Data Perkembangan Kehadiran Guru di Kelas NO TAHUN PEL

Document Sample
Data Perkembangan Kehadiran Guru di Kelas NO TAHUN PEL Powered By Docstoc
					  OPTIMALISASI PENERAPAN BUDAYA ON TIME DAN FULL
TIME DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN
   PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 SINGARAJA


                                  oleh
                        Drs. I NYOMAN DARTA
                           SMAN 1 Singaraja


                               ABSTRAK

        Karya tulis ini merupakan salah satu inovasi pengelolaan sekolah
tentang Oftimalisasi Penerapan Budaya On Time dan Full Time Dalam
Rangka Meningkatkan Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa SMAN 1
Singaraja, di mana sebelumnya kultur sekolah dalam bidang penggunaan
waktu yang tidak efisien dikalangan guru sudah menjadi kultur yang sangat
sulit untuk dirubah. Pada inovasi ini dibahas empat masalah, yaitu (1)
bagaimanakah kehadiran guru disekolah, setelah dioptimalkan penerapan
budaya on time dan full time di SMAN 1 Singaraja ? (2) bagaimanakah
kehadiran guru di kelas setelah dioptimalkan penerapan budaya on time dan
full time di SMAN 1 Singaraja ? (3) Bagaimanakah waktu tinggal guru di
sekolah, setelah dioptimalkan penerapan budaya on time dan full time di
SMAN 1 Singaraja, dan (4) Bagaimanakah prestasi belajar siswa setelah
dioptimalkan penerapan budaya on time dan full time SMAN 1 Singaraja ?
Setelah dioptimalkan penerapan budaya on time dan full time, didapatkan
bahwa (1) Kehadiran guru di sekolah meningkat sebesar 1,63 %, yaitu dari
97,34 % menjadi 98,97 %; (2) Kehadiran guru di kelas meningkat sebesar
1,10 % yaitu dari 98,88 % menjadi 99,98 %; (3) Terjadi peningkatan waktu
tinggal guru di sekolah sebesar 1,55 % yaitu dari 98,21 % menjadi 99,76 %;
(4) Prestasi belajar siswa dilihat dari hasi Ujian nasional mengalami
peningkatan untuk program IPA sebesar 0,45 % yaitu dari 8,45 menjadi
8,86 %, untuk program IPS terjadi peningkatan 0,06 % yaitu dari 8,41
menjadi 8,47, untuk program IPB terjadi peningkatan sebesar 0,18 yaitu dari
8,31 menjadi 8,49. Terjadi keajegan dalam perolehan hasil baik pada tes
pengendali mutu tingkat propinsi, olimpiade tingkat nasional, dan olimpiade
tingkat internasional. Jadi optimalisasi penerapan budaya on time dan full
time cukup efektif untuk meningkatkan kinerja dan prestasi siswa belajar
siswa SMAN 1 Singaraja



                                    1
1. Pendahuluan
        Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan
mutu pendidikan di Indonesia, mulai dari peningkatan mutu pendidik dan
tenaga kependidikan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan, workshop,
seminar, melengkapai sarana prasarana pendidikan,, melengkapi buku
pelajaran, pentahapan model sekolah dan lain-lainya. Namun sampai saat
ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
        Mulai tahun pelajaran 2005/2006, pemerintah mencoba
meningkatkan mutu pendidikan dengan merujuk 100 sekolah SMA di
Indonesia untuk dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional
(SBI), sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 50
ayat 3 yang menyebutkan bahwa pemerintah dan/atau pemerintah daerah
menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua
jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang
bertaraf internasional. SMA Negeri 1 Singaraja adalah salah satu sekolah
yang dikembangkan menjadi rintisan SBI mulai tahun pelajaran 2005/2006.
        Upaya menuju SBI telah dilakukan mulai dari evaluasi diri,
penyusunan SDIP, penguatan dalam bidang proses belajar mengajar, guru,
kepala sekolah, tenaga pendukung, dan sarana prasarana. Dilihat dari hasil
evaluasi diri, kesiapan SMAN 1 Singaraja untuk menuju SBI hanya 43, 53
% (data litbang SMAN 1 Singaraja). Komponen yang paling lemah adalah
pada komponen guru sebesar 38,45 %., utamanya dalam kultur sekolah,
penguasaan bilingual, ICT, metode pembelajaran, dan inovasi pembelajaran.
Untuk itu sekolah telah melakukan berbagai usaha mulai dari pelatihan
intern, workshop, seminar, kursus, kegiatan pendampingan, studi banding
dan lain-lain.
        Salah satu kultur sekolah yang sangat sulit dirubah adalah budaya on
    time dan full time. Masih banyak guru yang datang terlambat ke sekolah,
    terlambat masuk kelas, mendahului keluar kelas ketika pelajaran
    berakhir, serta mendahului pulang ketika jam mengajarnya sudah selesai




