2 skoring dvi 1
Document Sample


6
Menilai Keberhasilan Operasi DVI (Disaster Victim Identification)
Dengan Metode Skoring
Warih Wilianto, Ahmad Yudianto
Dept./Inst. Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
FK Unair – RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Abstrak
Pelaksanaan Operasi DVI (Disaster Victim Identification) dalam peristiwa bencana
masal telah banyak dilakukan dalam sepuluh tahun terahir ini. Banyak tanggapan positif
dari masyarakat atas dilaksanakannya operasi DVI tersebut, karena dirasakan manfaatnya,
akan tetapi penilaian intern dari tim DVI sendiri belum pernah dilakukan karena belum ada
standar penilaian terhadap keberhasilan suatu operasi DVI.
Diusulkan sebuah sistem penilaian berdasarkan skoring terhadap varibel variable
dalam DVI meliputi keberadaan 5 Unit dalam tim identifikasi yaitu: unit olah TKP, unit
pengumpulan data antemortem, unit pengumpulan data post mortem, unit pembanding data,
dan unit pendukung. Suatu Operasi DVI dianggap berhasil jika kelima unit tersebut ada dan
berfungsi dengan optimal
Tiap tiap unit dibagi menjadi variable variable yang memiliki bobot skoring.
Varibel-variabel tersebut disusun dalam sebuah tabel skoring yang dipegang oleh masing
masing ketua unit atau yang ditunjuk, diisi dan dievaluasi saat debriefing.
Operasi DVI yang memiliki skor 91 – 100 dianggap sangat berhasil, 81 – 90
berhasil, skor 71 – 80 cukup berhasil, skor sama atau kurang dari 70 dianggap operasi DVI
yang gagal.
Kata kunci: keberhasilan DVI, table skoring
PENDAHULUAN teridentifikasi? Sebaliknya, apakah dianggap
gagal jika memakan waktu lama dan hanya sedikit
Di Indonesia, berturut turut terjadi bencana jenazah yang teridentifikasi?
yang merengut banyak korban nyawa, antara lain: Untuk itu perlu disepakati suatu standar
jatuhnya pesawat Mandala di Medan, banjir penilaian keberhasilan suatu operasi DVI.
bandang di Jember, gempa di Yogyakarta, Penilaian itu harus bisa dilakukan oleh tiap
tenggelamnya KM Senopati Nusantara di laut anggota tim DVI secara perseorangan, mudah dan
Jawa, hilangnya pesawat Adam Air, terbakarnya terukur, karena itu penilaian dalam bentuk daftar
pesawat Garuda di Yogyakarta, dan yang terakhir tilik bisa menjadi pilihan. Untuk itu perlu
gempa di Padang disepakati variabel-variabel yang akan dinilai,
Pelaksanaan Operasi DVI (Disaster Victim serta berapa nilai tiap tiap veriabel tersebut.
Identification) dalam peristiwa bencana masal diusulkan daftar variabel dengan masing masing
telah banyak dilakukan dalam sepuluh tahun nilai yang disusun dalam table skoring
terahir ini. Banyak tanggapan positif dari Makalah ini bertujuan memberi wacana
masyarakat atas dilaksanakannya operasi DVI tentang instrument yang dapat mengukur untuk
tersebut, karena dirasakan manfaatnya, akan tetapi menilai keberhasilan suatu operasi DVI. Makalh
penilaian intern dari tim DVI sendiri belum ini bermanfaat dalam penyusunan instrument
pernah dilakukan padahal penilaian keberhasilan penilaian keberhasilan suatu operasi DVI untuk
itu perlu sebagi bahan evaluasi untuk operasi DVI kebaikan tim DVI di masa yang akan datang.
yang akan datang.
Tidak adanya penilaian itu karena belum SISTEM SKORING UNTUK MENILAI
ada standar penilaian terhadap keberhasilan suatu KINERJA TIM DVI
operasi DVI, misalnya untuk pertanyaan: apakah
suatu operasi DVI dianggap sukses jika hanya Diusulkan suatu metode penilaian berdasar
membutuhkan waktu singkat? Apakah suatu skoring dengan variabel-variabel yang
operasi DVI dianggap sukses jika 100% jenazah disusun dalam tabel penilaian sebagai berikut:
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
7
Tabel 1: Skoring Penilaian Keberhasilan Operasi DVI
Bobot
No Variabel Parameter Skor Nilai
Skor
1 Unit TKP
- Koordinator TKP Keberadaan ……. 1 …….
