yang diakibatkan oleh peristiwa diluar kendali     (6)Permintaan pembayaran belanja bunga, subsidi,
   PA/KPA.                                               limbah, bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan
                                                         keuangan dan pembiayaan oleh bendahara

                       105                                                      106
  pengeluaran SKPKD dilakukan dengan menerbitkan       (4)Dalam hal uang persediaan tidak mencukupi
  SPP-LS yang diajukan kepada PPKD melalui PPK-           kebutuhan, pengguna anggaran/kuasa pengguna
  SKPKD.                                                  anggaran dapat mengajukan tambahan uang
                   Pasal 137                              penyediaan    kepada  kuasa   BUD    dengan
                                                          menerbitkan SPM-TU.
(1)Penatausahaan        pengeluaran      permintaan
   pembayaran yang diselenggarakan oleh Bendahara      (5)Pelaksanaan pembayaran melalui SPM-Up dan
   pengeluaran diatur lebih lanjut dengan peraturan       SPM –LS berpedoman pada ketentuan perundang-
   kepala daerah.                                         undangan.
(2)Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran                                Pasal 139
   melalui PPK-SKPD meneliti kelengkapan dokumen       (1)Apabila dana yang diperoleh melalui SPM-TU hanya
   SPP-UP, SPP-GU, SPP-TU, dan SPP-LS yang                akan membiayai kegiatan tertentu, bendahara
   diajukan oleh bendahara pengeluaran.                   mengajukan     SPP    Nihil  Kepada     pengguna
(3)Dalam hal dokumen SPP sebagaimana yang                 anggaran/kuasa pengguna anggaran melalui PPK-
   dimaksud pada ayat (2) dinyatakan tidak lengkap        SKPD, untuk selanjutnya disampaikan kepada
   dan/atau tidak sah, pengguna anggaran /kuasa           PPKD.
   pengguna       anggaran     melalui  PPK-SKPD       (2)Setiap   akhir  tahun    anggaran     bendahara
   menggembalikan SPP-UP, SPP-GU, SPP-TU,dan              pengeluaran mengajukan SPM Nihil kepada
   SPP-Ls kepada bendahara pengeluaran untuk              pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran
   dilengkapi kembali.                                    melalui PPK-SKPD, untuk selanjutkan disampaikan
                       Pasal 138                          kepada PPKD.
(1)Dalam hal dokumen SPP-UP dinyatakan lengkap         (3)Apalagi SPM Nihil lebih kecil dari SPM-UP dan
   dan sah, pengguna anggaran/kuasa pengguna              SPM-TU maka selisih uang tersebut harus
   anggaran mengajukan permintaan uang persediaan         dikembalikan ke rekening kas umum daerah.
   kepada BUD dengan menerbitkan SPM-UP.               (4)Dengan menerbitkan SPM Nihil, BUD tidak
(2)Dalam hal pengguna anggaran/kuasa pengguna             melakukan pembayaran dan SP2D yang diterbitkan
   anggaran berhalangan, bersangkutan menunjuk            dicap Nihil.
   pejabat    yang    diberi    wewenang       untuk                        Pasal 140
   menandatangani SPM.                                 (1)Penatausahaan       pengeluaran       pembayaran
(3)Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran              dilaksanakan oleh PPK-SPKD.
   mengajukan penggantian uang penyediaan yang         (2)Format SPM, surat penerbitan SPM, dan dokumen
   digunakan kepada kuasa BUD, dengan menerbitkan         penatausahaan pengeluaran pemerintah membayar
   SPM-GU yang dilampiri bukti asli penanggungjawab       diatur lebih lanjut dengan peraturan kepala daerah.
   atas penggunaan uang penyediaan selanjutnya.
                                                       (3)Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran
                                                          dilarang menerbitkan SPM yang membebani
                        107                                                      108
  anggaran    setelah     tahun     anggaran   berkenan                        Pasal 142
  berakhir.                                               Ketentuan    lebih   lanjut mengenai  tata cara
                        Pasal 141                         penatausahaan bedahara pengeluaran diatur dengan
(1)Kuasa BUD menerbitkan SP2D atas SPM yang               peraturan kepala daerah.
   diterima dari pengguna anggaran/kuasa pengguna                            Bagian Kelima
   anggaran yang itujukan kepada bank operasional                Pertanggungjawaban Penggunaan Dana
   mitra kerjanya.                                                             Pasal 143
(2)Kuasa BUD meneliti kelengkapan dokumen SPM             (1)Bendahara pengeluaran secara administratif wajib
   yang diajukan pengguna anggaran/kuasa pengguna            mempertanggungjawabkan        pengguna       uang
   anggaran agar pengeluaran yang diajukan tidak             persediaan/ganti uang persediaan/ tanbahan uang
   melampaui pagu an memenuhi persyaratan dan                persediaan kepada kepala SKPD melalui PPK-
   dokumen yang ditetapkan dalam peraturan                   SKPD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
   perundang-undangan.
                                                          (2)Dalam    mempertanggungjawabkan      pengelolaan
(3)Kuasa    BUD     berhak    menolak    permintaan          uang      persediaan,      dokumen        laporan
   pembayaran    yang diajukan      pengguna/kuasa           pertanggungjawaban        yang       disampaikan
   pengguna anggaran bilamana :                              sebagaimana pada ayat (1) mencakup :
   a. Pengeluaran tersebut melampaui pagu; dan/atau         a. buku kas umum ;
  b. Tidak didukung oleh kelengkapan dokumen                b. ringkasan pengeluaran perincian objek yang
  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-                 disertai dengan bukti-bukti pengeluaran yang sah
  undangan.                                                    atas pengeluaran dari setiap rincian objek yang
(4)Dalam hal kusa BUD berhalangan yang                         tercantum     dalam     ringkasan    pengeluaran
   bersangkutan dapat menunjuk pejabat yang diberi             perincian objek dimaksud ;
   wewnang untuk menendatangani SP2D.                        c. bukti atas penyetoran PPN/PPh ke kas negara
(5)Kuasa BUD menyerahkan SP2D yang diterbitkan                  ;dan
   untuk pengeluaran uang persediaan/ganti uang             d. register penutupan kas
   persediaan/tambahan uang persediaan kepada
   pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.             (3)Dalam     hal    laporan   pertanggungjawaban
                                                             sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah sesuai,
(6)Kuasa BUD menyerahkan SP2D yang diterbitkan               pengguna anggaran menerbitkan surat pengesahan
   untuk keperluan pembayaran langsung kepada                laporan pertanggungjawaban, untuk disampaikan
   pihak ketiga.                                             kepada PPKD selaku BUD.
(7)Format SP2D, surat penolakan penerbitan SP2D,          (4) Untuk tertib laporan pertanggungjawaban pada akhir
   dan dokuman penatausahaan SP2D diatur dengan               tahun anggaran, pertanggungjawaban pengeluaran
   peraturan kepala daerah.

                         109                                                      110
   dana bulan Desember disampaikan paling lambat 31       (4) Format berita acara pemeriksaan kas dan register
   Desember.                                                  penutupan kas diatur lebih lanjut dengan perturan
(5)Format dokumen penatausahaan serta dokumen                 kepala daerah.
   laporan pertanggungjawaban pengeluaran diatur
   lebih lanjut dengan peraturan kepala daerah                               BAB XI
   berpedoman pada ketentuan peraturan menteri                      AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH
   tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.
                                                                              Bagian Pertama
                    Pasal 144                                                Sistem Akuntansi
(1)Bendahara     pengeluaran    pembantu      wajib                             Pasal 146
   menyelenggarakan     penatausahaan    terhadap
   seluruh pengeluaran yang menjadi tanggung              (1)Kepala daerah membentuk dan menetapkan sistem
   jawabnya     dan      menyampaikan      laporan           akuntansi pemerintahan daerah berdasarkan
   pertanggungjawaban      pengeluaran     kepada            peraturan daerah ini dan peraturan pemerintah
   bendahara pengeluaran paling lambat 5 bulan               tentang standar akuntansi pemerintahan .
   berikutnya.                                            (2)sistem akuntansi pemerintahan daerah dilaksanakan
(2)Dokumen penatausahaan dan dokumen laporan                 oleh PPKD, dan sistem akuntansi SKPD
   pertanggungjawaban   bendahara    pengeluaran             dilaksanakan oleh PPK-SKPD.
   pembantu diatur lebih lanjut dengan peraturan          (3)PPK-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
   kepala daerah.                                            mengkoordinasikan pelaksanaan sistem dan
                    Pasal 145                                prosedur penatausahaan bendahara penerimaan
                                                             dan bendahara pengeluaran.
(1)Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran
   melakukan pemeriksaan kas yang dikelolah oleh          (4)Sistem akuntansi pemerintah daerah paling sedikit
   bendahara       pemerimaan  dan    bendahara              meliputi :
   pengeluaran sekuarang-kurangnya 1 (satu) kali            a. prosedur akuntansi penerimaan kas
   dalam 3 (tiga) bulan.                                    b. prosedur akuntansi pengeluaran kas
(2)Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran            c. prosedur akuntansi aset
   melakukan pemeriksaan kas yang dikelola
   bendahara pemerimaan pembantu dan bendahara               d. prosedur akuntansi hutang
   pengeluaran pembantu sekuarang-kurangnya 1                e. prosedur akuntansi piutang
   (satu) kali dalm 3 (tiga) bulan.                          f. Prosedur akuntansi Persediaan
(3)Pemeriksaan kas sebagaimana dimaksud paa ayat            g. prosedur akuntansi selain kas
   (1) dan ayat (2) dituangkan dalam berita acara
                                                        (5) Sistem akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat
   pemeriksaan kas disertai dengan register penutupan
                                                            (1) disusun berdasarkan prinsip pengendalian intern
   kas.

                      111                                                       112
    sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah          (12) semua transaksi dan/atau kejadian keuangan yang
    yang mengatur tentang pengendalian internal.               berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan
(6) Sisitim akuntansi pemerintah daerah meliputi               didaerah dicatat sesuai dengan kronologis kejadian
    serangkaian prosedur proses pengumpulan data               pada buku jurnal berdasarkan bukti transaksi yang
    ,pencatatan,pengikhtisaran,  sampai        dengan          sah dan selanjutnya secara priodik diposting
    pelaporan keuangan dalam rangka pertanggung                kedalam buku besar sesuai dengan rekening
    jawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan              berkenan.
    secara manual dan/atau menggunakan aplikasi           (13) Buku besar sebagaimana dimaksud ayat (12) ditutup
    compuer.                                                   pada setiap akhir priode sesuai dengan kebutuhan.
(7) Proses   sebagaimana      dimaksud   ayat   (6)       (14) Saldo akhir pada setiap akhir priode dimutasi
    didokumentasikan dalam bentuk buku jurnal dan              menjadi saldo awal periode berikutnya.
    buku besar ,jika diperlukan ditambahkan dengan        (15) apabila dibutuhkan Buku besar dapat dilengkapi
    buku besar pembantu.                                       dengan buku besar pembantu sebagai alat uji silang
(8) Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan                dan kelengkapan informasi rekening tertentu yang
    APBD sebagaimana dimaksud ayat (6) PPKD                    berisi rincian akun yang telah dicatat dalam buku
    menyusun laporan keuangan yang meliputi laporan            besar.
    realisasi anggaran, Neraca, Laporan arus kas dan      (16) Ketentuan lebih lanjut mengenai sistim akuntansi
    catatan atas laporan keuangan sedangkan PPK-               pemerintah daerah dan format serta kode rekening
    SKPD menyusun laporan keuangan yang meliputi               untuk menyusun neraca dan untuk menyusun
    laporan realisasi anggaran, Neraca dan catatan atas        laporan realisasi anggaran diatur dengan peraturan
    laporan keuangan.                                          kepala daerah.
(9)   PPK-SKPD sebagaimana dimaksud ayat (8)                                      Bagian Kedua
      mengkoordinasikan   pelaksanaan sistim  dan                             Kebijakan Akuntansi
      prosedur penatausahaan bendahara penerimaan
      dan bendahara pengeluaran.                                                  Pasal 147
(10) Kode rekening untuk menyusun Neraca terdiri dari       (1)Kepala Daerah menetapkan peraturan kepala
     kode akun asset, kode akun kewajiban dan kode             daerah tentang kebijakan akuntansi pemerintah
     akun ekuitas dana dan disusun memperhatikan               daerah serta kebijakan harga perolehan dan
     kepentingan       laporan    statistic  keuangan          kapitalisasi aset, dengan berpedoman pada standar
     daerah/pemerintah                                         akuntansi pemerintahan.
(11) Kode rekening untuk menyusun laporan realisasi         (2)Kebijakan akuntansi sebagaimana dimaksud pada
     anggaran terdiri dari kode akun pendapatan , kode         ayat (1) merupakan dasar pengakuan, pengukuran
     akun belanja dank ode akun pembiayaan        yang         dan pelaporan atas aset, kewajiban, ekuitas,
     disusun memperhatikan kepentingan laporan                 pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta laporan
     statistic keuangan daerah/pemerintah.                     keuangan.

                          113                                                       114
(3)Ikhtisar Kebijakan akuntansi dimuat dalam catatan     (9)Penggunaan metode penyusutan serta Penetapan
   atas laporan keuangan tahun anggaran berkenan.           Umur Ekonomis aset tetap dimuat dalam kebijakan
(4)Prosedur    Akuntansi    pengeluaran    kas  dan         akuntansi pemerintah daerah berpedoman pada
   penerimaan kas pada SKPD dan BLUD meliputi               peraturan perundang-undangan.
   proses mulai dari pencatatan, pengikhtisaran,         (10)Ketentuan lebih lanjut mengenai kebijakan
   sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan           akuntansi, kebijakan perolehan dan kapitalisasi
   dengan penerimaan kas dan pengeluaran kas,                asset serta sistem akuntansi pemerintah daerah dan
   dalam rangka pertanggung jawaban pelaksanaan              prosedur akuntansi pada SKPD diatur dengan
   APBD yang dapat dilakukan secara manual                   peraturan kepala daerah.
   dan/atau menguggunakan aplikasi computer.                                   Pasal 148
(5)Prosedur akuntansi Aset pada SKPD meliputi            (1)Pemerintah daerah sebagai entitas pelaporan
   pencatatan dan pelaporan akuntansi atas perolehan        menyusun laporan keuangan pemerintah daerah.
   ,pemeliharaan, rehabilitasi,perubahan klasifikasi,
   dan penyusunan terhadap asset tetap yang              (2)Kepala SKPD sebagai entitas akuntansi menyusun
   dikuasai/digunakan SKPD.                                 laporan keuangan SKPD yang disampaikan kepada
                                                            PPKD untuk digabung menjadi laporan keuangan
(6)Prosedur akuntansi selain kas pada SKPD meliputi         pemerintah daerah.
   serangkaian        proses          mulai       dari
   pencatatan,pengikhtisaran,      sampai      dengan    (3)Kepala BLUD sebagai entitas akuntansi menyusun
   pelaporan keuangan yang berkaitan dengan semua           laporan keuangan BLUD yang disampaikan kepada
   transaksi atau kejadian selain kas yang dapat            PPKD untuk digabung ke dalam laporan keuangan
   dilakukan secara manual dan/atau menggunakan             pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada
   aplikasi computer.                                       ayat (1).
(7)Pemeliharaan asset tetap sebagaimana dimaksud         (4) Kepala BLUD sebagai entitas pelaporan menyusun
   ayat(5) yang bersifat rutin dan berkala tidak            laporan keuangan BLUD yang disampaikan kepada
   dikapitalisasi kecuali rehabilitasi yang bersifat        kepala daerah dan wajib diaudit oleh pemeriksa
   sedang dan berat yang sifatnya menambah volume           ekstren sesuai dengan peraturan perundang-
   atau kapasitas, meningkatkan fungsi,efesiensi            undangan.
   dan/atau menambah masa manfaat.                       (5)Pedoman pengelolaan keuangan BLUD diatur lebih
(8)sehubungan dengan penurunan kapasitas dan                lanjut dengan peraturan kepala daerah.
   manfaat dari suatu asset tetap,setiap asset tetap
   kecuali tanah dan konstruksi dalam pengerjaan
   dilakukan penyusutan yang sistimatis sesuai dengan
   masa manfaatnya dengan menggunakan metode
   penyusutan.


