Etika Bisnis dan kewirausahaan

Document Sample
Etika Bisnis dan kewirausahaan Powered By Docstoc
					      Oleh :
DINI ROCHDIANI
PENGERTIAN ETIKA BISNIS :
 SUATU KODE ETIK PERILAKU
  PENGUSAHA BERDASARKAN
   NILAI-NILAI MORAL DAN
   NORMA YANG DIJADIKAN
 TUNTUNAN DALAM MEMBUAT
      KEPUTUSAN DAN
  MEMECAHKAN PERSOALAN -
 PERSOALAN YANG DIHADAPI.
Etika Bisnis merupakan :
 Landasan penting dan harus diperhatikan terutama
 untuk menciptakan dan melindungi reputasi
 (goodwill) perusahaan, baik berupa lingkungan
 usaha kegiatan pada agribisnis maupun berkaitan
 dengan bidang bioteknologi’


Etika Bisnis merupakan:
   masalah yang sangat sensitif dan kompleks, karena
    membangun etika untuk mempertahankan reputasi
    (goodwill) lebih sukar daripada
    menghancurkannya.
            ETIKA BISNIS
 ETIKA, asalnya adalah suatu
 komitment untuk melakukan pa yang
 benar dan menghindari apa yang
 tidak benar.

 Etika bisnis adalah suatu istilah yang
 sering digunakan untuk
 menunjukkan perilaku etika dari
 seorang manajer atau karyawan suatu
 organisasi.
  ETIKA harus dikembangkan oleh
perusahaan dengan memperhatikan
           stakeholders.

        STAKEHOLDERS
           ADALAH :
SEMUA INDIVIDU ATAU KELOMPOK
   YANG BERKEPENTINGAN DAN
    BERPENGARUH TERHADAP
          PERUSAHAAN.
     Ada 2 jenis stakeholders yang
     mempengaruhi keputusan perusahaan :
1. Internal Stakeholders :
   Investor, karyawan, manajemen, dan
   pimpinan perusahaan.
2. Eksternal Stakeholders :
   Pelanggan, assosiasi dagang, kreditor,
   pemasok, pemerintah, masyarakat
   umum, dan kelompok khusus yang
   berkepentingan terhadap perusahaan.
8 KELOMPOK STAKEHOLDERS YANG
MEMPENGARUHI KEPUTUSAN-KEPUTUSAN
BISNIS, YAITU :
(1) PARA PENGUSAHA DAN MITRA USAHA
(2) PETANI DAN PERUSAHAAN PEMASOK BAHAN
      BAKU (SUPPLIER).
(3)   ORGANISASI PEKERJA YANG MEWAKILI PEKERJA
(4)   PEMERINTAH YANG MENGATUR KELANCARAN
      AKTIVITAS USAHA
(5)   BANK PENYANDANG DANA PERUSAHAAN
(6)   INVESTOR PENANAM MODAL
(7)   MASYARAKAT UMUM YANG DILAYANI
(8)   PELANGGAN YANG MEMBELI PRODUK
SELAIN KELOMPOK-KELOMPOK TSB, ADA BEBERAPA KELOMPOK
LAIN YANG BERPERAN DALAM PERUSAHAAN YAITU :



   STAKEHOLDERS KUNCI
   (KEY STAKEHOLDERS )

  EX. MANAJER, DIREKTUR
  DAN KELOMPOK KHUSUS.
LOYALITAS PARA STAKEHOLDERS (STAKEHOLDERS LOYALTY)
SANGAT TERGANTUNG PADA KEPUASAN PARA STAKEHOLDERS
(STAKEHOLDERS SATISFACTION), TERUTAMA :
 LOYALITAS DARI PARA STAKEHOLDERS DAPAT
  MENDORONG DIFERENSIASI, MAKA LOYALITAS
  STAKEHOLDERS AKAN MENJADI HAMBATAN (BARRIER)
  BAGI PARA PESAING.

 DIFERENSIASI MERUPAKAN BAGIAN DARI GENERIK
  STRATEGI UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN.
ADA 3 TINGKATAN NORMA ETIKA :
(1) HUKUM, MENGATUR PERBUATAN YANG BOLEH
    DAN TIDAK BOLEH DILAKUKAN.
(2) KEBIJAKAN DAN PROSEDUR ORGANISASI, YANG
    MEMBERI ARAHAN BAGI SETIAP ORANG DALAM
    MENGAMBIL KEPUTUSAN SEHARI-HARINYA
    SESUAI KEBIJAKAN DAN ATURAN PERUSAHAAN.
(3) MORAL SIKAP MENTAL INDIVIDUAL, YANG
    PERILAKUNYA SANGAT DIPENGARUHI DARI
    KELUARGA, AGAMA, SEKOLAH, PENDIDIKAN,
    PELATIHAN, DAN PENGALAMAN,
10 PRINSIP ETIKA YANG
MENGARAHKAN PERILAKU :
(1) KEJUJURAN
(2) INTEGRITAS
(3) MEMELIHARA JANJI
(4) KESETIAAN
(5) KEWAJARAN/KEADILAN
(6) SUKA MEMBANTU ORANG LAIN
(7) HORMAT KEPADA ORANG LAIN
(8) KEWARGANEGARAAN YANG BERTANGGUNG JAWAB
(9) MENGEJAR KEUNGGULAN
(10) MEMILIKI TANGGUNG JAWAB
10 CARA MEMPERTAHANKAN
STANDAR ETIKA :
(1)    CIPTAKAN KEPERCAYAAN PERUSAHAAN
(2)    KEMBANGKAN KODE ETIK
(3)    JALANKAN KODE ETIK SECARA ADIL DAN KONSISTEN
(4)    LINDUNGI HAK PERORANGAN
(5)    ADAKAN PELATIHAN ETIKA
(6)    LAKUKAN AUDIT ETIKA SECARA PERIODIK
(7)    PERTAHANKAN STANDAR YANG TINGGI TENTANG TINGKAH
       LAKU, JANGAN HANYA ATURAN.
(8)    HINDARI CONTOH ETIKA YANG TERCELA SETIAP SAAT.ETIKA
       DIAWALI DARI ATASAN.
(9)    CIPTAKAN BUDAYA YANG MENEKANKAN KOMUNIKASI DUA
       ARAH.
(10)   LIBATKAN KARYAWAN DALAM MEMPERTAHANKAN ETIKA
16 TOPIK-TOPIK KODE ETIK
BIASANYA MEMUAT:
1.    KETULUSAN HATI SECARA FUNDAMENTAL DAN
      KETAATAN PADA HUKUM.
2.    KUALITAS DAN KEAMANAN PRODUK
3.    KESEHATAN DAN KEAMANAN TEMPAT KERJA
4.    KONFLIK KEPENTINGAN
5.    PRAKTIK DAN LATIHAN KARYAWAN
6.    PRAKTIK PEMASARAN DAN PENJUALAN
7.    KEAMANAN DA KEBEBASANM
8.    KEGIATAN BERPOLITIK
9.    PELAPORAN FINANSIAL
10.   HUBUNGAN DENGAN PEMASOK (SUPPLIER)
LANJUTAN 16 TOPIK-TOPIK
KODE ETIK BIASANYA MEMUAT:
11. PENENTUAN HARGA, PENGAJUAN REKENING,
    DAN KONTRAK.
12. JAMINAN DAGANG/INSIDER INFORMATION.
13. PEMBAYARAN UNTUK MENDAPATKAN USAHA.
14. PERLINDUNGAN LINGKUNGAN.
15. INFORMASI PEMILIKAN.
16. KEAMANAN KEMASAN.
 SELAIN ETIKA,ADA BEBERAPA PERTANGGUNG
 JAWABAN PERUSAHAAN YANG BERKAITAN
 DENGAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL YANG
 HARUS DILAKUKAN PERUSAHAAN, YAITU :
1)   TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN.