                                     2
   dengan berbagai alasan. Guru merupakan salah satu komponen yang
   sangat mempengaruhi proses pendidikan, karena guru merupakan ujung
   tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subyek dan
   obyek belajar. Bagaimanapun hebatnya kemampuan teknologi, peran
   guru akan tetap diperlukan.(Wina Sanjaya, 2007)
      Ketika jam mengajar sudah berakhir diharapkan guru dapat
   mengevaluasi apa yang telah diajarkan di kelas, memeriksa ulangan,
   menyusun perencanaan pembelajaran untuk hari berikutnya, berdiskusi
   dengan guru sejawat, membaca di perpustakaan, latihan komputer,
   latihan internet untuk mendapatkan informasi yang up to date, mencoba
   berbagai model pembelajaran , memikirkan inovasi pembelajaran
   sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan, mengasyikkan,
   mencerdaskan, dan demokratis, namun sebaliknya mereka berlomba-
   lomba mencari celah untuk bisa mendahului pulang.
       Dari kondisi ini timbul ide untuk mengoptimalkan penerapan budaya
   on time dan full time dalam rangka meningkatkan kinerja guru dan
   prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Sesungguhnya ada
   beberapa guru yang telah menerapkan budaya ini, namun kalau tidak
   segera dioptimalkan mereka akan terpengaruh oleh kebiasaan kurang
   baik dari rekan sejawatnya.


2. Rumusan Masalah
       Dari latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah yang
   ingin dicari pemecahannya dalam tulisan ini adalah :
       1. Bagaimanakah kehadiran guru disekolah, setelah dioptimalkan
           penerapan budaya on time dan full time di SMA Negeri 1
           Singaraja ?
       2. Bagaimanakah kehadiran guru di kelas, setelah dioptimalkan
           penerapan budaya on time dan full time di SMA Negeri 1
           Singaraja ?




                                    3
      3. Bagaimanakah waktu tinggal guru di sekolah, setelah
         dioptimalkan penerapan budaya on time dan full time di SMA
         Negeri 1 Singaraja ?.
      4. Bagaimanakah prestasi belajar siswa setelah dioptimalkan
         penerapan budaya on time dan full time SMAN 1 Singaraja ?


3. Strategi Pemecahan Masalah
          Masalah 1, kehadiran guru di sekolah masih bermasalah, banyak
      guru yang datang terlambat, untuk mengatasai masalah ini sekolah
      membuat kartu identitas pribadi dan pemberlakuan absensi
      kedatangan dengan interval waktu tertentu. Guru harus tiba di
      sekolah pukul 06.50 WITA langsung menuju meja piket mengambil
      kartu identitas dan menandatangani daftar kehadiran yang hanya
      dilayani dari pukul 06.50 WITA sampai dengan pk. O7.30 WITA.
      Daftar hadir diserahkan oleh piket ke tim litbang pada pk. 07.30
      WITA untuk dianalisis dan kepala sekolah dalam waktu singkat
      dapat melihat guru yang tidak hadir dari sisa kartu identitas pribadi
      yang ada pada papan kartu disamping meja piket.
          Masalah 2, Kehadiran guru di kelas masih bermasalah seperti
      terlambat masuk kelas, sering menerima tamu, sering menerima
      telepon, dan sering mendahului keluar kelas sebelum pelajaran
      selesai. Masalah ini diatasi dengan mengoptimalkan penulisan jurnal
      harian kelas, SMS dari siswa kepada Kepala Sekolah, kontrol
      keliling kelas oleh piket, wakasek, litbang , dan kepala sekolah serta
      tidak boleh mengajar membawa hand phone . Di samping itu
      sekolah juga menerapkan team teaching, yaitu setiap mata pelajaran
      dikelas diampu oleh 2 orang guru, sehingga ketika ada kegiatan yang
      tidak bisa diatur masih ada guru yang dapat mengajar di kelas.
          Masalah 3, Waktu tinggal guru di sekolah masih bermasalah
      dengan berbagai alasan. Masalah ini diatasi dengan menggunakan