                          115                                                      116
                BAB XII                                    sebagaimana dimaksud pada ayat (4) paling lambat
     PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN                        minggu kedua bulan juli tahun anggaran berkenaan
                  APBD                                     dan disampaikan kepada sekretaris daerah selaku
                  Bagian Pertama                           koordinator pengelolaan keuangan daerah
                                                           selanjutnya disampaikan kepada kepala daerah
          Penyampaian Laporan Realisasi                    untuk ditetapkan.
      Semester Pertama APBD kepada DPRD                  (6)Laporan realisasi semester pertama APBD dan
                     Pasal 149                              prognosis untuk 6(enam) bulan berikutnya
(1)Kepala SKPD menyusun laporan realisasi semester          sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan
   pertama anggaran pendapatan dan belanja SKPD             kepala daerah kepada DPRD paling lambat akhir
   sebagai hasil pelaksanaan anggaran yang menyadi          bulan juli tahun anggaran berkenan untuk dibahas
   tanggungjawabanya.                                       bersama.
(2)Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)            (7)Format laporan realisasi semester pertama APBD -
   disertai dengan prognosis untuk 6 (enam) bulan           SKPD dan realisasi pertama APBD serta prognosis
   berikutnya.                                              untuk 6 (enam) bulan berikutnya diatur dengan
                                                            peraturan kepala daerah
(3)Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
   disiapkan oleh PPK-SKPD dan disampaikan kepada        (8)Agenda dan Tata cara pembahasan bersama
   pejabat pengguna anggaran ditetapkan sebagai             sebagaimana dimaksud ayat (1) ditentukan oleh
   laporan realisasi semester pertama anggaran              DPRD berpedoman pada tatib DPRD.
   pendapatan dan belanja SKPD serta prognosis
   untuk 6 (enam ) bulan berikutnya paling lama 7                           Bagian Kedua
   (tujuh) hari kerja setelah semester pertama tahun
   anggaran berkenaan berakhir.                                     Laporan Keuangan Tahunan
(4)Pejabat pengguna anggaran menyampaikan laporan                           Pasal 150
   realisasi semester pertama anggaran pendapatan        (1)PPK-SPKD menyiapkan laporan keuangan SKPD
   dan belanja SKPD serta prognosis untuk 6(enam)           tahun anggaran berkenan dan disampaikan kepada
   bulan berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat          kepala SKPD untuk ditetapkan sebagai laporan
   (3) kepala PPKD sebagai dasar penyusunan laporan         pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran SKPD.
   realisasi semester pertama APBD paling lambat 10      (2)Kepala   SKPD     selaku pengguna anggaran
   (sepuluh) hari kerja setelah semester pertama tahun      menyelenggarakan     akuntansi atas  transaksi
   anggaran berkenaan berakhir.                             keuangan, aset, utang, dan ekuitas dana, yang
(5)PPKD menyusun laporan realisasi semester                 berada dalam tanggungjawabnya.
   pertama APBD dengan cara menggabungkan                (3)Penyelenggaraan akuntansi sebagaimana dimaksud
   seluruh laporan realisasi semester pertama               pada         ayat         (1)         merupakan
   anggaran pendapatan dan belanja SKPD                     pencatatan/penatausahaan atas transaksi keuangan
                        117                                                     118
  di lingkungan SKPD dan menyiapkan laporan            (4)Laporan keuangan sebagimana dimaksud pada ayat
  keuangan sehubungan dengan pelaksanaan                  (2) dilampiri dengan laporan ikhtisar realisasi kinerja
  anggaran dan barang yang dikelolanya.                   dan laporan keuangan badan milik uasaha
(4)Laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada             daerah/perusahaan daerah.
   ayat (1) terdiri dari laporan realisasi anggaran,   (5)Laporan keuangan pemerintah daerah sebagaimana
   neraca, dan catatan atas laporan keuangan yang         dimaksud pada ayat (2) disusun berdasarkan
   disampaikan kepada kepala daerah melalui PPKD          Laporan Keuangan SKPD .
   selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah tahun      (6)Laporan keuangan pemerintah daerah sebagaimana
   anggaran berakhir.                                     dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada kepala
(5)Laporan keuangan SKPD dilampiri surat pernyataan       daerah ,melalui sekretaris daerah selaku koordinator
   kepala SKPD bahwa pengelolaan APBD yang                pengelolaan keuangan daerah dalam rangka
   menjadi tanggungjawabnya telah diselenggarakan         memenuhi      pertanggungjawaban       pelaksanaan
   berdasarkan sistem pengendalian intern yang            APBD.
   memadai, sesuai dengan ketentuan peraturan          (7)Format laporan realisasi anggaran, neraca, laporan
   perundang-undangan.                                    arus kas, catatan atas laporan keuangan dan surat
(6)Format surat pernyataan sebagaimana dimaksud           pernyataan kepala daerah diatur lebih lanjut dengan
   pada ayat (5) diatur debgan peraturan kepala           peraturan kepala daerah.
   daerah.                                                                   Pasal 152
                     Pasal 151                         (1)Laporan       keuangan       pelaksanaan      APBD
(1)PPKD menyelenggarakan akuntansi atas transaksi         sebagaimana dimaksud dalam pasal 113 ayat (2)
   keuangan, aset, ,persediaan,utang,piutang dan          disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 3
   ekuitas dana, termasuk transaksi pembiayaan dan        (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
   perhitungannya.                                     (2)Pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK
(2)PPKD menyusun laporan keuangan pemerintah              sebagaimana dimaksud pada ayat (1)disesuaikan
   daerah terdiri dari :                                  selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah
   a. laporan realisasi anggaran ;                        menerima laporan keuangan dari pemerintah
   b. neraca ;                                            daerah.
   c. laporan arus kas ;dan                            (3)Kepala daerah memberi tanggapan dan melakukan
   d. catatan atas laporan keuangan                       penyesuaian      terhadap    laporan    keuangan
(3)Laporan keuangan sebaagaimana dimaksud pada            pemerintah daerah berdasarkan hasil pemeriksaan
   ayat (2) disusun dan disajikan sesuai dengan           BPK.
   peraturan pemerintah tentang standar akuntansi      (4)Apabila sampai batas waktu sebagaimana yang
   pemerintahan.                                          dimaksud ayat (2) BPK belum menyampaikan
                                                          laporan    hasil     pemeriksaan,kepala   daerah

                      119                                                      120
  menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang           terhitung sejak rancangan peraturan daerah
  pertanggungjawaban APBD kepada DPRD.                      diterima.
                                                         (5)Laporan keuangan pemerintah daerah yang telah
                   Bagian Ketiga                            diaudit oleh BPK dan telah diundangkan dalam
                                                            lembaran daerah wajib dipublikasikan untuk
Penyampaian,Pembahasan dan Penetapan Raperda                masyarakat.
     Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD
                                                         (6)Format rancangan peraturan daerah tentang
                     Pasal 153                              pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan format
(1)Kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan           rancangan peraturan kepala daerah tentang
   daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan            penjabaran    pertanggungjawaban      pelaksanaan
   APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan                 APBD sarta lampirannya di atur lebih lanjut dengan
   yang telah diperiksa oleh badan Pemeriksa                peraturan kepala daerah.
   Keuangan (BPK) paling lambat 6 (enam) bulan           (7Jadwal pertanggungjawaban pelaksanaan APBD
   setelah tahun anggaran berakhir.                         mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan
(2)Rancangan        peraturan       daerah     tentang
   pertanggungjawaban sebagaimana yang dimaksud
   ayat (1) memuat Laporan Keuangan yang meliputi                          Bagian Keempat
   Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, laporan arus        Evaluasi Rancangan Peraturan Kepala Daerah
   kas, catatan atas laporan keuangan serta dilampiri                        Tentang
   dengan laporan kinerja yang telah diperiksa oleh         Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan
   BPK dan laporan ikhtisar laporan keuangan
   perusahaan daerah/BUMD, dirinci dalam rancangan                    Peraturan Kepala daerah
   peraturan kepala daerah tentang penjabaran                                 Tentang
   pertanggung jawaban pelaksanaan APBD yang               Penjabaran Pertanggungjawaban pelaksanaan
   dilengkapi dengan lampirannya yang terdiri dari                            APBD
   ringkasan    laporan    realisasi   anggaran    dan
   penjabaran laporan realisasi anggaran.                                     Pasal 154

(3)Agenda dan tata cara pembahasan rancangan             (1)Rancangan       peraturan    daerah      tentang
   peraturan daerah tentang pertanggungjawaban              pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang telah
   pelaksanaan APBD sebagaimana yang dimaksud               disetujui bersama DPRD dan rancangan peraturan
   pada ayat (1) ditentukan oleh DPRD.                      Kepala daerah tentang penjabaran pelaksanaan
                                                            pertanggungjawaban APBD sebelum ditetapkan
(4)Persetujuan bersama terhadap rancangan peraturan         oleh kepala daerah paling lama 3 (tiga)hari kerja
   daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan            disampaikan kepada gubernur untuk dievakuasi.
   APBD oleh DPRD paling lama 1(satu) bulan


