Ruang Lingkup Penelitian by 20cUTw9

VIEWS: 0 PAGES: 11

									                                   BAB I


                             PENDAHULUAN




A. Latar Belakang


      The Millenium Development Goals for Health (MDGs) merumuskan 8

   tujuan utama dibidang kesehatan, salah satunya menurunkan angka kematian

   ibu (WHO, 2002). Hal itu sejalan dengan program dalam pembangunan

   nasional dibidang kesehatan. Berdasarkan survey SDKI tahun 2003, AKI di

   Indonesia mendapat urutan teratas di ASEAN yaitu sebesar 307 per 100.000

   kelahiran hidup, sementara itu di negara tetangga Malaysia sebesar 36 per

   100.000 kelahiran hidup, di Singapura 6 per 100.000 kelahiran hidup, bahkan

   di Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup (BPS, 2003).


     Angka Kematian Ibu bersama dengan Angka Kematian Bayi menjadi

   indikator keberhasilan pembangunan kesehatan, Risiko kematian ibu karena

   melahirkan di Indonesia adalah 1 dari 65 ibu, kematian diperkirakan akibat

   komplikasi kehamilan atau persalinan. Angka kecenderungan seperti ini,

   pencapaian MDGs untuk menurunkan AKI sebesar tiga perempat antara 1990

   dan 2015 akan sulit terwujud kecuali apabila dilakukan upaya yang lebih

   intensif untuk mempercepat laju penurunannya (Bappenas, 2010).


     Penyebab kematian ibu diantaranya pendarahan, hipertensi saat hamil atau

   pre eklamsi dan infeksi, abortus, persalinan lama atau macet, emboli

   obstetrik, Kompl masa puerpureum (menegpp.go.id, 2008). Persalinan lama
merupakan salah satu penyebab tingginya AKI di Indonesia. Beberapa faktor

yang berkontribusi terjadinya persalinan lama antara lain power atau kekuatan

ibu saat melahirkan tidak efektif, bayi yang terlalu besar, ketidaksesuaian

ukuran panggul dengan kepala bayi dan psikologis ibu yang tidak siap

menghadapi persalinan (Gorrie, McKinney & Murray, 1998 dalam Yonne

2009).


   Proses persalinan dipengaruhi oleh lima komponen dasar yaitu ; jalan

lahir, janin, kekuatan-kekuatan pada ibu, posisi ibu dan respon psikologis ibu.

Kelahiran bayi spontan dapat terjadi bila jalan lahir siap memfasilitasi atau

membuka saat janin lewat, ukuran janin proporsional, kontraksi uterus

adekuat, dorongan otot perut ibu memadai, posisi jongkok atau duduk, psikis

ibu tenang serta teknik pernafasan ibu sudah terlatih ( Leonard D L , 2005

dalam Kadarti, 2009 ).

   Faktor lain penentu tingginya angka kematian adalah rendahnya kesadaran

masyarakat tentang kesehatan ibu hamil, latar belakang pendidikan rendah,

Faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan ibu

dalam pemanfaatan fasilitas kesehatan. Upaya peningkatan pelayanan

perawatan ibu diperlukan baik oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

   Tiga pesan-pesan kunci MPS “Making Pregnancy Safer” yaitu: 1). Setiap

persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, 2). Setiap komplikasi

obstetrik dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat dan, 3). Wanita usia

subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak

diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran (Depkes, 2001).
   Upaya yang dilakukan pemerintah dengan menempatkan program KIA

(Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai program prioritas melalui fokus strategi

making pregnancy safer (MPS). Salah satu kebijakannya adalah pelayanan

antenatal harus diberikan pada semua fasilitas kesehatan. Ibu hamil yang

mendapatkan perawatan antenatal yang baik, maka risiko terjadinya penyakit

selama kehamilan dapat terdeteksi secara dini. Puskesmas sebagai salah satu

fasilitas kesehatan di tingkat dasar, diharapkan memberikan pelayanan

kesehatan yang bermutu, memuaskan, sesuai standar dan etika profesi (Henri,

2006).

   Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada

ibu selama masa kehamilan sesuai dengan standar pelayanan antenatal seperti

yang ditetapkan dalam buku Pedoman Pelayanan Antenatal bagi Petugas

Puskesmas (Depkes R.I., 1997).

    Pelayanan antenatal mencakup K1 (Kunjungan 1), K4 (Kunjungan 4),

P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), dan

program penyuluhan, bimbingan, kelas ibu hamil. Pelayanan atau

pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil sesuai standar pada masa kehamilan

oleh tenaga kesehatan terampil (Dokter, Bidan, dan Perawat).

   Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama

kehamilan yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil, bukan hanya untuk

menurunkan insidensi partus lama namun juga untuk kenyaman ibu selama

kehamilan dan menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan.

Manfaat gerak badan selama hamil adalah sirkulasi darah menjadi baik, nafsu
makan bertambah, pencernaan lebih baik, dan tidur lebih nyenyak (Saminem,

2009).


   Manfaat senam hamil diantaranya dapat melatih kelenturan otot-otot

dinding perut dan dasar panggul sehingga memudahkan persalinan, membantu

ibu dalam proses melahirkan, untuk mengejan dan mengatur napas (Iis, 2008).

Menurut Ayu, senam hamil juga melonggarkan persendian yang berhubungan

dengan persalinan, dapat memperbaiki kedudukan janin, meningkatkan

ketegangan dan kepercayaan diri menghadapi persalinan, memperoleh

pengetahuan dan kemampuan mengatur pernapasan, relaksasi. Senam juga

meningkatkan kemampuan mengkoordinasikan kekuatan kontraksi otot rahim,

dan meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani ibu hamil.


   Senam hamil juga penting untuk ibu hamil yang ingin melahirkan secara

normal setelah persalinan sebelumnya dilakukan tindakan operasi cesar.

Menurut Simkin dan Walley, sebagian besar wanita disarankan harus

melahirkan normal setelah persalinan yang pertama cesar. Bedah cesar

meninggalkan bekas jaringan parut yang kuat dan kondisi rahim yang sehat,

ini menandakan suatu kondisi persalinan dan melahirkan lewat vagina kecil

kemungkinannya membuat jaringan parut terbuka.


   Bagi ibu yang melahirkan dengan VBAC memiliki beberapa syarat,

diantaranya indikasi operasi sebelumnya bukan karena panggul sempit, letak

bayi kepala, proses penyembuhan luka operasi baik, perkiraan berat badan

bayi tidak boleh lebih dari 4 Kg, bukan kehamilan kembar, dan belahan

operasi cesar sebelumnya tidak tegak lurus (vertikal). Proses mengejan saat
pembukaan lengkap hanya boleh 2x15 menit. Elastisitas otot perut dan bekas

luka operasi cesar yang telah merapat juga menjadi hal yang dipertimbangkan

(Santoso, 2010). Melalui senam hamil yang rutin dilakukan ibu hamil maka

dapat membantu ibu untuk mengejan dan mengatur napas lebih optimal, dan

mempertahankan elastisitas otot perut saat kontraksi, sehingga ibu dapat

melahirkan dengan VBAC.


   Dampak ibu yang tidak melakukan senam hamil lebih rentan mengalami

ketegangan jiwa dan fisik yang menyebabkan otot dan persendian kaku,

menurut Mochtar (1998), senam hamil diperlukan untuk memperoleh

ketenangan dan relaksasi serta menurunkan ketegangan.


   Pelayanan senam hamil sudah banyak dilakukan di Rumah Sakit

khususnya di poliklinik kandungan, namun masih jarang dilakukan di

Puskesmas. Bagi masyarakat di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung,

Surabaya dan sebagainya latihan senam hamil ini bukanlah suatu hal yang

aneh, tetapi tidak berarti semuanya mengerti dan menyadari bahwa latihan

senam hamil ini berguna bagi wanita hamil (Primadi, 1998 dalam David

2008).