- Pembagian Sektor TKP Pelaksanaan ……. 2 …….
- Kantong Jenazah Keberadaan ……. 1 …….
- Label Kantong Jenazah Pelaksanaan ……. 1 …….
- Kantong Property yang terpisah Keberadaan ……. 1 …….
- Label Kantong Property Pelaksanaan ……. 1 …….
- Foto TKP Pelaksanaan ……. 2 …….
- Sketsa TKP Pelaksanaan ……. 2 …….
- Pengisian Form PM hal. B Pelaksanaan ……. 1 …….
- Berita acara penyerahan Jenazah ke
Kamar Jenazah Keberadaan ……. 1 …….
- Evaluasi harian Pelaksanaan ……. 1 …….
2 Unit Post Mortem (Mortuary)
- Koordinator Kamar Jenazah Keberadaan ……. 1 …….
- Koordinator Pemindahan Jenazah Keberadaan ……. 1 …….
- Buku Serah Terima Jenazah Keberadaan ……. 1 …….
- Pengelompokan Jenazah Pelaksanaan ……. 3 …….
- Ahli Patologi Forensik Keberadaan ……. 1 …….
- Pemeriksaan ciri-ciri medis Pelaksanaan ……. 2 …….
- Pemeriksaan Sidik Jari Pelaksanaan ……. 2 …….
- Ahli Kedokteran Gigi Forensik Keberadaan ……. 1 …….
- Pemeriksaan Gigi geligi Pelaksanaan ……. 2 …….
- Tim Fotografi Keberadaan ……. 1 …….
- Foto jenazah dan property Pelaksanaan ……. 3 …….
- Pengisian Form PM Pelaksanaan ……. 2 …….
- Pengambilan sampel DNA Pelaksanaan ……. 1 …….
- Penatalaksanaan Property Pelaksanaan ……. 1 …….
- Foto rontgent Pelaksanaan ……. 1 …….
- Evaluasi Harian Pelaksanaan ……. 1 …….
3 Unit Ante Mortem (AM)
- Koordinator data AM Keberadaan ……. 1 …….
- Unit Orang Hilang Keberadaan ……. 2 …….
- Ruang khusus pelaporan orang
hilang Keberadaan ……. 2 …….
- Daftar korban hidup, mati, dan
hilang Keberadaan ……. 2 …….
- Pengisian Form AM Pelaksanaan ……. 2 …….
- Pengelompokan data Pelaksanaan ……. 1 …….
- Pusat Komunikasi Lintas Sektoral Keberadaan ……. 2 …….
- Alat komunikasi: Internet, telp,
facsimile Keberadaan ……. 1 …….
- Evaluasi harian Pelaksanaan ……. 1 …….
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
8
4 Unit Pembanding Data
- Koordinator Unit Pembanding data Keberadaan ……. 1 …….
- Ruang rekonsiliasi Keberadaan ……. 2 …….
- Penyusunan arsip AM dan PM Pelaksanaan ……. 2 …….
- Tabel eliminasi Keberadaan ……. 2 …….
- Tim Pelepasan Jenazah Keberadaan ……. 2 …….
- Evaluasi harian Pelaksanaan ……. 1 …….
5 Unit Pendukung
- Tim Keamanan Keberadaan ……. 1 …….
- Air bersih cukup Ketersediaan ……. 2 …….
- Alat Universal Precaution Ketersediaan ……. 2 …….
- Pendingin jenazah Keberadaan ……. 1 …….
- Mesin cuci Keberadaan ……. 1 …….
- Insektisida Keberadaan ……. 1 …….
- Makanan sehat bagi tim DVI Ketersediaan ……. 2 …….
- Tempat ibadah bagi tim DVI Keberadaan ……. 1 …….
- Istirahat teratur bagi tim DVI Pelaksanaan ……. 1 …….
- Rotasi Personil tim DVI Pelaksanaan ……. 1 …….
6 Unit Khusus
- Perawatan jenazah menurut agama Pelaksanaan ……. 2 …….
