proposal tesis olahraga analisis strategi potensi pembinaan olahraga prestasi di daerah dalam menyongsong pekan olahraga daerah by S5k2Kcs

VIEWS: 0 PAGES: 32

									TERIMA KASIH TELAH MENDOWLOAD…                                                        1
ajak teman2 anda kunjungi terus http://tugas2kuliah.wordpress.com
untuk mendapatkan kebutuhan dokumen anda lainnya secara GRATISS…!!!
atau tolong sebarkan website ini… : see u at the top…!!!
Ingat…!!! Hidup ini adalah memberi… bukan menerima…!!!

Jika bermanfaat… dan jika berkenan,
sedekahkan pulsa Anda seikhlasnya ke nomor kami : 0813   4209 2137   hehehehe..
SMS kami jika membutuhkan sebuah dokumen..!!! akan kami upload

       1. Judul Penelitian

          ANALISIS       STRATEGI        POTENSI         PEMBINAAN        OLAHRAGA
          PRESTASI       DI    DAERAH        KABUPATEN         PINRANG            DALAM
          MENYONGSONG PEKAN OLAHRAGA DAERAH YANG KE XIV DI
          KABUPATEN PANGKEP TAHUN 2010


       2. Latar Belakang

                Sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang No.25 Thn 2000

          (selanjutnya disingkat UU No.25/2000) tentang program pembangunan

          nasional (PROPENAS) tahun 2000 sampai 2004 khususnya dalam bidang

          olahraga adalah :

              Program pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga

              1. Program pengembangan dan keserasian kebijakan olahraga

              2. Program pemasyarakatan olahraga

              3. Program pemanduan bakat dan bibit olahraga

              4. Program peningkatan prestasi olahraga

                Ditambah Undang-Undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2005

          tentang system keolahragaan nasional. Kemudian berjalannya otonomi daerah

          yang memberikan motivasi kepada kita semua dalam rangka pengembangan

          suatu wilayah dalam sauna yang kondusif dan dalam wawasan yang

          demokratis dilanjutkan lagi dengan adanya kebijakan bupati Kabupaten

          Pinrang yang berfokus pada peningkatan sumberdaya manusia masyarakat
                                                                          2




Kabupaten Pinrang khususnya pada bidang pendidikan jasmani dan olahraga

di sekolah-sekolah dan masyarakat sebagai subsistim pendidikan secara

menyeluruh yang nantinya dapat meningkatkan kualitas fisik, karakter, etika,

disiplin, dan kepribadian masyarakat Pinrang.

      Tolak ukur keberhasilan pembinaan prestasi olahraga yang dicapai oleh

Kabupaten Pinrang pada pekan olahraga daerah (PORDA) dari tahun ke tahun

mengalami peningkatan, walaupun pada pekan olahraga daerah di Kabupaten

Bone sedikit mengalami peningkatan peringkat yaitu dari peringkat ke XXII di

Kabupaten Palopo dan di Kabupaten Bone peringkat ke VIII namun perolehan

medali tersebut tidak signifikan. Pada pekan olahraga daerah ke XIII di

Kabupaten Bone kabupaten pinrang meduduki peringkat ke         VIII dengan

medali emas 7 dari total medali emas yang di perebutkan 296 medali emas.

Pada medali perak 9 dari total medali perak yang di perebutkan 296 medali

perak sedangkan medali perunggu 28 dari total medali perunggu yang di

perebutkan 398 medali perunggu

      Ditambah lagi dengan adanya kebijakan bupati Kabupaten Pinrang yang

berfokus pada peningkatan sumberdaya manusia masyarakat Kabupaten

Pinrang khususnya pada bidang pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah-

sekolah dan masyarakat sebagai subsistim pendidikan secara menyeluruh yang

nantinya dapat meningkatkan kualitas fisik, karakter, etika, disiplin, dan

kepribadian masyarakat Pinrang.

     Berdasarkan prestasi yang dicapai Kabupaten Pinrang pada pekan

olahraga daerah yang ke XIII di Kabupaten Bone tahun 2006, maka sangat
                                                                           3




jelas bahwa perlu ada keserasian antara pemerintah kabupaten dan para

pemegang kebijakan yang ada di Kabupaten Pinrang dalam pengembangan

olahraga prestasi, guna mendukung program keolahragaan. Hal ini

dimaksudkan agar terjadi sinergi dalam pengembangan olahraga prestasi di

Kabupaten Pinrang dan efisiensi penggunaan dana peningkatan prestasi

olahraga.

     Beberapa factor yang sangat berpengaruh dalam pengembangan

olahraga prestasi di Kabupaten Pinrang :

1.   Sumberdaya manusia olahraga (pelatih, atlit, wasit dan pengurus

     olahraga )

2.   Sarana dan prasarana

3.   Kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Pinrang

4.   Kinerja organisasi

     Namun demikian factor potensi wilayah dan jumlah penduduk turut

menunjang didalamnya.       Kabupaten Pinrang mempunyai luas wilayah

1.961,77 km2 persegi dan wilayah sebelah barat berbatasan: Selat Makassar

dan Kabupaten Poliwali Mandar, wilayah sebelah timur berbatasan:

Kabupaten Engrekang dan Kabupaten Sidrap, wilayah sebelah selatan

berbatasan: Kota Pare-Pare dan wilayah sebelah utara: Kabupaten Tanatoraja.

dengan jumlah penduduk  313.801 jiwa, dengan jumlah laki-laki 156.405

jiwa dan jumlah perempuan 157.396 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk

8,45 % yang tersebar 12 kecamatan 104 desa dan kelurahan. Sumber

penghasilan masyarakat pinrang dari sector pertanian: (data BPS Sul Sel tahun
                                                                         4




2006). Faktor- factor ini perluh diakomodasikan oleh KONIDA Kabupaten

Pinrang dalam suatu program jangka panjang .

