Docstoc

Cara penentuan ras kaukasoid, mongoloid dan negroid

Document Sample
Cara penentuan ras kaukasoid, mongoloid dan negroid Powered By Docstoc
					                                     PENENTUAN RAS

                                     PENDAHULUAN

   Prosedur     forensik   mencakup    prosedur      untuk   menjawab   pertanyaan   yang
menunjukkan identifikasi jenazah yang diperiksa. Pertanyaan yang akan ditanyakan
untuk menjelaskan gambaran biologi atau demografi, seperti dibawah ini:

   -     Apa ras dari pasien?
   -     Apa jenis kelamin pasien?
   -     Berapa umur pasien?
   -     Berapa tinggi pasien?
   -     Penyakit apa yang pernah diderita pasien?
   -     Trauma apa yang pernah dialami pasien

Dan determinasi Ras merupakan hal yang utama untuk diketahui saat identifikasi

PENGGUNAAN ALAT PENGUKURAN OSTEOMETRIK

         Alat Pengukuran Osteometrik digunakan untuk melengkapi hasil laboratorium
dari pemeriksaan yang dilakukan.Gunakan alat-alat secara hati-hati dengan mengikuti
petunjuk yang ada untuk menjamin supaya alat-alat dan tulang yang diperiksa tidak
rusak.

Jangka Sorong

    Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang tulang. Kita menggunakan jangka
manual dan jangka sorong digital yang menggunakan baterai. Level ketepatannya adalah
0,1 mm untuk jangka manual dan jangka digital.
JANGKA SORONG MANUAL

1. tekan dan tahan pelepas pada bagian dasar jangka

2. geser separuh bagian kanan jangka ke arah kanan untuk membukanya. Bukalah
    melewati besar tulang yang diukur
3. tempatkan tulang diantara kedua jepitan terendah
4. geser pelan-pelan separuh bagian kanan jangka ke arah kiri mendekati ujung dari
    tulang. Lakukan dengan hati-hati!
5. Baca skala pada garis bagian atas ukurannya. Angka tersebut menunjukkan
    ukuran dalam senti meter. Garis yang tebal diantara angka menunjukkan ukuran
    dalam mili meter. Pilih ukuran mm terdekat, jangan sampai kelewatan. Skala
    yang kecil adalah untuk 10 mm ; temukan angka sepanjang skala ini yang paling
    tepat dengan skala senti meternya, contohnya : 2,35 cm
6. Tekan dan tahan tombol pelepas dan geser caliper sebelah kanan ke arah kanan
    untuk membuka
7. Pindahkan tulang dari caliper
8. Tutup caliper
9. Kalikan jawaban anda dengan 10 untuk menukarnya ke dalam mili meter, seperti
    2,35 cm x 10 = 23,5 mm
10. Catat ukuran anda dalam mili meter
11. Ulangi langkah ini untuk pengukuran berikutnya


JANGKA SORONG DIGITAL
1. Tutup caliper sepenuhnya
2. Tekan tombol ON / 0 untuk menghidupkan kaliper tersebut
3. Pastikan caliper tersebut terset dalam metric( milimeter sebagai) ganti dari Inggris
   (inchi). Tekan tombol MM /IN untuk mengubah dari Ingriss ke ukuran metric jika
   diperlukan.
4. Tekan tombol ON/0 lagi untuk merest caliper ka angka 0
5. Luncurkan bagian setengah kanan dari kaliper ke kanan untuk membukanya.
   Buka melebihi ukuran tulang yang akan diukur
   6. Dengan hati-hati, luncurkan setengah bagian kanan kaliper tersebut kembali ke
      bagian kiri untuk menutupnya melawan tepi dari tulang. Hati-hati!
   7. Baca hasil pengukurannya, yang menyatakan 000,0 mm
   8. Luncurkan setengah bagian kanan dari kaliper tersebut ke kanan lagi untuk
      membukanya kembali
   9. Lepaskan tulang dari kaliper tersebut
   10. Tutup kaliper tersebut
   11. Catat hasil pengukuran dalam milimeter
   12. Ulangi langkah 4-11 untuk pengukuran selanjutnya
   13. Tekan tombol OFF ketika kamu telah selesai melakukan pengukuran



Pengukuran dengan Kaliper

   Pengukuran dengan kaliper umumnya digunakan pada pengukuran linear protrusi
tengkorak. Level kekuatannya 1mm namun dapat diperkirakan hingga 0,1 mm.