                       121                                                     122
(2)Tujuan penyampaian rancangan peraturan daerah               (2)Kepala daerah menyampaikan LPPD kepada
   tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD                    Menteri Dalam negeri melalui gubernur paling
   dan rancangan peraturan kepala daerah tentang                  lambat 3 (tiga)bulan setelah tahun anggaran
   penjabaran      pertanggungjawaban        pelaksanaan          berakhir.
   APBD untuk dievaluasi kesesuaiannya dengan                  (3)LPPD akhir masa jabatan kepala daerah
   kepentingan umum dan peraturan perundang-                      disampaikan kepada pemerintah paling lambat 30
   undangan yang lebih tinggi.                                    (tiga puluh) hari setelah pemberitahuan DPRD
(3)Dalam hal evaluasi oleh gubernur               terhadap        perihal berakhirnya masa jabatan kepala daerah
   rancangan        peraturan       daerah          tentang       telah.
   pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan                     (4)LPPD disampaikan oleh pejabat pengganti atau
   rancangan peraturan kepala daerah tentang                      tugas kepala daerah kepala daerah apabila kepala
   pertanggunajawaban pelaksanaan APBD dianggap                   daerah berhenti sebelum akhir tahun anggaran.
   tidak sesuai dengan kepentingan umum dan
   ketentuan      perundang-undangan        yang       lebih                         Pasal 156
   tinggi,maka      kepala daerah bersama DPRD                 (1)LPPD disusun berdasarkan prinsip tranparansi dan
   melakukan penyempurnaan paling lama 7 (tujuh)hari              akuntabiliasi.
   kerja terhitung sejak diterima hasil evaluasi.              (2)Ruang lingkup, muatan, materi, dan format LPPD
(4)Dalam hal evaluasi oleh gubernur terhadap                      disesuaikan    dengan     ketentuan    peraturan
   rancangan        peraturan     daerah      tentang             perundang-undangan.
   pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dan                                          Pasal 157
   rancangan peraturan kepala daerah tentang
   penjabaran      pertanggungjawaban    pelaksanaan           (1)Kepala daerah wajib memberikan informasi LPPD
   APBD telah sesuai dengan kepentingan umum dan                  berupa ringkasan LPPD kepada masyarakat melalui
   ketentuan peraturan perundang-undangan yang                    media cetak dan/atau media elektronik.
   lebih tinggi, kepala daerah menetapkannya menjadi           (2)Imformasi LPPD kepada masyarakat disampaikan
   peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.                  bersama dengan menyampaikan LPPD kepada
                        BAB XIII                                  pemerintah.
EVALUASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN                          (3)Masyarakat dapat memberi tanggapan atas
                 DAERAH                                           informasi LPPD sebagai bahan masukan perbaikan
              Bagian Pertama                                      penyelenggaraan pemerintahan.
 Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah                   (4)Tata cara penyampaian informasi dan tanggapan
                                                                  atau   saran  dari masyarakat      atas   LPPD
                        Pasal 155                                 sebagaimana dimaksud ayat (1) dan (3)
(1)Ruang lingkup LPPD mencangkup penyelenggaaan                   berpedoman    kepada    kententuan     peraturan
   urusan desentralisasi, tugas pembantuan dan tugas              perundang undang.
   umum pemerintahan.
                           123                                                         124
(5)Pemertah daerah dapat membangun sistem               (3)Dalam hal menyampaikan LKPJ akhir masa jabatan
   informasi LPPD sebagai sub sistem dari sistem           waktunya bersamaan dengan LKPJ akhir tahun
   informasi yang dibagun oleh pemerintah dengan           anggaran atau berjarak 1 (satu) bulan, penyampaian
   berpedoman kepada petunjuk teknis yang                  LKPJ akhir tahun anggaran disampaikan bersama
   diterbtrkan oleh pemerintah.                            dengan LKPJ akhir masa jabatan.
(6)Penyusunan dan penyampaian LPPD dilakukan            (4)Pejabat pengganti atau pelaksana tugas kepala
   secara konvensional bila pemerintah daerah belum        daerah menyampaikan LKPJ kepada DPRD apabila
   dapat membangun sub sistem informasi LPPD.              kepala daerah berhenti atau diberhentikan sebelum
                 Bagian Kedua                              masa jabatannya berakhir.
      Laporan Keterangan Pertanggungjawaban                                   Pasal 160
                   Kepala Daerah                        (1)LKPJ dibahas oleh DPRD secara internal sesuai
                     Pasal 158                             dengan tata tertib DPRD dan Hasil pembahasan
(1)Ruang lingkup LKPJ mencangkup penyelenggaraan           terhadap LKPJ oleh DPRD ditetapkan sebagai
   urusan administrasi, tugas pembantuan, dan tugas        keputusan DPRD.
   umum pemerintah.                                     (2)DPRD       menyampaikan        keputusan      DPRD
(2)LKPJ terdiri atas LKPJ akhir tahun anggaran dengan      sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada
   LKPJ akhir masa jabatan.                                kepala daerah dalam rapat paripurna yang bersifat
                                                           istimewa, paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah
(3)LKPJ disusun berdasarkan RKPD dengan                    LKPJ diterima DPRD sebagai rekomendasi untuk
   berpedoman kepada RPJMD.                                perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah
(4)Ruang lingkup, muatan, materi, dan format LKPJ          ke depan dan tembusannya disampaikan kepada
   disesuaikan    dengan     ketentuan   peraturan         BPK.
   perundang-undangan.                                  (3) Apabila LKPJ yang disampaikan kepada DPRD
                     Pasal 159                              sebagaimana dimaksud pada pasal 141 ayat (1) dan
(1)Kepala daerah menyampaikan LKPJ akhir tahun              (2), tidak ditanggapi DPRD dalam jangka waktu 30
   anggaran kepada DPRD, paling lambat 3 (tiga)             (tiga puluh) hari setelah LKPJ diterima, maka
   bulan setelah tahun anggaran berakhir.                   dianggap       tidak   ada  rekomendasi    untuk
                                                            penyempurnaan.
(2)Kepala daerah menyampaikan LKPJ akhir masa
   jabatan kapada DPRD, paling lambat 30 (tiga puluh)   (4) Kepala daerah atau Pejabat pengganti atau
   hari setelah pemberitahuan DPRD perihal berakhir         pelaksana tugas kepala daerah wajib menindak
   masa jabatan kepala daerah yang bersangkutan             lanjuti serta menyampaikan hasil atas rekomendasi
   sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-             perbaikan sebagaimana dimaksud ayat (2)
   undangan.                                                selambat-lambatnya 60 (enam ) puluh hari kepada
                                                            DPRD tembusan kepada BPK.
                                                        .
                      125                                                      126
                                                                                5
                      BAB XIV                                                 Pasal 163
         PEMBINAAN DAN PENGAWASAN                        DPRD melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
      PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH                        peraturan daerah tentang APBD.
                Pasal 161                                                   Bagian Kedua
Pemerintah melakukan pembinaan dan pengawasan                           Pengendalian Intern
pengelolaan keuangan daerah kepada pemerintah                                 Pasal 164
daerah yang dikoordinasikan oleh Menteri Dalam           (1)Dalam rangka meningkatkan kinerja, trasparansi,
Negeri.                                                     dan akuntabilisasi pengelolaan keuangan daerah,
                      Pasl 162                              kepala daerah mengatur dan menyelenggarakan
(1)Pembinaan sebagaimana yang dimaksud dalam                sistem    pengendalian      intern   dilingkungan
   pasal 162 maliputi pemberian pedoman, bimbingan,         pemerintahan daerah yang dipimpinnya.
   supervisi, konsultasi, pendidikan, pelatihan, serta   (2)Pengaturan     dan    penyelenggaraan   sistem
   penelitian dan pengembangan.                             pengendalian intern sebagaimana yang dimaksud
(2)Pemberian pedoman sebagaimana yang dimaksud              pada ayat (1) berpedoman pada ketentuan
   pada ayat (1) mencangkup pelaksanaan dan                 peraturan perundang-undangan.
   penyusunan APBD, pelaksanaan penatausahaan ,
   pertanggunajawaban       keuangan    daerah,                            Bagian Ketiga
   pemantauan dan evaluasi, serta kelembagaan
   pengelolaan keuangan daerah.                                         Pemeriksaan Ekstern
(3)Pemberian    bimbingan,  supervisi, konsultasi                             Pasal 165
   sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1)               Pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban
   mencangkup perencanaan ,pelaksanaan dan               Keuangan daerah dilakukan oleh BPK sesuai dengan
   penyusunan APBD,penatausahaan/akuntansi serta         ketentuan peraturan perundang-undangan.
   pertanggung jawaban keuangan daerah yang
   dilaksanakan secara berkala dan/atau sewaktu-
   waktu, baik secara menyeluruh kepada seluruh                                BAB XV
   daerah maupun kepala daerah tertentu sesuai                  PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH
   dengan kebutuhan.                                                      Pasal 166
(4)Pendidikan dan pelatihan sebagaimana yang             (1)Setiap kerugian daerah yang disebabkan oleh
   dimaksud pada ayat (1)dilaksanakan secara berkala        tindakan melanggar hukum atau kelalaian
   bagi kepala daerah atau wakil kepala daerah,             seseorang harus segera diselesaikan sesuai
   Pimpinan dan Anggota DPRD, perangkat daerah,             ketentuan peraturan perundang-undangan.
   dan pegawai negeri sipil daerah serta kepada
                                                         (2)Bendahara, pegawai negeri sipil bukan bendahara,
   Bendahara.
                                                            atau pejabat lain yang karena perbuatannya
                        127                                                    128
  melanggar hukum atau melalaikan kewajiban yang           pengampu/yang       memperoleh     hak/ahli    waris,
  dibebankan kepadanya secara langsung merugikan           terbatas pada kekayaan yang yang dikekolola atau
  keuangan daerah, wajib mengganti kerugian                diperolehnya, yang berasal dari bendahara, pegawai
  tersebut.                                                negeri sipil bukan bendahara, atau pejabat lain yang
(3)Kepala SKPD dapat segera melakukan tuntutan             bersangkutan.
   ganti rugi, setelah mengetahui bahwa dalam SKPD       (2)Tanggung jawab pengampu/yang memperoleh
   yang bersangkutan terjadi kerugian akibat perbuatan      hak/ahli waris antuk membayar ganti rugi kerugian
   pihak manapun.                                           daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
                     Pasal 167                              menjadi hapus/hangus apabila dalam waktu 3 (tiga)
                                                            tahun    sejak    keputusan     pengadilan   yang
(1)Kerugian daerah wajib dilaporkan oleh atasan             menetapkan pengampuan kepada bendahara,
   langsung atau kepala SKPD kepada kepala daerah           pegawai negeri sipil bukan bendahara, atau pejabat
   dan diberitahukan kepada BPK selambat-lambatnya          lain bersangkutan, diketahui melarikan diri atau
   7 (tujuh) hari kerja setelah kerugian daerah itu         meninggal     dunia,pengampu/yang     memperoleh
   diketahui.                                               hak/ahli waris tidak diberitahu oleh pejabat yang
(2)Segera setelah kerugian daerah tersebut diketahui ,      berwenang mengenai adanya kerugian daerah.
   kepada bendahara, pegawai negeri sipil bukan                                Pasal 169
   bendahara, atau pejabat lain yang nyata-nyata
   melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya          (1)Ketentuan       penyelesaian       kerugiandaerah
   sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 166 ayat           sebagaimana diatur dalam peraturan daerah ini
   (2)segera      dimintakan    surat     pernyataan        berlaku pula untuk uang dan/atau barang milik
   kesanggupan dan/atau pengakuan bahwa kerugian            daerah,yang     berada      dalam      penguasaan
   tersebut terjadi tanggung jawabnya dan bersedia          bendahara,pegawai       negeri     sipil    bukan
   mengganti kerugian daerah tersebut.                      bendahara,atau pejabat lain yang digunakan dalam
                                                            penyelenggaraan tugas pemerintahan.
(3)Jika surat keterangan tanggung jawab mutlak tidak
   mungkin diperoleh atau tidak dapat menjamin           (2)Ketentuan penyelesaian kerugian daerah dalam
   pengembalian kerugian daerah, kepala daerah              peraturan daerah ini berlaku pula untuk pengelola
   segera mengeluarkan surat keputusan pembebanan           perusahaan daerah dan badan-badan lain yang
   penggantian kerugian sementara kepada yang               menyelenggarakan       pengelolaan       keuangan
   bersangkutan .                                           daerah,sepanjang tidak diatur dalam ketentuan
                                                            peraturan perundang-undangan tesendiri.
                      Pasal 168
(1)Dalam hal bendahara, pegawai negeri sipil bukan
  bendahara, atau pejabat lain yang dikenai tuntutan                          Pasal 170
  gantirugi daerah berada dalam pengampunan,             (1)Bendahara,pegawai      negeri    sipil     bukan
  melarikan diri, atau meninggal dunia, penutupan dan       bendahara,dan pejabat lain yang telah ditetapkan
  penagihan        terhadapnya     beralih     kepada       untuk mengganti kerugian daerah dapat dikenai
                        129                                                      130
   sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai                     BAB XVI
   ketentuan yang berlaku.                                  PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN
(1)Putusan pidana atas kerugian daerah terhadap                        UMUM DAERAH
   bendahara,pegawai negeri sipil bukan bendahara                              Pasal 175
   dan pejabat lain tidak membebaskan yang                (1)Kepala daerah dapat membentuk dan menetapkan
   bersangkutan dari tuntutan ganti rugi atau                SKPD atau unit kerja pada SKPD yang tugas pokok
   kewajibannya.                                             dan    fungsinya   bersifat   operasional   dalam
                       Pasal 171                             menyelenggarakan pelayanan umum dan mengelola
Kewajiban bendahara,pegawai negeri sipil bukan               dana khusus dalam rangka meningkatkan
bendahara,atau pejabat lain yang membayar ganti rugi,        pelayanan      kepada       masyarakat,memajukan
menjadi kadaluarsa jika dalam waktu 5 (lima) tahun           kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan
sejak diketahuinya kerugian tersebut atau dalam waktu        bangsa yang diprioritaskan pada antara lain ;
8 (delapan) tahun sejak terjadinya kerugian tidak            Penyelenggaraan        Pendidikan,      pelayanan
dilakukan penuntutan ganti rugi terhadap yang                kesehatan, pelayanan kebersihan, pengelolaan
bersangkutan.                                                limbah, pengelolaan pasar, pengelolaan terminal,
                                                             pengelolaan bandara, pengelolaan objek wisata
                                                             daerah,penyiaran public,penyediaan jasa penelitian,
                      Pasal 172                              lab dan pengujian,pengelola dana bergulir Koperasi
(1) Pengenaan ganti kerugian daerah terhadap                 dan UKM, dana perumahan, rumah susun
    bendahara ditetapkan oleh BPK.                           sederhana sewa berdasarkan peraturan perundang-
                                                             undangan.
(2) Apabila dalam pemeriksaan kerugian daerah yang
    ditemukan unsur pidana, BPK menindaklanjutinya
    sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-          (2) Pelayanan umum dan dana khusus sebagaimana
    undangan.                                                 dimaksud pada ayat (1) berhubungan dengan :
                      Pasal 173                             a. menyediakan barang dan/atau jasa layanan
Pengenaan ganti kerugian daerah terhadap pegawai               umum untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
negeri sipil bukan bendahara ditetapkan oleh kepala            pelayanan masyarakat;
daerah.                                                     b. pengelolaan wilayah/kawasan tertentu untuk
                      Pasal 174                                tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat
                                                               atau layanan umum; dan/atau
Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara tuntutan ganti
kerugian daerah diatur dengan peraturan daerah dan          c. pengelolaan dana khusus dalam rangka
berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-                 meningkatkan ekonomi dan/atau pelayanan
undangan.                                                      kepada masyarakat.


                         131                                                      132
                     Pasal 176                                               BAB XVIII
                                                                        KETENTUAN PERALIHAN
(1) SKPD atau Unit kerja pada SKPD yang menetapkan                           Pasal 178
    PPK-BLUD diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan
    keuangan.                                            (1)Semua peraturan kepala daerah dan peraturan
(2) Pedoman pengelolaan keuangan BLUD secara                kepala daerah yang berkaitan dengan pengelolaan
    teknis   selanjutnya  mempedomani ketentuan             keuangan daerah sepanjang belum diganti dan tidak
    peraturan perundang-undangan.                           bertentangan dengan peraturan kepala daerah ini
                                                            dinyatakan tetap berlaku.
                 BAB XVII                                (2)pemerintah daerah mengambil langkah-langkah
     PENGATURAN PENGELOLAAN KEUANGAN                        untuk menyusun dan/atau menyempurnakan
                  DAERAH                                    berbagai peraturan kepala daerah dan/atau petunjuk
                                                            pelaksanaan dan/atau petunjuk teknis yang
                     Pasal 177                              diperlukan untuk memudahkan implementasi
  Sebagai tindak lanjut dari peraturan daerah tentang       terhadap peraturan daerah ini.
  pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah ini,           (3)Peraturan daerah ini dilaksanakan secara bertahap
  kepala daerah menetapkan :                                dimulai sejak tanggal diundangkan dan sudah harus
   a. Peraturan kepala daerah tentang sistem dan            dilaksanakan secara utuh dan menyeluruh pada
      prosedur pengelolaan keuangan daerah yang             pelaksanaan APBD 2013.
      mencakup              tata             cara
      penyusunan,pelaksanaan,penetausahaan,
      pelaporan,pengawasan    serta  pertanggung                                BAB XIX
      jawaban keuangan daerah; dan                                      KETENTUAN PENUTUP
   b. Peraturan kepala daerah tentang sistem
      akuntansi yang berpedoman pada Peraturan                                 Pasal 179
      Perundang-undangan.
   c. Peraturan kepala daerah tentang sistim
                                                         (1)Sekretaris daerah melakukan fasilitasi pelaksanaan
      pengendalian    interen   penyelenggaraan
                                                            Peraturan      Kepala      Daerah        mencakup
      pengelolaan keuangan daerah pada lingkup
                                                            mengkoordinasikan,    melaksanakan       sosialisasi,
      pemda dengan berpedoman pada ketentuan
                                                            supervisi, dam bimbingan teknis, serta memberikan
      perundang-undangan.
                                                            asistensi untuk kelancaran penerapan peraturan
                                                            daerah ini.



                        133                                                       134
      (2)Pada saat peraturan daerah ini mulai berlaku, Maka,                   PENJELASAN
         Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 01
         Tahun 2005 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan
         Keuangan Daerah dicabut dan dinyatakan tidak             ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN
         berlaku.                                                 KOLAKA NO…TENTANG POKOK-POKOK
                           Pasal 180                                PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
      Peraturan daerah ini mulai berlaku pada tanggal
      diundangkan.                                             I. UMUM
      Agar    setiap  orang    dapat   mengetahuinya,            Dalam tata hubungan pemerintahan dan tata
      memerintahkan pengundangan peraturan daerah ini            hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan
      dengan menempatkan dalam Lembaran daerah.                  Pemerintah Daerah. yang diatur dalam Undang-
                                                                 undang    nomor    32   Tahun     2004    tentang
                            Ditetapkan di Kolaka,                Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor
                            pada tanggal 29 September 2011       33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
                                                                 antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
                                BUPATI KOLAKA                    adalah merupakan dasar hukum pelimpahkan
                                                                 kewenangan dan pembiayaan dari Pemerintah
                                     Ttd                         Pusat kepada Pemerintah Daerah, serta keinginan
                                                                 untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas
                               H. BUHARI MATTA                   pengelolaan sumber-sumber keuangan daerah
                                                                 dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan
Diundangkan di Kolaka                                            pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut ditandai
pada tanggal 29 September 2011                                   dengan diundangkannya beberapa peraturan
                                                                 pemerintah yang menyertai sebagai aturan
SEKRETARIS DAERAH                                                pelaksanaannya, salah satunya adalah Peraturan
KABUPATEN KOLAKA                                                 Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 Tentang
                                                                 Pengelolaan Keuangan Daerah Tentang Pokok-
                                                                 Pokok      Pengelolaan     Keuangan       Daerah
                                                                 sebagaimana telah diubah dengan peraturan
H. AHMAD SAFEI, SH. MH
                                                                 pemerintah nomor….tahun…...tentang pedoman
Pembina Utama Muda Gol. IV/c                                     pengelolaan keuangan daerah.      Hal ini secara
NIP. 19590419 198607 1 001                                       substansi sejalan dengan dinamika dan tuntutan
                                                                 keadaan penyelenggaraan dipemerintahan dan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2011                      kondisi dimasyarakat, berdasarkan hal tersebut
NOMOR 8                                                          maka sistem pengelolaan Keuangan Daerah
                                                                 Pemerintah Kabupaten Kolaka harus mampu