     Dari berbagai program pembinaan olahraga prestasi 10 tahun terakhir

belum memperlihatkan hasil yang maksiamal. Penetapan cabang olahraga

perioritas atau unggulan seharusnya ditetapkan berdasarkan sumber daya

manusia olahraga (pengurus, pelatih, wasit dan atlet), sarana dan prasarana

olahraga yang dimiliki dan kebijakan pemerintah dalam penyediaan dana

pembinaan olahraga prestasi.

   Di kabupaten pinrang di perlukan suatu komitmen yang tinggi dan di

tindak lanjuti oleh kebijakan pemerintah dalam penyediaan dana pembinaan

prestasi olahraga serta transparansi yang akuntabel didalam pengembangan

potensi pembianaan olahraga prestasi.

     Sehubungan dengan itu, pemerintah daerah dan komite olahraga nasional

Indonesia kabupaten pinrang sebagai badan pengelolah tertinggi dalam

pengembangan olahraga prestasi di daerah perluh menyikapi fenomena ini dan

membuat langkah-langkah strategis untuk pengembangan olahraga prestasi di

kabupaten pinrang . Salah satu langkah yang mendasar perluh dilakukan

adalah perluhnya data empirik tentang sumber daya manusia (atlet, pelatih,

dan pengurus cabang olahraga). Sarana – Prasarana Olahraga, Kebijakan

Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang dan pendanaan dalam menetapkan

strategi untuk mempersiapkan potensi pembinaan prestasi olahraga daerah

Kabupaten Pinrang dalam menyongsong Pekan Olahraga Daerah yang Ke

XIV di Kabupaten Pangkep tahun 2010
                                                                            5




   2. Rumusan Masalah

   1. Cabang olahraga apa yang perluh dibina untuk persiapan PORDA ke XIV
      di Kabupaten Pangkep 2010?
   2. Faktor-faktor apa yang perluh dibenahi untuk persiapan PORDA ke XIV
      di Kabupaten Pangkep 2010?


4. Tujuan Penelitiaan

   Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah :

   1. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi sumberdaya manusia

      olahraga yang di miliki pada cabang olahraga prestasi di kabupaten

      pinrang.

   2. Untuk mengetahui dari kondisi sarana-prasarana yang dimiliki pada

      cabang olahraga prestasi di kabupaten pinrang.

   3. Untuk mengetahui kebijakan pemerintah menetapakan dana Anggaran

      Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam meningkatkan prestasi

      olahraga di Kabupaten Pinrang.

   4. Untuk mengetahui kinerja organisasi terhadap pembinaan prestasi pada

      cabang olahraga di Kabupaten Pinrang.



5. Manfaat Penelitian

   1. Manfaat bagi pemerintah daerah kabupaten pinrang dan KONI Kabupaten

      Pinrang

      a. Menjadi acuan dalam membuat dan menetapkan kebijakan bagi

          pemerintah Kabupaten Pinrang dalam pengembangan olahraga prestasi
                                                                          6




       olahraga dalam menyongsong pekan olahraga daerah ke XIV di

       Kabupaten Pangkep.

   b. Menjadi acuan dalam menetapkan pemetaan cabang olahraga prestasi

       di Kabupaten Pinrang

   c. Dapat menjadi acuan dalam menyusun dan menetapkan program

       pembinaan jangka panjang KONI Kabupaten Pinrang menyongsong

       pekan olahraga daerah ke XIV di Kabupaten Pangkep tahun 2010 dan

       pekan olahraga daerah tahun 2014

2. Manfaat bagi pengurus cabang olahraga:

   a. Dapat menjadi acuan dalam menyusun program peningkatan kualitas

       pengurus dan pelatih dan atlet.

   b. Dapat menjadi dasar dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas

       manajemen cabang olahraga prestasi sehingga dapat mendorong atlet

       untuk berprestasi yang lebih tinggi.

3. Menjadi bahan informasi bagi instansi terkait.

4. Menjadi bahan informasi bagi guru olahraga dan pelatih olahraga agar

   dapat meningkatkan SDM karirnya.

5. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk peneliti selanjutnya

   dengan harapan dapat di kembangkan dengan variable dan permasalahan

   yang lebih luas.

6. Bagi peneliti agar lebih terampil dalam meneliti, memiliki sikap percaya

   diri, tingkah laku, kepribadiaan semakin matang serta bertambahnya

   pengetahuan itu sendiri.
                                                                             7




6. Tinjauan Pustaka

6.1. Potensi Olahraga Prestasi

             Pengembnagan olahraga sampai sekarang ini mengalami perubahan

     sesuai dengan perkembanagan dan penerapan teknologi dalam olahraga.

     IPTEK olahraga memang tidak bisa di pungkiri sebagai salah satu factor

     yang mempengaruhi defenisi atau pengertiaan olahraga sampai sekarang

     ini..

             Dewasa ini semakin sukar dipisahkan muatan teknologi yang

     menggabungkan otot dan mesin temuan ilmiah melahirkan olahraga yang

     berorientasi teknologi (techno sport). Pada tingkat Internasional masih

     dihadapkan pada kesulitan menetapkan defenisi olahraga yang dapat

     memuaskan banyak orang, sehingga sampai sekarang ini ditemukan defenisi

     olahraga yang beragam, sesuai dengan sudut pandang disiplin ilmu

     keolahragaan yang digunakan memahami fenomena olahraga.