   1. Letakkan tengkorak pada permukaan datar atau minta teman anda untuk
      memegangnya dnegan erat.

   2. Tempatkan salah satu ujung kaliper pada dataran tulang yang pertama,tahan ujung
      kaliper dengan jari jika diperlukan.

   3. buka ujung kaliper yang satunya lagi

   4. Tempatkan ujung kaliper tersebut pada dataran tulang yang kedua,tahan ujung
      kaliper dengan jari jika diperlukan

   5. Baca hasil pengukuran . Angka yang ada dalam skala adalah centimeter,dan garis
      tebal diantara angka-angka tersebut adalah milimeter. Anda dapat memperkirakan
      nya dalam milimeter. Sebagai contoh 45,73 cm asih dapat dibaca.

   6. Buka kaliper dari dataran tulang.

   7. Lepaskan kaliper
   8. Tutup kaliper yang terbuka

   9. Kalikan hasil yang didapat untuk mendapatkan ukuran milimeter dengan 10. Pada
       contoh di atas ,jawaban terakhir adalah 357,3 milimeter

   10. Simpan hasil pengukuran dalam milimeter.

   11. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk pengukuran selanjutnya.




Intruksi Umum

       Dengan hati-hati peganglah model intruksional dan tulang,letakkan di
laboraturium,pasikan untuk meletakkan tulang tersebut dengan labelnya. Beberapa ujung
dari tulang yang akan kamu ukur adalah sangat mudah pecah dan akan jatih bila dipegang
dengan salah. Trauh bahan tersebut di bungkusan berisi udara          untuk memberkan
bantalan bagi mereka bila terkena permukaan meja yang kasar, dan gunakan sarung
tangan ketika bekerja dengan tulang yang sesungguhnya.

       Catat   jawabanmu dari pertanyaan pada lembar jawaban yang disediakan di
laboratorium. Disarankan menggunakan pensil untuk mencatat jawabanmu. Bekerjalah
dengan kelompok yang kecil dengan tengkorak tersebut, sejak kita memiliki sedikit
jumlah tengkorak. Masing-masing kelompok akan diberikan waktu yang terbatas dengan
masing-masing spesimen tengkorak.

       Ketika bekerja sebagai suatu kelompok, sangatlah penting bila semua anggota
kelompok melihat tulang tersebut dan mengulkurnya masing-masing. Gunakan buku
referensi yang ada di laboratorium bila diperlukan. Tanyakan pada instructur atau asisten
jika kamu tidak mengerti sesuatu.
                                   Penentuan Ras

       Variasi geografi dari rangka manusia digunakan untuk mengidentifikasi ras
manusia atau silsilah seorang individu. Para ahli antropologi forensik membagi ras
kedalam 3 ras yaitu: ras Mongoloid, Negroid, dan Kukasoid.

       Dibandingkan dengan perhitungan jenis kelamin, usia, dan tinggi badan,
penentuan ras lebih sulit, kurang tepat, dan kurang kurang dapat dipercaya, karena tidak
ada tanda di rangka. Rangka digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan ras yang
bersifat nonmetrik, yang didokumentasikan melalui metode antrostopik yang sedikit
bersifat subjektif dan bervariasi antara satu peneliti dengan peneliti lain. Bagaimanapun
perkiraan ras merupakan sebuah cara dalam bidang identifikasi forensic sebagaimana
dengan penentuan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan yang sangat mempengaruhi ras
dari masing – masing individu.

       Rangka yang digunakan sebagai penentu dari ras sangat di fokuskan pada ciri
tengkorak dan gigi geligi. Penentu ras dari tengkorak merupakan ciri – ciri metrik dan
non-metrik, termasuk panjang dan lebar bentuk tengkorak, kekuatan tengkorak, bentuk
dari tengkorak dan secara unik spesifik pada bentuk gigi.