- Peti jenazah Ketersediaan ……. 2 …….
7 Debreifing Pelaksanaan ……. 10
…….
Jumlah Skor Total Maksimal …….
Penjelasan dan petunjuk Pengisian Tabel Skoring:
1. Seluruh variabel harus mempunyai nilai, tidak boleh ada sel yang kosong
2. Pemberian skor berdasar ketentuan di bawah ini
Tabel 2: Kriteria pemberian skor masing masing variabel
No Variabel Kriteria Skor
1 Unit TKP
- Koordinator TKP Tidak ada 0
Ada 1
- Pembagian Sektor TKP Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Kantong Jenazah Tidak Ada 0
Ada 1
- Pelabelan Kantong Jenazah Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Kantong Property yang terpisah Tidak Ada 0
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
9
Ada 1
- Pelabelan Kantong Property Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Foto TKP Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Sketsa TKP Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Pengisian Form PM hal. B Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Berita acara penyerahan Jenazah ke Tidak Ada 0
Kamar Jenazah Ada 1
- Evaluasi harian Tidak Dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
2 Unit Post Mortem (Mortuary)
- Koordinator Kamar Jenazah Tidak ada 0
Ada 1
- Koordinator Pemindahan Jenazah Tidak ada 0
Ada 1
- Buku Serah Terima Jenazah Tidak ada 0
Ada 1
- Pengelompokan Jenazah Tidak ada 0
Ada 1
- Ahli Patologi Forensik Tidak ada 0
Ada 1
- Pemeriksaan ciri-ciri medis Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan pemeriksaan luar
saja 1
Dilaksanakan dengan
pemeriksaan dalam 2
- Pemeriksaan Sidik Jari Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Ahli Kedokteran Gigi Forensik Tidak ada 0
Ada 1
- Pemeriksaan Gigi geligi Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan tanpa melepas
rahang 1
Dilaksanakan dengan melepas
rahang 2
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
10
- Tim Fotografi Tidak ada 0
Ada 1
- Foto jenazah dan property Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Pengisian Form PM Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan pengisian ≤ 100% 1
Dilaksanakan pengisian 100% 2
- Pengambilan sampel DNA Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Penatalaksanaan Property Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan bukan oleh tim
property 1
Dilaksakan oleh tim property
khusus 2
- Foto rontgent Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Evaluasi Harian Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
3 Unit Ante Mortem (AM)
- Koordinator data AM Tidak ada 0
Ada 1
- Unit Orang Hilang Tidak ada 0
Ada 1
- Ruang khusus pelaporan orang Tidak ada 0
hilang Ada 1
- Daftar korban hidup, mati, dan Tidak ada 0
hilang Ada 1
- Pengisian Form AM Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan pengisian ≤ 100% 1
Dilaksanakan pengisian 100% 2
- Pengelompokan data Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Pusat Komunikasi Lintas Sektoral Tidak ada 0
Ada 1
- Alat komunikasi: Internet, telp, Hanya ada telepon 0
facsimile Ada telepon dan facsimile 1
Ada telepon, facsimile dan
internet 2
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
11
- Evaluasi harian Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
4 Unit Pembanding Data
- Koordinator Unit Pembanding data Tidak ada 0
Ada 1
- Ruang rekonsiliasi Tidak ada 0
Ada 1
- Penyusunan arsip AM dan PM Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
- Tabel eliminasi Tidak ada 0
Ada 1
- Tim Pelepasan Jenazah Tidak ada 0
Ada 1
- Evaluasi harian Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
5 Unit Pendukung
- Tim Keamanan Tidak ada 0
Ada dari kepolisian 1
Ada dari kepolisian dan lintas
sektor 2
- Air bersih cukup Tidak tersedia 0
Tersedia 1
- Alat Universal Precaution Tidak Tersedia 0
Tersedia 1
- Pendingin jenazah Tidak ada 0
Ada darurat 1
Ada permanen 2
- Mesin cuci Tidak Tersedia 0
Tersedia 1
- Insektisida Tidak Tersedia 0
Tersedia 1
- Makanan sehat bagi tim DVI Tidak Tersedia 0
Tersedia 1
- Tempat ibadah bagi tim DVI Tidak ada 0
Ada 1
- Istirahat teratur bagi tim DVI Dilaksanakan 0
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
12
Tidak dilaksanakan 1
- Rotasi Personil tim DVI Dilaksanakan 0
Tidak dilaksanakan 1
6 Unit Khusus
- Perawatan jenazah menurut agama Tidak dilaksanaan 0
Dilaksanakan 1
- Peti jenazah
Tidak Tersedia 0
Tersedia 1
7 Debreifing Tidak dilaksanakan 0
Dilaksanakan 1
3. Angka pada kolom skor dikalikan dengan angka pada bobot skor dan hasilnya diletakkan pada kolom nilai
4. Angka pada kolom nilai dijumlahkan, hasilnya diletakkan pada sel total nilai di sudut kanan bawah
5. Dilakukan interpretasi terhadap nilai total:
- 91 – 100 berarti Operasi DVI sangat berhasil
- 81 – 90 berarti Operasi DVI berhasil
- 71 – 80 berarti Operasi DVI cukup berhasil
- ≤ 70 berarti Operasi DVI yang gagal.