2)   TANGGUNG JAWAB TERHADAP KARYAWAN.

3)   TANGGUNG JAWAB TERHADAP PELANGGAN.

4)   TANGGUNG JAWAB TERHADAP INVESTOR.

5)   TANGGUNG JAWAB TERHADAP MASYARAKAT.
TANGGUNG JAWAB TERHADAP
     LINGKUNGAN :
  PERUSAHAAN HARUS RAMAH
        LINGKUNGAN
                   ARTINYA :
     PERUSAHAAN HARUS MEMPERHATIKAN,
  MELESTARIKAN DAN MENJAGA LINGKUNGANNYA.
                  MISALNYA :
   TIDAK MEMBUAG LIMBAH YANG MENCEMARI
LINGKUNGAN, BERUSAHA MENDAUR ULANG LIMBAH
      YANG MERUSAK LINGKUNGAN, MENJALIN
  KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK MASYARAKAT
      YANG ADA DI LINGKUNGAN SEKITARNYA.
TANGGUNG JAWAB TERHADAP
      KARYAWAN :
 SEMUA AKTIVITAS MANAJEMEN SDM,
      YANG BERKAITAN DENGAN
     PEREKRUTAN, PENGUPAHAN,
      PELATIHAN, PROMOSI, DAN
KOMPENSASI LAINNYA DALAM RANGKA
   TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN
      TERHADAP KARYAWANNYA,
        TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN
     TERHADAP KARYAWAN DAPAT DILAKUKAN
               DENGAN CARA :
1) DENGARKAN PARA KARYAWAN DAN HORMATI
     PENDAPAT MEREKA.
2)   MINTA INPUT KEPADA KARYAWAN.
3)   BERIKAN UMPAN BALIK YANG BERSIFAT POSITIF
     MAUPUN NEGATIF.
4)   CERITERAKAN SELALU KEPADA MEREKA TENTANG
     KEPERCAYAAN.
5)   BIARKAN MEREKA MENGETAHUI SEBENAR-BENARNYA
     APA YANG MEREKA HARAPKAN.
6)   BERIKAN HADIAH KEPADA KARYAWAN YANG BEKERJA
     DENGAN BAIK.
7)   PERCAYAKANLAH MEREKA.
 TANGGUNG JAWAB TERHADAP
       PELANGGAN
  TANGGUNG JAWAB SOSIAL
  PERUSAHAAN TERHADAP PELANGGAN,
  YAITU : MELINDUNGI HAK-HAK
  PELANGGAN YANG BERKAITAN
  DENGAN :
1) MENYEDIAKAN BARANG DAN JASA
   BERKUALITAS.
2) MEMBERIKAN HARGA PRODUK DAN
   JASA YANG ADIL DAN WAJAR.
     HAK-HAK PELANGGAN /KONSUMEN YANG HARUS
                   DILINDUNGI :
1) HAK KEAMANAN TERHADAP KUALITAS, RASA AMAN DAN
   KEMASAN PRODUK/BARANG DAN JASA YANG DIHASILKAN
   PERUSAHAAN.
2) HAK UNTUK MENGETAHUI INFORMASI SEGALA ASPEK
   PRODUK/BARANG DAN JASA YANG DIHASILKAN OLEH
   PERUSAHAAN.
3) HAK UNTUK DIDENGAR MENGENAI KELUHAN KONSUMEN
   ATAS PRODUK/BARANG DAN JASA DARI PERUSAHAAN.
4) HAK ATAS PENDIDIKAN YANG BERKAITAN DENGAN TATACARA
   MENGGUNAKAN DAN MEMELIHARA PRODUK/BARANG DAN
   JASA DARI KONSUMEN. PERUSAHAAN HARUS MENYEDIAKAN
   PROGRAM PENDIDIKAN AGAR PELANGGAN/KONSUMEN TAHU
   INFORMASI PRODUK/BARANG DAN JASA YANG DIBELINYA.
5) HAK UNTUK MEMILIH PRODUK/BARANG DAN JASA YANG
   MEREKA PERLUKAN.TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
   ADALAH TIDAK MENGGANGGU PERSAINGAN DAN
   MENGABAIKAN UNDANG-UNDANG ANTITRUST.
          Contoh Pelanggaran Etika Bisnis
       A. Contoh Pelanggaran dalam Praktek
 Sebuah perusahaan X karena kondisi perusahaan yang
           pailit akhirnya memutuskan untuk
 melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam
             melakukan PHK itu, perusahaan
 sama sekali tidak memberikan pesangon sebagaimana
            yang diatur dalam UU No. 13/2003
tentang Ketenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan x
                dapat dikatakan melanggar
          prinsip kepatuhan terhadap hukum.
     Manipulasi laporan keuangan PT KAI
Dalam kasus tersebut, terdeteksi adanya kecurangan
 dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan
  suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan
   investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga
  berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik
                  profesi akuntansi.
CONTOH ETIKA BISNIS COCA COLA
    BOTLLING INDONESIA
                     Pesan dari President Director
    PT. Coca-Cola Botlling Indonesia dan PT. Coca-Cola Distribution
   Indonesia (“Perusahaan”), memiliki nilai-nilai yang harus dijalankan
  bersama-sama. Seluruh nilai tersebut mengutamakan tanggung jawab
       kita, sebagai Direktur atau karyawan kepada pihak-pihak yang
      memiliki kepentingan atas Perusahaan dan terhadap orang lain.
 Dimanapun kita bekerja, kejujuran, integritas, kepercayaan, rasa saling
      menghargai dan kerjasama selalu menjadi dasar terciptanya dan
   terjaganya reputasi bisnis yang sehat. Melalui perilaku kita di tempat
    kerja, kita menunjukkan komitmen kita pada semua nilai-nilai dan
          penerimaan atas semua tanggung jawab yang kita miliki.
Etika Bisnis, yang berlaku pada setiap orang yang bekerja di Perusahaan,
         baik itu anggota Dewan Direksi, karyawan atau kontraktor
    perseorangan, menetapkan perilaku yang diharapkan dari masing-
                        masing orang di Perusahaan.
                  Etika Bisnis terbagi atas tiga bagian:
       - Nilai yang mendasari cara/proses bekerja di Perusahaan
       - Standar yang mengarahkan cara kita dalam berperilaku
 -Tanggung jawab yang menjelaskan apa yang diharapkan dari diri kita.