                                    4
   kartu identitas pribadi dan dan interval waktu penandatanganan
   absen kepulangan dari pukul 13.00 WITA sampai dengan pk. 13.30
   WITA. Kepala sekolah mengontrol kepulangan guru dengan melihat
   kartu identitas pribadi yang sudah ada pada papan kartu. Tepat pk.
   13.30 WITA tim litbang mengambil daftar hadir guru untuk
   danalisis dan daftar analisis diumumkan setiap bulan sekali. Di
   samping itu sekolah telah menyiapkan Ruang Teacher Refrence
   Research Center (TRRC) yang dilengkapi dengan internet,
   multimedia, buku refrence in english, alat kesenian bali dan
   nasional. Pada ruangan ini diharapkan guru dapat berdiskusi dengan
   teman sejawatnya tentang persiapan mengajar, inovasi pembelajaran,
   mengakses internet, mencoba berbagai model pembelajaran sampai
   melatih otak kanan lewat kegiatan seni.
       Masalah 4, prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Singaraja
   juga belum memuaskan terbukti masih banyaknya siswa yang belum
   mencapai batas ketuntasan ketika mengikuti ulangan blok . Prestasi
   belajar siswa SMA Negeri 1 singaraja dapat dilihat dari hasil Ujian
   Nasional, hasil tes pengendali mutu tingkat propinsi, dan Hasil
   Olimpiade Sains tingkat nasional dan internasional.




                             BAB II
                     PEMBAHASAN
    Sesungguhnya essensi dari pendidikan adalah sekolah, dan essensi
dari sekolah adalah guru (Ibrahim, 2007).. Guru memegang peranan
yang pertama dan utama di sekolah karena bersentuhan langsung dengan
siswa. Guru bertugas mulai dari merencanakan PBM, melaksanakan
PBM dengan berbagai metode dan inovasi pembelajaran, mengevaluasi




                                5
penguasaan kompetensi siswa dengan berbagai sistem evaluasi, serta
mengadakan tindak lanjut terhadap hasil penilaian. Dalam melaksanakan
tugas pokok tersebut, sering ada keluhan bahwa alokasi waktu pelajaran
sangat kurang.
    Waktu merupakan sumber daya terpenting, karena waktu yang telah
terhamburkan tidak dapat lagi dicari penggantinya. Waktu juga
merupakan salah satu modal kerja yang sangat terbatas, sehingga harus
digunakan secara efisien. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa
penggunaan waktu khususnya disekolah belum efisien karena
banyaknya kebiasaan membuang-buang waktu., seperti terlambat datang
ke sekolah, terlambat masuk ke kelas, mendahului keluar kelas, dan
mendahului pulang ketika jam mengajar sudah selesai, dan yang lebih
memprihatinkan adalah tidak datang ke sekolah ketika tidak ada jam
mengajar. Kebiasaan membuang-buang waktu tersebut akan bermuara
pada rendahnya hasil belajar siswa (Depdikbud, 1999).
    Upaya untuk merubah kultur menghambur-hamburkan waktu secara
tidak efisien yang terjadi di SMAN 1 Singaraja dilaksanakan dengan
optimalisasi penerapan budaya on time dan full time yang dilakukan
secara bertahap sebagai berikut :
    Masalah 1, kehadiran guru di sekolah masih bermasalah, banyak
guru yang datang terlambat, untuk mengatasai masalah ini sekolah
membuat kartu identitas pribadi dan pemberlakuan absensi kedatangan
dengan interval waktu tertentu. Guru harus tiba di sekolah pukul 06.50
WITA langsung menuju meja piket mengambil kartu identitas dan
menandatangani daftar kehadiran yang hanya dilayani dari pukul 06.50
WITA sampai dengan pk. O7.30 WITA. Daftar hadir diserahkan oleh
piket ke tim litbang pada pk. 07.30 WITA untuk dianalisis dan kepala
sekolah dalam waktu singkat dapat melihat guru yang tidak hadir dari
sisa kartu identitas pribadi yang ada pada papan kartu disamping meja
piket.




