Docstoc

Pengantar masailul fiqhiyah

Document Sample
Pengantar masailul fiqhiyah Powered By Docstoc
					Pengantar masailul fiqhiyah

             Oleh
    Slamet mujiono, M.Hum
    Dosen STAINU Kebumen
                 PENDAHULUAN
 Perjalanan sejarah, Fiqh merupakan sesuatu kekuatan yang
  dinamis dan kreatif. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya
  mazhab-mazhab yang memiliki corak tersendiri, sesuai
  dengan latar belakang sosio kultural, di mana mazhab
  tersebut berkembang.
 Hal ini disokong oleh 4 faktor: Pertama, motivasi
  keagamaan. Kedua, meluasnya dominasi politik Islam pada
  masa khalifah Umar bin Chatab, fuqaha’ dari kekuasaan
  politik. Ketiga, independensi para pakar Hukum Islam dari
  kekuasaan politik (untuk mengembalikan aktualitas Hukum
  Islam yang ada serta memformulasikan sesuai dengan jiwa
  Islam). Keempat, fleksibelitas Hukum Islam itu sendiri
  mampu berkembang.


                                                            2
                          Cont....
Berdasar ke 4 faktor tersebut, Fiqh pada akhir
 dekade belakangan ini menempati posisi yang
 menarik di kalangan masyarakat Islam. Hal ini
 disebabkan pada satu sisi masyarakat Islam
 memerlukan eksistensi Fiqh yang dapat
 mengayomi kehidupan mereka, di sisi lain kitab
 Fiqh klasik yang berhasil diformulasikan oleh para
 Fuqaha’ dalam beberapa perkara belum dapat
 memberikan jawaban terhadap persoalan baru
 yang muncul dalam kehidupan sosial.

                                                  3
                                            Cont.....
 Jelas pernyataan tersebut berkaitan dengan dinamika perubahan
  sosial, di mana berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam
  kontemporer memerlukan antisipasi hukum.
 Sesuatu yang tak kalah pentingnya dewasa ini adalah persoalan
  yang muncul di bidang perekonomian kontemporer, di mana pada
  masa Rasulullah persoalan ini sudah ada tetapi perlu diubahsuai
  peraturan hukumnya atau belum ada aturan hukumnya sama sekali,
  seperti lembaga keuangan bank dan non bank serta sistem
  moneter. Perubahan yang mengemuka dalam persoalan tersebut
  memerlukan solusi, sehingga masyarakat Islam dapat
  mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan
  perekonomian sesuai dengan syariat Islam.




                                                                4
         PERKEMBANGAN FIQH
 Hukum syara’ yang diformulasikan oleh fuqaha dengan
  menggunakan nalar disebut ijtihad, sementara Fiqh
  adalah hasil pemikiran mujtahid hasil pemikiran
  mujtahid, dan pemikiran tersebut terkait dengan
  kemaslahatan dan kebutuhan masyrakat. (Amir
  Syarifuddin, 1993: 118-127).
 Al-Qur’an sebagai sumber hukum utama memaparkan
  peraturan-peraturan hukum Islam secara garis besar
  dan ini memerlukan penjelasan dari Rasulullah SAW
  yang diuraikan dalam Sunnah, penjelasan inipun
  terlihat masih bersifat sederhana, dan masih
  memerlukan interpretasi secara berterusan.

                                                    5
                      Cont.....
Persoalan yang tidak ditemukan jawaban
 hukumnya (al-Qur’an dan sunnah), maka metode
 yang digunakan untuk menemukan hukumnya
 adalah melalui qiyas.
Penggunaan metode analogi hukum (qiyas) ini
 yang kemudian menjadi embrio lahirnya hukum-
 hukum fiqh.
Dengan demikian sejak Nabi sampai priode
 sahabat, fiqh dimaknai sebagai keputusan
 hukum.
                                            6
                                 Cont.....
 Sejarah perkembangan fiqh tersebut sejak Rasulullah sampai
  kepada sahabat dan fuqaha’, dapat diketahui penemuan-penemuan
  hukum yang dilakukan melalui ijtihad. Namun setelah imam
  mazhab meninggal dinamika hukum Islam sempat terhenti,
  sehingga dikatakan pintu ijtihad sudah ditutup. Tindakan para
  ulama menutup pintu ijtihad diartikan secara salah oleh generasi
  sesudahnya yang menganggap pintu ijtihad tertutup selamanya.
 Pada abad modern sekarang, anggapan tertutupnya pintu ijtihad
  tidak mesti dipertahankan, karena akan menyebabkan tatanan dan
  kehidupan hukum Islam akan tertinggal, di samping semakin
  kompleksnya persoalan yang muncul yang memerlukan jawaban
  hukum. Untuk itu umat Islam mesti bergerak ke depan secara
  bersemangat mempelajari karakteristik hukum Islam yang sesuai
  dengan tuntutan sekarang.



