Docstoc

Contoh bacaan doa Khutbah Jumat

Document Sample
Contoh bacaan doa Khutbah Jumat Powered By Docstoc
					Contoh bacaan/doa Khutbah Jum’at


Atas ide dan saran dari teman2 akhirnya saya posting contoh bacaan khutbah jumat , karena
khutbah Jum’at merupakan salah satu media yang strategis untuk dakwah Islam, karena
bersifat rutin dan wajib dihadiri oleh kaum muslimin secara berjamaah.

Selain itu juga karena adanya rukun khutbah yang mengajak untuk meningkatkan ketaqwaan
dalam arti melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya atau dalam arti
lain mengajak untuk masuk Islam secara kaffah. Nah ini bisa dijadikan momentum untuk
 membangkitkan kesadaran jamaah akan pentingnya Khilafah Islam karena hanya dengan
khilafah kita bisa masuk islam secara kaffah.

Contoh bacaan/doa khutbah Jum’at,

Membaca basmalah :

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIMI

Mengucapkan salam :

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUHU

Adzan

Membaca hamdalah :

INNALHAMDULILLAAH, NAHMADUHUU
WA NASTA’IINUHUU WA NASTAGHFIRUHU
WA NA’UUDZUBILLAAHI MIN SYURUURI ‘ANFUSINAA
WA MIN SYAYYI-AATI A’MAALINAA
MAN YAHDILLAAHU FALAA MUDHILLALAHU
WA MAN YUDHLILHU FALAA HAADIYALAHU

Membaca syahadat :

ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAAHU
WA ASYHADU ANNAA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA RASUULUHUU
LAA NABIYYA BA’DAHU

Membaca shalawat :

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SYAYYIDINAA MUHAMMADIN
WA ‘ALAA AALIHII WA SHAHBIHII ‘AJMA’IIN
Membaca ayat alqur’an yang mengajak bertaqwa kepada allah (biasanya khatib membaca ali
imran ayat 102)

FA-UUSHIIKUM WA NAFSII BIT TAQUULLAAH
QAALALLAAHU TA’AALA FIIL QUR’AANIL KARIIM
A’UUDZUBILLAAHI MINASY SYAITHOONIR RAJIIM
YAA AYYUHAL LADZIINA ‘AAMANUU
ITTAQUULLAAHA HAQQAA TUQAATIHI
WA LAA TAMUUTUNNAA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN

WA QAALALLAHU TA’AALAA FIL QUR’AANIL KARIM
AUDZUBILLAAHIMINA SY SYAITOON NIRROJIIM …

Membaca       ayat      alqur’an     yang      lain     sesuai   dengan     topik     khutbah
amma                                                                                    ba’du
Berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah agar selalu dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT

“Mulai berkhutbah sesuai topiknya memanggil jamaah bisa dengan panggilan ayyuhal muslimun
atau ma’asyiral muslimin rahimakumullah, atau sidang jum’at yang dirahmati allah”.

Menutup khutbah pertama dengan do’a untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat

BARAKALLAHU LII WA LAKUM FILL QUR’AANIL AZHIIM
WA NAFA’NII WA IYYAKUM BIMA FIIHIMAA MINAL AAYAATI WA DZIKRIL
HAKIIM
WA NAFA’ANAA BI HADII SAYYIDAL MURSALIIN
WA BIQAWLIHIIL QAWIIM AQUULU QAWLI HAADZA
WA ASTAGHFIRULLAAHAL ‘AZHIIM LII WA LAKUM
WA LII SYAA-IRIL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT
WAL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT MIN KULLI DZANBII
FASTAGHFIRUUHUU INNAHUU HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM
WA INNAHUU HUWAL GHAFUURUR RAHIIM
Duduk sebentar (tuma’ninah) untuk memberi kesempatan jamaah jum’at untuk beristighfar dan
membaca shalawat pelan-pelan

Khutbah                                                                              kedua
Khutbah kedua aturannya persis sama dengan khutbah pertama semua urutan dari hamdalah,
syahadat, shalawat, wasiat taqwa, ayat qur’an, dan do’a untuk seluruh orang muslim/muslimat
dan mu’minin/mu’minat harus dipenuhi. Contoh bacaan yang berbeda pada khutbah kedua :