Sementara lingkungan bisnis kita berubah, penting bagi kita untuk tetap
   mempertahankan komitmen kita terhadap asas-asas yang terdapat
                        dalam Etika Bisnis ini.

Jika ada bagian dari Etika Bisnis yang tidak Saudara pahami, atau jika ada
   bagian yang menurut Saudara sulit untuk dilaksanakan, Saudara harus
     menghubungi manager langsung Saudara atau saya sendiri. Harap
   diingat bahwa saya atau salah satu dari Senior Manager selalu bersedia
              membantu jika Saudara mempunyai hal-hal yang
            ingin disampaikan terkait dengan Etika Bisnis ini.

  Saya merekomendasikan Etika Bisnis ini untuk Saudara. Marilah kita
        tunjukkan kepada para pihak yang berkepentingan dengan
   Perusahaan, baik internal maupun eksternal, betapa bangganya kita
    dengan cara Perusahaan dan para karyawannya menjalankan bisnis.
                       Jakarta, November 2007
              Nilai-nilai yang berlaku di Perusahaan
      Komitmen kita dibangun atas dasar tujuan dan nilai-nilai
                                 Perusahaan.
                                     Visi
 Visi Perusahaan adalah “Menjadi perusahaan produsen minuman
                         terbaik di Asia Tenggara”.
                                    Misi
 Misi Perusahaan adalah “Memberikan kesegaran kepada pelanggan
              dan konsumen kita dengan rasa bangga dan
                 semangat sepanjang hari, setiap hari.”
Agar kita dapat memenuhi visi dan misi kita, cara kerja kita dan cara
              kita berhubungan dengan semua pihak yang
  memiliki kepentingan atas Perusahaan mulai dari konsumen dan
                 pelanggan hingga ke pemasok, terhadap
  pemerintah dan diri kita sendiri harus dibangun atas dasar nilai-
          nilai yang kuat. Bertumpu pada dasar kejujuran dan
 integritas, nilai-nilai inti kita adalah:
                   Nilai-nilai Perusahaan
  1. Sumber Daya Manusia : Mengembangkan Sumber
   Daya Manusia, menghargai prestasi serta menikmati
                    apa yang kita lakukan.
2. Pelanggan : Menang untuk pelanggan dan untuk diri
                            sendiri.
3. Semangat : Semangat untuk bertindak, bertanggung
                       jawab dan sukses.
     4. Inovasi : Selalu mencari cara yang lebih baik.
5. Keunggulan: Senantiasa melakukan pekerjaan yang
                            terbaik.
 6. Warganegara yang baik : Melakukan hal yang benar
         dari Perusahaan, masyarakat dan sesama.

Kita diharuskan untuk memelihara nilai-nilai perusahaan
dengan selalu mempertahankan standar dalam
berperilaku.
           Etika Bisnis ini dimaksudkan

sebagai pedoman tentang cara kita berperilaku pada
  saat melakukan kegiatankegiatan yang berkaitan
                dengan Perusahaan.

Etika Bisnis ini tidak dimaksudkan untuk mencakup
  setiap keadaan/kondisi. Perusahaan mempunyai
 kebijakan-kebijakan tertentu untuk bidang-bidang
lainnya, antara lain, lingkungan hidup, perdagangan
 saham, dan OH&S. Saudara harus mengetahui dan
        membaca semua kebijakan tersebut.
     Saudara harus menghargai rekan kerja dan pihak yang
             memiliki kepentingan atas Perusahaan
    dengan memastikan bahwa Saudara tidak melecehkan,
                mempermalukan atau melakukan
        tindakan diskriminatif terhadap siapapun juga.
    Melaporkan kecurangan, perilaku yang tidak jujur atau
               perilaku yang tidak pada tempatnya
  Haruskah saya melaporkan kejadian kecurangan, perilaku
               yang tidak jujur atau perilaku yang
                     tidak pada tempatnya?
                               Ya.
Jika Saudara mengetahui adanya atau mempunyai alasan kuat
                  untuk mencurigai terjadinya
    kecurangan, korupsi, tindak pidana, perilaku tidak etis,
              pelecehan, diskriminasi atau perilaku
   yang bertentangan dengan Etika Bisnis ini, Saudara wajib
              untuk segera melaporkannya kepada
        manager Saudara atau atasan yang lebih tinggi.
Jika Saudara tidak melakukannya, berarti Saudara melanggar
                         Etika Bisnis ini.
    Jika Saudara merasa tidak nyaman untuk berhubungan
                dengan manajemen Perusahaan,
    Saudara dapat berbicara langsung, dengan kerahasiaan
             terjamin, kepada Industrial Relations,
   Fraud Control and Security Manager di nomor (021) 2758
             6028, National Examiner and Account
Receivable Manager di nomor (021) 2758 6018, National Legal
                     Manager and Corporate
    Secretary di nomor (021) 2758 6024, Human Resources
               Director di nomor (021) 2758 6068
             atau President Director Perusahaan.
 Setiap upaya untuk menjaga kerahasiaan dari siapapun yang
                 melaporkan kecurigaan tentang
 terjadinya pelanggaran Etika Bisnis akan dilakukan. Saudara
                  tidak perlu takut akan adanya
   tindakan balasan atau balas dendam karena melaporkan
              kecurigaan pelanggaran Etika Bisnis.
        Kecurangan, korupsi atau transaksi tidak wajar
Karyawan tidak boleh terlibat dalam kegiatan yang tidak etis
                  atau melanggar hukum, atau
  melakukan praktek pembayaran yang tidak wajar untuk
               memperoleh transaksi atau untuk
memperoleh keuntungan pribadi. Pada khususnya, Saudara
                            tidak boleh:
                 1. terlibat dalam penyuapan;
2. turut serta dalam penyuapan kepada pejabat negara; atau
    3. dengan cara apapun juga mempermudah terjadinya
    penyuapan atau praktek-praktek tidak semestinya atau
                   yang dapat dipertanyakan
 Tidak boleh memberikan sumbangan yang bersifat politis
                oleh atau atas nama Perusahaan
    kecuali disetujui oleh President Director Perusahaan.
         Pertentangan Kepentingan atau Tugas
 Pertentangan kepentingan terjadi ketika kepentingan atau
       tugas pribadi atau profesi bertentangan secara l
  angsung atau tidak langsung dengan kewajiban terhadap
                         Perusahaan.