Tabel 3: Nilai maksimal masing masing variabel
No Variabel Parameter Skor Bobot Nilai
Skor Maksimal
1 Unit TKP
Keberadaan 0–1 1 1
- Koordinator TKP
Pelaksanaan 0–1 2 2
- Pembagian Sektor TKP
Keberadaan 0–1 1 1
- Kantong Jenazah
Pelaksanaan 0–1 1 1
- Label Kantong Jenazah
- Kantong Property yang
Keberadaan 0–1 1 1
terpisah
Pelaksanaan 0–1 1 1
- Label Kantong Property
Pelaksanaan 0–1 2 2
- Foto TKP
Pelaksanaan 0–1 2 2
- Sketsa TKP
Pelaksanaan 0–1 1 1
- Pengisian Form PM hal. B
- Berita acara penyerahan
Keberadaan 0–1 1 1
Jenazah ke Kamar Jenazah
Pelaksanaan 0–1 1 1
- Evaluasi harian
sub total 14
2 Unit Post Mortem (Mortuary)
Keberadaan 0–1 1 1
- Koordinator Kamar Jenazah
- Koordinator Pemindahan
Keberadaan 0–1 1 1
Jenazah
Keberadaan 0–1 1 1
- Buku Serah Terima Jenazah
Pelaksanaan 0–1 3 3
- Pengelompokan Jenazah
Keberadaan 0–1 1 1
- Ahli Patologi Forensik
Pelaksanaan 0–2 2 4
- Pemeriksaan ciri-ciri medis
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
13
- Pemeriksaan Sidik Jari Pelaksanaan 0–1 2 2
- Ahli Kedokteran Gigi Forensik
- Pemeriksaan Gigi geligi Keberadaan 0–1 1 1
- Tim Fotografi Pelaksanaan 0–2 2 4
- Foto jenazah dan property Keberadaan 0–1 1 1
- Pengisian Form PM Pelaksanaan 0–1 3 3
- Pengambilan sampel DNA Pelaksanaan 0–2 2 4
- Penatalaksanaan Property Pelaksanaan 0–1 1 1
- Foto rontgent Pelaksanaan 0–2 1 2
- Evaluasi Harian Pelaksanaan 0–1 1 1
Pelaksanaan 0–1 1 1
sub total 31
3 Unit Ante Mortem (AM)
Keberadaan 0–1 1 1
- Koordinator data AM
Keberadaan 0–1 2 2
- Unit Orang Hilang
- Ruang khusus pelaporan orang
Keberadaan 0–1 2 2
hilang
- Daftar korban hidup, mati, dan
Keberadaan 0–1 2 2
hilang
Pelaksanaan 0–2 2 4
- Pengisian Form AM
Pelaksanaan 0–1 1 1
- Pengelompokan data
- Pusat Komunikasi Lintas
Keberadaan 0–1 2 2
Sektoral
- Alat komunikasi: Internet, telp,
Keberadaan 0–2 1 2
facsimile
Pelaksanaan 0-1 1 1
- Evaluasi harian
sub total 17
4 Unit Pembanding Data
- Koordinator Unit Pembanding
Keberadaan 0–1 1 1
data
Keberadaan 0–1 2 2
- Ruang rekonsiliasi
- Penyusunan arsip AM dan PM Pelaksanaan 0–1 2 2
- Tabel eliminasi Keberadaan 0–1 2 2
- Tim Pelepasan Jenazah Keberadaan 0–1 2 2
- Evaluasi harian Pelaksanaan 0–1 1 1
sub total 10
5 Unit Pendukung
Keberadaan 0–2 1 2
- Tim Keamanan
Ketersediaan 0–1 2 2
- Air bersih cukup
Ketersediaan 0–1 2 2
- Alat Universal Precaution
Keberadaan 0–2 1 2
- Pendingin jenazah
Keberadaan 0–1 1 1
- Mesin cuci
Keberadaan 0–1 1 1
- Insektisida
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
14
- Makanan sehat bagi tim DVI Ketersediaan 0–1 1 1
- Tempat ibadah bagi tim DVI
- Istirahat teratur bagi tim DVI Keberadaan 0–1 1 1