ALHAMDULILLAH,
ALHAMDULILLAAHI HAMDAN KATSIIRAAN THAYYIBAN MUBAARAKAN FIIHI
KAMAA YUHIBBU RABBUNAA WA YURIIDHUU
WA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU
WA ASYHADU ANNAA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA RASUULUHU
SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA ‘ALAA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLAM
TASLIIMAN KATSIIRAN ILAA YAUMID DIIN
AMMA BA’DU
FATTAQUULLAAHU HAQQUT TAQWAA KAMAA AMAR

Bacaan penutup wasiat khutbah kedua dan membaca ayat al qur’an yang menyuruh bershalawat
(al ahzab 56)

‘IBAADALLAAH INNALLAAHA AMARAKUM BI AMRI BI DA-AAFIATI BINAFSIHI
WA TSANII BIMALAAIKATIHIL MUSABBIHATI BIQUDSIHI
WA TSULLATSAA BIKUM AYYUHAL MU-MINUUNA MIN JANNATI WA INSIHI
FA QAALALLAAHU QAWLAN KARIIMAN
INNALLAAHA WA MALAAIKATAHUU YUSHALLUUUNA ‘ALAN NABII
YAA AYYUHAL LADZIINA ‘AAMANUU SHALLUU ‘ALAIHI WA SALLIIMU
TASLIIMAA
ALLAAHUMMA SHALLI WA SALLIM WA BAARIK ‘ALAA ‘ABDUKAA WA
RUSUULIKAA MUHAMMAD
WA ARIDHALLAAHUMMA ‘AN KHULAFAA-UR RAASYIDIIN
ABI BAKRI WA ‘UMAARA WA ‘UTSMAANA WA ‘ALII
WA ‘AN SYAA-IRIL AALI WASH SHAHAABATI AJMA’IIN
WAT TAABI’IINA WAT TAABI’IT TAABI’IINA
WA MAN TABI’AHUM BI IHSAANIN ILAA YAUMID DIIN
WA ‘ALAINA MA’AHUM BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN

Membaca do’a

ALLAHUMMAGH FIR LIL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT WAL MUSLIMIINA WAL
MUSLIMAAT
AL-AHYAA-I MINHUM WAL AMWAAT INNAKAS SAMII’UN QARIIBUN MUJIIBUD
DA’WAT
WA YAA QAADHIYAL HAAJAAT
ALLAHUMMA INNA NAS-ALUKA DAULATAN KHILAFATAN RASYIDATAN ‘ALA
MINHAJI AN-NUBUWWAH
ALLAHUMMA INNA….

baca do’a yang lain dan ditutup do’a

RABBANAA AATINAA FID DUN-YAA HASANAH WA FILL AAKHIRAATI HASANAH
WA QINAA ‘ADZAABAN NAAR

Penutup khutbah kedua (bacaan ini didekritkan oleh khalifah umar bin abdul aziz harus dibaca
karena pada masa itu khutbah jum’at sering digunakan untuk menyerang lawan politik oleh para
khatib, diambil dari surat an nahl 90)

‘IBAADALLAH
INNALLAAHA YA-MURUU BIL ‘ADLI WAL IHSAAN
WA IITAA-I DZIL QURBAA
WA YANHAA ‘ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKARI WAL BAGHYI
YAIZHZHUKUM LA’ALLAKUM TADZAKKARUUN
FADZKURULLAAHA ‘AZHIIMI WA YADZKURKUM
FASTAGHFIRULLAAHA YASTAJIB LAKUM
WASYKURUUHU ‘ALAA NI’MATIL LATII
WA LADZIKRULLAAHU AKBARU
WA AQIIMISH SHALAH

Iqamat untuk shalat jum’at

tulisan diatas bisa didownload disini   Yang Tulisan Arab download disana atau disini

Contoh isi Khutbah Jumat bertema Khilafah

KHUTBAH JUMAT:

Kewajiban Bersatu di bawah Naungan Khilafah Islamiyah

Ma\\\’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat yang telah menjadikan kita umat yang satu.
Meskipun umat Islam berbeda-beda suku, berbeda bahasa, berbeda warna kulit; namun
sesungguhnya mereka tetap sebagai umat yang satu. Satu aqidah dan satu syariah! Bukankah
Tuhan kita satu…? Bukankah Kitab suci kita satu…? Bukankah Rasul kita satu…? dan
Bukankah Kiblat kita pun satu…?