                      135                                                              136
  mengakomodir tuntutan perundang-undangan dan                          merupakan       pemerolehan        masukin
  aspirasi masyarakat tersebut agar dapat lebih baik                    dengan kualitas dan kuantitas tertentu
  lagi   dari   sebelumnya,       sasarannya     adalah                 pada tingkat harga yang terendah.Efektif
  terbentuknya       semangat         desentralisasi,dan                merupakan pencapaian hasil program
  demokratisasi,tertip, efektifitas, transparansi, dan                  dengan        target        yang      telah
  akuntabilitas dalam proses penyelenggaraan                            ditetapkan,yaitu         dengan        cara
  pemerintahan pada umumnya dan proses                                  membandingkan          keluaran    dengan
  pengelolaan Keuangan Daerah pada khususnya                            hasil.Transparan merupakan prinsip
  dalam upaya mencapai tujuan bernegara.                                keterbukaan       yang      memungkinkan
                                                                        masyarakat untuk mengetahui dan
                                                                        mendapatkan akses informasi seluasnya
II PASAL DEMI PASAL                                                     tentang keuangan daerah.
  Pasal 1                                                               Bertanggung         jawab       merupakan
         Cukup Jelas                                                    perwujudan kewajiban seseorang atau
  Pasal 2                                                               satuan               kerja           untuk
                                                                        mempertanggungjawabkan penglolaan
         Cukup Jelas                                                    dan pengendalian sumber daya dan
  Pasal 3                                                               pelaksanaan           kebijakan       yang
         Cukup Jelas                                                    dipercayakan kepadanya dalam rangka
                                                                        pencapaian       tujuan      yang     telah
  Pasal 4
                                                                        ditetapkan.Keadilan                 adalah
            Ayat (1)                                                    keseimbangan ditribusi kewenangan dan
              Secara tertib mengandung bahwa                            pendanaannyan dan/atau keseimbangan
              keuangan daerah dikelola secara tepat                     ditribusi hak dan kewajiban berdasarkan
              waktu dan tepat guna yang didukung                        pertimbangan yang obyektif.Kepatutan
              dengan bukti-bukti administrasi yang                      adalah tindakan atau suatu sikap yang
              dapat         dipertanggungjawabkan.                      dilakukan      dengan        wajar      dan
              Taat   pada    ketentuan     peraturan                    proposional.Manfaat untuk masyarakat
              perundang-undangan mengandung arti                        adalah     bahwa       keuangan     daerah
              bahwa    keuangan     daerah     harus                    diutamakan         untuk       pemenuhan
              berpedoman pada ketentuan peratuaran                      kebutuhan masyarakat.
              perundang-undangan.Efisien merupakan               Ayat (2)
              pencapaian keluaran yang maksimum
                                                                        Cukup Jelas
              dengan    masukan     tertentu    atau
              penggunaan masukan terendah untuk            Pasal 5
              mencapaikeluaran tertentu. Ekonomis                Cukup Jelas

                         137                                                        138
Pasal 6                                                            pada tahun yang bersangkutan.Fungsi
      Cukup Jelas                                                  perencanaan mengandung arti bahwa
                                                                   anggaran daerah menjadi pedoman bagi
Pasal 7                                                            manajemen      dalam    merencanakan
       Cukup Jelas                                                 kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
Pasal 8                                                            Fungsi pengawasan mengandung arti
      Cukup Jelas                                                  bahwa anggaran daerah menjadi
                                                                   pedoman untuk menilai apakah kegiatan
Pasal 9                                                            penyelenggaraan pemerintah daerah
      Cukup Jelas                                                  sesuai dengan ketentuan yang telah
Pasal 10                                                           ditetapkan.Fungsi alokasi mengandung
                                                                   arti bahwa anggaran daerah harus
      Cukup Jelas
                                                                   diarahkan untuk menciptakan lapangan
Pasal 11                                                           kerja/mengurangi pengangguran dan
       Cukup Jelas                                                 pemborosan       sumber      daya,serta
                                                                   meningkatkan efesiensi dan efektivitas
Pasal 12
                                                                   perekonomian.Fungsi            ditribusi
      Cukup Jelas                                                  mengandung arti bahwa kebijakan
Pasal 13                                                           daerah harus memperhatikan rasa
       Cukup Jelas                                                 keadilan      dan     kepatutan.Fungsi
                                                                   stabilisasi mengandung arti anggaran
Pasal 14                                                           pemerintah daerah menjadi alat untuk
      Cukup Jelas                                                  memelihara      dan     mengupayakan
Pasal 15                                                           keseimbangan               fundamental
                                                                   perekonomian daerah.
       Cukup Jelas
Pasal 16
                                                             Ayat (4)
      Ayat (1)
                                                                   Cukup Jelas
             Cukup Jelas
                                                      Pasal 17
      Ayat (2)
                                                             Cukup Jelas
             Cukup jelas
                                                      Pasal 18
      Ayat (3)
                                                              Cukup Jelas
             Fungsi otorisasi mengandung arti bahwa
             anggaran daerah menjadi dasar untuk      Pasal 19
             melaksanakan pendapatan dan belanja             Cukup Jelas
                           139                                               140
Pasal 20                                                  Pasal 24
        Cukup Jelas                                              Cukup Jelas
Pasal 21                                                  Pasal 25
        Ayat (1)                                                 Cukup Jelas
             Huruf a                                      Pasal 25
                     Pendapatan      daerah    meliputi          Cukup Jelas
                     semua penerimaan uang melalui        Pasal 26
                     rekening kas umum daerah, yang
                     menambah ekuitas dana lancar,               Cukup Jelas
                     merupakan hak daerah dalam satu      Pasal 27
                     tahun anggaran yang tidak perlu             Cukup Jelas
                     dibayar kembali oleh daerah.
                                                          Pasal 28
             Huruf b
                                                                 Cukup Jelas
                   Belanja daerah meliputi semua
                   pengeluaran dari rekening kas          Pasal 29
                   umum daerah yang mengurangi                   Cukup Jelas
                   ekuitas dana lancar, merupakan         Pasal 30
                   kewajiban daerah dalam satu
                                                                 Ayat (1)
                   tahun anggaran yang tidak akan
                   diperoleh pembayarannya kembali                      Cukup Jelas
                   oleh daerah.                                  Ayat (2)
             Huruf c                                                    Cukup Jelas
                     Pembiayaan    daerah  meliputi              Ayat (3)
                     semua tansaksi keuangan untuk
                                                                        Cukup Jelas
                     menutup       defisit    atau
                     memanfaatkan surplus.                       Ayat (4)
      Ayat (2)                                                          Cukup Jelas
             Cukup Jelas                                         Ayat (5)
Pasal 22                                                                Cukup Jelas
       Cukup Jelas                                               Ayat (6)
Pasal 23                                                                Cukup Jelas
      Cukup Jelas                                                Ayat (7)

                       141                                                     142
Huruf a                                          asuransi, perawatan kendaraan
     Belanja pegawai dalam kelompok              bermotor, pendidika danpeltihan
     belanja tidak langsung adalah               PNS, cetak/penggandaan, sewa
     belanja kompensasi, baik dalam              rumah/gudang/parkir, sewa sarana
     bentuk uang maupun barang yang              mobilitas,   sewa     alat  berat,
     ditetapkan berdasarkan ketentuan            sewaperlengkapan dan peralatan
     peraturan     perundang-undangan            kantor, makanan dan minuman,
     yang diberikan kepada DPRD, dan             pakaian dinas dan atributnya,
     Pegawai Pemerintah daerahbaik               pakaiankerja, pakaian khusu dan
     yang bertugas didalam maupun                tertentu,     prjalanan    dinas,
     diluar daerah sebagai imbalan atas          perjalanan dinas pindah tugas,
     pekerjaan          yang        telah        pemeliharaan, jasa konsultasi dan
     dilaksanakan, kecuali pekerjaan             lain-lain pengadaan barang/jasa,
     dengan      kaitan    pembentukan           dan pemulangan pegawai.
     modal. Contoh : gaji dan
     tunjangan, tambahan penghasilan
     yang ditetapkan dengan peraturan       Huruf c
     kepala                       daerah.          Belanja modal dalam kelompok
     Belanja pegawai dalam kelompok               belanja langsung digunakan untuk
     belanja langsung adalah untuk                pengluaran yang dilakukan dalam
     pengeluaran        honorarium/upah,          rangka pengadaan aset tetap
     lembur, kontribusi sosial, dalam             berwujud yang mempunyai nilai
     melaksanakan                kegiatan         manfaat lebih dari 12 (dua belas)
     pemerintahan.                                bulan untuk digunakan dalam
                                                  kegiatan      pemerintahan,seperti
                                                  dalam bentuk tanah,peralatan dan
Huruf b                                           mesin,gedung                     dan
     Belanja barang dan jasa dalam                bangunan,jalan,irigasi           dan
     kelompok     belanja     langsung            jaringan,dan aset tetap lainnya.
     digunakan untuk menganggarkan
     pengadaan barang dan jasa yang         Huruf d
     nilai manfaatnya kurang dari 12
     (dua    belas)     bulan     dalam          Belanja bunga digunakan untuk
     melaksanakan      program      dan          menganggarkan       pembayaran
     kegiatan pemerintahan daerah,               bunga utang yang dilakukan atas
     berupa belanja barang habis pakai,          kewajiban penggunaan pokok
     bahan/material, jasa kantor, premi
              143                                           144
     utang (principal outstanding),yang      Huruf g
     dihitung    berdasarkan      posisi           Bantuan sosial digunakan untuk
     pinjaman jangka pendek dan                   menganggarkan           pemberian
     jangka panjang.                              bantuan yang bersifat sosial
                                                  kemasyarakatan dalam bentuk
Huruf e                                           uang dan/atau barang kepada
      Belanja subsidi digunakan untuk             kelompok/anggota masyarakat dan
      menganggarkan bantuan biaya                 partai politik. Bantuan sosial
      produksi                  kepada            diberikan secara selektif, tidak
      perusahaan/lembaga tertentu agar            terus menerus/tidak mengikat serta
      hargajual   produksi/jasa   yang            memiliki kejelasan peruntukan
      dihasilkan dapat terjangkau oleh            penggunaannya              dengan
      masyarakat banyak.                          mempertimbangkan kemampuan
                                                  keuangan daerah dan ditetapkan
                                                  dengan keputusan kepala daerah.
Huruf f                                           Bantuan sosial yang diberikan
       Belanja hibah digunakan untuk              tidak secara terus menerus/tidak
      menganggarkan pemberian hibah               mengikat      diartikan     bahwa
      dalam bentuk uang, barang                   pemberian bantuan tersebut tidak
      dan/atau jasa kepada pemerintah             wajib dan tidak harus diberikan
      daerah          lainnya,perusahaan          setuap tahun. Khusus kepada
      daerah,masyarakat                dan        partai politik,bantuan diberikan
      organisasikemasyarakatan        yang        sesuai     dengan        ketentuan
      spesifik      telah       ditetapkan        peraturan    perundang-undangan
      peruntukannya.                              dianggarkan dalam bantuan sosial.
      Belanja hibah diberikan secara         Huruf h
      selektif                     dengan
      mempertimbangkan kemampuan                  Belanja bagi hasil digunakan untuk
      keuangan daerah, rosionalitas dan           menganggarkan dana bagi hasil
      ditetapkan denguan an keputusan             yang bersumber dari pendapatan
      kepala daerah. Pemberian hibah              propinsi kepada daerah atau
      dalam bentuk uang atau dalam                pendapatan      daerah     kepada
      bentuk barang atau jasa dapat               pemerintahan desa/kelurahan atau
      diberikan    kepada      pemerintah         pendapatan pemerintah daerah
      daerah      tertentu      sepanjang         tetentu kepada pemerintah daerah
      ditetapkan     dalam      ketentuan         lainnya sesuai dengan ketentuan
      peraturan perundang-undangan.               peraturan perundang-undangan.
                145                                        146
             Huruf i                                                khusus,tunjangan                 kelancaran
                   Belanja tidak terduga adalah                     tugas,jaminan      sosial,dan     tunjangan
                   belanja untuk kegiatan yang                      operasional.    Tambahan        penghasilan
                   sifatnya tidak biasa dan tidak                   berdasarkan beban kerja diberikan
                   diharappkan     berulang    seperti              kepada pegawai negeri sipil yang dibebani
                   bencana alam dan bencana sosial                  pekerjaan untuk menyelesaikan tugas-
                   yang       tidak       diperkirakan              tugas yang dinilai melampaui beban kerja
                   sebelumnya,termaksut                             normal.      Tambahan           penghasilan
                   pengembalian atas penerimaan                     berdasarkan tempat bertugas diberikan
                   daerah tahun-tahun sebelumnya.                   kepada pegawai negeri sipil yang dalam
                                                                    melaksanakan tugasnya membutuhkan
                                                                    kebijakan penyebaran di daerah yang
             Huruf j                                                memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
                  Belanja     bantuan     keuangan                  Tambahan      penghasilan      berdasarkan
                   digunakan untuk menganggarkan                    kelangkaan profesi       diberikan kepada
                   bantuan keuangan yang bersifat                   pegawai negeri sipil yang dalam
                   umum atau khusus langsung                        mengemban tugas memiliki keterampilan
                   kepada              pemerintahan                 khusus     dan      langka.      Tambahan
                   desa/kelurahan dan pemerintah                    penghasilan berdasarkan prestasi kerja
                   daerah lainnya dalam rangka                      diberikan kepada pegawai negeri sipil
                   pemeratan pembangunan dan atau                   yang memiliki prestasi kerja yang tinggi
                   peningkatan         kemampuaan                   dan/atau inofasi.
                   kesejahteraan masyarakat dan               Ayat (2)
                   peningkatan          kemampuan                   Cukup Jelas
                   keuangan daerah lainnnya.
                                                         Pasal 32
Pasal 31                                                      Ayat (1)
      Ayat (1)                                                      Cukup Jelas
           Tambahan penghasilan diberikan dalam               Ayat (2)
           rangka      peningkatan      kesejahteraan
           pegawai berdasarkan beban kerja, tempat                  Cukup Jelas
           bertugas,kondisi         kerja,kelangkaan          Ayat (3)
           profesi,prestasi             kerja,dan/atau              Cukup Jelas
           peningkatan      kesehjahtraan        umum
           pegawai      seperti   pemberian       uang
           makan,uang        transport,      tunjangan

                       147                                                     148
     Ayat (4)                                                    belum terselesikan,dan sisa dana
            Hibah yang diberikan secara tidak                    kegiatan lanjutan.
            mengikat/secara tidak terus menerus
            diartikan bahwa pemberian hibah tersebut   Huruf b
            ada batas akhirnya tergantng pada
            kemampuan keuangan daerah dan                        Pencairan     dana     cadangan
            kebutuhan atas kegiatan tersebut dalm                digunakan untuk menganggarkan
            menunjang              penyelenggaraan               pencairan dana cadangan dari
            pemerintahan daerah.                                 rekening dana cadangan ke
                                                                 rekening kas umum daerah.
     Ayat (5)                                                    Penggunaan atas dana cadangan
           Cukup Jelas                                           yang dianggarkan dalam pencairan
                                                                 dana       cadangan        yang
                                                                 menggunakan dana cadangan.
       Ayat (6)
           Cukup Jelas
                                                       Huruf c
                                                                 Hasil penjualan kekayaan daerah
Pasal 33                                                         yang dipisahkan digunakan antara
     Cukup Jelas                                                 lain untuk menggunakan hasil
                                                                 penjualan     perusahaan     milik
                                                                 daerah/BUMD dan penjualan aset
Pasal 34                                                         milik     pemerintah       daerah
     Ayat (1)                                                    dikerjasamakan dengan pihak
           Cukup Jelas                                           ketiga,   atau    hasil  divestasi
                                                                 penyertaan modal pemerintah
     Ayat (2)
                                                                 daerah.