                                6
   Pada bulan pertama protes dari guru dan pegawai cukup banyak
dengan alasan 1) terlalu kaku, 2) lebih baik pindah ke sekolah lain, 3)
kesejahtraan masih rendah. Masukan dari guru dipakai dasar untuk
berkkoordinasi dengan komite dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Buleleng.
   Solusi yang diambil oleh komite sekolah memberikan insentif
kehadiran untuk kedatangan Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah) dan
kepulangan juga diberikan insentif Rp. 2000,- (dua ribu rupiah). Solusi
yang diambil oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng adalah
dengan membuat surat edaran tentang disiplin waktu yaitu on time dan
full time untuk seluruh sekolah di Buleleng.
    Semenjak diterapkan kebijakan ini dari tahun pelajaran 2005/2006
dapat disajikan perkembangan kehadiran guru dan pegawai di SMAN 1
Singaraja sebagai berikut :
                                Tabel 01
             Data Perkembangan Kehadiran Guru Di Sekolah
          TAHUN PEL. 2005/2006             TAHUN PEL. 2006/2007
 NO    BULAN          KEHADIRAN         BULAN          KEHADIRAN
                      (%)
 1     Juli 2005           96.01        Juli 2006           99.91
 2     Agustus             96.09        Agustus             99.83
       2005                             2006
 3     September           95.61        September           97.31
       2005                             2006
 4     Oktober             96.02        Oktober             96.78
       2005                             2006
 5     Nopember            97.81        Nopember             100
       2005                             2006
 6     Desember            97.52        Desember             100




                                 7
       2005                                2006
 7     Januari 2006         97.61          Januari 2007          97.91
 8     Februari             97.89          Februari              98.25
       2006                                2007
 9     Maret 2006           95.18          Maret 2007            98.60
 10    April 2006           98.49          April 2007            99.09
 11    Mei 2006              100           Mei 2007              100
 12    Juni 2006            99.87          Juni 2007             100
 RATA-RATA                  97.34          RATA-                 98.97
                                           RATA


(Data Litbang SMAN 1 Singaraja , 2007)
    Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Optimalisasi penerapan
budaya on time dan full time cukup efektif untuk meningkatkan
kehadiran guru di sekolah karena terjadi peningkatan kehadiran dari
97,34 % menjadi 98,97 %., yaitu ada peningkatan sebesar 1,63 %.
    Masalah 2, Kehadiran guru di kelas masih bermasalah seperti
terlambat masuk kelas, sering menerima tamu, sering menerima telepon,
dan sering mendahului keluar kelas sebelum pelajaran selesai. Masalah
ini diatasi dengan mengoptimalkan penulisan jurnal harian kelas, SMS
dari siswa kepada Kepala Sekolah, kontrol keliling kelas oleh piket,
wakasek, litbang , dan kepala sekolah serta tidak boleh membawa hand
phone ketika mengajar. Di samping itu sekolah juga menerapkan team
teaching, yaitu setiap mata pelajaran dikelas diampu oleh 2 orang guru,
sehingga ketika ada kegiatan yang tidak bisa diatur masih ada guru
yang dapat mengajar di kelas.
    Semenjak diterapkan kebijakan ini dari tahun pelajaran 2005/2006,
dapat disajikan data kehadiran guru di kelas sebagai berikut :

                                Tabel 02



                                   8
              Data Perkembangan Kehadiran Guru di Kelas
          TAHUN PEL. 2005/2006             TAHUN PEL. 2006/2007
 NO    BULAN          KEHADIRAN         BULAN          KEHADIRAN
                      (%)
 1     Juli 2005           97.83        Juli 2006           99.98
 2     Agustus             98.88        Agustus             99.99
       2005                             2006
 3     September           98.89        September            100
       2005                             2006
 4     Oktober             97.73        Oktober             99.98
       2005                             2006
 5     Nopember            98.99        Nopember             100
       2005                             2006
 6     Desember            98.98        Desember             100
       2005                             2006
 7     Januari 2006        97.98        Januari 2007        99.98
 8     Februari            98.98        Februari            99.88
       2006                             2007
 9     Maret 2006          99.65        Maret 2007           100
 10    April 2006          98.59        April 2007           100
 11    Mei 2006             100         Mei 2007             100
 12    Juni 2006            100         Juni 2007            100
      RATA-RATA            98.88               RATA-        99.98
                                               RATA
   (Data Litbang SMAN 1 Singaraja, 2007)
   Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa, optimalisasi penerapan
budaya on time dan full time cukup efektif untuk meningkatkan
kehadiran guru di kelas karena terjadi peningkatan kehadiran dari 98,88
% menjadi 99,98 %, yaitu ada peningkatan sebesar 1,10 %