Jika demikian .…,

Lalu mengapa umat Islam saat ini hidup tercerai-berai, satu dengan yang lain? Mereka hidup
terkotak-kotak dan terpetak-petak, dalam berbagai negara, dengan batas-batas teritorialnya
masing-masing. Mereka pun memiliki pemimpin masing-masing, loyalitas masing-masing, dan
prinsip masing-masing.

3 Maret 1924 yang lalu , Khilafah dibubarkan Kamal Attartuk, agen Inggris keturunan Yahudi.
Inilah puncak kemerosotan kaum muslim yang memang sudah lama menggerogi tubuh umat.
Atas nama Dewan Agung Nasional Turki (Al Jam\\\’iyyatu al Wathaniyah al Kubro) , Kamal
merubah Turki menjadi Republik dengan asas sekulerisme . Tidak hanya itu, Kamal melakukan
proses sekulerisasi dengan tangan besi. Khilafah dibubarkan , alasannya diktator, korup, dan
bermacam tuduhan keji lainnya. Hukum syara\\\’ pun diganti, dianggap kuno dan tidak
manusiawi. Segala yang berbau Islam, di tuduh berbau Arab, dan harus diganti. Mulai dari
bahasa Arab, pakain Arab, sampai Adzan semua harus diubah. Islam dicampakkan. At Tatturk
lupa , Islamlah yang membuat umat Islam, rakyat Turki, jaya dan gemilang.

Sekarang……. Penderitaan umat semakin bertambah. Negeri-negeri Islam terpecah belah
menjadi puluhan negara yang dikontrol oleh penjajah Barat. Negara lemah, yang tidak bisa
menolong saudaranya sendiri. Bayangkan, mereka tidak bisa menyelamatkan Palestina, yang
dijajah Israel. Rakyat Irak dibantai, Fallajuh negeri dengan seribu menara masjid dinodai, tapi
penguasa-penguasa negeri-negeri Islam yang sekuler itu sekedar jadi penonton. Darah kaum
muslim, demikian gampang ditumpahkan oleh penjajah Amerika Serikat dan sekutunya dibantu
agen-agen pengkhianat dari umat Islam sendiri. Mulai dari Palestina, Irak, Afghanistan, Bosnia,
Chechnya, Uzbekistan, Sudan, Pattani Thailand, Moro Philipina, Poso, Ambon, Aceh. Padahal
jumlah kaum muslim lebih dari 1,5 milyar. Kemiskinan, kebodohan, konflik, kemaksiatan pun
identik dengan negeri-negeri Islam. Inilah buah sekulerisasi. Inilah buah diruntuhkannya
Khilafah.

Padahal, Jamaah Rahimakumullah…

Tak ada satu pun alasan, yang bisa kita gunakan, untuk membenarkan kondisi perpecahan (dis-
integrasi) ini. Lalu…, apa jawaban yang akan kita berikan, jika Allah meminta
pertanggungjawaban atas semua keadaan ini, kelak pada hari pembalasan?

Tidak ada, saudara-saudara…!

Tidak ada satu hujjah pun, yang bisa kita kemukakan di hadapan Allah kelak. Sebab Allah SWT
dan Rasul-Nya, justru telah mewajibkan umat Islam untuk bersatu. Allah SWT. berfirman:

Berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. (TQS.
Ali Imran [3]: 103)

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (TQS. al-Hujarat [49]: 10)

Sementara itu, Rasulullah Saw. bersabda:

Siapa saja yang datang kepada kalian, sementara seluruh urusan kalian dipegang oleh seorang
(khalifah), lalu dia hendak merusak kesatuan kalian dan memecah belah jama\\\’ah kalian, maka
bunuhlah dia. (HR. Muslim)

Ayat dan hadits di atas, dengan jelas, memerintahkan umat Islam untuk bersatu, dan sebaliknya
melarang umat Islam untuk berpecah-belah.