       Metode Giles-Elliot adalah cara kuantitatif dari perkiraan ras berdasarkan pada
tengkorak, tapi kita tidak akan menggunakan pendekatan ini pada tugas lab kita; metode
ini akan didemontrasikan jika kamu menjalani penelitian dengan pembimbing. Bagian
dari rangka yang dugunakan dalam menentukan ras adalah femur,tibia, koksa, skapula,
tulang rusuk, dan kalkaneus. bagaimanapun tengkorak sebagai salah satu penentu ras.
            TABEL DIBAWAH INI RINGKASAN METRIK DAN NON METRIK
                 KARAKTER TULANG UNTUK 3 RAS MANUSIA




     KARAKTER KAUKASOID                            NEGROID                 MONGOLOID
1    Indeks Kranial 75-80,Mesokranial              <75, Dolikokranial      >80,brakikarniial
2    Kontur Sagital Melengkung                     Depresi+cekung ke       Melengkung
                                                   dalam
3    Keeling     of -                              -                       +
     Skull
4    Total   Indek >90,makin sempit                >85,makin lebar         85-90,Rata –rata
     Facial
5    Profil Wajah   Lurus Orthognatik              Menonjol                Intermediate
                                                   /prognatik
6    Profil Spina    Runcing Meonjol               Sedikit runcing         Membulat
     Nasal
7    Korda Basalis   Panjang                       Panjang                 Pendek
8    Sutura          simple                        Simple                  Kompleks
     Palatina
9    Sutura          +                             -                       -
     Metopik
10   Worman          -                             -                       +
     Bones
11   Bentuk orbita   Sudut miring                  persegi                 Bulat tidak miring
12   Batas           menjauh                       menjauh                 Mendekat
     terbawah mata
13   Indeks nasal    <48,Lepthorhinik (sempit)     >53,Platyyhinik(leb     48-53,
                                                   ar)                     Mesorhinik(intermediat
                                                                           e)
14 Bentuk            Tear shaped(air mata)         Bulat Lebar             Oval
     Kavitas nasal
15. Tulang nasal     “tower-shaped” (berbentuk     “Quonset          hut   “tented”(bentuk
                     menara),     sempit     dan   shaped”(berbentuk       tented), sempit dan
                     parallel dari anterior,agak   kubah                   meluas            dari
                     melengkung           dalam    metal/baja),lebar dan   anterior,melengkung
                     profilnya                     meluas dari anterior,   dalam profilnya
                                                   tidak    melengkung
                                                   dalam profilnya
16. Pertumbuhan (-)                                (-)                     (+)
yang berlebih di
pangkal hidung
17. Nasal sill        (+)                            (-)                (-)


18. Spina nasalis besar dan cenderung tajam          kecil              Kecil
inferior

19.           Arkus sempit dan agak mundur sedang sampai besar Menonjol
zygomatikus         ke belakang            dan agak mundur ke
                                           belakang
20.         Meatus membulat                membulat            Oval
acusticus externus

21.          Bentuk triangular                       rectangular        parabola         atau
palatum                                                                 berbentuk
                                                                        ladam/sepatu kuda
22. Sutura palatine   irregular(tidak teratur)       irregular          Lurus


23. Oklusi            sedikit overbite               sedikit overbite   edge    to   edge/sama
                                                                        rata

24.       Insisivus blade shaped (berbentuk blade shaped           shovel         shaped
sentralis           seperti mata pisau)        berbentuk   seperti (berbentuk     seperti
                                               mata pisau)         kapak)
25.Bentuk ramus terjepit       pada     bagian miring pada bagian lebar dan vertical
mandibulascending pertengahan                  belakang

26. Proyeksi ramus    tidak menonjol                 menonjol           tidak menonjol
    Mandibula
scending
27. Sudut gonial      sedikit melebar                tidak melebar      sedikit melebar


28. Profil dagu       lebih    kemuka            dan membulat           sedikit menonjol
                      menonjol
1. Cranial index : menggunakan lengkung penjalaran. Mengukur luas maksimum
   tengkorakdari euryon (eu) ke euryon (eu). Mengukur panjang tengkorak dari
   glabela (g) ke opisthocranium (op). Bagi luas cranium dengan panjang cranium
   dan kalikan 100. (lihat gambar untuk petunjuk)

2. Sagital Contour: pegang profil tengkorak, periksa bentuk cranium sepanjang
   sutura sagital.

3. Keeling of Skull Vault : pegang tengkorak diposisi anterior, periksa bentuk
   cranium. Keeling is a pinched appearance sepanjang sutura sagital.