                                  9
    Masalah 3, Waktu tinggal guru di sekolah masih bermasalah dengan
berbagai alasan. Masalah ini diatasi dengan menggunakan kartu identitas
pribadi dan dan interval waktu penandatanganan absen kepulangan dari
pukul 13.00 WITA sampai dengan pk. 13.30 WITA. Kepala sekolah
mengontrol kepulangan guru dengan melihat kartu identitas pribadi yang
sudah ada pada papan kartu. Tepat pk. 13.30 WITA tim litbang
mengambil daftar hadir guru untuk danalisis dan daftar analisis
diumumkan setiap bulan sekali.
    Permasalahan yang muncul ketika guru tinggal di sekolah sering
ngobrol dengan arah yang tidak tepat sehingga menimbulkan
permusuhan antara sesama guru. Permasalahan ini dikoordinasikan
dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Propinsi.
Dinas Pendidikan kabupaten memecahkan masalah ini dengan
memberikan bantuan ruang multimedia dan komputer serta jaringan
internet. Sedangkan Dinas Pendidikan Propinsi memecahkan masalah
ini dengan memberikan bantuan pembangunan ruang Teacher Refrence
Research Centere (TRRC) yang dilengkapi dengan internet dan buku
pelajaran in English, serta alat kesenian nasional dan tradisional.
    Dengan disiapkan sarana di atas guru dapat berdiskusi dengan
teman sejawatnya tentang persiapan mengajar, inovasi pembelajaran,
mengakses internet, mencoba berbagai model pembelajaran sampai
melatih otak kanan lewat kegiatan seni, sehingga tidah jenuh untuk
tinggal di sekolah.
    Semenjak diterapkan budaya fulltime ini dari tahun pelajaran
2005/2006 dapat disajikan waktu tinggal guru di sekolah sebagai berikut
:

                            Tabel 03
         Data Perkembangan Waktu Tinggal Guru Di Sekolah




                                10
            TAHUN PEL. 2005/2006              TAHUN PEL. 2006/2007
 NO        BULAN        KEHADIRAN         BULAN         KEHADIRAN
                           (%)
 1       Juli 2005          97.98       Juli 2006          99.96
 2       Agustus            98.88       Agustus            99.98
         2005                           2006
 3       September          97.63       September          99.88
         2005                           2006
 4       Oktober            96.75       Oktober             100
         2005                           2006
 5       Nopember           98.24       Nopember           98.99
         2005                           2006
 6       Desember           97.46       Desember           98.87
         2005                           2006
 7       Januari 2006       98.47       Januari 2007       99.99
 8       Februari           97.89       Februari           99.87
         2006                           2007
 9       Maret 2006         99.67       Maret 2007         99.87
 10      April 2006         98.98       April 2007          100
 11      Mei 2006           98.87       Mei 2007           99.86
 12      Juni 2006          97.73       Juni 2007          99.89
       RATA-RATA            98.21              RATA-       99.76
                                               RATA
      (Data Litbang SMAN 1 Singaraja, 2007)

    Dari table di atas dapat disimpulkan bahwa optimalisasi penerapan
budaya on time dan full time cukup efektif untuk meningkatkan waktu
tinggal guru disekolah karena terjadi peningkatan dari 98,21 % menjadi
99,76 %, yaitu ada peningkatan sebesar 1,55 %




                                11
    Masalah 4, prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Singaraja juga
belum memuaskan terbukti masih banyaknya siswa yang belum
mencapai batas ketuntasan ketika mengikuti ulangan blok . Sebagai
indikator prestasi dalam makalah ini digunakan hasil ujian nasional,
hasil tes pengendali mutu tingkat propinsi , dan hasil olimpiade sains
tingkat nasional dan internasional.
    Perkembangan prestasi siswa sejak diterapkan budaya ontime dan
full time dari tahun pelajaran 2005/2006 dapat dilihat pada table di
bawah.