             Walaupun pengertian olahraga masih beragam namun esensi

     pengertian olahraga kebanyakan berkaitan dengan tiga unsure pokok yaitu;

     bermaian, latihan fisik dan kompotensi. Defenisi olahraga yang di rumuskan

     dewan Eropa      (1980)    “olahraga sebagai aktivitas spontan, bebas dan

     dilaksanakan selama waktu luang” Pengertian ini merupakan interpretasi

     yang masih bersifat umum yang kemudian digunakan sebagai dasar bagi

     gerakan “Sport For All”.
                                                                           8




     Dari pengertian olahraga ini memberikan keluasan melaksanakan

aktivitas olahraga sebagai suatu aktivitas olahraga yang tidak mengandung

pengertian olahraga kompetitif.

     Pengembangan      olahraga   prestasi   sangat   kompleks,    sehingga

memerlukan waktu yang panjang untuk menghasilkan suatu prestasi pada

tingkat dareah , nasioanal dan Internasional. Waktu yang panjang juga tidak

cukup, jika tidak didukung oleh suatu program latihan secara bertahap dan

berkelanjutan serta membutuhkan dana yang cukup. Untuk itu dalam

pengembangannya dimulai dari pemassalan melalui pendidikan jasmani dan

olahraga di sekolah-sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan

spesialisasi olahraga pada usia dini, pemantapan dan pembinaan lebih lanjut.

     Menurut Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat (2004) bahwa

pola pembinaan dan pengembangan olahraga di Indonesia menggunakan

pola piramida terbalik yaitu: dimulai dari pemassalan melalui sekolah-

sekolah dan masyarakat, kemudian talent scouting (Pemandu Bakat),

Pembinaan spesialisasi cabang olahraga di klub-klub, tahap pemantapan

prestasi, dan terakhir penghalusan prestasi (berprestasi Nasional dan

Internasional).

     Dalam pengembangan olahraga prestasi di Kabupaten Pinrang ini

memerlukan partisipasi dan pengorbanan dari berbagai pihak, karena

pemerintah secara keseluruhan belum mampu menyiapkan dana. Walaupun

demikian pola pembinaan prestasi yang dianut di seluruh Kabupaten Pinrang

haruslah sama sehingga terjadi sinergi sehingga hasilnya dapat maksimal.
                                                                         9




Propenas      (2000)   menjelaskan   pentingnya     keserasian   kebijakan

pengembangan olahraga antara pemerintah pusat dan daerah, demikian juga

dengan pemasyarakatan olahraga pendidikan jasmani, perlunya dilakukan

pemanduan bakat dan pembibitan usia dini serta peningkatan prestasi

olahraga.

      Dalam pengembangan olahraga prestasi di Kabupaten Pinrang ada

beberapa faktor yang saling mempengaruhi yaitu sumberdaya manusia (atlet,

pelatih dan pengurus cabang olahraga), sarana prasarana, dan kebijakan

pemerintah daerah dan dana.

      Menurut litbang KONI Pusat (2004) bahwa ada beberapa komponen

yang menentukan tercapainya prestasi tinggi dalam olahraga prestasi yaitu ;

keadaan teknik peralatan/sarana - prasarana olahraga, keadaan pertandingan,

keadaan psikologi atlet, keadaan kemampuan keterampilan atlet, keadaan

kemampuan fisik atlet, keadaan konstitusi tubuh dan keadaan kemampuan

taktik/strategi.

      Jika disimak pendapat tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa

komponen teknis peralatan/sarana-prasarana olahraga yang dimaksudkan

adalah suatu peralatan/sarana-prasarana olahraga yang memenuhi syarat

untuk digunakan dalam latihan dan pertandingan. Hal ini dimaksudkan

bahwa jika seorang atlet yang tidak menggunakan peralatan/sarana-

prasarana olahraga yang representatif atau up to date (sesuai perkembangan

IPTEK olahraga yang mutakhir), maka sulit seorang atlet dapat berkompetisi
                                                                          10




dengan atlet lainnya yang telah lama menggunakan peralatan/sarana-

prasarana olahraga yang up to date.

     Kemudian yang dimaksudkan dengan keadaan pertandingan adalah

suatu kondisi dimana seorang atlet dapat melakukan adaptasi terhadap

tempat, situasi, periodisasi, jumlah pertandingan, pelatih yang menangani,

jumlah penonton, sponsorship dan tingkat persaingan antar atlet. Keadaan

psikologi adalah suatu tingkatan percaya diri, motivasi rasa cemas dan rasa

aman terhadap masa depan yang dimiliki atlet untuk dapat berprestasi tinggi.

     Keadaan kemampuan fisik, keterampilan, komposisi tubuh dan

kemampuan taktik/strategi adalah suatu keadaan tingkat sumberdaya

manusia yang dimilki atlet. Kemampuan keterampilan adalah suatu

tingkatan keterampilan yang dimilki atlet sesuai cabang olahraganya,

keadaan kondisi fisik adalah suatu tingkatan kondisi fisik yang dimilki atlet

untuk dapat berprestasi atau mengikuti pertandingan tingkat daerah, nasional

dan internasional.

     Komposisi tubuh adalah suatu kondisi antrophometrik tubuh dan bakat

yang dimilki atlet untuk dapat berprestasi tinggi pada cabang olahraganya

dan keadaan taktik/strategi adalah suatu kodisi tingkatan pengetahuan

taktik/strategi yang dapat diterapkan atlet dalam suatu pertandingan untuk

dapat meraih prestasi tinggi.
                                                                          11




6.2. Potensi faktor pembinaan Olahraga Prestasi di Tinjau Aspek

    Sumberdaya Manusia

         Sumber daya manusia yang di miliki suatu daerah menempati

    kedudukan paling strategik dan penting diantara sumber daya lainnya.

    Sumber daya manusia yang mengalokasikan dan mengelolah segenap

    sumber daya lainnya, bagaimanapun berlimpahnya kondisi sumber daya

    lainnya tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.Sumber

    daya manusia adalah model dasar pembangunan nasional pada umumnya

    dan peningkatan prestasi olahraga pada khususnya Pengembangan olahraga

    prestasi kompleks, untuk itu di perlukan sumberdaya manusia yang

    berkualitas.komponen sumberdaya manusia yang dimaksudkan adalah atlet

    dan pelatih.