            Huruf a
                                                       Huruf d
                   Sisa lebih perhitunagan tahun
                                                                 Penerimaan     pinjaman   daerah
                   anggaran sebelumnya (SiLPA)
                                                                 digunakan          menganggarkan
                   mencakup              pelampauan
                                                                 penerimaan    pinjaman    daerah
                   penerimaan PAD, pelampauan
                                                                 termasuk     penerimaan     atas
                   lain-lain pendapatan daerah yang
                                                                 penerbitan obligasi daerah yang
                   sah,penghematan
                                                                 akan direalisasikan pada tahun
                   belanja,kewajiban kepada pihak
                                                                 anggaran berkenan.
                   ketiga sampai dengan akhir tahun
                                149                                      150
Huruf e                                             dan penerimaan lain yang
          Penerimaan kembali pemberian              penggunaannya         dibatasi
          pinjaman untuk menganggarkan              untuk pengeluaran tertentu
          posisi penerimaan kembali yang            berdasarkan        ketentuan
          diberikan kepada pemerintah pusat         peraturan         perundang-
          dan/atau     pemerintah   daerah          undangan. Dana cadangan
          lainnya.                                  ditempatkan pada rekening
                                                    tersendiri yang terpisah dari
Huruf f                                             rekening      kas     daerah.
          Cukup Jelas                               Pembentukan              dana
Huruf g                                             cadangan dianggarkan pada
                                                    pengeluaran       pembiyaan
          Cukup Jelas                               dalam tahun anggaran yang
                                                    berkenan.
Ayat (3)
          Huruf a                              Huruf b
               Pemerintah daerah dapat              Investasi pemerintah daerah
               membentuk dana cadangan              digunakan                untuk
               guna mendanai kegiatan               menganggarkan        kekayaan
               yang penyedian dananya               pemerintah daerah yang
               tidak    dapat    dibebankan         diinvestsikan baik dalam
               dalam satu tahun anggaran.           jangka     pendek      maupun
               Pembentukan             dana         jangka panjang. Investasi
               cadangan ditetapkan dengan           jangka pendek merupakan
               peraturan     daerah    yang         investasi yang dapat segera
               mencakup penetapan tujuan,           diperjualbelikan/dicairkan,
               besaran dan sumber dana              ditujukan     dalam     rangka
               cadangan       serta    jenis        manajemen kas dan beresiko
               program/kegiatan        yang         rendah serta dimiliki selama
               dibiayai dari dana cadngan           kurang dari 12 (dua belas)
               tersebut. Dana cadabgan              bulan.     Investasi    jangka
               yang      dibentuk     dapat         merupakan investasi yang
               bersumaber dari penyisihan           dimaksudkan untuk dimiliki
               atas penerimaan daerah,              lebih dari 12 (dua belas)
               kecuali dari dana alokasi            bulan yang terdiri dari
               khusus, pinjaman daerah
                        151                               152
                         investasi permanen dan non         Ayat (3)
                         permanen.                                Cukup Jelas
                                                            Ayat (4)
                   Huruf c                                        Daftar nama rekening dan kode rekening
                        Pembayaran pokok utang                    merupakan     acuan       buku     dalam
                        digunakan            untuk                penyusunan kode rekening disesuaikan
                        menganggarkan kewajiban                   dengan kebutuhan objektif dan nyata.
                        atas pokok utang, yang              Ayat (5)
                        dihitung berdasarkan posisi
                        pinjaman jangka pendek,                   Cukup Jelas
                        jangkah    menengah    dan
                        jangka panjang.                Pasal 37
                   Huruf d                                  Cukup Jelas
                         Pemberian pinjaman daerah     Pasal 38
                         dapat    digunakan    untuk
                         menganggarkan pemberian            Cukup Jelas
                         pinjaman daerah kepada        Pasal 39
                         pemerintah daerah lain atau        Cukup Jelas
                         pemerintah pusat.
                                                       Pasal 40
     Ayat (4)
                                                            Cukup Jelas
           Cukup Jelas
                                                       Pasal 41
                                                            Cukup Jelas
     Ayat (5)
                                                       Pasal 42
           Cukup Jelas
                                                            Cukup Jelas
Pasal 35
                                                       Pasal 43
     Cukup Jelas
                                                            Cukup Jelas
Pasal 36
                                                       Pasal 44
     Ayat (1)
                                                            Cukup Jelas
           Cukup Jelas
                                                       Pasal 45
     Ayat (2)
                                                            Cukup Jelas
           Cukup Jelas
                                                       Pasal 46

                      153                                                  154
     Ayat (1)                                                   Ayat (1)
           Cukup Jelas                                                Cukup Jelas
     Ayat (2)                                                   Ayat (2)
           Pendekatan      kerangaka    pengeluaran                   Dalam hal pembahasan RKA-SKPD oleh
           jangak menengah dilaksanakan dengan                        TAPD, salah satu unsur atau instrumen
           menyusun perkiraan maju yang berisi                        telahaan sabagaiman pada huruf (b), (c)
           perkiraan kebutuhan anggaran untuk                         dan (d) belum tepenuhi, maka TAPD tetap
           progran dan kegiatan yang direncanakan                     dapat melakukan pembahasan RKA-
           dalam tahun anggaran berikutnya dari                       SKPD.
           tahun anggaran direncanakan dan                      Ayat (3)
           merupakan implikasi kebutuhan dana
           untuk pelaksanaan program dan kegiatan                     Cukup Jelas
           tersebut pada tahun berikutnya.                      Ayat (4)
           Pendekatan       penganggaran        terpadu               Cukup Jelas
           dilakukan      dengan      mengintegrasikan     Pasal 49
           seluruh     proses     perencanaan       dan
           penganggaran dilingkungan SKPD untuk                 Ayat (1)
           menghasilkan dokumen rencana kerja dan                 Lampiran rancangan      peraturan   daerah
           anggaran.       Pendekatan        berasarkan         tentang APBD terdiri :
           perstasi     kerja    dilakukan      dengan           a. ringkasan APBD
           memperhatikan        keterkaitan       antara
                                                                 b. ringkasan   APBD   menurut urusan
           pendanaan dengan keluran dan hasil
                                                                    pemerintahan daerah dan organisasi
           yang diharapkan dari kegiatan dan
                                                                    SKPD
           program      termasuk      efisiensi   dalam
           pencapaian       keluaran        dan    hasil         c.   rincian   APBD       menurut    urusan
           berdasarkan capaian atau target kinerja,                   pemerintahan daerah, organisasi SKPD,
           indikator kinerja, analisis standar belanja,               pendapatan, belanja dan pembiayaan
           standar satuan harga, dan standar                     d. rekapitulasi belanja menurut urusan
           pelayanan minimal.                                       pemerintahan daerah, organisasi SKPD,
     Ayat (3)                                                       program dan kegiatan
           Cukup Jelas                                           e. rekapitulasi belanja    daerah   untuk
                                                                    keselarasan dan keterpaduan urusan
Pasal 47
                                                                    pemerintahan daerah dan fungsi dalam
     Cukup Jelas                                                    kerangka pengelolaan keuangan daerah
Pasal 48

                         155                                                     156
f. daftar jumlah pegawai per golongan dan                    b.     untuk    belanja   mencakup     lokasi
   per jabatan                                                      kegiatan dan
g. daftar piutang daerah                                     c.     untuk pembiayaan mencakup dasar
h. daftar penyertaan        modal   (investasi)                     hukum, dan sumber penerimaan
   daerah                                                           pembiayaa        untuk      kelompok
                                                                    penerimaan pembiayaan dan tujuan
i. daftar  perkiraan    penambahan         dan                      pengeluaran      pembiayaan     untuk
   pengurangan aset tetap daerah                                    kelompok pengeluaran pembiayaan.
j. daftar  perkiraan    penambahan         dan         Ayat (2)
   pengurangan aset lain-lain
                                                                  Cukup Jelas
k. daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran
   sebelumnya yang belum diselsesaikan dan             Ayat (3)
   dianggarkan    kembali    dalam   tahun                   Sosialisasi rancangan peraturan daerah
   anggaran ini                                              tentang APBD dilaksanakn oleh sekretaris
 l. daftar dan cadangan daerah dan                           daerah selaku koordinator pengelolaan
                                                             keuangan      daerah   yang     bersifat
m. daftar pinjaman daerah                                    memberikan informasi hak dan kewajiban
                                                             pemerintah daerah serta masyarakat
     Dokumen pendukung rancangan peraturan                   dalam     pelaksanaan   APBD      tahun
     daerah tentang APBD terdiri dari nota                   anggaran yang direncanakan.
     keuangan dan pidato pengantar nota                Ayat (4)
     keuangan. Rancangan peraturan kepala                         Cukup Jelas
     daerah tentang penjabaran APBD dilengkapi
     dengan lampiran yang terdiri dari :          Pasal 50
     a.   ringkasan penjabarab APBD dan                Cukup Jelas
     b.   penjabaran APBD menurut urusan
          pemerintahan    daerah, organisasi,     Pasal 51
          program, kegiatan, kelompok, jenis,          Ayat (1)
          obyek, rincian obyek pendapatan,
          belanja dan pembiayaan.                                 Cukup Jelas
Penjelasan rancangan peraturan kepala                  Ayat (2)
 daerah tentang penjabaran APBD terdiri                           Dalam hal kepala daerah dan/atau DPRD
 atas :                                                           berhalangan tetap, maka pejabat yang
     a.   untuk pendapatan mencakup dasar                         ditunjuk oleh pejabat yang berwenang
          hukum                                                   selaku pejabat/pelaksana tugas kepala

                     157                                                        158
           daerah    dan/atau   selaku pimpinan        Ayat (5)
           sementara DPRD yang menandatangani               Cukup Jelas
           persetujuan bersama.
                                                       Ayat (6)
     Ayat (3)
                                                             Cukup Jelas
           Cukup Jelas
                                                       Ayat (7)
     Ayat (4)
                                                            Lampiran rancangan peraturan kepala
           Cukup Jelas                                      daerah tentang APBD terdiri dari :
Pasal 52                                                 a. ringkasan APBD
     Ayat (1)                                            b. ringkasan    APBD     menurut   urusan
           Pengeluaran setinggi-tingginya untuk              pemerintahan daerah dan organisasi
           pengeluaran setiap bulan dibatasi hanya           SKPD
           untuk belanja yang bersifat tetap sperti      c. rincian    APBD      menurut    urusan
           belanja pgawai, layanan jasa dan                 pemerintahan daerah, organisasi SKPD,
           keperluan kantor melalui perauturan              pendapatan, belanja dan pembiayaan
           kepala daerah.
                                                         d. rekapitulasi belanja menurut urusan
     Ayat (2)                                               pemerintahan daerah, organisasi SKPD,
           Cukup Jelas                                      program dan kegiatan
     Ayat (3)                                            e. rekapitulasi   belanja  daerah   untuk
           Belanja     yang    bersifat     mengikat        keselarasan dan keterpaduan urusan
           merupakan belanja yang dibtuhkan secara          pemerintaha daerah dan fungsi dalam
           teru-menerus dan harus dialokasikan oleh         kerangka pengelolaan keuangan daerah
           pemerintah daerah dengan jumlah yang          f. daftar jumlah pegawai per golongan dan
           cukup untuk keperluan setiap bulan dalam         per jabatan
           tahun anggaran yang bersabgkutan,             g. daftar piutang daerah
           seperti belanja pegawai, belanja barabg
           dan jasa. Belanja yang bersifat wajib         h. daftar penyrtaan modal (investasi) daerah
           adalah    belanja   untuk     terjaminnya     i. daftar  perkiraan    penambahan       dan
           kelangsungan     pendanaan     pelayanan         pengurangan aset tetap daerah
           dasar masyarakat antara lain pendidikan       j. daftar perkiraan penambahan dam
           dan kesehatan dan atau melaksanakan              pengurangan aset lain-lain
           kewajiban kepada pihak ketiga.
                                                         k. daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran
     Ayat (4)                                               sebelumnya yang belum diselesaikan dan
           Cukup Jelas
                          159                                              160
           dianggarakan kembali dalam          tahun               rancangan peraturan daerah tentang
           anggaran ini                                            APBD menjadi peraturan daerah dan
      l.   daftar dan cadangan daerah dan                          rancangan peraturan kepala daerah
                                                                   tentang penjabaran APBD menjadi
           m. daftar pinjaman daerah                               peraturan kepala daerah.
Pasal 53                                                     Ayat (3)
     Ayat (1)                                                      Cukup Jelas
          Penyampaian rancangan peraturan daerah             Ayat (4)
          tentang APBD kepada Gubernur untuk
          dievaluasi disertai dengan dokumen:                      Cukup Jelas
                                                        Pasal 54
      a.   Persetujuan bersama antara Pemerintah             Ayat (1)
           Daerah dan DPRD terhadap rancangan                      Cukup Jelas
           Peraturan Daerah tentang APBD;                    Ayat (2)
      b.   KUA dan PPAS yang disepakat antara                      Dalam hal pimpinan DPRD berhalangan
           kepala daerah dan pimpinan DPRD;                        tetap,maka pejabat yang dihunjuk dan
           c. Risalah sidang jalannya pembahasan                   ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
           terhadap rancangan peraturan daerah                     selaku pimpinan sementara DPRD yang
           tentang           APBD;           dan                   menandatangani keputusan pimpinan
           d. Nota keuangan dan pidato kepala                      DPRD.
           daerah perihal penyampaian pengantar
           nota keuangan pada sidang DPRD.                   Ayat (3)
Evaluasi bertujuan untuk tercapainya keserasian                    Cukup Jelas
antara kebijakan daerah dan kebijakan nasional,              Ayat (4)
keserasian    antara   kepentingan     publik    dan               CukupJelas
kepentingan aparatur serta untuk meneliti sejauh
mana APBD tidak bertentangan dengan kepentingan              Ayat (5)
umum, peraturan yang lebih tinggi dan/atau peraturan               Cukup Jelas
daerah lainnya.                                             Ayat (6)
     Ayat (2)                                                      satu orang dari masing-masing komisi
           Dalam hal Gubernur tidak memberikan                     yang berada dalam keanggotaan panitia
           hasil evaluasi dalam waktu 15 (lima belas)              anggaran.
           hari kerja sejak rancangan disapmpaikan,     Pasal 55
           maka      kepala    daerah   menetapkan
                                                             Ayat (1)
                          161                                                    162
           Dalan hal kepala daerah berhalangan                   Cukup Jelas
           tetap, maka pejabat yang ditunjuk dan           Ayat (5)
           ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
           selaku pejabat/pelaksana tugas kepala                 Cukup Jelas
           daerah yang menetapkan peraturan                Ayat (6)
           daerah tentang APBD dan peraturan                     Cukup Jelas
           kepala daerah tentang penjabaran APBD.
                                                           Ayat (7)
     Ayat (2)
                                                                 Keadaan darurat dimaksud sekurang-
           Cukup Jelas                                           kurangnya memenuhi kriteria :
     Ayat (3)                                                    a. bukan merupakan kegiatan normal
           Cukup Jelas                                           dari aktifitas pemerintahan daerah dan
     Ayat (4)                                                    tidak dapat diprediksikan sebelumnya;
                                                                 b. Tidak diharapkan terjadi secara
           Tata cara dan substansi pemberian                     berulang;
           informasi peraturan daerah tentang APBD               c. Berda diliuar kendali dan pengaruh
           kepada masyarakat disesuaikan dengan                  pemerintah                      daerah;
           ketentuan      peraturan      perundang-              d. Memiliki dampak yang segnifikan
           undangan.                                             terhadap      anggaran   dalam   rangka
                                                                 pemulihan yang disebabkan oleh kedaam
                                                                 darurat.
                                                           Ayat (8)
                                                                 Cukup Jelas
     Ayat (5)                                              Ayat (9)
           Cukup Jelas                                           Cukup Jelas
Pasal 56                                              Pasal 57
     Ayat (1)                                              Ayat (1)
           Cukup Jelas                                           Cukup Jelas
     Ayat (2)                                              Ayat (2)
           Cukup Jelas                                           Cukup Jelas
     Ayat (3)                                              Ayat (3)
           Cukup Jelas                                           Cukup Jelas
     Ayat (4)                                              Ayat (4)
                         163                                                164
            DPA-PPKD digunakan untuk menampung           Pasal 60
           :                                                  Cukup jelas
           a. pendapatan yang berasal dari dana          Pasal 61
           perimbangan, pendapatan hibah, lain-lain
           pendapatan daerah yang sah dan lain-lain           Cukup jelas
           pendapatan asli daerah yang sah sesuai        Pasal 62
           dengan ketentuan peraturan perundang-              Cukup jelas
           undangan dan pedoman penyusunan
           anggaran yang dikeluarkan Menteri Dalam       Pasal 63
           Negeri           setiap           tahunnya.        Cukup Jelas
           b. Belanja bunga, belanja subsidi,            Pasal 64
           belanja hibah, belanja bantuan bantuan
                                                              Cukup Jelas
           sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan
           keuangan dan belanja tidak terduga;           Pasal 65
           c. Penerimaan         pembiayaan        dan        Cukup jelas
           pengeluaran pembiayaan daerah.
                                                         Pasla 66
     Ayat (5)
                                                              Cukup Jelas
           Cukup jelas
                                                         Pasal 67
Pasal 58
                                                              Dokumen lain yang dipersamakan dengan SPD
     Ayat (1)                                                 seperti keputusan tentang pengangkatan
           Verifikasi atas rancangan DPA-SKPD                 pegawai.
           sebagaimana dimaksud pada ayat (1),           Pasal 68
           diselesaikan paling lambat 15 (lima belas)
                                                              Cukup jelas
           hari kerja, sejak ditetakannya peraturan
           kepala daerah tentang penjabaran APBD.        Pasal 69
     Ayat (2)                                                 Cukup jelas
           Cukup jelas                                   Pasal 70
     Ayat (3)                                                 Cukup jelas
           Cukup jelas                                   Pasal 71
     Ayat (4)                                                 Cukup jelas
           Cukup jelas                                   Pasal 72
Pasal 59                                                      Cukup jelas
     Cukup jelas                                         Pasal 73
                         165                                                 166
     Cukup jelas                                            Cukup jelas
Pasal 74                                               Ayat (2)
     Ayat (1)                                                Cukup jelas
           Cukup jelas                                 Ayat (3)
     Ayat (2)                                                Pemindahbukuan dari rekening dana
           Pekerjaan yang dapat dilanjutkan dalam            cadangan ke Rekening Kas Umum
           DPAL harus memenuhi kriteria :                    Daerah dilakukan berdasarkan rencana
                                                             pelaksanaan kegiatan, setelah jumlah
           a. pekerjaan yang telah ada ikatan                dana cadangan yang ditetapkan dalam
           perjanjian kontrak pada tahun anggaran            peraturan daerah tentang pembentukan
           berkenan; dan                                     dana cadangan.
           b. keterlambatan            penyelesaian    Ayat (4)
           pekerjaan diakibatkan bukan karena
           kelalaian pengguna anggaran/barang atau          Cukup jelas
           rekanan, namun karena akibat dari force     Ayat (5)
           major      atau   kebijakan     tingkatan         Cukup jelas
           pemerintahan yang lebih tinggi.
                                                       Ayat (6)
           Untuk mengesahkan kembali DPA-SKPD
           menjadi DPAL-KPD, kepala SKPD                    Cukup jelas
           menyampaikan laporan akhir realisasi        Ayat (7)
           pelaksanaan kegiatan fisik dan non fisik          Cukup jelas
           maupun keuangan PPKD paling lambat
           pertengahan bulan Desember tahun            Ayat (8)
           anggaran berjalan.                               Cukup jelas
     Ayat (3)                                          Ayat (9)
           Cukup jelas                                       Penempatan dana         cadangan   dalam
     Ayat (4)                                                fortopolio meliputi :
           Cukup jelas                                      a. Deposito;
                                                            b. Sertifikat Bank Indonesia (SBI);
                                                            c. Surat Perbendaharaan Negara
     Ayat (5)                                               (SPN);
           Cukup jelas                                      d. Surat Utang Negara (SUN);
                                                            e. Surat berharaga lainnya yang didanai
Pasal 75                                                    pemerintah.
     Ayat (1)
                     167                                               168
           Penatausahaan pelaksanaan program                       Cukup jelas
           dan kegiatan yang dibiayai dari dana              Ayat (3)
           cadangan diperlakukan sma dengan
           penatausahaan             pelaksanaan                   Posisi kumulatif pinjaman dan kewjiban
           program/kegiatan lainnya.                               pinjaman terdiri atas :
                                                                   a. jumlah peneimaan pinjaman;
                                                                   b. Pembayaran pinjaman (pokok dan
Pasal 76                                                           bunga); dan
     Ayat (1)                                                      c. Sisa pinjaman
           Cukup jelas                                  Pasal 80
     Ayat (2)                                                Cukup jelas
           Cukup jelas                                  Pasal 81
     Ayat (3)                                                Cukup jelas
           Cukup jelas                                  Pasal 83
     Ayat (4)                                                Ayat (1)
           Penjualan investasi termasuk didalamnya                 Cukup jelas
           penjualan kekayaan daerah yang
           dipisahkan.                                       Ayat (2)
           Yang dimaksud bukti penerimaan seperti                  Cukup jelas
           dokumen lelang, jual beli, nota kredit dan        Ayat (3)
           dokumen sejenis lainnya.
                                                                   Cukup jelas
     Ayat (5)
                                                             Ayat (4)
           Cukup jelas
                                                                   Cukup Jelas
Pasal 77
                                                             Ayat (5)
     Cukup jelas
                                                                   Peraturan kepala daerah tentang
Pasal 78                                                           pengelolaan obligasi daerah sekurang-
     Cukup jelas                                                   kurangnya mengatur mengenai :
Pasal 79                                                           a. penetapan strategi dan kebijakan
     Ayat (1)                                                      pengelolaan obligasi daerah temasuk
                                                                   kebijakn pengendalian resiko;
           Cukup jelas                                             b. Perencanaan dan penetapan
     Ayat (2)                                                      portopolio pinjaman daerah;