4. Total Facial Index : gunakan perhitungan lengkung untuk mengukur tinggi
   wajah dari nasion (n) ke gnathion (gn). Gunakan lengkung penjalaran untuk
   mengukur lebar wajah dari zygion ke zygion (zy). Bagi tinggi wajah dengan lebar
   wajah dan kalikan 100. (lihat gambar untuk petunjuk)

5. Facial Profile : pegang profil tengkorak, dengan hati-hati tempatkan satu ujung
   pencil diatas atau dekat tulang belakang nasal anterior ( dimidline tengkorak)
   didasar lubang (nasal cavity). Turunkan pensil menuju wajah sehingga pensilnya
   akan menyentuh dagu (Bass 1987:87). Jika pensil mengenai area alveolar dan
   mulut, wajah prognathic. Jika pensil diperpanjang kedagu, wajah orthognathic.
   “Caucasoids mempunyai ‘flat’ (orthognathous) wajah di area dental sepanjang
   midline. Ini berlawanan dengan wajah negroid, yang mana memperlihatkan
   region mulut, dikenal sabagai prognathism. Negroid terkenal karena prognathism,
   atau sebuah anterior protrusion, dari region mulut. Pensil atau pulpen ditempatkan
   dengan satu ujungnya di nasal spine (midline didasar dari lubang hidung) yang
   tidak akan menyentuh dagu (gigi protrusi terlalu jauh kedepan)” (Bass 1986:87).

6. Nuchal Ridge Profile : pegang profil tengkorak, periksa nuchal ridge dan catat
   bentuknya.

7. Base Chord : pegang tengkorak dipandangan inferior, periksa jarak antara
   opisthion dan opisthocranium.

8. Pola sutura, memeriksa pola sutura cranial (sagital,koronal, squamosal, dan
   lambdoidal) dan menggambarkan pola yang simple (bukan yang sangat sulit) atau
   kompleks (sangat sulit)

9. Pola metopic, memeriksa tulang frontal superior ke tulang nasal untuk fakta dari
   sebuah sutura pendek sebagai sutura metopic.

10. Tulang wormian, memeriksa sutura lambdoidal dan melihat tulang kecil tanpa
    garis sutura nya. Tulang ini disebut tukang wormian.
11. Bentuk lingkaran mata, memeriksa kedua lingkar mata dari pandangan anterior.
    Menggambarkan bentuk keseluruhan seperti bundar atau persegi. Jika lingkar
    mata bundar, periksa batas atas untuk melihat jika lingkar mata datar atau
    berlekuk ke lateral.

12. Batas terbawah mata, memeriksa penampang tengkorak, tempatkan perlahan-
    lahan pensil secara vertical melewati lingkaran mata. Jika pensil sebuah bidang
    vertical, maka batas terbawah mata diperhitungkan, tetapi jika pensil adalah
    bukan budang vertical, maka batas terbawah mata tidak diperhitungkan.

13. Penunjuk nasal, menggunakan jangka sorong, mengukur lebar maksimum dari
    rongga hidung (pada sudut kanan ke puncak hidung), dari alare ke alare(al).
    Mengukur puncak hidung dari nasion (n) ke nasopinal(ns). Membagi lebar hisung
    oleh tinggi hidung dan dikali 100.

14. Bentuk rongga hidung, memeriksa seluruh bentuk rongga hidung dari
    pandangan anterior.

15. Ost.nasal, pemeriksaan bentuk ost.nasal dari arah anterior dan lateral. Dari arah
    anterior, periksa lebar tulang dan lihat apakah perluasannya mengarah keluar atau
    tidak dari superior ke inferior. Dari arah lateral, periksa jika arkus tulang
    mengarah ke bawah (konkaf).

16. Nasal overgrowth ,Pemeriksaan ost. Nasal dari kedua pandangan lateral.
    Pertumbuhan yang berlebihan tampak jika didapatkan bagian ujung inferior dari
    tepi superior ost.nasal mengemper pada nasal kavitas.

17. Ambang nasal atau nasal dam

      “Pengamatan yang hati-hati pada basis dari celah nasal (rongga atau
pembukaan pada nasal). Dengan menggunakan pensil atau balpoin lakukan
pemeriksaan dengan meletakkan pada tulang maksila dibawah nasal kavitas,
kemudian gerakkan pensil atau pena dengan perlahan kedalam nasal kavitas.

        Pada ras kaukasoid, biasanya dengan adanya dam (ambang nasal) akan
menghentikan/menghambat pensil atau pena tersebut. Sebaliknya pada tengkorak ras
negroid, tidak ditemukan adanya dam atau embang nasal, dan pena dengan
mudahmeluncur kedalam celah nasal. Sedangkan tengkorak ras mongoloid terletak
diantara dua keadaan ini”.