         Menurut Harzuki (2003) bahwa setiap organisasi olahraga sangat

    tergantung pada orang-orang yang mengambil perang dari organisasi

    misalnya; administrator, pengumpul atau penyandang dana, perencana, wasit

    ,pelatih, atlet dan ahli sport medicine. Komponen-komponen sumber daya

    manusia ini sangat menentukan tingkat keberhasilan pengembangan

    olahraga prestasi di suatu kabupaten.

         Di Kabupaten Pinrang sumber daya manusia seperti ini mungkin sudah

    ada, merupakan potensi besar bagi daerah Kabupaten Pinrang di masa

    datang, namun kualitas sumber daya manusia tersebut belum diketahui.

    Bagaimanakah kondisi kualitas atlet,pelatih dan pengurus olahraga? untuk

    jelasnya akan diuraikan komponen-komponen SDM sebagai berikut:
                                                                      12




A. Potensi Atlet

        Sumber daya atlet memiliki peran yang sangat strategis dalam pola

   pembinaan olahraga,karena atlet adalah merupakan objek yang menjadi

   factor yang berpengaruh terhadap berhasil tidaknya suatu cabang

   olahraga dapat berprestasi merupakan sesuatu yang mutlak harus

   dimiliki oleh suatu cabang olahraga, sehingga dapat mencapai prestasi

   yang optimal. Atlet adalah seseorang yang telah melakukan pelatihan

   dari salah satu cabang olahraga secara kontinyu dalam waktu tertentu

   serta telah menunjukkan peningkatan prestasi secara terhadap.Atlet

   dunia telah mulai berlatih sejak usia dini yaitu umur 8 sampai umur 10

   tahun dan mencapai prestasi puncak pada umur 18 sampai umur 20

   tahun. Mekanisme pembinaan olahraga prestasi semestinya dimulai dari

   tahap pemanduan bakat (talent scouting). Khusus dalam pemilihan calon

   atlet di daerah tidak terlepas dari kegiatan alami atau apa kegiatan

   sehari-hari yang dilakukan di daerah tersebut, kondisi alam, disamping

   kemauan atau keinginan calon atlet tersebut.

B. Potensi Pelatih Cabang Olahraga

        Pelatih adalah suatu sosok yang kadang dipuja dan kadang

   dicaci.hal ini sngat tergantung pada keberhasilannya meningkatkan

   prestasi atletnya.pelatih adalah orang yang secara sadar ,berkemauan

   keras ,terlibat dengan proses pelatihan untuk menekuni cabang olahraga

   yang disenaginya.menjadi pelatih adalah pekerjaan yang unik, di

   dalamnya terbentang luas aspek garapan yang sarat dengan tantangan,
                                                                                  13




 persaingan, aspek peningkatan diri, peningkatan kemampuan, menjaga

 dan     memelihara       kewibawaan,    terampil     berkomunikasi,           cermat

 mengambil keputusan dan masih banyak lagi aspek pendukung yang

 kesemuanya bermuara pada upaya untuk sukses dalam bertugas sebagai

 pelatih.

         Pelatih mempunyai tugas yang berat dalam melaksanakan suatu

 kepelatihan cabang olahraga, namun tugas tersebut bila berhasil

 mencapai prestasi yang di inginkan akan menjadi mulia dan terhomat

di masyarakat.

         Tugas utama seorang pelatih adalah membantu atlet untuk

 meningkatkan prestasinya setinggi mungkin. Atlet menjadi juara

 disebabkan karena ada hasil konvergensi antara atlet yang berbakat dan

 proses pembinaan yang benar dengan perbandingan sumbangan atlet

 60%        dan   porsi    pembinaan     40%,       atlet    juara     lahir     dan

 dibuat(Harsono,1988:31)

         Selanjutnya Harsono (1988:32) mengemukakan ada tiga hal yang

 menunjang suksesnya seorang pelatih:

 1. Latar belakang pendidikan dalam ilmu –ilmu yang erat hubunganya

       dengan olahraga.

 2. Pengalaman dalam olahraga , baik sebagai atlet dunia maupun sebagi

       pelatih.

 3. Motivasi      untuk     senantiasa   memperkaya         diri     dengan     ilmu

       pengetahuan, yang mutakhir mengenai olahraga .
                                                                   14




       Bompa (1994) mengemukakan bahwa ada berapa aspek yang

Perlu diperhatikan seorang pelatih dalam melaksanakan tugasnya sebagi

seorang pelatih yaitu:

1) Aspek teknik adalah suatu latihan teknik yang bertujuan untuk

   mempermahir keterampilan teknik-teknik gerakan spesialisasi

   masing-masing cabang olahraga, agar dengan demikian setiap

   keterampilan gerak dapat dengan demikian setiap keterampilan gerak

   dapat dilakukan sebaik mungkin.

2) Aspek taktik adalah suatu latihan taktik yang dilakukan dengan

   tujuan untuk menumbuhkan perkembangan daya tafsir dan

   kemampuan berpikir taktis dari para atlet.

3) Aspek fisik adalah suatu latihan fisik yang dilakukan dengan tujuan

   untuk mempersiapkan fisik atlet menhadapi stress-stres fisik dalam

   latihan den perbandingan.

4) Aspek mental adalah suatu latihan mental yang diberikan kepada

   atlet dengan tujuan untuk meningkatkan perkembangan mental

   atlet.Latihan ini tidak kurang pentingnya dari perkembangan ketiga

   faktor diatas. Latihan mental lebih menekankan pada perkembangan

   kedewasaan atlet serta perkembangan emotional impulsive. misalnya

   motivasi berlatih, semangat bertanding, sikap pantang menyerah,

   percaya diri, sportivitas, keseimbangan, kemampuan meredam

   anxiety dan sebagainya.
                                                                       15




        Bahwa kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan

   dan kamampuan yang di kuasai oleh seseorang yang telah menjadi

   bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan prilaku-prilaku

   kognitif, efektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.