                            Tabel 04
            Data Perkembangan Nilai Ujian Nasional (UN)
                                                   TAHUN PELAJARAN
 NO      PROGRAM        MATA PEL.        2004/2005      2005/2006        2006/200
  1         IPA       Matematika            5.98           8.07            8.84
                      Bhs. Indonesia        8.25           8.64            8.37
                      Bhs. Inggris          7.30           8.63            9.36
                  RATA-RATA                 7.17           8.45            8.86
  2         IPS       Ekonomi               7.98           8.56            7.76
                      Bhs. Indonesia        8.04           8.35            8.51
                      Bhs. Inggris          6.84           8.32            9.11
                  RATA-RATA                 7.62           8.41            8.47
  3         IPB       Bhs. Indonesia        7.18           8.43              -
                      Bhs. Inggris          8.68           8.05              -
                      Bhs. Jepang           9.07           8.98              -
                  RATA-RATA                 8.31           8.49              -
   (Data Litbang SMAN 1 Singaraja, 2007)




                                12
    Dari table di atas dapat disimpulkan bahwa optimalisasi penerapan
budaya on time dan full time cukup efektif untuk meningkatkan hasil
belajar siswa. Terjadi peningkatan rata-rata hasil Ujian Nasional untuk
program IPA dari 8,45 menjadi 8,86 jadi ada peningkatan 0,45 . Untuk
program IPS terjadi peningkatan rata-rata Ujian Nasional dari 8,41
menjadi 8,47, jadi ada peningkatan sebesar 0,06. Sedangkan untuk
program IPB terjadi peningkatan dari 8,31 menjadi 8,49, jadi ada
peningkatan sebesar 0,18
    Untuk mendapatkan gambaran prestasi siswa SMAN 1 Singaraja
dibandingkan dengan sesama SMA negeri dan swasta yang ada di Bali
dapat dilihat dari hasil tes pengendali mutu yang diadakan oleh Dinas
pendidikan Propinsi Bali pada tahun 2005 dan 2007, seperti table di
bawah.
                                Tabel 05
Rekapitulasi Hasil Tes Pengendali Mutu SMA Propinsi Bali Tahun 2005
                                           MATA PELAJARAN
 NO     NAMA SEKOLAH                                                      JU
                                MAT      FIS    KIM      BIO       KOMP
  1   SMAN 1 Singaraja            5       7       6        8          1
  2   SMAN 4 Denpasar             5       3       4        7          7
  3   SMAN 1 Denpasar             4       1       4        1          3
  4   SMAN 1 Gianyar              1       2       3                   2
  5   SMAN 1 Negara               1       2                           1
  6   SMAN 1 Kelungkung                   1       1        1          1
  7   SMAN 1 Tabanan              2       1       1
  8   SMAN 3 Denpasar             1               1        1          1
  9   SMA Santo Yosep Dps                                             2
 10   SMAN 1 Bangli                       1
 11   SMA Lab IKIP Sgr                    1




                                13
 12     SMAN 2 Negara                    1
 13     SMAN 2 Amlapura           1
 14     SMAN 1 Seririt                                 1
 15     SMAN 1 Abiansemal                              1
        SMAN 1 Taman Rama
 16     Dps                                                       1
 17     SMAN 3 Singaraja                                          1
        Jumlah                    20     20      20    20        20
(Data Litbang SMAN 1 Singaraja)

                              Tabel 06
Rekapitulasi Hasil Tes Pengendali Mutu SMA Provinsi Bali Tahun 2007
                                             MATA PELAJARAN
 NO       NAMA SEKOLAH                                                JU
                                MAT     FIS     KIM   BIO      KOMP
  1     SMAN 1 Singaraja          3      4       3     4          2
  2     SMAN 4 Denpasar           1      2       3     2          1
  3     SMAN 1 Denpasar                  1       1                4
  4     SMAN 1 Gianyar            1              1     1          2
  5     SMAN 2 Semarapura         1      1             1
  6     SMAN 1 Tabanan                   1       1     1
  7     SMAN 1 Kuta Utara                        1     1          1
  8     SMAN 1 Negara             1      1
  9     SMAN 4 Singaraja          1
 10     SMAN 3 Denpasar           1
 11     SMAN 2 Amlapura           1
                     JUMLAH       10     10      10    10        10
      (Data Litbang SMAN 1 Singaraja,2007)