        Sangat berhati-hatilah ketika memasukkan sebuah pena atau pensil kedalam
nasal kavitas untuk mencegah terjadinya kerusakan tulang. Pastikan untuk memeriksa
kedua sisi dari nasal kavitas.
18. Lower nasal spine.Pegang tengkorak pada pandangan lateral, pemeriksaan lower
    nasal spine meluas dari bagian inferior nasal cavity. Dapat dijelaskan ukuran.

19. Lengkung zygomatic.Pegang tengkorak dengan region oksipital pada tanganmu
    dan pegang area wajah. Letakkan pensil melintang pada lubang hidung (nasa
    cavity). Sekarang coba masukkan salah satu jari diantara tulang pipi (zygomatic)
    dan pensil.

           Ras kaukasoid memiliki wajah yan memiliki titik midline dan tulang pipi
   yang tidak terlalu maju kedepan. Hal ini akan memudahkan kamu untuk
   memasukkan jari diantara tulang pipi dan pensil tanpa menurunkan letak pensil
   tersebut. Ras mongoloid mempunyai bentuk wajah yang lebih rata (tulang pipi
   lebih maju kedepan) dan hal ini akan menyulitkan kamu ketika memasukkan
   jarimu diantara pensil dan tulang pipi pada tengkorak ras mongoloid tanpa
   menurunkan letak pensil tersebut (Bass 1986:83). Pastikan kamu memeriksa
   kedua rengkung zygomatic tersebut.

20. External auditori meati.Pegang tengkorak pada pandangan lateral, periksa
    bentuk keseluruhan dari external auditory meati. Pastikan kamu mengecek kedua
    external auditory meati-nya.

21. Bentuk palatal.Pegang tengkorak pada pandangan inferior, periksa area palatal,
    bagian mana saja yang termasuk kedalam maksila dan palatine. Deskripsikan
    keseluruhan bentuk palatalnya.

22. Sutura Palatina

23. Oklusi

24. Insisivus sentralis

25. Membentuk ascending ramus mandibula

   Peganglah mandibula dalam tampilan lateral, periksa bentuk Mendaki ramus
   keseluruhan. pastikan untuk Memeriksa lateral KEDUA dilihat

26. Proyeksi yang mendaki ramus mandibula.Peganglah posterior mandibula
    dalam tampilan, periksa tepi posterior ramus mendaki. jika proyeksi tulang ke
    arah garis tengah, yang mendaki memproyeksikan ramus. jika tulang tidak
    proyeksi ke arah garis tengah, yang mendaki ramus adalah non-proyeksi.

27. Sudut gonial: sudut anterior mandibula dalam tampilan, memeriksa gonial
    KEDUA dari sudut untuk melihat apakah mereka bulat atau ke luar melebar.
   28. Dagu, memegang mandibula dalam tampilan lateral, memeriksa proyeksi relatif
       dagu



Pengukuran metrik yang didasarkan pada Landmark tengkorak yang diilustrasikan pada
gambar berikut dari Bass (1987:63-64). Landmark tengkorak yang perlu Anda ketahui
dan digunakan untuk laboratorium ini adalah: glabella (g) opisthocranion (op) euryon
(eu) nasion (n) nasospinale (ns) alare (al) gnathion (gn) dan zygion (zy)
       TUGAS PRAKTIKUM FORENSIK
                      “Penentuan Ras”




Trijayanti Gozali   070600040      Alifina Priandini    070600049

Khairiyah ulfah     070600041      Soli N Tambunan      070600052

Resti Wulandari     070600042      Mita Suci A          070600053

Fauzan Akmal        070600043      Wenti Komala         070600055

Jevin F. Tandian    070600044      Bella Siregar        070600056

Andi                070600045      Suli Andriani        070600057

Fitri Hayuningdiyah 070600048      Dewi Pratiwi Putri   070600058




             FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
           UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
                                MEDAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:832
posted:9/9/2012
language:Malay
pages:13
Description: cara penentuan dan membedakan ras manusia kaukasoid, mongoloid dan negroid dengan menggunakan pengukuran osteometrik untuk keperluan forensik atau identifikasi jenazah
bella siregar bella siregar
About