  Dalam semua hubungan bisnis dengan orang atau badan di
        luar Perusahaan dan dalam semua urusan bisnis
                   pribadi, Saudara harus:
1. Menghindari transaksi, situasi atau suatu keterlibatan
    dimana kepentingan pribadi Saudara bertentangan
    dengan atau berpotensi untuk bertentangan dengan
    kepentingan Perusahaan.
2. Bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku dan
    standar serta kebijakan Perusahaan termasuk hal-hal
    yang tercakup dalam Etika Bisnis ini.
3. Melindungi reputasi Saudara, serta harta milik, hak,
    kepentingan, tanggung jawab, informasi rahasia dan
    reputasi Perusahaan.
 Apa yang harus saya lakukan jika timbul pertentangan?
   Jika Saudara menghadapi pertentangan kepentingan atau
             Saudara memperkirakan akan timbulnya
   pertentangan kepentingan, Saudara harus segera melapor
          kepada manager Saudara yang akan membahas
cara-cara untuk mengatasi pertentangan kepentingan tersebut
                         dengan Saudara.
  Bolehkah saya menerima uang, hadiah atau jamuan?
 Saudara tidak boleh menerima suatu hadiah jika diterimanya
        hadiah tersebut akan menimbulkan kemungkinan
terpengaruhnya keputusan Saudara atau Perusahaan. Saudara
             tidak boleh menawarkan, memberi atau
  menerima hadiah atau jamuan yang berlebihan dari pejabat
         pemerintah atau karyawan atau calon pelanggan
                   atau pemasok Perusahaan.
    Jika Saudara merasa tidak yakin bagaimana seharusnya,
         Saudara harus meminta nasihat kepada manager
                            Saudara
                                                     Melakukan Pekerjaan Lain
                   Apakah saya dapat melakukan kerja sosial atau kerja lain dengan mendapatkan bayaran?
               Perusahaan mengijinkan stafnya melakukan kerja sosial atau kerja lain dengan mendapatkan bayaran.
              Namun apabila Saudara melakukan pekerjaan tersebut Saudara harus memastikan bahwa Saudara tidak:
                       • Membiarkan pekerjaan tersebut mempengaruhi mutu pekerjaan Saudara di Perusahaan.
                    • Menggunakan informasi rahasia yang dapat Saudara ketahui selama bekerja pada Perusahaan.
                                 • Menggunakan aset Perusahaan tanpa persetujuan terlebih dahulu.
                                        • Menimbulkan pertentangan kepentingan atau tugas.
             Karyawan tidak boleh menerima jabatan sebagai eksekutif atau direktur, atau konsultan dari bisnis di luar
               yang berkaitan dengan perusahaan (kecuali badan amal atau bisnis keluarga yang tidak ada hubungan
           apapun dengan Perusahaan) sebelum karyawan memperoleh persetujuan tertulis dari Director atau President
Director Perusahaan (dalam hal terjadi pertentangan kepentingan). Setelah persetujuan diperoleh, Director atau President Director
                                               akan meninjau jabatan tersebut setiap tahun
           untuk menentukan apakah persetujuan tersebut tetap berlaku. Karyawan akan memberikan semua informasi
                                yang diminta untuk mempermudah pengambilan keputusan tersebut.
                 Jika pada suatu waktu terjadi perubahan yang dapat memberikan pengaruh yang merugikan kepada
Perusahaan, karyawan tersebut harus segera memberitahu Director atau President Director Perusahaan. Menggunakan Informasi
                              Bagaimana saya harus memperlakukan informasi milik Perusahaan?
             Dari waktu ke waktu Saudara akan memperoleh akses ke informasi rahasia tentang Perusahaan atau pihak
                   yang berkepentingan dengan Perusahaan. Informasi merupakan aset yang berharga dan Saudara
            bertanggung jawab untuk selalu menjaga kerahasiaannya. Jika Saudara merasa tidak yakin apakah informasi
             tersebut bersifat rahasia atau tidak, Saudara harus beranggapan bahwa informasi tersebut bersifat rahasia
                                 sampai Saudara menanyakan hal tersebut kepada manager Saudara.
              Jika Saudara ingin menggunakan informasi rahasia Saudara harus meminta persetujuan tertulis terlebih
                                 dahulu dari manager Saudara. Informasi palsu atau menyesatkan
                   Saudara tidak boleh dengan sengaja memberikan informasi palsu atau yang menyesatkan kepada
                                  Perusahaan, atau pihak yang berkepentingan dengan Perusahaan.
                                             Memberikan Tanggapan di muka Umum
            Saudara tidak boleh memberikan tanggapan di muka umum yang dapat memberikan kesan bahwa apa yang
             Saudara katakan merupakan tanggapan resmi Perusahaan kecuali Saudara telah diberi kewenangan untuk
                                                            melakukannya.
     Tanggapan di muka umum termasuk berbicara dalam seminar dan konferensi di luar
                                             Perusahaan,
                memberikan tanggapan kepada media cetak dan/atau media lain.
  Karyawan yang ingin berbicara pada acara-acara yang terbuka untuk umum, atau menulis
                                        artikel sendiri, tetapi
             tidak sebagai wakil Perusahaan, dapat melakukan hal tersebut asalkan:
                           • tidak mengungkapkan informasi rahasia;
                  • nama atau logo Perusahaan tidak akan digunakan tanpa ijin;
    • jika perlu, para karyawan tersebut menjelaskan bahwa mereka tidak berbicara dalam
                                         kedudukan mereka
                                    sebagai wakil Perusahaan;
 • memberikan sebuah salinan artikel kepada HR Director sebelum memberikan tanggapan
                                           di muka umum.
                               Catatan dan Laporan Pembukuan
 Catatan pembukuan Perusahaan digunakan sebagai dasar untuk membuat laporan kepada
                                             manajemen
          Perusahaan, pemegang saham, kreditur, instansi berwenang, dan pihak lain.
        Semua catatan dan laporan pembukuan Perusahaan yang dihasilkan dari catatan
                                     pembukuan tersebut harus
   disimpan dan disajikan sesuai dengan hukum yang berlaku di suatu wilayah dan harus
                                       secara tepat dan wajar
 mencerminkan rincian mengenai aktiva, pasiva, pendapatan dan biaya Perusahaan.
 Saudara harus memastikan bahwa semua transaksi didukung oleh dokumentasi yang
   sesuai dan tidak ada akun
 yang salah atau sengaja dibuat menyesatkan di dalam catatan pembukuan Perusahaan.
                                       Undang-Undang dan peraturan lain
                                          Apa yang perlu saya ketahui?
       Saudara harus berusaha memahami hukum, peraturan dan praktek-praktek industri yang berkaitan dengan
                             pekerjaan Saudara, dan selalu mengikuti perkembangannya.
          Manager Saudara dapat memberi Saudara nasihat mengenai apa yang Saudara perlu ketahui dan/atau
                             mengarahkan Saudara ke sumber informasi yang berkenaan.