                    169                                                          170
            c.   Penerbitan obligasi daerah;          Pasal 88
           d.    Penjualan obligasi daeragh melalui        Ayat (1)
                 lelang dan/atau tanpa lelang;                   Cukup jelas
           e.    Pembelian kembali obligasi daerah         Ayat (2)
                 sebelum jatuh tempo;
                                                                 Bukti dan administrasi penagihan seperti
           f.    Pelunasan; dan                                  format surat penagihan piutang daerah,
           g.    Aktifitas lain dalam rangak                     surat penagihan berulang piutang daerah,
                 pengembangan pasar terdana ke                   dan register surat penagihan berulang
                 pasar sekunder obligasi daerah.                 piutang daerah.
Pasal 83
     Cukup jelas                                           Ayat (3)
Pasal 84                                                         Cukup jelas
     Cukup jelas                                           Ayat (4)
Pasal 85                                                         Cukup jelas
     Cukup jelas                                           Ayat (5)
Pasal 86                                                         Cukup jelas
     Cukup jelas                                      Pasal 89
Pasal 87                                                   Cukup jelas
     Ayat (1)                                         Pasal 90
           Cukup jelas                                     Ayat (1)
     Ayat (2)                                                    Yang dimaksud dengan “prognosis”
           Piutang daerah yand dapat dihapuskan                  adalah prakiraan dan penjelasannya yang
           ditetapkan oleh :                                     akan direalisir dalam 6 (enam) bulan
                                                                 berikutnya berdasarkan realisasi.
           a. kepala daerah untuk jumlah sampai
           dengan Rp. 5.000.000.000,- (lima miliar         Ayat (2)
           rupiah)                                               Cukup jelas
           b. Kepala daerah dengan persetujuan
           DPRD untuk jumlah dari Rp.
           5.000.000.000,- (lima miliar rupiah)


                       171                                                     172
Pasal 91                                                    e. Keadaan luar biasa dimaksud seperti
     Ayat (1)                                                  penerimaan dan/atau pengeluaran dalam
                                                               APBD yang diestimasikan mengalami
           Perkembangan dan/atau perubahan                     kenaikan atau penurunan lebih besar dari
           keadaan dimaksud terkait dengan:                    50% (lima puluh persen).
      a. perkembangan yang tidak sesuai dengan             Ayat (2)
         asumsi kebijakan umum APBD seperti
         perubahanasusmsi      ekonomi     makro,                Cukup jelas
         pelampauan atau tidak terjadi proyeksi       Pasal 92
         pendapatan daerah,adanya faktor/faktor            Ayat (1)
         yang       menyebabkan         terjadinya
         peningkatan    belanja    daerah,adanya                 Cukup jelas
         kebijakan di bidang pembiayaan ,                  Ayat (2)
         sehingga harus dilakukan perubahan                      Materi perubahan APBD dimaksud rekait
         APBD;                                                   dengan :
       b. Keadaan yang menyebabkan harus                         a. pebedaan asumsi dengan KUA yang
          dilakukan pergeseran anggaran       antar                 ditetapkan sebelumnya;
          untit organisasi,antar kegiatan,dan antar
          jenis belanja                                          b. progaram dan kegiatan yang dapat
                                                                    diusulkan untuk ditampung    dalam
       c. Keadaan yang menyebabkan saldo                            perubahan        APBD       dengan
          anggran      lebih      tahun anggaran                    mempertimabangkan      sisa  waktu
          sebelumnya harus digunakan untuk tahun                    pelaksanaan APBD tahun anggaran
          berjalan,seperti untuk membayar bunga                     berjalan;
          dan pokok utang dan/atau obligasi
          daerah,mendanai kenaikan gaji dan                      c. capaian target kinerja program dan
          tunjangan PNS akibat adanya kebijakan                     kegiatan yang harus dikurangi dalam
          pemerintah,mendanai            kegiatan                   perubahan APBD apabila asumsi
          lanjutan,dan lain-lain;                                   KUA tidak tercapai;
       d. Keadaan darurat dimaksud seperti                       d. capaian target kinerja program dan
          aktivitas pemerintah daerah yang tidak                    kegiatan yang harus dikurangi dalam
          dapat diprediksikan sebelumnya,tidak                      perubahan APBD apabila asumsi
          terjadi secara daerah,aktivitas yang                      KUA tidak tercapai; dan
          memiliki dampak signifikan terhadap                    e. capaian target kinerja program dan
          anggran dalam rangkapemulihan yang                        kegiatan yang harus ditingkatkan
          disebabkan oleh keadan darurat; dan                       dalam perubanhan APBD apabila
                                                                    melampaui asumsi KUA.
                     173                                                       174
     Ayat (3)                                                       e. dokumen sebagai lampiran meliputi
           Cukup jelas                                                 kebijakan umum perubahan APBD,
                                                                       PPA perubahan APBD, kode rekening
     Ayat (4)                                                          APBD, format RKA-SKPD dan/atau
           Cukup jelas                                                 DPPA-SKPD, standar analisa belanja
     Ayat (5)                                                          dan standar harga.
           Cukup jelas                                       Ayat (3)
Pasal 93                                                           Cukup jelas
     Ayat (1)                                                Ayat (4)
           Cukup jelas                                             Cukup jelas
     Ayat (2)                                                Ayat (5)
           Rancangan surat ederan kepala daerah                    Cukup jelas
           mencakup :                                   Pasal 94
           a. PPA-perubahan      APBD    yang                Cukup jelas
              dialokasikan untuk program baru           Pasal 95
              dan/atau kriteria DPA-SKPD yang
              dapat diubah pada setiap SKPD                  Cukup jelas
              berikut rencana pendaatan dan             Pasal 96
              pembiayaan;                                    Cukup jelas
           b. Sinkronisasi program dan kegiatan         Pasal 97
              SKPD dengan program nasional dan
              antar program SKPD dengan kinr\erja            Ayat (1)
              berkenan sesuai dengan standar                      Keadaan darurat dimaksud sekurang-
              pelayanan minimal;                                      kurangnya memenuhi kriteria :
           c. batas waktu pembiayaan RKA-SKPD                     a. bukan merupakan kegiatan normal
              dan/atau DPA-SKPD yang telah                            dari aktifitas pemerintah daerah dan
              diubah kepad PPKD;                                      tidak dapat diprediksikan sebelumnya;
           d. Hal-hal     lainnya    yang       perlu              b.   tidak diharapkan   terjadi   secara
              mendapatkan perhatian dari SKPD                           berulang;
              terkait     dengan      prinsip-prinsip              c.   berada diluar kendali dan pengaruh
              peningkatan efisiensi, transparansi                       pemerintah daerah;
              dan      akuntabilitas    penyusunan
              anggaran dalam rangka pencapaian                     d.   memiliki dampak yang signifikan
              prestasi kerja; dan                                       terhadap anggaran dalam rangka
                      175                                                        176
                       4
                pemulihan yang disebabakan oleh        Pasal 101
                keadaan darurat; dan                        Ayat (1)
           e.   keperluan mendesak, seperti program                Pembahasan lebih lanjut RKA-SKPD dan
                dan kegiatan pelayanan dasar                       DPPA-SKPD oleh TAPD dilakukan untuk
                masyarakat yang anggarannya belum                  menelaah       kesesuaiannya       dengan
                tersedia dalam tahun anggaran                      kebijakan umum perubahan APBD serta
                berjalan dan keperluan mendesak                    PPA perubahan APBD, prakirran maju
                lainnya yang apabila ditunda akan                  yang direncanakan atau telah yang
                menimbulkan kerugian yang lebih                    disetujui dan dokumen perencanaan
                besar bagi pemerintah daerah dan                   lainnya, serta capaian kinerja, indikator
                masyarakat.                                        kinerja, standar analisis belanja, standar
     Ayat (2)                                                      satuan harga, dan standar pelayanan
           Cukup jelas                                             minimal.
     Ayat (3)                                               Ayat (2)
           Cukup jelas                                             Cukup jelas
     Ayat (4)                                               Ayat (3)
           Cukup jelas                                             Cukp jelas
Pasal 98                                                    Ayat (4)
     Ayat (1)                                                      Cukup jelas
           Cukup jelas                                      Ayat (5)
     Ayat (2)                                                     Cukup jelas
           Kenaikan tau penurunan lebih besar dari          Ayat (6)
           50% (lima puluh persen) merupakan                       Lampiaran rancangan peraturan kepala
           selsih dari (gap) kenaikan atau penurunan               daerah tentang penjabaran perubahan
           antara pendapatan dan belanja dalam                     APBD terdiri dari :
           APBD.                                                   a.   ringkasan penjabaran perubahan
Pasal 99                                                                anggaran pendapatan daerah, belanja
     Cukup jelas                                                        daerah dan pembiayaan daerah; dan
Pasal 100                                                          b.   penjabaran perubahan APBD menurut
                                                                        organisasi,    program,      kegiatan,
     Cukup jelas                                                        kelompok, jenis, obyek, rincian obyek
                                                                        pendapatan, belanja dan pembiayaan.