Ma\\\’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Sudah banyak bukti, bahwa perpecahan telah menjadikan umat ini lemah, tanpa daya.
Perpecahan telah menjadikan umat tidak mampu berbuat apa-apa, menghadapi makar negara-
negara kafir Barat. Perhatikanlah…! Apa yang bisa diperbuat oleh umat Islam, ketika saudaranya
di Iraq dibombardir oleh pasukan sekutu pimpinan Amerika? Dan apa pula, yang bisa diperbuat
oleh umat Islam, ketika saudaranya di Palestina, diusir dari tempat tinggal mereka dan dibantai
oleh tentara zionis Israel?

Tidak ada…
Tidak ada bantuan berarti, yang bisa diberikan umat Islam kepada mereka. Sebab, mereka telah
terbelenggu oleh negara mereka masing-masing. Keberadaan negara-negara tersebut berserta
penguasanya, telah mencegah, menghalangi, dan merintangi umat Islam, untuk bisa meberikan
pertolongan dan batuan yang berarti bagi saudaranya.

Padahal, jika kita hitung secara kuantitatif, kekuatan yang dimiliki umat Islam jauh lebih besar,
dari kekuatan yang dimiliki oleh musuh-musuh Islam. Kita ambil salah satu contoh. Pada tahun
1999, Israel memiliki tentara sekitar 40 ribu personil. Sementara, Mesir saja, memiliki tentara
sekitar 1 juta personil. Namun apa yang kita saksikan, saudara…? Tentara Mesir yang jumlahnya
25 kali lipat dari tentara Israel tersebut, ternyata tidak berbuat apa-apa atas kebiadaban Israel
terhadap kaum Muslimin Palestina. Mengapa semua ini bisa terjadi? Lagi-lagi karena umat Islam
terpecah-belah.

Lalu…, apa yang kita harapkan dengan perpecahan umat saat ini? Tak satu pun manfaat yang
kita peroleh dengan perpecahan ini. Oleh karena itu, persatuan umat adalah harga mati yang
tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan wujud persatuan hakiki, yang dituntut oleh Allah SWT, tak
lain adalah persatuan umat, dalam ikatan aqidah Islamiyah, di bawah naungan Khilafah
Islamiyah.

Ketahuilah, saudara-saudaraku, kaum Muslimin rahimakumullah!

Dunia tidak akan pernah mengakui eksistensi kita (eksistensi kaum Muslimin), selama kita tidak
menjadi satu kekuatan riil yang disegani oleh lawan. Dan kita tidak akan menjadi kekuatan
seperti ini, selama kita tidak bersatu. Kita pun tidak akan pernah bisa bersatu, selama kita tidak
berpegang pada tali agama Allah dan tidak mendirikan Khilafah Islamiyah, yang akan
menerapkan Islam secara kaffah. Allahu Akbar….!

Khilafah adalah kepemimpinan umum (universal) bagi kaum Muslimin di seluruh dunia, untuk
melaksanakan syariat Islam dan untuk mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Khilafah,
pada hakekatnya adalah puncak dari aqidah dan syariat Islam. Bahkan dapat dikatakan, Islam
tidak akan mempunyai eksistensi yang berarti bagi kehidupan, tanpa adanya Khilafah. Allah
SWT. telah mewajibkan kaum Muslimin untuk menegakkan Khilafah dan mengangkat seorang
Khalifah. Rasulullah Saw. bersabda:

Barang siapa mati, sementara di atas pundaknya tidak ada bai\\\’at, maka matinya dalam keadaan
jahiliyah

Makna hadits ini adalah, seorang muslim wajib berbai\\\’at kepada Khalifah, ketika Khalifah ada.
Namun, apabila Khalifah tidak ada, atau belum ada, seorang muslim wajib berjuang untuk
mewujudkan ke-Khilafahan. Apabila kewajiban ini ditinggalkan, lalu dia mati, maka matinya
mati jahiliyah, artinya mati dengan membawa dosa yang amat besar. Nadzubillahi mindzalik.