                                                Keluar dari Perusahaan
                                Apa kewajiban saya setelah keluar dari Perusahaan?
Pada umumnya, apa yang Saudara lakukan dan ketahui di Perusahaan akan tetap menjadi milik Perusahaan ketika Saudara
        keluar dari Perusahaan. Jika Saudara tidak lagi bekerja untuk Perusahaan atau tidak lagi menjadi kontraktor
    Perusahaan, Saudara tidak boleh menggunakan atau mengungkapkan informasi rahasia apapun tentang Perusahaan,
    termasuk, tetapi tidak terbatas pada, informasi tentang tata cara, rahasia dagang, pelanggan dan pihak yang memiliki
                                                kepentingan atas Perusahaan
                    milik Perusahaan yang Saudara ketahui selama Saudara bekerja pada Perusahaan.

                          Saudara harus merahasiakan semua informasi yang bersifat rahasia kecuali:
                   1. informasi tersebut merupakan bagian dari keterampilan dan pengetahuan Saudara;
                2. Saudara diharuskan untuk mengungkapkan informasi tersebut atas nama hukum; atau
                     3. informasi tersebut sudah menjadi rahasia umum pada waktu Saudara keluar dari

               Perusahaan atau karena menjadi rahasia umum setelah Saudara keluar dari Perusahaan.
 Pengungkapan informasi rahasia dapat membuat Saudara dikenakan tindakan hukum. Jika Saudara mengetahui bahwa
      Saudara akan bekerja untuk sebuah perusahaan yang menjalankan usaha yang sama, atau yang menjadi pesaing
                            Perusahaan, Saudara harus segera memberitahu manager Saudara.

                                 Pelanggaran Etika Bisnis
 Etika Bisnis menetapkan standar perilaku yang diharapkan dari setiap orang yang bekerja
   untuk Perusahaan -direktur, karyawan dan kontraktor luar. Pelanggaran atas Etika Bisnis
     akan mengakibatkan adanya tindakan disipliner. Tindakan disipliner yang diberikan
     mulai dari teguran dengan pembinaan dan penyuluhan hingga pemutusan hubungan
       kerja, atau kontrak, bergantung pada seberapa parah pelanggaran itu dilakukan.
 Diharapkan para pemasok akan menegakkan perangkat standar yang sama terhadap para
                                        karyawannya.
                       Tanggung jawab kita
  Kita bertanggung jawab atas perilaku kita kepada pihak yang
                  memiliki kepentingan atas kita.
      Pihak yang memiliki kepentingan atas kita termasuk:
                  Pemegang saham Perusahaan
   Aset Perusahaan akan digunakan dengan cara yang dapat
             mengoptimalkan rentabilitas investasi para
Pemegang saham. Perusahaan akan selalu menyampaikan kepada
              para pemegang saham mengenai semua
 masalah yang berkaitan secara tepat waktu. Kita mengharapkan
              agar para pemegang saham mendukung
             pengelolaan perusahaan yang lebih baik.
                            Pelanggan
      Para pelanggan kita berhak untuk berharap agar kita:
         1. bertindak secara profesional dan santun; dan
      2. memberikan barang dan jasa yang bermutu tinggi.