                     177                                                         178
     Ayat (7)                                                        g.   daftar    kegiatan-kegiatan    tahun
           Cukup jelas                                                    anggaran sebelumnya yang belum
                                                                          diselesaikan    dan     dianggarakan
     Ayat (8)                                                             kembali dalam tahun anggaran ini;
           Sosialisasi rancangan peraturan daerah                         dan
           tentang    perubahan   APBD     bersifat                h. daftar pinjaman daerah.
           memberikan informasi mengenai hak dan
           kewajiban pemerintah daerah serta                  Ayat (2)
           masyarakat       dalam     pelaksanaan                    Cukup jelas
           perubahan APBD tahun anggaran yang                 Ayat (3)
           direncanakan.
                                                                    Cukup jelas
Pasal 102
                                                              Ayat (4)
     Ayat (1)
                                                                     Cukup jelas
          Lampiran rancangan peraturan daerah
             tentang   APBD    terdiri dari :                 Ayat (5)
             a. Ringkasan perubahan APBD                             Cukup jelas
          b.    ringkasa perubahan APBD menurut          Pasal 103
                urusan     pemerintahan daerah,               Cukup jelas
                organisasi
                                                         Pasal 104
          c.    rincian perubahan APBD menurut
                urusan       pemerintahan daerah,             Culup jelas
                organisasi, pendapatan, belanja dan
                pembiayaan                              Pasal 105
          d.    rekapitulasi    perubahan   belanja           Ayat (1)
                menurut      urusan    pemerintahan
                                                                    Cukup jelas
                daerah, organisasi, program dan
                kegiatan                                      Ayat (2)
          e.    rekapitulasi perubahan belanja daerah                Defisit terjadi apabila jumlah pendapatan
                untuk keselarasan dan ketrepaduan                    tidak cukup untuk menutup jumlah belanja
                urusan pemerintahan daerah dan                       dalam 1 (satu) tahun anggaran.
                fungsi dalam kerangaka pengelolaan      Pasal 106
                keuangan daerah
                                                              Cukup jelas
          f.    daftar jumlah pegawai pergolongan
                                                        Pasal 107
                dan per jabatan
                                                              Cukup jelas
                      179                                                          180
 Pasal 108                                                        e.   Pengembalian titpan uang muka
        Cukup jelas                                               f.   Pengembalian uang jeaminan; dan
 Pasal 109                                            Pasal 116
        Cukup jelas                                         Investasi  dilakukan     sepanjang    memberi
                                                             mamfaat bagi peningkatan pendapatan daerah
 Pasal 110                                                   dan/atau peningkatan kesejahtraan dan/atau
        Cukup jelas                                          pelayanan     masyarakat      secara   tidak
 Pasal 111                                                   mengganggu likuiditas keuangan daerah.
        Cukup jelas                                   Pasal 117
 Pasal 112                                                  Ayat (1)
        Cukup jelas                                                    Karakteristik investasi jangka pendek
                                                            adalah:
 Pasal 113
                                                                      a.                dapat        secara
        Cukup jelas                                         diperjualbelikan/dicairkan;
 Pasal 114                                                          b.      disetujukan     dalam    rangka
        Cukup jelas                                         manajemen kas; dan
Pasal 115                                                              c. resiko rendah.
        Ayat (1)                                                        Investasi yang dapat digolongkan
             Pemerimaan kas non anggaran, antara                        menjadi investasi jangka pendek
             lain meliputi :                                            antara lain deposito berjangka waktu
                                                                        3 (tiga) sampai 12 (dua belas) bulan
             a.    potongan TASPEN
                                                                        dan/atau yang dapat diperpanjang
             b.    Potongan Askes
                                                                        secara otomatis seperti surat utang
             c.    Potongan PPh
                                                                        jangka pendek dan SBI
             d.    Potongan PPN
             e.    Penetimaan titipan uang muka            Ayat (2)     Investasi permanen dimaksudkan
             f.    Penerimaan lainnya yang sejenis.                     untuk dimiliki secara berkelanjutan
                                                                        tampa        ada      niat     untuk
             Pengeluaran kas non anggaran, antara
                                                                        diperjualbelikan atau tidak ditarik
             lain meliputi :
                                                                        kembali.,investasi non permanen
             a.    penyetoran TASPEN                                    dimaksudkan untuk dimiliki secara
             b.    Penyetoran Askes                                     tidak berkelanjutan atau ada niat
             c.    Penyetoran PPh                                       untuk diperjual belikan atau ditarik
             d.    Penyetoran PPN                                       kembali.

                        181                                                    182
              Pasal 118                                                 Huruf b
                       Cukup jelas                                        Pinjaman daerah yang bersumber dari
              Pasal 119                                                  pemerintah daerah lain berupa pinjaman antara
                                                                         daerah
                     Cukup jelas
                                                                        Huruf c
              Pasal 120
                                                                               Cukup jelas
                      Ayat (1)
                                                                         Huruf d
                        Cukup jelas
                                                                            Pinjaman dari lembaga keuangan bukan bank
                      Ayat (2)                                             antara lain dapat
                       Cukup jelas                                          berasal dari lembaga asuransi pemerintah,
                      Ayat (3)                                             dana pensiunan.
                         Cukup jelas                                    Huruf e
                      Ayat (4)                                                Pinjaman daerah yang bersumber dari
                    penerimaan lain yang penggunaannya dibatasi               masyarakat dapat berasal dari orang pribadi
untuk pengeluaran                                                             dan/atau badan yang melakukan investasi
                                                                              dipasar modal.
                    tertentu seperti pendapatan RSUD dan dana
darurat.                                                          Pasal 124
                     Ayat (5)                                            Ayat (1)
                         Cukup jelas                                          Penerbitan   obligasi  bertujuan  untuk
                                                                              membiayai investasi yang    menghasilkan
                     Ayat (6)                                                 penerimaan daerah
                      Cukup jelas                                       Ayat (2)
               Pasal 121                                                            Cukup jelas
                          Cukup jelas                                   Ayat (3)
             Pasal 122                                                               Cukup jelas
                                Cukup jelas                       Pasal 125
             Pasal 123                                                               Cukup jelas
                    Huruf a                                       Pasal 126
                     Pinjaman daerah yang bersumber        dari                      Cukup jelas
pemerintah dapat berasal              dari pemerintah      dan
penerusan pinjaman/utang luar negeri;

                                      183                                           184
Pasal 127                                                           Ayat (4)
                       Cukup jelas                                         Cukup jelas
Pasal 128                                                           Ayat (5)
                       Cukup jelas                                        Cukup jelas
Pasal 129                                                      Pasal 131
                       Cukup jelas                                  Ayat (1)
   Pasal 130                                                               Bendahara    penerimaan     pembantu
            Ayat (1)                                                       melakukan     penatausahaan     atas
                                                                           penerimaan menggunakan :
                 Bendahara    penerimaan         melakukan
                 penatausahaan     atas         penerimaan                 a. Buku kas umum; dan
                 menggunakan :                                             b. Buku kas harian pembantu.
                 a. Buku kas umum daerah                                   Pentaushaan penerimaan oleh bendahara
                 b. Buku pembantu perincian obyek                          penerimaan pembantu menggunakan :
                 penerimaan; dan                                           a. Surat ketetapan pajak daerah (SKP-
                 c. Buku rekapitulasi penerimaan harian.                   Daerah)
                                                                           b. Surat ketetapan retribusi daerah
                                                                           (SKR-Daerah)
                 Penatausahaan     penerimaan    oleh                      c. Surat tanda setoran (STS)
                 bendahara penerimaan menggunakan :                        d. Surat tanda bukti pembayaran; dan
                 a. surat ketetapan pajak daerah (SKP-                     e. Bukti penerimaan yang sah.
                 Daerah);                                           Ayat (2)
                 b. Surat ketetapan retribusi daerah
                 (SKR-Daerah)                                             Cukup jelas
                 c. Surat tanda setiran (STS)                       Ayat (3)
                 d. Surat tanda bukti pembayaran; dan                     Bendahara penerimaan melakukan
                 e. Bukti penerimaan yang sah.                            verifkasi, evaluasi dan analisis atas
            Ayat (2)                                                      laporan pertanggungjawaba penerimaan.
                  Cukup jelas                                       Ayat (4)
            Ayat (3)                                                       Cukup jelas
                 Verifikasi, evaluasi dan analisis dilakukan        Ayat (5)
                 dalam rangka rekonsiliasi penerimaan.                     Cukup jelas


                             185                                                         186
Pasal 132                                                    menyatakan bahwa uang yang diminta
     Cukup jelas                                             tidak dipergunakan untuk keperluan selain
                                                             ganti uang persediaan saat pengajuan
Pasal 133                                                    SP2D pada Kuasa BUD, dan
     Cukup jelas                                             g. Lampiran lain yang diperlukan
Pasal 134                                               Ayat (4)
     Cukup jelas                                              Dokumen SPP-Tu terdiri dari :
Pasal 135                                                    a.    surat pengantar SPP-TU
     Ayat (1)                                                b.    Ringkasan SPP-TU
                                                             c.    Rincian rencana penggunaan TU
            Cukup jelas                                      d.    Salinan SPD
     Ayat (2)                                                e.    Draft surat pernyataan untuk
            Dokumen SPP-UP terdiri dari :                          ditandatangani oleh pengguna
                                                                   anggaran/kuasa pengguna anggaran
             a. surat pengantar SPP-UP
             b. Ringkasan SPP-UP                                   yang menyatakan bahwa uang yang
             c. Rincian SPP-UP                                     diminta tidak dipergunakan keperluan
             d. Salinan SPP                                        selain tambahan uang persediaan
             e. Daftar surat pernyataan untuk
             ditandatangani pengguna anggaran yang                 saat pengajuan SP2D kepada kuasa
             menyatakan bahwa uang yang diminta tak                BUD
             dipergunakan untuk keperluan selain uang        f.    Surat keterangan memuat penjelasan
             persedian saat pengajuan SP2D kepada                  keperluan pengisihan tambahan uang
             kuasa BUD, dan
             f. Lampiaran lain yang diperlukan                   persediaan, dan
                                                             g. Lampiran lainnya.
     Ayat (3)
                                                        Ayat (5)
            Dokumen SPP-GU terdiri dari :
                                                             Cukup jelas
            a. surat pengantar SPP-GU
            b. Ringkasan SPP-GU                         Ayat (6)
            c. Rincian penggunaan SP2D-UP/GU                  Cukup jelas
            yang lalu                                   Ayat (7)
            d. Bukti transaksi yang sah dan lengkap
            e. Salinan SPD                                   Cukup jelas
            f. Draft surat pernyataan untuk
            ditandatangani oleh pengguna
            anggaran/kuasa pengguna anngaran yang
                                                                         188
                       187
Pasal 136                                                 Ayat (2)
      Ayat (1)                                                 Dokumen      SPP-Lsuntuk         pengadaan
            Dokumen SPP-LS untuk pembayaran gaji               barang dan jasa terdiri dari :
            dan tunjangan terdiri dari :                       a.    surat pengantar SPP-LS
            a.   surat pengantar SPP-LS                        b.    Ringkasan SPP-LS
            b.   Ringkasan SPP-LS                              c.    Rincian SPP-LS
            c.   Rincian SPP-LS, dan                           d.    Lampiran SPP-LS
            d.   Lampiran SPP-LS                               Lampiran     dokumen    SPP-LS      untuk
            Lampiaran SPP-LS untuk pembayaran                  pengadaan barang dan jasa mencakup :
            gaji dan tunjangan serta penghasilan               salinan SPD; salinan surat rekomendasi
            lainnya mencakup : pembayaran gaji                 dari SKPD teknis terkait; SPP disertai
            induk; gaji susulan ; kekurangan gaji; gaji        faktor pajak (PPN dan PPh) yang telah
            terusan; uang duka wafat/tewas yang                ditandatangani wajib pajak dan wajib
            dilengkapi dengan daftar gaji induk/gaji           pungut,          surat          perjanjian
            susulan/kekurangan        gaji/uang    duka        kerjasama/kontrak    antara    pengguna
            wafat/tewas; SK CPNS; SK kenaikan                  anggaran/kuasa pengguna         anggaran
            pangkat; SK jabatan; kenaikan gaji                 dengan pihak ketiga serta mencantumkan
            berkala; surat pernyataan pelantikan;              nomor rekening bank pihak ketiga, berita
            surat pernyataan masih menduduki                   acara penyelesaian pekerjaan, berita
            jabatan;     surat     pernyataan     masih        acara serah terima barang dan jasa, berita
            melaksanakan tugas; daftar keluarga (KP            acara pembayaran, kuitansi bermaterai.
            4); fotokopi surat nikah; fotokopi akte            Nota/faktur yang ditandatangani oleh
            kelahiran;         surat         keterangan        pihak ketiga dan PPTK serta disetujui oleh
            pemberhentian pembayaran (SKPP) haji;              pengguna      anggaran/kuasa     penggna
            daftar potongan sewa rumah dinas; surat            anggaran, surat jaminan bank atau yang
            keterangan masi sekolah/kuliah; surat              dipersamakan yang dikeluarkan oleh bank
            pindah; surat kematian; SPP PPh pasal              atau lembaga keuangan non bank,
            21; dan Peraturan perundang-undangan               dokumen lain yang dipersyaratkan untuk
            mengenai penghasilan pimpinan dan                  kontrak-kontrak yang dananya sebagian
            anggota DPRD serta gaji dan tunjangan              atau    seluruhnya     bersumber      dari
            kepala daerah/wakil kepala daerah.                 penerusan pinjaman/hibah luar negeri,
            Kelengkapan lampiran dokumen SPP-LS                berita     acara     pemeriksaan     yang
            pembayaran        gaji    dan     tunjangan        ditandatangani oleh pihak ketiga/rekanan
            digunakan sesuai peruntukannya.                    serta unsur panitia pemeriksaan barang
                                                               berikut lampiran daftar barang yang
                                                               diperiksa, surat angkutan atau konosemen
                          189                                               190
            apabila pengadaan barang dilaksanakan                 Ayat (2)
            diluar wilayah kerja, surat pemberitahuan                   Kelengakapaan      dokumen     SPM-GU
            potongan denda keterlambatan pekerjaan                      mencakup :
            dari PPTK apabila pekerjaan mengalami
            keterlambatan, foto/dokumentasi tingkat                     a. surat pernyataan tanggung jawab
            kemajuan/penyelesaian             pekerjaan,                pengguna anggaran/kuasa pengguna
            potongan jamsostek (potongan yang                           anggaran; dan
            sesuai dengan ketentuan yang berlaku                        b. bukti-bukti pengeluaran yang sah dan
            surat/pemberitahuan jamsostek). Khusus                      lengkap.
            untuk      pekerjaan      konsultan     yang                Kelengkapan dokumen SPM-TU adalah
            perhitungan     harganya      menggunakan                   surat  pernyataan  tanggung jawab
            biaya personil (billing rate), berita acara                 pengguna anggaran/kuasa pengguna
            prestasi kemajuan pekerjaan dilampiri                       anggaran.
            dengan bukti kehadiran dari tenaga
            konsultan sesuai pertahapan waktu                           Kelengkapan       dokumen       SPM-LS
            pekerjaan               dan             bukti               mencakup :
            penyewaan/pembelianalat           penunjang                 a.   surat pernyataan tanggung jawab
            serta     bukti      pengeluaran     lainnya                     pengguna anggaran/kuasa pengguna
            berdasarkan       rincian    dalam      surat                    anggaran; dan
            penawaran.                                                  b.   bukti-bukti pengeluran yang sah dan
       Ayat (3)                                                              lengkap sesuai dengan kelengkapan
             Cukup jelas                                                     persyaratan yang ditetapkan dalam
                                                                             ketentuan perundang-undangan.
       Ayat (4)
                                                                  Ayat (3)
            Cukup jelas
                                                                        Cukup jelas
       Ayat (5)
                                                            Pasal 138
             Cukup jelas
                                                                  Cukup jelas
       Ayat (6)
                                                            Pasal 139
            Cukup jelas
                                                                  Cukup jelas
Pasal 137
                                                            Pasal 140
       Ayat (1)
                                                                  Cukup jelas
            Cukup jelas



