Docstoc

Menjadi-Saksi-Pernikahaan

Document Sample
Menjadi-Saksi-Pernikahaan Powered By Docstoc
					                                           Menjadi Saksi Pernikahaan

Sebagai pribadi, saya mengenal Bung Hatta sewaktu beliau bersedia mewakili Keluarga Baridjambek dengan
bertindak sebagai saksi pernikahan putrid pertama kami, Lamya Baridjambek dengan Ismail Moelyadi Oelangan.
Saya ingat sekali pada waktu itu, hari Minggu tanggal 21 Maret 1971, dengan memakai stelan jas abu-abu serta
didampingi oleh Ibu Rahmi Hatta, beliau datang ke Jalan Ampasit I No. 11, pukul 9.00 pagi. Jelas sekali di dalam
ingatan saya pada saat itu, bagaimana Bung Hatta secara hormat dijemput dari kendaraan beliau dan didampingi
sampai ke rumah oleh Bapak H. Alamsyah ratu perwira Negara (sewaktu itu sekretaris negara) yang bertindak
sebagai wakil pihak pengantin pria beserta baberapa anggota famili Oelangan lainnya.
Masih berkesan pada saya senyum khas beliau, yang selalu saya ingat, karena di dalam senyum itu terbayang
suatu pribadi muslim yang kuat. Seorang muslim yang selalu rendah hati serta jauh dari sifat sombong, karena
yakin bahwa di hadapan Tuhan, derajat manusia itu sama. Tidaklah seorang itu lebih dari orang lain, kecuali
karena amal ibadahnya, dan semakin tinggi amalan seseorang, semakin rendah di dalam pergaulan.
Satu hal lain yang terasa sekali, selain dari kerendahan hati tersebut yang terlihat dari senyum Bung Hatta, juga
terbayang suatu kesabaran yang besar. Air muka beliau yang taat beribadah. Muka yang bersinar karena selalu
siap untuk shalat menghadap Tuhan.
Sebetulnya hubungan keluarga kami dengan Bung Hatta telah dimulai dengan perkawinan adik beliau, Kakanda H.
Bariah Ning dengan kakak suami saya, Kakanda Mohammad Zain Djambek, yang telah membina putra-putri saya
pada saat-saat mereka menjelang dewasa. Kesediaan Bung Hatta untuk menjadi saksi perkawinan putrid pertama
kami memberikan kesan yang sangat mendalam bagi kami sekeluarga. Siapa yang tidak akan bangga bila
perkawinan putra-putrinya dihadiri oleh seorang pemimpin bangsa. Apalagi karena beliau bersedia pula menjadi
saksi nikah dan membubuhkan tanda tangan beliau di atas surat nikah itu sendiri.
Bagi kami sendiri, menjadi lebih megah lagi karena beliau bukan hanya bertindak sebagai saksi biasa, namun
beliau bertindak sebagai wakil keluarga kami, dan Pak H. Alamsyah Ratuprawiranegara menjadi wakil keluarga
Oelangan.
Kenangan manis ini diabadikan dalam bentuk foto-foto keluarga yang selalu menjadi pembicaraan kami
sekeluarga selama berthun-tahun. Kenangan manis ini semakin menjadi indah lagi sejak pernikahan beliau,
Ananda Gemala Rabi’ah Hatta dengan putrid kami, Ananda Mohammad Cholil Baridjambek. Mengikat kedua
keluarga kami menjadi satu member kesempatan keluarga kami mengenal beliau sekeluarga semakin dekat lagi.

H. Alawiah Baridjambek- Said, Pribadi Manusia Hatta, Seri 3, Yayasan Hatta, Juli 2002.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1
posted:9/6/2012
language:Malay
pages:1