Ma\\\’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Jangan sekali-kali, saudara terpengaruh oleh pihak-pihak yang sengaja menanamkan keragu-
raguan, bahwa tegaknya Khilafah adalah sesuatu yang utopis, sesuatu yang mustahil bisa
terwujud. Semua itu, tak lain merupakan bisikan syaithan, yang ingin menanamkan keragu-
raguan dalam hati kita. Yang ingin mematahkan semangat dan tekat kita dalam perjuangan.

Yakinlah saudara…!, bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil di dunia ini, jika Allah
menghendaki. Betapa banyak kejadian-kejadian besar di dunia ini, yang tak pernah disangka
akan terjadi? Dahulu…, Persia dan Romawi tak pernah menyangka, bahwa Islam yang muncul di
negeri Arab, yang terbelakang itu, akan mampu menundukkan mereka. Bahkan tak disangka,
Islam akan menjadi kekuatan Adidaya selama 13 abad lamanya. Orang juga tak menyangka,
bahwa Uni Soviet akan hacur; tak menyangka bahwa Jerman Barat dan Timur akan bersatu; tak
menyangka bahwa kekuasaan Orde Baru akan tumbang, dan lain sebagainya.

Karena itu, kita harus yakin!

Dengan perjuangan, kesungguhan, keikhlasan, dan kesabaran, niscaya Khilafah akan tegak
kembali, Insya Allah! Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:

Kemudian akan (muncul) kembali ke-Khilafahan, yang mengikuti metoda kenabian

Oleh karena itu…, Ma\\\’asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Bergegaslah saudara-saudara memperjuangkan tegaknya Khilafah; bersama para pengemban
dakwah yang ikhlas, yang terus berupaya untuk mengembalikan tegaknya Khilafah. Sebab,
menegakkan Khilafah merupakan tuntutan keimanan, yang tak bisa ditawar-tawar lagi bagi
seorang muslim. Jangan sampai saudara-saudara menemui ajal, dalam keadaan jahiliyah.

Ditinjau dari segi realitas, tegaknya Khilafah saat ini, merupakan tuntutan dan kebutuhan yang
sangat rasional. Sebab, hanya dengan Khilafah lah, masa depan peradaban manusia saat ini bisa
diselamatkan dari kehancurannya. Kehancuran akibat penerapan ideologi kapitalis, yang terbukti
gagal mewujudkan keadilan, kesejahteraan, ketentraman, dan kedamaian dunia. Hanya Khilafah
lah yang mampu mewujudkan semua itu, dengan penerapan Islam secara kaffah. Hanya Khilafah
lah yang mampu mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh isi alam. Hanya Khilafah lah
yang mampu menjaga dan melindungi umat dari ancaman musuh-musuhnya. Dan Hanya
Khilafah lah yang mampu menghentikan kesombongan, arogansi, dan kebiadaban Amerika dan
sekutu-sekutunya. Allahu Akbar…!

Ma\\\’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Saat ini, seruan penegakkan Khilafah telah menggema di seluruh pelosok dunia. Seruan tersebut
tidak hanya bergema di negeri-negeri Muslim saja, seperti Syiria, Yordania, Palestina, Mesir,
Sudan, Turki, Yaman, Pakistan, Uzbekistan, Indonesia, dan sebagainya; tapi juga bergema di
jantung negeri-negeri Kafir, seperti Inggris, Jerman, Denmark, Austria, Amerika, Kanada,
Australia, dan sebagainya.

Sungguh…, Khilafah akan kembali, Insya Allah dalam waktu dekat; sekalipun semua upaya dan
harta dikerahkan oleh orang-orang kafir dan antek-anteknya untuk menghalangi tegaknya
Khilafah. Kuatkanlah cita-cita, dan bersungguh-sungguhlah memperjuangkannya. Semoga Allah
meneguhkan perjuangan kita. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah, untuk
mewujudkan janji-Nya dalam Al-Quran, surat an-Nuur: 25.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal
shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana
Dia telah mejadikan orang-rang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan
meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar
akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman
sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukankan sesuatu apapun
dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-
orang yang fasik. (TQS. An-Nuur [24]: 55)

Allahu Akbar 3x, SAATNYA KHILAFAH MEMIMPIN DUNIA DENGAN SYARIAH

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:198
posted:9/10/2012
language:Indonesian
pages:8
Description: Contoh bacaan doa Khutbah Jumat