                  191                                                           192
Pasal 141                                                          Huruf d
      Cukup jelas                                                       Cukup jelas
Pasal 142                                                    Ayat (3)
       Cukup jelas                                                 Penyampaian                    laporan
Pasal 143                                                          pertanggungjawaban pengeluaran kepada
                                                                   PPKD selaku BUD paling lambat tanggal
      Ayat (1)                                                     10 bulan berikutnya, dalam rangka
            PPK-SKPD     berkewajiban    melakukan                 bendahara                 pengeluaran
            verifikasi       atas            laporan               mempertanggungjawabkan pengeluaran
            pertanggungjawaban yang disampaikan                    uang yang menjadi tanggung jawabnya
            bendahara pengeluaran meliputi :                       secara fungsional.
            a. meneliti   kelengkapan  dokumen               Ayat (4)
               laporan pertanggungjawaban dan                      Cukup jelas
               keabsaha bukti-bukti pengeluaran
               yang dilampirkan;                             Ayat (5)
            b. menguji kebenaran perhitungan atas                  Cukup jelas
               pegeluaran perincian obyek yang         Pasal 144
               tercantum dalam perincian obyek;               Cukup jelas
            c. menghitung pengenaan PPN/PPh            Pasal 145
               atas beban pengeluran perincian
               obyek; dan                                    Cukup jelas
            d. menguji kebenaran sesuai dengan         Pasal 146
               SPM dan SP2D yang diterbitkan                 Ayat (1)
               periode sebelumnya.                                 Sesuai    dengan     standar   akuntansi
      Ayat (2)                                                     pemerintah, entitas pelaporan dan entitas
            Huruf a                                                akuntansi    menyelenggarakan     sistem
                                                                   akuntansi pemerintah daerah. Sistem
                Buku kas umum ditutup setiap bulan                 akuntansi pemerintah daerah meliputi
                dengan       sepengetahuan     dan                 serangkaian prosedur mulai dari proses
                persetujuan pengguna sebelumya.                    pengumpulan        data,     pencatatan,
            Huruf b                                                pengikhtisaran,
                 Cukup jelas                                       sampai dengan pelaporan keuangan
            Huruf c                                                dalam     rangka   pertanggungjawaba
                                                                   pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan
                 Cukup jelas
                      193                                                        194
      secara manual atau menggunakan                 pelaporankeuangan        yang    berkaitan
      aplikasi komputer. Prosedur tersebut           dengan penerimaan kas dalam rangka
      didokumentasikan dalam bentuk buku             bertanggungjawab pelaksanaan APBD
      jurnal dan buku besar, dan apabila             yang dapat dilakukan secara manual
      diperlukan ditambahkan dengan buku             maupun menggunakan aplikasi komputer.
      besar     pembantu.  Dalam    rangka           Fungsi akuntansipada SKPKD dan PPK-
      pertanggunjawaban pelaksanaan APBD             SKPD berdasarkan bukti taransaksi
      entitas pelaporan penyusunan laporan           penerimaan kas melakukan pencacatan
      keuangan meliputi :                            ke dalam jurnal penerimaan kas dengan
      a.   laporan realisasi anggaran;               mencantumkanuraian rekeninglawan asal
      b.   Neraca;                                   penerimaan kas berkenaan dan secara
      c.   Laporan arus kas; dan                     periodik jurnal atas transaksi penerimaan
      d.   Catatan atas laporan keuangan.            kas dispoting ke dalam buku besar
                                                     rekening berkenaan dan pada akhir
      Dalam    rangka    pertanggungjawaban          periode semua buku besar ditutup
      pelaksanaan APBD entitas akuntansi             sebagai dasar penyusunan laporan
      menyusun laporan keuangan meliputi :           keuangan SKPD.
      a.   laporan realisasi keuangan;            b. Prosedur akuntansi pengeluaran kas terdiri
      b.   Neraca; dan                               dari     prosedur      akuntansi     untuk
      c.   Catatan atas laporan keuangan.            pengeluaran kas pada SKPKD            dan
Ayat (2)                                             SKPD. Prosedur akuntansi pengeluaran
      Cukup jelas                                    kas pada SKPKD maupun SKPD meliputi
                                                     serangkaian         prosesmulai       dari
Ayat (3)                                             pencatatan,pengiktisaran sampai dengan
      Cukup jelas                                    pelaporan keuangan yang berkaitan
Ayat (4)                                             dengan pengeluaran kas dalam rangka
                                                     pertanggungjawaban pelaksaan APBD
      Prosedur akuntansi meliputi prosedur
                                                     yang dapat dilakukan secara manual
      baik yang dilakukan di SKPKD maupun
                                                     maupun menggunakan aplikasi komputer.
      SKPD yang terdri dari :
                                                     Fungsi akuntansi pada SKPKD dan PPK-
 a.   prosedur skuntansi penerimaan kas terdiri      SKPD berdasarkan bukti transaksi
      dari prosedur akuntansi untuk penerimaan       pengeluaran kas melakukan pencatatan
      kas di SKPKD dan SKPD. Prosedur                kedalam jurnal penjualan kas dengan
      akuntansi penermaan kas pada SKPKD             mencantumkan uraian rekening lawan
      maupun            SKPD           meliputi      asal pengeluaran kas berkenan dan
      serangkaianproses        mulai       dari      secara priodik jurnal atas tarnsaksi
      pencatatan,pengiktisaran,sampai dengan         pengeluaran kas diposting ke dalam buku
                    195                                             196
     besar rekeningberkenaan dan pada akhir              hutang pada SKPKD maupun SKPD
     periode semua buku besar di tutup                   meliputi serangkaian proses mulai dari
     sebagai dasar penyusunan laporan                    pencatatan atas perolehan
     keungan SKPD.                                  f.   Prosedur akuntansi persediaan terdiri dari
c.   Prosedur akuntansi aset terdiri dari                prosedur akuntansi untuk persediaan di
     prosedur akuntansi untuk aset di SKPKD              SKPKD dan SKPD. Prosedur akuntansi
     dan SKPD. Prosedur akuntansi aset pada              persediaan pada SKPKD maupun SKPD
     SKPKD       maupun      SKPD       meliputi         meliputi serangkaian proses mulai dari
     serangkaian proses mulai dari pencatatan            pencatatan atas perolehan
     atas perolehan, pemeliharaan, rehabilitasi,    g. Prosedur akuntansi selain kas terdiri dari
     perubahan klasifikasi, dan penyusunan              prosedur akuntansiuntuk selain kas di
     terhadap aset tetap yang dikuasai oleh             SKPKD dan SKPD. Prosedur akuntansi
     SKPD. Fungsi akuntansi pada SKPKD                  selain kas pada SKPKD maupun SKPD
     dan PPK-SKPD berdasarkan bukti                     meliputi serangkaian proses mulai dari
     transaksi dan/atau kejadian membuat                pencatatan,pengikhtisaran,sampai dengan
     bukti memorial yang minimal memuat                 pelaporan keuangan yang berkaitan
     informasi mengenai jenis/nama aset tetap,          dengan semua transaksi atas kejadian
     kode rekening, klasifikasi aset tetap, nilai       selain      kas       dalam       rangka
     aset tetap, tanggal transaksi/kejadian.            pertanggungjawaban pelaksanaan APBD
     Berdasarkan bukti memorial tersebut                yang dapat dilakukan secara manual
     dicata ke dalam buku jurnal umum dan               maupun menggunakan aplikasi komputer.
     secara periodik jurnal tas transaksi               Fungsi akuntansi pada SKPKD dan PPK-
     pengeluaran kas diposting kedalam buku             SKPD berdasarkan bukti transaksi
     besar rekening berkenan. Pada akhir                dan/atau    kejadian    membuat     bukti
     periode semua buku besar aset tetap                memorial yang minimal memuat inforasi
     ditutup sebagai dasar penyusunan                   mengenai tanggal tarnsaksi dan/atau
     laporan keuangan SKPD.                             kejadian dan jumlah rupiah. Berdasarkan
d.   Prosedur akuntansi piutang terdiri dari            bukti memorial tersebut dicatat ke dalam
     prosedur akuntansi untuk piutang di                buku jurnal umum dan secara periodik
     SKPKD dan SKPD. Prosedur akuntansi                 jurnal atas transaksi pengeluran kas
     piutang pada SKPKD maupun SKPD                     diposting ke dalam buku besar rekening
     meliputi serangkaian proses mulai dari             berkenaan. Pada akhir periode semua
     pencatatan atas perolehan                          buku besar aset tetap ditutup sebagai
e.   Prosedur akuntansi hutang terdiri dari             dasar penyusunan laporan keuangan
     prosedur akuntansi untuk hutang di                 SKPD.
     SKPKD dan SKPD. Prosedur akuntansi
                 197                                               198
      Ayat (5)                                                     pengukuran dan pelaporan, prinsip-prinsip
            Cukup jelas                                            penyusunan dan penyajian laporan
                                                                   keuangan setiap akun dalam laporan
     Ayat (6)                                                      keuangan.
            Cukup jelas                                      Ayat (2)
     Ayat (7)                                                      Cukup jelas
            Cukup jelas                                      Ayat (3)
     Ayat (8)                                                      Cukup jelas
            Cukup jelas                                Pasal 148
     Ayat (9)                                                Cukup jelas
            Cukup jelas                                Pasal 149
     Ayat (10)                                                Cukup jelas
            Cukup jelas                                Pasal 150
     Ayat (11)                                               Cukup jelas
            Cukup jelas                                Pasal 151
     Ayat (12)                                               Ayat (1)
            Cukup jelas                                            Cukup jelas
     Ayat (13)                                               Ayat (2)
            Cukup jelas                                            Lopoaran keuangan pemerintah daerah
     Ayat (14)                                                     dilampiri dengan surat pernyataan kepala
            Cukup jelas                                            daerah yang menyatakan pengelolaan
                                                                   APBD yang menjadi tanggungjawabnya
      Ayat (15)                                                    telah diselenggarakan berdasrkan sistem
            Cukup jelas                                            pengendalian intern yang memadai,sesuai
     Ayat (16)                                                     dengan ketentuan peraturan perundang-
                                                                   undangan.
            Cukup jelas
                                                             Ayat (3)
Pasal 147
                                                                   Cukup jelas
      Ayat (1)
                                                             Ayat (4)
            Peraturan     kepala    daerah   tentang
            kebijakan akuntansi sekurang-kurangnya                 Laporan ikhtisar realisasi kinerja disusun
            memuat      :     definisi,   pengakuan,               dari ringkasan laporan keterangan
                      199                                                        200
            pertanggungjawaban kepala daerah yang               Ayat (3)
            berisi tentang keluaran masing-masing                     Cukup jelas
            program sebagaimana ditetapkan dalam
            dokumen pelaksanaan APBD.                           Ayat (4)
       Ayat (5)                                                       Cukup jelas
            Cukup jelas                                         Ayat (5)
       Ayat (6)                                                       Cukup jelas
             Cukup jelas                                        Ayat (6)
       Ayat (7)                                                       Cukup jelas
            Cukup jelas                                         Ayat (7)
Pasal 152                                                             Cukup jelas
       Ayat (1)                                           Pasal 154
            Cukup jelas                                          Cukup jelas
       Ayat (2)                                           Pasal 155
            Cukup jelas                                         Ayat (1)
       Ayat (3)                                                       Yang      dimaksud      dengan    “urusan
                                                                      desentralisasi” meliputi urursan wajib dan
            Cukup jelas                                               urusan pilihan. Tugas pembantuan
       Ayat (4)                                                       meliputi:
            Rancangan peraturan daerah yang                           a.    tugas pembantuan yang diterima dari
            disampaikan kepada DPRD isinya sama                             pemerintah;dan
            dengan yang disampaikan kepada BPK.
                                                                      b.    tugas pembantuan yang diterima oleh
Pasal 153
                                                                            pemerintah profinsi.
       Ayat (1)
                                                                           Tugas umum pemerintah meliputi:
             Cukup jelas
                                                                      a. kerjasama antar daerah;
       Ayat (2)
                                                                      b. kerjasama daerah dengan pihak ketiga;
            Rancangan peraturan kepala daerah
            dilengkapi dengan lampiran sebagai                        c. koordinasi dengan instansi vertikal di
            berikut:                                                     daerah;
            a.     ringkasan laporan realisasi anggaran               c.    pembinaan atas wilayah;
                  ; dan
                           201                                                  202
     d.     pencegahan dan penaggulangan         Pasal 156
            bencana;                                    Cukup jelas
     e.     pengelolaan kawasan khusus yang      Pasal 157
            menjadi kewenagan daerah;                   Ayat (1)
     f.     penyelenggraan ketentraman dan                   Cukup jelas
           ketertiban umum; dan                         Ayat (2)
     g. tugas-tugas umum pemerintah lainnya                  Cukup jelas
           yang dilaksanakan oleh pemerintah            Ayat (3)
           daerah.                                           Cukup jelas
     Koordinasi dengan instansi vertikal di             Ayat (4)
     daerah      adalH     koordinasi   dengan                Cukup jelas
     instansaipemerintah yang mempunyai
     kantor     wilayah    di    daerah   yang          Ayat (5)
     bersangkutan. Pembinaan batas wilayah                   Cukup jelas
     meliputi pembinaan batas wilayah antara            Ayat (6)
     kecamatan dan batas wilayah antar
     kelurahan. Kawasan khusus meliputi                      Yang     dimaksud        dengan “secara
     kawasan       sumberdaya     alam,kawasan               konversional” adalah penyusun dan
     sumberdaya                 buatan,kawasan               penyampaian LPPD secara tertulis dan
     industri,pariwisata,perdagangan,dan                     dikirim melalui kurir/jasa pos.
     otorita,     kawasan      kelautan    dan   Pasal 158
     kedigantaraan, sepanjang yang menjadi                         Cukup jelas
     kewenangan daerah.
                                                 Pasal 159
Ayat (2)
                                                                   Cukup jelas
     Cukup jelas
                                                 Pasal 160
Ayat (3)
                                                                   Cukup jelas
     Cukup jelas
                                                 Pasal 161
Ayat (4)
                                                               Cukup jelas
     Pejabat mengganti kepala daerah adalah
                                                 Pasal 162
     pejabat yang ditunjuk untuk menjalankan
     tugas-tugas kepala daerah.                               Cukup jelas


                     203                                              204
Pasal 163                                             Pasal 170
      Yang dimaksud dengan pengawasan yang                        Cukup jelas
      dilakukan oleh DPRD adalah pengawasan yang      Pasal 171
      lebih mengarah untuk menjamin pencapaian                    Cukup jelas
      sasaran yang telah ditetapkan dalam peraturan   Pasal 172
      daerah tentang APBD dengan kebijakan umum                   Cukup jelas
      APBD                                            Pasal 173
                                                                  Cukup jelas
Pasal 164                                             Pasal 174
   Ayat (1)                                                       Cukup jelas
            Cukup Jelas                               Pasal 175
                                                                  Cukup jelas
   Ayat (2)                                           Pasal 176
      Pngendalian     interen    sekurang-kurangnya               Cukup jelas
      memenuhi kriteria sebagai berikut:              Pasal 177
      a. teciptanya lingkungan pengendalian yang                  Cukup jelas
                                                      Pasal 178
         sehat;
                                                                  Cukup jelas
      b. terselanggaranya penilaian resiko;           Pasal 179
      c. terselanggaranya aktifitas pengendalian;                 Cukup jelas
                                                      Pasal 180
      d. terselanggaranya sistem informasi dan
                                                                  Cukup jelas
         komunikasi;dan
      e. terselanggaranya kegiatan pemantauan
        pengendalian.                                 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN
Pasal 165                                             KOLAKA NOMOR …..
              Cukup jelas
Pasal 166
              Cukup jelas
Pasal 167
              Cukup jelas
Pasal 168
              Cukup jelas
Pasal 169
              Cukup jelas


                     205                                              206

						
Related docs
Other docs by HC120912153924
Science and Scientific Methods
Views: 0  |  Downloads: 0
Sec2b1 Fall2012
Views: 2  |  Downloads: 0
Dear Parents,
Views: 0  |  Downloads: 0
P5 & 6 Sc Parents' briefing 2012
Views: 3  |  Downloads: 0
Avropanin qonsuluq siyas?ti
Views: 41  |  Downloads: 0
Confederate States
Views: 0  |  Downloads: 0