Kita mengharapkan para pelanggan kita memperlakukan orang-
            orang kita dengan santun dan hormat.
                                                Pemasok Barang dan Jasa
  Kita menghargai perjanjian dan bertindak dengan itikad baik. Perusahaan mengharapkan agar para pemasoknya
                  menjalankan bisnis mereka secara taat asas (konsisten) dengan standar bisnis kita.
                                                          Kolega
                          Harapan kita dan mereka yang menjadi kolega kita adalah agar kita:
                                        § bertindak dengan jujur dan terhormat;
                                                § adil dan kooperatif; dan
                                         § memenuhi tugas dan tanggung jawab.
                                                        Masyarakat
 Masyarakat mengharapkan agar kita berperilaku sesuai dengan spirit dan maksud undang-undang dan peraturan
serta mempunyai tanggung jawab sosial dan peka terhadap lingkungan. Kita mengharapkan masyarakat menyadari
   berbagai kewajiban yang harus kita penuhi dan membantu membina lingkungan yang membuat kita mampu
                               menjalankan bisnis secara berdayaguna dan berhasilguna.
                                                         Pesaing
 Perusahaan mematuhi asas-asas kebijakan dan undang-undang tentang persaingan. Kita mengharapkan agar para
                                         pesaing juga berlaku sama seperti kita.
                                                   Instansi Berwenang
     Perusahaan selalu mematuhi undang-undang dan peraturan yang berkaitan yang dikeluarkan oleh instansi
 berwenang di masing-masing unit operasi tempat Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perusahaan mengharapkan
                        agar semua badan ini memperlakukan Perusahaan tanpa keberpihakan.
                                                Administrasi Etika Bisnis
   Setiap pertanyaan yang berkenaan dengan Etika Bisnis ini, arti atau penerapannya harus disampaikan kepada:
                                                   § Manager Saudara
                                     § Human Resources Manager (Unit Operation)
                     § Industrial Relations, Fraud Control and Security Manager (National Office)
                        § National Examiner and Account Receivable Manager (National Office)
                          § National Legal Manager and Corporate Secretary (National Office)
                                     § Human Resources Director (National Office)
    Untuk membantu pengadministrasian dan memahami Etika Bisnis ini, lihat “Pedoman Tata Cara” yang tidak
                                                           terpisah
      dari Etika Bisnis ini yang berisikan contoh-contoh bagaimana menerapkan Etika Bisnis ini di Perusahaan.
                  Pedoman
            Tata Cara Etika Bisnis
                                          Pedoman Tata Cara
                                               Pembagian
 Seluruh direktur dan karyawan (pengertian “karyawan” merujuk pada karyawan tetap dan karyawan
    yang dipekerjakan untuk jangka waktu tertentu dengan jabatan apa pun) PT. Coca-Cola Bottling
     Indonesia dan PT. Coca-Cola Distribution Indonesia (selanjutnya disebut “Perusahaan”) akan
      menerima satu salinan Pedoman Tata Cara Etika Bisnis ketika mereka diterima bekerja pada
 Perusahaan dan wajib untuk mematuhi Pedoman Tata Cara Etika Bisnis tersebut dalam menjalankan
                                              pekerjaannya.
   Pedoman Tata Cara Etika Bisnis dapat diubah setiap saat oleh Perusahaan dan perubahan tersebut
berlaku terhadap setiap direktur dan karyawan Perusahaan terhitung sejak tanggal perubahan tersebut
                                      diumumkan oleh Perusahaan.
 Selain itu, setiap pihak ketiga yang bekerja sama dengan Perusahaan harus menerima Pedoman Tata
   Cara Etika Bisnis ini serta memahami kewajibannya berdasarkan Pedoman Tata Cara Etika Bisnis
                                                tersebut.
                                               Persetujuan
 Direktur dan/atau atasan langsung karyawan (dengan jabatan minimal manager) Perusahaan (sesuai
  dengan tingkatan kasus) harus meninjau dan dapat memberikan persetujuan secara tertulis untuk
   setiap keadaan yang mensyaratkan ijin khusus, sebagaimana diuraikan dalam Pedoman Tata Cara
 Etika Bisnis. Salinan persetujuan ini harus disimpan oleh Human Resources Manager dan diberikan
  kepada pemeriksa atau penyidik, dalam hal ini adalah IR,Fraud Control, and Security Manager (jika
                                                diminta).
         Penyimpangan Atas Pedoman Tata Cara Etika Bisnis
  Permohonan Penyimpangan terhadap ketentuan Pedoman Tata
  Cara Etika Bisnis oleh manager atau direktur harus disetujui oleh
   dewan direksi Perusahaan dan segera akan diungkapkan kepada
      pihak yang berwenang sejauh disyaratkan oleh hukum atau
                               peraturan.
             Memantau Kepatuhan Terhadap Hukum
Setiap direktur dan karyawan bertanggung jawab untuk mengambil
   langkah yang diperlukan guna mencegah pelanggaran terhadap
                    Pedoman Tata Cara Etika Bisnis.
    Setiap direktur dan karyawan wajib untuk melaporkan setiap
    dugaan pelanggaran Etika Bisnis kepada manager mereka atau
                        atasan yang lebih tinggi.
Selain kepada manager atau atasan yang lebih tinggi, setiap direktur
    atau karyawan juga dapat melaporkan secara langsung dengan
          dijamin kerahasiaannya kepada Industrial Relations,
    FraudControl and Security Manager di nomor (021) 2758 6028,
    National Examiner and Account Receivable Manager di nomor
       (021) 2758 6018, National Legal Manager and Corporation.
 Secretary di nomor (021) 2758 6024, Human Resources Director di nomor (021) 2758 6068 atau President Director
                                                     Perusahaan.
 Dalam hal direktur atau karyawan memilih untuk melaporkan dugaan pelanggaran Etika Bisnis kepada manager
   atau atasan yang lebih tinggi, pihak yang dilapori wajib untuk meneruskan laporan tersebut kepada Industrial
     Relations, Fraud Control and Security Manager di nomor (021) 2758 6028, National Examiner and Account
   Receivable Manager di nomor (021) 2758 6018, National Legal Manager and Corporate Secretary di nomor (021)
        2758 6024, Human Resources Director di nomor (021) 2758 6068 atau President Director Perusahaan.
    Perusahaan akan melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk menjaga kerahasiaan identitas setiap orang
     yang melaporkan dugaan pelanggaran Pedoman Tata Cara Etika Bisnis, dan Perusahaan menjamin bahwa
Perusahaan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meminimalisir kemungkinan akan terjadinya
                          tindakan pembalasan atau balas dendam terhadap orang tersebut.
   Terhadap dugaan terjadinya kegiatan melawan hukum, maka Industrial Relations, Fraud Control and Security
                                       Manager Perusahaan harus diberitahu.
   Industrial Relations, Fraud Control and Security Manager harus melaporkan pelanggaran Pedoman Tata Cara
      Etika Bisnis dan tindakan perbaikan atau koreksi yang dilakukan kepada Human Resources Director dan
                                          President Director secara berkala.
                                                     Penyidikan
       Tanggung jawab untuk menegakkan Pedoman Tata Cara Etika Bisnis, melakukan penyidikan terhadap
 pelanggaran Pedoman Tata Cara Etika Bisnis dan menentukan tindakan perbaikan atau koreksi berikut tindakan
   disipliner berada ditangan Industrial Relations, Fraud Control and Security Manager dan dilakukan atas nama
                                                 President Director.
  National Examiner and Account Receivable Manager dan/atau National Legal Manager and Corporate Secretary