                                14
        Dari table di atas dapat disimpulkan bahwa jika dilihat dari hasil tes
pengendali mutu tingkat propinsi bali yang diadakan oleh Dinas Pendidikan
Propinsi Bali dapat disimpulkan bahwa optimalisasi penerapan budaya on
time dan full time cukup efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
        Untuk melihat prestasi siswa SMAN 1 Singaraja pada tingkat
nasional dan internasional dapat dilihat dari hasil olimpiade tingkat nasional
dan internasional, yang disajikan pada table di bawah.
                                 Tabel 07
               Data Perkembangan Olimpiade Sains Tk. Nasional
                                                  MATA PELAJARAN
                    MATA
         NO       PELAJARAN                2004             2005            2006
         1     Fisika                        2                                   1
         2     Kimia                         2                2                  1
         3     Biologi                       1                5                  1
         4     Matematika                    1                2                  2
         5     Komputer                                      12                  2


                            Jumlah           9               12                  7
   (((
                                  Tabel 08
              Data Perkembangan Olimpiade Sains Tk. Internasional
         NO    MATA                               MATA PELAJARAN
               PELAJARAN                   2004             2005            2006
         1     Fisika                        -                -                  -
         2     Kimia                         -                -                  -
         3     Biologi                       1                -                  -




                                     15
       4     Matematika                  -              -                 1
       5     Komputer                    -              1                 -


                          Jumlah         1              1                 1


      Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa optimalisasi penerapan
budaya on time dan full time cukup efektif untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa sampai ketingkat internasional, karena ada keajegan dalam
meloloskan siswa ke olimpiade sains sampai ke tingkat internasional.




                               BAB III
      KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL

1. Simpulan
       Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa optimalisasi
penerapan budaya on time dan full time cukup efektif untuk :
       a. Meningkatkan kehadiran guru di sekolah
       b. Meningkatkan kehadiran guru di kelas
       c. Meningkatkan waktu tingggal guru di sekolah
       d. Meningkatkan prestasi belajar siswa




                                   16
2. Rekomendasi Operasional
       Mengingat optimalisasi penerapan budaya on time dan full time
cukup efektif untuk meningkatkan kinerja guru dan prestasi belajar siswa
maka dapat direkomendasi hal-hal sebagai beikut :
    a. Bagi guru, hendaknya menyadari bahwa waktu itu adalah sesuatu
       yang sangat berharga, oleh karena itu perlu dimanfaatkan secara
       efektif dan efisien secara konsisten.
    b. Bagi Dinas Pendidikan, hendaknya mengadakan supervisi yang ketat
      dan berkelanjutan ke sekolah-sekolah tentang pemberdayaan waktu,
      sehingga sekolah dapat memberikan pelayanan maksimal kepada
      siswa
   c. Bagi Pemerintah, hendaknya secara serentak untuk menciptakan
      suatu sistem kontrol terhadap sekolah tentang penggunaan waktu
      secara efektif dan efisien sehingga mutu pendidikan di Indonesia
      dapat ditingkatkan




                             DAFTAR PUSTAKA




                                  17
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999. Panduan
Manajemen sekolah.     Jakarat : Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Mengah

Ibrahim, 2007. Konsep Pengembangab Pendidik dan Tenaga
Kependidikan      menuju Sekolah Bertraf Internasional, Makalah
disajikan pada Bimbingan     Teknis Kepala Sekolah di Bogor.

Winardi. 2000. Kepemimpinan Dalam Manajemen .Jakarta :PT
Rinek Cipta

Nurkolis. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah. Yakarta :Pt Graznido

Wina Sanjaya. 2007. Strategi Pembelajaran. Jakarta : Kencana
Prenada Media      Group.

Zamroni.2003. Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta :
Bigraf    Publising




                            18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:46
posted:9/11/2012
language:Unknown
pages:18