   Penelitian di Bradford, 30% bayi lahir dari wanita Asia, namun hanya

sedikit diantara wanita asia yang menghadiri kelas antenatal. Mereka tidak

tertarik dengan kelas tersebut, merasa bahwa keluarga besar mereka akan

mendukung dan mengajarkan mereka serta merasa bahwa pekerjaan rumah

tangga merupakan prioritas (Walker dan Pollard, 1995).

   Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Woro Adityasari pada bulan

Mei 2009 tentang hubugan tingkat pengetahuan tentang manfaat senam hamil
dengan persepsi ibu hamil tentang senam hamil di puskesmas kecamatan

tanjung priok jakarta utara, didapatkan hasil kesimpulan penelitian dari 55

orang 32 orang memiliki pengetahuan tinggi atau baik tentang senam hamil,

dan 22 orang memiliki pegetahuan rendah tentang senam hamil.


   Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Ciputat Timur pada

bulan November 2010 didapatkan informasi bahwa program kelas ibu hamil

(antenatal class) sudah berjalan hampir satu tahun. Kelas ibu hamil

dilaksanakan setiap hari kamis. Salah satu program yang diajarkan dalam

adalah senam hamil. Pelaksanaan program senam hamil belum memiliki

jadwal yang tetap karena program tersebut masih memiliki beberapa kendala,

diantaranya program senam hamil kurang mendapat perhatian para ibu hamil.

Ibu hamil yang turut serta dalam kelas senam hamil paling banyak 10,

terkadang hanya 2 orang ibu hamil yang turut serta.


   Anderson (1974) dalam Notoadmodjo (2003) menggambarkan model

system kesehatan (health system model) yang berupa model kepercayaan

kesehatan. Model Anderson terdapat 3 kategori utama dalam pemanfaatan

pelayanan    kesehatan,   yaitu:   karakteristik   predisposisi,   karakteristik

pendukung, karakteristik kebutuhan. Teori Green dalam Notoatmodjo (2003)

menjelaskan bahwa tindakan seseorang dipengaruhi tiga faktor yaitu: faktor

Predisposisi (pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, tingkat social ekonomi),

faktor pemungkin (fasilitas dan sarana prasarana kesehatan) dan faktor

penguat (sikap dan perilaku).
   Model keyakinan kesehatan membantu perawat memahami berbagai faktor

yang dapat mempengaruhi perilaku klien, serta membantu perawat membuat

rencana perawatan yang paling efektif untuk membantu klien memelihara atau

memperoleh kembali status kesehatannya dan mencegah terjadinya penyakit.

Nursing Health Promotion Model (Pender, 1993, 1996 dalam Perry&Potter

2005) menjelaskan alasan keterlibatan klien dalam aktivitas kesehatan. Model

peningkatan kesehatan mengidentifikasi beberapa faktor (mis. Demografi dan

sosial) yang dapat meningkatkan atau menurunkan partisipasi klien untuk

meningkatkan kesehatan. Model tersebut juga mengatur berbagai tanda dalam

sebuah pola untuk menjelaskan kemungkinan munculnya partisipasi klien

dalam perilaku peningkatan kesehatan


   Perilaku manusia sebenarnya merupakan refleksi dari berbagai gejala

kejiwaan, diantaranya pengetahuan dan motivasi. Maslow menjelaskan teori

motivasi dengan mempelajari kebutuhan-kebutuhan. Teori ini Maslow

menyusun kebutuhan manusia secara hierarki.


   Berdasarkan uraian diatas penulis merasa tertarik untuk melakukan

penelitian yang berkaitan dengan senam hamil. Penulis tertarik untuk meneliti

hubungan pengetahuan dan persepsi ibu hamil tentang manfaat senam hamil

dengan motivasi ibu hamil mengikuti kelas senam hamil di Puskesmas Ciputat

Timur.
B. Rumusan masalah

      Sebagai persiapan menyongsong kelahiran, Senam hamil berguna untuk

   mengoptimalkan keseimbangan fisik, memelihara kesehatan kehamilan,

   menghilangkan keluhan yang kejadi karena perubahan - perubahan akibat

   proses kehamilan dan mempermudah proses persalinan ( Diah, 2005).