   akan dilibatkan apabila diperlukan dalam proses penyidikan. Mereka akan bekerja sama dengan direktur atau
manager dari karyawan yang melakukan pelanggaran untuk memberikan saran mengenai tindakan perbaikan dan
                                                      disipliner.
    National Examiner and Account Receivable Manager berikut stafnya harus secara terus menerus mewaspadai
    kepatuhan terhadap Pedoman Tata Cara Etika Bisnis. Setiap pelanggaran terhadap Pedoman Tata Cara Etika
    Bisnis harus diuraikan dalam laporan rahasia dan diteruskan kepada Industrial Relations, Fraud Control and
  Security Manager. Hal yang sama berlaku terhadap auditor eksternal. Jika auditor eksternal menemukan adanya
 pelanggaran terhadap Pedoman Tata Cara Etika Bisnis, mereka harus melaporkan hal tersebut kepada Industrial
                                   Relations, Fraud Control and Security Manager.
                                                    Tindakan Disipliner
      Pelanggaran atas Pedoman Tata Cara Etika Bisnis oleh direktur atau karyawan Perusahaan dapat mengakibatkan
       dikenakannya tindakan disipliner terhadap yang bersangkutan, yang, bergantung pada kondisi masalah, dapat
       berupa surat peringatan, pembebasan tugas, penurunan jabatan, pembayaran kompensasi kepada Perusahaan
       dengan pemotongan gaji, penghapusan atau pengurangan insentif atau pemutusan hubungan kerja. Tindakan
                                     disipliner juga akan berlaku terhadap mereka yang:
      § Mengetahui adanya rencana perilaku yang dilarang oleh Pedoman Tata Cara Etika Bisnis dan tidak melakukan
                                         tindakan apa pun untuk mencegahnya; atau
       § Mengetahui bahwa perilaku yang dilarang oleh Pedoman Tata Cara Etika Bisnis telah dilakukan oleh seorang
                  direktur atau karyawan dan tidak melakukan tindakan perbaikan sebagaimana mestinya.
     Pelanggaran Pedoman Tata Cara Etika Bisnis bukan merupakan satu-satunya dasar diambilnya tindakan disipliner
        berkenaan dengan direktur dan karyawan. Perusahaan juga memiliki kebijakan dan tata cara yang mengatur
         perilaku karyawan. Pertanyaan seputar kebijakan dan tata cara tambahan ini harus diajukan kepada atasan
                                          langsung direktur atau karyawan tersebut.
     Selain tindakan disipliner dari Perusahaan, beberapa pelanggaran terhadap Pedoman Tata Cara Etika Bisnis dapat
                                           berakibat tuntutan perdata atau pidana.
                                         Tandatangan dan Pernyataan Menerima
     Setiap direktur, karyawan dan pihak ketiga yang bekerjasama dengan Perusahaan harus menandatangani formulir
         pernyataan penerima yang menegaskan bahwa mereka telah membaca Pedoman Tata Cara Etika Bisnis dan
                                                  memahami ketentuannya.
         Bagaimanapun juga tidak dibacanya Pedoman Tata Cara Etika Bisnis atau tidak ditandatanganinya formulir
     pernyataan oleh penerima tidak dapat dijadikan alasan untuk memberi toleransi untuk tidak mematuhi Pedoman
                                                   Tata Cara Etika Bisnis ini.
                                              Contoh perilaku dalam praktek
                                     Kecurangan, Korupsi dan Transaksi Tidak Wajar
Tindakan: General Manager menjamu pejabat pemerintah yang bertanggung jawab untuk menerbitkan ijin khusus
     agar truk dapat melewati daerah terlarang. Dalam pertemuan tersebut, General Manager memberikan televisi dan
                    DVD player kepada pejabat sebagai “tanda penghormatan untuk pejabat yang mulia.”
Keputusan: Hal tersebut merupakan tindakan penyuapan. Tindakan tersebut melanggar Pedoman Tata Cara Etika
                                                      Bisnis dan hukum.
Tindakan: Staf penjualan (BDR) telah mengambil cuti sakit selama 45 hari dalam setahun dan dibuktikan dengan surat
                                      keterangan dokter dalam setiap cuti sakit yang diambil.
         Penyidikan atas cuti tersebut menunjukkan adanya perbedaan tandatangan antara surat keterangan yang sah dan
          surat keterangan yang lain. Ternyata karyawan tersebut telah mencuri buku surat keterangan dan menulis surat
                                                     keterangan tersebut sendiri.
       Keputusan: Tindakan tersebut melanggar Pedoman Tata Cara Etika Bisnis dan hukum. Karyawan tersebut
                                 diberhentikan dan dituntut karena tindak kecurangan dan pidana.
   Tindakan: Anggota tim produksi ditugaskan untuk sementara waktu di kantor pusat dan diberikan kartu kredit
                                                             Perusahaan.
     Dengan menggunakan kartu tersebut ia mengeluarkan Rp.5.000.000 untuk biaya pribadi dan menjamu manager dalam
              beberapa kesempatan. Kartu kredit tersebut disetujui oleh manager tanpa pertanyaan atau peninjauan.
 Keputusan: Pengeluaran pribadi tidak boleh menggunakan kartu kredit Perusahaan kecuali dalam keadaan darurat.
      Pada waktu menjamu, staf seniorlah yang harus membayar tagihan. Karyawan ybs dan manager diberhentikan karena
                                                              melanggar
                                               Pertentangan Kepentingan atau Tugas
    Tindakan: Suami asisten administrasi memiliki perusahaan ATK dengan harga yang lebih murah dibandingkan
                                                                 dengan
       perusahaan pemasok lain.Tugas asisten di Perusahaan termasuk memesan ATK, jadi dia memesan ATK tersebut dari
        perusahaan suaminya. Namun dia tidak meminta persetujuan terlebih dahulu dari atasannya atas transaksi dengan
                                                      anggota keluarga tersebut.
     Keputusan: Karyawan ybs melanggar Pedoman Tata Cara Etika Bisnis. Atasan harus memberikan persetujuan
     terlebih dahulu atas setiap transaksi jika dalam transaksi tersebut karyawan memiliki kepentingan keuangan. Karyawan
                                             tersebut akan dikenakan tindakan disipliner.
      Tindakan: Staf penjualan melayani restoran waralaba yang dimiliki oleh sepupunya. Staf penjualan tersebut
                                                             bertanyatanya
                                    apakah hubungan tersebut mensyaratkan tindakan khusus.
   Keputusan: Ya, hal tersebut memerlukan tindakan khusus. Semua pelanggan harus diperlakukan secara adil dan
      jujur. Bahkan walaupun restoran yang dimiliki sepupu tidak menerima perlakuan istimewa, hubungan tersebut dapat
          memberi kesan timbulnya perlakuan tersebut. Staf penjualan tersebut harus memberitahu managernya tentang
       hubungan tersebut, dan atasan staf penjualan dapat memutuskan untuk menugaskan staf penjualan lain ke restoran
                                                              tersebut.
Tindakan: Koordinator pembelian menerima jam berlian dari pemasok yang melakukan banyak transaksi usaha
      dengan Perusahaan. Koordinator pembelian dan pemasok adalah teman. Koordinator pembelian dengan sopan
        mengembalikan jam, dan menerangkan bahwa Perusahaan tidak memperbolehkan untuk menerima hadiah
                                mewah dan melaporkan peristiwa tersebut kepada atasannya.
  Keputusan: Karyawan tersebut membuat keputusan yang tepat. Dia mengetahui bahwa jam berlian tersebut
                dapat mempengaruhi keputusan membelinya atau dapat mempengaruhi keputusan staf lain.
 Tindakan: Pelanggan meminta staf penjualan untuk memberikan kredit sebagai persediaan dan menandainya
     sebagai produk kadaluarsa namun produk tersebut sebenarnya disimpan digudang dengan imbalan makan siang
     gratis. Staf penjualan tersebut tidak suka dengan usulan tersebut dan melaporkan hal tersebut kepada atasannya.
      Keputusan: Tindakan tersebut sudah tepat. Karyawan tidak boleh terlibat dalam setiap kegiatan yang
                                                            melanggar