        Kecakapan melatih paling memiliki tiga kompenen yang saling

   berhubungan yaitu pengetahuan, kompetensi atau kerampilan, sikap dan

   filosofi, setta personality (kepribadian)

C. Potensi Pengurus Cabang Olahraga

         Dalam pelaksanaan manejemen organisasi olahraga diperlukan

   tingkat sumber daya manusia yang baik, karena organisasi olahraga

   merupakan orgnisasi semi formal. Kinerja organisasi di ukur dari

   prestasi yang telah di capai. Organiasasi membutuhkan manejemen yang

   efektif untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien, dengan

   mencapai prestasi yang di ukur dengan criteria yang relevan.

         Kegiatan-kegiatan organisasi olahraga diarahkan untuk mengurus

   berbagai kebutuhan dalam pembinaan peningkatan prestasi atlet.

         Manajemen olahraga dibagi dua bagian yaitu manajemen olahraga

   pemerintah (berada dalam mata anggaran DEPDIKNAS, DEPDAGRI)

   dan Manajemen olahraga swasta (KONI. Instansi terkait dan dukungan

   masyarakat )

        Animo masyarakat terhadap pembinaan olahraga prestasi, kemauan

   dan kerelaan masyarakat dalam membantu pengembangan olahraga

   sangat dibutuhkan. Organisasi adalah kinerja sama antara dua orang atau
                                                                                16




          lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

          Sedangkan kinerja organisasi adalah aktivitas dan tanggung jawab

          pengurus untuk memajukan lembaga yang diurusnya.

6.3.    Potensi faktor pembinaan Olahraga Ditinjau dari Aspek Sarana-

        Prasarana

              Pengembangan olahraga prestasi juga didukung oleh adanya sarana-

       prasarana yang memadai atau sesuai dengan standar yang digunakan dalam

       pertandingan resmi cabang olahraga tersebut.

            Menurut Direktur Pendidikan Dasar, (1999:38) bahwa sarana dan

       prasarana merupakan faktor pendukung keberhasilan pembinaan olahraga,

       yang harus tersedia bagi setiap upaya peningkatan prestasi sebagai tujuan

       utama pembinaan olahrga.

            Menurut Harzuki, (2003) bahwa sumber daya sarana-prasarana dalam

       olahraga dibagi menjadi dua yaitu: sumberdaya materi dan sumberdaya

       fasilitas. Sumberdaya materi terdiri atas pralatan administrasi kantor, alat

       dan sumber daya fasilitas terdiri dari sarana olahraga (dan gedung/tempat

       latihan atlet), dan peralatan kesehatan.

            Menurut Purnomohadi, (2003) mengatakan bahwa kebutuhan sarana

       dan prasarana perlu memperhatikan tiga faktor:

       1. Kualitas

       2. Kuantitas

       3. Dana
                                                                                17




          Untuk sumberdaya fasilitas terdiri atas: (1) atlet dan (2) pelatih. Untuk

    atlet terdiri atas: pemondokan dan maknan yang baik dan dekat dengan

    lokasi latihan, akses pada kesempatan pendidikan yang memadai, akses

    dengan transportasi mudah, akses pada kesempatan pendidikan yang

    memadai, akses dengan tempat kerja yang relatif dekat, dukung masyarakat,

    termasuk dukungan dari media.

         Untuk pelatih terdiri atas, akses terhadap sumberdaya personil yang

    cukup seperti asisten peltih, manajer dan ahli sport medicine, akses pada

    fasilitas dan pelayanan untuk semuanya seperti ruang belajar, ruang latihan

    beban dan peralatannya.



6.4. Potensi faktor pembinaan Olahraga Prestasi di tinjau dari Aspek

    Kebijakan Pemerintah

         Untuk mengembankan olahraga prestasi di Kabupaten Pinrang

    memang tidaklah      Mudah, karena persoalannya sangat kompleks dan

    menuntut komitmen tinggi dari semua unsur yang terlibat didalamnya dan

    hal ini sangat berbeda dengan daerah lain.

         Noerbai (2003) mengemukakan bahwa di negara-negara maju seperti

    Amerika Serikat, Jerman, Rusia dan Eropa lainnya, olahraga sudah

    merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat, sehingga masyarakat sendiri

    yang mendirikan klub-klub dan masuk menjadi anggota pada perkumpulan-

    perkumpulan untuk melakukan aktiptas fisik, jadi olahraganya tumbuh dari

    bawah.
                                                                         18




     Selanjutnya    dikemukakan     juga   bahwa    kalau    di   Indonesia

pengembangan olahraga prestasi haruslah dimulai dari atas atau dari

pimpinan Negera (kebijakan pemerintah pusat dan daerah) dan untuk

mengembangkan masih harus melakukan negosiasi yang baik dengan

pemerintah, sehingga anggaran yang dibutuhkan bisa disiapkan oleh

pemerintah (Noerbai, 2003).

     Menurut Suhantoro (2003) bahwa kini tibalah saatnya Pemerintah

Kabupaten mengambil langkah pembaharuan dan modernisasi pembinaan

olahraga Nasional. Semacam revolosi yang harus dilakukan; tidak lagi

defensif menereima laporan begitu saja dari induk organisasi cabang

olahraga, namun diperlukan tindakan lebih ofensif, agar Pemerintah

Kabupaten aktif sejak permassalan, pembibitan, pembinaan intesif, seleksi

bibit atlet elit didalam mempersiapkan program jangka pendek dan jangka

menengah, untuk memenuhi komitmen daerah, Nasional, Internasional.

     Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan

olahraga prestasi di Kabupaten     masih tergantung pada pola kebijakan

pemerintah ditingkat provinsi dan dukungan dari masyarakat, kebijakan

pemerintah dan dukungan masyarakat berupa penyediaan dana yang cukup

pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, sehingga proses pembinaan

atlet dapat berjalan secara sistematik, kontinyu dan berkesinambungan.
                                                                           19




6.5. Potensi faktor pembinaan      olahraga prestasi ditinjau dari Kinerja

    organisasi

              Dalam olahraga sangat dibutuhkan suatu manajemen olahraga

      dimana manajemen olahraga terbagi dalam 2 bagian manajemen olahraga

      pemerintah dan manajemen olahraga swasta.

             Organisasi merupakan suatu wadah atau alat untuk mencapai tujuan

      organisasi Anwar Pasau (2006). Dalam suatu organisasi harus dapat

      menampung berbagai program kegiatan yang telah di rancang untuk

      mencapai tujuaan organisasi. Harsuki (2002) Menyatakan nilai suatu

      organisasi tergantung pelaku organisasi itu sendiri. Dalam upaya

      meningkatkan prestasi atlet maka kinerja organiasi keolahragaan harus

      ditingkatkan kualitasnya baik ditingkat pusat maupun daerah. Peningkatan

      prestasi olahraga dapat di tingkatkan semaksimal mungkin dengan

      memperhatikan kinerja organisasi pada masing-masing cabang olahraga.

      Organiasi dan manajemen olahraga harus kondusif yang dilakukan dengan

      efisien dan efektif.
                                                                                  20




   6.6. Kerangka Pikir Penelitian

               Berdasarkan latar belakang dan kajian teori yang telah dikemukanan

        maka disusun kerangka pikir penelitian sebagai berikut :




                           STRATEGI PEMBINAAN




            OLAHRAGA                                          FAKTOR
            POTENSIAL                                       PENDUKUNG




                                                                                       Kebijakan
Manajemen      Hasil         Hasil        Sumberdaya      Sarana      Kinerja          Pemerintah
Pembinaan    Kejuaraan   Pertandingan      Manusia       Prasarana   Organisasi         dan Dana




                              PRESTASI DI PORDA


               Pada dasarnya rancangan suatu program dalam pencapaian hasil

        yang maksimal di perlukan langkah-langkah pengembangan strategi

        pembinaan olahraga potensial yang komplit dan didukung oleh Sumberdaya

        manusia, sarana prasarana, kinerja organisasi dan kebijakan pemerintah

        dalam hal dana. Ketika ini dilaksanakan secara menyeluruh dan

        berkesinambungan maka akan mendapatkan hasil yang maksimal.
                                                                               21




7. Metode Penelitian

7.1. Jenis Penelitian dan Lokasi

     Jenis Penelitian ini adalah deskriptif

     Lokasi Penelitian di Kabupaten Pinrang

7.2.Variabel Penelitian

   Dalam penelitian ini variabel yang di teliti adalah :

   1. Olahraga prestasi

   2. Faktor pendukung olahraga prestasi adalah

       - Kondisi sumber daya manusia (pelatih, atlet dan pengurus cabang

         olahraga) di kabupaten

      - Kondisi sarana-prasarana olahraga

      - Kebijakan pemerintah daerah

      - Kinerja organisasi

7.3. Definisi operasional variabel pada penelitian ini adalah :

   1. Olahraga prestasi adalah suatu cabang olahraga yang dibina secara

       continyu dan sistimatis

   3. Faktor pendukung olahraga prestasi adalah

      - Sumber daya manusia olahraga adalah kondisi kualitas atlet dan pelatih .

      - Sarana dan prasarana olahraga ialah fasilitas atau alat yang di perlukan

         untuk penilaian mengenai ketersediaan, kelayakan, kelengkapan,

         keterjangkauan, keefektifitasan stadion olahraga, gedungh olahraga,

         lapangan olahraga, kolam renang dan lain-lain.
                                                                            22




      - Kebijakan pemerintah kabupaten adalah Suatu keputusan yang di

        keluarkan oleh pemerintah dalam mendukung upaya peningkatan

        prestasi olahraga di daerah dengan adanya cabang olahraga prioritas dan

        tersedianya dana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

        Kabupaten untuk membiayai pengembangan cabang olahraga yang di

        pertandingkan pada pekan olahraga daerah ke XIV di Kabupaten

        Pangkep.

      - Kinerja organisasi adalah suatu bentuk kerjasama dalam sistem mengenai

        pekerjaan yang dirumuskan dengan cara efisien dan efektif dalam

        membangun organisasi.     Organisasi adalah institusi yang melakukan

        perencanaan, rekruitmen dan pengembangan sumber daya manusia



7.4. Objek/Sasaran dan Informan Penelitian

   1. Objek/Sasaran

            Objek penelitian ini adalah potensi pembinaan olahraga prestasi

     yang ada di daerah kabupaten Pinrang . Dalam rangka pengembangan

     pembinaan olahraga prestasi di kabupaten pinrang, meliputi beberapa faktor

     pendukung sarana dan prasarana, sumber daya manusia terdiri dari atlet,

     pelatih, guru, olahraga, wasit dan pengurus organisasi keolahragaan serta

     kinerja organisasi dan kebijakan pemerintah dalam hal pendanaan.