                                                                 7
 Fiqh Clasik dan Fiqh Kontemporer
• Fiqh Klasik : merupakan yurisprudensi ulama-
  ulama fiqh generasi pertama yang
  terkodifikasi dalam bentuk kitab-kitab fiqh.
• pembentukannya melalui Ijtihad oleh ulama-
  ulama fiqh melalui istinbat hukum dengan
  daya fikir melalui kaeda ushul fiqh, kaeda fiqh
  dan kaeda ushuliyah
Wilayah fiqh klasik : Ibadah, Jinayah, Munakahat,
mu’amalat, Mawaris, Zanaij(Mayit),     sulthoniyah,
mawaris, dll
           FIQH KONTEMPORER
          DAN PROBLEMATIKANYA

Fiqh kontemporer merupakan fiqh yang memiliki nuansa baru
yang wilayah pembahasannya berbeda dengan fiqh klasik,
bahkan terdapat persoalan yang belum pernah dibahas dalam
kitab fiqh klasik.



Apakah fiqh klasik masih dapat digunakan sebagai pijakan
/panduan untuk fiqh kontemporer?



                                                           10
             Cont....

Fiqh klasik masih menjadi acuan dalam menetapkan ketetapan hukum pada fiqh
                                kontemporer.



  Alat dan metode penetapan hukum yang digunakan dalam fiqh klasik masih
                     digunakan pada fiqh kontemporer.


   Prosedur penemuan hukum (tahkim), bahasa hukum positif dikenal dengan
 reschvinding (penemuan hukum) mengikuti prosedur yang telah disepakati oleh
fuqaha’ terdahulu yaitu melalui metode ushul fiqh, kaedah ushuliyah dan kaedah
                                     fiqh.


 Ke 3 hal tersebut terbukti ratusan tahun telah memproduk fiqh yang dilakukan
     oleh para ulama dan fuqaha’, dan sampai sekarang masih dipedomani.




                                                                            11
Problematika

    Konteks dalil, khas -‘am



 Penggunaan metode ushul fiqh
 lebih banyak nuansa qiyas; riba


    Reinterpretasi dengan
menggunakan dalil ‘aqliyah/nalar
                                   12
Problematika

    Konteks dalil, khas -‘am



 Penggunaan metode ushul fiqh
 lebih banyak nuansa qiyas; riba


    Reinterpretasi dengan
menggunakan dalil ‘aqliyah/nalar
                                   13
         Cont.....

  Ke 3 metode tersebut belum mempunyai
   bentuk untuk menjawab persolan fiqh
               kontemporer



  Ulama harus mempunyai ilmu yang yang
 multidisipliner dan mempunyai pemahaman
yang konprehensif. Tidak punya sikap mendua



 Minimnya penafsiran dalil yang bernuansa
            fiqh kontemporer

                                              14
   AKTUALISASI FIQH KONTEMPORER
     TERHADAP PERKEMBANGAN
Fiqh kontemporer diperlukan dalam menjawab
 persoalan syariah. Metode Ushul Fiqh (melalui
 qiyas, maslahah, sadd al-dzari’ah, urf ) dan kaedah
 Fiqh ini digunakan jika peraturan hukum yang
 diperlukan tidak ditemui dalam sumber utama (al-
 Qur’an dan Sunnah).
Fiqh kontemporer memberi peluang kepada
 mujtahid untuk memformulasikan kembali konsep-
 konsep yang sedia menjadi lebih aplikatif di tengah
 masyarakat. Pertimbangan aplikatif tersebut akan
 membawa hukum Islam sebagai suatu peraturan
 yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

                                                  15
Yusuf al-Qaradhawi mengemukakan pelaksanaan ijtihad
        yang ideal untuk masa sekarang adalah:

 Ijtihad intiqa’i, memilih satu pendapat dari beberapa
  pendapat terkuat dari warisan fiqh, yang penuh dengan
  fatwa dan keputusan hukum. Dengan demikian ijtihad
  dalam hal ini telah ditetapkan hukumnya, tetapi perlu
  diaktualisasikan lagi sesuai dengan keperluan
  masyarakat sekarang.
 Ijtihad insya’i, pengambilan konklusi hukum baru dari
  suatu persoalan yang belum pernah dikemukakan oleh
  ulama terdahulu. Ijtihad dalam hal ini merupakan
  antisipasi terhadap persoalan-persoalan baru yang
  memerlukan jawaban.

                                                     16
     Pendekatan yang digunakan
 Ijtihad untuk masa sekarang adalah ijtihad integratif
  antara ijtihad intiqa’i dan ijtihad insya’i melalui
  pendapat ulama yang dipandang relevan dan kuat.
 Ijtihad jama’i/ ijtihad fardhi
 Melalui Bayani (dalil), Qiyasi ,dan Istislahi
 Fiqh kontemporer ---- keperluan yang sangat esensial,
  karena fiqh kontemporer bertujuan untuk memahami,
  mempertahankan dan menemukan hukum yang
  relevan dengan perkembangan ekonomi syariah,
  sehingga hukum yang telah diformulasikan tersebut
  dapat dijadikan sebagai asas dan panduan.

                                                     17
 Meskipun demikian hukum yang ditetapkan mestilah
  memperhatikan      maqashid      al-syaricah dengan
  mempertimbangkan         prinsip kemaslahatan bagi
  masyarakat.
 Dengan adanya ijtihad akan menciptakan hubungan
  yang erat antara ekonomi syariah dan fiqh. Analisis
  ekonomi akan memperlihatkan berbagai cara dalam
  memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi.
  Sementara fiqh akan merespon dengan memberi
  jawaban di antara solusi yang direkomendasikan dapat
  diterima berdasarkan maqasid ash-sharīcah.

                                                    18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:151
posted:9/8/2012
language:Malay
pages:18