- Rotasi Personil tim DVI
Pelaksanaan 0–1 1 1
Pelaksanaan 0-1 1 1
sub total 14
6 Unit Khusus
- Perawatan jenazah menurut
Pelaksanaan 0–1 2 2
agama
Ketersediaan 0-1 2 2
- Peti jenazah
sub total 4
7 Debreifing Pelaksanaan 0-1 10 10
Jumlah Skor Total Maksimal 100
PEMBAHASAN keberadaan kantong property yang terpisah,
keberadaan label kantong property, pelaksanaan
Pada tabel skoring yang diusulkan di atas foto TKP, pelaksanaan pembuatan sketsa TKP,
terdapat 7 variabel besar yang terbagi menjadi pelaksanaan pengisian form PM hal. B,
variabel-variabel kecil yang masing-masing keberadaan berita acara penyerahan jenazah ke
memiliki nilai. Variabel-variabel tersebut masing kamar jenazah, dan dan pelaksanaan evaluasi
masing memiliki parameter dan bobot penilaian harian.
tertentu, sedemikian hingga jika dijumlahkan 1. Koordinator TKP
masing masing nilai variabel tersebut dikalikan Keberadaan koordinator TKP merupakan hal
dengan bobot penilaiannya, akan menemui nilai yang penting demi teraturnya olah TKP,
bulat 100. tanpa koordinator, fase TKP akan berjalan
Pembagian variabel menjadi tujuh besar tanpa koordinasi.
tersebut terkait dengan teknis pelaksanaan DVI di Jika personel DVI adalah orang orang yang
lapangan yang terdiri dari 5 fase yang memiliki berpengalaman di beberapa penerjunan
unit sesuai namanya yaitu: unit TKP, unit ante operasi DVI, mungkin saja olah TKP berjalan
mortem, unit post mortem, unit pembanding data, tanpa koordinator yang tetap, karena
dan debriefing. Selain 5 fase dan unit tersebut, segalanya, akan berjalan secara “otomatis”.
terdapat unit pendukung dan unit khusus yang Tetapi karena medan DVI satu dan lainnya
dalam praktiknya memegang peranan yang tidak selalu berbeda, maka yang “otomatis” tadi
kalah pentingnya tidak bisa berjalan dengan sempurna, selalu
A. Unit TKP saja ada hal hal kecil yang memerlukan
Unit ini bertangung-jawab terhadap seorang koordinator untuk memimpin
penatalaksanaan jenazah di tempat kejadian pemecahan masalah yang tiba-tiba timbul di
perkara, pengumpulan dan pengamanan barang TKP.
bukti dan property jenazah di tempat kejadian Variabel koordinator ini mendapat skor 0 – 1,
perkara. dengan bobot skor 1, sehingga nilai
Pada unit ini yang dinilai adalah: maksimalnya adalah 1.
keberadaan koordinator TKP, pelaksanaan
pembagian sektor TKP, keberadaan kantong
jenazah, keberadaan label kantong jenazah,
Majalah Kedokteran Forensik Indonesia, Vol. 12 No. 4, Oktober – Desember 2010
Related docs
Other docs by HC120911001846
20071210 new kitchen plan at ashcroft place perfect for holiday entertaining
Views: 11 | Downloads: 0
Get documents about "