   2. Informan

              Informan penelitian adalah pejabat pada tingkat daerah yang

     terlibat langsung dalam pembinaan olahraga. Koentjaraningrat (1997)
                                                                               23




    menyatakan bahwa istilah informan digunakan dalam penelitian ini karena

    orang yang memberi keterangan mempunyai pengetahuan luas mengenai

    situasi di lapangan. Maka yang menjadi sasaran adalah pejabat dinas

    pendidikan, pengurus KONIDA, guru olahraga, atlet wasit, pelatih. Tokoh

    masyarakat, tokoh olahraga serta orang-orang yang berkompeten atau

    terlibat langsung dalam pembinaan olahraga, dalam hal ini mereka dapat

    memberikan informasi atau data mengenai potensi-potensi yang dimiliki

    daerah.

7.5. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

               Untuk memperoleh data sehubungan dengan variabel dalam

    penelitian ini. Maka digunakan teknik-teknik pengumpulan data sebagai

    berikut:

    1. Angket

    a. Angket sarana dan prasarana

               Angket sarana dan prasarana digunakan untuk mengetahui jumlah

    sarana olahraga, sarana dan prasarana daerah, nasional dan internasional,

    sarana dan prasarana yang tidak layak digunakan karena alasan rusak,

    peralatan-peralatan berat olahraga, gedung olahraga (hall) kolam renang,

    kondisi alam.

    b. Angket atlet

               Angket   atlet   digunakan   untuk   memperoleh     data   tentang

    penjaringan atlet, jumlah atlet umum dan pelajar daerah, atlet nasional, atlet
                                                                          24




internasional masing-masing cabang olahraga, dan prestasi yang sudah

dicapai pada masing-masing cabang olahraga selama lima tahun terakhir.

c. Angket wasit

            Angket wasit digunakan untuk memperoleh data tentang jumlah

wasit pada masing-masing cabang olehraga, kursus yang pernah diikuti,

kualifikasi wasit serta prestasi pada masing-masing cabang olahraga yang

bersangkutan serta keterlibatan dalam pembinaan olahraga serta jumlah

wasit yang aktif tetapi belum mempunyai sertifikat.

d. Angket Pelatih

            Angket pelatih digunakan untuk mengetahui jumlah pelatih daerah

nasional dan internasional, kualifikasi, kursus kepelatihan, prestasi pelatih

yang pernah dicapai pada masing-masing cabang olaraga yang bersangkutan

dan pelatih belum mempunyai sertifikat.

e. Angket guru olahraga

            Angket guru olahraga digunakan untuk memperoleh data tentang

jumlah sekolah, jumlah guru olahraga, guru mengajar pendidikan jasmani

bukan jurusan olahraga, pendidikan terakhir guru penjaskes dan keterlibatan

dalam pembinaan olahraga, jumlah sekolah yang aktif kegiatan ektrkurikuler

olahraga.

f. Angket kinerja organisasi

            Angket kinerja organisasi digunakan mengetahui cabang olahraga

yang dikembangkan dan dibina, mempunyai organisasi atau tidak. Jumlah

klub yang aktif pada masing-masing induk organisasi yang ada di setiap
                                                                     25




kecamatan. Cabang olahraga/klub yang dibina dalam KONIDA, swasta dan

masyarakat. Olahraga yang berkembang namun pengurusnya belum dilantik,

olahraga yang berkembang namun kurang peminatnya, olahraga yang

banyak diminati para pelajar dan msayarakat umum. Pada angket ini juga

untuk memperoleh data tentang atlet yang sering dikirim untuk mengikuti

pertandingan, induk organisasi yang sering mengadakan kejuaraan dan

kejuaran antar apa yang sering diadakan serta data tentang peringkat

percabang cabang olahraga.

g. Angket dana

        Angket dana digunakan untuk memperoleh data tentang sumber-

sumber pendanaan terhadap pembinaan olahraga, berapa kali diberikan

bantuan, dalam bentuk apapun bantuan itu diberikan, perhatian pemerintah

tentang atlet yang berprestasi tingkat daerah, nasional dan tingkat

internasional, serta jumlah cabang olahraga yang didanai langsung dari

pemerintah, perusahaan, KONI, BUMN, dan swadaya masyarakat.

H. Angket pemerintah

     Angket yang digunakan untuk memperoleh data tentang sampai

sejauh mana kebijakan pemerintah dalam pembinaan olahraga prestasi di

kabupaten Pinrang

2. Wawancara

        Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh data atau

keterangan secara lisan dari seseorang sebagai pelengkap tentang kinerja

organisasi, sumber daya manusia dan sistem pembinaan olahraga prestasi
                                                                                26




     yang    dikembangkan     pada   daerah   tersebut.   Olahraga    yang   ingin

     dikembangkan pada daerah tersebut. Olahraga tradisional yang banyak

     diminati masyarakat. Pada penelitian ini wawancara dilakukan terhadap

     tokoh masyarakat, unsur pemerintah dan pengurus KONI daerah.

     3. Dokumentasi

               Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan atau memuat

   data tentang sarana dan prasarana, hasil perolehan medali masing-masing

   daerah pada cabang olahraga yang pernah dicapai atlet dalam PORDA. Teknik

   dokumentasi ini juga melihat prestasi yang pernah dicapai oleh daerah

   maupun nasional. Data tersebut akan memperkuat hasil penelitian sehubungan

   dengan permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.

   4. Observasi

               Teknik pengumpulan data dengan observasi adalah mengamati

   peristiwa atau situasi yang terjadi oleh calon peneliti. Hal ini ditujukan untuk

   mengamati secara langsung sarana dan prasarana, kondisi geografis, kebiasaan

   atau kegiatan alami yang dilakukan umumnya penduduk setempat yang

   memungkinkan ditransfer ke dalam suatu cabang olahraga.



7.6. Teknik Analisis Data

            Dalam penelitian ini, menggunakan rancangan analisis SWOT dengan

   menggunakan matriks TOWS. SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris

   STRENGTHS (Kekuatan), WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES

   (Peluang) dan THREATS (Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk
                                                                                  27




     menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil

     terhadap   kualitas   pelayanan    atau   salah   satu   komponennya   sambil

     mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.

     Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:

     1.Menyiapkan sesi SWOT.

     2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.

     3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.

     4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.

     5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.

                .

8. Jadwal Kegiatan Penelitian

           Kegiatan Penelitian                                              Ket
No
                                        1      2   3     4     5   6
1     Persiapan]
      - Penyusunan Proposal                   
      - Pelaksanaan seminar                        
      - Perbaikan/revisi proposal                  
      - Pengurusan izin                            
      - Penyusunan instrumen                       
      - Pengujicobaan instrumen                    
2     Pengumpulan data                                   
3     Pengolahan dan analisis data                       
4     Penyusunan laporan penelitian                      
5     Pelaksanaan seminar hasil                                
6     Perbaikan laporan penelitian                             
7     Penyajian laporan (ujian tesis)                              
                                                                  28




9. Rencana Biaya Penelitian
     Biaya persiapan                           Rp.   1.000.000
     Biaya pengumpulan data                    Rp.   1.000.000
     Biaya pengolahan data dan analisis data   Rp.   1.000.000
     Biaya Pelaksanaan seminar hasil           Rp.     750.000
     Biaya penyusunan laporan                  Rp.     700.000
     Biaya seminar hasil                       Rp.     500.000
     Biaya perbaikan dan penggadaan            Rp      500.000
                                  Jumlah        Rp.   5.450.000
                                                                         29




10. Daftar Pustaka

   Undang-Undang     Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005.             Sistem
                             Keolahragaan Nasional. Jakarta

   Ditjen Olahraga Depdiknas, 2003 Kebijakan Pemerintah Di Bidang
                          Olahraga. Makassar. Makalah seminar KONI
                          Daerah Sulawesi Selatan.

   Porda XIII dan Porcada I 2006 Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone

   Harzuki, 2003. Manajemen Olahraga. Jakarta

   Litbang KONI Pusat, 2004. Struktur Berprestasi Tinggi. Jakarta: Penerbit
                           Pusat Penataran Litbang KONI Pusat.

   Noerbai, 2003. Menyelamatkan Aktivitas Olahraga dari Korban Apapun.
                          Jakarta: Penerbit PT. Raja Grafindo Persada.

   Suhantoro, 2003. Membangun kembali Olahraga Nasional dengan
                        Pendekatan IPTEK Malang. Jatim: Makalah
                        seminar Universitas Negeri Malang.

   Undang-Undang No. 25 Tahun 2000. Program Pembangunan Nasional
                         (PROPENAS) Jakarta: Sekretariat Negara
                         Republik Indonesia.

   Anwar Pasau. 2006. Manajemen Olahraga. Makassar: Materi Perkuliahan
                          PPS Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

   BPS, 2004. Kabupaten Pinrang dalam Angka. Pinrang: Penerbit BPS
                         Kabupaten Pinrang.

   Sudjana, Nana, 1987. Tuntutan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar
                            Baru Algesindo.

   Arikunto, 1992. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Bumi Aksa.

   J. Salusu, 1996. Pengambilan Keputusan Stratejik untuk Organisasi Publik
                             dan Organisasi Nonprofit. Jakarta: Penerbit PT.
                             Grasindo.

   Purnomohadi, 2003. Prasarana Olahraga Untuk Menyongsong Hari Depan
                            Olahraga di Indonesia. Dalam Haszuki (ED)
                            Perkembangan Olahraga Terkini Kajian Para
                            Pakar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
                                                                      30




Direktur Pendidikan Dasar, 1999. Sarana Prasanan Olahraga yang
                       Berkualitas. Makassar: Makalah Seminar KONI
                       Sulawesi Selatan.

Dewan Eropa, 1980. Sport Facilities, Problem Of Planning Maurizio Clerici
                         inter. Olympic Committee Olympic Solidarity.
                                                                         31




Lampiran 1.

                        KISI – KISI PERTANYAAN


NO    VARIABEL/SUB                  INDIKATOR                    NOMOR
        VARIABEL                                                 BUTIR
                                                                 SOAL
1     Sarana dan              Pengadaan dan jumlah
      prasarana               Kualitas
2     Sumber daya
      manusia
               Atlet         Penjaringan
                              Jumlah atlet umum dan pelajar
                              Atlet di kecamatan
                              Prestasi atlet umum dan pelajar
      pelatih                 Jumlah pelatih
                              Kualifikasi pelatih
                              Pelatih bersertifikat dan non
                               sertifikat
                              Prestasi pelatih
                              Prestasi mencetak atlet
      Guru olahraga           Jumlah sekolah
                              Pendidikan terakhir
                              Keterlibatan dalam pembinaan
                               olahraga
                              Jumlah guru olahraga
                              Kegiatan ekstra olahraga
                              Guru mengajar penjas bukan
                               jurusannya
                                                 32




Wasit/juri      Jumlah wasit
                Kualifikasi dan level
                Keterlibatan dalam olahraga
                Sertifikasi wasit
Kenerja         Cabor yang dibina
organisasi      Jumlah klub didanai KONIDA,
                 swasta dan masyarakat
                Cabor yang belum dilantik
                 pengurusnya
                Cabang olahraga kurang
                 diminati masyarakat
                Induk organisasi yang
                 mengadakan kejuaraan
                Olahraga yang berkembang
                 banyak peminatnya
                Induk organisasi sering
                 mengirim atlet ke kejuaraan
                Kejuaraan yang sering
                 diadakan
dana            Sumber-sumber dana
                Kebijakan pemerintah
                Peran serta swasta dan
                 masyarakat
                Perhatian pemerintah terhadap
                 atlet yang berprestasi
                Cabor yang didanai oleh
                 pemerintah dan swadaya
                 masyarakat

								
To top