      Berdasarkan hasil penelusuran ibu hamil yang mengikuti kelas senam

   hamil sedikit. Hal ini terlihat dari sedikitnya jumlah ibu hamil yang datang

   saat kelas senam hamil.

      Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian

   melihat hubungan pengetahuan dan motivasi ibu hamil terhadap senam hamil

   dengan keikutsertaan di kelas senam hamil Puskesmas Ciputat Timur.


      .


C. Pertanyaan penelitian

      Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka pertanyaan untuk penelitian

   ini adalah :

   1. Bagaimanakah pengetahuan ibu hamil terhadap senam hamil di

          Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2011?.


   2. Bagaimanakah motivasi ibu hamil terhadap senam hamil di Puskesmas

          Ciputat Timur Tahun 2011?.


   3. Bagaimanakah hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan ibu hamil di

          kelas senam hamil di Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2010.
   4. Bagaimanakah hubungan motivasi ibu hamil dengan keikutsertaan ibu

       hamil di kelas senam hamil di Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2010.


D. Tujuan penelitian


   1. Tujuan umum


      Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melihat

   hubungan antara pengetahuan dan motivasi tentang senam hamil kelas senam

   hamil Tahun 2011.


   2. Tujuan khusus


   a. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil terhadap senam hamil di

      Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2011.


   b. Mengidentifikasi motivasi ibu hamil terhadap manfaat senam hamil di

      Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2011.


   c. Mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu hamil terhadap senam hamil

      dengan keikutsertaan di kelas senam hamil Puskesmas Ciputat Timur

      Tahun 2011.


   d. Mengidentifikasi hubungan motivasi ibu hamil terhadap senam hamil

      dengan keikutsertaan di kelas senam hamil Ciputat Timur Tahun 2011.
E. Manfaat penelitian


   1. Puskesmas Ciputat Timur

         Memberikan masukan atau informasi kepada pihak Puskesmas Ciputat

      Timur mengenai hubungan pengetahuan dan motivasi ibu hamil terhadap

      senam hamil dengan keikutsertaan ibu di kelas senam hamil, sehingga

      program kelas senam hamil dapat lebih ditingkatkan.

   2. Bagi Peneliti

         Penelitian ini dapat memberikan pengalaman dan mengembangkan

      daya berfikir kritis, pengetahuan peneliti dalam mempraktikkan teori–

      teori yang diperoleh peneliti selama kuliah terutama yang berhubugan

      dengan penelitian, serta sebagai acuan untuk penelitian yang akan

      dilakukan selanjutnya.


   3. Bagi Peneliti Lain


         Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi oleh peneliti lain baik

      secara teoritis maupun secara metodologis mengenai penelitian terkait

      hubungan pengetahuan dan persepsi ibu hamil tentang manfaat senam

      hamil dengan motivasi ibu hamil mengikuti kelas senam hamil.


   4. Bagi instansi pendidikan keperawatan


         Manfaat bagi instansi pendidikan keperawatan sebagai acuan untuk

      pelaksanaan praktik keperawatan maternitas dan sebagai dasar untuk

      melakukan penelitian selanjutnya.
F. Ruang Lingkup Penelitian

      Penelitian ini menggambarkan hubungan pengetahuan dan motivasi ibu

   hamil terhadap senam hamil dengan keikutsertaan di kelas senam hamil

   Puskesmas Ciputat Timur Tahun 2011. Populasi penelitian ini adalah ibu

   hamil trimester kedua dan ketiga yang memeriksakan diri ke Puskesmas

   Ciputat Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik kuantitatif

   dengan desain case control. Data yang dikumpulkan merupakan data primer

   yang diperoleh dengan cara mengajukan pertanyaan tertutup pada dua

   kelompok yang berbeda yaitu kelompok ibu hamil yang mengikuti kelas

   senam hamil dengan kelompok ibu hamil yang tidak mengikuti kelas senam

   hamil, pertanyaan diberikan melalui kuesioner yang akan dijawab oleh ibu

   hamil.

								
To top