           Pedoman Tata Cara Etika Bisnis atau hukum.Pelanggan diberitahu bahwa praktek tersebut tidak dapat
                                                         dibenarkan.
 Tindakan: Manager mencari pemasok untuk melakukan pekerjaan konstruksi untuk kepentingan Perusahaan
                                                                dan
      menerima tiga penawaran dalam amplop tertutup untuk pekerjaan tersebut. Manager memberikan perusahaan
       favoritnya rincian tentang penawaran pesaingnya sehingga perusahaan tersebut dapat memenangkan tender
                                                           tersebut.
    Keputusan: Tindakan tersebut salah. Manager mengungkapkan informasi Perusahaan yang bukan untuk
                   konsumsi umum dan menghindari proses lelang. Dia akan dikenakan tindakan disipliner.
                                              Menggunakan Aset Perusahaan
   Tindakan: Plant Manager mengunakan telepon Perusahaannya dan telepon genggamnya untuk panggilan
                                                              pribadi
                                                      secara berlebihan.
  Keputusan: Mungkin kedengarannya tidak banyak, namun kerugian Perusahaan dalam hal waktu kerja dan
                                                               biaya
      telepon jika dihitung berjumlah ratusan ribu rupiah. Dia akan dikenakan tindakan disipliner. Peninjauan ulang
         terhadap kebijakan penggunaan telepon selular yang sekarang berlaku harus digunakan sebagai pedoman
                                                  Saudara mengenai hal ini.
  Tindakan: Staf penjualan memegang kendaraan “tool of trade” dan, tanpa memberitahu manager, bepergian
                                                                dari
        Jakarta ke Surabaya pada cuti tahunan, yang diketahui karena terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor di
                                                          Surabaya.
 Keputusan: Peninjauan kebijakan yang berlaku sekarang di Perusahaan menunjukkan bahwa kendaraan “tool
                                                                 of
                                             trade” hanya dapat dikendarai untuk
       Kepentingan bisnis dan tidak diperkenankan untuk digunakan pada cuti tahunan, kecuali dengan persetujuan
            tertulis sebelumnya dari Department Head. Staff Penjualan tersebut akan dikenai tindakan disipliner.
                                                 Melakukan Pekerjaan Lain
 Tindakan: Senior Manager ditawarkan posisi di sebuah perusahaan sebagai direktur non-eksekutif untuk bisnis
        yang tidak terikat dengan Perusahaan. Dia menanyakan kepada manager apakah hal tersebut diperbolehkan.
     Keputusan: Tindakan yang tepat. Sebelum menerima suatu jabatan, harus diperoleh persetujuan tertulis
      sebelumnya dari President Director Perusahaan berkenaan dengan semua usaha (kecuali badan amal atau usaha
           keluarga yang tidak ada kaitannya dengan Perusahaan). Persetujuan bergantung pada kepastian bahwa
      persetujuan tersebut tidak berdampak pada mutu kerja, tidak menggunakan informasi atau aset Perusahaan atau
                          dengan cara lain menimbulkan pertentangan kepentingan dengan tugasnya.
                                                   Menggunakan Informasi
   Tindakan: Finance Manager memiliki teman yang ingin meminjam daftar alamat e-mail Perusahaan. Teman
                   tersebut ingin mengirim e-mail penawaran usahanya kepada para karyawan Perusahaan.
   Keputusan: Finance Manager mengetahui bahwa tindakan tersebut merupakan penyalahgunaan aktiva/data
     Perusahaan. Dia menjelaskan hal tersebut kepada temannya, dan menolak permintaan tersebut. Tindakan tersebut
                                                  adalah tindakan yang tepat.
   Tindakan: Sales Manager mempersiapkan presentasi tentang promosi baru Perusahaan. Dia tertarik dengan
       rencana tersebut dan ingin membahasnya dengan teman di luar Perusahaan. Dia tidak yakin apakah tindakan
                      tersebut akan melanggar Etika Bisnis, jadi dia menanyakannya kepada managernya.
     Keputusan: Tindakannya sudah tepat. Berbagi informasi yang bukan untuk konsumsi umum merupakan
         pelanggaran Pedoman Tata Cara Etika Bisnis, walaupun penerima tidak bekerja untuk perusahaan pesaing,
                                                    pelanggan atau pemasok.
Tindakan: Senior Manager mengadakan perjalanan dengan pesawat udara bersama rekan kerja untuk melakukan
         akuisisi. Mereka mulai membahas proses akuisisi dan salah satu dari mereka memperhatikan seseorang di
                                seberang sana mendengarkan secara seksama dan mencatatnya.
Keputusan: Mereka dengan cepat memutuskan sudah saatnya untuk mengganti topik pembicaraan. Tidaklah baik
        untuk membahas masalah Perusahaan di keramaian yang mungkin didengar oleh orang lain dan mengambil
                                              keuntungan dari informasi tersebut.
                                             Catatan Pembukuan dan Laporan
           Tindakan: Karena sudah menjelang akhir tahun, General Manager menyadari bahwa kegiatan
           operasionalnya telah melebihi sasaran laba dalam rencana usaha intinya. Manager menanyakan bagian
          Keuangan apakah dia harus mencatat setiap pendapatan selanjutnya yang diterima pada tahun tersebut
                              di luar pembukuan untuk dibukukan pada permulaan tahun depan.
         Keputusan: “Jangan pernah berfikir untuk melakukan hal tersebut! demikian perintahnya. Semua
                         pendapatan dan pengeluaran harus dicatat dalam periode yang bersangkutan.
         Tindakan: Staf penjualan berhenti bekerja di Perusahaan dan bekerja di perusahaan pesaing dan
             sebelum meninggalkanPerusahaan, dia mengambil catatan pelanggan yang kemudian digunakan di
           tempat kerjanya yang baru. Pelanggan mengeluh setelah menerima presentasi tentang apa yang dapat
                                           dilakukan perusahaan pesaing untuknya.
     Keputusan: Informasi tetap menjadi milik Perusahaan dan tidak dapat diambil dari Perusahaan. Dalam
                                           hal ini dapat dikenakan tuntutan hukum
                                    Yth.: Human Resources Director
                     Hal : Penerimaan dan Pengakuan atas Etika Bisnis
                                                           Saya,
Nama : ....................................................................................................................
Karyawan atau kontraktor luar PT. Coca-Cola Bottling Indonesia / PT. Coca-
Cola Distribution Indonesia, atau anak perusahaan atau divisi PT. Coca-Cola
Bottling Indonesia / PT. Coca-Cola Distribution Indonesia, menyatakan bahwa
saya telah menerima sebuah salinan Etika Bisnis PT. Coca-Cola Bottling
Indonesia / PT. Coca-Cola Distribution Indonesia; bahwa saya telah membaca dan
memperhatikan Etika Bisnis tersebut; bahwa saya memahami isinya dan bahwa
saya, dan karyawan di bawah saya akan terikat pada semua ketentuannya.
Tanda tangan ---------------------------------------Tanggal -------------------------------
   ------
Jabatan ---------------------------------------------------------------------------------------
   ---------
Nama Perusahaan ---------------------------------------------------------------------------
   -------
Alamat (Kantor) -----------------------------------------------------------------------------
   ---------
Kode Pos -------------------------------------------------------------------------------------
   ---------
Propinsi --------------------------------------------------------------------------------------
   ----------
Harap tanda tangani dan kembalikan kepada manager Saudara atau Human
Resources Manager.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:236
posted:9/11/2012
language:Unknown
pages:45